You are on page 1of 7

Laporan Praktikum Analisis Sistem Tenaga Listrik

Modul II – Analisa Aliran Daya
Muhammad Bhayu Bramantyo / 15524046
Asisten: Hasyim Abdullah
Tanggal praktikum: 17 Oktober 2017
15524046@students.uii.ac.id
Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Abstrak—Analisa pada aliran daya suatu sistem tenaga, sangat Percobaan aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karak-
diperlukan dalam proses pembangkitan dan pembebanan sistem teristik aliran daya yang berupa pengaruh dari variasi beban dan
tenaga listrik. Analisis aliran daya dilakukan untuk mengetahui rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga mempelajari
parameter-parameter yang ada pada sistem , dengan memberikan adanya tegangan jatuh di sisi beban. Dalam proses menganalisa
informasi yang berkaitan dengan beban, tegangan dan besar daya
aliran daya suatu sistem tenaga listrik, dihadapkan pada
pada sistem tenaga . Karakteristik Aliran daya juga dapat
dipengaruhi oleh variasi beban, rugi-rugi transmisi pada aliran perhitungan yang kompleks dan rumit sehingga memerlukan
daya dan adanya tegangan jatuh di sisi beban . Karena hubungan waktu yang lebih untuk menyelesaikannya. Perhitungan yang
daya antara sumber dan beban tidaklah linier, maka dalam menjadi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan software
perhitungannya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan aplikasi ETAP.
waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya. Dengan bantuan
perangkat lunak ETAP yang mendukung sistem tenaga listrik, Jatuh tegangan adalah besarnya tegangan yang hilang pada
permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penyelesaian yang suatu penghantar. Yang secara umum pada sistem tenaga listrik,
lebih cepat. Percobaan yang dilakukan pada praktikum kali ini akan berbanding lurus dengan panjang saluran dan beban serta
adalah menganalisis aliran daya pada sistem jaringan listrik
berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar. Pada
berdasarakan hal-hal yang mempengaruhi karakterisik aliran
daya. Praktikum kali ini dilakukan dengan 9 bus, yaitu 3 genera- Undervoltage adalah intinya disebabkan oleh low distribution
tor, 3 trafo, dan 2 beban static(load static). Generator 1 dengan voltage yang digunakan untuk mensupply beban-beban yang
rating daya 245MW / 16,5kV, generator 2 dengan rating1623MW berarus tinggi(heavy load).
/ 18kV, generator 3 dengan 85MW / 13,8kV, untuk rating trafo 1,
2 dan 3 adalah 200MVA dan untuk beban load static satu 125MW TINJAUAN PUSTAKA
(P) / 50MVAR (Q), load static 2 memiliki rating 200MW (P) /
50MVAR (Q) dan untuk load static 3 memiliki rating 100MW (P) A. ETAP
/ 35MVAR. . Dari hasil pada setiap percobaan terlihat, adanya ETAP (Electric Transient and Analysis Program)
rugi-rugi daya dan undervoltage . hal itu dapat terjadi karena ada merupakan suatu software aplikasi yang digunakan untuk
perubahan ukuran panjang saluran transmisi dan perubahan mensimulasikan sistem tenaga listrik. Perangkat ini mampu
pada load static. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan bekerja dalam keadaan offline untuk mensimulasi tenaga listrik
analisis, pada aliran daya sistem. dan online untuk pengelolaan data dan kendali sistem secara
real-time. Fitur yang terdapat di dalamnya antara lain fitur
Kata kumci—aliran daya; 9 bus; under voltage; overload; over untuk menganalisa pembangkitan tenaga listrik, sistem
excited; sistem tenaga listrik; ETAP transmisi, dan sistem distribusi tenaga listrik.
B. Analisis Sistem Tenaga Listrik
PENDAHULUAN Dalam, sistem tenaga ,kita melihat situsasi yang berbeda.
