You are on page 1of 9

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum


L.) TERHADAP MOTILITAS DAN KONSENTRASI
SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus musculus)
Safwan, Taufan . Sugara, Mutiara Kusuma Rohmi
Universitas Muhammadiyah Mataram
Email : safwan_afan@yahoo.com

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum
sanctum L.) terhadap mencit (Mus musculus) jantan untuk melihat konsentrasi s
dan motilita spermatozoa. Sebanyak 20 mencit jantan berumur 2 bulan dengan
berat badan 20-25 g dibagi kedalam 4 kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak
dilakukan peroral setiap hari sampai hari ke 20. Pada hari ke 21 mencit dibunuh
dan diperiksa motilitas dan konsentrasi spermatozoanya. Hasil penelitian
menunjukkan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) yang diberikan 20 hari,
dengan dosis 50 mg/g bb, 100 mg/g bb, dan 250 mg/g bb secara signifikan dapat
meningkatkan motilitas dan konsentraasi spermatozoa mencit jantan.

Kata kunci: Daun Kemangi, Konsentrasi Spermatozoa, Motilitas Spermatozoa

ABSTRACT

We have conducted a research on the effect of the extract of leaves basil (Ocimum
sanctum L) on male mice to investigate the consentration and motility
spermatozoa mice. Twoty male mice which has age about 2 months with wight 20
– 25 g were divided into four groups. The extract was provided orally daily until
the 20 th day. At 21th day were sacrificed and determine of consentration and
motility. The result of the research showed that the extract of Ocimum sanctum L
leaves that being given during 20 days with the dosage of 50 mg/g body weight,
100 mg/g bw, and 250 mg/g bw could signifi increase the consentration and
motility spermatozoa mice.

Keywords : Leaves Basil (Ocimum sanctum L.), Consentration Spermatozoa,


Motility Spermatozoa

Artikel diterima: 8 September 2016 173


Diterima untuk diterbitkan: 26 September 2016
Diterbitkan: 5 Oktober 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

PENDAHULUAN hidup yang tidak sehat seperti


Angka kejadian infertilitas merokok.
masih menjadi masalah kesehatan di Kemangi sangat populer di
dunia termasuk Indonesia. Menurut Indonesia. Di daerah Jawa, Sumatera
WHO (2011), 36% kasus infertilitas dan daerah-daerah lainnya daun
berasal dari faktor pria sedangkan kemangi sering dikonsumsi sebagai
64% lagi berasal dari faktor wanita. lalapan pelengkap makan dan
Mascarenhas et al., (2012) penguat aroma dalam makanan.
menambahkan bahwa terdapat 48,5 Menurut Kurniawan (2013), secara
juta pasangan usia produktif yang empiris kemangi digunakan sebagai
tidak dapat memiliki anak, dimana afrodisiak karena memiliki
19,2 juta pasangan tidak dapat kandungan araginin yang dapat
memiliki anak pertama dan 26,3 juta memperkuat daya tahan sperma dan
pasangan tidak dapat memiliki anak mencegah kemandulan. Selain
kedua dan selanjutnya. Kesuburan araginin, pada daun kemangi juga
atau fertilitas pada pria sangat terdapat kandungan metabolit
dipengaruhi oleh beberapa faktor, skunder lainnya seperti minyak atsiri,
salah satunya yaitu gangguan fungsi fitosterol, alkaloid, senyawa fenolik,
kelenjar hipotalamus dan hipofisis tanin, lignin, saponin, flavonoid,
yang memproduksi FSH (Follicle terpenoid dan antrakuinon (Sarma et
Stimulating Hormone), serta LH al., 2011). Hasil penapisan fitokimia
(Luteinizing Hormone) atau ekstrak etanol 70% herba kemangi
gangguan pada organ-organ sendiri menunjukkan adanya
reproduksi seperti gangguan pada senyawa metabolit sekunder
jaringan testis dan epididimis karena golongan flavonoid, saponin, tanin
penyakit tertentu (Soenanto dan dan triterpenoid/steroid (Medica et
Kuncoro, 2009). Agarwal dan al., 2004).
Prabakaran (2005) juga mengatakan Tujuan penelitian ini adalah
bahwa faktor yang mempengaruhi untuk mengetahui apakah pemberian
ketidaksuburan pria adalah pola ekstrak daun kelor dapat

