You are on page 1of 8

I.

Judul: Kromatografi Lapis Tipis

II. Tujuan: Memisahkan dan menentukan komponen komponen dalam berbagai
sampel.
III. Teori:
Kromarografi lapis tipis (KLT) adalah metode kromatografi yang paling
sederhana yang banyak digunakan. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan pemisahan dan analisis sampel dengan metode KLT cukup sederhana
yaitu sebuah bejana tertutup (chamber) yang berisi pelarut dan lempeng KLT
(Wulandari, 2011).
Kromatografi lapis tipis didasarkan atas bahan adsorbsi yang berfungsi sebagai
fase diamnya yang tersebar merata sebagai lapisan tipis pada suatu pendukung yang
berupa gelas, plastik, aluminium, sedangkan fase gerak berupa cairan yang akan
merambat dengan arah tertentu disepanjang lapisan tipis (Kusnowo,1990).
Keuntungan kromatografi lapis tipis jika dibandingkan dengan kromatografi
lapis kertas bila ditinjai dari teknik pelaksanaannya antara lain :
1. Waktu yang dibutuhkan lebih cepat.
2. Fase diam dapat bermacam-macam.
3. Lebih peka, maka pemisahan sempurna.
4. Penyemprotan dengan pereaksi asam kuat tidak menimbulkan masalah.
5. Kepekaan noda kromatogram 10 - 100 kali dibandingkan kromatografi kertas
setelah penyemprotan.
6. Dapat digunakan untuk metode isolasi kandungan dalam jumlah kandungan
yang cukup besar.
(Kusnowo, 1990)
Pada KLT, identifikasi awal suatu senyawa didasarkan pada perbandingan nilai
Rf standar. Nilai Rf umumnya tidk sama dari laboratorium ke labratorium bahkan
pada waktu analisis yang berbeda dalam laboratorium yang sama, sehingga perlu
dipertimbangkan penggunaan Rf relatif yaitu nilai Rf noda senyawa lain dalam
lempeng yang sama (Wulandari, 2011).

3. 4. Bahan dan Peralatan: 4. 3. Gelas Ukur 4. 2. 4. 6. Etanol. (Kusnowo. Pelarut. Kunyit sebagai sampel yang akan dianalisa pada plat. Struktur kimia senyawa yang dipisahkan. Beaker glass 2. Jumlah cuplikan yang digunakan. Kwalitas lapisan penyerap. 7. 2. pengaruh suhu tergantung fase gerak yang di pakai. cuplikan yang berlebihan cenderung menyebarkan bercak membentuk ekor sehingga mengakibatkan kesalahan perhitungan nilai Rf. Plat silica gel .1 Bahan Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Chamber kromatografi 3. Derajat kejenuhan dari bejana.2 Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Pipa Kapiler 5. Perbedaan penyerap akan memberikan perbedaan yang besar terhadap harga Rf. Pipet tetes 6. Faktor Faktor yang mempengaruhi harga Rf adalah sebagai berikut: 1. Sifat dari penyerap dan derajat aktifasinya. 1990) IV. meskipun memakai fase gerak yang sama. Aquadest sebagai fase gerak. Suhu. meliputi kemurnian dan komposisi pelarut. 5.

V. Di masukkan plat KLT ke dalam bejana pengembang sedalam 0. 5.2 Bercak yang dihasilkan. 4. 6. Prosedur: Adapun prosedur yang dilakukan dalam percobaan ini adalah : 1. Di siapkan plat KLT dengan ukuran 4 x 20 cm dan buatlah batas kira-kira 1 cm dari batas bawah plat menggunakan pensil.1 Plat dimasukkan ke dalam bejana. Di totolkan sampel menggunakan pipa kapiler pada garis batas bawah plat KLT. 3. 2. Di angkat plat setelah cairan pengembang berjarak 10 cm dan diamkan sejenak.5 cm. Gambar 5. . Di amati noda/bercak yang dihasilkan. Di lakukan pengamatan. Gambar 5. Di lakukan pengukuran untuk memperoleh nilai Rf. 7.

8 cm 7.VI.0. Etanol : 60% 2.8 cm 7.9% .78 =| | x 100% 0.61 = 27.8 cm 10 cm 0. Data: Adapun data yang diperoleh dari percobaan adalah sebagai berikut : Larutan Pengembang : 1.Rf praktek %Ralat = | | x 100% Rf teori 0.78 45 menit Rf teori . Aquadest Volume Larutan pengembang : 350ml Tabel 6.8 cm 7.61 . Jarak Tempuh RUN Jarak Nilai Rf Waktu X1 X2 X3 𝑋 Pelarut 1 7.1 Data Perhitungan nilai Rf.