Sumber, merupakan sumber daya yang hanya boleh beroperasi
Sistem tenaga listrik memiliki 3 komponen utama, yaitu pada batas daya dan tegangan tertentu. Sementara beban
sistem pembangkitan,sistem transmisi dan sistem distribusi. dinyatakan sebagai besar daya yang diminta/diperlukan, pada
Dalam sistem tenaga, kita melihat situasi yang berbeda. tegangan yang juga ditentukan. Suatu permintaan daya hanya
Sumber, merupakan sumber daya yang hanya boleh beroperasi dapat dilayani selama pembebanan tidak melampaui batas daya
pada batas daya dan tegangan tertentu. Sementara itu beban yang mampu disediakan oleh sumber. Hal ini dipengaruhi oleh
dinyatakan sebagai besar daya yang diminta/diperlukan, pada beberapa hal:
tegangan yang juga ditentukan . Untuk mencapai Performa
yang memiliki keandalan dan sisi ekonomis pada sistem tenaga 1. Impedansi di saluran transmisi.
listrik, bergantung pada kinerja ketiga komponen utama
tersebut. Persoalan-persoalan muncul ketika Sistem tersebut Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena
beroperasi, salah satunya adalah pada aliran daya. berbagai hal dan sudah mencakup resultan antara hambatan
resistif, induktif dan kapasitif. Hal ini yang menyebabkan rugi-

8 . .pu Ket. sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya yang ditransfer dengan yang diterima. Disediakan data ketiga dilakukan perubahan panjang saluran antara bus 4 dan sebuah sistem dengan 9 bus sebagai berikut (tabel di bawah). 16. karena aliran daya dari bus tersebut terbagi menjadi 2 jurusan. . Selanjutnya pada percobaan pertama adalah dengan LANGKAH PRAKTIKUM menjalankan sistem tersebut untuk dilakukan studi aliran Langkah pertamanya sebelum percobaan adalah dengan beban. pada nilai P(daya nyata) = 274215 8 9 25 0.836699 denga rating 200MVA.F. Parameter trafo dalam transfer energi.280402 2. Dimana hal tersebut juga dipengaruhi oleh parameter yang ada pada masing-masing komponen.486097 j92099. 1 4 16. . 125 50 generator 2 dan 3 dari gambar 1 dapat kita lihat bahwa tidak membangkitkan daya. .642276 41. 90 30 generator Voltage Control yang berfungsi sebagai pengatur 6 . tegangan untuk menjaga tegangan bus tetap berada dalam batas toleransi (yang diijinkan) jika ada gangguan atau penambahan 7 . dari generator swing dihasilkan sebesar 274215+ 7 8 10 0. Faktor lainnya penyebab rugi-rugi ini adalah efisiensi dari gen- 3 85 . Resultan antara besaran hambatan kapasitif dan induktif akan 3 9 13.393924 3. dari bus 1 melalui trafo 1 6 9 10 1. Ditetapkan sebagai dasar 100 MVA.5kV G1 diketahui yaitu daya yang diserap oleh saluran transmisi dan (swing) transformator.506260 kW dan nilai Q(daya reaktif) = 92099 kVAR.324869 24. Bus Bus KV KV MVA 2. . . daya sebesar 169634+j38885 menuju bus 5.308432 5. 13.536401 bus 4 daya terbagi menjadi 2. 18kV G2 dari bus ke beban tersebut.5 230 200 2 7 18 230 200 Ada 3 tipe beban.37086 17.rugi daya karena terkonversi atau terbuang menjadi energy lain Table 3. Hal tersebut berarti. nilai parameter saluran transmisi II.647408 6. yaitu resistif. dikarenakan generator ini adalah 5 . Tipe beban yang tersambung jalur.334274 35. . Pada percoban data/parameter yang ada pada tabel berikut ini. bus 5 menjadi 5 km. Table 1. kemudian daya sebesar 103419+j929 menuju bus 4 5 10 0.8 230 200 mempengaruhi P. dan kapasitif.794942 gambar dapat dilihat bahwa nilai P dan Q yang merupakan daya total(S).4 lalu ke 5(beban 1) dan 6(beban 2) dan seterusnya Table 2.069386 5. - Transformer . Berdasarkan 5 7 10 1. .330352 2. Pada percobaan kedua dilakukan perubahan panjang melkaukan penyusunan one line diagram pada software ETAP untuk membuat suatu sistem tenaga listrik. memiliki nilai daya yang semakin menurun Bus Pembangkit Beban V. . Daya yang menuju beban sekitar 106495+j425920 dan 61033-j11945 menuju bus 7 dan bus 6 ke bus 9 lalu berakhir di bus 8 dimana terdapat beban 3 yang merupakan total daya BUS menjadi 83111+j29077 .561518 3. Untuk percobaan terakhir yaitu dilakukan Transmisi perubahan pada bus 6 menjadi 200 MW dan MVAR.800886 20. 