You are on page 1of 28

BAB 1

PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN USULAN DAN PENELITIAN
Sebelum melakukan penelitian di lapangan, mahasiswa diwajibkan mengajukan
usulan penelitian. Usulan penelitian adalah rencana penelitian selengkapnya. Sebagaimana
diketahui, penelitian ilmiah memerlukan perencanaan yang mantap. Jadi, penyusunan usulan
penelitian atau research proposal merupakan tahap awal penelitian mahasiswa yang hasilnya
disusun rapi dalam bentuk skripsi. Dalam penyusunan usulan penilitian ini, tidak ada tata cara
serupa yang bisa diberlakukan untuk segala jenis penelitian. Walaupun demikian disarankan
agar usulan penelitian disusun secara realistis, komprehensif, dan terperinci.
Usulan penelitian kadang disebut proposal atau design penelitian yang disusun oleh
mahasiswa merupakan konsep yang bersifat sementara. Bagi peneliti sendiri, ada beberapa
hal yang bisa dipakai untuk menilai rencana atau usulan penelitiannya, yaitu :
1. Latar belakang pengetahuan peneliti. Sampai seberapa jauh peneliti mempunyai
pengetahuan-pengetahuan yang erat hubungannya dengan masalah-masalah yang
akan diteliti dengan kata lain, peneliti harus menguasai segala masalah yang akan
diteliti
2. Persoalan data. Sampai seberapa jauh peneliti dapat menggambarkan jenis data yang
diperlukan, asal data dan metode yang akan digunakan dalam pengumpulan.
3. Cara pengambilan sampel. Peneliti harus dapat mengemukakan luas “generalisasi”
hasil penelitian disertai alasan-alasan pemilihan metode sampling tertentu.
4. Maksud, tujuan dan manfaat penelitian. Peneliti harus mampu mengemukakan alasan-
alasan secukupnya tentang arti daan manfaat hasil penelitian itu, baik untuk
pengembangan ilmu pengetahuan maupun aspek guna laksana.
5. Teknik analisis. Peneliti harus dapat mengemukakan dengan seksama prosedur dan
teknik analisis tehadap data yang dikumpulkan itu.
Kelima persoalan diatas bisa digunakan sebagai dasar penilaian rencana penelitian atau
setidak-tidaknya sebagai panduan peneliti dalam penyusunan usulan penelitian yang akan
diajukannya.

1.1 Unsur-Unsur Usulan Penelitian
Unsur-unsur berikut merupakan unsur yang penting untuk dituliskan dalam usulan
penelitian. Unsur-unsur tersebut adalah :
 Judul Penelitian. Judul merupakan cerminan dari keseluruhan usulan penelitian karena
merupakan unsur yang paling penting dan “wajah” usulan penelitian tersebut.
 Penegasan Masalah. Dalam kebanyakan “proposal” (usulan penelitian), unsur
penegasan masalah ini tidak/jarang diminta. Akan tetapi, dalam usulan penelitian
mahasiswa, unsur ini diperlukan untuk memeriksa sejauh mana pemahaman
masalah/topic yang akan ditelitinya.
 Latar Belakang Penelitian. Membuat alasan-alasan mengapa topic seperti yang
tercantum pada judul (title) penelitian itu sendiri.
 Tinjauan Kepustakaan. Tinjauan Kepustakaan mengemukakan berbagai teori yang
relevan dengan topic penelitian (baca : yang mendasari topic penelitian)
 Hipotesis atau pertanyaan penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan hasil kajian
terhadap hasil teori, kesimpulan ini oleh peneliti dianggap masih perlu diuji
kebenarannya sehingga disebut hipotesis.
 Tujuan dan manfaat penelitian. Bagian ini menjelaskan apa saja tujuan penelitian
(menguji hipotesis, menjawab pertanayaan-pertanyaan penelitian). Lalu jelaskan pula
manfaat hasil penelitian dan pihak-pihak yang mungkin membutuhkannya.
 Metode Penelitian. Bagian ini memaparkan teknik penelitian. Jika menggunakan
metode penelitian sampling, bagian ini akan menjelaskan populasi dan sampel
penelitian, Jika bukan merupakan penelitian sensus/sampling maka yang dijelaskan
adalah identitas informan yang menjadi subjek penelitian.
 Daftar Kepustakaan. Paling tidak daftar kepustakaan sementara (yang harus
diusahakan lebih lengkap) telah dikemukakan. Daftar kepustakaan merupakan salah
satu petunjuk (indikasi) apakah mahasiswa sudah menyiapkan diri dengan landasan
teori yang berkaitan dengan topiknya atau belum.

1.2 Pengajuan Usulan Penelitian
Proposal ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan skripsi.
Ibarat membangun sebuah rumah, usulan penelitian adalah blueprint sebuah skripsi.
Terkadang mahasiswa hanya melakukan kekeliruan saat penyusunan usulan, melainkan juga
dalam pengajuannya. Ada dua kekeliruan yang sering dilakukan mahasiswa, Pertama hanya
mengajukan judul, Kedua mahasiswa sendiri ternyata belum menguasai benar usulan
penelitian itu jika ditanya lebih mendalam. Ada dua kelemahan pokok yang akan disoroti
mengenai usulan penelitian yang biasa diajukan para mahasiswa atau peneliti pemula.
Pertama, kurang dukungan teori, Kedua penelitian yang dilakukan oleh orang yang buta sama
sekali mengenai metodologi penelitian. Usulan penelitian merupakan rambu-rambu dan
sekaligus penuntun bagi mahasiswa untuk mengerjakan penelitian secara terencana dan
sistemis.

1.3 Penilaian Kelayakan Usulan Penelitian
Suatu usulan penelitian akan disetujui apabila memenuhi persyaratan tertentu,
meliputi materi isi usulan penelitian, teknik penulisan usulan penelitian, dan rujukan atau
sumber pustaka yang digunakan. Ketiga hal tersebut memberi gambaran mengenai bobot
skripsi yang akan ditulis oleh mahasiswa. Berikut adalah penjelasan masing-masing
persyaratan tersebut.

1.3.1 Materi Isi Usulan Penelitian

Materi usulan penelitian terdiri atas beberapa bagian, antara lain :
 Latar Belakang > bagian ini membuat secara ringkas masalah yang akan diajukan
kepada pembimbing skripsi. Pertimbangan kriteria yang dapat diterima : Masalah
tersebut baru dan mempunyai dampak terhadap perkembangan ilmu dan
penerapannya, mengajukan suatu konsep berbeda dengan yang telah ada,
menunjukkan arti penting suatu masalah jika diterapkan pada suatu keadaan tertentu,
mencari jawaban atas penyelesaian suatu masalah.
 Perumusan Masalah > usulan penelitian perlu merumuskan masalah pokok yang akan
diteliti. Perumusan atau pernyataan masalah tersebut menunjukkan gambaran yang
akan dicapai dan arah analisis yang akan dilakukan dalam proses dalam proses
penulisan usulan penelitian.
 Tujuan Penelitian > bagian ini memuat tujuan penulisan usulan penelitian. Tujuan
penelitian ini menjadi pedoman yang mengarahkan pencapaian tujuan dalam judul
ulusan penelitian yang diajukannya.
 Analisis > bagian ini memuat uraian mengenai teknik analisis yang akan
dipergunakan. Suatu usulan penelitian harus memuat penjabaran dan analisis yang
menunjukkan proses penalaran dari suatu usulan penelitian.
 Rencana Isi > bagian ini memuat isian rencana isi dari keseluruhan bab. Rencana isi
berbeda dengan daftar isi. Rencana isis hanya terdiri atas gagasan pokok masing
masing bab (atau subbab) dan dikemukakan dalam usulan penelitian agar dosen
pembimbing dapat memahami arah pencapaian tujuan penelitian. Inti prosedur ilmiah
menyangkut tiga hal : Kerangka dasar teoritis, kerangka analisis, proses penyimpulan.
 Daftar pustaka > Bagian ini memuat daftar pustaka yang akan dipergunakan sebagai
acuan dalam menulis usulan penelitian.

1.3.2 Teknik Penulisan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyajian teknik penulisan usulan penelitian
adalah sebagai berikut :
 Penyusun harus menghindari penggunaan bahasa lisan, sehingga penulisan proposal
didasarkan pada bahasa tulis formal.
 Penyusun harus mematuhi tata bahasa dan tata tulis dalam bahasa Indonesia dengan
baik sebab pembaca menganggapnya telah memahami aturan yayng berlaku.
 Penyusun usulan penelitian hendaknya mengemukakan gagasannya dengan singkat,
ringkas, jelas, konsisten, dalam logika.
 Jangan membiasakan menulis pengertian secara kabur. Ungkapkanlah dalam gagasan
yang lancar dan tidak berbelit-belit.
 Jangan membuat tujuan terlalu banyak, satu saja sudah cukup.
 Penulis hendaknya menggunakan pendekatan deduktif dalam menyampaikan gagasan.

1.3.3 Rujukan
Rujukan atau sumber pustaka sangat penting untuk memahami kedalaman
penyusunan usulan penelitian. Seorang dosen pembimbing sangat memperhatikan rujukan
apa saja yang menjadi dasar penyusunan usulan penelitian. Penulis harus menyajikan secara
teliti bahan-bahan yang akan dipergunakan.
Penyusunan rujukan harus memperhatikan hal-hal berikut :
 Kumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan judul usulan penelitian
 Dokumentasikan berbagai pendapat yang relevan tersebut dalam suatu kartu (arsip)
yang dirancang untuk penulisan usulan penelitian.
 Seleksilah bagian-bagian yang penting dari kumpulan materi usula penelitian tersebut.
 Buatlah daftar buku yang telah dipilih dalam prosedur ketiga diatas.

Banyak faktor yang menjadi penyebab timbuknya kesulitan, diantaranya adalah tidak
dipenuhinya dua syarat, yaitu permasalahan dan bentuk usulan penelitian. Permasalahan atau
topic penelitian harus mempunyai arti penting bagi keperluan ilmu pengetahuan (teoritis)
maupun bagi keperluan kehidupan sehari-hari (praktis). Syarat kedua menyangkut bentuk
usulan penelitian, yaitu harus tersusun secara sistematik, konsisten dan operasional.
Sistematik berarti memiliki arti atau unsur-unsur yang harus ada dalam rencana penelitian
tersebut disusun dalam urutan logic, sedangkan konsisten memiliki arti terdapat kesesuaian
atau kesejalanan diantara unsure-unsur tersebut, dan operasional memiliki arti telah
menjelaskan akan bagaimana penelitian itu dilakukan (apa yang akan diukur dan apa alatnya,
bagaimana sampel ditetapkan jika penelitiannya sampling dan sebagainya).

