You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

TK (Taman Kanak-kanak) merupakan sebuah lembaga

pendidikan anak usia dini yang bertujuan membantu mengembangkan

berbagai potensi yang dimiliki anak agar kelak mempunyai kesiapan

untuk memasuki kegiatan belajar pada tingkat selanjutnya. Sebagai

lembaga pendidikan anak usia dini, TK merupakan peletak dasar atau

fondasi awal bagi pertumbuhan anak selanjutnya.

Anak didik yang ada pada jalur pendidikan TK ini biasanya

berada pada rentang usia 4 - 5 tahun, dimana perkembangan

kecerdasan anak sedang berada pada masa emas atau sering disebut

dengan usia emas (golden age). Hal ini menunjukkan pentingnya upaya

untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak.

Adalah TKIT Nur Fatahillah, sebuah lembaga pendidikan anak

usia dini yang berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan

Nasional . Sebagai sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang

terletak di Serpong, dan berbasis sosial ekonomi wali murid menengah

ke bawah, tentunya menimbulkan beragam persoalan yang harus

dihadapi. Salah satu problem yang ingin penulis soroti adalah

kurangnya kemandirian siswa. Ketergantungan pada orang tua,

keinginan anak untuk selalu ditunggui orang tua, ketidaktegaan orang

tua meninggalkan anaknya belajar di kelas, serta masih kurangnya

1

putrinya di kelas belum bersedia dengan berbagai alasan seperti. 2 kepercayaan siswa kepada gurunya menjadikan anak gampang menangis dan kurang mandiri. atau merepotkan ibu guru. biaya yang lebih murah karena tidak membutuhkan transport. ( Hasil observasi di TKIT Nur Fatahillah pada tanggal 5-17 Januari 2015 jam 09. bidang pengembangan.00-10. pemilihan media serta metode yang tepat merupakan kunci keberhasilan guru dalam menyampaikan materi. kurang berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. khawatir anaknya menangis. tenaga yang dikeluarkan tidak banyak. Penggunaan alat peraga. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan beberapa wali murid yang ketika diminta meninggalkan putra.30 ). Kegiatan bermain ini dikemas sedemikian rupa dengan mengacu pada tema. sudah semestinya TKIT Nur Fatahillah menyajikan model pendidikannya melalui kegiatan bermain. Meski demikian tak jarang apa yang sudah dirancang dan dirasa tepat. Melihat kondisi yang demikian. dan terlebih lagi penulis lebih memahami karakteristik lingkungan serta adanya keinginan untuk memajukan sekolah sendiri. didukung dengan alasan lain seperti efektivitas waktu dalam melakukan penulisan. serta indikator yang akan disajikan. pikiran juga lebih fokus. Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mengambil jalur pendidikan anak usia dini. maka penulis memantapkan diri untuk melakukan penulisan di sekolah tempat penulis mengajar. Bermain merupakan satu solusi yang penulis anggap menarik bagi anak untuk .

sehingga anak secara psikologis lebih siap mengikuti pembelajaran. Hal tersebut tentunya dapat menghambat proses pembentukan kemandirian pada diri anak. agar menimbulkan rasa senang dan semangat pada diri anak. misalnya dengan selalu memberi bantuan pada anak ketika anak mengalami kesulitan. atau melakukan suatu permainan lebih dulu. 3 memulai pembelajaran di TK. Namun pada kenyataanya masih banyak anak usia empat sampai tujuh tahun yang belum dapat melayani dirinya sendiri. Misalnya dengan selalu meminta bantuan orang lain untuk mengurus kebutuhan fisik dan psikologisnya. Orang tua mempunyai pengaruh besar dalam menumbuhkan kemandirian anak. Salah satu ciri . Rasa sayang yang berlebihan akan membuat orang tua melakukan tindakan yang kurang mendidik. baik secara mental maupun secara fisik. Orang tua sering berdalih dengan berbagai alasan. Kepercayaan dan penghargaan orang tua terhadap sikap mandiri anak juga sangat diperlukan. maka ketika masuk kelas anak diajak untuk bermain dengan alat permainan yang ada. Anak-anak tidak dilatih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. seperti kasihan atau menganggap anak belum mampu memecahkan masalahnya sendiri. Rasa mampu dapat berkembang menjadi rasa percaya diri bila orang tua mau memberi anak kesempatan untuk mencoba melakukan segala sesuatunya sendiri. Karena dunia anak identik dengan dunia bermain.

meski dalam waktu yang singkat sekalipun. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah dengan kegiatan renang. dan diharapkan kemandirian tersebut dapat mengakar pada diri anak tidak hanya di lingkungan sekolah. Dalam hal ini guru mempunyai peran aktif untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Metode ceramah dan tanya jawab yang selalu digunakan membuat anak cepat bosan dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas. seyogyanya seorang guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan ide tentang model maupun metode . Sikap mandiri pada anak ini juga yang ingin selalu ditanamkan pada siswa TKIT Nur Fatahillah. Dari pengamatan yang penulis lakukan. 4 ketidak mandirian anak yaitu tidak dapat ditinggal orang tuanya. bisa makan sendiri. Misalnya mampu ke toilet sendiri. serta sikap ketergantungan anak kepada orang tua atau guru kelasnya. ternyata selama kurun waktu satu semester masih ada beberapa anak yang belum bisa mandiri. namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya beberapa wali murid yang masih menunggu di dalam kelas. juga mau mengikuti pembelajaran di kelas tanpa harus ditunggui orang tuanya. Dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada anak usia dini (umur 4 – 5 tahun). Sikap kurang mandiri ini juga terjadi karena guru masih kurang kreatif dalam menyampaikan pembelajaran.

