You are on page 1of 16

 L A P O R A N P E N D A H U L U A N 

Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

BAB – II
LANDASAN KEBIJAKAN DAN TEORI

2.1. KEBIJAKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN
PASURUAN TAHUN 2009-2029

Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Pasuruan terdir dari
kebijakan dan strategi penetapan struktur ruang wilayah Kabupaten Pasuruan,
kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang wilayah Kabupaten Pasuruan,
serta kebijakan dan strategi penetapan kawasan strategis wilayah Kabupaten
Pasuruan.

2.2.1. Kebijakan dan Strategi Penetapan Struktur Ruang Wilayah Kabupaten
Pasuruan

A. Kebijakan Pengembangan Struktur Ruang, memuat:
1) Pengembangan pusat-pusat pelayanan guna mendorong pertumbuhan
wilayah dan pusat-pusat permukiman disertai pemerataan secara seimbang,
guna menggerakkan perkembangan industri, pertanian (dalam arti luas) dan
pariwisata secara selaras dan berkelanjutan; serta
2) Penyediaan sarana-prasarana wilayah untuk lebih mendorong investasi
produktif sesuai kebutuhan masyarakat melalui pengembangan dan
penyediaaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pasuruan 2009-2029
antara lain prasarana transportasi, telekomunikasi, energi, sumber daya air,
dan prasarana lingkungan.

B. Strategi Pengembangan Pusat Pelayanan, memuat:
1) Mendorong pertumbuhan wilayah perdesaan yang lebih mandiri;
2) Meningkatkan aksesbilitas antar perdesaan dan perkotaan;
3) Mengembangkan fungsi kawasan industri dan kawasan peruntukan industri
non kawasan industri, serta perkotan utama sebagai pendukung
perkembangan Kawasan Perkotaan Gerbangkertosusila (GKS);

II - 1

kolektor dan lokal dalam mendukung terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan wilayah baru maupun pengembangan pusat-pusat pelayanan wilayah yang telah ada. ekowisata. serta pengembangan jalan arteri. agropolitan.2 . Pengembangan jaringan jalur kereta api umum untuk transporatsi massal perkotaan baik barang maupun orang/penumpang sebagai bagian hinterlan wilayah Perkotaan GKS maupun meningkatkan secara optimal akssessibilitas antar kota di dalam Wilayah Kabupaten Pasuruan maupun antar kota di luar wilayah Kabupaten Pasuruan untuk mendukung pengembangan pusat-pusat pelayanan guna mendorong pertumbuhan wilayah dan pusat-pusat permukiman disertai pemerataan secara seimbang. pertanian dan pariwisata secara selaras dan berkelanjutan. serta 8) Mengembangkan kawasan agrowisata. 2. memuat: 1. 5) Mengembangkan kota mandiri berbasis pendidikan yakni Airlangga City. Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dengan penyediaan tower BTS (Base Transceiver Station) bersama yang dapat menjangkau ke seluruh pelosok wilayah secara proporsional dan terkendali diantaranya II . C. dan minapolitan sebagai andalan pengembangan kawasan perdesaan di Wilayah Kabupaten Pasuruan. 6) Mengintegrasikan pusat pengembangan baru dan lama sebagai satu sistem perkotaan. Mengembangkan sistem jaringan transportasi darat melalui: pengembangan sistem jaringan transportasi darat jalan tol. sebagai pusat pelayanan sosial baru dengan fungsi utama pendidikan dan konservasi lahan dan air. yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan peluang investasi serta meningkatkan peran kabupaten Pasuruan dalam lingkup regional-nasional bahkan internasional. Strategi Pengembangan Prasarana Wilayah. khususnya sekitar pintu jalan tol dan pusat industri. guna menggerakkan perkembangan industri.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 4) Meningkatkan peran perkotaan sebagai pusat pertumbuhan wilayah sesuai hierarki masing-masing. 7) Membangun. mengembangkan dan mengintegrasikan jalur kawasan tujuan pariwisata dan daya tarik wisata secara optimal dan sinergi dengan perkembangan wilayah.

