You are on page 1of 28

MAKALAH TENTANG KONSEP DIRI

DOSEN PENGAMPUH:Ns. Dini Kurniawati M.Psi, M.Kep., Sp.Mat

TUGAS PSIKOSOSIAL DAN BUDAYA DALAM KEPERAWATAN

oleh:

Tri Buana (142310101053)

Khansa Salsabila W. (162310101106)

Dian Novita Anggraeni (162310101108)

Indra Stiawan (162310101207)

Dewi Wulandari (162310101228)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2017

BAB 1.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang evaluasi dirinya sendiri.
Konsep diri merupakan potret diri secara mental, yang dapat berubah yakni
bagaimana seseorang melihat, menilai dan menyikapi dirinya sendiri. Konsep
diri tumbuh dari interaksi social yang berpengaruh dalan kehidupan individu.
Konsep diri memiliki dimensi yaitu pengetahuan tentang diri sendiri,
penghargaan terhadap diri, dan penilaian terhadap diri sendiri./ konsep diri
menjadi bagian penting dari kepribadian seseorang dalam bersikap dan
prilaku. Bila dalam diri seseorang dapat menerima dirinya apa adanya dengan
segala kekuatan dan kelemahannya serta memiliki pengetahuan dan wawasan
yang luas, berarti menunjukkan bahwa ia memiliki konsep diri yang positif.

1.2 Tujuan
a. Mengetahui pengertian sikap, struktur fungsi, dan ciri-ciri sikap,
pengukuran, dan perubahan sikap dan faktor yang
mempengaruhinya.
b. Mengetahui pengertian persepsi, proses terjadinya persepsi dan
faktor yang mempengaruhinya.
c. Mengetahui pengertian konsep diri, faktor pembentuk konsep diri,
dan komponen konsep diri

1.3 Manfaat

Mahasiswa mampu memahami dan memantapkan pengetahuannya tentang
konsep diri.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Kemudian menurut Azwar (2005).1 SIKAP Pengertian Sikap Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau Obyek Psikologi (Soekidjo N.pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah keadaan dalam diri manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Newcomb dalam Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak. Obyek psikologi di sini meliputi : simbol. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.2. tetapi berdasarkan pendapat . Sikap adalah suatu bentuk evaluasi / reaksi terhadap suatu obyek. kata-kata. 2003). Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas. ide dan sebagainya. Komponen Sikap Sikap seseorang ditentukan oleh kepuasan yang dirasakan sesuai harapannya. akan tetapi adalah merupakan pre-disposisi tindakan atau perilaku. memihak / tidak memihak yang merupakan keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi). orang. Meskipun ada beberapa perbedaan pengertian sikap. komponen-komponen sikap adalah : . pemikiran (kognisi) dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya (Saifudin A. lembaga. dan bukan merupakan pelaksanan motif tertentu. slogan. 2005). Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan dan perilaku.

2. maka orang akan bersifat positif terhadap obyek tersebut. yaitu: a. Kognitif Kognitif terbentuk dari pengetahuan dan informasi yang diterima yang selanjutnya diproses menghasilkan suatu keputusan untuk bertindak. Orang memandang sejauh mana obyek sikap dapat digunakan sebagai sarana atau alat dalam rangka mencapai tujuan. Fungsi Sikap Menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dewi (2010) sikap mempunyai beberapa fungsi. Bila obyek sikap dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya. Dengan individu mengambil sikap . c. Afektif Menyangkut masalah emosional subyektif sosial terhadap suatu obyek. Demikian sebaliknya bila obyek sikap menghambat pencapaian tujuan. Dengan mengekspresikan diri seseorang akan mendapatkan kepuasan dapat menunjukkan kepada dirinya. Fungsi instrumental (fungsi penyesuaian/fungsi manfaat) Fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan. Fungsi pertahanan ego Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya. maka orang akan bersikap negatif terhadap obyek sikap yang bersangkutan. b. Konatif Menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya. Sikap ini diambil oleh seseorang pada waktu orang yang bersangkutan terancam keadaan dirinya atau egonya. secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap suatu obyek.1. 3. Fungsi ekspresi nilai Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.

