You are on page 1of 77

Laboratorium Pengendalian Proses

Semester V 2016/2017

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENDALIAN LEVEL

Pembimbing : Yuliani HR, S.T., M.Eng
Kelas/Kelompok : 3A/ I (Satu)
Tanggal praktikum : 18 Oktober – 1 November 2016

Nama Anggota Kelompok
Reski Yunita Apriana ( 331 14 003 )
Nurhikma ( 331 14 005 )
Fitrah Nurul Imtinan ( 331 14 008 )
Muhammad Junaedi Aras ( 331 14 010 )
Sofyiani Insanil Kamiliah ( 331 14 013 )
Gleny Yulien Picarima ( 331 14 025 )

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2016

I. JUDUL PERCOBAAN: PENGENDALIAN LEVEL

II. TUJUAN PERCOBAAN:
 Mengetahui jenis pengendali (controller, level switch, dan differensial switch)
terhadap kinerja SOL 1 (manual, otomatis, dan off) pada perubahan set point.
 Mengetahui pengaruh 3 variable pengendali (proposional band (PB), intergral
(I), dan derivatif (D)).
 Mengetahui perbedaan system pengendali inflow dan system pengendali
outflow serta melakukan optimasi.
III. ALAT DAN BAHAN:
a. Alat:
 Serangkaian alat pengendalian level
 Seperangkat komputer
b. Bahan:
 Air

IV. DASAR TEORI
Proses operasi dalam industri kimia bertujuan untuk mengoperasikan
rangkaian peralatan sehingga proses dapat berjalan sesuai dengan satuan operasi
yang berlaku. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan pengendalian. Hal
yang perlu diperhatikan dalam proses operasi teknik kimia seperti suhu (T),
tekanan (P), laju alir (F), tinggi permukaan cairan (L), komposisi (C), pH, dan lain
sebagainya. Peranan pengendalian proses pada dasarnya adalah mencapai tujuan
proses agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Ketinggian suatu cairan merupakan salah satu hal yang harus dikendalikan
dalam suatu industri kimia. Apabila ketinggian cairan tidak dikendalikan maka
proses dalam industri akan terganggu. Jika ketinggian cairan melebihi ketinggian
yang diinginkan maka akan terjadi overflow atau cairan akan meluap sehingga
mengganggu atau dapat merusak alat-alat lain dan jika ketinggian cairan kurang
dari ketinggian yang diinginkan maka proses tidak akan bekerja. Oleh karena itu
ketinggian suatu cairan harus dikendalikan dalam suatu industri.

Jenis-jenis variable yang berperan dalam sistem pengendalian, yaitu:
1) Process Variable (PV) adalah besaran fisik atau kimia yang menunjukkan
keadaan sistem proses yang dikendalikan agar nilainya tetap atau berubah
mengikuti alur tertentu (variable terkendali).
2) Manipulated Variable (MV) adalah variable yang digunakan untuk
melakukan koreksi atau mengendalikan PV (variable pengendali).
3) Set Point (SP) adalah nilai variable proses yang diinginkan (nilai acuan).
4) Gangguan (w) adalah variable masukan yang mampu mempengaruhi nilai PV
tetapi tidak digunakan untuk mengendalikan.
5) Variabel keluaran tak dikendalikan adalah variable yang menunjukkan
keadaan sistem proses tetapi tidak dikendalikan secara langsung.

A. Pengendalian Proses
Pengendalian proses adalah bagian dari pengendalian automik yang
diterapkan di bidang teknologi proses untuk menjaga kondisi proses agar sesuai
dengan yang diinginkan. Seluruh komponen yang terlibat dalam pengendalian
proses disebut sistem pengendalian atau sistem control.

Langkah-langkah sistem pengendalian proses adalah sebagai berikut:
1. Mengukur
Tahap pertama dari langkah pengendalian adalah mengukur atau mengamati
nilai variable proses.
2. Membandingkan
Hasil pengukuran atau pengamatan variable proses (nilai terukur) dibandingkan
dengan nilai acuan (set point).
3. Mengevaluasi
Perbedaan antara nilai terukur dan nilai acuan dievaluasi untuk menentukan
langkah atau cara melakukan koreksi atas perbedaan itu.
4. Mengoreksi
Tahap ini bertugas melakukan koreksi variabel proses, agar perbedaan antara
nilai terukur dan nilai acuan tidak ada atau sekecil mungkin.

Hasil evalusi berupa sinyal kendali yang dikirim ke unit kendali akhir. seperti:  DC voltage 0-5 volt  DC current 4-20 mA  Pressure 3-15 psi c. Unit pengendali atau controller atau regulator Unit pengendali atau controller atau regulator yang bertugas membandingkan. Unit kendali akhir Unit kendali akhir yang bertugas menerjemahkan sinyal kendali menjadi aksi atau tindakan koreksi melalui pengaturan variable termanipulasi. mengevaluasi dan mengirimkan sinyal ke unit kendali akhir. 2) Transmitter atau tranducer : bagian yang menghitung variabel proses dan mengubah sinyal dari sensor menjadi sinyal standar atau menghasilkan sinyal proporsional. Unit proses b. dll. venturimeter. orificemeter. Unit ini mengubah error menjadi manipulated variable berupa sinyal. Unit kendali akhir ini terdiri atas: . Unit pengukuran ini terdiri atas: 1) Sensor : elemen perasa (sensing element) yang langsung “merasakan” variable proses. Contoh dari elemen perasa yang banyak dipakai adalah thermocouple. Sinyal ini kemudian dikirim ke unit pengendali akhir (final control element). Unit pengukuran Bagian ini bertugas mengubah nilai variable proses yang berupa besaran fisik atau kimia menjadi sinyal standar (sinyal pneumatic dan sinyal listrik). Sinyal kendali berupa sinyal standar yang serupa dengan sinyal pengukuran. Pada controller biasanya dilengkapi dengan control unit yang berfungsi untuk menentukan besarnya koreksi yang diperlukan. Untuk pelaksanan langkah-langkah pengendalian proses tersebut diperlukan instrumentasi sebagai berikut: a. sensor elektromagnetik. d. Sensor merupakan bagian paling ujung dari sistem/unit pengukuran dalam sistem pengendalian.

Range dari batas atas dan batas bawahnya ditentukan oleh ketinggian kedua buah elektroda tadi. Elemen kendali akhir atau final control element: bagian akhir dari sistem pengendalian yang berfungsi untuk mengubah measurement variable dengan cara memanipulasi besarnya manipulated variable yang diperintahkan oleh controller. a. Differential Switch Pengukuran level menggunakan differential switch memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan level switch. Level Switch Pengukuran level menggunakan level switch umumnya digunakan di lapangan dengan prinsip kerja seperti pada sistem pengendali otomatis secara on-off dimana terdapat batas atas dan batas bawah dengan range yang ditentukan. Apabila ketinggian air di bawah level switch ini maka pelampung berada pada batas bawahnya dan ketika ketinggian cairan meningkat maka akan membuat pelampung ini naik hingga batas atasnya. Contoh paling umum dari elemen kendali akhir adalah control valve (katup kendali). dimana batang elektroda yang satu dipasang lebih panjang daripada elektroda yang lainnya dengan beda ketinggian 10 mm. Batas atas dan batas bawah ini ditentukan oleh pelampung yang terbuat dari plastik yang menempel pada batang besi yang ketinggiannya dapat diatur sesuai keinginan. Elemen ini menerima sinyal yang dihasilkan oleh controller dan mengubahnya ke dalam action proporsional ke sinyal penerima. b. bedanya yaitu alat pengukur ketinggiannya. Differential switch terdiri dari dua buah batang elektroda yang dipasang berdekatan. Pengendalian level biasanya digunakan untuk mengendalikan aliran air pada ketinggian tertentu dengan tekanan tertentu pada suatu tabung atau pipa. Metode yang digunakan dalam pengendalian level : a. b. . Actuator atau servo moto r: elemen power atau penggerak elemen kendali akhir. Elektroda yang lebih panjang berfungsi sebagai batas bawah dan elektroda yang lebih pendek berfungsi sebagai batas atasnya.

Berikut adalah gambar dari level switch dan differential switch yang digunakan dalam praktikum: Gambar 1. Mode ini paling sederhana. Controller Unit pengendali atau controller atau regulator yang bertugas membandingkan. Keluaran pengendali hanya memiliki dua kemungkinan nilai. Hasil evalusi berupa sinyal kendali yang dikirim ke unit kendali akhir. Jenis pengendali on-off ini merupakan contoh dari mode pengendali tidak terus menerus (diskontinyu). mengevaluasi dan mengirimkan sinyal ke unit kendali akhir. Sebagai contoh adalah pengendali temperature . B. Pada controller biasanya dilengkapi dengan control unit yang berfungsi untuk menentukan besarnya koreksi yang diperlukan. Tipe-Tipe Pengendalian 1. yaitu nilai maksimum (100%) dan nilai minimum (0%). Sinyal kendali berupa sinyal standar yang serupa dengan sinyal pengukuran. murah dan seringkali bisa dipakai untuk mengendalikan proses- proses yang penyimpanannya dapat ditoleransi. Letak pengendali level switch dan differential switch c. Unit ini mengubah error menjadi manipulated variable berupa sinyal. Pengendali ON-OFF Pengendali yang paling dasar adalah mode on-off atau sering disebut metode dua posisi. Sinyal ini kemudian dikirim ke unit pengendali akhir (final control element).

Pada saat tinggi air tepat mencapai R pompa berhenti. Air dalam tangki secara terus menerus dikeluarkan dengan laju tetap. Mekanisme pengendali ini mudah dipahami bila ditinjau pengatur tinggi air dalam tangki. Apabila permukaan air turun melebihi titik acuan R. Peristiwa ini disebut cycling atau osilasi. dan proses di atas berulang lagi.  Selalu terjadi cycling (perubahan periodic pada nilai PV)  Cocok dipakai untuk respon PV yang lambat  Tidak cocok jika terdapat waktu mati.Akibat terjadi pengosongan tangki. ruangan dengan memakai AC. Respon Pengendali :  Hanya memiliki dua nilai keluaran. maksimum (100%) atau minimum (0%). maka sensor tinggi air akan memberi sinyal bahwa terjadi penurunan permukaan air melebihi batas. Pengendali dua posisi pada proses pengendalian tinggi air. setrika listrik menggunakansakelar temperature. Dengan demikian pompa akan selalu matihidup secara periodik seiring dengan perubahan tinggi permukaan air. air akan masuk ke tangki dan permukaan air akan naik kembali. Gambar 2. Sinyal ini masuk ke pengendali dan pengendali memerintah pompa untuk bekerja. . Dengan bekerjanya pompa.

Pemakaian pengendali proporsional selalu menghasilkan offset. Offset berarti pengendali mempertahankan nilai PV pada suatu harga yang berbeda dengan setpoint. Faktor kelipatan disebut gain pengendali (Kc). e + Uo Keterangan : U = Keluaran pengendali (sinyal kendali). Persamaan matematika : U = Kc . Gambar 3. Kc = Proportional gain (gain pengendali) e = Error (SP – PV) Uo = bisa. Osilasi pada variabel proses (PV) Keterangan gambar: y = sinyal pengukuran tinggi air u = sinyal kendali ke pompa 1. Pengendali proporsional hanya dapat digunakan untuk proses yang dapat menerima offset. Respon proporsional merupakan dasar pengendali PID. yaitu nilai sinyal kendali saat tidak ada error (e = 0) . Pengendali Proporsional Proporsional adalah persen perubahan sinyal kendali sebanding dengan persen perubahan sinyal pengukuran. Offset muncul dalam usaha pengendali mempertahankan keseimbangan massa dan/atau energi. Pengendali proporsional sebanding dengan error-nya. Dengan kata lain sinyal kendali merupakan kelipatan sinyal pengukuran.

Tanggapan loop terbuka pengendali proporsional Gambar 4. Persamaan pengendali PI: 𝐊𝐜 𝐔 = 𝐊𝐜. 𝛆 + ∫ 𝛆. Respon Pengendali Proporsional 2. 𝐝𝐭 + 𝐔𝐨 𝛕𝐢 Keterangan : ti = waktu integral (integral action) . Istilah gain pengendali biasanya dinyatakan dalam proportional band (PB) 𝟏𝟎𝟎 𝐊𝐜 = 𝐏𝐁 Harga PB berkisar 0 – 500. offset semakin kecil yang sesuai dengan proses dengan kapasitas besar. Pengendali Proportional Integral Penambahan fungsi aksi integral pada pengendali proporsional adalah menghilangkan offset dengan tetap mempertahankan respons. Pada pengendali proporsional-integral sistem pengendali cenderung mudah osilasi. PB pada dasarnya menunjukkan persentasi rentang PV yang dapat dikendalikan atau range error maksimum sebagai masukan pengendali yang dapat menyebabkan pengendali memberikan keluaran dengan range maksimum. Semakin sempit proportional band. sehingga PB perlu lebih besar. waktu mati kecil sehingga dapat memakai proportional band yang sempit.

Respon loop terbuka Pengendali Proporsional-Integral (PI) Catatan :  Waktu integral tidak boleh lebih kecil dibanding waktu mati proses sebab valve akan mencapai batas sebelum pengukuran (PV) dapat dibawa kembali ke setpoint. Aksi integral dapat dinyatakan dalam menit per-pengulangan (waktu integral) atau pengulangan per-menit (konstanta integral). Aksi integral merespons besar dan lamanya error.  Ketika aksi integral diterapkan pada sistem pengendalian yang memiliki error dalam waktu yang lama. 3. Aksi derivarif bertujuan mempercepat respons perubahan PV dan memperkecil overshoot. . Pengendali Proporsional Integral Differential (PID) Kelambatan akibat aksi integral dapat dihilangkan dengan menambah aksi aksi derivative pada pengendali proporsional integral (PI) sehingga menghasilkan jenis pengendali proporsional-integral-derivatif (PID). Persamaan: 𝟏 𝐊𝐢 = = 𝐤𝐨𝐧𝐬𝐭𝐚𝐧𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐚𝐥 (𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐞𝐧𝐢𝐭) 𝛕𝐢 Gambar 4. namun sistem ini sangat peka terhadap gangguan bising (noise). misalnya proses batch. Respon loop terbuka pengendali proporsional integral (PI) pada gambar di bawah ini. maka aksi integral akan mengemudikan sinyal kendali kearah keluaran maksimum menghasilkan integral resr wind-up atrau ke arah minimum (integral reset wind-down).

Respons steep loop terbuka pengendali (PID) Sifat-sifat pengendali proporsional-integral-derivatif (PID) yaitu tanggapan cepat dan amplitude osilasi kecil (lebih stabil). namun tidak dapat digunakan pada proses dengan waktu mati dominant. + 𝐔𝐨 𝐝𝐭 Keterangan : d = waktu derivative (menit) Gambar 6. Model pengendali PD sesuai untuk proses multikapasitas. Sistem ini sangat cocok pada proses yang memiliki konstanta waktu jauh lebih besar dibanding waktu mati. 𝛕𝐝. proses batch dan proses lain yang memiliki tanggapan lambat. 4. penambahan aksi derivative dapat memperbaiki kualitas pengendalian. Pengendalian Proporsional Derivativ (PD) Pengendali proporsional-derivatif (PD) banyak menimbulkan masalah sehingga model pengendali ini hamper tidak pernah dipakai di industri karena kepekaan terhadap noise dan tidak sesuai untuk proses dengan waktu dominan. tidak terjadi offset dan peka terhadap noise. Persamaan standar pengendali proporsional-integral-derivatif (PID) 𝐝𝛆 𝐔 = 𝐊𝐜. sebab adanya keterlambatan (lag) respons pengukuran. Persamaan standar pengendali proporsional-derivatif (PD) . 𝛆 + 𝐊𝐜. penambahan aksi derivative dapat menyebabkan ketidakstabilan.

Metode ini dilakukan dengan cara mengecilkan nilai gain dari harga terkecil sampai satu nilai tertentu sehingga didapat respon yang berosilasi dan mempunyai decay ratio ¼. Metode Osilasi teredam (Damped Ossilation Method) Metode ini didasarkan pada respon proses yang mempunyai decay ratio ¼ pada suatu sistem tertutup yang hanya menggunakan aksi proporsional. diantaranya adalah: a. . Respons steep loop terbuka pengendali (PD) Pengendali proporsional derivative (PD) tanggapan cepat terhadap respons dengan overshoot kecil namun sangat peka terhadap noise. 𝛆 + 𝐊𝐜. 𝐝𝛆 𝐔 = 𝐊𝐜. + 𝐔𝐨 𝐝𝐭 Gambar 7. 𝛕𝐝. C. Penentuan Parameter Pengendali Optimum (Optimum Control Setting) Ada banyak cara yang digunakan untuk menentukan nilai parameter pengendali optimum pada sistem pengendali.

Final Value of response Respon Time Gambar 8. Metode Loop Tuning (Continous–Cycling Method) Metode penyetelan dengan menggunakan metode loop tuning pada dasarnya adalah penyetelan secara eksperimen untuk mendapatkan suatu nilai konstanta kritis atau penguat ultimat (gain ultimat) pada kontroller yang hanya menggunakan aksi proportional dalam siklus pengendali tertutup (closed loop sistem). Untuk mendapatkan . Respon proses pada kondisi kritis atau kondisi ultimat Pada kondisi respon proses yang berisolasi secara continue waktu tiap periode kritis dapat dihitung dengan mengambil titik sembarang dari satu puncak ke puncak berikutnya (lihat gambar di atas).1. Gambar Respon proses Respon pada proses metode ¼ decay ratio osilasi teredam b.5. Kondisi dimana sistem berosilasi secara terus menerus yang disebabkan oleh nilai penguatan proporsional yang digunakan disebut gain ultimate (Ku) dan besarnya perioda yang terjadi tiap cycle disebut ultimate periode (Pu).4. CM PU Csp t Gambar 1. Penyetelan dilakukan secara coba–coba dengan cara merubah nilai gain secara selangkah demi selangkah. Respon proses pada kondisi kritis atau kondisi ultimat Gambar 9. sampai didapatkan respon dari sistem yang berosilasi secara terus menerus.

45 Ku Pu /1. Tanggapan Proses Loop Terbuka .parameter yang optimum maka Ziegler Nichlos telah menetapkan sesuai dengan tabel berikut ini. Nilai Pengendali Aksi Kontrol Kc Ti Td P 0. - P+I 0. Tanggapan Proses Loop terbuka Gambar 10. Tabel 1.6.50 Ku . Pada saat mulai untuk metode ini. Nilai variabel kontrol saat dilakukan gangguan dan setelah mencapai nilai jenuh diukur atau dicatat (jika menggunakan recorder). Pengesetan parameter pengendali menurut metode Ziegler Nichols.6.2 - P+I+D 0.0 Pu /8 c. Selang waktu yang dibutuhkan tepat saat gangguan dilakukan dan saat tercapainya nilai baru yang jenuh merupakan penjumlahan dari waktu mati (TAD) dan waktu naik (Ta) secara keseluruhan. Pendekatan dasarnya yaitu didasarkan pada respon transient suatu proses akibat adanya suatu perubahan step input pada suatu rangkaian terbuka (open loop). bisaanya dilakukan gangguan terhadap proses yaitu dengan cara melakukan perubahan step terhadap output kontroller sebesar M%. serta waktu yang dibutuhkan proses untuk mencapai nilai jenuh yang baru. Metode Kurva Reaksi (Reaction Curve Method) Metode ini juga dikembangkan oleh Ziegler Nichlos dan sering disebut dengan metoda reaksi proses. dibawah ini : CM CP M% t TAD t Ta Gambar 1. Tanggapan proses untuk loop terbuka diperlihatkan pada gambar 1.60 Ku Pu /2.

Gc Gv Gp Gt = 0. amplitude puncak gelombang berikutnya adalah seperempat amplitude sebelumnya. Pada gain pengendali yang besar (proportional band terlalu kecil) dapat menyebabkan sistem berosilasi meskipun memiliki tanggapan cepat. sistem pengendalian harus menghasilkan operasi yang stabil. Sebaliknya jika gain terlalu kecil.5 Dengan G adalah gain. elemen kendali akhir.TAD   9  20TaD / Ta 1. Dinamika elemen kendali akhir dan transmitter bisaanya diabaikan terhadap dinamika proses. Artinya.Ta  4 TAD  32  6TaD / Ta 4  TAD TAD Us.Ta  P+I+D 13  8TaD / Ta 11  2 TaD / Ta Dalam kondisi normal.TAD  3 4. sehingga hanya memiliki nilai Kv dan Kt.Ta  TAD  1 Us. Berdasarkan hasil dan respon proses tersebut diatas maka COHEN & COONS menetapkan nilai – nilai parameter pengendali seperti tabel berikut : Dimana Us = penguatan sistem = Cp/M% Metode Penyetelan Kontroller Kontroller Kc TI TD 1. telah dibakukan criteria Redaman Seperempat Amplitude.Ta  30  3TaD / Ta P+I TAD Us. Kalaupun kembali ke nilai yang dikehendaki.Ta  TAD 9  20TaD / Ta Us.Ta  P 1.9  6. penyimpangan variabel proses terlalu besar.Ta  5 TAD  6  2TaD / Ta P+D  4  6.V. Artinya pengendali mampu mengembalikan penyimpangan variabel proses ke nilai yang diinginkan dengan sesedikit mungkin overshoot dan osilasi. indeks C.P.TAD   1. Ini terjadi jika gain total pada periode osilasi. proses dan transmitter.T berturut-turut menunjukkan pengendali. akan membutuhkan waktu yang lama.TAD  3.Ta  TAD  0. Dengan . Untuk mendapatkan kompromi antara kecepatan dan kestabilan sistem.

Jika pengendali proporsional tidak mencukupi. Penggunaan pengendali dua posisi. Oleh sebab itu tekanan gas dan tinggi permukaan cairan jarang dikendalikan dengan PI. maka persamaan di atas menjadi. Gc Gps = 0. Jenis ini dapat digunakan jika :  Offset dapat diterima dengan Kc (atau PB) yang moderat atau jika PB besar  Sistem operasi memiliki aksi integrasi. contoh tekanan gas dan tinggi permukaan cairan dan sistem proses memiliki tanggapan lambat hingga sedang.  Sistem proses yang tidak dapat membolehkan adanya offset. Jenis ini dapat digunakan jika :  Variabel proses memiliki tanggapan yang cepat. contoh laju alir. Pengendali proporsional. . perlu digunakan pengendali proporsional – integral. sehingga jika prosesnya cepat. jenis ini digunakan jika pengendali dua posisi tidak mencukupi. jenis ini dapat digunakan jika:  Variabel proses tidak memerlukan ketelitian tinggi  Cycling pada variable proses dapat diterima dan laju perubahan variable proses lambat. penambahan aksi integral masih tetap memuaskan. 2. Teknik pemilihan dan penerapan jenis pengendali sebagai berikut: 1. Sebab aksi integral memperlambat tanggapan.5 Di sini Gps = Kv Gp Kt yaitu gain sistem proses termasuk elemen kendali akhir dan transmitter. untuk mecapai hal tersebut maka perlu dilakukan pemilihan jenis pengendali yang tepat dan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan operasi. Pemilihan Jenis Pengendali Hakikat utama pengendalian proses adalah mempertahankan nilai variable proses agar sesuai dengan kebutuhan operasi. 3. memasukkan gain keduanya ke dalam dinamika proses. D.

dan pH. Jenis ini dapat digunakan jika sistem proses memiliki tanggapan lambat. komposisi. 5. penambahan derivative dapat membantu. waktu mati cukup kecil (tidak dominant) dan tidak ada noise. Padahal variable proses di industri hampir selalu mengandung noise. contoh suhu. Adanya aksi derivative mempercepat tanggapan.4. Namun demikian jika diinginkan memakai PB yang kecil sementara overshoot diharapkan tetap kecil. Jika pengendali PI tidak mencukupi. Pengendali jenis proporsional-derivatif (PD) hampir tidak pernah digunakan di industri. Pengendali PD cocok dipakai untuk proses batch dan multikapasitas dengan catatan noise tidak ada. offset tidak diperbolehkan. . tetapi sangat peka terhadap noise. perlu digunakan pengendali proporsional integral derivatif (PID).

SECTION 1 (INFLOW) 1) Pengendalian Level Mode Controller a) Menyalakan computer dan perangkat alat pengendalian level. lalu klik ikon “GO” untuk memulai data logging. pilih Section 1: Level Control (Inflow). g) Jika selesai mengambil data pilih “STOP”. c) Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. i) Mengatur set point yang diinginkan (75%). dan diset “Manual Output” menjadi 80%. j) Mengklik “Apply” lalu klik ikon “GO” untuk memulai data logging.V. h) Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel. PROSEDUR KERJA A. c) Pada software PCT40. dan diset “Manual Output” menjadi 80%. 2) Pengendalian Level Mode Level Switch a) Pada software PCT40 di komputer. f) Mengklik “Apply”. l) Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel. d) Memilih ikon pada tab menu untuk menampilkan layar diagram pengendalian level. k) Jika selesai mengambil data pilih “STOP”. pilih Section 1: Level Control (Inflow). g) Membuka katub SOL 1 dan SOL 2. b) Pada kotak On/Off-Solenoid 1. f) Memastikan air yang masuk ke tangki sudah lancar kemudian mengosongkan air yang ada di dalam tangki. e) Mengatur set point yang diinginkan (75%). m) Melakukan prosedur yang sama untuk mode “Manual” dan “Off”. lalu pada jendela PID controller pilih “Automatic”. e) Mencocokkan hubungan selang dengan gambar yang terlihat pada diagram (SOL 1). pilih “Level (Float) Switch”. h) Mengklik “Control”. . b) Menyalakan kran air. d) Membuka katub SOL 2.

Klik apply kemudian ok f. d) Mengatur set point yang diinginkan (75%). h) Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel. Mengatur Pb dengan nilai 2 % dan setpoint 190 mm sampai didapatkan nilai level air yang konstan (dalam hal ini kita tetap memulai dengan pb 0% . Melakukan hal yang sama untuk PB 4% dan 10 % dengan setpoint masing-masing 205 mm dan 220 mm . Pada layar monitor computer dipilih aplikasi PCT 40 Armfield b. PSV diatur 100. g) Jika selesai mengambil data pilih “STOP”. SECTION 2 (INFLOW) a. dan rangkaian lainnya d. klik load c. Diklik control dan diatur set point 100 dipilih mode operesi automatic e. setpoint 175 mm h. e) Mengklik “Apply”. c) Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. Klik “Go” lalu proses dijalankan i. pilih Section 1: Level Control (Inflow). b) Pada kotak On/Off-Solenoid 1. Pilih section 2. pilih “Differential Level Switch”. i) Melakukan prosedur yang sama untuk mode “Manual” dan “Off”. dan diset “Manual Output” menjadi 80%. dibuka katup SOL2 (gangguan) g. Selang dipasang sesuai gambar. f) Membuka katup SOL 2. B. 3) Pengendalian Level Mode Differential Level Switch a) Pada software PCT40 di komputer. lalu klik ikon “GO” untuk memulai data logging. Penentuan PB a. i) Melakukan prosedur yang sama untuk mode “Manual” dan “Off”.

j) Melakukan hal yang sama untuk integral time 2 s dan 3 s dengan setpoint masing masing 240 dan 260 mm c. Penetuan derivative time a) Pada layar monitor computer dipilih aplikasi PCT 40 Armfield b) Pilih section 2. klik load c) Selang dipasang sesuai gambar. dibuka katup SOL2 (gangguan) g) Mengatur Pb dengan nilai 2 % h) Mengatur IT dengan nilai 3 s i) Mengatur derivative time 2 s dan setpoint 200 mm sampai didapatkan nilai level air yang konstan j) Melakukan hal yang sama untuk DT 4 s. klik load c) Selang dipasang sesuai gambar. dan rangkaian lainnya d) Diklik control dan diatur set point 100 dipilih mode operesi automatic e) Klik apply kemudian ok f) PSV diatur 100. dan rangkaian lainnya d) Diklik control dan diatur set point 100 dipilih mode operesi automatic e) Klik apply kemudian ok f) PSV diatur 100.b. 6 s dengan setpoint 220 dan 240 mm . dibuka katup SOL2 (gangguan) g) Mengatur Pb dengan nilai 2 % h) Mengatur integral time 1 s dan setpoint 220 mm sampai didapatkan nilai level air yang konstan i) Klik “Go” lalu proses dijalankan. Penentuan Integral Time a) Pada layar monitor computer dipilih aplikasi PCT 40 Armfield b) Pilih section 2.

Menghitung nilai PID dari osilasi yang diperoleh j. Dari nilai PID yang diperoleh.  Mengatur nilai PSV sebanyak 97%. klik load c.  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging.  Mengatur set point yang diinginkan. . i.  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller.  Jika selesai mengambil data pilih “STOP”. SECTION 3 (OUTFLOW) 1) Simulasi Secara Manual  Pada software PCT40. Kemudian mengklik “OK”. dan rangkaian lainnya d. Klik apply kemudian ok f. Pada layar monitor computer dipilih aplikasi PCT 40 Armfield b.  Membuka katup di bawah tangki level sebagai gangguan.  Memilih kolom pengendalian di kiri atas pada “controller” sistem. PSV diatur 100. Diklik control dan diatur set point 100 dipilih mode operesi automatic e. Simulasi dan optimasi section 2 a. d. dibuka katup SOL2 (gangguan) g. Selang dipasang sesuai gambar.  Katub SOL 2 akan secara otomatis terbuka. k. C. Klik stop jika osilasi yang konstan didapat.  Memilih tampilan grafik pada tab menu untuk melihat grafik respon yang terbentuk. Klik stop untuk menghentikan proses. Pilih section 2.  Memilih “Control” di bawah tangki level. Klik “Go” lalu proses dijalankan hingga terbentuk osilasi secara konstan sebanyak tiga lembah dan tiga puncak h. pilih Section 3.  Data diambil hingga terbentuk dua puncak dan dua lembah yang sama. Klik “Go” dan proses dijalankan sampai mencapai set point yang konstan l. dilakukan optimasi.

