You are on page 1of 5

CONTINUING MEDICAL EDUCATION

Akreditasi PB IDI–2 SKP

Hand Foot Mouth Disease
Alamanda Murasmita, Nurrachmat Mulianto, Moerbono Mochtar
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Universitas Sebelas Maret
RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Indonesia

Abstract
HFMD adalah penyakit infeksi virus, yang sering disebabkan oleh virus coxsackie A16 dan enterovirus 71 dan pada umumnya dijumpai pada
anak-anak. Penyakit hand-foot-mouth didiagnosis berdasarkan anamnesis seperti riwayat kontak, gejala klinis, serta pemeriksaan penunjang
identifikasi virus. Kebanyakan kasus HFMD dapat sembuh sendiri dan hanya membutuhkan terapi simptomatik, HFMD berat memerlukan terapi
lebih intensif.

Kata kunci: Anak-anak, hand foot mouth disease, infeksi virus

Abstrak
HFMD is a viral infection disease, often caused by coxsackie A16 virus and enterovirus 71 and commonly found in children. Hand-foot-mouth
disease is diagnosed by anamnesis such as contact history, clinical symptoms, and virus identification. Most cases of HFMD can heal itself and
require only symptomatic therapy, severe HFMD requires more intensive therapy. Alamanda Murasmita, Nurrachmat Mulianto, Moerbono
Mochtar. Hand Foot Mouth Disease.

Keywords: Children, hand-foot-mouth disease, viral infection

PENDAHULUAN Secara umum, infeksi penyakit HFMD dimulai bersifat sporadik, yaitu CV-A4, CV-A7, CV-
Hand Foot Mouth Disease (HFMD) pertama dengan gejala demam, malaise, nafsu makan A9, CV-A10, CV-B1, CV-B3, CV-B5;11 CV-A16
kali dilaporkan pada tahun 1957 di Toronto,1 menurun, dan faringitis; 1-2 hari setelahnya, bersama EV71 merupakan etiologi terpenting
merupakan penyakit yang berpotensi dapat muncul rasa nyeri di daerah mulut, yaitu faktor HFMD epidemik.11,12 CV-A16 dan EV71
mengancam jiwa, sering dijumpai pada anak- lidah, pipi bagian dalam, atau gusi, disertai lesi termasuk golongan virus positive-sense
anak, kebanyakan penderita berusia kurang berupa makula eritematous, berkembang RNA single-stranded, tidak berkapsul, dapat
dari 5 tahun.2 Penyakit ini merupakan sindrom cepat menjadi vesikel dan ulserasi.7 HFMD ditransmisikan dari manusia-manusia melalui
akibat virus intestinal dari Picornaviridae bersifat self-limited, namun dapat memicu rute fekal atau oral, atau dengan kontak
Family, virus penyebab tersering yaitu human pandemi dalam waktu singkat karena sangat langsung dari cairan vesikular ataupun droplet
enterovirus 71 (EV71) dan coxsackievirus A 16 infeksius, sehingga menjadi masalah yang pernapasan.12,13.
(CV-A16).3 Laporan outbreak HFMD di negara nyata di kesehatan dunia.8
Finlandia dan Perancis melibatkan anggota Kasus HFMD berat banyak berhubungan
lain dari Picornaviridae Family, termasuk CV- Pada tahun 2010, Cina melaporkan dengan EV71; 4 kapsid proteinnya, yaitu VP1,
A10 dan CV-A6, yang terkadang memberikan peningkatan angka kejadian HFMD sebesar VP2, P3, dan VP4 dianggap berperan dalam
gambaran atipikal.4 72% dari tahun 2009, dan terdapat 260 kasus virulensi HFMD.12,14 EV71 berhubungan
kematian akibat HFMD berat yang melibatkan dengan outbreak HFMD berat di Asia Pasifik
Kejadian epidemik dilaporkan oleh beberapa sistem saraf pusat. Tahun 2011, Vietnam dan mortalitas tinggi di Eropa Timur, dengan
negara di area Pasifik, di antaranya Australia, mencatat 113.121 kasus HFMD dengan 170 manifestasi neurologis seperti meningitis
Brunei Darussalam, Cina, Jepang, Malaysia, kasus kematian. Pada tahun yang sama, aseptik, poliomyelitis-like acute flaccid paralysis,
Singapura, Korea, dan Vietnam.5 HFMD Spanyol bagian Utara melaporkan outbreak ensefalitis yang berlanjut dengan gagal
epidemik muncul di Amerika rata-rata setiap HFMD oleh CV-A6.5,9,10 jantung.14
3 tahun, sedangkan di Cina kejadian epidemik
HFMD hampir setiap tahun.6 ETIOLOGI PATOGENESIS
Virus coxsackie sebagai penyebab HFMD HFMD berat yang mengakibatkan kematian
Alamat Korespondensi email: dottalamanda@gmail.com

