You are on page 1of 8

Laporan Praktikum Analisis Sistem Tenaga Listrik

Modul IV – Starting Motor Induksi
Muhammad Bhayu Bramantyo / 15524046
Asisten: Hasyim Abdullah
Tanggal praktikum: 15 Oktober 2017
15524046@students.uii.ac.id
Teknik Elektro – Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Abstrak— Sistem tenaga listrik dalam penggunaanya Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menganalisis kondisi
memerlukan motor induksi yang memiliki kegunaan sebagai dan voltage drop saat starting motor induksi dengan software
penggerak. Permasalahan yang ada pada motor induksi adalah ETAP
saaat melakukan starting. Karena pada saat starting arusnya
sangat besar yaitu sekitar 5 sampai 7 kali arus nominal, sehingga
menyebabkan terjadinya drop tegangan pada sistem yang juga
II. TINJAUAN PUSTAKA
dapat menyebabkan gangguan pada operasi beban lain. A. ETAP
Berdasarkan hal tersebut analisa pada starting motor induksi
diperlukan. Pada praktikum ini, dilakukan analisa terhadap
ETAP (Electric Transient and Analysis Program)
motor induksi saat starting dengan melakukan simalasi pada merupakan suatu software aplikasi yang digunakan untuk
software ETAP. Hasil percobaan didapatkan dengan melakukan mensimulasikan sistem tenaga listrik. Perangkat ini mampu
pengamatan pada simulasi static starting motor induksi dan bekerja dalam keadaan offline untuk mensimulasi tenaga listrik
dynamic starting motor induksi. dan online untuk pengelolaan data dan kendali sistem secara
real-time. Fitur yang terdapat di dalamnya antara lain fitur
Kata kumci— drop tegangan; static starting motor induksi; untuk menganalisa pembangkitan tenaga listrik, sistem
dynamic motor induksi. transmisi, dan sistem distribusi tenaga listrik.

B. Starting Motor Induksi
I. PENDAHULUAN
Selama periode waktu starting, motor pada sistem
Penggunaan Motor induksi pada sistem tenaga listrik sangat akan dianggap sebagai sebuah impedansi kecil yang
diperlukan, karena memiliki kegunaan sebagai penggerak. terhubung dengan sebuah bus. Motor akan mengambil arus
Motor induksi mempunyai konstruksi sederhana dan mudah yang besar dari sistem, sekitar enam kali arus ratingnya, dan
untuk mengatur kecepatannya. Pada motor induksi, arus starting bisa menyebabkan voltage drop pada sistem serta
yang besar pada motor induksi menjadi permasalahan, karena menyebabkan gangguan pada operasi beban yang lain.
dapat menyebabkan drop tegangan yang mengganggu operasi
beban lain sehingga diperlukan analisa. Torsi percepatan motor bergantung pada tegangan
terminal motor, oleh karena itu untuk motor dengan
Starting pada motor induksi juga dipengaruhi oleh torsi tegangan terrminal yang rendah di beberapa kasus akan
percepatan motor yang bergantung pada tegangan terminal menyebabkan starting motor tidak akan mencapai nilai
motor. Jika tegangan terminal motor rendah maka akan kecepatan ratingnya.
mempengaruhi starting motor yang tidak mencapai nilai
kecepatan ratingnya. Data-data yang diberikan oleh pabrik untuk operasi
full load motor biasanya berupa : tegangan line to line (V),
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengaturan arus line (A), output daya Po (kW), power factor cosø (per
kecepatan pada motor sehingga arus yang dihasilkan tinggi. unit), efisiensi η (per unit atau percent), slip s (per unit atau
Waktu starting juga perlu diperhitungkan, karena dengan waktu percent). Dengan memeriksa nilai impedansi motor atau
starting yang lama dapat menghasilkan panas dan dapat merusak data dari pabrik, maka dapat dilihat nilai arus starting
motor. bervariasi antara 3,5 kali arus full-load untuk motor
tegangan tinggi dan sekitar 7 kali arus full-load untuk
Untuk memudahkan dalam menganalisa dapat tegangan rendah.
menggunakan bantuan software ETAP sehingga dapat
dilakukan dengan cepat dan akurat.

