You are on page 1of 2

Disiplin profesi terdapat pada Perkonsil No.

4 Tahun 2011 tentang Disiplin Profesional Dokter dan Dokter
Gigi. Hakekatnya adalah upaya melindungi masyarakat atas tindakan yang dilakukan oleh dokter/dokter
gigi dengan aturan/ketentuan tata laksana penerapan keilmuan dan pelaksanaan pelayanan yang harus
diikuti leh dokter dan dokter gigi.

Terdapat tiga bentuk pelanggaran, yaitu:

- Kegagalan penatalaksanaan pasien karena:
o Ketidakcakapan (incompetence)
o Kelalaian (gross neglicence)
- Bertindak tercela terhadap wibawa profesi
- Ketidak layakan fisik dan mental untuk berpraktik

No. Etik Disiplin Hukum
1. Dibuat dan disepakati oleh Organisasi profesi Dibuat oleh pemerintah dan
organisasi profesi DPR
2. Kode etik Standar profesi UU, PP, Keppres, dsb.
3. Diatur, normal prilaku Diatur, normal prilaku Diatur, normal prilaku manusia
pelaksanaan profesi pelaksaa profesi pada umumnya
4. Sanksi: moral psikologis Sanksi moral psikologis & - Untuk pidana: penjara
teguran/pencabutan dan denda
- Untuk perdata: ganti
rugi administrasi,
teguran/pencabutan
5. Yang mengadili: Yang mengadili: MKDKI Pengadilan:
- Ikatan terkait - Perdata: gugatan ke
- Majelis kehormatan pengadilan
etik kedokteran - Pidana:
(MKEK) laporan/tuntutan
- Panitia pertimbangan - Administrasi: gugatan
dan pembinaan etik ke pengadilan
kedokteran/kedoktera
n gigi
Sanksi disiplin berdasarkan UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran pada Pasal 69 ayat (3)
berupa:

- Pemberian peringatan tertulis
- Rekomendasi pencabutan STR atau SIP
o Rekomendasi pencabutan STR atau SIP sementara selama-lamanya 1 (satu) tahun, atau
o Rekomendasi pencabutan STR atau SIP tetap atau selamanya
- Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau
kedokteran gigi
o Pendidikan formal
o Pelatihan dalam pengetahuan dana tau ketrampilan, magang di institusi pendidikan atau
sarana pelayanan kesehatan jejaringnya atau sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk,
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dan paling lama 1 (satu) tahun.