You are on page 1of 158

Kat

alog/
Cat
alog:3202001

BUKU
BOOK 2
KONSUMSIKALORIDANPROTEI
N
PENDUDUKINDONESIADANPROVI
NSI
Co
ns
ump
ti
ono
fCa
lo
ri
ean
dPr
ot
ei
nofI
ndo
ne
si
aPo
pul
at
io
nan
dPr
ov
in
ce

201
6

id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Berdasar
kanHasi
lSusenasMar
et2016
BasedonTheMarch2016Susenas

BADANPUSATSTAT
IST
IK
BPS-
STA
TIS
TICSI
NDONESI
A
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
KONSUMSI KALORI DAN PROTEIN
PENDUDUK INDONESIA DAN PROVINSI
Consumption of Calorie and Protein of
Indonesia Population and Province

Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2016


Based on The March 2016 Susenas

ISSN: 1979-6250

id
Nomor Publikasi/Publication Number: 04210.1613 .1306
Katalog/Catalog: 3202001: 3202001

o.
Ukuran Buku/Book Size: 18,2 x 25,71 cm
.g
Jumlah Halaman/Total Pages: xiv + 142 halaman/pages
ps
Naskah/Manuscript:
.b

Subdirektorat Statistik Rumah Tangga


w

Sub-directorate of Household Statistics


w

Gambar Kulit/Cover Design:


w

Subdirektorat Statistik Rumah Tangga


://

Sub-directorate of Household Statistics


tp

Diterbitkan oleh/Published by:


ht

©Badan Pusat Statistik/BPS - Statistics Indonesia

Dicetak oleh/Printed by:


CV Dharmaputra

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial
tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik
It is prohibited to announce, distribute, communicate, and/or copy part or all of this
book for commercial purposes without permission from BPS-Statistics Indonesia
TIM PENULIS/PERSONS INVOLVED

Penanggung Jawab/Person in charge:

Gantjang Amannullah, MA

Editor/Editors:

id
o.
Nona Iriana, S.Si, M.Si

Hasnani Rangkuti, Ph.D


.g
ps
.b

Penulis/Authors:
w

Siswi Puji Astuti, S.ST, S.E, M.Si


w

Gaib Hakiki, S.Si


w
://
tp

Pengolah Data/Data Processors:


ht

Amiek Chamami, S.ST, M.Stat

Ofi Ana Sari, S.ST

Penyusun Infografis/Infographics Designer:

Siswi Puji Astuti, S.ST, S.E, M.Si

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 iii
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
KATA PENGANTAR

Target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke dua adalah menghapuskan


kelaparan dan segala bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan
salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam Nawacita yaitu
meningkatkan kualitas hidup manusia yang dicapai melalui peningkatan status kesehatan
dan gizi masyarakat.

Dalam upaya untuk mencapai peningkatan status kesehatan dan gizi masyarakat
tersebut diperlukan data yang relevan dan handal baik untuk perencanaan maupun

id
evaluasi. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) merupakan survei yang mengumpulkan
berbagai data sosial ekonomi termasuk pengeluaran dan konsumsi rumah tangga. Dari

o.
data konsumsi makanan dapat diperoleh gambaran mengenai asupan gizi dari makanan
yang dikonsumi oleh setiap penduduk.
.g
ps
Publikasi Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi ini
.b

merupakan buku kedua dari tiga buku dalam rangkaian publikasi mengenai pengeluaran
w

dan konsumsi rumah tangga. Publikasi ini secara khusus menyajikan data konsumsi
penduduk dalam satuan kalori dan protein berdasarkan hasil Susenas yang dilaksanakan
w

pada bulan Maret 2016. Publikasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data
w

mengenai konsumsi kalori dan protein penduduk di tingkat nasional maupun provinsi
://

untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kecukupan gizi penduduk yang


tp

ditunjukkan dalam kecukupan kalori dan protein.


ht

Rasa terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada semua pihak


yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan publikasi ini. Termasuk juga kepada mereka
yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan lapangan, pengolahan data hingga
penulisan laporan.

Jakarta, Desember 2016


KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK

Dr. Suhariyanto

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 v
PREFACE

The second goal of Sustainable Development Goals (SDGs) is to end hunger and it
comes with the target to achieve food security and improved nutrition by 2030. The target
is in line with Indonesia’s development priority agenda that is Nawacita, which aims to
improve quality of human life through an improved health and nutritional status for all of
Indonesian population.

In planning and evaluating the programs that is to achieve Improved health and
nutritional status, it needs relevant and reliable data. The Socio Economic Survey (Susenas)

id
is households based survey that collects a variety of socio-economic data, including
household consumption expenditure. Food consumption data provides overview of the

o.
nutrition from the food consumed by population.

.g
The publication of Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and
ps
Province is the second book of three household expenditure and consumption publication
.b

series. This publication specifically provides consumption data in units of calorie and
w

protein at the national and provincial levels based on the March 2016 Susenas. It is
expected that this publication meet consumers needs on calorie and protein consumption
w

of Indonesian population at national and provinces level. It is hoped that this publication
w

provides an overview on the level of nutritional adequacy of population described in


://

sufficient calories and protein intake.


tp

I would like to extend my highest appreciation to all those who take part in
ht

bringing this publication. Including those engaged in planning, field implementation, data
processing and writing of the report.

Jakarta, December 2016


BPS – STATISTICS INDONESIA

Dr. Suhariyanto
Chief Statistician

vi Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Berapa banyak kalori dan protein yang dikonsumsi
setiap penduduk Indonesia per hari ?
How much Calorie and Protein Consumed by Indonesian Per Day
??
KALORI/CALORIE
“Setiap penduduk Indonesia 1 638,37 kkal 399,03

mengonsumsi rata-rata
kkal

Makanan
“Every Indonesian population consumed Makanan dan
dimasak

2 037,40 kkal kalori


minuman
dan
di rumah jadi

kcal calorie
Home Prepared
and Cooked Food and
Food Beverages

gram protein per hari”


56,67

id
45,42 gr 11,25 gr
grams protein per day”

o.
PROTEIN/PROTEIN
.g
ps
.b

Kalori/Calorie Kalori/Calorie
w

= 2 034,01 kkal
w

= 2 040,98 kkal
w
://

Protein/Protein Protein/Protein
tp

Perkotaan Perdesaan
Urban
= 59,14 gram Rural
= 54,05 gram
ht

Tiga bahan makanan KALORI/CALORIE PROTEIN/PROTEIN


863,26 20,20
dengan konsumsi kkal gram

kalori dan protein 236,60


5,58
gram 4,77
tertinggi kkal 74,46
kkal
gram

Beras/ Minyak Gula Beras/ Ikan dan Tahu dan


Top three food items with Beras Ketan Goreng Beras Ketan Udang
Rice/ Fresh
Tempe
Soybean Curd
Rice/ Frying Sugar
calorie and protein Glutinous Rice Oil Glutinous Fish and and Fermented
Rice Shrimp Soybean Cake
consumed
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
RINGKASAN/SUMMARY

Berdasarkan hasil Susenas Maret Based on the March 2016 Susenas,


2016, terdapat beberapa temuan terkait there are several findings related to the
konsumsi kalori dan protein penduduk consumption of calories and protein of the
Indonesia dan Provinsi sebagai berikut : Indonesia population and Province as follows:

 Rata-rata konsumsi kalori dan protein per  Daily average per capita consumption of
kapita sehari penduduk Indonesia pada calorie and protein of Indonesian
Maret 2016 secara berturut-turut adalah population by March 2016 was 2,037.4 kcal

id
sebesar 2.037,4 kkal dan 56,67 gram. and 56.67 grams respectively. Daily

o.
Rata-rata konsumsi kalori dan protein per average per capita consumption of calorie
kapita sehari penduduk di perkotaan
.g
and protein of Indonesian population in
ps
sebesar 2.034,01 kkal dan 59,14 gram, urban area was 2,034.01 kcal and 59.14
sedangkan di perdesaan sebesar 2.040,98 grams, while in rural area was 2,040.98
.b

kkal dan 54,05 gram. kcal and 54.05 grams.


w

 Rata-rata konsumsi kalori dan protein per  Daily average per capita consumption of
w

kapita sehari dari makanan yang dimasak calorie and protein from home cooked
w

di rumah empat kali lebih tinggi foods almost four times higher than
://
tp

dibandingkan konsumsi kalori dan prepared foods and beverages.


protein dari makanan jadi.
ht

 Rata-rata konsumsi kalori dan protein per  Daily average per capita consumption of
kapita sehari dari makanan yang dimasak calorie and protein from home cooked
di rumah lebih tinggi di perdesaan foods in rural areas is higher than urban
dibandingkan perkotaan. areas.
 Rata-rata konsumsi kalori dan protein per  In urban areas, daily average per capita
kapita sehari dari makanan jadi di daerah consumption of calorie and protein from
perkotaan lebih tinggi dibandingkan di prepared food and beverages is higher
daerah perdesaan. than rural areas.

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 ix
 Berdasarkan kelompok makanan, rata-  Based on the food grouping, the
rata konsumsi kalori per kapita sehari highest daily average per capita
yang tertinggi baik di perkotaan maupun consumption of calorie in urban and rural
perdesaan adalah dari kelompok padi- areas was from cereals, whereas the lowest
padian. Sementara yang terendah berasal was from spices. Similar to consumption of
dari kelompok bumbu-bumbuan. calorie, the highest daily average per
Sebagaimana konsumsi kalori, rata-rata capita consumption of protein was from
konsumsi protein per kapita sehari yang cereals, while lowest was from tubers.
tertinggi juga berasal dari kelompok padi-
padian, sedangkan yang terendah dari
umbi-umbian.

id
 Bahan makanan dengan konsumsi kalori  Foods item that have highest consumption

o.
tertinggi adalah beras/beras ketan, of calorie were rice/ glutinous rice, coconut
minyak kelapa/goreng, dan gula pasir. .g
oil/frying oil, and sugar. The highest
ps
Beras/beras ketan juga merupakan consumption of protein also came from
.b

bahan makanan dengan konsumsi rice/glutinous rice, followed by fresh fish


w

protein tertinggi, diikuti oleh ikan dan and shrimp, soybean curd and soybean
w

udang segar, serta tahu dan tempe. cake. Consumption of protein from animal
w

Konsumsi protein dari bahan makanan protein source was twice than those from
://

sumber protein hewani mencapai sekitar vegetables protein source food items.
tp

dua kali lebih tinggi dibandingkan dari


ht

bahan makanan sumber protein nabati.


 Provinsi dengan rata-rata konsumsi kalori  Province with the highest daily average per
per kapita sehari yang tertinggi adalah capita consumption of calorie was in Bali
Bali (2.215,85 kkal) sementara yang (2,215.85 kcal) while the lowest was in
terendah di Maluku Utara (1.720,41 kkal). Maluku Utara (1,720.41 kcal). Meanwhile,
Untuk konsumsi protein, provinsi dengan province with highest daily average per
rata-rata konsumsi protein per kapita capita consumption of protein was
sehari yang tertinggi adalah Kepulauan Kepulauan Riau (64.55 grams) while the
Riau (64,55 gram) sedangkan yang lowest was papua (38.40 grams).
terendah adalah Papua (38,40 gram).

x Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
DAFTAR ISI/LIST OF CONTENTS

Halaman
Pages
TIM PENULIS/PERSONS INVOLVED iii
KATA PENGANTAR/PREFACE v
RINGKASAN/SUMMARY ix
DAFTAR ISI/LIST OF CONTENTS xi
DAFTAR TABEL/LIST OF TABLE xii
DAFTAR GAMBAR/LIST OF FIGURE xiv

id
I. PENDAHULUAN/INTRODUCTION 1

o.
1.1 Latar Belakang/Background 3
1.2
1.3 Pengolahan data/Data processing .g
Metode pengumpulan data/Method of data collection 5
6
ps
1.4 Konsep dan Definisi/Concept and Definition 9
.b

II. ULASAN/OVERVIEW OF THE RESULTS 13


w
w

2.1 Konsumsi Kalori dan Protein pada Tingkat Nasional 16


Consumption of Calorie and Protein at National Level
w

2.2 Konsumsi Kalori dan Protein menurut Kuintil 22


://

Pengeluaran/Consumption of Calorie and Protein by


tp

Expenditure Quintile
2.3 Konsumsi Kalori dan Protein pada Tingkat Provinsi 24
ht

Consumption of Calorie and Protein at Provincial Level


2.4 Fenomena Perkembangan Konsumsi Ikan Nasional 34
Trend of National Fish Consumption
2.5 Perkembangan Konsumsi Protein dari Ikan dan Makanan 37
Sumber Protein Lainnya/Trend of Protein Consumption
From Fish and Other Protein Source Foods

DAFTAR PUSTAKA/REFERENCE 41
LAMPIRAN A/APPENDIX A: TABEL-TABEL/TABLES 43
LAMPIRAN B/APPENDIX B: KUESIONER (VSEN16.KP) 121
QUESTIONNAIRE (VSEN16.KP)

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 xi
DAFTAR TABEL/LIST OF TABLE

Halaman
Pages

RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) PER KAPITA SEHARI


MENURUT KUINTIL PENGELUARAN DAN DAERAH TEMPAT
TABEL TINGGAL, MARET 2016
2.1. 23
TABLE DAILY AVERAGE CONSUMPTION PER CAPITA OF CALORIE
(KCAL) BY EXPENDITURE QUINTILE AND URBAN RURAL
CLASSIFICATION, MARCH 2016
RATA-RATA KONSUMSI PROTEIN (GRAM) PER KAPITA
TABEL SEHARI MENURUT KUINTIL PENGELUARAN, MARET 2016

id
TABLE 2.2. DAILY AVERAGE CONSUMPTION PER CAPITA OF PROTEIN 24

o.
(GRAMS) BY EXPENDITURE QUINTILE, MARCH 2016

.g
RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN
(GRAM) PER KAPITA SEHARI DI DAERAH PERKOTAAN
ps
TABEL MENURUT PROVINSI, MARET 2016
TABLE 2.3.1. DAILY AVERAGE PER CAPITA CALORIE (KCAL) AND PROTEIN 26
.b