8. sutera. Nilai Rf dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Jarak yang ditempuh solut Rf = jarak yang ditempuh fase gerak (Kusnowo. wol. Nilai Rf adalah nilai yang digunakan sebagai nilai perbandingan relatif antar sampel.1 Hasil Percobaan kromatografi lapis tipis Dari gambar 7.VII. 7.78 pada masing masing titik yang memiliki jarak berturut turut 7. Nilai Rf juga menyatakan derajat retensi suatu komponen dalam fase diam sehingga nilai Rf sering juga disebut faktor resensi. Metode analisis kromatografi lapis tipis (KLT) telah menjadi bagian dari teknik analisis rutin pada laboratorium analisis dan pengembangan produk karena memiliki banyak keuntungan (Wulandari. Analisa dan Ulasan: Adapun hasil kromatografi lapis tipis yang diperoleh adalah sebagai berikut : Gambar 7. 1990) Kunyit merupakan tanaman dari family jahe dengan nama latin Curcuma longa Koen atau Curcuma domestica Val.1 diperoleh nilai Rf percobaan adalah 0. Kromatografi lapis tipis adalah salah satu metode pemisahan kromatografi yang fleksibel dan banyak digunakan. tikar. Kunyit ini dikenal luas di Indonesia sebagai bahan pewarna dan penyedap makanan. 7.8. dan barang-barang kerajinan lainnya.8 cm dengan waktu pengembangan yaitu 45 menit. Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang . rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas. 2011).

2. Nilai Rf yang diperoleh dari percobaan Kromatografi Lapis Tipis dengan sampel menggunakan kunyit adalah 0. 2. 2.9% 8.2 Saran Adapun saran yang diperoleh dari percobaan ini adalah : 1. Kondisi temperatur yang berubah ubah. Tebal lapisan harus rata. Dari percobaan yang dilakukan nilai Rf yang diperoleh adalah 0.61. Waktu yang dibutuhkan fase gerak untuk mencapai batas akhir 10 cm dengan etanol 60% adalah 45 menit. Disarankan lebih banyak memvariasikan sampel yang digunakan dalam percobaan. Kwalitas lapisan penyerap. Hal ini disebabkan oleh: 1. Prinsip dari pemisahan kromatografi lapis tipis adalah adanya kecenderungan molekul untuk menguap dan kecenderungan molekul untuk melekat pada permukaan plat. . 3. Disarankan untuk memvariasikan larutan pengembang.78 dengan persen ralat 27. VIII. Oleh karena itu percobaan ini tidak sesuai dengan teori yang ada. Contoh : aenzena. Kesimpulan dan Saran: 8. Contoh : paracetamol. bila tidak rata menyebabkan aliran pelarut tidak sama sehingga akan mempengaruhi nilai Rf. 3. asam nitrat. kunyit merah.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan adalah : 1. Dari literatur yang diperoleh nilai Rf kunyit adalah 0. perubahan temperatur dapat menyebabkan perubahan komposisi fase uap dari fase gerak. kwalitas bahan lapisan harus sama. 3. Sebaiknya digunakan H2SO4 agar lebih jelas mengukur panjang solut. daun jambu biji. klorofom.memberi warna kuning pada kunyit.78. Kondisi ruangan yang tidak vakum. menyebabkan larutan pengembang tidak sempurna dalam melakukan kromatografi.

ST.Rondang Tambun. Lestoyo.Eng.1 Penilaian Dosen Pembimbing: Assisten: Medan. Azizah (2013). Salamah. Kromatografi Lapis Tipis. 1990. Standarisasi Parameter Non Spesifik dan Perbandingan Kadar Kurkumin Ekstrak Etanol dan Ekstrak Terpurifikasi Rimpang Kunyit. Vol. Wulandari.3 No. Praktikan. Surabaya: Universitas Airlangga. Nina. 2011. Taman Kampus Persindo.MT ) ( Nawalul Azka ) ( Thannael Kevin Owen) . ( Dr.IX. 3 Desember 2017 Dosen Pembimbing Asisten. Jember: PT. Daftar Pustaka: Kusnowo. Isolasi Sterol dari Biji Ketimun (Cucumin Semen).