You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori


Rambut Getar (cilia) berperan dalam bahan transportasi makanan di saluran
pencernaan. Aktivitas Rambut Getar terbatas hanya pada medium yang basah, dan
oleh karenanya hanya ditemukan pada permukaan yang terendam atau paling tidak
pada permukaan yang berlapiskan selaput basah (Wulangi,1993).
Pada katak, aktivitas Rambut Getar pada Epitel rongga mulut bergerak dari arah
mulut ke anus, sambil menyapu bersih semua kotoran (debris) yang ada di sepanjang
saluran pencernaan. Hal tersebut menyerupai aktivitas Rambut Getar yang ditemukan
pada sistem respirasi mamalia (Wulangi,1993).
Gerakan Rambut Getar berbeda-beda jenisnya. Pada katak Rambut Getar di
rongga mulut dan kerongkongan (pharynx), bergerak seperti bandul lonceng
(pendulum), yaitu bergerak bolak-balik, melentur hanya pada dasarnya.
Dalam keadaan normal Rambut Getar biasanya diam saja dan akan bergerak
apabila diberi rangsangan, seperti peletakan partikel-partikel asing padanya dan baru
akan berhenti bergerak setelah partikel-partikel tersebut telah tersapu habis oleh
gerakan Rambut Getar itu.

1.2 Tujuan
Mengamati aktivitas rambut getar mulut dan tenggorokan pada katak.

1.3 Bahan dan Alat


- Kotak, Sonde penusuk otak, alat-alat diseksi (Skalpel, gunting, pinset, mistar);
- Butir-butir gabus, stopwatch, kaca objek dan kaca penutup;
- Lautan Ringer/ NaCI fisiologis (0.65%);
- Droppipet, papan fiksasi katak, jarum-jarum pentul;

1.4 Tata Kerja


Pengamatan Gerakan Rambut Getar
1. Katak dimatikan dengan sonde penusuk otak.
2. Dengan menggunakan gunting, seluruh rahang bawah katak dibuang.
3. Dinding perut katak dibuka agar viseranya terlihat.
4. Lambungnya dijepit dengan pinset dan angkat.

1
5. Dengan menggunakan gunting atau skapel, bagian antara lehernya dipotong
agar tengkoraknya terpisah dari punggungnya, tanpa menganggu hubungan
(pertautan) esofagus dan lambung pada kepalanya.
6. Lambung dipisahkan dari duodenum.
7. Kepala katak difiksasi pada papan fiksasi.
8. Esofagus dan lambungnya dibuka, kemudian juga difiksasi pada papan.
9. Mengambil sebutir gabus yang dibasahi dengan NaCI fisiologis/larutan
Ringer dan diletakkan pada langit-langit rahang atas katak dan waktu
pergerakan gabus dicatat.
10. Arah gerakan butir gabus tersebut diamati mulai dari awal sampai tiba di
dekat esofagus dan waktunya dicatat lagi.
11. Jarak rahang atas dan esofagus diukur kemudian kecepatan gerak gabus
tersebut dihitung.
12. Perlakuan no. 9 sampai dengan no.11 diulangi, dengan memiringkan papan
dengan posisi kepala katak berada di bawah.

2
BAB II

ISI

2.1 Hasil
Berdasarkan praktikum yang dilakukan di Laboratorium D Fakultas Kedokteran Hewan
Undana pada tanggal 06 Maret 2018 Jam 10.00-12.00 WITA, dengan dosen pembimbing drh.
Heny Nitbani, M.Si, diperoleh hasil sebagai berikut.
1. Waktu yang diperlukan butir gabus bergerak dari rahang atas katak hingga ke batas
esofagus dan lambung dalam posisi datar adalah 2 menit 48 detik atau 2,8 menit.
2. Waktu yang diperlukan butir gabus bergerak dari rahang atas katak hingga ke batas
esofagus dan lambung dalam posisi miring adalah 7 menit 7 detik atau 7,12 menit.
3. Panjang esofagus katak (diukur dari rahang atas hingga batas esofagus dan
lambung) 3,5 cm atau 35 mm.
4. Kecepatan gerakan gabus pada posisi datar adalah 12,5 mm/menit.
5. Kecepatan gerakan gabus pada posisi miring adalah 5 mm/menit.

