You are on page 1of 12

IRIGASI TETES PADA TANAMAN CABE

Ditujukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar Agronomi
Dosen pengampu

KELAS 3A
KELOMPOK 3

Elisabeth Cynthia (4441160083)
Fikri Maulana (4441160126)
Hayatun nupus (444160113)
Indah Khairunnisa (444116
M. Farhan Al ghifari (4441160040)
Nadia Nur Illahi (4441160010)
Raudya Magripa (4441160065)

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2017

Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Imas Rohmawati.sc selaku Dosen mata kuliah Dasar Agronomi yang telah memberikan tugas ini. Oleh sebab itu. serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Irigasi tetes pada tanaman cabe dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. 23 Oktober 2017 Penulis . mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. M. karunia. Serang. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Irigasi tetes pada tanaman cabe. kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. S. kami berharap adanya kritik. saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah dibuat di masa yang akan datang. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan memohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.P..

1 Latar Belakang Masalah Bagi negara agraris seperti Indonesia. keadaan dimana air sangat berharga menyebabkan sistem irigasi yang efisien sangat dibutuhkan (Sumarna. kelembaban. Suatu kenyataan di Indonesia menunjukkan. Air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena gaya kapiler dan gravitasi. 1998) Irigasi tetes adalah sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui pemancar (emitter). 1998) Air itu sendiri di dalam tanaman berada dalam keadaan aliran yang kontinyu. Bentuk sebarannya tergantung pada jenis tanah. Irigasi tetes pada . Cocok untuk tanaman buah-buahan dan sayursayuran (Ilyas dan Mansur. sehingga memadai untuk diterapkan di daerah pertanian yang mempunyai sumber air yang terbatas. Pada prakteknya penambahan air hanya dilakukan bilamana penambahan air secara alami tidak mencukupi kebutuhan tanaman (Sumarna. bahwa dengan perkembangan teknologi pertanian yang sangat pesat menyebabkan kebutuhan air irigasi menjadi besar. BAB I PENDAHULUAN 1. Ketersediaan air secara langsung mempengaruhi proses fisiologi yang terjadi di dalam sel-sel tanaman. Adanya defisit air walaupun ringan dapat menghambat proses fisiologi tersebut. evaporasi dan aliran permukaan. Selama pertumbuhannya tanaman terus-menerus mengabsorpsi air dari tanah dan mengeluarkan pada saat transpirasi. permeabilitas tanah dan jenis tanaman. Defisit air yang terus menerus dapat menyebabkan kelayuan pada tanaman yang tidak dapat balik (irreversible) dan mengakibatkan kematian. Jumlah air yang diberikan tergantung kepada kebutuhan tanaman dan curah hujan di daerah tersebut. Irigasi tetes menggunakan debit kecil dan konstan serta 2 tekanan rendah. sehingga laju pertumbuhan di bawah normal. Irigasi didefinisikan sebagai usaha penambahan air pada tanah dengan tujuan memelihara dan menambah kelembaban tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk pertumbuhannya. 2013) Sistem irigasi tetes dapat menghemat pemakaian air. karena dapat meminimumkan kehilangan-kehilangan air yang mungkin terjadi seperti perkolasi. irigasi adalah prasarana yang cukup menentukan dalam pembangunan pertanian.

2. pemupukan dan penyiangan (Sumarna.3 Tujuan 1.4 Manfaat 1. 1998) 1. Untuk mengetahi dampak positif dan negatif pada sistem pengairan tetes. Dapat mengetahui sistem pengairan yang cocok digunakan untuk tanaman cabai. Untuk mengetahui sistem pengairan yang cocok digunakan untuk tanaman cabai. akan tetapi untuk biaya produksi selanjutnya akan lebih kecil karena sistem irigasi tetes dapat menghemat biaya pengadaan peralatan yang biasanya dapat digunakan untuk beberapa kali musim tanam serta menghemat biaya tenaga kerja untuk penyiraman.umumnya digunakan untuk tanaman-tanaman bernilai ekonomi tinggi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem pengairan yang cocok digunaka untuk tanaman cabai ? 2. termasuk tanaman cabai. . 2. Hal ini sejalan dengan diperlukannya biaya awal yang cukup tinggi. Dapat mengetahui dampak positif dan negatif pada sistem pengairan tetes. Apakah ada dampak positif dan negatif pada sistem pengairan tetes ? 1.

