You are on page 1of 8

Rmax Rata

-
No. Tahun Rmax (Xi) Xi-X (Xi-X)2 (Xi-X)3 (Xi-X)4
Rata (X)
1 2006 479 370 109 11881 1295029 141158161
2 2007 270 370 -100 10000 -1000000 100000000
3 2008 467 370 97 9409 912673 88529281
4 2009 345 370 -25 625 -15625 390625
5 2010 345 370 -25 625 -15625 390625
6 2011 325 370 -45 2025 -91125 4100625
7 2012 296 370 -74 5476 -405224 29986576
8 2013 393 370 23 529 12167 279841
9 2014 462 370 92 8464 778688 71639296
10 2015 316 370 -54 2916 -157464 8503056
Jumlah 3698 -2 51950 1313494 444978086

1832 2 5 370 24.9603 6 100 370 24.01 0.4952 3.01 0.01 0.9406 0.Gumbel Tipe I No Periode X Sd Sn Yn Yt Xt 1 2 370 24.8037 4 25 370 24.4952 1.01 0.4952 0.4952 2.6462 3 10 370 24.2504 414.9406 0.9406 0.9406 0.01 0.9406 0.9019 456.4952 4.7827 .1775 5 50 370 24.4952 2.01 0.6001 474.9406 0.4999 395.9702 433.3065 365.

000 0.548 0.132 0.324 2.034 Jumlah 25.015 0.002 2007 270 2.016 2013 211 2.003 0.006 0.0447 0.Log Person III Tahun Xi Log Xi Log X Log Xi .036 0.105 0.015 0.015 0.282 2.622 2.002 2008 467 2.561 3 10 2.000 2010 345 2.548 0.548 -0.010 0.Log X) ² (Log Xi .548 -0.271 0.251 0.0447 0 2.000 2012 198 2.324 0.669 2.050 -0.001 0.842 2.063 -0.538 2.548 0.011 2014 419 2.431 2.000 2015 745 2.224 0.680 2.548 -0.010 0.002 2009 345 2.173541 No Periode Log X Sd Log X Cs k Y = Log X + k*Sd Log X 1 2 2.010 0.538 2.548 -0.548 0.017 0.484 0.297 2.548 0.548 2 5 2.000 0.548 0.074 0.015 0.014 -0.0447 1.567 .512 2.000 2011 325 2.548 -0.Log X)³ 2006 479 2.548 0.872 2.117 0.Log X (Log Xi .121 0.548 -0.

8664 5 6 100 370 24.2029 1 2 5 370 24.0332 369.195 X = 10^Y 353.4745 429.2178 3 4 25 370 24.01 1.9187 2 3 10 370 24.01 2.064892 CS = 0.3992 4 5 50 370 24.8296 389.3002 401.01 2.497 363.4127 6 0.01 0.5993 408.605 369.01 1.01 -0.1602 421. Log Normal Rekapitulasi No Periode Xrt Sd Kt Xt No 1 2 370 24.173 .

960 562.646 429.143 421.919 10 414.783 598.804 472.413 .866 100 474.613 408.177 524.Rekapitulasi Periode Metode Gumbel Metode Log Person Metode Log Normal 2 365.218 25 433.399 50 456.436 401.433 389.951 429.203 5 395.538 369.183 360.

Log X) ² (Log Xi . Dengan menggunakan nilai R dengan periode 2 tahun I = = 2827.002 2007 270 2.605 3 10 2.38447085 mm/jam Nilai selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini.036 0.132 0.548 -0. Analisa Frekuensi Curah Hujan Perhitungan analisa frekuensi curah hujan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.548 -0.282 b.000 2011 325 2.484 = 2.000 K5 0.680 2.121 0.014 -0.000 0.000 0.548 0.002 2008 467 2.002 2009 345 2. Intensitas Curah Hujan a.251 0.842 K10 1.010 a.011 2014 419 2. Harga rata-rata curah hujan Log X = ∑ LOG Xi = 25.074 0.548 -0.872 2.015 c. Tabel 4 Nilai I berdasarkan periode ulang I 1 jam 2 jam 3 jam 4 jam . Periode Ulang Dengan menggunakan rumus Log X + k*Sd Log X maka didapatkan hasil sebagai berikut.297 2. Nilai selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.015 0.548 0.548 -0. PERENCANAA DIMENSI SALURAN JALAN JENDERAL SUDIRMAN KABUPATEN INDRAMAYU a.512 2.0447 1.548 n 10 b.015 0.282 2.050 -0.006 0.561 363.015 0.548 0.016 2013 211 2. Tahun Xi Log Xi Log X Log Xi .063 -0.431 2. Harga simpangan baku s = = 0.Log X (Log Xi .669 2.0447 0 2.484 0.548 0.003 0.548 0.548 353.0447 0. Koefisien Kemencengan G = = 0.84102708 mm/jam c.548 0.271 0.567 369.548 0.034 Jumlah 25.015 0.Log X)³ 2006 479 2.548 -0.000 2015 745 2.324 2.497 2 5 2.173 c.117 0.842 2.010 0.001 0.224 0.010 0.538 2.6029 Tabel 2 Koefisien Kemencengan (k) Keterangan Tinjauan 1 K2 0.000 2012 198 2.000 2010 345 2.622 2.105 0.017 0.97490998 mm/jam b Dengan menggunakan nilai R dengan periode 5 tahun I = = 2908.324 0. Tabel 3 Nilai Xt No Periode Log X Sd Log X Cs k Y = Log X + k*Sd Log X X = 10^Y 1 2 2. Dengan menggunakan nilai R dengan periode 10 tahun I = = 2953.538 2.548 -0.