(GRAMS) CONSUMPTION IN URBAN AREA BY PROVINCE,


MARCH 2016
w

RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN


w

(GRAM) PER KAPITA SEHARI DI DAERAH PERDESAAN


w

TABEL MENURUT PROVINSI, MARET 2016


TABLE 2.3.2. DAILY AVERAGE PER CAPITA CALORIE (KCAL) AND PROTEIN 27
://

(GRAMS) CONSUMPTION IN RURAL AREA BY PROVINCE,


tp

MARCH 2016
ht

RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN


(GRAM) PER KAPITA SEHARI DI DAERAH PERKOTAAN DAN
TABEL PERDESAAN MENURUT PROVINSI, MARET 2016
TABLE 2.3.3. DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE (KCAL) AND 28
PROTEIN (GRAMS) PER CAPITA IN URBAN AND RURAL AREA
BY PROVINCE, MARCH 2016
RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) PER KAPITA SEHARI
MENURUT PROVINSI DAN KUANTIL PENGELUARAN,
TABEL MARET 2016
2.4.1. DAILY AVERAGE CONSUMPTION PER CAPITA OF CALORIE 31
TABLE
(KCAL) BY PROVINCE AND EXPENDITURE QUINTILE, MARCH
2016

xii Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
RATA-RATA KONSUMSI PROTEIN (GRAM) PER KAPITA
SEHARI MENURUT PROVINSI DAN KUANTIL
TABEL PENGELUARAN, MARET 2016
2.4.2. DAILY AVERAGE CONSUMPTION PER CAPITA OF PROTEIN 32
TABLE
(GRAMS) BY PROVINCE AND EXPENDITURE QUINTILE,
MARCH 2016
RATA-RATA KONSUMSI IKAN SEGAR, DIAWETKAN DAN
MAKANAN JADI BERBAHAN IKAN PER KAPITA PER TAHUN,
TABEL MARET 2011-2016
2.5. 35
TABLE YEARLY AVERAGE PER CAPITA CONSUMPTION OF FRESH FISH,
PRESERVED FISH AND PREPARED FOOD MADE FROM FISH,
MARCH 2011-2016
RATA-RATA PENGELUARAN UNTUK IKAN SEGAR, DIAWETKAN
DAN MAKANAN JADI SELAMA SETAHUN, MARET 2011-2016

id
TABEL (RUPIAH)
2.6. 36

o.
TABLE AVERAGE EXPENDITURE FOR FRESH FISH, PRESERVED FISH AND
PREPARED FOOD MADE FROM FISH IN A YEAR (RUPIAHS),
MARCH 2011-2016
.g
ps
RATA-RATA KONSUMSI KALORI PER KAPITA SEHARI (KKAL)
MENURUT KELOMPOK MAKANAN DAN DAERAH TEMPAT
.b

TABEL TINGGAL, MARET 2016


A.1. 45
TABLE DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE PER CAPITA
w

(KCAL) BY FOOD GROUP AND URBAN RURAL CLASSIFICATION,


w

MARCH 2016
w

RATA-RATA KONSUMSI PROTEIN PER KAPITA SEHARI


(GRAM) MENURUT KELOMPOK MAKANAN DAN DAERAH
://

TABEL TEMPAT TINGGAL, MARET 2016


tp

A.2. 63
TABLE DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF PROTEIN PER CAPITA
ht

(GRAMS) BY FOOD GROUP AND URBAN RURAL


CLASSIFICATION, MARCH 2016
RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN
(GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN,
TABEL MARET 2016
TABLE A.3. DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE (KCAL) AND 81
PROTEIN (GRAMS) PER CAPITA FOR SEVERAL FOOD ITEMS,
MARCH 2016
TABEL DAFTAR KONVERSI ZAT GIZI (KALORI DAN PROTEIN)
A.4. 116
TABLE NUTRIENT CONVERSION TABLE (ENERGY AND PROTEIN)

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 xiii
DAFTAR GAMBAR/LIST OF FIGURE

Halaman
Pages
GAMBAR DIAGRAM ALUR PROSES PENGOLAHAN DATA SUSENAS
FIGURE 1.1. FLOW CHART OF SUSENAS DATA PROCESSING 7

PERSENTASE KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN


(GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT MAKANAN YANG
DIMASAK DI RUMAH, MAKANAN DAN MINUMAN JADI,
GAMBAR DAN DAERAH TEMPAT TINGGAL, MARET 2016
2.1. 17
FIGURE DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE (KCAL) AND
PROTEIN (GRAMS) PER CAPITA BY HOME COOKED FOOD,
PREPARED FOOD AND BEVERAGES AND URBAN RURAL

id
CLASSIFICATION, MARCH 2016

o.
PERSENTASE KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN
(GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK
GAMBAR 2.2. MAKANAN, MARET 2016 .g
ps
FIGURE . PERCENTAGE OF CONSUMPTION OF CALORIE (KCAL) 19
AND PROTEIN (GRAMS) PER CAPITA BY FOOD GROUP,
.b

MARCH 2016
w

RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN


(GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS
w

GAMBAR MAKANAN, MARET 2016


w

FIGURE 2.3. DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE (KCAL) AND 21


://

PROTEIN (GRAMS) PER CAPITA FOR SEVERAL FOOD


ITEMS, MARCH 2016
tp

RATA-RATA KONSUMSI PROTEIN PER KAPITA PER HARI


ht

GAMBAR DARI IKAN, MARET 2011-2016 (GRAM)


FIGURE 2.4. DAILY AVERAGE PER CAPITA CONSUMPTION FROM FISH, 38
MARCH 2011-2016 (GRAMS)
RATA-RATA KONSUMSI PROTEIN PER KAPITA PER HARI
BEBERAPA KELOMPOK KOMODITI SUMBER PROTEIN, MARET
GAMBAR 2.5. 2011-2016 (GRAM) 39
FIGURE DAILY AVERAGE PER CAPITA CONSUMPTION FROM PROTEIN
SOURCE FOOD GROUP, MARCH 2011-2016 (GRAMS)

xiv Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
PENDAHULUAN
INTRODUCTION
1

Latar Belakang/Background 1.1

id
1.2
o.
Metode pengumpulan Data
.g
Method of data collection
ps

1.3
.b

Pengolahan data/Data processing


w
w

1.4
w

Konsep dan Definisi


://

Concept and Definition


tp
ht
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
I. PENDAHULUAN/INTRODUCTION

Latar Belakang Background

Tujuan kedua dari Sustainable The second goal of the of SDGs


Development Goals (SDGs) adalah is to end hunger, achieve food security
menghilangkan kelaparan, mencapai and improved nutrition and promote
ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta sustainable agriculture. It shows the
meningkatkan pertanian berkelanjutan yang seriousness and global attention to the
menunjukkan keseriusan dan perhatian nutrition issue. Two indicators in the
dunia global terhadap masalah gizi. Dua Goal of SDGs that directly related to
indikator dalam tujuan SDGs yang berkaitan nutritional status are prevalence of
langsung dengan status gizi adalah undernourishment (PoU) and the

id
prevalensi kekurangan energi (Prevalence of prevalence of people with moderate or

o.
Undernourishment) dan prevalensi severe food insecurity, based on Food
penduduk dengan kerawanan
sedang atau berat, yang mengacu pada
pangan
.g
Insecurity Experince Scale (FIES).
ps
Skala Pengalaman Kerawanan Pangan.
.b

Sejalan dengan tujuan SDGs In line with the SDGs second


w

tersebut, salah satu agenda prioritas goal, one development priority agenda
w

pembangunan pemerintah yang dituangkan of Indonesia’s goverment in nawacita


w

dalam Nawacita adalah peningkatan status is improvement of health and


://

kesehatan dan gizi masyarakat untuk nutritional status of the community to


meningkatkan kualitas hidup manusia improve the quality of Indonesian
tp

Indonesia. Pemerintah menyadari bahwa human life. The Government is aware


ht

sumberdaya manusia (SDM) yang that quality of human resources is a


berkualitas, yaitu SDM yang memiliki fisik critical success factor of development.
yang tangguh, mental yang kuat, dan Quality human resources are human
kesehatan yang prima, merupakan faktor resources who have physically tough,
penentu keberhasilan pembangunan. mentally strong and excellent health

Kualitas sumberdaya manusia erat The quality of human resources


kaitannya dengan asupan pangan yang is related to food consumed that
dikonsumsi yang menentukan status gizi. determines the nutritional status.
Ketersediaan pangan di suatu wilayah tidak Food availability in a region does not a
menjamin wilayah tersebut bebas dari guarantee of no nutritional problems.
permasalahan gizi. Untuk mencapai status To achieve a good nutritional status,

Buku 2 –Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 3
gizi yang baik, pangan yang dikonsumsi food must be consumed in sufficient
harus dalam jumlah yang cukup, bermutu quantity, quality and variety to get
dan beragam untuk memenuhi berbagai zat various nutrients needed by the body.
gizi yang diperlukan oleh tubuh. Jumlah, The quantity, quality and variety of
mutu dan ragam pangan yang dikonsumsi food consumed by households depend
oleh rumah tangga tergantung pada on income of the household that
pendapatan yang menentukan daya beli determine the purchasing power. The
rumah tangga tersebut. Semakin tinggi daya higher puchasing power of a
beli rumah tangga maka peluang rumah household, the higher chance of that
tangga tersebut untuk memilih pangan yang household to get more amount of food
baik dari sisi jumlah maupun jenisnya in different variety (Mangkuprawira in
(Mangkuprawira dalam Ariani, 1993). Ariani, 1993)

id
Makanan yang dikonsumsi penduduk Food that consume by people

o.
mengandung banyak zat gizi seperti kalori, contains various nutrients such as

.g
protein, karbohidrat dan lemak. Dalam calories, protein, carbohydrates and
publikasi ini yang disajikan hanya dua zat gizi fats. This publication only provide two
ps
penting yaitu kalori dan protein. Kalori nutrition that are calorie and protein.
.b

diperlukan oleh tubuh terutama sebagai People needs calorie as source of


w

sumber energi. Asupan kalori yang tidak energy. Unbalanced calorie intake
tepat akan mempengaruhi kesehatan. Kalori cause bad effect on human health.
w

dapat dianalogikan sebagai bahan bakar Calorie can be analogized as fuel for
w

bagi tubuh, kekurangan kalori akan our body, lack of calorie will make our
://

menjadikan tubuh lemah dan daya tahan body limp and decrease immune
tp

tubuh menurun. Kelebihan kalori juga tidak system. Excess calories also bad for
ht

baik bagi kesehatan, dampak yang paling health, the most common impact of
mudah terjadi akibat kelebihan kalori adalah excess calories is obesity. People with
obesitas. Orang yang mengalami obesitas obesity are generally vulnerably with
umumnya rentan terhadap berbagai degenerative disease.
penyakit degeneratif.

Protein juga merupakan zat gizi yang Protein also an important


penting bagi tubuh, terutama untuk nutrient for our body, especially to
mengembangkan dan memperbaiki jaringan develop and repair body tissues. The
tubuh. Dampak terburuk dari kekurangan worst effect of protein deficiensy is
protein adalah penyakit busung lapar dan malnutrition and marasmus which
marasmus yang dapat berujung pada could lead to death. Excessive protein

4 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
kematian. Konsumsi protein yang berlebihan consumption also bad for health
juga berdampak buruk bagi tubuh, terutama especially aggravate the kidneys.
mengganggu kerja ginjal.

Publikasi ini diharapkan dapat This publication is expected to


memberikan informasi mengenai status gizi provide information about nutrition
penduduk yang dihitung berdasarkan status calculated based on calorie and
banyaknya kalori dan protein yang protein intake. The source of the data
dikonsumsi. Data-data yang disajikan dalam presented in this publication is
publikasi ini bersumber dari Survei Sosial National Socio-Economic Survey
Ekonomi Nasional (Susenas) yang (Susenas) which carried out regularly
dilaksanakan secara rutin oleh BPS untuk by the BPS to collect socio-economic
mengumpulkan data-data sosial ekonomi di data at the household level, including

id
tingkat rumah tangga, termasuk data on consumption /expenditure.

o.
data mengenai konsumsi/pengeluaran.

1.2 Metode pengumpulan data .g


1.2 Method of Data collection
ps
Sejak tahun 2015, Susenas From the 2015, Susenas is
.b

dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu conducted twice a year, in March to
w

pada bulan Maret untuk pengumpulan data collect Kor and household
kor dan konsumsi/pengeluaran rumah consumption/expenditure data and
w

tangga serta September untuk pengumpulan September to collect module and


w

data modul dan konsumsi/pengeluaran household consumption/expenditure


://

rumah tangga. Susenas Maret 2016 data. The March 2016 Susenas
tp

mencakup 300.000 rumah tangga sampel covered 300,000 households samples


ht

yang tersebar di seluruh wilayah geografis at all region in Indonesia. The result of
Indonesia. Hasil Susenas Maret 2016 dapat March 2016 Susenas presented at
disajikan baik pada tingkat nasional, tingkat national level as well as province and
provinsi dan tingkat kabupaten/kota. Data district level. Consumption/
konsumsi/pengeluaran dibagi menjadi dua expenditure data divide into two
kelompok, yaitu makanan dan bukan groups that are food and non food.
makanan. Jumlah komoditi makanan dalam Food commodity at March 2016
Susenas Maret 2016 adalah sebanyak 112 Susenas is 112 commodity.
komoditi.

Pengumpulan data dari rumah tangga Data collection on selected


terpilih dilakukan melalui wawancara tatap household conducted through direct

Buku 2 –Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 5
muka antara pencacah dengan responden. interview between respondent and
Keterangan rumah tangga dikumpulkan enumerator. Information about
melalui wawancara dengan kepala rumah household collect through interview
tangga, suami/istri kepala rumah tangga with the household head or the
atau anggota rumah tangga yang husband/wife of the household head
mengetahui karakteristik yang ditanyakan. or household members who know the
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang characteristics of the household asked
ditujukan kepada individu diusahakan in quistionaire.Question for individual
diperoleh langsung dari individu yang attempted to obtained directly from
bersangkutan. appropriate household member.

Referensi waktu survei yang The survey reference period is


digunakan adalah selama seminggu terakhir previous week before enumeration for

id
untuk konsumsi makanan, dan sebulan atau food consumption and past month or

o.
setahun terakhir untuk konsumsi bukan last year for non food consumption.

.g
makanan. Konsumsi rumah tangga Household consumption, distinguished
dibedakan atas konsumsi makanan dan between food and non food, is limited
ps
bukan makanan tanpa memperhatikan asal to goods and services used for
.b

barang dan terbatas pada pengeluaran household purposes, omitting those


w

untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak purchased for business or to be given
termasuk konsumsi/pengeluaran untuk away, regardless of their source or
w

keperluan usaha atau yang diberikan origin.


w

kepada pihak lain.


