You are on page 1of 22

BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN OBAT

Menurut Undang – Undang Kesehatan No.23 tahun 1992 definisi obat adalah bahan atau
panduan bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau penyelidik sistem fisiologi
atau keadaan patologis dalam rangkan penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan,
pemulihan, penigkatan kesehatan dan kontrasepsi.

Menurut pengertian umum,obat dapat didefinisikan sebagai bahan yang menyebabkan
perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Sedangkan definisi yang lengkap,
obat adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan pengobatan, peredaan,
pencegahan atau diagnosa suatu penyakit, kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada
manusia atau hewan; atau dalam pemulihan, perbaikan atau pengubahan fungsi organik
pada manusia atau hewan. Obat dapat merupakan bahan yang disintesis di dalam tubuh
(misalnya : hormon, vitamin D) atau merupakan merupakan bahan-bahan kimia yang
tidak disintesis di dalam tubuh.

Penggolongan sederhana dapat diketahui dari definisi yang lengkap di atas yaitu obat
untuk manusia dan obat untuk hewan. Selain itu ada beberapa penggolongan obat yang
lain, dimana penggolongan obat itu dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan
ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi.

Berdasarkan undang-undang obat digolongkan dalam :

1. Obat Bebas

2. Obat Keras

3. Obat Psikotropika dan Narkoba

Berikut penjabaran masing-masing golongan tsb :

1. OBAT BEBAS

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter (disebut obat OTC =
Over The Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.

1.1. Obat bebas

Ini merupakan tanda obat yang paling “aman”. Obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli
bebas di apotik, bahkan di warung tanpa resep ,dokter, ditandai lingkaran hijau bergaris

tepi hitam, obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan
misalnya: vitamin

Golongan obat adalah penggolongan yang dimaksudkan untuk peningkatan keamanan
dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi yang terdiri dari obat bebas, obat
bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika.

Obat Bebas dan Bebas Terbatas dipasarkan tanpa resep dokter atau dikenal dengan nama
OTC (Over The Counter) dimaksudkan untuk menangani penyakit-penyakit simptomatis
ringan yang banyak diderita masyarakat luas yang penanganannya dapat dilakukan
sendiri oleh penderita. Praktik seperti ini dikenal dengan nama self
medication (penanganan sendiri).

Obat Bebas

Obat bebas dapat dijual bebas di warung kelontong, toko obat berizin, supermarket serta
apotek. Dalam pemakaiannya, penderita dapat membeli dalam jumlah sangat sedikit saat
obat diperlukan, jenis zat aktif pada obat golongan ini relatif aman sehingga pemakainnya
tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang
tertera pada kemasan obat. Oleh karena itu, sebaiknya golongan obat ini tetap dibeli
bersama kemasannya.

Di Indonesia, obat golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan garis
tepi berwarna hitam. Yang termasuk golongan obat ini yaitu obat analgetik/pain
killer (parasetamol), vitamin dan mineral. Ada juga obat-obat herbal tidak masuk dalam
golongan ini, namun dikelompokkan sendiri dalam obat tradisional (TR).

1.2. Obat bebas terbatas

Obat bebas terbatas (dulu disebut daftar W). yakni obat-obatan yang dalam jumlah
tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru
bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan
obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna
gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut:

