You are on page 1of 19

RESPONSI KASUS

GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR EPISODE KINI DEPRESIF BERAT
TANPA GEJALA PSIKOTIK

Oleh :
Made Sebastian Dwi Putra Hardika
1202006093

Pembimbing :
dr. I Gusti Ngurah Sastradhi, Sp.KJ

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA
BAGIAN/SMF PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNUD
RSUD WANGAYA DENPASAR
2017

0

Pasien berperawakan sedang. Pasien diwawancara dalam posisi duduk berhadapan dengan pemeriksa dipisahkan oleh sebuah meja. ANAMNESIS Keluhan Utama : sulit tidur AUTOANAMNESIS Pasien datang sendiri ke Poliklinik Jiwa RSUD Wangaya pada tanggal 6 November 2017 pukul 12.KJ Nama : Made Sebastian Dwi Putra Hardika (1202006093) I. RESPONSI KASUS BAGIAN/SMF PSIKIATRI RSUD WANGAYA DENPASAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA PERIODE: 6 November 2017 . 19 Tanggal Pemeriksaan : 6 November 2017 Tanggal Kunjungan : 6 November 2017 II. IDENTITAS PASIEN Nama : MH No.12 November 2017 Pembimbing : dr. kulit 1 . Sp. bercelana panjang coklat dan menggunakan sandal. Rekam Medis : 521278 Baru/Ulangan : Ulangan Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 59 tahun Status Perkawinan : Menikah Tingkat Pendidikan : S1 Pekerjaan : Pensiunan PNS Agama : Kristen Katolik Bangsa/Suku Bangsa : Indonesia/Ende Alamat : Kompleks BTN Pondok Purnawira VI No. Pasien mengenakan baju lengan pendek berwarna coklat bermotif. I Gusti Ngurah Sastradhi.00 WITA.

bulan dan tahun dilakukannya wawancara. Pasien diwawancarai menggunakan bahasa Indonesia. Saat ini pasien merasa dirinya memiliki beban begitu berat karena banyak pikiran mengenai masalah dengan suami. Pemeriksa memulai wawancara dengan memperkenalkan diri kemudian menanyakan nama pasien. dimana rata-rata baru bisa tidur pada jam 1 pagi dan bangun pada jam 6 pagi. tidak tercium bau urin. Penampilan pasien tampak rapi. Pasien mengaku terkadang dapat bangun dari tidurnya. Pasien mengaku biasanya mendapatkan 3 jenis obat untuk mengontrol keluhannya. alkohol maupun bau tidak sedap lainnya dari tubuh pasien. Pasien mengatakan sulit untuk memulai tidur. Haloperidol yang berwarna pink setengah tablet diminum pagi dan sore hari serta Clobazam 10 mg pada malam hari. tanggal. Pasien mengatakan baru sempat datang untuk kontrol obat habis dikarenakan pergi ke Ende untuk mengurus surat penjualan rumah serta perceraian dengan suaminya yang dikatakan sudah tidak pernah memberikan dirinya nafkah sejak 8 tahun yang lalu. Nafsu makan dikatakan 2 . namun masih mampu untuk kembali tidur. yaitu Ikalep 250 mg diminum pagi dan sore hari. Kunjungan pasien ke Poliklinik Psikiatri RSUD Wangaya ini merupakan kunjungan ulangan. dimana pasien mengatakan sudah tidak lanjut minum obat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien dapat menjawab namanya dengan benar. Kunjungan terakhir dikatakan pada bulan Juli 2017 yang lalu. feses. anak dan juga keluarganya. mengetahui dirinya saat ini sedang berada dimana serta dapat menyebutkan hari. Pasien mengaku sudah sering kontrol ke poliklinik sejak tahun 2015. Pikiran-pikiran tersebut dikatakan tidak mampu dikontrol olehnya sehingga membuat pasien kembali terganggu tidurnya sejak 3 bulan terakhir. rambut berwarna hitam pendek rapi. kuku tangan dan kaki terpotong pendek dan bersih. pasien mampu menatap mata pemeriksa dan menjawab pertanyaan yang diajukan pemeriksa dengan jelas.pasien berwarna sawo matang. roman wajah sesuai usia. Saat diwawancara. Pasien merasa kecewa karena suaminya diketahui sudah memiliki wanita lain di Ende dan terlebih lagi anaknya dikatakan merestui dan mendukung hubungan suaminya dengan wanita lain tersebut.