://
tp

1.3 Pengolahan data 1.3 Data processing


ht

Proses data entry dokumen Susenas Susenas document data entry


sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPS process fully the responsibility of BPS
Kabupaten/Kota untuk meningkatkan district offices to increase data quality
kualitas data melalui proses pengecekan through the process of data
data yang lebih dekat ke sumber utamanya. checkingcloser to the main sources.
Proses pengolahan dokumen dimulai Data processing started with editing
dengan editing (cek kelengkapan isian, documents (checking the
kewajaran, dan konsistensi) terhadap completeness, appropriateness, and
294.009 dokumen yang masuk atau 98 consistensy) to 294,009 document
persen dari target, dilanjutkan dengan received that is 98 percent of the
proses perekaman dokumen ke media target, followed by data entry process
komputer untuk menghasilkan data mentah using computer to produce raw data.
6 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
(raw data). Setiap provinsi mengirimkan file Each province sent the raw data to
data mentah ke BPS Pusat untuk dilakukan head office to be checked its
proses pengecekan kewajaran dan appropriateness, consistency and
konsistensi antar isian serta pengecekan outlier data to produce clean data.
terhadap data-data pencilan (outlier) untuk March 2016 Susenas data to be
menghasilkan data yang bersih (clean data). processed to produced tabulation were
Total data hasil Susenas Maret 2016 yang 291,414 records (household).
diproses dalam tabulasi tercatat sebanyak
291.414 records (rumah tangga).

Editing

Data Entry

id
Pengiriman raw data ke BPS Provinsi

o.
Sending raw data to Statistics Province

.g
Kompilasi raw data dan data cleaning di BPS Provinsi
ps
Raw Data Compilation and data cleaning at Province
.b

Pengiriman raw data ke BPS Pusat


Sending raw data to head office
w
w

Kompilasi raw data dan data cleaning di BPS Pusat


Raw Data Compilation and data cleaning at Head Office
w
://

Tidak/No
Data
tp

Clean
ht

Ya/Yes

Tabulasi
Tabulation

Tabel Konsumsi dan Pengeluaran nasional dan provinsi


National and Province Consumption and Expenditure Table

GAMBAR Diagram Alur Proses Pengolahan Data Susenas


1.1
FIGURE Flow Chart of Susenas Data Processing

Buku 2 –Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 7
Besarnya konsumsi kalori dan The amount of calorie and
protein dihitung dengan mengalikan protein consumption is calculated by
kuantitas setiap makanan yang dikonsumsi multiplying the quantity of each food
dengan nilai kandungan kalori dan protein consumed with the content value of
setiap jenis makanan berdasarkan daftar calorie and protein of each food based
konversi zat gizi. Sejak tahun 2006, daftar on nutrition conversion list. Since 2006,
konversi zat gizi berpedoman pada hasil the nutrition conversion refer to the
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII, result of Widyakarya Nasional Pangan
17-19 Mei 2004 di Jakarta, dalam buku dan Gizi VIII, 17-19 Mei 2004 in Jakarta,
karangan Hardinsyah dan Victor Tambunan in the book by Hardinsyah dan Victor
dengan Judul “Angka Kecukupan Energi, Tambunan titled “Angka Kecukupan
Protein, Lemak, dan Serat Makanan”, LIPI Energi, Protein, Lemak, dan Serat

id
Jakarta. Makanan”, LIPI Jakarta.

o.
Khusus untuk makanan jadi, daftar Especially for food, it is still using

.g
konversi yang digunakan adalah Daftar the conversion from List List of
Kandungan Gizi Bahan Makanan dari Nutrition Content of Food Puslitbang
ps
Puslitbang Gizi-Bogor tahun 1996, karena Gizi-Bogor, 1996, as almost all existing
.b

memuat konversi dari hampir semua commodity conversion. Commodities


w

komoditi. Komoditi yang tidak terdapat that have no conversion include:


konversinya antara lain: udang/ebi dan shrimps and common squids preserved,
w

cumi-cumi/sotong yang diawetkan, dan air and mineral water. Tobacco in Susenas
w

kemasan galon. Rokok dalam Susenas are regarded as food consumed by the
://

termasuk bahan makanan yang dikonsumsi people. But their conversion of calorie
tp

penduduk, namun karena tidak and protein is zero. Thus, it is not


ht

mengandung kalori dan protein maka tidak included in this publication. Quantity
termasuk yang disajikan dalam publikasi consumed per capita is obtained by
ini. Angka konsumsi rata-rata per kapita dividing total consumption of all
yang disajikan dalam publikasi ini diperoleh households, wether consumed or not,
dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh over total number of persons
rumah tangga (baik mengonsumsi corresponding to the area of
makanan maupun tidak) terhadap jumlah aggregation.
penduduk.

Publikasi Konsumsi Kalori dan Publication of calorie and protein


Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi consumption of Indonesia population
terdiri atas tiga bab yaitu pendahuluan, and province consists of introduction,

8 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
ulasan dan lampiran. Dalam bagian ulasan result overview and appendix. The
pada publikasi ini disajikan ulasan result overview explained calorie and
mengenai konsumsi kalori dan protein protein consumption based on the
berdasarkan hasil Susenas Maret 2016 result of March 2016 Susenas at
pada tingkat nasional dan provinsi serta national and provincial level and also by
menurut kuintil pengeluaran. quintile of expenditure.

Pada bagian lampiran disajikan The appendix presented


tabel-tabel tingkat provinsi dan nasional provincial and national tables shows
yang mencakup data mengenai rata-rata daily average calorie (kcal) and protein
konsumsi kalori (kkal) dan protein (gram) (grams) consumption per capita by
per kapita sehari menurut kelompok commodity group and urban-rural
makanan dan daerah tempat tinggal pada classification at Table A.1 and Table

id
Tabel A.1 dan Tabel A.2, sedangkan rata- A.2, while the average consumption of

o.
rata konsumsi kalori (kkal) dan protein calories (kcal) and protein (grams) per

.g
(gram) per kapita sehari beberapa jenis capita a day according to the several
makanan pada Tabel A.3 dan Tabel A.4 food item in Table A.3 and Table A.4 is a
ps
adalah daftar konversi zat gizi kalori dan list of the conversion of calories and
.b

protein. Data yang dimuat dalam publikasi protein nutrients. It is worth noting that
w

ini terbatas hanya untuk memenuhi the purpose of the three publications is
keperluan yang umum saja berdasarkan only meant to fulfill the needs of the
w

hasil pengumpulan data konsumsi dan general public based on consumption


w

pengeluaran melalui Susenas. and expenditure data.


://

1.4 Konsep dan Definisi 1.4 Concept and Definition


tp

1.4.1 Daerah Tempat Tinggal 1.4.1 Urban-Rural Classification


ht

Sampel Susenas dirancang untuk Susenas sample is designed to


dapat menghasilkan estimasi di tingkat produce estimates at the national and
provinsi dan nasional dan dibedakan provincial levels and differentiated by
menurut daerah perkotaan dan perdesaan. urban and rural areas. The basis for
Adapun dasar penetapan lokasi sampel determining the location of a sample of
perkotaan dan perdesaan secara PPS urban and rural PPS (Probability
dengan size banyaknya rumah tangga Proportional to Size) by size of
SP2010. household number SP2010.

Buku 2 –Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 9
1.4.2 Blok Sensus 1.4.2 Census Block

Blok sensus merupakan wilayah Census block is an enumeration


kerja dari seorang petugas lapangan area, which is generally assigned to
pada Susenas Maret 2016. Blok sensus enumerator in the March 2016 Susenas.
terpilih sudah ditentukan oleh BPS RI Census blocks are selected by Statistics
dan terdaftar pada Daftar Sampel Blok Indonesia and are listed in Census Block
Sensus (DSBS). Blok sensus harus List Sample. Each census block should be
mempunyai batas-batas yang jelas/ identifiable by its natural or man-made
mudah dikenali, baik batas alam boundaries, locally formed unit
maupun buatan. Batas satuan boundaries (neighbourhood association
lingkungan setempat (SLS seperti RT, (RT), community association (RW),
RW, dusun, lingkungan, dsb) hamlet, and other local associations) are
diutamakan sebagai batas blok sensus given the first priority to become

id
bila batas SLS tersebut jelas (batas alam boundaries of census block if their

o.
atau buatan). boundaries are clear.

1.4.3 Rumah Tangga dan Anggota 1.4.3


.g Household and Member of
ps
Rumah Tangga Household

a. Rumah tangga dibedakan menjadi a. Household consists of two types, i.e.,


.b

dua, yaitu rumah tangga biasa dan ordinary household and special
w

rumah tangga khusus household.


w

Rumah tangga biasa adalah seorang The ordinary household is defined as


w

atau sekelompok orang yang a person or a group of persons living


://

mendiami sebagian atau seluruh in a (physical/census) building or a


tp

bangunan fisik/sensus, dan biasanya part of and usually shares the same
makan bersama dari satu dapur. pot. Sharing the same pot means that
ht

Makan dari satu dapur adalah every day’s common needs of the
mengurus kebutuhan sehari-hari group are managed together as one
bersama menjadi satu. Ada unit. Examples of ordinary household
bermacam-macam bentuk rumah are:
tangga biasa, di antaranya:

1) Orang yang tinggal bersama 1) A man or woman who lives


istri/pasangan dan anaknya; together with his or her spouse and
children;

2) Orang yang menyewa kamar atau 2) A person who rents a room or a


sebagian bangunan sensus dan part of census building and
mengurus makannya sendiri; manage his or her own meals;

10 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
3) Keluarga yang tinggal terpisah di 3) A family who lives in two
dua bangunan sensus, tetapi separated buildings, but shared the
makannya dari satu dapur, asal same pot, provided that both
kedua bangunan sensus tersebut buildings are located in the same
masih dalam satu blok sensus census block;

4) Rumah tangga yang menerima 4) A boarding house with not more


pondokan dengan makan (indekos) than 10 boarders;
yang pemondoknya kurang dari 10
orang;

5) Pengurus asrama, panti asuhan, 5) The household of the manager of a


lembaga pemasyarakatan dan boarding institution e.g., residence
sejenisnya yang tinggal sendiri hall, dormitory, hospital, prison,

id
maupun bersama anak, istri serta orphanage, and the like when it is
anggota rumah tangga lainnya, separated from institution they

o.
makan dari satu dapur yang manage.
terpisah dari lembaga yang
.g
ps
diurusnya;

6) Beberapa orang yang bersama- 6) Some people who together occupy


.b

sama mendiami satu kamar dalam a single room of a census building


w

satu bangunan sensus walaupun together, but manages his or her


w

mengurus makannya sendiri- meal individually.


w

sendiri.
://

Rumah tangga khusus adalah (i) Specific household includes (i) people
tp

orang-orang yang tinggal di asrama, living in dormitory, barracks,


ht

tangsi, panti asuhan, lembaga orphanages, prisons, jails or the


pemasyarakatan, atau rumah maintenance of daily needs are
tahanan yang pengurusan kebutuhan managed by a foundation or
sehari-harinya dikelola oleh suatu institution, and (ii) people living in
yayasan atau lembaga, dan (ii) boarding houses where the number of
kelompok orang yang mondok dengan boarders is 10 persons and more.
makan (indekos) dan berjumlah 10
orang atau lebih.

Untuk Susenas Maret 2016 hanya For the March 2016 Susenas to count
mencacah rumah tangga biasa. only ordinary household.

Buku 2 –Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 11
b. Kepala rumah tangga adalah seorang b. Household head defined as one of
dari sekelompok anggota rumah the household members who was
tangga yang bertanggung jawab atas responsible for fulfilling everyday’s
kebutuhan sehari-hari rumah tangga needs of the household or one who
tersebut atau orang yang was regarded or appointed as the
dianggap/ditunjuk sebagai kepala head of the household.
rumah tangga di rumah tangga
tersebut
c. Anggota rumah tangga adalah semua c. Household member includes each of
orang yang biasanya bertempat the persons who form a household
tinggal di suatu rumah tangga, baik regardless of whether he or she is
yang berada di rumah pada saat present or temporarily absent at the
pencacahan maupun sementara tidak date of enumeration. However, a

id
ada. Anggota rumah tangga yang household member who is on

o.
telah bepergian 6 bulan atau lebih, journey for 6 months or longer, or
dan anggota rumah tangga yang less than 6 months but intended
bepergian kurang dari 6 bulan tetapi .g
to move away, is not regarded as
ps
bertujuan pindah/akan meninggalkan household member. On the other
rumah, tidak dianggap sebagai hand, a person who has stayed for 6
.b

anggota rumah tangga. Orang yang months or longer, or has stayed for
w

telah tinggal di suatu rumah tangga 6 less than 6 months but intends to
w

bulan atau lebih atau yang telah stay, is regarded as the member of
w

tinggal di suatu rumah tangga kurang the household.


dari 6 bulan tetapi berniat menetap
://

di rumah tangga tersebut dianggap


tp

sebagai anggota rumah tangga.


ht

1.4.4 Rata-rata Konsumsi/Pengeluaran 1.4.4 Average Monthly Consumption/


per Kapita Sebulan Expenditure per capita
Angka konsumsi/pengeluaran makanan Consumption/expenditure of food and
maupun bukan makanan dikonversikan non food subsequently converted into
ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. the monthly average expenditure.
Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata- The numbers of average consumption/
rata per kapita yang disajikan dalam expenditure per capita presented in this
publikasi ini diperoleh dari hasil bagi publication was obtained from the
jumlah konsumsi seluruh rumah tangga results for the amount of consumption of
(baik mengonsumsi maupun tidak) all households (both consumed or not)
terhadap jumlah penduduk. of the total population.

12 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, the March 2016 Susenas
ULASAN
OVERVIEW OF THE RESULTS
2

Konsumsi Kalori dan Protein pada Tingkat Nasional


2.1
Consumption of Calorie and Protein at National Level

id
2.2
o.
Konsumsi Kalori dan Protein menurut Kuantil Pengeluaran

.g
Consumption of Calorie and Protein by Quintile Expenditure

2.3
ps
Konsumsi Kalori dan Protein pada Tingkat Provinsi
.b

Consumption of Calorie and Protein at Provincial Level


w

Fenomena Perkembangan Konsumsi Ikan Nasional 2.4


w

Trend of National Fish Consumption


w

Perkembangan Konsumsi Protein dari Ikan dan


://

Makanan Sumber Protein Lainnya


2.5
tp

Trend of Protein Consumption From Fish


ht

and Other Protein Source Foods


ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
II. ULASAN/OVERVIEW OF THE RESULTS

Status gizi secara tidak langsung Nutrition status indirectly provides


memberikan gambaran mengenai tingkat an overview about welfare and health
kesejahteraan dan kondisi kesehatan status of population. Nutrition status
masyarakat. Status gizi tergantung pada depend on food intake or consumption
jenis makanan yang dikonsumsi atau pola pattern. In general, consumption pattern is
komsumsi. Secara umum, pola konsumsi influenced by prices, income, number of
dipengaruhi oleh harga, pendapatan, jumlah household members, residential areas
anggota rumah tangga, wilayah tempat (urban/rural), and household head
tinggal (perdesaan/perkotaan), dan tingkat education level (Yusdianto, 2016). In the

id
pendidikan kepala rumah tangga (Yusdianto, broader scope, consumption habbits also

o.
2016). Dalam lingkup yang lebih luas, influenced by culture that growing within it.
kebiasaan makan masyarakat
dipengaruhi oleh budaya yang memberikan
juga
and .g
Different cultures assign different roles
values on different food,
ps
peran dan nilai yang berbeda terhadap for example certain food items not
.b

makanan, misalnya bahan makanan tertentu consumed because of certain reasons,


w

tidak dikonsumsi karena alasan tertentu, while there is food that is rated very high
w

sementara itu ada pangan yang dinilai both economically and socially
sangat tinggi baik secara ekonomi maupun (Suhardjo, 1989).
w

sosial (Suhardjo 1989).


://
tp

Status gizi diukur berdasarkan Angka Nutritional status is calculated


Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan based on Nutrion Adequacy Score (Angka
ht

dengan mempertimbangkan ukuran Kecukupan Gizi/AKG) that determined by


antropometri penduduk. Standar kecukupan considering population anthropometry.
konsumsi kalori dan protein penduduk Daily per capita consumption of calorie and
Indonesia per kapita sehari berdasarkan protein adequacy standard for Indonesian
hasil Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi based on Widyakarya Nasional Pangan dan
(WNPG) X tahun 2012, sebagaimana Gizi (WNPG) X in 2012 as stated in Article 4
tertuang dalam Pasal 4 Peraturan Menteri of the Regulation of the Minister of Health
Kesehatan Republik Indonesia No 75 Tahun of the Republic of Indonesia Number 75 of
2013, masing-masing adalah sebesar 2.150 2013 are 2,150 kcal for calorie and 57 gram
kkal dan 57 gram protein. protein.

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 15
2.1 Konsumsi Kalori dan Protein pada 2.1 Consumption of Calorie and
Tingkat Nasional Protein at The National Level

Berdasarkan hasil Susenas Maret Based on March 2016 Susenas, daily


2016, setiap penduduk Indonesia average per capita consumption of calorie
mengkonsumsi rata-rata 2.037,40 kkal kalori and protein of Indonesia population is
dan 56,67 gram protein setiap harinya. Rata- 2,037.40 kcal and 56.67 grams. Daily
rata konsumsi kalori dan protein per kapita average per capita consumption of calorie
sehari penduduk Indonesia ini masih berada and protein of Indonesian population are
di bawah standar kecukupan, berdasarkan below adequacy standard as stated in
standar yang tercantum dalam Pasal 4 Article 4 of the Regulation of the Minister of
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Health of the Republic of Indonesia Number

id
Indonesia No 75 Tahun 2013. 75 of 2013 .

o.
Rata-rata konsumsi kalori per kapita Daily average per capita
sehari penduduk perkotaan
perdesaan masih berada di bawah standar
maupun
.g
consumption of calorie at urban and rural
area are below adequacy standard. In
ps
kecukupan kalori. Rata-rata setiap penduduk average, each population at urban area
.b

perkotaan mengkonsumsi kalori sebesar consume 2,034.01 kcal per day. Meanwhile,
w

2.034,01 kkal per hari. Sedangkan penduduk at rural area daily average per capita
w

perdesaan mengonsumsi lebih banyak kalori consumption of calorie was 2,040.98 kcal
yaitu 2.040,98 kkal per kapita sehari (lihat (see appendix Table A1). Unlikes the
w

lampiran Tabel A1). Berbeda dengan kalori, calorie, daily average per capita
://

rata-rata konsumsi protein penduduk di consumption of protein at urban area is


tp

perkotaan lebih tinggi dibandingkan higher than rural area. Daily average per
ht

perdesaan yaitu 59,14 gram berbanding capita consumption of protein at urban


54,05 gram (lihat lampiran Tabel A2). areas was 59.14 grams while at rural areas
was 54.05 grams (see appendix Table A2).
Gambar 2.1. menunjukkan rata-rata Figure 2.1 present daily average per
konsumsi kalori dan protein sehari capita consumption of calorie and protein
penduduk perkotaan dan perdesaan yang at urban and rural areas divided into
dibedakan menjadi konsumsi makanan yang consumption of home cooked food and
dimasak di rumah dan konsumsi makanan prepared food and beverages. Percentage
dan minuman jadi. Persentase konsumsi of calorie consumption from prepared food
kalori untuk makanan dan minuman jadi and beverages to total calorie consumption

16 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
terhadap total konsumsi kalori di perkotaan at urban areas (23.04 percent) is higher
(23,04 persen) lebih besar dibandingkan than at rural areas (15.93 percent)
perdesaan (15,93 persen).

Demikian pula konsumsi protein Likewise daily average per capita


untuk makanan dan minuman jadi. consumption of protein from prepared food
Persentase konsumsi protein dari makanan and beverages. The percentage of protein
dan minuman jadi di perkotaan mencapai consumption from prepared food and
23,81 persen sedangkan di perdesaan hanya beverages at urban area was 23.81 percent
15,28 persen terhadap total konsumsi while at rural areas only 15.28 percent to
protein per kapita sehari. total consumption of protein per kapita a
day.

id
Perdesaan/
Protein/ Rural

o.
Protein
Perkotaan/

.g
Urban

Perdesaan/
ps
Kalori/ Rural
Calorie Perkotaan/
.b

Urban
w

Makanan yang dimasak di Makanan dan minuman jadi/


rumah/Home cooked foods Prepared foods and beverages
w

Sumber : BPS, Susenas Maret 2016


w

Source : BPS, March 2016 Susenas


://

Persentase Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita


tp

Sehari menurut Makanan yang Dimasak di Rumah, Makanan dan


Gambar Minuman Jadi, dan Daerah Tempat Tinggal, Maret 2016
ht

Figure 2.1 Daily Average Consumption of Calorie (Kcal) and Protein (Grams) per
Capita by Home Cooked Food, Prepared Food and Beverages and
Urban Rural Classification, March 2016

Hal yang berbeda ditunjukkan oleh Percentage of calorie and protein


persentase konsumsi kalori dan protein dari consumption from home cooked foods
makanan yang dimasak di rumah. Persentase shows different pattern. Percentage of
konsumsi kalori untuk makanan yang dimasak calorie consumption from home cooked
di rumah di daerah perdesaan sebesar 84,07 foods at rural areas was 84.07 percent,
persen, sedangkan di perkotaan hanya 76,96 while at urban area only 76,96 percent to
persen terhadap total konsumsi kalori. total calorie consumption. Percentage of
Persentase konsumsi protein dari makanan protein consumption from home cooked

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 17
yang dimasak di rumah terhadap total foods to total consumption of protein at
konsumsi protein juga lebih tinggi di rural areas also higher than urban areas
perdesaan dibandingkan di perkotaan yaitu that is 84.72 percent at rural areas and
84,72 persen berbanding 76,19 persen. 76.19 percent at urban areas.
Bagi penduduk perkotaan, makan For urban resident, eating is not
bukan lagi sekedar memenuhi kebutuhan tapi only fulfil the daily basic needs but
sudah menjadi gaya hidup (travel. Fasilitas di become lifestyle. This lifestyle
perkotaan yang lebih lengkap dengan supported by widely selection of
berbagai pilihan restoran maupun rumah restaurant, eatery and cafe in urban
makan mendukung kebutuhan gaya hidup area which is much more complete than
tersebut. Oleh karena itu, penduduk rural areas. Therefore, people at urban
perkotaan lebih banyak mengkonsumsi areas consume more prepared food and

id
makanan dan minuman jadi dibandingkan beverages than people at rural areas.

o.
penduduk perdesaan.

Kelompok padi-padian mendominasi


.g Cereals group dominate the
ps
rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari daily average per capita consumption of
penduduk Indonesia yaitu mencapai 896,38 calorie in Indonesia that is 896.38 kcal
.b

kkal atau 44 persen dari total konsumsi kalori or 44 percent to total calorie
w

(Gambar 2.2). Rata-rata konsumsi kalori per consumption (Figure 2.2). Pretty high
w

kapita sehari yang cukup besar juga berasal daily average per capita consumption of
w

dari kelompok makanan dan minuman jadi calorie come from prepared food and
://

(20 persen) serta minyak dan kelapa (13 beverages group (20 percent) and oil
tp

persen). Kelompok makanan dengan rata-rata and coconut group (13 percent). Food
konsumsi kalori per kapita sehari yang group with lowest daily average
ht

terendah adalah bumbu-bumbuan yaitu consumption of calorie is spices group


hanya 10,35 kkal per kapita sehari atau 0,51 that is only 10.35 kcal per capita a day
persen dari total konsumsi kalori (lihat or 0.51 percent to total calorie
lampiran Tabel A1). consumption (see appendix Table A1).

Gambar 2.2 menunjukkan bahwa Figure 2.2 shows that the


konsumsi protein tertinggi juga berasal dari highest consumption of protein came
kelompok padi-padian (37 persen) serta from cereals group (37 percent) and
makanan dan minuman jadi (20 persen). prepared food and beverages
Persentase konsumsi protein dari kelompok (20 percent). Percentage of protein

18 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
ikan/cumi/udang/kerang mencapai 13 consumption from fish/squid/shrimp/
persen, sementara dari kelompok kacang- shells is 13 percent, while legumes and
kacangan dan daging masing-masing hanya meat group only contribute 9 percent
9 persen dan 6 persen. Konsumsi protein and 6 percent to total consumption of
menurut kelompok makanan secara rinci protein. More details daily average per
disajikan pada lampiran Tabel A2. capita consumption of protein
presented in appendix Table A2.

A. Kalori/Calorie B. Protein/Protein

id
o.
.g
ps
.b

Padi-padian/Cereals Padi-padian/Cereals
Ikan/udang/cumi/kerang/Fish/shrimp/squid/shells
w

Minyak dan Kelapa/Oil and Coconut


Bahan Minuman/Beverages Stuffs Kacang-kacangan/Legumes
Makanan dan minuman jadi/Prepared food and beverages
w

Makanan dan minuman jadi/Prepared food and beverages


Lainnya/Others Daging/Meat
Lainnya/Others
w

Sumber : BPS, Susenas Maret 2016


://

Source : BPS, March 2016 Susenas


tp

Persentase Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita


Sehari menurut Kelompok Makanan, Maret 2016
ht

Gambar 2.2.
Figure Percentage of Consumption of Calorie (kcal) and Protein (grams)
per Capita by Food Group, March 2016

Beras/beras ketan merupakan Rice/glutinous rice is the staple


makanan pokok bagi sebagian besar food for the majority of the Indonesian
penduduk Indonesia, pengeluaran untuk population, expenditure on rice/glutinous
beras/beras ketan mencapai 3,12 persen dari rice is 3.12 percent of total household
total pengeluaran rumah tangga untuk spending on food. Calories and protein in
makanan. Kandungan kalori dan protein rice is quite high, 1 kg of rice contains
dalam beras cukup tinggi, setiap 1 kg beras 3,622 kcal calorie and 84.75 grams

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 19
mengandung kalori sebanyak 3.622 kkal dan protein. While for 1 kg glutinous rice, its
84,75 gram protein. Sementara kandungan contains 3,605 kcal calorie and 77 grams
kalori dan protein untuk 1 kg beras ketan protein (see appendix Table A4).
adalah 3.605 kkal dan 77 gram (lihat
lampiran Tabel A4).

Beras/beras ketan merupakan bahan Rice/glutinous rice is food items


makanan dengan konsumsi kalori dan protein with the highest calorie and protein
yang tertinggi. Konsumsi kalori dan protein intake. Consumption of calories and
dari beras/beras ketan pada Maret 2016 protein from rice/glutinous rice in March
mencapai 863,26 kkal dan 20,20 gram. Bahan 2016 was 863.26 kcal and 20.20 grams.
makanan lain yang memberikan kontribusi Another food items that has high

id
besar dalam konsumsi kalori penduduk contribution on Indonesian consumption

o.
Indonesia adalah minyak kelapa/goreng, gula of calorie are coconut oil/frying oil, sugar,
pasir, daging ayam ras/kampung serta ikan broiler/local chicken meat, and fresh fish
dan udang segar dengan konsumsi kalori .g
and shrimp with calorie consumption
ps
masing-masing sebesar 236,60 kkal, 74,46 respectively 236.6 kcal, 74.46 kcal, 47.83
.b

kkal, 47,83 kkal, dan 32,71 kkal (Gambar 2.3). kcal and 32.71 kcal (figure 2.3).
w

Gambar 2.3 juga menyajikan rata-rata Figure 2.3 also provide daily
w

konsumsi protein per kapita sehari beberapa average per capita consumption of protein
jenis bahan makanan. Selain beras, konsumsi on selected food items. Beside rice, hight
w

protein tertinggi berasal dari bahan makanan protein intake comes from protein source
://

sumber protein baik hewani maupun nabati. food items both animal and vegetable
tp

Sebagai negara maritim, konsumsi protein protein. As a maritime nation, Indonesian


ht

penduduk Indonesia banyak berasal dari hasil consumption of protein mostly come from
laut. Rata-rata konsumsi protein dari ikan sea food. Daily average per capita
dan udang segar mencapai 5,58 gram per consumption of protein from fresh fish
kapita sehari. Konsumsi protein yang cukup
and shrimp was 5.58 gram. High protein
tinggi juga berasal dari tahu dan tempe yaitu
intake also come from soybean curd and
sebesar 4,77 gram per kapita sehari. Tahu
fermented soybean cake that is on
dan tempe menjadi bahan makanan yang
average 4.77 grams per capita a day.
banyak dikonsumsi karena harganya yang
Soybean curd and fermented soybean
relatif murah dan mudah diperoleh.
cake is food items which are widely
Konsumsi protein dari sumber hewani
consumed because its relatively cheap and
lainnya adalah dari ayam ras/kampung dan

20 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
telur ayam ras/kampung masing-masing easily available. Consumption of protein
sebesar 2,88 gram dan 1,86 gram per kapita from source of animal protein are from
sehari. Konsumsi kalori dan protein beberapa broiler/local chicken meat and chicken egg
jenis makanan secara lebih rinci ditampilkan that is respectively 2.88 grams and 1.86
pada lampiran Tabel A3. grams (see appendix Table A3).

A. Kalori/Calorie

id
o.
Beras/beras ketan Minyak
kelapa/goreng
Gula pasir
.g
Daging ayam
ras/kampung
Ikan dan udang
segar
ps
Rice/glutinous rice Coconut oil/frying Sugar Broiler/local Fresh fish and
oil chicken meat shrimp
.b

B. Protein/Protein
w
w
w
://
tp
ht

Beras/beras ketan Ikan dan udang Tahu dan Daging ayam Telur ayam
segar Tempe ras/kampung ras/kampung
Rice/glutinous rice Fresh fish and Soybean curd Broiler/local Chicken egg
shrimp and Fermented chicken meat
Soybean Cake

Sumber : BPS, Susenas Maret 2016


Source: BPS, March 2016 Susenas
Rata-rata Konsumsi Kalori (kkal) dan Protein (gram) per Kapita
Gambar Sehari Beberapa Jenis Makanan, Maret 2016
Figure 2.3. Daily Average Consumption of Calorie (kcal) and Protein (grams)
per Capita for Several Food Items, March 2016

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 21
2.2 Konsumsi Kalori dan Protein menurut 2.2 Consumption of Calorie and Protein
Kuintil Pengeluaran by Expenditure Quintile

Kuintil pengeluaran dapat digunakan Expenditure quintile can be used to


untuk mengukur tingkat kesejahteraan atau measure the level of welfare or distribution
tingkat pemerataan pendapatan/pengeluaran of income/expenditure. Average expenditure
penduduk. Rata-rata pengeluaran per kapita per capita sorted from the smallest to the
diurutkan dari yang terkecil hingga yang lowest, then divided equally into five groups
terbesar kemudian dibagi rata menjadi lima of expenditure. Th highest quintile
kelompok pengeluaran. Semakin tinggi kuintil increasingly prosperous.
semakin sejahtera.

Tabel 2.1 menyajikan rata-rata konsumsi Table 2.1 shows daily average

id
kalori per kapita sehari menurut kuintil consumption of calorie by quintile of

o.
pengeluaran. Semakin tinggi kuintil expenditure. The higher quintile of
pengeluaran konsumsi kalori juga semakin expenditure, the higher consumption of
tinggi, hanya penduduk yang berada pada .g
calorie. Only population who are in fourth
ps
kuintil keempat dan kelima yang sudah and fifth quintile which have already met the
memenuhi standar kecukupan kalori nasional, standards of the national calorie adequacy,
.b

yaitu 2.232,50 kkal untuk kuintil keempat dan ie 2,232.50 kcal for fourth quintile and
w

2.498,81 kkal untuk kuintil kelima. Konsumsi 2,498.81 kcal for fifth quintile. Consumption
w

kalori per kapita per hari untuk penduduk of calories per capita per day for people who
w

yang berada pada kuintil terendah masih jauh are in the lowest quintile is still far from the
://

dari standar kecukupan kalori nasional yaitu national standard calorie adequacy that is
hanya 1.586,69 kkal. only 1,586.69 kcal.
tp

Konsumsi kalori penduduk di daerah Calorie consumption of population in


ht

perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah rural areas was higher than urban areas, but
perkotaan, namun bila dirinci menurut kuintil, when watching detailly by quintile, in first,
pada kuintil pertama, kedua, dan keempat second, and fourth quintile calorie
konsumsi kalori lebih tinggi di daerah consumption in urban areas was higher than
perkotaan sedangkan di kuintil ketiga in rural areas, while in third quintile the data
angkanya hampir sama. Perbedaan jauh are almost the same. Much difference is in
terdapat pada kuintil kelima yaitu 2.592,78 fifth quintile when in rural areas is higher
kkal di daerah perdesaan dan 2.495,29 kkal di (2,592.78 kcal) than in urban areas
daerah perkotaan. (2,495.29 kcal).

22 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) per Kapita Sehari menurut Kuintil
Tabel Pengeluaran, dan Daerah Tempat Tinggal, Maret 2016
Table 2.1 Daily Average Consumption Per Capita of Calorie (Kcal) by Expenditure
Quintile, and Urban Rural Classification,March 2016

Kuintil Pengeluaran Perkotaan+Perdesaan


Perkotaan/Urban Perdesaan/Rural
Expenditure Quintile Urban+Rural
(1) (2) (3) (4)
Pertama/First 1 603,55 1 562,77 1 586,69
Kedua/Second 1 813,70 1 810,34 1 833,14
Ketiga/Third 2 013,97 2 014,39 2 035,80
Keempat/Fourth 2 243,54 2 224,64 2 232,50
Kelima/Fifth 2 495,29 2 592,78 2 498,81
Total/Total 2 034,01 2 040,98 2 037,40

id
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source: BPS, March 2016 Susenas

o.
Rata-rata konsumsi protein per kapita
.g
Daily average consumption per capita of
ps
sehari menurut kuintil pengeluaran terlihat protein by quintile of expenditure
pada Tabel 2.2. Pola konsumsi protein per classification showed in Table 2.2. The
.b

kuintil hampir sama dengan konsumsi kalori. pattern is almost the same as the
w

Hanya kuintil keempat dan kelima sudah consumption of calories, that fourth and fifth
memenuhi standar kecukupan protein quintile already meet the national standard
w

nasional, yaitu 62,69 gram untuk kuintil protein adequacy, namely 62.69 grams for
w

keempat dan 76,88 gram untuk kuintil kelima fourth quintile and 76.88 grams for fifth
://

(Tabel 2.2). Konsumsi protein per kapita per quintile (Table 2.2). Consumption of protein
tp

hari untuk penduduk yang berada pada kuintil per capita per day for residents that are in
ht

pertama masih sangat jauh dari standar first quintile is still very far away from the
kecukupan protein nasional yaitu hanya 40,45 national standard protein sufficiency of only
gram, bahkan konsumsi protein pada kuintil 40.45 grams, even at first quintile protein
pertama di perdesaan hanya 38,97 gram, jauh consumption in rural areas was only 38.97
lebih kecil dibandingkan daerah perkotaan grams, much lower than in urban areas in
pada kuintil kelima yang mencapai 80,10 fifth quintile that was 80.10 grams.
gram.

Konsumsi protein di daerah perkotaan Protein consumption in urban areas in all


pada semua kuintil, angkanya selalu lebih quintile, the figure is always greater than
besar dibandingkan daerah perdesaan. rural areas, even in the third quintile in urban
Bahkan pada kuintil ketiga di daerah areas the figure has already met the national

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 23
perkotaan angkanya sudah memenuhi standar standard protein adequacy while in rural
kecukupan protein nasional yaitu 57,08 gram areas has not met the standard of adequacy
sedangkan di daerah perdesaan belum of national protein consumption yet (52.81
memenuhi yaitu hanya 52,81 gram. grams).

Rata-Rata Konsumsi Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut


Tabel Kuintil Pengeluaran, dan Daerah Tempat Tinggal, Maret 2016
2.2
Table Daily Average Consumption Per Capita of Protein (Grams) by
Expenditure Quintile, and Urban Rural Classification, March 2016
Kuintil Pengeluaran Perkotaan+Perdesaan
Perkotaan/Urban Perdesaan/Rural
Expenditure Quintile Urban+Rural
(1) (2) (3) (4)
Pertama/First 42,39 38,97 40,45
Kedua/Second 49,92 46,26 48,29

id
Ketiga/Third 57,08 52,81 55,04

o.
66,21 59,22 62,69
Keempat/Fourth
80,10 72,99 76,88
Kelima/Fifth
Total/Total 59,14 .g54,05 56,67
ps
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source: BPS, March 2016 Susenas
.b
w

2.3 Konsumsi Kalori dan Protein pada 2.3 Consumption of Calorie and Protein
Tingkat Provinsi at The Provincial Level
w
w

Tabel 2.3.3 menyajikan rata-rata Table 2.3.3 present daily average


://

konsumsi kalori dan protein per kapita per capita consumption of calorie and
tp

sehari menurut provinsi. Provinsi Bali, protein by province. Bali, Sumatera Barat
Sumatera Barat dan Kepulauan Riau and Kepulauan Riau are province with daily
ht

merupakan provinsi dengan rata-rata average per capita consumption of calorie


konsumsi kalori per kapita sehari di atas above adequacy standard of calorie
standar kecukupan konsumsi kalori yaitu consumption that are 2,215.85 kcal,
masing-masing sebesar 2.215,85 kkal, 2,162.82 kcal and 2,157.61 kcal.
2.162,82 kkal dan 2.157,61 kkal. Sementara Meanwhile, province with lowest daily
itu, rata-rata konsumsi kalori terendah average per capita consumption of calorie
adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar is Maluku Utara that is 1,720.41 kcal.
1 720,41 kkal.

Semua provinsi di pulau Jawa kecuali All province at Java, except Jawa
Jawa Tengah dan Jawa Timur telah mencapai Tengah and Jawa Timur has been meet the

24 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
kecukupan protein (57 gram). Sementara itu, standard adequacy of protein consumption
provinsi-provinsi di Nusa Tenggara, Maluku (57 grams). Meanwhile provinces at Nusa
dan Papua, tidak satu pun yang mencapai Tenggara, Maluku and Papua yet achieve
standar kecukupan konsumsi protein. the standard adequacy of protein
Provinsi dengan rata-rata konsumsi protein consumption. Province with highest daily
per kapita sehari yang tertinggi adalah average per capita consumption of protein
Kepulauan Riau (64,55 gram) dan yang is Kepulauan Riau (64.55 grams) and the
terendah adalah Papua (38,40 gram). lowest was Papua (38.40 grams).

Dari Tabel 2.3.1 dan Tabel 2.3.2, Table 2.3.1 and 2.3.2 shows that
rata-rata konsumsi kalori dan protein per province with highest daily average per
kapita sehari yang tertinggi untuk daerah capita consumption of calorie and protein

id
perkotaan adalah Kepulauan Riau at urban areas is Kepulauan Riau
(2.170,19 kkal dan 66,18 gram) sedangkan (2,170.19 kcal and 66.18 grams) while at

o.
untuk daerah perdesaan adalah Bali rural areas is Bali (2,295.24 kcal and 61.20
(2.295,24 kkal dan 61,20 gram). Provinsi
.g
grams). Province with lowest daily average
ps
dengan rata-rata konsumsi kalori per kapita per capita consumption of calorie and prote
sehari yang terendah adalah Maluku Utara is Maluku Utara that is 1,703.72 kcal at
.b

yaitu 1.703,72 kkal di perkotaan dan urban areas and 1,726.59 kcal at rural
w

1.726,59 di perdesaan. areas.


w

Tabel 2.3.3 juga menyajikan rata- Table 2.3.3 provide daily average
w

rata konsumsi kalori dan protein per kapita per capita consumption of calorie and
://

sehari untuk makanan yang dimasak di protein from food prepared at home and
tp

rumah serta makanan dan minuman jadi. prepared food and beverages. DI
Penduduk DI Yogyakarta memiliki rata-rata Yogyakarta is province with highest daily
ht

konsumsi kalori dan protein dari kelompok average per capita consumption of calorie
makanan dan minuman jadi yang tertinggi and protein from prepared food and
yaitu 566,89 kkal dan 20,60 gram per kapita beverages that are 566.89 kcal and 20.60
sehari. grams.

Rata-rata konsumsi kalori dan protein per kapita sehari yang tertinggi untuk daerah
perkotaan adalah Kepulauan Riau sedangkan untuk daerah perdesaan adalah Bali

Province with highest daily average per capita consumption of calorie and protein
at urban areas is Kepulauan Riau while at rural areas is Bali

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 25
Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram)per Kapita Sehari di
Tabel 2.3.1 Daerah Perkotaan menurut Provinsi, Maret 2016
Table Daily Average Consumption of Calorie (Kcal) and Protein (Grams) per Capita
in Urban Area by Province, March 2016
Perkotaan/Urban
Kalori/Calorie Protein/Protein
Makanan Makanan dan Makanan Makanan dan
Provinsi dimasak minuman jadi dimasak minuman jadi
Province Jumlah Jumlah
di rumah Prepared di rumah Prepared
Total Total
Home Cooked Food and Home Cooked Food and
Foods Beverages Foods Beverages
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 1 565,27 447,33 2 012,60 45,66 12,10 57,76
Sumatera Utara 1 573,85 326,36 1 900,21 45,33 9,17 54,50
Sumatera Barat 1 591,62 497,34 2 088,96 42,89 15,15 58,04
Riau 1 577,83 432,27 2 010,10 45,07 13,02 58,08

id
Jambi 1 572,80 394,65 1 967,45 44,97 10,82 55,79
Sumatera Selatan 1 568,58 387,64 1 956,22 45,80 10,99 56,80

o.
Bengkulu 1 599,05 379,44 1 978,49 44,80 10,84 55,64
Lampung 1 519,22 341,03 1 860,25 42,81 8,68 51,49
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Riau
1 672,60
1 672,84
350,12
497,36 .g
2 022,72
2 170,19
51,07
51,26
9,09
14,92
60,16
66,18
ps
DKI Jakarta 1 467,30 514,98 1 982,28 43,13 17,17 60,30
Jawa Barat 1 589,77 525,11 2 114,89 45,26 15,60 60,86
.b

Jawa Tengah 1 435,46 517,02 1 952,48 39,54 16,47 56,00


D I Yogyakarta 1 423,13 646,64 2 069,77 40,02 24,52 64,54
w

Jawa Timur 1 586,47 445,58 2 032,05 46,06 12,37 58,42


Banten 1 641,76 477,52 2 119,28 47,95 15,15 63,10
w

Bali 1 645,53 523,56 2 169,10 47,62 15,30 62,92


w

Nusa Tenggara Barat 1 594,23 459,37 2 053,60 44,94 12,33 57,27


Nusa Tenggara Timur 1 707,10 216,85 1 923,94 49,53 5,43 54,96
://

Kalimantan Barat 1 572,88 365,14 1 938,02 47,36 9,88 57,25


tp

Kalimantan Tengah 1 645,43 388,47 2 033,90 48,92 11,27 60,20


Kalimantan Selatan 1 583,37 533,51 2 116,88 45,07 17,26 62,34
ht

Kalimantan Timur 1 539,25 387,68 1 926,92 46,89 10,92 57,80


Kalimantan Utara 1 450,31 337,02 1 787,33 46,26 9,41 55,67
Sulawesi Utara 1 767,46 357,33 2 124,80 50,48 13,06 63,54
Sulawesi Tengah 1 578,85 365,84 1 944,69 45,82 11,15 56,97
Sulawesi Selatan 1 666,28 423,84 2 090,12 50,90 11,24 62,14
Sulawesi Tenggara 1 774,95 317,11 2 092,05 54,30 8,13 62,43
Gorontalo 1 728,67 386,89 2 115,56 49,79 11,55 61,35
Sulawesi Barat 1 775,77 358,58 2 134,35 52,84 7,95 60,79
Maluku 1 562,67 318,22 1 880,90 47,27 7,71 54,98
Maluku Utara 1 384,92 318,80 1 703,72 39,85 9,29 49,14
Papua Barat 1 636,02 251,33 1 887,35 47,13 6,84 53,97
Papua 1 556,59 275,59 1 832,18 45,67 8,16 53,83
INDONESIA 1 565,30 468,71 2 034,01 45,06 14,08 59,14
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source : BPS, March 2016 Susenas