P.No.1: Awas Obat keras Bacalah aturan pakainya

P.No.2: Awas Obat ketas Hanya untuk bagian luar dari badan

P.No.3: Awas Obat keras tidak boleh di telen

Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. yang tentunya obat yang dipergunakan adalah golongan obat bebas dan bebas terbatas yang dengan mudah diperoleh masyrakat. berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang 5 (lima) sentimeter. Perhatikan tanggal kadaluarsa (masa berlaku) obat. Apabila menggunakan obat-obatan yang dengan mudah diperoleh tanpa menggunakan resep dokter atau yang dikenal dengan Golongan Obat Bebas dan Golongan Obat Bebas Terbatas. diantaranya: Kondisi obat apakah masih baik atau sudak rusak. efek samping (yaitu efek yang timbul.hal yang perlu diperhatikan. Obat wasir. yang bukan efek yang diinginkan). dosis obat (takaran pemakaian obat).P.No.3 Obat Bebas Terbatas Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter. selain meyakini bahwa obat tersebut telah memiliki izin beredar dengan pencantuman nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan. terdapat hal. jangan ditelan Dalam keadaan dan batas-batas tertentu sakit yang ringan masih dibenarkan untuk melakukan pengobatan sendiri. cara penyimpanan obat. lebar 2 (dua) sentimeter dan memuat pemberitahuan berwarna putih sebagai berikut: . Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas.No. Namun apabila kondisi penyakit semakin serius sebaiknya memeriksakan ke dokter. kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan).4: Awas Obat keras Hanya untuk dibakar P. membaca dan mengikuti keterangan atau informasi yang tercantum pada kemasan obat atau pada brosur / selebaran yang menyertai obat yang berisi tentang Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan).5: Awas Obat keras. dan disertai dengan tanda peringatan. dan informasi tentang interaksi obat dengan obat lain yang digunakan dan dengan makanan yang dimakan. 1.

memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik (tetrasiklin. obat pilek dan krim antiseptik. dan dokter hewan ditandai dengan tanda lingkaran merah dan terdapat huruf K di dalamnya. obat batuk. serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat kencing manis. memperparah penyakit atau menyebabkan mematikan. dan sebagainya). Obat Keras Golongan obat yang hanya boleh diberikan atas resep dokter. . Yang termasuk golongan ini adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA).Seharusnya obat jenis ini hanya dapat dijual bebas di toko obat berizin (dipegang seorang asisten apoteker) serta apotek (yang hanya boleh beroperasi jika ada apoteker. obat penenang. dan lain-lain) Obat-obat ini berkhasiat keras dan bila dipakai sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh. karena diharapkan pasien memperoleh informasi obat yang memadai saat membeli obat bebas terbatas. no pharmacist no service). dokter gigi. OBAT KERAS Obat keras (dulu disebut obat daftar G = gevaarlijk = berbahaya) yaitu obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter. penisilin. Juga termasuk didalamnya narkotika dan psikotropika tergolong obat keras. 2. Contoh obat golongan ini adalah: pain relief.

dan mascalin. yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat.5-dimethoxy-alpha- methylphenethylamine)  Cathinone (x)-(S)-2-aminopropiophenone) . Phenobarbital 3. gangguan cara berpikir. MDMA (ekstasi).Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik. disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal).PSIKOTROPIKA Psikotropika adalah Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku. Jenis-jenis yang termasuk psikotropika adalah: ecstasy dan sabu-sabu Psikotropika Psikotropika adalah merupakan zat atau obat. Psikotropika dibedakan menjadi 4 golongan. baik alamiah maupun sintetik bukan narkotika yang berkhasiat. obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahakan oleh apotek atas resep dokter. PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA Obat-obat ini sama dengan narkoba yang kita kenal dapat menimbulkan ketagihan dengan segala konsekuensi yang sudah kita tahu. Contoh : Diazepam. Karena itu.  Broloamfetamine/DOB(±)-4-bromo-2. contoh: LSD. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. yaitu: Psikotropika Gol I.1. ilusi. psikoaktif melalui pengaruh selektif menurut susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku (UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika). 3.