2. kawasan taman hutan raya. sehingga pengembangan sumber-sumber utama energi termasuk gas dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan peningkatan investasi di Wilayah Kabupaten Pasuruan. air bersih. serta melakukan upaya reduce. serta untuk keperluan industrialisasi. secara terkendali.3 . Pemantapan fungsi kawasan lindung yang mencakup kawasan hutan lindung. Mengembangkan sistem jaringan energi dengan penyediaan prasarana/jaringan utama listrik/energi termasuk gas pada kawasan yang belum mendapat layanan listrik/energi (gas). fungsi dan prioritas pemanfaatan untuk pertanian. serta dengan memprioritaskan secara ketat upaya pengendalian pada daerah-daerah resapan air/catchment area. 2. air minum. kawasan yang memberikan perlindungan pada kawasan bawahannya. Mengembangkan secara bijaksana sumberdaya air yang ada dengan mengoptimalisasi fungsi dan pelayanan prasarana. kawasan rawan bencana alam dan kawasan lindung lainnya dengan menetapkan fungsi utamanya adalah II .  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan melalui informasi berbasis teknologi internet. reuse dan recycle terhadap timbulam sampah dan limbah secara terpadu. ekonomi dan pertahanan-keamanan). kawasan perlindungan setempat. modem serta jaringan telepon seluler lainnya. serta sumber air yang ada. Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasuruan A. serta 5. Mengembangkan prasarana lingkungan dengan pengembangan sistem persampahan untuk skala lokal dengan mereduksi sumber timbunan sampah sejak awal guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 4.2. peningkatan kualitas lingkungan melalui pengolahan limbah secara setempat bagi penghasil limbah. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. sarana. wilayah yang terisolasi dan atau rawan (secara sosial. memuat: 1. 3. proporsional dan berkelanjutan sesuai dengan kapasitas. Kebijakan Pengembangan Pola Ruang wilayah Kabupaten Pasuruan terdiri atas pemantapan kawasan lindung dan pengembangan kawasan budidaya. kawasan cagar alam dan pelestarian alam.

Mengembangkan kawasan perlindungan setempat dengan pembatasan kegiatan yang tidak berkaitan dengan fungsi ini guna perlindungan perairan.4 . kawasan perkebunan. kawasan permukiman. 3. kawasan pertambangan. B. Mengembangkan kawasan yang memberikan perlindungan pada kawasan bawahannya sebagai hutan lindung dan kawasan resapan air dengannya dengan menjaga fungsi perlindungan pada kawasan tersebut dengan tidak mengijinkan untuk peruntukan budidaya. hankam dsb. objek penelitian. dalam mendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. memuat: 1. kawasan pertanian. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pasuruan 2009-2029 II-7 yang dapat merusak kawasan lindung ini. serta 2. sedangkan pada kawasan yang telah mengalami perubahan maka dilakukan pengembalian fungsi perlindungan baik sebagai hutan lindung maupun sebagai kawasan resapan air. Pengembangan kawasan budidaya melalui optimasi fungsi kawasan pada kawasan hutan produksi. kawasan peruntukan industri. kawasan peternakan. kegiatan pecinta alam yang pelaksanaan dan pengelolaannya secara bersama. Strategi Pengembangan Kawasan Lindung. II . sedangkan fungsi tambahan yang tidak mengganggu fungsi ini tetap diijinkan sejauh tidak mengganggu fungsi perlindungan setempat seperti pengembangan wisata ekologi di pesisir dan tepi sungai. kawasan perdagangan. 2. kawasan tujuan pariwisata dan daya tarik wisata. fungsi transportasi.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan fungsi lindung dan tidak boleh dialihfungsikan untuk kegiatan budidaya. kawasan perikanan. Mengembangkan kawasan cagar alam dan pelestarian alam ini hanya diperuntukkan bagi kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kawasan diantaranya memelihara habitat dan ekosistem khusus yang ada dan sifatnya setempat yang nantinya dapat meningkatkan nilai dan fungsi kawasan dengan menjadikannya sebagai tempat wisata.

