You are on page 1of 5

1.

Berikut ini adalah beberapa pengertian bahasa menurut para ahli :

1. Harimurti Kridalaksana (1985:12)

Menyatakan bahwa bahasa adalah sistem bunyi bermakna yang dipergunakan untuk komunikasi
oleh kelompok manusia.

2. H.G Brown (1987:8)

Bahasa adalah suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ
ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan pemrosesan simbol-
simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer.

3. Finoechiaro (1964:8)

Bahasa adalah sistem simbol vokal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam suatu
kebudayaan tertentu, atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau
berinteraksi.

4. Carol (1961:10)

Bahasa merupakan sistem bunyi atau urutan bunyi vokal yang terstruktur yang digunakan atau dapat
digunakan dalam komunikasi internasional oleh kelompok manusia dan secara lengkap digunakan
untuk mengungkapkan sesuatu, peristiwa, dan proses yang terdapat di sekitar manusia.

5. I.G.N. Oka dan Suparno (1994:3)

Bahasa adalah sistem lambang bunyi oral yang arbitrer yang digunakan oleh sekelompok manusia
(masyarakat) sebagai alat komunikasi.

6. Kamus Linguistik (2001:21)

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota suatu
masyarakat untuk kerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.

7. Gorys Keraf (1984:1 dan 1991:2)

Bahasa adalah komunikasi antar anggota masyarakat, berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia.

8. D.P. Tambulan (1994:3)

Bahasa adalah untuk memahami pikiran dan perasaan, serta menyatakan pikiran dan perasaan.

Berikut ini adalah sifat dan ciri-ciri bahasa antara lain :

yang dimaksud disini adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”  Bahasa itu bersifat arbitrer.  Bahasa itu variasi. Sistem ini dibentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang satu dengan yang lainnya berhubungan secara fungsional. bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.  Bahasa itu bermakna. dan menjadi tidak statis tetapi dinamis. ide atau pemikiran. Adapun tingkatan bahasa dalam berkomunikasi atau hierarki linguistik. pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang paling umum. Fonem . hal ini sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi.biasa di artikan sewenang-wenang. karena bahasa itu selalu berkaitan dengan semua kegiatan manusia dan kegiatan manusia itu selalu berubah hingga akhirnya bahasa juga ikut berubah menjadi tidak tetap. yaitu tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa yang berwujud bunyi itu dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.  Bahasa sebagai alat interaksi social.  Bahasa itu bersifat produktif. bahasa memilki suatu aturan atau susunan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi. yaitu 1. .  Bahasa itu bersifat unik.  Bahasa itu manusiawi artinya bahasa itu hanya dimiliki saja dan digunakan oleh manusia itu sendiri.  Bahwa berwujud lambang. setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. yaitu bahasa itu dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan dalam wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.tidak menetap.  Bahasa berupa bunyi. Jadi bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna yang disampaikan dalam bahasa apapun tidak bisa disebut sebagai bahasa.  Bahasa itu konvesional. masyarakat mematuhi akan konvensi yang di terapkan di dalam konsep yang mewakilinya.  Bahasa sebagai sistem.selalu berubah-ubah. ditinjau dari fungsinya yaitu menyampaikan pesan. unsur-unsur yang terkandung di dalam bahasa itu dapat dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku di dalam bahasa tersebut.  Bahasa itu bersifat dinamis.  Bahasa itu bersifat universal. 2. konsep.

