You are on page 1of 12

LAPORAN TUTORIAL ILMU DASAR KEPERAWATAN II

“SEKSUALITAS”

DI SUSUN OLEH: KELOMPOK III

1. NUR AZISAH
2. NURUL HUDAYAH
3. RISMAWATY
4. SAHRIANI
5. SITI KAMSINA KIDI
6. SUTRIANA JALAL

STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2010/2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Seksualitas”
ini dengan tepat waktu. Tak lupa pula kami hanturkan shalawat dan taslim kepada
baginda Rasulullah SAW.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang terkait terutama
kepada tutor kami tercinta Bapak Kens Napolion, S.Kp, M.Kep yang telah
memberikan kami dukungan baik secara moral maupun moril dan senantiasa
memberikan semangat kepada kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini
walaupun kami memiliki banyak kendala, akan tetapi kendala itu kami jadikan
sebagai bahan motivasi kami.
Dengan terselesaikannya laporan ini, kami berharap dapat bermanfaat untuk
meningkatkan ilmu pengetahuan kepada kelompok kami khususnya dan kepada
mahasiswa lain pada umumnya.
Namun, di samping itu kami menyadari bahwa laporan kami ini jauh dari
kesempurnaan serta masih banyak kekeliruan. Maka dari itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk laporan kami
selanjutnya agar menjadi lebih baik lagi.