174
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

meningkatkan jumlah dan motilitas ekstrak daun kemangi masing-


spermatozoa mencit jantan. masing dosis 50 mg/g bb, 100 mg/g
bb, dan 250 mg/g bb/hari.
METODE PENELITIAN Pembuatan Ekstrak Etanol Daun
Tempat dan Waktu Penelitian Kemangi (Ocimum sanctum L.)
Penelitian dilaksanakan pada Ekstraksi bahan aktif
bulan Mei sampai Juni 2016. Sampel dilakukan dengan mengacu pada
daun kemangi (Ocimum sanctum L.) penelitian Juniarti et al, (2009) yang
diperoleh dari Dusun Rungkang, dimodifikasi. Metode ekstraksi
Desa Gelora Kecamatan Sikur, dilakukan menggunakan metode
Lombok Timur. Proses ekstraksi Soxhletasi. Bahan yang akan
sampel dan perlakuan hewan uji diekstraksi dimasukkan ke dalam
dilakukan di Laboratorium sebuah kantung ekstraksi (kertas,
Farmakologi dan Farmakognosi, karton dan sebagainya) dibagian
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas dalam alat ekstraksi dari gelas yang
Muhammadiyah Mataram, bekerja continue (perkolator). Proses
sedangkan pengamatan motilitas dan ekstraksi telah selesai apabila warna
konsentrasi spermatozoa dilakukan larutan sama dengan warna pelarut,
di Laboratorium Biologi Universitas kemudian di uapkan di waterbath
Mataram. dengan suhu 70 0C.
Desain Penelitian Perlakuan Hewan Uji
Jenis penelitian ini adalah Hewan uji dibagi menjadi 4
penelitian true eksperimental dengan kelompok yaitu satu kelompok
pendekatan postctest only control kontrol dan 3 kelompok perlakuan
group design terhadap 20 ekor ekstrak dosis 50, 100, dan 250
mencit yang dibagi dalam 4 mg/kgBB. Masing-masing kelompok
kelompok. Dimana kelompok 1, terdiri dari 5 ekor mencit. Sebelum
kelompok mencit yang dicekok CMC perlakuan hewan uji dipuasakan
Na (Carboxymethyl celluolsse) 0,5% selama 1 kali 24 jam kemudian
1 ml/hari. Kelompok 2, 3, dan diadaptasi selama 3 hari. Perlakuan
kelompok mencit yang dicekok dilakukan selama 20 hari dan pada

