You are on page 1of 2

A.

Diagnosa

Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan

respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu

atau kelompok dimana perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi

dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan

menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito,2000)

Dari hasil data pengkajian dan observasi, penulis melakukan analisa

data dan kemudian didapatkan masalah keperawatan dengan prioritas

masalah keperawatan yaitu ketidakefektifan pola nafas, nyeri akut b.d agen

cidera fisik, dan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

b.d faktor biologis.

Prioritas diagnosa keperawatan pada kasus ini adalah

ketidakefektifan pola nafas ditandai dengan data objektif pasien tampak

sesak dengan respiratory rate 30x/i, melalui pemeriksaan pada paru

terdengar suara tambahan yaitu adanya ronchi (+/+), tampak adanya

penggunaan otot bantu pernafasan, klien terpasang oksigen nasal kanula

4L/i, klien tampak lemah, dan pada hasil rontgen pasien mengalami efusi

pleura.

Diagnosa kedua yang diangkat adalah nyeri akut b.d agen cidera

fisik. Diagnosa ini diangkat dengan data subjektif klien mengeluhkan nyeri

pada bagian mamae bekas operasi meluas ke bagian kanan dan sampai ke

bagian punggung, nyeri dirasakan terus menerus. Data ojektifnya

mual (+). albumin : 2. memegang bagian yang sakit.menunjukkan pasien tampak meringis. pasien post mastectomy sebelah kiri dan sekarang menyebar ke mamae kanan. Diagnosa ini didukung oleh data subjektif bahwa klien mengalami penurunan nafsu makan karena sesak dan nyeri yang dirasakannya.d faktor biologis.4 g/dl. . skala nyeri 8. keluarga tampak mengusap bagian yang sakit. Diagnosa ketiga yang diangkat adalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. klien mengatakan berat badannya berkurang 7kg dalam kurun waktu 1 tahun dan data objektif yaitu keadaan umum klien lemah.