8.4-dimethylphenethylamine)  Tenamfetamine – MDA (alpha-methyl-3.quinazolinone)  Methamphetamine ((+)-(S)-N.5-dimethoxy-alpha.alpha-dimethyl-3.2-dimethylheptyl)-7.5-trimethoxyphenethylamine)  Methcathinone ( 2-(methylamino)-1-phenylpropan-1-one )  4-methylaminorex ( (±)-cis-2-amino-4-methyl-5-phenyl-2-oxazoline )  MMDA (2-methoxy-alpha-methyl-4.10-tetrahydro-6. yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan seperti amfetamin.4-(methylenedioxy)phenethylamine)  Tenocyclidine – TCP (1-[1-(2-thienyl)cyclohexyl]piperidine)  Tetrahydrocannabinol  TMA ((±)-3.5-(methylenedioxy)phenethylamine)  N-ethyl MDA ((±)-N-ethyl-alpha-methyl-3.4-(methylene-dioxy)phenethylamine)  Mescaline (3.alpha-dimethylphenethylamine)  Mecloqualone (3-(o-chlorophenyl)-2-methyl-4(3H).4-(methylenedioxy)phenethylamine)  N-hydroxyMDA(±)-N-[alpha-methyl-3.4.9-trimethyl-6H-dibenzo[b.5-dimethoxy-alpha-methylphenethylamine )  DMHP(3-(1.  DET (3-[2-(diethylamino)ethyl]indole)  DMA ( (±)-2.10-tetrahydro-6.9.5-trimethoxy-alpha-methylphenethylamine) Psikotropika Gol II.5-dimethoxy-alpha-phenethylamine)  Eticyclidine – PCE ( N-ethyl-1-phenylcyclohexylamine )  Etrytamine ( 3-(2-aminobutyl)indole )  Lysergide – LSD.4- (methylenedioxy)phenethyl]hydroxylamine)  Parahexyl (3-hexyl-7.8.alpha-dimethylphenethylamine)  Methaqualone (2-methyl-3-o-tolyl-4(3H)-quinazolinone)  Methylphenidate (Methyl alpha-phenyl-2-piperidineacetate)  Phencyclidine – PCP (1-(1-phenylcyclohexyl)piperidine) . DOM (2.PCPY ( 1-(1-phenylcyclohexyl)pyrrolidine )  STP. LSD-25 (9. psilotsin (3-[2-(dimethylamino)ethyl] indol-4-ol)  Psilocybine (3-[2-(dimethylamino)ethyl]indol-4-yl dihydrogen phosphate)  Rolicyclidine – PHP.9-trimethyl-6H- dibenzo[b.10-didehydro-N.9.6.6.d]pyran-1- ol)  PMA (p-methoxy-alpha-methylphenethylamine)  Psilocine.  Amphetamine ((±)-alpha-methylphenethylamine)  Dexamphetamine ((+)-alpha-methylphenethylamine)  Fenetylline (7-[2-[(alpha-methylphenethyl)amino] ethyl]theophylline)  Levamphetamine ((x)-(R)-alpha-methylphenethylamine)  Levomethampheta-mine ((x)-N.d]pyran-1-olo )  DMT ( 3-[2-(dimethylamino)ethyl]indole)  DOET ( (±)-4-ethyl-2.N-diethyl-6-methylergoline-8beta- carboxamide)  MDMA ((±)-N.alpha-dimethylphenethylamine)  Methamphetamineracemate ((±)-N.4.

