You are on page 1of 4

Sistem Pernafasan

A. Pengertian
Pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran
karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup
oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Sistem respirasi atau sistem pernafasan mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara
atmosfer melalui rongga hidung  faring  laring  trakea  bronkus  bronkiolus paru-
paru  alveolus  sel-sel melalui dinding kapiler darah.

B. Organ-organ Pernafasan Manusia
1.Hidung
Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung,
rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut,banyak kapiler darah,
dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga
hidung, udara disaring oleh rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk
menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung,mengatur suhu udara pernapasan,
maupun menyelidiki adanya bau.
Didalam rongga hidung, udara akan mengalami tahap sebagai berikut:
a. Penyaringan
Ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya debu. Benda-benda
tersebut dihalangi oleh rambut-rambut yang tumbuh kearah luar lubang hidung.
b. Penghangatan
Yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh. Penghangatan ini dimungkinkan
karena didalam dinding rongga hidung terdapat konka yang banyak mengandung kapiler darah.
Konka hidung (konka nasalis) adalah selaput lendir yang berlipat-lipat. (Syaifuddin, 1995). Bila
udara yang masuk suhunya lebih rendah dari suhu tubuh maka darah kapiler akan melepaskan
energinya ke rongga hidung, sehingga suhu udara yang masuk menjadi hangat. Disamping
menghangatkan udara, adanya lendir menyebabkan udara kering yang masuk ke rongga hidung
menjadi lembab.
2.Faring

Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara. Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya dipisahkan oleh jantung. katup tulang rawan.Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan. sedangkan lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia. Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan yang berbentuk C. Hal ini berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka. dan gelang tulang rawan. lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. epiglotis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk dalam laring. Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun. terdapat dibawah dasar tengkorak. Namun dalam keadaan tidak normal.Trakhea Merupakan pipa yang panjangnya kira-kira 9 cm dan dindingnya terdiri atas tiga lapisan. udara atau cairan memisahkan kedua . perisai tulang rawan. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik. 4. Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura. Sementara itu. 3. dan seperti spon. 5. Silia-silia ini bergerak ke atas ke arah laring sehingga dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang ikut masuk saat menghirup napas dapat dikeluarkan. berpori. Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang dihasilkan oleh epitelium bersilia. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis).ketika bernapas epiglotis akan membuka. Apabila diletakkan di dalam air. piala tulang rawan. Setiap lobus tersusun atas lobula. Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan. paru-paru akan mengapung karena mengandung udara di dalamnya. Pada waktu menelan makanan. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus. Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus. Lapisan luar terdiri atas jaringan ikat.Laring Laring disebut juga pangkal tenggorok atau kotak suara. Paru-paru Paru-paru terletak dalam rongga dada. Jakun tersusun atas tulang lidah. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Di paru-paru trakea ini bercabang dua membentuk bronkus.

dindingnya lebih tipis dan salurannya lebih kecil. Alveolus Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembunggelembung udara. Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus. semakin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia. yaitu: 1. c. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Proses Pernafasan Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan. Tempat percabangan ini disebut bifurkase.Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut . Jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Paru-paru terdiri atas : a. Semakin kecil salurannya. Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara. Dindingnya tipis. Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (± 3– 4 mmHg). Dengan adanya alveolus. b. yaitu: . Respirasi / Pernapasan Dada Bagian tubuh yang berperan dalam pernapasan dada. luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.Tulang rusuk terangkat ke atas . Bronkus (cabang batang tenggorokan) Bronkus berjumlah sepasang. Bronkus mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. lembap. dan berlekatan erat dengan kapilerkapiler darah. Bronkiolus Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. yang satu menuju ke paru- paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus. Bronkus yang ke kiri lebih panjang dan sempit serta kedudukannya lebih mendatar daripada yang ke kanan. C. pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.

sehingga rongga dada membesar dan menurunkan tekanan udara di paru-paru Pada saat ekspirasi otot-otot diafragma berelaksasi dengan cara mengendur dan cenderung melengkung ke atas.Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan. Sebaliknya. tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan menyebabkan rongga dada dan volume paru-paru membesar. tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih tinggi karena volume rongga dada maupun rongga paru-paru mengecil. yaitu: .Diafragma datar . ketika ekspirasi otot interkostalis internal berelaksasi sehingga tulang-tulang rusuk menjad turun dan volume rongga dada pun menurun. Inspirasi dimulai dari otot interkostalis eksterna yang berkontraksi. Inspirasi dimuali abdomen bergerak ke arah luar sebagai akibat berkontraksinya otot diafragma yang turun ke bawah secara mendatar..Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.Otot difragma pada perut mengalami kontraksi . Akibatnya. . Pernapasan dada atau costal breathing. Respirasi / Pernapasan Perut Bagian tubuh yang berperan pada pernapasan perut. 2. Pernapasan perut atau diaphragmatic breathing. Akibatnya.