You are on page 1of 19

PERCOBAAN I

A. Judul : Reaksi-reaksi Senyawa Golongan Utama
B. Tujuan : Mengenal sifat kimia dan fisik beberapa senyawa golongan utama
serta dapat menuliskan persamaan reaksi dengan baik.
C. Tinjauan Pustaka :
Golongan 1 disebut juga logam alkali. Logam alkali melimpah dalam mineral dan di air
laut. Khususnya, natrium, Na, di kerak bumi adalah keempat setelah Al, Fe, dan Ca.
Walaupun keberadaan ion natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, sejumlah usaha
untuk mengisolasi logam ini dari larutan air garamnya gagal sebab kereaktifannya yang
tinggi pada air. Kalium (1807) dan tidak lama setelahnya natrium diisolasi dengan
mengelektrolisis garam leleh KOH atau NaOH oleh H. Davy di abad ke-19. Litium Li
ditemukan sebagai unsur baru di tahun 1817, dan Davy segera setelah itu mengisolasinya
dari Li2O dengan elektrolisis. Rubidium, Rb dan Cesium, Cs, ditemukan sebagai unsur baru
dengan teknik spektroskopi tahun 1861. Fransium, Fr, ditemukan dengan menggunakan
teknik radiokimia tahun 1939, kelimpahan alaminya sangat rendah[1].
Logam alkali adalah kelompok (kolom) dalam table periodik yang terdiri dari unsur-unsur
kimia lithium (Li), natrium (Na), kalium (K), Rubidium (Rb), cesium (Cs), dan francium (Fr).
Kelompok ini terletak di s-blok table periodic unsur-unsur seperti semua logam alkali electron
terluar mereka di s-orbital: Konfigurasi electron bersama ini mengakibatkan mereka memiliki
sifat karakteristik yang sangat mirip. Memang, logam alkali memberikan contoh terbaik dari
kelompok tren dalam properti di table periodik, dengan unsur-unsur yang menunjukkan
perilaku dicirikan lengkap homolog[2].
Golongan alkali tanah terdiri atas Be, Mg, Ca, Sr, Bad an Ra. Berilium (Be) merupakan
anggota pertama dalam golongannya bersifat hampir semi logam dan oleh karena itu lebih
baik dibicarakan terpisah dan radium (Ra) yang merupakan anggota terakhir bersifat
radioaktif sehingga sifat-sifat kimianya belum banyak diketahui secara mendalam. Logam
alkali tanah berwarna putih keperakan dan mempunyai densitas (kerapatan) relatif rendah
dan semakin besar dengan naiknya nomor atom kecuali kalsium (Ca). Ikatan metalik logam-
logam alkali tanah lebih kuat daripada ikatan metalik logam alkali sebagaimana ditunjukkan
oleh harga atomisasi, titik leleh dan kekerasan logam alkali tanah juga lebih besar daripada
logam alkali. Walaupun densitas logamnya naik dengan naiknya nomor atom seperti halnya
dengan logam-logam alkali, titik leleh dan entalpi atomisasi berubah hanya sedikit saja.
Logam-logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali, namun lebih
reaktif daripada logam-logam yang lain[3].
Berbeda dengan garam-garam golongan logam alkali yang mudah larut dalam air,
sebagai garam logam golongan alkali tanah tidak larut dalam air. Pada umumnya garam
alkali tanah yang larut adalah garam-garam nitrat dan klorida (dari anion valensi tunggal)
sedangkan yang sukar larut adalah garam-garam seperti karbonat dan fosfat (anion valensi
ganda). Beberapa anion menunjukkan kecenderungan kelarutan yang cukup mencolok
misalnya garam sulfat yang mempunyai kecenderungan semakin sukar larut dari atas ke
bawah dalam golongannya sedangkan hidroksidanya menunjukkan hal yang sebaliknya
yaitu sukar larut. Setiap logam alkali dan alkali tanah menghasilkan warna nyala yang