4(3H.11R*)-1.alpha-dimethylphenethylamine)  Bromazepam (7-bromo-1.10a- tetrahydro-6.3.4]benzodiazepine)  Amfepramone (diethylpropion 2-(diethylamino)propiophenone)  Aminorex (2-amino-5-phenyl-2-oxazoline)  Barbital (5.2-trimethylpropyl]- 6. nitrazepam.7.6R*.9-trimethyl-3-pentyl-6H.4-benzodiazepine-4- oxide)  Clobazam (7-chloro-1-methyl-5-phenyl-1H-1.5H)- dione)  Clonazepam (5-(o-chlorophenyl)-1.7.3-dihydro-7-nitro-2H-1.d]pyran-1-ol)  Zipeprol(alpha-(alpha-methoxybenzyl)-4-(beta-methoxyphenethyl)-1- piperazineethanol) Psikotropika Gol III.  Amobarbital (5-ethyl-5-isopentylbarbituric acid)  Buprenorphine (2l-cyclopropyl-7-alpha-[(S)-1-hydroxy-1.  Allobarbital (5.3-dihydro-1-methyl-7-nitro-2H-1.6.3-dihydro-5-(2-pyridyl)-2H-1.dibenzo[b.4.5-benzodiazepine-2.8.6-hexahydro-6.11-dimethyl-3-(3-methyl- 2-butenyl)-2.  Phenmetrazine (3-methyl-2-phenylmorpholine)  Secobarbital (5-allyl-5-(1-methylbutyl)barbituric acid)  Dronabinol atau delta-9-tetrahydro-cannabinol ((6aR.4]diazepine)  Camazepam(7-chloro-1.10aR)-6a.14-tetrahydrooripavine)  Butalbital (5-allyl-5-isobutylbarbituric acid)  Cathine / norpseudo-ephedrine ((+)-(R)-alpha-[(R)-1-aminoethyl]benzyl alcohol)  Cyclobarbital (5-(1-cyclohexen-1-yl)-5-ethylbarbituric acid)  Flunitrazepam(5-(o-fluorophenyl)-1. seperti diazepam.5-diethylbarbituric acid)  Benzfetamine (N-benzyl-N.4 benzodiazepin-2-one dimethylcarbamate (ester))  Chlordiazepoxide(7-chloro-2-(methylamino)-5-phenyl-3H-1. yang efek ketergantungannya ringan.5.2-f]-s- triazolo[4.3-dihydro-3-hydroxy-1-methyl-5-phenyl-2H-1. seperti barbiturat.5-diallylbarbituric acid)  Alprazolam (8-chloro-1-methyl-6-phenyl-4H-s-triazolo[4.4-benzodiazepin-2- one) .14.3- a][1.3-a][1.2.4- benzodiazepin-2-one)  Glutethimide (2-ethyl-2-phenylglutarimide)  Pentazocine ((2R*.2. yaitu psikotropika dengan efek ketergantungannya sedang dari kelompok hipnotik sedatif.6-methano-3-benzazocin-8-ol)  Pentobarbital (5-ethyl-5-(1-methylbutyl)barbituric acid Psikotropika Gol IV.8.4-benzodiazepin-2-one)  Butobarbital (5-butyl-5-ethylbarbituric acid)  Brotizolam(2-bromo-4-(o-chlorophenyl)-9-methyl-6H-thieno[3.endo-ethano-6.

