You are on page 1of 11

PERCOBAAN II

A. Judul : Pembuatan Kalsium Sulfat dari Batu Gamping
B. Tujuan : Mempelajari cara pembuatan kalsium sulfat dari batu gamping
C. Tinjauan Pustaka
Gamping banyak terdapat di Indonesia. Gamping mempunyai rumus kimia CaCO3
dengan impuritis umum berupa silika, besi dan magnesium. Batu gamping dapat terlarutkan
oleh air hujan lebih mudah dibandingkan dengan batuan yang lainnya. Di bawah pengaruh
tekanan yang tinggi, batu gamping termetamorfosakan menjadi batuan metamorf marble.
Pada kondisi tertentu, kalsit yang terdapat didalam batu gamping teralterasi menjadi batuan
dolomite. Salah satu penggunaan batu gamping adalah untuk pembuatan bahan kimia,
diantaranya kalsium sulfat. Kalsium sulfat umumnya berwarna putih, tergantung mineral
pengotornya dengan derajad kekerasan 1,5 – 2 dan berat jenis 2,31 – 2,35. Kalsium sulfat
termasuk garam kalsium yang mudah mengendap. Kalsium sulfat dapat digunakan sebagai
salah satu bahan pembuat portlandsemen, bahan baku kapur tulis, penambah kekerasan
untuk bahan bangunan, dll. [1].
Batu gamping (CaCO3) merupakan salah satu mineral yang berlimpah di Indonesia.
Mineral tersebut dapat dipanaskan sehingga menghasilkan kalsium oksida atau biasa
dikenal sebagai kapur tohor. Kapur tohor ini selain biasa digunakan sebagai bahan
bangunan juga bermanfaat sebagai bahan untuk pemurnian nira dalam industri pembuatan
gula merah. Dalam aplikasi sebagai bahan pemurni nira diperlukan kapur tohor yang bebas
impuritis terutama silika dan magnesium oksida [2].
Tujuan utama pengapuran adalah menaikkan pH tanah hingga tingkat yang dikehendaki
dan mengurangi atau meniadakan keracunan Al. Disamping itu juga meniadakan keracunan
Fe dan Mn serta hara Ca. Pengaruh utama kapur terhadap tanah adalah menaikkan pH,
mengurangi kandungan dan kejenuhan Al serta meningkatkan serapan hara dan produksi
tanaman pangan pada umumnya (padi, kedelai, jagung, kacangan lainnya, tomat, cabai).
Pengaruh kapur dapat dinikmati selama beberapa kali panen (4-5 kali) [3].
Adanya kandungan kapur (CaCO3) bebas, di dalam tanah dapat diketahui dengan
meneteskan asam Chlorida 10% (HCl 2 N). Adanya percikan menandakan adanya kapur
bebas, makin banyak percikannya makin banyak kandungan kapur dalam tanah.
Bahan kapur pertanian ada 3 macam, yaitu CaCO3 atau CaMg(CO3)2 atau MgO dan
Ca(OH)2 atau Mg(OH)2. Kapur yang disarankan adalah CaCO3 atau [CaMg(CO3)2] yang
digiling dengan kehalusan 100% melewati saringan 20 mesh dan 50% melewati 80-100
mesh. Setelah kapur diberikan ke tanah, ia akan segera mengubah sifat dan ciri tanah,
perubahan sifat dan ciri tanah tersebut akan mempengaruhi serapan hara. Selanjutnya
mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sifat dan ciri tanah yang dominan
dipengaruhi reaksi kapur adalah kemasaman tanahnya yang meliputi pH dan Al-dd serta
kejenuhannya [4].
Batu gamping adalah batuan fosfat yang sebagian besar tersusun oleh mineral kalsium
karbonat (CaCO3). Bahan tambang ini biasa digunakan untuk bahan baku terutama
dalam pembuatan semen abu/portland (biasa digunakan sebagai perekat untuk
memplester), industri keramik, obat-obatan, dll. Batu gamping (limestone) merupakan
batuan sedimen organik klastik. Secara umum batu gamping dikelompokkan berdasarkan
mineral utama pembentuk batu gamping yaitu kalsit (calcite (CaCO3) atau dolomite
(MgCa(CO3)2). Batu gamping juga dikelompokkan berdasarkan kandungan senyawa
karbonat dalam batuan misalnya batu gamping murni, batu gamping napalan, batu