karakteristik jika senyawa-senyawa alkali dan alkali tanah tersebut dibakar dalam nyala api.
Warna nyala yang dihasilkan berbeda-beda dari setiap unsur. Warna nyala api dari logam
alkali yaitu merah tua (litium), kuning (natrium), nila (kalium), merah violet (rubidium), dan
biru sesium. Sejumlah energi tertentu dari nyala api diserap oleh elektron-elektron atom
logam hingga terjadi eksitasi dan kembalinya elektron ke peringkat dasar membebaskan
energi nyala yang khas, sesuai dengan energi transisi elektronik atom logam yang
bersangkutan. Jadi, setiap atom logam alkali mengalami transisi elektronik yang unik bagi
dirinya sendiri[4].
Logam golongan utama menunjukkan kilap, konduktor panas dan listrik yang baik, muda
h dibentuk. Sifat-sifat seperti ini khas logam, walaupun definisi atom logam dan ion tidak
sederhana. Unsur logam membentuk oksida basa, hidroksida dalam bilangan oksidasi +1
atau +2 dan menjadi kation. Semua unsur transisi adalah logam, sementara golongan utama
diklasifikasikan atas logam dan non logam. Germanium dan polonium dapat dimasukkan
sebagai logam. Boron, silikon, germanium, arsen, antimon, selenium, dan telurium menunjuk
kan sedikit ciri logam dan unsur-unsur ini sering disebut metalloid[5].
Telah dilakukan penelitian tentang reaksi pembentukkan kristal dari anion anion sulfit,
tiosulfit, tiosianat, borat, arsenit, dan arsenat. Dengan menggunakan metode pengaliran
larutan pereaksi secara perlahan lahan melalui satu goresan tipis kedalam larutan sampel
anion pada sebuah gelas obyek dan bantuan alat mikroskopik diperoleh hasil bahwa reaksi
anion anion tersebut dengan beberapa pereaksi pengendap seperti perak nirat, baruim nirat,
timbal asetat, tembaga sulfat, tembaga sulfat piridina, merkurium(II) nitrat nikel etilendiamina
menunjukkan endaan atau kristal yang spesefik untuk tiap tiap anion[6].
Untuk memudahkan menganalisa anion dan kation, diusahakan dulu dalam bentuk
senyawa yang mudah larut dalam air. Umumnya garam-garam natrium mudah larut dalam
garam karbonat dari logam-logam berat sukar larut dalam air, sehingga apabila zat yang
akan dianalisa berupa zat yang sukar larut atau memberi endapan dengan Na2CO3, maka
dibuat dahulu berupa ekstrak soda, kemudian dipisahkan dari endapan yang mengganggu
tersebut. Analisa kualitatif menggunakan dua macam uji, reaksi kering dan reaksi basah.
Reaksi kering dapat diterapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam
larutan. Reaksi kering ialah sejumlah uji ynag berguna dapat dilakukan dalam keadaan
kering, yakni tanpa melarutkan contoh. Petunjuk untuk operasi semacam ialah pemanasan,
uji pipa tiup, uji nyala, uji spektroskopi dan uji manik. Reaksi basah ialah uji yang dibuat
dengan zat-zat dalam larutan. Suatu reaksi diketahui berlangsung dengan terbentuknya
endapan, dengan pembebasan gas dan dengan perubahan warna. Mayoritas reaksi analisis
kualitatif dilakukan dengan cara basah[7].
D. Metode percobaan
Metode yang dilakukan pada percobaan ini yaitu metode kualitatif. Metode
kualitatif adalah metode tentang riset yang bersifat deskriptif dan hanya membahas tentang
ada atau tidaknya suatu zat yang akan kita teliti, dimana mengamati adanya produk reaksi
berupa endapan,gas dan perubahan warna ketika masing-masing larutan kation direaksikan
dengan masing-masing larutan anion.
1. Alat dan Bahan
1.1 Tabel alat

