You are on page 1of 4

1) Sit up

Tujuan dari praktikum sit up ini adalah untuk mengetahui hasil ketahanan dari
otot abdominal dan fleksor panggul.
Sit up dilakukan selama 60 detik bagi tiap-tiap subyek. Nilai sit up tertinggi untuk
perempuan adalah 31 kali, sedangkan untuk laki-laki adalah 49 kali.1,2
Dalam gerakan sit up terjadi kontraksi konsentrik otot-otot dinding perut dan otot-
otot fleksor tungkai atas kemudian kontraksi statik oleh otot-otot punggung. OP dengan
otot-otot dinding perut yang lebih kuat mengalami adaptasi yang baik dapat melakukan
pengulangan sit up lebih banyak. Hasil latihan menunjukkan otot-otot yang digunakan
untuk kontraksi ekstensor merupakan otot-otot yang rentan terhadap DOMS (Delayed
Onset Muscle Soreness), contohnya otot-otot dinding perut pada gerakan sit up.1,2
Faktor yang berperan penting dalam kekuatan otot adalah jenis serat otot.
Terdapat dua tipe serat otot yaitu serat otot merah yang berkontraksi lambat dan serat otot
putih yang berkontraksi cepat. Serat otot merah sangat baik untuk digunakan dalam
aktivitas aerobik, karena memproduksi tenaga dengan jumlah kecil selama periode lama
dan cocok untuk aktivitas yang membutuhkan daya tahan.Serat otot putih sangat baik
digunakan dalam aktivitas anaerob, seperti misalnya lari sprint. Mereka memproduksi
tenaga yang sangat besar namun untuk periode yang singkat, dan sangat cocok untuk
kegiatan yang membutuhkan tenaga.1,2
Perbedaan dasar antara serabut otot cepat dengan serabut otot lambat adalah
sebagai berikut:1,2
1. Serabut otot cepat memiliki diameter dua kali lebih besar
2. Enzim yang meningkatkan pelepasan energi secara cepat dari sistem energy
fosfagen dan gloikogen-asam laktat pada serabut otot cepat adalah dua sampai
tiga kali lebih aktif daripada serabut otot lambat, sehingga membuat daya
maksimal yang dapat dicapai dalam waktu sangat singkat oleh serabut otot cepat
dua kali lebih besar daripada serabut otot lambat.
3. Serabut otot lambat terutama terutama dibentuk untuk ketahanan, khususnya
untuk pembentukan energy aerobic. Serabut ini mempunyai mitokondria yang
jauh lebih banyak daripada serabut otot cepat.

dalam praktikum ini. dan kelelahan otot. Sherwood.2 Faktor lain yang berperan kecil adalah usia. . adaptasi otot. Persentase kekuatan dan massa otot yang didapat akan lebih besar pada umur 10-20 tahun. R.Jakarta: EGC.2 1. beberapa faktor yang berpengaruh dalam kemampuan otot antara lain otot-otot yang berperan dalam latihan. 2009. 2. Jakarta: EGC. dan yang lain memiliki serabut otot lambat lebih banyak. 2006. 4.2 Jadi. S. Anatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran. Jumlah kapiler di seluruh serabut otot lambat lebih banyak daripada diseluruh serabut otot cepat. gerakannya cenderung lebih stabil dan cenderung menghasilkan lebih banyak pengulangan. proporsi jenis serat otot. Snell. OP dengan proporsi serabut otot cepat yang lebih dominan dapat melakukan sit up atau push up dengan cepat pada awalnya namun dengan cepat pula kehabisan energi.1. simpanan glikogen dalam otot. Karena itu. Latihan atletik tidak dapat mengubah proporsi relative dari serabut otot cepat dan otot lambat. usia. L.1. efisiensi otot dalam menggunakan sumber energi. keadaan ini dapat menentukan seberapa jauh kemampuan atletik individu.Fisiologi Manusia: Dari Sel Ke Sistem. pada praktikum ini. sehingga jumlah pengulangan yang dilakukan lebih sedikit.1. Sedangkan yang mempunyai serat otot lambat dominan. Pada beberapa orang serabut otot lambat jauh lebih banyak dibandingkan serabut otot cepat.

