You are on page 1of 8

LAPORAN TUTORIAL ILMU DASAR KEPERAWATAN II

“ISTIRAHAT DAN TIDUR”

DI SUSUN OLEH: KELOMPOK III

1. NUR AZISAH
2. NURUL HUDAYAH
3. RISMAWATY
4. SAHRIANI
5. SITI KAMSINA KIDI
6. SUTRIANA JALAL

STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2010/2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Pemenuhan
Kebutuhan Istirahat dan Tidur” ini dengan tepat waktu. Tak lupa pula kami
hanturkan shalawat dan taslim kepada baginda Rasulullah SAW.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang terkait terutama
kepada tutor kami tercinta Bapak Kens Napolion, S.Kp, M.Kep yang telah
memberikan kami dukungan baik secara moral maupun moril dan senantiasa
memberikan semangat kepada kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini
walaupun kami memiliki banyak kendala, akan tetapi kendala itu kami jadikan
sebagai bahan motivasi kami.
Dengan terselesaikannya laporan ini, kami berharap dapat bermanfaat untuk
meningkatkan ilmu pengetahuan kepada kelompok kami khususnya dan kepada
mahasiswa lain pada umumnya.
Namun, di samping itu kami menyadari bahwa laporan kami ini jauh dari
kesempurnaan serta masih banyak kekeliruan. Maka dari itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk laporan kami
selanjutnya agar menjadi lebih baik lagi.

Makassar, Maret 2011

Penulis
MODUL III:
ISTIRAHAT DAN TIDUR
Skenario:
Laki-laki berusia 60 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk
berdahak selama tiga bulan terakhir. Klien mengaku waktu tidurnya berkurang karena
sering terbangun pada malam hari pada saat batuk, yang diperberat dengan nyeri pada
bagian dadanya, klien juga mengalami ortopnea sehingga klien kesulitan mengatur
posisi tidurnya. Klien tampak lemas, mata klien tampak sayu. Klien tampak kurus,
dengan IMT yang kurang dari normal. TTV menunjukkan TD: 140/90mmHg,
S:37,5°C, P: 28x/m, N: 110x/m.

Pertanyaan:
1. Jelaskan istilah-istilah yang saudara tidak ketahui dari kasus di atas?
Jawab:
a. Ortopnea adalah kesulitan bernapas kecuali jika pasien berada dalam
posisi tegak misalnya, duduk di tempat tidur.
b. IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah suatu pengukuran yang
membandingkan berat badan seseorang yang dibagi dengan kuadrat dari
tinggi badannya.
2. Jelaskan tentang mekanisme istirahat dan tidur?
Jawab:
Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua
mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermiten dan menekan pusat
otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga. Sebuah mekanisme
menyebabkan terjaga, dan yang lain menyebabkan tertidur. Sistem aktivasi
retikular (SAR) berlokasi pada batang otak teratas. SAR dipercaya terdiri dari
sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. SAR menerima
stimulus sensorik fisual auditorial, nyeri dan taktil. Aktifitas korteks serebral
(misalnya proses emosi atau pikiran) juga menstimulasi SAR. Saat terbangun
merupakan hasil dari neuron dalam SAR yang mengeluarkan katekolamin
seperti norepinefrin (Sleep Research Society).
Tidur dapat dihasilkan dari pengeluaran serotin dari sel tertentu dalam
sel tidur raphe pada pons dari otak depan bagian tengah. Daerah otak juga
disebut daerah sinkronisasi bulbar (bulbar synchronizing region, BSR).
Apakah seseorang tetap terjaga atau tertidur tergantung pada keseimbangan
impuls yang diterima dari pusat yang lebih tinggi (misalnya pikiran), reseptor
sensorik perifer (misalnya stimulus bunyi atau cahaya) dan sistem limbik
(emosi).
Ketika orang mencoba tertidur, mereka akan menutup mata dan berada
dalam posisi rileks. Stimulus ke SAR menurun. Jika ruangan gelap dan terang,
maka aktivasi SAR selanjutnya menurun. Pada beberapa bagian, BSR
mengambil alih yang menyebabkan tertidur.
a. Fungsi tidur
 Tahap 1 NREM (Nonrapid Eye Movement): Pada tahap ini meliputi
tingkat paling dangkal dari tidur. Seseorang dengan mudah terbangun
oleh stimulus sensori seperti suara, pada saat terbangun /sadar
sepenuhnya otak mengeluarkan gelombang dengan frekuensi sangat
tinggi yang disebut beta brain waves.
 Tahap 1 NREM (Nonrapid Eye Movement): pada tahap ini tubuh
menjadi relaks dan detak jantung jadi rendah. Tahap ini sering kita
alami tanpa disadari, misalnya mendengarkan ceramah atau pada siang
hari yang cerah. Pada tahap ini dikatakan sebagai pintu masuk menuju
tidur.
 Tahap 1 NREM (Nonrapid Eye Movement): pada tahap ini aktivitas
mendadak otak, dimana otak melakukan auto-off, sehingga kita masih
mudah dibangunkan. Sebagian besar orang yang dibangunkan ketika
berada ditahapan ini mengatakan saya masih terbangun.
 Tahap 1 NREM (Nonrapid Eye Movement): pada tahap ini kita
dinyatakan benar-benar tidur, sangat sulit untuk membangunkan orang
yang tidur. Tekanan darah, respirasi dan detak jantung mencapai
tahapan rendah. Pembuluh darah melebar dan sebagian besar darah
yang biasanya tersimpan di organ bergerak untuk memperbaiki otot.
 Tidur REM (Rapid Eye Movement): pada tahap ini biasanya kita
mengalami mimpi yang penuh warna dan tampak hidupdapat terjadi
pada REM. Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah mulai
tidur. Hal ini dicirikan dengan respon otonom dari pergerakan mata
yang cepat, fluktuasi jantung dan kecepatan respirasi dan peningkatan
atau fluktuasi tekanan darah. Terjadi tonus otot skelet penurunan dan
peningkatan sekresi lambung. Sangat sulit sekali membangunkan
orang yang tidur.
b. Fungsi tidur yaitu:
 Regenarasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
 Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
 Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
 Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
 Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.
c. Macam-macam gangguan tidur
 Insomnia: ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik
kualitas maupun kuantitas.
 Hipersomnia: kebalikan dari insomnia yaitu kelebihan tidur lebih dari
9 jam di malam hari. Hipersomnia biasanya berhubungan dengan
gangguan psikologis.
 Narkolepsi: serangan mengantuk mendadak di siang hari.
 Apnea: gangguan yang dicirikan dengan kurangnya aliran udara
melalui hidung dan mulut selama periode detik atau lebih pada saat
tidur.
3. Jelaskan cara mendemonstrasikan teknik keperawatan untuk menanggulangi
masalah istirahat dan tidur?
Jawab:
a. Pertahankan waktu bangun tidur yang teratur.
b. Hilangkan tidur siang kecuali jika tidur siang merupakan bagian rutin dari
jadwal.
c. Apabila melakukan tidur siang, batasi sampai 20 menit atau kurang dari
2x sehari.
d. Hindari tidur yang ekstrem, yang menyebabkan rasa kantuk yang
berlebihan di akhir pekan.
e. Pergi tidur di saat mengantuk.
f. Gunakan teknik relaksasi untuk meningkatkan tidur.
g. Jika tidak dapat tidur dalam 15-30 menit, turun dari tempat tidur.
4. Jelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan
istirahat dan tidur?
Jawab:
a. Data Fokus
Data Subjektif:
 Klien mengatakan sering terbangun pada malam hari pada saat batuk.
 Klien mengatakan waktu tidurnya kurang karena batuk.
 Klien mengatakan nyeri pada bagian dada.
 Klien mengatakan sulit bernapas.
Data Objektif:
 Klien tampak lemas
 Mata klien tampak sayu
 Klien tampak kurus dengan IMT yang kurang dari normal
 TD: 140/90 mmHg
 S: 37,5°C
 P: 28x/m
 N: 110x/m
b. Diagnosa: gangguan pola tidur yang ditandai dengan:
 Batuk tengah malam
 Nyeri pada bagian dadanya
 Klien juga mengalami ortopnea sehingga kesulitan mengatur posisi
tidurnya
 Klien tampak lemas
 Mata klien tampak sayu
Tujuan: pasien dapat tidur 6-8 jam setiap malam.
c. Intervensi Keperawatan:
 Kaji waktu klien dan lamanya tidur klien
 Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
 Atur posisi nyaman dan bantu klien dalam mengubah posisi
d. Rasional:
 Mengetahui kecukupan tidur klien, memberi pedoman dalam
melaksanakan intervensi
 Lingkungan yang tenang dan nyaman akan memberikan kesehatan
pada klien untuk beristirahat dengan baik sehingga dapat memulihkan
tenaga.
 Pengubahan posisi, mengubah area tekanan dan meningkatkan
istirahat dan tidur klien.
e. Implementasi
 Mengkaji waktu dan lamanya klien tidur.
 Menciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang, menganjurkan agar
orang2 dalam ruangan tidak ribut dan tidak mengganggu waktu tidur
klien.
 Mengatur posisi nyaman bagi klien dengan posisi miring.
f. Evaluasi:
 S: klien mengatakan sering terbangun
 O: klien tampak lemas
 A: masalah belum teratasi
 P: lanjutkan intervensi I, II, dan III.