You are on page 1of 559

Created By: Subhan, AMd.

PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

BAB I
PENYAKIT-PENYAKIT INFEKSI
DAN PARASIT TERTENTU (A00 – B99) [107 – 180]
Mencakup (includes) : Penyakit-penyakit yang umumnya dianggap menular atau ditularkan, dapat
menyerang masyarakat luas
Kecuali (Excludes) : Carrier atau diduga carrier penyakit menular (Z22.-)
Infeksi lokal tertentu – lihat bab tentang sistem tubuh
Penyakit infeksi dan parasit yang mempersulit kehamilan, persalinan dan nifas [kecuali
tetanus obstetri dan penyakit human immunodeficiency virus (HIV)] (O98.-).
Penyakit infeksi dan parasit yang khusus pada masa perinatal [kecuali tetanus
neonatorum, sifilis kongenital, infeksi gonokokus perinatal dan penyakit HIV
perinatal] (P35-P39).
Influenza dan infeksi pernafasan akut lainnya (J00-J22)

Bab ini berisi blok-blok sebagai berikut:
Penyakit-penyakit akibat bakteria, chlamydia, dan rickettsia
A00-A09 Penyakit infeksi usus
A15-A19 Tuberculosis
A20-A28 Penyakit bakteri zoonotik tertentu
A30-A49 Penyakit bakteri lainnya
A50-A64 Infeksi dengan penularan terutama melalui hubungan seksual
A65-A69 Penyakit akibat spirochaeta lainnya
A70-A74 Penyakit lain akibat chlamydia
A75-A79 Rickettsioses
Penyakit-penyakit akibat infeksi virus
A80-A89 Infeksi virus sistem syaraf pusat
A90-A99 Demam akibat virus asal-arthropoda dan demam berdarah akibat virus
B00-B09 Infeksi virus yang khas dengan lesi kulit dan membran mukosa
B15-B19 Hepatitis virus
B20-B24 Penyakit human immunodeficiency virus [HIV]
B25-B34 Penyakit virus lainnya
Penyakit-penyakit akibat jamur, protozoa, cacing, dan kutu
B35-B49 Mikosis
B50-B64 Penyakit akibat protozoa
B65-B83 Penyakit akibat cacing (helminthiases)
B85-B89 Pediculosis, acariasis dan infestasi lainnya
Hal-hal lain sehubungan dengan penyakit infeksi dan parasit
B90-B94 Sequelae penyakit-penyakit infeksi dan parasit
B95-B97 Bakteria, virus dan agen infeksi lainnya
B99 Penyakit-penyakit menular lainnya

Penyakit-penyakit infeksi pada usus (A00-A09)
A00 Cholera
A00.0 Cholera akibat Vibrio cholerae 01, biovar cholerae
Cholera klasik

1

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A00.1 Cholera akibat Vibrio cholerae 01, biovar eltor
Cholera El Tor
A00.9 Cholera, tidak dijelaskan
A01 Demam typhoid and paratyphoid
A01.0 Typhoid fever
Infeksi oleh Salmonella typhi
A01.1 Paratyphoid fever A
A01.2 Paratyphoid fever B
A01.3 Paratyphoid fever C
A01.4 Paratyphoid fever, tak dijelaskan
Infeksi oleh S. paratyphi NOS

A02 Infeksi salmonella lainnya
Termasuk: Infeksi atau keracunan makanan oleh Salmonella selain S. typhi dan S. paratyphi
A02.0 Salmonella enteritis
Salmonellosis
A02.1 Salmonella septicaemia
A02.2† Infeksi salmonella terlokalisir
meningitis salmonella (G01*),
pneumonia salmonella (J17.0*),
arthritis salmonella (M01.3*),
osteomyelitis salmonella (M90.2*),
penyakit tubulo-interstitial ginjal salmonella (N16.0*)
A02.8 Infeksi salmonella lain yang dijelaskan
A02.9 Infeksi salmonella, tidak dijelaskan

A03 Shigellosis
A03.0 Shigellosis akibat S. dysenteriae; Group A [dysentery Shiga-Kruse]
A03.1 Shigellosis akibat Shigella flexneri; Group B
A03.2 Shigellosis akibat Shigella boydii; Group C
A03.3 Shigellosis akibat Shigella sonnei; Group D
A03.8 Shigellosis lain
A03.9 Shigellosis, tidak dijelaskan; disentri basiler NOS

A04 Infeksi usus akibat bakteri lainnya
Kecuali: keracunan makanan akibat bakteri (A05.-);
enteritis tuberkulosa (A18.3)
A04.0 Infeksi E. coli enteropathogenik
A04.1 Infeksi E. coli enterotoxigenik
A04.2 Infeksi E. coli enteroinvasif
A04.3 Infeksi E. coli enterohaemorrhagik
A04.4 Infeksi E. coli lain pada usus;
Enteritis Escherichia coli NOS
A04.5 Enteritis Campylobacter
A04.6 Enteritis akibat Yersinia enterocolitica
Kecuali: yersiniosis extraintestinum (A28.2)
A04.7 Enterokolitis akibat Clostridium difficile
A04.8 Infeksi usus akibat bakteri lain yang dijelaskan
2

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A04.9 Infeksi usus akibat bakteri, tidak dijelaskan;
Enteritis bakteri NOS

A05 Keracunan makanan akibat bakteri lainnya
Kecuali: keracunan makanan dan infeksi akibat salmonella (A02.-)
infeksi E. coli (A04.0-A04.4); listeriosis (A32.-);
efek toxik makanan beracun (T61-T62)
A05.0 Keracunan makanan akibat staphylococcus
A05.1 Botulismus
Keracunan makanan klasik akibat Clostridium botulinum
A05.2 Keracunan makanan akibat Cl. perfringens [Cl. welchii];
Enteritis necroticans; Pig-bel
A05.3 Keracunan makanan akibat Vibrio parahaemolyticus
A05.4 Keracunan makanan akibat Bacillus cereus
A05.8 Keracunan makanan akibat kuman lain yang dijelaskan
A05.9 Keracunan makanan akibat kuman, tidak dijelaskan

A06 Amoebiasis
Termasuk:: infeksi akibat Entamoeba histolytica
Kecuali: penyakit usus lain akibat protozoa (A07.-)
A06.0 Disentri amubik akut;
Amubiasis akut,
Amubiasis usus NOS
A06.1 Amubiasis usus kronis
A06.2 Kolitis amuba non-disentri
A06.3 Amuboma usus;
Amuboma NOS
A06.4 Abses hati akibat amuba;
Amubiasis hati
A06.5† Abses paru-paru akibat amoeba (J99.8*);
Abses paru (dan hati)
A06.6† Abses otak amuba (G07*);
Abses amuba otak (dan hati) (dan paru-paru)
A06.7 Amubiasis kulit
A06.8 Infeksi amuba di situs lain;
Appendisitis amuba,
Balanitis amuba † (N51.2*)
A06.9 Amubiasis, tak dijelaskan

A07 Penyakit usus akibat protozoa lainnya
A07.0 Balantidiasis
Disentri balantidia
A07.1 Giardiasis [lambliasis]
A07.2 Cryptosporidiosis
A07.3 Isosporiasis
Infeksi Isospora belli dan I. hominis;
Coccidiosis usus
Isosporosis usus
3

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A07.8 Penyakit usus akibat protozoa lain yang dijelaskan
Trichomoniasis usus
Sarkositosis
Sarkosporidiosis
A07.9 Penyakit usus akibat protozoa, tidak dijelaskan
Diare flagellata
Kolitis protozoa, diare protozoa, disentri protozoa.

A08 Infeksi usus oleh virus dan infeksi lain yang dijelaskan
Kecuali: Influenza yang melibatkan saluran pencernaan (J10.8, J11.8)
A08.0 Enteritis akibat rotavirus
A08.1 Gastroenteropati akut akibat Norwalk agent;
Enteritis virus dengan struktur kecil bulat
A08.2 Enteritis adenovirus
A08.3 Enteritis virus lainnya
A08.4 Infeksi usus oleh virus, tidak dijelaskan
Enteritis NOS, gastroenteritis NOS, gastroenteropati NOS akibat virus.
A08.5 Infeksi usus lain yang dijelaskan

A09 Diare dan gastroenteritis yang diduga akibat penularan
Catatan: Untuk negara tempat kondisi A09 yang tidak dijelaskan dianggap tidak menular,
kondisi ini harus diklasifikasikan pada K52.9
Catarh, enterik atau intestinal
Colitis: NOS, perdarahan, septik
Enteritis: NOS, perdarahan, septik
Gastroenteritis: NOS, perdarahan, septik
Diarrhoea: NOS, dysenterik, epidemik
Penyakit diare menular NOS
Kecuali: akibat bakteri, protozoa, virus dan agen menular lain yang dijelaskan (A00-A08);
diare non-infektif (K52.9),
diare non-infektif neonatus (P78.3)

Tuberkulosis (A15-A19)
Termasuk:: infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis dan M. bovis
Kecuali: sequel TB (B90.-),
TB kongenital (P37.0)
pneumokoniosis dengan TB (J65), silicotuberculosis (J65)
A15 TB pernafasan, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
A15.0 TB paru, dipastikan oleh mikroskopis sputum dengan atau tanpa kultur.
Bronkiektasia TB, fibrosis paru TB, pneumonia TB , pneumothoraks TB,
dipastikan oleh mikroskopis sputum dengan atau tanpa kultur
A15.1 TB paru, dipastikan oleh kultur saja
Kondisi pada A15.0, dipastikan oleh kultur saja
A15.2 TB paru, dipastikan secara histologis
Kondisi pada A15.0, dipastikan secara histologis
A15.3 TB paru, dipastikan melalui cara yang tidak dijelaskan
Kondisi pada A15.0, dipastikan tapi tidak jelas secara bakteriologis atau histologis

4

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A15.4 TB kelenjar limfe intratoraks, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
TB kelenjar limfe hilus, mediastinum, trakheobronkus,
dipastikan secara bakteriologis dan histologis
Kecuali: dinyatakan primer (A15.7)
A15.5 TB larings, trakhea, glottis dan bronkus, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
TB bronkus, glottis, larings, trakhea, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
A15.6 Pleuritis TB, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
TB pleura, empyema TB, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
Kecuali: TB pernafasan primer, dipastikan bakteriologis dan histologis (A15.7)
A15.7 TB pernafasan primer, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
A15.8 TB pernafasan lain, dipastikan secara bakteriologis dan histologis
TB mediastinum, nasofarings, hidung, sinus hidung,
dipastikan secara bakteriologis dan histologis
A15.9 TB pernafasan yang tidak dijelaskan, dipastikan secara bakteriologis dan histologis

A16 TB pernafasan, tidak dipastikan secara bakteriologis atau histologis
A16.0 TB paru, secara bakteriologis dan histologis negatif.
Bronkiektasia TB, fibrosis paru TB, pneumonia TB , pneumothoraks TB,
secara bakteriologis dan histologis negatif.
A16.1 TB paru, pemeriksaan bakteriologis dan histologis tidak dilakukan
Kondisi pada A16.0, pemeriksaan bakteriologis dan histologis tidak dilakukan
A16.2 TB paru, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis
TB paru, bronkiektasia TB, fibrosis paru TB, pneumonia TB , pneumothoraks TB, NOS
(tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis)
A16.3 TB kelenjar limfe intratoraks, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis
TB kelenjar limfe hilus, intratoraks, mediastinum, trakheobronkus,
NOS (tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis)
Kecuali: dinyatakan primer (A15.7)
A16.4 TB larings, trakhea, glottis dan bronkus, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau
histologis
TB bronkus, glottis, larings, trakhea,
NOS (tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis)
A16.5 Pleuritis TB, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis
TB pleura, empyema TB, pleuritis TB,
NOS (tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis)
Kecuali: TB pernafasan primer, dipastikan bakteriologis dan histologis (A15.7)

A16.7 TB pernafasan primer, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis
TB pernafasan primer NOS
Kompleks TB primer
A16.8 TB pernafasan lain, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis
TB mediastinum, nasofarings, hidung, sinus hidung,
NOS (tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau histologis)
A16.9 TB pernafasan yang tidak dijelaskan, tanpa disebutkan konfirmasi bakteriologis atau
histologis
TB pernafasan NOS
Tuberkulosis NOS

5

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A17† TB sistem syaraf
A17.0† Meningitis TB(G01*)
TB meningen, leptomeningitis TB
A17.1† Tuberkuloma meningen (G07*)
A17.8† TB lain sistem syaraf
Meningoensepfalitis TB (G05.0*), myelitis TB (G05.0*),
Tuberkuloma otak atau medulla spinalis, TB otak atau medulla spinalis (G07*),
Abses TB otak (G07*),
Polyneuropathy TB (G63.0*)
A17.9† TB sistem syaraf, tidak dijelaskan (G99.8*)

A18 TB organ lain
A18.0† TB tulang dan sendi
TB panggul (M01.1*), TB lutut (M01.1*), arthritis TB (M01.1*),
TB kolom vertebra (M49.0*)
Synovitis TB (M68.0*), tenosynovitis TB (M68.0*)
Mastoiditis TB (H75.0*),
Osteitis TB (M90.0*), osteomyelitis TB (M90.0*), nekrosis TB tulang (M90.0*),
A18.1† TB sistem genitourinarius
TB ginjal (N29.1*), TB ureter (N29.1*),
TB bladder (N33.0*),
TB organ genital pria (N51.-*),
TB cervix (N74.0*),
Pelvic inflammatory disease TB wanita (N74.1*)
A18.2 Limfadenopati perifer TB,
Adenitis TB
Kecuali: Adenopati trakheobronkus TB, TB kelenjar limfe intratoraks (A15.4, A16.3)
TB kelenjar limfe mesenterik dan retroperitoneum (A18.3),
A18.3 TB usus, peritoneum, dan kelenjar mesenterika
Asites TB, TB kelenjar limfe retroperitoneum
Peritonitis TB† (K67.3*)
TB anus dan rektum†, TB usus (halus, besar)†, enteritis TB† (K93.0*),
A18.4 TB kulit dan jaringan subkutis
Erythema induratum TB, scrofuloderma
Lupus exedens, lupus vulgaris NOS,
Lupus vulgaris kelopak mata† (H03.1*),
Kecuali: lupus erythematosus (L93.-),
lupus erythematosus systemic (M32.-)
A18.5† TB mata
Episcleritis TB (H19.0*),
Keratitis interstitialis TB (H19.2*), keratoconjunctivitis TB (H19.2*)
Iridocyclitis TB (H22.0*),
Chorioretinitis TB (H32.0*),
Kecuali: lupus vulgaris kelopak (A18.4)
A18.6† TB telinga
Otitis media TB (H67.0*)
Kecuali: TB mastoiditis (A18.0†)
A18.7† TB kelenjar adrenal (E35.1*),
6

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Penyakit Addison pada TB
A18.8† TB organ lain yang dijelaskan:
TB kel. tiroid (E35.0*),
TB perikardium (I32.0*),
TB endokardium (I39.8*),
TB miokardium (I41.0*),
Arteritis serebri TB (I68.1*)
TB esofagus (K23.0*)
A19 TB miliaris
Termasuk: TB disseminata, TB generalisata, poliserositis TB
A19.0 TB miliaris akut pada situs tunggal yang disebutkan
A19.1 TB miliaris akut pada situs ganda
A19.2 TB miliaris akut, tidak dijelaskan
A19.8 TB miliaris lainnya
A19.9 TB miliaris, tidak dijelaskan

Penyakit kuman zoonotik tertentu (A20-A28)
Penyebab: kuman yang biasa hidup pada hewan dan kemudian ditularkan ke manusia
A20 Plague
Termasuk: infeksi akibat Yersinia pestis
A20.0 Bubonic plague
A20.1 Cellulocutaneous plague
A20.2 Pneumonic plague
A20.3 Plague meningitis
A20.7 Septicaemic plague
A20.8 Bentuk-bentuk lain plague
Plague abortif
Plague asimptomatik
Pestis minor
A20.9 Plague, tidak dijelaskan

A21 Tularaemia
Termasuk: deer-fly fever, infeksi akibat Francisella tularensis, rabbit fever
A21.0 Ulceroglandular tularaemia
A21.1 Oculoglandular tularaemia
Ophthalmic tularaemia
A21.2 Pulmonary tularaemia
A21.3 Gastrointestinal tularaemia
Abdominal tularaemia
A21.7 Generalized tularaemia
A21.8 Bentuk-bentuk lain tularaemia
A21.9 Tularaemia, tidak dijelaskan

A22 Anthrax
Termasuk: infeksi akibat Bacillus anthracis
A22.0 Anthrax kulit
Karbunkel ganas, pustula ganas

7

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A22.1 Anthrax pernafasan
Anthrax inhalasi
Penyakit Ragpicker
Penyakit Woolsorter
A22.2 Anthrax gastrointestinum
A22.7 Septikaemia anthrax
A22.8 Bentuk-bentuk lain anthrax
Meningitis anthrax † (G01*)
A22.9 Anthrax, tidak dijelaskan
A23 Brucellosis
Termasuk: Demam: Malta, Mediterranean, undulant
A23.0 Brucellosis akibat B. melitensis
A23.1 Brucellosis akibat B. abortus
A23.2 Brucellosis akibat B. suis
A23.3 Brucellosis akibat B. canis
A23.8 Brucellosis lain
A23.9 Brucellosis, tidak dijelaskan

A24 Glanders and melioidosis
A24.0 Glanders
Infeksi akibat Pseudomonas mallei
Malleus
A24.1 Melioidosis akut dan fulminant
Melioidosis: pneumonia, septicaemia
A24.2 Melioidosis subakut dan kronis
A24.3 Melioidosis lain
A24.4 Melioidosis, tidak dijelaskan
Infeksi Pseudomonas pseudomallei NOS;
Penyakit Whitmore

A25 Rat-bite fevers – demam gigitan tikus
A25.0 Spirillosis
Sodoku
A25.1 Streptobacillosis
Erythema arthritik epidemik,
Demam Haverhill,
Streptobacillary rat-bite fever
A25.9 Rat-bite fever, tidak dijelaskan

A26 Erysipeloid
A26.0 Cutaneous erysipeloid; Erythema migrans
A26.7 Erysipelothrix septicaemia
A26.8 Bentuk-bentuk lain erysipeloid
A26.9 Erysipeloid, tidak dijelaskan

A27 Leptospirosis
A27.0 Leptospirosis icterohaemorrhagica
Leptospirosis akibat L. interrogans serovar icterohaemorrhagiae
8

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A27.8 Bentuk-bentuk lain leptospirosis
A27.9 Leptospirosis, tidak dijelaskan

A28 Penyakit bakteri zoonotik lain, not elsewhere classified
A28.0 Pasteurellosis
A28.1 Cat-scratch disease
Cat-scratch fever
A28.2 Extraintestinal yersiniosis
Kecuali: enteritis akibat Y. enterocolitica (A04.6)
plague (A20.-)
A28.8 Penyakit bakteri zoonotik lain yang dijelaskan, not elsewhere classified
A28.9 Penyakit bakteri zoonotik, tidak dijelaskan

Penyakit bakteri lainnya (A30-A49)
A30 Leprosy [Hansen's disease]
Termasuk: infeksi akibat Mycobacterium leprae
Kecuali: Sekuel lepra (B92)
A30.0 Indeterminate leprosy
Lepra I
A30.1 Tuberculoid leprosy
Lepra TT
A30.2 Borderline tuberculoid leprosy
Lepra BT
A30.3 Borderline leprosy
Lepra BB
A30.4 Borderline lepromatous leprosy
Lepra BL
A30.5 Lepromatous leprosy
Lepra LL
A30.8 Bentuk lain leprosy
A30.9 Lepra, tidak dijelaskan

A31 Infeksi akibat mikobakteria lain
Kecuali : tuberculosis (A15-A19), leprosy (A30.-)
A31.0 Infeksi mikobakterium pada paru-paru
Infeksi akibat M. avium, M. intracellulare [Battey bacillus], M. kansasii
A31.1 Infeksi mikobakterium pada kulit
Buruli ulcer
Infeksi akibat M. marinum, M. ulcerans
A31.8 Infeksi mikobakterium lainnya
A31.9 Infeksi mikobakterium, tidak dijelaskan
Infeksi mikobakterium tidak khas NOS
Mycobacteriosis NOS

A32 Listeriosis
Termasuk: infeksi listeria melalui makanan
Kecuali: listeriosis neonatus (disseminata) (P37.2)

9

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

A32.0 Listeriosis kulit
A32.1† Meningitis and meningoencephalitis listeria
Meningitis listeria (G01*); meningoencephalitis listeria (G05.0*)
A32.7 Septikemia listeria
A32.8 Bentuk lain listeria
Endocarditis listeria † (I39.8*)
Arteritis cerebri Listeria † (I68.1*),
Listeriosis okuloglandular
A32.9 Listeriosis, tidak dijelaskan

A33 Tetanus neonatorum
A34 Tetanus obstetri
A35 Tetanus lain, Tetanus NOS
A36 Diphtheria
A36.0 Difteri farings
Angina membranosa difteri
Difteri tonsil
A36.1 Difteri nasofarings
A36.2 Difteri larings,
Laringotrakheitis difteri
A36.3 Difteri kulit
Kecuali: erythrasma (L08.1)
A36.8 Difteri lain
Konjungtivitis difteri† (H13.1*); miokarditis difteri† (I41.0*), polyneuritis difteri† (G63.0*)
A36.9 Diphtheria, tidak dijelaskan

A37 Whooping cough
A37.0 Whooping cough disebabkan Bordetella pertussis
A37.1 Whooping cough disebabkan Bordetella parapertussis
A37.8 Whooping cough disebabkan spesies Bordetella lain
A37.9 Whooping cough, tidak dijelaskan

A38 Scarlet fever
Skarlatina
Kecuali: sore throat akibat streptokokus

A39 Infeksi meningokokus
A39.0† Meningitis meningokokus (G01*)
A39.1† Sindroma Waterhouse-Friderichsen (E35.1*);
Adrenalitis haemoragika meningokokus
Sindroma adrenal meningokokus
A39.2 Acute meningococcaemia
A39.3 Chronic meningococcaemia
A39.4 Meningokokaemia, tidak dijelaskan;
Bakteremia meningokokus NOS
A39.5† Penyakit jantung meningokokus
Pericarditis meningokokus (I32.0*)

10

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Endocarditis meningokokus (I39.8*),
Myocarditis meningokokus (I41.0*),
Karditis meningokokus NOS (I52.0*)
A39.8 Infeksi meningokokus lain
Encephalitis meningokokus meningokokus† (G05.0*)
Konjunctivitis meningokokus† (H13.1*)
Retrobulbar neuritis meningokokus† (H48.1*)
Arthritis meningokokus† (M01.0*)
Artritis pasca-meningokokus† (M03.0*)
A39.9 Infeksi meningokokus , tidak dijelaskan
Penyakit meningokokus NOS
A40 Septikemia streptokokus
Kecuali: setelah: abortus atau hamil ektopik atau mola (O03-O07, O08.0),
infus, transfusi atau injeksi terapi (T80.2), immunisasi (T88.0),
ketika melahirkan (O75.3), masa nifas (puerperal) (O85)
pada neonatus (P36.0-P36.1)
pasca-prosedur (T81.4),
A40.0 Septikemia akibat streptokokus, group A
A40.1 Septikemia akibat streptokokus, group B
A40.2 Septikemia akibat streptokokus, group D
A40.3 Septikemia akibat Streptococcus pneumoniae,
Septikemia pneumokokus
A40.8 Septikemia akibat streptokokus lainnya
A40.9 Septikemia akibat streptokokus, tidak dijelaskan

A41 Septikemia lain
Kecuali: melioidosis septikemik (A24.1), plague septikemik (A20.7)
toxic shock syndrome (A48.3), bacteraemia NOS (A49.9)
setelah: abortus atau hamil ektopik atau mola (O03-O07, O08.0),
infus, transfusi atau injeksi terapi (T80.2), immunisasi (T88.0),
selama melahirkan (O75.3)
septikemia (akibat)(pada):
tularaemia (A21.7), anthrax (A22.7), Erysipelothrix (A26.7),
yersiniosis extraintestinum (A28.2), listeria (A32.7),
meningokokus (A39.2-A39.4), streptokokus (A40.-),
aktinomikotik (A42.7), gonokokus (A54.8),
herpesvirus (B00.7), kandida (B37.7),
puerperal (O85), neonatal (P36.-), pasca-prosedur (T81.4),
A41.0 Septikemia akibat Staphylococcus aureus
A41.1 Septikemia akibat stafilokokus lain yang disebutkan
Septikemia akibat stafilokokus koagulase-negatif
A41.2 Septikemia akibat stafilokokus yang tidak dijelaskan
A41.3 Septikemia akibat Haemophilus influenzae
A41.4 Septikemia akibat kuman anaerob
Kecuali: gas gangrene (A48.0)
A41.5 Septikemia akibat organisme Gram-negative lain
Septikemia Gram-negative NOS
A41.8 Septikemia lain yang dijelaskan
11

not elsewhere classified A48.9 Nokardiosis. AMd.9 Aktinomikosis. tidak dijelaskan A44 Bartonellosis A44.1) A42.1 Nokardiosis kulit A43. situs tidak dijelaskan Kecuali: infeksi meningokokus NOS (A39. tidak dijelaskan A49.1 Penyakit Legionnaires A48.0 Bartonellosis sistemik Demam Oroya A44. bakteri penyebab penyakit yang diklasifikasikan pada bab lain (B95-B96). tidak dijelaskan A49.9 Septicaemia. A49. tidak dijelaskan A43 Nocardiosis A43. myonecrosis A48.9).0 Nokardiosis pulmonalis A43.2 Infeksi Haemophilus influenzae. Created By: Subhan.1 Infeksi streptokokus.9).1 Aktinomikosis abdominalis A42.8 Bentuk lain bartonellosis A44.8) A48.1 Bartonellosis kulit dan mukosa kulit Verruga peruana A44.9) infeksi chlamydia NOS (A74.3 Toxic shock syndrome Kecuali: septikemia NOS (A41. tidak dijelaskan.3 Infeksi Mycoplasma. tidak dijelaskan A46 Erysipelas A48 Penyakit bakteri lain.9).7 Septikemia aktinomikosis A42.8 Bentuk lain aktinomikosis A42.2 Penyakit Legionnaires Nonpneumonic [demam Pontiac] A48. infeksi rickettsia NOS (A79.9). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat A41. tidak dijelaskan 12 .8 Penyakit bakteri lain yang dijelaskan A49 Infeksi bakteri.0 Gas gangrene Clostridial: cellulitis.4 Brazilian purpuric fever.8 Bentuk lain nokardiosis A43. syok endotoxik NOS (R57. Septic shock 42 Actinomycosis Kecuali: Kecuali: actinomycetoma (B47.0 Infeksi stafilokokus.9 Bartonellosis. Infeksi sistemik Haemophilus aegyptius A48. tidak dijelaskan A49.0 Aktinomikosis pulmonalis A42. infeksi spirokhaeta NOS (A69.PerKes.2 Aktinomikosis servikofasialis A42.

2*) Okulopati sifilitika kongenital lanjut NEC† (H58. Created By: Subhan. osteokondrodistrofi: sifilitika kongenital dini A50.0 Sifilis kongenital dini. A50. encephalitis† (G05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat A49. mukokutan. dengan reaksi serologis positif dan uji cairan spinal negatif.0*) sifilitika kongenital lanjut Kecuali: Triad Hutchinson (A50.5) A50. pneumonia: sifilitika kongenital dini Okulopati.0*). osteokhondropati sifilitika† (M90.5) A50. taboparetic neurosyphilis Meningitis† (G01*).7 Sifilis kongenital lanjut. latent Sifilis kongenital tanpa manifestasi klinis.8 Infeksi bakteri lain dengan situs tidak dijelaskan A49.6 Sifilis kongenital lanjut. tidak dijelaskan Sifilis kongenital NOS kurang dari dua tahun sejak lahir A50.4 Neurosifilis kongenital lanjut [neurosifilis juvenile] Dementia paralytica juvenilis Juvenile: general paresis. dengan gejala Setiap kondisi sifilis kongenital yang dinyatakan dini atau muncul dalam waktu kurang dari dua tahun sejak lahir Sifilis kongenital dini: kulit.1*): [sendi lutut membengkak] Artropati sifilitika† (M03.0*): sifilitika kongenital lanjut Polyneuropathy† (G63.3 Okulopati sifilitika kongenital lanjut Keratitis interstitialis sifilitika kongenital lanjut † (H19.3) A50 Sifilis kongenital A50. tidak dijelaskan A51 Sifilis dini A51.2 Sifilis kongenital dini. faringitis. A50. latent Sifilis kongenital tanpa manifestasi klinis.PerKes.2*) Sifilis kardiovaskuler kongenital lanjut† (I98.0 Sifilis genital primer 13 . dua tahun atau lebih sejak lahir A50.9 Infeksi bakteri. Bacteraemia NOS Infeksi yang terutama ditularkan hubungan seks (A50-A64) Kecuali: penyakit human immunodeficiency virus [HIV] (B20-B24) uretritis nonspesifik and uretritis non-gonokokus (N34.9 Sifilis kongenital.8*) Kecuali: Triad Hutchinson (A50. tabes dorsalis. tidak dijelaskan Sifilis kongenital NOS dua tahun atau lebih sejak lahir A50.5 Sifilis kongenital lanjut lain dengan gejala klinis Setiap kondisi sifilis kongenital yang dinyatakan lanjut atau muncul dua tahun atau lebih sejak lahir Syphilitic saddle nose [pangkal hidung mencekung seperti sadel] Gigi atau triad Hutchinson Clutton's joints† (M03. laringitis. viseral Rhinitis.1 Sifilis kongenital dini. dengan reaksi serologis positif dan uji cairan spinal negatif. tidak dijelaskan.1) penyakit Reiter's (M02. AMd. kurang dari dua tahun sejak lahir.1*).

iridosiklitis sifilitika sekunder † (H22.0*).1*).0*).0*).PerKes.0† Cardiovascular syphilis Sifilis kardiovaskuler NOS (I98.3 Sifilis sekunder kulit dan membran mukosa Condyloma latum alopecia sifilitika† (L99. latent Sifilis (didapat) tanpa manifestasi klinis.1 Sifilis primer anus A51. dengan reaksi serologis positif dan uji cairan spinal negatif.8*) myositis sifilitika sekunder † (M63.3 Episcleritis sifilitika lanjut † (H19.1*). chorioretinitis sifilitika lanjut † (H32.2*) 14 . tidak dijelaskan A52 Sifilis lanjut A52. Sifilis [stadium tidak dijelaskan] pada: paru-paru† (J99. kecuali yang diklasifikasikan pada A52. regurgitasi pulmonalis (I39.1*) – radang n. otot† (M63.9 Sifilis dini.0*). Pelvic inflammatory disease (PID) wanita sifilitika lanjut † (N74.0*).2*).0*).8*).0*).1*). aortitis (I79.0*) A52. hati† (K77.2 Sifilis primer di tempat lain A51. A51. patch mukosa sifilitika A51.4 Sifilis sekunder lain Meningitis sifilitika sekunder † (G01*). synovium† (M68.0*).2*) Leukoderma sifilitika lanjut † (L99. sifilitika Arteritis serebri (I68.8*).8*).8*).8*).2*). aneurisma aorta (I79. bursitis sifilitika lanjut † (M73.7 Sifilis lanjut dengan gejala lainnya Penyakit glomerulus pada syphilis† (N08. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Syphilitic chancre NOS A51. endokarditis NOS (I39.0*). Polyneuropathy sifilitika lanjut † (G63.0-A52.0*).0*) Gumma (sifilitika).5 Sifilis dini. tidak dijelaskan Gumma sifilis pada sistem syaraf pusat NOS Sifilis (lanjut) pada sistem syaraf pusat NOS Syphiloma pada sistem syaraf pusat NOS A52. peritonitis sifilitika lanjut † (K67. AMd. kurang dari dua tahun sejak infeksi A51. Okulopathy sifilitika lanjut NEC† (H58. tulang† (M90. periostitis sifilitika sekunder † (M90. Tabes dorsalis Charcot's arthropathy† (M14.3 Neurosifilis. Optic atrophy sifilitika lanjut † (H48. sifilitika A52. myokarditis (I41. leukoderma sifilitika† (L99. sifilis lanjut atau tertier: semua tempat. encephalitis sifilitika lanjut † (G05. Retrobulbar neuritis sifilitika lanjut † (H48. limfadenopati sifilitika sekunder.0*) Inkompetensi aorta (I39.1 Neurosifilis simptomatik Syphilitic parkinsonism† (G22*).0*).2 Neurosifilis asimptomatik (tanpa gejala) A52.0*). Acoustic neuritis sifilitika lanjut † (H94.1*).1*) pelvic inflammatory disease (PID) wanita sifilitika sekunder † (N74.6*) [sendi rusak karena nyeri di dalamnya tak bisa dirasakan pasien] Meningitis sifilitika lanjut † (G01*). Created By: Subhan.3*) sifilitika Perikarditis (I32.8*).0*). opticus. okulopati sifilitika sekunder NEC† (H58.