BAB 2
BAGIAN BAGIAN USULAN PENELITIAN

2.1. Bagian awal usulan penelitian
Mencakup judul dari halaman persetujuan. Halaman judul memuat judul, maksud
usulan penelitian, lambang universitas, nama mahasiswa dan Nomor Induk Mahasiswa
(NIM), nama instansi dan waktu (tahun) pengajuan usulan penelitian, halaman judul hams
dicetak pada halaman baru dan dihitung sebagai halaman panama untuk bagian awal usulan
penelitian. Ada beberapa pedoman pembuatan judul usulan _penelitian, seperti tercantum di
bawah ini:
a. Judul usulan penelitian dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dam menunjukkan
dengan tepat masalah atau topik masalah yang hendak diteliti sehingga tidak
membuka peluang salah penafsiran.
b. Setelah judul, bagian bawah diketikkan maksud usulan penelitian, yaitu untuk
menyusun skripsi SI dalam program studi dan minat studi yang ada di jurusan
c. Halaman ini juga mencantumkan lambang universitas (Universitas Udayana)
dengan diameter 4 cm atau berukuran (4 cm x 4 cm).
d. Nama mahasiswa ditulis dengan lengkap, tidak belch disingkat. Di bawah nama
dicantumkan NIM.
e. Nama instansi
f. Waktu pengajuan usulan penelitian, ditunjukkan dengan menuliskan tahun di
bawah nama kota tempat perguruan tinggi itu berada.

2.2. Bagian utama usulan penelitian
2.2.1 Pendahuluan
Pendahuluan memuat gambaran secara singkat dan jelas tentang penelitian yang akan
dilakukan. Pendahuluan memuat suatu gambaran yang jelas dan latar belakang mengapa
penelitian itu perlu dilaksanakan.
A. Latar belakang masalah penelitian
Dalam uraian latar belakang masalah, peneliti mengekspresikan secara sistematis
gejala dan peristiwa yang tersinyalir menimbulkan permasalahan untuk diteliti. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam menyusun latar belakang masalah penelitian adalah:
1) Tidak terlalu muluk-muluk sehingga jauh dari konteks permasalahannya.
2) Berorientasi pada profesi, fungsi, bidang studi dan jurusan si penyusun usulan
penelitian.
3) Berorientasi pada maksud dan konteks penelitian yang akan dilakukan.
4) Disusun atau disajikan secara sistematis, ringkas dan terarah pada suatu
permasalahan yang akan diteliti.

B. Perumusan masalah penelitian
Perumusan masalah penelitian memuat penjelasan mengenai alasan alasan mengapa
masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian dipandang menarik, penting dan perlu
diteliti. Ciri-ciri rumusan masalah yang baik adalah:
1. Ringkas, jelas dan sederhana.
2. Memungkinkan untuk dijawab atau diuji secara ilmiah.
3. Dalam bentuk kalimat pertanyaan.
4. Menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih.

C. Tujuan penelitian
Apa yang ingin dicapai dalam penelitian harus dikemukakan dengan jelas dan tegas.
Juga, usahakan sinkronisasi antara masalah penelitian, tujuan penelitian dan kesimpulan yang
kelak diperoleh. Tujuan penelitian menguraikan maksud dan tujuan atau hal-hal yang ingin
dicapai sesuai urutan masalah yang diidentifikasikan. Hal ini merupakan tindak lanjut
terhadap masalah yang telah dirumuskan. Sejalan rumusan permasalahannya maka tujuan
penelitian dapat terdiri atas:
1. Tujuan Umum: yakni tujuan penelitian yang berupaya menjawab masalah pokok.
2. Tujuan Khusus: yakni tujuan-tujuan penelitian yang secara spesifik akan menjawab
masalah-masalah khusus.

D. Keaslian Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan hendaknya asli, dalam artian bahwa masalah yang
dipilih belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menyatakan sampai seberapa jauh penelitian ini bermanfaat bagi
pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi kegunaan praktis.

F. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian menjelaskan pembatasan penelitian dalam aspek metodologi
penelitian, variabel yang dipergunakan dan keadaan yang tidak menjadi cakupan penelitian.
Dalam rangka pembatasan ruang lingkup penelitian, penyusun usulan penelitian hendaknya
mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1Pembatasan dalam konteks bidang
keilmuan,

2. Pembatasan dalam konteks permasalahan.
2.2.2 Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori-teori dan hasil-hasil
penelitian yang didapatkan oleh peneliti terdahulu yang ada hubungannya dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Kejujuran akademik mengharuskan peneliti
menunjukkan sumber-sumber pustaka yang merupakan sumber perolehan keterangan itu. Isi
tinjauan pustaka dapat dibagi-bagi menjadi beberapa subbab sesuai jumlah item
permasalahan dan tujuan penelitian. Seperti disinggung di bagian atas, sumber pustaka
haruslah bacaan yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitian.

2.2.3 Landasan Teori
Seluruh kegiatan penelitian, sejak perencanaan pelaksanaan sampai penyelesaiannya
harus merupakan satu kesatuan kerangka pemikiran yang utuh, menuju satu tujuan yang
tunggal, yakni memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam
perumusan masalah penelitian. Jadi, fungsi pemeriksaan tulisan (kepustakaan) ini adalah:
1. Memperdalam pengetahuan tentang masalah yang akan diteliti
2. Menegaskan kerangka teoretis yang menjadi landasan
3. Mempertajam konsep-konsep yang dipergunakan
4. Menghindari terjadinya pengulangan penelitian demi penghematan waktu, tenaga
dan biaya.

2.2.4 Kerangka Pemikiran
Untuk memperjelas jalannya penelitian yang akan dilaksanakan, para calon peneliti
perlu menyusun kerangka pemikiran menyangkut konsepsi tahap tahap penelitian secara
teoritis.

2.2.5 Hipotesis
Pengertian Hipotesis
Hipotesis merupakan tesis (kesimpulan) yang hipo (tarafnya rendah). Jadi, hipotesis
merupakan kesimpulan yang tarafnya rendah. Disebut demikian karena belum diuji oleh
kenyataan empirik. Oleh sebab itu pula maka hipotesis juga disebut “kesimpulan teoritik”.
Kesimpulan teoritik tidak selalu memiliki arti berdasar kajian terhadap teori-teori.

Fungsi hipotesis
Hipotesis berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang
dihadapi. Oleh karenanya, hipotesis akan merupakan pengarah dam penelitian. Jika penelitian
berpijak dari hipotesis maka tujuan pencarian Jelas akan menguji hipotesis. Jenis atau macam
hipotesis
a) Hipotesis mayor
b) Hipotesis minor
c) Hipotesis relasional
d) Hipotesis deskriptif
e) Hipotesis kerja
f) Hopitesis nol atau statistik
Oleh karena itu, hipotesis yang baik adalah hipotesis yang rumusannya mudah
dipahami serta memuat paling tidak variabel-variabel permasalahan penelitian, apakah
variabel-variabel itu dihubungkan, dibandingkan ataukah diuji 'daya pengaruhnya. Tidak
kalah pentingnya, rumusan hipotesis pun hendaknya memiliki nilai prediktif (yaitu
mengandung dugaan yang sesuai dengan kajian literatur), bersifat konsisten maksudnya, jika
ada penelitian sejenis sebelumnya maka tidak bertentangan) dan sebuah hipotesis harus dapat
diuji.

Problematik Penelitian
Tidak semua penelitian harus memiliki hipotesis. Hal-hal yang akan diteliti
dirumuskan dalam problematik penelitian. Problematik penelitian disusun dalam bentuk
pertanyaan sehingga sering disebut pertanyaan - pertanyaan penelitian. Problematik
penelitian disusun dari definisi operasional tnpik penelitian yang telah dijabarkan lagi. Sering
kali dalam usulan penelitian dicantumkan hipotesis sekali gus problematik penelitian.

2.2.6 Metode Penelitian
A. Penentuan Lokasi Penelitian
Usulan penelitian perlu mengemukakan alasan-alasan yang tepat sesuai permasalahan
dan tujuan penelitian dalam pemilihan suatu daerah sebagai lokasi penelitian. Alasan-alasan
yang diberikan mengacu pada kemungkinan pengukuran variabel-variabel penelitian di
tempat tersebut.

B. Data Penelitian
Subbab data penelitian menguraikan jenis data yang dikumpulkan, sumber data
penelitian, instrumen penelitian dan metode pengumpulan data. Uraian singkat masing-
masing bagian data penelitian ini sebagai berikut:

Jenis Data yang Dikumpulkan
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian sangat banyak. Jenis data menurut sifatnya
dapat dibedakan menjadi dua, yakni data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif
merupakan data yang berbentuk angka dan dapat mengoperasikan tanda matematika (+, -, x,
:). Jadi, angka-angka tersebut dapat dihitung. Data kualitatif merupakan data yang tidak
berbentuk angka.

Sumber Data Penelitian
Sumber data penelitian, yakni asal perolehan data penelitian, perlu dijelaskan, primer maupun
sekunder. Penjelasan dan identifikasi terhadap responden (sumber data primer) dan instansi
atau lembaga (sumber data sekunder), sangat penting karena merupakan cerminan kualitas
data yang akan didapatkan.
Instrumen Pengumpulan Data
Jenis-jenis instrumen (alat) pengumpulan data seperti daftar pertanyaan (kuesioner), pedoman
pertanyaan, alat potret dan sebagainya, juga harus dijelaskan, Tak ketinggalan adalah alasan
penggunaan instrumen pengumpulan data tersebut yang terkait dengan jenis penelitian dan
metode pendekatan yang termuat dalam ruang lingkup penelitian.

