You are on page 1of 13

Jelaskan secara rinci mengenai Meloxicam?

Farmakologi

Meloxicam merupakan golongan Anti Inflamasi Non steroid (NSAID) derivat asam enolat
yang bekerja dengan cara menghambat biosintesis prostaglandin yang merupakan
mediator inflamasi melalui penghambat cyclooxygenase 2 (COX-2), sehingga terjadinya
proses inflamasi dapat dihambat tanpa terjadi efek samping terhadap ginjal dan gastro
intestinal yang merupakan ciri khas pada penggunaan obat-obat Anti Inflamasi Non
Steroid selama ini.

Kandungan

MELOXICAM 7,5 mg
Tiap tablet mengandung:
Meloxicam 7,5 mg

MELOXICAM 15 mg
Tiap tablet mengandung:
Meloxicam 15 mg

Indikasi

Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis.

Kontra Indikasi

1. Pasien yang hipersensitif terhadap Meloxicam, Aspirin atau obat-obat Anti inflamasi
Non Steroid lainnya.
2. Penderita dengan penyakit ginjal berat.
3. Wanita hamil dan menyusui.
4. Anak-anak.
5. Tukak lambung aktif selama 6 bulan terakhir atau memiliki riwayat penyakit tukak
lambung yang berulang.
6. Gagal ginjal non-dialisis berat.
7. Perdarahan gangguan saluran pencernaan, perdarahan cerebrosvaskular atau
perdarahan penyakit lainnya.
Dosis
Pada osteoarthritis: 7,5 mg satu kali sehari, jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan
hingga 15 mg satu kali sehari.

Pada rheumatoid arthritis: 15 mg satu kali sehari, dapat dikurangi sampai 7,5 mg/hari
tergantung respon klinis.

Untuk pasien dengan resiko tinggi diberikan dosis awal 7,5 mg satu kali sehari.

Untuk pasien penderita gagal ginjal dosis tidak lebih dari 7,5 mg satu kali sehari.
Peringatan dan Perhatian

Iritasi saluran cerna, tukak lambung, pendarahan dan perforasi dapat terjadi pada
penggunaan obat-obat NSAID.

Hati-hati jika diberikan kepada pasien dengan riwayat penyakit gastrointestinal


(pendarahan dan tukak), penurunan fungsi ginjal, kegagalan fungsi hati, penyakit hepatik,
dehidrasi, hipertensi ataupun asma.

Hati-hati jika diberikan pada orang tua.

Hati-hati jika digunakan bersamaan dengan antikoagulan.

Keamanan penggunaan pada anak belum diketahui dengan pasti.

Keamanan penggunaan untuk ibu menyusui belum diketahui dengan pasti maka
tergantung dari pentingnya pengobatan bagi si ibu disarankan untuk menghntikan
penggunaan obat atau berhenti menyusui.

Penderita sebaiknya diberitahu tentang tanda-tanda atau gejala-gejala toksisitas gangguan


pencernaan yang serius dan langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi.

Pengobatan harus dihentikan pada kasus tukak lambung atau perdarahan gangguan saluran
pencernaan.

Efek samping

Gangguan pencernaan: sakit perut, konstipasi, diare, dispepsia, flatulence, mual dan
muntah.

Seluruh tubuh: edema, pain.

Sistem saraf pusat dan periferal: pusing, sakit kepala.

Hematologi: anemia.

Musculo-skeletal: artralgia, back pain.

Psikiatri: insomnia.

Sistem pernafasan: batuk, sistem pernafasan bagian atas, infeksi saluran pernafasan.

Kulit: pruritus, rash.

Saluran kemih: micturition frequency, infeksi saluran kemih.


Interaksi Obat

Risiko pendarahan dapat meningkat jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan


(walfarin, heparin), anti platelet (ticlopidine, clopidogrel, aspirin, abciximab,
dipyridamole, eptifibatide, tirofiban).

NSAID dapat menurunkan efek antihipertensi dari ACE Inhibitor, hidralazine dan
thiazide.

Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid dapat meningkatkan risiko tukak lambung.

Aspirin meningkatkan konsentrasi meloxicam dalam serum.

Cholestyramine (kemungkinan juga colestipol) meningkatkan meloxicam clearance.


NSAID dapat meningkatkan nefrotoksisitas cylosporine.

NSAID dapat meningkatkan kadar litium.

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung


Bagaimana efek penggunaan Meloxicam dan HCT secara bersamaan?

