You are on page 1of 24

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pakan merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan dalam

budidaya ikan, mengingat penyediaannya membutuhkan biaya yang sangat besar.

Pakan harus bermutu baik dan memenuhi kebutuhan ikan agar dapat mempercepat

pertumbuhan ikan. Pakan yang berkualitas baik harus mengandung nutrien

(protein,lemak,karbohidrat,vitamin dan mineral)maupun energi yang dibutuhkan

untuk perawaan tubuh, pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Langkah utama dalam pembuatan pakan yaitu menyediakan bahan baku

yang akan diformulasikan dengan dasar pertimbangan beberapa persyaratan.

Persyaratan pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu

persyaratan teknis dan persyaratan sosial ekonomis. Persyaratan teknis yang harus

diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah :

mempunyai nilai gizi tinggi dan tidak mengandung racun yang dilakukan dengan

upaya uji proksimat dengan dasar penilaian secara fisik, biologi dan kimia. Sesuai

dengan kebiasaan makan ikan, bahan baku yang digunakan sebaiknya disesuaikan

dengan kebiasaan makan ikan di alam, hal ini dapat meningkatkan selera makan

dan daya cerna ikan. Seperti diketahui bahwa berdasarkan kebiasaan makannya

jenis pakan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivor, omnivor dan

karnivor. Sedangkan persyaratan sosial ekonomis yang perlu diperhatikan dalam

memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah mudah diperoleh,

mudah diolah, harganya relatif murah dan bukan merupakan makanan pokok

manusia, sehingga tidak merupakan saingan dalam pembuatan pakan ikan dengan

ketersediaan bahan makanan pokok manusia.

Beberapa faktor yang sangat berperan dalam mempengaruhi

pertumbuhan ikan adalah kadar protein dan lemak, jumlah dan jenis asam amino

essensial, kandungan energi pakan dan faktor biologis ikan. Protein adalah nutrien

yang sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan tubuh, pengganti jaringan tubuh yang

rusak, pertumbuhan jaringan dan menambah protein tubuh dalam proses

pertumbuhan. Lemak pada ikan adalah sebagai cadangan energi maupun sebagai

komponen penyusun membran sel.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari praktikum ilmu nutrisi hewan air yaitu untuk

mengetahui proses fermentasi dan silase dan besarnya nilai gizi bahan pakan yang

difermentasi dan silase, mengetahui jumlah pakan yang dikonsumsi ikan

peliharaan per hari dan jumlah pakan yang dibutuhkan selama masa pemeliharaan,

dapat mengamati pertumbuhan ikan dengan pakan yang ditambahkan fermentasi,

silase, dan tanpa bahan fermentasi dan silase, mengetahui cara menentukan laju

pencernaan dan laju pengosongan lambung ikan peliharaan, serta dapat

mengetahui cara menguji tingkat kandungan nutrisi yang ada pada pakan.
Manfaat praktikum ilmu nutrisi hewan air ini yaitu Mahasiswa mampu

melakukan proses fermentasi dan silase bahan pakan, mampu menghitung jumlah

pakan yang dibutuhkan ikan dalam sehari dan mampu memprediksi jumlah pakan

selama pemeliharaan, mengetahui pertumbuhan ikan yang paling baik pada

percobaan feeding trial, dapat menentukan kapan waktu pemberian pakan yang

tepat, serta dapat melakukan pengujian kandungan nutria pada pakan.

.

1 Ekologi Ikan Nila Ikan adalah hewan vertebrata yang hidup diair. garis literature terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak dibawah Klasifikasi ikan nila Kingdom : animalis Filum : chordata Sub filum : vertebrae Kelas : osteichyes Ordo : percomorphi Famili : cichlidae Genus : oreochromis Spesies : oreochromis niloticus Ikan nila dapat di morfologikan berdasarkan bentuk fisiologisnya. bernafas dengan insang. Ikan ini memiliki lima buah sirip . bergerak dengan sirip dan termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm). yaitu memiliki bentuk tubuh bulat pipih. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. mata menonjol dan relative besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. sirip ekor dan sirip punggung terdapat garis lurus memanjang. Ikan ada yang hidup diair tawar dan ada juga yang hidup diair laut. Bentuk ikan nila adalah pipih memanjang kesamping. badan. punggung agak tinggi. pada sirip punggung terdapat duri – duri yang tajam. mempunyai garis pada sirip ekor.

