You are on page 1of 2

Manajemen Mengusahakan Kelompok Kerja Yang Kohesif

Sering diisyaratkan bahwa kelompok kerja yang efektif adalah kohesif. Konsep kekohesifan
kelompok didefinisikan sebagai derajat sejauh mana anggota-anggota tertarik satu kepada yang
lain dan termotivasi utuk tetap tinggal dalam kelompok.

Determinan Kekohesifan

Kekohesifan dapat dipengaruhi oleh factor-faktor seperti :

a. Waktu yang dihabiskan bersama. Dengan menghabiskan waktu bersama-sama akan


mempengaruhi kekohesifan. Seperti dengan menghabiskan waktu bersama-sama, orang
bisa saja menjadi lebih ramah. Wajar bila mereka mulai berbicara, menanggapi, berisyarat
tubuh, dan menyibukkan diri dalam interaksi lain. Interaksi ini akan menghantarkan
kepada ditemukannya kepentingan bersama dan tarik-menarik yang meningkat.
b. Sulitnya memasuki kelompok. Semakin sulit memasuki suatu kelompok, akan makin
kohesif kelompok tersebut.
c. Ukuran kelompok. Jika kekohesifan kelompok cenderung meningkat dengan
bertambahnya waktu yang diperlukan anggota-anggota untuk bersama-sama, tampaknya
logis bahwa kekohesifan hendaknya berkurang dengan meningkatnya ukuran kelompok
karena akan menjadi lebih sulit bagi seorang anggota untuk berinteraksi dengan semua
anggota lainnya.
d. Jenis kelamin anggota. Factor jenis kelamin anggota dapat mempengaruhi kohesi dalam
kelompok. Seperti salah satu contoh di suatu peneman yang konsisten dalam studi akhir-
akhir ini adalah bahwa wanita dilaporkan sebagai menghasilkan kohesi yang lebih besar
daripada pria. Namun, suatu hipotesis yang wajar adalah bahwa wanita kurang kompetitif
dan/atau lebih kooperatif dengan orang-orang yang mereka anggap sebagai teman,
rekan, atau rekan se-tim daripada pria, dan hal ini menngakibatkan ikatan kelompok lebih
besar.
e. Ancaman luar. Kohesif kelompok akan meningkat jika kelompok tersebut mendapat
serangan dari sumber-sumber eksternal.
f. Sukses sebelumnya. Jika ssuatu kelompok memiliki sejarah kesuksesan, kelompok
tersebut membina semangat korps yang menarik dan menyatukan anggota-anggota.
Efek kekohesifan pada produktivitas kelompok

Umumnya riset menunjukkan bahwa kelompok yang sangat kohesif lebih efektif dari pada
kelompok dengan kekoheesifan yang lebih kecil, tetapi hubungan itu lebih rumit dari daripada
sekedar memungkinkan kita untuk mengatakan kekohensifan yang tinggi itu baik. Pertama,
kekohesifan yang tinggi merupakan baik penyebab maupun hasil dari produktivitas yang tinggi.
Kedua, hubungan ini diperlunak oleh norma-norma yang dikaitkan dengan kinerja.

Kekohesifan mempengaruhi produktivitas dan produktivitas mempengaruhi kekohesifan.


Persahabatan mengurangi tegangan dan memberikan tegangan dan memberikan suatu
lingkungan yang mendukung untuk dicapainya tujuan kelompok dengan berhasil. Tetapi seperti
dicatat, pencapaian tujuan kelompok dengan sukses, dan perasaan anggota sebagai telah
menjadi bagian dari suatu satuan yang sukses, dapat berperan untuk meningkatkan komitmen
anggota-anggota. Makin kohesif kelompok tersebut maka anggota kelompok akan makin
mengikuti tujuan-tujuan kelompok. Jika norma terkait kinerja tinggi (seperti, keluaran yang tinggi,
kerja berkualitas, koperasi denga individu-individu di luar kelompok), suatu kelompok kohesif
akan lebih produktif daripada kelompok yang kurang kohesif. Tetapi jika kekohesifan tinggi dan
norma kinerja rendah, produktiivitas akan rendah. Jika kekohesifan rendah dan norma kinerja
tinggi, maka produtivitas meningkat, tetapi kurang dibandingkan situasi kekohesifan tinggi dan
norma tinggi. Bilamana kekohesifan dan norma terkait kinerja sama-sama rendah, maka
produktivitas akan cenderung merosot kedalam kisaran rendah ke sedang.