c.ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada seseorang bila terdapat keadaan - keadaan dan syarat . sikap dapat berubah . tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Ini berarti bila seseorang mempunyai sikap tertentu terhadap suatu obyek. Pembentukan dan Perubahan Sikap Sikap dapat terbentuk atau berubah melalui empat macam: 1. Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya. Dengan kata lain sikap itu terbentuk. tertentu akan menggambarkan keadaan sistem nilai yang ada pada individu yang bersangkutan. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan. menunjukkan tentang pengetahuan orang terhadap obyek sikap yang bersangkutan. Sikap tidak berdiri sendiri. b. Ciri-ciri Sikap Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoadmodjo (2003) adalah : a. a. atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. dipelajari. sifat alamiah akan sikap dan kecakapan.syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang tersebut. Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya. Obyek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. d.kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki orang. Adopsi .

2003) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap.tiba. Integrasi Pembentukan sikap disini terjadi secara bertahap. melainkan hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga sikap bersifat dinamis. sejalan dengan bertambahnya usia. bahwa sikap dapat berubah karena kondisi dan pengaruh yang diberikan. 3. 2. Sikap dapat pula dinyatakan sebagai hasil belajar.kelamaan secara bertahap diserap kedalam diri individu dan mempengaruhi terbentuknya suatu sikap. PROSES PEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN SIKAP Pada dasarnya sikap bukan merupakan suatu pembawaan. yang meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. bertambahnya pengalaman.pengalaman yang traumatis dapat juga menyebabkan terbentuknya sikap. lama . dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tentu sehingga akhirnya terbentuk sikap menegenal hal tersebut. sekarang dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.peristiwa yang terjadi berulang - ulang dan terus menerus. Sebagai hasil dari belajar. 4. Kejadian .hal yang tadinya dianggap sejenis.kejadian dan peristiwa . mengejutkan. maka ada hal . sikap tidaklah terbentuk dengan sendirinya karena pembentukan sikap senantiasa akan berlangsung dalam interaksi manusia berkenaan dengan objek teretntu (Hudaniah. Sesuai yang dinyatakan oleh Sheriff & Sheriff (1956). Diferensiasi Dengan berkembangnya intelegensi. karenanya sikap dapat mengalami perubahan. Pengalaman . Terhadap objek tersebut dapat terbentuk sikap tersendiri pula. antara lain: . Trauma Trauma adalah pengalaman yang tiba .

Karena itu. misalnya kehilangan anggota tubuh karena kecelakaan. Kebudayaan B. Semakin sering sebuah musik diputar di berbagai media akan semakin besar kemungkinan orang akan memilih untuk membelinya.F. Menurut Oskamp. yaitu peristiwa traumatik yang merubah secara drastis kehidupan individu. Kedua yaitu munculnya objek secara berulang .1. Azwar 2005) menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang. penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas. a. Kepribadian tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan. ganjaran) yang dimiliki. Skinner (dalam. Dalam situasi yang melibatkan emosi.ulang (repeated exposure). pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat. . Misalnya waktu masih muda. individu mempunyai sikap negatif terhadap obat-obatan. iklan kaset musik. c. Pengalaman Pribadi Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap. Misalnya. tetapi ia menjadi biasa setelah menderita sakit sehingga secara rutin harus mengkonsumsi obat – obatan tertentu b. sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor emosional. dua aspek yang secara khusus memberi sumbangan dalam membentuk sikap. Faktor internal. yaitu cara individu dalam menanggapi dunia luarnya dengan selektif sehingga tidak semua yang datang akan diterima atau ditolak. Faktor Genetik dan Fisiologik Faktor ini berperan penting dalam pembentukan sikap melalui kondisi – kondisi fisiologik. Pertama adalah peristiwa yang memberikan kesan kuat pada individu (salient incident).

b. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut. Misalnya. Sikap orang tua akan dijadikan role model bagi anak- anaknya. c.anak santri kemungkinan akan berubah menjadi tidak nakal lagi. yaitu keadaan – keadaan yang ada di luar indivuidu yang merupakan stimulus untuk membentuk atau mengubah sikap. Media Massa Sebagai sarana komunikasi. tidak fair) 2. Pengaruh Orang Tua Orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak- anaknya. Ada kecenderungan bahwa seorang individu berusaha untuk sama dengan teman sekelompoknya. individu bersikap konformis (sesuai) atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting. d. Misalnya seorang anak nakal yang bersekolah dan berteman dengan anak . berbagai media massa seperti televisi. Faktor Emosional Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi seseorang. a. akan cenderung melahirkan anak-anak yang juga senang musik. suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran. Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih tahan lama. Kadang-kadang. Kelompok Sebaya atau Kelompok Masyarakat Pada umumnya. Faktor Eksternal. orang tua pemusik. radio. mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan . Contoh : Sikap orang kota dan orang desa berbeda terhadap kebebasan dalam pergaulan.

media massa banyak digunakan oleh partai politik untuk mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan umum. Sangat Setuju 2. Ragu-ragu 4. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Contoh :. institusi pendidikan dan agama mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. PENGUKURAN SIKAP 1. d. Preferensi 1. akan memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama Sebagai suatu sistem. diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran .ajarannya. Tidak Setuju . garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. apabila cukup kuat. kepercayaan orang. Pemahaman akan baik dan buruk. Misalnya. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut. Setuju 3.

4. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Skala Thurstone: Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. positf atau negatif. Skala Gutman : Skala pengukuran dengan tipe ini. 4. akan di dapat jawaban yang tegas. 2. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut. tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist. dari kata “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”. Skala bentuk ini . Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20- 40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur. pendapat. fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan. Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis.5 interval. pernah atau tidak. maka dalam skala Gutmann hanya ada dua interval yaitu “setuju atau tidak setuju”.2. atau sebaliknya. Jadi kalau pada skala Likert terdapat interval 1. Sangat Tidak Setuju Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. yaitu ya atau tidak. dan lain-lain. Semantik Diferensial: Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap. 3. 5. benar atau salah. kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis.3. yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dalam penelitian.

Menurut Slameto (2010:102) = persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Rating scale lebih fleksibel. Menurut Robbins (2003:97) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera . Penilaian (Rating Scale): Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. seperti skala untuk mengukur status sosial. dan lain-lain.2 PERSEPSI Pengertian persepsi menurut para ahli yaitu : 1. dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Berbeda dengan rating scale. pengetahuan. peraba. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya. perasa dan pencium. melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Seperti halnya skala lainnya. ekonomi. 2. Dalam rating scale. 3. yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden 2. yaitu indera pengelihat. tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan. biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang. Menurut Bimo Walgito = pengertian persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh penginderaan yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. kemampuan. 5.

Perhatian. Energi tiap orang berbeda-beda . Menurut Purwodarminto (1990: 759). adapun faktor Internal yang mempengaruhi persepsi. Faktor internal Faktor yang terdapat dalam diri individu. yaitu proses diterimanya rangsang oleh alat indra. persepsi adalah tanggapan langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pengindraan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi 1. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. kemudian di analisa (diorganisir). diintepretasi dan kemudian dievaluasi. Dalam kamus besar psikologi. sehingga individu tersebut memperoleh makna. Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera. kemudian individu memiliki perhatian. persepsi diartikan sebagai suatu proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indra- indra yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada dilingkungannya. selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi terhadap lingkungan sekitarnya. b. Persepsi adalah proses akhir dari pengamatan suatu obyek yang diawali oleh proses pengindraan. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda. yang mencakup beberapa hal antara lain : a. 4. selanjutnya diteruskan ke otak lalu individu menyadari tentang sesuatu yang diamati. 5.

Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama . akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi. ·Keunikan dan kekontrasan stimulus. Pengalaman dan ingatan Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas. 2. sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek. b. merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah : a. f. c. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. bereaksi dan mengingat. e. Minat Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi yang digerakkan untuk mempersepsi d. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi. Warna dari obyek-obyek Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak. mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima. Kebutuhan yang searah Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya. maka semakin mudah untuk dipahami. Suasana hati Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang.

d. Ada beberapa syarat terjadinya persepsi. Intensitas dan kekuatan dari stimulus Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. dari otak dibawah melalui saraf motoric sebagai alat untuk mengadakan respon. Adanya perhatian sebagai langkah pertama untuk mengadakan persepsi. sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian. c. Objek Stmulus Reseptor rrrrrrrrr Otak Saraf Sensorik Saraf Motorik . Motion atau gerakan Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam. yaitu : a. Benda sebagai objek langsung mengenai kulit. Perlu dikemukakan bahwa antara objek dan stimulus itu berbeda. Kemudian. c. misalnya dalam hal tekanan. tetapi ada kalanya bahwa objek dan stimulus itu menjadi satu. d. Objek menimbulkan stimulus. Objek berperan sebagai stimulus. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi. Adanya panca indera sebagai reseptor penerima stimulus. 2004: 90). sehingga akan terasa tekanan tersebut (Bimo Walgito. sedangkan panca indera berperan sebegai reseptor. Saraf sensorik sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke otak ( pusat saraf atau pusat kesadaran ). b. Adanya objek. Proses Terjadinya Persepsi Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagai berikut. dan stimulus mengenai alat indera atau reseptor.

yang terjadi pada keadaan sadar. berupa organik. Adapun jenis-jenis halusinasi yaitu: a. . seperti emosi tertentu yang mengakibatkan ilusi dan psikosis sehingga menimbulkan halusinasi dan pengaruh lingkungan sosio-budaya. Halusinasi terkait indra pendengar (halusinasi akustik) adalah suatu persepsi yang seolah-olah mendengar suara. Halusinasi Persepsi tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seseorang. 1. psikotik atau histeris (Maramis. gangguan jiwa. hewan. Contoh: Pada malam hari. mesin. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai macam-macam gangguan persepsi. music. depersonalisasi. ilusi. Gangguan ini disebabkan oleh gangguan otak. Suara yang terdengar dapat berupa suara manusia. derealisasi. gangguan somatosensorik pada reaksi konversi. fungsional. seolah-olah terdengar ada bayi menangis didekat kuburan. 1999). Di ruang tengah rumah tua sering terdengar suara barang berjatuhan. barang. padahal suara tersebut sebenarnya tidak ada. Persepsi Gangguan Persepsi Gangguan persepsi adalah kesalahan atau gangguan yang terjadi pada persepsi individu. Maramis (1999) menyatakan bahwa terdapat tujuh macam gangguan persepsi yaitu halusinasi. gangguan psikologik dan agnosia.

atau pola cahaya. Misalnya. Misalnya. Misalnya. Halusinasi terkait indra perasa (halusinasi guatatorik).b. 2. halusinasi yang seolah-olah merasa diraba-raba. Misalnya lambung seperti ditusuk-tusuk jarum. halusinasi yang seolah-olah merasa badannya bergerak di sebuah ruang tertentu dan merasa anggota badannya bergerak dengan sendirinya. Halusinasi terkait indra penglihat (halusinasi optik) adalah suatu persepsi yang seolah-olah melihat sesuatu. individu diberikan obat seolah- olah terasa diberikan racun. barang atau benda Contoh: Daun pisang yang patah pada malam hari dilihat sebagai seorang penjahat yang sedang menghalang dirinya. yaitu suatu halusinasi yang seolah-olah merasakan sesuatu atau rasa tentang sesuatu yang dimakan. ditiup dan lain-lain. Misalnya. Halusinasi terkait indra peraba (halusinasi taktil) yaitu. Halusinasi terkait indra pencium (halusinasi olfaktori). . Apa yang dilihat seolah-olah berbentuk orang. Apa yang dilihat seolah-olah berwarna atau tidak berwarna. bau bunga sedap malam dirasakan sebagai bau bangkai. d. kilatan. yaitu halusinasi yang seolah-olah mencium suatu bau tertentu. saat berjalan sendirian pada malam hari seolah-olah ia melihat sinar putih yang terang benderang mendekati dirinya. halusinasi yang seolah-olah ada perasaan tertentu yang timbul di tubuh bagian dalam. e. pikiran sedang kacau. namun pada kenyataannya tidak ada apa-apa. 3. binatang. c. f. g. Halusinasi terkait dengan gerak (halusinasi kinestetik) yaitu. Halusinasi terkait dengan alat tubuh bagian dalam (halusinasi viseral) yaitu. 1. Apa yang dilihat seolah-olah tidak berbentuk sinar. Batu besar ditepi kuburan pada malam hari dilihat sebagai harimau yang sedang duduk. uang ratusan ribu rupiah yang berwarna merah terlihat kelabu. disentuh.

Deporsonalisasi Perasaan yang aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasanya lagi. c. b. Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi . Contoh : Seorang wisatawan sedang menikmati keindahan pemandangan alam yang sangat menakjubkan sehingga ia merasakan seolah-olah sedang bermimpi. b. terjadi pada orang normal dan tepat sebelum tidur. j. Halusinasi histerik. dan tidak sesuai dengan kenyataan. Halusinasi hipnagogik yaitu. yaitu halusinasi yang terjadi pada neurosis histerik karena konflik emosional. 2. Ilusi Interpretasi yang salah atau menyimpang tentang persepsi yang sebenarnya terjadi karena adanya rangsang pada pancaindra. Derealisasi Perasaan aneh tentang lingkungan sekitar dan tidak sesuai dengan kenyataannya. 5. h. terjadi pada orang normal dan tepat sebelum tidur. Perasaan bahwa dirinya seperti sudah diluar badannya. Contoh : a. 4. Bunyi angin terdengar seperti ada seseorang memanggil namanya. yaitu aktivitas kinerja persepsi sensorik yang salah. Bayangan daun pisang terlihat seperti seorang penjahat. Halusinasi hipnopompik. aktivitas kinerja persepsi sensorik yang salah. misalnya segala sesuatu dirasakan seperti dalam mimpi. 3. contoh : a. i. Perasaan bahwa kaki kanannya bukan kepunyaannya lagi. Suara binatang di semak-semak terdengar seperti ada tangisan bayi.

dan banyak cairan pada kulit. c. sembelit. Kulit : radang kulit. mual dan muntah. Mata dan telinga : mata berkunang-kunang dan telinga berdenging. dan diare. Agnosia Ketidak mampuan individu untuk mrngenal dan mengartikan persepsi. 7. Gangguan dalam melihat dan mendengar 6. Jantung dan pembuluh darah : denyut jantung cepat ( palpitasi ) tekanan darah meningkat atau hipertensi. otot tegang dan kaku di punggung. Contoh : a. baik sebagian maupun total sebagai akibat kerusakan otak contohnya seorang penderita agnosia tidak dapat mengenali lagi alat-alat rumah . Secara harfiah somatosensorik berasal dari kata soma dan sensorik. hubungan seksual yang sakit pada wanita. System perkemihan : sering berkemih. c. f. Anestesia yaitu kehilangan sebagin atau keseluruhan kepekaan indera peraba pada kulit. System pencernaan : lambung perih. sakit saat menstruasi g. b. System pernafasan : sindrom hiperventilasi ( inspirasi & ekspirasi berlebihan yang mengakibatkan pusing dan kepala ringan ) d. Gangguan psikofisiologik Gangguan pada tubuh yang dipersarafi oleh susunan saraf yang berhubungan dengan kehidupan dan disebabkan oleh gangguan emosi. Parestesia yaitu perubahan pada indera peraba seperti ditusuk jarum kulit terasa panas atau kulitnya terasa kebal. gatal-gatal. ngompol. Contoh : a. Otot dan tulang :otot tegang hingga kaku. kembung. Soma artinya tubuh sedangkan sensorik artinya mekanisme neurologis yang terlibat dalam proses pengindraan dan perasaan. b. Jadi somatosensorik adalah suatu keadaan menyangkut tubuh yang secara simbolik menggambarkan adanya suatu konflik emosional. e.

pikiran. 2. intelektual. dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan memengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart & Sundeen 1995). gelas. seperti meja. Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh. lemari. tangga yang ada dirumahnya. emosi. social. Konsep diri adalah semua ide. kursi. . b. kepercayaan. dan spiritual. menyangkut fisik.3 KONSEP DIRI Pengertian Konsep Diri a. cangkir dan piring.

dan keinginannya. Willian dan Rawlin 1986) Beberapa hal yang termasuk dalam konsep diri adalah persepsi individu tentang sifat dan potensi yang dimilikinya. b. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana individu mengartikan pandangan orang lain terhadap dirinya. baik fisikal. serta tujuan. d. Konsep diri positif ditandai dengan kemampuan intelektual dan penguasaan lingkungan. Sementara itu. Konsep diri berkembang secara bertahap. Konsep diri juga merupakan aspek kritikal dan dasar dari pembentukan perilaku individu. nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek. yang diawali pada waktu bayi mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain. khususnya pada masa kanak- kanak. Aspek utama dalam perkembangan identitas diri adalah nama dan panggilan anak. c. . emosional intelektual . interaksi individu dengan orang lain dan lingkungannya. Sementara itu. Hal lain yang penting dalam konsep diri: a.c. ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu dalam konsep diri. Konsep diri dipelajari melalui pengalaman dan interaksi individu dengan orang lain b. a. Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh. harapan. Konsep diri terbentuk karena peran keluarga. yang mendasari dan membantu perkembangannya. konsep diri negative ditandai dengan hubungan individu dan hubungan social yang maladaptive. sosial dan spiritual (Beck.

b. Masih banyak masyarakat yang menganggap peranan perempuan hanya sebatas urusan keluarga. seperti jangan. c. Suasana keluarga yang serasi atau haemonis dan berpandangan positif akan memicu kreativitas sehingga dapat menghasilkan perasaan yang positif dan berarti bagi anak. Seseorang akan berusaha untuk mencapai standar di mana ia dapat dikatakan mempunyai kedaaan fisik ideal agar mendapat tanggapan positif dari orang lain. Peranan perilaku orang tua Lingkungan pertama dan utama yang mempengaruhi perilaku seseorang adalah lingkungan keluarga.c. keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan konsep diri seseorang. Salah satu hal yang terkait dengan peranan orang tua dalam . dan nakal sebaiknya digunakan semaksimal mungkin. Dengan kata lain. Peranan citra fisik Tanggapan mengenai keadaan fisik seseorang biasanya didasari oleh adanya keadaan fisik yang dianggap ideal oleh orang tersebut atau pandangan masyarakat umum. d. Peranan jenis kelamin Peranan jenis kelamin salah satunya ditentukan oleh perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Kata-kata. laki-laki mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. tidak boleh. Kegagalan atau keberhasilan mencapai standar keadaan fisik ideal sangat mempengaruhi pembentukan citra fisik seseorang. Faktor Pembentuk Konsep Diri Pudjijogyanti) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri sebagai berikut: a. Penerimaan keluarga terhadap kemampuan anak yang sesuai dengan perkembangannya sangat memicu terjadinya aktualisasi diri dan kesadaran terhadap potensi dirinya. Hal ini menyebabkan perempuan masih menemui kendala dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sementara di sisi lain.

Fokus individu terhadap fisik lebih menonjol pada usia remaja b. potensi tubuh. Individu yang stabil. fungsi tubuh. menstruasi. perubahan suara. tinggi badab (TB). peran diri (self role). pembentukan konsep diri anak adalah cara orang tua dalam memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis anak. Bentuk tubuh. harga diri ( self esteem). dan identitas diri (self identity). peran. serta persepsi. Ideal Diri . e. realistik dan konsisten terhadap gambaran dirinya dapat menciptakan kesuksesan dalam hidup. baik secara sadar maupun tidak sadar. meliputi penampilan. ideal diri (self ideal). Struktur. berat badan (BB). Gambaran yang realistis untuk menerima dan menyukai bagian tubuh akan memberi rasa aman dalam menghindari kecemasan dan meningkatkan harga diri. Peranan faktor sosial Interaksi seseorang dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya merupakan salah satu hal yang membentuk konsep diri orang tersebut. dan perasaan tentang ukuran dan bentuk tubuh. dan status sosial seseorang menjadi landasan bagi orang lain dalam memandang orang tersebut. dan tanda pertumbuhan kelamin sekunder (payudara. c. Hal penting yang terkait dengan gambaran diri meliputi: a. Gambaran Diri Gambaran diri adalah sikap individu terhadap tubuhnya. d. d. Komponen Konsep Diri Komponen konsep diri meliputi gambaran diri (body image). pertumbuhan bulu) menjadi gambaran diri. Cara individu memandang diri berdampak penting terhadap aspek psikologis.