Meloxicam sebagai obat golongan NSAID akan menurunkan efek kerja dari HCT sebagai
obat golongan thiazid.

Mengapa dokter merekomendasikan obat Meloxicam dan HCT dengan dosis serta waktu
yang ditentukan?

Karena, dosis aman pemberian Meloxicam bagi penderita gout athritis adalah 7,5-15 mg/hari.
Dosis aman pemberian HCT adalah sekali sehari dengan dosis yang sesuai. Pemberian
meloxicam pada pagi hari bertujuan untuk meringankan rasa nyeri pada sendi, dikarenakan
ketika pagi hari, gout arthritis sudah memberikan sensasi nyeri yang kuat. Pemberian HCT
pada pagi hari bertujuan untuk mengeluarkan urin yang telah ditampung saat malam hari
ketika tidur.

Penyebabdanpatofisiologi Gout Arthritis?

Penyebab

- Secara alami, asam urat berada dalam darah sebagai hasil samping pemecahan sel, karena
tubuh memecah dan membentuk sel baru secara kontinyu.

- Faktor luar, terutama asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh Makanan berupa
karbohidrat, protein dan selulosa masuk ke dalam tubu dan akan melalui proses kimiawi
untuk menghasilkan energi. Jika sumber energi tersebut terlalu banyak mengandung purin,
asam urat akan menumpuk.

- Hilangnya aktivitas enzim urokinase. Enzim ini berfungsi utuk mengoksidasi asam urat
menjadi allotonin, yakni bentuk senyawa yang lebih mudah larut. Jika kadar asam urat sudah
terlalu tinggi, enzim urokinase tidak akan mampu lagi bekerja.

- Akibat sekunder dari berbagai penyakit. Misalnya, gangguan pada penyimpanan glikogen
dan peningkatan metabolit laktat atau trigliserida yang terjadi karena tidak aktifnya enzim
penurun atau urokinase. Kelebihan senyawa metabolit tersebut akan berkompetisi dengan
asam urat untuk diekskresikan oleh ginjal melalui urine.

Patofisiologi

Pembentukan asam urat dimulai dari metabolisme DNA dan RNA menjadi Adenosine dan
Guanosine. Proses ini berlangsung secara terus menerus dalam tubuh. Sebagian besar sel
tubuh selalu diproduksi dan digantikan, terutama dalam darah. Adenosine yang terbentuk
kemudian dimetabolisme menjadi hipoxantin. Hipoxantin kemudian dimetabolisme menjadi
xantin. Sedangkan guanosin langsung dimetabolisme menjadi xantin.
Kemudian xantin dari hasil metabolisme hipoxantin dan guanosin dimetabolisme dengan
bantuan enzim xantin oksidase menjadi asam urat. Keberadaan enzim xantin oksidase
menjadi sangat penting dalam metabolisme purin, karena mengubah hipoxantin menjadi
xantin, dan kemudian xantin menjadi asam urat.

Selain enzim xantin oksidase, pada metabolisme purin terlibat juga enzim Hypoxanthine-
Gaunine Phosporibosyl Transferase yang biasa disebut HGPRT. Enzim ini berperan dalam
mengubah purin menjadi nukleotida purin agar dapat digunakan kembali sebagai penyusun
DNA dan RNA. Jika enzim ini mengalami defisiensi, maka peran enzim menjadi berkurang.
Akibatnya purin dalam tubuh dapat meningkat. Purin yang tidak dimetabolisme oleh enzim
HGPRT akan dimetabolisme oleh xantin oksidase menjadi asam urat.

Pada akhirnya, kandungan asam urat dalam tubuh meningkat atau tubuh dalam kondisi
hiperurisemia. Pada intinya, enzim xantin oksidase berfungsi membuang kelebihan purin
dalam bentuk asam urat. Sekitar 2/3 asam urat yang sudah terbentuk di dalam tubuh secara
alami akan dikeluarkan bersama urin melalui ginjal.

Asam urat ini merupakan suatu zat yang kelarutannya sangat rendah sehingga cenderung
membentuk kristal. Gout sering terjadi pada bagian sendi di pangkal ibu jari kaki dan
menyebabkan suatu keadaan yang disebut podagra; tetapi penyakit ini juga sering menyerang
pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan sikut. Kristal dapat terbentuk di sendi-sendi
perifer tersebut karena persendian tersebut lebih dingin daripada persendian di pusat tubuh
dan urat cenderung membeku pada suhu dingin. Kristal juga terbentuk di telinga dan jaringan
yang relatif dingin lainnya. Sebaliknya, gout jarang terjadi pada tulang belakang, tulang
panggul ataupun bahu.
Bagaimana penatalaksanaan Gout Arthritis?

