You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam menghadapi persaingan di era global perusahaan dituntut
untuk bekerja lebih efisien dan efektif. PT. Berlian Laju Tanker Tbk
(BLTA) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang
penyedia jasa transportasi laut terpadu yang berkantor pusat di Jakarta.
Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam kargo curah cair seperti minyak
mentah, minyak pelumas, bahan kimia cair, gas cair, minyak nabati dan
minyak hewani, molase dan aspal serta produk-produk minyak bumi lain.
Angkutan transportasi laut merupakan moda transportasi yang sarat akan
regulasi (aturan). Sejak kapal dipesan untuk dibangun hingga kapal
beroperasi, selalu ada peraturan yang harus dipatuhi dan di dalam proses
pelaksanaannya pun selalu dilakukan pengawasan (capt Bambang, 2014).
Persaingan yang semakin ketat menyebabkan perusahaan pelayaran
dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing dalam rangka menjaga
kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan merupakan salah satu
organisasi yang menghimpun orang-orang yang biasa disebut dengan
karyawan atau pegawai untuk menjalankan kegiatan rumah tangga produksi
perusahaan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yaitu
memaksimalkan keuntungan dan nilai bagi perusahaan, dan juga untuk
meningkatkan kesejahteraan pemilik dan karyawan. Karyawan merupakan
unsur terpenting dalam menentukan maju mundurnya suatu perusahaan.
Untuk mencapai tujuan perusahaan diperlukan karyawan yang sesuai
dengan persyaratan dalam perusahaan, dan juga harus mampu menjalankan
tugas-tugas yang telah ditentukan oleh perusahaan. Setiap perusahaan akan
selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawannya, dengan harapan
apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai. Kemampuan karyawan
tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal.

1
2

Kinerja karyawan tersebut merupakan salah satu modal bagi
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sehingga kinerja karyawan adalah
hal yang patut diperhatikan oleh pemimpin perusahaan. Kinerja pada
umumnya diartikan sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan
suatu pekerjaan. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai
seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
untuk mencapai target kerja. Karyawan dapat bekerja dengan baik bila
memiliki kinerja yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kerja yang baik.
Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan
perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuannya. Untuk itu kinerja
dari para karyawan harus mendapat perhatian dari para pimpinan
perusahaan, sebab menurunnya kinerja dari karyawan dapat mempengaruhi
kinerja perusahaan secara keseluruhan (Kanzunudin, 2013).
Budaya organisasi merupakan faktor yang sangat penting di dalam
organisasi sehingga efektivitas organisasi dapat ditingkatkan dengan
menciptakan budaya yang tepat dan dapat mendukung tercapainya tujuan
organisasi. Pengaruh pemanfaatan budaya perusahaan adalah salah satu
solusi dalam menghadapi tantangan yang kian kompleks. Bila budaya
organisasi telah disepakati sebagai sebuah strategi perusahaan maka budaya
organisasi dapat dijadikan alat untuk meningkatkan kinerja. Dengan adanya
pemberdayaan budaya organisasi selain akan menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas, juga akan menjadi penentu sukses perusahaan.
Sehingga budaya organisasi memiliki dampak yang berarti terhadap
kepuasan karyawan yang menentukan keberhasilan dan kegagalan
perusahaan. Upaya peningkatan kinerja karyawan memerlukan komitmen,
tekat dan upaya terus-menerus dari semua pihak dalam organisasi untuk
meningkatkannya, dimana hal ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik
individu dalam organisasi (Sedarmayanti 2000).
Kepemimpin merupakan salah satu faktor penting karena faktor
kepemimpinan dapat memberikan pengaruh yang berarti terhadap kinerja
karyawan karena pimpinan yang merencanakan, menginformasikan,
3