Bayi bersuara .dan di-kan ditambahkan maka kata daftar memiliki makna yang berbeda. laring. dibacakan. 1986). Sternberg. keterangan. Suatu kata akan lebih bermakna jika tersusun sesuai dengan tata bahasanya. Kata terdaftarkan dan didaftarkan berasal dari kata dasar daftar. 4. yaitu membaca. objek. Gramatikal bahasa indonesia yang cukup kompleks terdiri dari subjek. 1998). dan sebagainya. 2008). predikat. pembaca. Morfologi Adalah studi mengenai struktur kata-kata. Fonem dapat dihasilkan dengan kordinasi yang cukup rumit oleh paru- paru. 2008). 1999.Fonem adalah suara-suara tunggal dalam percakapan yang direpresentasikan oleh sebuah simbol tunggal (Solso dkk. terbacakan. Sintaksis Sintaksis adalah cara sistematik yang kata-kata dikombinasikan dan diurutkan untuk menghasilkan frasa dan kalimat yang bermakna (Sternberg (Carroll. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain. Hoff & Naigles. lidah dan gigi. berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. fat. karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. dan ae semuanya menjadi fonem selain bunyi t. Contoh kata sit. bibir. Morfem dapat berupa kata-kata atau bagian kata seperti prefiks (awalan). Dengan mengombinasikan morfem-morfem seseorang akan memiliki banyak kosakata. 2008). perangkat menyeluruh morfem-morfem dalam bahasa tertentu atau dalam daftar linguistik. Pertama adalah frasa kata benda (biasanya subjek) dan frasa kata kerja dalam bahasa indonesia biasanya disebut predikat. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. “meniru” dan “menguasai hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang komplek Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan. namun ketika imbuhan ter. Morfem Morfem adalah unit terkecil yang menunjukkan makna di dalam bahasa tertentu. 1999. Sintaksis berperan penting dalam pemahaman kita tentang bahasa. 2. Woodward & Markman. Di dalam bahasa inggris fonem bisa dibuat dari bunyi vokal dan konsonan (Sternberg. Sebagai contoh kata dasar baca. dalam bahasa indonesia morfem dapat berupa imbuhan yang ditambahkan dalam kata agar lebih bermakna. dibaca. 2008). Kosakata dibangun perlahan-lahan. Misalnya. pita suara. Dalam buku karangan Robert J. Dalam gramatikal bahasa indonesia maka frasa tersebut terdiri dari subjek dan predikat (S-P). Contoh terdaftar. Sintaksis berfokus pada studi tentang gramatika frasa dan kalimat. dengan menambahkan beberapa morfem-isi kita sudah bisa mendapatkan beberapa varian kata. fonem adalah unit terkecil bunyi ujaran yang bisa digunakan untuk membedakan sebuah ucapan dari ucapan lainnya di sebuah bahasa. f. 3. dan lain-lain. Ia berkembang lewat banyak paparan kata dan petunjuk sesuai maknanya (Sternberg (Akhtar & Montaque. i. didaftarkan. dan penjelas. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif. ‘saya makan’ yang bertindak sebagai subjek adalah kata ‘saya’ dan ‘predikat’ adalah makan. Sintaksis mengacu kepada cara pemakai bahasa tertentu meletakkan kata-kata bersama untuk membentuk kalimat. 3. dan fit bisa dibedakan karena bunyi s. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami ligkungan. sufiks (akhiran) atau kombinasi prefiks- sufiks. Sebuah kalimat mengandung minimal dua bagian. terdaftar memiliki makna telah ada dalam daftar sedangkan didaftarkan memiliki makna seseorang telah mendaftarkan seseorang.

yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa Anak yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. sejak saat itu pula bahasa diperlukan. dua suku kata. seorang psikolog yang banyak melakukan penelitian tentang pemahaman bacaan ini. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif. mengulang menirukan dan memperjelas dengan memberi arti suara itu menjadi “maem-maem”. Jadi. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan. serta skematisasi intisari bacaan. Sayangnya. Penjelasan yang lebih spesifik mengenai proses kognitif pemahaman bacaan ini diberikan oleh Mayer. b) membangun hubungan internal. maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sederhana menuju ke bahasa yang kompleks. Manusia dewasa (terutama ibunya) di sekelilingnya membetulkan dan memperjelas. karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. membuat kesimpulan-kesimpulan. Ketiganya adalah: a) menyeleksi informasi-informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Mayer juga berpendapat bahwa pemahaman bacaan melibatkan banyak kerja kognitif. maka perkembangan bahasa seorang anak dimulai dengan meraba dan diikuti dengan bahasa satu suku kata. tertulis maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. meliputi pengolahan konsep-konsep di dalam memori yang sedang bekerja. c) membangun hubungan antara informasi yang terkandung di dalam bacaan itu dengan informasi yang selama ini telah dimilikinya Mayer (1989). tertulis. baik alat komunikasi dengan cara lisan. “mmm mmm”. Mampu . disaat anak mulai bersekolah. Mampu dan menguasai alat komunikasi di artikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain (Sunarto dan Hartono. 5. ibunya tersenyum. 4. tidak memerinci lebih lanjut bagaimana proses-proses itu terjadi. yaitu hubungan antara ide yang satu dengan ide yang lain di dalam bacaan. Anak belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain. perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi. Dari penjelasan Mayer ini dapat dilihat bahwa di samping harus aktif mengolah bacaan yang sedang dipelajarinya. Ellis dkk. pembaca pun harus mengaktifkan pengetahuan lamanya agar ia dapat memahami bacaan. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun. menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial. Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seseorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. di saat anak mulai bersekolah. Maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial. setidaknya ada tiga kerja kognitif utama pada proses pemahaman bacaan. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun. 1994 ). Menurutnya. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat-alat berkomunikasi dengan cara lisan. Ellis dkk (1997) menyebut pemahaman bacaan sebagai kerja kognitif yang melibatkan seperangkat proses kompleks.”meniru” dan ”mengulang” hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Semakin anak itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan.

6.dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain. .