Penatalaksanaan artritis gout:


• Meredakan radang sendi (dengan obat-obatan dan istirahat sendi yang terkena).
• Pengaturan asam urat tubuh (dengan pengaturan diet dan obat-obatan).

Tujuan utama pengobatan artritis gout adalah:

• Mengobati serangan akut secara baik dan benar


• Mencegah serangan ulangan artritis gout akut
• Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat
• Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal
dan pembuluh darah.
• Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.

Makin cepat seseorang mendapat pengobatan sejak serangan akut, makin cepat pula
penyembuhannya.
Pengobatan dapat diberikan obat anti inflamasi nonsteroid (antirematik) dan obat penurun
kadar asam urat (obat yang mempercepat/meningkatkan pengeluaran asam urat lewat kemih
(probenecid) atau obat yang menurunkan produksi asam urat (allopurinol).

Pengaturan diet

Selain jeroan, makanan kaya protein dan lemak merupakan sumber purin. Padahal walau
tinggi kolesterol dan purin, makanan tersebut sangat berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-
anak pada usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D, bahan pembentuk
otak, jaringan saraf, hormon steroid, garam-garaman empendu dan membran sel.Orang yang
kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Sedangkan bagi yang telah menderita
gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk
keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin.

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi.
Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:

 Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram


makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang,
sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan
dalam kaleng.
 Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan)
adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-
kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun
pepaya, kangkung.
 Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram
makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.

Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan
tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi
bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk
banyak minum air putih. Olah raga ringan masih diperbolehkan bagi penderita asam urat. Hal
ini bertujuan agar sendi yang terkena asam urat tidak menjadi kaku.

Beberapa hal berikut dianjurkan untuk mengurangi asam urat:

 Perbanyak minum air putih– terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal– untuk
mengeluarkan kristal asam urat di tubuh.
 Makan makanan yang mengandung potasium tinggi seperti:
1. Sayuran dan buah-buahan
2. Kentang
3. Alpukat
4. Susu dan yogurt
5. Pisang
 Makan buah-buahan kaya vitamin C, terutama jeruk dan strawberry
Gout Arthritis (obat, alopurin, xantin oxidase)

Gout Arthritis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penumpukan asam urat
pada sendi-sendi tubuh manusia. Asam-asam urat yang menumpuk ini, lama-lama akan
mengkristal dan akan menyebabkan peradangan pada sendi tempat melekatnya kristal ini.
Ada beberapa penyebab umum gout arthritis, seperti:

1. Asam urat berada dalam darah sebagai hasil samping pemecahan sel, karena
tubuh memecah dan membentuk sel baru secara kontinyu.
2. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung purin seperti, daging, jeroan,
seafood, dan lainnya.
3. Hilangnya aktivitas enzim urokinase. Enzim ini berfungsi utuk mengoksidasi
asam urat menjadi allotonin, yakni bentuk senyawa yang lebih mudah larut. Jika
kadar asam urat sudah terlalu tinggi, enzim urokinase tidak akan mampu lagi
bekerja.
4. Adanya gangguan pada penyimpanan glikogen dan peningkatan metabolit laktat
atau trigliserida yang terjadi karena tidak aktifnya enzim penurun atau urokinase.
Kelebihan senyawa metabolit tersebut akan berkompetisi dengan asam urat untuk
diekskresikan oleh ginjal melalui urine.

Gout terjadi makin sering pada laki-laki dibanding perempuan, pada usia lebih tua,
pada kadar asam urat lebih tinggi dan ada kaitannya dengan hipertensi. Gout merupakan
penyakit dominan pada pria dewasa. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan
dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause. Ini
karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat
lewat urine. Sementara pada pria, asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan
karena tidak memiliki hormon estrogen tersbut. Jadi selama seorang perempuan mempunyai
hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak
mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah perempuan terkena asam urat.
Pembentukan asam urat dimulai dari metabolisme DNA dan RNA (purinnya)
menjadi Adenosine dan Guanosine. Proses ini berlangsung secara terus menerus dalam tubuh.
Sebagian besar sel tubuh selalu diproduksi dan digantikan, terutama dalam darah. Adenosine
yang terbentuk kemudian dimetabolisme menjadi hipoxantin. Hipoxantin kemudian
dimetabolisme menjadi xantin. Sedangkan guanosin langsung dimetabolisme menjadi xantin.
Kemudian xantin dari hasil metabolisme hipoxantin dan guanosin dimetabolisme
dengan bantuan enzim xantin oksidase menjadi asam urat. Keberadaan enzim xantin oksidase
menjadi sangat penting dalam metabolisme purin, karena mengubah hipoxantin menjadi
xantin, dan kemudian xantin menjadi asam urat.