26 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram)per Kapita Sehari di
Tabel Daerah Perdesaan menurut Provinsi, Maret 2016
2.3.2
Table Daily Average Consumption of Calorie (Kcal) and Protein (Grams) per Capita
in Rural Area by Province, March 2016
Perdesaan/Rural
Kalori/Calorie Protein/Protein
Makanan Makanan dan Makanan Makanan dan
Provinsi dimasak minuman jadi dimasak minuman jadi
Province Jumlah Jumlah
di rumah Prepared di rumah Prepared
Total Total
Home Cooked Food and Home Cooked Food and
Foods Beverages Foods Beverages
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 1 689,81 334,75 2 024,56 46,27 7,77 54,04
Sumatera Utara 1 846,26 255,04 2 101,30 49,39 5,97 55,37
Sumatera Barat 1 823,41 390,59 2 214,00 46,41 9,37 55,79
Riau 1 777,31 271,29 2 048,61 46,57 6,16 52,73

id
Jambi 1 762,35 235,15 1 997,49 44,40 5,76 50,16
Sumatera Selatan 1 817,85 253,80 2 071,65 47,46 6,01 53,47

o.
Bengkulu 1 887,76 268,43 2 156,19 47,46 7,01 54,47
Lampung 1 718,62 267,58 1 986,21 44,85 6,17 51,02
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Riau
1 781,42
1 739,97
316,83
349,21 .g
2 098,25
2 089,18
50,92
48,59
7,14
7,14
58,07
55,73
ps
DKI Jakarta - - - - - -
Jawa Barat 1 701,50 450,63 2 152,14 46,24 13,22 59,46
.b

Jawa Tengah 1 543,84 430,38 1 974,22 41,30 11,72 53,02


D I Yogyakarta 1 652,68 397,16 2 049,84 43,43 12,25 55,68
w

Jawa Timur 1 689,16 355,50 2 044,65 46,37 8,67 55,04


Banten 1 772,64 397,63 2 170,27 48,83 9,36 58,19
w

Bali 1 900,03 395,21 2 295,24 51,50 9,70 61,20


w

Nusa Tenggara Barat 1 737,75 354,73 2 092,48 47,71 8,08 55,78


Nusa Tenggara Timur 1 779,96 100,86 1 880,82 45,48 2,49 47,97
://

Kalimantan Barat 1 766,16 196,83 1 962,99 46,59 4,17 50,76


tp

Kalimantan Tengah 1 900,30 253,01 2 153,31 51,11 5,86 56,97


Kalimantan Selatan 1 748,76 417,07 2 165,83 47,65 11,33 58,97
ht

Kalimantan Timur 1 627,93 251,21 1 879,13 45,44 6,39 51,82


Kalimantan Utara 1 696,41 192,79 1 889,20 47,79 4,19 51,98
Sulawesi Utara 1 809,43 221,68 2 031,11 48,62 5,78 54,40
Sulawesi Tengah 1 783,57 222,20 2 005,77 46,73 5,39 52,12
Sulawesi Selatan 1 761,88 248,28 2 010,16 48,33 5,39 53,72
Sulawesi Tenggara 1 779,41 230,18 2 009,59 49,96 4,69 54,65
Gorontalo 1 732,12 254,47 1 986,59 45,76 6,20 51,96
Sulawesi Barat 1 818,34 224,72 2 043,06 49,75 4,90 54,65
Maluku 1 590,43 217,88 1 808,31 42,16 4,67 46,83
Maluku Utara 1 549,00 177,59 1 726,59 41,51 4,11 45,62
Papua Barat 1 648,08 143,71 1 791,79 43,24 4,28 47,52
Papua 1 669,20 71,60 1 740,80 31,21 1,70 32,91
INDONESIA 1 715,75 325,23 2 040,98 45,79 8,26 54,05
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source: BPS, March 2016 Susenas

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 27
Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari di
Tabel 2.3.3 Daerah Perkotaan dan Perdesaan menurut Provinsi, Maret 2016
Table Daily Average Consumption of Calorie (Kcal) and Protein (Grams) per Capita
in Urban and Rural Area by Province, March 2016
Perkotaan+Perdesaan/Urban+Rural
Kalori/Calorie Protein/Protein
Makanan Makanan dan Makanan Makanan dan
Provinsi dimasak minuman jadi dimasak minuman jadi
Province Jumlah Jumlah
di rumah Prepared di rumah Prepared
Total Total
Home Cooked Food and Home Cooked Food and
Foods Beverages Foods Beverages
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Aceh 1 653,61 367,47 2 021,08 46,09 9,03 55,12
Sumatera Utara 1 709,03 290,97 1 999,99 47,34 7,58 54,93
Sumatera Barat 1 728,53 434,29 2 162,82 44,97 11,74 56,71
Riau 1 698,90 334,57 2 033,47 45,98 8,85 54,84

id
Jambi 1 703,91 284,32 1 988,23 44,57 7,32 51,89
Sumatera Selatan 1 727,77 302,17 2 029,93 46,86 7,81 54,67

o.
Bengkulu 1 796,25 303,61 2 099,87 46,62 8,22 54,84
Lampung 1 664,60 287,48 1 952,08 44,30 6,85 51,15
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Riau
1 726,34
1 683,27
333,68
474,34 .g
2 060,02
2 157,61
51,00
50,84
8,13
13,71
59,13
64,55
ps
DKI Jakarta 1 467,30 514,98 1 982,28 43,13 17,17 60,30
Jawa Barat 1 624,39 502,04 2 126,43 45,56 14,86 60,43
.b

Jawa Tengah 1 492,95 471,06 1 964,01 40,47 13,95 54,42


D I Yogyakarta 1 496,51 566,89 2 063,40 41,11 20,60 61,71
w

Jawa Timur 1 638,83 399,64 2 038,48 46,22 10,48 56,70


Banten 1 682,44 452,69 2 135,13 48,22 13,35 61,58
w

Bali 1 739,86 475,99 2 215,85 49,06 13,22 62,28


w

Nusa Tenggara Barat 1 675,51 400,11 2 075,62 46,51 9,92 56,43


Nusa Tenggara Timur 1 765,07 124,56 1 889,63 46,31 3,09 49,40
://

Kalimantan Barat 1 705,62 249,55 1 955,17 46,83 5,96 52,79


Kalimantan Tengah 1 810,53 300,72 2 111,25 50,34 7,77 58,11
tp

Kalimantan Selatan 1 677,09 467,53 2 144,62 46,53 13,90 60,43


Kalimantan Timur 1 570,89 338,98 1 909,87 46,37 9,30 55,67
ht

Kalimantan Utara 1 556,22 274,95 1 831,17 46,92 7,16 54,08


Sulawesi Utara 1 789,84 284,99 2 074,83 49,49 9,18 58,66
Sulawesi Tengah 1 731,42 258,79 1 990,21 46,50 6,86 53,36
Sulawesi Selatan 1 725,09 315,83 2 040,92 49,32 7,64 56,96
Sulawesi Tenggara 1 778,08 256,10 2 034,18 51,26 5,71 56,97
Gorontalo 1 730,88 302,14 2 033,02 47,21 8,13 55,34
Sulawesi Barat 1 809,64 252,09 2 061,73 50,38 5,52 55,91
Maluku 1 579,38 257,85 1 837,22 44,20 5,88 50,07
Maluku Utara 1 504,70 215,72 1 720,41 41,06 5,51 46,57
Papua Barat 1 643,44 185,09 1 828,53 44,73 5,26 50,00
Papua 1 639,62 125,19 1 764,80 35,01 3,40 38,40
INDONESIA 1 638,37 399,03 2 037,40 45,42 11,25 56,67

Sumber: BPS, Susenas Maret 2016


Source: BPS, March 2016 Susenas

28 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Konsumsi kalori dari makanan yang The highest daily average
dimasak di rumah yang tertinggi adalah di consumption of calorie from home cooked
Provinsi Kalimantan Tengah yaitu rata-rata food is Kalimantan Tengah that is
sebesar 1.810,53 kkal per kapita sehari. 1,810.53 kcal per capita. Meanwhile for
Sedangkan konsumsi protein dari makanan protein concumption, Sulawesi Tenggara
yang dimasak di rumah yang tertinggi is province with highest daily average
adalah di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu consumption of protein from food
rata-rata sebesar 51,26 gram per kapita prepared at home that is 51.26 grams per
sehari. capita.

Bila dipilah menurut kuintil pengeluaran, When it was disaggregated by


ternyata banyak dari penduduk di provinsi- expenditure quintile, lot of people in the

id
provinsi yang sudah memenuhi standar provinces that have met the standard of
kecukupan kalori. Pada umumnya, semua adequacy rate of calorie. In general, all

o.
populasi di semua provinsi yang ada pada populations in all provinces in fifth quintile
kuintil kelima sudah memenuhi standar .g
have already met the standards adequacy
ps
kecukupan konsumsi kalori. Demikian pula of calorie consumption. Similarly, at the
dengan kuintil keempat, sebagian besar fourth quintile, most provinces have
.b

provinsi sudah memenuhi standar already met the standard of adequacy of


w

kecukupan kalori kecuali sepuluh provinsi calorie except these ten provinces:
w

ini: Sumatera Utara, Lampung, Nusa Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara
w

Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan


://

Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku


Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Utara, Papua Barat, and Papua (see Table
tp

Papua (Tabel 2.4.1). 2.4.1).


ht

Hal yang menarik adalah populasi pada An interesting thing is that population
kelompok kuintil ketiga dimana hampir in third quintile where almost all provinces
semua provinsi yang ada di kuintil ketiga ini in third quintile is not met the standards of
belum memenuhi standar kecukupan kalori, adequacy of calories yet, but there are four
namun ada empat provinsi yang sudah provinces have already reached the
mencapai standar kecukupan kalori yaitu standard of adequacy of calories i.e.,
Sumatera Barat, Bengkulu, Bali, Kalimantan Sumatera Barat, Bengkulu, Bali, and South
Selatan. Sementara itu tidak ada provinsi di Kalimantan. While there is no province in
kuintil pertama dan kuintil kedua yang first quintile and second quintile which
memenuhi standar kecukupan kalori. meet standards of adequacy of calories.

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 29
Konsumsi protein ditinjau dari sisi kuintil Protein consumption viewed from the
pengeluaran dan provinsi menunjukkan side of expenditure quantil and provinces
bahwa semua provinsi yang berada pada shows that all the provinces are in fifth
kuintil kelima yang sudah memenuhi standar quintile that have already met the standard
kecukupan protein (Tabel 2.4.2). Tidak of protein consumption adequacy (Table
demikian halnya konsumsi protein pada 2.4.2). Not so with the protein consumption
kuintil keempat, secara nasional standar in fourth quintile, nationally has already
kecukupan protein sudah terpenuhi, namun met the standard of protein consumption
beberapa provinsi belum memenuhi standar adequacy, but some provinces do not meet
kecukupan protein seperti Provinsi Lampung the standard such as Lampung (55.92
(55,92 gram), Nusa Tenggara Timur (54,80 grams), Nusa Tenggara Timur (54.80
gram), Maluku (56,63 gram), Maluku Utara grams), Maluku ( 56.63 grams), Maluku

id
(51,70 gram), dan Papua (42,99 gram). Utara (51.70 grams), and Papua (42.99

o.
grams).
Ada hal yang menarik terkait kuintil Interesting thingks occurs in third
ketiga di mana secara nasional konsumsi .g
quintile which nationally have not met the
ps
protein belum memenuhi standar standard of protein consumption adequacy,
.b

kecukupan protein, ternyata beberapa it appeared that some provinces have


provinsi di kuintil ketiga sudah ada yang already met the standard of protein
w

memenuhi standar kecukupan protein yaitu consumption adequacy namely Kepulauan


w

Provinsi Kepulauan bangka Belitung (57,08 Bangka Belitung Province (57.08 grams),
w

gram), Kepulauan Riau (62,01 gram), DKI Riau Islands (62.01 grams), DKI Jakarta
://

Jakarta (59,79 gram), Jawa Barat (58,24 (59.79 grams), Jawa Barat (58.24 grams),
tp

gram), DI Yogyakarta (60,08 gram), Banten DI Yogyakarta (60.08 grams), Banten


(60,07 gram), Bali (62,23 gram), dan (60.07 grams), Bali (62.23 grams), and
ht

Kalimantan Selatan (58,67 gram) Kalimantan Selatan (58.67 grams)


Pola konsumsi rumah tangga selain Household consumption pattern not
dipengaruhi oleh pendapatan dan only affected by income and food supply
ketersediaan pangan juga dipengaruhi oleh but also by culture(Suhardjo, 1989). Daily
budaya (Suhardjo 1989). Rata-rata konsumsi average per capita consumption of calorie
kalori dan protein per kapita sehari and protein from some food items
beberapa bahan makanan yang disajikan presented at appendix Table A3 showes
pada lampiran tabel A3 menunjukkan differences consumption pattern between
adanya perbedaan pola konsumsi antar provinces
daerah di Indonesia.