782 CDK-258/ vol. 44 no. 11 th. 2017

3 HFMD ringan biasanya ditandai serupa disangkal. terkadang regio cavum oris seperti aphthous stomatitis berdarah. (IL-1β). Riwayat lingkungan dengan keluhan nafsu makan. nyeri menelan. disertai gejala klinis sistemik dan dapat fatal.25 HFMD.12. menyerupai pustul/ self-limited papul terutama pada daerah kulit yang tebal Pleconaril B CDK-258/ vol.20 di bagian posterior dari eritem. MD) atau EV71 atau enterovirus lainnya tidak di organ lain pasien terinfeksi EV71.member 2 (SCARB2). namun telapak tangan dan kaki pucat disertai demam dan meningkatkan kejadian HFMD dalam 1-2 berupa ulkus oral multipel jarang terkena. telapak kaki. HFMD ringan yang muncul di telapak tangan. diskret. Sitokin merupakan mediator kunci dalam EV71. Masuknya (Gambar 2). C-type Kriteria diagnosis hand. mulut. limfadenopati servikal. Pasien mengeluh vesikel atau ulkus tanpa GEJALA KLINIS nyeri. IL-10.23. HFMD Ringan sering rekuren. dan human scavenger clinical guideline (edisi 2010):26 receptor class b. analgetik. (Courtesy of pada sel manusia yang mengikat virus Nadir Gogsugur. dengan rash di lokasi tertentu seperti telapak eritema multiforme lebih sering ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Perbedaan strain virus akan Penelitian retrospektif selama 3 tahun menentukan tingkat virulensi dan keparahan mendapatkan tanda khas. herpangina varisela herpetic gingivostomatitis suhu di atas 32°C dan curah hujan sedang gejala klinis berupa demam. ujud kelainan kulit ulseratif lebih besar. seperti apoptosis. yaitu ulkus oral pada host/manusia.12 Faktor host seperti ikatan (Gambar 3). 2017 783 . walaupun dengan atau tanpa gejala prodormal. lidah dan mukosa pipi. namun Moerbono Mochtar.15 1. bayi. termasuk kulit kepala. „„ Identifikasi dan isolasi dari CV-A16 menunjukkan bahwa sistem saraf pusat atau EV71 menjadi target utama infeksi EV71.18 Interleukin-1β. dan tidak berhubungan dengan gejala Masa inkubasi 3-7 hari. foot and mouth disease lectin receptor (DC-SIGN). stadium akut dan konvalesen. atau penurunan sebelum muncul lesi. dengan cepat Lini kedua Imunoglobulin untuk infeksi berat. sering terdapat gambaran bull’s eye (target lesion). Ujud kelainan kulit berupa vesikel oval 3. MD) EV71 secara spesifik. MD) HFMD berat/HFMD-related EV71 dicurigai IL8. keterlibatan ekstremitas atas. anterior faring. Wang Wen. melibatkan area lebihpasien tampak lemas.18 Gambar 2. IL-13. IL-1Rα. humoral maupun seluler. atau enterovirus lainnya pada proses inflamasi. CD162). CONTINUING MEDICAL EDUCATION banyak disebabkan oleh EV71. lesi kulit terdistribusi sentrifugal. dan protein EV71 eritematous multipel.21 Rash pada HFMD dapat muncul mendadak berupa erupsi papulovesikuler Tabel 2.22 virus ini ke dalam sel melibatkan penempelan permukaan virus. kaki. Lesi vesikuler pada lidah. 