Bali.00 WITA.00 WITA dan disambut oleh pasien beserta beberapa saudara kandung pasien yang sedang berkumpul. Pasien tampak lambat dalam merespon pertanyaan pemeriksa dimana sesekali meminta pemeriksa untuk mengulang pertanyaan yang diberikan. Pasien kemudian bercerita bahwa dirinya sempat diopname selama seminggu di RS Trijata pada bulan Juli 2017 lalu karena tiba-tiba tubuhnya terasa kaku dan terjatuh di kamar mandi rumahnya. pemeriksa sebagai dokter muda telah meminta izin kepada pasien untuk melakukan kunjungan rumah dengan tujuan memantau kondisi pasien. KUNJUNGAN RUMAH Kunjungan dilakukan pada tanggal 6 November 2017 pada pukul 19. Denpasar. Sebelumnya. Saat itu dikatakan oleh dokter yang merawatnya bahwa pasien tidak mengalami stroke dan dalam keadaan baik-baik saja. baik dan pasien mengatakan mandi seperti biasa tiap harinya sebanyak dua kali. 19 Padangsambian. Pasien saat ini tinggal sementara di rumah keluarga besar pasien yang beralamat di Kompleks BTN Pondok Purnawira VI No. Pasien memberikan izin kepada pemeriksa untuk melakukan kunjungan rumah. Pasien menceritakan bahwa dirinya sedang berkabung karena ayahnya baru saja meninggal pada tanggal 1 November 2017 lalu dan pada hari Kamis besok dirinya sudah harus kembali ke Ende untuk lanjut mengurus siding perceraian dengan suaminya. hanya karena beban perasaan dan pikiran yang terlalu berat. Pemeriksa tiba di tempat tinggal pasien pada pukul 19. Sebelum melakukan wawancara. pemeriksa kembali 3 . HETEROANAMNESIS Tidak ada III. Namun pasien masih merasa takut jika dirinya mengalami stroke karena merasa hingga sekarang beberapa bagian tubuhnya seperti tangan dan kakinya terkadang terasa kaku. Pasien mengatakan perasaannya saat ini masih sama seperti sebelumnya dimana pasien masih sering memikirkan ide bosan untuk hidup meskipun sudah lebih jarang dari sebelumnya.

Pasien dapat menyebutkan kembali nama pemeriksa. pemeriksa menyapa pasien dan kembali memperkenalkan diri. Pasien dapat menyebutkan hari.memperkenalkan diri kepada pasien serta menjelaskan tujuan dari dilakukannya kunjungan rumah tersebut. Pasien berperawakan sedang dengan warna kulit sawo matang. makanan apa yang dimakan tadi pagi. sewaktu masa sekolah pasien dapat menempuh pendidikan hingga tingkat apa serta mengetahui nama presiden pertama Indonesia. Pasien mengaku alasan pasien berkunjung ke Poliklinik Jiwa RSUD Wangaya merasa bahwa keadaan jiwanya sedang terganggu yang membutuhkan pengobatan dari seorang psikiater sehingga dapat sembuh 4 . Pasien juga dapat menyebutkan dengan benar dimana dirinya berada dan bersama siapa pasien tinggal di rumah saat ini. yaitu “Bersusah-susah dahulu baru kemudian bersenang-senang”. Pemeriksa juga meyakinkan bahwa isi dari wawancara dengan pasien ini akan dijaga kerahasiaannya. Pasien dapat menjawab dengan benar pengurangan 100 oleh 7 sebanyak 5 kali berturut-turut. Pasien diwawancara menggunakan bahasa Indonesia. pemeriksa memulai wawancara dengan pasien. Saat diwawancara. tanggal. yaitu “Bola tenis dan buah jeruk sama-sama bulat tapi buah jeruk bisa dimakan dan dijadikan jus sedangkan bola tenis hanya bisa dipakai untuk bermain saja”. Pasien dapat melanjutkan peribahasa “Berakit-rakit ke hulu” dengan “Berenang-renang ke tepian” serta menyebutkan artinya. Kuku tangan dan kaki bersih dan terpotong pendek. bulan dan tahun dilakukannya wawancara dengan benar. AUTOANAMNESIS Wawancara dilakukan di ruang tamu rumah pasien dengan posisi saling berhadapan. pasien mampu menatap mata pemeriksa dan menjawab pertanyaan yang diajukan pemeriksa dengan jelas. Pasien terbuka dalam memberikan keterangan dan kooperatif. Pasien dapat menjawab perbedaan bola tenis dan buah jeruk. Pasien mengenakan daster berwarna dasar putih dengan motif bunga. Sebelum memulai wawancara. Setelah pasien menyetujui. Rambut pasien pendek dan tersisir rapi.