8*).3*). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat A52. Created By: Subhan.0*). synovitis atau tenosynovitis gonokokus (M68.4† Infeksi gonokokus pada sistem muskuloskeletonl Arthritis gonokokus (M01.3 Infeksi gonokokus pada mata Konjungtivitis gonokokus† (H13. Miokarditis gonokokus † (I41.2*) gonokokus A54. urethritis gonokokus NOS.8 Sifilis lanjut.1*).0*) Ophthalmia neonatorum akibat gonokokus A54.8 Infeksi gonokokus lainnya Meningitis gonokokus † (G01*). Servisitis gonokokus NOS. Septikemia gonokokus. iridocyclitis gonokokus † (H22. abses gonokokus otak† (G07*).2) A54. tidak dijelaskan A55 Limfogranuloma chlamydia (venereum) Bubo iklim atau tropis Penyakit Durand-Nicolas-Favre Esthiomene Lymphogranuloma inguinale A56 Penyakit chlamydia lain yang ditularkan melalui hubungan seksual 15 . dan lesi kulit gonokokus Kecuali: pelviperitonitis gonokokus (A54.0*). latent Sifilis (didapat) tanpa manifestasi klinis.2) A54 Infeksi gonokokus A54.8) A54. orchitis atau epididymitis gonokokus (N51. vulvovaginitis gonokokus NOS Cystitis gonokokus NOS.9 Infeksi gonokokus. Perikarditis gonokokus † (I32.2† Pelviperitonitis gonokokus dan infeksi gonokokus lainnya Prostatitis gonokokus (N51. endokarditis gonokokus † (I39.5 Faringitis gonokokus A54. osteomyelitis (M90.0*).0*).PerKes.9 Sifilis lanjut.6 Infeksi gonokokus pada anus dan rektum A54.0 Sifilis. dua tahun atau lebih sejak lahir.0*) Bursitis gonokokus (M73.0 Infeksi gonokokus pada saluran genitourinarius bawah tanpa abses kelenjar periuretra atau kelenjar aksesorius.1*). tidak dijelaskan A53 Sifilis lain dan tidak dijelaskan A53. tidak dijelaskan dini atau lanjut Sifilis laten NOS Reaksi serologis sifilis positif A53. A52.1 Infeksi gonokokus pada saluran genitourinarius bawah dengan abses kelenjar periuretra atau kelenjar aksesorius Abses gonokokus kelenjar Bartolini A54.9 Sifilis. pneumonia gonokokus † (J17.3*) Kecuali: peritonitis gonokokus (A54. A54. dengan reaksi serologis positif fan uji cairan spinal negatif.1*) Pelvic inflammatory disease [PID] gonokokus wanita (N74.0*). tidak dijelaskan Infeksi Treponema pallidum NOS Sifilis (didapat) NOS Kecuali: sifilis NOS penyebab kematian pada usia <2 tahun (A50. AMd. Peritonitis gonokokus † (K67.

AMd.1*).9 Infeksi herpesvirus anogenita. syphilis (A50-A53) A65 Sifilis nonvenereal Bejel.1).0 Yaw.4 Infeksi chlamydia farings A56.9 Trikhomoniasis. urethritis chlamydia A56. framboesia (tropica). 16 . tidak dijelaskan A56.8) A59. vulvovaginitis chlamydia Cystitis chlamydia.-*) A60. A56.4*).1). kondisi pada A74. tidak dijelaskan A63 Penyakit hubungan seksual lain. papilloma servix (D26.1*) Pelvic inflammatory disease [PID] chlamydia wanita (N74.1 Infeksi herpesvirus kulit perianus dan rektum A60.0 Anogenital (venereal) warts A63. A56. Created By: Subhan.0 Infeksi chlamydia pada saluran genitourinarius bawah Servisitis chlamydia. pian A66.. Prostatitis† (N51.2 Infeksi chlamydia saluran genitourinarius. lesi awal Chancre of yaws. tidak dijelaskan A60 Infeksi herpesviral [herpes simplex] anogenital A60.1† Infeksi chlamydia pada pelviperitoneum dan organ genitourinarius lain Orchitis atau epididymitis chlamydia (N51.8 Infeksi chlamydia melalui hubungan seksual pada tempat lain A57 Chancroid Ulcus molle A58 Granuloma inguinale Donovanosis A59 Trikhomoniasis Kecuali: trikhomoniasis usus (A07. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: infeksi hubungan seksual akibat Chlamydia trachomatis Kecuali: lymphogranuloma chlamydia (A55). Njovera A66 Yaws Termasuk: Bouba.8 Penyakit hubungan kelamin lain yang dijelaskan A64 Penyakit hubungan kelamin yang tidak dijelaskan Penyakit kelamin NOS Penyakit akibat spirochaeta lainnya (A65-A69) Kecuali: leptospirosis (A27.-).0 Infeksi herpesvirus saluran genitalia dan urogenitalis Infeksi herpesvirus saluran genital: wanita† (N77.1).8 Trikhomoniasis di tempat lain A59. Leukorrhoea (vaginalis).- pneumonia chlamydia neonatus (P23.PerKes.0-N77.0*) akibat T. vaginalis A59.3 Infeksi chlamydia anus dan rektum A56.0 Trikhomoniasis urogenital. konjungtivitis chlamydia neonatus (P39. tidak diklasifikasi di tempat lain Kecuali: molluscum contagiosum (B08. pria† (N51.0) A63. sifilis endemic.

6 Lesi tulang dan kulit pada yaws Ganglion. Yaws (kulit) (makularis) (makulopapularis) (mikropapularis) (papularis) dini Framboeside pada yaws dini A66.3 Hiperkeratosis pada yaws Ghoul hand Worm-eaten soles Hyperkeratosis. osteitis atau periostitis gummatosa: pada yaws (lanjut) A66. AMd.0 Louse-borne relapsing fever Relapsing fever akibat Borrelia recurrentis A68. periostitis (hipertrofik): pada yaws (dini) (lanjut) Goundou. gumma tulang.1 Yaw papillomata ganda dan “wet crab” Framboesioma Pianoma. dengan serologis positif A66.2 Lesi lanjut pinta Lesi kardiovaskuler† (I98. atau diskromik: dari pinta (carate) A67.4 Gummata dan ulkus pada yaws Framboeside gummatosa Yaws nodularis (bertukak) lanjut A66.0 Lesi primer pinta Chancre (primer) atau papula (primer): dari pinta (carate) A67.PerKes. lesi hiperkromik. palmaris atau plantaris (dini) (lanjut) akibat yaws A66. hiperkeratosis. tidak dijelaskan A67 Pinta [carate] A67.7 Manifestasi lain yaws Nodul yaws juxta-articularis Yaws mukosa A66. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Framboesia. awal atau primer. Mother yaw Ulkus framboesia awal A66. osteitis. sikatriks.9 Pinta.3 Lesi campuran dari pinta Lesi kulit akromik bercampur dengan hiperkromik dari pinta (carate) A67.9 Yaws. hydrarthrosis.5 Gangosa Rhinopharyngitis mutilans A66. pintids: dari pinta (carate) A67.2) A68. tidak dijelaskan A68 Relapsing fevers – demam berulang Termasuk : Recurrent fever Kecuali: Lyme disease (A69. Created By: Subhan.1*) dari pinta (carate) Lesi kulit akromik.8 Yaws laten Yaws tanpa gejala klinis. Papilloma plantaris atau palmaris yaws A66.1 Tick-borne relapsing fever 17 .1 Lesi intermedia pinta Plak eritematosa.2 Lesi awal kulit lain pada yaws Yaws kulit <5 tahun setelah infeksi.

0† Konjungtivitis chlamydia (H13. tidak dijelaskan A74 Penyakit lain akibat chlamydiae Kecuali: penyakit chlamydia yang ditularkan melalui hubungan seksual (A55-A56) pneumonia chlamydia (J16.0 Stomatitis ulseratif nekrotikans [infeksi Vincent] Cancrum oris Gangrene fusospirochaeta Noma Stomatitis gangrenosa A69.0) pneumonia chlamydia neonatus (P23.8 Penyakit chlamydia lain Peritonitis chlamydia† (K67. Created By: Subhan.1 Stadium aktif trachoma Konjungtivitis granularis trachomatosa. tidak dijelaskan A69 Infeksi spirochaeta lainnya A69. parrot fever. stomatitis spirochaeta.0 Demam tifus „louse-borne‟ epidemik akibat Rickettsia prowazekii (Demam) tifus klasik 18 .0 Stadium awal trachoma Trachoma dubium A71. Psittacosis A71 Trachoma Kecuali: sequelae of trachoma (B94.9 Trachoma.9 Relapsing fever.0) A71. trench mouth Faringitis fusospirochaeta A69. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Relapsing fever akibat spesies Borrelia.1) conjunctivitis chlamydia neonatus (P39.0*) A74. AMd.8) A75.9 Infeksi spirochaeta. Paratrachoma A74.9 Infeksi chlamydia. selain Borrelia recurrentis A68.PerKes.1 Infeksi Vincent lainnya Gingivitis atau gingivostomatitis ulseratif nekrotikans (akut) Angina atau gingivitis Vincent.1*). tidak dijelaskan Penyakit lain yang disebabkan chlamydiae (A70-A74) A70 Infeksi Chlamydia psittaci Ornithosis. tidak dijelaskan Chlamydiosis NOS Rickettsioses (A75-A79) A75 Typhus fever Kecuali: rickettsiosis akibat Ehrlichia sennetsu (A79.1) A74.8 Infeksi spirochaeta lain yang dijelaskan A69. konjungtivitis folikularis trachomatosa Pannus trachomatosa A71.2 Penyakit Lyme Erythema kronis migrans akibat Borrelia burgdorferi A69.

virus liar. Wolhynian fever A79. berasal dari dalam negeri A80.3 Poliomyelitis paralitika akut. rickettsii: Rocky Mountain spotted fever. conorii Tick typhus: Afrika.0 Penyakit Creutzfeldt-Jakob: 19 . rickettsiosis vesikularis A79. tidak dijelaskan.1 Poliomyelitis paralitika akut. typhi. Marseilles.1 Rickettsial pox akibat Rickettsia akari: Kew Garden fever. akibat vaksin A80.9 Spotted fever.9 Poliomyelitis akut.2 Spotted fever akibat R. AMd. tidak dijelaskan. (Demam) typhus NOS A77 Spotted fever [tick-borne rickettsioses] A77. Infeksi Rickettsia NOS Infeksi virus sistem syaraf pusat (A80-A89) A80 Poliomielitis akut A80. quadrilateral fever A79 Rickettsioses lain A79. tidak dijelaskan Tick-borne typhus NOS A78 Q fever Infeksi akibat Coxiella burnetii. siberica North Asian tick fever.0 Poliomyelitis paralitika akut. demam Sao Paulo A77.0 Spotted fever akibat R. jenis lain dan tidak dijelaskan A80. Quintan fever. Siberian tick typhus A77.1 Spotted fever akibat R.9 Demam tifus. tidak dijelaskan A81 Infeksi virus lambat sistem syaraf pusat A81.8 Rickettsioses lain yang dijelaskan : Rickettsiosis akibat Ehrlichia sennetsu A79.9 Rickettsiosis. Nine Mile fever. Penyakit Brill-Zinsser A75.2 Demam tifus akibat R. virus liar.2 Poliomyelitis paralitika akut. India.8 Spotted fever lain A77.4 Poliomyelitis non-paralitika akut A80.3 Demam tifus akibat R. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Tifus (louse-borne) epidemik A75. Kenya Tick fever: Bouton. berasal dari luar negeri A80. tsutsugamushi.PerKes.3 Spotted fever akibat R. australis Queensland tick typhus A77.0 Trench fever.1 Recrudescent typhus [penyakit Brill]. Scrub (mite-borne) typhus A75. Mediterran A77. Murine (flea-borne) typhus [tifus tikus yang dibawa kutu] A75.

PerKes.0) virus measles (B05. tidak dijelaskan A85 Ensefalitis virus lain. herpesvirus [herpes simplex] (B00.1*).8 Infeksi virus lambat lain pada SSP Kuru A81.3 St Louis encephalitis A83. tidak dijelaskan Infeksi virus lambat NOS A82 Rabies A82.0 Rabies sylvatika A82. meningoensefalitis virus NEC Kecuali: khoriomeningitis limfositik (A87.6 Rocio virus disease A83. zoster (B02.4).4 Australian encephalitis. Powassan virus disease A84.9 Tick-borne ensefalitis virus. A85.5 California encephalitis California meningoencephalitis La Crosse encephalitis A83.2 Leukoensefalopati multifokus progresif Leukoensefalopati multifokus NOS A81.1 Tick-borne ensefalitis Eropa Tengah A84.1 Rabies urban A82. not elsewhere classified Termasuk: dinyatakan: ensefalomielitis virus NEC. Created By: Subhan.3) ensefalitis akibat: virus poliomyelitis (A80.1 Western equine encephalitis A83.2) A83.0 Tick-borne ensefalitis Timur Jauh [Russian spring-summer encephalitis] A84.1 Panensefalitis sklerosa aubakut Dawson's inclusion body encephalitis Van Bogaert's sclerosing leukoencephalopathy A81. tidak dijelaskan A83 Ensefalitis virus yang ditularkan melalui nyamuk Termasuk: meningoencephalitis virus yang ditularkan melalui nyamuk Kecuali: Venezuelan equine encephalitis (A92.9 Infeksi virus lambat pada SSP.0).8 Tick-borne ensefalitis virus lain: Louping ill. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Ensefalopati spongiformis subakut A81.8 Ensefalitis virus lain yang ditularkan melalui nyamuk A83. AMd. Kunjin virus disease A83.2). tidak dijelaskan A84 Ensefalitis virus yang ditularkan melalui kutu Termasuk: tick-borne viral meningoencephalitis A84. 20 .9 Ensefalitis virus yang ditularkan melalui nyamuk.2 Eastern equine encephalitis A83.2) ensefalomielitis myalgika ringan (G93.0† Ensefalitis enterovirus (G05.-).0 Japanese encephalitis A83. virus mumps (B26.9 Rabies.

2 Khoriomeningitis limfositik.PerKes.1† Meningitis adenovirus (G02.1† Ensefalitis adenovirus (G05. tidak dijelaskan A85. tidak dijelaskan A93 Demam arbovirus lain.4 Demam Rift Valley A92.8 Meningitis virus lain A87.9 Meningitis virus.1). AMd.1) virus measles (B05.9) A88. tidak dijelaskan Demam arbovirus dan demam berdarah virus (A90-A99) A90 Demam dengue [dengue klasik] A91 Demam berdarah dengue A92 Demam akibat virus yang dibawa nyamuk lainnya Kecuali: Penyakit Ross River (B33.1).2 Demam equine Venezuela Venezuelan equine encephalitis Venezuelan equine encephalomyelitis virus disease A92. virus mumps (B26.9 Demam akibat virus yang dibawa oleh nyamuk. herpesvirus [herpes simplex] (B00.0 Demam virus Oropouche.0*): Meningitis Coxsackievirus.3 Demam West Nile A92.1*).1 Epidemic vertigo A88.0† Meningitis enterovirus (G02. Meningoensefalitis adenovirus A85. tidak dijelaskan A88 Infeksi virus sistem syaraf pusat lainnya. Created By: Subhan.0*) A87. meningoensefalitis virus NOS A87 Meningitis virus Kecuali: meningitis akibat: virus poliomyelitis (A80. Meningoensefalitis limfositik A87.8 Demam akibat virus yang dibawa oleh nyamuk lainnya A92.1 Demam O'nyong-nyong A92. not elsewhere classified Kecuali: encephalitis virus NOS (A86). Demam (berdarah) Chikungunya A92. tidak dijelaskan Ensefalomielitis virus NOS. not elsewhere classified A93.3). zoster (B02. Demam Oropouche 21 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Ensefalomielitis enterovirus A85. A87.2 Ensefalitis virus yang dibawa arthropoda.8 Infeksi virus sistem syaraf pusat lain yang dijelaskan A89 Infeksi virus sistem syaraf pusat.0 Penyakit virus Chikungunya.8 Ensefalitis virus lain yang dijelaskan A86 Ensefalitis virus.-). Meningitis Echovirus A87. meningitis virus NOS (A87.1) A92.0 Demam eksantema enterovirus [Boston exanthem] A88.

2 Demam Lassa A96. tidak dijelaskan A96 Demam berdarah arenavirus A96.4 Penyakit virus Ebola A98.8 Demam berdarah virus lain yang dijelaskan A99 Demam berdarah akibat virus yang tidak dijelaskan Infeksi virus dengan lesi kulit dan mukosa (B00-B09) B00 Infeksi herpesvirus [herpes simplex] Kecuali: Infeksi herpesvirus anogenital (A60. tidak dijelaskan Demam atau infeksi arbovirus NOS A95 Yellow fever A95.2) 22 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat A93. Herpangina (B08.2 Penyakit Kyasanur Forest A98.2 Colorado tick fever A93.9 Yellow fever.PerKes. demam berdarah Russia Penyakit virus Hantaan Nephropathia epidemica A98.8 Demam berdarah arenavirus lain A96. tidak dijelaskan A98 Demam berdarah virus lain.1 Demam berdarah Omsk A98.0 Sylvatic yellow fever. AMd.0 Demam berdarah Crimea-Congo: Demam berdarah Asia tengah A98. Infeksi herpesvirus kongenital (P35.0). Jungle yellow fever A95. demam berdarah Korea.9 Demam berdarah arenavirus.3 Penyakit virus Marburg A98.1 Urban yellow fever A95.1 Demam berdarah Machupo Demam berdarah Bolivia A96. Created By: Subhan.0 Demam berdarah Junin Demam berdarah Argentina A96.1 Demam Sandfly Demam Pappataci Demam Phlebotomus A93. mononucleosis gammaherpesvirus (B27. not elsewhere classified Kecuali: Demam berdarah dengue (A91) Demam berdarah chikungunya (A92.-).0) A98.8 Demam arbovirus lain yang dijelaskan Penyakit virus Piry Penyakit virus stomatitis vesikularis (demam Indiana) A94 Demam arbovirus.5).5 Demam berdarah dengan gejala ginjal Demam berdarah epidemik.

8 Varicella dengan komplikasi lain B01.0*) Neuralgia trigeminus pascaherpes (G53.2*). Penyakit Simian B [simian = monyet] B00.8 Bentuk lain infeksi herpesvirus hepatitis herpesvirus † (K77.0*) B00.0*) B00. whitlow herpesvirus B00.4† Encephalitis herpesvirus (G05.0*).9 Varicella tanpa komplikasi Varicella NOS B02 Zoster [herpes zoster] B02.0*). Septikemia herpesvirus B00.1*). Erupsi variselliformis Kaposi B00. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B00.0*) B02.1*) Iridocyclitis herpesvirus (H22.2† Zoster yang melibatkan sistem syaraf lainnya Ganglionitis genikulata pascaherpes (G53.7 Penyakit herpesvirus disseminata.1*) Ensefalitis postchickenpox. Meningoensefphalitis zoster B02. Iritis zoster (H22.1† Meningitis zoster (G02.5† Penyakit mata herpesvirus: Dermatitis herpesvirus kelopak mata (H03.PerKes. keratoconjunctivitis herpesvirus (H19.1*) B01.2 Gingivostomatitis dan pharyngotonsillitis herpesvirus.1 Dermatitis vesikularis herpesvirus Herpes simplex fasialis. AMd.0*).0 Eczema herpeticum.9 Zoster tanpa komplikasi.2† Pneumonia varicella (J17. Konjungtivitis zoster (H13.1*).1*) Keratitis herpesvirus (H19. Konjungtivitis herpesvirus (H13.2*).0*). dan iridosiklitis zoster (H22. tidak dijelaskan Infeksi herpes simplex NOS B01 Varicella [chickenpox] B01.0*) B02.8 Zoster dengan komplikasi lain B02.1*): Meningoencephalitis herpesvirus. zoster NOS 23 . Created By: Subhan.1† Ensefalitis varicella (G05.1*).3† Penyakit mata zoster Blefaritis zoster (H03.0† Meningitis varicella (G02. Keratitis zoster (H19.7 Zoster disseminata B02. ensefalomyelitis varicella B01.3† Meningitis herpesvirus (G02. iritis herpesvirus (H22.0† Ensefalitis zoster (G05.9 Infeksi herpesvirus.0*) Uveitis anterior herpesvirus (H22.0*) B02. Pharyngitis herpesvirus B00. keratokonjungtivitis zoster (H19.0*) Polyneuropathy pascaherpes (G63.1*).0*) B01. skleritis zoster (H19. herpes simplex labialis Dermatitis vesikularis pada telinga atau bibir akibat human (α) herpesvirus 2 B00.1*).

1*).C. Ensefalitis rubella (G05.1*) B06. meningoensefalitis rubella(G05.4*). Otitis media pasca measles B05.1 Molluscum contagiosum B08.2† Measles dengan komplikasi pneumonia (J17.0) B06.9 Rubella tanpa komplikasi Rubella NOS B07 Viral warts – jerawat virus Verruca: simplex.3† Measles dengan pasca measles komplikasi otitis media (H67.1). Keratitis dan keratoconjunctivitis measles † (H19.1*) B06. vulgaris Kecualianogenital (venereal) warts (A63.2*) B05.2 Exanthema subitum [sixth disease] 24 .1*).1*). Pneumonia pasca measles B05.0† Measles dengan komplikasi encephalitis (G05.PerKes.E.0 Infeksi orthopoxvirus lain: Cowpox.8) B08. Created By: Subhan.9 Measles tanpa komplikasi. Vaccinia Kecuali: monkeypox (B04) B08.0) papilloma pada: larynx (D14. Pseudocowpox [milker's node].1† Measles dengan komplikasi meningitis (G02. meningitis pasca measles B05.8 Rubella dengan komplikasi lain Arthritis rubella † (M01. Penyakit virus Orf.4) B08 Infeksi virus lain dengan lesi kulit dan membran mukosa.0*). AMd. Measles NOS B06 Rubella [German measles] Kecuali: rubella kongenital (P35. cervix (D26. Kecuali: penyakit virus stomatitis vesikularis (A93. Ensefalitis pasca measles B05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B03 Smallpox Tahun 1980 World Health Assembly ke-33 menyatakan smallpox telah hapus.0† Rubella dengan komplikasi neurologis Meningitis rubella (G02. B04 Monkeypox B05 Measles Termasuk : morbilli Kecuali: subacute sclerosing panencephalitis (A81.1) B05.8 Measles dengan komplikasi lain. Pneumonia rubella † (J17.4 Measles dengan komplikasi usus B05. Klasifikasi ini masih dipertahankan untuk tujuan pengawasan.0*).0). atau bladder (D41.1*). N.

tidak dijelaskan B19 Hepatitis virus. penyakit virus Yaba pox.0 Hepatitis virus B kronis dengan delta-agent B18. penyakit kaki dan mulut Penyakit virus Tanapox.9 Hepatitis virus yang tidak dijelaskan tanpa koma hepatika Hepatitis virus NOS Penyakit human immunodeficiency virus [HIV] (B20-B24) 25 .2 Hepatitis akut B tanpa delta-agent.9 Hepatitis virus kronis.8 Hepatitis virus kronis lain B18. dengan koma hepatika B16. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B08.4 Stomatitis vesikularis enterovirus dengan eksantema Penyakit tangan.3 Erythema infectiosum [fifth disease] B08. mulut dan kaki B08.8 Hepatitis virus akut lain yang dijelaskan.2 Hepatitis akut E B17. tidak dijelaskan B19.8 Infeksi virus lain dengan lesi kulit dan membran mukosa yang dijelaskan Faringitis limfonodularis enterovirus.0 Hepatitis virus yang tidak dijelaskan dengan koma B19. exanthema virus NOS Hepatitis virus(B15-B19) Kecuali: hepatitis herpesvirus [herpes simplex] (B00.2 Hepatitis virus C kronis B18.0 Hepatitis A dengan koma hepatika B15.1 Hepatitis akut B dengan delta-agent (koinfeksi).8) hepatitis cytomegalovirus (B25. Hepatitis non-A non-B (akut) (virus) NEC B18 Hepatitis virus kronis B18. Hepatitis (virus) kronis B B18. Hepatitis A (akut) (virus) NOS B16 Hepatitis akut B B16. Created By: Subhan. tanpa koma hepatika B16.1 Hepatitis akut C B17. B09 Infeksi virus lain dengan lesi kulit dan membran mukosa. AMd.9 Hepatitis akut B tanpa delta-agent.PerKes.2) B15 Hepatitis akut A B15. dengan koma hepatika B16.0 Delta-(super)infection akut terhadap carrier hepatitis B B17. Herpangina B08. sequelae hepatitis virus (B94.9 Hepatitis A tanpa koma hepatika.0 Hepatitis akut B dengan delta-agent (koinfeksi). tidak dijelaskan Enanthema virus NOS. dan tanpa koma hepatika Hepatitis B (akut) (virus) NOS B17 Hepatitis virus akut lain B17.1 Hepatitis virus B kronis tanpa delta-agent.5 Faringitis vesikularis enterovirus .1).

1 Penyakit HIV yang menyebabkan pneumonitis interstitialis llimfoid B22.7 Penyakit HIV yang menyebabkan neoplasma ganas ganda B21.8 Penyakit HIV yang menyebabkan kondisi lain yang dijelaskan B24 Penyakit HIV.e. tidak dijelaskan 26 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Catatan: Subkategori karakter ke-4 pada B20-B23 disediakan untuk pemakaian opsi kalau pengkodean ganda tidak mungkin atau tidak diinginkan untuk identifikasi keadaan spesifik.5 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit jamur lain B20.9 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit infeksi dan parasit yang tidak dijelaskan Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi NOS B21 Penyakit HIV yang menyebabkan neoplasma ganas B21. n. hematopoietik dan yang terkait B21.7 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit ganda yang diklasifikasi di tempat lain Catatan: Untuk pemakaian kategori ini.0) B20. Kecuali: Status infeksi HIV asimptomatik (Z21) B20 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit infeksi dan parasit Kecuali: sindroma infeksi akut HIV (B23.1 Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi bakteri lain B20. B23. Created By: Subhan. AMd.1 Penyakit HIV yang menyebabkan limfoma Burkitt B21. B23 Penyakit HIV yangmenyebabkan kondisi lain B23.3 Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi virus lain B20.0 Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi mycobacteria Penyakit HIV yang menyebabkan tuberkulosis B20.8 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit infeksi dan parasit lain B20. perlu rujukan ke aturan pengkodean morbiditas dan mortalitas di Volume 2.PerKes.2 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit cytomegalovirus B20.c.2 Penyakit HIV yang menyebabkan wasting syndrome Penyakit HIV yang menyebabkan gagal bertumbuh Penyakit kurus (Slim disease) B22.2 Penyakit HIV yang menyebabkan jenis lain limfoma non-Hodgkin B21.1 Penyakit HIV yang menyebabkan limfadenopati umum (persistent) B23.0 Penyakit HIV yang menyebabkan ensefalopati Dementia HIV B22.0 Penyakit HIV yang menyebabkan sarkoma Kaposi B21.4 Penyakit HIV yang menyebabkan kandidiasis B20.7 Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi ganda B20.8 Penyakit HIV yang menyebabkan neoplasma ganas lain B21.9 Penyakit HIV yang menyebabkan neoplasma ganas yang tidak dijelaskan B22 Penyakit HIV yang menyebabkan penyakit lain yang dijelaskan B22.0 Sindroma infeksi HIV akut B23.3 Penyakit HIV yang menyebabkan neoplasma ganas lain pada jaringan limfoid.6 Penyakit HIV yang menyebabkan pneumonia Pneumocystis carinii B20.2 Penyakit HIV yang menyebabkan kelainan haematologis dan immunologis.

nephritis mumps† (N08.9 Mumps tanpa komplikasi Mumps NOS. myocarditis mumps† (I41.1*) B26.9 Mononucleosis infeksiosa.1*) B26.2† Pancreatitis CMV (K87.8 Mononucleosis infeksiosa lain B27.1† Hepatitis CMV (K77.3† Pancreatitis mumps (K87.0 Mononucleosis gammaherpesvirus.1† Konjungtivitis akibat adenovirus (H13.2*).1*). Shipyard eye B30.2 Faringokonjungtivitis virus B30.8 Mumps dengan komplikasi lain: Polyneuropathy mumps† (G63.0*). Mononucleosis akibat virus Epstein-Barr B27.1*) B25.8 Penyakit CMV lain B25.1 Mononucleosis CMV B27.3† Konjungtivitis hemoragika epidemik akut (enterovirus) (H13. tidak dijelaskan B30 Konjungtivitis virus Kecuali: penyakit mata herpesvirus [herpes simplex] (B00.0*) B26.1) B25. monocytic angina. AMd. tidak dijelaskan B26 Mumps B26.1*) B26.1).5*).0† Pneumonitis CMV (J17. Keratoconjunctivitis epidemika.0*) B25.1*). Parotitis NOS B27 Mononucleosis infeksiosa Termasuk: glandular fever. Konjungtivitis akibat enterovirus 70 Konjungtivitis hemoragika (akut) (epidemik) 27 .0*) B26. penyakit mata zoster (B02.5).1† Meningitis mumps (G02. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Acquired immunodeficiency syndrome [AIDS] NOS AIDS-related complex [ARC] NOS Penyakit virus lain (B25-B34) B25 Penyakit Cytomegalovirus (CMV) Kecuali: infeksi CMV kongenital (P35.1*) Arthritis mumps† (M01.3) B30. mononucleosis CMV (B27. Created By: Subhan. penyakit Pfeiffer' B27.0† Orchitis mumps (N51. Swimming-pool conjunctivitis B30. Konjungtivitis folikularis adenovirus akut.0† Keratoconjunctivitis akibat adenovirus (H19.1*) B25.2† Encephalitis mumps (G05.9 Penyakit CMV. Konjungtivitis akibat coxsackievirus 24.PerKes.

4 Tinea corporis 28 .0) pneumonitis hipersensitif akibat debu organik (J67.0 Infeksi adenovirus. Infeksi retrovirus NOS B33. ringworm kuku B35. AMd.9) infeksi retrovirus NOS (B33.8 Penyakit virus lain yang dijelaskan. tidak dijelaskan B34. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B30.-) B34.8 Infeksi virus lain yang situsnya tidak dijelaskan B34. sycosis jamur B35. tidak dijelaskan B33 Penyakit virus lain.4 Infeksi papovavirus. not elsewhere classified B33.1*).0 Tinea barbae dan tinea capitis Ringworm (jamur) jenggot. foot ringworm B35. Viraemia NOS Mycoses (B35-B49) Kecuali: mycosis fungoides (C84. dermatophytosis kuku.9 Konjungtivitis virus.9) penyakit CMV NOS (B25.3 Tinea pedis Athlete's foot.3 Infeksi parvovirus.2 Karditis virus B33.9 Infeksi virus. ringworm kulit kepala.2 Tinea manuum Dermatophytosis tangan.3) virus sebagai penyebab penyakit yang diklasifikasikan pada bab lain (B97.3 Infeksi retrovirus.-) B35 Dermatophytosis Termasuk: favus infeksi Epidermophyton. semua jenis kecuali yang ada pada B36. dermatophytosis kaki.1 Infeksi enterovirus.1 Penyakit Ross River Demam Ross River Poliartritis dan exantema epidemik B33. tidak dijelaskan B34. tidak dijelaskan. Created By: Subhan.0 Myalgia epidemik Penyakit Bornholm B33.PerKes.1 Tinea unguium Onychomycosis. not elsewhere classified. tidak dijelaskan B34. kerion. hand ringworm B35.- B35. tidak dijelaskan Infeksi coxsackievirus NOS Infeksi echovirus NOS B34. Microsporum and Trichophyton tinea. tidak dijelaskan B34.2 Infeksi coronavirus. Konjungtivitis Newcastle B30.8† Konjungtivitis virus lainnya (H13. onychia dermatophyta. B34 Penyakit virus dengan situs tidak dijelaskan Kecuali: infeksi herpesvirus NOS (B00.

Cheilitis kandida Enteritis kandida B37. Onychia kandida. paronychia kandida Kecuali: dermatitis diaper (L22) B37.8*) B37.5† Meningitis kandida(G02.2 White piedra Tinea blanca B36.9 Mikosis superfisialis.0 Pityriasis versicolor Tinea flava. tinea versicolor.6 Tinea cruris.8 Dermatophytosis lain Dermatophytosis disseminata. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Ringworm badan B35.9 Dermatophytosis. tidak dijelaskan 29 . tidak dijelaskan. dermatophytosis granulomatosa B35.1*) B37.0*) B37.5 Tinea imbricata Tokelau B35.1 Kandidiasis pulmonalis B37. groin ringworm.2*).3† Kandidiasis vulva dan vagina (N77.3 Black piedra B36.6† Endokarditis kandida (I39.7 Septikemia kandida B37.PerKes. Dhobi itch.9 Kandidiasis.0 Stomatitis kandida Oral thrush B37. [panu] B36. AMd.1 Tinea nigra.8 Kandidiasis pada situs lain. vulvovaginitis monilia.2 Kandidiasis kulit dan kuku. tidak dijelaskan B37 Candidiasis Termasuk: candidosis. vaginal thrush B37. Thrush NOS B38 Coccidioidomycosis B38. tidak dijelaskan. pityriasis nigra Keratomycosis nigricans palmaris B36.5) B37.1*).1 Koksidioidomikosis paru-paru kronis B38. Vulvovaginitis kandida. urethritis kandida (N37. Ringworm NOS B36 Mikosis permukaaan lainnya B36.4† Kandidiasis urogenital lain. Microsporosis nigra. jock itch B35.2 Koksidioidomikosis paru-paru.0 Koksidioidomikosis paru-paru akut B38.8 Mikosis superfisialis lain yang dijelaskan B36. miniliasis Kecuali: kandidiasis neonatus (P37. Balanitis kandida (N51. Created By: Subhan.

tidak dijelaskan B40.9 Koksidioidomikosis. tidak dijelaskan Histoplasmosis Amerika B39.8 Bentuk lain sporotrikosis B42.-) Blastomikosis keloid (B48.0 Parakoksidioidomikosis paru-paru B41.9 Sporotrikosis. Created By: Subhan.3 Koksidioidomikosis kulit B38.9 Histoplasmosis.1 Histoplasmosis capsulati paru-paru kronis B39. tidak dijelaskan 30 .PerKes.7 Sporotrikosis disseminata Sporotrikosis umum B42.2 Histoplasmosis capsulati paru-paru.0) B40. tidak dijelaskan B39.0† Sporotrikosis paru-paru (J99. AMd.4† Koksidioidomikosis meningitis (G02.9 Parakoksidioidomikosis.5 Histoplasmosis duboisii Histoplasmosis Afrika B39.1 Blastomikosis paru-paru kronis B40. tidak dijelaskan B40 Blastomycosis Kecuali: Blastomikosis Brazilia (B41. tidak dijelaskan B42 Sporotrichosis B42.0 Histoplasmosis capsulati paru-paru akut B39.9 Blastomikosis.8 Bentuk lain blastomikosis B40.8 Bentuk lain parakoksidioidomikosis B41.7 Koksidioidomikosis disseminata Koksidioidomikosis generalisata B38. tidak dijelaskan B39 Histoplasmosis B39.1 Sporotrikosis limfokutan B42.3 Blastomikosis kulit B40.8*) B42.4 Histoplasmosis capsulati. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B38.0 Blastomikosis paru-paru akut B40. tidak dijelaskan B41 Parakoksidioidomikosis Termasuk: Blastomikosis Brazilia Penyakit Lutz B41.3 Histoplasmosis capsulati disseminata Histoplasmosis capsulati generalisata B39.8 Bentuk lain koksidioidomikosis B38.7 Blastomikosis disseminata Blastomikosis generalisata B40.7 Parakoksidioidomikosis disseminata Parakoksidioidomikosis umum B41.2 Blastomikosis paru-paru.1*) B38.