No Nama Alat Gambar Fungsi Kategori
1. Plat tetes Sebagai wadah untuk 1
mereaksikan larutan

2. Karton hitam Sebagai alas dari plastik 1
mika

3. Pipet tetes Sebagai alat untuk 1
mengambil larutan dalam
jumlah sedikit

4. Botol reagen Sebagai tempat untuk 1
menyimpan larutan
1.2 Tabel bahan

No Nama Sifat fisik Sifat kimia Kategori
1. NH4Cl  Bentuk bubuk Kristal  Berat molekul 53,49 Khusus
(Amonium padat gram/mol
klorida)  Warna putih  Mudah dalam air dingin,
 Berbau air panas dan aseton
2. NaNO3  Titik lebur 580 K  S padat = 117 J/mol K Khusus
(Natrium Nitrat)  Titik didih 3800C  Menyebabkan iritasi
 Densitas 2,3 x 103 kg/m3 pernapasan, iritasi kulit,
 Berat molekul 85 sma mata dan sakit perut
 Berupa serbuk putih
3. KNO3  Berat molekul 101,103  Mudah larut dalam air Khusus
(Kalium Nitrat) gram/mol panas
 Densitas 2,109  Larut dalam air dingin
gram/cm3  Larut dalam dietil eter
 Titik leleh 3340C  Kelarutan dalam air I
 Titik didih terurai pada gram / 2,8 ml air
4000C
4. Ba(NO3)2  Kristal tak berwarna  Larut dalam air Khusus
(Barium Nitrat)
5. Al(NO3)2  Kristal tak berwarna  Larut dalam air Khusus
(Alumunium  Mudah terhidrolisis
Nitrat)
6. Pb(NO3)2  Massa jenis 11,34  Energy ionisasi +4 Khusus
(Timbal Nitrat) gram/cm3  Bersifat asam
 Kalor lebur 2022 K  Bersifat oksidator
 Titik lebur 327,460C  Bersifat racun
 Berbentuk Kristal
7. HCl  Massa atom 36,45  Racun bagi pernapasan Khusus
(Asam klorida)  Massa jenis 3,21  Merupakan oksidator
gram/cm3 kuat
 Titik leleh -10100C  Berasap tebal d udara
 Energy ionisasi 1250 lembab
kJ/mol  Gasnya berwarna
 Berbau tajam kuning kehijauan dan
berbau merangsang
 Dapat larut dalam alkali
hidroksida, kloroform,
dan eter
9. NaOH  Massa molar 39,9971  Berwarna putih atau Khusus
(Natrium gram/mol praktis putih
hidroksida)  Densitas 2,1 gram/cm3  Berbentuk
 Titik lebur 3180C (591K) pellet,serpihan atau
 Titik didih 13900C batang
 Sangat basa dan
mudah terionisasi
membentuk ion natrium
dan hidroksida
10. Na2CO3  Padatan kristal  Mudah melapuk oleh Khusus
(Natrium berwarna putih udara
klorida)  Titik lebur 8510C  Beracun
 Dapat digunakan
sebagai pembersih
 Pelunak air sadah
 Pereaks dalam
pembuatan kaca
11. Na2SO3  Tidak berwarna  Mudah larut dalam air Khusus
(Natrium  Serbuk kasar  Tidak larut dalam etanol
Tiosulfat)  Mekar dalam udara
pada suhu lebih dari
330C
12. Na2HPO4  Fasa padat  Mudah larut dalam air Khusus
(Natrium  Tidak berbau panas
hidrogen  Warna putih  Larut dalam air dingin
pospat)  Rasa asin dan tidak larut dalam
 Mr 141,96 methanol
 Titik leleh 2400C
13. Na2S  Massa molar 78,0452  Sukar larut dalam air Khusus
(Natrium gram/mol  massa relatif 77 gr/mol
Sulfida)  Kepadatan 1,86
gram/cm3
 Titik lebur 11760C

2. Skema Kerja

Mulai

1. Menyiapkan plastik mika transparan yang beralaskan karton hitam
2. Meneteskan masing-masing larutan kation (NH4Cl, NaNO3, KNO3,
Mg(NO3)2, Ca(NO3)2, Ba(NO3)2,Pb(NO3)2, Al(NO3)2 1 M pada plastik mika
sebanyak 1-2 tetes.
3. Mereaksikan masing-masing larutan kation dengan larutan HCl
4. Melakukan hal yang sama seperti pada perlakuan ke- 3,dengan larutan
anion (NaOH, Na2CO3,Na2SO3,Na3PO4, Na2HPO4, Na2CrO4, Na2S,
Na2SO4 ) yang berbeda.
5. Mengamati adanya produk reaksi