dan lain-lain. satu di dalam sudah terisi untuk motor ini. Karkteristik dinamiknya dapat dirumuskan dari detik ke 1 Langkah berikutnya buka syn1 editor dengan cara double klik dari gambar syn1 dan klik load Tdynamic = KN2 . untuk membuka jendela editornya dan pilih halaman Model. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi arus starting dari suplai. Torsi full-speed untuk operasi no-load antara 40% . Kombinasi torsi bisa konstan selama periode acceleration. Dari kecepatan nol ke kecepatan penuh. kompressor sentrifugal. kecepatan seperti conveyor. Synchronous Motor Editor III. buka motor yang dibutuhkan saat kecepatan nol dan kecepatan sangat starting study case editor. Beban seperti ini biasanya nameplatenya Sekarang buka halaman Load Model untuk menggunakan motor tipe double cage. Kemudian buka file dari ETAP pilih folder Example-ANSI dan pilih keluar dari Syn1 Synchronous Motor editor Sekarang file Example ANSIPilih Motor Acceleration Analysis jalankan simulasi dynamic running motornya Untuk . satu di luar. Motor Acceleration Analysis Mode Secara umum karakteristiknya ada dua yaitu bagian statik dan bagian dinamik. tegangan bus akan turun untuk menciptakan torsi yang cukup untuk mempercepat beban ke tegangan ratingnya. Bila model beban harus dalam satu slot atau slot yang terpisah. Saat output akan diplot mulai dari 0 sampai 10 detik. Bagian statik menghitung torsi inisial Selanjutnya dari study case toolbar. Berdasarkan file example ANSI yang sudah dibuka. dan lain-lain. Gambar 2.2 ke dalam kolom Motor Inertia dan klik OK. torsi statik bisa diabaikan. pertama Motor WR2 akan secara otomatis diupdate. torsinya tetap Kemudian klik dalam tombol typical data dan akan terisi konstan. untuk menambahkan atau rendah. maksudya motor dalam kondisi tanpa Sebagian besar pompa sentrifugal dan kompressor beban mulai detik 1 dan akan mencapai kondisi full load sentrifugal distart saat kondisi no-load. Jika batang mulai berotasi torsi ini berkurang. Namun. simulasi ini akan dicoba untuk menjalankan motor syn1 Bagian dinamik torsi berhubungan dengan energi yang dan yang lainnya di delete. Dalam kecepatannya di atas sekitar 10%. membutuhkan energi dan torsi minimum dari motor. Ubah waktu accelerationnya mulai dari no load 1 dan full load 3. LANGKAH PRAKTIKUM Langkah selanjutnya adalah klik tab Inertia dan masukkan Berikut langkah dalam melakukan percobaan pertama yaitu nilai 0. crushers. maka jumlah panas yang dihasilkan di kumparan stator dan batang konduktor rotor harus diperhitungkan. Gambar 1. Artinya mesin pada detik ke 3. Torsi inisial ini biasa disebut event. di mana N adalah kecepatan batang model. yang rotornya melihat model bebannya.60% torsi Selanjutnya adalah langkah percobaan kedua yaitu full-load. Sekitar 5 sampai 15 % torsi full-load dibutuhkan memodifikasi studi yang akan dilakukanDalam halaman untuk menggerakkan batang. kipas. Mesin tipe ini sulit untuk start dan mencapai data yang dibutuhan sesuai dengan rating motor dalam kecepatan penuhnya. Dengan waktu starting yang lama. Untuk beban dengan karakteristik torsi konstan versus langkah selanjutnya adalah membuka elemen grafik Syn1. lifting. misal 20 detik. ubah total simulation time menjadi 10 detik. Saat starting.C. Simulasi percobaan dynamic starting motor induksi. membuat motor bisa menghasilkan dua torsi untuk slip tertentu. Waktu starting yang lama harus dihindari. Dengan memilih diisikan maka pilih tab Model dan klik OK. Karakteristik Motor Mode dengan meng klik button Motor Acceleration Analysis Sebagian besar beban-beban mekanik di industri diklasifikasikan ke dalam 2 grup yaitu : torsi kuadratik versus kecepatan dan torsi konstan versus kecepatan Karakteristik kuadratik ada pada beban seperti pompa sentrifugal. hasil stiction. rasio X per R untuk lilitan ini. Simulasi percobaan static starting motor induksi. Dengan suhu yang tinggi pada batang bisa menyebabkan kerusakan yang sangat signifikan pada motor tipe enclosure khususnya. yang perlu diperhatikan harus dijamin juga bahwa motor memiliki torsi yang cukup untuk mempercepat beban saat tegangan terminalnya jatuh. Pastikan bahwa model beban mempunyai dua lilitan rotor. Simulasi event akan dimulai dibutuhkannya.