175
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

hari ke-21 hewan uji dikorbankan bergerak cepat), kategori 3


dengan menggunakan eter. Kedua (bergerak aktif atau cepat,
testis dikeluarkan, bagian kedua ada gelombang dan gerakan massa
epididimisnya dipisahkan dan yang cepat), kategori 2 (bergerak
dibersihkan dari lemak-lemak yang agak aktif, terlihat gelombang tipis
masih menempel. Kemudian disedot yang jarang serta gerakan massa
dengan spuite, diberi larutan natrium yang lambat), kategori 1 (bergerak
klorida fisiologis, kemudian diaduk kurang aktif/ kurang cepat, tidak
hingga rata. Spermatozoa diencerkan terlihat gelombang, hanya gerakan
hingga 110 kali dalam larutan individual sperma), dan kategori 0
natrium klorida 0,9%, dikocok (gerakan individual sperma (sedikit
perlahan hingga merata. sekali gerakan individual sperma
Uji Motilitas dan Konsentrasi atau tidak ada gerakan sama sekali
Spermatozoa mati)).
Motilitas dilihat dibawah Perhitungan konsentrasi
mikroskop elektrik berdasarkan spermatozoa dilakukan dengan cara
gerakan spermatozoa yang hidup dan mengambil spermatozoa pada kauda
bergerak maju/progresif. Data epidermis. Spermatozoa yang didapat
didiperoleh dengan cara meneteskan diletakkan pada cawan penguap yang
sampel semen (sperma) yang telah berisi cairan NaCl sebanyak 250 µL.
diencerkan pada kamar Spermatozoa dimasukkan ke dalam
hemasitometer improved Neubauer bilik hitung Neubauer
kemudian ditutup dengan cover glass (Hemasitometer) sampai kamar
lalu diamati di bawah mikroskop Neubauer terisi rata kemudian hitung
dengan pembesaran 400 kali, jumlah jumlah spermatozoa pada salah satu
spema yang bergerak dan tidak kamar hitung Neubauer dan
bergerak dihitung pada lima bidang selanjutnya ditentukan pengenceran
kecil improved Neubauer, motilitas yang akan dilakukan dalam jumlah
sperma dibagi dalam 5 kategori yaitu kotak yang akan di hitung. Hasil
kategori 4 (Bergerak sangat aktif perhitungan motilitas dan konsentrasi
atau cepat, gelombang besar dan spermatozoa diuji statistik Anova.

176
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

Bila datanya normal dan homogen kemngi terhadap jumlah spermatozoa


dan bila tidak digunakan uji non mencit jantan (Tabel 1) menunjukan
parametrik. peningkatan jumlah spermatozoa
secara signifikan (p < 0,05) pada
HASIL DAN PEMBAHASAN kelompok dosis 50 mg/kgBB, 100
Konsentrasi Spermatozoa mg/kgBB, dan 250 dibandingkan
Hasil perhitungan jumlah dengan kelompok normal. Hal ini
sperma mencit jantan setelah menunjukkan bahwa pemberian
pemberian ekstrak etanol Moringa ekstrak daun kemangi dapat
oleifera L. selama 20 hari dapat memberikan efek yang baik
dilihat pada Tabel I. terhadap peningkatan konsenterasi
Berdasarkan hasil spermatozoa.
pengamatan pengaruh ekstrak daun

Tabel I. Data rata-rata pengaruh perlakuan hewan uji terhadap jumlah spermatozoa
Kelompok Rata-rata Jumlah Sperma (Juta/ml) ± SD

Kontrol Normal 223,40 ± 32,36


Dosis 50 mg/kgBB 489,33 ± 70,55*
Dosis 100 mg/kgBB 548,00 ± 177,32*
Dosis 250 mg/kgBB 514,00± 15.87 *
Keterangan: (*) menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol (p < 0.05).

Menurut Nuraini et al, (2012) konsentrasi spermatozoa. Kurniawan


sperma dianggap normal apabila (2013) juga menambahkan bahwa
konsentrasi spermatozoa lebih dari pada daun kemangi terdapat
200 juta/ml dan dianggap infertile kandungan araginin yang diduga
apabila konsentrasi sperma kurang dapat memperkuat daya tahan
dari 200 juta/ml. Menurut Mahendra sperma dan mencegah kemandulan.
(2009) yang melakukan penelitian Araginin merupakan asam amino
terhadap ekstrak rimpang Zingiber non-esensial dan bersifat polar yang
officinale roscoe var mangatakan sangat diperlukan dalam sintesis
bahwa kandungan araginin pada protein dan memiliki peran penting
tanaman tersebut dapat dalam sistem ketahanan tubuh dan
meningkatkan motilitas dan imunitas seluler. Selain itu, araginin