Endapan, gas
dan perubahan
warna*

Selesai
E. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
 NH4Cl
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Bening 
Na2SO3     Bening 
Na2SO4     Bening 
Na3PO4     Bening 
Kuning
Na2HPO4     
terang
Na2S     Bening 

 NaNO3
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Bening 
Na2SO3     Bening 
Na2SO4     Bening 
Na3PO4     Bening 
Na2HPO4     Kuning 
Na2S     Bening 

 KNO3
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Bening 
Na2SO3     Bening 
Na2SO4     Bening 
Na3PO4     Bening 
Na2HPO4     Bening 
Na2S     Bening 
 Ca(NO3)2
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Putih keruh Putih
Na2SO3     Bening Putih
Na2SO4     Putih keruh Putih
Na3PO4     Bening 
Merah
Na2HPO4     Bening
muda
Na2S     Putih keruh Putih

 Ba(NO3)2
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Bening 
Na2SO3     Keruh 
Na2SO4     Bening 
Na3PO4     Bening 
Na2HPO4     Merah muda 
Na2S     Putih 

 Al(NO3)2
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening 
NaOH     Keruh 
Na2SO3     Bening 
Na2SO4     Bening 
Na3PO4     Bening Putih
Na2HPO4     Ungu Ungu
Na2S     Keruh 
 Pb(NO3)2
Terbentuk endapan Terbentuk gas Warna Warna
Pereaksi
Ya Tidak Ya Tidak Larutan Endapan

HCl     Bening Putih
NaOH     Bening Putih
Na2SO3     Bening Putih
Na2SO4     Keruh Putih

Na3PO4     Keruh Putih
Merah
Na2HPO4     Bening
muda
Na2S     Hitam Hitam

 Identifikasi gas
Larutan Kation Anion Keterangan
KNO3
1 Na2SO4 Terdapat Gas

Ca(NO3)2
2 NaOH Terdapat Gas

3 Ca(NO3)2 Na2SO3 Terdapat Gas

4 Ca(NO3)2 Na3PO4 Terdapat Gas

5 Pb(NO3)2 Na3PO4 Terdapat Gas

6 Ca(NO3)2 Na2S Terdapat Gas
2. Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan reaksi kation dan anion yang mempunyai reaksi
yang khas terhadap masing-masing senyawanya. Beberapa kation yang digunakan pada
percobaan kali ini yaitu : NH4Cl, NaNO3, Pb(NO)3, BaNO3, KNO3, Al(NO)2, dan direaksikan
dengan anion NaOH, Na2SO3, Na2SO4, Na3PO4, Na2HPO4, HCl dan Na2S. Sehingga
diperoleh perubahan tertentu baik berupa endapan, sedikit larut, larut serta perubahan warna
yang terjadi ataupun larutan tersebuttidak mengalami reaksi apapun yang ditandai dengan
warna larutan yang tetap bening. Reaksi pengendapan adalah suatu jenis reaksi yang dapat
berlangsung dalam cairan, misalnya air.
Suatu reaksi dapat dikatakan reaksi pengendapan apabila reaksi tersebut menghasilkan
endapan. Endapan yaitu zat padat yang tidak larut dalam cairan tersebut. Senyawa-senyawa
yang sering digunakan dalam reaksi pengendapan yaitu senyawa-senyawa ionik.
 Reaksi Kation dan Anion
1. NH4Cl

Gambar 1. Reaksi antara NH4Cl dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi NH4Cl dengan HCl
Pada percobaan kali ini yang dilakukan adalah mereaksikan HCl dengan larutan
NH4Cl. Pada saat direaksikan larutan tidak terbentuk endapan, gas dan warna larutan
tetap bening. NH4Cl merupakan senyawa anorganik berupa garam kristal putih yang
sangat mudah larut dalam air. Larutan NH4Cl bersifat asam lemah.
b. Reaksi NH4Cl dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NH4Cl(aq) + NaOH(aq) → NH3(aq) + NaCl(aq) + H2O
c. Reaksi NH4Cl dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2NH4Cl(aq) + Na2SO3(aq) → (NH4)2SO3(aq) + 2NaCl(aq)
d. Reaksi NH4Cl dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2NH4Cl(aq) + Na2SO4(aq) → (NH4)2SO4(aq) + 2NaCl(aq)
e. Reaksi NH4Cl dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2NH4Cl(aq) + Na3PO4(aq) →(NH4)3PO4(aq) + 3 NaCl(aq)
f. Reaksi NH4Cl dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan, gas dan warna
larutan berubah menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena warna larutan dari
Na2HPO4 yaitu kuning sehingga saat direaksikan dengan NH4Cl, larutannya ikut
menjadi warna kuning. Persamaan yaitu:
2NH4Cl(aq) + Na2HPO4(aq) → (NH4)2HPO4(aq) + 2 NaCl(aq)
g. Reaksi NH4Cl dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2NH4Cl(aq) + Na2S(aq) →(NH4)2S(aq) + 2NaCl(aq)