Beberapa daerah telah diketahui mengandung kalsium yang relatif tinggi yakni Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 3 lokasi. dan dalam dunia industri gypsum digunakan sebagai pengering dalam industri cat dan bahan baku untuk pembuatan tinta.Alat No. Spatula Alat untuk mengambil serbuk 1 batu kapur untuk ditimbang 3. Metode Percobaan Metode pada perobaan kali ini adalah metode gravimetri dan uji kualitatif untuk membuktikan adanya kalsium sulfat yang dihasilkan. dalam dunia pertanian digunakan untuk mengurangi kadar garam dalam tanah serta menyediakan belerang dan kalsium. Alat dan Bahan . Kabupaten Buol dengan 3 lokasi. Corong biasa Untuk menempatkan kertas 1 saring . Batang Mengaduk larutan campuran 1 Pengaduk serbuk batu gamping. D. Pengelompokkan batu gamping berdasarkan grade atau kandungan karbonatnya banyak digunakan dalam kajian pedology dan edaphology [5]. Selain itu gipsum juga digunakan dalam industri kimia dan industri makanan [6]. 1.gamping tufan. melapisi dinding atas pertambangan dan bagian bawah jembatan. dan Kabupaten Donggala dengan 1 lokasi. Aquadest 50 mL dan HCl 25 mL 2. Batu gamping termasuk salah satu jenis mineral yang banyak ditemukan di daerah Sulawesi Tengah. Tabung reaksi Untuk mereaksikan larutan 1 5. Gypsum dalam dunia kedokteran digunakan sebagai bahan penambal gigi dan tulang buatan. Sumber mineral batu gamping di Sulawesi Tengah hingga saat ini belum dimanfaatkan baik sebagai bahan baku untuk produksi batu kapur maupun sebagai bahan baku untuk pabrik semen dan pabrik gypsum. dalam dunia mineral digunakan untuk menghaluskan permukaan logam nikel. Erlenmeyer Sebagai wadah filtrate dalam 1 proses penyaringan 4. Nama Alat Gambar Alat Fungsi Kategori Alat 1. Gypsum saat ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan terutama untuk pembuatan plafon dan cat tembok.

6. Pipet tetes Untuk mengambil sedikit demi 1 sedikit larutan 7. Gelas kimia Untuk menempatkan larutan 1 yang di aduk 8. Neraca analitik Untuk menimbang batu 2 gamping yang sudah diayak 14. Rak tabung reaksi Sebagai tempat tabung reaksi 1 dalam jumlah yang banyak 11. Gelas ukur Untuk mengukur 50 mL 1 Aquadest dan 25 mL HCL 9. Cawan porselin Untuk menempatkan serbuk 1 batu gamping yang akan dipanaskan kedalam tanur 10. Oven Untuk mengeringkan residu 2 dari hasil penyaringan . Penangas Untuk memanaskan filtrate 2 batu gamping 13. Tanur Untuk memanaskan batu 2 gamping yang telah diayak 12.