30 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) per Kapita Sehari menurut
Tabel Provinsi dan Kuintil Pengeluaran, Maret 2016
2.4.1
Table Daily Average Consumption Per Capita of Calorie (Kcal) by Province
and Expenditure Quintile, March 2016

Kuintil Pengeluaran/Expenditure Quintile


Provinsi
Province Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima
First Second Third Fourth Fifth
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 1 542,89 1 794,34 2 055,80 2 194,54 2 517,40
Sumatera Utara 1 592,97 1 839,92 1 978,57 2 149,67 2 438,78
Sumatera Barat 1 720,47 1 960,43 2 165,19 2 372,21 2 595,95
Riau 1 546,56 1 788,35 2 040,39 2 236,31 2 556,24
Jambi 1 515,20 1 775,63 1 961,36 2 228,92 2 459,79
Sumatera Selatan 1 591,07 1 771,68 2 115,38 2 190,87 2 480,73

id
Bengkulu 1 610,85 1 880,14 2 185,11 2 294,98 2 528,09

o.
Lampung 1 503,40 1 745,49 1 939,19 2 113,75 2 458,85
Kep Bangka Belitung 1 584,65 1 885,07 2 021,19 2 265,42 2 544,63
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
1 613,44
1 502,92
1 946,09
1 805,80 .g 2 134,61
2 025,56
2 430,61
2 188,56
2 662,06
2 388,48
ps
Jawa Barat 1 604,85 1 900,21 2 095,85 2 392,28 2 638,97
Jawa Tengah 1 503,72 1 753,54 1 988,50 2 150,59 2 423,76
.b

DI Yogyakarta 1 630,28 1 857,26 2 129,53 2 243,54 2 456,51


Jawa Timur 1 611,80 1 844,90 2 039,53 2 232,09 2 464,06
w

Banten 1 690,17 1 937,54 2 143,63 2 348,07 2 556,35


w

Bali 1 807,54 2 074,35 2 253,72 2 389,92 2 553,67


Nusa Tenggara Barat 1 625,38 1 849,06 2 084,52 2 262,01 2 556,90
w

Nusa Tenggara Timur 1 417,05 1 689,29 1 886,14 2 090,52 2 365,09


://

Kalimantan Barat 1 489,79 1 747,69 1 935,79 2 138,20 2 464,19


Kalimantan Tengah 1 579,75 1 857,43 2 093,26 2 361,24 2 664,89
tp

Kalimantan Selatan 1 642,53 1 942,61 2 160,36 2 355,43 2 622,10


Kalimantan Timur 1 452,96 1 719,81 1 885,69 2 114,19 2 376,93
ht

Kalimantan Utara 1 450,63 1 617,33 1 777,34 1 991,47 2 319,04


Sulawesi Utara 1 534,73 1 798,77 2 004,14 2 337,34 2 699,18
Sulawesi Tengah 1 532,24 1 752,73 1 981,96 2 228,54 2 455,83
Sulawesi Selatan 1 525,71 1 750,10 2 034,96 2 282,41 2 611,31
Sulawesi Tenggara 1 538,20 1 777,46 2 029,98 2 313,06 2 512,03
Gorontalo 1 520,38 1 782,23 1 951,94 2 260,15 2 650,07
Sulawesi Barat 1 570,22 1 826,93 2 025,94 2 265,14 2 620,03
Maluku 1 359,63 1 586,88 1 801,07 2 026,60 2 412,88
Maluku Utara 1 349,59 1 498,26 1 696,20 1 894,71 2 163,41
Papua Barat 1 393,29 1 519,95 1 783,26 2 015,44 2 430,69
Papua 1 363,65 1 556,15 1 740,64 1 929,91 2 233,52
INDONESIA 1 586,69 1 833,14 2 035,80 2 232,50 2 498,81
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source: BPS, March 2016 Susenas

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 31
Rata-Rata Konsumsi Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut
Tabel Provinsi dan Kuintil Pengeluaran, Maret 2016
2.4.2
Table Daily Average Consumption Per Capita of Protein (Grams) by Province
Quintile, March 2016

Kuintil Pengeluaran/Expenditure Quintile


Provinsi
Province Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima
First Second Third Fourth Fifth
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Aceh 39,76 46,86 54,68 60,15 74,13
Sumatera Utara 40,12 48,57 53,01 59,93 73,01
Sumatera Barat 41,00 48,66 55,45 62,74 75,71
Riau 38,50 45,72 52,60 61,11 76,28
Jambi 36,41 44,32 49,83 58,08 70,80

id
Sumatera Selatan 39,22 45,80 54,15 59,57 74,63
Bengkulu 38,57 46,34 54,79 61,06 73,44

o.
Lampung 36,20 43,66 49,58 55,92 70,38
Kep Bangka Belitung 41,89 51,61 57,08 65,86 79,21
Kepulauan Riau 43,65 54,66
.g 62,01 74,53 87,84
ps
DKI Jakarta 41,90 52,90 59,79 67,27 79,62
Jawa Barat 41,92 51,35 58,24 68,46 82,14
Jawa Tengah 38,47 46,02 53,72 60,23 73,68
.b

DI Yogyakarta 42,10 50,47 60,08 69,85 86,05


w

Jawa Timur 41,65 49,36 55,44 62,50 74,54


Banten 44,25 52,01 60,07 68,81 82,74
w

Bali 47,89 55,84 62,23 67,73 77,71


w

Nusa Tenggara Barat 40,46 48,18 55,09 62,38 76,03


Nusa Tenggara Timur 34,41 41,84 47,96 54,80 67,99
://

Kalimantan Barat 36,66 44,56 51,11 58,28 73,33


tp

Kalimantan Tengah 40,31 47,84 55,94 65,41 81,06


Kalimantan Selatan 42,03 51,16 58,67 67,56 82,73
ht

Kalimantan Timur 37,75 46,98 54,64 62,82 76,16


Kalimantan Utara 40,14 45,60 51,41 58,74 74,50
Sulawesi Utara 39,39 47,56 55,41 66,16 84,79
Sulawesi Tengah 37,12 44,63 50,99 59,89 74,18
Sulawesi Selatan 39,13 46,67 55,25 63,68 80,07
Sulawesi Tenggara 40,99 47,77 55,57 63,81 76,72
Gorontalo 38,82 46,46 51,71 60,72 78,97
Sulawesi Barat 40,87 47,89 54,28 60,65 75,83
Maluku 32,59 40,15 47,53 56,63 73,51
Maluku Utara 32,41 38,74 44,87 51,70 65,12
Papua Barat 31,67 38,84 48,01 58,53 72,94
Papua 24,01 27,31 35,24 42,99 62,46
INDONESIA 40,45 48,29 55,04 62,69 76,88
Sumber: BPS, Susenas Maret 2016
Source: BPS, March 2016 Susenas

32 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Beras telah menjadi makanan pokok bagi Rice is staple food for almost all
hampir seluruh masyarakat Indonesia, namun Indonesian people, but in some province
di beberapa wilayah konsumsi kalori dari calorie consumption from other source of
makanan sumber karbohidrat non beras carbohydrates is quite prominent. At Nusa
cukup menonjol. Di Nusa Tenggara Timur dan Tenggara Timur and Gorontalo, daily
Gorontalo, konsumsi kalori dari jagung average calorie consumption from dry
pipilan/beras jagung cukup tinggi yaitu 130,19 shelled corn/cornmeal are 130.19 kcal and
kkal dan 78,16 kkal per kapita sehari, 78.16 kcal per capita, while national average
sementara rata-rata di Indonesia hanya calorie consumption from dry shelled
sebesar 9,80 kkal per kapita sehari. corn/cornmeal only 9.80 kcal per capita.
Sumatera Barat terkenal dengan masakan Sumatera Barat is wellknown with spicy

id
yang kaya santan dan memiliki rasa yang food containing coconut milk. No wonder if
kuat. Maka tidak heran jika rata-rata daily average econsumption of calorie from

o.
konsumsi kalori dari kelapa di provinsi ini coconut in Sumatera Barat is 84.38 kcal per
mencapai 84,38 kkal per kapita sehari, hampir .g
capita. Its almost four times higher than
ps
empat kali lipat rata-rata konsumsi kalori dari national average that only 24.07 kcal per
kelapa secara nasional yang sebesar 24,07 capita per day.
.b

kkal per kapita sehari.


w

Indonesia bagian timur terkenal Eastern Indonesia famous as fish


w

sebagai wilayah penghasil ikan, sehingga producer region, so that consumption of


w

konsumsi protein dari ikan di provinsi- protein from fish at province in Sulawesi
://

provinsi yang berada di Sulawesi dan and Maluku are higher that other
tp

Maluku lebih tinggi dibandingkan daerah province. Unlike the provinces of Java
ht

lain. Berbeda dengan pada provinsi-provinsi where many protein consumption comes
di Jawa dimana konsumsi protein banyak from broiler/local chicken meat, soybean
berasal dari daging ayam ras/kampung, tahu curd and fermented soybean cake.
dan tempe.

Rata-rata konsumsi protein per kapita sehari dari ikan dan udang segar di
Sulawesi dan Maluku dua kali lebih tinggi dibandingkan di Jawa.

Daily average protein consumption from fresh fish and shrimp in Sulawesi and
Maluku is twice higher than in Java.

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 33
Rata-rata konsumsi protein dari ikan Average protein consumption from
dan udang segar di Sulawesi dan Maluku fresh fish and shrimp in Sulawesi and
lebih dari 10 gram per kapita sehari, Maluku more than 10 grams per capita a
sementara di Jawa hanya sekitar 2-5 gram day, while in Java only 2-5 grams per
per kapita sehari. Sebaliknya, rata-rata capita per day. Conversely, protein
konsumsi protein per kapita sehari dari consumption from broiler/local chicken
daging ayam ras/kampung di Sulawesi meat in Sulawesi is only about a third of
hanya sekitar sepertiga dari konsumsi the consumption of protein from broiler/
protein dari ayam ras/kampung di Jawa. local chicken meat in Java.

2.4 Fenomena Perkembangan konsumsi 2.4 Trend on fish consumption


ikan nasional

id
As a country with a vast ocean,
Sebagai negara dengan laut yang
Indonesia has natural potential of

o.
cukup luas, Indonesia memiliki potensi alam
plentiful marine products, including
.g
berupa hasil laut yang melimpah, termasuk
various species of fish and other creatures
beragam spesies ikan dan hewan laut yang
ps
that can be potention on the sea and its
dapat dikonsumsi. Laut dan kekayaan alam
natural resources should be utilized,
.b

di dalamnya seharusnya dimanfaatkan


including to meet the protein
secara maksimal, termasuk untuk memenuhi
w

consumption needs of Indonesian


kebutuhan protein penduduk Indonesia dari
w

population. As we know, fish is a food


konsumsi ikan. Sebagaimana diketahui, ikan
w

source of animal protein and very good


merupakan bahan makanan sumber protein
://

for health. Fish contain 20-35 percen


hewani yang sangat baik bagi kesehatan.
protein, and has a high-potention to
tp

Kandungan protein pada ikan berkisar


become major sources of protein for our
antara 20-35 persen, dan berpotensi tinggi
ht

body because its completeness of


menjadi sumber protein utama dalam tubuh
essential amino acid composition. Fish
karena komposisi asam amino esensial yang
contain unsaturated fatty acids Omega-3,
lengkap. Ikan tinggi akan kandungan asam
which serves to prevent heart attacks,
lemak tak jenuh Omega-3, yang berfungsi
calcium, potassium, and phosphorus
untuk mencegah serangan jantung, serta
needed for the healthy body (Khomsan
mengandung kalsium, kalium, dan fosfor
et.al, 1997).
yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh
(Khomsan et.al, 1997).

Konsumsi ikan masyarakat Indonesia Fish consumption in Indonesia is


didominasi oleh ikan segar dibandingkan dominated by fresh fish than fish

34 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
ikan diawetkan. Pada Maret 2016, rata-rata preserved. In March 2016, the average
konsumsi ikan segar penduduk Indonesia consumption of fresh fish in Indoensia
adalah sebesar 15,75 kg per kapita setahun. was 15.75 kg per capita a year. While
Sementara konsumsi ikan dalam bentuk preserved fish consumption only about a
diawetkan hanya sekitar sepersepuluhnya tenth, or 1.57 kg per capita a year (Table
atau 1,57 kg per kapita setahun (Tabel 2.5). 2.5).

Rata-rata Konsumsi Ikan Segar, Diawetkan dan Makanan Jadi Berbahan


Tabel Ikan per Kapita Per Tahun, Maret 2011-2016
2.5
Table Yearly Average Per Capita Consumption of Fresh Fish, Preserved Fish and
Prepared Food Made from Fish, Maret 2011-2016

Kelompok
Satuan Tahun/Year
Makanan

id
Food Group Unit 2011 2012 2013 2014 2015 2016

o.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Ikan segar
Fresh Fish
Kg/Kg 14,65 13,51
.g 13,71 14,29 15,52 15,75
ps
Ikan diawetkan
Kg/Kg 2,54 2,46 2,25 2,24 1,61 1,57
Preserved Fish
.b

Makanan Jadi
Berbahan Ikan Porsi
w

5,27 4,85 5,37 6,31 7,40 6,93


Prepared Food Portion
w

Made from Fish


Sumber: BPS, Susenas Maret 2011-2016
w

Source: BPS, March 2011-2016 Susenas


://

Rata-rata konsumsi ikan segar selama The average consumption of fresh


tp

periode 2011-2016 meningkat 7,5 persen, fish during the 2011-2016 increased 7.5
ht

yaitu dari 14,65 kg menjadi 15,75 kg per percent, from 14.65 kg to 15.75 kg per
kapita per tahun. Sebaliknya, rata-rata capita per year. Contrary, average
konsumsi ikan diawetkan selama periode consumption of preserved fishduring this
tersebut mengalami penurunan yang period decreased significantly to 38.1
signifikan hingga 38,1 persen. percent.

Selain alasan kepraktisan, makanan Besides it’s practicality, prepared


jadi saat ini semakin diminati karena telah food is increasingly favored because it has
menjadi gaya hidup terutama di perkotaan. become a lifestyle, especially in urban
Ikan dalam berbagai variasi penyajian juga areas. Fish in a various menu also one of
semakin diminati sebagai salah satu pilihan choices among another popular menu of
konsumsi makanan jadi. prepared food.

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 35
Rata-rata konsumsi ikan berupa The average consumption of fish in
makanan jadi meningkat 31,6 persen selama the form of prepared food increased by
enam tahun terakhir. Rata-rata konsumsi 31.6 percent over the last six years. The
ikan dalam bentuk makanan jadi pada tahun average consumption of fish in the form of
2016 adalah sekitar 7 porsi per kapita processed food in 2016 is about 7 servings
setahun, sementara pada tahun 2011 hanya per capita a year, while in 2011 only about
sekitar 5 porsi per kapita per tahun. 5 servings per capita per year.

Rata-rata Pengeluaran untuk Ikan Segar, Diawetkan dan Makanan Jadi


Tabel selama Setahun, Maret 2011-2016 (Rupiah)
Table 2.6 Average Expenditure for Fresh Fish, Preserved Fish and Prepared Food
Made from Fish in The Last One Year, 2011-2016

id
Kelompok Makanan/ Tahun/Year

o.
Food Group 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ikan segar 240 431 253 675
.g
275 471 338 108 333 577 352 462
ps
Fresh Fish 6,73% 6,45% 6,35% 7,16% 6,65% 6,29%
Ikan diawetkan 68 203 69 976 69 506 68 073 89 582 56 584
.b

Preserved Fish 1,91% 1,78% 1,60% 1,44% 1,79% 1,01%


w

Makanan Jadi Berbahan


22 839 24 038 26 541 53 071 36 731 45 239
Ikan/ Prepared Food
w

Made from Fish 0,64% 0,61% 0,61% 1,12% 0,73% 0,81%


w

Total Pengeluaran
3 240 132 3 587 959 3 965 110 4 265 680 4 558 396 5 150 156
Makanan
://

Total Food Expenditure 100% 100% 100% 100% 100% 100%


tp

Sumber: BPS, Susenas Maret 2011-2016


Source: BPS, March 2011-2016 Susenas
ht

Rata-rata pengeluaran per kapita per The highest average expenditure per
tahun untuk komoditi ikan yang tertinggi capita per year for fish in 2016 is for fresh
pada tahun 2016 adalah untuk ikan segar fish that is 352,462 rupiahs (Table 2.6).
yaitu Rp352.462,- (Tabel 2.6). Rata-rata The average expenditure for the preserved
pengeluaran untuk ikan diawetkan dan ikan fish and prepared food made from fish is
dalam bentuk makanan jadi tidak jauh not much different, that are 56,584
berbeda yaitu sebesar Rp56.584,- per kapita rupiahs per capita a year for the preserved
setahun untuk ikan diawetkan dan fish and 45,239 rupiahs per capita a year
Rp45.239,- untuk ikan dalam bentuk for prepared food made from fish.
makanan jadi.