tebang pilih dan pengelolaan bersama masyarakat. Mengembangkan kawasan hutan produksi dengan tetap mempertahankan fungsi kawasan sebagai hutan. 5. serta 6. tsunami. Mengembangkan kawasan rawan bencana alam dengan menghindari kawasan yang rawan terhadap bencana alam gunung api. Mengembangkan kawasan lindung lainnya meliputi kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengungsian satwa dimana ekosistemnya harus dipelihara guna menjaga keberlanjutan kehidupan satwa dalam skala lokal. Strategi Pengembangan Kawasan Budidaya. menjadikan kawasan sebagai obyek wisata dan penelitian saat terjadi pengungsian satwa. pengembangan sentra produksi dan agropolitan. pada kondisi khusus dimana akan dilakukan alih fungsi maka harus dilakukan pengganti lahan setidaknya tanaman tegakan tinggi tahunan yang berfungsi untuk menggantikan fungsi hutan sesuai Peraturan perundangan yang berlaku tanpa mengorbankan fungsi konservasi tanah dan air dari keberadaan hutannya. 3.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 4. 2. memuat: 1. gempa bumi.5 . bencana geologi. banjir. longsor dan bencana alam lainnya sebagai kawasan terbangun selanjutnya pada kawasan rawan bencana tersebut di antisipasi dengan bangunan tahan gempa serta peringatan dini dari kemungkinan adanya bencana alam. pengembangan spesialisasi komoditas pada setiap wilayah. Mengembangkan kawasan perkebunan dilaksanakan melalui peningkatan produktivitas dan pengolahan hasil perkebunan dengan teknologi tepat guna guna mendorong kualitas produk perluasan pemasaran dan II . serta pelarangan alih fungsi pada lahan pertanian pangan berkelanjutan. Mengembangkan kawasan taman hutan raya dengan memanfaatkan kawasan taman hutan raya dan wisata alam sebagai kegiatan pariwisata. pengembangan intensifikasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Mengembangkan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan dengan pengamanan kawasan dan/atau benda cagar budaya dan sejarah dengan melindungi tempat serta ruang di sekitar bangunan bernilai sejarah atau situs purbakala juga pemberian insentif bagi yang melestarikan benda cagar budaya. ilmu pengetahuan dan pendidikan. Mengembangkan kawasan pertanian melalui penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan. penelitian. melakukan peningkatan nilai tambah kawasan melalui penanaman secara bergilir. C.

6 . Mengembangkan secara terbatas/dibatasi kawasan pertambangan melalui peningkatan nilai ekonomis hasil pertambangan serta optimalisasi pengolahan lahan pasca penambangan dengan cara penjenjangan bertahap proses pengembalian rona alam menjadi peruntukkan budidaya lainnya yang potensial dan bersifat konservasi terhadap tanah dan air seperti peruntukkan pertanian.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan pengolahan hasil produk perkebunan serta peningkatan partisipasi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan. mendukung pengolahan hasil-hasil pertanian (agro) lokal. kolam. dan kawasan peruntukan industri non kawasan industri secara khusus yang ditunjang dengan promosi dan pemasaran hasil industri serta promosi lokasi envestasi yang menarik. baik untuk industri kecil dan home industri. danau. 6. optimalisasi pembinaan pada kemandirian perekonomian masyarakat. industri menengah dan industri besar. dengan memprioritaskan pada kecenderungan padat tenaga kerja. 7. perkebunan. hutan. 5. saluran irigasi/sungai. serta dibatasi/terbatas pada peruntukkan pertanian lahan basah (sistem mina padi) sebagai embrio minapolitan perikanan tangkap dan budidaya. pengembangan permukiman atau kawasan budidaya lainnya. Mengembangkan kawasan peternakan melalui pengembangan dan pengelolaan hasil peternakan dengan industri peternakan yang ramah lingkungan yang didukung dengan adanya pengembangan cluster sentra produksi peternakan (terutama terkait dengan industri pakan ternak dan pemanfaatan kotoran ternak). II . sangat didorong pembentukan dan pengembangan cluster sentra perikanan. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Mengembangkan kawasan perikanan dengan mengoptimalisasikan kawasan perikanan tangkap di bagian utara Kabupaten Pasuruan melalui pengembangan tempat pendaratan ikan (TPI). serta menghasilkan limbah minimal terhadap lingkungan. 4. sedangkan pengembangan perikanan air tawar lainnya dikembangkan menyebar sesuai potensi yang ada pada peruntukkan pertanian lahan kering. Mengembangkan kawasan peruntukan industri melalui pengembangan kawasan industri. serta mendorong pengembangan budidaya perikanan tambak/air tawar sebagai salah satu sektor perekonomian yang mulai berkembang yang difasilitasi oleh adanya industri pengolahan perikanan.