Metode Pengumpulan Data
Pengoperasian alat-alat pengumpul data tersebut perlu dijelaskan dalam bagian teknik
pengumpulan data. Alat pengumpulan data dapat menggunakan beberapa metode
pengumpulan data yang biasa dipakai dalam penelitian sosial, yaitu:

(1) Studi Dokumen
Jika data dicari dalam dokumen. atau sumber pustaka maka kegiatan pengumpulan data
sepeni ini disebut studi dokumen atau sumber pustaka. Data ini merupakan data sekunder
karena sudah tertulis atau diolah oleh orang lain.
(2) Pengamatan (Observasi)
Datu dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap gejala yang diteliti. Dalam hal ini, panca
indera manusia (penglihatan dan pendengaran) diperlukan untuk menangkap gejala yang
diamati, hasil penangkapan tersebut dicatut dan Selanjutnya dianalisis oleh peneliti untuk
menjawab masalah penelitian. Tujuan pengamatan terutama adalah mencatatan atau
mendeskripsikan perilaku objek serta memahaminya. Atau, bisa juga hanya ingin mengetahui
frekuensi suatu kejadian.
(3) Wawancara
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yaitu
melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber
data (responden). Dengan cara ini, peneliti ingin mendapatkan informasi (data) untuk
menjawab atau membuktikan hipotesis yang tidak dapat diperoleh dengan metode
pengumpulan data lainnya. Komunikasi tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun
tidak langsung.
(4) Eksperimen
Eksperimen dalam penelitian sosial tentunya tidak sama dengan eksperimen di dalam
laboratorium yang dilakukan oleh para peneliti ilmu eksakta. Laboratorium dalam penelitian
sosial bisa berupa mangan kelas, pasar, kantor, kelompok manusia, dan sebagainya. Namun,
prosedurnya boleh dikatakan hampir sama, yakni dengan melakukan percobaan percobaan
untuk mendapatkan hasil atau gejala tertentu. Hasilnya dibandingkan untuk menjawab
hipotesis yang diajukan.
(5) Metode tes
Dalam metode ini, sumber data adalah manusia yang disebut testee. Metode ini berbeda
dengan metode wawancara. Pada metode tes, pertanyaan dimaksudkan untuk menguji (minat,
bakat sikap atau kemampuan) seseorang, sedangkan pada metode wawancara pertanyaan
yang diajukan bukan bermaksud menguji melainkan mendapatkan keterangan atau informasi
mengenai apa yang dialami dan atau diketahui oleh responden.
(6) Metode angket
Dalam metode ini, sumber data juga dikenal dengan istilah responden. Di sini, pertanyaan
disampaikan secara tertulis dari & disebarkan kepada para responden untuk dijawab. Setelah
dijawab, pertanyaan dikembalikan lagi kepada peneliti. Pertanyaan yang diajukan dapat
berupa pertanyaan terbuka dan dapat pula berupa pertanyaan tertutup.

C. Variabel dan Pengukuran Variabel
Variabel
Pada jenis penelitian eksplanasi, variabel penelitian dan hubungan antarvariabel perlu
dijelaskan. Variabel adalah karakteristik tertentu yang mempunyai nilai, skor atau ukuran
yang berbeda untuk unit observasi atau individu yang berbeda. Variabel adalah konsep yang
diberi lebih dari satu nilai. Konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang
dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian keadaan kelompok
(atau individu tertentu).

Pengukuran Variabel
Hampir semua Penelitian sosial menyertakan pengukuran variabel. Pengukuran variabel
adalah pemberian angka-angka secara nominal terhadap perangkat sosial, individu dan atau
kelompok sesuai aturan dan menetapkan korelasi di antara keduanya secara simbolik.
Pengukuran variabel dapat juga didefinisikan sebagai pemberian angka dan korelasi simbolik
angka-angka dengan perangkat nominal sosial pada individu dan atau kelompok. Terdapat
beberapa fungsi pengukuran variabel antara lain :
a. untuk menggambarkan gejala sosial secara empirik
b. mengubah data yang dapat menerima manipulasi
c. membantu dalam melakukan pengujian hipotesis dan teori
d. memungkinkan peneliti membedakan antara objek atau manusia.

D. Penentuan populasi, sampel, responden, dan teknik pengambilan sampel
Papulasi, Sampel dan Responden
Di dalam perencanaan suatu penelitian, peneliti dihadapkan pada keputusan untuk meneliti
keseluruhan unsur populasi (manusia atau benda) atau hanya sebagian unsur yang diambil
dari populasi yang lebih besar. Itu disebut sampel.

Populasi didefinisikan sebagai himpunan (yang lengkap atau sempurna) dari semua unit
penelitian yang mungkin. Istilah lengkap atau sempurna mempunyai pengertian bahwa
definisi populasi suatu penelitian harus dinyatakan sedemikian rupa sehingga tidak
menimbulkan salah pengertian. Populasi dapat dibedakan menjadi “populasi target” dan
“populasi sampel” atau “populasi penelitian”.

Sampel dideiinisikan sebagai himpunan unit penelitian yang memberikan keterangan atau
data yang diperlukan oleh suatu studi. Dengan sendirinya, sampel merupakan himpunan
bagian dari populasi. Sampel selalu mempunyai ukuran yang kecil jika dibandingkan dengan
ukuran populasi yang bersangkutan. Sumber data yang berupa orang (manusia) dikenal
dengan istilah responden.
Teknik Pengambilan Sampel
Suatu penelitian, khususnya penelitian yang dimaksudkan untuk menarik generalisasi
(menarik kesimpulan umum yang berlaku bagi populasi)! memandang penting masalah
sampel, bagaimana mengambil sampel dari suatu objek. Munculnya sampel disebabkan oleh
ketidakmungkinan meneliti seluruh unsur dalam populasi, lebih lebih bila berukuran sangat
besar. Ide pokok dari teknik pengambilan sampel adalah:
a. mencari informasi mengenai seluruh populasi
b. mencari informasi pada sebagian populasi tersebut
c. Infomasi yang ditemukan diberlakukan kepada seluruh populasi.

Oleh karena itu, pengambilan sampel memerlukan rancangan dan teknik yang dapat
dipertanggungjawabkan sehingga sampel bisa benar-benar berfungsi representatif atau
mewakili suatu populasi.

E. Metode Analisis Data
Analisis hasil penelitian berisi uraian tentang cara cara analisis, yaitu bagaimana
memanfaatkan data yang terkumpul untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah
penelitian. Dalam tahap awal, data mentah perlu diedit (editing) terlebih dahulu sehingga
kesalahan-kesalahan dapat diperbaiki dan tidak ada keragu-raguan. Kemudian, lanjutkan
dengan coding (mengode data). Pembuatan tabel, baik tabel frekuensi maupun tabel silang
merupakan kegiatan yang termasuk dalam analisis data.

F. Batasan Konsep, Variabel dan Istilah
Di dalam setiap usulan penelitian, apa pun jenis penelitian yang digunakan,
memerlukan penegasan batasan atau pengertian yang operasional dari setiap istilah, konsep,
variabel yang terdapat baik dalam judul penelitian rumusan masalah penelitian, tujuan
penelitian maupun hipotesis penelitian. Pendefenisian tersebut bukanlah kata per kata,
melainkan per “istilah” yang dipandang masih belum operasional.

G. Waktu dan Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Usulan penelitian juga menyertakan jadwal pelaksanaan penelitian dalam bentuk
matriks (baris menunjukkan tahapan kegiatan penelitian dan kolon menunjukkan waktu).
Jadwal kegiatan penelitian menunjukkan:
1. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian
2. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian masing-masing tahap
dengan menyebutkan bulan dan tahunnya
3. Perincian kegiatan masing-masing tahap

Layaknya suatu kegiatan ilmiah, sebuah penelitian dilaksanakan melalui prosedur kerja
terurut, baku dan fauna]. Secara garis besar, prosedur kerja penelitian dilalui dalam tahapan-
tahapan:
1. Perencanaan penelitian
2. Pelaksanaan penelitian
3. Penulisan laporan penelitian.

BAB 3
METODE PENULISAN SKRIPSI DAN TESIS

3.1 Pengertian Skripsi dan Tesis
Skripsi adalah karya tulis ilmiah seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program
S1. Skripsi tersebut adalah bukti kemampuan akademik mahasiswa bersangkutan dalam
penelitian dengan topik sesuai bidang studinya. Skripsi disusun dan dipertahankan untuk
mencapai gelar sarjana strata 1. Biasanya, skripsi menjadi salah satu syarat kelulusan.
Laporan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi.
Skripsi ini harus mengikuti format tertentu seperti yang telah digariskan oleh perguruan
tinggi bersangkutan. Yang dimaksud dengan format skripsi adalah keseluruhan bagian yang
perlu ada pada suatu skripsi, yaitu bagian awal skripsi, badan (bagian tengah) skripsi dan
bagian akhir skripsi.
Penulisan skripsi mempunyal tujuan memberi pengalaman belajar kepada mahasiswa
dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah dengan cara melakukan penelitian sendiri,
menganalisis dan menarik kesimpulan, serta menyusunnya menjadi bentuk karya tulis ilmiah.
Secara garis besar, rangkaian kegiatan dalam penyusunan skripsi adalah tahap persiapan,
tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian akhir.
Pada tahap persiapan, mahasiswa diwajibkan menyusun usulan penelitian untuk
skripsi. Pada tahap persiapan penyusunan usulan penelitian mahasiswa dianjurkan melakukan
konsultasi atau diskusi dengan dosen yang memilliki spesialisasi dalam bidang kajian
bersangkutan. Tujuannya adalah memantapkan judul, permasalahan serta metode penelitian
yang direncanakan. Kemudian usulan penelitian tersebut diajukan untuk mendapatkan
pengesahan di jurusan. Persetujuan pembimbing terhadap usulan tersebut ditandai dengan
dikeluarkannya SK Dekan tentang pembimbing.
Setelah surat keputusan pengangkatan pembimbing turun maka mahasiswa memasuki
tahap pelaksanaan penelitian dan bimbingan. Di sini, ia mulai bekerja di bawah bimbingan
pembimbing yang telah ditunjuk. Apabila mahasiswa berkeberatan dengan penunjukkan
pembimbing tersebut, yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan penggantian kepada
ketua jurusan.
Berdasarkan kesepakatan pembimbing dan mahasiswa, kegiatan-kegiatan penelitian
dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan proses penulisan skripsi. Setiap hasil temuan
penelitian dan tahapan penulisan skripsi disampaikan pada saat pertemuan antara
pembimbing dengan mahasiswa. Hal ini memudahkan dosen pembimbing mengetahui
tahapan-tahapan kegiatan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Bagi mahasiswa sendiri, ia
mendapatkan bimbingan pada setiap pertemuan untuk memecahkan masalah-masalah yang
mungkin ditemui. Jadwal pertemuan dengan dosen pembimbing perlu dibuat sehingga proses
bimbingan dapat berjalan lancar. Frekuensi pertemuan dengan dosen pembimbing dapat
dilakukan sesering mungkin. Tujuannya adalah menghindari terputusnya komunikasi antara
dosen pembimbing dengan mahasiswa bimbingannya. Biasanya, pertemuan dengan dosen
pembimbing jarang terjadi sehingga dosen pembimbing tidak mengetahui sudah sejauh mana
tahapan penyelesaian skripsi mahasiswa yang bersangkutan. Tak heran jika penulisan skripsi
memakan waktu yang lama dan berlarut-larut. Perlu diingat oleh mahasiswa penulis skripsi
bahwa masa berlaku hasil penelitian ada batasnya (mengenai batas waktu ini, masing-masing
fakultas mempunyai aturan tersendiri). Pada umumnya masa berlaku hasil penelitian
maksimum dua tahun. Apabila waktu itu terlampaui maka mahasiswa yang bersangkutan
harus melakukan penelitian lagi.
Tahap penyelesaian akhir dimulai saat pembimbing menilai bahwa skripsi sudah
memenuhi persyaratan sehingga mahasiswa bersangkutan dapat mengurus surat-surat untuk
persyaratan ujian skripsi. Jika semuanya telah terpenuhi maka ujian sudah dapat dilaksanakan
pada hari dan waktu yang sudah ditetapkan.
Adapun tesis adalah karya tulis ilmiah resmi sebagai tugas akhir mahasiswa yang
menyelesaikan program studi S2. Tesis tersebut merupakan bukti kemampuan yang
bersangkutan dalam penelitian pengembangan ilmu pada salah satu disiplin ilmu. Tesis
disusun dan dipertahankan untuk memperoleh gelar Magister/Master. Tesis memiliki
karakteristik sebagai berikut.
1. Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah
satu disiplin ilmu, sesuai disiplin ilmu yang ditekuni.
2. Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu dalam disiplin ilmu
yang dipelajari walaupun tidak harus menemukan suatu penemuan baru.
3. Menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan untuk penelitian
lapangan atau data yang langsung didapatkan dari responden untuk penelitian sosial
ekonomi) sebagai data utama.
4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sistematika usulan penelitian untuk skripsi maupun tesis secara prinsip tidak ada
bedanya. Hanya saja isi tesis lebih mendalam dibandingkan skripsi. Hal-hal kecil mengenai
aturan penulisan usulan penelitian untuk tesis dapat disesuaikan dengan pedoman penulisan
usulan penelitian tesis yang diterbitkan oleh masing-masing program studi di fakultas atau
universitas penyelenggara Program S2 maupun S3.
Contoh:
1. Pedoman Penulisan Tesis untuk Ilmu-llmu Hayat di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, 1979.
2. Petunjuk Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis Program Pasca Sarjana Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta, 1994.
3. Pedoman Penyusunan Tesis/Disertasi. Universitas Udayana, Denpasar 2000.