36 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Selama periode 2011-2016 rata-rata During 2011-2016 the average
pengeluaran untuk ikan per satuan komoditi expenditure per unit fish continues to
terus meningkat. Rata-rata pengeluaran increase. Average expenditure was
dihitung dari total pengeluaran untuk setiap calculated from the total expenditure for
komoditi dibagi dengan total penduduk. each commodity divided by the total
Peningkatan rata-rata pengeluaran tertinggi population. The highest increasing of
adalah untuk ikan dalam bentuk makanan average expenditure is for prepared food
jadi. Pada Maret 2011 rata-rata pengeluaran made from fish. At March 2011, average
untuk setiap porsi ikan dalam bentuk expenditure for prepared food made from
makanan jadi sebesar Rp4.337,- kemudian fish is 4,337 rupiahs per servings, and at
pada Maret 2016 menjadi Rp6.527,- per March 2016 its increase to 6,527 rupiahs
porsi. per servings

id
Kenaikan rata-rata pengeluaran untuk Average expenditure for each kg of

o.
setiap kilogram ikan segar dan diawetkan fresh and preserved fish increase about 35
dalam enam tahun terakhir adalah sekita 35
.g
percent in six years. Expenditure for fresh
ps
persen. Pengeluaran untuk ikan segar adalah fish is about 6 percent of total food
sekitar 6 persen dari total pengeluaran expenditur in a week, while percentage of
.b

untuk bahan makanan selama seminggu, preserved fish expenditure is about a third
w

sementara pengeluaran untuk ikan of fresh fish expenditure. Average


w

diawetkan hanya sepertiganya. Rata-rata expenditure for prepared food made from
pengeluaran untuk ikan dalam bentuk fish is only 0.8 percent of total prepared
w

makanan jadi hanya sekitar 0,8 persen dari food expenditure in a week.
://

total pengeluaran makanan jadi seminggu.


tp

2.5 Perkembangan konsumsi protein dari 2.5 Trend on protein consumption from
ht

ikan dan sumber protein lainnya fish and another protein source
foods

Ikan dikenal sebagai bahan makanan The fish is known as a food that with high
yang mengandung protein tinggi. Konsumsi protein. The highest protein consumption
protein yang tertinggi berdasarkan hasil based Susenas March 2016 is from fresh
Susenas Maret 2016 adalah dari ikan segar fish that is on average 5.58 grams per
yaitu rata-rata 5,58 gram per kapita sehari, capita a day, while consumption of protein
sementara konsumsi protein dari ikan from preserved fish only about one-third,
dawetkan hanya sekitar sepertiganya atau or 1.59 grams per capita per day. The
1,59 gram per kapita sehari. Yang paling lowest consumption of protein from fish is

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 37
rendah adalah konsumsi protein dari ikan from prepared food made from fish, which
dalam bentuk makanan jadi, yaitu hanya is only 1.34 grams per capita per day.
1,34 gram per kapita sehari.
Selama periode Maret 2011-2016 During March 2011-2016
konsumsi protein dari ikan dalam bentuk consumption of protein form fresh fish and
ikan segar dan makanan jadi cenderung prepared food made from fish tend to
meningkat. Sementara konsumsi protein increase. While the consumption of
dari ikan diawetkan cenderung menurun. protein from preserved fish tends to
Hal ini sejalan dengan perkembangan decrease. This is in line with the trend of
volume konsumsi ikan pada periode yang quantity of fish consumed in the same
sama (Gambar 2.4). period (Figure 2.4).

id
o.
Ikan Segar/Fresh Fish

.g
ps
Ikan Diawetkan/Preserved Fish
.b

Makanan Jadi Berbahan Ikan/


Prepared Food Made from Fish
w
w
w

Sumber: BPS, Susenas Maret 2011-2016


://

Source: BPS, March 2011-2016 Susenas

Rata-rata Konsumsi Protein Per Kapita Per Hari Dari Ikan,


tp

Gambar Maret 2011-2016 (gram)


2.4
ht

Figure Daily Average Per Capita Consumption from Fish, March 2011-2016
(grams)

Konsumsi protein dari ikan (segar, Protein consumption from fish


diawetkan maupun dalam bentuk makanan (fresh, preserved or prepared food) is
jadi) lebih tinggi dibandingkan konsumsi higher than consumption of protein from
protein dari sumber-sumber lainnya other protein sources such as meat (cattle,
misalnya daging ruminansia (sapi, kambing, goats, pigs, etc.), poultry meat, eggs or
babi, dsb), daging unggas, telur maupun soybean curd and fermented soybean cake
tahu dan tempe (Gambar 2.5). (Figure 2.5).

38 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
Konsumsi protein dari ikan sekitar 2 Protein consumption from fish is
kali lebih tinggi dibandingkan konsumsi about 2 times higher than consumption of
protein dari tahu dan tempe. Bila protein from soybean curd and fermented
dibandingkan dengan konsumsi protein dari soybean cake. Compared to consumption
sumber protein hewani lainnya, konsumsi of protein from other animal protein
protein dari ikan 3-4 kali lebih tinggi sources, protein consumption from fish is
dibandingkan konsumsi protein dari daging 3-4 times higher than consumption of
ayam atau telur. protein from chicken meat or eggs.

Ikan/Fish

Daging Ruminansia/Meat

id
Daging Unggas/Poultry

o.
Telur/Eggs

.g
ps
Tahu dan Tempe/
Soybean curd and
Fermented Soybean Cake
.b
w

Sumber: BPS, Susenas Maret 2011-2016


Source: BPS, March 2011-2016 Susenas
w

Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita per Hari beberapa kelompok


w

Gambar komoditi Sumber Protein, Maret 2011-2016 (gram)


2.5
://

Figure Daily Average Per Capita Consumption from Protein Source Food
Group, March 2011-2016 (grams)
tp

Rata-rata konsumsi protein per kapita Average daily per capita


ht

sehari dari ikan selama enam tahun terakhir consumption from fish in this last six years
cenderung meningkat, demikian pula tend to increase, so did protein
konsumsi protein dari daging unggas. consumption from poultry meat. Protein
Konsumsi protein dari tahu dan tempe consumption from soybean curd and
cenderung stagnan, berkisar antara 4-5 gram fermented soybean cake relatively
per kapita sehari. Pada periode 2011-2013 stagnant, around 4-5 gram per capita a
rata-rata konsumsi protein per kapita sehari day. In 2011-2013 daily average per capita
dari daging unggas dan telur relatif sama, consumption from poultry and egg are
namun sejak tahun 2014 rata-rata konsumsi relatively the same, but since 2014 the
protein dari telur lebih rendah dibandingkan average consumption of protein from eggs

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 39
daging unggas. Rata-rata konsumsi protein is lower than poultry meat. The average
dari daging ruminansia merupakan yang consumption of protein from meat is the
paling rendah, hal ini terkait dengan harga lowest, it is associated with a relatively
daging yang relatif mahal. high prices of meat.
Dalam konteks pemenuhan pangan In the context to fulfilled food and
dan gizi, potensi ikan yang dimiliki Indonesia nutrition needs, fish potention that
merupakan salah satu solusi pemenuhan Indonesia has can be a solution to fulfilled
pangan dan gizi masyarakat. Sayangnya population’s food and nutrition needs.
konsumsi ikan pada orang Indonesia belum Unfortunately, fish consumtion in
membudaya. Beberapa kendala bagi Indonesia has not become culture. Some
masyarakat untuk mengkonsumsi ikan obstacles for people to consume fish is its
adalah ketersediaan pasokan dan harga yang availability and high prices due to long

id
tinggi karena panjangnya rantai pasokan supply chain and cultural problems. Some

o.
serta faktor budaya. Sebagian masyarakat people believe that consume fish would
mempercayai jika makan
menyebabkan cacingan atau gatal-gatal .
ikan dapat
i .g
cause intestinal worms and itching.
ps
Guna memacu konsumsi ikan In order to stimulate national fish
.b

nasional, pemerintah melakukan sosialisasi consumption, Indonesia government taken


w

konsumsi ikan, revitalisasi pasar ikan hingga a strategic programs like socialization of
w

startegi peningkatan produksi. Pemerintah fish consumption, and revitalization of


meyadari bahwa peningkatan konsumsi ikan fish market to increase production.
w

masyarakat tidak hanya bermanfaat untuk Government recognizes that increasing


://

meningkatkan kualitas sumberdaya manusia fish consumption not only beneficial to


tp

dengan menghasilkan generasi yang sehat improve the quality of human resources to
ht

dan cerdas, namun juga dapat menjadi bring in healthy and smart generation, but
memacu perkembangan industri perikanan also push fishing industry development
karena penyerapan produk perikanan akan due to the increasing in absorption of
semakin meningkat. Oleh karena itu, salah fishery products. Therefore, one of the
satu program Kementerian Kelautan dan programs of Ministry of Maritime Affairs
Perikanan (KKP) untuk menggalakkan and Fisheries is to promote fish
program konsumsi ikan bertajuk consumption titled "GEMARIKAN" focuses
“Gemarikan” berfokus pada edukasi on education about the importance of fish
mengenai pentingnya konsumsi ikan. consumption.

i
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/07/17/n8uyir-konsumsi-ikan-
masyarakat-indonesia-rendah-karena-mitos-ini

40 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
DAFTAR PUSTAKA/REFERENCES

Ariani M. 1993. Kajian pola konsumsi dan permintaan pangan serta proyeksi
kebutuhan pangan pada Repelita VI di tiga Provinsi di Indonesia [tesis].
Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Hardiansyah dan Victor Tambunan (2004) Angka Kecukupan Energi, Protein,


Lemak, dan Serat Makanan, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII:
Jakarta.

Khomsan, A., Briawan, D., & Sumarwan, U. (1997). Pangan sebagai indikator

id
kemiskinan.

o.
Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor: Departemen Pendidikan dan
.g
Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universal,
ps
Institut Pertanian Bogor.
.b

Yusdiyanto S.2016.Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Miskin Di Provinsi


Sulawesi Tengah [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian
w

Bogor.
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2016 41
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
LAMPIRAN A
APPENDIX A

id
o.
TABEL-TABEL
.g
TABLES
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 45
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

46 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
RATA-RATA KONSUMSI KALORI PER KAPITA SEHARI (KKAL) MENURUT
TABEL KELOMPOK MAKANAN DAN DAERAH TEMPAT TINGGAL, MARET 2016
A.1
TABLE DAILY AVERAGE CONSUMPTION OF CALORIE PER CAPITA (KCAL) BY
FOOD GROUP AND URBAN RURAL CLASSIFICATION, MARCH 2016
Provinsi/Province : RIAU
Kelompok Makanan Perkotaan Perdesaan Perkotaan+Perdesaan
Food Group Urban Rural Urban+Rural
(1) (2) (3) (4)
1. Padi-padian/Cereals 737,69 935,22 857,57
2. Umbi-umbian/Tubers 27,11 36,36 32,73
3. Ikan/udang/cumi/kerang 53,58 52,12 52,69
Fish/shrimp/common squid/shells
4. Daging/Meat 97,86 67,09 79,19
5. Telur dan susu/Eggs and milk 87,95 59,81 70,87
6. Sayur-sayuran/Vegetables 25,20 28,88 27,43
7. Kacang-kacangan/Legumes 33,08 33,59 33,39

id
8. Buah-buahan/Fruits 40,72 29,75 34,06
9. Minyak dan kelapa/Oil and coconut 324,49 349,92 339,93

o.
10. Bahan minuman/Beverages stuffs 89,46 122,28 109,38
11. Bumbu-bumbuan/Spices 6,18 11,01 9,11
12. Konsumsi lainnya 54,51
.g51,28 52,55
ps
Miscellaneous food items
13. Makanan dan minuman jadi 432,27 271,29 334,57
Prepared food and beverages
.b

J U M L A H /T O T A L 2 010,10 2 048,61 2 033,47


w

Provinsi/Province : JAMBI
w

Kelompok Makanan Perkotaan Perdesaan Perkotaan+Perdesaan


Urban Rural Urban+Rural
w

Food Group
(1) (2) (3) (4)
://

1. Padi-padian/Cereals 733,80 979,47 903,73


tp

2. Umbi-umbian/Tubers 32,60 30,56 31,19


3. Ikan/udang/cumi/kerang 49,66 43,27 45,24
Fish/shrimp/common squid/shells
ht

4. Daging/Meat 83,91 53,70 63,02


5. Telur dan susu/Eggs and milk 77,27 47,67 56,79
6. Sayur-sayuran/Vegetables 27,19 30,62 29,57
7. Kacang-kacangan/Legumes 50,53 32,66 38,17
8. Buah-buahan/Fruits 39,64 31,45 33,97
9. Minyak dan kelapa/Oil and coconut 312,25 344,42 334,50
10. Bahan minuman/Beverages stuffs 100,50 108,32 105,91
11. Bumbu-bumbuan/Spices 5,62 8,18 7,39
12. Konsumsi lainnya 59,82 52,03 54,43
Miscellaneous food items
13. Makanan dan minuman jadi 394,65 235,15 284,32
Prepared food and beverages

J U M L A H /T O T A L 1 967,45 1 997,49 1 988,23

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 47
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

48 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 49
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

50 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 51
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

52 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 53
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

54 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 55
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

56 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 57
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

58 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 59
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

60 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 61
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

62 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 63
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

64 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 65
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

66 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 67
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

68 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 69
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

70 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 71
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

72 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 73
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

74 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 75
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

76 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 77
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

78 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 79
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

80 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 81
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

82 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 83
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

84 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 85
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

86 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 87
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

88 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 89
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

90 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 91
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

92 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 93
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

94 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 95
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

96 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 97
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

98 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 99
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

100 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 101
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

102 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 103
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

104 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 105
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

106 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 107
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

108 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 109
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

110 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 111
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

112 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 113
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

114 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 115
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

116 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 117
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

118 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 119
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
LAMPIRAN B
APPENDIX B

id
o.
KUESIONER (VSEN16.KP)
.g
QUESTIONNAIRE (VSEN16.KP)
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 123
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

124 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 125
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

126 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 127
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

128 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 129
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

130 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 131
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

132 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 133
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

134 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 135
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

136 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 137
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

138 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 139
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

140 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

Buku 2 – Konsumsi Kalori dan Protein Penduduk Indonesia dan Provinsi, Susenas Maret 2015 141
id
o.
.g
ps
.b
w
w
w
://
tp
ht

142 Book 2 – Consumption of Calorie and Protein of Indonesia Population and Province, The March 2016 Susenas
ht
tp
://
w
w
w
.b
ps
.g
o.
id