Makassar, Maret 2011

Penyusun
SKENARIO 4
Tn”T” berusia 50 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sulit untuk ereksi dan
enggan melaksanakan hubungan seks pada istrinya yang dialami kurang lebih dua
bulan, dan sebelumnya pernah berhubungan seks dengan istrinya tapi dia mengalami
ejakulasi prematur serta mengalami disporia pascasanggama.
1. Jelaskan istilah-istilah yang saudara tidak ketahui dari kasus di atas?
Jawab:
a. Ereksi adalah keadaan membesar dan menjadi kaku pada penis ketika
seorang pria mengalami rangsangan seksual.
b. Ejakulasi premature atau ejakulasi dini adalah suatu masalah suami istri di
mana dalam berhubungan seks laki-laki keluar atau orgasme lebih dahulu
daripada wanita.
c. Disporia pascasanggama adalah
2. Jelaskan anatomi dan fisiologi sistem reproduksi sesuai dengan tumbuh
kembang pada kasus di atas?
Jawab:
Anatomi sistem reproduksi pada wanita
a. Genitalia eksterna
 Tundun (mons veneris): bagian yang menonjol meliputi simfisis yang
terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu pada
masa pubertas.
 Labia mayora (bibir besar): dua lipatan elastis dari kulit, berfungsi dan
menutup dan melindungi struktur alat kelamin.
 Labia minora (bibir kecil): berada sebelah dalam labia mayora.
 Klitoris (klentit): sebuah jaringan erektil kecil kira-kira sebesar kacang
hijau yang dapat mengeras dan tegang yang mengandung urat saraf.
 Perineum adalah jaringan otot yang berbeda di antara vagina dan anus
yang menopang rongga panggul dan membantu menjaga organ
panggul tetap pada tempatnya.
 Vestibulum (serambi) merupakan rongga yang berada di antara bibir
kecil, muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum, dalam
vestibulum terdapat muara-muara dari liang senggama, uretra, kelenjar
bartolin, dan kelenjar skene kiri dan kanan.
 Hymen (selaput dara). Lapisan tipis ini menutupi sebagian besar dari
liang senggama, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi
mengalir ke luar, letaknya di mulut vagina. Bagian ini bentuknya
berbeda-beda, ada yang seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku
dan ada yang lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada juga yang
dapat dilalui satu jari.
b. Genitalia interna
 Vagina (liang kemaluan): tabung yang dilapisi membran dari jenis
epitalium bergaris khusus, dialiri banyak pembuluh darah dan serabut
saraf. Bagian ini merupakan penghubung antara introitus vagina dan
uterus.
 Uterus (rahim): organ yang tebal, berotot dan berbentuk seperti buah
pir terletak di dalam pelvis. Uterus terdiri atas fundus, korpus, dan
serviks uteri. Fungsi uterus untuk menahan ovum yang telah dibuahi
selama perkembangan, ovum yang telah keluar dari ovarium
dihantarkan melalui tuba uterina ke uterus.
 Ovarium: merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri dan
kanan uterus di bawah tuba uterina. Ovarium mempunyai 3 fungsi
yaitu memproduksi ovum, memproduksi hormon estrogen, dan
memproduksi progesteron.
 Tuba fallopi: fungsinya yaitu mengantarkan ovum dari ovarium ke
uterus, menyediakan tempat untuk pembuahan. Ovum yang telah
dibuahi dalam saluran tuba ini menimbulkan kehamilan ektopik karena
ovum tidak dapat bergerak terus maka ovum tertanam dalam tempat
yang abnormal. Panjang tuba fallopi sekitar 12 cm, yang terdiri atas
pars interstitialis, pars ismika/ismus, dan infundibulum.
Fisiologi system reproduksi wanita
a. Menstruasi
Wanita yang sehat dan tidak hamil setiap bulan secara teratur
mengeluarkan darah dari alat kandungannya yang disebut menstruasi
(haid). Siklus menstruasi, selaput lender rahim dari hari ke hari terjadi
perubahan yang berulang selama satu bulan mengalami 4 masa (stadium)
yaitu:
 Stadium menstruasi (desquamasi). Pada masa ini endoterium terlepas
dari dinding rahim disertai dengan perdarahan, hanya lapisan tipis
yang disebut stratum basale berlangsung selama empat hari. Dengan
haid, keluar darah potongan endometrium dan lender dari serviks.
Darah ini tidak membeku karena ada fermen (biokatalisator) yang
mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan mukosa,
banyaknya perdarahan selama haid kira-kira 50 cc.
 Stadium post-menstruum (regenerasi). Luka yang terjadi karena
endometrium lepas, berangsung-angsur ditutup kembali oleh selaput
lender baru yang terjadi dari sel epitel kelenjar endometrium. Pada
masa ini tebal endometrium kira-kira 0,5 mm dan berlangsung selama
empat hari.
 Stadium intermenstruum (proliferasi). Pada masa ini endometrium
tumbuh menjadi tebal kira-kira 3,5 mm. kelenjar tumbuhnya lebih
cepat dari jaringan lain, berlangsung kira-kira 5-14 hari dari pertama
haid.
 Stadium praemenstruum (sekresi). Pada stadium ini endometrium tetap
tebalnya tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku-
liku dan mengeluarkan getah. Dalam endometrium telah tertimbun
glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai makanan untuk sel telur.
Perubahan ini untuk mempersiapkan endometrium menerima telur.
b. Ovulasi
Pada wanita yang mempunyai siklus seksual normal 28 hari, sesudah
terjadinya menstruasi, tidak berapa lama sebelum ovulasi dinding luar
volikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat dan daerah kecil
bagian tengah kapsul yang disebut stigma akan menonjol seperti putting.
Dalam waktu 30 menit kemudian cairan mulai mengalir dari folikel
melalui stigma sekitar 2 menit kemudian folikel menjadi kecil karena
kehilangan cairannya.
Stigma akan robek cukup besar dan cairan yang lebih kental yang
terdapat di bagian tengah folikel mengalami evaginasi keluar dank e dalam
abdomen. Cairan kental ini membawa ovum yang dikelilingi beberapa
ratus sel granulose kecil yang disebut korona radiate. Luteinizing hormone
diperlukan untuk pertumbuhan akhir folikel dan ovulasi. Kecepatan
sekresi LH menimbulkan kelenjar hipofise anterior meningkat dengan
cepat. FSH juga meningkat kira-kira 2-3 kali lipat pada saat bersamaan.
Permulaan ovulasi menunjukkan LH dalam jumlah besar yang
menyebabkan sekresi hormone steroid folikular. Dibutuhkan dua peristiwa
untuk berlangsungnya ovulasi yaitu:
 Kapsul folikel mulai melepaskan enzim proteolitik dari lisozim yang
mengakibatkan pelarutan dinding kapsul, mengakibatkan
membengkaknya seluruh folikel, dan degenerasi dari stigma.
 Terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang berlangsung cepat ke
dalam dinding folikel.
Kedua efek ini selanjutnya akan mengakibatkan transudasi plasma ke
dalam folikel yang berperan pada pembengkakan folikel. Akhirnya
pembengkakan dan degenerasi stigma mengakibatkan pecahnya folikel
disertai dengan pengeluaran ovum.
c. Pubertas
Pubertas yaitu dimulainya kehidupan seksual dewasa, sedangka
menarke dimulainya menstruasi. Periode pubertas terjadi karena kenaikan
sekresi hormone gonadotropin oleh hipofise yang perlahan. Dimulai pada
tahun ke-8 dari kehidupan dan mencapai puncak pada saat terjadi
menstruasi pada usia 11-16 tahun.
Pada wanita kelenjar hipofise dan ovarium akan mampu menjalankan
fungsi penuh apabila dirangsang secara tepat. Timbulnya pubertas
dirangsang oleh beberapa proses pematangan yang berlangsung di daerah
otak yaitu hipotalamus dan system limbic yang ditandai dengan:
 Peningkatan sekresi estrogen dan pubertas
 Variasi siklus seksual bulanan
 Peningkatan sekresi estrogen lebih lanjut selama beberapa tahun
pertama dari kehidupan seksual
 Terjadinya penurunan progresif dari sekresi estrogen menjelang akhir
kehidupan seksual
 Hamper tidak ada sekresi estrogen dan progesterone sesudah
menopause
d. Menopause
Pada usia 45-50 tahun, siklus seksual biasanya menjadi tidak teratur
dan ovulasi tidak terjadi selama beberapa siklus sesudah beberapa bulan
sampai beberapa tahun, dan siklus terhenti sama sekali. Hormone-hormon
kelamin wanita menghilang dengan cepat sampai hamper tidak ada,
disebut sebagai menopause. Penyebab menopause adalah matinya
ovarium. Sepanjang kehidupan seksual seorang wanita kira-kira 400
folikel primordial, tumbuh menjadi folikel vesicular, dan berovulasi,
sementara ratusan ribu ovum berdegenerasi.
Ketika produksi estrogen turun di bawah nilai kritis, estrogen tidak
lagi dapat menghambat produksi FSH dan LH, juga tidak dapat
merangsang lonjakan FSH dan LH untuk menimbulkan ovulasi. Pada saat
menopause seorang wanita harus menyesuaikan kembali kehidupan
fisiologis yaitu kehidupan yang kosong tanpa hormone-hormon tesebut.
Hilangnya estrogen menimbulkan perubahan fisiologis tubuh:
 Rasa panas ditandai dengan kemunduran kulit yang ekstrem
 Gelisah, letih, dan ansietas
 Penurunan kekuatan pada tulang seluruh tubuh

Anatomi system reproduksi pria


Alat kelamin laki-laki terbagi atas 3 bagian yaitu:
a. Kelenjar, terdiri atas:
 Testis: merupakan organ laki-laki yang tempat spermatozoa dan
hormon laki-laki dibentuk. Testis berfungsi untuk membentuk gamet-
gamet baru yaitu spermatozoa dilakukan di tubulus seminiferus serta
menghasilkan hormon testosteron yang dilakukan oleh sel interstitial.
 Vesikula seminalis: kelenjar yang panjangnya sekitar 5-10 cm, berupa
kantong seperti huruf S berbelok-belok. Vesikula seminalis
mempunyai dua saluran yang dinamai duktus vesikula seminalis.
Sekret vesikula seminalis merupakan komponen pokok dari air mani
yang berfungsi menghasilkan cairan yang disebut semen untuk cairan
pelindung spermatozoa.
 Prostat: kelenjar ini merupakan kelenjar yang terletak di bawah vesika
urinaria besarnya kira-kira sebesar buah kenari. Prostat mengeluarkan
sekret cairan yang bercampur sekret dari testis.
b. Kelenjar duktuli, terdiri atas:
 Epididimis: saluran yang panjangnya sekitar 6 cm terletak disepanjang
atas tepi dan belakang dari testis. Saluran ini dikelilingi oleh jaringan
ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari
kaput epididimis, panjangnya sekitar 20 cm, yang fungsinya sebagai
saluran penghantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan
memproduksi semen.
 Duktus deferens: merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis
inguinalis, kemudian berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke
kandung kemih. Akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis
dan selanjutnya membentuk ejakulatorius, dan bermuara di prostat.
Panjang duktus deferens 50-40 cm berjalan bersama pembuluh darah
dan saraf dalam funikulus spermatikus melalui kanalis inguinalis.
c. Bangun penyambung, terdiri atas:
 Skrotum: merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan
melindungi testis. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol
suhu untuk testis, agar sperma terbentuk secara normal, testis harus
memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu
tubuh. Skrotum merupakan kantong yang menggantung di dasar
pelvis, tempat sepasang testis tersimpan. Di depan skrotum terletak
penis dan di belakang terletak anus.
 Penis: merupakan alat yang mempunyai jaringan erektil yang satu
sama lainnya dilapisi jaringan fibrosa ringan erektil ini terdiri dari
rongga. Penis terletak menggantung di depan skrotum, bagian
ujungnya disebut glans penis, bagian tengah disebut korpus penis dan
pangkalnya disebut radiks penis.

Fisiologi system reproduksi laki-laki


a. Spermatogenesis
Pada tubulus seminiferus mengandung banyak sel epitel germinavitum
yang berukuran kecil, dinamakan spermatogenia menjadi spermatosit
membelah diri membentuk dua spermatosit yang masing-masing
mengandung 23 kromosom. Setelah beberapa minggu menjadi
spermatozoa spermatid, pertama kali dibentuk masih mempunyai sifat
umum sel epiteloid. Kemudian sitoplasma menghilang, spermatid
memanjang menjadi spermatozoa terdiri dari kepala, leher, badan dan
ekor.
b. Kegiatan seksual pria.
Rangsangan akhir organ sensorik dan sensasi seksual menjalar melalui
saraf pudendu. Melalui pleksus sakralis dari medulla spinalis membantu
rangsangan aksi seksual yang mengirim sinyal ke medulla yang
meningkatkan sensasi seksual yang berasal dari struktur interna. Akibat
dari dorongan seksual dengan secret yang menyebabkan keinginan seksual
dengan merangsang mukosa uretra.
Unsure psikis rangsangan seksual. Sesuai dengan meningkatnya
kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan seksual dengan
memikirkan atau berkhayal, menyebabkan terjadi aksi seksual sehingga
menimbulkan ejakulasi atau pengeluaran selama mimpi terutama usia
remaja.
Aksi seksual pada medulla spinalis. Fungsi otak tidak terlalu pentig
karena rangsangan genital yang menyebabkan ejakulasi dihasilkan dari
mekanisme reflex yang sudah terintegrasi pada medulla spinalis lembalis.
Mekanisme ini dapat dirangsang secara psikis dan seksual yang nyata
serta kombinasi keduanya.
3. Jelaskan hormon-hormon yang terkait dengan sistem reproduksi pada kasus di
atas?
Jawab:
a. Hormon pada wanita
 Hormon Estrogen: meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus yang
terdapat pada kelenjar mamae dan merupakan hormon feminisme
wanita terutama disebabkan hormon androgen. Kerja estrogen pada
uterus, vagina, dan beberapa jaringan lainnya menyangkut interaksi
dan reseptor protein dalam sitoplasma sel.
 Hormon progesteron: diproduksi terutama di korpus luteum di
ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan
juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya
proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus,
yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang
optimal jika terjadi implantasi.
 Follicle Stimulating Hormone (FSH): Diproduksi di sel-sel basal
hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu
pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium
wanita kemudian pada pria dapat memicu pematangan sperma di
testis.
b. Hormon pada pria
 Testosteron: hormon kelamin laki-laki yang disekresi oleh interstitial.
Sel ini terletak di dalam ruang antara tubulus-tubulus seminiferus,
testis di bawah rangsangan hormon, juga dinamakan ICSH (Interstitial
Cel Stimulating Hormone) dari hipofisis. Pengeluaran testosteron
bertambah nyata pada pubertas dengan pengembangan sifat-sifat
kelamin sekunder yaitu tumbuhnya jenggot, suara lebih berat,
pembesaran genitalia.
 Gonadotropin: kelenjar hipofise anterior menyekresi dua hormon
gonadotropin, FSH, dan LH. Kedua hormon ini mempunyai peranan
penting yaitu mengatur fungsi seksual pria. FSH untuk pengaturan
spermatogenesis, perubahan spermatosid primer menjadi spermatosid
sekunder dari kelenjar hipofise anterior agar spermatogenesis
berlangsung sempurna. LH mengurangi sekresi testosteron kembali ke
tingkat normal untuk melindungi terhadap pembentukan testosteron
yang selalu sedikit.
4. Jelaskan
5. Jelaskan asuhan keperawatan
Jawab:
a. Data focus
Data subjektif: