You are on page 1of 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Karbunkel adalah infeksi yang dalam oleh S.aureus pada
sekelompok folikel rambut yang berdekatan. Karbunkel merupakan
gabungan beberapa furunkel yang dibatasi oleh trabekula fibrosa yang
berasal dari jaringan subkutan yang padat. Perkembangan dari furunkel
menjadi karbunkel bergantung pada status imunologis penderita.
Karbunkel merupakan nodul inflamasi pada daerah folikel rambut
yang lebih luas dan dasarnya lebih dalam daripada furunkel.

Insidensi karbunkel agak jarang. Insidensinya terutama pada usia
setelah pubertas yaitu remaja dan dewasa muda. Furunkel atau karbunkel
jarang didapatkan pada anak-anak kecuali terdapat keadaan
imunodefisiensi (misalnya dapat muncul pada anak wanita dengan
sindrom stafilokokal hiperimunoglobulin E [sindrom Job]). Insidensi pada
laki-laki sama dengan perempuan.

Furunkel atau karbunkel biasanya terbentuk ketika satu atau
beberapa folikel rambut terinfeksi oleh bakteri stafilokokus (Stafilokokus
aureus). Bakteri ini, yang merupakan flora normal pada kulit dan kadang-
kadang pada tenggorokan dan saluran hidung.

Furunkulosis ekstensif atau karbunkel biasanya menunjukkan
leukositosis. S.aureus merupakan penyebab utama. Pemeriksaan
histologis dari karbunkel menunjukkan proses inflamasi dengan PMN
yang banyak di dermis dan lemak subkutan. Pada karbunkel, abses
multipel yang dipisahkan oleh trabekula jarin gan ikat menyusup
dermis dan melewati sepanjang pinggir folikel rambut, mencapai
permukaan melalui lubang pada epidermis yang terkikis. Diagnosis dapat

1

permukaan halus. dan warna kuning keemasan. atau robekan pada kulit. Bakteri stafilokokus yang menyebabkan furunkel atau karbunkel umumnya masuk melalui luka. sedikit cembung. Tonjolan tersebut biasanya juga indurasi. Respon primer host terhadap infeksi S. Karena kerusakan barier protektif kulit. berbentuk kubah dan berwarna merah. 7. Ukuran tonjolan tersebut meningkat dalam 2 . masalah kulit seperti jerawat. Kondisi kulit tertentu. Defek fungsi netrofil seperti pada pasien yang mendapatkan obat kemoterapi atau mendapat obat omeprazole. ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang dikonfirmasi dengan pewarnaan gram dan kultur bakteri. scabies. goresan. Pewarnaan gram akan menunjukkan sekelompok kokus berwarna ungu (gram positif) dan kultur bakteri pada medium agar darah domba memberikan gambaran koloni yang lebar (6-8 mm). Sel PMN ini ditarik ke tempat infeksi oleh komponen bakteri seperti formylated peptides atau peptidoglikan dan sitokin TNF (tumor necrosis factor) dan interleukin (IL) 1 dan 6 yang dikeluarkan oleh sel endotel dan makrofag yang teraktivasi. Karbunkel biasanya pertama muncul sebagai tonjolan yang nyeri. Hygine yang buruk 4. Karier S. Pada diabetes terjadi gangguan fungsi leukosit sehingga membuat tubuh sulit untuk melawan infeksi. Walaupun setiap orang termasuk orang yang sehat dapat terkena furukel atau karbunkel. dermatitis.aureus adalah pengerahan sel PMN ke tempat masuk kuman tersebut untuk melawan infeksi yang terjadi. atau pedukulosis membuat kulit rentan menjadi furunkel atau karbunkel. Diabetes.aureus kronik (pada hidung. beberapa faktor ini dapat meningkatkan resiko: 1. aksila) 2. 3. permukaannya halus.

Lesi permulaan yang belum berfluktuasi dan belum bermata dikompres panas dan diberi antibiotik oral. folicullitis superfisial. Demam dan malaise sering muncul dan pasien biasanya tampak sakit berat. Dengan DNA yang tidak dipisahkan. Fusycom Cream mengandung zat aktif Fusidic acid. abses. misalnya impetigo contagiosa. Fusycom Cream adalah sediaan topikal antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang. dan sebagian besar Clostridium. levofloksasin (levofloxacin) adalah levo isomer dari ofloksasina. furunkulosis. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam 3 . aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.beberapa hari dan dapat mencapai diameter 3-10 cm atau bahkan lebih. Levofloksasin (levofloxacin) adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang mempunyai spektrum luas. dan luka traumatis yang terinfeksi. paronychia. Karbunkel yang pecah dan kering. sycosis barbae. Corynebacterium. suatu antibiotik yang efektif untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram positif sepertiStaphylococcus. Streptococcus. seperti semua kuinolon. levofloksasin (levofloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. erythrasma. proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. hidradenitis axillaris. Pengobatan furunkel tergantung kepada lokasi dan kematangan lesi. Supurasi terjadi setelah kira-kira 5-7 hari dan pus dikeluarkan melalui saluran keluar yang multipel (multiple follicular orifices). Kompres panas akan memperkecil ukuran lesi dan mempercepat penyerapan.

Karbunkel atau furunkel dengan selulitis di sekitarnya atau yang disertai demam.sel yang baru terbentuk. Insisi terhadap lesi awal jangan dilakukan untuk mencegah inokulasi lebih dalam infeksi tersebut. Bila infeksi berasal dari methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) atau dicurigai infeksi serius dapat diberikan vankomisin (1-2 gram IV setiap hari dalam dosis terbagi). kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga levofloksasin (levofloxacin) digolongkan sebagai bakterisida. semua pakaian. Jika lesi telah matang dan bermata dilakukan insisi dan drainase. dan pertengahan dahi karena infeksi yang tidak ditangani dapat menyebabkan trombosis sinus kavernosus. dan alas kasur yang telah mengenai daerah yang sakit harus dicuci dengan air . panas. bibir atas. Sewaktu penderita mendapat antibiotik. Setiap episode bisa diobati sistemik dengan flucloxacillin atau antibiotik resisten penisilin. Untuk infeksi berat atau infeksi pada area yang berbahaya dosis antibiotik maksimal harus diberikan dalam bentuk parenteral. Insisi jangan dilakukan jika lesi terdapat di kanalis auditorius external. Antibakteri biotik mengurangi kombinasi bakteri di kulit. harus diobati dengan antibiotik sistemik. Pada dasarnya pengobatan karbunkel sama saja dengan pengobatan furunkel. hidung. 4 . Pengobatan antibiotik harus berlanjut paling tidak selama satu minggu. handuk.

p. 44. Lee P.A. p. DAFTAR PUSTAKA 1.K. Paller A.1699-1701 2. Goldsmith L. rd Dermatology an Illustrated Colour Text 3 Edition.I. Bacterial infection-staphylococcal and streptococcal. Gawkrodger DJ. p. 284-286 5 .J. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 7 Edition Volume &2.P. Habif T. 2008. Clinical Dermatology 4 Edition a Color Guide to Diagnosis and Therapy.Superficial Cutaneous Infections and Pyodermas.N.A. In: Wolff K. United Kingdom: Churchill Livingstone. Chile: Mosby.M. Zipoli T. Craft Noah. editors.N.S. Bacterial Infections.A. 2004. Johnson R. Weinberg A. 117. Lefell th D.USAMc Graw Hill Medical. 44-45 th 3. Katz S. Gilchrest B. 2003. Swartz M.

Adriaans B. p. Rook’s Textbook of th Dermatology 8 Edition Volume 1. Griffiths C.23-30.25 6 .M.30. Bacterial Infections. In: Burns T.Cox N.4. Hay R. United Kingdom: Wiley-Blackwell. BreathnachS. A John Wiley &Sons.J. Publication. 30. 2010. editors. Ltd.