5–25 cm. Sehingga irigasi tetes diklasifikasikan sebagai irigasi bertekanan rendah.1 Irigasi tetes Irigasi tetes merupakan cara pemberian air dengan jalan meneteskan air melalui pipa-pipa di sekitar tanaman atau sepanjang larikan tanaman. Nilai ekonomis air dengan menggunakan irigasi tetes lebih baik dibandingkan dengan irigasi permukaan (Marpaung. Jaddi keuntungan cara ini adalah penggunaan air irigasi yang sangat efisien. Tekanan air yang masuk ke alat aplikasi sekitar 1. dan (c) Air menetes atau memanar melalui lubang-lubang pada pipa lateral (prastowo. yaitu (a) Air merembes sepanjang pipa lateral (viaflow). unit utama terdiri dari pompa. Irigasi tetes dapat dibedakan menjadi 3 macam yang berdasarkan jenis uccuran airnya. Pipa utama dapat dipasang di atas ataudibawahpermukaantanah. Pada irigasi tetes. pengukur debit dankatup). Disini hanya sebagian dari daerah perakaran yang terbasahi tetapi seluru air yang ditambahkan dapat diserap cepat pada keadaan kelembapan tnah rendah.  Pipa utama umumnya terbuat dari pipa polyvinylchlorida (PVC). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2010). (b) Air menetes atau memancar melalui alat aplikasi yang dipasang pada pipa lateral.0 bar dan dikeluarkan dengan tekanan mendekati nol untuk mendapatkan tetesan yang terus menerus dan debit yang rendah. emission device) yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus-menerus) disekitar perakaran tanaman. tangki injeksi. tingkat kelembaban tanah pada tingkat yang optimum dapat dipertahankan. saringan utama (main filter) dan komponen pengendali (pengukur tekanan. 2013) Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi (applicator. Sistem irigasi tetes di lapangan umumnya terdiri dari komponen sebagai berikut :  Unit utama (head unit). galvanized steel atau besi cor dan berdiameter antara 7. .

pengukur tekanan dan katup pembuang.  Cukup Baik bila nilai DU (68-75)% . Debit rata-rata emiter secara otomatis diketahui dari uji keseragaman tetesan. Keseragaman tetesan. emission device) Alat aplikasi terdiri dari penetes (emitter). Benefit Cost Ratio Benefit-Cost Ratio (B/C ratio) diperhitungkan dengan formula : B/CR = (B – TC)/ TC. DU=100x(qn’/qa) Keterangan : qn’: debit rata-rata 25% debit terendah (liter/jam) qa : debit rata-rata dari keseluruhan emiter (liter/jam) Tingkat keseragaman tetesan diklasifikasikan sesuai kriteria menurut ASAE dalam Freddie dkk sebagai berikut :  Sangat Baik. P adalah Benefit atau keuntungan yang diperoleh.  Baik bila nilai DU (81-87)% . Nilai keseragaman emisi (Distribution Uniformity. manifold). katup selenoid. Pipa pembagi dilengkapi dengan filter kedua yang lebih halus (80-100 μm).regulator tekanan.  Pipa Lateral. Pipa sub-utama terbuat dari pipa PVC atau pipa HDPE (high density polyethylene) dan berdiameter antara 50 – 75 mm.  Alat aplikasi (applicator. pipa kecil (small tube. Dimana : B/CR adalah Benefit-Cost Ratio.  Pipa pembagi (sub-main. bubbler) dan penyemprot kecil (micro sprinkler). bila nilai DU (94-100)% .  Kurang Baik bila nilai DU (56-62)% dan Tidak Layak bila nilai DU<50%. Pipa lateral merupakan pipa tempat dipasangnya alat aplikasi. dihitung berdasarkan persamaan. DU). .