177
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

juga berperan penting dalam proses bergerak lambat, kategori 3 untuk


pembentukan spermatozoa sperma bergerak cepat, dan kategori
(Srivastava et al., 2006). 4 untuk sperma bergerak sangat
Motilitas Spermatozoa cepat. Hasil pengamatan pemberian
Perhitungan motilitas ekstrak etanol kemangi terhadap
spermatozoa dilakukan untuk motilitas sperma diperoleh dari hasil
mengetahui kualitas spermatozoa pengamatan pergerakkan
karena motilitas sangat berpengaruh spermatozoa yang kemudian
terhadap pembuahan. Pengamatan diklasifikasikan berdasarkan kategori
motilitas sperma didasarkan pada 5 yang sudah ditentukan. Hasil
kategori yaitu kategori 0 untuk pengamatan pengsruh pemberian
sperma immotile atau tidak bergerak, ekstrak daun kemangi selama 20 hari
kategori 1 untuk sperma berputar dapat dilihat pada Gambar 1.
ditempat, kategori 2 untuk sperma

b c
c b
b
c
a

Keterangan :
- Huruf a menunjukkan motilitas kategori 0 (hijau) berbeda signifikan dengan kelompok kontrol
- Huruf b menunjukkan motilitas kategori 1 (biru) berbeda signifikan dengan kelompok kontrol
- Huruf c menunjukkan motilitas kategori 3 (orange) berbeda signifikan dengan kelompok kontrol

Gambar 1. Data rata-rata pengaruh prlakuan hewan uji terhadap jumlah


spermatozoa
Hasil pengamatan motilitas mg/kgBB ada perbedaan yang
spermatozoa (Gambar 1) signifikan terhadap motilitas kategori
menunjukkan bahwa pada dosis 50 0, 1 dan 3 terhadap kelompok kontrol

178
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

(p < 0,05). Hal ini mengindikasikan yang signifkan antara kelompok


bahwa ekstrak dosis 50 mg/kgBB dosis 50 mg/kgBB, dosis 100
mampu penurunan motilitas kategori mg/kgBB dan dosis 250 mg/kgBB
0 dan 1, dan peningkatan motilitas terhadap kelompok kontrol.
kategori 3. Menurut Nuraini et al, Motilitas kategori 2 ini
(2012) semakin besar persentase didefinisikan sebagai spermatozoa
motilitas sperma immotile (gerak yang bergerak sedang, sedangkan
ditempat dan tidak bergerak) maka kategori 4 untuk spermatozoa yang
kemungkinan adanya kemandulan bergerak sangat cepat.Dari kelima
atau infertile semakin besar, oleh kategori tersebut yang paling
karena itu motilitas sangat diperlukan diharapkan untuk meningkat yaitu
agar sperma dapat mencapai ovum kategori 3 dan kategori 4.Dengan
dan melakukan fertilisasi. meningkatnya kategori 3 dan
Pada dosis 100 mg/kgBB dan kategori 4 berarti pemberian ekstrak
250 mg/kgBB ada perbedaan yang etanol daun kemangi dapat
signifikan pada motilitas kategori 1 berpengaruh terhadap peningkatan
dan 3 terhadap kelompok kontrol. motilitas spermatozoa.
Hal ini menunjukkan bahwa dosis Menurut Rahardhianto et al,
tersebut berefek baik terhadap (2012) juga mengatakan bahwa
penurunan motilitas kategori 1 dan motilitas spermatozoa sangat
peningkatan motilitas kategori 3. dipengaruhi oleh struktur morfologi
Semakin besardosis yang diberikan yang normal dan keadaan
semakin kecil persentase rata-rata lingkungan. Struktur morfologi yang
sperma motile (bergerakmaju atau normal berkaitan dengan
zig-zag) dan semakin besar spermatogenesis yang menghasikan
persentase sperma immotile (gerak sel-sel spermatozoa normal untuk
ditempatatau tidak bergerak), hal ini mendukung daya geraknya sehingga
dapat menyebabkan infertile pada dapat masuk ke organ reproduksi
mencit (Nuraini et al., 2012). betina.
Sedangkan untuk motilitas kategori 2
dan kategori 4 tidak ada perbedaan