1 atm : 25700 dilepaskan.502 g/cm3 .Bersifat sangat reaktif.000 kj/mol 6. .Energi ionisasi : 1250 . Titik lebur 8700C .Merupaka pelarut polar Umum (H2O) berwarna.Titik lebur 00C (273. Asam Khusus . 1 atm : 2.Gasnya berwarna kuning kj/mol kehijauan dan berbau . . Bahan 1.Oksidator kuat dan asam kuat Khusus Nitrat .Energi bebas Gibbs (25°C) : -1.43 . berwarna .Titik leleh : 173.Berat Molekul : 100.Massa jenis : 3.Berat molekul : 98 gr/mol .15 K) 2.115 kal/gr merangsang .Titik didih : 315-3380C .Titik didih. Batu .129.Bersifat korosif.711 bariumkarbonat gr/ml .Dapat larut dalam alkali hidroksida. Energy evaporasi : 9. (H2SO4) . Kalium . Natrium .Titik lebur : 100C .Titik lebur. Titik lebur : -420C menghasilkan ammonium nitrat .Asam klorida encer Umum gamping .Kalor jenis : 0. Massa jenis : 1.Merupakan asam bervalensi 400C dua. Asam .Rumus molekul : CaCO3 . Titik didih : 860C .Reaksi dengan amoniak (HNO3) .21 gr/cm 3. dan eter 3.8 kg/L pada .Dengan larutan barium . Kristal tak berwarna Khusus tiosianat . C . Asam .Reaksi dengan logam perak kka/mol pada 200C akan membentuk perak nitrat dan nitrogen dioksida . Aquadest .09 terjadi penguraian dengan berb (CaCO3) gr/mol uih karena karbon dioksida .Densitas : 1. kloroform. .Titik leleh : -1010C udara lembab (HCl) .200C .Bentuk : Cairan Kental tak besar terhadap air.HCl akan berasap tebal di klorida .Titik didih : 50000C . Tak berbau (KSCN) 4.Memiliki afinitas yang sangat . 1 atm : 28500C klorida terbentuk endapan putih .Cairan bening tak . Khusus sulfat . .Titik didih 1000C .Densitas.Merupakan asam kuat.Merupakan elektrolit lemah . Padatan Kristal berwarna putih Khusus karbonat (Na2CO3) 5.Bahan N Nama Sifat Fisik Sifat kimia Kategori o. 7.

Skema kerja Mulai . Memanaskan dalam tanur 9000C . Menambahkan setetesdemi setetes H2SO4 1 M sambil diaduk hingga terbentuk padatan putih. Bantu dengan pendinginan bila perlu. Menyaring larutan dan diambil filtratnya Filtrat .0 g batu gamping yang sudah ditumbuk halus (kira-kira 100 mesh) . Menyaring eendapan yang terbentuk kemudian keringkan .3704 gram Uji kualitatif . Menimbang padatan yang terbentuk Berat 1.2. Melarutkan sedikit padatan hasil sintesa dalam asam sulfat dan tetesi dengan KSCN 1 M . Menimbang 2. Mengambil sedikit padatan hasil sintesadan larutkan dengan 10 Ml asam nitrat 1 M dan tambahkan dengan beberapa tetes natrium oksalat atau natrium karbonat 1 M Perubahan warna Selesai . hentikan pemanasan dan tambah setetes demi setetes aquades sampai larut lagi. . . Memekatakan larutan dengan cara memanaskan/menguapkan larutan jangan sampai terbentuk endapan bila terbentuk . Merendam serbuk hasil pentanuran dengan 50 mL aquades dan 25 mL HCl 1M (2:1 v/v) selama 15menit sambil diaduk .

Padatan larut dan bening Na2CO3 . Memanasakan dalam tanur 9000C selama 1 jam Serbuk batu gamping berwarna putih 3. Larutan berubah warna menjadi merah muda 2. Menyaring endapan yang terbentuk Endapan berwarna putih 8. Memekatkan dengan cara menguapkan larutan Larutan bening jangan sampai terbentuk endapan 6. 100% 2 = 68.E. Menyaring larutan Filtrat : bening 5. berwarna putih . Hasil Percobaan No Pelakuan Pengamatan 1.3704 = .4803 g Kertas saring + endapan = 2.3704 g Berat endapan Rendemen (%) = . Merendam hasil pentanuran dengan 50 mL Larutan berwarna keruh Aquades tdan 25 mL HCl 1 M selama 15 menit sambil diaduk 4.8507 g 1. Menimbang 2 gram batu gamping yang sudah Batu gamping berbenuk serbuk dihaluskan 2. Menghitung berat rendemen Berat hasil % Rendemen = Berat teoritis X 100% . Melarutkan sediit padatan hasil sintesa dalam asam Padatan larut dan larutan sulfat dan tetesi dengan KSCN 1 M. Melarutkan sedikit padatan dengan 10 Ml 1 M dan . Hasil dan Pemahasan 1.3704 g b. 100% dxBerat sampel 1. Menghitung berat endapan Berat endapan = berat endapan dan kertas saring – berat kertas saring kosong Berat endapan = 2. Menimbang padatan yang terbentuk Kertas saring kosong = 1.8507 g – 1.4803 g = 1. Terbentuk endapan dan gelembung Perhitungan a.52% Uji kualitatif 1. Menambahkan tetes demi tetes H2SO4 sambil Terbentuk endapan putih diaduk hingga tebentuk padatan putih 7.