Pasien merasa dirinya akhirnya lega setelah memasuki masa pensiun dari pekerjaannya sejak setahun yang lalu. pasien sempat membeli tanah milik Made Balig di daerah Batubulan melalui perantara Silalahi dengan harga sebesar 36 juta rupiah. Pasien memiliki rasa ingin menolong dimana dikatakan bahwa pasien sering meminjamkan uang kepada Silalahi. pasien cenderung di kamar karena merasa tidak ada energi untuk melakukan aktivitas. Pasien juga dikatakan terkadang meluapkan kekesalan akan masalah yang dihadapi dengan berteriak. Pasien merasa bahwa memang sudah waktunya dirinya untuk selesai dari pekerjaannya tersebut karena menurut pasien. pasien mengatakan dirinya sempat berusaha untuk menjodohkan Silalahi dengan adik perempuannya yang belum menikah dan orang tersebut mengaku meminjam uang untuk keperluan menyuksesan acara persiapan melamar adik pasien. pasien bersama suami yang saat itu masih tinggal di Jalan Kenyeri berkenalan dengan seorang lelaki baru yang bernama Silalahi sebelumnya baik pasien dan suami tidak memiliki hubungan apapun dengan orang tersebut. Saat ditanyakan alasannya. seperti kehilangan energi. Selain merasa lelah. Pasien mengatakan tiada hari yang dilewati pasien tanpa air mata. Pasien menyadari bahwa dirinya ditipu oleh Silalahi setelah 6 bulan kemudian baru mengecek tanahnya dan dikatakan sudah dijual ke orang lain oleh Made Balig karena Made Balig mengaku tidak pernah 5 . Pasien merasa cepat lelah. pasien juga merasakan perasaannya diliputi rasa sedih. Pasien mengatakan bahwa perasaannya saat ini masih sama seperti sebelumnya dimana pasien masih sering memikirkan ide bosan untuk hidup meskipun sudah lebih jarang dari sebelumnya. Di rumah. Pasien menceritakan perasaannya dengan ekspresi yang sesuai dengan perasaannya. Pasien mengaku kehilangan minat untuk melakukan aktivitas atau kegiatan yang sebelumnya disukai seperti menyanyi atau aktif dalam kegiatan di gereja. banyaknya masalah yang dihadapi membuat konsentrasinya untuk melakukan pekerjaan tidak maksimal lagi. Pasien menceritakan bahwa pada tahun 2008. Setahun kemudian.dan melakukan aktivitas seperti sediakala.

pasien mengaku mendapat kabar dari saudaranya yang tinggal di Ende bahwa anaknya telah memiliki anak hasil hubungan di luar nikah dan membuat pasien berinisiatif pergi ke Ende untuk bertemu dengan anaknya. Pasien kaget ketika menelpon nomor suaminya dan kemudian diangkat oleh seorang perempuan yang sebelumnya tidak pernah dikenal oleh pasien. Namun pasien masih merasa takut jika dirinya 6 . Namun dikatakan anak pasien tidak mau menerima dirinya lagi dan malah mendukung dan menyetujui hubungan suami pasien dengan wanita lain tersebut. Sejak saat itu dikatakan. pasien sering berpindah kos-kosan dan mengaku dirinya pernah diusir saat kos di Jalan Ratna karena bermasalah dengan anak pemilik kosnya. Setelah dirinya hidup sendiri. saat ibu pasien meninggal. Pada tahun yang sama. hanya karena beban perasaan dan pikiran yang terlalu berat. dirinya putus kontak dengan suaminya dan juga tidak diijinkan untuk berkomunikasi dengan anaknya.menerima transfer uang dari Silalahi. Pasien mengatakan bahwa dirinya terus memikirkan masalah rumah yang dibangun di Batubulan karena terkendala akses jalan umum yang tidak ada hingga akhirnya pasien jatuh sakit dan sempat diopname selama seminggu di RS Trijata pada bulan Juli 2017 lalu karena tiba-tiba tubuhnya terasa kaku dan terjatuh di kamar mandi rumahnya. Pada tahun 2010. Saat itu dikatakan oleh dokter yang merawatnya bahwa pasien tidak mengalami stroke dan dalam keadaan baik-baik saja. Pada tahun 2015. Pasien juga kecewa karena ternyata pada tahun 2012 rumah atas nama dirinya di Ende telah dijual sepihak oleh suaminya. suami pasien dikatakan pisah rumah dengan pasien dan pulang ke Ende dengan membawa anak laki-lakinya karena menganggap pasien berselingkuh dengan Silalahi. pasien sempat menghubungi suaminya di Ende untuk meminta sejumlah uang. Pasien merasa bahwa tuduhan suaminya tersebut tidak beralasan dan dikatakan suaminya tidak pernah mengeluh ketika pasien meminjamkan uang kepada Silalahi. Pasien kemudian curiga bahwa suaminya telah memiliki wanita lain di Ende.

Pasien mengaku sering melihat bayangan berupa binatang dan terkadang peti mati yang tidak dapat dilihat oleh orang lain sejak tahun 2016. Pasien mengatakan sulit untuk memulai tidur. Pikiran akan masalah dengan suami. Pasien mengatakan pernah mendengar suara-suara perempuan yang tidak jelas wujudnya yang menyuruh pasien untuk membunuh anaknya yang baru berumur 3 tahun pada tahun 2000 lalu. namun saat ini dikatakan bayangan sudah tidak ada.mengalami stroke karena merasa hingga sekarang beberapa bagian tubuhnya seperti tangan dan kakinya terkadang terasa kaku. anak serta keluarganya terjadi berulang-ulang sampai mengganggu tidur pasien. Namun. Pasien mengaku terkadang dapat bangun dari 7 . Akhirnya karena pasien merasa bahwa beban pikirannya terlalu berat diakibatkan oleh masalah dengan suami. Bayangan dikatakan sering muncul apabila pasien sedang melamun sendiri dan ketika malam hari. Pasien mengaku dapat menahan diri untuk tidak melakukannya dan dikatakan saat itu dirinya dalam keadaan stress berat akibat mendapat tekanan dari keluarga suami. maka dari itu pada bulan Oktober 2017 pasien kemudian menggugat cerai suaminya. Saat ini. Pada September 2017 lalu dikatakan pasien mengirimkan uang sebanyak 2 juta agar suami pasien datang ke Bali untuk mengurus penjualan rumah di Batubulan tetapi suami tidak mau datang dan malah meminta uang lagi sebanyak 5 juta namun pasien tidak mau mengirimkan karena menganggap uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan wanita lain. Namun saat ini dikatakan pasien sudah tidak pernah mendengar suara-suara yang tidak jelas wujudnya. pasien mengaku masih sering terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup seperti gantung diri atau minum cairan pembersih lantai karena sudah merasa tidak kuat dengan cobaan yang didapatkan. pasien mengatakan tidak pernah sampai melakukannya karena sudah kapok dengan kejadian di masa lalu. Pasien mengaku pernah melakukan usaha untuk bunuh diri dengan meminum Baygon saat duduk di kelas 3 SMA pada tahun 1981 karena merasa dirinya sudah tidak berharga lagi akibat putus cinta ditinggal oleh pacarnya. dimana rata-rata baru bisa tidur pada jam 1 pagi dan bangun pada jam 6 pagi.

tidurnya. pasien dikatakan lebih memilih untuk tinggal sendiri dan sudah sering berpindah- pindah hingga akhirnya menetap cukup lama pada rumah di daerah Batubulan. pasien merasa sangat terpukul. Selama mengonsumsi obat tersebut. namun sejak 3 bulan yang lalu sudah tidak lanjut minum obat dikarenakan pergi ke Ende. Pasien mengatakan saat ini merasa lebih susah memulai interaksi dengan orang lain. HETEROANAMNESIS (Kakak Pasien) Kakak pasien mengatakan gejala ini muncul sejak pasien mengalami masalah rumah tangga dengan suaminya. Anak pasien juga dikatakan tidak mau berkomunikasi dengan pasien dan membuat kesedihan mendalam bagi pasien. Nafsu makan pasien dikatakan baik dimana pasien biasanya makan tiga kali sehari dan dapat mandi seperti biasa tiap harinya sebanyak dua kali. Pasien dikatakan baru pada pertengahan tahun ini mulai tinggal bersama dengan keluarga lainnya di rumah keluarga besar karena berkeinginan untuk menjual rumahnya di Batubulan tersebut. pasien mengatakan tidak ada merasa ada perubahan atau keluhan yang berarti. Pasien dikatakan memiliki banyak beban pikiran dan tidak bisa tidur setelah ditinggal oleh suaminya. Pasien dikatakan 8 . Suami pasien dikatakan ingin pisah dan pergi ke Ende karena mendapati pasien telah tidur dengan orang lain yang bernama Silalahi pada siang hari di rumahnya. Pasien mengatakan telah mengonsumsi obat yang sama selama kurang lebih dua tahun. Pasien mengatakan biasanya jika ada masalah pasien terkadang bercerita pada kakaknya sehingga pasien bisa merasa lebih lega. Sejak ditinggal dengan suami dan anaknya. Sejak tahun 2015. Pasien mengatakan selalu rutin minum obat dari dokter tanpa harus diingatkan sebelumnya. namun masih mampu untuk kembali tidur. Saat ini pasien mengatakan tidak memiliki teman dekat dan jarang bersosialisasi dengan orang lain karena sempat tinggal sendiri di Batubulan. namun pasien mengaku bahwa hal tersebut tidak pernah dilakukannya. pasien diketahui berobat ke RSUD Wangaya namun dikatakan pasien lebih sering pergi sendiri tanpa ditemani oleh keluarganya.

jarang bercerita banyak mengenai masalahnya pada keluarga lain. Saat ini. merokok. RIWAYAT KELUARGA Pasien merupakan anak ke-7 dari 13 bersaudara. RIWAYAT PENGOBATAN Pasien mulai berobat ke Poliklinik Jiwa RSUD Wangaya sejak tahun 2015 dan mendapatkan tiga jenis obat. Namun pasien dikatakan sudah putus minum obat sejak 3 bulan yang lalu. RIWAYAT KEPRIBADIAN Pasien memiliki kepribadian yang cenderung untuk bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan dampaknya. Pasien mengatakan di keluarganya tidak ada yang memiliki gejala yang serupa seperti dirinya. RIWAYAT PENGGUNAAN NAPZA Pasien tidak memiliki riwayat mengonsumsi kopi. Pasien dikatakan sekarang apabila diajak berbicara sering bengong atau melamun dan terlihat kebingungan padahal sebelumnya pasien dikenal sebagai orang yang percaya diri dan periang. pasien tinggal bersama kakak pasien di rumah keluarga besar. Pasien menceritakan bahwa dirinya sempat tidak naik kelas saat duduk di bangku SMA karena dirinya 9 . Selain itu. mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Riwayat penyakit kronis seperti asma. Pasien memiliki seorang anak laki-laki yang sekarang telah berusia 20 tahun. pasien rutin kontrol ke RS Trijata dan minum obat metformin dan captopril untuk mengontrol penyakit gula darah dan tensi tingginya. delapan anak laki- laki dan lima anak perempuan. Haloperidol yang berwarna pink setengah tablet diminum pagi dan sore hari serta Clobazam 10 mg pada malam hari. diabetes melitus dan hipertensi dalam keluarga tidak diketahui oleh pasien. berupa Ikalep 250 mg diminum pagi dan sore hari. Pasien dikatakan sering mengigau nama suaminya atau teriak-teriak minta tolong saat sedang tertidur.