harmstrings. dan latihan yang pernah dilakukan. 4 Tinggi lompatan yang dicapai berkorelasi dengan besar kekuatan yang dihasilkan oleh serat otot. quadriceps. Vertical jump bertujuan untuk mengukur daya ledak otot kaki. Tinggi maksimal lompatan juga sangat bergantung pada tinggi badan seseorang dimana orang dengan tinggi badan yang cukup tinggi memiliki kemudahan untuk mencapai nilai lompatan .4 Kekuatan lompatan selain bergantung pada kekuatan otot-otot yang terlibat. yang memiliki kecepatan dan kekuatan kontraksi lebih tinggi tetapi lebih mudah lelah. khusus untuk pengukuran daya ledak otot tungkai bisa dilakukan dengan loncat tegak. Daya ledak otot dapat kita ukur dengan alat sederhana. Kemampuan daya ledak (power) sangat diperlukan bagi atlit olahraga yang membutuhkan gerakan secara cepat dan kuat. istirahat. dan gastrocnemius. Semakin besar kekuatan yang dihasilkan oleh serat otot yang terlibat dalam vertical jump berhubungan dengan tinggi lompatan maksimum yang akan dicapai.4 Latihan ini mengembangkan power otot tungkai dan pinggul. Siklus ini sangat penting pada saat melakukan vertical jump. seperti kemampuan yang membutuhkan kekuatan otot.3.2) Vertical jump Vertical jump adalah tindakan seseorang meningkatkan pusat gravitasinya ke bidang vertical yang lebih tinggi dengan menggunakan ototnya sendiri. kebugaran.4 Daya ledak otot merupakan kemampuan otot atau sekelompok otot dalam melakukan kerja secara eksplosiv yaitu secara cepat dan kuat. khususnya gluteal. misalnya pada saat atlit bola voli melakukan smass. dan sebagainya. juga bergantung pada berat badan seseorang dimana tinggi lompatan maksimal merupakan hasil interaksi dari gaya ke atas oleh otot dan gaya gravitasi pada tubuh. Otot-otot lengan bahu secara tidak langsung juga terlibat. status gizi.4 Kemampuan lompatan. atlit lari jarak pendek melakukan start dan lari sprint. seperti nutrisi. Kekuatan ini dihasilkan oleh fenomena yang dikenal dengan siklus regang-pemendekan serat otot. sangat bergantung pada berbagai variabel subjektif individual. sangat berperan dalam menentukan kemampuan seseorang untuk melakukan lompatan vertikal. Serat otot putih.

sebagian besar wanita juga belum terbiasa melakukan gerakan meloncat sehingga terkesan canggung dan hati-hati serta tidak mampu mengeluarkan kekuatan maksimalnya. kuat dan terlatih.3. A. voli dan sepak bola/futsal. karena itu kemampuan otot dan distribusi otot serat putih tipe II yang lebih banyak juga berpengaruh terhadap tinggi lompatan. Selain itu. Keuntungan laki-laki dalam melakukan lompatan disebabkan karena postur laki-laki yang secara rata-rata lebih tinggi daripada wanita.4 Dalam praktikum ini laki-laki mempunyai keuntungan dalam hal melakukan lompatan ketimbang wanita. Guyton. 4. Jakarta. . 2008. Boston: Mosby. Hal ini disebabkan karena subjek pria lebih banyak melakukan olahraga yang memerlukan kekuatan kaki dan lompatan seperti basket. Robergs. Hasil yang didapat dalam praktikum ini bervariasi karena setiap individu yang diuji memiliki kondisi fisik yang bervariasi. serta otot sukarelawan pria lebih besar. 1997.4 3.4 Lompatan vertikal merupakan aktivitas yang hanya memerlukan metabolisme anaerobik karena jangka waktunya yang singkat. Exercise Physiology. C. Wanita lebih diuntungkan dari laki- laki ditinjau dari segi bobot yang harus di atasi tetapi kekuatan otot lelaki memiliki kemampuan untuk mengatasi bobot tubuhnya yang lebih berat dan dapat mencapai hasil yang lebih tinggi. maksimal yang lebih tinggi. EGC. Buku ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.