0 Aspergillosis paru-paru invasif B44. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B43 Chromomycosis and phaeomycotic abscess B43. Entomophthoromycosis B46. tidak dijelaskan B46. tidak dijelaskan. Maduromycosis B47.PerKes. tidak dijelaskan B46 Zygomycosis B46. tidak dijelaskan B45 Cryptococcosis B45.2 Mukormikosis gastrointestinalis B46.2 Aspergillosis paru-paru tonsil B44.8 Bentuk lain kriptokokosis B45. Created By: Subhan.9 Aspergillosis.2 Abses dan kista phaeomikotik subkutis B43.0 Kromomikosis kulit Dermatitis verrucosa B43.1 Mukormikosis rhinocerebralis B46.7 Kriptokokosis disseminata Kriptokokosis umum B45. mucormycosis subkutis B46. AMd.1 Aspergillosis paru-paru lainnya B44. Mukormikosis umum B46.7 Aspergillosis paru-paru disseminata Aspergillosis umum B44.0 Mukormikosis paru-paru B46.4 Mukormikosis disseminata.3 Kriptokokosis tulang B45.9 Zygomikosis.9 Cryptococcosis.1*) B45.8 Zygomikoses lain.3 Mukormikosis kulit.0 Eumycetoma Madura foot jenis mikotik.5 Mukormikosis.0 Kriptokokosis paru-paru B45.1 Abses otak phaeomikotik Kromomycosis otak B43. tidak dijelaskan B44 Aspergillosis Termasuk: Aspergilloma B44.2 Kriptokokosis kulit B45.9 Kromomikosis. Phycomycosis NOS B47 Mycetoma B47.8 Bentuk lain aspergillosis B44.1 Kriptokokosis cerebralis Kriptokokosis meningocerebralis Meningitis cryptococcus † (G02.1 Actinomycetoma 31 .8 Bentuk lain kromomikosis B43.

0 Malaria P. Madura foot NOS B48 Mikosis lain.-). lain B50. malariae dengan nephropathy B52. vivax tanpa komplikasi Malaria P.0 Malaria P. malariae dengan Plasmodium spp. falciparum (B50. vivax (B51.4 Penicillosis B48. lain Kecuali: bercampur dengan P.-) bercampur dengan P. falciparum berat dan berkomplikasi lain Malaria P. Blastomikosis keloid B48.9 Mycetoma. vivax NOS B52 Malaria Plasmodium malariae Termasuk: infeksi campuran P. tidak dijelaskan Fungaemia NOS Penyakit-penyakit akibat protozoa (B50-B64) Kecuali: amoebiasis (A06.0 Malaria P.8 Malaria P. vivax dengan Plasmodium spp. malariae tanpa komplikasi 32 . tidak dijelaskan. malariae dengan komplikasi lain B52. tidak dijelaskan B51 Malaria Plasmodium vivax Termasuk: infeksi campuran P.-) B52.8 Malaria P. Created By: Subhan.7 Mikoses oportunistik B48. falciparum. Stomatitis geotrichum B48.8 Malaria P.PerKes.9 Malaria P.-) B51. not elsewhere classified B48. falciparum berat dan berkomplikasi NOS B50.2 Allescheriasis Infeksi Pseudallescheria boydii Kecuali: eumycetoma (B47. AMd. penyakit usus akibat protozoal lain (A07.9 Malaria P. lain Kecuali: bercampur dengan P.3 Geotrichosis. falciparum dengan Pasmodium spp. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B47. falciparum dengan komplikasi otak Malaria otak NOS B50. falciparum (B50. vivax dengan komplikasi lain B51.8 Mikoses lain yang dijelaskan Adiaspiromycosis B49 Mycosis. vivax dengan ruptur limpa B51.1 Rhinosporidiosis B48.9 Malaria P.0) B48.0 Lobomycosis Penyakit Lobo.-) B50 Malaria Plasmodium falciparum Termasuk: infeksi campuran P.

tidak dijelaskan B56 Trypanosomiasis Afrika B56.1*) Trypanosomiasis Amerika NOS Penyakit Chagas (kronis) NOS Penyakit Chagas (kronis) (dengan) melibatkan kardiovaskuler NEC (I98. malariae (B52. Penyakit Chagas (kronis) (dengan) myokarditis (I41.1 Penyakit Chagas akut tanpa melibatkan jantung.-) bercampur dengan P.2 Leishmaniasis mukokutan B55. AMd. di tempat penyakit Chagas prevalent B57. B53. East African sleeping sickness B56. Malaria yang secara parasitologi dipastikan NOS. West African sleeping sickness B56.0 Leishmaniasis viseral.9 Leishmaniasis.-) bercampur dengan P.4 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan sistem syaraf B57.PerKes.-) bercampur dengan P. Sleeping sickness NOS B57 Penyakit Chagas Termasuk: American trypanosomiasis.1 Leishmaniasis kulit B55. I98. vivax (B51. Leishmaniasis kulit pasca-kala-azar B55. I98.2† Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan jantung (I41.2*. malariae NOS B53 Malaria lain yang secara parasitologi dipastikan B53. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Malaria P. falciparum (B50.1*) Penyakit Chagas akut dengan miokarditis (I41.3 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan sistem pencernaan B57. Penyakit Chagas akut NOS B57. B54 Malaria yang tidak dijelaskan Malaria yang didiagnosa secara klinis tanpa konfirmasi parasitologi B55 Leishmaniasis B55.1*).0).0 Trypanosomiasis Gambia.-) bercampur dengan P. Kala-azar. Created By: Subhan. falciparum (B50. not elsewhere classified.-) B53.2*) Trypanosomiasis NOS.1 Malaria akibat plasmodia simian (monyet) Kecuali: bercampur dengan P.2*) B57.-) bercampur dengan P. vivax (B51.0† Penyakit Chagas akut yang melibatkan jantung (I41.1 Trypanosomiasis Rhodesia.8 Malaria lain yang secara parasitologi dipastikan. ovale Kecuali: bercampur dengan P.1*) Penyakit Chagas akut yang melibatkan kardiovaskuler NEC (I98.9 Trypanosomiasis Afrika.5 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan organ lain 33 .0 Malaria P. ovale (B53.2*. Infeksi Trypanosoma cruzi B57. malariae (B52. tidak dijelaskan.

1† Hepatitis toxoplasma (K77. Isosporiasis (A07.3† Toxoplasmosis paru-paru (J17.2*) B58. Miositis toxoplasma † (M63.0 Babesiosis Piroplasmosis [infeksi intraeritrosit pada hewan] B60.2 Skistosomiasis akibat Schistosoma japonicum: Skistosomiasis Asia B65.3*) B58. Created By: Subhan.1*) B58.2*) B60.3 Dermatitis cercaria Swimmer's itch B65.8 Skistosomiasis lain: Infeksi Schistosoma intercalatum.0 Skistosomiasis akibat Schistosoma haematobium [schistosomiasis urine] B65. Schistosoma mekongi B65.0*) B58.2*).1 Acanthamoebiasis Konjungtivitis akibat Acanthamoeba† (H13.1) B58.PerKes.8 Penyakit protozoa lain yang dijelaskan: Mikrosporidiosis B64 Penyakit protozoa yang tidak dijelaskan Helminthiases (B65-B83) B65 Schistosomiasis [bilharziasis] Termasuk: snail fever B65. tidak dijelaskan B66 Infeksi cacing jaringan (fluke) lainnya B66.2). not elsewhere classified Kecuali: Kriptosporidiosis (A07. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B58 Toxoplasmosis Termasuk: Infeksi Toxoplasma gondii Kecuali: Toxoplasmosis kongenital (P37.1*) Keratokonjungtivitis akibat Acanthamoeba† (H19.3) B60. tidak dijelaskan B59 Pneumocystosis Pneumonia akibat Pneumocystis carinii B60 Penyakit protozoa lain.8 Toxoplasmosis yang melibatkan organ lain: Miokarditis toxoplasma † (I41. AMd.2*) B60. chorioretinitis toxoplasma (H32. Schistosoma mattheei.0 Opisthorchiasis Infeksi cacing hati kucing 34 .9 Skistosomiasis.1 Skistosomiasis akibat Schistosoma mansoni [schistosomiasis usus] B65.0† Okulopati toxoplasma.2† Meningoencephalitis toxoplasma (G05.2 Naegleriasis Meningoensefalitis amuba primer † (G05.9 Toxoplasmosis.0*) B58.

Penyakit cacing paru-paru Distomiasis paru-paru B66. tidak dijelaskan B67. Heterophyiasis.9 Taeniasis. Watsoniasis B66.8 Echinococcosis pada hati.7 Infeksi Echinococcus multilocularis. Distomiasis usus B66.2 Dicrocoeliasis Infeksi Dicrocoelium dendriticum Infeksi cacing jaringan lancet B66. F. tidak dijelaskan B69 Cysticercosis Termasuk: infeksi cysticerciasis akibat bentuk larva Taenia solium B69.3 Fascioliasis Infeksi: Fasciola gigantica. Created By: Subhan. Penyakit cacing hati oriental.0 Taeniasis Taenia solium (Infeksi) cacing pita babi B68.5 Fasciolopsiasis Infeksi Fasciolopsis buski. tidak dijelaskan B67.1 Infeksi Echinococcus granulosus pada lung B67.4 Infeksi Echinococcus granulosus. AMd.PerKes. F.9 Infeksi cacing jaringan. Nanophyetiasis.2 Infeksi Echinococcus granulosus pada bone B67.1 Taeniasis Taenia saginata (Infeksi) cacing pita sapi Infeksi cacing pita Taenia saginata dewasa B68. tidak dijelaskan B67 Echinococcosis Termasuk: hydatidosis B67.4 Paragonimiasis Infeksi Paragonimus sp. Penyakit cacing hati domba B66.8 Infeksi fluke lain Echinostomiasis. indica. Infeksi Clonorchis sinensis B66.1 Cysticercosis mata 35 . di tempat lain and tidak dijelaskan. tidak dijelaskan B67.9 Echinococcosis. Metagonimiasis.0 Infeksi Echinococcus granulosus pada liver B67.1 Clonorchiasis Penyakit cacing hati Cina.0 Cysticercosis sistem syaraf pusat B69. other and multiple sites B67.6 Infeksi Echinococcus multilocularis pada situs lain dan ganda B67.5 Infeksi Echinococcus multilocularis pada hati B67.Echinococcosis NOS B68 Taeniasis Kecuali: cysticercosis (B69.-) B68. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Opisthorchis (felineus)(viverrini) B66. hepatica.3 Infeksi Echinococcus granulosus pada.

tidak dijelaskan 36 .0 Hymenolepiasis (Infeksi) cacing pita cebol (dwarf) (Infeksi) cacing pita tikus B71.9 Cysticercosis.8 Cysticercosis pada situs lain B69.8 Infeksi cestoda lain yang dijelaskan Coenurosis B71. (Infeksi) cacing pita ikan Kecuali: diphyllobothriasis larva (B70.9 Filariasis. Onchocercosis. M. perstans.3 Loiasis Infeksi Loa loa Sembab Calabar Penyakit cacing mata Afrika B74.1) B70.1 Filariasis akibat Brugia malayi B74.8 Filariasis lain Dirofilariasis B74. tidak dijelaskan: (Infeksi) cacing pita NOS B72 Dracunculiasis Infeksi Dracunculus medinensis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B69. infeksi larva Spirometra Diphyllobothriasis larva Spirometrosis B71 Infeksi cestoda lainnya B71. AMd.0 Diphyllobothriasis: Infeksi Diphyllobothrium (dewasa) (latum) (pacificum). M. Infeksi cacing Guinea B73 Onchocerciasis Infeksi Onchocerca volvulus. Filariasis bancrofti B74.0 Filariasis akibat Wuchereria bancrofti: Elefantiasis bancrofti.1 Sparganosis Infeksi Sparganum (mansoni)(proliferum).PerKes.4 Mansonelliasis: Infeksi Mansonella ozzardi.9 Infeksi cestoda. tidak dijelaskan B70 Diphyllobothriasis and sparganosis B70.2 Filariasis akibat Brugia timori B74. streptocerca B74. River blindness B74 Filariasis Kecual: Onchocerciasis (B73). Created By: Subhan. Eosinofilia (pulmonalis) tropis NOS (J82) B74.1 Dipylidiasis (Infeksi) cacing pita anjing B71.

not elsewhere classified Kecuali: angiostrongyliasis akibat Parastrongylus cantonensis (B83. tidak dijelaskan B79 Trichuriasis .8) B81.0 Askariasis dengan komplikasi usus B77.1 Necatoriasis Infeksi Necator americanus B76.2 Trichostrongyliasis 37 . dan nyeri perut.9 Askariasis. tidak dijelaskan B78 Strongyloidiasis Infeksi Strongyloides stercoralis.2) B81.8 Penyakit cacing tambang lain B76.: Whipworm (penyakit)(infeksi) Trichocephaliasis (Penyakit)(infeksi) whipworm [cacing cambuk] B80 Enterobiasis .Trichocephaliasis. B78.9 Penyakit cacing tambang. B76.Oxyuriasis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B75 Trichinellosis Infeksi Trichinella spp. tidak dijelaskan: Cutaneous larva migrans NOS B77 Ascariasis Termasuk: Askaridiasis Infeksi cacing gelang B77. Pinworm infection.PerKes. menyebabkan rash kulit. infeksi Threadworm Oxyuriasis Infeksi pinworm [cacing jarum] Infeksi threadworm [cacing benang] B81 Helminthiasis usus lainnya.9 Strongyloidiasis. Trichiniasis B76 Hookworm diseases Termasuk: Uncinariasis B76. Created By: Subhan.8 Askariasis dengan komplikasi lain B77.1 Strongyloidiasis kulit B78.0 Strongyloidiasis usus B78. AMd.1 Capillariasis usus Capillariasis NOS Infeksi Capillaria philippinensis.0 Ancylostomiasis Infeksi Ancylostoma sp. eosinofilia.7 Strongyloidiasis disseminata B78.0 Anisakiasis Infeksi larva Anisakis B81. Kecuali: capillariasis hati (B83.

4 Campuran pediculosis and phthiriasis 38 .2*) Kecuali: angiostrongyliasis usus (B81.3) B83. tidak dijelaskan: Cacingan NOS Kecuali: helminthiasis usus NOS (B82.3 Syngamiasis Syngamosis B83. acariasis and other infestations (B85-B89) B85 Pediculosis and phthiriasis B85.0) Pediculosis.1 Gnathostomiasis: Wandering swelling – sembab berpindah B83.8 Helminthiasis usus lain yang dijelaskan Infeksi Oesophagostomum sp.4 Hirudiniasis internal Kecuali: Hirudiniasis eksternal (B88.1).8.3 Phthiriasis Infestasi Phthirus pubis.0 Intestinal helminthiasis.0-B81.3 Angiostrongyliasis usus Infeksi Parastrongylus costaricensis B81.2 Pediculosis.2 Angiostrongyliasis akibat Parastrongylus cantonensis Eosinophilic meningoencephalitis† (G05.1 Pediculosis akibat Pediculus humanus corporis Infestasi kutu badan B85. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B81. [oesophagostomiasis] Infeksi Ternidens diminutus [ternidensiasis] B82 Parasitisme usus yang tidak dijelaskan B82. tidak dijelaskan B85. AMd. tidak dijelaskan B83 Helminthiasis lain Kecuali: Capillariasis NOS (B81.3 dan B81. capillariasis usus (B81.8 Helminthiasis lain yang dijelaskan Acanthocephaliasis Gongylonemiasis Hepatic capillariasis Metastrongyliasis Thelaziasis B83.9 Helminthiasis.1) B83. infestasi crab-louse (kutu daerah pubis) B85.0 Visceral larva migrans Toxocariasis B83. tidak dijelaskan B82.4 Helminthiasis usus campuran Helminthiasis campuran NOS Infeksi cacing usus yang dapat diklasifikasikan pada lebih dari satu di antara kategori B65.PerKes.0 Pediculosis akibat Pediculus humanus capitis Infestasi kutu kepala B85. B81.3) B83. Created By: Subhan.9 Intestinal parasitism.

1 Tungiasis [sandflea infestation] B88.. tidak dijelaskan Infestasi (kulit) NOS Infestasi kutu NOS Parasit kulit NOS B89 Penyakit parasit yang tidak dijelaskan Sequel penyakit infeksi dan parasit (B90-B94) Kategori ini digunakan untuk menunjukkan kondisi pada kategori A00-B89 sebagai penyebab sekuel. tidak dijelaskan B88 Infestasi lain B88. Liponyssoides sanguineus Kecuali: scabies (B86) B88.0 Myiasis kulit Myiasis menjalar B87.0 Acariasis lain: Dermatitis acarine.2 Infestasi artropoda lain: Scarabiasis B88.2 Myiasis okuler B87.9 Myiasis.8 Infestasi lain yang dijelaskan Ichthyoparasitism akibat Vandellia cirrhosa Linguatulosis Porocephaliasis B88.3 Myiasis nasopharyngs Myiasis laryngs B87. AMd. Trombiculosis Dermatitis akibat: Demodex sp.PerKes.1 Myiasis luka Myiasis traumatika B87. Sekuel adalah kondisi yang dinyatakan 39 .8 Myiasis tempat lain Myiasis genitourinarius Myiasis usus B87.4) B88.0-B85.4 Myiasis aural B87. Dermanyssus gallinae.3 Hirudiniasis eksternal: Infestasi leech (lintah) NOS Kecuali: hirudiniasis internal (B83. yang diklasifikasikan di tempat lain. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Infestasi yang dapat diklasifikasikan pada lebih dari satu di antara kategori B85. Created By: Subhan.3 B86 Scabies Sarcoptic itch B87 Myiasis Termasuk: infestasi oleh larva lalat B87.9 Infestasi.

2 Streptokokus.8 Sekuel penyakit infeksi dan parasit lain yang dijelaskan B94.9 Sekuel TB paru-paru dan yang tidak dijelaskan Sekuel TB NOS B91 Sekuel poliomyelitis B92 Sekuel leprosy B94 Sekuel penyakit infeksi dan parasit lain dan yang tidak dijelaskan B94. group A B95.6 Stafilokokus aureus B95.4 Streptokokus lain B95.2 Sekuel hepatitis virus B94.5 Streptokokus yang tidak dijelaskan B95. B96. group B B95. virus dan agen infeksi lain (B95-B97) Kategori ini jangan sekali-kali digunakan untuk pengkodean primer. AMd. Created By: Subhan.7 Stafilokokus lain B95. perfringens] B96. Mereka disediakan untuk digunakan sebagai kode tambahan kalau dirasa perlu mengidentifikasi agen infeksi penyebab penyakit yang diklasifikasikan di bab lain B95 Streptococcus and staphylococcus penyebab penyakit yang diklasifikasi di bab lain B95.7 Clostridium perfringens [C.2 Escherichia coli B96.2 Sekuel TB tulang dan sendi B90. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat demikian. fragilis] B96.8 Sekuel TB organ lain B90.8 Agen bakteri lain yang dijelaskan B97 Agen virus penyebab penyakit yang diklasifikasikan di bab lain 40 .3 Streptokokus pneumoniae B95.0 Mycoplasma pneumoniae [M.0 Streptokokus. serta efek lanjut dari penyakit yang dapat diklasifikasi pada kategori di atas kalau terdapat bukti bahwa penyakit itu tidak ada lagi.0 Sekuel TB sistem syaraf pusat B90.0 Sekuel trakoma B94.1 Streptokokus.8 Stafilokokus yang tidak dijelaskan B96 Bakteri lain penyebab penyakit yang diklasifikasikan di bab lain.3 Haemophilus influenzae B96.6 Bacillus fragilis [B. pneumoniae] Pleuro-pneumonia-like-organism [PPLO] B96. group D B95.PerKes.1 Sekuel TB genitourinarius B90.1 Klebsiella pneumoniae B96.1 Sekuel ensefalitis virus B94.4 Proteus (mirabilis)(morganii) B96.5 Pseudomonas (aeruginosa)(mallei)(pseudomallei) B96. B90 Sekuel tuberkulosis B90.9 Sekuel penyakit infeksi dan parasit yang tidak dijelaskan Bakteri.

HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat B97.8 Virus lainnya Penyakit-penyakit in feksi lain (B99) B99 Penyakit infeksi lain dan yang tidak dijelaskan 41 .0 Adenovirus B97.4 Respiratory syncytial virus B97. Oncovirus B97.PerKes.7 Papillomavirus B97.2 Coronavirus B97. AMd.1 Enterovirus: Coxsackievirus.5 Reovirus B97.3 Retrovirus: Lentivirus.6 Parvovirus B97. Echovirus B97. Created By: Subhan.

“tersebar”. sarkoma. kalau diinginkan. kurang jelas. adenoma basofil kelenjar pituitary harus dikode pada D35. dan farings C15-C26 Organ pencernaan C30-C39 Organ pernafasan dan intratoraks C40-C41 Tulang dan rawan sendi C43-C44 Kulit C45-C49 Jaringan mesotel dan jaringan lunak C50 Mammae C51-C58 Organ genitalia wanita C60-C63 Organ genitalia pria C64-C68 Saluran kemih C69-C72 Mata.2 dengan kode tambahan E24. limfoma (Hodgkin and non-Hodgkin). otak. AMd. sekunder dan situs tidak dijelaskan Kategori C76-C80 melibatkan neoplasma ganas tanpa indikasi yang jelas mengenai situs asalnya. Created By: Subhan. Neoplasma ganas primer. dan kanker yang tidak dijelaskan.0. Morfologi Terdapat beberapa kelompok morfologis (histologis) utama neoplasma ganas: karsinoma yang melibatkan karsinoma (sel) skuamosa dan adenokarsinoma.PerKes. selain neoplasma jaringan limfoid. pada jaringan limfoid. Misalnya. baik mereka aktif atau tidak secara fungsional. rongga mulut. sekunder dan tidak dijelaskan C81-C96 Neoplasma ganas yang dinyatakan atau dianggap primer. 2. walau pun jarang digunakan 42 . 3. tumor jaringan lunak lain yang termasuk mesothelioma. jenis lain yang dijelaskan atau spesifik pada suatu situs. Sebuah kode tambahan dari Bab IV bisa digunakan.5. leukaemia. atau “meluas” tanpa menyebutkan situs primer. hematopoietik dan yang berhubungan. C00-C14 Bibir. Pada kedua kasus ini situs primer dianggap tidak diketahui. hematopoietik dan yang berhubungan C97 Neoplasma ganas pada situs-situs ganda yang independen (primer) D00-D09 Neoplasma in situ D10-D36 Neoplasma jinak D37-D48 Neoplasma dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui [lihat catatan] Catatan 1. NEOPLASMA Bab ini berisi kelompok-kelompok besar neoplasma sebagai berikut: C00-C75 Neoplasma ganas yang dinyatakan atau dianggap primer. pada tempat yang dijelaskan. Kanker adalah istilah umum dan dapat digunakan untuk semua kelompok di atas. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB II. phaeochromocytoma ganas kelenjar adrenal yang menghasilkan catecholamine harus dikode pada C74 dengan kode tambahan E27. Aktifitas fungsional Semua neoplasma diklasifikasikan di dalam bab ini. atau kanker dinyatakan “disseminata”. untuk mengidentifikasi aktifitas fungsional yang berhubungan dengan setiap neoplasma. dan bagian lain sistem syaraf pusat C73-C75 Thyroid dan kelenjar endokrin lain C76-C80 Neoplasma ganas pada situs yang kurang jelas.

8 Lesi overlap pada organ genitalia pria C68. dan kode ke-6 adalah peringkat (differensiasi) untuk tumor padat.8.0 (cardia).8 Lesi overlap pada organ pernafasan dan intratoraks C41.1 karena titik asalnya.8 Lesi overlap pada organ perkemihan 43 .8.PerKes.7 5. in situ.8 Lesi overlap pada organ genitalia wanita C63.8 Lesi overlap pada jaringan penyambung dan jaringan lunak C57. Kadang-kadang sebuah neoplasma overlap pada kategori 3-karakter di dalam sistem tertentu.-) dan pengkode mungkin perlu memeriksa buku anatomi untuk menentukan hubungan topografisnya. hematopoietik dan yang berhubungan. Overlap berarti bahwa situs yang terlibat bersambungan (saling berbatasan). subkategori berikut telah ditentukan: C02. kecuali kalau kombinasi ini secara jelas diindeks di tempat lain. 4.8 Lesi overlap pada saluran empedu C26.8 Lesi overlap pada sistem pencernaan C39. karsinoma ujung lidah yang meluas dan melibatkan permukaan ventral harus dikode pada C02. Tempat untuk subkategori “yang lain” umumnya diberikan sebagai subkategori . Banyak kategori 3-karakter dibagi lebih lanjut atas bagian yang diberi nama atau subkategori dari organ yang dipertanyakan. sementara karsinoma ujung dan permukaan ventral lidah harus dikode pada C02. Created By: Subhan. Pada beberapa kasus morfologinya ditunjukkan pada judul kategori dan subkategori. dan saluran anus C24. Kode-kode morfologi ini berasal dari International Classification of Diseases for Oncology (ICD-O) edisi kedua. Karsinoma kadang-kadang digunakan secara salah sebagai sinonim kanker. Pada Bab II hampir semua neoplasma diklasifikasikan menurut situs dengan sifatnya dalam kelompok yang luas. AMd. rongga mulut dan lidah C21. kode morfologis komprehensif tersedia di halaman 1177-1204. anus. harus diklasifikasi pada subkategori . diketahui.8 Lesi overlap pada lidah C08. Penggunaan subkategori pada Bab II Perhatikan penggunaan khusus subkategori . digit ke-5 adalah kode sifat (primer ganas. jinak. Misalnya.9 (lesi overlap). Neoplasma ganas yang batas situsnya overlap dan subkategori . Subkategori yang dinomori secara berurutan sering secara anatomis juga bersambungan.8 Lesi overlap pada tulang dan rawan sendi C49. yang merupakan klasifikasi dua axis yang menyediakan sistem pengkodean independent untuk topografi dan morfologi. ujung lidah. Sebaliknya. Untuk yang ingin mengidentifikasi jenis histologis. Untuk mengatasi ini. dan yang titik asalnya tidak bisa ditentukan. sekunder ganas [metastatik]. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat untuk neoplasma ganas pada jaringan limfatik.8 (lesi overlap) Kategori C00-C75 mengklasifikasi neoplasma ganas menurut titik asalnya.8 Lesi overlap pada kelenjar saliva utama C14. Sebuah neoplasma yang overlap pada dua atau lebih situs yang berbatasan di dalam satu kategori 3-karakter . tak jelas keganasannya). tapi ini tidak selalu demikian (misalnya bladder C67.8 Lesi overlap pada bibir. yang juga digunakan sebagai kode khusus limfoma dan leukemia.8 Lesi overlap pada rektum. Kode morfologi memiliki enam digit: empat digit pertama menunjukkan jenis histologis. karsinoma esofagus dan lambung secara spesifik diindeks pada C16.

oral C00. bagian patologi. Halaman pengantar pada volume 3 melibatkan instruksi umum mengenai penggunaan indeks alfabet secara benar. bibir atas: NOS. morfologi dan sifat harus dipertimbangkan ketika mengkode neoplasma.9). mucosa. jinak.8 Lesi overlap pada bibir C00. . seperti registri kanker. C80). mucosa. Neoplasma ganas bibir.6 Sudut bibir C00.0 Permukaan dorsal lidah – dua-pertiga depan permukaan bawah lidah 44 .1 Bibir bawah luar: bibir bawah: NOS.2 Bibir luar. atau tidak ada sama sekali. perm. Jadi badan-badan yang tertarik untuk mengidentifikasi situs dan morfologi tumor.9 Lip. batas vermilion C00. tidak dijelaskan: batas vermilion NOS C00. Kode topografi ICD-O yang digunakan untuk semua neoplasma pada dasarnya adalah kategori 3. AMd. in situ.0 Bibir atas luar. tidak dijelaskan (C25.PerKes. dan tidak pasti atau tidak diketahui). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C72.8 (lesi overlap pada sistem pencernaan) 6. frenulum. frenulum. permukaan dalam: buccal. Created By: Subhan.4 Bibir bawah.0) C00. Bab II menyediakan klasifikasi topografis yang agak terbatas. area lipstik.karakter yang digunakan Bab II untuk neoplasma ganas (C00-C77.5 Bibir. dan rujukan harus dilakukan pertama kali pada entri indeks alfabet untuk melihat uraian morfologis. C44. 7. misalnya neoplasma ganas pankreas ektopik dikode pankreas. 8.3 Bibir atas. rongga mulut dan farings (C00-C14) C00 Neoplasma ganas bibir Kecuali: kulit bibir (C43. yang harus dikode pada C26. Neoplasma ganas jaringan ektopik Neoplasma ganas jaringan ektopik dikode pada situs yang disebutkan. rumah sakit kanker.atau 4. tak dijelaskan. sehingga memberikan peningkatan kespesifikan situs untuk neoplasma lain (ganas sekunder [metastatik]. mucosa. permukaan oral C00. dan badan lain yang mengkhususkan diri pada kanker.8 Lesi overlap pada sistem syaraf pusat Sebuah contoh untuk ini adalah karsinoma lambung dan usus halus. permukaan dalam: buccal. Penggunaan indeks alfabet dalam pengkodean neoplasma Sebagai tambahan pada situs. batas vermilion C00. area lipstik. tidak dijelaskan C01 Neoplasma ganas basis lidah Permukaan dorsal basis lidah Bagian lidah yang tidak bergerak Sepertiga belakang lidah C02 Neoplasma ganas lidah pada bagian lain dan yang tidak dijelaskan C02. frenulum. direkomendasikan untuk menggunakan ICD- O. permukaan oral C00. Penggunaan International Classification of Diseases for Oncology (ICD-O) edisi kedua Untuk jenis morfologis tertentu. Instruksi khusus dan contoh-contoh sehubungan dengan neoplasma harus dicari untuk memastikan penggunaan kategori dan subkategori di dalam Bab II secara benar.0. permukaan dalam: buccal.

4 C02. atap mulut C06 Neoplasma ganas mulut pada bagian lain dan yang tidak dijelaskan C06.1) C03. tidak dijelaskan C05 Neoplasma ganas palatum C05. kelenjar parotid (C07) C08.8 Lesi overlap pada palatum C05.2 Permukaan ventral lidah – dua pertiga depan permukaan atas lidah Frenulum linguae C02.9 Mulut.PerKes.3 Dua-pertiga depan lidah – bagian tidak dijelaskan Sepertiga tengah lidah NOS – Bagian lidah yang bergerak NOS C02. diklasifikasi menurut lokasi anatomis kelenjar saliva minor NOS (C06. tidak dijelaskan.1 Gusi bawah C03.9 Gusi.8 Lesi overlap pada lidah titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C01-C02.0-C41.0 Mukosa pipi.1 Vestibulum mulut. gingiva Kecuali: neoplasma odontogenik ganas (C41.0 Gusi atas C03. pipi dalam C06.2 Area retromolar C06. tidak dijelaskan C04 Neoplasma ganas lantai mulut C04. AMd.9 Palate.9) C02.8 Lesi overlap mulut pada bagian lain dan yang tidak dijelaskan C06. sulcus labialis (upper)(lower) C06.9 Lidah.2 Uvula C05. rongga mulut NOS C07 Neoplasma ganas kelenjar parotid C08 Neoplasma ganas kelenjar saliva mayor lain dan yang tidak dijelaskan Kecuali: kelenjar saliva minor yang dijelaskan. tidak dijelaskan C03 Neoplasma ganas gusi Termasuk: mukosa alveoli (tonjolan). situs tidak dijelaskan.1 Palatum molle Kecuali: permukaan nasofarings palatum molle (C11.0 Kelenjar submandibularis.9).caninus C04. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: permukaan dorsal dasar lidah (C01) C02. tidak dijelaskan Kelenjar saliva minor. kelenjar submaxillaris C08. sulcus buccalis (upper)(lower).8 Lesi overlap pada lantai mulut C04.1 Lantai lateral mulut C04.9 Lantai mulut.1 Kelenjar sublingualis 45 .0 Lantai anterior mulut – anterior dari pertemuan premolar .4 Tonsilla lingualis Kecuali: tonsil NOS (C09.0 Palatum durum C05.3) C05. Created By: Subhan.1 Pinggir lidah – ujung lidah C02.

1 C08.9 Orofarings. kista branchial [situs neoplasma] C10.1 Plika ariepiglottis. recessus farings C11.1 Permukaan anterior epiglottis Pinggir [batas] bebas epiglottis. palatina C10 Neoplasma ganas orofarings Kecuali: tonsil (C09.-) C10.8 Lesi overlap pada orofarings C10. tidak dijelaskan. NOS.2 Dinding posterior hipofarings C13.9 Major salivary gland.9 Tonsil. tonsilla farings C11.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C08. septum hidung C11.8 Lesi overlap pada hipofarings 46 .0 Fossa tonsillaris C09. dinding nasofarings NOS C12 Neoplasma ganas sinus piriformis Fossa pyriformis C13 Neoplasma ganas hipofarings Kecuali: sinus pyriformis (C12) C13.8 Lesi overlap pada kelenjar saliva mayor titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C07-C08.4).9 Nasofarings.2 Dinding lateral nasofarings.1) C13. zona pinggir Kecuali: Plika ariepiglottis. tidak dijelaskan. kelenjar saliva (mayor) NOS C09 Neoplasma ganas tonsil Kecuali: Tonsilla lingualis (C02. tonsilla pharyngealis (C11.1 Dinding posterior nasofarings.8 Lesi overlap pada tonsil C09.0 Regio postcricoidea C13. tidak dijelaskan C11 Neoplasma ganas nasofarings C11.3 Dinding anterior nasofarings Lantai nasofarings Permukaan nasofarings (anterior)(posterior) palatum molle Pinggir posterior: choana. AMd.1 Tonsillar pillar (anterior)(posterior) C09.2 Dinding lateral orofarings C10. permukaan larings (C32.0 Vallecula C10. plica glossoepiglottis Kecuali: epiglottis (pars suprahyoidea) NOS (C32. tidak dijelaskan Tonsil: NOS.3 Dinding posterior orofarings C10. muara tuba auditorius. Atap nasofarings C11. Created By: Subhan.4 Branchial cleft (fistula branchial).1) C09. Adenoid.1) C10. faucialis.8 Lesi overlap pada nasofarings C11.0 Dinding superior nasofarings. permukaan hipofarings. Fossa Rosenmuller.

9 Usus halus.1 Fundus lambung C16. antrum lambung C16.4 Esofagus sepertiga tengah C15. dan yang situsnya kurang jelas Kecuali: oral cavity NOS (C06.1-C16.1 Appendix C18.2 Neoplasma ganas organ pencernaan (C15-C26) C15 Neoplasma ganas esofagus Catatan: Terdapat dua subklasifikasi alternatif diberikan. tidak dijelaskan. tidak dijelaskan.0-.8 Lesi overlap pada bibir.9 Lambung.2 Kolon asendens 47 . mulut lambung.5 Kurvatura minor lambung.8 Lesi overlap pada lambung C16.9) C14.4 C16.0 Caecum. tidak dijelaskan. yaitu .0 Esofagus bagian leher C15.0 Farings. Created By: Subhan.5 menurut pertigaan.2 Esofagus bagian abdomen C15. tidak dijelaskan C14. rongga mulut dan farings titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C00-C14. dan farings lainnya.3 Divertikulum Meckel C17.1-C16.8 Lesi overlap pada usus halus C17.0) C17. AMd. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C13.3-.9 Esofagus. tak sesuai dengan C16.2 secara anatomis.3 Esofagus sepertiga atas C15.4 Pylorus. kanker lambung NOS C17 Neoplasma ganas usus halus C17.1 Esofagus bagian toraks C15.PerKes. prepylorus.0 Cardia: pertemuan lambung-esofagus. katup ileocaecum C18.2 Ileum Kecuali: katup ileocaecum (C18.6 Kurvatura mayor lambung. canalis pylori C16. dinding hipofarings NOS C14 Neoplasma ganas bibir.1 Jejunum C17.3 Antrum pilori. tidak dijelaskan. tidak dijelaskan C18 Neoplasma ganas kolon C18.2 Cincin Waldeyer C14. tidak dijelaskan C16 Neoplasma ganas lambung C16.8 Lesi overlap pada esofagus C15. rongga mulut.5 Esofagus sepertiga bawah C15.0 Duodenum C17.9 Hipofarings.4 C16.2 Korpus lambung C16. C15. dan . tak sesuai dengan C16. esofagus dan lambung C16.

8 Lesi overlap pada saluran empedu Termasuk saluran empedu intra dan ekstrahepatik Titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C22.3 Ductus pancreaticus 48 . sphincter ani C21.1 C24. tidak dijelaskan. neoplasma ganas sekunder hati (C78. AMd.7 Karsinoma lain yang dijelaskan pada hati C22. d.8 Lesi overlap pada rektum.0 Karsinoma sel hati.4 Sarkoma lain pada hati C22. Created By: Subhan.0-C24. usus besar NOS C19 Neoplasma ganas rectosigmoid junction C20 Neoplasma ganas rektum C21 Neoplasma ganas anus dan saluran anus anal C21.0 Anus. cysticus. C44.1 Corpus pancreas C25.6 Kolon desendens C18. fleksura sigmoidea Kecuali: rectosigmoid junction (C19) C18.2 Cauda pancreas C25.2 C22 Neoplasma ganas hati dan saluran empedu intrahepatik Kecuali: saluran empedu NOS (C24.2 Zona kloakogenic C21.8 Lesi overlap pada kolon C18. anus and saluran anus Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C20-C21. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C18. sarkoma sel Kupffer C22. Ca hepatocellular. hepaticus C24. ductus biliaris komunis.PerKes.9 Kolon.5) C21. kulit perianus (C43.0 Caput pancreas C25.7) C22.5 Fleksura lienalis/splenika C18.2 Hepatoblastoma C22. tidak dijelaskan C25 Neoplasma ganas pankreas C25.7 Kolon sigmoidea.3 Angiosarkoma hati.9 Saluran empedu.9 Hati. hepatoma C22. tidak dijelaskan Kecuali: pinggir anus.5. cholangiocarcinoma C22.3 Fleksura hepatis C18.1 Saluran anus.4 Kolon transversa C18.1) C24.0 Saluran empedu di luar hati Saluran empedu NOS. tidak dijelaskan C23 Neoplasma ganas kantong empedu C24 Neoplasma ganas saluran empedu yang lain dan tidak dijelaskan Kecuali: saluran empedu intrahepatik (C22. d.1 Ampulla Vateri C24.9). kulit anus.1 Karsinoma saluran empedu intrahepatis.

1 Kecuali: Cardio-oesophageal junction (C16.1 Sinus ethmoidalis C31. permukaan posterior (larings) epiglottis. bulbus olfaktorius (C72. C30.8 Lesi overlap pada pankreas C25. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C25.9 Situs yang tidak jelas di dalam saluran pencernaan Saluran pencernaan NOS. tidak dijelaskan C26 Neoplasma ganas organ pencernaan lain dan yang tidak jelas Kecuali: peritoneum dan retroperitoneum (C48.3 Sinus sphenoidalis C31. leher pankreas C25.9 Pankreas. hidung NOS (C76. gastrointestinal tract NOS Neoplasma ganas organ pernafasan dan intratoraks (C30-C39) Termasuk: telinga tengah Kecuali: mesothelioma (C45.2) C31 Neoplasma ganas sinus-sinus aksesorius C31.3).1).-) C26.0 Glottis Intrinsic larynx. ventricular bands Kecuali: permukaan anterior epiglottis (C10.2 Sinus frontalis C31.0). 49 .8 Lesi overlap pada saluran pencernaan Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C15-C26.2. AMd.-).1).2). Created By: Subhan. C44.0 Saluran usus. permukaan larings.3.9 Sinus aksesorius. telinga dalam. plika aryepiglottis: NOS (C13.0 Sinus maxillary: Antrum (Highmore)(maxillary) C31.0).3) tulang hidung (C41. epiglottis (pars suprahyoidea) NOS. septum. kulit hidung (C43. larings extrinsik.1 Limpa Kecuali: Penyakit Hodgkin (C81.1 Telinga tengah Tuba Eustachius.4 Pankreas endokrin. pulau-pulau Langerhans C25. hidung dalam. Limfoma non-Hodgkin (C82-C85) C26. vestibulum hidung Kecuali: pinggir posterior septum nasi dan choana (C11.0).PerKes. tidak dijelaskan C32 Neoplasma ganas larings C32.0) liang atau kulit telinga (luar) (C43.0) C26. bagiannya tidak dijelaskan. pita suara (sejati) NOS C32.1 Supraglottis Plica aryepiglottis. concha nasales.0 Rongga hidung Rawan hidung. rawan telinga (C49. pita suara palsu. sel-sel udara mastoid Kecuali: tulang telinga (meatus) (C41.8 Lesi overlap pada sinus aksesorius C31.-) C30 Neoplasma ganas rongga hidung dan telinga tengah C30. usus NOS C26.7 Bagian lain pankreas. C44.

0 Skapula dan tulang panjang anggota atas C40.2 Tulang panjang anggota bawah C40. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat permukaan hipofarings (C13. mediastinum dan pleura C39 Neoplasma ganas pernafasan dan intratoraks di situs lain dan tidak jelas Kecuali: intratoraks NOS (C76.3 Mediastinum.3) C38.9 Situs yang tidak jelas di dalam sistem pernafasan Saluran pernafasan NOS Neoplasma ganas tulang dan rawan sendi (C40-C41) Kecuali: sumsum tulang NOS (C96.8 Lesi overlap pada tulang dan rawan sendi anggota C40.1 Mediastinum anterior C38.0 C39.2 Mediastinum posterior C38.8 Lesi overlap pada jantung.2 Subglottis C32.0 Bronkus utama: Carina. perikardium Kecuali: pembuluh-pembuluh besar (C49.PerKes. mediastinum dan pleura Kecuali: mesothelioma (C45. bronkus atau paru-paru C34.2 Lobus tengah.8 Lesi overlap bronkus dan paru-paru C34.1) C32. AMd. bronkus atau paru-paru C34.1) C39.8 Lesi overlap larings C32.4 Pleura C38. bagian tidak dijelaskan C39.3 Lobus bawah.-) C38.-) C40 Neoplasma ganas tulang dan rawan sendi anggota C40.9 Larings.3 Rawan larings C32. tidak dijelaskan C33 Neoplasma ganas trachea C34 Neoplasma ganas bronchus dan paru-paru C34.7).8 Lesi overlap pada organ pernafasan dan intratoraks Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C30-C39. bronkus atau paru-paru C34.-) 50 .1 Lobus atas. hilus (paru-paru) C34. Created By: Subhan. tidak dijelaskan C41 Neoplasma ganas tulang dan rawan sendi lain dan tidak dijelaskan Kecuali: tulang anggota (C40. zona pinggir (C13.9 Bronkus atau paru-paru.0 Jantung.1 Tulang pendek anggota atas C40. sinovia (C49.3 Tulang pendek anggota bawah C40.9 Tulang dan rawan sendi anggota. bagiannya tidak dijelaskan C38.1).0 Saluran pernafasan atas. tidak dijelaskan C37 Neoplasma ganas thymus C38 Neoplasma ganas jantung.

7 Melanoma maligna anggota bawah.-) C44.2 Melanoma maligna telinga dan liang telinga luar C43.9 Tulang dan rawan sendi. Created By: Subhan.-). termasuk panggul C43. sternum dan klavikula C41.4 C41. kulit perianus.0) C44.0) C43. kelenjar keringat Kecuali: Sarkoma Kaposi (C46. C60.0).-.8 Lesi overlap pada tulang dan rawan sendi Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C40-C41.0 Kulit bibir: basal cell carcinoma of lip Kecuali: Neoplasma ganas bibir (C00. kulit perianus.8 Lesi overlap melanoma maligna kulit C43.-).6 Melanoma maligna anggota atas.0-C00.3 Kulit bagian lain dan yang tidak dijelaskan pada muka C44. termasuk bahu C43.0 Melanoma maligna bibir Kecuali: batas vermillion bibir (C00. termasuk canthus Kecuali: jaringan ikat kelopak mata (C49.-) C44. rahang atas (C03. tidak dijelaskan Melanoma dan neoplasma ganas lain kulit (C43-C44) C43 Melanoma maligna kulit Termasuk: kode morfologi M872-M879 dengan kode sifat /3 Kecuali: melanoma maligna kulit organ genital (C51-C52. kulit mammae Kecuali: anus NOS (C21. kulit mammae 51 .4) C41. pinggir atau kulit anus.2 Kolom vertebra Kecuali: sacrum dan coccyx (C41.0) C41. C63. hidung (C30.4 Kulit kepala dan leher C44.PerKes.1 Melanoma maligna kelopak mata.3).3 Melanoma maligna pada bagian lain dan tidak dijelaskan pada muka C43.9 Malignant melanoma kulit.1) kecuali intraossea atau odontogenik C41. anggota (C40.0).4 Tulang pelvik. C60.-) C43. tidak dijelaskan Melanoma (malignant) NOS C44 Neoplasma ganas lain pada kulit Termasuk: Neoplasma ganas: kelenjar sebasea.-) Melanoma maligna kulit (C43.-. kulit genital (C51-C52.4 Melanoma maligna kulit kepala dan leher C43.5 Kulit badan. larings (C32.9). C63. tulang orbita Kecuali: semua jenis karsinoma pada: sinus maxillaris (C31.0) C44.3 Iga.0) kecuali intraossea atau odontogenik C41. pinggir atau kulit anus.2) C43.2 Kulit telinga dan liang telinga luar Kecuali: jaringan ikat telinga (C49. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat rawan: telinga (C49.1 Kulit kelopak mata. AMd.0 Tulang tengkorak dan muka Maxilla (superior). rahang bawah (C03. termasuk canthus C43.5 Melanoma maligna badan. sacrum and coccyx C41.1 Mandibula Kecuali: semua jenis karsinoma pada: rahang NOS (C03.

PerKes. face and neck Kecuali: peripheral nerves of orbit (C69.6 Kulit anggota atas.-) C48.8 Lesi overlap pada kulit C44.9 Mesothelioma.0 Mesothelioma pleura Kecuali: neoplasma ganas lain pleura (C38.0 Syaraf perifer head.9 Sarkoma Kaposi.7 Mesothelioma pada situs lain C45. peritoneum parietalis dan peritoneum pelvik 52 .0 Sarkoma Kaposi skin C46. termasuk panggul C47. peritoneum (parietal)(pelvic) Kecuali: neoplasma ganas lain pada peritoneum (C48. AMd.3 Sarkoma Kaposi kelenjar limfe C46.2 Mesothelioma perikardium Kecuali: neoplasma ganas lain perikardium (C38.9 Syaraf perifer dan sistem syaraf otonom.7 Sarkoma Kaposi situs lain C46.5 Syaraf perifer pelvis C47.1 Syaraf perifer anggota atas.1 Sarkoma Kaposi soft tissue C46. omentum. termasuk panggul C44. tidak dijelaskan C46 Sarkoma Kaposi Termasuk: kode morfologis M9140 dengan kode sifat /3 C46.4) C45.6) C47.-) C45.1 Mesothelioma peritoneum Mesenterium.9 Neoplasma ganas kulit.1).1 Bagian peritoneum yang dijelaskan: mesenterium. tidak dijelaskan C47.3 Syaraf perifer toraks C47. mesothelioma (C45. tidak dijelaskan C48 Neoplasma ganas retroperitoneum and peritoneum Kecuali: Sarcoma Kaposi (C46.2 Sarkoma Kaposi palatum C46.0) C44. termasuk bahu C44. tidak dijelaskan Neoplasma ganas jaringan mesotel dan jaringan lunak (C45-C49) C45 Mesothelioma Termasuk: morphology code M905 dengan kode sifat /3 C45. mesokolon. Created By: Subhan.8 Lesi overlap syaraf perifer dan sistem syaraf otonom C47.0) C45. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: anus NOS (C21.2 Syaraf perifer anggota bawah.0 Retroperitoneum C48. termasuk bahu C47. omentum.6 Syaraf perifer badan.4 Syaraf perifer abdomen C47. mesokolon.7 Kulit anggota bawah. tidak dijelaskan C47 Neoplasma ganas syaraf perifer dan sistem syaraf otonom Termasuk: syaraf dan ganglion simpatis dan parasimpatis C47.8 Sarkoma Kaposi organ ganda C46.

-).PerKes.-).6 Jaringan ikat dan lunak pada badan.9 Mamma. syaraf perifer dan sistem syaraf otonom (C47.0 Labium mayora.5 Jaringan ikat dan lunak pelvis: Buttock. fasia.5 Kwadran luar-bawah mamma C50.2 Jaringan ikat dan lunak anggota bawah.8 Lesi overlap pada mamma C50.3). jaringan ikat mammae (C50.0). tidak dijelaskan Neoplasma ganas mammae (C50) C50 Neoplasma ganas mammae Termasuk: jaringan ikat mammae Kecuali: kulit mammae (C43.5) C50. termasuk bahu C49. mesothelioma (C45. groin.-). hidung (C30. tidak dijelaskan C48.0 Nipple dan areola C50. peritoneum (C48. kelenjar Bartholini [vestibula mayor] C51.9 Jaringan ikat dan lunak. kelopak mata Kecuali: jaringan ikat orbita (C69.0).1 Jaringan ikat dan lunak anggota atas.6 C49. thymus (C37) C49.4 Kwadran luar-atas mamma C50.3 Kwadran dalam-bawah mamma C50. tidak dijelaskan: Punggung NOS C49.0) C49. pembuluh limfe.-).6 Ujung mamma arah aksilla C50.1-C38.0 Jaringan ikat dan lunak kepala.3 Jaringan ikat dan lunak thorax Axilla. mata.6) C49. pembuluh besar Kecuali: mammae (C50.8 Lesi overlap jaringan ikat dan lunak Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C47-C49. termasuk panggul C49. jaringan lemak. hypochondrium C49. AMd. Created By: Subhan. tidak dijelaskan Neoplasma ganas organ genital wanita (C51-C58) Termasuk: kulit organ-organ genital wanita C51 Neoplasma ganas vulva C51. bursa. sarkoma Kaposi (C46.5.2 Kwadran dalam-atas mamma C50.3).8 Lesi overlap pada retroperitoneum dan peritoneum C49 Neoplasma ganas jaringan penyambung dan jaringan lunak lainnya Termasuk: pembuluh darah.4 Jaringan ikat dan lunak abdomen: Dinding abdomen. ligament (kecuali rahim).-). sinovia. muka dan leher Jaringan ikat telinga.1 Bagian sentral mamma C50. jantung (C38. C44. tendon (pembungkus) Kecuali: rawan (dari): sendi (C40-C41). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C48.2 Peritoneum. diaphragm. mediastinum (C38. perineum C49. rawan.-). larings (C32. retroperitoneum (C48.1 Labium minus 53 . otot.

ligamen uterus NOS C57.1 Broad ligament (ligamentum latum) C57. tidak dijelaskan C57.2) mola hydatidiformis: NOS (O01.8 Lesi overlap pada korpus uteri C54. segmen bawah rahim C54.8 Lesi overlap pada servix uteri C53. bagian tidak dijelaskan C56 Neoplasma ganas ovarium C57 Neoplasma ganas organ genitalia lain wanita dan yang tidak dijelaskan C57. korpus atau duktus Wolffian C57.9 Korpus uteri.2 Clitoris C51.9 Vulva. invasive (D39.1 Exoservix C53. korpus kavernosum 54 . pudendum C52 Neoplasma ganas vagina C53 Neoplasma ganas servix uteri C53. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C51.0 Endoservix C53.9).7. tidak dijelaskan.1 Endometrium C54. utero-ovarium C57.2) Neoplasma ganas organ genitalia pria (C60-C63) Termasuk: kulit organ genitalia pria C60 Neoplasma ganas penis C60.8 Lesi overlap pada vulva C51. tidak dijelaskan C54 Neoplasma ganas korpus uteri C54.PerKes. genitalia external wanita NOS.7 Organ genitalia lain wanita yang dijelaskan. AMd.9 Servix uteri. tidak dijelaskan C55 Neoplasma ganas uterus.2 Batang penis.1 Glans penis C60.9 Organ genitalia wanita.2 Round ligament (ligamentum rotundum) C57.0 Tuba Fallopii. Created By: Subhan. oviduct.2).2 Myometrium C54.3 Fundus uteri C54. malignant (D39.0 Prepuce. tuba uterus C57.4 Adnexa uterus.8 Lesi overlap pada organ genitalia wanita Titik asal tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C51-C57. foreskin (kulit depan) C60. C58 Tubo-ovarium.0 Isthmus uteri.3 Parametrium. tidak dijelaskan Traktus genito-urinarius wanita NOS C58 Neoplasma ganas plasenta Choriocarcinoma NOS Chorionepithelioma NOS Kecuali: chorioadenoma (destruens) (D39.

4 Dinding posterior bladder C67.9 Testis. tidak dijelaskan C63 Neoplasma ganas organ genitalia pria lain dan tidak dijelaskan C63.7 C63.0 Undescended testis: ectopic testis. lobang internal uretra C67.9) C68. kaliks ginjal C66 Neoplasma ganas ureter Kecuali: muara ureter di kandung kemih (C67.6 Muara ureter C67. tidak dijelaskan C68 Neoplasma ganas organ perkemihan lain dan yang tidak dijelaskan Kecuali: traktus genito-urinarius NOS: wanita (C57. AMd.8 Lesi overlap pada penis C60. selain pelvis ginjal Kecuali: kaliks ginjal (C65).9 Penis. tidak dijelaskan Traktus genito-urinarius pria NOS Neoplasma ganas saluran kemih (C64-C68) C64 Neoplasma ganas ginjal.9 Bladder.2 Dinding lateral bladder C67.7 Urachus C67. pria (C63.5 Leher bladder. Kulit skrotum C63.1 Kelenjar paraurethra 55 .8 Lesi overlap pada organ genitalia pria Titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C60-C63.1 Spermatic cord C63.7 Organ genitalia pria lain yang dijelaskan: Vesikula seminalis.3 Dinding anterior bladder C67. testis tertahan[situs neoplasma] C62. tidak dijelaskan.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C60. pelvis ginjal (C65) C65 Neoplasma ganas pelvis ginjal Pelviureteric junction.1 Puncak bladder C67.0 Epididymis C63. Created By: Subhan. kulit penis NOS C61 Neoplasma ganas prostat C62 Neoplasma ganas testis C62.0 Urethra Kecuali: lobang internal uretra (C67.1 Descended testis: testis di dalam skrotum C62. tunika vaginalis C63.0 Trigonum vesicae C67.9).5) C68.6) C67 Neoplasma ganas kandung kemih C67.8 Lesi overlap pada bladder C67.2 Skrotum.9 Organ genitalia pria.

nervi craniales dan bagian lain SSP Kecuali: meningen (C70. tidak dijelaskan C70 Neoplasma ganas meningen C70. sistem urinarius NOS Neoplasma ganas mata.9 Otak.2 Lobus temporalis C71. tidak dijelaskan C71 Neoplasma ganas otak Kecuali: nervi kraniales (C72.0 Serebrum.3 Choroid C69. kelopak (kulit) (C43.6 Serebellum C71.2 Retina C69.6) C71.6 Orbita: jaringan ikat orbita. ventrikel IV. Created By: Subhan.0 Meningen otak C70.-) syaraf perifer dan sistem syaraf otonom (C47.1. supratentorium NOS C71.1 C68.5 Kelenjar dan duktus lakrimalis.9 Organ perkemihan.7 Batang otak.2-C72. otot ekstraokuli.0 Medulla spinalis C72.8 Lesi overlap pada organ perkemihan Titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C64-C68.1 Cornea C69.2 Nervus olfaktorius. selain lobus dan ventrikel Corpus callosum. tidak dijelaskan C72 Neoplasma ganas medulla spinalis. syaraf perifer orbita.9 Meningen.8 Lesi overlap pada mata dan adnexa C69.5 Ventrikel otak Kecuali: ventrikel IV (C71.3 Lobus parietalis C71. jaringan retrobulbar.1) nervus optikus (C72.0 Conjunctiva C69.0).4 Korpus siliaris.4 Lobus oksipitalis C71.7) C71.9 Mata.3) C69.1 Cauda equina C72. bola mata C69.5) jaringan retrobulbar (C69.8 Lesi overlap pada otak C71. infratentorium NOS C71. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C68. duktus nasolakrimalis C69.-) C72. jaringan retrookuli Kecuali: tulang orbita (C41.1 Lobus frontalis C71.1 Meningen spinalis C70. otak dan bagian lain SSP (C69-C72) C69 Neoplasma ganas mata dan adnexa Kecuali: jaringan ikat kelopak (C49.0) C69. AMd. tidak dijelaskan. bulbus olfaktorius 56 .PerKes. C44.

kelenjar tiroid (C73) C75.3 Kelenjar pineal C75. testis (C62. muka dan leher: Pipi NOS. intratoraks NOS. pria (C63.9) jaringan limfoid.8 Lesi overlap pada situs-situs lain dan tidak jelas C77 Neoplasma ganas lymph nodes sekunder dan tidak dijelaskan 57 .5 Nervi kraniales lain dan yang tidak dijelaskan.9 Sistem syaraf pusat. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat C72.9 Kelenjar adrenal.7 Situs tidak jelas lainnya C76.5 C72.4 Carotid body C75. toraks NOS C76.4). hidung NOS C76.5 Aortic body dan paraganglia lain C75. thymus (C37).8 Keterlibatan banyak kelenjar (pluriglandular).-). nervi kraniales NOS C72.1 Thorax: Axilla NOS. C75.9 Kelenjar endokrin. tidak dijelaskan.2 Abdomen C76.5 Anggota bawah C76. tidak dijelaskan Catatan: Kalau situs diketahui.8 Lesi overlap pada otak dan bagian lain SSP Titik asalnya tidak bisa diklasifikasikan pada kategori C70-C72.PerKes.3 Pelvis: Groin NOS. Situs yang overlap dengan sistem di dalam pelvis. tidak dijelaskan C75 Neoplasma ganas kelenjar endokrin lain dan struktur terkait Kecuali: Kelenjar adrenal (C74.1 Medulla kelenjar adrenal C74.-). tidak dijelaskan Neoplasma ganas pada situs yang tidak jelas. AMd.0 Kelenjar paratiroid C75.3 Nervus optikus C72. mereka harus dikode secara terpisah. ovarium (C56). sistem syaraf NOS Neoplasma ganas tiroid dan kelenjar endokrin lain (C73-C75) C73 Neoplasma ganas kelenjar tiroid C74 Neoplasma ganas kelenjar adrenal C74.4 Nervus akustikus C72. Created By: Subhan. pankreas endokrin (C25. sekunder dan tidak dijelaskan (C76-C80) C76 Neoplasma ganas pada situs-situs lain dan tidak jelas Kecuali: Neoplasma ganas: genitourinarius NOS: wanita (C57.0 Kortex kelenjar adrenal C74. seperti rektovagina (septum) dan rektovesika (septum) C76.0 Kepala.1 Kelenjar pituitary C75.9). hematopoietik dan yang berhubungan (C81-C96) situs yang tidak dijelaskan (C80) C76.4 Anggota atas C76.2 Duktus kraniopharyngeus C75.

58 .8 Neoplasma ganas sekunder organ pencernaan lain dan yang tidak dijelaskan C79 Neoplasma ganas sekunder pada other sites C79.1 Kelenjar limfe intratoraks C77.3 Kelenjar limfe aksillaris dan anggota atas: Kelenjar limfe pektoralis C77. tapi muncul pada Indeks Alfabetis.3 Neoplasma ganas sekunder organ pernafasan lain dan yang tidak dijelaskan C78.1 Neoplasma ganas sekunder bladder.7 Neoplasma ganas sekunder kelenjar adrenal C79. organ kemih lain dan yang tidak dijelaskan C79.4 Kelenjar limfe inguinalis dan anggota bawah C77.4 Neoplasma ganas sekunder usus halus C78.2 Neoplasma ganas sekunder pleura C78.6 Neoplasma ganas sekunder retroperitoneum dan peritoneum Malignant ascites NOS C78.1 Neoplasma ganas sekunder mediastinum C78. C96. Kode tambahan bisa digunakan untuk identifikasi masing-masing neoplasma ganas tersebut. persamaan yang pas dengan istilah yang terdapat pada Daftar Tabulasi tidak selalu dimungkinkan. dinyatakan primer (C81-C87.-) C77.3 Neoplasma ganas sekunder otak dan meningen otak C79. yang berusaha untuk menemukan dasar bersama di antara berbagai skema klasifikasi. Neoplasma ganas limfoid.8 Neoplasma ganas sekunder pada situs lain yang dijelaskan C80 Neoplasma ganas tanpa penjelasan situs C80 hanya digunakan untuk kondisi utama kalau neoplasma ganas tercatat tanpa penjelasan mengenai situsnya.2 Neoplasma ganas sekunder kulit C79.0 Kelenjar limfe kepala. Created By: Subhan. muka dan leher: Kelenjar limfe supraklavikula C77. hematopoietik dan jaringan yang berhubungan (C81-C96) Catatan: Istilah yang digunakan pada kategori C82-C85 untuk limfoma non-Hodgkin adalah dari the Working Formulation.7 Neoplasma ganas sekunder hati C78.5 Kelenjar limfe intrapelvik C77.0 Neoplasma ganas sekunder paru-paru C78.0 Neoplasma ganas sekunder ginjal dan pelvis renalis C79.8 Kelenjar limfe di berbagai tempat C77. AMd.5 Neoplasma ganas sekunder tulang dan sumsum tulang C79.9 Kelenjar limfe.6 Neoplasma ganas sekunder pada ovarium C79.PerKes.2 Kelenjar limfe intra-abdominalis C77. tidak dijelaskan C78 Neoplasma ganas sekunder organ pernafasan dan pencernaan C78. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: Neoplasma ganas kelenjar limfe.4 Neoplasma ganas sekunder bagian sistem syaraf lain dan yang tidak dijelaskan C79.5 Neoplasma ganas sekunder usus besar dan rektum C78. Istilah yang digunakan dalam skema-skema ini tidak diberikan pada Daftar Tabulasi.

7 Jenis lain limfoma follikuler non-Hodgkin C82. tidak dijelaskan C82 Limfoma follikuler [nodular] non-Hodgkin Termasuk: limfoma follikuler non-Hodgkin dengan atau tanpa area yang diffus kode morfologi M969 dengan kode sifat /3 C82.9 Penyakit Hodgkin.-) C81 Penyakit Hodgkin Termasuk: kode morfologi M965-M966 dengan kode sifat /3 C81.5 Limfoma sel-T lain dan yang tidak dijelaskan Catatan: Kalau garis pembentukan atau keterlibatan sel-T disebutkan sehubungan dengan limfoma spesifik. M9595.5 Lymphoblastik (diffus) C83.0 Mycosis fungoides C84.4 Limfoma sel-T perifer C84. tidak dijelaskan Limfoma noduler non-Hodgkin NOS C83 Limfoma diffus non-Hodgkin Termasuk: kode morfologi M9593.6 Undifferentiated (diffus) C83.1 Sel kecil terbelah (diffus) C83.9 Limfoma follikuler non-Hodgkin. sarkoma sel retikulum C83.9 Limfoma diffus non-Hodgkin. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: kode morfologi M959-M994 dengan kode sifat /3 Kecuali: neoplasma kelenjar limfe sekunder dan yang tidak dijelaskan (C77.2 Campuran sel kecil dan besar (diffus) C83.2 Limfoma T-zone C84.2 Sel-sel menonjol bercampur C81.3 Limfoma limfo-epithelioid lymphoma.8 Jenis lain limfoma diffus non-Hodgkin C83.1 Penyakit Sezary C84. kode yang lebih spesifik. follikuler C82.3 Limfosit sangat sedikit C81. C85 Limfoma non-Hodgkin dan jenis yang tidak dijelaskan 59 . AMd.3 Sel besar (diffus). follikuler (sel-sel kecil terbelah) C82.0 Limfosit lebih menonjol: Limfosit-histiosit lebih menonjol C81.1 Campuran sel kecil terbelah dan sel besar.7 Penyakit Hodgkin lain C81. limfoma Lennert C84.7 Tumor Burkitt C83. follikuler C82.0 Sel kecil (diffus) C83.4 Immunoblastik (diffus) C83.1 Nodular sclerosis C81.PerKes. tidak dijelaskan C84 Limfoma sel-T perifer dan kulit Termasuk: morphology code M970 dengan kode sifat /3 C84.0 Small cleaved cell.2 Sel besar. M967-M968 dengan kode sifat /3 C83. Created By: Subhan.

0 Makroglobulinaemia Waldenstrom C88. mikroglioma C85.2 Penyakit gamma heavy chain.1 Limfoma sel-B.2 Leukaemia limfosit subakut C91.3 Penyakit immunoproliferatif usus halus.PerKes.0 Leukaemia myeloid akut Kecuali: eksaserbasi akut leukaemia myeloid kronis (C92.1 Leukaemia myeloid kronis C92. tidak dijelaskan Penyakit immunoproliferatif NOS C90 Myeloma multipel dan neoplasma sel plasma ganas Termasuk: kode morfologi M973.9 Penyakit immunoproliferatif maligna.0 Myeloma multipel. penyakit Kahler. myelogen kode morfologi M986-M988.0 Leukaemia limfoblast akut Kecuali: eksasebasi akut leukemia limfosit akut (C91.1 Penyakit alpha heavy chain C88. Created By: Subhan. M9830 dengan kode sifat /3 C90. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: kode morfologi M9590-M9592.5 Leukaemia sel-T dewasa C91.1) C91.1 Leukaemia sel plasma C90. jenis tidak dijelaskan Limfoma NOS. M971 dengan kode sifat /3 C85.7 Limfoma non-Hodgkin jenis lain yang dijelaskan Retikulo-endotheliosis maligna.4 Leukaemia promyelosit akut 60 . AMd.1) C92. khloroma. penyakit Mediterranean C88.7 Penyakit immunoproliferatif maligna lainnya C88.2 Leukaemia myeloid subakut C92. kode yang lebih spesifik.1 Leukaemia limfosit kronis C91.3 Sarkoma myeloid.2 Plasmacytoma. limfoma non-Hodgkin NOS C88 Penyakit immunoproliferatif maligna Termasuk: kode morfologi M976 dengan kode sifat /3 C88. myelomatosis C90. limfoma maligna NOS. M9940-M9941 dengan kode sifat /3 C91. C85.4 Leukaemia hairy-cell (sel-sel berambut): retikuloendotheliosis leukemia C91. myeloma soliter C91 Leukaemia limfoid Termasuk: kode morfologi M982. retikulosis maligna. tidak dijelaskan C92 Leukaemia myeloid Termasuk: leukaemia: granulosit. M9594. sarkoma granulosit C92. plasmacytoma NOS.7 Leukaemia limfoid lain C91.0 Limfosarkoma C85. M9930 dengan kode sifat /3 C92.9 Limfoma non-Hodgkin. tidak dijelaskan Catatan: Kalau garis pembentukan atau keterlibatan sel-B disebutkan sehubungan dengan limfoma spesifik. extramedulla Tumor sel plasma ganas NOS.3 Leukaemia prolimfosit C91. penyakit Franklin C88.9 Leukaemia limfoid.

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

C92.5 Leukaemia myelomonosit akut
C92.7 Leukaemia myeloid lain
C92.9 Leukaemia myeloid, tidak dijelaskan

C93 Leukaemia monosit
Termasuk: leukaemia monositoid
kode morfologi M989 dengan kode sifat /3
C93.0 Leukaemia monosit akut
Kecuali: eksaserbasi akut leukaemia monosit kronis (C93.1)
C93.1 Leukaemia monosit kronis
C93.2 Leukaemia monosit subakut
C93.7 Leukaemia monosit lain
C93.9 Leukaemia monosit, tidak dijelaskan

C94 Leukemia lain dengan jenis sel dijelaskan
Termasuk: kode M984, M9850, M9900, M9910, M9931-M9932 dengan kode sifat /3
Kecuali: retikuloendoteliosis leukemik (C91.4) ; leukemia sel plasma (C90.1)
C94.0 Eritremia dan eritroleukemia akut
Myelosis eritremik akut; penyakit Di Guglielmo
C94.1 Eritremia kronis; penyakit Heilmeyer-Schoner
C94.2 Leukemia megakaryoblast akut
Leukaemia: megakaryoblast (akut), megakaryocyt (akut)
C94.3 Leukemia sel mast
C94.4 Panmyelosis akut
C94.5 Myelofibrosis akut
C94.7 Leukemia lain yang dijelaskan; leukemia sel limfosarkoma

C95 Leukaemia dengan jenis sel tidak dijelaskan
Termasuk: kode morfologi M980 dengan kode sifat /3
C95.0 Leukemia akut dengan jenis sel tidak dijelaskan
Leukaemia sel blast, leukemia sel stem
Kecuali: eksaserbasi akut leukemia kronis yang tidak dijelaskan (C95.1)
C95.1 Leukemia kronis dengan jenis sel tidak dijelaskan
C95.2 Leukemia subakut dengan jenis sel tidak dijelaskan
C95.7 Leukemia lain dengan jenis sel tidak dijelaskan
C95.9 Leukaemia, tidak dijelaskan

C96 Neoplasma ganas lain dan tidak dijelaskan pada jaringan limfoid, haematopoietik dan yang
berhubungan
Termasuk: kode morfologi M972, M974 dengan kode sifat /3
C96.0 Penyakit Letterer-Siwe
retikuloendotheliosis nonlipid:, retikulosis nonlipid:
C96.1 Histiositosis maligna
Retikulosis medulla histiosit
C96.2 Tumor maligna sel mast
Malignant: mastositoma, mastositosis, sarkoma sel mast
Kecuali: leukaemia sel mast (C94.3), mastositosis (kulit) (Q82.2)
C96.3 Limfoma histiosit sejati
61

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

C96.7 Neoplasma ganas lain jaringan limfoid, haematopoietic dan yang berhubungan
C96.9 Neoplasma ganas jaringan limfoid, haematopoietic dan yang berhubungan, tidak dijelaskan

Neoplasma ganas situs ganda independen (primer) (C97)
C97 Neoplasma ganas situs ganda independen (primer)
C97. Neoplasma ganas dengan situs ganda primer yang independen
C97 digunakan kalau tercatat dua atau lebih neoplasma ganas primer yang
independen sebagai kondisi utama, tanpa ada yang lebih menonjol. Kode
tambahan bisa digunakan untuk identifikasi masing-masing neoplasma ganas
tersebut.

Neoplasma in situ (D00-D09)
Catatan: Neoplasma in situ banyak dianggap sebagai berada dalam masa perubahan morfologis
antara displasia dan kanker yang invasif. Misalnya, untuk cervical intraepithelial
neoplasia (CIN) dikenal tiga stadium, yang ketiga (CIN III) termasuk pada
displasia berat dan karsinoma in situ. Sistem peringkat ini telah diperluas ke organ
lain, seperti vulva dan vagina. Deskripsi neoplasia intraepitel stadium III, dengan
atau tanpa disebutkannya displasia, diletakkan pada bagian ini. Stadium I dan II
diklasifikasikan sebagai displasia sistem organ yang terlibat dan harus dikode pada
bab sistem tubuh yang relevan.
Termasuk: penyakit Bowen; erythroplasia; kode morfologi dengan kode sifat /2
eritroplasia Queyrat

D00 Carcinoma in situ rongga mulut, esofagus, dan lambung
Kecuali: melanoma in situ (D03.-)
D00.0 Bibir, rongga mulut dan farings
Plika ariepiglottik: NOS, permukaan hipofarings, zona pinggir
Batas vermillion bibir
Kecuali: plika ariepiglottik, permukaan larings (D02.0)
epiglottis: NOS (D02.0), pars suprahyoid (D02.0)
kulit bibir (D03.0, D04.0)
D00.1 Esofagus
D00.2 Lambung

D01 Carcinoma in situ organ pencernaan lain dan yang tidak dijelaskan
Kecuali: melanoma in situ (D03.-)
D01.0 Colon
Kecuali: pertemuan rektosigmoid (D01.1)
D01.1 Pertemuan rektosigmoid
D01.2 Rektum
D01.3 Anus dan saluran anus
Kecuali: pinggir anus (D03.5, D04.5), kulit anus (D03.5, D04.5)
kulit sekitar anus (D03.5, D04.5)
D01.4 Bagian usus lain dan yang tidak dijelaskan
Kecuali: ampulla Vateri (D01.5)

62

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D01.5 Hati, kantong empedu dan saluran empedu; ampulla Vateri
D01.7 Organ pencernaan lain yang dijelaskan; pankreas
D01.9 Organ pencernaan, tidak dijelaskan

D02 Carcinoma in situ of middle ear and respiratory system
Kecuali: melanoma in situ (D03.-)
D02.0 Larings: Aryepiglottic fold, permukaan larings; Epiglottis (pars suprahyoid)
Kecuali: plika aryepiglottik: NOS, permukaan hipofarings, pinggir (D00.0)
D02.1 Trakhea
D02.2 Bronkus dan paru-paru
D02.3 Bagian lain sistem pernafasan: Sinus aksesorius, telinga tengah, rongga hidung
Kecuali: telinga (luar)(kulit) (D03.2, D04.2)
hidung: NOS (D09.7), kulit hidung (D03.3, D04.3)
D02.4 Sistem pernafasan, tidak dijelaskan

D03 Melanoma in situ
Termasuk: kode morfologi M872-M879 dengan kode sifat /2
D03.0 Melanoma in situ bibir
D03.1 Melanoma in situ kelopak mata, termasuk canthus
D03.2 Melanoma in situ telinga dan liang telinga luar
D03.3 Melanoma in situ bagian lain muka dan yang tidak dijelaskan
D03.4 Melanoma in situ kulit kepala dan leher
D03.5 Melanoma in situ badan
Pinggir anus, kulit anus, kulit perianus, mammae (kulit)(jaringan lunak)
D03.6 Melanoma in situ anggota atas, termasuk bahu
D03.7 Melanoma in situ anggota bawah, termasuk panggul
D03.8 Melanoma in situ tempat lain
D03.9 Melanoma in situ, tidak dijelaskan

D04 Carcinoma in situ kulit
Kecuali: erythroplasia Queyrat (penis) NOS (D07.4); melanoma in situ (D03.-)
D04.0 Kulit bibir
Kecuali: batas vermilion bibir (D00.0)
D04.1 Kulit kelopak mata, termasuk canthus
D04.2 Kulit telinga dan liang telinga luar
D04.3 Kulit bagian lain muka dan yang tidak dijelaskan
D04.4 Kulit kulit kepala dan leher
D04.5 Kulit badan; pinggir anus, kulit anus, kulit perianus, kulit mammae
Kecuali: anus NOS (D01.3), kulit organ genital (D07.-)
D04.6 Kulit anggota atas, termasuk bahu
D04.7 Kulit anggota bawah, termasuk panggul
D04.8 Kulit tempat lain
D04.9 Kulit, tidak dijelaskan

D05 Karsinoma in situ mammae
Kecuali: karsinoma in situ kulit mammae (D04.5)
melanoma in situ mammae (kulit) (D03.5)
D05.0 Karsinoma lobularis in situ
63

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D05.1 Karsinoma intraductus in situ
D05.7 Karsinoma in situ lain mammae
D05.9 Karsinoma in situ mammae, tidak dijelaskan

D06 Karsinoma in situ servix uteri
Termasuk: cervical intraepithelial neoplasia [CIN], grade III, dengan atau tanpa disebutkan
displasia berat
Kecuali: melanoma in situ servix (D03.5); displasia berat servix NOS (N87.2)
D06.0 Endoservix
D06.1 Exoservix
D06.7 Bagian lain servix
D06.9 Servix, tidak dijelaskan

D07 Karsinoma in situ organ genital lain dan yang tidak dijelaskan
Kecuali: melanoma in situ (D03.5)
D07.0 Endometrium
D07.1 Vulva: Vulvar intraepithelial neoplasia [VIN], grade III, dengan atau tanpa disebutkan
displasia berat
Kecuali: displasia berat vulva NOS (N90.2)
D07.2 Vagina: Vaginal intraepithelial neoplasia [VAIN], grade III, dengan atau tanpa disebutkan
displasia berat
Kecuali: displasia berat vagina NOS (N89.2)
D07.3 Organ genitalia wanita yang lain dan tidak dijelaskan
D07.4 Penis; eritroplasia Queyrat NOS
D07.5 Prostat
D07.6 Organ genitalia pria yang lain dan tidak dijelaskan

D09 Karsinoma in situ pada situs lain dan yang tidak dijelaskan
Kecuali: melanoma in situ (D03.-)
D09.0 Bladder
D09.1 Organ perkemihan lain dan yang tidak dijelaskan
D09.2 Mata
Kecuali: kulit kelopak (D04.1)
D09.3 Tiroid dan kelenjar endokrin lain
Kecuali: pankreas endocrine (D01.7); ovarium (D07.3), testis (D07.6)
D09.7 Karsinoma in situ pada tempat lain yang dijelaskan
D09.9 Karsinoma in situ, tidak dijelaskan

Neoplasma jinak (D10-D36)
Termasuk: kode morfologi dengan kode sifat /0
D10 Neoplasma jinak mulut dan farings
D10.0 Bibir; bibir (frenulum)(sisi dalam)(mucosa)(batas vermilion)
Kecuali: kulit bibir (D22.0, D23.0)
D10.1 Lidah, tonsilla lingualis
D10.2 Lantai mulut
D10.3 Bagian mulut yang lain dan tidak dijelaskan; kelenjar saliva minor NOS

64

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Kecuali: neoplasma odontogenik jinak (D16.4-D16.5), mukosa bibir (D10.0), permukaan
nasofarings palatum molle (D10.6)
D10.4 Tonsil; tonsil (faucial)(palatina)
Kecuali: tonsilla lingualis (D10.1), tonsil farings (D10.6), tonsillar: fossa (D10.5), pillars
(D10.5)
D10.5 Bagian lain orofarings
Epiglottis, permukaan anterior
Tonsillar: fossa, pillars
Vallecula
Kecuali: epiglottis: NOS (D14.1), pars suprahyoid (D14.1)
D10.6 Nasofarings
Tonsil farings, pinggir posterior septum dan choanae
D10.7 Hipofarings
D10.9 Farings, tidak dijelaskan

D11 Neoplasma jinak kelenjar saliva mayor
Kecuali: neoplasma jinak kelenjar saliva minor yang dijelaskan, yang diklasifikasi menurut
lokasi anatomisnya
neoplasma jinak kelenjar saliva minor NOS (D10.3)
D11.0 Kelenjar parotid
D11.7 Kelenjar saliva mayor lainnya; kelenjar: sublingualis, submandibularis
D11.9 Kelenjar saliva mayor, tidak dijelaskan

D12 Neoplasma jinak kolon, rektum, anus dan saluran anus
D12.0 Caecum; katup ileocaecum
D12.1 Appendix
D12.2 Kolon asendens
D12.3 Kolon transversa; fleksura hepatis, fleksura splinikus
D12.4 Kolon desendens
D12.5 Kolon sigmoid
D12.6 Kolon, tidak dijelaskan: adenomatosis, polyposis (herediter) kolon
D12.7 Pertemuan rektosigmoid
D12.8 Rektum
D12.9 Anus dan saluran anus
Kecuali: pinggir (D22.5, D23.5), kulit anus dan perianus (D22.5, D23.5)

D13 Neoplasma jinak bagian sistem pencernaan yang lain dan kurang jelas
D13.0 Esofagus
D13.1 Lambung
D13.2 Duodenum
D13.3 Bagian usus halus lain dan yang tidak dijelaskan
D13.4 Liver; saluran empedu intrahepatik
D13.5 Saluran empedu ekstrahepatik
D13.6 Pankreas
Kecuali: pankreas endokrin (D13.7)
D13.7 Pankreas endokrin: tumor sel pulau, pulau Langerhans
D13.9 Situ yang tidak jelas pada sistem pencernaan
Sistem pencernaan NOS, usus NOS, limpa
65

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D14 Neoplasma jinak telinga tengah dan sistem pernafasan
D14.0 Telinga tengah, rongga hidung dan sinus aksesorius; rawan hidung
Kecuali: liang telinga (luar)(kulit) (D22.2, D23.2)
tulang: telinga (D16.4), hidung (D16.4)
rawan telinga (D21.0)
hidung: NOS (D36.7), kulit (D22.3, D23.3)
bulbus olfaktorius (D33.3)
polip: sinus aksesorius (J33.8), hidung (rongga) (J33.-)
polip telinga (tengah) (H74.4),
pinggir posterior dan khoanae (D10.6)
D14.1 Larings; epiglottis (pars suprahyoid)
Kecuali: permukaan anterior epiglottis (D10.5)
polip pita suara dan larings (J38.1)
D14.2 Trachea
D14.3 Bronkus dan paru-paru
D14.4 Sistem pernafasan, tidak dijelaskan

D15 Neoplasma jinak other and tidak dijelaskan intrathoracic organs
Kecuali: jaringan mesotel (D19.-)
D15.0 Thymus
D15.1 Heart
Kecuali: pembuluh besar (D21.3)
D15.2 Mediastinum
D15.7 Organ intratoraks lain yang dijelaskan
D15.9 Organ intratoraks, tidak dijelaskan

D16 Neoplasma jinak tulang dan rawan sendi
Kecuali: synovia (D21.-)
D16.0 Skapula dan tulang panjang anggota atas
D16.1 Tulang pendek anggota atas
D16.2 Tulang panjang anggota bawah
D16.3 Tulang pendek anggota bawah
D16.4 Tulang tengkorak dan muka: maxilla (superior), tulang orbital
Kecuali: tulang rahang bawah (D16.5)
D16.5 Tulang rahang bawah
D16.6 Kolom vertebrae
Kecuali: sakrum dan koksigis (D16.8)
D16.7 Iga, sternum dan klavikula
D16.8 Tulang pelvis, sakrum dan koksigis
D16.9 Tulang dan rawan sendi, tidak dijelaskan

D17 Neoplasma lipomatosa jinak
Termasuk: kode morfologi M885-M888 dengan kode sifat /0
D17.0 Kulit dan jaringan bawah kulit kepala, muka dan leher
D17.1 Kulit dan jaringan bawah kulit badan
D17.2 Kulit dan jaringan bawah kulit anggota
D17.3 Kulit dan jaringan bawah kulit pada situs lain dan tidak dijelaskan
66

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D17.4 Organ intratoraks
D17.5 Organ intra-abdomen
Kecuali: peritoneum dan retroperitoneum (D17.7)
D17.6 Spermatic cord
D17.7 Neoplasma lipomatosa jinak pada situs lain: peritoneum, retroperitoneum
D17.9 Neoplasma lipomatosa jinak, tidak dijelaskan; lipoma NOS

D18 Haemangioma dan lymphangioma, semua situs
Termasuk: kode morfologi M912-M917 dengan kode sifat /0
Kecuali: nevus biru atau berpigmen (D22.-)
D18.0 Haemangioma, semua situs; angioma NOS
D18.1 Lymphangioma, semua situs

D19 Neoplasma jinak jaringan mesotel
Termasuk: kode morfologi M905 dengan kode sifat /0
D19.0 Jaringan mesotel pleura
D19.1 Jaringan mesotel peritoneum
D19.7 Jaringan mesotel situs lain
D19.9 Jaringan mesotel, tidak dijelaskan; mesotelioma jinak NOS

D20 Neoplasma jinak jaringan lunak retroperitoneum dan peritoneum
Kecuali: neoplasma lipomatosa jinak peritoneum dan retroperitoneum (D17.7)
jaringan mesotel (D19.-)
D20.0 Retroperitoneum
D20.1 Peritoneum

D21 Neoplasma jinak lain jaringan ikat dan jaringan lunak lain
Termasuk: pembuluh darah, bursa, rawan, fasia, lemak, ligamen [kecuali pada uterus], saluran
limfe, otot, sinovia, tendon (pelapis)
Kecuali: rawan: sendi (D16.-), larings (D14.1), hidung (D14.0)
uterus: leiomyoma (D25.-), ligamen (D28.2)
jaringan vaskuler (D18.-), haemangioma (D18.0), lymphangioma (D18.1)
neoplasma lipomatosa (D17.-), jaringan ikat mammae (D24)
peritoneum (D20.1), retroperitoneum (D20.0)
syaraf perifer dan sistem syaraf otonom (D36.1)
D21.0 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain kepala, muka dan leher
Jaringan ikat: telinga, kelopak mata
Kecuali: jaringan ikat orbita (D31.6)
D21.1 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain anggota atas, termasuk bahu
D21.2 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain anggota bawah, termasuk panggul
D21.3 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain toraks: aksila, diafragma, pembuluh besar
Kecuali: jantung (D15.1), mediastinum (D15.2), thymus (D15.0)
D21.4 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain abdomen
D21.5 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain pelvis
Kecuali: leiomyoma uterus (D25.-), ligamen uterus (D28.2)
D21.6 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain badan, tidak dijelaskan; punggung NOS
D21.9 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain, tidak dijelaskan

67

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D22 Naevi melanosit
Termasuk: kode morfologi M872-M879 dengan kode sifat /0
naevus: NOS, blue, hairy, pigmented
D22.0 Naevi melanosit bibir
D22.1 Naevi melanosit kelopak mata, termasuk canthus
D22.2 Naevi melanosit telinga dan liang telinga luar
D22.3 Naevi melanosit bagian lain muka dan yang tidak dijelaskan
D22.4 Naevi melanosit kulit kepala dan leher
D22.5 Naevi melanosit badan: pinggir anus; kulit anus, perianus, mammae
D22.6 Naevi melanosit anggota atas, termasuk bahu
D22.7 Naevi melanosit anggota bawah, termasuk panggul
D22.9 Naevi melanosit, tidak dijelaskan

D23 Neoplasma jinak lain pada kulit
Termasuk: neoplasma jinak: folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar keringat
Kecuali: neoplasma lipomatosa jinak (D17.0-D17.3), naevi melanosit (D22.-)
D23.0 Kulit bibir
Kecuali: batas vermilion bibir (D10.0)
D23.1 Kulit kelopak mata, termasuk canthus
D23.2 Kulit telinga dan liang telinga luar
D23.3 Kulit bagian lain muka dan yang tidak dijelaskan
D23.4 Kulit kulit kepala dan leher
D23.5 Kulit badan; pinggir anus; kulit anus, perianus, mammae
Kecuali: anus NOS (D12.9), skin of genital organs (D28-D29)
D23.6 Kulit anggota atas, termasuk bahu
D23.7 Kulit anggota bawah, termasuk panggul
D23.9 Kulit, tidak dijelaskan

D24 Neoplasma jinak breast
Mammae: jaringan ikat, bagian lunak
Kecuali: displasia jinak mammae (N60.-), kulit mammae (D22.5, D23.5)

D25 Leiomyoma uterus
Termasuk: neoplasma jinak uterus dengan kode morfologi M889 dan kode sifat /0
fibromyoma uterus
D25.0 Leiomyoma submukosa uterus
D25.1 Leiomyoma intramural uterus
D25.2 Leiomyoma subserosa uterus
D25.9 Leiomyoma uterus, tidak dijelaskan

D26 Neoplasma jinak lain uterus
D26.0 Servix uteri
D26.1 Korpus uteri
D26.7 Bagian lain uterus
D26.9 Uterus, tidak dijelaskan

D27 Neoplasma jinak ovarium

68

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D28 Neoplasma jinak organ genitalia lain wanita dan yang tidak dijelaskan
Termasuk: polip adenomatosa, kulit organ genitalia wanita
D28.0 Vulva
D28.1 Vagina
D28.2 Tuba dan ligamen uterus: tuba Fallopii, ligamen uterus (latum)(rotundum)
D28.7 Organ genitalia lain wanita yang dijelaskan
D28.9 Organ genitalia wanita, tidak dijelaskan

D29 Neoplasma jinak organ genitalia pria
Termasuk: kulit organ genitalia pria
D29.0 Penis
D29.1 Prostat
Kecuali: hyperplasia prostate (adenomatosa) (N40)
prostatic:: adenoma (N40), pembesaran, hipertrofi (N40)
D29.2 Testis
D29.3 Epididymis
D29.4 Skrotum; kulit skrotum
D29.7 Organ genitalia lain pria: vesikula seminalis, spermatic cord, tunica vaginalis
D29.9 Organ genitalia pria, tidak dijelaskan

D30 Neoplasma jinak organ perkemihan
D30.0 Ginjal
Kecuali: kaliks ginjal (D30.1), pelvis ginjal (D30.1)
D30.1 Pelvis ginjal
D30.2 Ureter
Kecuali: muara ureter di bladder (D30.3)
D30.3 Bladder, muara ureter di bladder, lobang pangkal uretra di bladder
D30.4 Urethra
Kecuali: lobang pangkal uretra di bladder (D30.3)
D30.7 Organ perkemihan lainnya: kelenjar paraurethra
D30.9 Urinary organ, tidak dijelaskan; sistem perkemihan NOS

D31 Neoplasma jinak eye and adnexa
Kecuali: jaringan ikat kelopak (D21.0),
kulit kelopak (D22.1, D23.1)
N. Optikus (D33.3)
D31.0 Konjunctiva
D31.1 Kornea
D31.2 Retina
D31.3 Khoroid
D31.4 Korpus siliaris; bola mata
D31.5 Kelenjar dan duktus lakrimalis; saccus lacrimalis, ductus nasolacrimalis
D31.6 Orbita, tidak dijelaskan:
jaringan ikat orbita, otot ekstraokuli, syaraf perifer orbita,
jaringan retrobulbar, jaringan retrookuler
Kecuali: tulang orbita (D16.4)
D31.9 Mata, tidak dijelaskan

69

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D32 Neoplasma jinak meningen
D32.0 Meningen otak
D32.1 Meningen spinalis
D32.9 Meningen, tidak dijelaskan; meningioma NOS

D33 Neoplasma jinak otak dan bagian lain sistem syaraf pusat
Kecuali: angioma (D18.0), meningen (D32.-), syaraf perifer dan sistem syaraf otonom (D36.1),
jaringan retro-okuler (D31.6)
D33.0 Supratentorium otak
Ventrikel otak, serebrum, lobus frontalis, oksipitalis, parietalis, temporalis
Kecuali: ventrikel IV (D33.1)
D33.1 Infratentorium otak: batang otak, serebelum, ventrikel IV
D33.2 Otak, tidak dijelaskan
D33.3 Nervi craniales; bulbus olfaktorius
D33.4 Medulla spinalis
D33.7 Bagian lain sistem syaraf pusat yang dijelaskan
D33.9 Sistem syaraf pusat, tidak dijelaskan; sistem syaraf (pusat) NOS

D34 Neoplasma jinak kelenjar tiroid

D35 Neoplasma jinak kelenjar endokrin lain dan yang tidak dijelaskan
Kecuali: pankreas endokrin (D13.7), ovarium (D27), testis (D29.2), thymus (D15.0)
D35.0 Kelenjar adrenal
D35.1 Kelenjar parathyroid
D35.2 Kelenjar pituitary
D35.3 Duktus kraniofarings
D35.4 Kelenjar pineal
D35.5 Carotid body
D35.6 Aortic body dan paraganglia lain
D35.7 Kelenjar endokrin lain yang dijelaskan
D35.8 Keterlibatan pluriglandular [berbagai kelenjar yang berbeda]
D35.9 Kelenjar endocrine, tidak dijelaskan

D36 Neoplasma jinak padasitus lain dan yang tidak dijelaskan
D36.0 Kelenjar limfe
D36.1 Syaraf perifer dan sistem syaraf otonom
Kecuali: syaraf perifer orbita (D31.6)
D36.7 Situs lain yang idjelaskan; hidung NOS
D36.9 Neoplasma jinak pada situs yang tidak dijelaskan

Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui (D37-D48)
Catatan: Kategori D37-D48 mengklasifikasi neoplasma yang sifatnya tidak jelas atau tidak
diketahui, yaitu terdapat keraguan apakah neoplasma ini ganas atau jinak,
menurut situs. Neoplasma semacam ini diberi kode sifat /1 dalam klasifikasi
morfologi neoplasma

70

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

D37 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada rongga mulut dan organ
pencernaan
D37.0 Bibir, rongga mulut dan farings
Aryepiglottic fold: NOS, permukaan hipofarings, zona pinggir
Kelenjar saliva mayor dan minor, batas vermilion bibir
Kecuali: permukaan larings plika aryepiglottik (D38.0), epiglottis: NOS atau pars
suprahyoidea (D38.0), kulit bibir (D48.5)
D37.1 Lambung
D37.2 Usus halus
D37.3 Appendix
D37.4 Kolon
D37.5 Rektum, pertemuan rektosigmoid
D37.6 Hati, kantong empedu dan saluran empedu, ampulla Vateri
D37.7 Organ pencernaan lainnya:saluran anus, sfingter ani, anus NOS, usus NOS
Kecuali: pinggir anus (D48.5), kulit anus, kulit perianus (D48.5)
D37.9 Organ pencernaan, tidak dijelaskan

D38 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada telinga tengah dan organ
pernafasan dan intratoraks
Kecuali: jantung (D48.7)
D38.0 Larynx
Aryepiglottic fold, permukaan larings; epiglottis (pars suprahyoidea)
Kecuali: aryepiglottic fold: NOS, permukaan hipofarings, pinggir (D37.0)
D38.1 Trachea, bronkus dan paru-paru
D38.2 Pleura
D38.3 Mediastinum
D38.4 Thymus
D38.5 Organ pernafasan lain: sinus, rawan hidung, rongga hidung, telinga tengah
Kecuali: telinga (luar)(kulit) (D48.5), nose: NOS (D48.7), kulit (D48.5)
D38.6 Organ pernafasan, tidak dijelaskan

D39 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada genitalia wanita
D39.0 Uterus
D39.1 Ovarium
D39.2 Plasenta
Chorioadenoma destruens, mola hydatidiformis invasif atau maligna
Kecuali: mola hydatidiformis NOS (O01.9)
D39.7 Organ genitalia wanita lainnya; kulit organ genitalia wanita
D39.9 Organ genitalia wanita, tidak dijelaskan

D40 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada genitalia pria
D40.0 Prostat
D40.1 Testis
D40.7 Organ genitalia pria lainnya, kulit organ genitalia pria
D40.9 Organ genitalia pria, tidak dijelaskan

D41 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui organ perkemihan
D41.0 Ginjal
71

1).6 Carotid body D44. testis (D40.9 Organ perkemihan.4) D44.4 Bladder D41.1 Infratentorium otak: batang otak.2 Anemia refrakter dengan kelebihan blasts D46. tidak dijelaskan D43.1) D41. oksipital. begitu dinyatakan D46. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: pelvis ginjal (D41. tidak dijelaskan D45 Polycythaemia vera Kode morfologi M9950 dengan kode sifat /1 D46 Sindroma myelodysplastik Termasuk: Kode morfologi M998 dengan kode sifat /1 D46. serebrum.2) D43.3 Urethra D41.5 Kelenjar pineal D44.1). serebellum.9 Endocrine gland. tidak dijelaskan.4 Medulla spinalis D43.0 Meningen serebri D42.PerKes.9 Meningen. Created By: Subhan.2 Ureter D41.0 Kelenjar tiroid D44.4 Anemia refrakter. thymus (D38.2 Otak. tidak dijelaskan D43 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada otak dan SSP Kecuali: syaraf perifer dan sistem syaraf otonom (D48.3 Kelenjar pituitary D44.1 Kelenjar adrenal D44. lobus frontal.7 Organ perkemihan lain D41. adenomatosis endokrin ganda D44. tidak dijelaskan D42 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada meningen D42.0 Supratentorium otak: Ventrikel serebri. sistem syaraf (pusat) NOS D44 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui kelenjar endokrin Kecuali: pankreas endokrin (D37. ventrikel IV D43. ovarium (D39.1 Meningen spinalis D42.7 Aortic body dan paraganglia lain D44.3 Anemia refrakter dengan kelebihan blasts dengan transformasi D46. AMd. tidak dijelaskan 72 .1 Pelvis ginjal D41.2 Kelenjar parathyroid D44.4 Duktus kraniofarings D44.7 Bagian lain sistem syaraf pusat D43. parietal.3 Nervi kraniales D43.9 Sistem syaraf pusat.0 Anemia refrakter tanpa sideroblasts.1 Anemia refrakter dengan sideroblasts D46.1) D43.8 Keterlibatan pluriglandular.7). temporal Kecuali: ventrikel IV (D43.

kelopak mata Kecuali: rawan sendi (D48.7 Neoplasma lain dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui lain yang dinyatakan pada limfoid. syaraf perifer orabita Kecuali: jaringan ikat (D48.5 Kulit: pinggir anus.2 Syaraf perifer dan sistem syaraf otonom Kecuali: suaraf perifer orbita (D48.9 Neoplasma dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui. AMd.0 Tulang dan rawan sendi Kecuali: rawan telinga (D48. pertumbuhan baru NOS. D40. neoplasma NOS. Created By: Subhan.0) D48. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D46. kulit organ genital (D39. synovia (D48.5) D48.6 Mammae Jaringan ikat mammae.1 Penyakit myeloproliferatif kronis Myelofibrosis (dengan myeloid metaplasia) Penyakit myeloproliferatif.2) D47.PerKes.0). hematopoietik dan jaringan yang berhubungan Termasuk: kode morfologi M974.4 Peritoneum D48. tidak dijelaskan.7) D48. cystosarcoma phyllodes Kecuali: kulit mammae (D48. Preleukaemia (syndrome) NOS D47 Neoplasma lain dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada limfoid.7 Situs lain yang dijelaskan: mata. tidak dijelaskan Myelosklerosis (megakaryocytic) dengan metaplasia myeloid D47.7 Sindroma myelodysplastik lain D46.7.3 Essential (haemorrhagic) thrombocythaemia Idiopathic haemorrhagic thrombocythaemia D47.3 Retroperitoneum D48. tumor NOS 73 . Myelodysplasia NOS. hidung (D38.2 Monoclonal gammopathy D47. kulit perianus. hidung (D38.1). M996-M997 dengan kode sifat /1 D47. jaringan ikat telinga.7).0). jantung. mastocytoma NOS Kecuali: mastocytosis (kulit) (Q82. kulit kelopak mata (D48.5) jaringan ikat kelopak mata (D48.0).1 Jaringan ikat dan jaringan lunak lain. kulit mammae Kecuali: anus NOS (D37.1) D48.9 Sindroma myelodysplastik.0) D48. larings (D38.0 Tumor histiosit dan sel mast dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui tumor sel mast NOS.5) D48.5) jaringan ikat mammae (D48.7) batas vermilion bibir (D37.9 Neoplasma dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui lain yang dinyatakan pada limfoid.1). hematopoietik dan jaringan yang berhubungan Penyakit limfoproliferatif NOS D48 Neoplasma dengan sifat tak jelas atau tak diketahui pada situs lain dan yang tidak dijelaskan Kecuali: neurofibromatosis (nonmalignant) (Q85. tidak dijelaskan " “Pertumbuhan” NOS". kulit anus.6) D48. larings (D38. hematopoietik dan jaringan yang berhubungan D47. M976.1).