Kemudian mengklik “OK”. I t . Kemudian mengklik ”Save”. D 3 6  Memasukkan nilai-nilai optimal yang diperoleh dan menetapkan nilai set point yang diinginkan.  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. 3) Simulasi  Pada software PCT40.  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging.  Menghentikan proses setelah terjadi osilasi respon yang sama.  Nilai awal untuk P. “Apply” dan “OK”.  Mengatur set point yang diinginkan.  Mengatur set point yang diinginkan. ”Apply”.  Mengklik ikon ”GO” untuk memulai data logging. . Kemudian mengklik “Save”.  Klik ikon ”STOP” untuk mengakhiri data. pilih Section 3. I.  Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel.  Mengamati dan tunggu hingga kondisi steady baru tercapai.  Mengatur nilai PSV sebanyak 97% dan meperkirakan set point yang tepat agar terbentuk osilasi yang sama.  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. 2) Optimasi Parameter PID-Controller Secara Manual  Memilih “Control” di bawah tangki level untuk membuka jendela PID Controller. dan ”OK”.  Memilih “Control” di bawah tangki level.  Memberikan gangguan dengan membuka katup di bawah tangki level.  Menentukan jarak puncak atas dan puncak bawah sebagai y dan waktu yang dibutuhkan dari puncak ke puncak sebagai t.  Membuat gambar kurva antara waktu vs level.dan D dapat ditentukan sebagai berikut: L t P .

dan D dapat ditentukan sebagai berikut: L t P . 4) Optimasi Parameter PID-Controller  Memilih “Control” di bawah tangki level untuk membuka jendela PID Controller.  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller.  Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel.  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging.  Menghentikan proses setelah terjadi osilasi respon yang sama. “Apply” dan “OK”.  Jika selesai mengambil data pilih “STOP”.  Menentukan jarak puncak atas dan puncak bawah sebagai y dan waktu yang dibutuhkan dari puncak ke puncak sebagai t.  Memilih kolom pengendalian di kiri atas pada “controller” sistem.  Membuat gambar kurva antara waktu vs level.  Katub SOL 2 akan secara otomatis terbuka. ”Apply”.  Mengatur set point yang diinginkan. . D 3 6  Memasukkan nilai-nilai optimal yang diperoleh dan menetapkan nilai set point yang diinginkan. dan ”OK”.  Membuka katup di bawah tangki level sebagai gangguan  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging. I. I t . Kemudian mengklik “Save”.  Memberikan gangguan dengan tetap membuka katup di bawah tangki level hasil simulasi.  Nilai awal untuk P.  Mengklik ikon ”GO” untuk memulai data logging. Kemudian mengklik ”Save”.  Memilih tampilan grafik pada tab menu untuk melihat grafik respon yang terbentuk.  Data diambil hingga terbentuk dua puncak dan dua lembah yang sama.

 Menyimpan data yang telah diperoleh ke dalam bentuk excel.  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. pilih Section 4 (outflow).  Klik ikon ”STOP” untuk mengakhiri data.  Memilih kolom pengendalian di kiri atas pada “controller” sistem.  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging.  Memilih ikon “GO” untuk memulai data logging.  Menentukan jarak puncak atas dan puncak bawah sebagai y dan waktu yang dibutuhkan dari puncak ke puncak sebagai t.  Katup SOL 2 akan secara otomatis terbuka.  Jika selesai mengambil data pilih “STOP”. D 3 6 .  Nilai awal untuk P.  Memilih “Control” di bawah tank level.  Mengatur set point yang diinginkan. SECTION 4 (OUTFLOW) a) Simulasi  Pada software PCT40 di komputer. I. I t .  Membuat gambar kurva antara waktu vs level.  Membuka kran di bawah tangki level ½ putaran. Kemudian mengklik “OK”.  Mengatur set point yang diinginkan. b) Optimasi Parameter PID-Controller  Memilih “Control” di bawah tank level. Kemudian mengklik “Save”.dan D dapat ditentukan sebagai berikut: L t P .  Memilih “Automatic” pada jendela PID Controller. D. “Apply” dan “OK”.  Mengamati dan tunggu hingga kondisi steady baru tercapai.  Menghentikan proses setelah terjadi osilasi respon yang sama.  Memilih tampilan grafik pada tab menu untuk melihat grafik respon yang terbentuk.

dan ”Save”. GAMBAR RANGKAIAN ALAT Gambar 11. VI. ”Apply”. Kemudian mengklik ”Save”.  Memberikan gangguan dengan menggunakan pompa.  Mengetikkan nilai-nilai optimal yang diperoleh dan menetapkan nilai set point yang diinginkan.  Mengklik ikon ”GO” untuk memulai data logging. Rangkaian alat pengendali level .  Klik ikon ”STOP” untuk mengakhiri data.  Mengamati dan tunggu hingga kondisi steady baru tercapai.

SECTION 1 a) Controller Level Flowrate Solenoid Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Level Differential 1 2 3 Point Output Time Switch Level L1 F1 Switch [mm] [ml/min] [On/Off] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 00:00 92 759 1 1 On On Off 100 100 00:05 96 760 1 1 On On Off 100 100 00:10 100 757 1 1 On On Off 100 100 00:15 104 755 1 1 On On Off 100 100 00:20 108 607 1 1 Off On Off 100 0 00:25 111 231 1 1 Off On Off 100 0 00:30 111 1 1 1 Off On Off 100 0 00:35 111 1 1 1 Off On Off 100 0 00:40 111 1 1 1 Off On Off 100 0 00:45 111 1 1 1 Off On Off 100 0 00:50 111 1 1 1 Off On Off 100 0 00:55 111 1 1 1 Off On Off 100 0 01:00 109 1 1 1 Off On Off 100 0 01:05 108 1 1 1 Off On Off 100 0 01:10 106 1 1 1 Off On Off 100 0 01:15 105 1 1 1 Off On Off 100 0 01:20 104 1 1 1 Off On Off 100 0 01:25 102 1 1 1 Off On Off 100 0 01:30 101 1 1 1 Off On Off 100 0 01:35 99 1 1 1 Off On Off 100 0 01:40 98 0 1 1 Off On Off 100 0 01:45 97 1 1 1 Off On Off 100 0 01:50 95 1 1 1 Off On Off 100 0 01:55 94 1 1 1 Off On Off 100 0 02:00 93 376 1 1 On On Off 100 100 02:05 95 754 1 1 On On Off 100 100 02:10 98 757 1 1 On On Off 100 100 02:15 101 755 1 1 On On Off 100 100 02:20 104 755 1 1 On On Off 100 100 02:25 106 755 1 1 On On Off 100 100 02:30 108 381 1 1 Off On Off 100 0 02:35 108 4 1 1 Off On Off 100 0 02:40 106 1 1 1 Off On Off 100 0 02:45 105 1 1 1 Off On Off 100 0 02:50 104 1 1 1 Off On Off 100 0 02:55 102 1 1 1 Off On Off 100 0 03:00 101 1 1 1 Off On Off 100 0 03:05 99 1 1 1 Off On Off 100 0 03:10 98 1 1 1 Off On Off 100 0 .VII. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN A.

03:15 96 1 1 1 Off On Off 100 0 03:20 95 1 1 1 Off On Off 100 0 03:25 94 75 1 1 On On Off 100 100 03:30 94 454 1 1 On On Off 100 100 03:35 96 758 1 1 On On Off 100 100 03:40 99 757 1 1 On On Off 100 100 03:45 102 757 1 1 On On Off 100 100 03:50 104 756 1 1 On On Off 100 100 03:55 107 608 1 1 Off On Off 100 0 04:00 108 298 1 1 On On Off 100 50 4:05 108 445 1 1 On On Off 150 50 4:10 110 754 1 1 On Off Off 150 50 4:15 113 754 1 1 On Off Off 150 50 4:20 117 753 1 1 On Off Off 150 50 4:25 122 753 1 1 On Off Off 150 50 4:30 126 751 1 1 On Off Off 150 50 4:35 130 749 1 1 On Off Off 150 50 4:40 134 747 1 1 On Off Off 150 50 4:45 139 747 1 1 On Off Off 150 50 4:50 143 749 1 1 On Off Off 150 50 4:55 147 747 1 1 On Off Off 150 50 5:00 152 744 1 1 On Off Off 150 50 5:05 156 743 0 1 On Off Off 150 50 5:10 160 742 0 1 On Off Off 150 50 5:15 164 741 0 1 On On Off 150 50 5:20 167 741 0 1 On On Off 150 50 5:25 170 740 0 1 On On Off 150 50 5:30 172 739 0 1 On On Off 150 50 5:35 175 738 0 1 On On Off 150 50 5:40 177 738 0 1 On On Off 150 50 5:45 180 738 0 1 On On Off 150 50 5:50 182 735 0 1 On On Off 150 50 5:55 185 735 0 1 On On Off 150 50 6:00 187 734 0 1 On On Off 150 50 6:05 189 735 0 1 On On On 150 50 6:10 189 738 0 1 On On On 150 50 6:15 187 739 0 1 On On On 150 50 6:20 186 738 0 1 On On On 150 50 6:25 184 739 0 1 On On On 150 50 6:30 183 740 0 1 On On On 150 50 6:35 181 740 0 1 On On On 150 50 6:40 180 740 0 1 On On On 150 50 6:45 179 741 0 1 On On On 150 50 6:50 177 667 0 1 Off On On 150 1 6:55 174 297 0 1 Off On On 150 1 7:00 169 1 0 1 Off On On 150 1 7:05 165 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:10 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:15 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:20 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 .

7:25 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:30 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:35 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:40 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:45 163 1 0 1 Off Off Off 150 1 7:50 163 1 0 1 Off On Off 150 1 7:55 162 1 0 1 Off On Off 150 1 8:00 161 1 0 1 Off On Off 150 1 8:05 159 1 1 1 Off On Off 150 1 8:10 157 1 1 1 Off On Off 150 1 8:15 156 1 1 1 Off On Off 150 1 8:20 154 1 1 1 Off On Off 150 1 8:25 151 1 1 1 Off On Off 150 1 8:30 146 1 1 1 Off On Off 150 1 8:35 134 1 1 1 Off On Off 150 1 8:40 121 1 1 1 Off On Off 150 1 8:45 108 1 1 1 Off On Off 150 1 8:50 95 1 1 1 Off On Off 150 1 8:55 84 1 1 1 Off On Off 150 1 9:00 79 1 1 1 Off On Off 150 1 9:05 77 1 1 1 Off On Off 150 1 9:10 75 1 1 1 Off On Off 150 1 9:15 74 1 1 1 Off On Off 150 1 Grafik 1 : Untuk Pengendali Controller Level (mm) vs Elapsed Time 200 180 160 140 120 Level (mm) 100 80 60 Automatis 40 Manual (controller output = 50) 20 off 0 0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 6:00 7:12 8:24 9:36 10:48 Elapsed Time .

b) Level switch Level Flowrate Solenoid Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Level Differential 1 2 3 Point Output Time Switch Level L1 F1 Switch [mm] [ml/min] [On/Off] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 00:01 83 760 1 1 On Off Off 100 100 00:06 88 759 1 1 On Off Off 100 100 00:11 92 760 1 1 On Off Off 100 100 00:16 96 757 1 1 On Off Off 100 100 00:21 100 754 1 1 On Off Off 100 100 00:26 105 755 1 1 On Off Off 100 100 00:31 109 754 1 1 On Off Off 100 0 00:36 113 753 1 1 On Off Off 100 0 00:41 117 753 1 1 On Off Off 100 0 00:46 122 751 1 1 On Off Off 100 0 00:51 126 751 1 1 On Off Off 100 0 00:56 130 751 1 1 On Off Off 100 0 01:01 134 748 1 1 On Off Off 100 0 01:06 138 748 1 1 On On Off 100 0 01:11 141 750 1 1 On On Off 100 0 01:16 144 750 1 1 On On Off 100 0 01:21 146 749 1 1 On On Off 100 0 01:26 149 747 1 1 On On Off 100 0 01:31 151 743 1 1 On On Off 100 0 01:36 154 744 1 1 On On Off 100 0 01:41 157 672 0 1 Off On Off 100 0 01:46 158 374 1 1 On On Off 100 0 01:51 158 298 0 1 Off On Off 100 0 01:56 158 298 1 1 On On Off 100 0 02:01 158 299 0 1 Off On Off 100 0 02:06 158 299 1 1 On On On 100 0 02:11 156 448 1 1 On On On 100 0 02:16 155 743 1 1 On On On 100 0 02:21 154 743 1 1 On On On 100 0 02:26 153 746 1 1 On On On 100 0 02:31 152 747 1 1 On On On 100 0 02:36 151 746 1 1 On On On 100 0 02:41 150 745 1 1 On On On 100 0 02:46 149 746 1 1 On On On 100 0 02:51 148 746 1 1 On On On 100 0 02:56 148 746 1 1 On On Off 100 0 03:01 149 744 1 1 On On Off 100 0 03:06 151 744 1 1 On On Off 100 0 03:11 154 745 1 1 On On Off 100 0 03:16 156 745 0 1 Off On Off 100 0 03:21 158 375 0 1 Off On Off 100 0 03:26 158 298 0 1 Off On Off 100 0 03:31 158 297 0 1 Off On Off 100 0 03:36 157 222 1 1 On On Off 100 0 03:41 158 445 0 1 Off On Off 100 0 03:46 158 225 0 1 Off On Off 100 0 03:51 157 296 1 1 On On Off 100 0 03:56 158 445 1 1 On On On 100 0 04:01 157 521 1 1 On On On 100 0 04:06 155 742 1 1 On On Off 100 0 .