Selain enzim xantin oksidase, pada metabolisme purin terlibat juga enzim
Hypoxanthine-Gaunine Phosporibosyl Transferase yang biasa disebut HGPRT. Enzim ini
berperan dalam mengubah purin menjadi nukleotida purin agar dapat digunakan kembali
sebagai penyusun DNA dan RNA. Jika enzim ini mengalami defisiensi, maka peran enzim
menjadi berkurang. Akibatnya purin dalam tubuh dapat meningkat. Purin yang tidak
dimetabolisme oleh enzim HGPRT akan dimetabolisme oleh xantin oksidase menjadi asam
urat.
Pada akhirnya, kandungan asam urat dalam tubuh meningkat atau tubuh dalam
kondisi hiperurisemia. Pada intinya, enzim xantin oksidase berfungsi membuang kelebihan
purin dalam bentuk asam urat. Sekitar 2/3 asam urat yang sudah terbentuk di dalam tubuh
secara alami akan dikeluarkan bersama urin melalui ginjal.
Asam urat ini merupakan suatu zat yang kelarutannya sangat rendah sehingga
cenderung membentuk kristal. Gout sering terjadi pada bagian sendi di pangkal ibu jari kaki
dan menyebabkan suatu keadaan yang disebut podagra; tetapi penyakit ini juga sering
menyerang pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan sikut. Kristal dapat terbentuk di
sendi-sendi perifer tersebut karena persendian tersebut lebih dingin daripada persendian di
pusat tubuh dan urat cenderung membeku pada suhu dingin. Kristal juga terbentuk di telinga
dan jaringan yang relatif dingin lainnya. Sebaliknya, gout jarang terjadi pada tulang belakang,
tulang panggul ataupun bahu.
Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal
pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas
normal disebut hiperurisemia. Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu
serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl,
dan makin lama makin tinggi. Jika demikian, kemungkinannya untuk menjadi penyakit gout
itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi akan menjadi penyakit gout.
Penatalaksanaan gout dapat dilakukan dengan meredakan radang pada sendi (dengan
obat-obatan atau terapi) dan pengaturan diet (pola makan rendah asam urat). Tujuan
pengobatan adalah untuk mengobati serangan akut secara benar, mencegah serangan balik,
mencegah kelainan sendi akibat penumpukan kristal urat, dan mencegah komplikasi. Obat
yang dapat diberikan seperti:
1. Meloxicam
Meloxicam merupakan golongan Anti Inflamasi Non steroid (NSAID)
derivat asam enolat yang bekerja dengan cara menghambat biosintesis
prostaglandin yang merupakan mediator inflamasi melalui penghambat
cyclooxygenase 2 (COX-2), sehingga terjadinya proses inflamasi dapat dihambat
tanpa terjadi efek samping terhadap ginjal dan gastro intestinal yang merupakan
ciri khas pada penggunaan obat-obat Anti Inflamasi Non Steroid selama ini.
Dosis yang diberikan kepada penderita gout arthritis adalah 15 mg/hari
dan dosisnya dapat diturunkan menjadi 7,5 mg/hari ketika nyeri radang telah
berkurang. Meloxicam 15 mg mengandung 100% meloxicam. Meloxicam
berfungsi dalam mengatasi osteoarthritis dan reumatoid arthritis.
Obat ini tidak dapat diberikan kepada pasien dengan iritasi saluran cerna,
penurunan fungsi ginjal, fungsi hati, hipertensi, ataupun asma. Meloxicam harus
diberikan secara hati-hati kepada manula dan anak-anak. Pemberian meloxicam
dan obat antikoagulan harus diberikan dengan hati-hati karena meloxicam akan
meningkatkan resiko pendarahan. Pengobatan harus dihentikan pada kasus tukak
lambung atau pendarahan gastrointestinal. NSAID akan menurunkan efek obat
antihipertensi (thiazid).
Efek samping meloxicam dapat menyebabkan gangguan pencernaan,
edema, pusing, sakit kepala, anemia, insomnia, ISPA, dan lainnya.
2. Allopurinol
Alopurinol adalah obat penyakit priai (gout) yang dapat menurunkan
kadar asam urat dalam darah. Alopurinol bekerja dengan menghambat xantin
oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin,
selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat. Dalam tubuh Alopurinol
mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang juga bekerja
sebagai penghambat enzim xantin oksidase. Mekanisme kerja senyawa ini
berdasarkan katabolisme purin dan mengurangi prosuksi asam urat, tanpa
mengganggu biosintesa purin.
Pada orang dewasa, dosis awal alopurinol adalah 100 mg/hari dan dapat
ditingkatkan setiap minggu sebesar 100 mg hingga dosis optimal (800 mg/hari).
Untuk anak 6-10 tahun yang terkena kanker, dosis diberikan 300 mg/hari. Anak
dibawah 6 tahun diberikan 150 mg/hari. Dalam 1 tablet alopurinol, terdapat 100
mg alopurinol. Alopurinol diberikan kepada pasien gout dan hiperurisemia.
Dosis diberikan tergantung kadar asam urat individu agar pemberian obat efektif.
Obat sebaiknya diminum setelah makan.
Pemberian obat ini harus diwaspadai pada penderita hipersensitif, ibu
hamil, gagal ginjal, hiperurisemia asimptometik. Alopurinol dihentikan
pemberiannya juka kulit timbul kemerahan dan demam. Penggunaan jangka
panjang dapat menyebabkan katarak. Alopurinol dapat meningkatkan frekuensi
serangan arthritis gout, sehingga sebaiknya obat antiinflamasi diberikan bersama
pada awal terapi. Pemberian alopurinol dengan obat golongan thiazid dapat
meningkatkan efek hipersensitifitas. Efek sampping yang terjadi berupa
hipersensitifitas, demam, gagal hati dan ginjal, mual, muntah, diare, sakit kepala,
dan lainnya.
Selain dengan pemberian obat-obatan, penderita gout arthritis juga wajib menjaga
pola makan. Makanan kaya lemak dan protein merupakan sumber purin. Walaupun kadar
kolesterol dan purinnya tinggi, makanan tersebut berguna bagi tubuh, apalagi bagi anak-anak
pada usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D, bahan pembentuk otak,
jaringan saraf, hormon steroid, garam-garaman empendu dan membran sel. Orang yang
kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Sedangkan bagi yang telah menderita
gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk
keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin.
Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin
tinggi, karena konsumsi purin yang baik hanya berkisar 600-1000 mg/hari. Penggolongan
makanan berdasarkan kandungan purin:
 Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100
gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan,
udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi
(tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
 Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100
gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi,
kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus,
buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
 Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100
gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.
Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl
dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk
mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta
disarankan untuk banyak minum air putih. Olah raga ringan masih diperbolehkan bagi
penderita asam urat. Hal ini bertujuan agar sendi yang terkena asam urat tidak menjadi kaku.
Berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk mengurangi asam urat:

1. Perbanyak minum air putih. Bertujuan untuk membantu mengeluarkan kristal


asam urat dari tubuh.
2. Makan makanan yang tinggi potassium seperti, sayur dan buah, kentang, alpukat,
susu, yoghurt, pisang, dan lainnya.
3. Makan buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti, jeruk, stroberi,
mangga, dan buah berasa asam lainnya.
Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Meloxicam. http://www.dechacare.com/Meloxicam-P599.html. Diakses pada


21 Mei 2013.
Anonim. 2013. Allopurinol. http://www.dechacare.com/Meloxicam-P630.html. Diakses pada
21 Mei 2013.
Anonim. 2007. Pantangan dan Anjuran bagi Penderita Asam Urat.
http://majalahkesehatan.com/pantangan-dan-anjuran-bagi-penderita-asam-urat/.
Diakses 21 Mei 2013.
Anonim. 2012. Seputar Asam Urat – Penyebab dan Pencegahannya.
http://doktersehat.com/informasi-asam-urat-penyebab-pencegah/. Diakses pada 21
Mei 2013.
Anonim. 2012. Penyebab Asam Urat. http://penyebabasamurat.com/. Diakses pada 21 Mei
2013.
Andraviz. 2013. Metabolisme Purin menjadi Asam Urat. http://ardra.biz/kesehatan/asam-
urat/pembentukan-asam-urat. Diakses pada 21 Mei 2013.