You are on page 1of 46

BAB I

1.1 Judul Percobaan
Pengujian Kelinearitas Pompa A dan Pompa B
1.2 Tujuan Percobaan
Mahasiswa dapat mengkalibrasi pompa A dan B dengan cara memvariasikan laju alir
1.3 Dasar Teori
Pengukuran laju alir cairan dan gas merupakan salah satu jenis pengukuran variabel
proses. Pengukuran laju alir cairan dan gas merupakan variabel penting di dalam proses
industri. Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan
yang mengalir masuk dan keluar proses. Dengan kata lain, pengukuran laju alir
menunjukan berapa banyak fluida yang digunakan atau didistribusikan ke dalam proses.
Saat ini, efisiensi dan biaya dari suatu proses dibantu dengan berbagai variabel
pengendali yang salah satunya adalah variabel laju alir. Biaya merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi pemilihan instrumentasi yang tepat dalam suatu penerapan
misalnya di industri.
Ketepatan dan ketelitian yang baik pada proses akan berpengaruh pada efisiensi
operasi. Semakin tinggi efisiensi maka laba yang didapatkan akan semakin besar.
Pengukuran laju alir yang tidak akurat akan menyebabkan kesalahan yang fatal dalam
proses di industri.
Pengukuran laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau perubahan
energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat cairan melintasi pipa
mempengaruhi kecepatan suatu aliran. Karena luas penampang pipa sudah diketahui,
kecepatan rata-rata merupakan indikasi dari laju alirnya.
Pada percobaan ini, kecepatan aliran air berasal dari pompa peristaltik dimonitor
secara terus-menerus oleh sebuah flow sensor. Yang dimaksud dengan pompa peristaltik
adalah jenis pompa perpindahan positif yang digunakan untuk memompa berbagai cairan.
Dengan cara mengatur kecepatan ppompa dan dengan memperhatikan kecepatan aliran
air, maka kecepatan aliran air dari pompa peristaltik dapat dikendalikan.

1

1.4 Gambar Rangkaian Alat
Air dingin

SOL 1
Pump A

Pump B

1.5 Alat
 PCT 40
 Selang fleksibel
 Komputer
1.6 Prosedur Kerja
1.6.1 Equipment set up
 Pada software PCT40, memilih section 9 : Flow Control. Mengklik ikon
untuk menampilkan layar diagram mimic. Mencocokkan hubungan selang ke
semua alat yang ada dengan gambar yang terlihat pada diagram mimic.
 Mengklik menu Sample-Configure lalu mengatur data logging dilakukan
secara Automatic dengan interval 5 detik dan durasi Continuous.
 Memastikan bahwa mains water supply padda kondisi off dan pressure
regulator pada posisi minimum.
 Menggunakan selang panjang peristaltik lainnya untuk menghubungkan
soket sebelum SOL 1 dan pompa peristaltik B. Mengalirkan ujung lainnya ke
bak pembuangan.
1.6.2 Pengaturan Pompa A dan B
 Mengatur kecepatan pompa B pada 50%. Memastikan rotor pompa teraba
berputar (bergetar). Membuka mains water supply lalu secara hati-hati tutup
penutup pompa. Jika air terlihat mengalir melalui pompa, memperbesar
kecepatannya hingga 100%.
 Mengatur pressure regulator pada laju alir maksimum (1400 mL/menit).
 Mengatur kecepatan pompa B pada 0%.
 Meutup dengan hati-hati penutup pompa A dan mengatur pada kecepatan 50%.
Membuka katub SOL 1 dan memastikan air mengalir melalui pompa A.
 Mengatur kecepatan pompa A pada 0%.

2

1.6.3 Percobaan
 Memastikan SOL 1 terbuka dan mengatur pompa A pada 0, 10, 20, 30, 40, 50,
60, 70, 80, 90, dan 100% serta pompa B pada 20% (tetap hingga laju alir pompa
A pada 100%). Mengklik “GO” untuk memulai data logging.
 Memerhatikan laju alir F1. Setiap durasi 30 detik mengatur kecepatan pompa A
dengan memperbesar kecepatannya sesuai yang ada diatas.
 Mencatat waktu yang dibutuhkan dan laju alir yang dihasilkan dengan cara ini.
 Jika selesai, maka mengklik “STOP” untuk mengakhiri data logging.
 Dilakukan hal yang sama untuk mengkalibrasi pompa B.
1.7 Data Pengamatan
Kelinearan Pompa A

Pump A Flowrate
Speed
N1 F1
[%] [ml/min]

0 1
10 1
20 1
30 252
40 428
50 602
60 748
70 901
80 1020
90 1123
100 1229

Kelinearan Pompa B

Pump B Flowrate
Speed
N2 F1
[%] [ml/min]

0 1
10 1
20 1
30 277
40 463
50 652
60 818

3

70 963
80 1117
90 1275
100 1368

1.8 Kurva
Kelinearan Pompa A

Kurva Kalibrasi
Pump A
1300

1200

1100

1000

900

800
Pump A Speed (%)

700

600

500

400

300

200

100

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110
Flowrate (mL/min)

4

Tujuan proses praktikum ini ialah mengetahui kelinearan suatu pompa pada pengendali laju alir. Pengendali laju alir bertujuan untuk mengontrol laju alir air dalam flowmeter. Kelinearan Pompa B Kurva Kalibrasi Pump B 1400 1300 1200 1100 1000 900 Pump B Speed (%) 800 700 600 500 400 300 200 100 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 Flowrate (mL/min) 1.9 Pembahasan Pada praktikum ini kami mempraktekkan tentang pengendali flow/laju lair. untuk menguji kelinearan atau kerja suatu pompa maka salah satu pompa ada yang dibersifat konstan 5 . dan alat yang digunakan dalam percobaan yaitu Control Flow Regulation. Bila laju alir dalam flowmeter berlebih maka tranduser mentransit info tersebut ke sinyal elektrik dan dikirim ke pengendali proses untuk mengendali kembali laju alirnya.

