You are on page 1of 3

Giant cell Arteritis (Temporal Arteritis

)
Bil’awal Ramadhan

Overview

Temporal Arteritis merupakan sebuah peradangan sistemik pada vaskuler idiopatik yang
paling sering mengenai pembuluh darah di kepala terutama arteri temporalis. American Collage of
Rheumatology mengelompokkan temporal arteritis ke large-vessel vasculitis, namun tidak menutup
kemungkinan keterlibatan arteri sedang sampai kecil terutama di daerah mata, oksipital, vertebral,
siliari posterior dan bagian proksimal dari vertebral arteri.

Usia dan jenis kelamin merupakan factor resiko utama dari GCA. Terutama jika usia diatas 50
tahun dengan onset nyeri kepala maka temporal arteritis harus menjadi salah satu diagnosa
bandingnya. Penyebab GCA masih tidak diketahui, walaupun terjadi proses inflamsi yang menyertai
proses penyakitnya, penyebab utama yang menimbulkan inflamasi masih tidak pasti. Factor genetic,
lingkungan serta autoimmune diidentifikasi sebagai penyebab utama.

Gejala Klinis

Onset gejala dari GCA bisa gradual atau tiba-tiba. Gejala prodromal seperti demam, anorexia
serta nyeri otot biasanya timbul beberapa hari atau minggu sebelum gejala utama timbul.

Gejala utama yang paling sering dilaporkan pada pasien GCA adalah :

* Sakit kepala dan nyeri menahun.

* Penurunan ketajaman visual atau penglihatan ganda

* Nyeri rahang (rahang klaudikasio) terutama ketika mengunyah

* Sakit dan kekakuan pada leher, lengan atau pinggul biasanya memburuk di pagi hari sebelum keluar
dari tempat tidur

* Tiba-tiba kehilangan penglihatan permanen dalam satu mata

* Demam, bisa disertai batuk dan nyeri menelan.

> 60 mm / jam (normal 1-40 mm / jam). Penyebab utama hilangnya penglihatan pada GCA adalah anterior ischemic optic neuropathy (AION) yang disebabkan oleh vasculitis pada arteri siliaris posterior. Jadi. namun pada beberapa kasus nyeri dikeluhkan menyebar ke seluruh kepala. sebuah penanda inflamasi. nyeri tekan pada sisi yang sakit. Biopsi sepanjang 1. Pasien biasanya merasakan nyeri makin bertambah saat menyisir atau menggunakan kaca mata.  C-reactive protein . lapang pandang. Salah satu clinical finding yang paling sering ditemukan adalah kelainan penglihatan. refeleks pupil. tanpa nyeri serta penglihatan ganda. Kelainan pada kepala dan otot bisa berupa kemerahan. atau salah satu dari kriteria diagnostik Tes laboratorium  LFT. Biasanya gangguan penglihatan unilateral berupa pandangan kabur atau kehilangan penglihatan.5-3 cm adalah 85-90% sensitif (1 cm adalah minimum). lain penanda inflamasi. slit lamp serta funduscopy. nyeri bisa saja onset baru atau timbul pada pasien dengan riwayat nyeri kepala menahun. abnormal terutama mengangkat ALP-alkali fosfatase  Tingkat sedimentasi eritrosit . Kelaianan pada saraf optic bisa ditemukan dengan pemeriksaan funduskopi a) Anterior ischemic optic neuropathy (AION) with swelling of the optic disk b) Central artery occlusion Pemeriksaan Penunjang Golden standard untuk mendiagnosis arteritis temporal adalah biopsi . Kebutaan bisa menjadi permanen terutama jika tidak ditreatment sesegera mungkin. hasil negatif tidak pasti mengesampingkan diagnosis. pada 1-2 minggu berikutnya mata sebelahnya akan terkena efeknya. mata serta otot terutama otot leher. saat biopsi hanya dianggap konfirmasi untuk diagnosis klinis. Pada auskultasi terkadang ditemukan bruit carotis terutama di arteri temporalis. Pemeriksaan pada mata harus meliputi visus. Pada pasien dengan kehilangan penglihatan unilateral yang tidak diobati. . tes fungsi hati . Nyeri biasanya terlokalisir di temporal dan oksipital. Nyeri terasa menekan dan terus menerus. Pemeriksaan dititikberatkan pada nervus opticus dan arteri retina. gejala awal bisa berupa kehilangan penglihatan sementara atau permanen. juga sering meningkat. Untuk nyeri kepala pada GCA tidak memilik gejala pathognomonic. Kelainan bisa ditemukan di kepala. Dengan demikian. yang melibatkan apusan sebagian kecil jaringan. nyeri tekan biasanya ditemukan. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan tergantung pada organ yang tekena.

dan perlahan di tapering off selama 9-12 bulan. Ph. 24 Mei 2013. Pengobatan bisa ditambahkan aspirin untuk mencegah agregasi trombosit.gov/pmc/articles/PMC3679627/  Giant Cell Arteritis. Daftar pustaka  The Diagnosis and Treatment of Giant Cell Arteritis.ncbi. dan mencegah kehilangan penglihatan permanen serta stroke. 11 Juli 2017. Dosis prednison diturunkan setelah 2-4 minggu.com/article/332483-overview#a1 .medscape.  Trombosit juga mungkin meningkat. Dosis methylprednisolone intravena dimulai 1 gr/hari selama 3 hari. Terapi Kortikosteroid. Steroid oral setidaknya sama efektifnya dengan steroid intravena. Pemberian PPI dipertimbangkan untuk proteksi gastrointestinal serta kalsium dan vitamin D untuk perlindungan tulang terutama jika pasien diputuskan untuk menjalani terapi steroid jangka panjang. kecuali dalam pengobatan kehilangan penglihatan akut di mana steroid intravena dipilih untuk terapi pada onset mendadak. Terapi mungkin memerlukan dua tahun atau lebih dengan dosis maintenance.nih.nlm. Cited at 13 Maret 2018 https://emedicine. harus dimulai segera setelah diagnosis dicurigai (bahkan sebelum diagnosis dikonfirmasi dengan biopsi) untuk mencegah kebutaan irreversible sekunder akibat oklusi arteri opthalimica.). Thomas Ness. Mythili Seetharaman MD et all. biasanya dosis tinggi prednisone (40-60 mg sekali sehari. Cited at 13 maret 2018 https://www.D et all.