100 35 beban secar tiba-tiba.2 dan 3. induktif. Untuk 4 . ratting generator hingga beban 3. berdasarkan saluran antara bus 4 dan bus 5 menjadi 30 km. Sehingga 2 163 . Daya total (S) tersebut ditransmisikan ke beban. Setelah melewati trafo daya menuju di 4 6 20 0. Disisi lain kita perlu P Q P Q mempertimbangkan daya yang keluar dari rangkaian yang tidak 1 . Penjelasannya adalah bahwa daya dari bus ke 1.8kV G3 erator atau transformator dan panjang saluran transmisi . yaitu ke beban dan ke saluran transmisi. Hasil percobaan pertama dapat dilihat pada gambar 1. jumlah dayanya semakin berkurang.031185 18. HASIL DAN ANALISIS saluran panjnag R X Y Pada percobaan pertama merupakan percobaan yang antar bus Km Ohm/km Ohm/km (x10 ) -6 menggunakan 3 generator untuk mensupply 3 beban sesuai si/km dengan parameter data pada tabel percobaan 1.

Karena pada generator 1 terjadi overload maka Trafo 1 terjadi Overload. Dari hasil tersebut kita dapat mengetahui pada bus yang tersambung langsung dengan beban terdapat daya aktif (P) dan daya rekatif (Q). Hasil percobaan 1 satuan ampere . Untuk percobaan pertama tahap selanjutnya adalah load flow report atau laporan aliran beban pada setiap bus. Jika beban semakin besar maka akan mengalir arus yang besar. Gambar 1.308 MW dengan daya reaktif sebesar 29. karena panas yang pada saluran tersebut. Pada saluran transmisi nila arus akan berkurang. Sebagai contoh. Untuk hasil percobaan pertama tahap berikutnya pada bagian Alert view dapat dilihat pada gambar 3. Hasil percobaan dapat dilihat pada gambar 4. Dari gambar juga dapat dilihat. Gambar 2. hal ini terjadi karena generator mensuplai daya reaktif tetapi eksitasinya berlebihan. Hasil Percobaan 1 pada alert view panas saat dialirkan. Pada gambar tersebut memperlihatkan keadaan dari komponen sitem tengaa listrik yang kita susun pada percobaan 1. jika beban semakin besar maka daya aktif yang dibutuhkan semakin besar . arusnya kecil tetapi tegangannya sangat tinggi. Karena pada saat proses transmisi pada saluran. kemudian pada saat sampai beban maka arus akan membesar (berubah). Yaitu ada 4. Dari data gambar 3 tersebut dapat kita lihat untuk bus 2 hingga bus ke 9 memiliki kondisi under voltage. hal ini dapat dilihat dari salah satu bus. Pada bus 6 daya aktif sebesar 149. Dalam proses transmisi daya terdapat rugi-rugi daya atau daya yang hilang. Arus sendiri memiliki sifat menimbulkan Gambar3. Untuk generator 2 dan 3 terjadi under excited dan under power artinya generator menyerap daya reaktif tapi eksitanya kurang dan generator tidak mensuplai daya.Hasil percobaan 1 dengan satuan kW+jkVAR Untuk Hasil Percobaan pertama tahap selanjutnya yaitu dengan satuan ampere dapat dilihat pada gambar 2. dimana hal ini terjadi overload atau pembebanan berlebih pada generator swing.3 Amp yang hilang.305 MVAR. Kita bisa mengikuti analisis pada daya kW+jVAR seperti analisa diatas. karena generator 2 dan 3 di ETAP diatur sebagai generator voltage control (pengatur tegangan) yang hanya berfungsi untuk menstabilkan tegangan pada bus. bahwa pada generator 1 mengalami overexcited. pada gambar 2 dapat dilihat arus dari bus 5 menuju bus 7 berkurang.

. misal pada bus 7 terjadi kehilangan nilai arus sebesar 10. Gambar 4. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar 5 saat daya yang ada pada bus 5 menuju beban dan saat menuju bus 7. Terjadi perbedaan dengan percobaan 1. pada proses transmisi arus akan mengalami rugi hasilnya pada gambar 8. rugi daya yang tinggi. Disini terjadi perubahan pada nilai daya aktif(P) dan reaktifnya(Q) sesuai hasil percobaan 2 yaitu . Hasil percobaan kedua dengan 30 km dengan satuan kW+jkVAR Pada gambar 5. Untuk percobaan satuan ampere hasilnya dapat dilihat pada gambar 6. Hasilnya kurang lebih sama dengan percobaan pertama tetapi pada generator berubah menjadi under excited. Gambar 5. Gambar 7 Hasil percobaan 2 alert view Sehingga hal tersebut meningkatkan rugi-rugi daya yang ada. Gambar 6 Hasil percobaan 2 satuan ampere Pada hasil alert report percobaan 2 ini terlihat pada gambar 7. dalam ampere maka arusnya pada percobaan ini Selanjutnya untuk percobaan load flow report dapa dilihat akan berubah. yang dayanya semakin mengecil. Hasil percobaan 1 Load flow report Pada percobaan selanjutnya yaitu percobaan kedua yang hasilnya dapat dilihat pada gambar 5. Karena pada percobaan kedua ini pada saluran transmisi antara bus 4 dan 5 diatur menjadi 30 km.2 Ampere. Perubahan panjang pada saluran transmisi hanya berpengaruh pada daya yang dikirim ke beban. kita bisa melihat bahwa terjadi perubahan yang sangat signifikan. Hal ini terjadi karena panjangnya saluran transmisi diantara bus 4 dan bus 5.

Pada saluran transmisi antara bus 4 ke bus 5 diubah menjadi lebih pendek yaitu 5km. pada bus 7 rugi- rugi arus tidak terlalu besar karena panjang saluran hanya 5km. maka rugi-rugi dayanya akan semakin menurun. Kemudian over excited disebabkan oleh gen- erator yang menyuplai daya reaktif berlebih sehingga ter- jadinya eksitasi yang berlebihan. Hal ini disebabkan ini genartor men- galami overload dimana bebannya merupakan beban static. hasil percobaan dapat dilihat pada gambar 9. Pada percobaan ketiga .783 MW dan 30. dengan pendeknya panjang saluran transmisi.581Mvar Gambar 10 hasil percobaan 3 dengan satuan ampere. Dengan memendeknya panjang saluran menyebabkan generatoe 1 Overload.misalnya pada bus 5 dibandingkan percobaan 1 sebelumnya. Pada percobaan ini rugi-rugi daya reaktifnya semakin besar. Arus yang di bangkitkan pada percobaan 3 dapat dilihat pada gambar 10. Hal ini disebabkan karena pembebanan yang berlebihan. Gambar 11 percoban 3 hasil alert load flow Hasil alert load flow percobaan 3 dapat dilihat pada gambar 11. Gambar 8 hasil percobaan 2 Load flow report. untuk bus. Pada generator swing akan membangkitkan daya yang lebih besar sehingga generator 1 akan mengalami overload dan over excited. yaitu menjadi 132. Arus terlihat semakin membesar. . masih terjadi un- Gambar 9 hasil percoban 3 dengan satuan kW+jkVAR der voltage seperti sebelumnya.