2. NaNO3

Gambar 2. Reaksi antara NaNO3 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi NaNO3 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + HNO3(aq)
b. Reaksi NaNO3 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + NaOH(aq) → NaOH(aq) + NaNO3(aq)
c. Reaksi NaNO3 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + Na2SO3(aq) → Na2SO3(aq) + NaNO3(aq)
d. Reaksi NaNO3 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + Na2SO4(aq) → Na2SO4(aq) + NaNO3(aq)
e. Reaksi NaNO3 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + Na3PO4(aq) → Na3PO4(aq) + NaNO3(aq)
f. Reaksi NaNO3 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + Na2HPO4(aq) → Na2HPO4(aq) + NaNO3(aq)
g. Reaksi NaNO3 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
NaNO3(aq) + Na2S(aq) → Na2S(aq) + NaNO3(aq)

3. KNO3

Gambar 3. Reaksi antara KNO3 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi KNO3 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
KNO3(aq) + HCl(aq) → KCl(aq) + HNO3(aq)
b. Reaksi KNO3 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
KNO3(aq) + NaOH(aq) → KOH(aq) + NaNO3(aq)
c. Reaksi KNO3 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2KNO3(aq) + Na2SO3(aq) → K2SO3(aq) + 2NaNO3(aq)
d. Reaksi KNO3 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan, namun
terbentuk gas. Warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2KNO3(aq) + Na2SO4(aq) → K2SO4(aq) + 2 NaNO3(aq)

e. Reaksi KNO3 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
3KNO3(aq) + Na3PO4(aq) → K3PO4(aq) + 3NaNO3(aq)
f. Reaksi KNO3 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas, namun warna larutan menjadi kuning. Persamaan reaksinya yaitu:
2KNO3(aq) + Na2HPO4(aq) → K2HPO4(aq) + 2NaNO3(aq)
g. Reaksi KNO3 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2KNO3(aq) + Na2S(aq) → K2S(aq) + 2NaNO3(aq)
4. Ca(NO3)2

Gambar 4. Reaksi antara Ca(NO3)2 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi Ca(NO3)2 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + 2HCl(aq) → CaCl2(aq) + 2HNO3(aq)
b. Reaksi Ca(NO3)2 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih,
terbentuk gas serta warna larutan menjadi putih keruh. Persamaan reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Ca(OH)2(s)↓ + 2NaNO3(aq)
c. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih,
terbentuk gas, namun warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + Na2SO3(aq) → CaSO3 (s)↓ + 2NaNO3(aq)
d. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan menjadi putih keruh. Persamaan
reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) → CaSO4(s)↓ + 2NaNO3(aq)
e. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan namun
terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
3Ca(NO3)2(aq) + 2 Na3PO4(aq) → Ca3(PO4)2 (aq) + 6 NaNO3(aq)
f. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna merah
muda namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan
reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + Na2HPO4(aq) → CaHPO4(s)↓ + 2NaNO3(aq)
g. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih,
terbentuk gas serta warna larutan menjadi putih keruh. Persamaan reaksinya yaitu:
Ca(NO3)2(aq) + Na2S(aq) → CaS (s)↓ + 2NaNO3(aq)
5. Ba(NO3)2