04:11 156 743 1 1 On On Off 100 0 04:16 158 448 0 1 Off On Off 100 0 04:21 158 296 1 1 On On Off 100 0 04:26 158 296 0 1 Off On Off 100 0 04:31 158 297 1 1 On On Off 100 0 Gambar 2 : Untuk Pengendali Level Switch Level (mm) vs Elapsed Time 180 160 140 120 Level (mm) 100 80 60 40 20 0 0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 Elapsed Time c. Differential Level Switch Level Flowrate Solenoid Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Level Differential 1 2 3 Point Output Time Switch Level L1 F1 Switch [mm] [ml/min] [On/Off] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 00:00 175 738 0 1 On Off Off 100 0 00:05 180 738 0 1 On Off Off 100 0 00:10 184 740 0 1 On Off Off 100 0 00:15 188 738 0 1 On Off Off 100 0 00:20 192 736 0 1 On Off Off 100 0 00:25 197 735 0 1 On Off Off 100 0 00:30 201 734 0 1 On Off Off 100 0 00:35 205 732 0 1 On Off Off 100 0 00:40 209 730 0 1 On Off Off 100 0 00:45 214 729 0 1 On Off Off 100 0 00:50 218 729 0 1 On Off Off 100 0 00:55 222 730 0 1 On Off Off 100 0 01:00 226 513 0 0 Off Off Off 100 0 01:05 228 148 0 0 Off Off Off 100 0 01:10 228 1 0 0 Off Off Off 100 0 .

01:15 228 1 0 0 Off Off Off 100 0 01:20 228 3 0 0 Off On Off 100 0 01:25 226 3 0 0 Off On Off 100 0 01:30 224 1 0 0 Off On Off 100 0 01:35 222 1 0 0 Off On Off 100 0 01:40 220 1 0 0 Off On Off 100 0 01:45 219 219 0 1 On On Off 100 0 01:50 219 583 0 1 On On Off 100 0 01:55 221 728 0 1 On On Off 100 0 02:00 223 727 0 1 On On Off 100 0 02:05 226 728 0 1 On On Off 100 0 02:10 227 513 0 0 Off On Off 100 0 02:15 227 149 0 0 Off On Off 100 0 02:20 225 1 0 0 Off On Off 100 0 02:25 223 1 0 0 Off On Off 100 0 02:30 221 1 0 0 Off On Off 100 0 02:35 219 146 0 1 On On Off 100 0 02:40 219 510 0 1 On On Off 100 0 02:45 221 729 0 1 On On Off 250 100 02:50 223 729 0 1 On On Off 250 100 02:55 225 729 0 1 On On Off 250 100 03:00 227 585 0 0 Off On Off 250 100 03:05 227 220 0 0 Off On Off 250 100 03:10 226 1 0 0 Off On Off 250 50 03:15 224 1 0 0 Off On Off 250 1 03:20 222 1 0 0 Off On Off 250 100 03:25 220 145 0 1 On Off Off 250 100 03:30 220 509 0 1 On Off Off 250 100 03:35 224 727 0 1 On Off Off 250 100 03:40 227 437 0 0 Off Off Off 250 100 03:45 229 75 0 0 Off Off Off 250 100 03:50 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 03:55 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:00 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:05 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:10 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:15 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:20 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:25 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:30 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:35 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:40 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:45 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 04:50 229 1 0 0 Off Off Off 250 100 .

Grafik 3 : Untuk Pengendali Differential Level Switch Level (mm) vs Elapsed Time 270 250 230 210 Level (mm) 190 set point 100 170 150 set point 250 130 110 90 70 0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 6:00 Elapsed Time B. Variasi Porporsional Band (0.4. Integral Time = 0. Derivative Time = 0. Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Proportional Set Controller Elapsed Position 2 3 Band Point Output Time L1 F1 P [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [%] [mm] [%] 00:01 158 497 100 On Off 0 175 100 00:06 159 498 100 On Off 0 175 100 00:11 160 499 100 On Off 0 175 100 00:16 161 500 100 On Off 0 175 100 00:21 162 499 100 On Off 0 175 100 00:26 163 497 100 On Off 0 175 100 00:31 164 497 100 On Off 0 175 100 00:36 165 498 100 On Off 0 175 100 00:41 166 498 100 On Off 0 175 100 00:46 167 497 100 On Off 0 175 100 00:51 168 496 100 On Off 0 175 100 00:56 169 496 100 On Off 0 175 100 01:01 170 497 100 On Off 0 175 100 01:06 171 497 100 On Off 0 175 100 01:11 172 495 100 On Off 0 175 100 01:16 173 494 100 On Off 0 175 100 01:21 174 495 100 On Off 0 175 100 . SECTION 2 1. 2. Gangguan = Sol 2.10).

01:26 175 495 100 On Off 0 175 100 01:31 176 494 100 On Off 0 175 100 01:36 177 495 100 On Off 0 175 100 01:41 178 495 100 On Off 0 175 100 01:46 179 494 100 On Off 0 175 100 01:51 180 493 100 On Off 0 175 100 01:56 181 492 100 On Off 0 175 100 02:01 181 365 0 On Off 0 175 0 02:06 181 120 0 On Off 0 175 0 02:11 179 1 0 On Off 0 175 0 02:16 178 1 0 On Off 0 175 0 02:21 176 1 0 On Off 0 175 0 02:26 174 1 0 On Off 0 175 0 02:31 172 1 0 On Off 0 175 0 02:36 170 1 0 On Off 0 175 0 02:41 168 5 100 On Off 0 175 100 02:46 167 228 100 On Off 0 175 100 02:51 167 448 100 On Off 0 175 100 02:56 168 450 100 On Off 0 175 100 03:01 169 450 100 On Off 0 175 100 03:06 169 449 100 On Off 0 175 100 03:11 170 450 100 On Off 0 175 100 03:16 171 451 100 On Off 0 175 100 03:21 172 452 100 On Off 0 175 100 03:26 172 451 100 On Off 0 175 100 03:31 173 450 100 On Off 0 175 100 03:36 174 450 100 On Off 0 175 100 03:41 174 450 100 On Off 0 175 100 03:46 175 450 100 On Off 0 175 100 03:51 176 450 100 On Off 0 175 100 03:56 177 450 100 On Off 0 175 100 04:01 177 449 100 On Off 0 175 100 04:06 178 449 100 On Off 0 175 100 04:11 179 450 100 On Off 0 175 100 04:16 179 448 100 On Off 0 175 100 04:21 180 448 100 On Off 0 175 100 04:26 181 448 100 On Off 0 175 100 04:31 181 378 0 On Off 0 175 0 04:36 181 155 0 On Off 0 175 0 04:41 179 1 0 On Off 0 175 0 04:46 178 1 0 On Off 0 175 0 04:51 176 1 0 On Off 0 175 0 04:56 174 1 0 On Off 0 175 0 05:01 172 1 0 On Off 0 175 0 05:06 170 1 0 On Off 0 175 0 05:11 168 26 100 On Off 0 175 100 05:16 167 242 100 On Off 0 175 100 05:21 167 435 100 On Off 0 175 100 05:26 168 439 100 On Off 0 175 100 05:31 169 439 100 On Off 0 175 100 .

73763 07:41 178 215 99 On Off 2 190 98.73763 06:56 178 214 100 On Off 2 190 100 07:01 178 303 100 On Off 2 190 100 07:06 178 402 100 On Off 2 190 100 07:11 178 369 99 On Off 2 190 98.958333 07:21 178 264 100 On Off 2 190 100 07:26 178 306 100 On Off 2 190 100 07:31 178 402 100 On Off 2 190 100 07:36 178 328 98 On Off 2 190 97.958333 07:16 178 327 99 On Off 2 190 98.772135 09:31 181 304 99 On Off 4 205 99.161784 09:41 181 353 99 On Off 4 205 98.958333 06:51 178 292 98 On Off 2 190 97.551432 .958333 07:46 178 268 100 On Off 2 190 100 07:51 178 381 100 On Off 2 190 100 07:56 178 402 100 On Off 2 190 100 08:01 178 327 98 On Off 2 190 97.73763 08:31 178 195 100 On Off 4 205 100 08:36 177 303 100 On Off 4 205 100 08:41 178 404 100 On Off 4 205 100 08:46 178 404 100 On Off 4 205 100 08:51 178 404 100 On Off 4 205 100 08:56 179 402 100 On Off 4 205 100 09:01 179 401 100 On Off 4 205 100 09:06 180 401 100 On Off 4 205 100 09:11 180 403 100 On Off 4 205 100 09:16 180 403 100 On Off 4 205 100 09:21 181 402 100 On Off 4 205 100 09:26 181 384 100 On Off 4 205 99.05:36 169 438 100 On Off 0 175 100 05:41 170 438 100 On Off 2 190 100 05:46 171 438 100 On Off 2 190 100 05:51 171 437 100 On Off 2 190 100 05:56 172 437 100 On Off 2 190 100 06:01 173 439 100 On Off 2 190 100 06:06 173 439 100 On Off 2 190 100 06:11 174 437 100 On Off 2 190 100 06:16 174 437 100 On Off 2 190 100 06:21 175 437 100 On Off 2 190 100 06:26 176 438 100 On Off 2 190 100 06:31 176 437 100 On Off 2 190 100 06:36 177 438 100 On Off 2 190 100 06:41 178 439 100 On Off 2 190 100 06:46 178 399 99 On Off 2 190 98.161784 09:36 181 305 99 On Off 4 205 99.73763 08:06 178 198 100 On Off 2 190 100 08:11 178 274 100 On Off 2 190 100 08:16 178 403 100 On Off 2 190 100 08:21 178 401 100 On Off 2 190 100 08:25 178 326 98 On Off 2 190 97.

551432 10:21 181 333 99 On Off 4 205 98.941081 10:31 181 259 99 On Off 4 205 99.09:46 181 333 99 On Off 4 205 98.161784 12:51 181 341 99 On Off 4 205 99.551432 10:26 181 330 98 On Off 4 205 97.772135 11:51 181 327 100 On Off 4 205 100 11:56 181 377 100 On Off 4 205 100 12:01 181 379 100 On Off 4 205 99.772135 11:21 181 308 99 On Off 4 205 99.161784 12:11 181 300 100 On Off 4 205 99.551432 10:16 181 333 99 On Off 4 205 98.161784 12:56 181 368 99 On Off 4 205 99.772135 12:26 181 318 99 On Off 4 205 99.161784 13:36 181 305 99 On Off 4 205 99.161784 11:45 181 313 100 On Off 4 205 99.161784 11:26 181 277 100 On Off 4 205 99.161784 12:36 181 344 99 On Off 4 205 98.161784 12:31 181 305 99 On Off 4 205 99.772135 11:31 181 332 100 On Off 4 205 100 11:36 181 360 100 On Off 4 205 99.161784 13:46 181 328 99 On Off 4 205 98.161784 13:21 181 333 100 On Off 4 205 99.772135 12:16 181 343 100 On Off 4 205 99.551432 10:01 181 333 99 On Off 4 205 98.161784 13:01 181 328 99 On Off 4 205 98.551432 09:51 181 333 99 On Off 4 205 98.772135 12:06 181 302 99 On Off 4 205 99.551432 13:51 181 305 99 On Off 4 205 99.772135 11:40 181 345 99 On Off 4 205 99.551432 10:06 181 333 99 On Off 4 205 98.161784 13:41 181 360 99 On Off 4 205 99.551432 12:46 181 317 99 On Off 4 205 99.772135 12:21 181 361 100 On Off 4 205 99.551432 13:06 181 305 99 On Off 4 205 98.161784 10:36 181 240 100 On Off 4 205 100 10:41 180 343 100 On Off 4 205 100 10:46 181 397 100 On Off 4 205 100 10:51 181 398 100 On Off 4 205 100 10:56 181 316 99 On Off 4 205 99.772135 13:31 181 322 99 On Off 4 205 99.161784 11:00 181 300 100 On Off 4 205 99.772135 13:26 181 352 100 On Off 4 205 99.772135 11:06 181 331 100 On Off 4 205 100 11:11 181 380 100 On Off 4 205 100 11:16 181 381 100 On Off 4 205 99.161784 .551432 13:11 181 313 99 On Off 4 205 99.161784 13:16 181 333 99 On Off 4 205 99.551432 10:11 181 333 99 On Off 4 205 98.551432 12:41 181 321 99 On Off 4 205 98.551432 09:56 181 333 99 On Off 4 205 98.

772135 14:01 181 331 100 On Off 4 205 100 14:06 181 359 100 On Off 4 205 99.844401 16:56 161 340 99 On Off 10 220 98.332682 16:16 160 342 100 On Off 10 220 99.332682 16:31 160 305 99 On Off 10 220 99.115885 15:00 172 19 80 On Off 10 220 79.961589 15:31 162 89 96 On Off 10 220 96.13:56 181 308 100 On Off 4 205 99.772135 14:21 181 324 100 On Off 4 205 100 14:25 181 269 65 On Off 10 220 65.820964 17:51 160 336 100 On Off 10 220 99.088542 17:16 160 248 100 On Off 10 220 100 17:21 160 305 100 On Off 10 220 100 17:26 160 396 100 On Off 10 220 100 17:31 160 376 100 On Off 10 220 99.60026 17:06 161 287 99 On Off 10 220 98.78776 15:26 163 73 94 On Off 10 220 93.332682 16:11 160 295 99 On Off 10 220 99.590495 15:20 165 38 91 On Off 10 220 90.332682 17:41 160 285 100 On Off 10 220 99.838542 14:40 178 133 70 On Off 10 220 69.373698 14:35 179 113 68 On Off 10 220 67.942057 14:56 173 19 77 On Off 10 220 77.844401 17:01 161 322 99 On Off 10 220 98.397135 14:31 180 106 66 On Off 10 220 66.332682 16:26 160 318 99 On Off 10 220 99.402995 15:36 161 141 98 On Off 10 220 98.088542 16:46 161 319 99 On Off 10 220 98.172526 15:16 166 40 89 On Off 10 220 88.161784 14:15 181 290 100 On Off 4 205 99.576823 18:01 160 297 99 On Off 10 220 99.557292 15:06 170 15 83 On Off 10 220 82.820964 16:05 160 325 99 On Off 10 220 99.791667 14:45 177 64 72 On Off 10 220 71.332682 16:36 161 337 99 On Off 10 220 99.332682 16:41 161 350 99 On Off 10 220 99.332682 .820964 17:36 160 317 99 On Off 10 220 99.576823 17:46 160 286 100 On Off 10 220 99.111979 15:41 160 166 100 On Off 10 220 100 15:46 159 286 100 On Off 10 220 100 15:51 159 398 100 On Off 10 220 100 15:56 160 398 100 On Off 10 220 100 16:01 160 381 100 On Off 10 220 99.60026 17:11 160 247 99 On Off 10 220 99.820964 17:56 160 373 100 On Off 10 220 99.97526 15:10 168 10 85 On Off 10 220 85.744792 14:50 175 36 74 On Off 10 220 73.576823 16:21 160 319 99 On Off 10 220 99.844401 16:51 161 326 99 On Off 10 220 98.772135 14:10 181 343 99 On Off 4 205 99.