Dipengaruhi oleh individu yang dianggap penting dalam member tuntutan dan harapan. Harga diri rendah apabila kehilangan kasih sayang atau cinta kasih dari orang lain. Perkembangan awal terjadi pada masa kanak-kanak. Faktor yang Memengaruhi Harga Diri: a. Aspek utama harga diri adalah dicintai. Harga diri diperoleh melalui orang lain dan diri sendiri. . dan masih dapat dicapai. Mewujudkan cita-cita dan harapan pribadi berdasarkan norma keluarga dan social. harapan. disayangi. guru. Beberapa hal yang terkait dengan ideal diri. dan mendapat penghargaan dari orang lain. keinginan. Ideal diri adalah persepsi individu tentang perilakunya. individu sebaiknya tidak menetapkan standar yang terlalu tinggi dibandingkan kemampuannya sendiri. b. tipe orang yang diidam-idamkan. dengan cara menganalisi seberapa jauh perilaku individu tersebut sesuai dengan ideal diri. Factor budaya dibandingkan dengan standar orang lain c. Hasrat melebihi orang lain d. Adanya perasaan cemas dan rendah diri Dalam menetapkan ideal diri. dan adanya hubungan interpersonal yang buruk. Hasrat untuk berhasil e. kehilangan pernghargaan dari orang lain. Penentuan ideal diri sebatas kemampuan b. d. yaitu: a. dikasihi orang lain. Masa remaja terbentuk melalui proses identifikasi terhadap orangtua. c. dan nilai yang ingin dicapai. dan teman. Hasrat memenuhi kebutuhan realistic f. Harga Diri Harga diri adalah penilaiam individu terhadap hasil yang dicapai. disesuaikan dengan standar pribadi yang terkait dengan cita-cita. Hasrat menghindari kegagalan g.

Tanggapi pertanyaan dan pendapat anak dengan member penjelasan yang sesuai. . Sebaliknya. suami. Jangan memberi tugas yang tidak dapat diselesaikan. Dukung aspirasi atau cita-citanya. Beri kesempatan untuk berhasil. menghasilkan harga diri atau sebaliknya. individu akan merasa berhasil atau hidupnya bermakna apabila diterima dan diakui orang lain atau merasa mampu menghadapi kehidupan dan mampu mengontrol dirinya. Cara Meningkatkan Harga Diri pada Anak: a. pada umunya individu memiliki tendensi yang negative terhadap orang lain. mahasiswa. Berikan dukungan untuk aspirasi yang positif sehingga anak memandang dirinya diterima dan bermakna. e. Akan tetapi. c. d. Beri pengakuan dan pujian. h. nilai. Contohnya pada anak yang dapat menggapai cita- citanya ketika orang tua mereka meningkatkan harga dirinya. Peran dibutuhkan individu sebagai aktualisasi diri b. b. Misalnya sebagai anak. Peran yang memenuhi kebutuhan dan sesuai ideal diri. ayah. Bantu pembentukan koping (peniruan). seseorang harus memperhatikan beberapa hal berikut : a. selama masih hidup. sikap. Dalam menjalankan suatu peran. Tanamkan gagasan yang dapat memotivasi kreatifitas anak untuk berkembang. Peran Diri Peran diri adalah pola perilaku. dll. dan aspirasi yang individu berdasarkan posisinya di masyarakat. f. g. Individu yang sering berhasil dalam mencapai cita-citanya akan menumbuhkan perasaan harga diri yang tinggi atau sebaliknya. walaupun isi hatinya mengakui keunggulan orang lain. perawat. Setiap individu disibukkan oleh berbagai macam peran yang terkait dengan posisinya pada setiap saat.