kasar dan tersusun dengan rapi.2 Peningkatan Nilai Gizi Bahan Pakan 1. Fermentasi Fermentasi adalah suatu reaksi kimia dalam mengubah substrat dengan bantuan enzim dan organisme sel tunggal. dan sirip ekor. kimia. dan biologis sehingga bahan dari struktur kompleks menjadi sederhana sehingga daya cerna ternak menjadi lebih efisien (Zakariah. et al (2010) Meyatakan bahwa habitat ikan nila di perairan payau. Ikan nila GIFT dapat berkembang secara optimal jika lingkungan dan komponen pendukungnya telah memenuhi syarat hidup ikan nila 2. Wiryanta. tanda lainnya yang dapat dilihat dari ikan nila adalah memiliki warna tubuh hitam dan agak keputihan. Sisik ikan nila memiliki ukuran yang besar. vitamin. 2012). sedangkan ikan lokal memiliki warna kekuningan. sirip perut.danau alami. Lokasi budidaya juga dapat dipinggirpantai dan di daerah pegunungan hingga ketinggian 800 dpl. waduk buatan. Bagian tubuh insang berwarna putih. Proses fermentasi dapat meningkatkan daya cerna bahan pakan karena bahan pakan yang telah difermentasikan mengubah substrat bahan tumbuhan yang susah dicerna menjadi protein sel tunggal dari organisme starter . Dengan adanya sirip tersebut sangat membantu pergerakan ikan nila semakin cepat diperairan air tawar. dan sawah.yaitu sirip punggung. sirip anal. ensim dan senyawa isoflavon.Fermentasi merupakan proses perombakan dari struktur keras secara fisik. air deras. Selain itu. sirip dada. kolam. Hasil yang dibentuk dapat berupa asam amino. sungai mengalir.

dan asam. 2. Tahapan pertama adalah fase aerobik. Cairan silase akan terbentuk oleh enzim proteolitik seperti cathepsin yang terdapat pada bahan yang disilase tersebut dengan bantuan asam akan memecah protein menjadi gugusan-gugusan peptida yang pendek atau asam amino yang larut dalam air. mikroorganisme aerob dan fakultatif aerob seperti yeast dan enterobacteria untuk melakukan proses respirasi (Zakariah. 2013). Macam-macam additive silage seperti water soluble carbohydrat. garam. Oksigen yang berada diantara partikel tanaman digunakan oleh tanaman. bakteri asam laktat. Silase Silase adalah produk basah yang dibuat dari bahan pakan seperti ikan rucah.seperti Rhyzopus sp dan sacchromises sp dengan meningkatkan kadar protein bahan substrat (Boer dan Adelina. normalnya fase ini berlangsung sekitar 2 jam yaitu ketika oksigen yang berasal dari atmosfir dan berada diantara partikel tanaman berkurang. Kualitas produk yang dihasilkan sangat ditentukan oleh peranan bakteri yang terlibat selama proses fermentasi (Hasanah.. enzim. . sehingga dalam pembuatan silase terdapat beberapa bahan tambahan yang biasa diistilahkan sebagai additive silage. 2008). Proses fermentasi silase memiliki 4 tahapan. Kualitas silase tergantung dari kecepatan fermentasi membentuk asam laktat. 2012). jeroan ikan dan lain-lain yang banyak dimanfaatkan manusia dengan menggunakan asam secara kimia.