10 Kesimpulan Dari Percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kecepatan alir pada pompa berbanding lurus dengan laju alir. dan dari grafik dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kecepatan pompa dengan laju berbanding lurus. 6 .30.60.20. Dari grafik dapat disimpulkan bahwa semakin besar suatu kecepatan laju alirnya maka semakin besar pula laju alir yang dihasilkan oleh suatu pompa. 1. begitupun juga sebaliknya untuk pompa B.90.100) dan pompa B dibuat konstan. dan ada juga variabel proses seperti pada pompa A diuji kelinearan dengan diberikan variasi kecepatan (10.80.40.50.70.

2 Tujuan Percobaan Dapat mengurangi efek gangguan laju alir terhadap variabel proses tanpa adanya pengendali 2.1 Judul Percobaan Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) terhadap Variabel Proses ( Pompa A ) tanpa Pengendalian 2. Pengendalian On-Off Pengendalian On-Off merupakan cara sederhana untuk mengimplementasikan kontrol otomatis menggunakkan dua posisi akutator seperti kontroler dengan open position atau berdasarkan terminoloi biasa On-Off position. sinyal keluaran dari kendali akan tetap pada harga maksimum atau minimum. BAB II 2. maksudnya element kendali akhir mempunyai kedudukan pada kondisi ON dan OFF (buka atau tutup). Seluruh komponen yang terlihat dalam pengendalian proses disebut sistem pengendalian atau control system. Pada pengendalian ini.4 Gambar Rangkaian Alat Air dingin SOL 1 Pump A Pump B 7 . 2. Peranan pengendalian proses pada dasarnya adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan proses agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Sistem pengendalian dua posisi ialah sistem pengendalian yang mempunyai element koreksi (error detector) memiliki dua tempat kedudukan.3 Dasar Teori Sistem Pengendalian (Control System) adalah rangkaian operasi yang dilakukan konversi material secara fisika dan kimia sehingga material yang dihasilkan memiliki keadaan yang lebih bermanfaat.

8 .  Jika selesai.  Pada kecepatan pompa A yang kosntan.6 Prosedur Kerja 2. dan 100%.2 Pengaturan Pompa A dan B  Mengatur kecepatan pompa B pada 50%.3 Percobaan  Memastikan SOL 1 terbuka dan mengatur pompa A pada 50% serta pompa B pada 0%.  Mengatur kecepatan pompa A pada 0%.1 Equipment set up  Pada software PCT40.5 Alat  PCT 40  Selang fleksibel  Komputer 2. 80. Mencatat waktu yang dibutuhkan dan laju alir yang dihasilkan dengan cara ini. Mengklik “GO” untuk memulai data logging.6. Memastikan rotor pompa teraba berputar (bergetar). Mengalirkan ujung lainnya ke bak pembuangan.2. Mengklik ikon untuk menampilkan layar diagram mimic.  Mengatur pressure regulator pada laju alir maksimum (1400 mL/menit).  Mengatur kecepatan pompa B pada 0%.  Memastikan bahwa mains water supply padda kondisi off dan pressure regulator pada posisi minimum. 60. 2.  Meutup dengan hati-hati penutup pompa A dan mengatur pada kecepatan 50%. memilih section 9 : Flow Control.6. 2. Membuka katub SOL 1 dan memastikan air mengalir melalui pompa A. distrubance dapat diberikan dengan cara mengatur kecepatan pompa B. 40. Mencocokkan hubungan selang ke semua alat yang ada dengan gambar yang terlihat pada diagram mimic. misalnya 20.  Memerhatikan laju alir F1. Jika air terlihat mengalir melalui pompa.6. Membuka mains water supply lalu secara hati-hati tutup penutup pompa.  Menggunakan selang panjang peristaltik lainnya untuk menghubungkan soket sebelum SOL 1 dan pompa peristaltik B. memperbesar kecepatannya hingga 100%.  Mengklik menu Sample-Configure lalu mengatur data logging dilakukan secara Automatic dengan interval 5 detik dan durasi Continuous. maka mengklik “STOP” untuk mengakhiri data logging.

7 Data Pengamatan Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:00 674 1048 677 678 670 00:05 674 825 677 679 670 00:10 673 678 678 677 673 00:15 675 677 677 675 672 00:20 677 897 1035 1087 1066 00:25 678 1127 1406 1499 1481 00:30 680 1134 1419 1499 1499 00:35 680 1135 1416 1499 1499 00:40 675 1136 1416 1499 1499 00:45 678 1134 1418 1499 1499 00:50 679 1137 1417 1499 1499 00:55 673 1136 1416 1499 1499 01:00 674 1137 1417 1499 1499 01:05 678 1136 1414 1499 1499 01:10 680 1134 1415 1499 1499 01:15 677 1133 1417 1499 1499 01:20 678 1135 1419 1499 1499 01:25 683 1137 1420 1499 1499 01:30 681 1136 1417 1499 1499 01:35 677 1132 1416 1499 1499 01:40 677 1132 1417 1499 1499 01:45 679 1135 1419 1499 1499 01:50 678 1133 1419 1499 1499 01:55 675 1136 1417 1499 1499 02:00 675 1132 1417 1499 1499 02:05 678 1135 1416 1499 1499 02:10 681 1137 1414 1499 1499 02:15 680 1131 1414 1499 1499 02:20 677 1134 1417 1499 1499 02:25 673 1135 1421 1499 1499 02:30 673 1131 1421 1499 1499 02:35 677 1132 1419 1499 1499 02:40 679 1135 1419 1499 1499 02:45 677 1135 1418 1499 1499 02:50 672 1131 1417 1499 1499 02:55 670 1129 1417 1499 1499 03:00 677 1135 1418 1499 1499 9 .2.

8 Kurva Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 684 682 680 678 Flowrate 676 674 Series1 672 670 668 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 10 .2.

Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 11 .

Grafik dengan gangguan 20% diperoleh hasil yang cukup baik karena respon yang diberikan stabil dan mengarah ke arah setpoint yang diberikan. 80% dan 100% sedangkan set pointnya yaitu 680. Percobaan kali ini dimana kecepatan laju alir pada pompa A dibuat konstan yaitu 50% dan variabel proses pompa B berfungsi sebagai disturbance dengan diberikan kecepatan yang bervariasi yaitu 20%. Ini menandakan bahwa semakin besaarnya nilai gangguan yang diberikan maka semakin besar pula error yang ditimbulkan.10 Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar gangguan yang diberikan kepada variabel proses maka akan semakin besar error yang akan ditimbulkan. Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 2. 60%. 40%.9 Pembahasan Percobaan kedua ini bertujuan untuk mengetahui kerja suatu pompa dengan diberikan suatu efek gangguan laju alir terhadap variable proses dan tanpa melibatkan suatu pengendali. Dan untuk grafik dengan gangguan 40%. 12 . sampai dengan 100% diperoleh hasil grafik yang stabil namun kestabilan ini malah menjauh dari arah setpoint. 2.

3 Dasar Teori Sistem Pengendalian (Control System) adalah rangkaian operasi yang dilakukan konversi material secara fisika dan kimia sehingga material yang dihasilkan memiliki keadaan yang lebih bermanfaat. menjelaskan dengan hubungan Kp. Peranan pengendalian proses pada dasarnya adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan proses agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Seluruh komponen yang terlihat dalam pengendalian proses disebut sistem pengendalian atau control system. 100%) 3.1 Judul Percobaan Efek Gangguan Laju Alir ( Pompa B ) terhadap Variabel Proses ( Pompa A ) dengan Pengendalian Proporsional Band (5% . Pengendalian Proporsional Pengendalian proporsional merupakan cara termudah untuk mengimplementasikan pengontrol kontinyu yaitu dengan memperhitungkan sinyal x (t) menjadi proporsional perbedaan (et) sehingga: X (t) = Kp. e(t) Dimana : Kp : koefisien Sebagai ganti dari Kp adalah proporsional band. 50% . BAB III 3. biasanya dari: 100% PB = 𝐾𝑝 13 .2 Tujuan Percobaan Dapat mengurangi efek gangguan laju alir terhadap variabel proses dengan adanya pengendali 3.

 Menggunakan selang panjang peristaltik lainnya untuk menghubungkan soket sebelum SOL 1 dan pompa peristaltik B.6 Prosedur Kerja 3. Membuka mains water supply lalu secara hati-hati tutup penutup pompa. memilih section 9 : Flow Control.  Mengatur kecepatan pompa B pada 0%.4 Gambar Rangkaian Alat Air dingin SOL 1 Pump A Pump B 3. Memastikan rotor pompa teraba berputar (bergetar). Mencocokkan hubungan selang ke semua alat yang ada dengan gambar yang terlihat pada diagram mimic.6.  Meutup dengan hati-hati penutup pompa A dan mengatur pada kecepatan 50%. 14 . Mengklik ikon untuk menampilkan layar diagram mimic.  Mengatur kecepatan pompa A pada 0%.  Mengatur pressure regulator pada laju alir maksimum (1400 mL/menit).  Memastikan bahwa mains water supply padda kondisi off dan pressure regulator pada posisi minimum. Jika air terlihat mengalir melalui pompa. 3.1 Equipment set up  Pada software PCT40. Membuka katub SOL 1 dan memastikan air mengalir melalui pompa A. Mengalirkan ujung lainnya ke bak pembuangan.2 Pengaturan Pompa A dan B  Mengatur kecepatan pompa B pada 50%. memperbesar kecepatannya hingga 100%.5 Alat  PCT 40  Selang fleksibel  Komputer 3.  Mengklik menu Sample-Configure lalu mengatur data logging dilakukan secara Automatic dengan interval 5 detik dan durasi Continuous.3.6.