daya yang Gambar 15 Hasil percobaan 4alert load flow dihasilkan generator 1 (swing) sebesar 333888+j162006. Pada percobaan ini. rentan terhadap rugi-rugi jika ditransmisikan melalui saluran transmisi. Kita dapat melihat losses yang cukup banyak terjadi antara bus 8 ke 9. berlebihan.4 pada sisi beban. . Pada Bus 5 daya aktif dan reaktif menjadi lebih Berdasarkan gambar 14. gambar 12. dengan penambahan rating beban pada bus 6 maka arus yang ditimbulkan juga besar yaitu sekita 442. Hal ini dikarenakan rugi-rugi daya yang menurun. Gambar 12 percobaan 3 load flow report Pada percobaan 3 hasil load flow reportnya dapat dilihat pada Gambar 14 percobaan 4 satuan Ampere. nilai beban pada bus 6 menjadi 200 MW dan 50 MVAR. ada rugi-rugi sekitar 24. hal ini j26373. Gambar 13 percobaan 4 KW+jkVAR Pada percobaan 4 hasilnya dapat dilihat pada gambar 13. Hal itu juga dapat dilihat dari kondisi generator 1 sebagi yang masih kondisi overload. Dari hasil percobaan pada gambar. bus masih mengalami under voltage . dapat dilihat bahwa arus ini sangat besar. Kemudian untuk generato 2 dan 3 terjadi under excited karena generator tersebut hanya menyerap daya reaktif dan dengan diatur sebagai generator voltage control. Dan nilai daya pada beban di bus 6 adalah maenyatakan bahwa masih terjadi pembebanan yang 149308+j29305. Pada Untuk hasil alert load flow percobaan 4 dapat dilihat pada bagian beban 3 terjadi penurunan daya menjadi 75383 + gambar 15.7 Ampere.

Selain itu kita perlu mempertimbangkan daya output yang diserap oleh saluran transmisi maupun transformator. Berikutnya Over eksitasi adalah kondisi dimana eksitasi berlebihan saat generator mensuplai daya reaktif dan menyebabkan panas berlebihan pada lilitan rotor generator. Gambar 16 percobaan 4 load flow report. Beban berlebih (Overload) 8. Percobaan 2. Yusreni. 3. Kita dapat mengetahui kondisi dari masing masing peralatan yang ada seperti pada bus. Analisa Sistem Tenaga [3] Modul Praktikum Analisis Sistem Tenaga UII III.Sudirham. Selanjutnya panjang saluran akan mempengaruhi rugi- rugi daya sehingga daya yang tersalurkan menjadi berkurang jika saluran transmisi semakin panjang. Daya dari bus dibagi menjadi 2 bagian. 5. Daya pada beban yang ada pada bus 5 dan 6 akan dipengaruhi oleh daya yang disalurkan dari bus 4 dan juga rugi rugi daya yang ada. Selanjutnya panjang saluran akan mempengaruhi rugi-rugi daya sehingga daya yang tersalurkan menjadi berkurang jika saluran transmisi semakin panjang. yaitu daya yang menuju beban dan pada saluran transmisi. karena semakin panjangnya saluran transmisi menyebabkan losses bertambah. Jika eksitasi kurang maka akan pana yang berlebihan pada rotor lilitan generator. IV. Selain itu kita perlu mempertimbangkan daya output yang diserap oleh saluran transmisi maupun transformator. [2] Wami. 4. .158KW Q = 36567MVAR. Daftar Pustaka Pada hasil gambar 16 terlihat bahwa beban pada bus 6 memiliki [1] Sudaryatno. Rugi-Rugi daya 6.generator dan trafo. JAWABAN PERTANYAAN 1. yaitu daya yang menuju beban dan pada saluran transmisi. Daya dari bus dibagi menjadi 2 bagian. V. Yaitu proses suplai daya reaktif pada generator 7. Analisa Sistem Tenaga daya aktif yaitu P = 146. KESIMPULAN Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa. 2.