3.2 Bagian-Bagian Skripsi
Sama halnya dengan usulan penelitian, skripsi juga terdiri atas tiga bagian, yaitu
bagian awal, bagian utama dan bagian akhir, tetapi isinya lebih luas daripada usulan
penelitian. Bagian-bagian skripsi tersebut dijelaskan sebagai berikut.

3.2.1 Bagian Awal Skripsi
Bagian awal skripsi pada dasamya mencakup halaman sampul depan, halaman judul,
halaman persyaratan, abstrak, ringkasan halaman persetujuan riwayat hidup, kata pengantar,
daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran.

A. Halaman Sampul Depan
Halaman sampul depan memuat judul skripsi, lambang universitas, nama mahasiswa,
nomor induk mahasiswa, mama lembaga pendidikan, nama kota tempat lembaga pendidikan
dan tahun penyelesaian skripsi. Penjelasan masing-masing komponen dalam halaman sampul
depan skripsi sebagai begikut.
a. Judul skripsi dibuat sesingkat-singkatnya, maksimum 20 kata substantif (tidak
termasuk kata sambung dan kata depan), dan dapat menunjukkan maksud dan tujuan
penelitian dengan tepat seperti yang sudah diuraikan dalam usulan penelitian. Judul
skripsi harus membawakan kata kunci yang secara langsung dapat menunjukkan isi
skripsi.
b. Kata SKRIPSI ditulis dengan huruf kapital semuanya
c. Lambang universitas dengan bentuknya standar dan berdiameter 4,0 cm.
d. Di bawah lambang universitas dicantumkan kata OLEH
e. Nama mahasiswa yang mengajukan skripsi ditulis lengkap (tidak boleh memakai
singkatan). Nomor Induk Mahasiswa dicantumkan di bawah nama mahasiswa.
f. Nama instansi atau lembaga (misalnya JURUSAN SOSIAL EKONOMI
PERTANIAN, FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS UDAYANA). Di bawah
nama lembaga, dicantumkan kota tempat lembaga (misalnya DENPASAR).
g. Tahun penyelesaian skripsi adalah tahun ujian skripsi terakhir dan ditempatkan di
bawah kata DENPASAR. Contoh halaman sampul depan skripsi dapat dilihat pada
Lampiran L4. 1.

B. Halaman Judul
Halaman judul skripsi berisi tulisan yang persis sama dengan halaman sampul depan,
tetapi diketik di atas kertas putih.

C. Halaman Persyaratan
Halaman persyaratan berisi judul skripsi, tulisan SKRIPSI yang misalnya diikuti:
Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
Sarjana Pertanian pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Setelah itu, cantumkan kata ‘Oleh’, nama mahasiswa dan nomor induk mahasiswa
(NIM), kata DENPASAR dan tahun penyelesaian skripsi. Contoh halaman persyaratan
dapat dilihat pada Lampiran L4.2.

D. Abstrak
Abstrak (intisari) diketik pada halaman baru dan diberi judul ABSTRAK diketik
dengan huruf kapital di tengah halaman. Pada bagian awal abstrak dicantumkan nama
mahasiswa, NIM, judul skripsi, nama pembimbing I dan pembimbing II yang diketik tiga
spasi di bawah kata “ABSTRAK”. Alinea pertama berisi latar belakang penelitian, tujuan
penelitian dan metode penelitian. Alinea kedua berisi hasil penelitian dan kesimpulan. Alinea
ketiga berisi saran-saran yang berkaitan dengan hasil penelitian.
Abstrak merupakan intisari dari hasil penelitian. Abstrak harus singkat, lebih singkat
daripada ringkasan, tetapi tetap berisi latar belakang penelitian tujuan penelitian, metode
penelitian dan hasil penelitian, yang dibuat secara singkat dan tidak lebih dari satu halaman.
Sebaiknya, abstrak dibuat setelah selesai membuat ringkasan karena dianggap sebagai
perasan ringkasan. Teks dalam abstrak diketik dengan jarak satu spasi. Contoh abstrak
dicantumkan pada Lampiran L4.3.

E. Ringkasan
Seperti abstrak, ringkasan juga diketik pada halaman tersendiri dengan tajuk
RINGKASAN yang diketik dengan huruf kapital di tengah halaman. Ringkasan mempakan
hasil ekstrasi skripsi sehingga baru dibuat setelah skripsi selesai. Ringkasan lebih luas
daripada abstrak dan dibagi menjadi beberapa alinea seperti alinea pertama, berisi latar
belakang penelitian dan tujuan penelitian. Alinea kedua berisi metode penelitian. Alinea
ketiga, berisi hasil penelitian dan kesimpulan. Alinea keempat berisi saran-saran yang
berkaitan dengan hasil-hasil penelitian. Ringkasan dianjurkan tidak lebih dari tiga halaman.
Alinea pertama ringkasan diketik tiga Spasi di bawah kata “RINGKASAN”. ' Teks dalam
ringkasan diketik sesuai spasi yang digunakan dalam teks skripsi. .,Conteh ringkasaradapat
dilihat pada Lampiran L4.4

F. Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan berisi kalimat yang pada intinya menyatakan bahwa skripsi telah
mendapat persetujuan pembimbing anggota penguji lain dan disahkan oleh dekan. Contoh
halaman persetujuan tersaji pada Lampiran L45.
Catatan: halaman persetujuan ini baru dicantumkan dalam skripsi setelah mahasiswa
dinyatakan lulus dalam ujian skripsi dan telah ditandatangani oleh pembimbing skripsi
tim penguji dan dekan Selanjutnya, skripsi siap digandakan atau diperbanyak (dijilid)
sesuai ketentuan universitas.

G. Riwayat Hidup
Riwayat hidup diketik pada halaman tersendiri, dengan tajuk RIWAYAT HIDUP
(dengan huruf kapital di tengah-tengah halaman). Alinea pertama dimulai dengan
mencantumkan nama lengkap penulis '(semua dengan huruf kapital tanpa ada singkatan),
tanggal dan tempat lahir, nama kedua orang tua atau Wali. Alinea kedua berisi riwayat
pendidikan (mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi lengkap dengan tahun masuk
dan tamat dan nama lembaga pendidikan masing-masing). Alinea ketiga mencantumkan
pengalaman dalam Berorganisasi (organisasi intrauniversitas) yang pernah diikuti, serta peran
bada masing-masing organisasi tersebut. Jika ada, pengalaman kerja dapat tlicarnumkan
dalam halaman riwayat hidup ini. Jumlah halaman riwayat hidup disarankan tidak lebih dari
satu halaman. Alinea pertama diketik tiga spasi di hawah kata “RIWAYAT HIDUP”. Teks
dalam riwayat hidup diketik sesuai dengan spasi yang dipergunakan dalam teks Skripsi.
Contoh riwayat hidup tercantum pada Lampiran L4.6.
H. Kata Pengantar
Halaman kata pengantar diketik pada halaman baru dan diberi tajuk KATA
PENGANTAR yang diketik dengan huruf kapital ditengah-tengah halaman tanpa diakhiri
dengan tanda titik. Pada halaman ini penulis menjelaskan tujuan pembuatan skripsi ini dan
menyampaikan ucapan terima kasih secara tertulis kepada para pembimbing, serta pihak-
pihak lain yang telah memberikan bimbingan nasihat, saran, kritik dalam pelaksanaan
penelitian dan penulisan skripsi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada perorangan
atau lembaga yang telah memberikan bantuan fasilitas dan sebagainya yang dirasakan
langsung oleh penulis.
Dalam kata pengantar juga dicantumkan harapan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun dari para pembaca. Kata pengantar diakhiri dengan nama tempat, bulan dan
tahun sesuai bulan dan tahun (selesainya draf pertama skripsi yang dibuat secara lengkap)
dan di bawahnya dicantumkan kata “Penulis” sebagai pengganti nama mahasiswa penulis
skripsi. Jumlah halaman kata pengantar tidak lebih dari tiga halaman. Alinea pertama diketik
tiga spasi di bawah kata “KATA PENGANTAR”. Teks dalam kata pengantar diketik dengan
spasi yang sesuai dengan spasi dalam teks skripsi. Contoh kata pengantar seperti pada
Lampiran L4.7.

I. Daftar Isi
Daftar isi memuat garis besar skripsi secara keseluruhan, mulai dari halaman judul
sampai lampiran. Di dalam daftar isi tertera urutan bab dan subbab disertai nomor
halamannya. Judul halaman daftar isi ditulis dengan huruf kapital (DAFTAR ISI).
Selanjutnya, judul bab diketik dengan huruf kapital, sedangkan judul subbab diketik
dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama tiap kata diketik dengan huruf kapital tanpa
diakhiri tanda titik. Nomor bab menggunakan angka romawi besar dan subbab diberi nomor
dengan angka Arab. Pemberian subbab hanya dibatasi pada tiga lapis, misalnya 2.3.1. Subbab
yang terlalu berlapis. Misalnya 2.3.1.4, akan sangat merepotkan penyusunan daftar isi. Kata
“Halaman" diketik pada batas pinggir kanan sedemikian rupa sehingga huruf akhir 'n' dari
kata halaman jatuh tepat 3 cm (sesuai margin kanan) dari tepi kertas dan diketik tiga spasi di
bawah kata “DAFTAR ISI". Baris pertama dari isi daftar isi (misalnya kata JUDUL) diketik
dua spasi di bawah kata ' “Halaman".
Jarak pengetikan (spasi) antarbaris dalam subbab adalah satu spasi antara bab satu
dengan subbab lainnya adalah dua Spasi. Jarak antar subbab adalah satu setengah spasi.
Contoh daftar isi terlihat pada Lampiran 1.4.8.
1. Daftar Tabel
Jika di dalam skripsi terdapat banyak tabel maka perlu adanya daftar tabel yang
memuat urutan nomor tabel, judul tabel dengan nomor halamannya. Semua tabel yang
ada pada teks dan tabel pada lampiran dicantumkan dalam daftar tabel secara teratur
sesuai nomor tabel dan halamannya. Penulisan judul tabel dalam daftar tabel
disesuaikan dengan judul tabel di dalam teks.
Halaman daftar tabel diketik pada halaman baru dan diberi tajuk DAFTAR TABEL
yang diketik dengan huruf kapital, di tengah-tengah halaman. Nomor tabel
menggunakan angka Arab. Nomor tabel diketik tepat pada permulaan batas tepi kiri
pengetikan, sedangkan kata “Halaman” diketik pada batas pinggir kanan sedemikian
rupa sehingga huruf akhir ‘n’ dari kata halaman jatuh tepat 3 cm (sesuai dengan
margin kanan) dari tepi kertas diketik dua spasi di bawah kata DAFTAR TABEL.
Tabel pertama (nomor tabel judul tabel dan nomor halamannya) diketik dua spasi di
bawah kata “Halaman”. Akhir setiap judul tabel dihubungkan dengan titik-titik
dengan nomor halaman di mana tabel tersebut dijumpai dalam teks. Judul tabel lebih
dari satu baris diketik satu spasi. Jarak antara judul tabel satu dengan yang lainnya
adalah dua spasi. Contoh daftar tabel pada Lampiran L4.9.

2. Daftar Gambar
Halaman daftar gambar diketik pada halaman baru menggunakan huruf kapital,
dengan tajuk DAFTAR GAMBAR. Daftar gambar diperlukan bila beberapa gambar
dipakai dalam penyusunan skripsi. Semua gambar Yang ada baik dalam teks maupun
dalam lampiran dicantumkan pada daftar gambar secara teratur menurut nomor
gambar beserta nomor halamannya. Daftar gambar berisi nomor gambar, judul
gambar, dan halaman tempat gambar tersebut termuat dalam teks. Judul gambar
dalam daftar gambar disesuaikan dengan judul gambar dalam teks. Jarak antara judul
gambar satu dengan judul gambar lainnya dalam daftar gambar adalah dua spasi,
sedangkan jarak antarbaris dalam satu judul gamhar adalah satu spasi. Syarat yang
lain dalam membuat daftar gambar sama dengan aturan pembuatan daftar tabel.
Contoh daftar gambar bisa dilihat pada Lampiran L4.10.

3. Daftar Lampiran
Sama halnya dengan daftar tabel dan daftar gambar, daftar lampiran dibuat apabila
dalam skripsi dipergunakan banyak lampiran. Daftar lampiran diketik dalam halaman
baru dengan tajuk DAFTAR LAMPIRAN diketik menggunakan huruf kapital. Cara
penulisan daftar lampiran sama dengan dahar tabel dan daftar gambar. Nomor
halaman daftar lampiran ini meneruskan nomor halaman sebelumnya dan masih
menggunakan nomor Romawi kecil. Contoh daftar lampiran dapat dilihat pada
Lampiran L4.11.
Catatan: Apabila dalam skripsi hanya terdapat satu tabel, satu gambar dan satu lampiran
maka daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran tidak perlu dibuat.

3.2.2 Bagian Utama Skripsi
Bagian utama skripsi mengandung bab (1) pendahuluan, (2) tinjauan pustaka, (3)
landasan teori, kerangka pemikiran dan hipotesis, (4) metode penelitian (5) gambaran umum
daerah penelitian, (6) hasil penelitian dan pembahasan serta (7) kesimpulan dan saran.

A. Pendahuluan
Bab pendahuluap memuat: subbab latar belakang masalah penelitian, perumusan masalah
penelitian, tujuan penelitian, keaslian, manfaat penelitian dan ruang lingkup penelitian. Pada
hakikatnya, isi bab pendahuluan dalam skripsi sama dengan yang ada pada usulan penelitian
dan terkadang sudah diperluas.
B. Tinjauan Pustaka
Uraian pada tinjauan pustaka berisi teori-teori yang biasanya diperoleh dari buku-buku teks,
atau dari laporan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang dapat diperoleh dalam buletin,
jurnal, majalah skripsi, tesis, disertasi dan dalam bentuk laporan hasil penelitian lainnya. Isi
tinjauan pustaka harus relevan dengan masalah yang diteliti dan diusahakan dari sumber
pustaka yang terbaru.
Konsep dan fakta yang dikemukakan dapat bersumber dari dokumen yang sudah atau belum
dipublikasikan dan sedapat mungkin diambil dari sumber aslinya, bukan mengutip. Semua
sumber pustaka yang dipergunakan harus dirujuk dengan mencantumkan nama penulis dan
tahun penerbitan disertai halaman.
Dalam penulisan skripsi, tinjauan pustaka tetap dianggap perlu sejauh relevan dengan
masalah yang telah dirumuskan. Dalam membuat tinjauan pustaka penulis hendaknya harus
bersikap selektif, kritis, komparatif dan analitis.
Bersikap selektif memiliki arti bisa memilih bahan yang paling tinggi relevansinya
dengan penelitian sebagai tinjauan pustaka. Sikap kritis mencerminkan kemampuan peneliti
untuk mengemukakan pendapat atas pandangan atau informasi dari pihak lain sehingga dapat
memberikan ulasan pembahasan seperlunya dan ungkapan yang mantap. Sikap komparatif
adalah usaha mencari sumber pembanding untuk memperkuat dukungan atau melihat lebih
tajam kelemahan atau kekuatan masing-masing pendapat. Sikap analitis adalah kemampuan
menganalisis berbagai teori atau pendapat sebagai titik tolak untuk membangun ramuan dan
sistem pemikiran baru dalam rangka menunjang hipotesis yang dianut.
Perlu dikemukakan dan ditegaskan di sini bahwa tinjauan pustaka yang efektif akan
berpengaruh terhadap mutu karya ilmiah. Oleh karena itu, tinjauan pustaka yang efektif ikut
memberikan penambahan bobot yang berarti kepada totalitas nilai pembuatan skripsi.

C. Landasan Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
Landasan teori tidak berbeda dengan yang disajikan pada usulan penelitian dan
mungkin telah diperluas serta disempurnakan. Hipotesis berisi uraian singkat yang disarikan
dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan hampir sama dengan yang telah dipaparkan pada
usulan penelitian.

D. Metode Penelitian
Bab metode penelitian memuat subbab yang persis sama dengan yang terdapat dalam
usulan penelitian. lsi metode penelitian mungkin berbeda dengan usulan penelitian karena
adanya masukan-masukan baru pada saat seminar usulan penelitian. Di dalam skripsi
dicantumkan materi metode penelitian yang sudah final. Artinya, skripsi tersebut telah
memasukkan saran yang diberikan pembimbing pada saat proses dan seminar usulan
penelitian, serta hasil temuan lapangan.