Anemia nutrisi (D50-D53) D50 Anemia defisiensi besi Termasuk: anaemia: asiderotic.3) D50. ORGAN PEMBUAT DARAH. AMd.1 Anemia def. pernicious (congenital) Defisiensi faktor intrinsik kongenital D51.0 Anemia defisiensi vitamin B12 akibat defisiensi faktor intrinsik Anaemia: Addison. vit. n. (classified elsewhere) D77* Kelainan darah atau organ pembentuk darah pada penyakit c. (R00-R99) Blok-blok pada Bab ini: D50-D53 Anemia nutrisi D55-D59 Anemia hemolitika D60-D64 Anemia aplastika dan anemia lain D65-D69 Cacad pembekuan. DAN KELAINAN TERTENTU YANG MELIBATKAN MEKANISME IMUN (D50 .9 Anemia defisiensi besi.8 Anemia defisiensi besi lainnya D50. melahirkan. e. Created By: Subhan. Biermer.PerKes. gejala dan penemuan klinis dan laboratorium abnormal. hypochromic D50.8) D51.1 Sideropenic dysphagia sindroma Kelly-Paterson. dan nifas (O00-O99) malformasi. purpura dan kondisi perdarahan lain D70-D77 Penyakit darah dan organ pembentuk darah lain D80-D89 Kelainan tertentu yang melibatkan mekanisme imun Kategori asterisk: D63* Anemia pada penyakit kronis c. tidak dijelaskan D51 Anemia akibat defisiensi vitamin B12 Kecuali: Defisiensi vitamin B12 (E53.c. keracunan dan akibat lain tertentu penyebab eksternal (S00-T98) neoplasma (C00-D48) tanda. gizi dan metabolik (E00-E90) penyakit human immunodeficiency virus [HIV] (B20-B24) cedera. deformasi. e.e. B12 dengan proteinuria Sindroma Imerslund(-Gräsbeck).9) kondisi tertentu yang dimulai pada masa perinatal (P00-P96) komplikasi hamil. sindroma Plummer-Vinson D50.0 Anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah (kronis) Anemia pasca perdarahan (kronis) Kecuali: anemia pasca perdarahan akut (D62) anemia kongenital akibat kehilangan darah janin (P61. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) penyakit endokrin.D89) Kecuali: penyakit autoimmun (sistemik) NOS (M35. anaemia megaloblast herediter 74 . B12 akibat malabsorbsi selektif vit. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB III PENYAKIT DARAH.

2 Anemia skorbut Kecuali: scurvy (E54) – kekurangan vitamin C D53. AMd.9 Anemia akibat kelainan enzim.9) Anemia hemolitika (D55-D59) Kecuali: Anemia defisiensi enzim akibat obat-obatan (D59.9 Anemia defisiensi vitamin B12. Created By: Subhan.-) D56.PerKes.0 Anemia defisiensi folat makanan anemia megaloblastik gizi D52.8 Anemia defisiensi vitamin B12 lain D51. Thalassaemia intermedia.1 Anemia defisiensi folat akibat obat-obatan D52.1 Anemia megaloblastik lain.c. atau zinc (E60) D53. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D51.0).8 Anemia nutrisi lain yang dijelaskan Kecuali: defisiensi gizi kalau tidak disebutkan anemia.0) D53. tidak dijelaskan D52 Anemia defisiensi asam folat D52.9 Anemia defisiensi folat.0 Thalassaemia alpha Kecuali: hydrops fetalis akibat penyakit hemolisis (P56. pyruvate kinase. type II D55. Anemia megaloblastik NOS Kecuali: penyakit Di Guglielmo (C94.2 Anemia akibat kelainan enzim-enzim glikolisis Anaemia defisiensi hexokinase. sickle-cell beta thalassaemia.8 Anemia akibat kelainan enzim lainnya D55. n. thalassemia major 75 .2) D55. type I D55. seperti defisiensi copper (E61.1 Anemia akibat kelainan lain metabolisme glutathione Anemia akibat defisiensi enzim jalur hexose monophosphate (HMP) Anemia hemolitika nonsferositik (herediter).3 Anemia akibat kelainan metabolisme nukleotida D55.e.0 Anemia defisiensi protein Anemia defisiensi asam amino. triose-P isomerase Anemia hemolitika nonsferositik (herediter).5).8 Anemia defisiensi folat lainnya D52. molybdenum (E61.1) D53. anemia orotaciduric Kecuali: sindroma Lesch-Nyhan (E79.1 Thalassaemia beta Cooley's anaemia.3 Anemia defisiensi vitamin B12 makanan Vegan anaemia D51. tidak dijelaskan D56 Thalassaemia D56.. anemia defisiensi G6PD D55.0 Anemia akibat defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase [G6PD] Favism.9 Anemia gizi.2 Defisiensi transcobalamin II D51. tidak dijelaskan D53 Anemia nutrisi lainnya Termasuk: Anemia megaloblastik yang tidak sembuh dengan terapi vitamin B12 atau folat D53. tidak dijelaskan Anemia kronis sederhana Kecuali: anaemia NOS (D64.

penyakit: Hb-C.0 Sickle-cell anaemia dengan krisis Penyakit Hb-SS dengan krisis D57.8 Kelainan sickle-cell lain D58 Anemia hemolitika herediter lain D58.4).2 Thalassaemia delta-beta D56. penyakit. haemoglobinuria Anemia hemolitika: cold type (secondary)(symptomatic) 76 .9 Thalassaemia.1) D57. sickle-cell beta thalassaemia (D56.0 Anemia hemolitika autoimmun akibat obat-obatan D59. penyakit hemolitik hemoglobin tidak stabil Kecuali: HPFH (D56. familial polycythaemia (D75.2 Haemoglobinopati lain haemoglobin abnormal NOS.0).3 Thalassaemia trait D56.2 Kelainan sabit heterozigot ganda Penyakit: Hb-SC. b-E. AMd. Hb-SD.1 Anemia hemolitika autoimmun lainnya Penyakit hemolitika autoimun (cold type)(warm type) Penyakit haemagglutinin cold kronis Cold agglutinin: penyakit. high-altitude polycythaemia (D75. drepanocytic anemia. Created By: Subhan. kelainan NOS D57. tidak dijelaskan D59 Anemia hemolitika yang didapat D59.8 Thalassaemia lain D56. Kecuali: haemoglobinopathi lain (D58. tidak dijelaskan Mediterranean anaemia (dengan haemoglobinopathy lain) Thalassaemia (minor)(campuran)(dengan haemoglobinopathy lain) D57 Sickle-cell Kelainan-kelainan Kelainan sel-sabit (penyakit Hb S. haemoglobinopathy NOS anaemia „Heinz body‟ congenital. Hb-D.-).3 Sickle-cell trait (bakat sel sabit) Hb-S trait.1) D58.0). hemolisis terjadi tak lama setelah mereka memasuki sirkulasi. heterozygous haemoglobin S D57.PerKes. penyakit Hb-M (D74.1 Hereditary elliptocytosis elliptocytosis (congenital): ovalocytosis (congenital)(hereditary) D58. methaemoglobinaemia (D74. Hb-SE D57. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D56.1 Sickle-cell anaemia tanpa krisis Sickle-cell: anaemia.8 Anemia hemolitika herediter yang dijelaskan lainnya: stomatocytosis D58. Karena eritrosit berbentuk sabit sangat rapuh.4 Hereditary persistence of fetal haemoglobin [HPFH] Hb fetus persisten herediter D56. meniscocytosis) ini adalah anemia hemolitika kronis S.0 Sferositosis herediter acholuric (familial) jaundice: congenital (spherocytic) haemolytic icterus sindroma Minkowski-Chauffard D58.-).9 Anemia hemolitika herediter.

3 Anemia aplastika idiopatik D61. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat . bayi.1 Anemia aplastika akibat obat-obatan D61.3) D59.4 Anemia hemolitika nonautoimmune lainnya Haemolytic anaemia: mekanis. dingin paroksismal gunakan kode tambahan (Chapter XX).6). yaitu penurunan selektif pendahulu eritroid.PerKes.0 Anemia aplastika konstitusional aplasia eritrosit (murni) (pada): kongenital. mikroangiopati.3 Haemolytic-uraemic syndrome D59.9 Aplasia eritrosit murni yang didapat.1 Aplasia eritrosit murni yang didapat sementara D60.3) D59. untuk identifikasi penyebab.9 Anemia hemolitika didapat.-). warm type (secondary)(symptomatic) Kecuali: penyakit hemolitik fetus dan bayi (P55.3) 77 .2 Anemia hemolitika nonautoimmune akibat obat-obatan Anemia defisiensi enzim akibat obat-obatan D59. akibat rusaknya stem cell atau cedera mikro sumsum tulang. AMd. toksik D59. gerak jalan. Created By: Subhan. tidak dijelaskan Anemia hemolitika idiopatik.5 Paroxysmal nocturnal haemoglobinuria [Marchiafava-Micheli] Kecuali: haemoglobinuria NOS (R82.8 Aplasia eritrosit murni yang didapat lsinnys D60.8 Anemia hemolitika didapat lainnya D59. tidak dijelaskan D61 Anemia aplastika lainnya Kecuali: agranulocytosis (D70) D61. paroxysmal cold haemoglobinuria (D59.8 Anemia aplastika lain yang dijelaskan D61. dan sering dengan MCV (mean corpuscular volume – volume eritrosit rata-rata) yang agak tinggi. primer sindroma Blackfan-Diamond. Keraguan ini memunculkan istilah baru.9 Anemia aplastika. Anemia aplastika biasanya berarti panhipoplasia sumsum tulang dengan leukopenia dan trombositopenia.2 Anemia aplastika akibat agen eksternal D61. yaitu aplasia RBC murni. pansitopenia dengan malformasi D61.6 Haemoglobinuria pada haemolysis akibat faktor eksternal lainnya Haemoglobinuria: akibat olahraga.0 Aplasia eritrosit murni yang didapat kronis D60. familial hypoplastic anaemia anemia Fanconi. tidak dijelaskan D62 Anemia pasca perdarahan akut Kecuali: anaemia kongenital dari kehilangan darah janin (P61.3) D59. Termasuk: aplasia eritrosit (acquired)(adult)(with thymoma) D60. kronis Anemia aplastika dan anemia lainnya (D60-D64) D60 Aplasia eritrosit murni yang didapat [erythroblastopenia] Anemia aplastika disebabkan oleh kurangnya pendahulu eritrosit. sindroma Evans (D69. Kecuali: haemoglobinuria NOS (R82.

responsif pada pyridoxine NEC D64.0. AMd.1 Anemia sideroblastik sekunder akibat penyakit D64. O46. O67.4) D64.1).0).0.3) D68.1) hamil.2 Anemia sideroblastik sekunder akibat obat dan toksin D64.0. hemofilia vaskuler Kecuali: defisiensi faktor VIII:NOS (D66).2). O46. kondisi perdarahan lain (D65-D69) D65 Disseminated intravascular coagulation [sindroma defibrinasi] Afibrinogenaemia didapat.4 Anemia diseritropoietik kongenital dishematopoietik anemia (kongenital) Kecuali: sindroma Blackfan-Diamond (D61. faktor VIII dengan cacad vaskuler. klasik Kecuali: Defisiensi faktor VIII dengan cacad vaskuler (D68.0.0) D67 Defisiensi faktor IX herediter Penyakit Christmas. A. O72. peny.0 Penyakit Von Willebrand angiohaemophilia. O72. melahirkan dan nifas (O45.0) D64. Koagulasi intravaskuler diffusa atau disseminata (DIC). tidak dijelaskan Cacad koagulasi. Purpura fulminans Kecuali: pada (mempersulit): abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07. dengan kelebihan blasts (D46. melahirkan dan nifas (O45. Di Guglielmo (C94. O08.3) D66 Defisiensi faktor VIII herediter Defisiensi faktor VIII (dengan cacad fungsional) Haemophilia: NOS. Purpura fibrinolitik. O08. bayi baru lahir (P60). hamil.0 Anemia sideroblastik herediter D64.3).0). plasma thromboplastin component [PTC] D68 Other coagulation defects Kecuali: yang mempersulit: abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.0* Anaemia pada penyakit neoplasia (C00-D48†) D63.8* Anaemia pada penyakit kronis lain yang diklasifikasikan di tempat lain D64 Anemia lain Kecuali: anemia refrakter: tanpa sideroblasts (D46.PerKes. purpura. def. dengan cacad fungsional (D66) 78 . NOS (D46. anemia leukoerythroblastic D64.0. dengan transformasi (D46. dengan sideroblast (D46. O67. Perdarahan fibrinolitik didapat. Koagulopati konsumsi.9 Anemia. Haemophilia B Defisiensi: faktor IX (dengan cacad fungsional).3 Anemia sideroblastik lain Sideroblastic anaemia: NOS.8 Anemia lain yang dijelaskan Infantile pseudoleukaemia. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D63* Anaemia pada penyakit kronis yang diklasifikasikan di tempat lain D63.0. Created By: Subhan.1).

1) D69.4 Trombositopenia primer lainnya Kecuali: Trombositopenia neonatus sementara (P61. Hypoproconvertinaemia.1 Qualitative platelet defects – cacad kualitatif platelet Thrombocytopathy Kecuali: penyakit von Willebrand (D68. VII.9 Kondisi perdarahan. XII. Henoch(-Schönlein).3 Idiopathic thrombocytopenic purpura Sindroma Evans D69. tidak dijelaskan D69. tidak dijelaskan Penyakit lain darah dan organ pembentuk darah (D70-D77) D70 Agranulocytosis Agranulocytic angina.8) D68. tidak dijelaskan D69 Purpura dan keadaan perdarahan lainnya Kecuali:trombositemia essensial (haemorrhagic) (D47.8 Cacad koagulasi lain yang dijelaskan Terdapatnya inhibitor systemic lupus erythematosus [SLE] D68. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat kerapuhan kapiler (herediter) (D69.0).1 Defisiensi faktor XI herediter Haemophilia C Defisiensi Plasma thromboplastin antecedent [PTA] D68. anti-XIa D68. anti-IXa. purpura hipergammaglobulinemia jinak (D89. II. vascular nonthrombocytopenic: haemorrhagic.0) D69. AMd. purpura thrombositopenik thrombotik (M31. pseudohaemophilia vaskuler D69.0). Dysfibrinogenaemia (kongenital). X.8 Kondisi perdarahan lain yang dijelaskan Kerapuhan kapiler (herediter). anti-Xa. purpura cryoglobulinaemia (D89. anti-VIIIa.9 Cacad koagulasi.2 Defisiensi herediter faktor pembekuan lainnya Congenital afibrinogenaemia. Infantile genetic agranulocytosis. allergi D69.PerKes.4 Defisiensi faktor koagulasi yang didapat Defisiensi faktor koagulasi akibat: liver penyakit. V.3 Kelainan perdarahan akibat antikoagulansia yang beredar Hyperheparinaemia Peningkatan: antithrombin. idiopathic Vasculitis. Neutropenic splenomegaly 79 . XIII.2) D69. Penyakit Owren D68. Defisiensi: AC globulin. simplex D69. defisiensi vitamin K Kecuali: defisiensi vitamin K bayi (P53) D68. Created By: Subhan.2 Purpura nonthrombositopenik lainnya Purpura: NOS.1). purpura fulminans (D65).0 Purpura alergi Purpura: anaphylactoid.5 Trombositopenia sekunder D69.3).0). senile. sindroma Wiskott-Aldrich (D82. trombositopenia dengan radius absen (Q87.6 Trombositopenia. proaccelerin Defisiensi faktor: I .

periodik. tidak dijelaskan D74 Methaemoglobinaemia D74. hiposegmentasi lekosit.3) D72.1). kelainan-kelainan immunitas (D80-D89) D72.0 Hiposplenismus Asplenia. May-Hegglin. splenic (primer). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Neutropenia: NOS. kongenital (Q89. Created By: Subhan.9). kongenital.5 Infark limpa Ruptur non-trauma limpa. Perisplenitis.8 Methaemoglobinaemia lain methaemoglobinaemia didapat(dengan sulfhaemoglobinaemia) methaemoglobinaemia toksik D74.5) D71 Kelainan fungsi netrofil polimorfonuklir (PMN) Cacad kompleks reseptor [CR3] membran sel. tidak dijelaskan D73 Penyakit-penyakit limpa D73.1 Hypersplenism Kecuali: splenomegaly: NOS (R16. Splenitis NOS D73. plasmasitosis D72.0 Kelainan genetik lekosit Anomaly (granulation)(granulocyte) atau sindroma: Alder.PerKes. limfositosis (symptomatic). Progressive septic granulomatosis D72 Kelainan lain sel darah putih Kecuali:preleukaemia (syndrome) (D46. atrofi of spleen Kecuali: asplenia (kongenital) (Q89.9 Kelainan sel darah putih.3 Abses limpa D73.9 Methaemoglobinaemia. myelositik.2 Splenomegali kongestif kronis D73. leukomelanopathy Kecuali: Chediak(-Steinbrinck)-Higashi syndrome (E70.0) D73. methaemoglobinaemia. tidak dijelaskan D75 Penyakit lain darah dan organ pembentuk darah 80 .0 Methaemoglobinaemia kongenital defisiensi kongenital NADH-methaemoglobin reductase penyakit haemoglobin-M [Hb-M].0) D73.8).1 Eosinophilia Eosinofilia: allergic. limpa terpuntir D73. monositosis (symptomatic). hereditary D74. Pelger-Huët Hipersegmentasi lekosit.9 Penyakit limpa. pasca-bedah.4 Kista limpa D73.8 Kelainan sel darah putih lain yang dijelaskan Reaksi lekemoid: limfositik. hereditary D72. monositik. neutropenia (D70). Leukositosis. AMd. basophilia (D75. limfopenia. toksik Kecuali: transient neonatal neutropenia (P61. akibat obat.8 Penyakit lain pada limpa Fibrosis limpa NOS. Congenital dysphagocytosis Chronic (childhood) granulomatous penyakit.

-†) Kelainan tertentu yangmelibatkan mekanisme imun (D80-D89) Termasuk: cacad sistem komplemen.0) histiocytosis maligna (C96. Histiocytosis X (chronic) D76. leukaemic (C91.-) D75. kecuali penyakit [HIV] Kecuali: penyakit auto imun (sistemik) NOS (M35.0 Histiositosis sel Langerhans.1). malignant (C85.0).1). NOS (I88.7). vera (D45) D75. Created By: Subhan. lipomelanotic (I89. akut (L04. kelainan fungsi netrofil polimorfonuklir (D71). histiositosis sinus dengan limfadenopati luas Xanthogranuloma D77* Kelainan lain darah dan pembentuknya pada penyakit yang diuraikan di tempat lain Fibrosis limpa pada schistosomiasis [bilharziasis] (B65. berhubungan dengan infeksi D76. hypoxaemic. pembesaran kelenjar limfe (R59.0 Familial erythrocytosis Polycythaemia: jinak. kelainan imunodefisiensi.1).-) lymphadenitis: mesenteric (akut)(kronis) (I88. relative akibat: erythropoietin.4) .1) retikuloendotheliosis atau retikulosis: .2 Sindroma hemofagositik.9 Penyakit darah dan organ pembentuk darah. penyakit [HIV] (B20-B24) D80 Immunodefisiensi dengan cacad antibodi menonjol D80.3 Sindroma histiositoses lain Retikulohistiositoma (giant-cell). not elsewhere classified granuloma eosinophilia. AMd. tidak dijelaskan D76 Penyakit yang melibatkan jar. sarkoidosis. emotional.0 Hipogammaglobulinaemia herediter Agammaglobulinaemia autosom resessif (Swiss type) Agammaglobulinaemia X-link [Bruton] (dg defisiensi growth hormon) 81 .1 Polycythaemia sekunder Polycythaemia: acquired. stress Kecuali: polycythaemia: neonatorum (P61.2 Essential thrombocytosis Kecuali: essential (haemorrhagic) thrombocythaemia (D47.9).8 Penyakit lain darah dan organ pembentuk darah yang dijelaskan Basophilia D75. histiocytic medullary (C96. penyakit Hand-Schüller-Christian.9).1) D75. kronis (I88. nefrogenous. keturunan Kecuali: hereditary ovalocytosis (D58. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: hypergammaglobulinaemia NOS (D89. high altitude.PerKes. nonlipid (C96.2).1 Limfohistiosytosis hemofagositik Retikulosis hemofagositik keturunan (familial) Histiostoses fagosit mononuklit selain sel-sel Langerhans NOS D76.3) D75. volume plasma turun. limforetikulum dan sistem retikulohistiosit Kecuali: penyakit Letterer-Siwe (C96.0) D76.8).

3 Defisiensi adenosine deaminase [ADA] D81. berhubungan dengan cacad mayor lain yang dijelaskan D82.7 Defisiensi kompleks histokompatibilitas major kelas II D81. aplasia atau hypoplasia dengan immunodefisiensi D82. AMd.2 Defisiensi selektif immunoglobulin A [IgA] D80.0 Imunodefisiensi var. tidak dijelaskan Severe combined immunodeficiency kelainan [SCID] NOS D82 Immunodefisiensi yang berhubungan dengan cacad mayor lainnya Kecuali: ataxia telangiectasia [Louis-Bar] (G11.3 Defisiensi selektif sub-subklas immunoglobulin G [IgG] D80.1 Hipogammaglobulinaemia nonfamilial Agammaglobulinaemia dengan limfosit B pembawa immunoglobulin Agammaglobulinaemia (common variable) [CVAgamma] Hipogammaglobulinaemia NOS D80.5 Immunodefisiensi dengan peningkatan immunoglobulin M [IgM] D80. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D80. penyakit limfoproliferatif X-link D82.1 Di George's syndrome Pharyngeal pouch syndrome – sindroma saccus pharyngeus Thymic: alymphoplasia.3) D82.0) D81.4 Sindroma hiperimmunoglobulin E [IgE] D82.9 Immunodefisiensi dengan cacad antibodi.9 Immunodefisiensi gabungan.2 SCID dengan jumlah sel B rendah atau normal D81.4 Sindroma Nezelof D81.8 Immunodefisiensi. tidak dijelaskan D83 Imunodefisiensi variabel bersama (common variable) D83.PerKes.9 Immunodefisiensi.6 Defisiensi antobodi dengan immunoglobulin mendekati normal atau dengan hiperimmunoglobulinaemia D80.7 Hipogammaglobulinaemia sementara pada bayi baru lahir D80.4 Defisiensi selektif immunoglobulin M [IgM] D80. berhubungan dengan cacad mayor.8 Immunodefisiensi lain dengan cacad antibodi menonjol Defisiensi rantai ringan Kappa (Kappa light chain) D80. Created By: Subhan.3 Immunodefisiensi setelah respons cacad herediter terhadap Virus Epstein-Barr. tidak dijelaskan D81 Immunodefisiensi gabungan Kecuali: agammaglobulinaemia autosom resesif (Swiss type) (D80.6 Defisiensi kompleks histokompatibilitas major kelas I Bare lymphocyte syndrome D81. bersama: kelainan utama jumlah dan fungsi sel B 82 .2 Immunodefisiensi dengan anggota tubuh yang pendek D82.5 Defisiensi Purine nucleoside phosphorylase [PNP] D81.8 Immunodefisiensi gabungan lainnya Defisiensi karboksilase yang tergantung Biotin D81.1 SCID dengan jumlah sel T dan B rendah D81.0 Kelainan immunodefisiensi gabungan berat (Severe combined immuno-deficiency [SCID]) dengan gangguan pembentukan retikulum D81.0 Sindroma Wiskott-Aldrich Immunodefisiensi dengan trombositopenia dan eczema D82.

Kecuali: hyperglobulinaemia NOS (R77. tidak dijelaskan D86 Sarkoidosis D86. miositis† (M63. primer.8*).0 Sarkoidosis paru-paru D86.2) kegagalan dan penolakan transplantasi (T86.c. Created By: Subhan.e.2 Sarkoidosis paru-paru dengan sarkoidosis kelenjar limfe D86. tidak dijelaskan D89. miokarditis† (I41.9 Sarkoidosis.1*) Kelumpuhan Nn. sekunder Cryoglobulinaemic: purpura.8 Imunodefisiensi lain yang dijelaskan D84.PerKes.2 Imunodefisiensi var.-) D89. Craniales ganda pada sarkoidosis† (G53.3 Sarkoidosis kulit D86. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat D83. bersama: autoantibodi terhadap sel B atau T D83. AMd. vaskulitis D89.9 Kelainan yang melibatkan mekanisme.9 Imunodefisiensi.1 Cryoglobulinaemia Cryoglobulinaemia: essensial. campuran.2 Hypergammaglobulinaemia. tidak dijelaskan D84 Imunodefisiensi lainnya D84. n.c. idiopatik.1 Imunodefisiensi var. tidak dijelaskan D89 Kelainan lain yang melibatkan mekanisme imun.1 Cacad-cacad pada sistem komplement Defisiensi C1 esterase inhibitor [C1-INH] D84.8 Imunodefisiensi variabel bersama lain D83.0 Cacad lymphocyte function antigen-1 [LFA-1] D84. bersama: kelainan utama immunoregulatory T-cell D83. n. tidak dijelaskan Penyakit imun NOS 83 .8 Kelainan lain yang dijelaskan yang melibatkan mekanisme imun.1 Sarkoidosis kelenjar limfe D86.e.3*) Demam uveoparotid [Heerfordt] D86.8 Sarkoidosis pada situs lain dan situs gabungan Iridocyclitis pada sarkoidosis† (H22.9 Imunodefisiensi variabel bersama.0 Polyclonal hypergammaglobulinaemia Benign hypergammaglobulinaemic purpura Polyclonal gammopathy NOS D89.2*) Sarcoid: artropati† (M14.1) monoclonal gammopathy (D47. D89.8*).

atau hipofungsi kelenjar endokrin akibat neoplasma dan keadaan lain yang diklasifikasi di tempat lain. Kecuali: Hipotiroidisme defisiensi iodin subklinis (E02) E00.8. tipe campuran Kretin endemik.2 Sindroma defisiensi iodin kongenital. tipe neurologis Kretin endemik. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB IV PENYAKIT-PENYAKIT ENDOKRIN. tipe mixedema Kretin endemik: hipotiroid. E34. E05. Kecuali: Komplikasi kehamilan. kretin endemik NOS E01 Kelainan tiroid dan keadaan terkait akibat defisiensi iodin 84 . (R00-R99) Kelainan endokrin-metabolik sementara yang khas pada janin dan neonatus (P70-P74) Chapter ini berisi blok-blok berikut: E00-E07 Gangguan pada kelenjar thyroid E10-E14 Diabetes mellitus E15-E16 Gangguan lain pengaturan glukosa dan sekresi internal pankreas E20-E35 Gangguan pada kelenjar endokrin lain E40-E46 Malnutrisi E50-E64 Defisiensi nutrisi lain E65-E68 Obesitas dan hiperalimentasi lain E70-E90 Gangguan metabolik Kategori asterisk untuk chapter ini adalah sebagai berikut: E35* Kelainan kelenjar endokrin pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain E90* Kelainan nutrisi dan metabolik pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain Gangguan pada kelenjar tiroid (E00-E07) E00 Sindroma defisiensi iodin kongenital Termasuk:: Defisiensi iodin lingkungan yang langsung menyerang pasien atau melalui ibu sewaktu hamil. Kode pada Bab ini (mis.-) bisa sebagai tambahan untuk aktifitas fungsional neoplasma dan jaringan endokrin ektopik.c. jenis miksedematosa E00. Created By: Subhan. E07.PerKes.e. Beberapa pasien T3/T4-nya normal.9 Sindroma defisiensi iodin kongenital. AMd.1 Sindroma defisiensi iodin kongenital. tipe campuan E00. tapi penderitaannya akibat defisiensi pada masa janin. tanda. E16-E31.0 Sindroma defisiensi iodin kongenital. Goitrogen lingkungan bisa menyebabkan keadaan ini. n. diklasifikasi pada Bab II. Gunakan kode tambahan(F70-F79) untuk retardasi mental yang berhubungan.0. tidak dinyatakan Hipotiroidisme defisiensi iodin kongenital NOS. baik secara fungsional aktif atau tidak. melahirkan dan nifas (O00-O99) Gejala. dan kelainan klinis dan laboratorium. NUTRISI DAN METABOLIK (E00-E90) Catatan: Semua neoplasma. tipe neurologis E00.

atrofi tiroid kongenital. nodul (kistik) tiroid E04. goiter toksik NOS E05.1 Hipotiroidisme kongenital tanpa goiter Aplasia tiroid (dengan miksedema).8 Kelainan tiroid dan kondisi terkait akibat defisiensi iodin lainnya Hipotiroidisme defisiensi iodin yang didapat. goiter eksoftalmus NOS. parenkimatosa Kecuali: goiter kongenital sementara dengan fungsi normal (P72.PerKes.0 Tirotoksikosis dengan goiter diffus Penyakit Graves. goiter noduler (nontoksik) NOS E05 Thyrotoxicosis [hyperthyroidism] Kecuali:Tiroiditis kronis dengan dengan tirotoksikosis sementara (E06.1) E05.0) E03. pasca-prosedur (E89.1 Nodul tunggal tiroid nontoksik Nodul koloid (kistik) (tiroid).9 Goiter nontoksik yang tidak dijelaskan Goiter NOS.-) Hipotiroidisme defisiensi iodin subklinis (E02) E01.2 Goiter nodul-ganda nontoksik Goiter kistik.1 Tirotoksikosis dengan tiroid nodul tunggal toksik Tirotoksikosis dengan goiter toksik uninodular E05. E02 Hipotiroidisme defisiensi iodin subklinis E03 Hipotiroidisme lain Kecuali:Hipotiroidisme: defisiensi iodin (E00-E02). parenkimatosa (E03. AMd. Created By: Subhan. diffus.2 Tirotoksikosis dengan multinodular tiroid toksik 85 .1 Goiter multinodul (endemik) akibat defisiensi iodin Goiter nodular akibat defisiensi iodin E01.3 Hipotiroidisme pasca-infeksi E03. goiter uninoduler nontoksik.9 Hipotiroidisme yang tidak dijelaskan Myxedema NOS E04 Goiter nontoksik lain Kecuali: Goiter kongenital: NOS.2 Goiter endemik akibat defisiensi iodin. goiter (kistik) multinodularis E04.8 Goiter nontoksik lain yang dijelaskan E04. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: Sindroma defisiensi iodin kongenital (E00. hipotiroid kongenital NOS E03.0 Goiter difus (endemik) akibat defisiensi iodin E01.0) E03.0) Hipotiroidisme akibat defisiensi iodin (E00-E02) E04.5 Koma miksedema E03. tidak dijelaskan Goiter endemik NOS E01. goiter diffusa toksik.0 Hipotiroidisme kongenital dengan goiter difus Goiter (nontoksik) kongenital: NOS.4 Atrofi tiroid (didapat) Kecuali: atrofi tiroid kongenital (E03.1) E03. tunggal E04.2) Tirotoksikosis neonatus (P72.8 Hipotiroidisme lain yang dijelaskan E03.0 Goiter nontoksik difus Goiter nontoxic: diffus (koloid).2 Hipotiroidisme akibat obat dan zat dari luar lainnya E03.

Hashitoksikosis (sementara) Goiter limfadeniod. tidak dijelaskan E07 Gangguan lain pada tiroid E07. tak dijelaskan Hipertiroidisme NOS. sindroma Pendred Kecuali: goiter kongenital sementara dengan fungsi normal (P72. tiroiditis kronis fibrosa.0 Hipersekresi kalsitonin Hiperplasia sel C tiroid. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Goiter noduler toksik E05. hipersekresi thyrocalcitonin E07. Diabetes mellitus juga bisa terjadi pada keadaan malnutrisi dan kehamilan. tiroiditis ligneous.8*) E06 Tiroiditis Kecuali:Tiroiditis pasca-persalinan (O90.0) E07. haus dan lapar. Hyperglycemia menimbulkan berbagai macam komplikasi. tiroiditis piogenik. Gejala yang khas glycosuria. insulin-dependent).PerKes.4 Tiroiditis yang disebabkan obat E06.5 Krisis/ badai tiroid E05. non-suppuratif Kecuali: tiroiditis autoimun (E06.9 Tiroiditis.0 Tiroiditis akut Abses tiroid. sirkulasi darah perifer.8 Kelainan lain pada tiroid yang dijelaskan Kelainan thyroid-binding globulin (TBG). Created By: Subhan.9 Tirotoksikosis. non-insulin-dependent). infark tiroid Sick-euthyroid syndrome E07. granulomatosa. tiroiditis: kronis NOS E06. E06.2 Tiroiditis kronis dengan with thyrotoxicosis sementara Kecuali: tiroiditis autoimun (E06.3) E06.3) E06. tiroiditis suppuratif E06. baik pada mata.5 Tiroiditis kronis lain Tiroiditis Riedel. atau gagalnya insulin bekerja (tipe II. tiroiditis limfositik. tidak dijelaskan Diabetes mellitus (E10-E14) Diabetes mellitus disebabkan gagalnya produksi insulin (tipe I.3 Tirotoksikosis akibat jaringan tiroid ektopik E05. struma limfomatosa.8 Tirotoksikosis lain Kelebihan TSH (thyroid stimulating hormone) E05. syaraf. serta kadar glukosa darah yang tidak kembali ke normal dua jam setelah makan (“glucose tolerance test” terganggu).5) E06.4 Tirotoksikosis factitia E05. Karakter-keempat berikut digunakan bersama kategori E10-E14: 86 . atau koma.1 Tiroiditis subakut Tiroiditis: de Quervain. pada neonatus. ginjal.1 Goiter akibat ketidakseimbangan hormon (dyshormogenetic) Goiter dishormogenetik keturunan.9 Kelainan tiroid. penyakit jantung tirotoksikosis† (I43. Akibatnya glukosa tidak bisa memasuki sel dan kadar gula darah meningkat (hyperglycemia). perdarahan tiroid. AMd. atau akibat obat-obatan. giant-cell.3 Tiroiditis auto-imun Tiroiditis Hashimoto.