 Jika selesai.  Mengklik “Apply” dan “GO” untuk memulai data logging. dan D sebesar (0%). 40. 50% dan 100%).  Memerhatikan laju alir F1 dan menunggu hingga menunjukkan angka yang konstan.3. maka mengklik “STOP” untuk mengakhiri data logging.3 Percobaan  Memastikan SOL 1 terbuka dan mengatur pompa B pada 0%. misalnya 20. Mengklik “PID” pada pompa A dan memilih mode operasi manual serta atur kecepatan pompa A pada 50%. I sebesar (0%). dan 100%. distrubance dapat diberikan dengan cara mengatur kecepatan pompa B. 3. 80.  Pada kecepatan pompa A yang kosntan.6.  Memberikan nilai awal setpoint masing-masing. Mencatat waktu yang dibutuhkan dan laju alir yang dihasilkan dengan cara ini. P sebesar (5%.7 Data Pengamatan Proporsional Band 5% Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:05 667 667 668 667 668 00:10 667 667 669 690 669 00:15 700 701 779 782 753 00:20 699 739 840 987 1111 00:25 702 742 792 1119 1385 00:30 699 740 792 1115 1383 00:35 695 743 795 1116 1384 00:40 700 751 801 1117 1384 00:45 672 742 801 1120 1384 00:50 699 720 799 1118 1383 00:55 701 710 798 1117 1384 01:00 701 722 798 1119 1384 01:05 699 721 798 1119 1381 01:10 698 727 800 1118 1382 01:15 697 760 801 1119 1383 01:20 711 734 803 1119 1382 01:25 701 731 806 1121 1381 01:30 688 754 805 1121 1381 01:35 701 760 804 1121 1384 01:40 671 749 803 1122 1384 15 . 60.

01:45 697 718 802 1122 1383 01:50 702 708 803 1120 1381 01:55 702 724 803 1115 1379 02:00 704 732 803 1113 1380 02:05 696 719 807 1112 1381 02:10 693 760 808 1113 1380 02:15 721 724 806 1114 1381 02:20 702 729 806 1113 1384 02:25 677 768 806 1114 1384 02:30 702 764 806 1116 1383 02:35 674 753 803 1117 1379 02:40 694 716 806 1113 1375 02:45 697 698 809 1110 1375 02:50 704 720 807 1111 1376 02:55 710 721 809 1109 1378 03:00 698 711 807 1107 1378 Proporsional Band 50% Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Time Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:01 667 692 682 675 676 00:06 667 692 681 676 677 00:11 667 693 680 675 677 00:16 683 692 683 685 686 00:21 691 839 692 861 935 00:26 684 951 904 1209 1329 00:31 686 898 1119 1258 1448 00:36 686 903 1055 1144 1415 00:41 686 911 1035 1195 1414 00:46 686 900 1071 1182 1413 00:51 684 908 1055 1178 1414 00:56 687 909 1058 1195 1414 01:01 687 901 1058 1177 1414 01:06 686 898 1056 1206 1415 01:11 688 906 1061 1199 1416 01:16 686 910 1061 1185 1416 01:21 685 908 1055 1187 1415 01:26 686 899 1055 1182 1415 01:31 686 899 1056 1193 1418 01:36 688 905 1056 1192 1418 01:41 688 905 1059 1192 1417 01:46 686 905 1059 1188 1417 16 .

01:51 687 904 1058 1184 1416 01:56 690 905 1060 1181 1414 02:01 690 905 1056 1187 1414 02:06 689 904 1054 1198 1415 02:11 690 905 1058 1192 1416 02:16 687 905 1056 1180 1414 02:21 687 901 1055 1181 1414 02:26 688 901 1060 1178 1412 02:31 688 905 1058 1199 1411 02:36 691 906 1053 1194 1411 02:41 691 900 1059 1180 1411 02:46 691 902 1058 1197 1411 02:51 690 906 1057 1168 1411 02:56 691 903 1056 1191 1411 03:01 691 905 1054 1196 1412 Proporsional Band 100% Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:00 674 656 658 661 656 00:05 674 657 659 662 657 00:10 675 659 661 662 658 00:15 680 666 669 668 668 00:20 689 675 883 1006 1088 00:25 687 752 1164 1394 1499 00:30 680 927 1184 1404 1499 00:35 680 990 1143 1359 1499 00:40 683 954 1161 1368 1499 00:45 683 957 1168 1370 1499 00:50 683 962 1163 1368 1499 00:55 684 961 1158 1369 1499 01:00 682 952 1159 1368 1499 01:05 680 954 1160 1369 1499 01:10 683 958 1162 1368 1499 01:15 684 957 1159 1365 1499 01:20 681 959 1159 1365 1499 01:25 680 957 1160 1367 1499 01:30 680 954 1156 1367 1499 01:35 681 960 1151 1367 1499 01:40 680 965 1155 1365 1499 01:45 680 959 1164 1365 1499 01:50 680 957 1162 1367 1499 17 .

8 Kurva Proporsional Band 5% Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 730 720 710 Flowrate 700 690 Series1 680 670 660 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 18 . 01:55 680 957 1163 1362 1499 02:00 680 957 1163 1362 1499 02:05 680 954 1165 1362 1499 02:10 679 959 1167 1360 1499 02:15 677 965 1158 1362 1499 02:20 679 965 1159 1358 1499 02:25 679 961 1156 1356 1499 02:30 677 962 1156 1359 1499 02:35 679 965 1165 1358 1499 02:40 678 960 1169 1354 1499 02:45 676 957 1159 1353 1499 02:50 677 958 1155 1352 1499 02:55 676 960 1160 1352 1499 03:00 675 961 1162 1355 1499 3.

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 780 760 740 Flowrate 720 700 Series1 680 660 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 900 800 700 600 Flowrate 500 400 300 Series1 200 100 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 19 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 20 .

Proporsional Band 50% Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 695 690 685 Flowrate 680 675 Series1 670 665 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 21 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elpased Time Vs Flowrate 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 22 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Proporsional Band 100% Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 690 688 686 684 Flowrate 682 680 678 Series1 676 674 672 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 23 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 24 .

80. kemudian dilihat bagaimana pengaruh pemberian nilai P terhadap gangguan yang diberikan. Adapun gangguan yang diberikan yaitu 20. dan 100% yang diatur pada nilai proporsional (P) dalam PID.9 Pembahasan Pada percobaan ketiga digunakan salah satu respon pengendali yang paling sering digunakan yaitu Proporsional Band (PB). 60. dan 100%. 40. Proses akan diberikan gangguan untuk setiap nilai PB 5%. Nilai Proporsional Band pada percobaan ini divariasikan nilainya yaitu 5%. dan 100 yang diatur 25 . 50%. Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 3. Dengan variasi nilai tersebut maka akan diketahui pengaruh yang diberikan terhadap proses. 50%.

gangguan yang diatas dari pengendali diperoleh offset yang besar begitupun sebaliknya. Sedangkan gangguan 60%. Untuk PB 50% dan 100% pada gangguan 20%.10 Kesimpulan Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya respon pengendalian laju alir maka gangguan dapat diminimalisir. Semakin besar nilai respon pengendali yang diberikan semakin kecil pula nilai error dari yang diperoleh. 60%. 80% dan100% graifk sudah membembentuk stabil. Dengan besarnya gangguan yang diberikan maka semakin besar pula nilai error yang diperoleh ini dikarenakan pengandali yang diberikan lebih kecil dibandingkan dengan gangguan. Dan untuk gangguan 40%. 3. 100% grafik sudah menunjukkan kesetabilan. 26 . Berdasarkan hasil percobaan diperoleh grafik pada PB 5% dengan ganguan 20% dan 40% menunjukkan bahwa grafik masih mengalami fluktuasi dan belum membentuk stabil. 80%. pada pompa B (karena pompa merupakan gangguan) dengan pengaturan laju alir 700 L/menit. grafik masih menunjukkan fluktuasi tetapi untuk PB100% diproleh offset yang kecil ini karenakan lebih besar pengendali dibandingkan dengan gangguan yang diberikan.

e (t) + KI Int (0. yaitu derivative action.1 Judul Percobaan Pengendalian Laju Alir dengan PID-Controller Optimasi 4. beda/deviasi (error signal)nya kemudian digunakan menyetel beberapa masukan ke proses agar mengembalikan harga proses terukur ke harga setpoint yang diinginkan. Meskipun respon cepat tetapi sistem menjadi peka terhadap noise/bising/turbulen. adalah komponen simpul umpan balik yang umum dalam sistem kontrol industri. d(e(t)) Koefisien Kd seperti istilah koefisien integral juga diketahui sebagai waktu derivative atau waktu kenaikan (advance) Td = Kd 27 . Tidak seperti pengkontrol sederhana. Seluruh komponen yang terlihat dalam pengendalian proses disebut sistem pengendalian atau control system. BAB IV 4. x (t) = Kp. e (v) + Kd. karena derivative perubahan error persamaan yang ada dalam PID. 4. Pengendalian Proporsional Integral Diferensial (PID) Aksi kontrol yang ketiga dapat ditambahkan untuk mempercepat respon. Pengkontrol mengambil harga terukur dari suatu proses atau peralatan lainnya dan membandingkannya dengan harga setpoint acuan. t. Peranan pengendalian proses pada dasarnya adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan proses agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.2 Tujuan Percobaan Dapat mengendalikan laju alir air secara otomatis menggunakan PID-Controller.3 Dasar Teori Sistem Pengendalian (Control System) adalah rangkaian operasi yang dilakukan konversi material secara fisika dan kimia sehingga material yang dihasilkan memiliki keadaan yang lebih bermanfaat. pengkontrol PID bisa mengatur keluaran proses didasarkan pada penyebab dan laju perubahan deviasi. sehingga kontrol menjadi stabil dan lebih akurat.

1 Equipment set up  Pada software PCT40.  Mengatur kecepatan pompa A pada 0%.4 Gambar Rangkaian Alat Air dingin SOL 1 Pump A Pump B 4.6.  Menggunakan selang panjang peristaltik lainnya untuk menghubungkan soket sebelum SOL 1 dan pompa peristaltik B.  Mengatur kecepatan pompa B pada 0%. Mengklik ikon untuk menampilkan layar diagram mimic. memperbesar kecepatannya hingga 100%. 28 . Mengalirkan ujung lainnya ke bak pembuangan.  Mengklik menu Sample-Configure lalu mengatur data logging dilakukan secara Automatic dengan interval 5 detik dan durasi Continuous.  Mengatur pressure regulator pada laju alir maksimum (1400 mL/menit). 4.2 Pengaturan Pompa A dan B  Mengatur kecepatan pompa B pada 50%.5 Alat  PCT 40  Selang fleksibel  Komputer 4.  Memastikan bahwa mains water supply padda kondisi off dan pressure regulator pada posisi minimum.4.6 Prosedur Kerja 4. memilih section 9 : Flow Control. Mencocokkan hubungan selang ke semua alat yang ada dengan gambar yang terlihat pada diagram mimic. Memastikan rotor pompa teraba berputar (bergetar). Membuka katub SOL 1 dan memastikan air mengalir melalui pompa A. Membuka mains water supply lalu secara hati-hati tutup penutup pompa.6. Jika air terlihat mengalir melalui pompa.  Meutup dengan hati-hati penutup pompa A dan mengatur pada kecepatan 50%.

3 Percobaan  Memastikan SOL 1 terbuka dan mengatur pompa B pada 0%.  Terlihat bahwa laju alir meningkat dan melewati setpoint dan akhirnya membentuk overshoot dan beroscilasi kontinue.  Mengklik “Apply” dan “GO” untuk memulai data logging. Pada oscilasi yang kedau atau ketiga. dan membuat data sheet baru lalu mengklik “GO” untuk memulai data logging dan jika selesai mengklik “STOP”. Mengklik “PID” pada pompa A dan memilih mode operasi automatic serta mengatur setpoint 680 mL/menit. 4.6. I sebesar (0%). I.7 Data Pengamatan Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:01 680 697 727 721 714 00:06 680 684 731 723 713 00:11 680 683 710 722 709 00:16 679 689 698 717 710 00:21 680 823 936 706 768 00:26 680 859 1017 692 1135 00:31 680 756 860 1032 1408 00:36 680 745 843 1247 1371 00:41 680 725 835 1118 1372 00:46 680 706 838 1118 1378 29 .  Dari gambar kurva tersebut. mengklik “STOP” untuk menghentikan data logging.  Mengetikkan nilai optimal ini pada software.4. nilai awal untuk P. Dari nilai y dan t tersebut. dan D dapat ditentukan sebagai berikut: 𝑌 𝑡 P= .  Membuat gambar kurva dangan menggunakan software EXCEL antara data waktu versus laju alir air. dan D hasil optimasi ini selanjutnya disebut sebagai nilai hasil optimasi atau optimal. dan D sebesar (0%). P sebesar (0%.  Memberikan nilai awal setpoint masing-masing. I=t . menentukan jarak puncak atas dan bawah sebagai y dan waktu yang dibutuhkan dari puncak ke puncak sebagai t. D= 3 6  Nilai-nilai P. I.

00:51 681 700 837 1118 1381 00:56 678 696 834 1119 1378 01:01 677 691 833 1120 1380 01:06 678 689 831 1121 1382 01:11 682 692 831 1122 1384 01:16 680 686 836 1121 1383 01:21 677 670 838 1121 1381 01:26 680 677 836 1120 1382 01:31 681 691 833 1121 1381 01:36 678 680 831 1121 1384 01:41 679 683 836 1121 1385 01:46 682 686 839 1122 1384 01:51 679 680 836 1123 1384 01:56 680 678 834 1124 1384 02:01 682 688 832 1124 1382 02:06 678 677 832 1123 1381 02:11 678 678 835 1122 1381 02:16 681 681 1124 1384 02:21 680 665 1124 1383 02:26 680 683 1126 1384 02:31 681 683 1125 1387 02:36 680 675 1121 1390 02:41 680 686 1122 1389 02:46 680 1124 1386 02:51 680 1123 1386 02:56 680 1122 1385 03:01 681 1123 1386 03:06 682 1121 1388 03:11 678 1121 1388 03:16 677 1121 1386 03:21 682 1119 03:26 681 1118 03:31 678 1118 03:36 679 1119 03:41 680 1118 03:46 680 1118 03:51 680 1118 03:56 680 1118 04:01 679 1118 04:06 1117 30 .

4.67 31 .8 Perhitungan Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 760 740 720 Flowrate 700 680 Series1 660 640 620 0:00:00 0:00:09 0:00:17 0:00:26 0:00:35 0:00:43 Elapsed Time ∆𝒚 𝑡 P= I=t D= 𝟑 𝟔 (753−637) 𝟏𝟎 P= I = 10 detik D= 3 𝟔 P = 38.67 D = 1.

9 Kurva Pengendalian dengan PID Optimasi Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 683 682 681 Flowrate 680 679 Series1 678 677 676 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1000 900 800 700 600 Flowrate 500 400 Series1 300 200 100 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 Elapsed Time 32 .4.

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:17 00:35 00:52 01:09 01:26 01:44 02:01 02:18 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 Elapsed Time 33 .

Ketika diberikan gangguan sebesar 20% dan 40% terlihat efek pengendalian yang diberikan kepada variabel proses masih dapat diatur hingga mengarah ke setpoint. Namun apabilila diberikan efek gangguan yang melebihi dari 40% maka terlihat jelas bahwa efek pengendalian belum mampu mengendalikan gangguan sehingga nilai error masih terjadi. I dan D dengan mengoptimasikan laju alir dari variabel proses tanpa adanya efek gangguan. Setelah mendapatkan nilai P. Hal yang pertama menentukan nilai P. Sehingga dapat ditentukan nilai yang akan digunakan sebagai nilai untuk P.11 Kesimpulan Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan efek pengendalian dapat meminimalisir gangguan yang diberikan kepada variabel proses. 34 . I dan D. I dan D maka dapat diuji kemampuan dari variabel proses untuk menerima gangguan dari pompa lain.10 Pembahasan Pada percobaan keempat akan dilakukan pengendalian laju alir dengan menggunakan PID. 4. Dengan mengoptimasikan variabel proses maka akan terjadi proses oscilasi dimana pada proses ini menentukan jarak puncak atas dan bawah harus sama dan dari puncak tersebut dapat diketahui juga waktu yang dibutuhkan. Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 4.

2 Tujuan Percobaan Dapat mengendalikan laju alir air secara otomatis menggunakan PID-Controller. beda/deviasi (error signal)nya kemudian digunakan menyetel beberapa masukan ke proses agar mengembalikan harga proses terukur ke harga setpoint yang diinginkan. yaitu derivative action. 35 . Meskipun respon cepat tetapi sistem menjadi peka terhadap noise/bising/turbulen. karena derivative perubahan error persamaan yang ada dalam PID. Seluruh komponen yang terlihat dalam pengendalian proses disebut sistem pengendalian atau control system. Cenderung stabil Pengendalian Proporsional Integral Diferensial (PID) Aksi kontrol yang ketiga dapat ditambahkan untuk mempercepat respon.1 Judul Percobaan Pengendalian Laju Alir dengan PID-Controller Observasi 5.I.t. Memperlambat respon b.Int (o. Pengendalian dapat dirancang menjadi bentuk LP. sinyal akan menjadi proporsional (to the discrepancy) dan nilai differensial. e(t) + K. 1 X(t) = Kp. pengkontrol PID bisa mengatur keluaran proses didasarkan pada penyebab dan laju perubahan deviasi. T1 = 𝐾𝐼 Pengaruh penambahan integral adalah : a. Tidak seperti pengkontrol sederhana. BAB V 5. sehingga kontrol menjadi stabil dan lebih akurat.e(s)).3 Dasar Teori Sistem Pengendalian (Control System) adalah rangkaian operasi yang dilakukan konversi material secara fisika dan kimia sehingga material yang dihasilkan memiliki keadaan yang lebih bermanfaat. 5. adalah komponen simpul umpan balik yang umum dalam sistem kontrol industri. Peranan pengendalian proses pada dasarnya adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan proses agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengendalian Proporsional Integral Tentu saja pengendali proporsional e (t) tidak pernah bernilai nol jika kita mengharapkan x (t) tidak sama dengan nol. Pengkontrol mengambil harga terukur dari suatu proses atau peralatan lainnya dan membandingkannya dengan harga setpoint acuan.

 Mengklik menu Sample-Configure lalu mengatur data logging dilakukan secara Automatic dengan interval 5 detik dan durasi Continuous.6 Prosedur Kerja 5. 5. Mengalirkan ujung lainnya ke bak pembuangan.4 Gambar Rangkaian Alat Air dingin SOL 1 Pump A Pump B 5.2 Pengaturan Pompa A dan B  Mengatur kecepatan pompa B pada 50%. Membuka mains water supply lalu secara hati-hati tutup 36 .1 Equipment set up  Pada software PCT40.6.5 Alat  PCT 40  Selang fleksibel  Komputer 5. e (t) + KI Int (0. memilih section 9 : Flow Control.  Memastikan bahwa mains water supply padda kondisi off dan pressure regulator pada posisi minimum. Mencocokkan hubungan selang ke semua alat yang ada dengan gambar yang terlihat pada diagram mimic. d(e(t)) Koefisien Kd seperti istilah koefisien integral juga diketahui sebagai waktu derivative atau waktu kenaikan (advance) Td = Kd 5. x (t) = Kp.6. e (v) + Kd.  Menggunakan selang panjang peristaltik lainnya untuk menghubungkan soket sebelum SOL 1 dan pompa peristaltik B. Mengklik ikon untuk menampilkan layar diagram mimic. Memastikan rotor pompa teraba berputar (bergetar). t.

menentukan jarak puncak atas dan bawah sebagai y dan waktu yang dibutuhkan dari puncak ke puncak sebagai t. dan D yang diperoleh dari hasil optimasi. nilai awal untuk P.  Dari gambar kurva tersebut.  Mengatur kecepatan pompa B pada 0%.  Melakukan observasi tentang nilai P.  Mengatur kecepatan pompa A pada 0%. D= 3 6  Nilai-nilai P.  Meutup dengan hati-hati penutup pompa A dan mengatur pada kecepatan 50%.3 Percobaan  Memastikan SOL 1 terbuka dan mengatur pompa B pada 0%. 37 .  Mengambil data dengan nilai I. I sebesar (0%). Sedangkan nilai P diubah dengan mengambil nilai lebih besar dari nilai optimasi dan nilai lebih kecil dari nilai optimasi. I. I=t . Jika air terlihat mengalir melalui pompa.  Membandingkan hasil perolehan yang didapat. I. 5. memperbesar kecepatannya hingga 100%.  Memberikan nilai awal setpoint masing-masing. Dari nilai y dan t tersebut. Mengklik “PID” pada pompa A dan memilih mode operasi automatic serta mengatur setpoint 680 mL/menit. mengklik “STOP” untuk menghentikan data logging.  Mengklik “Apply” dan “GO” untuk memulai data logging.  Membuat gambar kurva dangan menggunakan software EXCEL antara data waktu versus laju alir air. Membuka katub SOL 1 dan memastikan air mengalir melalui pompa A. P sebesar (0%.  Mengatur pressure regulator pada laju alir maksimum (1400 mL/menit). dan D yang lebih baik. dan membuat data sheet baru lalu mengklik “GO” untuk memulai data logging dan jika selesai mengklik “STOP”. I.  Terlihat bahwa laju alir meningkat dan melewati setpoint dan akhirnya membentuk overshoot dan beroscilasi kontinue. dan D hasil optimasi ini selanjutnya disebut sebagai nilai hasil optimasi atau optimal.  Mengetikkan nilai optimal ini pada software. Pada oscilasi yang kedau atau ketiga. dan D dapat ditentukan sebagai berikut: 𝑌 𝑡 P= . dan D sebesar (0%). penutup pompa.6.