E. Gambaran Umum Daerah Penelitian
Bab gambaran umum daerah penelitian mengungkapkan segala potensi yang terdapat
di daerah penelitian yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Sedapatnya
paparan dalam gambaran umum daerah penelitian bisa menunjang pembahasan yang
berhubungan dengan tujuan penelitian. Gambaran umum daerah penelitian biasanya berisi
subbab letak dan keadaan geogralis daerah penelitian, luas wilayah, penggunaan tanah
penduduk keadaan sosial ekonomi, kondisi alam dan lain-lain. Isi bab gambaran umum
daerah penelitian biasanya diambil dari data monografi daerah penelitian.
Keadaan daerah penelitian diuraikan secara tepat dan cermat tetapi masih dalam
lingkup masalah yang diteliti. Jika obyek penelitian adalah kelompok tani di perdesaan maka
keadaan daerah penelitian bisa menguraikan hal-hal sebagai berikut:
a. Pembagian daerah administrasi desa
b. Lembaga-lembaga desa:
1) Lembaga gotong royong
2) Lembaga tani desa
3) Lembaga musyawarah desa
c. Macam-macam kelompok tani desa dan aktivitasnya
d. Keadaan penduduk
e. Keadaan pertanian dan lain-lain.
Jika penelitian yang dilakukan berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Petani
dalam Memilih Cara Pemasaran Hasil Kubis” maka tinjauan terhadap daerah penelitian
meliputi:
a. keadaan alam
1) letak geografis dan pembagian administratif
2) topografi dan hidrologi
3) iklim
b. keadaan penduduk
c. keadaan pertanian
d. distribusi penggunaan tanah
e. pola pergiliran tanaman
f. penguasaan tanaman kubis
g. fasilitas dan sarana tataniaga
1) perhubungan dan komunikasi
2) pasar
3) Koperasi Unit Desa (KUD)
4} Agricultural Trade Association (ATA)
h. kelembagaan desa
1) kelembagaan hubungan kerja
2) kelembagaan kredit nonformal.
Tidak boleh dilupakan dalam penyajian keadaan daerah penelitian ialah peta daerah
penelitian (Lampiran L4.12). Peta ini penting sebagai sumber infomasi bagi pihak lainnya.
Perlu ditegaskan bahwa melukiskan keadaan daerah penelitian, walaupun banyak aspek yang
ditelaah, tetap harus relevan dengan masalah penelitian yang telah dirumuskan. Cara
penyajian bisa dikembangkan oleh masing-masing peneliti. Oleh karena itu, peneliti harus
melakukan pengamatan intensif dan fokus pada aspek-aspek yang diteliti sebab bisa saja
aspek yang penting terlupakan, sedangkan aspek yang tidak relevan dimasukkan ke dalam
pembahasan.
F. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan yang sifatnya terpadu dan tidak
dipecah menjadi subbab tersendiri. Hasil penelitian sebaiknya ditempatkan berdekatan
dengan pembahasan agar para pembaca lebih mudah mengikuti uraian hasil dan pembahasan.
Pembahasan hasil penelitian bisa berupa penjelasan teoretis, baik secara kualitatif, kuantitatif
maupun statistika. Selanjutnya, sertakan juga penjelasan mengapa hasil penelitian yang
didapatkan menunjukkan kesesuaian, atau malah tidak, dengan teori yang ada. Pembahasan
harus mengacu pada masalah dan tujuan penelitian sebagaimana tercantum pada bab
pendahuluan.
Dalam menginterpretasikan hasil penelitian, tidak jarang harus dibandingkan dengan
hasil penelitian orang lain atau penelitian terdahulu (yang bisa dilihat dalam jurnal ilmiah,
tesis, skripsi, atau buletin). Apabila bertentangan, letak perbedaan dan penyebabnya
hendaknya dikaji secara mendalam. Hasil pengkajian tersebut harus diulas sehingga
penyajiannya bisa diterima.
Adalah suatu kesalahan besar bila dalam pembahasan dilakukan bentuk penyajian
yang berlaku pada tinjauan pustaka. Interpretasi yang tepat dari masing-masing tabel analisis
dapat membantu ke arah tercapainya suatu kesimpulan yang mantap dan tajam.

G. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dan saran harus dinyatakan secara terpisah. Kesimpulan merupakan
pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan. Butir-
butir kesimpulan haruslah mengacu pada butir-butir tujuan penelitian karena kesimpulan pada
hakikatnya termasuk dalam rangkaian benang merah penelitian. Jika tujuan penelitian
dipecah menjadi empat butir maka kesimpulan juga menyajikan empat pernyataan yang
sesuai dengan butir-butir di dalam tujuan penelitian. Kesimpulan tidak lagi, mengutip pustaka
yang diacu.
Kesimpulan adalah kristalisasi hasil interpretasi (pembahasan) yang dirumuskan
secara ketat dan padat sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain. Jadi, kesimpulan ini tidak
berbentuk ungkapan atau uraian apalagi cerita baru. Fungsi kesimpulan sebagai sumbangan
informasi yang telah mantap teruji sejauh kebenaran penelitian yang dilakukan. Adapun
penyajian kesimpulan dapat merupakan pendapat baru, koreksi, pengukuhan atau
penumbangan pendapat lama. Kesimpulan juga merupakan landasan bagi rekomendasi
selanjutnya. Rekomendasi dapat berupa saran, sedangkan sifatnya dapat meliputi aspek
operasional, kebijaksanaan atau konsepsional.
Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis yang ditujukan pada
para peneliti dalam bidang sejenis yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian
yang sudah selesai. Saran juga dapat ditujukan pada para penentu kebijakan dalam
pembangunan. Saran dibuat berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Saran
biasanya menyangkut penerapan temuan penelitian, perbaikan dan penyempurnaan aspek
metode penelitian, serta hal-hal yang perlu diteliti lebih lanjut berkaitan dengan penelitian
yang telah dilakukan dan hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam menyukseskan
pembangunan. Bila perlu, kesimpulan dan saran dapat dirinci dan ditulis berurutan dengan
memakai nomor.
3.2.3 Bagian Akhir Skripsi
Bagian akhir skripsi mengandung daftar pustaka dan lampiran. Hal-hal yang
diperhatikan dalam daftar pustaka dan lampiran adalah berikut:

A. Daftar Pustaka
Daftar pustaka harus mencantumkan semua pustaka yang isinya dikutip dalam teks. Hal ini
merupakan salah satu unsur etika akademis. Daftar pustaka membantu pembaca yang ingin
memperoleh keterangan lebih rinci mengenai kutipan dalam teks. Daftar pustaka disusun
persis seperti yang ada pada usulan penelitian.

B. Lampiran
Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi melengkapi
uraian yang telah disajikan dalam bagian utama skripsi. Lampiran merupakan tempat untuk
menempatkan hal-hal yang diperlukan dalam skripsi, tetapi terlalu panjang jika dicantumkan
dalam teks. Isi lampiran tentunya adalah hal-hal yang terkait erat dengan skripsi (terutama
bagian utama skripsi). Jadi, berdasarkan uraian di atas, sistematika skripsi terdiri atas hal-hal
sebagai berikut.
HALAMAN SAMPUL DEPAN
HALAMANJUDUL
HALAMAN PERSYARATAN
ABSTRAK
RINGKASAN
HALAMAN PERSETUJUAN RIWAYAT HIDUP
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah penelitian
1.2 Perumusan Masalah Penelitian
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Keaslian Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Ruang Lingkup Penelitian
II. TINJAUAN PUSTAKA
III. LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
IV. METODE PENELITIAN
4.1 Penentuan Lokasi Penelitian
4.2 Data Penelitian
4.2.1 Jenis Data yang Dikumpulkan
4.2.2 Sumber Data Penelitian
4.2.3 Instrumen Pengumpulan Data
4.2.4 Metode Pengumpulan Data
4.3 Variabel dan Pengukuran Variabel
4.3.1 Variabel
4.3.2 Pengukuran Variabel
4.4 Penentuan Populasi, Sampel, Responden, dan Teknik Pengambilan Sampel
4.4.1 Penetuan Populasi, Sampel, dan Responden
4.4.2 Teknik Pengambilan Sampel
4.5 Metode Analisis Data
4.6 Batasan Konsep: Variabel dan Istilah

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN
VI. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
VII. KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

3.3 Skripsi Bagi Mahasiswa
Skripsi sering menjadi “momok” mahasiswa semester akhir. Mengapa demikian? Hal
ini disebabkan tak adanya kebiasaan menulis pada mahasiswa, dalam artian karya tulis
ilmiah. Fenomena ini berlangsung hampir di semua lingkungan perguruan tinggi. Tak heran
jika kemudian setiap tugas penulisan dari dosen dirasakan sebagai beban, termasuk menulis
skripsi.
Sebagai sebuah karya ilmiah, skripsi mempunyai peranan dalam kancah akademis di
lingkungan perguruan tinggi. Sebagai karya ilmiah, skripsi:
1. Merupakan kegiatan belajar yang mengarahkan mahasiswa untuk mengintegrasikan
pengalaman belajarnya dalam menghadapi suatu masalah secara mendalam.
2. Merupakan sarana kegiatan belajar mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya
dalam mengintegrasikan pengalaman dan keterampilan yang telah diperoleh.
3, Memberi peluang kepada mahasiswa untuk melatih diri dalam hal mengemukakan dan
menyelesaikan masalah secara mandiri dan ilmiah.
Sebagai laporan yang bersifat akademik (academic report), skripsi harus memenuhi
kaidah sebagai karya ilmiah. Kaidah-kaidah dalam karya ilmiah sebagai berikut:
1. Objektif, artinya pendapat yang dikemukakan dalam skripsi harus menghindari
pendapat pribadi sehingga tidak bersifat subjektif dan tetap netral. Segala pernyataan
dalanf‘kar‘ya ilmiah perl-ti'didukung oleh data” dan tidak boleh hanya berdasarkan
pendapat pribadi peneliti semata.
2. Bertumpu pada data, artinya segala sesuatu yang dikemukakan dalam skripsi harus
berdasarkan data. Data diperoleh melalui pengumpulan data, bisa merupakan data
hasil percobaan laboratorium, lapangan, dokumen atau kajian pustaka.
3. Kesimpulan diambil berdasarkan prosedur yang jelas. Maksudnya, penulisan skripsi
harus didukung oleh metode yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah. Jika metode dan prosedur secara keseluruhan jelas maka kesimpulan yang
akan diambil tidak akan diragukan lagi.
4. Seluruh pembahasan dalam skripsi harus berdasarkan rasio atau bisa diterima dengan
akal sehat. Prinsip ini dimaksudkan untuk mencegah keterlibatan emosionalitas
penulis yang bisa menyebabkan subjektivitas pada karya tulis yang dihasilkannya.
Menulis skripsi tidak sulit. Semua mahasiswa bisa mengerjakannya. Bahkan, skripsi
mungkin bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu semester atau dalam waktu 16 minggu.
Apakah terlalu optimistis? Jawabannya tidak. Hal ini sama sekali tidak berlebihan, juga
bukan merupakan impian semata. Penyataan tersebut realistis. Tentu saja diperlukan kerja
sistematis dan terarah. Peneliti harus membuat program kerja yang jelas dengan
memperhatikan batasan waktu yang sangat ketat. Ikuti dan perhatikan dengan seksama
petunjuk-petunjuk yang ada dalam buku ini. Buku pedoman ini paling tidak akan membantu
mahasiswa untuk mewujudkan hal tersebut yaitu menyelesaikan skripsi dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya.
Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa menulis skripsi sebenarnya relatif mudah
karena ada pendampingan dari dosen pembimbing dan buku pedoman penulisan usulan
penelitian dan skripsi maupun tesis yang dikeluarkan oleh masing-masing fakultas atau
jurusan. Begitu pula, banyak sekali ada buku petunjuk/penuntun/pedoman penulisan skripsi
dan tesis yang ditulis oleh para ahli untuk berbagai bidang ilmu.
Pendapat itu ada benarnya. Di sinilah sebenarnya kemudahan dalam menulis skripsi,
yaitu mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing yang dapat dipilih sendiri. Walaupun
untuk beberapa perguruan tinggi penentuan pembimbing ditetapkan oleh jurusan, tidak
menutup kemungkinan mahasiswa memilih pembimbing sendiri, dengan pertimbangan
tertentu yang bisa diterima dan diizinkan oleh fakultas serta jurusan yang bersangkutan.
Dosen pembimbing bertugas memberikan arahan yang konstruktif, baik dari aspek
teknis penulisan, aspek isi, sampai pada aspek metode yang digunakan dalam penelitian
skripsi. Oleh karena dibimbing oleh dosen pembimbing maka tidak ada alasan bagi
mahasiswa untuk tidak bisa mengerjakan penulisan skripsi.
Menulis skripsi atau tesis berbeda dengan menulis makalah (tugas dari mata kuliah
tertentu). Dalam menulis makalah, mahasiswa diberi kebebasan sepenuhnya dalam
mengembangkan ide atau gagasan yang ditulis dalam makalahnya. Bagi mahasiswa yang
terbiasa menulis, hal ini tidak menjadi persoalan. Tetapi bagi mahasiswa yang tidak terbiasa
menulis, tentunya hal ini merupakan beban yang relatif berat. Namun "demikian, semua bisa
diatasi jika mahasiswa mempunyai motivasi kuat dan disiplin yang tinggi dalam
mengerjakannya.