60026 18:46 161 323 99 On Off 10 220 98.332682 Keterangan : PB 0 = Merah PB 2 = Biru PB 4 = Kuning PB 10 = Hijau Grafik 4 : Untuk Variasi Nilai PB 225 210 PB = 0 PB = 2 PB = 4 195 PB = 10 180 165 150 0:00 4:48 9:36 14:24 19:12 0:00 .60026 18:51 161 323 99 On Off 10 220 98.60026 19:00 161 266 99 On Off 10 220 98.088542 18:16 161 316 99 On Off 10 220 98.332682 18:11 161 350 99 On Off 10 220 99.844401 18:21 161 320 99 On Off 10 220 98.18:06 160 306 99 On Off 10 220 99.60026 19:06 160 200 99 On Off 10 220 99.844401 18:26 161 338 99 On Off 10 220 98.60026 18:41 161 321 99 On Off 10 220 98.844401 18:31 161 320 99 On Off 10 220 98.60026 18:36 161 311 99 On Off 10 220 98.60026 18:56 161 323 99 On Off 10 220 98.

Proposional Band = 2 .respon = (205-181)mm = 24 mm  PB 4  ε = setpoint.3.respon = (190-178)mm = 12 mm  PB 4 ε = setpoint. Gangguan sol 2 atau sol 3 Level (mm) vs Elapsed Time 260 240 220 200 Level (mm) 180 I=1s I=3s 160 I=5s 140 120 100 00:00 14:24 28:48 43:12 57:36 12:00 26:24 40:48 55:12 Elapsed Time .respon = (220-160)mm = 60 mm 2. Nilai ε untuk masing-masing nilai PB  PB 2 ε = setpoint. Variasi Integral Time (1. Derivative Time = 0 .5 ).

Variasi Derivative Time (2.3.6). Gangguan sol 2 atau 3 Level (mm) vs Elapsed Time 250 200 150 Level (mm) D=2s 100 D=4s D=6s 50 0 00:00 14:24 28:48 43:12 57:36 12:00 Elapsed Time . Proposional Band = 2 . 4. Integral Time = .

Simulasi Section 2 (Gangguan Sol 2. PB=0 .4. D = 0) Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Position 2 3 Point Output Time L1 F1 [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 00:01 17 196 100 On Off 75 100 00:06 18 448 100 On Off 75 100 00:11 21 503 100 On Off 75 100 00:16 22 506 100 On Off 75 100 00:21 24 507 100 On Off 75 100 00:26 26 503 100 On Off 75 100 00:31 28 502 100 On Off 75 100 00:36 30 505 100 On Off 75 100 00:41 32 502 100 On Off 75 100 00:46 34 502 100 On Off 75 100 00:51 36 502 100 On Off 75 100 00:56 38 502 100 On Off 75 100 01:01 40 503 100 On Off 75 100 01:06 42 505 100 On Off 75 100 01:11 44 504 100 On Off 75 100 01:16 45 502 100 On Off 75 100 01:21 47 500 100 On Off 75 100 01:26 49 497 100 On Off 75 100 01:31 51 499 100 On Off 75 100 01:36 52 502 100 On Off 75 100 01:41 54 502 100 On Off 75 100 01:46 56 500 100 On Off 75 100 01:51 58 499 100 On Off 75 100 01:56 59 499 100 On Off 75 100 02:01 61 499 100 On Off 75 100 02:06 63 499 100 On Off 75 100 02:11 64 500 100 On Off 75 100 02:16 66 499 100 On Off 75 100 02:21 68 499 100 On Off 75 100 02:26 69 499 100 On Off 75 100 02:31 71 498 100 On Off 75 100 02:36 73 497 100 On Off 75 100 02:41 74 496 100 On Off 75 100 02:46 76 497 100 On Off 75 100 02:51 77 499 100 On Off 75 100 02:56 79 498 100 On Off 75 100 03:01 81 497 100 On Off 75 100 03:06 82 368 0 On Off 75 0 03:11 82 122 0 On Off 75 0 03:16 81 1 0 On Off 75 0 03:21 80 1 0 On Off 75 0 03:26 78 1 0 On Off 75 0 03:31 77 1 0 On Off 75 0 03:36 76 1 0 On Off 75 0 03:41 75 1 0 On Off 75 0 03:46 73 1 0 On Off 75 0 03:51 72 1 0 On Off 75 0 03:56 71 1 0 On Off 75 0 04:01 70 1 0 On Off 75 0 04:06 68 75 100 On Off 75 100 . Control = PSV. I = 0 .

04:11 68 308 100 On Off 75 100
04:16 69 467 100 On Off 75 100
04:21 71 469 100 On Off 75 100
04:26 72 469 100 On Off 75 100
04:31 74 467 100 On Off 75 100
04:36 75 468 100 On Off 75 100
04:41 76 468 100 On Off 75 100
04:46 78 467 100 On Off 75 100
04:51 79 466 100 On Off 75 100
04:56 80 467 100 On Off 75 100
05:01 82 348 0 On Off 75 0
05:06 82 114 0 On Off 75 0
05:11 81 1 0 On Off 75 0
05:16 79 1 0 On Off 75 0
05:21 78 1 0 On Off 75 0
05:26 77 1 0 On Off 75 0
05:31 75 1 0 On Off 75 0
05:36 74 1 0 On Off 75 0
05:41 73 1 0 On Off 75 0
05:46 72 1 0 On Off 75 0
05:51 70 1 0 On Off 75 0
05:56 69 1 0 On Off 75 0

Grafik 7 : Simulasi Section 2

Level (mm) vs Elapsed Time
90
80
70
60
Level (mm)

50
40
30
20
10
0
0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 6:00 7:12
Elapsed Time

𝑦 (82 − 68) 𝑡 115 𝑃𝐵
= = = 4.67 ; 𝐼 = (301 − 186) = 115 ; 𝐷 = = = 19.17
3 3 6 6
Catatan :
 y merupakan jarak antara titik puncak dari bukit (3:06,82) dengan titik
terendah dari lembah yang berdekatan (4:06,68).
 t merupakan jarak antara dua titik puncak yang berdekatan (5:01,82)

Hasil Optimasi Section 2

Level PSV Solenoid Solenoid Proportional Integral Derivative Set Controller
Elapsed
Position 2 3 Band Time Time Point Output
Time
L1 P I D
[mm] [%] [On/Off] [On/Off] [%] [s] [s] [mm] [%]

00:01 17 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:05 18 10 On Off 4.67 115 19.17 75 10.269363
00:10 19 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:15 19 88 On Off 4.67 115 19.17 75 87.640706
00:20 20 72 On Off 4.67 115 19.17 75 72.097728
00:25 21 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:30 22 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:35 23 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:40 23 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:45 24 97 On Off 4.67 115 19.17 75 97.39498
00:50 25 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
00:55 26 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:00 28 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:05 29 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:10 31 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:15 33 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:20 35 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:25 36 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:30 38 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:35 40 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:40 42 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:45 43 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:50 45 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
01:55 47 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100

02:00 48 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:05 49 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:10 50 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:15 51 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:20 53 81 On Off 4.67 115 19.17 75 80.5089
02:25 53 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:30 54 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:35 56 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:40 57 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:45 57 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:50 58 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
02:55 59 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:00 59 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:05 60 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:10 61 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:15 62 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:20 63 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:25 64 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:30 65 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:35 65 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:40 66 93 On Off 4.67 115 19.17 75 93.371085
03:45 66 93 On Off 4.67 115 19.17 75 92.8483
03:50 66 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
03:55 67 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
04:00 67 88 On Off 4.67 115 19.17 75 88.143235
04:05 67 88 On Off 4.67 115 19.17 75 87.62045
04:10 68 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
04:15 68 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100
04:20 68 96 On Off 4.67 115 19.17 75 95.960574

438169 04:35 69 100 On Off 4.073608 05:30 71 100 On Off 4.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.17 75 100 06:40 75 100 On Off 4.17 75 59.67 115 19.17 75 100 05:40 71 59 On Off 4.67 115 19.67 115 19.17 75 100 .04:25 68 100 On Off 4.17 75 100 05:35 71 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100 06:30 75 63 On Off 4.67 115 19.67 115 19.17 75 100 05:10 70 100 On Off 4.17 75 100 06:45 75 100 On Off 4.67 115 19.17 75 100 04:30 68 83 On Off 4.67 115 19.17 75 100 05:20 71 100 On Off 4.17 75 100 04:45 69 81 On Off 4.17 75 100 05:00 70 79 On Off 4.17 75 100 05:55 72 100 On Off 4.17 75 75.17 75 100 04:40 69 100 On Off 4.17 75 63.67 115 19.67 115 19.17 75 100 04:55 69 100 On Off 4.17 75 100 06:20 75 65 On Off 4.67 115 19.17 75 100 05:15 70 100 On Off 4.67 115 19.049552 06:35 75 100 On Off 4.67 115 19.17 75 78.17 75 100 06:15 74 100 On Off 4.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.17 75 81.17 75 100 05:50 72 100 On Off 4.347029 04:50 69 100 On Off 4.67 115 19.733104 05:05 70 100 On Off 4.17 75 64.67 115 19.17 75 100 05:25 71 75 On Off 4.17 75 68.477168 05:45 72 100 On Off 4.800187 06:05 73 100 On Off 4.67 115 19.67 115 19.67 115 19.17 75 83.17 75 100 06:10 74 100 On Off 4.17 75 100 06:00 73 69 On Off 4.617907 06:25 75 100 On Off 4.

67 115 19.17 75 98.880272 08:06 75 99 On Off 4.67 115 19.67 115 19.824661 08:10 75 100 On Off 4.733293 08:01 75 99 On Off 4.67 115 19.67 115 19.17 75 99.67 115 19.06:51 75 99 On Off 4.67 115 19.67 115 19.67 115 19.67 115 19.378268 07:25 75 100 On Off 4.17 75 99.17 75 98.67 115 19.67 115 19.17 75 98.67 115 19.719856 07:41 75 98 On Off 4.17 75 100 08:15 75 100 On Off 4.17 75 90.17 75 91.343676 07:45 75 100 On Off 4.17 75 100 08:50 75 60 On Off 4.17 75 100 07:10 75 100 On Off 4.510691 08:41 75 99 On Off 4.365341 08:25 75 99 On Off 4.67 115 19.337072 08:30 75 100 On Off 4.411658 .67 115 19.17 75 99.67 115 19.17 75 98.17 75 99.67 115 19.67 115 19.17 75 99.17 75 100 08:35 75 87 On Off 4.17 75 86.355577 07:21 75 99 On Off 4.67 115 19.17 75 100 07:56 75 92 On Off 4.17 75 99.17 75 100 07:30 75 100 On Off 4.344497 07:00 75 99 On Off 4.352699 07:05 75 100 On Off 4.937562 06:55 75 98 On Off 4.67 115 19.67 115 19.86902 07:50 75 100 On Off 4.17 75 82.67 115 19.67 115 19.17 75 60.67 115 19.17 75 100 07:35 75 91 On Off 4.17 75 100 07:16 75 82 On Off 4.405477 08:45 75 100 On Off 4.17 75 98.17 75 100 08:21 75 99 On Off 4.67 115 19.

Simulasi Secara Manual Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Position 2 3 Point Output Time L1 F1 [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 0:00 69 282 97 On Off 75 100 0:05 69 283 97 Off Off 75 0 0:10 69 283 97 Off Off 75 0 0:15 70 282 97 Off Off 75 0 0:20 71 282 97 Off Off 75 0 0:25 73 283 97 Off Off 75 0 0:30 74 283 97 Off Off 75 0 0:35 75 283 97 Off Off 75 0 0:40 77 283 97 Off Off 75 0 0:45 78 283 97 Off Off 75 0 0:50 80 283 97 Off Off 75 0 0:55 81 281 97 Off Off 75 0 1:00 82 282 97 On Off 75 100 1:05 82 283 97 On Off 75 100 1:10 82 283 97 On Off 75 100 1:15 82 281 97 On Off 75 100 1:20 81 281 97 On Off 75 100 1:25 81 282 97 On Off 75 100 1:30 80 281 97 On Off 75 100 1:35 80 282 97 On Off 75 100 .Grafik 8 : Hasil Optimasi Section 2 Level (mm) vs Elapsed Time 80 70 60 50 Level (mm) 40 30 20 10 0 0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 6:00 7:12 8:24 Elapsed Time C. SECTION 3 1.

1:40 79 282 97 On Off 75 100 1:45 78 282 97 On Off 75 100 1:50 78 283 97 On Off 75 100 1:55 77 282 97 On Off 75 100 2:00 76 283 97 On Off 75 100 2:05 76 283 97 On Off 75 100 2:10 75 281 97 On Off 75 100 2:15 75 281 97 On Off 75 100 2:20 74 281 97 On Off 75 100 2:25 73 282 97 On Off 75 100 2:30 73 283 97 On Off 75 100 2:35 72 283 97 On Off 75 100 2:40 71 283 97 On Off 75 100 2:45 71 283 97 On Off 75 100 2:50 70 282 97 On Off 75 100 2:55 70 283 97 On Off 75 100 3:00 69 283 97 On Off 75 100 3:05 69 283 97 Off Off 75 0 3:10 69 284 97 Off Off 75 0 3:15 69 284 97 Off Off 75 0 3:20 70 282 97 Off Off 75 0 3:25 72 283 97 Off Off 75 0 3:30 73 283 97 Off Off 75 0 3:35 74 283 97 Off Off 75 0 3:40 76 282 97 Off Off 75 0 3:45 77 281 97 Off Off 75 0 3:50 78 281 97 Off Off 75 0 3:55 79 282 97 Off Off 75 0 4:00 81 284 97 Off Off 75 0 4:05 82 283 97 On Off 75 100 4:10 82 282 97 On Off 75 100 4:15 82 282 97 On Off 75 100 4:20 82 281 97 On Off 75 100 4:25 81 281 97 On Off 75 100 4:30 81 283 97 On Off 75 100 4:35 80 282 97 On Off 75 100 4:40 80 281 97 On Off 75 100 4:45 79 282 97 On Off 75 100 4:50 79 281 97 On Off 75 100 4:55 78 280 97 On Off 75 100 5:00 77 282 97 On Off 75 100 5:05 77 283 97 On Off 75 100 5:10 76 283 97 On Off 75 100 5:15 76 283 97 On Off 75 100 5:20 75 283 97 On Off 75 100 5:25 75 283 97 On Off 75 100 5:30 74 283 97 On Off 75 100 5:35 74 282 97 On Off 75 100 5:40 73 283 97 On Off 75 100 5:45 73 285 97 On Off 75 100 .