44 no. yang secara spesifik dapat digunakan Tabel 1. interferon gamma. Vesikel dapat berbentuk bulat atau Pemberian Terapi Terapi Levels of Evidence oval (Gambar 1). terutama di daerah bibir. yang berubah menjadi plak luas. tangan. Vesikel keruh menyerupai papul/pustul. siku. Lini pertama Antipiretik: asetaminofen. ibuprofen E atau konfluens dengan daerah perilesi eritem. yaitu human p-selectin glycoprotein ligand-1 (PSGL-1. lisis sel neuronal yang Gambar 1. Lesi mukosa terutama pada anak yang lebih muda atau berupa makula eritematous dan ulseratif. kadang ditemukan tonsil. 11 th. Eksantema khas pada tangan. Il-6. Lesi kulit: makula dapat pula mengenai bokong. dan hidrasi E Vesikel awalnya terlihat bening. Kasus ditegakkan dengan bantuan: diinduksi oleh replikasi. edema. Vesikel bila pecah membentuk krusta. dkk. C tidak direkomendasikan untuk HFMD menjadi lebih keruh.17 „„ Terjadi peningkatan titer antibodi sebesar 4 kali lipat terhadap CV-A16. Ujud kelainan kulit atipikal. dengan atau tanpa demam. yaitu (Digunakan atas izin dari Moerbono Mochtar. lutut.16 Respons host bokong. Gambaran klinis yang mirip HFMD28 untuk memprediksi HFMD berat pada stadium awal penyakit. vesikel ireguler. uvula. tersusun berjajar. Gusi minggu setelahnya. Terjadi pada musim epidemik dan anak- anak pra-sekolah Infeksi EV71 menginduksi respons imun baik 2.15. granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF) HFMD berat dalam serum dan cairan serebrospinal Penyakit infeksi virus ini dapat berlanjut meningkat signifikan pada infeksi EV71. kelainan kulit muncul konstitusional.19 Terdapat hubungan Paling Mirip Dipertimbangkan Selalu Waspada cukup kuat antara cuaca dan kejadian HFMD. menemukan marker. Pedoman terapi HFMD30 eritem. disertai dengan lesi terbatas luas. (Digunakan atas izin dari „„ Hasil positif RNA virus dari CV-A16 ditemukan di sistem saraf pusat. atau keduanya. Saat ini telah ditemukan 3 reseptor Gambar 3.24 Tanda khas lain dapat berupa virus dengan reseptor serta uptake melalui demam ringan tanpa erupsi vesikular kulit jalur endositik juga berpengaruh dalam infeksi yang progresif. erupsi obat 1-2 hari setelah tanda prodormal berupa berhubungan erat dengan riwayat minum obat tertentu demam ringan.