Adik pasien tersebut dikatakan tidak mau berbicara lagi dengan dirinya sejak masalah tersebut muncul. Halaman depan biasanya dijadikan tempat bermain bagi 10 . Daerah tempat tinggal pasien cukup padat. dikatakan setelah menamatkan pendidikan S1 Hukum pasien bekerja sebagai pegawai PNS sejak tahun 1982 dan baru saja pensiun per tanggal 1 November 2016 lalu. Saat ditanyakan alasannya. dan hanya dekat pada beberapa kakak kandung pasien. LINGKUNGAN KELUARGA Pasien saat ini tinggal bersama kakak dan saudara pasien lainnya di rumah keluarga besar. Hubungan pasien dengan saudara kandungnya dikatakan tidak begitu akur. terpasang lantai dimana cahaya dan ventilasi cukup memadai. Rumah pasien terdiri dari halaman dan bangunan rumah. terutama dengan adik pasien yang rencana pasien jodohkan dengan orang ketiga penyebab keretakan hubungan dengan suaminya. Pasien dituduh berselingkuh dengan orang lain oleh suaminya dan kemudian ditinggal pergi ke Ende. pasien mengaku tidak suka saja saat itu. Tahun 1997 dikatakan pasien sudah hamil lebih dulu sebelum menikah. 19. Pasien dikatakan jarang menceritakan masalahnya kepada keluarga besarnya. Selama ini dikatakan hubungan pasien dengan suaminya sudah tidak harmonis sejak 8 tahun yang lalu. Pasien mengaku sudah tidak diberikan nafkah oleh suaminya dan juga putus komunikasi dengan anaknya sejak saat itu. Dinding rumah pasien menggunakan cat tembok dengan warna putih. LINGKUNGAN RUMAH Pasien tinggal di rumah di Kompleks BTN Pondok Purnawira VI No.suka melarikan diri dari kelas saat pelajaran berlangsung. Pasien mengaku dirinya jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya terlebih lagi bahwa dirinya baru saja ikut pindah tinggal bersama dengan keluarga besarnya. LINGKUNGAN SOSIAL Dari riwayat pekerjaannya.

tempat. Kesan Umum : Penampilan wajar. lingkungan rumah pasien layak sebagai tempat tinggal dan ekonomi pasien tergolong menengah. Status General: Kepala : normocephali Mata : anemis -/-. Pasien dikatakan sehari-hari tidur bersama kakak perempuan pasien yang belum menikah. bising usus (+) normal Ekstremitas : akral hangat pada keempat ekstremitas. Status Present: Tensi : 150/100 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 17 x/menit b. rhonki dan wheezing (-) Abdomen : distensi (-). Secara umum. IV. keponakannya saat sore hari. Sensorium-Kognisi :  Kesadaran : Jernih  Orientasi : Baik (waktu. reguler. PEMERIKSAAN FISIK STATUS INTERNA (di Poli Jiwa RSUD Wangaya) a. edema (-) STATUS NEUROLOGI GCS : E4V5M6 STATUS PSIKIATRI a. ikterus -/- THT : hiperemis (-) Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-) Thoraks : Cor : S1S2 normal. murmur (-) Pulmo : Vesikuler di kedua lapang paru. orang) 11 . tampak lambat dalam berpikir dan perilakunya b.

3 bulan yang lalu. Persepsi :  Halusinasi : Tidak ada.  Memori : Baik (segera. Pasien merasa sedih dan kehilangan minat untuk 12 . Pasien merasa cepat lelah. menengah. Mood/Afek : Hipotimia/Appropiate d. jangka pendek. riwayat visual dan auditorik tipe memerintah (+)  Ilusi : Tidak ada f. menikah. perempuan. Pasien sudah putus minum obat sejak kontrol terakhir kali. namun masih mampu untuk kembali tidur. insomnia tipe campuran  Hipobulia : Tidak ada  Raptus : Tidak ada g. Indonesia. Tilikan : Derajat IV V. 59 tahun. asal Ende. panjang)  Konsentrasi dan perhatian : Baik  Berhitung : Baik  Pengetahuan umum : Baik  Berpikir abstrak : Baik  Intelegensi : Sesuai tingkat pendidikan c. seperti kehilangan energi. RESUME Pasien berinisial MH. tamat S1. Kristen Katolik. Dorongan Instingtual :  Insomnia : Ada. Pasien datang karena sulit untuk memulai tidur dan terkadang dapat bangun dari tidurnya. Proses Pikir :  Bentur Pikir : Logis realis  Arus Pikir : Koheren  Isi Pikir : Preokupasi terhadap masalahnya. ide bunuh diri (+) e. Psikomotor : Tenang saat pemeriksaan h. Pensiunan PNS.