Gambar 5. Reaksi antara Ba(NO3)2 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi Ba(NO3)2 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + 2HCl(aq) → BaCl2(aq) + 2HNO3(aq)
b. Reaksi Ba(NO3)2 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Ba(OH)2(aq) + 2NaNO3(aq)
c. Reaksi Ba(NO3)2 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan berubah menjadi keruh. Persamaan reaksinya
yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + Na2SO3(aq) →BaSO3(aq) + 2NaNO3(aq)
d. Reaksi Ba(NO3)2 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) →BaSO4(aq) + 2 NaNO3(aq)
e. Reaksi Ba(NO3)2 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + 2Na3PO4(aq) → Ba(PO4)2(aq) + 6NaNO3(aq)
f. Reaksi Ba(NO3)2 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan berubah menjadi merah muda. Persamaan
reaksinya yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + Na2HPO4(aq) → Ba(HPO4)(aq) + 2NaNO3(aq)
g. Reaksi Ba(NO3)2 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan berubah menjadi putih. Persamaan reaksinya
yaitu:
Ba(NO3)2(aq) + Na2S(aq) → BaS(s)↓ + 2NaNO3(aq)
6. Al(NO3)2

Gambar 6. Reaksi antara Al(NO3)2 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi Al(NO3)2 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Al(NO3)2(aq) + 2HCl(aq) → AlCl2(aq) + 2HNO3(aq)
b. Reaksi Al(NO3)2 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
Al(NO3)3(aq) + 3NaOH(aq) → Al(OH)3(s) ↓ + 3NaNO3(aq)
c. Reaksi Al(NO3)2 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2Al(NO3)3(aq) + 3Na2SO3(aq) → Al2(SO3)3(aq) + 6NaNO3(aq)
d. Reaksi Al(NO3)2 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya yaitu:
2Al(NO3)3(aq) + 3Na2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 6NaNO3(aq)
e. Reaksi Al(NO3)2 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya
yaitu:
Al(NO3)3(aq) + Na3PO4(aq) → AlPO4(s)↓ + 3NaNO3(aq)
f. Reaksi Al(NO3)2 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna ungu
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan berubah menjadi ungu. Persamaan
reaksinya yaitu:
2Al(NO3)3(aq) + 3Na2HPO4(aq) → Al2(HPO4)3(s)↓ + 6NaNO3(aq)
g. Reaksi Al(NO3)2 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan tidak terbentuk endapan dan tidak
terbentuk gas serta warna larutan berubah menjadi keruh. Persamaan reaksinya
yaitu:
2Al(NO3)3(aq) + 3Na2S(aq) → Al2S3(s)↓ + 6NaNO3(aq)
7. Pb(NO3)2