layak sebaliknya apabila B/C R<1 nilai usaha tani tidak layak dan tidak menguntungkan. air dibedakan dengan menggunakan tenaga pompa Khususnya . Irigasi gravitasi. sehingga air akan mengalir karena gaya gravitasi. air dibedakan menurut beda ketinggian tempat. 2. adalah : 1. Irigasi pompa. Mempermudah pekerjaan pengolahan tanah 4. bahwa suatu jaringan atau sistem irigasi yang lengkap harus dilaksanakan secara lengkap. Membantu proses pemupukan 6. Pengembangan sumber air serta penyediaannya 2. Memellihara kelembapan tanah dan udara. Membasahi tanah dengan maksud air dapat diabsorpsi oleh susunan akar tanaman. Mencegah pertumbuhan gulma Stem (1979) membedakan irigasi berdasarkan tenag atau gaya yang digunakan untuk mengalirkan air irigasi.2 Ruang Lingkup irigasi tetes Bidang tugas dari irigasi meliputi empat pekerjaaan pokok. yaitu menciptakan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman 3. Pengairan atau penyaluran air dari sumber ke daerah pertanian 3.TC merupakan total cost atau total biaya yang dikeluarkan. Pembagian dan penjatahan air pada areal tanah-tanah pertanian 4. Membantu usaha pencucian zat-zat didalam tanah yang tidak dikehendaki 5. Penyaluran kelebihan air irigas secara teratur Keempat tahap pekerjaan tersebut merupakan suatu rangkaian yang kontinyu dan tidak terjelaskan dalam arti. 2. sehingga kebutuhan tanaman akan air untuk keperluan pertumbuhannnya terpenuhi 2. dengan kriteria B/CR > 1 . Manfaat dari tersedianya air irigasi antara lain untuk : 1. yaitu : 1.

terampil dan beraturan. pompa air. Air diberikan melalui jaringan-jaringan pipa di atas permukaan tanah yang dipasang menurut jalur-jalur tanaman. katup-katup. bila dilaksanakan dengan cermat. Cara ini tidak memerlukan pembuatan parit-parit atau selokan-selokan seperti pada sistem irigasi lainnya. yaitu : 1) Irigasi permukaan (surface irrigation) 2) Irigasi bawah tanah (sub-surface irrigation) 3) Irigasi curah (overhead/sprinkler irrigation) Khususnya untuk metode irigasi permukaan dapat dibedakan berdasarkan pemberian dan pembagian air pada petak-petak pertanaman. Setiap tanaman secara langsung akan menerima air irigasi melalui penetes yang dipasang pada pipa lateral dan terletak di atas perakaran tanaman. tetapi diperlukan peralatan khusus seperti pipa-pipa (utama. Permukaan tanah akan menerima air berupa tetesan-tetesan yang debitnya tergantung kepada tekanan yang diberikan. subutama dan lateral). alat penetes. Efisiensi pemakaian air dengan sistem irigasi tetes pada pertanaman sayuran dapat mencapai antara 90-100 persen. dengan mengatur besarnya tekanan sistem irigasi ini mampu memberikan jumlah serta kecepatan pemberian air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. karena jenis dan umur tanaman menentukan perkembangan akar yang selanjutnya menentukan volume daerah perakaran. saringan.Irigasi dapat pula dibedakan berdasarkan cara pemberiannya. yaitu : 1) Irigasi secara penggenangan 2) Irigasi diantara petak atau bedengan 3) Irigasi diantara jalur-jalur tanaman Irigasi tetes termasuk salah satu sistem irigasi permukaan (surface irrigation) dengan cara pemberian air di antara jalur-jalur tanaman. Pada irigasi tetes. . pengontrol tekanan dan umumnya dilengkapi dengan alat injektor pupuk. Pemberian air pada tanaman disesuaikan dengan jenis dan umur tanaman. Tekanan yang diberikan umumnya rendah (1 sampai 3 atmosfer).