pasien juga memikirkan masalah tanah dan rumah yang dimilikinya di Batubulan karena merasa dibohongi ternyata tanah tersebut tidak memiliki akses jalan. Saat itu. Dari status psikiatri. Saat ini. Selama wawancara pasien tampak lambat dalam berpikir dan perilakunya. pasien mengaku masih sering terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup namun tidak pernah sampai melakukannya karena sudah kapok dengan kejadian di masa lalu.melakukan aktivitas atau kegiatan yang sebelumnya disukai seperti menyanyi atau aktif dalam kegiatan di gereja. Pada tahun 2015. Pada tahun 2010. pasien merasa sedih dan kecewa karena anaknya tidak ingin bertemu dengan dirinya dan malah mendukung dan menyetujui ayahnya bersama wanita lain tersebut. Pasien mengaku sering melihat bayangan berupa binatang dan terkadang peti mati yang tidak dapat dilihat oleh orang lain sejak tahun 2016. Keluhan ini dirasakan pasien sejak mengalami masalah dalam rumah tangganya pada tahun 2009. Pasien mengatakan pernah melakukan percobaan bunuh diri saat duduk di kelas 3 SMA pada tahun 1981 karena merasa dirinya sudah tidak berharga lagi akibat putus cinta ditinggal oleh pacarnya. isi pikir preokupasi terhadap masalahnya dan terdapat ide bunuh diri. arus pikir koheren. pasien memutuskan untuk menggugat cerai suaminya pada bulan Oktober 2017 lalu. Selain itu. pasien dituduh berselingkuh oleh suami pasien dengan orang yang selalu dibantu oleh pasien sehingga membuat suami pasien membawa anaknya dan pergi meninggalkan pasien ke Ende. Sebelum muncul keluhan. Akhirnya karena beban yang begitu berat. Insomnia tipe 13 . Bentuk pikir logis realis. dikatakan pasien sering bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan dampak dari tindakannya tersebut. Pasien pernah mendengar suara-suara perempuan yang tidak jelas wujudnya yang menyuruh pasien untuk membunuh anaknya yang baru berumur 3 tahun pada tahun 2000 lalu. namun saat ini dikatakan bayangan sudah tidak ada. Setelah itu pasien tidak pernah lagi berkomunikasi dengan anaknya dan tidak diberikan nafkah oleh suaminya. pasien menduga bahwa suaminya telah memiliki wanita lain di Ende. didapatkan mood pasien hipotimia dengan afek appropriate.

dll) GAF satu tahun terakhir 70-61 (beberapa gejala ringan & menetap. perjalanan penyakit. obat yang diberikan. disabilitas ringan dalam fungsi.2) 3.  Memberikan informasi kepada keluarga mengenai penyakit yang dialami pasien dan meminta keluarga untuk bersama-sama memberikan dukungan moral dan spiritual kepada pasien.4) 2. efek samping dan lama pemberian pengobatan. Psikomotor tenang saat pemeriksaan dengan tilikan derajat IV. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Axis I : Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik (F31. Non Farmakologi KIE  Memberikan informasi kepada pasien mengenai gangguan kejiwaan yang dialami pasien. Gangguan Campuran Anxietas dan Depresif (F41. disabilitas ringan dalam sosial. sekolah. Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik (F31. pekerjaan. Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik (F32. DIAGNOSIS BANDING 1. secara umum masih baik) VIII.  Pasien diharapkan tetap kontrol secara teratur (tiap satu bulan) dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan penyakitnya dan 14 . Hipertensi Axis IV : Masalah dengan Primary Support Group (keluarga) Axis V : GAF sekarang 80-71 (gejala sementara & dapat diatasi.2) VII. RENCANA DAN STRATEGI PENGOBATAN 1.4) Axis II : Ciri Kepribadian Emosional Tak Stabil Axis III : Diabetes Melitus. campuran ada. VI.

Perjalanan penyakit : Kronis : Buruk 4. Farmakologi  Natrium Divalproex 250 mg tiap 12 jam per oral  Clobazam 10 mg tiap 24 jam per oral IX.4) : Buruk 2. yaitu pasien masih belum mampu untuk mengalihkan pikirannya.  Meminta anggota keluarga dari pasien untuk mendampingi pasien selama pengobatan untuk memantau pengobatan pasien dan juga melihat perkembangan gejala-gejala pasien untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada pasien. bahwa beberapa hal dalam kehidupan dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol. Faktor genetik : Tidak ada : Baik 5. Pasien harus bisa memahami secara pasti penyebab penyakitnya. Status pernikahan : Menikah : Baik 15 . Keluarga juga harus memberikan semangat dan dukungan dengan sabar untuk membantu proses penyembuhan pasien. ada hal yang tidak diharapkan tapi terjadi dan hal yang diharapkan tapi tidak terjadi.  Pasien diharapkan untuk tetap terbuka dan menceritakan masalah yang terjadi kepada anggota keluarganya. 2. PROGNOSIS Untuk menentukan prognosis penderita ada beberapa kriteria antara lain: 1. Diagnosis : Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik (F31. Psikoterapi suportif  Pasien diberikan beberapa penjelasan. Pendidikan : S1 : Baik 6. Onset umur : Dewasa : Baik 3. melihat efek obat yang diminum. agar tidak dipendam dalam hati. selain itu pasien juga disarankan untuk meminum obat secara teratur sesuai yang dianjurkan.

Perkembangannya dikatakan sesuai usia. Riwayat penyakit sistemik seperti hiperensi. ANALISIS PSIKODINAMIKA Genetik Pasien mengatakan pasien lahir sungsang ditolong oleh mantri. Lingkungan sosial ekonomi : Cukup : Baik 9. tidak ada yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien. Pasien mengaku bahwa ibu pasien dahulu saat mengandung pasien sempat diminta untuk memberikan pasien kepada pamannya yang sudah menikah dikarenakan ibu pasien saat itu sudah memiliki enam anak sedangkan paman pasien belum dikarunia keturunan. pada kasus ini prognosis penderita adalah mengarah ke baik (Dubius Ad Bonam) X. suka bergaul dan juga memiliki teman dekat. Faktor pencetus : Hubungan keluarga : Baik 10. Ciri kepribadian : Emosional tak stabil : Buruk 12. Pola Asuh Dari pola asuh orang tuanya pasien mengaku tidak dibeda-bedakan antara pasien dengan saudaranya yang lain. Perhatian keluarga : Kurang : Buruk 8. Pada masa kanak-kanak sampai remaja pasien mengatakan mempunyai banyak teman. 7. Penyakit organik : Ada : Buruk Dari beberapa kriteria tersebut diatas. namun pasien berhati-hati dalam berceritakan masalahnya. Insight : Derajat IV : Baik 13. Kepatuhan terhadap terapi : Baik : Baik 11. Pasien mengatakan mendapat ASI. Pasien menceritakan 16 . Ciri Kepribadian Pasien memiliki kepribadian yang cenderung untuk bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan dampaknya. diabetes melitus dan asma dalam keluarga tidak diketahui. Di keluarga pasien.

Keluhan dirasakan pasien pertama kali muncul pada tahun 2015 yang membuat pasien memutuskan untuk berobat ke psikiater. pasien mengaku tidak suka saja saat itu. Saat ditanyakan alasannya. XI. Stressor Psikososial Pasien merasa sedih dan tertekan oleh masalah rumah tangga dengan suami dan keluarganya. SILSILAH KELUARGA Keterangan: Perempuan Laki-laki Meninggal Pasien 17 . hubungan pada keluarga besar sendiri dikatakan tidak begitu akur dan juga terdapat masalah dengan anaknya. bahwa dirinya sempat tidak naik kelas saat duduk di bangku SMA karena dirinya suka melarikan diri dari kelas saat pelajaran berlangsung. keluhan yang dirasakan saat ini masih sama seperti sebelumnya dimana pasien masih sering memikirkan ide bosan untuk hidup meskipun sudah lebih jarang dari sebelumnya.

XII. DOKUMENTASI 18 .