179
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

KESIMPULAN Putih dan Bengkuang Terapi


Herbal Kesehatan dan
Ekstrak daun kemangi
Kecantikan. Yogyakarta:
(Ocimum sanctum L.) yang diberikan DIVA Press.
20 hari, dengan dosis 50 mg/g bb, Mahendra, T. 2009. Pengaruh
Pemberian Ekstrak Rimpang
100 mg/g bb, dan 250 mg/g bb secara Jahe Merah (Zingiber
signifikan dapat meningkatkan officinale roscoe var. rubrum)
Terhadap Motilitas Dan
motilitas dan konsentraasi Konsentrasi Spermatozoa
spermatozoa mencit jantan. Tikus Putih (Rattus
novergicus) Jantan. Fakultas
Kedokteran Hewan,
UCAPAN TERIMAKASIH Universitas Airlangga.
Surabaya.
Ucapan terima kasih penulis
Mascarenhas, Maya N, Flaxman,
sampaikan kepada Program Studi D3 Seth R, Boerma, Ties,
Farmasi Universitas Muhammadiyah Vanderpoel, Sheryl, Stevens,
Gretchen A. 2012. National,
Mataram yang telah membantu Regional, and Global Trends
penyelesaian artikel ini in Infertility Prevalence Since
1990: A Systematic Analysis
of 277 Health Surveys. Plos
DAFTAR PUSTAKA Medicine. Vol 9 (2).
Medica V, Ruslan W, Nawawi A.
Agorwala A, Prabakaran SA. 2005. 2004. Telaah Fitokimia Herba
Mechonism, Mesurement and Kemangi Ocimum sanctum
prevention of oxidative stress L.). Fakultas Farmasi Institut
in male reproductive Teknologi Bandung. Skripsi
physiology. Indian journal of
experimental. Biology43, Nuraini, T. Dadang, Kusmana. Efy,
936-974. Afifah.2012. Penyuntikan
Ekstrak BijiCarica papaya L.
Juniarti, D. Osmeli dan Yuhernita. Varietas Cibinong Pada
2009. Kandungan Senyawa Macaca fascicularis L.
Kimia, Uji DanKualitas Spermatozoa
Toksisitas (Brine Shrimp Serta Kadar Hormon
Lethality Test) dan Testosteron.Makara,Kesehata
Antioksidan (1,1-diphenyl-2- n. 16 : 9-16.
pikrilhydrazyl) dari Ekstrak
Daun Saga (Abrus Rahardhianto, A., Abdulgani, N.,
precatorius l.). Makara Sains, Trisyani, N. 2012. Pengaruh
13 (1) : 50-54. Konsentrasi Larutan Madu
dalam NaCl Fisiologis
Kurniawan S.2013. Daun Kemangi, terhadap Viabilitas dan
Bawang Merah, Bawang Motilitas Spermatozoa Ikan

180
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(2), 173-181 Safwan

Patin (Pangasius pangasius) Srivastava SP, Desai E, Coutinho,


selama Masa Govil G. 2006. Mechanism of
Penyimpanan.Jurnal Sains Action Of L-Araginine on the
dan Seni ITS. Vol.1 (1): 58- Vitality of Spermatozoa is
63. Primarily Through Increased
Biosynthesis of Nitric Oxide.
Sarma D, Sai Koteswar and Babu, A.
Tata Institute Of
Venka Suresh. 2011.
Fundamental Research.
Pharmacognostic and
Indian Biology of
Phytochemical Studies of
Reproduction
Ocimum mericanum. Jurnal
Journal.Volume 74. 954-958
of Chemical and
Pharmaceutical Research, World Health Organization.2011.
Volume 3. Nomor 3. Hal Prevalence and Incidence of
337-347 Selected Sexually
Transmitted Infections:
Soenanto, H dan Kuncoro, S.
methods and result used by
2009.obat tradisional. PT.
WHO to generate 2005
Elex Media
estimates.geneva.
Komputindo.Jakarta.

181