R2 2827.01% Bentuk saluran penampang persegi empat dengan persamaan sebagai berikut.975 706. Tabel 8 Nilai Qr (waktu konsentrasi 1-4 jam) KETERANGAN TINJAUAN 1 TINJAUAN 2 TINJAUAN 3 TINJAUAN 4 I1 I2 Qr I3 I4 g.346 328. Koefisien Pengaliran Nilai koefisien pengaliran ini diketahui berdasarkan pengamatan di lapangan. Debit Bnajir Rencana Pada perencanaan drainase ini menggunakan periode ulang yang sesuai dengan daerah perencanaan.219 176.278 . Adapun data yang peroleh sebagai berikut. Kondisi jalan (CI) b. Kondisi tata guna lahan di sekitar daerah perencanaan (C3) Nilai dari C1. Tabel 6 Nilai Koefisien Pengaliran Keterangan Tinjauan 1 Tinjaun 2 Tinjaun 3 Tinjaun 4 C e.384 738.994 314.841 727. Qt = = 0.210 323.7 x 270 + 0.587 d. P = B + 2y A=B. A = Untuk perhitungan selanjutnya lihat tabel dibawah ini.748 R5 2908. Metode yang digunakan untuk menghitung debit banjir adala metode rasional. a. Perencanaan Penampang Diketahui sebagai berikut : Qr = 0 Kemiringan dasar saluran rencana = 0. C2 dan C3 bersumper pada SNI 03-3424-1994 Koefisien Pengaliran = C1 x A1 + C2 x A2 + C3 x A3 A1 + A2 + A3 Maka C = 0. nilai koefisien ini ditentukan berdasarkan keadaan daerah/tipe kondisi permukaan tanah pada daerah yang diamati.9 x 945 + 0. Kondisi yang diperhatikan sebagai berikut. Debit Air Bangunan Rumah Tangga Setelah kami mengumpulkan data penduduk sekitar aliran drainase rencana. I .803 R 10 2953. Keterangan Tinjauan 1 Tinjaun 2 Tinjaun 3 Tinjaun 4 Jumlah penduduk Kebutuhan air bersih maksimum kebutuhan air buangan maksimum Jumlah air buangan rata-rata perharu maksimum (qm) Debit air buangan maksimum (Qpeak) f. Kondisi bahu jalan (C2) c.5 x 4050 = Karena nilai koefisien pada setiap tinjauan berbeda maka nilainya sebagai berikut.Y R = A/P .154 184. C . maka diperoleh data penduduk berdasarkan data yang diperoleh dari pengurus desa setempat.205 181.

Maka : V= Untuk hasil perhitungan selanjutnya dicantumkan dalam tabel dibawah ini. Kecepatan Aliran Untuk menentukan keceopatan aliran yang mengalir di saluran drainase digunakan rumus manning : V= Dimana rumus menentukan debit adalah Q=AxV V = Q/A. Cek Debit yang terjadi . Tabel 9 Dimensi Saluran drainase rencana STA L (m) A (m2) h (m) b (m) Q (m3/det) TINJAUAN 1 TINJAUAN 2 TINJAUAN 3 TINJAUAN 4 h. Tabel 10 Nilai kecepatan aliran (V) Tinjauan Q (m3/det) A (m2) V (m/det) TINJAUAN 1 TINJAUAN 2 TINJAUAN 3 TINJAUAN 4 i. Untuk dimensi saluran selanjutnya dicantumkan dalam bentuk tabel berikut.