reflek patologis. In: Burns T. Scand J of Infect Dis. foot and mouth disease in Vietnam 2011. mioklonus. seperti 2.42:931-5. Therapy of skin diseases. et al. Jiao Y.32 Penelitian terbaru dan enterovirus 71. yaitu Pasien tetap harus dipantau status hidrasinya. Study on risk factors for severe hand.33 terapi lebih intensif. dispnea. Pushparani RLM. Sarma N. Taiwan menyatakan bahwa IVIG mempunyai makan dan minum. Reverse Transcriptase-Polymerase randomized control dan double blind (2014) anak-anak. 3.9:285.14:341. 4.37(4):313-27. Hii YL. foot and mouth disease in a tertiary care center in South India.21:14. Liu N. 2013. Emerg Infect Dis.30 hari. Xie J. foot and mouth disease: Current scenario and Indian perspective. 2014. Simmonds P. Yi L.1(1):14-6. Lu J. J of Bio Sci. Tong H. kejang. Follow up rutin mual.mampu menurunkan derajat HFMD adalah penyakit infeksi virus. agar angka morbiditas DIAGNOSIS DIFERENSIAL replikasi virus RNA in vitro. intervensi tepat untuk kasus-kasus yang 1. Jiao Y. Thumjaa A. Ragunathan RW. berkurangnya reflek tendon. 12.19(4). Nwafor N. sampai saat ini tidak ada agen antivirus spesifik difenhidramin. foot and mouth disease in China. sedikit didominasi laki-laki dan Chain Reaction (RT-PCR). namun pulmonar. 9. Pham HV. 784 CDK-258/ vol. Song C. Available from: http://www. Li Q. Rocklov J. (2012) dan mortalitas dapat diturunkan. The virology and developments towards control of human enterovirus 71. Liao YL. Nguyen TM. Jia L. 2014 [cited 2015 January 15]. 2012. Miyachi Y. et al. 2013. Li XW. dan/atau deteksi menyatakan bahwa cairan Jinzhen. J Glob Infect Dis. memberikan hasil memuaskan bersifat suportif. Cilla G. He ML. Qiu S. Chen H. Selvaraj K. Critical review in Microbiology 2011. meneliti quinacrine (obat anti. 6. 2017 . PLoS ONE. Hand foot and mouth disease. Atypical hand. Zhang T. 2010. 11 th. Bickers DR. 2010.28 DAFTAR PUSTAKA 1. jika pasien mempunyai satu atau lebih kondisi Hal terpenting adalah deteksi dini dan berupa: Pada kejadian outbreaks di berbagai negara. 2014. et al. edema sendiri. and mouth disease associated with coxsackievirus A6 infection [Internet]. Pulimood S. paralisis akut.35 mirip (Tabel 1). Rook’s textbook of dermatology. Nieves ID. HFMD berat memerlukan lain dapat memberikan gambaran klinis yang dalam mengurangi gejala kasus HFMD.p. yang serta pemeriksaan penunjang identifikasi virus keparahan dan menurunkan angka kematian sering disebabkan oleh virus coxsackie A16 melalui kultur. Vijayaraghavan PM. Case series of hand foot mouth disease in children. Sterling JC. foot and mouth disease (HFMD) in Mainland China.12 Beberapa penyakit kulit herbal Cina. serta parasetamol untuk atau vaksin yang tersedia dalam praktik sehari- Para peneliti. et al. Wang JF. Nguyen NT. Recent development in antiviral agents against enterovirus 71 infection. Arora A. Kebanyakan kasus HFMD dapat sembuh EV71 terbukti aman dan mampu mencegah ensefalitis. Ng N. gejala klinis.73. Hand. Hoang CQ. Cox N. Mendoza N. 15.31 Yang. dkk.21 mendesinfeksi fasilitasnya. enterovirus. Yang WZ. BMC Infect Dis. Wang. Su W.10:25. Virological investigation of hand. 44 no. Kung HF. Tyring SK. dengan asumsi bahwa antibodi dalam selama minimal 7 hari setelah onset pertama. 14. Abraham AM.14:358. Manifestasi neurologis seperti pusing. Li J. ataksia. Virology Journal 2012. Phan HC. Li T. Wellington L. p.157-62. 7. Piniero LD. imunoglobulin G (IVIG) telah digunakan dicurigai dapat menjadi berat. Epidemiological and clinical characteristics of children who died from hand. Int J of Health Geo. Gastesi M. 7th ed. Cheng BY. editors.26 mengklasifikasikan HFMD berat mengobati demam dan nyeri (Tabel 2). CONTINUING MEDICAL EDUCATION bila pasien mengalami HFMD ringan disertai TERAPI Eksperimen tahun 2014 menyatakan vaksin satu atau lebih gejala. Hand. 8. Qiu Z. Using an autologistic regression model to identify risk factors and spatial risk patterns of hand. Griffiths C. aritmia. 13.2011. Gaunt E. Enzyme-linked Immunosorbent tikus yang diinfeksi EV71.21. 2014. Wang JF. dan hanya membutuhkan terapi infeksi pada tahap 3 percobaan klinis. Keterlibatan pernapasan: batuk. 2004 .9(1):e87603. Chandy S. Quo YS. algoritma21 (Lampiran) yang mempermudah malaria) dan terbukti dapat menghambat penanganan HFMD. atau bibir pucat. A new treatment for neurogenic inflammation caused by EV71 with CR2-targeted complement inhibitor.27 simptomatik seperti anestesi topikal lidokain.4(3):153. Ind J Dermatol Venereol and Lepr. In: Krieg T. PLoS ONE. Galle Medical Journal 2009. A report of recent epidemic and review of literature.org/ViewArticle. nistagmus. 17. Hand foot and mouth disease outbreak and coxsackievirus A6 Northern Spain 2011. 2011. Vol. Tan CW. BMC Public Health. editors. Studi retrospektif kasus HFMD di selalu mencuci tangan atau desinfeksi alat-alat perubahan irama napas. Sam IC. Int J Contemp Pediatr.kuinolizidin dapat didiagnosis lebih mudah berdasarkan alkaloid yang terkandung dalam tanaman RINGKASAN anamnesis seperti riwayat kontak. Artieda J. Lozano A. UK: Blackwell Publishing. keringat dingin. Chritakos G.6(2):e16796. et al. Li ZJ. Penyakit hand-foot-mouth pada umumnya melaporkan bahwa matrine .7. herbal Cina .25. Phan LT. 11. imunoglobulin ini dapat menetralkan Pasien diminta menjaga higienitas. sianosis periferal. Teng G. Terapi HFMD hanya antibodi penetral. Penyakit ini mengenai Assay (ELISA). Yang G. ramuan jarang pada dewasa. Montes M.II. seperti demam tinggi.aspx?articled=20745. Germany: Springer –Verlag Berlin Heidelberg. Short term effects of weather on hand.79(2):165-71. Li W.28.34 berdasarkan keterlibatan organ sistemik. Broomfield D. Sinclair C. Virus infections. A worldwide perspective on therapeutic approaches and their molecular basis. 10.34 World Health penurunan atau peningkatan nadi.eurosurveilance. atau gagal jantung. Organization (WHO) telah menerbitkan suatu capillary refill time (CRT) memanjang.14(9):19-21. 2014. Significant elevation of B cells at the acute stage in enterovirus 71-infected children with central nervous system involvement. Lai JK. 5. Madkan V. foot. Breathnach S. foot and mouth disease: Spatiotemporal transmission and climate. Viral infections. dkk. Chan YF. 2. anak dengan ensefalitis dan disregulasi. Keterlibatan peredaran darah: mottled efek imunomodulator pada penderita HFMD anak atau sekolah diminta untuk rutin skin. 16. 2014 . foot and mouth disease.33. Penyedia sarana penitipan 3.

769. Puenpa J. Li X.13:539. Gao Z. Pearson AL. roseola.8(1):e52954. Geneva: WHO Press.6(2):e16796. Li L. Zhong R. 20. Yan K. 30. BMC Infectious Diseases 2013. Chen LY. 390. 2012. Zhang Y. Wang M. et al. Herpangina and influenza like illness in Thailand. Jiao Y. 2014. 2010-1012.p. Li W. CONTINUING MEDICAL EDUCATION 18. Wiss K. Huang GQ. PLoS ONE. Berger TG. Belazarin LT. 2013. Du J. Viral exanthems: Rubella. foot. 11 th. Teng G. Zhang T. PLoS ONE. Li J. Epidemiology and clinical characteristics of hand foot. J Pharmacol Pharmacother. foot. Lin C. 44 no. PLoS ONE. 22. Ng N. Therapeutic effect of Jinzhen oral liquid for hand. Virology Journal 2014. foot. Belazarian L. In: Goldsmith LA. Chieochansin T. 2011. 24. Hii YL. Gilchrest BA. enterovirus 71 infection. USA: McGraw Hill. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. World Health Organization.2.p. 28. Prevalence and characterization of Enterovirus infections among pediatric patients with hand foot mouth disease. editors. 2013.10:31. foot and mouth disease: A randomized. 29.and rural residence are associated with the severity of hand. 2017 785 . Sarapur S.9(1):e87603. Ding P. Quinacrine impairs Enterovirus 71 RNA replication by preventing binding of polypyrimidine-tract binding protein with internal ribosome entry sites. Zhang X. and mouth disease in a Shenzhen sentinel hospital from 2009 to 2011.8(1):94-100. Heymann WR. and mouth disease. Elston DM.p. Suwannakarn K. Study on risk factors for severe hand. Wang W. et al. images in clinical medicine. Wang YR. 25. A guide to clinical management and public health response for hand. Wszolek LA. UK: Saunders Elsevier. Qin C. Jia X. foot and mouth disease. 2011 . 2010 . Xie H. Circulation of coxsackievirus A6 in hand-foot-mouth disease in Guangzhou. et al. Yang X. Jones JB. 2012. Chen C. previous Epstein-barr virus infection. Treatment of skin disease comprehensive therapeutic strategies. Surakarta. Sun LL. 23. Viral diseases. Eur J Pediatr. Korkong S. Wu Z. PLos ONE. 19.17:10370-6. and mouth disease. and mouth disease. 2012. Liu J. Linsuwanon P. Zhang GL. Di B. Breastfeeding. Shilpashree HS. Chen H. double- blind. Yang Y.362:14. et al.11:157. 34. placebo-controlled trial. Hand. 3rd ed. foot and mouth disease. Zhang X.9(4):e94466. 58-60. Ciprofloxacin-induced erythema multiforme.9(6):e98888. et al. Paller AS. and mouth disease in China. Exanthematous viral disease. foot. Coulson I. Qu M. Chapter 192. Molecules 2012. enterovirus. Virology Journal 2013. Rocklov J. Wang W. Deng H. 21.3(4):339-41.p. Zhang T. In: Andrew’s disease of the skin clinical dermatology 11th ed Chap 19. Sweeney SM. Gogsugur N. Indonesia: Program buku teks LPP UNS dan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. rubeola. Li W. PLoS ONE. Li X. 33. Lorenzo ME. Pan DM. Wang XF. Interleukin-8 is elevated in severe hand. 35. Vol. 31. UK: Saunders Elsevier. Li Y.p.172:661-6. Katz SI.foot. Excretion of enterovirus 71 in persons infected with hand. Li M. Mauleekoonphairoj J. Gogsugur S. and mouth disease (HFMD). 2011 . Xiu J. Dang S. Wang Y. In: Lebwohl MG. Diagnosis klinis cepat penyakit kulit dan kelamin yang sering dijumpai. Xiao WL. Short term effects of weather on hand. Li CP. 32. 27. multi center. 2014. 2014. Mochtar M. 35-43. 2012 . Tong H. 8th ed. J infect Dev Ctries. 26. CDK-258/ vol. Leffel DJ. N Engl J Med. Gao N. 2014. Jin Q.4463. et al. editors. Antiviral effect of matrine against human enterovirus 71. Zhang L. Wang J. Wolff K. James WD. 2010.

44 no.  Pemeriksaan LCS  Gula darah  X-ray dada tanda bahaya  Ekokardiografi (dapat  Pemeriksaan LCS  Kultur darah (bila  Kontrol ke dokter setiap 1. tremor  Keringat  Gagal jantung Pengobatan:  Lethargi berlebihan/profuse Uji Laboratoris:  Parasetamol  Kelemahan anggota gerak  Kelainan respiratorik  Hitung darah lengkap  Intake cairan adekuat Uji Laboratoris: (takipneu. perfusi *pasien dengan meningitis jaringan rendah. LCS denyut nadi saat istirahat >150/menit **Indikasi: mioklonus yang sering dan/atau ada hipertensi dan persisten. 11 th. FOOT. bila diperlukan (CT  X-ray dada Pengobatan: scan tidak Pengobatan:  Terapi cairan intravena direkomendasikan)  Terapi cairan yang rasional yang rasional Pengobatan:  Pertimbangkan intubasi  Ventilasi mekanik  Parasetamol dini**  Inotropik: milrinone. penurunan aseptik umumnya berprognosis sensoris baik. sesak nafas)  Gula darah Pengawasan:  Hitung darah lengkap Uji Laboratoris:  Analisis gas darah  Edukasi keluarga pasien  Gula darah  Hitung darah lengkap  Ekokardiografi untuk mengawasi tanda. CONTINUING MEDICAL EDUCATION Lampiran ALGORITMA PENATALAKSANAAN HAND. AND MOUTH DISEASE (HFMD)/Herpangina Dugaan Diagnosis: Tanda Bahaya Keterlibatan Sistem Saraf Pusat: (satu atau lebih) Pertimbangan khusus:  HFMD  Kecemasan orang tua o Demam atau riwayat  Demam ≥39°C  Kelemahan anggota gerak pasien demam  Muntah  Ataksia trunkus  Akses ke pelayanan o Kemerahan  Letargi  “wandering eyes” kesehatan sulit/berada di papulovesikuler di  Agitasi/iritabilitas  Dispneu/takipneu daerah terpencil tangan & kaki  Gerakan/jerk mioklonik  Mottled skin dengan atau tanpa ulkus oral  Herpangina o Demam atau riwayat demam o Ulkus oral Tidak Ada Ada Stadium HFMD/Herpangina Stadium HFMD/Herpangina Stadium HFMD dengan Stadium HFMD dengan Tanpa Komplikasi dengan keterlibatan SSP Disregulasi Sistem Saraf Kegagalan Kardiopulmonar (dapat dipulangkan) (Meningitis Aseptik/Ensefalitis Otonom (ICU Anak) Batang Otak/Ensefalomielitis)* (ICU Anak) (Bangsal Anak) Kriteria: Kriteria: Kriteria: Kriteria: Pasien tanpa tanda bahaya. hipoksemia. Usap/Swab tenggorokan otak)  Ekokardiografi . abnormalitas respiratorik. dapat  Tekanan vena  Tanda vital disregulasi sistem saraf otonom. Pasien dengan Pasien dengan adanya gejala di Pasien dengan disregulasi sistem memiliki gejala sbb: HFMD/Herpangina disertai salah SSP disertai salah satu gejala sbb: saraf otonom disertai salah satu  Kemerahan/rash kulit satu gejala sbb:  Denyut nadi saat istirahat gejala sbb:  Ulkus oral  Meningismus 150-170/menit  Hipotensi/syok Uji Laboratoris:  Gerakan/jerk mioklonik  Hipertensi  Edema/perdarahan paru  Opsional  Ataksia. 2017 . Vesikel Pengawasan: . takikardia  Gerakan mioklonik persisten.  Oksigen  IVIG dobutamin  Imunoglobulin Intravena  Inotropik: (dopamin atau epinefrin (IVIG)* o Dobutamin tidak direkomendasikan) Pemeriksaan Laboratoris: (Direkomendasikan pada o Milrinone  IVIG dapat diberikan bila Sampel untuk pemeriksaan pasien dengan ensefalitis Pengawasan: belum mendapat IVIG virologi (pada stadium disertai paralisis flaksid  Tanda vital Pengawasan: keterlibatan SSP. Swab rektal atau sediaan  Tanda vital tinja o Pindahkan ke ICU bila . dipertimbangkan untuk  Analisis gas darah kemungkinan syok septik 2 hari dalam 7 hari ke dilakukan)  Ekokardiografi belum bisa disingkirkan) depan (bila mungkin)  MRI. saturasi oksigen yang fluktuatif. dipertimbangkan untuk sentral/central venous  Tekanan vena sentral dan stadium kegagalan diberikan pada pasien pressure  Analisis gas darah kardiopulmoner): dengan ensefalitis batang  Analisis gas darah  ekokardiografi . bukan indikasi IVIG 786 CDK-258/ vol. stadium akut.