2. hati.3 Feeding Tial Pakan dalam budidaya perikanan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan produksi. Sistem pencernaan (digestive system) adalah sistem yang terdiri dari pencernaan saluran dan organ-organ lain yang membantu tubuh memecah dan menyerap makanan. lemak. Sedangkan penilaian biologi pakan dilakukan dengan memberikan pakan terhadap ikan peliharaan. Bagian dari system saraf (yang disebut system . Organ-organ dalam system pencernaan di luar saluran pencernaan (disebut organ pencernaan aksesori) adalah lidah. kimia dan biologi. Pakan yang dikonsumsi pertama-tama akan digunakan untuk memelihara tubuh dan mengganti sel yang rusak. dan karbohidrat. Penilaian kimia dari pakan dilakukan dengan menganalisis kandungan protein. Penilaian terhadap kualitas ikan dapat dilakukan secara fisika. selebihnya untuk pertumbuhan dan reproduksi .2. Pakan yang baik adalah pakan yang menghasilkan perumbuhan ikan palin tinggi dan efisiensi pakan tinggi. tenggelam dan mengapung didalam air.4 Pengukuran Konsumsi Harian Ikan Ikan sebagai komoditi dari dari budidaya perairan akan dapat berkembang biak apabila mendapat pakan yang baik dan dengan jumlah yang cukup tentunya dengan gizi yang terpenuhi. Penilaian fisik tersebut dapat dilakukan pada pelet untuk melihat kecepatan menggumpal pelet. Konsumsi pakan ikan merupakan ukuran kebutuhan suatu populasi ikan terhadap sumber makanannya. kelenjar ludah. pancreas dan kandung empedu.

Digesti adalah proses penghancuran zat makanan (makro molekul) menjadi zat yang terlarut (mikro molekul) sehingga zat makanan tersebut mudah diserap dan kemudian digunakan dalam proses metabolisme. Usus bermuara pada anus (Rasyid. Dimana bobot lambung pada saat pertama kali berbeda dengan ikan yang telah lama melakukan . tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim).2012). Dari lambung. bahwa laju digesti adalah laju pengosongan lambung. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Lambung ikan pada umumnya membesar dan tidak memiliki batas yang jelas dengan usus. Alat pencernaan ikan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). 2012). makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang kemudian makanan di dorong masuk ke lambung.saraf eneterik) dan perdaran darah juga berperan penting dalam system pencernaan (Rasyid. Lidah ikan banyak menghasilkan lendir. Pada rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan. proses ini memerlukan waktu Hubungan laju digesti dengan lamanya waktu dilihat dari pengertian itu sendiri. 2.5 Pengukuran Laju Pengosogan Lambung . Pencernaan adalah suatu proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisika dan kimia sehingga makanan berubah dari senyawa komplek menjadi senyawa sederhana. Dari rongga mulut.

maka keadaan lambung pada saat itu dalam keadaan kosong kembali. Ikan telah mencerna makanannya. Jika pakan ikan yang dicerna adalah yang berasal dari pakan yang nabati. maka laju pengosongan ikan tersebut memakan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Rohmah. . 2010).proses pencernaan.

Kebutuhan Ikan Akan Nutrien.00 – 16.Pengukuran Komsumsi Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 2 Aerator Percobaan Feeding Meningkatkan O2 di trial.2 Alat dan Bahan Adapun alat yang digunakan selama praktikum yaitu: NO NAMA ALAT PENGGUNAAN(JUDUL) FUNGSI 1 Akuarium Percobaan Feeding Wadah hidup ikan trial. 7 April 2017 pada pukul 15.Peningkatan Nilai Gizi dan ikan pakan.00 WIB. 06 April 2017 s/d hari Minggu.Kebutuhan Ikan Akan Nutrien. BAB III METODE PRAKTIKUM 3.1 waktu dan tempat Praktikum Ilmu Nutrisi Hewan Air ini dilaksanakan pada hari Kamis.Kebutuhan Ikan Akan .Peningkatan Nilai Gizi air pakan.Pengukuran Komsumsi Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 3 Timbangan Percobaan Feeding Menimbang pakan analitik trial.Peningkatan Nilai Gizi pakan. 3. yang bertempat di Laboratorium Laboratorium Nutrisi Ikan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Riau.

Pengukuran Komsumsi Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 4 Stoples Peningkatan Nilai Gizi pakan Tempat pembuatan silase 5 Baki/nampan Peningkatan Nilai Gizi pakan Sebagai tempat dan Pengukuran laju meletakkan ikan Pengosongan Lambung 6 Selang sipon Percobaan Feeding Membersihkan trial.Kebutuhan Ikan Akan akuarium Nutrien. Nutrien.Pengukuran Komsumsi ditimbang .Peningkatan Nilai Gizi Tempat ikan saat pakan .Pengukuran Komsumsi Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 7 Kompor Kebutuhan Ikan Akan Nutrien Memasak bahan fermentasi 8 Kukusan Kebutuhan Ikan Akan Nutrien Mengkukus bahan fermentasi 9 Penggiling Ikan Kebutuhan Ikan Akan Nutrien Menggiling ikan 10 Sendok Kayu Kebutuhan Ikan Akan Nutrien Mengaduk bahan silase dan fermentasi 11 Baskom Percobaan Feeding trial.Peningkatan Nilai Gizi kotoran didalam pakan.

Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 12 Tanguk Percobaan Feeding trial. Pengukuran Komsumsi selama .Peningkatan Nilai Gizi Pakan ikan pakan.Peningkatan Nilai Gizi uji pakan .Peningkatan Nilai Gizi Mengambil ikan pakan.Pengukuran Komsumsi Harian Ikan 2 Ikan Nila Pengukuran laju Pengosongan Sebagai ikan Lambung uji 3 Pellet Percobaan Feeding trial. Pengukuran Komsumsi dari akurium Harian Ikan dan Pengukuran laju Pengosongan Lambung 13 Penggaris Pengukuran laju Pengosongan Membedah ikan Lambung 14 Gunting Bedah Pengukuran laju Pengosongan Membedah ikan Lambung Bahan yang digunakan yaitu: NO NAMA BAHAN PENGGUNAAN FUNGSI 1 Ikan Lele Percobaan Feeding Sebagai ikan trial.

4 Prosedur praktikum 3. 3. Harian Ikan dan Pengukuran pemelihaan laju Pengosongan Lambung 4 Ikan rucah Peningkatan Nilai Gizi pakan Untuk disilase 5 Tepung daun lamtoro Peningkatan Nilai Gizi pakan Untuk difermentasi 6 Asam formiat Peningkatan Nilai Gizi pakan Menghambat aktivitas organisme pembusuk 7 Rhizpus sp Peningkatan Nilai Gizi pakan Meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadarabu 3.4.1 prosedur peningkatan nilai gizi bahan pakan a.3 Metode praktikum Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah pengamatan langsung bertempat di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. proses fermentasi .

Diaduk sampai tercampur merata (10-15 menit) kemudian wadah ditutup dengan rapat dan diletakkan pada suhu kamar selama 5 hari. Bahan yang sudah disilase kemudian dikeringkan alam oven dengan suhu 50 0 c selama dua hari atau sampai kering. Ikan rucah dicincang agar kontak dengan asam dapat berlangsung dengan merata 3.Akhir fermentasi bahan dikukus kemudian dikeringkan dan dihaluskan untuk digunakan selanjutnya 3. Ampas tahu yang akan difermentasikan terlebih dahulu dikeringkan dengan kadar air mencapai lebih kurang 50% kemudian dikukus 10 menit untuk mematikan mikroorganisme yang ada dan tidak diinginkan. Ikan rucah dicuci bersih kemudian ditiriskan airnya hingga 30 menit. Ikan yang akan diuji diadaptasikan dengan pakan dan wadah percobaan .2 Prosedur Percobaan Feeding Trial 1. Pengadukan dilakukan setiap hari. 4. Setelah kering kemudian di blender sampai halus dan kemudian siap untuk dijadikan sebagai bahan pakan 3. 6.4.1. 2. Setelah dingin diberi ragi sebanyak 5 gr untuk 1 kg substrat dan diaduk rata.Perhitungan kadar protein dan kadar air b. Bahan yang telah diberi ragi dan diaduk rata dimasukkan kedalam kantong plastik lalu diberi tusukan untuk adanya pertukaran udara dengan oksigen bebas selam fermentasi berlangsung 2. Ikan rucah ditimbang kemudian ditambahkan dengan asam formiat sebanyak 3 % dari bobot ikan rucah. proses silase 1. kemudian ditambah dengan NaOH untuk menetralkan pH menjadi tujuh 5. Setelah 5 hari bahan telah mencair atau telah menjadi silase.

30. Kedalam wadah percobaan di isi air sebanyak 72 liter selama 24 jam 3. Ikan diberikan pakan sebanyak 5 % dari bobot biomassa ikan dengan frekwensi 3 kali sehari. Bobot ikan ditimbang secara keseluruhan 3. 6. 2. Pakan sisa yang tidak dikonsumsi ikan diambil dan dikumpulkan selama pemeliharaan ikan . Pemeliharaan ikan dilakukan selama 42 hari 3. 7. pada hari ke tujuh ikan dipuasakan selama 24 jam. hal ini bertujuan agar ikan uji terbiasa dengan lingkungan dan pakan. 12. Ikan diberi pakan yang mengandung 30-35 %protein sebanyak 10-15 % dari bobot tubuh dengan frekwensi 3X sehari ( 8. 2. 4. selama satu minggu. kemudian dimasukkan kedalam akuarium. Seluruh ikan uji ( 20 ekor/akuarium) ditimbang.30) 5.4. setiap 7 hari dilakukan penimbangan bobot biomassa ikan dan disesuaikan jumlah pakan yang akan diberikan berikutnya.3 Prosedur Pengukuran Konsumsi Harian Ikan 1.30 dan 16. Setiap hari dilakukan penyiponan terhadap sisa pakan dan feses yang kemudian diganti air sebanyak 20 %. Ikan yang akan digunakan diadaptasikan terlebih dahulu dengan pakan dan Wadah . 4.

usus ikan diukur dan l lambung ikan ditimbang (lambung berisi dan lambung kosong) 7. Ikan dipelihara dan diberi pakan selama satu minggu 6.Sampel ikan diambil untuk diamati saluran pencernaanya.Ikan uji dipuasakan selama 24 jam sehingga lambung ikan kosong 3. Setiap pengukuran dalam setiap tahap dilakuakn pencatatan secara teliti. Ikan yang digunakan terlebih dahulu diadaptasikan terhadap pakan dan wadah 2. Pembedahan ikan dilakukan 2 jam sekali terhadap 6 ekor ikan 8. 4.5.3 Pengukuran Laju Pengosongan Lambung Ikan 1.Ikan diambil dan ditimbang secara teliti kemudian dimasukkan kembal kedalam akuarium.4. 6. seluruh sisa pakan yang tersisa selama pemeliharaan ditimbang. Lambung ikan dipisahkan dengan usus ikan.Kemudian ikan uji di diberi pakan kembali dan setelah ikan kenyang kemudian dipindahkan kedalam akuarium 5. . kemudian keluarkan lambung dan saluran pencernaan ikan . timbang ikan terlebih dahulu lalu bedah ikan. kemudian Dikeringkan didalam oven selama 24 jam dengan suhu 500 C 3.

1. Hasil Fermentasi Daun Lamtoro No.6 % Tabel 5. Efesiensi Pakan . Hasil 4. Laju Pertumbuhan Spesifik Jumlah Berat Seluruh Ikan (gr) Minggu ke 1sampai 4 Laju pertumbuhan 0-7 8-14 14-21 22-28 spesifik (%) 126.1.1. Fermentasi Dari praktikum yang di lakukan didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Warna silase Coklat 2.1.1. Data yang dikumpulkan Keterangan 1 Bentuk fisik Gumpalan lembab 2 Tekstur Halus 3 Warna Putih 4 Bau Asam Tabel 2.5 221. Hasil Silase Ikan Rucah No.7 221.8 2.1.1. Aroma silase Aroma ikan asin / terasi 4.7 175. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Percobaan Feeding Trial Tabel 4. Data yang dikumpulkan Keterangan 1. peningkatan nilai gizi bahan pakan 4.2.

1 93.00 5 16.300 11.213 17.5 3.210 0.210 0. Kelulushidupan 0-7 8-14 15-21 22-28 Ikan (%) 20 10 20 10 65% Tabel 7. Bobot biomassa ikan Efisien 4 (gr) si 0-7 8-14 15-21 22-28 Awal Akhir pakan (%) 27.00 4 41.065 15.272 09.2 pembahasan .178 0. Kelulusan Hidup Jumlah ikan yang hidup (ekor) hari ke.00 1 34 13.00 6 24.8 18. Ikan Berat ikan TL BdH Panjang Berat Berat lambung Jam (cm) (cm) usus (cm) lambung kosng (gr) ke (gr) berisi (gr) 07.5 84 1.00 3 29.27 139.8 15.734 4.9 10 3 72 1.721 0.419 0.00 2 27.58 33.34 % Tabel 6.065 13.2 2.Jumlah Pakan yang Diberi (gr) Minggu ke 1.4 8 2 85 0.656 0.3 9 3 120 0.2 10 3 77 0.5 80 1. Pengukuran laju pengosongan lambung ikan.5 13 3.

070 gr. sehingga jumlah pakan yang dikonsumsi disesuaikan dengan laju metabolismenya.1. Kesimpulan Pakan merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan dalam keberhasilan budidaya ikan.267 gr dan lambung kosong 0.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.487 gr dan lambung kosong 0.00 lambung berisi 0.768 % dan -8. Jumlah pakan konsumsi harian ikan adalah -8.174 gr. Rata-rata laju pengosongan lambung ikan nila pada jam 08. Konsumsi pakan ikan merupakan ukuran kebutuhan suatu populasi ikan terhadap sumber makanannya Pakan yang dikonsumsi pertama-tama akan digunakan untuk memelihara tubuh dan mengganti sel yang rusak. yang dinyatakan sebagai g/jam atau mg/menit. Pakan harus bermutu baik dan mengandung gizi maupun energi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan reproduksi.876 %.00 adalah pada lambung berisi 0. Pada jam 15. Pada jam 11.069 gr. Pengaturan konsumsi pakan oleh ikan merupakan pengaturan energi yang masuk.177 gr dan lambung kosong 0. untuk merangsang pertumbuhan ikan secara maksimal.30 adalah lambung berisi 0. . Laju pengosongan lambung dapat didefinisikan sebagai laju dari sejumlah pakan yang bergerak melwati saluran pencernaan per-satuan waktu tertentu. selebihnya untuk pertumbuhan dan reproduksi .. Feeding trial pada ikan nila memiliki bobot biomassa yang selalu meningkat disetiap minggunya sehingga terjadinya peningkatan pemberian pakan pada pemeliharaan ikan nila.

5. nutrisi yang dibutuhkan bagi organisme starter dan lingkungan yang baik. Fermentasi berhasil dilakukan ketika adanya substrat organik.2. organisme starter yang sesuai dengan substratnya. Saran Pada praktikum nutrisi ikan diharapkan agar para praktikan benar-benar melakukan praktikum ini sesuai prosedur yang telah disediakan di dalam buku praktikum. sehingga hasil yang diperoleh bisa sesuai dengan hasil yang tepat dan bisa menjadi pengalaman ataupun menambah wawasan dari setiap praktikan. . Fermentasi amapas tahu memiliki kandungan protein.

Wiryanta. Askari. 2010.B. Pencernaan Ikan. 2008. W.. M. Pekanbaru.html. Kurniawan. 78 hal (tidak diterbitkan) Hasanah. Teknologi Fermentasi Dan Enzim “Fermentasi Asam . 2010. Rafitah.DAFTAR PUSTAKA Boer. http//gomnyroses. Penerbit Agromedia Pustaka.00 WIB. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Universitas Sriwijaya. Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Dari Produk Fermentasi Rasyid. T. 2012. B. Jakarta. diakses pada tanggal 21 Oktober 2010 pukul 10. Budidaya dan Bisnisikan Nila. Sumatera Selatan Rohmah. M.blogspot. Ilmu Nutrisi dan Pakan Ikan. Fisiologi Hewan. 2013. Sunaryo. I dan Adelina.com/2010/06. Astuti. 2012. Zakariah.

LAMPIRAN .

Hasil Perhitungan 1. Laju Pertumbuhan spesifik Keterangan : Lps : Laju pertumbuhan spesifik (%) Wo : Bobot rata rata ikan uji pada awal penelitian (g) Wt : Bobot rata rata ikan uji pada akhir penelitian (g) t : Lama penelitian (hari) a. Jumlah pakan yang dikonsumsi ikan perhari I = 3ma-ms x 100% W0 Keterangan : I = Jumlah pakan yang di komsumsi ikan per hari (%bb/hari) Ma = Jumlah pakan yang diberikan (g) W0 = bobot biomassa ikan uji (g) Kelompok (pakan 5%) I= Ln ∑(28.Lampiran 1.35 % 2.1 I = 84.Ln139.1 I = 53.14)-∑(3.1 x 4 Lampiran 2.2 139. Alat dan Bahan Praktikum .42-10. LPS minggu pertama Lps = Ln93.8 .4) x 100% 139.