You are on page 1of 24

LAPORAN PRAKTIKUM TERAPI LATIHAN

(RESISTED EXERCISE EKSTREMITAS INFERIOR)

DI SUSUN OLEH :

NAMA : ST.HADIJAH
KELAS : II A D.IV
NIM : PO.714241151039

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN DIV FISIOTERAPI
TAHUN AJARAN 2016/2017

NO. NAMA GERAKAN PROSEDUR PELAKSANAAN
HIP JOINT
1. FLEKSI HIP + FLEKSI KNEE a. Posisi pasien :Supine lying, kaki kanan
a. Isotonik Konsentrik Exercise berada diluar bad.
1) Posisi awal (kontraksi konsentrik)
Ekstensi hip + fleksi knee 90o
2) Posisi awal (ontraksi eksentrik)
Full fleksi hip + fleksi knee 45o
3) Posisi awal (ontraksi isometrik)
Fleksi hip + fleksi knee 900

b. Posis fisioterapis dan peletakan tangan:
Berdiri disamping kanan pasien, tangan
kiri fisioterapis diletakkan ventral distal
b. Isotonik eksentrik Exercise hip dan tangan kanan pada bagian dorsal
tungkai bawah.

c. Teknik Pelaksanaan:
1) Isotonik Konsentrik Exercise
Pasien diminta menggerakkan hip
kearah fleksi full, sedangkan
fisioterapi memberikan tahanan
sambil mengikuti pergerakan
pasien.
a. Isometrik Exercise
2) Isotonik eksentrik Exercise :
Fisioterapi menggerakkan hip
kearah ekstensi , sedangkan pasien
memberikan tahanan kearah fleksi
sambil mengikuti arah gerakan
fisioterapi.
3) Isometrik Exercise :
Fisioterapi menggerakkan hip
kearah ekstensi , sedangkan pasien
memberikan tahanan kearah fleksi
tetapi tidak ada pergerakan.
d. Tujuan :
Untuk meningkatkan strength dan
endurance otot Iliopsoas dan rectus
femoris.
2. FLEKSI HIP + EKSTENSI KNEE a. Posisi Pasien : Supine lying
a. Isotonik Konsentrik Exercise 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik)
Ekstensi hip dan ekstensi knee
(posisi netral)
2) Posisi awal (kontraksi eksentrik)

Isometrik exercise pergerakan kaki pasien. sartorius dan rectus femoris. Posisi Fisioterapi : b. Tangan . 3. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien kearah ekstensi hip + ekstensi knee. b. d. Tujuan: Untuk meningkatkan strength dan endurance otot iliopsoas. c. EKSTENSI HIP + FLEKSI KNEE a. Posisi pasien :Supine lying a. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien kearah ekstensi hip + ekstensi knee. Full fleksi hip dan ekstensi knee 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) fleksi hip 450 b. sedangkan pasien memberikan tahanan kearah fleksi hip tetapi tidak ada pergerakan. Posisi Fisioterapis : Berada di samping kanan pasien. Tangan kiri fisioterapis berada pada distal hip. sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti c. Isotonik eksentrik Exercise sedangkan tangan kanan fisioterapi berada padadistal tungkai bagian dorsal. sedangkan pasien memberikan tahanan kearah fleksi hip sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. Isotonik eksentrik exercise Berada di samping kanan pasien. TeknikPelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien menggerakkan kakinya ke arah fleksi hip + ekstensi knee. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Full fleksi hip + fleksi knee 45o 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) ekstensi hip + fleksi knee 90 o 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) fkelsi knee 900 + fleksi knee 90o b.