0*). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .8) Toleransi glukosa terganggu (R73.8) Toleransi glukosa terganggu (R73.-).0 Dengan koma Koma diabetes: dengan atau tanpa ketoasidosis.6*) .3) . type II Diabetes non-insulin-dependent pada remaja Kecuali: Diabetes mellitus (dalam): obstetri (O24. hiperosmolar. non-insulin-dependent Kecuali: Diabetes mellitus: (dalam): obstetri (O24. malnutrisi (E12. type I Kecuali: Diabetes mellitus (dalam): obstetri (O24.-) Glycosuria: NOS (R81).2† Dengan komplikasi ginjal Nefropati diabetes (N08.2*). glomerulonefrosis intrakapiler (N08. malnutrisi (E12.-). polineuropati otonom diabetes (G99. Type I (E10.8) Toleransi glukosa terganggu (R73.3*) Sindroma Kimmerstiel-Wilson (N08. hipoinsulinaemia pasca-bedah (E89. angiopati perifer diabetes† (I79. hipoglisemia Koma hiperglisemia NOS . renal (E74. juvenile-onset. neonatus (P70.0*). hipoinsulinaemia pasca-bedah (E89.0).0*) Neuropati otonom diabetes (G99. nonketotic. Glycosuria:: renal (E74. ketosis-prone.1) E11 Non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) Termasuk: Diabetes (mellitus)(nonobese)(obese): adult-onset. renal (E74.2) Glycosuria: NOS (R81).2). dengan neuropati (M14.0). AMd.1) E12 Diabetes mellitus akibat malnutrisi Termasuk: Diabetes mellitus akibat malnutrisi: insulin-dependent.0*). retinopati diabetes (H36.-). amiotrofi (G73.2).0). renal (E74.1) E13 Diabetes mellitus lain yang dijelaskan Kecuali: Diabetes mellitus (dalam): obstetri (O24.9 Tanpa komplikasi E10. ulkus diabetes.-).PerKes.1 Dengan ketoasidosis Diabetes asidosis atau ketoasidosis tanpa disebutkan koma . hipoinsulinaemia pasca-bedah (E89. akibat malnutrisi (E12. Created By: Subhan.2*). stable. neonatus (P70.2). hipoinsulinaemia pasca-bedah (E89.-). neonatus (P70.7 Dengan komplikasi ganda . Glikosuria: NOS (R81).5 Dengan komplikasi sirkulasi perifer Gangren diabetes.-).0).0*) . polineuropati (G63. NOS (R81) Toleransi glukosa terganggu (R73.6 Dengan komplikasi lain yang dinyatakan Arthropathy diabetes (M14.1) E14 Diabetes mellitus yang tidak dijelaskan Termasuk:Diabetes NOS 87 . neonatus (P70. Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) Termasuk: Diabetes (mellitus): brittle.8).-).2*) .4† Dengan komplikasi neurologis Dibabetic: mononeuropati (G59. Type II (E11.-).3† Dengan komplikasi mata Katarak diabetes (H28.0*) .8 Dengan komplikasi yang tidak dijelaskan .3*).

-). sel-sel endokrin pankreas NOS Gangguan kelenjar endokrin lain (E20-E35) Kecuali: galactorrhoea (N64. neonatus(P70. tetani NOS (R29. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: Diabetes mellitus (dalam): obstetri (O24. akibat malnutrisi (E12.0 Hipoglikemia akibat obat tanpa koma E16.1 Hiperparatiroidisme sekunder.PerKes.3 Hiperparatiroidisme yang tidak dijelaskan 88 . sindroma Zollinger-Ellison E16. AMd. renal (E74.5) E21. not elsewhere classified Kecuali: Hiperparatiroidisme sekunder akibat ginjal (N25.0Hipoparatiroidisme idiopatik E20.1) Gangguan lain pengaturan glukosa dan sekresi pankreas (E15-E16) E15 Koma hipoglikemik non-diabetik Koma insulin akibat obat pada non-diabetik.2 Hiperparatiroidisme lain Kecuali: hiperkalsemia hipokalsiurik familial (E83.-).8) E21. bayi dan remaja (E55.2) Hypoparatiroidisme neonatus sementara (P71.0). fungsional.0 Hiperparatiroidisme primer Hiperplasia parathyroid Osteitis fibrosa cystica generalisata [penyakit tulang von Recklinghausen] E21. Ensefalopati pasca koma hipoglikemik E16.9Hipoparatiroidisme yang tidak dijelaskan Tetani paratiroid E21 Hiperparatiroidisme dan kelainan lain kelenjar paratiroid Kecuali: osteomalacia: dewasa (M83. hiperplasia sel beta pankreas NOS Hiperinsulinisme: NOS. hypoparatiroidisme pascaproseur (E89. PP (polipeptida pankreas).0) E21. koma hipoglikemik NOS Hiperinsulinisme dengan koma hipoglikemia E16 Kelainan lain sekresi internal pankreas E16.-).1).8 Hipoparatiroidisme lain E20.-).-) Glycosuria: NOS (R81). Created By: Subhan.3): gynaecomastia (N62) E20 Hipoparatiroidisme Kecuali: Di George's syndrome (D82.1Pseudohipoparatiroidisme E20.8) Toleransi glukosa terganggu (R73.8 Gangguan lain sekresi internal pankreas yang dijelaskan Peningkatan sekresi: GHRH (growth hormone-releasing hormone). Type I (E10. somatostatin. VIP (vasoactive-intestinal polypeptide) E16.4 Sekresi abnormal gastrin Hipergastrinemia. Type II (E11.2).3 Peningkatan sekresi glukagon Hiperplasia sel endokrin pankreas dengan kelebihan glukagon E16.0 ) E20.9 Gangguan sekresi hormon pankreas yang tidak dijelaskan Hiperplasia: sel-sel pulau pankreas NOS.1 Hipoglikemia lain Hipoglikemia nonhiperinsulinemik fungsional.4). hipoinsulinaemia pasca-bedah (E89.2 Hipoglikemia yang tidak dijelaskan E16.

1) Overproduksi: ACTH.8) E22. penyakit Simmonds E23.9Sindroma Cushing yang tidak dijelaskan E25 Kelainan-kelainan adrenogenital Termasuk: Sindroma adreno-genital penyebab virilisasi atau femininasi.1) E23.3) E23. Lorain-Levi short stature Hipogonadisme akibat hipogonadotropin. sindroma Nelson (E24.5 Kelainan kelenjar paratiroid yang tidak dijelaskan E22 Hiperfungsi kelenjar pituitary Kecuali:Sindroma Cushing (E24.4 Sindroma pseudo-Cushing akibat alkohol E24. baik kelainannya di pituitari atau hipotalamus Kecuali: hipopituitarisme pasca-bedah (E89.9 Hiperfungsi kelenjar pituitary yang tidak dijelaskan E23 Hipofungsi dan gangguan lain kelenjar pituitary Termasuk:keadaan berikut. sindroma „fertile eunuch‟ [kebiri-subur] Nekrosis kelenjar pituitary (pasca melahirkan).0Akromegali dan gigantisme pituitari Artropati sehubungan dengan akromegali† (M14.1) E23. short stature (pendek). baik didapat atau sejak lahir karena cacad enzim yang menyebabkan hiperplasia adrenal. tidak berhubungan dengan penyakit Cushing (E27. sindroma Sheehan.0 Hipopituitarisme Defisiensi tersendiri pada: gonadotropin. distrofi adiposogenital E23. insufisiensi NOS Defisiensi growth hormone idiopatik. peningkatan GHRH pankreas (E16.7 Gangguan kelenjar pituitary yang tidak dijelaskan E24Sindroma Cushing E24.3 Gangguan fungsi hipothalamus.8Hiperfungsi lain kelenjar pituitari Pubertas precos sentral – pubertas dini akibat pengaruh otak E22. panhipopituitarisme Sindroma Kallmann. hiperadrenokortisisme yang tergantung pituitari E24. Created By: Subhan.8) E22. hormon pituitary Pituitary: cachexia.1 Sindroma Nelson E24. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E21. 89 .1). overproduksi growth hormone Kecuali: constitutional gigantism (E34. AMd.4).PerKes.0).2 Sindroma Cushing akibat obat E24.8 Sindroma Cushing lainnya E24.0).0 Penyakit Cushing yang tergantung pituitari Overproduksi ACTH pituitari. pituitary ACTH (E24. sindroma Russell-Silver (Q87. growth hormone.2Sindroma sekresi ADH yang tidak semestinya E22. not elsewhere classified Kecuali: Sindroma Prader-Willi (Q87.1Hipopituitarisme akibat obat E23. thyroid-stimulating hormone (E05.6Gangguan lain kelenjar pituitary Absess pituitari.1Hiperprolaktinaemia E22.4 Kelainan lain kelenjar paratiroid yang dijelaskan E21.2Diabetes insipidus Kecuali: diabetes insipidus nefrogenik (N25.5*).-).3 Sindroma ACTH ektopik E24.

3) sindroma Waterhouse-Friderichsen (A39.7) sindroma Waterhouse-Friderichsen (A39.2 Polycystic ovarian syndrome Sindroma sclerocystic ovary.1) E27.0Overaktifitas lain korteks adrenal Overproduksi ACTH. sindroma Stein-Leventhal [menstruasi tidak teratur.1Insufisiensi primer korteks adrenal Penyakit Addison. macrogenitosomia praecox E25. defisiensi enzim 21-hydroxylase Hiperplasia adrenal kongenital dengan kehilangan garam (salt-losing) E25.0Kelainan adrenogenital kongenital akibat deficiensi enzyme Hiperplasia adrenal kongenital. krisis korteks adrenal E27.9Kelainan kelenjar adrenal yang tidak dijelaskan E28 Gangguan fungsi ovarium Kecuali:Defisiensi gonadotropin tersendiri (E23.2 Krisis Addison Krisis adrenal.4) E28.8Kelainan lain kelenjar adrenal yang dijelaskan Kelainan cortisol-binding globulin E27.0Hiperaldosteronisme primer Sindroma Conn. penyakit Addison tuberkulosis (A18. AMd.-). adrenarche prematur Kecuali: sindroma Cushing (E24. gagal ovarium pasca-prosedur (E89. sedikit gemuk. aldosteronisme primer akibat hiperplasia adrenal (bilateral) E26. perdarahan/infark adrenal Kecuali: adrenoleukodystrophy [Addison-Schilder] (E71.4Insufisiensi lain dan tidak dijelaskan pada korteks adrenal Hypoaldosteronism. Created By: Subhan. tak terkait dengan penyakit Cushing.9 Kelainan adrenogenital yang tidak dijelaskan Sindroma adrenogenital NOS E26 Hiperaldosteronism E26.1) E27.PerKes.-) E27. pseudopubertas praecox isosexual.1 Kelebihan androgen Hipersekresi androgen ovarium E28.9Hiperaldosteronisme yang tidak dijelaskan E27 Gangguan lain kelenjar adrenal E27. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Wanita: Pseudohermaphroditisme adrenal. pseudopubertas praecox heterosexual.1Hiperaldosteronisme sekunder E26. hirsutisme (rambut berlebihan)] 90 .3 Insufisiensi korteks adrenal akibat induksi obat E27. adrenalitis autoimmune Kecuali: amyloidosis (E85.8Kalinan adrenogenital lain Kelainan adrenogenital idiopatik E25. hipersekresi katekholamin E27.8Hiperaldosteronisme lain Sindroma Bartter E26.0 Kelebihan estrogen E28.0).5Hiperfungsi medula adrenal Hiperplasia medula adrenal. insufisiensi korteks adrenal NOS. virilisasi Pria: Sexual precocity dengan hiperplasia adrenal.

Created By: Subhan. hipogonadisme testis NOS E29. pseudopubertas precox isoseksual pria (E25.9 Gangguan fungsi testis. (sindroma) femininasi testis (E34. AMd.8Gangguan lain fungsi ovarium Hiperfungsi ovarium NOS E28.1) E30.3 Kegagalan primer ovarium Penurunan estrogen.3) Dystrophia myotonica [Steinert] (G71.8 Gangguan lain fungsi testis E29.0) 91 .5).-) E28. tidak dijelaskan E31 Disfungsi poliglandular Fungsi subnormal beberapa kelenjar endokrin yang datang serentak.8 Disfungsi poliglandular lain E31. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E28.9 Gangguan pubertas. tidak dijelaskan E30 Gangguan pubertas.1).1 Pubertas precox (terlalu cepat) Menstruasi precox Kecuali: pubertas precox sentral (E22. tidak dijelaskan E32 Penyakit-penyakit thymus Kecuali: A/hipoplasia thymus dengan defisiensi immun (D82. dan precocious adrenarche adalah munculnya rambut aksila dan pubis pada usia <8 tahun (wanita) dan <9 tahun (pria). not elsewhere classified Precocious pubarche adalah munculnya rambut pubis. Kecuali: Pseudohipoparatiroidisme (E20.0 Pubertas terlambat Pubertas terlambat konstitusional. Kondisi ini menunjukkan awal pubertas precox.1 Hiperfungsi poliglandular Kecuali: multiple endocrine adenomatosis (D44. walau pun bisa tanpa perkembangan lanjutan. Disfungsi poliglandular.-).9 Gangguan fungsi ovarium. sindroma Klinefelter (Q98. perkembangan seksual terlambat E30.4) E29.0).2. Q98. sindroma Albright(-McCune)(-Sternberg) (Q78.PerKes.8).-).8 Kelainan lain pubertas Thelarche prematur E30.8) E31.0 Kegagalan poliglandular autoimmun Sindroma Schmidt E31. pseudopubertas precox heteroseksual wanita (E25. defisiensi gonadotropin terpisah (E23. ataxia telangiectasia [Louis-Bar] (G11. sindroma Turner (Q96.1). E30.1). resistant ovary syndrome Kecuali:keadaan menopause dan climacteric wanita (N95. precocious thelarche adalah mulainya pertumbuhan mammae pada usia <8 tahun (wanita).1 Hipofungsi testis Defisiensi 5-alpha-reductase (dengan pseudohermaphroditisme pria) Defektif biosintesis androgen testis NOS.0).5) zoo-/oligospermia NOS (N46). menopause prematur NOS. hipofungsi testis pascaprosedur (E89. myasthenia gravis (G70.0 Hiperfungsi testis E29. hiperplasia adrenal kongenital (E25.5).1) disgenesis murni gonad (Q99.0-Q98.1) E31. tidak dijelaskan E29 Kelainan fungsi testis Kecuali:sindroma resistensi androgen (E34.

8* Gangguan kelenjar endokrin lain pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain Malnutrisi (E40-E46) Derajat malnutrisi biasanya dinyatakan dalam standard deviasi (SD) dari berat badan rata-rata populasi yang relevan.3 Short stature (pendek). AMd. malnutrisi sedang kalau antara angka 2 SD . pankreas.0). sindroma Russell-Silver (Q87. Kalau hasil pengukuran berat badan tidak ada. Kalau hanya berat badan saat itu yang tersedia. 3 progeria (E34. (sindroma) femininasi testis E34. dan bronkus. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E32.PerKes. a/hipokondroplastik (Q77. bukti klinis harus menjadi sandaran utama.9 Penyakit thymus.4). psikososial Kecuali: pendek: pituitary (E23.Vol. maka tidak naiknya berat badan anak. progeria E34.4 Constitutional tall stature Gigantisme konstitusi E34.8). endokrin pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain E35.1) anggota tubuh pendek dengan defisiensi imun (D82.0 Sindroma karsinoid Tumor sel-sel neuroendokrin saluran pencernaan (90%). tipe Laron. tidak dijelaskan E34 Gangguan lain endokrin Kecuali:Pseudohypoparathyroidism (E20. 92 . Kode ini bisa sebagai tambahan untuk aktifitas fungsional tumor karsinoid E34.<2 SD di bawah angka rata-rata populasi.1 Abses thymus E32.8 Penyakit lain thymus E32.1* Gangguan kelenjar adrenal pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain Penyakit Addison tuberkulosis (A18.2 Sekresi hormon ektopik.1†) E35. hormon NOS E35* Kelainan kel.2) E34. Created By: Subhan. Kalau ada hasil pengukuran sebelumnya.1 Hipersekresi lain hormon usus E34. sindroma Reifenstein. nutrisi (E45).1) E34. tidak dijelaskan Kekacauan: endokrin NOS.5 Sindroma resistensi androgen Pseudohermafroditisme pria dengan resistensi androgen Kelainan reseptor hormon perifer. atau turunnya berat badan anak dan dewasa merupakan indikasi malnutrisi.9 Kelainan endokrin. konstitusional. not elsewhere classified Pendek: NOS. pada sindroma dismorfik khusus –. not elsewhere classified E34. renal (N25.8 Kelainan lain endokrin yang dijelaskan Disfungsi kelenjar pineal. diagnosis didasarkan pada probabilitas (perkiraan statistik) dan tidak bersifat definitif tanpa uji klinis lain atau laboratorium lainnya.0* Gangguan kelenjar tiroid pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain Tuberkulosis kelenjar tiroid (A18.<3 SD. Malnutrisi berat adalah kalau berat badan ≥3 SD.7†) Sindroma Waterhouse-Friderichsen (meningokokus) (A39.8†) E35.0 Hiperplasia persisten thymus Hipertrofi thymus E32.0). dan malnutrisi ringan kalau 1 SD .

1 PEM ringan Berat badan 1 SD .2).5 Defisiensi vitamin A dengan rabun senja E50.6 Defisiensi vitamin A dengan parut xerophthalmia kornea E50. sekuel malnutrisi protein-enerji (E64.<3 SD di bawah rata-rata populasi referensi.3 Defisiensi vitamin A dengan ulkus dan xerosis kornea E50.stunting (terhalang waktu bertumbuh) Retardasi fisik akibat malnutrisi E46 PEM yang tidak dijelaskan Malnutrisi NOS. Edema kelaparan (busung lapar) E44 Protein-energy malnutrition sedang dan ringan E44. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: anemia gizi (D50-D53). protein-energy imbalance NOS Defisiensi gizi lainnya (E50-E64) Kecuali: anemia akibat gizi (D50-D53) E50 Defisiensi Vitamin A Kecuali: Sekuela defisiensi vitamin A (E64.8 Manifestasi lain defisiensi vitamin A 93 . E45 Retardasi perkembangan setelah PEM Nutritional: short stature (pendek). E50.7 Manifestasi defisiensi vitamin A lainnya pada mata Xerophthalmia NOS E50.0) E40 Kwashiorkor Malnutrisi berat dengan edema dan dispigmentasi kulit dan rambut. Created By: Subhan. E44. AMd. dengan tanda-tanda kwashiorkor dan marasmus E43 Protein-energy malnutrition (PEM) berat yang tidak dijelaskan Berat badan berada pada ≥3 SD di bawah rata-rata.0Defisiensi vitamin A dengan xerosis konjungtiva E50. kelaparan (T73.2 Defisiensi vitamin A dengan xerosis kornea E50.1 Defisiensi vitamin A dengan Bitot's spot dan xerosis konjungtiva Bitot‟s spot pada anak kecil E50.PerKes.0 PEM sedang Berat badan 2 SD .-). Defisiensi protein lebih menonjol daripada defisiensi enerji Kecuali:marasmic kwashiorkor (E42) E41 Nutritional marasmus (defisiensi protein-energi) Malnutrisi berat dengan marasmus. disebut juga bentuk „kering‟ atau kurus Defisiensi protein dan makanan nonprotein Kecuali:marasmic kwashiorkor (E42) E42 Marasmic kwashiorkor Protein-energy malnutrition berat [seperti pada E43]: bentuk intermediate (pertengahan).<2 SD di bawah rata-rata populasi referensi.0) penyakit kurus (B22.4 Defisiensi vitamin A dengan keratomalasia E50. gangguan penyerapan usus (K90.

0 Defisiensi riboflavin (vitamin B2) Ariboflavinosis E53. tidak dijelaskan Hipovitaminosis A NOS E51 Defisiensi Thiamine (Vitamin B1) Kecuali: Sekuela deficiensi thiamine (E64.9 Defisiensi vitamin B.0). osteoporosis (M80-M81).8 Manifestasi lain defisiensi thiamin E51.9 Defisiensi tiamin.2) E55 Defisiensi vitamin D Kecuali: sekuela rickets (E64. sekuela defisiensi vitamin C (E64.9 Defisiensi vitamin A. tak dijelaskan E54 Defisiensi ascorbic acid Defisiensi vitamin C. tidak dijelaskan Avitaminosis D E56 Other vitamin deficiencies Kecuali: Sekuela defisiensi vitamin lain (E64.0 Defisiensi vitamin E E56. tidak dijelaskan E52 Defisiensi Niacin [pellagra] Defisiensi niasin (-tryptophan).2). akibat defisiensi vitamin A (L86*) E50. anemia karena defisiensi vitamin B12 (D51.8 Defisiensi kelompok vitamin B lainnya Defisiensi: biotin. Pellagra (alkoholik) Kecuali: Sekuela defisiensi niacin (E64. sianokobalamin (B12). renal (N25.-) E55. aktif Osteomalasia: bayi.PerKes.9 Defisiensi vitamin D. xeroderma.8) E56. Created By: Subhan.1 Defisiensi vitamin K Kecuali: defisiensi faktor pembekuan karena defisiensi. Crohn‟s (K50. panthotenic acid E53.9 Defisiensi vitamin.3). resisten terhadap vitamin D (E83. beri-beri basah† (I98. vitamin K (D68.4) defisiensi vitamin K bayi (P53) E56.-) E53.3).0). tidak dijelaskan E58 Defisiensi kalsium (Ca) makanan 94 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Keratosis folikularis.3). AMd. remaja (juvenile) Kecuali: rickets: inaktif (E64.1 Beriberi Beri-beri kering.8*) E51. scurvy Kecuali: anemia skorbut (D53.0 Rickets. defisiensi nikotinamida.-). folic acid.8). coeliaca (K90.1 Defisiensi pyridoxine (vitamin B6) E53.2 Wernicke's encephalopathy E51.8) E51. osteomalacia dewasa(M83. E55.8) E53 Defisiensi kelompok vitamin B lainnya Kecuali: Sekuela defisiensi vitamin B (E64.8 Defisiensi vitamin lain E56.

1 Defisiensi Iron (Fe) Kecuali: anemia deifisiensi besi (D50.6 Defisiensi Vanadium E61.2 Defisiensi Magnesium (Mg) E61. tidak dijelaskan E63 Defisiensi gizi lainnya Kecuali:sekuela malnutrisi dan defisiensi gizi lainnya (E64.PerKes.3 Defisiensi Manganese (Mn) E61.6).8) E59 Defisiensi selenium (Se) makanan Penyakit Keshan Kecuali: sequelae defisiensi selenium (E64.3 Sequelae rickets E64.5).9 Defisiensi elemen makanan. sequelae defisiensi kalsium deficiency (E64. Created By: Subhan.8 Defisiensi gizi lain yang dinyatakan E63.9 Defisiensi gizi. tidak dijelaskan Kardiomiopati gizi NOS † (I43.8 Sequelae defisiensi gizi lain E64.-). tidak dijelaskan Obesitas dan makan berlebihan (hyperalimentasi) lainnya (E65-E68) E65 Localized adiposity Fat pad – penebalan lemak E66 Obesity Kecuali:adiposogenital dystrophy (E23.-). dolorosa [Dercum] (E88. gagal bertumbuh (R62.7 Defisiensi ganda elemen makanan E61. sindroma Prader-Willi (Q87. AMd.2). kelainan metabolisme mineral (E83.0 Defisiensi Copper (Cu) E61. sekuela malnutrisi dan defisiensi gizi lainnya (E64.8) E60 Defisiensi seng (Zn) diet E61 Defisiensi elemen diet lainnya Gunakan kode penyebab eksternal kapan perlu Kecuali: kelainan tiroid akibat deifisiensi iodin (E00-E02).-) E61.-) E61.9 Sequelae defisiensi gizi.1 Sequelae defisiensi vitamin A E64.8) E63.1 Ketidakseimbangan konstituen makanan E63.4 Defisiensi Chromium (Cr) E61.5 Defisiensi Molybdenum (Mo) E61. dehidrasi (E86) masalah pemberian makanan bayi baru lahir (P92.0 Sequelae malnutrisi protein-energy Kecuali: perkembangan terhalang setelah PEM (E45) E64.-). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: kelainan metabolisme kalsium (E83.2 Sequelae defisiensi vitamin C E64.0 Defisiensi asam lemak esensial (essential fatty acid [EFA]) E63.1) lipomatosis: NOS (E88.2*) E64 Sekuela malnutrisi dan defisiensi gizi lainnya E64.2) 95 .8 Defisiensi elemen makanan lain yang dijelaskan E61.

1) Hiperplasia adrenal kongenital (E25.8) E72 Kelainan lain metabolisme asam amino Kecuali:Gout (M10.1 Obesitas akibat obat E66. sindroma Lowe. Sindroma Fanconi (-de Toni) (-Debrē).2 Kelainan metabolisme asam amino. Cross.PerKes. Zelwegger (Q87.1 Hiperphenilalaninaemias lain E70. defisiensi carnitine palmityltransferase Kecuali: penyakit Refsum (G60. cystinuria. tirosinemia. tidak dijelaskan E71 Kelainan metabolisme asam amino bercabang dan asam lemak E71.0). AMd.0).2 Megavitamin-B6 syndrome E67.0 Phenylketonuria klasik E70.3). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E66. penemuan abnormal tanpa manifestasi penyakit (R70-R89) Kelainan metabolisme: asam amino aromatik (E70.3 Kelainan metabolisme asam lemak Adrenoleuko-displasia (Addison-Schilder).8 Kelainan lain metabolisme asam amino aromatik Kelainan metabolisme histidin. okulo-kutaneus Sindroma: Chediaki (-Steinbrinck)-Higashi. Created By: Subhan.2 Obesitas ekstrim dengan hipoventilasi alveoli E66. tidak dijelaskan E71. tidak dijelaskan E67 Hiperalimentasi lain Kecuali:sekuel hiperalimentasi (E68). propionat E71. Schilder (G37.9 Kelainan metabolisme asam amino aromatik.2) E67. ochronosis. asam lemak (E71. hipertirosinemia.2).0 Hipervitaminosis A E67.6).0 Kelainan transport asam amino Cystonosis.2 Kelainan metabolisme tirosin Alkaptonuria. hiperalimentasi NOS (R63.8 Other specified hyperalimentation E68 Sekuel hiperalimentasi Kelainan Metabolik (E70-E90) Kecuali:Anaemia haemolitika kelainan enzim (D55. purin dan pirimidin (E79.8 Obesitas lain E66.3 Albinism Albinisme okuler.0 Penyakit maple-syrup-urine E71.9 Obesity. asam amino bercabang (E71. sindroma Marfan (Q87.-).-).1). Hermansky-Pudlak E70.0- E71.1 Hipercarotenaemia E67. sindroma resistensi androgen (E34.4).0 Obesitas akibat kelebihan kalori E66.5) Sindroma Ehlers-Danlos (Q79.-).1 Kelainan lain metabolisme asam amino bercabang Hiperleusin-isoleusinemia. triptophan E70. penyakit Hartnup 96 . E70 Kelainan metabolisme asam amino aromatik E70. hipervalinemia. tirosinosis E70. metilmalonat.3 Hipervitaminosis D E67. Asidemia: isovalerat.-) E72. defisiensi 5-α-reductase (E29.

hiperlisinemia E72.1) 97 . Forbes. AMd.4 Kelainan metabolisme piruvate dan glukoneogenesis Defisiensi: phosphoenolpyruvate carboxykinase.PerKes.9 Intoleransi laktosa.9 Kelainan metabolisme asam amino. hidroksilisinemia. homocystinuria. type II) E72.3 Kelainan lain penyerapan karbohidrat di usus Malabsorbsi glukosa-galaktosa.9 Kelainan metabolisme karbohidrat.8 Intoleransi laktosa lainnya E73.-) E74. galaktosemia E74.4 Kelainan metabolisme ornithine Ornithinemia (type I. hiperprolinemia (type-type I. type-type I-III (E77. McArdle.8 Kelainan lain metabolisme karbohidrat yang dijelaskan Pentosuria essensial. citrullinemia. defisiensi sulfite oxidase Kecuali: defisiensi transkobalamin II (D51. intoleransi fruktosa herediter E74. siklus γ-glutamyl E72. defisiensi fosforilasi hati Penyakit: Andersen. Pompe.3 Kelainan metabolisme lysine dan hydroxylysine Asiduria glutarat.5 Kelainan metabolisme glycine Hiperhidroksiprolinemia.0 Glycogen storage disease Glikogenosis jantung.3) E74. sarkosinemia E72.0-E77. tidak dijelaskan E75 Kelainan metabolisme sphingolipid dan penyimpanan lipid lainnya Kecuali:Mucolipidosis.1 Defisiensi laktase sekunder E73.8 Kelainan metabolisme asam amino lain yang dijelaskan Kelainan metabolisme: asam amino β. defisiensi sukrosa Kecuali: intoleransi laktosa (E73. mucopolisakharidosis (E76. glikosuria ginjal E74. II) Non-ketotic hiperglisinemia.8) E72. Created By: Subhan.-) E74. Tauri. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: kelainan metabolisme triptophan (E70.2 Kelainan metabolisme siklus urea Argininemia.2 Kelainan metabolisme galaktosa Defisiensi galaktokinase.6 difosfatase. pyruvate dehydrogenase Kecuali: dengan anemia (D55. hiperammonemia.4) E72. tidak dijelaskan E74 Kelainan lain metabolisme karbohidrat Kecuali:Peningkatan sekresi glukagon (E16. Hers. oxalosis.1 Kelainan metabolisme fruktosa Fruktosuria esensial. asiduria arginosuksinat Kecuali: kelainan metabolisme ornitin (E72.2) E72.1 Kelainan metabolisme asam amino yang mengandung sulfur Cystathioninuria. von Gierke E74.0 Defisiensi laktase kongenital E73. pyruvate carboxylase. defisiensi fruktosa 1.0-E76. tak dijelaskan E73 Intoleransi laktosa E73. diabetes mellitus (E10-E14) Hipoglikemia NOS (E16. Cori. oxaluria.3).2).1). methioninemia. penyakit Refsum (G60.

Bielschowsky-Jansky. jenis low-density-lipoprotein [LDL] E78. Morquio (mirip-)(klasik). Created By: Subhan.2 Mukopolisakharidosis lain Defisiensi β-glukoronidase Mukopolisakharidosis type III. Krabbe.3) E78. tidak dijelaskan E75.PerKes. IV. GM3.8 Kelainan lain metabolisme glycoprotein E77. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E75.1 Gangliosidosis lain Mukolipidosis IV Gangliosidosis: NOS.0 Mukopolisakharidosis. Tay-Sachs GM2 gangliosidosis: NOS. hiperlipidemia group B. Sanfilipo (type B) (type C) (type D) E76.4 Ceroid lipofusinosis neuronal Penyakit: Batten.5 Kelainan lain penyimpanan lipid Kholesterosis serebrotendinosa [von Bogaert-Schere-Epstein]. GM1. jenis very-low-density-lipoprotein [VLDL] E78. leukodistrofi metakromatik. E75. V.0-E75.0 Hiperkholesterolaemia murni Hiperkholesterolemia keturunan.9 Kelainan of glycoprotein metabolism. AMd.2 Sphingolipidosis lain Penyakit: Fabry (-Anderson). fukosisdosis.3) E75. defisiensi sulfatase Kecuali: adrenoleukodistrofi [Addison-Schilder] (E71.6 Lipid storage disorder. Niemann-Pick Sindroma Farber. remaja (juvenile) E75. Kufs. dewasa.3 Mukopolisakharidosis. mokulipidosis III (polidistrofi pseudo-Hurler) E77. tidak dijelaskan E76. type II Sindroma Hunter E76. type I Sindroma Hurler. hiperbetalipoproteinemia Hiperlipoproteinemia: Frederickson IIa.9 Kelainan metabolisme glucosaminoglycan.2 Hiperlipidaemia campuran 98 . tidak dijelaskan E78 Kelainan metabolisme lipoprotein dan lipidaemia lainnya Kecuali: Sphingolipidosis (E75.8 Kelainan lain metabolisme glucosaminoglycan E76.0 GM2 gangliosidosis Penyakit: Sandhoff.1 Cacad dalam degradasi glycoprotein Aspartylglukosaminuria.1 Hipergliseridaemia murni Hipergliseridaemia endogen. mannosidosis.0 Cacad dalam modifikasi enzim lisosom pasca-translasi Mukolipidosis II (penyakit I-cell).1 Mukopolisakharidosis.3 Sphingolipidosis. Spielmeyer-Vogt E75. tidak dijelaskan E77 Kelainan metabolisme glycoprotein E77. penyakit Wolman E75. hiperprebetalipoproteinemia Hiperlipoproteinemia: Frederickson IV. Gaucher. hiperlipidemia group A. tidak dijelaskan E76 Kelainan metabolisme glycosaminoglycan E76. VI Sindroma: Maroteaux-Lamy (ringan)(berat). sialidosis (mokulipidosis I) E77. Scheie E76. Hurler-Scheie.

tidak dijelaskan E78.3 Cacad katalase dan peroxidase Acatalasia [Takahara] E80. sindroma Rotor E80. xeroderma pigmentosum (Q82.7 Kelainan metabolisme bilirubin. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Broad.0). batu ginjal (N20.9 Kelainan metabolisme lipoprotein.6 Defisiensi lipoprotein Abetalipoproteinaemia.PerKes. xanthoma tuberosum Kecuali: kholesterosis serebrotendinosa [von Bogaert-Schere-Epstein] (E75.4 Hiperlipidaemia lain Hiperlipidemia gabungan keturunan E78. hiperlipidemia group D Hipergliseridemia campuran E78.3 Hiperchylomicronaemia Hiperlipoproteinemia Frederickson.-).1 Lesch-Nyhan syndrome E79.9 Kelainan metabolisme purine dan pyrimidine.1 Porphyria cutanea tarda E80.1) E79. defisiensi mineral makanan (E58-E61) Deficiensi vitamin D (E55. hipobetalipoproteinaemia (keturunan) Defisiensi lecithin cholesterol acyltransferase.0 Porphyria eritropoietik herediter Porphyria eritropoietik kongenital.8 Kelainan lain metabolisme purine dan pyrimidine Xanthinuria herediter E79. Wilson 99 . tidak dijelaskan E79 Kelainan metabolisme purine dan pyrimidine Kecuali:Orotaciduric anaemia (D53.5 Sindroma Crigler-Najjar E80. penyakit Tangier E78. Created By: Subhan.8 Kelainan lain metabolisme lipoprotein E78.5) E78.0). tidak dijelaskan E83 Kelainan metabolisme mineral Kecuali: Kelainan parathyroid (E20-E21).0 Hyperuricaemia tanpa tanda-tanda radang arthritis dan penyakit tophi Hiperurikemia asimptomatik E79.4 Sindroma Gilbert E80. type I atu V. AMd.0 Kelainan metabolisme tembaga [copper] Penyakit: Menkes (rambut patah) (rambut kaku seperti baja – steely).-) Gout (M10.2 Porphyria lain Coproporphyria herediter.6 Kelainan lain metabolisme bilirubin Sindroma Dublin-Johnson.-) E83. tidak dijelaskan E80 Kelainan metabolisme porphyrin dan bilirubin Termasuk: Cacad katalase dan peroxidase E80. hiperlipidemia group C Hiperbetalipoproteinemia dengan prebetalipoproteinemia Hiperlipoproteinemia Frederickson IIb atau III Xanthoma tubo-eruptif.5 Hiperlipidaemia.atau floating betalipoproteinemia. kelainan imunodefisiensi gabungan (D81. protoporphyria eritropoietik E80. porphyria: NOS. defisiensi high-density lipoprotein [HDL] Hipoalfalipoproteinaemia. intermitten akut (hepatika) E80.