Berkembang sejak masa kanak-kanak. namun belum ada pergantian ketua BEM yang lama. e. peran yang tidak sesuai. peran yang tidak jelas. yaitu: a. Sementara itu. peran yang tidak sesuai dapat tejadi apabila individu dalam proses peralihan mengubah nilai dan sikap. b. Selanjutnya peran yang berlebihan juga dapat terjadi apabila individu memiliki banyak peran dalam hidupnya. Misalnya seseorang yang masuk anggota organisasi profesi keperawatan. seorang wanita harus berperan sebagai istri. Identitas jenis kelamin berkembang secara bertahap sejak bayi. unik. c. Posisi individu di masyarakat dapat menjadi stressor terhadap peran. perawat. Konflik peran dapat terjadi apabila yang diinginkan individu sedang dijalani oleh orang lain. Misalnya. . Stress peran timbul karena struktur social yang menimbulkan kesukaran atau tuntutan posisi yang tidak mungkin dilaksanakan. Identitas Diri Identitas diri adalah kesadaran akan diri pribadi yang bersumber dari pengamatan dan penilaian. dan ibu dari anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. d. sebagai sintesis dari aspek konsep diri dan menjadi kesatuan yang utuh. c. Peran yang tidak jelas dapat terjadi apabila individu diberikan tugas yang tidak jelas. Ada beberapa hal penting yang terkait dengan identitas diri. seiring dengan berkembangnya konsep diri. misalnya ada individu ingin menjadi ketua BEM. dan peran yang terlalu banyak. Individu yang memiliki perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya tidak sama dengan orang lain. dan tidak ada duanya. terdapat konflik antara sikap dan nilai individu dengan profesi. Stress peran terdiri diri: konflik peran.

d. e. berbeda. Menyadari hubungan masa lalu. menghargai diri sendiri. e. Identitas jenis kelamis mulai berkembang dengan konsep laki- laki dan perempuan serta banyak dipengaruhi oleh pandangan dan perlakuan masyarakat. sekarang. b. f. dan terpisah dari orang lain. dan penguasaan diri f. Memandang berbagai aspek dalam dirinya sebagai suatu keserasian dan keselarasan. Menilai diri sendiri sesuai dengan penilaian masyarakat. Individu yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya. Memahami diri sendiri sebagai organisme yang utuh. dan masa yang akan datang. Kemandirian timbul dari perasaan berharga. Memiliki tujuan hidup yang bernilai dan dapat di realisasikan. c. Mengaku jenis kelamin sendiri. Ciri-ciri identitas diri: a. . kemampuan. d.

dan pola asuh orangtua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri seseorang. . pikiran. dan pendirian yang diketahui individu dalam berhubungan dengan orang lain. sehingga berkembangan konsep diri yang positif. Anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru cenderung mempunyai konsep diri yang negatif. Sangatlah penting bagi seorang perawat untuk memahami konsep diri terlebih dahulu yang mana harus menanamkan dalam dirinya sendiri sebelum melayani klien. konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. disinilah peran penting perawat selain memenuhi kebutuhan dasar fisiknya yaitu membantu klien untuk memulihkan kembali konsep dirinya. maka anak akan merasa dirinya berharga. pengalaman. sebab keadaan yang dialami klien bisa saja mempengaruhi konsep dirinya. KESIMPULAN Konsep diri adalah cara seseorang untuk melihat dirinya secara utuh dengan semua ide. Dengan demikian. BAB 3. Sikap dan respons orangtua serta lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Hal ini adalah karena anak cenderung menilai dirinya berdasarkan apa yang ia alami dan dapatkan dari lingkungannya. Lingkungan. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif.

diakses pada hari rabu.Jakarta: EGC . DAFTAR PUSTAKA Sunaryo. Psikologi untuk Keperawatan. Psikologi untuk Keperawatan . 8 maret 2017 jam 15:31 Sunaryo. 2004. 2013. Jakarta: EGC [serial online] googlebook.