3.4- benzodiazepin-2-one)  Flurazepam (7-chloro-1-[2-(diethylamino)ethyl]-5-(o-fluorophenyl)-1.3-dihydro-1-methyl-2H-thieno [2.2-diphenylethylamine) Note: 1.NARKOTIKA Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman.7.4-benzodiazepin-2- one)  Estazolam (8-chloro-6-phenyl-4H-s-triazolo[4.4]benzodiazepine)  Ethchlorvynol (1-chloro-3-ethyl-1-penten-4-yn-3-ol)  Ethinamate (1-ethynylcyclohexanolcarbamate)  Ethyl loflazepate (ethyl 7-chloro-5-(o-fluorophenyl)-2.3-dihydro-2H-1.2.4- benzodiazepine-3-carboxylate)  Etil Amfetamine / N-ethylampetamine (N-ethyl-alpha-methylphenethylamine)  Fencamfamin (N-ethyl-3-phenyl-2-norborananamine)  Fenproporex ((±)-3-[(alpha-methylphenylethyl)amino]propionitrile)  Fludiazepam(7-chloro-5-(o-fluorophenyl)-1.4-benzodiazepin-2-one)  Halazepam(7-chloro-1. termasuk obat daftar W (Warschuwing) atau OTC (over the counter). Pada obat bebas terbatas terdapat salah satu tanda peringatan nomor 1.3-dihydro-1-methyl-2H-1.3-dihydro- 2H-1. Obat bebas dan obat bebas terbatas. 4.3. baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang .4- benzodiazepin-2-one)  Haloxazolam (10-bromo-11b-(o-fluorophenyl)-2.7(6H)-dione)  Lefetamine – SPA ((x)-N.3-dihydro-1-methyl-5-phenyl-2H-1.3.4]benzodiazepine-4. bisa diperoleh hanya dengan resep dokter.2-trifluoroethyl)-2H-1.2-d][1.4-benzodiazepin-2- one)  Diazepam (7-chloro-1.3-dihydro-5-phenyl-1-(2.3-dihydro-2-oxo-1H-1. OWA (obat wajib apoteker) yaitu obat keras yang dapat diberikan oleh apoteker pengelola apotek (APA).4]benzodiazepin-6(5H)-one)  Delorazepam(7-chloro-5-(o-chlorophenyl)-1.6.4-benzodiazepine-3- carboxylic acid)  Clotiazepam (5-(o-chlorophenyl)-7-ethyl-1.11b-tetrahydrooxazolo [3.2- d][1.12b-dihydro-2.3-e] -1.11b-tetrahydro-oxazolo. hanya bisa didapatkan di apotek. 2.3-a][1.8-dimethyl-12b-phenyl-4H- [1.3]oxazino[3. Obat keras nama lain yaitu obat daftar G (Gevarlijk).3-dihydro-2-oxo-5-phenyl-1H-1.4-diazepin-2-one)  Cloxazolam (10-chloro-11b-(o-chlorophenyl)-2.7.2. 3.4]benzodiazepin-6(5H)-one)  Ketazolam (11-chloro-8.2- d][1.N-dimethyl-1.  Clorazepate(7-chloro-2.[3.

Obat Narkotika Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Petidin Macam-macam narkotika: a. Pulvus ( serbuk ) Untuk pemakaian obat oral dan obat luar 2). rangsangan semangat . hilangnya rasa sakit. Pulveres Dibungkus untuk menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum . halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.MACAM – MACAM BENTUK OBAT DAN TUJUAN PENGGUNAANYA Bentuk – bentuk obat serta tujuan penggunaanya antara lain adalah sebagai berikut : 1). Cannabis (ganja) 4. hilangnya rasa. Contoh : Morfin. Kokain c. Pengaruh tersebut berupa pembiusan.Opiod(Opiat) Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan : •Morfin •Heroin(putaw) •Codein •Demerol(pethidina) • Methadone b. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.

Kapsulae (kapsul) Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut 6). Suppositoria Untuk pemakaian rektal. Emulsi Merupakan merupakan sediaan berupa sampuran dari dua fase cairan dalam sistem dispersi 9). vagina. Tablet ( compressi ) Mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan 4). Extratum Sediaan pekat yang diperoleh dengan dengan mengextrasi zat dari simplisia nabati atau hewani 11). Infusa 12). atau uretra 15). Imunosera Berhasiat menetralkan toksin kuman ( bisa ular) 13). Gutae (obat tetes) .3). Suspensi Merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair 8). Galenik Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku berasal dari hewan atau tumhan 10). Solutiones (larutan) Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut 7). Pilulae ( PIL) Untuk pemakain obat luar 5). Unguenta (saleb) Digunakan sebagai obat luar 14).

Mg trisilikat+papaverine Gastritis yang .16).antasida+sedatif spasmodik hiperasiditas Maksimal saluran Lambung 20 tablet cerna  al. Aseptor dianjurka n kontrol ke doktr tiap 6 bulan Kombinasi: kontrasepsi 1 siklus Sda Etinodil diasetat -mestranol -Akseptor lingkaran Norangestrol.1) Kelas Nama Obat Indikasi Jumlah catatan Terapi Obat/pasi en Oral Tunggal: Kontrasepsi 1 siklus Untuk siklus kontrasepsi Linastrenol pertama harus dengan resep dokter.Oksida.etinil estradiol biru Lenestrenol-etinil estradiol -wajib menujukk Etinodiol diasetat-evinilestradiol an kartu Levonolangestrol-etinil estradiol Noretrindrone-mesatranol Desogestrel-etinil estradiol Obat a. Injektiones (injeksi) LAMPIRAN SURAT KEPUTUAN MENTRI KESEHATAN RI NOMOR: 347/MenKes/SK/VII/1990 TANGGAL: 16 Juli 1990 OBAT KERAS YANG DAPAT DISERAHKAN TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER DI APOTIK (OBAT WAJIB APOTIK NO.