Kebijakan pengembangan Kawasan Pesisir dan Ruang Terbuka Hijau. b. meliputi: a. Strategi pengembangan Ruang Terbuka Hijau. serta penetapan jalur wisata khusus. Pengembangan kawasan pesisir sesuai dengan fungsi sebagai penopang kelestarian lingkungan hidup dan mendorong pertumbuhan wilayah melalui pelestarian sumberdaya pesisir dan mendorong II . serta pelestarian kawasan potensi pariwisata dan perlindungan budaya penunjang pariwisata.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 8. memadai dan dapat secara sinergi dengan sektor informal sebagai suatu aktivitas yang saling melengkapi. dan c. 2. ketersediaan sarana- prasarana yang layak dan memadai serta memenuhi standar hidup. serta 10. 9. Kebijakan pengembangan Kawasan Pesisir dan Ruang Terbuka Hijau. disesuaikan dengan karakter fisik. ketersediaan aksessibilitas yang memadai. D.7 . sosial-budaya dan ekonomi masyarakat yang didukung dengan ketersediaan dan peningkatan jumlah maupun kualitas sarana dan prasarana jasa dan perdagangan yang layak. Mengembangkan kawasan permukiman dengan pengembangan permukiman perkotaan dan perdesaan disesuaikan dengan karakter fisik. Mengembangkan kawasan tujuan pariwisata dan daya tarik wisata melalui pengembangan kawasan dan daya tarik wisata andalan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas promosi yang dikaitkan dengan kalender wisata dalam skala lokal-nasional-internasional. Strategi pengembangan Kawasan Pesisir. penyediaan sarana dan prasarana wisata. Kebijakan dan Strategi pengembangan kawasan lainnya Wilayah Kabupaten Pasuruan selain Kawasan lindung dan budidaya diatas terdiri atas: a. sosial-budaya dan ekonomi masyarakat yang didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana permukiman dan peningkatan kualitas permukiman melalui pengembangan perumahan terjangkau dan layak huni. Mengembangkan kawasan perdagangan dengan pengembangan fasilitas jasa dan perdagangan untuk melayani kawasan permukiman perkotaan dan perdesaan yang ada sesuai rencana. dilakukan dengan berhirarkhi sesuai skala ruang dan fungsi wilayah yang telah ditetapkan. Kebijakan dan Strategi pengembangan kawasan lainnya 1.

meningkatkan kualitas lingkungan dan lestari).8 . serta b. permukiman. pariwisata. b. industri. dan prasarana perhubungan. II . berdayaguna dan berhasilguna RTH Privat pada masing-masing bentukan peruntukan yang ada sesuai dengan peraturan yang berlaku. perikanan dsb secara terbatas serta terkendali (dalam artian tidak mengubah fungsi kawasan pesisir. berdayaguna dan berhasilguna RTH Publik yang juga bernilai sosial seperti taman bermain. Strategi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau. terumbu karang. pelabuhan. meliputi: a. serta lebih besar dari 30% pada kawasan perdesaan sesuai dengan fungsi kawasan yang diberikan. pada kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan penelitian sedangkan penggambilan potensi perikanan dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu fungsi lindung. Strategi Pengembangan Kawasan Pesisir. sea grass.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan perkembangan fungsi budidaya pesisir untuk perikanan. Menetapkan dan lebih mengembangkan secara optimal. berdayaguna dan berhasilguna pada kawasan perkotaan maupun perdesaan. 4. kecamatan maupun skala kabupaten sesuai dengan Ketentuan dan peraturan yang berlaku. dan estuaria sebagai satu kesatuan ekosistem yang terpadu di bagian darat maupun laut. Menetapkan dan mengembangkan secara optimal. Melestarikan kawasan penunjang ekosistem pesisir baik sebagai kawasan hutan mangrove. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau melalui penetapan dan peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara optimal. 3. Menetapkan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan minimum 30% dari luas wilayah perkotaan. Menetapkan keharusan adanya penyediaan RTH privat pada masing- masing jenis peruntukan yang ada dengan komposisi yang berbeda pada kawasan-kawasan tertentu yang ditetapkan sangat strategis. pariwisata. c. dan hutan kota baik dalam skala lingkungan. tetapi dengan tetap mengutamakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang hampir sama. meliputi: a. dan bernilai lahan sangat tinggi. Mengembangkan kawasan budidaya meliputi permukiman. dan/atau d. b. serta mengutamakan ketersediaan ruang terbuka hijau privat dan ruang terbuka hijau publik secara proporsional.

B.3.2. 3. Strategi pengembangan kawasan strategis. dan lingkungan hidup guna mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang lestari dan berdaya saing tinggi. Mengembangkan kawasan untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi. 2.9 . Menetapkan kawasan pertahanan dan keamanan berupa kawasan militer dengan membatasi penggunaan intensif pada kawasan sekitarnya. II . bersinergi antara KSN. pengembangan ekonomi wilayah. Kebijakan pengembangan kawasan strategis di Kabupaten Pasuruan dilakukan melalui pengembangan kawasan sesuai fungsi masing-masing dalam mendukung fungsi hankam. memuat: 1.KSP dan KSK. Kebijakan dan Strategi Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kabupaten Pasuruan A. Mengembangkan Kawasan untuk kepentingan sosio-budaya. melalui kerjasama dalam penyediaan tanah untuk pengembangan kegiatan industri skala besar yang ditunjang penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan industri serta penyediaan infrastruktur untuk mendorong pengembangan pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pasuruan. Mengembangkan Kawasan penyelamatan lingkungan hidup. serta 4.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 2. dilakukan melalui penetapan kawasan guna penyelamatan lingkungan hidup melalui peningkatan keanekaragaman hayati kawasan lindung. melalui upaya pelestarian kawasan baik sebagai benda cagar budaya dan kawasan sekitarnya maupun kawasan permukiman yang memiliki nilai budaya tinggi sekaligus sebagai identitas kawasan.

10 .  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan II .

(1997): Jaringan. DASAR TEORI Permukiman merupakan sebuah system yang terdiri dari lima unsur.2. rumah memiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal yang layak dan sehat bagi setiap manusia. seperti misalnya jalan dan jaringan utilitas merupakan unsur yang memfasilitasi hubungan antar sesama maupun antar unsur yang satu dengan yang lain. S.11 . yaitu: (American Public Health association. sedang isinya adalah manusia dan masyarakat. Dapat memberi perlindungan terhadap gangguan-gangguan cuaca atau keadaan iklim yang kurang sesuai dengan kondisi hidup manusia. (1997): Untuk menjawab sebagian isu perkembangan permukiman dan pendekatan terkini penyelenggaraan permukiman Heinz Frick (2006) menegaskan bahwa rumah tinggal bukan hanya sebuah bangunan dalam arti fisik. misalnya panas. & Salim. Secara garis besar. T. yakni antara lain: II . manusia. alam dan unsur buatan sebagaimana digambarkan Doxiadis melalui ekistiknya (Kuswartojo. Secara lebih sederhana dapat dikatakan. & Salim. bahwa permukiman adalah paduan antara unsur manusia dengan masyarakatnya. air. gedung dan lainnya) sebagai tempat manusia tinggal serta menjalankan fungsi lain.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 2. angin hujan. Alam merupakan unsur dasar dan di alam itulah ciptakan lindungan (rumah.. S. Kegiatan rutin untuk memenuhi kesehatan jasmani bagi kelangsungan hidup. lindungan (shell) dan jaringan (networks). melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak. dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. dikutip dari Heinz: 2006) 1. udara). (Kuswartojo. New York 1960. T. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia: a. belajar. lindungan dan jaringan. antara lain: a. yaitu: alam. Dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan rumah tangga sehari-hari. dan udara yang lembab b.. dan menulis b. menjahit. Basic Principles of Healthful Housing. masyarakat. Kegiatan kerja yang ringan misalnya memasak. Bagian permukiman yang disebut wadah tersebut merupakan paduan tiga unsur: alam (tanah. dingin.

Kepadatan lingkungan. Rumah yang dapat menjauhkan segala gangguan kesehatan bagi penghuninya. sehingga dapat dibuat sistem air hujan (drainase) yang baik serta memiliki daya dukung yang memungkinkan untuk dibangun permukiman serta terjamin adanya kepastian hukum bagi masyarakat penghuni terhadap tanah dan bangunan diatasnya yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. dimana suatu lingkungan permukiman rata-rata 50 unit rumah/ha dan maksimum luas perencanaan yang tertutup bangunan adalah 40% dari luas seluruh lingkungan permukiman. dan dapat mengembangkan karakter kepribadian yang sehat 3. Pembuangan air hujan II . dimana lokasi yang dipilih sebagai lahan hunian bebas dari pencemaran air. Jalan. Air limbah (Jika kemungkinan membuat tangki septik tidak ada. 4. dan c. makan. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia. pencemaran udara. Prasarana lingkungan permukiman seperti a. c. Rumah yang memberi perasaan aman dan tentram bagi seluruh keluarga sehingga mereka dapat betah berkumpul dan hidup bersama. seperti: 1. Terjaminnya kualitas lingkungan hidup bagi pembinaan individu dan masyarakat penghuninnya. dan kebisingan baik yang berasal dari sumber daya buatan atau sumber daya alam (gas beracun. b. Kriteria Pemilihan lokasi.12 . Dan berdasarkan surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum pada tahun 1980 tentang Pedoman Teknik Pembangunan Rumah Sederhana Tidak Bersusun ada beberapa hal yang relevan untuk digunakan dalam rangka membuat suatu kawasan permukiman yang sehat. tidur. Dapat digunakan sebagai tempat istirahat yang tenang di waktu lelah atau sakit 2.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan mandi. sumber air beracun). Rumah harus kuat dan stabil sehingga dapat memberi perlindungan terhadap gangguan keamanan yang disebabkan bencana alam. 2. 3. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar. aman dan berlanjut. maka lingkungan permukiman harus dilengkapi dengan sistem pembuangan limbah lingkungan atau harus dapat disambung pada sistem pembuangan air limbah kota dengan pengolahan tertentu). kerusuhan atau perampokan. Kondisi tanahnya bebas banjir dan memiliki kemiringan tanah 0 - 15%. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit.

Fasilitas Pemerintahan dan Pelayanan Umum f. Jaringan Listrik 5. Baik secara makro maupun mikro perumahan dan permukiman harus memanfaatkan sistem iklim yang ada dan perancangan bangunan yang memanfaatkan prinsip yang sama ditambah dengan sistem radian yang dapat meningkatkan efektifitasnya dibandingkan dengan sistem pasif. yaitu pembangunan prasarana permukiman beserta fasilitas penunjangnya. Fasilitas Kesehatan d. Penggunaan Energi Yang Minimal. Fasilitas Peribadatan g. Fasilitas olahraga dan lapangan terbuka Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 4 tahun 2000 tanggal 21 Februari 2000 tentang Pedoman Penyusunan Amdal Kegiatan Permukiman Terpadu.13 . bab I menyatakan bahwa pengembangan wilayah dibangun berdasarkan konsep permukiman terpadu. Selanjutnya keputusan menteri tersebut menegaskan adanya 5 prinsip utama dari konsep perumahan dan permukiman yang berwawasan lingkungan yang harus dikembangkan sesuai kondisi awal yang ada: 1. Mempertahankan Dan Memperkaya Ekosistem Yang Ada. Perubahan yang dilakukan terhadap unsur ekosistem karena adanya pembangunan gedung dan prasarananya harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan dari unsur ekosistem baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang memperkaya ekosistem secara keseluruhan 2. Pemilihan bahan II . Utilitas Umum a.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 4. Fasilitas Rekreasi dan Kebudayaan h. Fasilitas Sosial. Pembuangan sampah c. Fasilitas Niaga e. Fasilitas Pendidikan c. kebutuhan fasilitas ini disesuaikan dengan keadaan kawasan permukiman yang akan dibangun a. Air bersih b. Umum b. Termasuk di dalamnya adalah berlanjutnya ekosistem yang ada.

dan rumah sampai akibat dari pemakaian beberapa peralatan listrik. penataan perumahan dan permukiman bertujuan untuk : 1. Menjaga Kelanjutan Sistem Sosial-Budaya Lokal Gaya hidup yang berlaku sudah secara mantap diterjemahkan ke dalam berbagai tatanan dan bentuk bangunan serta peralatan yang dipakai sehari-hari. budaya. Limbah ini harus dikelola dengan baik dan jelas dengan prinsip produksi bersih. Memenuhi kebutuhan rumah sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Peningkatan Pemahaman Konsep Lingkungan Permukiman terbentuk melalui proses yang berlangsung terus. kamar mandi. 2. Dalam pengembangan proses ini selalu akan terjadi pergantian pemukim baik secara alami maupun proses lahir dan batin.14 . Dalam rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. 3. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perumahan dan permukiman yang ramah lingkungan atau berwawasan lingkungan adalah suatu lingkungan perumahan dan permukiman yang dibangun dengan II . Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 4 tahun 2000 tanggal 21 Februari 2000. 3. cara membangun dan rancangan bentuk dapat berpengaruh terhadap keutuhan energi. Kaidah dan pola dari warisan budaya dan pola hidup ini harus menjadi dasar awal untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan baru yang diciptakan oleh pembangunan yang maju dan berhasil tanpa melupakan keberlanjutan 5. Pengendalian Limbah Dan Pencemaran Limbah yang harus dihasilkan mulai dari yang dihasilkan oleh jamban. dan teratur.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan bangunan. serasi. maupun karena mobilitas penduduk antara yang datang dan pergi. Menunjang pembangunan di bidang ekonomi. 5. aman. bahan bakar fosil dan sebagainya. Mewujudkan perumahan dan permukiman yang layak dalam lingkungan yang sehat. Memberi arah pada pertumbuhan wilayah dan persebaran penduduk yang rasional. dapur. 4. 4. sosial. dan bidang-bidang lain.

II . perlindungan kawasan berpemandangan indah. mewah dan artistik saja. Adanya pembangunan tanpa disadari telah berdampak pada munculnya masalah-masalah perkotaan. 1999). 1987:342). perlindungan sumberdaya plasma nutfah. masalah drainase dan banjir. Artinya tidak hanya membangun suatu perumahan dan permukiman dengan rumah-rumah atau gedung bertingkat yang megah. asap. Definisi permukiman berwawasan lingkungan menurut KLH akan digunakan sebagai definisi operasional dalam penelitian ini. tetapi bagaimana bangunan tersebut dirancang untuk sesedikit mungkin menimbulkan polusi dan hemat dalam penggunaan energi serta penggunaan air. Intinya pembangunan permukiman yang berkelanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan di sektor permukiman menurut Joko Kirmanto (2007) - Menteri Pekerjaan Umum. Beberapa definisi lain mengenai permukiman berkelanjutan adalah: 1.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan mempertimbangkan dan memadukan ekosistim. dimana dapat menopang dan ditopang oleh tercapainya tujuan ekonomi. kesempatan untuk menikmati lingkungan alami sehingga menjamin kelestarian sumberdaya alam. polisi udara. ekonomi dan kualitas lingkungan sebagai tempat hidup dan bekerja semua orang. Sedangkan menurut Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) konsep pembangunan permukiman yang berwawasan lingkungan adalah permukiman yang menunjang perkembangan kehidupan yang berkelanjutan. sosial dan ekologi (KMNLH. pengelolaan sampah yang belum professional dan berbagai permasalahan lingkungan lainnya. seperti terbatasnya air bersih.15 . Pembangunan yang berkelanjutan adalah peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan dan untuk itu perlu peningkatan kualitas permukiman itu sendiri (Brundland. Ini berguna untuk menjaga kualitas air.diartikan sebagai pembangunan permukiman termasuk di dalamnya pembangunan kota secara berkelanjutan sebagai upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi sosial. Pembangunan berwawasan lingkungan mensyaratkan adanya sejumlah kawasan yang tetap dipertahankan berada dalam status alaminya.

& Salim.  L A P O R A N P E N D A H U L U A N  Pendataan Perumahan Kabupaten Pasuruan Keperluan Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan 2. Segala upaya yang terus menerus dilakukan. dapat disebut sebagai pengembangan perumahan dan permukiman yang berwawasan lingkungan dan pengembangan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan (Kuswartojo. T... S. 1997) II .16 . memadukan dan meningkatkan nilai ekonomi-sosial serta ekologi. untuk menyerasikan.