2.2 Pembahasan
Pengamatan Gerakan Rambut Getar
Pada praktikum ini, katak dimatikan dengan merusakkan otaknya menggunakan sonde,
kemudian seluruh bagian rahang atasnya dan bagian viseranya dibuang kecuali lambung dan
esofagus. Lalu esofagus dan lambungnya dibuka kemudian dibersihkan dengan larutan NaCl
fisiologis. Kemudian sebutir gabus diletakkan pada bagian rahang atas.
Pemberian larutan NaCl fisiologis bertujuan agar esophagus dan lambung katak tidak
kering dan juga untuk mempertahankan cairan tubuhnya, agar silia pada saluran pencernaan
katak tetap berada pada kondisi fisiologisnya sehingga silia tetap bekerja seperti pada saat
katak hidup.
Panjang esofagus katak dari rahang atas sampai batas esofagus dan lambung adalah 3,5
cm atau 35 mm. Waktu yang diperlukan butir gabus bergerak dari rahang atas katak hingga
ke batas esofagus dan lambung dalam posisi datar adalah 2 menit 48 detik atau 2,8 menit,
sedangkan waktu yang diperlukan butir gabus bergerak dari rahang atas katak hingga ke batas
esofagus dan lambung dalam posisi miring adalah 7 menit 7 detik atau 7,12 menit.

3
Untuk menghitung kecepatan gerakkan gabus digunakan rumus :
𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑒𝑠𝑜𝑓𝑎𝑔𝑢𝑠
mm/menit. Sehingga diperoleh kecepatan gerakan gabus pada posisi datar
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢

adalah 12,5 mm/menit dan kecepatan gerakan gabus pada posisi miring adalah 5 mm/menit.
Perbedaan waktu dan kecepatan pergerakan gabus disebabkan oleh gravitasi karena
adanya perbedaan perlakuan dimana pada perlakuan pertama katak diletakkan pada posisi
datar dan perlakuan kedua katak diletakkan pada posisi miring (kepala di bagian bawah).
Gravitasi menyebabkan kecepatan pergerakan gabus pada perlakuan kedua menjadi kecil
sehingga waktu yang dibutuhkan silia untuk menggerakkan gabus dari rahang atas sampai ke
ujung esofagus lebih lama dibandingkan pada perlakuan yang pertama.
Pada katak, silia terdapat di keseluruhan saluran pencernaan yakni dari rongga mulut
sampai ke anus. Silia ini berfungsi menyapu bersih semua kotoran (debris) yang ada di
sepanjang saluran pencernaan. Hal tersebut menyerupai aktivitas Rambut Getar yang
ditemukan pada sistem respirasi mamalia (Wulangi,1993). Aktivitas gerak rambut getar (silia)
seperti bandul lonceng yang bergerak bolak-balik. Pergerakan ini akan berhenti ketika semua
kotoran (debris) telah habis.
Untuk praktikum pengaruh suhu pada gerakan rambut getar dan gerakan rambut getar
di bawah mikroskop tidak dilakukan karena terjadi kendala yakni, listrik padam. Berdasarkan
teori, ketika suhu dinaikan aktivitas geraka rambut getar (silia) akan semakin cepat.

4
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Rambut Getar (cilia) berperan dalam bahan transportasi makanan di saluran
pencernaan. Pada katak, aktivitas Rambut Getar pada Epitel rongga mulut bergerak dari arah
mulut ke anus, sambil menyapu bersih semua kotoran (debris) yang ada di sepanjang saluran
pencernaan.
Hasil yang didapat pada praktikum yakni, waktu yang diperlukan butir gabus bergerak
dari rahang atas katak hingga ke batas esofagus dan lambung dalam posisi datar adalah 2 menit
48 detik atau 2,8 menit, sedangkan waktu yang diperlukan butir gabus bergerak dari rahang
atas katak hingga ke batas esofagus dan lambung dalam posisi miring adalah 7 menit 7 detik
atau 7,12 menit. Panjang esofagus katak (diukur dari rahang atas hingga batas esofagus dan
lambung) 3,5 cm atau 35 mm.
Kecepatan gerakan gabus pada posisi datar adalah 12,5 mm/menit dan kecepatan
gerakan gabus pada posisi miring adalah 5 mm/menit.
Perbedaan waktu dan kecepatan pergerakan gabus disebabkan oleh gravitasi karena
adanya perbedaan perlakuan dimana pada perlakuan pertama katak diletakkan pada posisi
datar dan perlakuan kedua katak diletakkan pada posisi miring (kepala di bagian bawah).
Gravitasi menyebabkan kecepatan pergerakan gabus pada perlakuan kedua menjadi kecil
sehingga waktu yang dibutuhkan silia untuk menggerakkan gabus dari rahang atas sampai ke
ujung esofagus lebih lama dibandingkan pada perlakuan yang pertama.
Untuk praktikum pengaruh suhu pada gerakan rambut getar dan gerakan rambut getar
di bawah mikroskop tidak dilakukan karena terjadi kendala yakni, listrik padam.

3.2 Saran
Dalam perlakuan praktikum sebaiknya dilakukan dengan teliti, hati-hati, dan serius agar
perlakuan berjalan dengan lancar dan hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan,
serta sebelum praktikum harus diperhatikan dan dipersiapkan segala fasilitas yang akan
digunakan dalam praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan baik.

5
DAFTAR PUSTAKA

Nitbani H. 2018. Modul Praktikum Fisiologi Veteriner II. Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Wulangi, K. 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta.