You are on page 1of 7

TUGAS

PROGRAM GIZI DAN EVALUASI

Oleh :

Nama : Ni Wayan Mudarni

NIM : 311.14.015

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS NUSA TENGGARA BARAT

MATARAM

2017

Evaluasi program gizi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan dan hasil yang dicapai dalam upaya peningkatan gizi masyarakat yang dilakukan oleh masing-masing wilayah/daerah (Depkes. Pelatihan pengelolaan Program Gizi Puskesmas . sebagaimana diketahui bahwa program dapat didefinisikan sebgai kumpulan kegiatan-kegaitan nyata. Evaluasi program merupakan evaluasi terhadap kinerja program. Pelatihan Konseling MP-ASI 4. Pengertian Evaluasi merupakan kegiatan lebih lanjut dari kegiatan pengukuran dan pengembangan indikator. guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Anemia Gizi Besi. Menurut Dadang Solihin (2008). 2. evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan dan mengungkapkan masalah kinerja program/kegiatan untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja program/kegiatan. Jenis Program Gizi dan Evaluasi a. 2008). Jenis-jenis Program Gizi Beberapa jenis Program Gizi adalah : 1. Program Perbaikan Gizi Masyarakat adalah salah satu program pokok Puskesmas yaitu program kegiatan yang meliputi peningkatan pendidikan gizi. dan Perberdayaan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/Masyarakat. sistematis. Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Balita 3. Evaluasi merupakan suatu proses umpan balik atas kinerja masa lalu yang berguna untuk meningkatkan produktivitas di masa yang akan datang. dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintan ataupun dalam rangka kerja sama dengan masyarakat. Kurang Vitamin A. Keadaan zat gizi lebih. penanggulangan Kurang Energi Protein. Pelatihan konseling ASI 2. Program Gizi dan Evaluasi 1. Pelatihan Tatalaksana Gizi Buruk 5. atau yang merupakan partisipasi aktif masyarakat. dalam melakukan evaluasi harus berpedoman pada ukuran dan indikator yang telah disepakati dan ditetapkan. Oleh karena itu. Peningkatan Survailans Gizi. Gangguan Akibat Kekurangan Yaodium (GAKY).

b. atau waktu yang relatif pendek . 3. 6. Evaluasi summative. Evaluasi ini dilakukan untuk memperbaiki program yang sedang berjalan dan didasarkan atas kegiatan sehari-hari. Dan beberapa pelatihan gizi lainnya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melaksanakan program gizi di masyarakat. Evaluasi formative. Evaluasi formatif (Formative Evaluation) yaitu suatu bentuk evaluasi yang yang dilaksanakan pada tahap pengembangan program dan sebelum program dimulai. Evaluasi ini dilakukan pada akhir kegiatan atau beberapa kurun waktu setelah program. Evaluasi formative sering disebut sebagai evaluasi proses atau monitoring. 4. bulan bahkan tahun. Jenis-jenis evaluasi Evaluasi terdiri atas dua macam. . yaitu Evaluasi formative dan Evaluasi summative : 1. 5. agar program bisa lebih sesuai dengan situasi dan kondisi sasaran. 2. mortalitas atau indikator status kesehatan lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu. minggu. Evaluasi formatif ini menghasilkan informasi yang akan dipergunakan untuk mengembangkan program. Evaluasi hasil adalah suatu evaluasi yang menilai perubahan-perubahan atau perbaikan dalam hal morbiditas. 2. Evaluasi dampak program adalah suatu evaluasi yang menilai keseluruhan efektifitas program dalam menghasilkan target sasaran. Evaluasi sumatif (Summative Evaluation) adalah suatu evaluasi yang memberikan pernyataan efektifitas suatu program selama kurun waktu tertentu dan evaluasi ini menilai sesudah program tersebut berjalan. guna menilai keberhasilan program. Manfaat evaluasi formative terutama untuk memberikan umpan balik kepada manajer program tentang hasil yang dicapai beserta hambatan-hambatan yang dihadapi. adalah evaluasi yang dilakukan untuk melihat hasil keseluruhan dari suatu program yang telah selesai dilaksanakan. adalah evaluasi yang dilakukan pada tahap pelaksanaan program dengan tujuan untuk mengubah atau memperbaki program. Sedangkan menurut Azwar (1996). jenis evaluasi antara lain : 1. Evaluasi proses (Process Evaluation) adalah suatu proses yang memberikan gambaran tentang apa yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan ada dan terjangkaunya elemen¬elemen fisik dan struktural dari pada program.

Terselenggaranya Pelayanan Gizi yang melibatkan Partisipasi Masyarakat 5. Meningkatkan perhatian dan upaya peningkatkan status gizi warga dari berbagai institusi pemerintah dan swasta. Tujuan Evaluasi Menurut Supriyanto (1988) tujuan evaluasi adalah : 1. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas gizi dalam merencanakan. memantau dan mengevaluasi Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat 4. Memperbaiki pelaksanaan dan perencanaan kembali suatu program. Penilaian secara . mengukur kemajuan terhadap target yang direncanakan. Sebagai alat untuk memperbaiki kebijaksanaan perencanaan dan pelaksanaan program yang akan datang. c. Tujuan dari evaluasi program gizi Untuk memperbaiki program-program gizi dan pelayanannya untuk mengantarkan dan mengarahkan alokasi tenaga dan dana untuk program dan pelayanan yang sedang berjalan dan yang akan datang. b. membina. antara lain bahwa kebutuhan akan pelayanan kesehatan melebihi dari yang diterapkan. Evaluasi harus digunakan secara konstruktif dan bukan untuk membenarkan tindakan yang telah lalu atau sekedar mencari kekurangan-kekurangan saja. Tujuan Program Gizi Tujuan Umum : Menanggulangi masalah Gizi dan meningkatkan Status Gizi Masyarakat Tujuan Khusus : 1. Sebagai alat untuk memperbaiki alokasi sumber dana dan sumber daya manajemen saat ini serta di masa mendatang.3. 3. 3. Tujuan Program Gizi dan Evaluasi a. melaksanakan. Terwujudnya rangkaian kegiatan Pencatatan dan pelaporan Gizi dan tersedianya situasi Pangan dan Gizi. keluarga dan seluruh anggota untuk mewujudkan perilaku gizi yang baik dan benar. Sehubungan dengan ini perlu adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain memeriksa kembali kesesuaian dari program dalam hal perubahan-perubahan kecil yang terus- menerus. Hasil evaluasi akan memberikan pengalaman mengenai hambatan dari pelaksanaan program yang lalu dan selanjutnya dapat dipergunakan untuk memperbaiki kebijaksanaan dan pelaksanaan program yang akan datang. 2. 2. Terdapat berbagai kesulitan dalam melaksanakan evaluasi kesehatan. menentukan sebab dan faktor di dalam maupun di luar yang mempengaruhi pelaksanaan suatu program. Pendekatan sistematis dalam evaluasi dapat dilakukan untuk menilai suatu program kesehatan.

. pria/wanita dewasa. Kegiatan ini sangat berguna untuk melihat bagaimana program atau kegiatan dilaksanakan sesuai dengan standar dalam rangka menjamin tercapainya tujuan program. umpan balik. Program pemberdayaan keluarga. Program Pendidikan gizi. Pemantauan dan promosi pertumbuhan balita. yang terdiri dari bagian¬bagian (sumber daya. proses dan output. Tujuan diadakannya supervisi adalah untuk meningkatkan cakupan secara merata dan berkesinambungan serta kualitas pelaksanaan program imunisasi. Sasaran supervisi adalah seluruh petugas yang terlibat dengan program imunisasi disesuaikan dengan jenjang supervisi. bayi dengan berat lahir rendah. balita dan anak sekolah. pembinaan dan pemecahan masalah serta tindak lanjut. Tujuan Umum : Menurunkan masalah gizi masyarakat utamanya masalah kurang energi kalori terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan. ibu hamil. Tujuan Khusus : 1. 4. menyeluruh terhadap program kesehatan dapat dilakukan dengan menilai input. pokok program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan keluarga melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan pada anak. proses. Supervisi merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan meliputi pemantauan. masukan. ibu yang mempunyai balita. ibu menyusui. a. Kegiatan Program Gizi dan Evaluasi Program perbaikan gizi masyarakat diarahkan pada kelompok wanita usia subur. Evaluasi sering juga dikaitkan dengan supervisi. Pendekatan sistem pada manajemen memandang organisasi sebagai suatu kesatuan. melalui Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat secara terintegrasi dengan upaya peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan 2. dampak dan lingkungan). untuk mendukung tercapainya keluarga sadar gizi. pembinaan dan pemecahan masalah serta tindak lanjut. b. keluaran. 3. Kegiatan ini sangat berguna untuk melihat bagaimana program atau kegiatan dilaksanakan sesuai dengan standar dalam rangka menjamin tercapaianya tujuan program. Supervisi merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan meliputi pemantauan.