3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien kearah fleksi hip. Teknik Pelaksanaan : . 4. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien ke arah fleksi hip. tangan kanan pada posterior knee (fossa poplitea) sedangkan tangan kanan bersandar pada lumbal. Teknik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien menggerakkan kakinya c. d. sedangkan terapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. Isometrik exercise kearah ekstensi hip. isotonik eksentrik exercise b. sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan terapis. isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip + ekstensi knee (posisi netral) 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Full ekstensi hip + ekstensi knee 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) ekstensi hip + ekstensi knee 200 b. HIPER EKSTENSI HIP a. Posisi Fisioterapis : Berdiri disamping kiri pasien. Posisi Pasien :Supine lying a.. Tujuan :Untuk meningkatkan strength dan endurance otot gluteus maxiumus. kanan fisioterapis berada di distal dorsal tibia dan tangan kiri di distal dorsal femur pasien. c. c. sedangkan pasien memberikan tahanan kearah ekstensi tetapi tidak ada pergerakan.

d. 2) Isotonik eksentrik exercise c. Posisi Fisioterapis : Fisioterapis berada disamping kanan pasien dengan tangan kanan berada di lateral distal knee joint sedangkan tangan kirinya di distal lateral tibia. ABDUKSI HIP a. Tujuan :Untuk meningkatkan strength dan endurance otot gluteus maximus. Isotonik eksentrik exercise Abduksi hip 300 b. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien kearah fleksi hip sedangkan pasien memberi tahanan ke arah ekstensi hip tetapi tidak ada pergerakan. c. isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien kearah fleksi hip sedangkan pasien memberi tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. . Posisi pasien :Supine lying. Isotonik konsentrik exercise berada di ujung bad dengan fleksi knee (agar maksimal tahannya dari pasien) 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Maksimal Adduksi hip 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Full abduksi hip 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) b. 1) Isotonik Konsentrik exercise Pasien menggerakkan kakinya kearah ekstensi hip sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan pasien. kaki kiri a. Teknik Pelaksanaan : 1) Isotonik Konsentrik exercise Pasien menggerakkan kakinya kearah abduksi hip sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan pasien. 5. Isometrik exercise c. dan group otot hamstring.

tangan kanan pada medial ankle dan tangan kiri pada medial knee. 2) Isotonik Eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien ke arah adduksi hip sedangkan pasien memberi tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. Posisi terapis dan peletakan tangan : Berdiri disamping kanan pasien. kemudian pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien ke arah adduksi hip sedangkan pasien memberi tahanan tetapi tidak ada pergerakan. Tujuan :Untuk meningkatkan strength dan endurance otot gluteus medius et minimus dan tensor faciae latae. 3) Isometrik exercise Fisioterapis mendorong tungkai pasien kearah abduksi hip dan pasien melawan kearah adduksi hip tapi tidak ada gerakan. c. d. kemudian c. 2) Isotonik Eksentrik exercise Fisioterapis melakukan gerakan kearah abduksi hip. kaki kiri diujung a. isotonik konsentrik exercise bad dengan fleksi knee (agar maksimal tahanannya dari pasien) 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Full abduksi hip+ ekstensi knee 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Full adduksi hip +ekstensi knee 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) posisi hip adduksi 25° b. 6. isotonik eksentrik exercise b. . Posisi pasien : terlentang. ADDUKSI HIP a. isometrik exercise terapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan pasien. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Perintahkan pasien untuk melakukan adduksi hip. traktus iliotibialis dan dibantu oleh otot sartorius.

Adductor Longus dan Gracilis. Adductor Brevis. 3) Isometrik exercise Fisioterapis mendorong tungkai pasien kearah endorotasi hip dan pasien melawan kearah eksorotasi hip tapi tidak ada gerakan d. Posisi pasien : terlentang KNEE 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) a. c. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Perintahkan pasien untuk melakukan eksorotasi hip. c. tangan kanan pada lateral kaki dan tangan kiri b. gamellus superior inferior. Adductor Magnus. Isotonik eksentrik exercise pada lateral knee. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot Pectineus. kemudian terapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan pasien. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot obturator externus dan internus. Isometrik exercise 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis melakukan gerakan kearah endorotasi hip. 7. serta gluteus medius et minimus. . kemudian pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. EKSOROTASI HIP + EKSTENSI a. quadratus femoris dan piriformis. d. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : berdiri disamping kanan pasien. Isotonik konsentrik exercise tungkai lurus dan endorotasi hip 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) eksorotasi hip dan tungkai lurus 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) posisi tungkai netral b.