saat waktu steady state. maka bisa dipilih tipe plot yang waktu 1 detik didapatkan arus starting motor pada bus 269.statis motor starting yaitu suatu metode 98.27 didapat arus starting motor pada bus 269.5 diinginkan Ampere dengan faktor daya 94. Motor Starting Plot Selction Gambar 5. Gambar 3. HASIL DAN ANALISIS steady state motor memerlukan waktu 3.34 detik didapat arus Pada percobaan pertama merupakan percobaan static starting motor pada bus 268. Artinya arus pada utility menurun sebesar 83. Hasil arus time sleeding steady state percobaan static starting motor induksi (waktu steady state) Selanjutnya pada gambar 5.1 A.33% masuk ke utility masih Gambar 4.5 Ampere dengan faktor daya 94. Gambar 6. melihat hasil plot nya.5 Ampere dengan faktor daya starting motor induksi. Hasil arus time sleeding detik 1 static sama pada waktu starting 146. waktu 1 s dan waktu pertengahan atau menuju steady state. starting motor induksi (waktu starting) Dari hasil gambar percobaan static starting motor induksi diatas. Untuk hasil pada gambar 6.56%.33% masuk ke utility menjadi 146.5 A dengan factor daya 99.04%. Percobaan ini untuk mengetahui arus motor pada saat starting.faktor daya. Setelah waktu akselerasi motor selesai. terkunci selama waktu starting yang akan menarik arus maksimum pada sistem. menunjukan untuk waktu menuju steady state yaitu antara waktu starting dan steady state pada detik ke 2. menunjukan untuk waktu IV. gambar 5 dan gambar 6.56%. motor akan dirubah ke dalam suatu beban Kva konstan.83% masuk ke utility menjadi 63.5 A dengan factor daya 99.4 A dengan factor daya yang merepresentasikan motor sebagai impedansi rotor 100. menunjukan untuk waktu startting motor memerlukan . Untuk hasil percobaan dapat dilihat pada gambar 4. Hasil antara detik 1 dan saat steady state (waktu menuju steady state).

dapat diketahui bahwa motor induksi membutuhkan waktu 4.5 Ampere dengan faktor daya 94. Berdasarkan Hasil gambar diatas dapat diketahui bahwa motor induksi membutuhkan waktu 3.8 Ampere dengan faktor daya 94. Artinya selama selama waktu starting motor. Gambar 7.65 detik didapat arus starting motor pada bus 268.04% masuk ke utility menjadi 76 A dengan factor daya 99. saat waktu steady state. Untuk hasil percobaan dapat dilihat pada gambar dibawah.48% masuk ke utility arusnya menjadi 145. Waktu menuju steady state metode dynamic menjadi 147. Berdasarkan Hasil gambar diatas dengan metode dynamic starting.27% masuk ke utility Gambar 9.83 didapat arus starting motor pada bus 269. Waktu starting dynamic Dari hasil gambar percobaan dynamic starting motor induksi diatas.7 Ampere dengan faktor daya 98.95%. Dynamic motor induksi yaitu metode yang merepresentasikan motor sebagai model dinamis untuk melihat waktu starting dari sebuah motor hingga mencapai kecepatan nominalnya serta digunakan untuk mengetahui efek tegangan kedip (voltage dip) pada sistem. Waktu steady state dynamic Selanjutnya pada gambar 8.58%. Gambar 8.56%.3 A dengan factor daya 99.65 detik untuk mencapai steady state dimana arusnya konstan setelah itu. sistem akan menarik arus maksimum dan setelah akselerasi motor selesai. motor akan dirubah ke dalam beban sebagai KVA konstan.8 A dengan factor daya 99. Percobaan ini untuk mengetahui arus motor pada saat start- ing. Pada percobaan kedua merupakan percobaan dynamic starting motor induksi.34 detik untuk mencapai steady state dimana arusnya konstan setelah itu. menunjukan untuk waktu steady state motor memerlukan waktu 4. menunjukan untuk waktu starting motor memer- lukan waktu 1 detik didapatkan arus starting motor pada bus 269. .faktor daya. menunjukan untuk waktu menuju steady state yaitu antara waktu starting dan steady state pada detik ke 2. waktu 1 s dan waktu menuju steady state. kecepatan nominalnya dapat dilihat waktu starting. Untuk hasil pada gambar 9.