mencakup pengembangan tatalaksana kasus salah gizi. bertujuan meningkatkan mutu gizi pada bahan makanan yang sering dan banyak dikonsumsi masyarakat utamanya pada keluarga miskin dan rawan gizi. Program vitamin A terbukti dapat menurunkan kejadian xeroftalmia sekaligus mencegah kebutaan di Indonesia. Terdiri dari: pemantauan status gizi. bertujuan menyediakan sistem informasi untuk mendukung strategi dan kebijakan program gizi. Sebagai contoh adalah kegiatan pemberian kapsul iodium di daerah GAKI. Suppplementasi kapsul Yodium terutama pada daerah endemis sedang dan berat. Sustainability atau kesinabungan proses evaluasi sangat penting dilakukan dalam pelaksanaan program kesehatan termasuk program perbaikan gizi. Supplementansi zat besi untuk ibu hamil. 5. perlu dilakukan evaluasi mencakup mencari faktor-faktor penyebab keg glan. e. Program supplementasi gizi. sehingga kemajuan kegiatan/program dan hasil yang dicapai dapat dinilai untuk mengambil langkah-langkah perbaikan terkait kendalah atau masalah yang timbul. Program pelayanan gizi. Data yang didapat dari pelaksanaan evaluasi suatu program dapat digunakan untuk melahirkan berbagai kebijakan baru di bidang kesehatan. Program gizi klinik. apakah sasaran tidak tepat. Jika ditemukan kegagalan suatu program. 6. terkadang kegiatan monitoring dan evaluasi sering dilalaikan. Program Fortifikasi bahan makanan. sehingga kegiatan pemberian kapsul iodium tersebut akhirnya dihentikan. Sosialisasi dan advokasi kepada pihak terkait penting dilakukan untuk menentukan kebijakan baru terkait hasil evaluasi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakt. Dalam pelaksanaan program gizi. 7. program ini pada akhirnya banyak menimbulkan kejadian hipertiroid. Contoh pelaksanaan program gizi yang berhasil baik karena monitoring dan evaluasi yang baik adalah pemberian kapsul vitamin A pada balita dan ibu nifas. Akibat tidak adanya monitoring dan evaluasi yang baik. 4. c. d. Jenis suplementasi gizi yang diberikan berupa : a. Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil. masalah gizi. Makanan Pendamping ASI untuk anak usia 6-11 bulan pada keluarga miskin b. atau produk yang digunakan . bertujuan untuk memberikan tambahan gizi kepada kelompok rawan utamanya untuk keluarga miskin dalam jangka pendek. Supplementasi kapsul Vitamin A untuk anak balita dan ibu nifas. jejaring informasi pangan dan gizi (Perpres RI. 2007). konsultasi gizi dan pelayanan gizi di institusi kesehatan dan non kesehatan.

. sesuai hasil yang sebenarnya. Evaluasi oleh pihak internal sering bersifat bias. Sering terjadi kegagalan suatu program bukan pada kegiatan monitirong dan evaluasi. tetapi karena perencanaan dan penentuan kelompok sasaran yang tidak tepat. karena cenderung memperlihatkan hassil positif atau hasil yang baik-baik saja dan menyembunjikan kegagalan.tidak sesuai kebutuhan masyarakat. sedangkan evaluasi dari pihak eksternal bersifat objektif. Evaluasi dapat dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal (orang luarbukan pelaksana program). Data monitoring dan evaluasi dapat juga digunakan di bidang surveilans untuk menetapkan kebijakan/program yang lain sesuai temuan hasil evaluasi.