0 gram x 100% = 68. 1.52 % Mencari faktor gravimetri : Dik : Ar Ca = 40 Mr CaSO4 = (1 x Ar Ca) + ( 1 x Ar S) + ( 4 x Ar O ) = 40 + 36 + (4 x 16) = 136 Ar Ca Faktor gravimetri = Mr CaSO4 40 = 136 = 0.3704 gram x 0.3704 g = 2.8708 % .0 gram X 100% =19.29 gram 1.29 gram % Ca = 2.

Keberadaan batu gamping yang sangat melimpah di alam ini. Pemanasan yang dilakukan pada suhu 900oC selama 1 jam bertujuan untuk menguapkan senyawa karbon dioksida (CO2) dalam batu gamping. termasuk di Indonesia menjadi alasan lain mengapa dipilihnya batu gamping sebagai sumber pembutan kalsium sulfat. panas yang diberikan untuk menguapkan batu gamping bisa diperkecil karena panas akan lebih cepat sampai ke inti partikel yang kecil daripada partikel yang lebih besar. Sedangkan penambahan aquades dilakukan agar CaO dalam keadaan larutan sehingga saat CaO ditambah dengan HCl partikel debu CaO tidak terbang keluar. Selanjutnya menimbang endapan putih yang terbentuk sehingga menghasilkan berat endapan 1. Batu gamping yang ditumbuk hingga halus dan ditimbang sebanyak 2 gram memiliki tujuan agar pada suhu 900oC batu gamping dapat diuapkan. mengakibatkan suatu produk berupa CaSO4 dengan persamaan reaksi sebagai berikut: CaO + H2SO4 CaSO4 + H2O Setelah melakukan perendaman selama 15 menit. Reaksinya yaitu : CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) Selanjutnya merendam hasil pentanuran dengan aquades 50 mL dan HCl 25 mL yang berfungsi sebagai pembersih. Larutan dipekatkan dengan cara penguapan Selanjutnya menambahkan tetes demi tetes H2SO4 1 M sambil mengaduk sampai terbentuk padatan putih. Perendaman ini dilakukan selama 15 menit.3704 gram. Dengan cara memperkecil partikel batu gamping. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menguapkan bantu gamping secara sempurna lebih cepat. bisa bereaksi secara sempurna. dimana sifat pembersih ini dimiliki oleh HCl yang dapat membersihan zat-zat pengotor yang merekat kuat dengan CaO sebagai hasil pentanuran agar saat CaO direaksikan dengan pereaksi. sehingga padatan yang tersisa merupakan padatan kalsium monoksida (CaO). Pembahasan Batu gamping merupakan salah satu sumber utama dalam pembuatan kalsium sulfat. Sehingga diperoleh persamaan reaksi berikut : CaO(s) + H2SO4(aq) →CaSO4(s) + H2O(aq) Kemudian menyaring kembali endapan putih yang terbentuk. 2. . Gambar 1. karena batu gamping memiliki kandungan kalsium yang tinggi. selanjutnya larutan disaring dan dipisahkan filtratnya dan kemudian memekatkan dengan cara menguapkan larutan (jangan sampai terbentuk endapan) di penangas seperti terlihat pada Gambar 1. Karena besarnya jari-jari partikel dapat mempengaruhi kecepatan penguapan. Kemudian penambahan H2SO4 pada larutan CaO yang telah bersih.