Baladona .atropin sulfat. Klordiazeppoksid disertai  Mg Trisilika. HCL. Aukol + papaverine HCL . Subnitrat + baladona. Baladona  Mg oksida. Klordiazipoksid + baladona  Mg karbonat. antispasmodik Kejang saluran Maksimal cerna 20 tablet  Papaverine/ hiosinbutiolbromida/ atropin sulfat/ ekstra baladona c. Dypiron  Metampiron. Bi. Papaverine. an kejang 20 tablet Diazepam saluran akibat  Mg Al hiperrasiditas silikat+beeladona+klord lambung izepoksid+ diazepam gastritis  Al oksida. Mg oksida.Al hidroksida papaverine HCL  Mg trisilikat + Al hidroksida papaverin HCL. Fenolvennium bromide  Hyosine N butyl bromide. klordiazepoksid b.hiosin HBr  Mg trisilikat. Al HiperasiditasD Maksimal oksida+papaverin HCL. Klordiazepoksid  Mg trisilikat. Al ketegangan oksida+papaverine HLC +klordizepoksid+diazep am+ sodium bikarbonat  -Mg trissilikat. antispasmodik-analgesic Kejang saluran Maksimal cerna disertai 20 tablet nyeri hebat  Metamizol. Al hidroksida + papaverine HCL. Mg oksida+hiosvamin HBr.

laksan: bisakodil suppositoria Konstipsasi Max 3 supp Obat mulut a. triamicinolonnacetonid sariawan berat n Max 1 botol Obat a. analgetik. panas / tab/ syrup uhi sistem  Metampiron demam nyeri 1 botol neuro  Asam mefenamat haid muskuler glafenin  Methampiron+klordizep Sakit kepala / oksid/diazepam gigi Max 20 tab/ syrup Sakit kepala / . anti mual: Mual. hexetidine sariawan Radang Max 1 dan tenggorokan botol tenggoroka b. Mukolitik Mukolitik Max 20 tab/syrup  Bromhexine botol  Karbosistein Sda Max 20  Asetilsistein dos max  Oksolamin syrop botol Obat yang a. papaverine HCL d. obat asma Asma max 3 max. 10 Pengobata saluran supp tablet n obat nafas  Aminophylin supp /botol asma  Ketotifen syrop hanya atas dasar pengobata n ulangan  Tabulasin sulfat max 20 dari tab/1 dokter botol  Salbutamol syrup sda b. antipiretik Sakit kepala. Muntah Max 20 Muntah tablet bila berkepanj metoklopramide HCL mual angan pasien dianjurka n kontrol ke dokter e. Max 20 mempengar pusing. sekretolitik.

antibiotik Infeksi bakteri Max1 tropikal pada tube  Tetrasiklin/ kulit(lokal) oksitetrasiklin Sda  Klorphenikol Max 2 lembar  Framesetine sulfat Acne vulgaris Max 1 tube  Neomicin sulfat Sda  Gentamycin sulfat Sda  Erytromycin sda b.t tab.gelang. kortikosteroid Alerrgi dan Max 1 Kepanjan peradangan tube gan akan  Hidrokortizol lokal pengguna mengakib  Fluprednilidin an atakan  Triammisolon kanker  Bethamethazon  Fluokortolon Alergi dan difkortolon peradangan . 1 botol cambuk Obat kulit a. gigi 1 botol Sakit kepala disertai ketegangan Max 20 tab Anti histamin/ b. syrup Membendazol ambang. anti histamin alergi  Mebhidolin Max 20  Pheniramin hidrogen tab maleat  Dimethinden maleat  Astemizol sda  Oxomemazine  Homochorcvclizin HCL  Dexchlorpheniramin maleat Anti parasit Obat cacing: Cacing Max 6 kremi.

diclofenac 1 tube kulit . enzim anti radangtopikal memar Max kombinasi: 1tube hiparin Na dengan hialuronidase ester nikotinat g. benorilate 10 tablet 4. Pemucat kulit Hiperpikmenta Max si kulit 1tube  hidrokuinon  hidrokuinon dengan PABA OBAT KERAS YANG DAPAT DISERAHKAN TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER DI APOTIK (OBAT WAJIB APOTIK NO. 3 tab 2. anti septik lokal Desimfeksi Max 1 kulit botol  heksaklorofen d. 6 tab Tab 400mg . anti fungi Infeksi jamur Max 1 lokal tube  meconazol nitrat  nistatin  tolnafat  ekonazol e. 2) Nama Generik Obat Jumlah Maksimal Tiap Ket Jenis Obat perpasien pembatasan 1. carbinoxamin 10 tablet 6. bismuth subsitrate 10 tablet 5. bacitracin 1 tube Sebagai obat luar untuk infeksi bakteri pada kulit 3. clindamicin 1 tube Sebagai obat luar untuk obat acne 7. dexametason 1 tube Sebagai obat luar untuk imflamasi 8. anestetik lokal : Anastetikum Max 1 lokal tube lidokain HCL f. albendazol Tab 200mg .  desoksimetasol c. dexpanthenol 1 tube Sebagai obat luar untuk 9.

Sukralfare 20 tablet infeksi bakteri pada kulit 32. Pirosikam 1 tube Sebagai obat luar untuk 27. Urea 1 tube infeksi jamur lokal Sebagai obat luar untuk hiper keratose Lampiran 1 Keputusan MenKes RI Nomer: 1176/Menkes/SK/X/1999 Tanggal Oktober 1999 . Ibuprofen Tab 100mg 10 tab inflamasi Tab 600 mg. 3 tab 18. Noklosamide Tablet 500 mg. Sulfasalazine 20 tab 33. Silver sulfadiazin 1 tube Sebagai obat luar untuk 31. Omeprazole 7 tablet 22. Pirenzepine 20 tab 26. Hvdrocortison 1tube inflamasi burvrate Sebagai obat luar untuk 14. Scopoloamine 10 tab inflamasi 30. flumetason 1 tube Inhalasi Sebagai obat luar untuk 13. Isoconasol 1 tube Sebagai obat luar untuk 16. Ketoonazole Kadar kutang lebih 2%. inflamasi Krim 1 tube Sebagai obat luar untuk Scalp sol 1 botol infeksi jamur lokal 17. Polymicin B sulfat 1 tube inflamasi Sebagai obat luar untuk 28. Sebagai obat luar untuk 10. 10 tab 15. Oxsiconazole Kadar kurang 2%. fenoterol 1 tabung 12. Tiokonazole 1 tube Sebagai obat luat untuk 34. Levamizole Tab 50 mg. Metilprednizolon 1 tube Sda Sebagai obat luar umtuk 19. 3 tab inflamasi 20. 1 tube Sebagai obat luar untuk 23. Pipazetate Syrup 1 botol infeksi jamur lokal 24. Diponium 10 tablet inflamasi 11. Prednizolon 1 tube infeksi jamur luar Sebagai obat luar untuk 29. Noretisteron 1 siklus 21. Piratiasin 10 tab kloroteofilin 25.

Saluran  Famotidin Antiulk Max Pemberian obat hanya atas pencerna us 10 tab dasar pengobatan ulangan an dan peptik 20 dari dokter metaboli mg/40 Sda sme mg  Ranitidin Sda  Asam aseleat 2.Tentang Daftar Obat Wajib Apotik No. 3 DAFTAR OBAT KERAS YANG DAPAT DISERAHKAN TANPA RESEP DOKTER OLEH APOTEKER DI APOTIK ( DAFTAR OBAT WAJIB APOTIK NO. Max 1 .3 ) N Kelas Nama generik obat Indikasi Jumla caratan o terapi h maksi mal tiap jenis obat perpas ien 1. Penderita Anti Kombipak II tube baru BTA infeksi 5g negatif dan umum rontgen  Isoniazid Anti Sda positif 300mg tuberkul yang sakit  Rifampisin osa 450mg 1  Pirazinamid paket 1500mg  Etambutol 750mg Kombipak III  Isoniazid . Obat Anti Max kulit  Asamfusidat acne 10 tab 150  Motretinida Anti mg mikroba Max 1  Tolsiklat Anti tube acne 5g  Tretinoin Anti Max 1 Kategori 1: fungi tube . Penderita Kategori I (2 Anti 5g baruBTA HRZE/4H3R3) acne positif 3.

 Isoniazid 300mg  Ripafisin 450mg  Pirasinamid 1500mg  Etambutol 750mg  Streptomicin 0. 600mg  Rifampisin 450mg Karegori II(2HRZES/HRZE/5 1 H3R3E3) paket Kombipak II Fase awal.75mg Kombipak IV Fase lanjutan  Isoniazid 600mg  Ripamfisin 450mg  Etambutol 1250mg Kategoti 1paket III(2HRZ/4H3R3) Kombipak I Fase awal  Isoniazid 300mg  Ripamfisin 450mg  Pirasinamid 1500mg Kombipak III Fase lanjutan .

menambah dan meningkatkan wawasan tentang obat 1. 1. Terkadang obat tidak selamanya baik. karena takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertenru terhadap suatu penyakit atau gejala sakit.4 MANFAAT 1. untuk mengetahui klasifikasi golongan obat 4. 2. Untuk itu obat sangat diperlukan.macam bentuk obat dan tujuan penggunaanya 3. untuk mengetahui definisi obat dan macam.1 LATAR BELAKANG Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit. BAB I PENDAHUALUAN 1. pengertiqn dari obat 2. kadang obat justru berbahaya. atau mengubah proses kimia dalam tubuh. membebaskan gejala.2 RUMUSAN MASALAH 1. untuk memenuhi tuga Farmokologi 2. untuk mengetahui klasifikasi golongan obat 1. apasaja macam bentuk obat dan tujuan penggunaanya 3.3 TUJUAN 1. bagi pembaca memberikan wawasan tentang obat – obatan serta dapat menambah dan meningkatkan wawasan pengetahuan khususnya di bidang ilmu keperawatan dasar II . Bagi penulis menambah wawasan pengetahuan dan ilmu keperawatan dasar II tentang obat – obatan.

Demikian saran yang dapat penulis sampaikan semoga dapat membawa manfaat bagi semua pembaca. dapat disimpulkan bahwa obot adalah zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit. 3. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Dari pembahasan di atas. membebaskan gejala. Obat adalah substansi yang berhubungan dengan fungsi fisiologis tubuh dan berpotensi menpengaruhi status kesehatan. atau mengubah proses kimia dalam tubuh. .2 SARAN Dengan disusunya makalah ini saya mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat mengetahui dan memahami arti obat serta dapat memberikan ktitik dan sarannya agar makalah ini dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengobatan /medikasi adalah obat yang diberikan untuk tujuan terapiutik/ menyembuhkan.

DAFTAR PUSTAKA http://Id.wikipedia.id/2012/bahaya-obat-obata.ronywijaya.web.org/wiki/obat http://www. html .

MAKALAH FARMOKOLOGI PENGGOLONGAN OBAT OLEH MAGDALENA M LEGI 15.060 AKADEMI KEPERAWATAN PPNI .