Isometrik exercise 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis melakukan gerakan kearah eksorotasii hip. Posisi terapis dan peletakan tangan : b. 9 EXTERNAL ROTASI + FLEKSI HIP a. 3) Isometrik exercise Fisioterapis mendorong tungkai pasien kearah eksorotasi hip dan pasien melawan kearah eksorotasi hip tapi tidak ada gerakan d. kemudian pasien memberikan tahanan tapi tetap mengikuti arah gerakan terapis. tangan kanan pada medial kaki dan tangan kiri pada medial knee. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) fleksi hip + fleksi knee 90odan endorotasi hip 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) fleksi hip + fleksi knee 90odan eksorotasi hip 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) fleksi hip + fleksi knee 90o . kemudian terapis memberikan tahanansambil mengikuti arah gerakan pasien. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance group otot adductor dan pectineus. dengan kaki DAN KNEE 90O kanan diujung bad. c. Posisi pasien . terlentang EXTENSI KNEE 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) a. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Perintahkan pasien untuk melakukan endorotasii hip.8 INTERNAL ROTASI ROTASI + a. c. Isotonik eksentrik exercise berdiri disamping pasien. a. Isotonik konsentrik exercise posisi tungkai lurus dan eksorotasi hip 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) posisi tungkai lurus dan endorotasi hip 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) posisi tungkai netral b. Posisi pasien : terlentang.

Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Perintahkan pasien untuk melakukan eksorotasii hip dan terapi memberikan tahanan sambil mengikuti gerakan pasien. Posisi fisoterapis dan peletakan tangan : berdiri disamping pasien. b. gracillis dan sartorius. 3) Isometrik exercise Terapis menggerakkan ke arah endorotasi dan pasien memberikan tahanan tapi tidak ada gerakan. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance group otot adduktor. Isotonik eksentrik exercise b. a. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) fleksi hip + fleksi knee 90odan eksorotasi hip 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) fleksi hip + fleksi knee 90odan endorotasi hip 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) fleksi hip + fleksi knee 90o b. dengan kaki HIP DAN KNEE 90O kanan berada diujung bad. c. 2) Isotonik eksentrik exercise Terapis menggerakkan kearah endorotasi dan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah c. Posisi terapis dan peletakan tangan : berdiri disamping pasien. b. 10 INTERNAL ROTASI + FLEKSI a. tangan kanan pada distal tibia dan tangan kiripada sisi dalam knee untuk menyanggah knee. Posisi pasien : terlentang. Isometrik exercise x gerakan terapis. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien melakukan endorotasi hip dan terapis memberikan tahanan . Isotonik eksentrik exercise c. pectineus. tangan kanan pada distal tibia sisi dalam dan tangan kanan pada sisi dalam knee untuk menyanggah knee. d.

gamellus superior inferior. 3) Isometrik exercise Terapis melakukan endorotasi hip . c. tangan kanan pada distaltibiasisi medial. fleksi knee 90o dan endorotasi hip 2) Posisi awal (Kontaksi eksentrik) posisi hip netral. isometrik exercise 2) Isotonik eksentrik exercise Terapis menggerakkan kearah eksorotasi dan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis 3) Isometrik exercise Terapis menggerakkan ke arah eksorotasi dan pasien memberikan tahanan tapi tidak ada gerakan. d. 11 EXTERNAL ROTASI + FLEKSI a. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien melakukan eksorotasi hip dan terapis memberikan tahanan c. Isotonik eksentrik exercise b. sambil mengikuti gerakan pasien. Isometrik exercise sambil mengikuti arah gerakan pasien. fleksi knee 90o b. serta dibantu oleh gluteus medius et minimus. Posisi pasien . quadratus femoris dan piriformis. dan tangan kiri pada distal femur. Posisi terapis dan peletakan tangan : Berdiri disamping pasien. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot obturator externus dan internus. fleksi knee 90odan eksorotasihip 3) Posisi awal (Kontaksi isometrik) posisi hip netral. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontaksi konsentrik) posisi hip netral. 2) Isotonik eksentrik exercise Terapis melakukan endorotasi hip dan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. c. Tengkurap dengan kaki kiri KNEE 90O diujung bad a.