5 detik arus berangsur mengalami penurunan. Nilai Pada grafik dapat dilihat pada kecepatan motor tegangan tersebut tetap hingga pada detik ke 3.6 arus sudah steady state (konstan) di nilai arus 100%.kecepatan terus mengalami waktu tersebut nilai tegangannya mengalami kenaikan kenaikan hingga detik ke 3. Plot dynamic 2 Motor Speed langsung mengalami lonjakan atau kenaikan 100%. state di level 120%. pada saat starting dimulai. Plot dynamic 1 Motor Terminal current Gambar 12.5 . Selanjutnya lonjakan atau kenaikan sekitar 450%. Plot dynamic 4 Motor Terminal Voltage(Motor Base) Pada grafik dapat dilihat pada terminal motor teganganya (berdasarkan motor) saat starting (detik ke 1) Gambar 11. Gambar 10. Plot dynamic 3 Acceleration Torque Pada grafik dapat dilihat pada terminal motor Pada gambar grafik diatas akselerasi torsi pada arusnya saat starting (detik ke 1) langsung mengalami saat starting langsung 35% pada detik 1.6 nilai tegangannya mulai steady 100% posisi konstan(steady state). . Dari rentang waktu mengalami kenaikan lagi hingga pada detik ke tiga 1 hingga 3.4 yaitu pada level kecepatan hingga pada detik ke 3. mengalami kenaikan yang cukup cepat hingga 200% Pada detik ke 4 mengalami kenaikan hingga pada detik ke 4. Gambar 13.

5 mengalami kenaikan kembali nilai dayanya hingga detik ke 4. Nilai tegangannya konstan pada detik 3. Pada detik tersebut nilai daya nyatanya mengalami kenaikkan hingga detik 3.8 nilai Pada grafik dapat dilihat. pada detik 4 daya nyata mengalami kenaikan kembali hingga posisi steady sate atau nilai daya nyatanya konstan di nilai 800Kw. Pada detik ke 4 mengalami kenaikan Selanjutnya adalah grafik untuk torsi motor.2 di level nilai torsi 220%. bahwa keluaran daya dayanya steady state .5 di posisi 25%. Plot dynamic 7 Motor Reactive Power demand Pada grafik dapat dilihat merupakan hasil daya Gambar 18. nyata pada motor mengalami kenaikan dari detik 1 hingga detik ke 3. Dan pada detik tersebut mengalami penurunan secara cepat hingga detik 3. Gambar 14.7 nilai torsi sudah steady state dengan nilai 90%. nilainya mengalami hingga detik ke 3.5 kenaikan hingga 5000 kvar. Pada saat starting atau Selanjutnya pada grafik. Pada detik ke 3.2 dimana nilainya 195 Kw. Pada kembali nilai dayanya hingga detik ke 4.2%.2 daya nyatanya terus mengalami penurunan hingga di nilai daya 250 Kw. Torsi steady state. Pada detik ke 4 torsi mengalami kenaikan kembali hingga detik ke 4. nilai tegangan bus saat detik ke 1 nilai daya reaktifnya langsung mengalami starting 98. Gambar 17. Pada detik 3. Pada saat starting atau detik ke 1 nilai daya nyatanya langsung mengalami kenaikan hingga 850kw. Pada detik tersebut nilai daya dengan nilai tegangan 98.2% (tidak mengalami reaktifnya secara kontinu mengalami penurunan hingga kenaikan). Plot dynamic 8 Motor Real Power demand Pada grafik dapat dilihat merupakan hasil daya nyata yang diminta pada motor.2 daya Gambar15.4 mengalami penurunan secara cepat . Plot dynamic 9 Bus Voltage rekatif yang diminta pada motor.8 nilai dayanya saat mulai starting motor torsinya masih rendah. Plot dynamic 6 Motor torque nyatanya mengalami penurunan secara cepat hingga pada detik ke 3.4. Gambar 16. pada detik ke 3.5. Plot dynamic 5 Motor real power output hingga detik ke 3.

level tertinggi.hal ini disebabkan karena pada motor induksi arusnya sangat besar. KESIMPULAN Pada starting motor induksi terjadi drop tegangan. detik ke 4 arus mengalami kenaikan secara kontinu hingga detik 4. Karena di industry biasanya menggunakan alat-alat yang besar. Selanjutnya mengalami nilai yang diperlukan untuk memutar beban dengan ke- penurunan arus secara drastis hingga detik 3. Jika pada rotor melakukan percepatan frekuensi pada rotor menjadi berkurang. Plot dynamic 11 Motor Line Current slip yang berkurang. VI. Gambar 19. sehingga mengganggu operasi beban lain. . Hal ini disebabkan nilai Gambar 20. Plot dynamic 12 Motor Slip Berdasarkan grafik diatas setelah mengalami Dari gambar dapat kita lihat bahwa terjadi lonjakan kenaikan tegangan terminal motor (berasarkan penurunan nilai slip yang sebanding dengan terjadinya bus) yang signifikan dan sesuai pada yang tidak waktu puncak. Pada cepatan yang konstan. dari nilai 100% turun hingga nilai slip mengalami kenaikan grafik tegangan bus menjadi 0 sampai terjadi steady state. JAWABAN PERTANYAAN 1. Plot dynamic 10 Motor Terminal Voltage ( Bus Base) Gambar 21.5. Seteleah mengalai hal tersebut nilai arus terus menurun pada torsi akan mengalami penurunan sesuai dengan level secara kontinu hingga detik 3. oleh karena itu untuk motor dengan tegangan ter- minal yang rendah di beberapa kasus akan menyebabkan starting motor tidak akan mencapai nilai kecepatan rat- ingnya. sehingga memerlukan starting dengan nilai arus yang besar. Jika motor semakin mengalami kenaikan. Torsi percepatan motor ini bergantung pada tegangan terminal motor. V.4.8 dengan nila 80% (steady state). dengan demikian nilai reaktansinya Pada gambar 20 dapat dilihat nilai arus saluran berkurang sehingga nilai torsinya mengalami kenaikan ke pada motor saat starting melonjak nilai arunya 450%.

BERLIAN UNGGAS SAKTI TJ. Institut Teknologi Sepuluh Nopember . “Analisi Starting Motor Induks Tiga Phasa pada PT.. dkk.3 .1. 3. Prisip kerjanya adalah dengan mengatur tegangan yang masuk ke motor. VII.Direct On Line starter merupakan starting langsung. . sekitar 10 ms sampai beberapa detik. Diketahui Istarting= Sstart/√3 *Vphasa. Firlian.0”.H. DAFTAR PUSTAKA [1] Sirait. [3] Modul Praktikum Analisis Sistem Tenaga Listrik Teknik Elektro UII . “Pemodelan Statis Dan Dinamis Pada Motor Starting Untuk Analisis Stabilitas Transien Dengan Menggunakan Software ETAP Power Station 7. David. pada motor dengan code letter H yaitu 6. Maka nilai Istarting= 1395. tidak perlu mengatur atau menurunkan tegangan pada saat starting. 4. Dan √3 *440 = 762. Hal ini berarti. Pengertian penyambungan langsung disini adalah motor yang akan dijalankan langsung ke switch On ke sumber tegangan jala-jala sesuai dengan besar tegangan nominal motornya.5KVA. Jurusan Teknik Elektro. . maka Sstart(daya normal)= 150*7. Penggunaan metode ini sering dilakukan untuk motor AC yang mempunyai kapasitas daya yang kecil.09Kva= 1063..9 Ampere. voltage dip merupakan suatu fenomena penurunan tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi dalam waktu yang singkat.7.Soft starter dipergunakan untuk mengatur/ memperhalus start dari elektrik motor. 2.MORAWA ” [2] Widyananda.09 Kva/HP. -Besarnya momen inersia sistem -Kecepatan sistem -Torsi lawan beban tetap serta torsi gesekan 5. Pada motor disebabkan oleh arus yang besar pada saat starting.