Pemukaan tanah tidak seluruhnya dapat dibasahi. Cabai merah besar (Capsicum annuum L. Dalam klasifikasi. sub kelas Dicotiledonae. Bila pemberian air kurang dari volume daerah perakaran. banyak dibutuhkan manusia sebagai bumbu masak. Sun et al.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. akan mengurangi efisiensi pemberian air atau terjadi pemborosan pemakaian air. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.1986) Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. 2. (Samsudin. Bano & Sivaramakrishnan 1980). Ordo Polimoiales.3 Tanaman Cabai tanaman cabai (capsicum annum L) merupakan tanaman setahun yang berbentuk perdu. akan menghambat perkembangan akar. genus Capsicum dan Spesies Capsicum annum L. Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. hal ini sangat penting karena pemberian air hanya mencakup daerah volume perakaran dengan kadar air optimum. Sebaliknya bila melebihi volume daerah perakaran. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri (capsaicin) yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). tanaman cabai termasuk dalam kelas Angiospermae. famili Solanaceae. akan tetapi hanya di sekeliling tanaman. secara gravitasi dan kapiler air dari penetes bergerak menembus profil tanah sehingga secara umum pertumbuhan akar tanaman cenderung terpusat di daerah dimana kondisi untuk mengabsorpsi air lebih besar. karena sifat pedasnya yang berasal dari minyak atsirim (Sunaryo dan Rismunandar 1981). .

tetapi setelah masak sekali menjadi merah agak kekuning-kuningan. panjang dan meruncing. panjang dan meruncing seperti cabai merah. warna buahnya yang masih muda dan tua tetap bewarna putih. Cabai kecil Yang termasuk cabai kecil atau cabai rawit ialah :  Cabai jemprit bentuk buahnya kecil-kecil pendek dan ada pula bentuknya agak bulat.  Cabai Putih Bentuk buahnya lebih besar dari cabai ceplik dan memanjang. tetapi jika dibiarkan saja masak di pohon menjadi merah tetapi tidak semerah cabai merah. tetapi ada juga buahnya yang pendek dan gemuk tidak meruncing. rasanya pedas tetapi tidak sepedas cabai jemprit. Cabai Besar (Capsicum annum L) Yang termasuk cabai besar antara lain:  Cabai Merah Bentuk buahnya besar. Rasanya pedas akan tetapi tidak sepedas cabai kecil. tetapi isinya tidak sepadat seperti cabai kecil. dan yang masak bewarna merah menyala atau tua. Buah yang muda bewarna hijau . Warna buahnya yang masih muda bewarna hijau sedangkan yang telah masak bewarna merah. Isinya penuh dengan biji rasanya kurang enak dan tidak sepedas cabai ceplik. Isinya penuh dengan biji. Warna buahnya yang muda dan yang tua bewarna hijau. menurut Rukmana (1994). jenis-jenis tanaman cabai secara garis besar dibagi menjadi dua jenis yaitu : 1. Isinya penuh dengan biji. .  Cabai Hijau Bentuk buahnya besar. 2. Warna buahnya yang masih muda hijau dan yang masak bewarna merah.  Cabai Ceplik Bentuk buahnya sedikit lebih besar dari cabai jemprit. Kulit buahnya agak tipis dan di dalam buahnya banyak terdapat biji. Di dalam buahnya banyak terdapat biji seperti cabai merah. Rasanya pedas sekli karena mengandung minyak aetheris (atsiri) yang sangat tinggi.

karena buahnya yang bulat. daging buahnya kosong dan bijinya tidak sebanyak cabai merah. Warna buahnya yang muda hijau dan yang masak bewarna merah.  Paprika (Capsicum annum CV. Cabai Bulat (domba. sesuai dengan daerah asalnya yaitu Amerika. Groscum) Dilihat dari bentuk buahnya. cabai ini sebenarnya tergolong cabai bulat. tetapi lebih besar buahnya. gemuk dan tumpul itu banyak orang yang menganggapnya sebagai cabai hias. Rasanya tidak begitu pedas bijinya jarang. warnanya hijau seperti cabai hijau ini merupakan tanaman subtropics dan dingin. . Kulit buahnya tebal. Rasanya kurang pedas dan sedikit rasa manis. udel) Bentuk buahnya pendek dan tumpul.

BAB III PEMBAHASAN .