3.3.1 Kendala Penulisan Skripsi
Mahasiswa perlu meneguhkan langkah bahwa skripsi pasti bisa dikerjakan. Skripsi
bukanlah momok mahasiswa yang harus dihindari jauh-jauh. Bagi mahasiswa, ada beberapa
alasan yang menjadikan skripsi sebagai beban yang berat. Beberapa hal yang bisa menjadi
momok bagi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi sebagai berikut:
1. Kesulitan mencari literatur pendukung. Kesulitan ini semakin terasa bagi mahasiswa
yang koleksi perpustakaan perguruan tingginya kurang lengkap. dalam arti kurang
mempunyai koleksi yang memadai baik dari segi jumlah maupun keterbaruan
(kemutakhiran) koleksinya.
2. Tidak terbiasa menulis. Menulis sebuah karya ilmiah yang cukup serius seperti skripsi
atau tesis memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang dan bagi mahasiswa
yang tidak terbiasa menulis, hal ini menjadi beban tersendiri.
3. Masalah dana. Masalah ini bisa menjadi kendala untuk jenis skripsi yang harus
menggunakan eksperimen di laboratorium. Pada umumnya, skripsi dengan
menggunakan penelitian eksperimen di laboratorium membutuhkan dana yang relatif
lebih besar karena mahasiswa harus menyiapkan bahan dan mungkin menyewa
peralatan, serta terlebih dahulu melakukan kegiatan prapenelitian. Dalam hal ini,
mahasiswa seperti melakukan dua kali penelitian, yaitu prapenelitian dan penelitian
sesungguhnya.
4. Kurang terbiasa dengan sistem kerja terjadwal dan pengaturan waktu yang sangat
ketat.
5. Sulit mengembangkan komunikasi dengan pembimbing secara konstruktif.
Sebenarnya, kelima hal tersebut dapat diselesaikan dengan mudah. Kesulitan mencari
literatur dapat diselesaikan dengan menghubungi saluran terkait, baik formal maupun
informal. Yang dimaksud saluran informasi formal adalah perpustakaan atau unit informasi
lainnya yang memang bertugas memberikan pelayanan informasi ilmiah, sedangkan yang
dimaksud dengan taluran tidak formal adalah saluran informasi yang sifatnya bukan lembaga
atau institusi yang bertugas memberikan pelayanan informasi. Contohnya, dosen, teman
dekat, para ahli bidang tertentu dan para praktisi. Masalah kekurangan bahan bacaan (sumber
pustaka) untuk penyusunan skripsi bagi mahasiswa, dapat diatasi dengan menghubungi dosen
pembimbing. Dosen pembimbing dengan kualifikasi tertentu pasti memiliki koleksi sumber
pustaka yang relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti oleh mahasiswa, yang dapat
dibaca atau dipinjam oleh mahasiswa bimbingannya.
Selain hal itu, untuk memenuhi kebutuhan informasi ilmiah, mahasiswa bisa mencari
di perpustakaan perguruan tinggi tempatnya kuliah. Apabila ' perpustakaan kampus kurang
mendukung, mahasiswa bisa mencari di perpustakaan lain yang ada di kotanya, atau bahkan
hingga ke luar kota jika memang tersedia seperti perpustakaan nasional, perpustakaan
daerah/provinsi, perpustakaan umum. Juga, ada baiknya jika mahasiswa turut memanfaatkan
kecanggihan teknologi informasi, yaitu internet. Cara lainnya adalah menghubungi
perpustakaan kedinasan di berbagai instansi, meminta petunjuk dosen, atau meminta bantuan
teman menghubungi para ahli dan para praktisi. Dengan demikian, mahasiswa dapat
memperoleh gambaran dan bahkan literatur yang dibutuhkan untuk penulisan skripsi.
Persoalannya, mahasiswa harus giat dan rajin mencari literatur yang dibutuhkan itu.
Kesulitan menulis karya ilmiah sering dialami mahasiswa karena memang tidak
terbiasa menulis. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa harus banyak membaca hasil
penelitian, skripsi atau tesis yang disimpan di perpustakaan. Dengan banyak membaca,
mahasiswa akan mempunyai gambaran tentang format skripsi, teknik penulisan, rancangan
penelitian dan metode yang digunakan, serta teknik analisis data.
Kesulitan dana dapat diatasi dengan mempertimbangkan topik (masalah) yang mudah
dilaksanakan dan yang tidak memerlukan dana terlalu besar, Memang, hal ini pada akhirnya
bisa meninggalkan sisi idealisme mahasiswa. Tak mengapa karena faktor kondisi yang
mendesak. Yang penting, skripsi bisa selesai tepat waktu sehingga masa studi tidak melebihi
batas waktu yang ditentukan.
Mengenai pengaturan waktu, dalam hal ini mahasiswa harus mulai belajar
mendisiplinkan diri dan menyusun jadwal kegiatan penulisan skripsi sesuai alokasi waktu
yang direncanakan. Mahasiswa perlu merencanakan kapan harus melakukan bimbingan,
kapan harus menulis bab, kapan harus mencari dukungan bahan pustaka dan literatur lainnya,
semua perlu dijadwalkan dengan baik. Apabila mahasiswa mampu mengatur waktu maka
irama ketjil penyusunan skripsi akan berjalan dengan baik dan lancar. Kelancaran perlu
diwujudkan agar skripsi dapat diselesaikan tepat waktu (perhatikan Tabel 3.1).
Masalah sulitnya mengembangkan komunikasi dengan pembimbing dapat diatasi
dengan disiplin dan menumbuhkan sikap percaya terhadap pembimbing bahwa ia akan
membantu mahasiswa. Pembimbing membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dan
membantu menyelesaikan masalah penulisan skripsi dengan pendekatan akademis. Demikian
juga, mahasiswa harus dapat memenuhi harapan pembimbing, menunjukkan kepada
pembimbing bahwa mahasiswa bisa bekerja keras, disiplin tinggi, dengan jadwal yang padat
dan teratur.
Hal-hal yang diuraikan tersebut bisa dikerjakan asalkan mahasiswa berdisiplin dan
mempunyai motivasi yang tinggi untuk segera menyelesaikan skripsi. Memang, sesuatu yang
belum dilakukan biasanya bisa menimbulkan keraguan. Hilangkan jauh-jauh keraguan itu.
Sekali lagi, skripsi bukanlah hal yang menakutkan. Mengerjakan skripsi sama mudahnya
dengan membuat makalah. Perbedaannya terletak pada tuntutan aspek akademik dan
keilmuan . dalam pembuatan skripsi yang lebih tinggi dari makalah. Namun demikian,
mahasiswa perlu ingat, bahwa dalam menulis skripsi mahasiswa akan dibimbing oleh dosen
pembimbing. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak perlu ragu dan khawatir. Apalagi saat ini ada
banyak buku pedoman yang sangat setia mendampingi mahasiswa pada saat penulisan skripsi
atau tesis. Buku pedoman penulisan usulan penelitian, skripsi dan tesis ibarat“gadis cantik”
yang selalu siap melayani kapan saja diperlukan sehingga menjadikan penulisan skripsi atau
tesis sesuatu yang sangat menarik untuk dikerjakan (perhatikan Gambar 3.1).
Sebenarnya, semua mahasiswa mampu mengerjakan skripsi, tetapi karena ada
anggapan bahwa skripsi adalah momok, alasan tersebut kerap digunakan untuk berlindung
dan bahkan sebagai apologi bila skripsi tidak bisa diselesaikan tepat pada waktunya. Namun
demikian, tidak sedikit mahasiswa yang menganggap bahwa skripsi adalah tugas biasa yang
harus dikerjakan sebagaimana mata kuliah lainnya dan tidak perlu ragu dalam
menghadapinya. Mahasiswa semacam itu biasanya bekerja dengan tenang, serius, dan
memiliki irama kerja yang konstan dalam menyelesaikan skripsinya.

