You are on page 1of 1

KOLESTEATOMA

Kolesteatoma adalah suatu kista epitelia yang berisi deskuamasi epitel (keratin).
Istilah kolesteatoma mulai diperkenalkan oleh Johanes Muller pada tahun 1838. Banyak teori
tentang patogenesis kolesteatoma, antara lain : teori invaginasi, teori migrasi, teori metaplasi
dan teori implantasi.

Salah satu teori mengatakan, kolesteatoma terjadi karena adanya epitel kulit yang
terperangkap. Klasifikasi kolesteatoma :

1. Kolesteatoma kongenital : yang terbentuk pada masa embrionik dan ditemukan pada
telinga dengan membran timpani utuh tanpa tanda-tanda infeksi. Lokasi kolesteatoma
biasanya di kavum timpani, daerah petrosus mastoid atau di cerebellopontin angle.
2. Kolesteatoma akuisital : yang terbentuk setelah lahir, jenis ini terbagi 2 :
a. Kolesteatoma akuisital primer : terbentuk tanpa didahului oleh perforasi membran
timpani. Timbul akibat terjadinya proses invaginasi dari membran timpani pars
flaksida karena adanya tekanan negatif di telinga tengah akibat gangguan tuba
(teori invaginasi).
b. Kolesteatoma akuisital sekunder : terbentuk setelah adanya perforasi membran
timpani. Terbentu sebagai akibat dari masuknya epitel kulit dari liang telinga atau
dari pinggir perforasi membran timpani ke telinga tengah (teori migrasi) atau
terjadi akibat metaplasi mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi yang
berlangsung lama (teori metaplasi).
3. Pada teori implantasi, kolesteatoma terjadi akibat implantasi epitel kulit secara
iatrogenik ke dalam telinga tengah sewaktu operasi, setelah blust injury, pemasangan
pipa ventilasi atau setelah miringotomi.

Kolesteatoma merupakan media yang baik untuk tempat pertumbuhan kuman, yang
paling sering adalah proteus dan pseudomonas aeruginosa. Masa kolesteatoma ini akan
menekan dan mendesak organ di sekitarnya serta menimbulkan nekrosis terhadap tulang.