Berbagi dengan teman atau orang lain. Bersedia mengalah. 11). Memperhatikan teman bicara. 2). Berani mengambil keputusan sendiri. Namun dalam penulisan ini. 6). Mengekspresikan perasaan dengan wajar. sehingga sikap ketergantungan pada orang lain (kurang mandiri) akan berubah menjadi sikap mandiri sebagaimana yang diharapkan. 7). 4). Bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Berani berpisah dengan ibu. Mau memberi dan meminta maaf. 8). penulis hanya mengambil empat indikator. kemandirian erat kaitannya dengan indikator pengembangan Nilai Agama dan Moral (NAM) serta Sosial Emosional (Sosem) yang terdiri dari tujuh belas indikator yaitu : 1). 9). 3). Bersikap ramah dan ceria. Menghargai hasil karya teman atau orang lain. 12). yaitu : 1). Menghormati orang tua. Membantu menyelesaikan masalah. 15). 14). Bersedia . 2). Menyayangi teman dan sahabat. 17). Berkomunikasi dengan teman atau orang lain. 16). Mengembalikan alat setelah digunakan. 5 pembelajaran yang menarik bagi anak sesuai dengan dunianya yaitu dunia bermain. 5). Berbagi dengan teman atau orang lain. Bersedia bermain dengan teman. Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Dalam kurikulum TK. 10). 13). Diharapkan dengan munculnya kreatifitas guru untuk menciptakan permainan yang menarik bagi anak akan membuat anak lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan di sekolah.

Hal tersebut dilatarbelakangi karena keempat hal tersebut yang paling bermasalah dan segera dicari jalan keluarnya. 4). dengan mengambil empat indikator terkait yang merupakan sikap dasar yang pertama-tama harus dikembangkan. Kebiasaan anak untuk selalu membereskan alat permainannya. mau berbagi dengan teman dan orang lain. . Berani mengambil keputusan sendiri. Salah satu visi dan misi TKIT Nur Fatahillah adalah mengembangkan sikap kemandirian anak. 3). sehingga penulis mengambil sikap untuk melakukan penulisan ini. sehingga sikap kemandirian anak akan betul-betul bisa terbentuk sebagaimana yang diharapkan. Dalam rangka meningkatkan kemandirian anak agar bisa belajar dengan senang dan nyaman didalam kelas tanpa harus ditunggui orang tuanya. merupakan sikap dasar yang perlu dikembangkan sejak dini. 6 mengalah. Merapikan alat setelah digunakan. agar anak mampu dan terbiasa menjalaninya baik di sekolah maupun di rumah. mau mengalah (tidak egois) serta berani mengambil keputusan sendiri. sehingga dalam penulisan ini penulis mengambil judul ”Upaya meningkatkan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang ”. penulis bermaksud meneliti sejauhmana efektivitas kegiatan bermain kelompok dalam rangka meningkatkan kemandirian anak.

Fokus Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. B. serta untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas. penulis melihat perlunya sebuah inovasi untuk menciptakan suatu kegiatan yang menarik bagi anak. sehingga penulis beranggapan bahwa penulisan ini penting untuk dilaksanakan. C. maka fokus penelitian ini adalah. Terjadi peningkatan kemandirian siswa Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Nur Fatahillah setelah dilakukan kegiatan renang. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis paparkan di atas. 2. Proses peningkatan kemandirian siswa TKIT Nur Fatahillah melalui kegiatan renang. maka dapat dirumuskan permasalahan penulisan sebagai berikut : 1. 7 Dari uraian di atas. sehingga anak akan lebih mudah menerima kehadiran seorang guru dalam hidupnya serta mau mengikuti proses pembelajaran tanpa harus ditunggui orang tuanya. . “ Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Renang pada Taman Kana- kanak Islam Terpadu Nur Fatahillah Serpong Kota Tangerang Selatan.

Tujuan Khusus a. dalam hal ini menjadi bahan masukan untuk memperluas wacana dan menjadi referensi penelitian . Untuk mengetahui peningkatan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang b. E. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang akan diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Sesuai tujuan umum dari penelitian ini adalah bertujuan untuk meneliti perkembangan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Nur Fatahillah Serpong. 2. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada program studi PAUD. Untuk mengetahui proses kemandirian anak pada usia 4-5 tahun melaui kegiatan renang. 8 D.

Program Studi PAUD Sebagai bahan masukan untuk peningkatan konsep dan teori pendidikan yang berkaitan dengan peranan pendidikan dalam membantu peningkatan kemandirian pada anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan berguna bagi : a. Praktisi Pendidikan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada instansi yang terkait dengan PAUD atau Depdiknas dalam hal membantu penentuan kebijakan yang berkenaan dengan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang sebagai kurikulum sekolah bagi PAUD. . Selain itu juga dapat berperan serta terhadap perubahan pola pikir masyarakat terhadap perlunya pendidikan kemandirian anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang. 2. b. 9 mengenai segala hal yang berhubungan dengan kemandirian anak usia 4-5 tahun dilingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.

Bagi Orangtua Sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang pentingnya meningkatkan kemandirian serta memberi informasi mengenai adanya pendidikan kemandirian pada anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan renang yang dapat pula dilakukan oleh orangtua bersama anak di rumah. 10 c. d. Bagi Peneliti lain Sebagai inspirasi untuk mengembangkan penelitian lanjutan yang berkenaan dengan peningkatan kemandirian anak. .