3.3.2 Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Dalam menghadapi masalah penulisan skripsi, tentunya mahasiswa harus
mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sebelum memprogramkan skripsi tentunya mahasiswa
sudah menempuh mata kuliah yang disyaratkan, seperti Metodologi Penelitian dan Seminar
Usulan Penelitian. Jangan sampai, skripsi yang hanya 4-8 sks menjadi batu sandungan untuk
meraih gelar sarjana atau malah menambah masa studi. Ada beberapa persiapan yang perlu
dilakukan agar skripsi dapat terselesaikan tepat waktu. Perhatikan dengan cermat hal-hal
perikut yang bisa membantu persiapan menulis skripsi.
Meningkatkan keterampilan dan rajin membaca.
a. Membiasakan diri melakukan sesuatu dengan serius adalah hal yang dapat
mendukung kelancaran dalam penulisan skripsi.
b. Berkunjung ke perpustakaan secara rutin dan membaca buku-buku, hasil penelitian,
atau jurnal yang relevan merupakan cara yang baik untuk terus menambah
pengetahuan dan wawasan, sekaligus untuk mengasah ketajaman dalam berpikir
secara kritis dan analitis. Diskusi dengan teman merupakan sarana bertukar pikiran
secara informal yang sangat menguntungkan.
c. Melatih diri untuk memperhatikan masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang
skripsi yang sedang dikerjakan.
d. Meningkatkan keterampilan dan kegiatan menulis karya tulis ilmiah yang biasanya
ditugaskan oleh dosen untuk matakuliah tertentu dalam bentuk penulisan makalah
atau tugas-tugas lainnya.
e. Jika mungkin, dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari mata kuliah
Metodologi Penelitian dan seminar-seminar ilmiah seperti seminar usulan penelitian.
Manfaatkan sebaik-baiknya buku-buku metodologi penelitian yang relevan dengan
bidang ilmu yang ditekuni. Misalnya buku metodologi penelitian sosial ekonomi
sebagai dasar penelitian dan penyusunan skripsi atau tesis untuk bidang ilmu sosial
ekonomi.
f. Penguasaan yang memadai terhadap bahasa Indonesia akan sangat membantu
memperlancar penulisan skripsi.
g. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan ilmiah, baik yang diselenggarakan oleh
mahasiswa maupun oleh jurusan/fakultas.
h. Mahasiswa perlu hadir dalam kegiatan seminar proposal skripsi maupun seminar lain
yang ada di jurusan atau fakultas. Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika mengikuti
seminar.
i. Mahasiswa meyakinkan diri mampu menyusun skripsi dalam waktu satu semester.
Untuk itu, mahasiswa harus siap bekerja dengan terencana dan sistematis dengan
jadwal ketat yang dibuat sendiri.

BAB 4

ATURAN-ATURAN KHUSUS PENULISAN SKRISI DAN TESIS
Bagian ini menjelaskan aturan-aturan khusus penulisan skripsi yamg menyangkut
masalah teknis dan redaksional yang sangat perlu diperhatikan oleh mahasiswa penyusun
skripsi dan tesis. Beberapa hal yyang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

4.1 Kertas dan Huruf
Naskah asli skripsi dan tesis memakai HVS 70 gr dan salinannya boleh berupa
fotokopi. Ukuran kertas adalah kuarto (21cm x 28 cm). Naskah asli boleh diketik dengan
mesin ketik berhuruf pika ( satu inci memuat 10 huruf) dengan pita mesin ketik masih baru
dan tidak dianjurkan menggunakan pita kombinasi (hitam-merah). Selain mesin ketik, naskah
asli skripsi boleh juga diketik dengan komputer (dianjurkan). Pengetikan dengan komputer
hendaknya menggunakan jenis huruf Roman ukuran 10 atau Times New Roman ukuran 13.
4.2 Penomoran Halaman
Semua halaman dalam skripsi diberi nomor. Mulai dari sampul dalam sampai daftar
lampiran, nomor halaman menggunakan angka romawi kecil. Nomor halaman ditulis di
bawah bagian tengah, 3 cm dari bawa. Nomor halaman dimulai dari bab pendahuluan sampai
lampiran terakhir dan menggunakan angka Arab. Pada setiap halaman, nomor halaman
diletakkan di kanan atas dengan jarak 3 cm dari kanan maupun dari atas kertas. Nomor
halaman hanya diletakkan di bagian bawah tengah untuk menandakan bahwa halaman
tersebut merupakan bab baru (3 cm dari bawah).

4.3 Spasi
Naskah skripsi dan tesis dietik 1,5 spasi, kecuali hal-hal yang khusus pada satu muka
halaman, dengan batas-batas: 4 cm dari pinggir kiri, 3cm dari pinggir kanan, 3cm dari batas
atas dan dari batas bawah. Huruf pinggir kanan diusahakan lurus.

4.4 Alinea
Setiap alinea dalam naskah skripsi dan tesis harus membawa satu pokok pikiran.
Awal satu alinea, dimulai sembilan ketukan ke dalam dari marjin kiri. Alinea diketik tiga
spasi bawah judul (bab, subbab maupun subsubbab). Kata yang mengikuti tanda baca koma
“,” diketik satu ketu sesudahnya. Kata yang mengikuti tanda titik “.”, tanda baca titik ganda
“:” dan tanda baca titik koma “;” diketik dua ketuk sesudahnya.

4.5 Catatan Kaki
Catatan kaki (footnote) dipakai untuk memberikan keterangan yang dikemukakan
pada teks dan tabel. Catatan kaki dapat dipakaiuntuk menunjukkan sumber pustaka yang
tidak dipublikasikan secara resmi misalnya hasil wawancara dengan seseorang, keterangan
pada saat observasi dan sebagainya.
Semua catatan kaki diberi nomor sesuai urutan nomor kutipan. Misalnya, pada halam
dua terdapat lima kutipan maka nomor catatan kaki dibuat berurutan dari nomor satu sampai
lima. Pada halaman tiga terdapat dua kutipan maka nomor catatan kaki adalah nomor enam
dan nomor tujuh begitu seterusnya.

4.6 Bilangan dan Satuan
Penggunaan bilangan atau lambang pada awal kalimat hendaknya dihindari.
Seandainya dimulai dengan suatu bilangan atau lambang maka angka atau bilangan tersebut
harus dieja (contoh: bilangan lima, persen, sentimeter, kilogram, derajat selsius dan
sebagainya. Persen biasanya tidak ditulis dengan lambang (%), melainkan dieja (persen).
Persen yang mengikuti suatu bilangan ditulis dengan lambang dan persen yang tidak
didahului oleh bilangan harus dieja.
Contoh : Harga dasar gabah dinaikkan 15%
Pemerintah menaikkan harga BBM sebesar lima persen
4.7 Nama Latin, Kata Bahasa Asing dan Daerah
Istilah latin, asing dan daerah dicetak miring (jika naskah skripsi diketik dengan
komputer) atau diberi garis bawah jika diketik dengan mesin ketik. Contohnya, nama ilmiah
buah manggis adalah carcinia mangostana, teknik sampling secara random atas dasar strata
yang proporsional (proportional strafied random sampling) dan sebagainya.

4.8 Tanda Baca
Tanda baca titik, selain dipakai untuk mengakhiri suatu kalimat juga dipergunakan di
belakang singkatan tertentu, seperti Drs. Moh. Hatta, Ir. Soekarno. Singkatan terdiri atas
huruf kapital, ditulis tanpa tanda titik di belakangnya seperti UGM, UNUD, DNA, WHO,
ILO, UI, IPB, UNHAS dan sebagainya. Tanda bca titik dua dipakai untuk mengutip kutipan
yang panjang yang menyebut beberapa hal dalam suatu rangkaian. Tanda titik koma dipakai
untuk memisahkan kalimat yang kompleks. Tanda baca koma dipakai di antara unsur-unsur
dalam suatu perincian atau pembilangan
Contoh : Saya membeli kertas, pena dan tinta.

4.9 Penulisan Judul Bab
Judul bab ditempatkan ditengah-tengah bagian atas halaman baru dalam huruf kapital
tanpa diakhiri tanda baca titi. Di depan judul bab dicantumkan angka romawi besar yang
menyatakan nomor bab tersebut. Judul bab dipisahkan tiga spasi dari kalimat pertama teks
berikutnya.
Halaman judul bab, diberi nomor halaman sesuai nomor urut halaman dan diletakkan
di tengah-tengah halaman bagian bawah. Jika memerlukan subbab maka cara yang dapat
diikiuti adalah dengan mencantumkan nomor bab diikuti oleh nomor urut subbab dan
selanjutnya judul subbab bersangkutan. Dalam hal ini, nomor bab dan subbab memakai angka
Arab. Hal ini juga berlaku jika terdapat subsubbab.

4.10 Cara Penulisan Sumber Pustaka dalam Teks
Cara penulisan sumber pustaka di dalam teks dengan sistem nama-tahun harus sesuai
dengan cara penulisan di dalam daftar pustaka. Sistem nama-tahun dimulai dengan
menuliskan nama penulis yang didikuti oleh tahun terbit pustaka yang bersangkutan. Jika
nama pengarang terdiri dari satu kata maka yang ditulis adalah suku kata terakhir. Misalnya
nama pengarang, Handi Hakim Nasution, makayang ditulis adalah Nasution tanpa nama
depan dan nama tengah. Penempatan nama penulis beserta tahun terbitnya, bisa di awal,
tengah dan akhir suatu kalimat. Nomor halaman kutipan yang berurutan dalam teks
diletakkan setelah tahun terbit yang dipisahkan dengan tanda baca titik dua.
Berikut adalah contoh penulisan sumber pustaka dalam teks:
Menurut Soemanto (1993 : 6) skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis melalui
kegiatanb perencanaan, pelaksanaan dan hasil penelitian ilmiah oleh mahasiswa jenjang
program sarjana muda atau sarjana. Skripsi dapat merupakan tugas akhir bagi mahasiswa
untuk mencapai gelar kesarjanaanya.

4.11 Tabel
Suatu tabel terdiri atas nomor tabel, judul tabel, badan tabel dan keterangan tabel.
Tabel ditempatkan didalam teks tiga spasi di bawah dan diatas teks. Nomor tabel yang
diperlukan dalam teks ditulis dengan nomor Arab.
Judul tabel dimulai sembilan ketukan dari marjin kiri dan tidak diakhiri dengan tanda
titik. Huruf pertama dalam setiap kata dalam judul tabel diketik dalam huruf kapital, kecuali
kata penghubung dan kata depan. Jika judul tabel lebih dari satu baris, kata pertama dari baris
kedua harus diketik persis dibawah huruf pertama dari kata permulaan judul dan diketik satu
spasi.

4.12 Gambar
Gambar meliputi bagan, grafik, peta dan foto. Suatu gambar harus dicantumkan sesuai
nomor dan judul gambar. Gambar diletakkan tiga spasi dibawah dan di atas teks. Judul
gambar yang didahului oleh nomor gambar dimulai sama dengan alinea baru, diletakkan
simetris dua spasi sebelah bawah tanpa diakhiri oleh tanda baca titik. Syarat untuk menulis
judul gambar sama dengan judul tabel. Bila judul gambar lebih dari satu baris maka judul
selebihnya diketik satu spasi di bawah baris pertama dan dimulai tepat di bawah huruf
pertama dari kata permulaan judul.