7 Data Pengamatan Observasi dengan Nilai Lebih Besar dari Optimasi Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:00 680 686 671 674 682 00:05 680 686 670 674 683 00:10 680 684 669 672 679 00:15 678 682 675 675 677 00:20 679 820 828 973 1082 00:25 680 882 1015 1213 1436 00:30 679 782 959 1138 1378 00:35 678 765 856 1121 1376 00:40 680 755 848 1122 1375 00:45 681 729 845 1121 1373 00:50 679 716 845 1124 1374 00:55 677 702 844 1124 1375 01:00 677 692 845 1124 1376 01:05 680 695 846 1125 1379 01:10 682 694 847 1126 1385 01:15 683 699 846 1126 1391 01:20 681 697 845 1128 1388 01:25 680 684 844 1131 1387 01:30 680 688 844 1130 1389 01:35 679 696 847 1132 1391 01:40 679 672 844 1134 1392 01:45 680 662 842 1132 1389 01:50 680 688 843 1134 1381 01:55 681 683 844 1133 1378 02:00 680 680 844 1130 1377 02:05 679 688 846 1130 1375 02:10 683 672 845 1129 1373 02:15 682 681 843 1127 1373 02:20 679 681 842 1128 1369 02:25 680 675 840 1127 1367 02:30 682 680 839 1124 1373 02:35 680 686 839 1123 1377 02:40 678 682 841 1124 1373 02:45 680 677 841 1126 1372 02:50 680 688 839 1127 1373 38 .5.

02:55 680 688 839 1125 1373 03:00 681 674 839 1126 1374 03:05 680 670 836 1126 1373 03:10 680 686 838 1126 1372 03:15 680 1373 03:20 680 03:25 682 03:30 680 03:35 677 03:40 680 03:45 680 Observasi dengan Nilai Lebih Kecil dari Optimasi Flowrate F1 [ml/min] Elapsed Time Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir Laju Alir 20% 40% 60% 80% 100% 00:00 683 690 683 681 679 00:05 683 688 682 682 679 00:10 683 681 684 682 681 00:15 683 679 685 673 680 00:20 680 768 766 940 1032 00:25 680 819 923 1162 1378 00:30 683 734 908 1110 1373 00:35 681 720 820 1110 1374 00:40 678 731 821 1113 1376 00:45 680 694 820 1115 1379 00:50 683 697 823 1115 1382 00:55 680 695 823 1116 1384 01:00 681 686 822 1115 1385 01:05 682 687 825 1115 1384 01:10 681 684 826 1113 1384 01:15 682 691 826 1114 1384 01:20 680 688 828 1115 1381 01:25 680 677 828 1115 1381 01:30 680 684 826 1115 1381 01:35 682 683 831 1118 1382 01:40 680 675 832 1120 1384 01:45 681 682 830 1118 1386 01:50 680 684 828 1118 1386 01:55 678 672 828 1118 1386 39 .

02:00 680 675 828 1115 1386 02:05 680 681 829 1115 1384 02:10 682 678 831 1113 1382 02:15 680 678 831 1113 1383 02:20 679 684 831 1115 1382 02:25 683 691 832 1118 1380 02:30 680 681 831 1117 1381 02:35 678 676 831 1115 1384 02:40 680 683 835 1114 1384 02:45 680 682 838 1115 1384 02:50 680 680 839 1115 1384 02:55 680 679 836 1113 1384 03:00 677 677 833 1115 1382 03:05 680 677 832 1115 1381 03:10 683 680 832 1115 1382 03:15 682 830 1117 03:20 678 830 03:25 678 836 03:30 679 03:35 678 03:40 679 03:45 680 03:50 680 03:55 681 40 .

5.8 Kurva Pengendalian dengan PID Observasi dengan Nilai Lebih Besar Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 683 682 681 Flowrate 680 Series1 679 678 677 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1000 900 800 700 600 Flowrate 500 400 Series1 300 200 100 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed TIme 41 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1200 1000 800 Flowrate 600 400 Series1 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 42 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Pengendalian dengan PID Observasi dengan Nilai Lebih Kecil Efek Gangguan Laju Alir sebesar 20% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 684 683 682 Flowrate 681 680 Series1 679 678 677 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 Elapsed Time 43 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 40% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 900 800 700 600 Flowrate 500 400 300 Series1 200 100 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time Efek Gangguan Laju Alir sebesar 60% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1000 900 800 700 Flowrate 600 500 400 Series1 300 200 100 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 44 .

Efek Gangguan Laju Alir sebesar 80% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed TIme Efek Gangguan Laju Alir sebesar 100% Grafik Elapsed Time Vs Flowrate 1600 1400 1200 1000 Flowrate 800 600 Series1 400 200 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 Elapsed Time 5. Perlakuan terhadap nilai optimasi disebut observasi. I dan D. Nilai 45 . Sedangkan pada percobaan ini nilai proporsional divariasikan dengan menambahkan dan mengurangi nilai optimasi yang telah diperoleh pada percobaan 4 sebesar 10. namun ini berdasarkan pada percobaan ke 4 dimana pada percobaan 4 telah diketahui nilai optimasi dari P.9 Pembahasan Percobaan ini kelima ini dilakukan pengendalian menggunakan PID.

46 .10 Kesimpulan Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa efek pengendali yang baik digunakan untuk meminimalisir efek gangguan adalah pengendalian dengan menggunakan PID dengan nilai P yang lebih besar dari nilai optimasi yang diketahui. 5. Sedangkan nilai observasi yang lebih rendah dari optimasi kurang maksimal untuk digunakan sebagai efek pengendali dikarenakan pada gangguan 20% nilai offset sudah terlihat sehingga dapat dikatakan efek pengendali ini kurang mumpuni untuk mengurangi gangguan yang diberikan kepada variabel proses. observasi yang lebih besar dari optimasi dapat mengendalikan gangguan yang diberikan hingga 40% tetapi apabila gangguan lebih dari 40% maka observasi tidak berpengaruh lagi karena gangguan yang diberikan terlalu besar terhadap variabel proses.