Kemudian larutan tersebut direaksikan dengan Natrium karbonat dengan persamaan reaksi sebagai berikut: Ca(NO3)2(s) + Na2CO3(aq) → CaCO3(s) + 2NaNO3(aq) Produk yang dihasilkan terbentuk endapan putih dan adanya gelembung-gelembung tersebut merupakan hasil reaksi dari CaCO3 dan Na2NO. sedangkan endapan putih merupakan Ca(SCN)2. Hal ini karena sifat asam yang dimiliki oleh CaSO4 dan HNO3 membuat mereka lambat untuk bereaksi sampai setimbang. Padatan hasil sintesa dilarutkan dengan Asam Nitrat 1 M dan Na2CO3 Reaksi yang terjadi yaitu : CaSO(s) + 2HNO3(aq) → Ca(NO3)2(aq) + H2SO4(aq) Kelarutan padatan CaSO4 dalam HNO3 sangatlah lambat. . Kemudian yang terakhir yaitu melarutkan padatan hasil sintesa dengan 10 mL asam nitrat 1 M dan Na2CO3. berubah menjadi warna merah muda seperti yang terlihat pada Gambar 2. Produk hasil reaksi tersebut terus menerus mengeluarkan gelembung-gelembung kecil dan sedikit endapan berwarna putih seperti yang terlihat pada Gambar 3. Gambar 2. padatan yang terbentuk pada hasil sintesa tadi di ambil sedikit dan dilarutkan dalam asam sulfat dan ditetesi dengan KSCN 1 M sehingga larutan yang tadinya bening. Gambar 3. Selanjutnya pada uji kualitatif. Padatan hasil sintesa dilarutkan dengan Asam Sulfat dan KSCN 1 M Persamaan reaksi yang didapatkan antara CaSO4 hasil sintesa direaksikan dengan KSCN yaitu : CaSO4(s) + 2KSCN(aq)→ K2SO4(aq) + Ca(SCN)2(s) Warna merah muda pada larutan hasil merupakan senyawa dari K2SO4.

8708 %. Kesimpulan Batu gamping merupakan salah satu sumber utama dalam pembuatan kalsium sulfat. Berat endapan CaSO4 yang diperoleh sebanyak 68. . 2.F.52 % dan berat endapan Ca diperoleh sebanyak 19. Penutup 1.3704 gram . Saran Praktikan harus lebih teliti lagi dalam mereaksikan larutan dengan jumlah atau volume yang telah ditentukan untuk meminimalisir kemungkinan kesalahan yang akan terjadi. Sedangkan pada uji kualitaif endapan CaSO4 direaksikan dengan asam sulfat dan KSCN terjadi endapan putih dan perubahan warna menjadi merah muda sedangkan pada saat direaksikan dengan asam nitrat dan natrium karbonat terbentuk endapan putih dan terjadi gelembung gas. karena batu gamping memiliki kandungan kalsium yang tinggi Endapan CaSO4 yang diperoleh dari batu gamping pada percobaan kali ini yaitu 1.

Kimia untuk Universitas. G. Kovalen. [3] Svehla. Jakarta: DEPDIKBUD. J. (1985). K. [5] Gloria Yoanita. . Analisis Anorganik Kualitatif. (1985). DAFTAR PUSTAKA [1] Achmad. vogel. Kalman Media Pustaka. Jakarta: PT. [2] Keenan. (2001). (2014). Kimia Unsur dan Radiokimia. Kajian Sintesis Gipsum dari Batu Gamping Asal Sulawesi Tengah. Bandung: PT. Jakarta: PT. Jakarta: Erlangga. Ilmu Kimia 2. Kalman Media Pustaka [4] Ranawijaya. Citra Aditya Bkti. (1985). 2(1):39-47 [6] Vogel 2. (1984). Analisis Anorganik Kualtatif Makro dan Semimikro. H.