Gambar 7. Reaksi antara Pb(NO3)2 dengan (a) HCl, (b) NaOH, (c) Na2SO3, (d) Na2SO4,
(e) Na3PO4, (f) Na2HPO4, (g) Na2S
a. Reaksi Pb(NO3)2 dengan HCl
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya
yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + 2HCl(aq) → PbCl2(s)↓ + 2HNO3(aq)
b. Reaksi Pb(NO3)2 dengan NaOH
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya
yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Pb(OH)2(s)↓ + 2NaNO3(aq)
c. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na2SO3
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan reaksinya
yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + Na2SO3(aq) → PbSO3(s)↓ + 2NaNO3(aq)
d. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na2SO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan berubah menjadi keruh. Persamaan
reaksinya yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) → PbSO4(s)↓ + 2NaNO3(aq)
e. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na3PO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna putih,
terbentuk gas, serta warna larutan menjadi keruh. Persamaan reaksinya yaitu:
Pb(NO3)3(aq) + Na3PO4(aq) → Pb(PO4)(s)↓ + 3NaNO3(aq)
f. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na2HPO4
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna merah
muda namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan tetap bening. Persamaan
reaksinya yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + Na2HPO4(aq) → PbHPO4(s)↓ + 2NaNO3(aq)
g. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na2S
Pada saat kedua larutan direaksikan, larutan terbentuk endapan berwarna hitam
namun tidak terbentuk gas, serta warna larutan menjadi hitam. Persamaan reaksinya
yaitu:
Pb(NO3)2(aq) + Na2S(aq) → PbS(s)↓ + 2NaNO3(aq)
8. Identifikasi Gas
a. Reaksi KNO3(aq) dengan Na2SO4(aq)
2KNO3(aq) + Na2SO4(aq) → K2SO4(aq) + 2 NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi, saat KNO3(aq) direaksikan dengan Na2SO4(aq)
larutan yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada percobaan saat
direaksikan larutan teridentifikasi terdapat gas.
b. Reaksi Ca(NO3)2 dengan NaOH
Ca(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq) → Ca(OH)2(s)↓ + 2NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi, saat Ca(NO3)2 (aq) direaksikan dengan Na(NO3)2
larutan yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada saat direaksikan larutan
teridentifikasi terdapat gas.
c. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2SO3
Ca(NO3)2(aq) + Na2SO3(aq) → CaSO3 (s)↓ + 2NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi,saat Ca(NO3)2 (aq) direaksikan dengan Na2SO3
larutan yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada saat direaksikan larutan
teridentifikasi terdapat gas. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na3PO4
d. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2PO4
Ca(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) → CaSO4(s)↓ + 2NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi,saat Ca(NO3)2 direaksikan dengan Na3PO4 larutan
yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada saat direaksikan larutan
teridentifikasi terdapat gas.
e. Reaksi Pb(NO3)2 dengan Na3PO4
Pb(NO3)3(aq) + Na3PO4(aq) → Pb(PO4)(s)↓ + 3NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi,saat Pb(NO3)2 direaksikan dengan Na3PO4 larutan
yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada saat direaksikan larutan
teridentifikasi terdapat gas.
f. Reaksi Ca(NO3)2 dengan Na2S
Ca(NO3)2(aq) + Na2S(aq) → CaS (s)↓ + 2NaNO3(aq)
Jika dilihat dari persamaan reaksi,saat Ca(NO3)2(aq) direaksikan dengan Na2S larutan
yang dihasilkan tidak terbentuk gas. Sedangkan pada saat direaksikan larutan
teridentifikasi terdapat gas, hal ini dikarenakan bau has dari Na2S sangat menyengat
F. Penutup
1. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa yang paling
reaktif adalah Pb(NO3)2 karena dapat bereaksi dengan cepat dengan semua senyawa yang
ditandai dengan adanya endapan setelah direaksikan. Selanjutnya Ca(NO3)2 dan Al(NO3)2.
Senyawa yang teridentifikasi adanya gas yaitu saat NaNO3 direaksikan dengan Na2S dan
Al(NO3)2 direaksikan dengan Na2S, hal ini disebabkan bau has dari Na2S sangat menyengat
sehingga saat mereaksikan kedua larutan tersebut teridentifikasi adanya gas, tetapi jika
dilihat dari persamaan reaksi kedua reaksi tersebut tidak membentuk gas.

2. Saran
Diharapkan kepada praktikan untuk lebih teliti dan lebih jeli lagi dalam melihat beberapa
perubahan yang diakibatkan oleh reaksi antara anion dan kation seperti pada perubahan
warna, ada atau tidaknya endapan serta ada tidaknya gas.
DAFTAR PUSTAKA
[1].Taro Saito. (1996). Kimia Anorganik.Tokyo: Iwanami Shoten, Publishers.
[2].J.L. Provis, S.A. Bernal, (2014), Geopolymers and Related Alkali-activated Materials,
Annu. Rev. Mater. 299–327
[3].Diantariani N. P. (2010). Peningkatan Potensi Batu Padas Ladgestone sebagai AdsorbenI
on Logam Berat Cr(Iii) dalam Air Melalui Aktivasi Asam dan Basa. Jurnal Kimia, vol.4,
No.1 (Bukit jimbarng: Universitas Udanaya).
[4].Petrucci, Ralph H. (2008). Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga
[5].Aldes Lesbani. (2013).Studi Interaksi Vanadium dan Nikel dengan Pasir Kursa .Jurnal
Penelitian Sains. vol. 14 4(C) 14410. Hlm. 43-46.
[6]. R.A. Prasetya. (2016). Beberapa Reaksi Kristal Anion – anion Sulfit, Tiosulfa, Borat
Arsenit dan Arsenat, Universitas Airlangga, 1-2.
[7].Diatta, Jean Bernard. (2002). Evaluation of Adsorption Parameters and Charge
Densities of Some Selected Soils: Application to Lead. Electronic Journal of Polish A
ricultural Universities. vol. 5 Issue 2.