2) Isotonik eksentrik exercise Terapis melakukan eksorotasi hip dan pasien memberikan tahanan tapi tetap mengikuti arah gerakan terapis. isometrik exercise sambil mengikuti arah gerakan pasien. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) posisi hip netral. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot obturator externus dan internus. fleksi knee 90o b. . c. gracillis dan sartorius. fleksi knee 90o dan eksorotasi hip 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) posisi hip netral. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance group otot adduktor. Tengkurap dengan kaki kiri 90O diujung bad a. d. 12 INTERNAL ROTASI + FLEKSI KNEE a. Posisi terapis den peletakan tangan : Berdiri disamping pasien. quadratus femoris dan piriformis. pectineus. dan tangan kiri pada distal femur. Isotonik eksentrik exercise b. tangan kanan pada distal fibula. serta dibantu oleh gluteus medius et minimus. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien melakukan endorotas hip dan terapis memberikan tahanan c. gamellus superior inferior. d. fleksi knee 90odan endorotasi hip 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) posisi hip netral. Posisi pasien . 3) Isometrik exercise Terapis melakukan eksorotasi hip dan pasien memberikan tahanan tapi tidak ada gerakan. dan pasien memberikan tahanan tapi tidak ada gerakan.

kaki kiri diujung Cara 1 bad. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot biceps femoris. 14 EKSTENSI KNEE a. a. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) maksimal fleksi knee dan ekstensi hip 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) maksimal ekstensi knee dan ekstensi hip 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) ekstensi hip dan fleksi knee 90o . Isotonik eksentrik exercise Tangan kiri fisioterapis berada di sisi lateral pelvis . dengan hip disanggah dengan kain.dan fisioterapis memberikan thanan sambil mengikuti gerakan pasien. 3) Isometrik exercise Pasien menggerakan kearah fleksi knee dan terapis memberikan tahanan ke arah ekstensi tapi tidak ada gerakan. b. KNEE 13 FLEKSI KNEE a. Tangan kanan berada pada distal tibia. isometrik exercise 2) Isotonik eksentrik exercise Terapis menggerakkan ke arah ekstensi kneedan pasienmemberikan thanan sambil mengikuti gerakan terapis. a. Posisi terapis den peltakan tangan : fisioterapis berdiri disamping pasien . c. d. Gastrocnemius. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise pasien melakukan gerakan fleksi knee semaksimal mungkin. c. Posisi pasien : tengkurap. semimembranosus dan semitendinosus. Posisi pasien : tengkurap. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Ekstensi hip + ekstensi knee (posisi netral) 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) Maksimal fleksi knee 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) fleksi knee 900 b. kaki kiri diujung Cara 1 bad dengan tungkai disanggah.

c. c. Isotonik eksentrik exercise Pasien melakukan ekstensi knee dan terapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan pasien 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan kearah c. Isometrik exercise fleksi knee dan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. 1) Isotonik konsentrik exercise c. 15 FLEKSI KNEE (CARA 2) a. b. Posisi terapis dan peletakan tangan : berdiri disamping pasien. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kearah fleksi knee dan pasien memberikan tahanan tapi tidak ada gerakan d. 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Maksimal Ekstensi hip dan ekstensi knee 2) Posisi awal (Kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan fleksi knee 90o 3) Posisi awal (Kontraksi isometrik) Ekstensi hip dan fleksi knee 45o b. tangan kanan pada distal tibia dan tangan kiri distal femur. vastus lateral. Isotonik eksentrik exercise b. Posisi pasien . duduk diatas bad. Tehnik pelksanaa . sedangkan fisioterapis memberikan tahanan . Isotonik konsentrik exercise hip disanggah. dengan a. vastus medial. Posisi terapis dan peletakan tangan : Berada di sebelah tungkai kiri pasien dengan tangan kanan berada pada medialfemur sedangkan tangan kiri berada pada ankle sisi dalam. isometrik exercise Pasien menggerakkan tungkainya ke arah fleksi knee. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot rectus femoris. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise b. vastus intermediet.

3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan tungkai pasien ke arah ekstensi. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot gracilis. bicep femoris. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan tungkai pasien ke arah ekstensi. Isotonikeksentrik exercise b. c. 16 EXTENSI KNEE (CARA 2) a. Posisi pasien : Duduk diatas bad dengan a. semi tendinosus dan semimembranosus. . 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan fleksi knee 90o 2) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Maksimal Ekstensi hip dan ekstensi knee 3) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee 45o b. Sartorius. sambil mengikuti pergerakan pasien. d. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien menggerakkan tungkainya ke c. sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan tungkai pasien. sedangkan pasien memberikan tahanan kearah fleksi tetapi tidak ada pergerakan. Isometrik exercise arah ekstensi knee. Posisi terapis dan peletakan tangan : Berada di sebelah tungkai kiri pasien dengan tangan kanan berada pada medial femur sedangkan tangan kiri berada pada sisi dalam ankle. Isotonik konsentrik exercise kaki kiri disanggah.

vastus medialis . Vastus lateralis. Isotonikeksentrik exercise kanan pada lateral kaki dan tangan kiri pada permukaan knee. Posisi pasien : hook lying (HOOK LYING) 1) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) a. dan vastus intermedius. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berdiri disamping kanan pasien. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kerah endorotasi knee dan pasien melawan kearah eksorotasi knee . Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance Otot rectus femoris. Isometrik exercise gerakan pasien. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan tungkai pasien ke arah fleksi. 3) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Fleksi hip dan fleksi knee 60o b. sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. 17 EXTERNAL ROTASI KNEE a. c. tangan b. 2) Isotonik eksentrik exercise Terapis melakukan endorotasi knee sementara pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. endorotasi knee. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Perintahkan pasien untuk melakukan eksorotasi knee sementara terapis memberikan tahanan sambil mengikuti arah c. sedangkan pasien memberikan tahanan kearah ekstensi tetapi tidak ada pergerakan. 2) Posisi awal (Kontraksi konsentrik) Fleksi hip dan fleksi knee 60o. eksorotasi knee. d. plantar fleksi ankle. Isotonik konsentrik exercise Fleksi hip dan fleksi knee 60o. plantar fleksi ankle. 2) Isotonik eksentrikexercise Fisioterapis menggerakkan tungkai pasien ke arah fleksi.

Isotonik konsentrik exercise dorso fleksi 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Fleksi hip + endorotasi knee 60odan dorso fleksi 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Fleksi hip + fleksi knee 60o b. Isotonik konsentrik exercise kiri berada knee dan tangan kanan berada pada sisi medial kaki. Posisi pasien : Prone liyng FLEKSI KNEE 50 – 60O 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) a. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerkakkan kaki pasienkearaheksorotasi knee. Isotonik konsentrik exercise Ekstensi hip dan fleksi knee 60o . tractus iliotibialis. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot Sartorius. kemudianpasienmemberikantahana n sambil mengikuti arah gerakan terapis. sedangkanpasienmemberikantahan ankearahendorotasi knee sehinggatidakterjadigerakan. Isotonik konsentrik exercise tahanansambilmengikutipergerakan kaki pasien. Tangan b. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berdiri di samping kanan pasien. 18 INTERNAL ROTASI KNEE a. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot tensor faciae latae. Posisi pasien : Hook liyng (HOOK LYING) 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Fleksi hip + eksorotasi knee 60odan a. c. tapi tidak ada gerakan. d. d. Semitendinosus. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapismenggerakkan kaki pasienkearah eksorotasi knee. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasienmenggerakkan kaki kearahendorotasi knee sedangkanfisioterapis member c. Gracilis 19 EXTERNAL ROTASI KNEE + a.

Tujuan :Untuk meningkatkan strength dan endurance ototTensor Fascia Latae dan traktus iliotibial. Isotonikeksentrik exercise Duduk di pinggir bed menghadap ke pasien. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapismenggerakkan kaki pasienkearah endorotasi. fleksi knee 600eksorotasi knee 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Ekstensi hip dan Fleksi knee 600 b. d. dengan posisi endorotasi knee. 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan. c. b. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasienmenggerakkankakinyakeara heksorotasi knee. Tangan kiri berada di bagian lateral kaki dan tangan kanan berada di calcaneus. c. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan . Isotonik eksentrik exercise Duduk di pinggir bed menghadap ke . Isotonik konsentrik exercise Ekstensi hip dan fleksi knee 600 dengan posisi eksorotasi 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan fleksi knee 600 dengan endoorotasi 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Ekstensi hip dan fleksi knee 600 b. isometrik exercise sedangkanfisioterapis member tahanansambilmengikutipergerakan kaki pasien. Posisi pasien : Prone liyng FLEKSI KNEE 50 – 60O 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) a. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerkakkan kaki pasienkearah endorotasisedangkanpasien memberikantahanankearaheksorota sitetapitidakadagerakan. 20 INTERNAL ROTASI KNEE + a. dan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan terapis. Posisi fisiterapis dan peletakan tangan : b.

d. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : b. 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengan plantar fleksi ankle 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengandorso fleksi ankle 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee b. isometrik exercise memberi tahanansambilmengikuti arah pergerakankaki pasien. 21 DORSO FLEKSI ANKLE a. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot sartorius. pasien. 2) Isotonik eksentri exercise Fisioterapismenggerakkan kaki pasienkearaheksorotasi. c. 1) Isotonik konsentrik exercise Pasien menggerakkan kakinya ke c. Tangankiri fisioterapisberadapada distal tungkai bawah sisi posterior. 3) Isometrik exercise Fisioterapimenggerkakan kaki pasienkearaheksorotasisedangkanp asien memberikantahanankearah endorotasitetapitidakadagerakan. sedangkanfisioterapis c. isometrik exercise arah dorso fleksi . Isotonik eksentrikexercise Berada di depan kaki pasien. Posisi pasien : Supine lying dengan ankle a. Tehnik pelaksanaan . Isotonik konsentrik exercise di sanggah denga kain. gracillis. kemudianpasienmemberikantahana nkearah endorotasi. Tangan kanan berada di bagian medial kaki dan tangan kiri berada di calcaneus c. sedangkan fisioterapis memberikan tahanan . semitendinosus. sedangkantangankananberadapadapunggu ng jari kaki pasien. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise Pasienmenggerakkankakikearahen dorotasi.

Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot tibialis anterior. Posisi pasien : Supine lying dengan a. ekstensor halucis longus. Posisi fisioterapis dan peltakan tangan : Berada di samping kanan pasien. sedangkan pasien memberikan tahanan ke arah dorso fleksi tetapi tidak ada pergerakan. dan peroneus tertius. Tehnik pelaksanaan : c. sambil mengikuti pergerakan kaki pasien. 22 PLANTAR FLEKSI ANKLE a. c. 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Hip dan knee ekstensi kemudian dorso fleksi 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Hip dan knee ekstensi kemudian plantar fleksi 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Posisi netral. 3) Isometrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien ke arah plantar fleksi. Isotonik konsentrik exercise calcaneus disanggah. jari tangan kanan fisioterapis menyangga calcaneus serta lengan bawah sepanjang telapak kaki dan tangan kiri berada di medial tungkai bawah. ekstensor digitorum longus (juga ekstensor jari-jari kaki). b. Isometrik exercise 1) Isotonik konsentri eksrcise pasien diminta melakukan gerakan plantar fleksi sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan kaki pasien . d. 2) Isotonik eksentrik exercise Fisioterapis menggerakkan kaki pasien ke arah plantar fleksi. sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis. Isotonik eksentrik exercise b.

Isotonik eksentrik exercise b. Isotonik konsentrik exercise 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee serta inversi foot 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee serta eversi foot 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) Posisi netral b. Posisi pasien : Supine lying. 2) Isotonik eksentrikeksrcise fisioterapis melakukan gerakan dorso fleksi sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis 3) Isometrik exercise fisioterapis memberikan tahanan pada kaki pasien ke arah dorso fleksi sedangkan pasien melawan tahanan kearah plantar fleksi tetapi tidak ada pergerakan d. Tehnik pelaksanaan : 1) Isotonik konsentrik exercise c. calcaneus disanggah dengan kain. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berada di depan kaki pasien. a. fleksor halucis longus. fleksor digitorum longus. 23 EVERSI FOOT a. tangan kanan fisioterapis berada di anterior distal tungkai bawah dan tangan kiri berada di lateral kaki c. proneus longus dan brevis. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot gastrocnemius. Isometrik exercise pasien diminta melakukan gerakan eversi foot sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan kaki pasien 2) Isotonik eksentrik exercise . dan soleus serta otot tibialis posterior.

Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berada di depan kaki pasien. 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengan eversi foot 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengan inversi foot 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) b. tangan kanan fisioterapis berada di medial kaki dan tangan kiri pada anterior distal tungkai bawah. c. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot peroneus longus et brevis. d. 24 INVERSI FOOT a. Isotonik konsentrik exercise disanggah dengan kain. b. Posisi pasien : Supine lying. Isotonik eksentrik exercise Posisi netral. Isometrik exercise 1) Isotonik konsentrik exercise pasien diminta melakukan gerakan inversi foot sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan kaki pasien 2) Isotonik eksentrik exercise fisioterapis melakukan gerakan eversi sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis . calcaneus a. dan peroneus tertius. Tehnik pelaksanaan : c. fisioterapis melakukan gerakan inversi sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis 3) Isometrik exercise fisioterapis memberikan tahanan ke arah inversi sedangkan pasien melawan tahanan kearah eversi tetapi tidak ada pergerakan.

1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengan fleksi jari kaki 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan ekstensi knee dengan ekstensi jari kaki 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) b. 25 EXTENSI JARI-JARI KAKI a. Isotonik konsentrik exercise calcaneus disanggah dengan kain. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot tibilais anterior. tangan kanan fisioterapis berada di punggung kaki dan tangan kiri berada di sepanjang jari- jari kaki sisi posterior. b. c. Tehnik pelaksanaan : c. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berada disamping kaki pasien. dan tibialis posterior. dengan a. isometrik exercise 1) Isotonik konsentrik exercise pasien diminta melakukan gerakan ekstensi jari kaki sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan kaki pasien 2) Isotonik konsentrik exercise fisioterapis melakukan gerakan fleksi jari kaki sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis 3) Isotonik konsentrik exercise fisioterapis memberikan tahanan pada kaki pasien ke arah fleksi jari . Isotonik eksentrikexercise Posisi netral. 3) Isometrik exercise fisioterapis memberikan tahanan pada kaki pasien ke arah eversi sedangkan pasien melawan tahanan kearah inversi tetapi tidak ada pergerakan d. Posisi pasien : Supine lying.

Posisi pasien : Supine lying. Posisi fisioterapis dan peletakan tangan : Berada di depan kaki pasien. Isometrik exercise 1) Isotonik konsentrik exercise pasien diminta melakukan gerakan fleksi jari kaki sedangkan fisioterapis memberikan tahanan sambil mengikuti pergerakan kaki pasien 2) Isotonik eksentrik exercise fisioterapis melakukan gerakan ekstensi jari kaki sedangkan pasien memberikan tahanan sambil mengikuti arah gerakan fisioterapis 3) Isometrik exercise fisioterapis memberikan tahanan pada kaki pasien ke arah ekstensi jari kaki sedangkan pasien melawan tahanan kearah fleksi jari kaki tetapi tidak ada pergerakan. Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot extensor digitorum longus dan extensor hallucis. 26 FLEKSI JARI-JARI KAKI a. Isotonik konsentrik exercise Posisi netral b. tangan kanan fisioterapis berada di sepanjang jari-jari kaki dan tangan kiri berada di punggung kaki. . 1) Posisi awal (kontraksi konsentrik) Ekstensi hip dan kne dengan ekstensi jari kaki 2) Posisi awal (kontraksi eksentrik) Ekstensi hip dan kne dengan fleksi jari kaki 3) Posisi awal (kontraksi isometrik) b. Tehnik pelaksanaan : c. kaki sedangkan pasien melawan tahanan kearah ekstensi jari kaki tetapi tidak ada pergerakan d. calcaneus a. Isotonik konsentrik exercise disanggah dengan kain. c.

Tujuan : Untuk meningkatkan strength dan endurance otot flexor hallucis longus dan fleksor digitorum longus. .d.