membuat, dan mengevaluasi berbagai keputusan yang harus dilaksanakan
dalam perusahaan tersebut. Keberhasilaan suatu perusahaan ditunjang oleh
peran dari seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan dalam
mempengaruhi bawahannya. Untuk mewujudkan gaya kepemimpinan yang
efektif diperlukan pemimpin yang berkualitas dan professional yang mampu
memotivasi bawahan agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Setiap pemimpin
memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Dimana gaya pemimpin
yang otoriter akan menyebabkan 6 kinerja karyawan terganggu. Sehingga
karyawan yang bekerja akan menjadi tertekan dan kurang bersemangat
untuk bekerja (Kiswanto, 2010).
Adapun upaya menciptakan suatu sikap disiplin kerja dalam suatu
organisasi dapat di lakukan melalui tata tertib yang jelas, tata kerja yang
sederhana yang dapat dengan mudah di ketahui pegawai. Seorang individu
yang berdisiplin tinggi cenderung lebih tertatur dalam segala hal seperti
masuk dan pulang tepat waktu, selalu taat pada tata tertib yang berlaku dan
membina hubungan baik dengan sesama pegawai, merupakan modal utama
lahirnya etos kerja dalam diri seorang yang berakibat pada tinggi rendahnya
kinerja seseorang (Joko Utomo, 2012).
Selain stres, faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah
beban kerja. Beban kerja seseorang sudah ditentukan dalam bentuk standar
kerja perusahaan menurut jenis pekerjaannya. Beban kerja yang dibebankan
kepada karyawan dapat terjadi dalam tiga kondisi. Pertama, beban kerja
sesuai standar. Kedua, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity).
Ketiga, beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Beban kerja yang
terlalu berat atau ringan akan berdampak terjadinya in-efisiensi kerja. Beban
kerja yang terlalu ringan berarti terjadi kelebihan tenaga kerja. Kelebihan ini
menyebabkan organisasi harus menggaji jumlah karyawan lebih banyak
dengan produktifitas yang sama sehingga terjadi inefisiensi biaya.
Sebaliknya, jika terjadi kekurangan tenaga kerja atau banyaknya pekerjaan
dengan jumlah karyawan yang dipekerjakan sedikit, dapat menyebabkan
4

keletihan fisik maupun psikologis bagi karyawan. Akhirnya karyawan pun
menjadi tidak produktif karena terlalu lelah (Munandar, 2001).
Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja
karyawan sangat diperlukan guna peningkatan produksi, daya saing global
yang setiap saat meningkat sesuai dengan perkembangan jaman. Dengan
demikian penulis ingin melaksanakan penilitian dengan judul “Pengaruh
Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Beban Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta”.

1.2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah :
1. Apakah budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta?
2. Apakah kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta?
3. Apakah disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta?
4. Apakah beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta?
5. Apakah secara simultan budaya organisasi, kepemimpinan, disiplin kerja
dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan di PT Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta?

1.3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis budaya organisasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian Laju Tanker
Tbk Jakarta.
2. Untuk menganalisis kepemimpinan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian Laju Tanker
Tbk Jakarta.
5

3. Untuk menganalisis disiplin kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian Laju Tanker
Tbk Jakarta.
4. Untuk menganalisis beban kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian Laju Tanker
Tbk Jakarta.
5. Untuk menganalisis secara silmultan budaya organisasi,
kepemimpinan, disiplin kerja dan beban kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Berlian Laju
Tanker Tbk Jakarta.

1.3.2 Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat
memberikan kegunaan sebagai berikut :
1. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengaplikasikan
teori-teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan kenyataan yang
ada serta dapat menambah pengalaman dan pengetahuan penulis
akan masalah-masalah mengenai budaya organisasi, kepemimpinan,
disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan di PT.
Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta.
2. Bagi Karyawan PT. BLT Tbk Jakarta
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang
bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhadap budaya organisasi,
kepemimpinan, disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja
karyawan di PT. Berlian Laju Tanker Tbk Jakarta.
3. Bagi peneliti berikutnya
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi untuk
bahan penelitian dan diharapkan agar para pembaca dapat
mengetahui tentang budaya organisasi, kepemimpinan, disiplin kerja
6

dan beban kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian Laju
Tanker Tbk Jakarta.

1.4. Sistematika Penulisan
Penelitian ini disusun dan ditulis dengan sistematika sebagai berikut
di bawah ini :
BAB I : Pendahuluan
Bab ini terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan Pustaka
Bab ini terdiri dari Tinjauan Pustaka dan penelitian terdahulu,
hipotesis dan kerangka pemikiran penelitian.
BAB III : Metodologi penelitian
Menjelaskan tentang variabel penelitian dan definisi
operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode
pengumpulan data, metode analisis dan tahapan pelaksanaan
kegiatan penelitian.
BAB IV : Hasil dan Pembahasan
Membahas tentang deskripsi obyek penelitian, Analisis data dan
pembahasan serta implikasi manajerial.
Bab V : Penutup
Dalam bab terakhir ini memberikan kesimpulan penelitian dan
memberikan saran.

Daftar Pustaka
Lampiran