33 .82) dengan titik terendah dari lembah yang berdekatan (3:10.  t merupakan jarak antara dua titik puncak yang berdekatan (4:25. 𝐷 = = = 31.69). 5:50 72 283 97 On Off 75 100 5:55 72 283 97 On Off 75 100 6:00 71 283 97 On Off 75 100 6:05 71 283 97 On Off 75 100 6:10 70 283 97 On Off 75 100 6:15 70 283 97 On Off 75 100 6:20 69 282 97 On Off 75 100 6:25 69 283 97 Off Off 75 0 6:30 69 285 97 Off Off 75 0 6:35 70 283 97 Off Off 75 0 6:40 71 282 97 Off Off 75 0 6:45 73 283 97 Off Off 75 0 6:50 74 283 97 Off Off 75 0 Grafik 9 : Simulasi Section 3 Secara Manual Level (mm) vs Elapsed Time 90 80 Level (mm) 70 60 0:00 1:12 2:24 3:36 4:48 6:00 7:12 8:24 Elapsed Time 𝑦 (82 − 69) 𝑡 190 𝑃𝐵 = = = 4. 𝐼 = (265 − 75) = 190.82) .7 3 3 6 6 Catatan :  y merupakan jarak antara titik puncak dari bukit (1:15.

33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 01:51 65 407 97 Off Off 4.7 75 0 00:56 40 412 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 01:06 45 412 97 Off Off 4.7 75 0 00:36 31 413 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 01:31 56 409 97 Off Off 4.7 75 0 01:01 42 412 97 Off Off 4.7 75 0 00:11 20 406 97 Off Off 4.7 75 0 01:46 63 408 97 Off Off 4.7 75 0 00:46 35 412 97 Off Off 4.7 75 0 01:16 49 409 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 01:11 47 410 97 Off Off 4.7 75 0 01:41 60 409 97 Off Off 4.7 75 0 00:16 22 408 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 00:06 18 309 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 00:31 29 412 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.Hasil Optimasi Secara Manual Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Proportional Integral Derivative Set Controller Elapsed Position 2 3 Band Time Time Point Output Time L1 F1 P I D [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [%] [s] [s] [mm] [%] 00:01 17 107 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 00:51 38 412 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 00:26 27 412 97 Off Off 4.7 75 0 01:21 51 409 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 00:41 33 412 97 Off Off 4.7 75 0 01:26 54 409 97 Off Off 4.7 75 0 01:36 58 409 97 Off Off 4.7 75 0 00:21 24 411 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 .

33 190 31.7 75 0 04:06 74 400 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:56 71 405 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 03:11 74 404 97 Off Off 4.7 75 0 03:36 75 404 97 Off Off 4.7 75 0 03:16 76 404 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:06 72 404 97 Off Off 4.7 75 0 03:51 70 401 97 Off Off 4.33 190 31.01:56 67 406 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:21 78 405 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 .33 190 31.7 75 0 03:46 69 405 97 Off Off 4.7 75 0 02:41 80 406 97 Off Off 4.7 75 0 02:36 82 406 97 Off Off 4.7 75 0 02:46 77 404 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:31 81 404 97 Off Off 4.7 75 0 02:26 80 404 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 02:16 76 407 97 Off Off 4.7 75 0 04:01 72 400 97 Off Off 4.7 75 0 03:06 73 406 97 Off Off 4.7 75 0 04:16 77 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 03:26 78 403 97 Off Off 4.7 75 0 03:41 72 403 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:01 69 404 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 03:21 77 404 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 02:11 74 407 97 Off Off 4.7 75 0 03:01 71 406 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 02:51 73 404 97 Off Off 4.7 75 0 04:11 76 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 03:31 77 403 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 03:56 70 401 97 Off Off 4.33 190 31.

7 75 0 05:01 76 399 97 Off Off 4.7 75 0 04:31 77 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 06:36 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 05:36 73 401 97 Off Off 4.7 75 0 05:11 78 401 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 05:26 75 401 97 Off Off 4.33 190 31.04:21 78 400 97 Off Off 4.7 75 0 05:46 74 399 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 05:21 77 402 97 Off Off 4.7 75 0 06:06 78 401 97 Off Off 4.7 75 0 06:31 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 05:06 77 400 97 Off Off 4.7 75 0 04:36 75 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 06:21 75 402 97 Off Off 4.7 75 0 05:31 74 400 97 Off Off 4.7 75 0 05:51 75 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 06:16 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 06:01 77 401 97 Off Off 4.7 75 0 04:51 73 402 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 05:56 76 401 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 04:41 74 402 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 06:41 75 402 97 Off Off 4.7 75 0 06:11 77 400 97 Off Off 4.7 75 0 05:16 78 402 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 04:46 73 402 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 04:26 78 402 97 Off Off 4.7 75 0 04:56 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 .33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 05:41 73 400 97 Off Off 4.7 75 0 06:26 75 404 97 Off Off 4.

7 75 0 06:51 75 401 97 Off Off 4.33 190 31.7 75 0 07:01 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 07:06 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 Grafik 10 : Hasil Optimasi Section 3 (Manual) Level (mm) vs Elapsed Time 90 80 70 60 Level (mm) 50 40 30 20 10 0 00:00 01:26 02:53 04:19 05:46 07:12 08:38 Elapsed Time .7 75 0 07:26 75 398 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.33 190 31.7 75 0 07:11 75 402 97 Off Off 4.7 75 0 07:21 75 400 97 Off Off 4.33 190 31. 06:46 75 402 97 Off Off 4.33 190 31.33 190 31.7 75 0 06:56 75 401 97 Off Off 4.7 75 0 07:16 75 401 97 Off Off 4.

2. Simulasi section 3 (manual-automatic) Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed Position 2 3 Point Output Time L1 F1 [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] 00:01 56 1 0 Off Off 75 100 00:06 93 1 0 On Off 75 100 00:11 93 1 0 On Off 75 100 00:16 91 1 0 On Off 75 100 00:21 89 1 0 On Off 75 100 00:26 88 1 0 On Off 75 100 00:31 86 1 0 On Off 75 100 00:36 84 1 0 On Off 75 100 00:41 83 1 0 On Off 75 100 00:46 81 1 0 On Off 75 100 00:51 80 1 0 On Off 75 100 00:56 78 1 0 On Off 75 100 01:01 76 1 0 On Off 75 100 01:06 75 1 0 On Off 75 100 01:11 73 1 0 On Off 75 100 01:16 72 1 0 On Off 75 100 01:22 70 1 100 On Off 75 100 01:26 69 201 100 On Off 75 100 01:31 70 448 100 On Off 75 100 01:36 71 497 100 On Off 75 100 01:41 72 499 100 On Off 75 100 01:46 74 498 100 On Off 75 100 01:51 75 497 100 On Off 75 100 01:56 76 497 100 On Off 75 100 02:01 77 497 100 On Off 75 100 02:06 79 495 100 Off Off 75 0 02:11 81 496 100 Off Off 75 0 02:16 83 496 100 On Off 75 100 02:21 84 495 100 On Off 75 100 02:26 86 495 100 On Off 75 100 02:31 87 494 100 On Off 75 100 02:36 88 494 100 On Off 75 100 02:41 89 494 100 On Off 75 100 02:46 90 494 100 On Off 75 100 02:51 91 494 100 On Off 75 100 02:56 93 493 100 On Off 75 100 03:01 94 491 100 On Off 75 100 03:06 95 491 100 On Off 75 100 03:11 96 493 100 On Off 75 100 03:16 97 492 100 On Off 75 100 03:21 98 491 100 On Off 75 100 03:26 99 492 100 On Off 75 100 03:31 100 491 100 On Off 75 100 03:36 101 491 100 On Off 75 100 .

03:41 102 489 100 On Off 75 100 03:46 103 489 100 On Off 75 100 03:51 104 491 100 On Off 75 100 03:56 104 490 100 On Off 75 100 04:01 105 490 100 On Off 75 100 04:06 105 489 100 On Off 75 100 04:11 106 489 100 On Off 75 100 04:16 106 489 100 On Off 75 100 04:21 107 491 100 On Off 75 100 04:26 107 491 100 On Off 75 100 04:31 107 490 100 On Off 75 100 04:36 106 490 100 On Off 75 100 04:41 106 490 100 On Off 75 100 04:46 106 490 100 Off Off 150 0 04:51 107 489 100 Off Off 150 0 04:56 109 489 100 On Off 100 100 05:01 109 488 100 On Off 100 100 05:06 109 487 100 On Off 100 100 05:11 109 490 100 On Off 100 100 05:16 108 489 100 On Off 100 100 05:21 108 488 100 On Off 100 100 05:26 108 488 100 On Off 100 100 05:31 108 489 100 On Off 100 100 05:36 108 490 100 On Off 100 100 05:41 108 489 100 On Off 100 100 05:46 108 489 100 Off Off 125 0 05:51 108 489 100 Off Off 125 0 05:56 110 489 100 Off Off 125 0 06:01 111 487 100 Off Off 125 0 06:06 112 489 100 Off Off 125 0 06:11 114 489 100 Off Off 125 0 06:16 115 489 100 Off Off 125 0 06:21 116 489 100 Off Off 125 0 06:26 117 487 100 Off Off 125 0 06:31 119 487 100 Off Off 125 0 06:36 120 488 100 Off Off 125 0 06:41 122 488 100 Off Off 125 0 06:46 123 486 100 Off Off 125 0 06:51 124 485 100 Off Off 125 0 06:56 125 486 100 Off Off 125 0 07:01 127 488 100 Off Off 125 0 07:06 128 486 100 Off Off 125 0 07:11 129 486 100 Off Off 125 0 07:16 131 485 100 Off Off 125 0 07:21 132 484 100 On Off 125 100 07:26 132 485 100 On Off 125 100 07:31 132 483 100 On Off 125 100 07:36 131 483 100 On Off 125 100 07:41 131 483 100 On Off 125 100 07:46 131 484 100 On Off 125 100 .

07:51 130 483 100 On Off 125 100 07:56 130 484 100 On Off 125 100 08:01 129 486 100 On Off 125 100 08:06 129 486 100 On Off 125 100 08:11 128 486 100 On Off 125 100 08:16 128 486 100 On Off 125 100 08:21 127 484 100 On Off 125 100 08:26 127 486 100 On Off 125 100 08:31 127 486 100 On Off 125 100 08:36 126 483 100 On Off 125 100 08:41 126 483 100 On Off 125 100 08:46 125 484 100 On Off 125 100 08:51 125 485 100 On Off 125 100 08:56 125 483 100 On Off 125 100 09:01 124 481 100 On Off 125 100 09:06 124 482 100 On Off 125 100 09:11 123 483 100 On Off 125 100 09:16 123 482 100 On Off 125 100 09:21 122 482 100 On Off 125 100 09:26 122 481 100 On Off 125 100 09:31 122 479 100 On Off 125 100 09:36 121 480 100 On Off 125 100 09:41 121 480 100 On Off 125 100 09:46 121 480 100 On Off 125 100 09:51 120 480 100 On Off 125 100 09:56 120 479 100 On Off 125 100 10:01 120 480 100 On Off 125 100 10:06 119 480 100 On Off 125 100 10:11 119 479 100 Off Off 125 0 10:16 119 479 100 Off Off 125 0 10:21 120 478 100 Off Off 125 0 10:26 122 478 100 Off Off 125 0 10:31 123 477 100 Off Off 125 0 10:36 124 476 100 Off Off 125 0 10:41 125 475 100 Off Off 125 0 10:46 127 477 100 Off Off 125 0 10:51 128 478 100 Off Off 125 0 10:56 129 477 100 Off Off 125 0 11:01 130 477 100 Off Off 125 0 11:06 132 476 100 On Off 125 100 11:11 132 476 100 On Off 125 100 11:16 132 475 100 On Off 125 100 11:21 131 474 100 On Off 125 100 11:26 131 474 100 On Off 125 100 11:31 130 473 100 On Off 125 100 11:36 129 475 100 On Off 125 100 11:41 129 475 100 On Off 125 100 11:46 128 472 100 On Off 125 100 11:51 128 469 100 On Off 125 100 11:56 127 462 100 On Off 125 100 .

12:01 127 445 100 On Off 125 100 12:06 126 434 100 On Off 125 100 12:11 125 435 100 On Off 125 100 12:16 125 434 100 On Off 125 100 12:21 124 434 100 On Off 125 100 12:26 123 434 100 On Off 125 100 12:31 123 434 100 On Off 125 100 12:36 122 434 100 On Off 125 100 12:41 121 434 100 On Off 125 100 12:46 121 435 100 On Off 125 100 12:51 120 436 100 On Off 125 100 12:56 119 436 100 On Off 125 100 13:01 119 436 100 Off Off 125 0 13:06 119 436 100 Off Off 125 0 13:11 120 435 100 Off Off 125 0 13:16 121 435 100 Off Off 125 0 13:21 122 434 100 Off Off 125 0 13:26 123 434 100 Off Off 125 0 13:31 124 434 100 Off Off 125 0 13:36 125 434 100 Off Off 125 0 13:41 126 433 100 Off Off 125 0 13:46 127 434 100 Off Off 125 0 13:51 128 434 100 Off Off 125 0 13:56 129 432 100 Off Off 125 0 14:01 129 432 100 Off Off 125 0 14:06 130 434 100 Off Off 125 0 14:11 131 434 100 On Off 125 100 14:16 132 434 100 On Off 125 100 14:21 131 432 100 On Off 125 100 14:26 130 433 100 On Off 125 100 14:31 130 434 100 On Off 125 100 .

119).  t merupakan jarak antara dua titik puncak yang berdekatan (14:21.33 .Grafik 11 : Simulasi Section 3 (Manual-Automatic) Level (mm) vs Elapsed Time 140 130 120 110 Level (mm) 100 90 80 70 60 50 00:00 02:53 05:46 08:38 11:31 14:24 17:17 Elapsed Time 𝑦 (132 − 119) 𝑡 185 𝑃𝐵 = = = 4.132) .83 3 3 6 6 Catatan :  y merupakan jarak antara titik puncak dari bukit (11:16. 𝐷 = = = 30.132) dengan titik terendah dari lembah yang berdekatan (13:06. 𝐼 = (861 − 676) = 185.

33 185 30.33 185 30.83 125 0 01:11 123 417 100 Off Off 4.83 125 0 00:26 118 417 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 01:01 122 415 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0 01:21 125 415 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 00:11 117 415 100 Off Off 4.83 125 0 01:51 128 415 100 On Off 4.83 125 0 00:36 120 415 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 00:31 119 417 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.Hasil Optimasi Section 3 (Manual-Automatic) Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Proportional Integral Derivative Set Controller Elapsed Position 2 3 Band Time Time Point Output Time L1 F1 P I D [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [%] [s] [s] [mm] [%] 00:01 116 84 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0 00:06 116 292 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 00:41 120 416 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.33 185 30.044566329 .83 125 0 00:21 118 416 100 Off Off 4.83 125 0 01:16 124 417 100 Off Off 4.83 125 0 01:41 127 415 100 Off Off 4.83 125 0 00:56 122 416 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 00:16 117 416 100 Off Off 4.83 125 0 01:31 126 416 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0.83 125 0 01:36 126 415 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.33 185 30.83 125 0 00:51 121 415 100 Off Off 4.83 125 0 01:46 127 415 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 01:26 125 416 100 Off Off 4.83 125 0 00:46 121 415 100 Off Off 4.83 125 0 01:06 123 416 100 Off Off 4.33 185 30.

33 185 30.33 185 30.441705436 04:01 126 413 100 On Off 4.01:56 128 415 100 On Off 4.33 185 30.33 185 30.33 185 30.33 185 30.33 185 30.33 185 30.33 185 30.422768548 .858316972 02:41 127 415 100 On Off 4.33 185 30.33 185 30.134541891 03:21 127 414 100 On Off 4.33 185 30.435958873 02:21 127 415 100 On Off 4.83 125 1.33 185 30.930328586 02:01 127 412 100 On Off 4.83 125 0 02:31 127 414 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.33 185 30.83 125 0 03:36 127 412 100 On Off 4.822534694 03:41 127 413 100 On Off 4.83 125 0 02:56 127 414 100 On Off 4.467432448 03:01 127 413 100 On Off 4.167567641 02:26 127 415 100 Off Off 4.83 125 0.83 125 0.83 125 0 03:31 126 413 100 Off Off 4.83 125 1.33 185 30.83 125 0 03:56 127 412 100 On Off 4.33 185 30.83 125 0 02:11 127 414 100 Off Off 4.83 125 0.83 125 0 04:11 126 414 100 Off Off 4.018213972 03:46 126 415 100 Off Off 4.33 185 30.47412311 03:26 126 414 100 Off Off 4.33 185 30.576257008 02:46 127 414 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 1.83 125 0 04:16 126 413 100 On Off 4.33 185 30.83 125 0 03:51 126 413 100 Off Off 4.83 125 0 02:16 128 414 100 On Off 4.83 125 0 02:36 127 415 100 On Off 4.83 125 0.33 185 30.83 125 1.83 125 0 02:51 126 413 100 Off Off 4.83 125 1.33 185 30.107341116 02:06 127 413 100 Off Off 4.374217397 03:11 126 414 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 1.83 125 1.33 185 30.83 125 1.83 125 0.33 185 30.057129988 04:06 126 415 100 Off Off 4.83 125 0 03:16 127 414 100 On Off 4.841185495 03:06 127 413 100 On Off 4.83 125 1.83 125 1.33 185 30.33 185 30.83 125 0.

33 185 30.33 185 30.40419805 05:56 126 413 100 On Off 4.83 125 0 04:51 126 415 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0 04:36 126 413 100 On Off 4.758360571 06:21 125 415 100 Off Off 4.83 125 1.33 185 30.83 125 0.33 185 30.33 185 30.33 185 30.83 125 0.33 185 30.193318961 05:01 126 414 100 On Off 4.33 185 30.83 125 0 06:26 125 415 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0.83 125 0 06:11 126 413 100 On Off 4.06100906 06:01 125 415 100 Off Off 4.83 125 0 04:31 126 414 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0.33 185 30.83 125 0 05:36 126 415 100 On Off 4.83 125 0 05:16 126 413 100 On Off 4.83 125 2.83 125 1.991868062 06:41 125 413 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 0 05:51 126 412 100 On Off 4.33 185 30.04:21 126 413 100 On Off 4.33 185 30.33 185 30.83 125 0.83 125 0 05:31 126 413 100 Off Off 4.021107186 04:26 126 414 100 Off Off 4.83 125 0.151706787 05:26 125 412 100 Off Off 4.83 125 0 .772826644 05:41 126 413 100 On Off 4.83 125 1.302821627 05:46 125 413 100 Off Off 4.83 125 1.83 125 0 06:31 126 412 100 On Off 4.83 125 0 04:56 126 414 100 On Off 4.33 185 30.83 125 1.33 185 30.83 125 1.33 185 30.33 185 30.015029545 06:36 126 412 100 On Off 4.668562702 06:16 126 414 100 On Off 4.83 125 0 06:06 125 414 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 1.83 125 1.33 185 30.33 185 30.33 185 30.486769534 04:46 126 415 100 Off Off 4.590957159 05:21 126 412 100 On Off 4.33 185 30.338691613 04:41 126 413 100 On Off 4.33 185 30.33 185 30.337766126 05:06 126 413 100 Off Off 4.83 125 0 05:11 126 412 100 Off Off 4.

33 185 30.33 185 30.325972858 07:16 125 413 100 On Off 4.83 125 1.83 125 0 06:51 126 414 100 On Off 4. 06:46 125 414 100 Off Off 4.33 185 30.33 185 30.678294656 06:56 126 413 100 On Off 4.33 185 30.465878017 Grafik 12 : Hasil Optimasi Section 3 (Manual-Automatic) Level (mm) vs Elapsed Time 140 135 130 125 Level (mm) 120 115 110 105 100 00:00 01:26 02:53 04:19 05:46 07:12 08:38 Elapsed Time .83 125 0 07:31 126 413 100 On Off 4.33 185 30.83 125 0.83 125 0 07:06 125 414 100 Off Off 4.33 185 30.775114836 07:01 125 414 100 Off Off 4.83 125 0 07:11 126 413 100 On Off 4.33 185 30.83 125 1.83 125 0 07:26 125 413 100 Off Off 4.33 185 30.83 125 1.33 185 30.834126348 07:21 125 414 100 Off Off 4.83 125 1.

SECTION 4 Simulasi Section 4 Pump Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Set Controller Elapsed A Position 2 3 Point Output Time Flow L1 F1 Setting [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [mm] [%] [%] 00:01 20 565 100 0 Off Off 75 0 00:06 23 565 100 0 Off Off 75 0 00:11 26 565 100 0 Off Off 75 0 00:16 29 564 100 0 Off Off 75 0 00:21 32 564 100 0 Off Off 75 0 00:26 35 563 100 0 Off Off 75 0 00:31 39 562 100 0 Off Off 75 0 00:36 42 562 100 0 Off Off 75 0 00:41 45 562 100 0 Off Off 75 0 00:46 48 561 100 0 Off Off 75 0 00:51 51 561 100 0 Off Off 75 0 00:56 54 562 100 0 Off Off 75 0 01:01 57 560 100 0 Off Off 75 0 01:06 60 558 100 0 Off Off 75 0 01:11 64 558 100 0 Off Off 75 0 01:16 67 557 100 0 Off Off 75 0 01:21 70 556 100 0 Off Off 75 0 01:26 73 555 100 0 Off Off 75 0 01:31 76 557 100 0 Off Off 75 0 01:36 79 556 100 0 Off Off 75 0 01:41 82 554 100 100 Off Off 75 100 01:46 82 549 100 100 Off Off 75 100 01:51 78 546 100 100 Off Off 75 100 01:56 73 549 100 100 Off Off 75 100 02:01 68 551 100 0 Off Off 75 0 02:06 66 549 100 0 Off Off 75 0 02:11 67 546 100 0 Off Off 75 0 02:16 70 546 100 0 Off Off 75 0 02:21 73 547 100 0 Off Off 75 0 02:26 76 546 100 0 Off Off 75 0 02:31 80 546 100 0 Off Off 75 0 02:36 82 547 100 100 Off Off 75 100 02:41 82 546 100 100 Off Off 75 100 02:46 77 545 100 100 Off Off 75 100 02:51 72 543 100 100 Off Off 75 100 02:56 67 546 100 0 Off Off 75 0 03:01 65 546 100 0 Off Off 75 0 03:06 67 546 100 0 Off Off 75 0 03:11 70 546 100 0 Off Off 75 0 03:16 73 546 100 0 Off Off 75 0 03:21 76 546 100 0 Off Off 75 0 03:26 79 546 100 0 Off Off 75 0 03:31 82 545 100 100 Off Off 75 100 . D.

67 .65). 𝐼 = (211 − 156) = 55.82) dengan titik terendah dari lembah yang berdekatan (03:01.  t merupakan jarak antara dua titik puncak yang berdekatan (03:31.82) .167 3 3 6 6 Catatan :  y merupakan jarak antara titik puncak dari bukit (02:36. 𝐷 = = = 9.03:36 82 544 100 100 Off Off 75 100 03:41 79 546 100 100 Off Off 75 100 03:46 73 548 100 100 Off Off 75 100 03:51 69 546 100 100 Off Off 75 100 03:56 65 545 100 0 Off Off 75 0 04:01 66 545 100 0 Off Off 75 0 Grafik 13 : Simulasi Section 4 Level (mm) vs Elapsed Time 90 80 70 60 Level (mm) 50 40 30 20 10 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 Elapsed Time 𝑦 (82 − 65) 𝑡 55 𝑃𝐵 = = = 5.

67 55 9.67 55 9.67 55 9.167 75 0 01:40 80 508 100 0 Off Off 5.167 75 0 00:45 50 513 100 0 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.167 75 0 00:35 44 513 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:45 83 508 100 0 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.167 75 0 00:50 52 511 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:20 69 510 100 0 Off Off 5.167 75 0 00:30 41 514 100 0 Off Off 5.167 75 0 00:40 47 514 100 0 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.167 75 0 00:10 30 513 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:00 58 513 100 0 Off Off 5.Hasil Optimas Section 4 Pump Level Flowrate PSV Solenoid Solenoid Proportional Integral Derivative Set Controller Elapsed A Position 2 3 Band Time Time Point Output Time Flow L1 F1 P I D Setting [mm] [ml/min] [%] [On/Off] [On/Off] [%] [s] [s] [mm] [%] [%] 00:00 24 516 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 00:55 55 511 100 0 Off Off 5.167 75 0 00:25 38 516 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:15 66 510 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:11 63 512 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:05 61 512 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 00:20 36 515 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 00:15 33 513 100 0 Off Off 5.167 75 0 00:05 27 514 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 01:25 72 510 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 01:50 86 509 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:35 78 509 100 0 Off Off 5.167 75 0 01:30 75 508 100 0 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 .67 55 9.67 55 9.

01:55 89 507 100 0 Off Off 5.67 55 9.39922539 03:35 87 506 100 68 Off Off 5.67 55 9.37412474 03:50 82 508 100 62 Off Off 5.167 75 58.67 55 9.167 75 23.167 75 73.67 55 9.167 75 64.04752729 03:46 84 508 100 64 Off Off 5.67 55 9.167 75 60.167 75 45.52780314 03:25 91 505 100 71 Off Off 5.67 55 9.85715726 04:05 79 505 100 57 Off Off 5.67 55 9.167 75 57.72778003 03:40 85 506 100 66 Off Off 5.167 75 73.167 75 60.167 75 67.167 75 72.67 55 9.42610223 02:26 103 507 100 24 Off Off 5.167 75 65.167 75 53.167 75 69.167 75 71.67 55 9.67 55 9.67 55 9.141675 04:10 78 506 100 56 Off Off 5.00706188 03:30 89 506 100 69 Off Off 5.67 55 9.167 75 54.167 75 71.51618711 03:21 93 505 100 73 Off Off 5.167 75 73.167 75 0 02:10 97 510 100 0 Off Off 5.11294117 02:50 103 505 100 65 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 02:05 94 509 100 0 Off Off 5.167 75 11.75252243 02:30 104 507 100 35 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.167 75 55.167 75 69.67 55 9.23883741 02:55 102 504 100 69 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.31428966 04:00 80 508 100 59 Off Off 5.167 75 0 02:20 101 506 100 11 Off Off 5.18149313 02:40 105 507 100 53 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.28765661 .167 75 66.61310495 04:15 78 507 100 54 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.94585425 03:16 95 505 100 74 Off Off 5.20468669 02:35 105 506 100 45 Off Off 5.9798509 03:05 99 503 100 73 Off Off 5.41643274 03:10 97 505 100 74 Off Off 5.09639362 02:45 104 508 100 60 Off Off 5.167 75 35.67 55 9.167 75 62.167 75 0 02:00 92 507 100 0 Off Off 5.67 55 9.30965095 03:55 81 508 100 60 Off Off 5.67 55 9.167 75 0 02:15 99 508 100 0 Off Off 5.22999057 03:00 100 504 100 72 Off Off 5.

51565647 04:30 76 505 100 51 Off Off 5.47821547 04:40 75 505 100 49 Off Off 5.46315508 05:00 75 507 100 46 Off Off 5.88505795 04:50 75 508 100 47 Off Off 5.167 75 46.167 75 51.167 75 45.167 75 49.67 55 9.167 75 48.55565185 04:35 76 505 100 49 Off Off 5.167 75 45.04:20 77 508 100 53 Off Off 5.167 75 44.67 55 9.67 55 9.72860941 04:45 75 506 100 48 Off Off 5.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.67 55 9.28246096 05:10 75 506 100 45 Off Off 5.167 75 50.67 55 9.167 75 45.88577648 .08736766 05:16 75 507 100 45 Off Off 5.986705 04:55 75 508 100 46 Off Off 5.167 75 46.88480367 05:06 75 507 100 45 Off Off 5.167 75 52.76593674 04:26 76 507 100 52 Off Off 5.67 55 9.167 75 47.67 55 9.

Grafik 14 : Hasil Optimasi Section 4 Level (mm) vs Elapsed Time 110 100 90 80 70 Level (mm) 60 50 40 30 20 10 0 00:00 00:43 01:26 02:10 02:53 03:36 04:19 05:02 05:46 Elapsed Time .

PEMBAHASAN .VIII.

. karena proses akan terus berjalan walaupun set point telah tercapai. Sedangkan secara manual. otomatis. jika dilakukan secara otomatis. Artinya apabila dilakukan secara otomatis. Pada praktikum ini. tetapi yang bertindak sebagai pengendali bukan lagi SOL 1 melainkan PSV. Pada sistem ini. Pada praktikum pertama (section 1) dilakukan pengendalian inflow. Untuk pengendalian level switch dan differential switch. kita akan mengetahui pengaruh parameter Proporsional Band (P). dan differential switch terhadap kinerja SOL 1 secara manual. Sedangkan secara off. Artinya. manual atau off tidak akan mempengaruhi/mengikuti set point. dan differential switch jika dilakukan secara manual. level air dalam tangki tidak akan bertambah. Tujuan praktikum ini yaitu untuk mempelajari kinerja pengendalian controller. dan Derivative Time (D) terhadap respon pengendalian. serta ampu melakukan optimasi pengendalian sistem inflow dan outflow. controller secara off cocok dilakukan pada ruang kontrol saja. dan off. otomatis. Pengamatan yang dilakukan yaitu mengamati pengaruh pengendalian controller. yaitu pengendali berada di depan. Untuk pengendalian controller. level switch. level air dalam tangki akan sesuai dengan set point yang ditentukan. dan off. Pada praktikum kedua (section 2) pengendali yang digunakan juga berupa inflow. Dimana yang bertindak sebagai pengendali adalah SOL 1. level air dalam tangki akan dipengaruhi oleh sensornya yaitu berupa sensor level dan sensor elektroda untuk differential switch. Untuk itu sensor perlu dikendalikan sesuai dengan set point yang diinginkan. proses akan berhenti apabila telah mencapai set point yang diinginkan. Untuk itu. mempelajari karakteristik masing-masing parameter pengendali PID. perlu dilakukan pengendalian langsung. PSV melakukan kinerjanya 100% untuk mendapatkan set point. Nama : Nurhikma NIM : 331 14 005 Suatu pengendalian proses bertujuan untuk mengendalikan suatu proses untuk mencapai nilai yang diinginkan (set point). Integral Time (I). level switch.

dan 10 %. 220)mm.205. Kemudian untuk Derivative Time. respon untuk mencapai set point akan lebih cepat.4s. dapat disimpulkan bahwa pengendali yang dapat menghasilkan nilai yang paling optimum adalah pengendali jenis PID (proportional. Pada percobaan penentuan nilai PB dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai PB maka offset yang dihasilkan semakin besar. offset yang dihasilkan kecil. Derivative). 3s dan 5s) dengan set point yang berubah pula (220. diperolen nilai PB dari y/3 =4. Berdasarkan hasil simulasi. DT secara trial and error. Karena dengan pengendali ini. Nilai y merupakan jarak antara titik puncak dari bukit (overshoot) dengan titik terendah dari lembah (undershoot) yang berdekatan. dimana nilai PB yaitu 2%. Berdasarkan ketiga langkah yang dilakukan. dengan setpoint yang berubah (200. Dari hasil trial and error didapatkan nilai PB dengan selisih antara respon dan set point terkecil adalah PB = 2 % dengan ketinggian level air yaitu 178 mm. dan nilai setpoint sebesar (190. dilakukan juga simulasi dan optimasi pada section 2 dengan gangguan yang sama yakni SOL 2 atau SOL 3.220. Pada Proportional Band (PB) dilakukan beberapa kali percobaan dengan memasukkan nilai PB yang berbeda-beda dengan setpoint yang berbeda pula. 260)mm dan dengan nilai PB dengan error terkecil yaitu 2%.17 s. Yang mana dari percobaaan didapatkan semakin tinggi nilai DT maka waktu untuk mencapai setpoin semakin lama. dari percobaan tersebut dapat didapatkan bahwa semakin tinggi nilai integral maka respon yang dihasilkan juga semakin cepat. Pada penentuan nilai IT diperoleh nilai yang optimum pada 3 s.67 % . Selanjutnya pada pengendali Integral Time (IT) bertujuan untuk menghilangkan offset dan membuat respon yang lebih lambat selain itu yang diinginkan pada penentuan IT yaitu mendapatkan osilasi yang lurus. sama halnya dengan penentuan sebelumnya nilai IT. dan proses akan stabil tanpa adanya overshoot. Integral. sehingga didapatkan selisih 12 mm.IT. 240. Sedangkan nilai t merupakan jarak antara dua titik puncak yang berdekatan. D = t/6 = 19. dilakukan variasi nilai DT yaitu 2s . . I= t = 115 s.240)mm. Dilakukan metode trial and error dengan variasi nilai IT (1s. 4%. Selain dilakukan penentuan nilai PB. dan 6s.

karena katup harus dikendalikan. Untuk perhitungan optimasi section 3 diperoleh nilai PB = 4. Sedangkan untuk nilai perhitungan optimasi secara manual-otomatis diperoleh nilai PB = 4. I. Sedangkan apabila nilai PSV yang digunakan 100%. respon yang dihasilkan sama dengan set point (dapat dilihat pada grafik 10 dan 13) Praktikum yang terakhir dilakukan yaitu praktikum keempat (section 4) dengan pengendali yang sama yaitu pengendalian outflow. serta diberikan gangguan dengan membuka katup SOL 3.7. Pada simulasi ini. Untuk mendapatkan nilai P. artinya memiliki dua nilai puncak dan dua nilai lembah yang sama. kita akan melakukan optimasi yang tepat untuk mendapatkan respon yang sama dengan set point. Katup dibawah tangki dapat juga sebagai Manipulated Variable (MV). Pada praktikum ini. I. agar mendapatkan kurva yang fluktuatif. D yang optimum. maka terlebih dahulu dilakukan simulasi. dan nilai PSV 100%. Selang dipasang pada keluaran 5 (diatas tangki) kemudian dihubungkan ke pompa A. Optimasi ini dilakukan agar mengetahui apakah nilai P. Nilai P. I. Pada simulasi ini. I. level air pada tangki akan terus menurun. Sama dengan . maka SOL 3 ditutup yang dibuka sebagai gangguan adalah katup dibawah tangki. Dari simulasi ini dapat diketahui nilai P. Laju masukan ditentukan oleh nilai PSV yaitu 100% dan gangguan yang diberikan yaitu dengan membuka SOL 2 atau SOL 3. Pada praktikum ketiga. D yang dimasukkan telah benar. D dapat dikatakan benar apabila lama kelamaan.83 s. hal yang perlu diperhatikan adalah kurva yang harus fluktuatif. level air pada tangki akan terus bertambah. Sama dengan praktikum sebelumnya. praktikum ini dilakukan untuk mendapatkan respon yang sesuai dengan set point. Adapun yang bertindak sebagai pengendali adalah SOL 2 dengan set point 75 mm.33% . Pengendali SOL 2 akan terus terbuka hingga mencapai set point dan akan otomatis tertutup apabila kurang dari set point. I = 185 s .33% . I = 190 s. D dengan menggunakan rumus yang sama diatas. Adapun yang bertindak sebagai pengendali adalah pompa A. untuk itu nilai PSV diturunkan menjadi 97%. D = 31. dapat dilihat bahwa jika SOL 3 digunakan sebagai gangguan. sistem yang dilakukan yaitu outflow (section 3) dengan pengendalian berada dibelakang. Pada section 3 dilakukukan simulasi secara manual dan simulasi secara manual otomatis. D = 30.

Langkah pertama yang dilakukan pada praktikum ini yaitu melakukan simulasi untuk mendapatkan nilai P. I. I. I dan D dengan rumus yang sama diatas. Dari simulasi ini dapat diketahui nilai P. D dapat dilakukan optimasi untuk mengetahui nilai P. yang harus diperhatikan adalah kurva harus fluktuatif. dan D = 9. I = 55 s .167 s . Optimasi dikatakan berhasil apabila lama kelamaan respon yang dihasilkan sama dengan set point (dapat dilihat pada grafik 14).praktikum ketiga (section 3). dan akan otomatis berhenti apabila level air pada tangki telah mencapai set point. . Setelah mengetahui nilai P.67% . D yang optimum. yang akan digunakan pada optimasi dengan set point 75 mm. D yang dimasukkan telah benar. Pada simulasi ini. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan dapat diperoleh nilai P = 5. pompa akan bekerja otomatis untuk mencapai set point. I.

 Differential . differential. Apabila level air telah bersentuhan dengan sensor swicth maka katup akan menutup sehingga level air tidak akan bertambah meskipun set point belum tercapai. System dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap pengendali secara automatic. Mempelajari karakteristik masing-masing parameter pengendali PID. manual.  Level switch Pada level switch. Nama : Fitrah Nurul Imtinan Nim : 331 14 008 Pada praktikum ini yaitu pengendalian level bertujuan untuk Mempelajari kinerja pengendalian controler. dan differensial switch terhadap kinerja SOL 1 secara manual. Pada section 1 yang bertujuan untuk mengetahui kinerja dari pengendali controller. level air akan berpengaruh pada sensor alatnya dan tidak berpengaruh pada set point yang ditentukan. dalam hal ini sol 1 bertindak sebagai pengendali. serta Mampu melakukan optimasi pengendalian sistem inflow dan outflow. sehingga dibutuhkan pengendalian secara langsung dilapangan. otomatis. dan level switch. Sehingga kinerja sol 1 dipengaruhi oleh controller. differential. Manual : level air dalam tangki tidak sesuai/patuh dengan set point yang telah ditentukan. Off : level air dalam tangki tidak bertambah walaupun telah atau belum mencapai set point. dan off terhadap set point. dan level switch terhadap sol 1 (yang dikendalikan). dan off pada set point. level switch. Dari hasil pengamatan didapatkan :  Controller Automatic : level air dalam tangki sesuai dengan set point yang ditentukan. Pengedali inflow merupakan pengendali berada didepan.

pada penentuan nilai IT diperoleh nilai yang optimum pada 3 s . 6 s dengan setpoint 200. pada section ini merupakan pengendali inflow ( pengedali berada didepan). dari percobaan didapatkan bahwa semakin tinggi nilai integral maka respon yang dihasilkan juga semakin cepat. Prinsip kerjanya sama dengan level switch. Elektroda tersebut terdiri dari dua buah batang elektroda yang pemasangannya berdekatan. sama halnya dengan penentuan sebelumnya nilai DT juga divariasikan yaitu 2 . 220 mm). 5 s) dengan nilai PB dengan error terkecil yaitu 2% . dari hasil trial didapatkan nilai PB dengan selisih antara respon setpoin terkecil adalah PB 2 % dengan ketinggian level air yaitu 178 mm dengan demikian didapatkan selisih 12 mm. dimana level air akan berhenti apabila air telah menyetuh elektroda. Selanjutnya pada pengendali Integral Time (IT) bertujuan untuk menghilangkan offset dan membuat respon yang lebih lambat selain itu yang diinginkan pada penentuan IT yaitu mendapatkan osilasi yang lurus. Kedua batang elektroda tidak dipasang sejajar. Pada proportional band (PB) dilakukan beberapa kali percobaan dengan memasukkan nilai PB yang berbeda-beda dengan setpoint yang berbeda pula. dan 10 %. 260 mm ) dan IT ( 1. .240 mm dimana dari percobaaan didapatkan semakin tinggi nilai DT maka waktu untuk mencapai setpoin semakin lama. pengendali dalam hal ini adalah PSV (100%) dengan gangguan yaitu SOL 2. 4. 3. dimana nilai PB yaitu 2. Dilakukan metode trial dengan memvariasikan set point (220. artinya terdapat beda ketinggian antara keduanya dimana elektroda yang lebih panjang kebawah berfungsi sebagai batas bawah dan elektorda yang lebih pendek sebagai batas atas.205. Pada percobaan penentuan nilai PB disimpulkan bahwa semakin besar nilai PB maka offset yang dihasilkan semakin besar. Katup akan menutup apabila terkena batas atas dan akan membuka apabila terkena batas bawah. Kemudian untuk derivativ.220. dan nilai setpoint sebesar (190. Pada section 2 bertujuan untuk mengetahui parameter PID terhadap respon pengedali.4. 240.

Ditunggu hingga didapatkan kurva yang befluktuativ konstan dimana terbentuk dua amplitudo yang sama. Simulasi dilakukan untuk mendapatkan nilai set point yang tepat untuk dilakukan optimasi. sehingga pada percobaan ini didapatkan nilai PB 4. IT. varabel manipulated yaitu katup PSV. dalam hal ini set point yang ditentukan yaitu 125 mm dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai setpoint konstan tersebut yaitu 9 menit 56 detik. Karena adanya gangguan pada katup maka praktikan diharapkan dapat menetukan bukaan katup yang pas dengan set point.Pada section ini juga dilakukan simulasi dan optimasi. pengganggu yaitu bukaan katup pada bawah tangki. IT . Dilakukannya Simulasi bertujuan untuk mendapatkan optimasi yang tepat sehingga respon sama dengan set point. dan DT dengan system on-off dimana kurva membentuk 2 puncak dan lembah yang sama. dimana dengan setpoint yang tepat akan terbetuk kurva yang berfluktuativ konstan. DT 19.5 s.33% IT 165 s dan DT 27. Apabila simulasi yang didapatkan tepat maka pada proses optimasi akan didapatkan nilai set point yang ditentukan. . setelah menentukan nilai PB. optimasi secara manual ini kurang evektiv karena membutuhkan waktu yang lama dan tidak efisien sebenarnya simulasi yang kami gunakan tidak berfungsi karena pada optimasi katup tangki tetap digerakkan. Sehingga didapatkan nilai yang optimum yaitu PB 4.67 %. IT 115 s .17 s dengan set point yaitu 75 mm Pada section 3 merupaka system outflow yang menjadi variable control yaitu sol 2. Penentuan simulasi untuk menentukan nilai PB. (Grafik dapat dilihat pada grafik 1) Kami juga melakukan simulasi dan optimasi secara manual dimana katup tangki yang kami buka selalu dibuka tutup. dan DT katup tangki tidak digerakkan lagi selanjutnya dilakukan optimasi.

Pada penentuan simulasi didapatkan nilai PB 5. gangguan sol 2 dan sedangkan manipulated variable adalah PSV. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapi setpoint juga cepat karena hanya membutuhkan waktu sekitar 6 menit untuk mencapai setpoint.167 s. IT 55 s dan DT 9. 120 100 80 level (mm) 60 simulasi 40 optimasi 20 0 00:00 02:53 05:46 08:38 11:31 elapsed time Grafik 2 . 135 130 level (mm) 125 simulasi 120 optimasi 115 00:00 02:53 05:46 08:38 11:31 14:24 17:17 20:10 23:02 elapsed time Grafik 1 Pada section 4 merupakan system outflow. variable control pump A. Pompa akan mengatur laju alir masuk agar level air dalam tangki dapat sama dengan setpoint. System kerja dari pump A dimana pompa akan aktiv bekerja ketika level melebihi set point dan akan megeluarkan air dalam tangki.67 %.

Multifunction Process Control Teaching System : Basic Process Control Unit. ASME. Nichols. Tans. 64. X. Makassar : Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang.B. sedangkan tujuan optimasi yaitu untuk mendapatkan nilai respon yang sama dengan setpoint. Vol. https://putraekapermana. pp. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan :  Pengendali controller merupakan pengendali yang patuh terhadap perintah (set point). Derivative Time bertujuan untuk meredam gangguan dengan memperkecil osilasi ( sensitive terhadap getaran). 759-768. Optimum Setting for Automatic Controllers.IX.com/2013/11/21/pid/ . Ziegler. 1984. pengendali level switch dan differential tidak mengikuti perintah computer tetapi berdasarkan apa yang terjadi dilapangan.wordpress. dan N.  Semakin tinggi nilai proporisonal band maka persen error akan semakin besar dan akan membentuk set point baru. 2008. Instruction Manual for PCT40 Stephanopoulos. Petunjuk Praktikum Kontrol. pengendali outflow merupakan pengedali yang berada dibelakang dimana section 3 pengedalinya adalah sol 2 dan section 4 adalah pump. G. Chemical Process Control: An Introduction to Theory and PracticeInternational Edition. J.  Pengendali inflow merupakan pengedali yang berada didepan dimana untuk section 1 pengendalinya adalah sol 1 dan section 2 adalah psv. semakin tinggi nilai integral time maka semakin tinggi nilai IT maka waktu untuk mencapai setpoint semakin cepat. DAFTAR PUSTAKA ARMFIELD. G. 1942. ______ . 2006. New York: Prentice Hall.