Created By: Subhan.3 Systemic amyloidosis sekunder Amiloidosis yang berhubungan dengan hemodialisis E85. nefropati amiloid keturunan E85. jenis neuropathic Polineuropati amiloid (Portuguese) E85. AMd. osteomalasia dewasa (M83.1 Cystic fibrosis dengan manifestasi usus Ileus mekonium† (P75*) E84. tak dijelaskan E85 Amyloidosis Kecuali: Penyakit Alzheimer (G30.-) E85.-) E83.4). chondrocalcinosis (M11. hipofosfatemia keturunan. pascabedah (T81.3) E83.3).5 Kelainan metabolisme calcium Hiperkalsemia hipokalsiuria keturunan.2 Heredofamilial amyloidosis. hipofosfatasia Osteomalasia atau rickets akibat resistensi vitamin D Kecuali: osteoporosis (M80-M81).1 Heredofamilial amyloidosis.4 Organ-limited amyloidosis Amiloidosis lokal E85.PerKes. anemia siderosis (D64.0-D64.0-E21.8 Amyloidosis lainnya E85.8 Cystic fibrosis dengan manifestasi lain Cystic fibrosis dengan manifestasi gabungan E84.-). tidak dijelaskan E84 Cystic fibrosis Termasuk: mucoviscidosis E84.2 Kelainan metabolisme seng [zinc] Acrodermatitis enteropatika E83. trauma (T79. hiperkalsiuria idiopatik Kecuali: hiperparatiroidisme (E21.1).0 Cystic fibrosis dengan manifestasi paru-paru E84.3 Kelainan metabolisme phosphor Defisiensi acid phosphatase. kehabisan cairan plasma atau ekstraseluler.9 Kelainan metabolisme mineral.2) E83. hipomagnesemia E83. hipovolemia Kecuali: dehidrasi pada bayi baru lahir (P74) syok hipovolemia: NOS (R57. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E83.1-M11.9 Amyloidosis. tidak dijelaskan E85.0 Hyperosmolality dan hypernatraemia Peningkatan atau kelebihan sodium [Na] 100 . tidak dijelaskan E86 Volume depletion – kehabisan cairan Dehidrasi.8 Kelainan lainmetabolisme mineral E83. jenis non-neuropathic Demam Mediterran keturunan.1 Kelainan metabolisme besi [iron] Hemokromatosis Kecuali: anemia defisiensi besi (D50. elektrolit. dan asam-basa E87.1) E87 Kelainan lain keseimbangan cairan.4 Kelainan metabolisme magnesium Hipermagenemia.9 Cystic fibrosis.0 Heredofamilial amyloidosis.

not elsewhere classified E89. hipoinsulinesmia pasca-bedah E89. AMd. gammopati monoklonal (D47.-).0 Kelainan metabolisme protein plasma.2) E87. metabolik. bisalbuminemia Kecuali: kelainan metabolisme lipoprotein (E78. trimethylaminuria E88. respiratorik E87.1 Hipoinsulinaemia pasca-prosedur Hiperglikemia pasca-pankreatektomi.2 Asidosis Asidosis: NOS. not elsewhere classified Ketidak seimbangan elektrolit.0) E88. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat E87.1 Hypo-osmolality dan hyponatraemia Defisiensi sodium [Na] Kecuali: sindroma sekresi ADH yang tidak semestinya (E22.4 Kelainan campuran keseimbangan asam-basa E87. tidak dijelaskan E90* Kelainan-kelainan gizi dan metabolik pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain 101 .8 Kelainan lain keseimbangan elektrolit dan cairan.8) E88.-) E87.4 Kegagalan ovarium pasca-prosedur E89. hipotiroidisme pasca-bedah E89. laktat.2 Hipoparatiroidisme pasca-prosedur Tetani paratiroprival E89.5 Hipofungsi testis pasca-prosedur E89.2) hipergammaglonbulinemia (D89.6 Hipofungsi korteks (-medulla) adrenal pasca-prosedur E89.0).1) E87.5 Hyperkalaemia Kelebihan kadar potassium [K] E87.2 Lipomatosis. dolorosa E88.1 Lipodystrophy. respiratorik Kecuali: DM (E10-E14 dengan karakter keempat . not elsewhere classified Lipodistrofi NOS Kecuali: penyakit Whipple (K90. Created By: Subhan. metabolik. hipokhloremia E88 Kelainan metabolik lain Kecuali: Histiositosis X (chronic) (D76.9 Kelainan metabolisme. not elsewhere classified Defisiensi α-1-antitripsin.0 Hipotiroidisme pasca-prosedur Hipotiroidisem pasca-radiasi.8 Kelainan metabolisme lain yang dijelaskan Adenolipomatosis Launois-Bensaude.7 Fluid overload Kecuali: edema (R80.8 Kelainan lain endokrin dan metabolik pasca-prosedur E89. not elsewhere classified Lipomatosis: NOS.PerKes.3 Alkalosis Alkalosis: NOS. makroglobulinemia Waldenström (C88) E88. tidak dijelaskan E89 Kelainan endokrin dan metabolik pasca-prosedur. hiperkhloremia.9 Kelainan endokrin dan metabolik pasca-prosedur.3 Hipopituitarisme pasca-prosedur Hipopituitarisme pasca-radiasi E89.6 Hypokalaemia Kekurangan kadar potassium [K] E87.

AMd.9†) F01 Dementia vaskuler  F01. Sindroma ini terjadi pada (1) penyakit Alzheimer.1†) – 65 tahun atau lebih  F00. F00* Dementia pada penyakit Alzheimer (G30. yang kadang-kadang didahului oleh memburuknya kontrol emosi. Kerusakan fungsi ini bisa primer atau sekunder. termasuk yang hanya berupa gejala  F10-F19 Kelainan jiwa dan tingkah laku akibat penggunaan zat psikoaktif  F20-F29 Schizophrenia. (2) penyakit pembuluh darah otak yang menimbulkan infark otak. dan (3) keadaan lain yang mengganggu otak. sedangkan kelainan sekunder adalah pada penyakit yang melibatkan otak sebagai salah satu dari berbagai sistem atau organ tubuh yang diserangnya.8 jenis lain  F01. berhubungan dengan stress-dan somatoformis. memahami. dan memutuskan. belajar. Kelainan primer disebabkan oleh keadaan yang secara langsung dan selektif mengganggu otak.3 campuran korteks dan subkorteks  F01.9 tidak dijelaskan 102 .  F50-F59 Sindroma tingkah laku akibat kekacauan fisiologis dan faktor fisik  F60-F69 Kelainan kepribadian dan tingkah laku pada orang dewasa. termasuk hanya gejala Blok ini berisi kelompok kelainan jiwa akibat penyakit otak. yaitu penyakit degenerasi primer otak yang penyebabnya tidak jelas. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB V KELAINAN JIWA DAN TINGKAH LAKU (F00-F99) Blok-blok di dalam bab ini:  F00-F09 Kelainan jiwa organik. orientasi. menghitung. atau keadaan lain yang merusak fungsi otak.2 pada subkorteks  F01.9* tidak dijelaskan (G30.PerKes.2* tidak jelas atau campuran (G30.  F70-F79 Retardasi mental  F80-F89 Kelainan perkembangan psikologis  F90-F98 Kelainan tingkah laku dan emosi yang biasa mulai pada masa anak dan remaja  F99 Kelainan mental yang tidak dijelaskan Kategori asterisk untuk bab ini:  F00* Dementia yang timbul pada penyakit Alzheimer  F02* Dementia yang timbul pada penyakit lain yang klasifikasinya di tempat lain F00-F09: Kelainan jiwa organik. schizotype dan waham (delusion)  F30-F39 Kelainan alam perasaan (mood/affective]  F40-F48 Kelainan neurotik.8†)  F00. Dementia (F00-F03) adalah sindroma kekacauan fungsi tinggi korteks seperti daya ingat.1 dengan banyak infark  F01. tingkah-laku sosial.0* onset dini (G30.0 dengan onset yang akut  F01. Created By: Subhan. kerusakan otak.0†) – usia <65 tahun  F00.-†)  F00. berpikir. atau motivasi.1* onset lanjut (G30. Kesadaran tidak terganggu. Biasanya terdapat kerusakan fungsi kognitif (pengenalan).

PerKes.1 sindroma pasca ensefalitis  F07.2* pada penyakit Huntington (G10†)  F02. bukan akibat alkohol atau zat psikoaktif lain Sindroma otak organik yang khas dengan kacaunya kesadaran. jenis lainnya  F06. Created By: Subhan. psikosis akibat infeksi.4* pada penyakit human immunodeficiency virus [HIV] (B22. persepsi.0 tidak menyertai dementia  F05. bukan akibat alkohol atau zat psikoaktif lain Amnesia adalah kegagalan ingatan baru dan lama. perhatian. kelainan endokrin.4 kelainan anxiety organik – banyak kecemasan atau panik  F06. yang tidak dijelaskan F07 Kelainan kepribadian dan tingkah-laku akibat kerusakan otak  F07. pikiran.8 jenis lain  F05. tapi ingatan terbaru masih ada.3 kelainan alam perasaan organik  F06.9 kelainan jiwa lain akibat kerusakan otak atau penyakit badan. sikap motorik. 103 . identitas.0†)  F02.8 jenis lain  F07. ingatan. Includes: Psikosis atau sindroma Korsakov.8* pada penyakit lain yang klasifikasinya di tempat lain F03 Dementia yang tidak dijelaskan Excludes: dementia senilis (tua) dengan delirium atau kebingungan akut (F05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F02* Dementia pada penyakit yang klasifikasinya di bagian lain  F02.2 kelainan waham organik  F06. Kesanggupan belajar menurun dan orientasi waktu terganggu.5 kelainan disosiasi organik – integrasi memori.0†)  F02.1 menyertai dementia  F05.0†)  F02. reaksi organik.1* pada penyakit Creutzfeldt-Jakob (A81. bingung (nonalcoholic). zat-zat eksogen.9 tidak dijelaskan.1) senility NOS (R54) F04 Amnesia organik.  F06. atau penyakit badan lain.0 halusinosis organik – diikuti banyak halusinasi  F06.2 sindroma pasca-konkusio  F07.3* pada penyakit Parkinson (G20†)  F02.1 kelainan katatonik organik – aktifitas psikomotor terganggu  F06. baik penyakit otak primer.7 kelainan kognitif ringan  F06. Includes: sindroma otak. dan jadwal tidur.6 kelainan emosi labil [asthenic] organik  F06. non-alkoholik F05 Delirium. AMd. emosi.0 kelainan kepribadian organik  F07. Lamanya dan tingkatnya bervariasi.8 kelainan jiwa lain akibat kerusakan otak atau penyakit badan.9 tidak dijelaskan F06 Kelainan jiwa lain akibat kerusakan otak atau penyakit badan Disni termasuk kondisi minor yang berhubungan dengan kelainan otak. dan gerakan putus  F06. penyakit sistemik.0* pada penyakit Pick (G31. sindroma psiko-organik akut atau subakut  F05.

-). intoksikasi patologis. Kekacauan berbanding lurus dengan efek farmakologis dan berkurang menurut waktu. dan lain-lain. Kelainan ini khas dengan halusinasi (biasanya auditorius. AMd. satu kelompok obat (opioid). Karakter ketiga pada kode menunjukkan jenis zat. maka harus diklasifikasikan pada F05. baik melalui resep dokter atau tidak. prioritas untuk menggunakan zat lebih besar dibandingkan dengan kegiatan dan kewajiban lain. Kode ini hendaknya digunakan untuk setiap zat yang diduga. Sifat komplikasi tergantung pada jenis farmakologis dan cara pemberian zat tersebut.  . naiknya toleransi terhadap zat. dan fisiologis yang muncul setelah pemakaian berulang. alkohol. Contohnya delirium tremens (diinduksi alkohol)  .2 Sindroma ketergantungan Campuran fenomena tingkah-laku. F10-F19: Kelainan jiwa akibat penggunaan zat psikoaktif Blok ini berisi kelainan akibat penggunaan zat psikoaktif. distorsi persepsi. Komplikasi bisa berupa trauma. kekacauan 104 . dan kadang-kadang gejala fisik akibat putus zat. atau diazepam). tetap menggunakan walau mengetahui akibat yang berbahaya. Created By: Subhan.PerKes. Sindroma ini khas dengan adanya dorongan untuk menggunakan zat tersebut. Keadaan ini bisa diperberat oleh kejang-kejang. kognisi. tidak dijelaskan. sulit mengontrol penggunaannya. Kerusakan bisa berupa fisik (seperti hepatitis akibat penyuntikan zat psikoaktif) atau mental (misalnya episode depresi setelah meminum alkohol dalam jumlah besar).0 Intoksikasi akut Kondisi setelah pemberian zat psikoaktif yang menyebabkan kekacauan tingkat kesadaran. Subdivisi karakter keempat berikut digunakan untuk kategori F10-F19:  .3 Keadaan putus obat Kelompok gejala yang terjadi akibat penarikan zat psikoaktif setelah penggunaan yang menetap. waham (sering bersifat paranoid atau curiga). Kejang juga bisa timbul. atau fungsi dan respons psiko-fisiologis lain.  . alam perasaan atau tingkah-laku. "bad trips" (drugs). koma. „kesurupan' dan „kemasukan‟ pada waktu intoksikasi zat psikoaktif  . dan karakter keempat menunjukkan keadaan klinis. inhalasi vomitus. Kalau penyebabnya diduga faktor organik.5 Kelainan psikosis Sekelompok fenomena psikosis yang terjadi selama atau sesudah penggunaan zat psikoaktif tapi tidak bisa dijelaskan berdasarkan intoksikasi akut saja dan tidak merupakan bentuk keadaan putus obat. Onset dan arah perjalanan gejala ini terbatas dan tergantung pada zat psikoaktif dan dosis yang digunakan sebelum penggunaannya dihentikan atau dikurangi. namun harus diperhatikan bahwa tidak semua kode karakter keempat ini bisa digunakan pada semua zat. Kesembuhan sempurna. Contohnya adalah mabuk alkohol akut. kejang.1 Penggunaan yang berbahaya Sebuah pola penggunaan zat psikoaktif yang merusak kesehatan. atau berbagai jenis zat psikoaktif yang secara farmakologis berbeda. persepsi. mabuk NOS.  . delirium. tapi sering lebih dari satu jenis sensoris).8. Sindroma ini bisa terjadi pada zat psikoaktif tertentu (tembakau.4 Keadaan putus obat dengan delirium Keadaan putus obat yang diikuti oleh delirium (F05. kognitif. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F09 Kelainan jiwa organik atau simptomatik. kecuali kalau kerusakan jaringan atau komplikasi lain telah terjadi.

Kekacauan sensasi waktu dan urutan kejadian biasanya terdapat.akibat penggunaan sedatif atau hipnotik F14. dan alam perasaan abnormal yang bisa berkisar dari sangat takut atau sangat senang. namun bisa terjadi penurunan kesadaran walau pun tidak berat. di samping kesulitan mempelajari hal baru.akibat penggunaan banyak obat dan penggunaan zat psikoaktif lain Kategori ini digunakan kalau dua atau lebih zat psikoaktif.6 Sindroma amnesia Sebuah gejala dengan kerusakan pada ingatan baru dan lama. dan psikosis/sindroma Korsakov akibat alkohol atau zat psikoaktif lain. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat psikomotor (excitement atau stupor)....akibat penggunaan tembakau F18. karena banyak pengguna obat ganda sendiri tidak mengetahui detil zat yang mereka gunakan. Sensoris biasanya jernih..akibat penggunaan pelarut mudah menguap F19. sedangkan ingatan baru lebih terganggu daripada ingatan lama.akibat penggunaan stimulants lain.  . Includes: penggunaan obat secara salah NOS F20-F29: Schizophrenia.. atau tingkah laku akibat alkohol atau zat psikoaktif berlangsung lebih lama daripada mestinya.akibat penggunaan alkohol F11. kepribadian...8 Kelainan jiwa dan tingkah laku lainnya  . Misalnya kelainan amnesia akibat alkohol atau obat. Kalau kelainan terjadi setelah episode penggunaan zat. paranoia dan psikosis akibat alkohol  . Contohnya adalah halusinosis.PerKes. Created By: Subhan.7 Kelainan psikotik sisa (residual) dan mulainya terlambat (late-onset) Perubahan kognisi. termasuk caffeine F16. kelainan tersebut dikode kalau jelas merupakan efek sisa zat tersebut.akibat penggunaan kokain F15. schizotype dan waham 105 . Awal terjadinya kelainan harus sesuai dengan penggunaan zat psikoaktif..akibat penggunaan kannabinoids F13.akibat penggunaan hallusinogens F17.9 Kelainan jiwa dan tingkah laku yang tidak dijelaskan F10. Konfabulasi bisa sangat menonjol walaupun tidak selalu ada. cemburu. alam perasaan. Fungsi kognitif lain biasanya baik dan kerusakan amnesia tidak berimbang dengan kekacauan lain. AMd. Ingatan terbaru masih utuh. Ia juga digunakan kalau identitas zat psikoaktif yang digunakan tidak jelas atau tidak diketahui. atau tidak dijelaskan  .akibat penggunaan opioids F12. tapi tidak mungkin diketahui mana yang lebih berpengaruh...

1 Kelainan psikotik polimorf akut dengan gejala skizofrenia  F23.. Onset akut adalah perkembangan gambaran klinis dalam dua minggu atau kurang. waham persisten. arah penyakit biasanya kelainan kepribadian.6 Skizofrenia simplex – ringan tapi progresif  F20. persepsi waham dan waham kuasa. atau satu-episode atau lebih dengan remisi yang komplit atau tidak komplit. skizofrenik.  F20. namun tidak bisa diklasifikasikan sebagai organik.PerKes. atau afektif. kecuali kalau skizofrenia muncul lebih dulu.  F23. dan kekacauan persepsi). dan kelainan psikotik akut dan sementara. F22 Kelainan waham persisten Mencakup berbagai kelainan dengan waham jangka panjang merupakan gejala utama. F20 Schizophrenia Kelainan skizofrenik pada umumnya khas dengan distorsi pikiran dan persepsi. thought broadcasting (menyampaikan kemana-mana pikirannya). tidak dijelaskan F21 Kelainan schizotype Kelainan yang khas dengan tingkah laku eksentrik dan alam perasaan yang mirip skizofrenia.8 Skizofrenia lain  F20.  F22. dan terhentinya tingkah laku yang biasa.5 Skizofrenia residual – kronis. suka mempengaruhi atau pasif sama sekali.0 Skizofrenia paranoid .8 Kelainan waham persisten lainnya  F22.2 Kelainan psikotik akut mirip-skizofrenia. tidak dijelaskan F23 Kelainan psikotik akut dan sementara Kelainan dengan onset akut gejala psikotik (waham. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Blok ini menyatukan skhizofrenia. Kelainan skhizoaktif masih masuk ke dalam kategori ini walau pun statusnya masih diperdebatkan. Perjalanan skizofrenia bisa terus menerus.4 Depresi pasca skizofrenia – tekanan perasaan  F20. sewaktu-waktu dengan defisit yang progresif atau stabil. Tidak jelas saat mulai dan evolusinya. gejala sisa  F20. AMd.  F23.0 Kelainan psikotis polimorf akut tanpa gejala skizofrenia  F23.3 Kelainan psikotik akut lain dengan waham sebagai gejala utama.9 Skizofrenia. Diagnosis skizofrenia dihindarkan kalau ada gejala depresi atau manik yang luas. thought insertion or withdrawal (penyisipan atau pembuangan bagian pikiran).0 Kelainan waham – waham tunggal atau kelompok waham yang berhubungan  F22. 106 .1 Skizofrenia hebefrenik – alam perasaan  F20. dan alam perasaan yang tidak sesuai atau tumpul.9 Kelainan waham persisten. suara halusinasi yang mengomentari atau membicarakan pasien. Created By: Subhan. halusinasi. kelainan pikiran dan gejala-gejala negatif. walau pun tidak terdapat kelainan yang merupakan ciri-ciri skizofrenia. Kesadaran dan kapasitas intelektual biasanya baik walau pun defisit kognitif tertentu bisa muncul bersama waktu. Fenomena psikopatologis yang paling penting adalah thought echo (pikiran berulang-ulang). kelainan skhizotipe. Juga skizofrenia tidak didiagnosa kalau ada penyakit otak organik atau ketika keracunan atau putus obat.2 Skizofrenia katatonik – psikomotor: hiperkinensis atau stupor  F20.curiga  F20.3 Skizofrenia „undifferentiated‟ – gejala di atas tidak tegas  F20.

-). AMd. hipomanik.2). atau campuran) harus dikode sebagai kelainan afektif bipolar (F31. Hanya seorang yang benar-benar menderita psikotik. waham terinduksi ke orang lain dan biasanya hilang setelah mereka dipisahkan. tidak dijelaskan F28 Kelainan psikotik non-organik lain Kelainan waham atau halusinasi.9 Kelainan skizoafektif. gangguan ini pada suatu ketika berupa meningginya mood dan peningkatan aktifitas (hipomania atau mania).-). Disini termasuk penyakit. atau reaksi “manik-depresi” 107 . F29 Psikosis non-organik yang tidak dijelaskan F30-F39: Kelainan alam perasaan (afektif/mood) Blok ini berisi kelainan dengan perubahan alam perasaan menjadi tertekan (dengan atau tanpa kecemasan yang terkait) atau menjadi sangat bebas. tapi tidak cukup untuk diagnosis skizofrenia (F20. manik.8 Kelainan psikotik akut dan sementara lain  F23. kelainan psikotik akut dan sementara (F23. F25 Kelainan skizo-afektif Kelainan yang muncul sewaktu-waktu dengan gejala afektif dan skizofrenia. Episode hipomanik atau manik pada seseorang yang memiliki episode afektif sebelumnya (depresif. hampir semua gejala lain bisa merupakan gejala sekunder dari. tipe depresif  F25. dan pada kesempatan lain berupa merendahnya mood dan penurunan aktifitas (depresi).2 Kelainan skizoafektif.8 Episode mania lain  F30. Includes: kelainan bipolar. tapi tidak memenuhi syarat diagnosis skizofrenia atau episode depresi atau manik.8 Kelainan skizoafektif lain  F25. psikosis.PerKes.9 Kelainan psikotik akut dan sementara lain. Perubahan mood biasanya diikuti oleh perubahan level aktifitas menyeluruh. tipe manik  F25.9 Episode mania.0 Hypomania  F30.1 Kelainan skizoafektif.-). Created By: Subhan. F30 Episode mania Semua subdivisi pada kategori ini digunakan hanya untuk satu episode. tidak dijelaskan F24 Kelainan waham induksi Kelainan waham yang dirasakan oleh dua orang atau lebih dengan hubungan emosi yang erat.0 Kelainan skizoafektif. tidak dijelaskan F31 Kelainan afektif bipolar Khas dengan dua atau lebih episode gangguan mood dan aktifitas. Hampir semua kelainan ini cenderung berulang dan titik mulainya episode tersendiri sering berhubungkan dengan kejadian atau situasi yang membuat stress. episode manik jenis psikotik (F30. atau episode depresi berat (F32.3).-). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat  F23. tipe campuran  F25. atau mudah dipahami dari bentuk perubahan mood dan aktifitas. episode manik tunggal  F30.  F25. kelainan waham persisten (F22.2 Mania dengan gejala psikotik  F30.1 Mania tanpa gejala psikotik  F30.

 F34.1 Dysthymia . berlangsung sekurangnya beberapa tahun  F34. AMd.2 Depresi berulang.8 kelainan afektif bipolar lain  F31. episode tunggal manik atau depresi bisa muncul.8 Kelainan afektif persisten lainnya  F34.PerKes.depresi mood kronis.5 episode sekarang depresi berat dengan gejala psikotik  F31.2 episode sekarang mania dengan gejala psikotik  F31. kadang-kadang pada sebagian besar kehidupan dewasanya.1 episode sekarang mania tanpa gejala psikotik  F31. dan konsentrasi.9 Episode depresi.  F32. bangun pagi beberapa jam sebelum biasanya. Tidur biasanya terganggu dan selera makan menurun. Kadang-kadang. Penurunan mood bervariasi dari hari ke hari. episode sekarang sedang  F33. depresi dan perasaan senang ringan  F34.3 Depresi berulang. tegang.0 Episode depresi ringan  F32. tidak dijelaskan 108 . dan berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan.9 kelainan afektif bipolar. dan hilangnya libido.. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat  F31.1 Depresi berulang.6 episode sekarang campuran  F31. episode sekarang ringan  F33. Harga diri dan rasa percaya diri hampir selalu berkurang. berat badan berkurang. tidak berespons pada keadaan sekitar dan bisa diikuti oleh gejala-gejala „somatik‟ seperti hilangnya ketertarikan dan kesenangan. sedang dalam remisi  F33.9 Depresi berulang. dan kelelahan setelah usaha ringan.4 episode sekarang depresi berat tanpa gejala psikotik  F31.0 episode sekarang hipomania  F31.7 sekarang dalam remisi  F31. retardasi psikomotor menonjol. Episode pertama bisa pada semua usia.9 Kelainan afektif persisten. tapi ringan. onset bisa akut atau perlahan.4 Depresi berulang. tertarik. episode sekarang berat tanpa gejala psikotik  F33. dan bahkan dalam bentuk yang paling ringan. tidak dijelaskan F32 Episode depresi Pada episode depresi umumnya terjadi penurunan daya untuk menikmati. Created By: Subhan.0 Depresi berulang.8 Episode depresi lain  F32. tidak dijelaskan F34 Kelainan afektif persisten Kelainan alam perasaan yang persisten dan biasanya naik turun. tidak dijelaskan F33 Depresi berulang Khas dengan berulangnya episode depresi.3 episode sekarang depresi ringan atau sedang  F31. Berlangsung berbulan-bulan.  F33.1 Episode depresi sedang  F32.0 Cyclothymia – mood tidak stabil. hilang selera makan.8 Depresi berulang lainnya  F33. episode sekarang berat dengan gejala psikotik  F33.3 Episode depresi berat dengan gejala psikotik  F32. depresi paling berat di pagi hari.2 Episode depresi berat tanpa gejala psikotik  F32. perasaan bersalah atau merasa tak berguna sering muncul.

8 Kelainan afektif lainnya F39 Kelainan afektif yang tidak dijelaskan F40-F49: Neurosis. Pikiran obsesi adalah ide. Nama lain keadaan ini: neurosis anankastik atau neurosis obsesif-kompulsif  F42.0 Panik [cemas paroksismal secara episodik]  F41. AMd.8 Cemas lain yang dijelaskan  F41. yang kalau bisa dihindari. Obsesi hampir selalu menekan perasaan dan pasien sering berusaha untuk melawannya tapi gagal. Tindakan kompulsi dilakukan berulang-ulang. claustrophobia (takut tempat tertutup). tingkah laku ini diketahui pasien sebagai tidak berdasar.3 Cemas campur lainnya  F41.0 Agoraphobia – takut berada di tempat terbuka  F40.  F41. atau dorongan yang memasuki pikiran berulang-ulang dalam bentuk yang sama. Biasanya.2 Cemas campur depresi  F41..anthropophobia atau neurosis sosial  F40.  F38. kehilangan kontrol.0 Kelainan afektif tunggal lainnya  F38.8 Kelainan obsesi-kompulsi lainnya  F42. Cemas fobia sering hadir bersamaan dengan depresi.8 Cemas fobia lainnya  F40. dengan stress dan somatoformis F40 Cemas fobia (phobic anxiety) Cemas muncul terhadap situasi yang jelas dan tidak berbahaya. atau kalau terpaksa akan dihadapi dengan takut.  F40. Tujuannya untuk mencegah kejadian yang dianggap akan mencelakakan terhadap dirinya atau disebabkan oleh dirinya.1 Kecemasan umum  F41. Berpikir untuk masuk ke situasi fobia biasanya sudah menimbulkan cemas. dan sering diikuti oleh khawatir akan kematian. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F38 Kelainan afektif lainnya Kelainan mood yang tidak cukup berat atau berlangsung tidak cukup lama. Kekhawatiran bisa berupa gejala berdebar-debar atau rasa mau jatuh.9 Cemas fobia.acrophobia (takut ketinggian). tidak dijelaskan F42 Kelainan obsesi-kompulsi Gambaran penting adalah pikiran obsesi dan tindakan kompulsi yang timbul berulang- ulang.1 Tindakan kompulsi yang menonjol  F42.9 Kelainan obsesi-kompulsi.0 Pikiran dengan obsesi yang menonjol  F42.1 Fobia-fobia sosial .2 Fobia spesifik (isolated) .. atau gila. walau pun secara objektif tidak akan terjadi.PerKes. fobia binatang.9 Cemas.2 Pikiran dan tindakan obsesi campuran  F42.1 Kelainan afektif berulang lainnya  F38. tidak dijelaskan F41 Kelainan cemas lainnya Cemas merupakan gejala utama dan tidak terbatas pada situasi tertentu. dan ia berusaha berulang-ulang untuk melawannya. Created By: Subhan. fobia sederhana  F40. bayangan. tidak dijelaskan 109 .

 F44. di luar situasi keagamaan atau kebudayaan yang dianutnya. tapi tidak tidur) adalah kehilangan sementara identitas pribadi dan kesadaran akan sekitar.  F44.  F43.  F44. kesadaran identitas dan sensasi langsung. Kelompok ini hanya melibatkan kelainan fungsi fisik yang biasanya di bawah kontrol normal. suara. seperti paralisis dan anestesia.PerKes. karena hilangnya fungsi tubuh merupakan ekspresi konflik atau kebutuhan emosi. kesadaran bisa dipertahankan atau diganti oleh stupor atau trance.6 Anestesia disosiasi dan kehilangan sensoris 110 .1 Stress pasca trauma . tambah berkelana melebihi aktifitas harian biasa.reaksi sementara terhadap stress fisik dan mental  F43.  F44. atau inkontinensia urin.0 Amnesia disosiasi Gejala utama adalah hilangnya ingatan tentang kejadian penting yang baru terjadi. Kelainan dianggap sebagai respons „maladaptive‟ atau „adaptasi jelek‟ terhadap stress berkepanjangan. akinesia (gerakan sadar berkurang). dan rabaan. lecet jatuh. bisa timbul kalau onsetnya berhubungan dengan masalah yang tidak bisa diselesaikan dan kesulitan interpersonal.0 Reaksi stress akut . Disini termasuk hanya trance yang tidak disadari atau tidak diinginkan. AMd. Kelainan yang lebih kronis. dyskinesia (tidak sanggup mengontrol gerakan sadar). Gejala kelainan sering mewakili konsep pasien tentang timbulnya penyakit. dysarthria (susah mengeluarkan kata-kata dengan jelas).4 Gangguan motorik disosiasi Kemampuan untuk menggerakkan semua atau sebagian anggota hilang.8 Reaksi lain terhadap stress berat  F43. atau perubahan besar kehidupan yang tidak menyenangkan sehingga timbul gangguan penyesuaian.  F44.9 Reaksi yang tidak dijelaskan terhadap stress berat F44 Kelainan-kelainan dissosiasi (konversi) Tema umum adalah hilangnya integrasi normal antara memori masa lalu.2 Stupor disosiasi Stupor disosiasi (keadaan setengah sadar) adalah penurunan atau kehilangan gerakan sadar dan respons terhadap rangsangan luar seperti cahaya. dan gangguan penyesuaian Kategori ini dikenal dengan kejadian yang sangat menekan perasaan sehingga timbul reaksi stress akut. serta kontrol gerak tubuh.3 Trance and possession disorders Trance (keadaan seperti dalam mimpi. aphonia (tak bisa bersuara).2 Gangguan penyesuaian  F43. seperti kecelakaan atau duka-cita.  F44.. Created By: Subhan.respons lama terhadap stress fisik dan mental  F43. tapi jarang disertai lidah tergigit. atau paralysis. dan biasanya bersifat partial (sebagian) dan selektif. Amnesia terpusat pada kejadian yang menyakitkan. Pemeriksaan medis tidak menunjukkan kelainan fisik atau neurologis. bukan sekedar lupa atau lelah.5 Konvulsi disosiasi Mirip dengan epilepsi.1 Fugue disosiasi Fugue disosiasi (kehilangan ingatan dan meninggalkan rumah) memiliki semua gejala amnesia disosiasi. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F43 Reaksi terhadap stress berat.  F44. apraxia (tak mampu bergerak dengan pantas). seizures. Bisa mirip sekali dengan berbagai variasi ataxia (gerak tak terkontrol).

rasa beban berat. seperti kardiovaskuler. bukan pendapat medis. sakit kepala.9 Kelainan disosiasi (konversi).1. bervariasi. berat. Gejala biasanya dua jenis. Created By: Subhan.0 Neurasthenia Kelelahan mudah terjadi setelah usaha mental atau setelah usaha fisik minimal.7 Kelainan disosiasi (konversi) campuran . fungsi. tanpa kelainan pada sistem atau organ tersebut.8 Kelainan disosiasi (konversi) lainnya  F44. dan perasaan desakan dari dalam. dan rasa tidak stabil.6  F44. Nama lain penyakit ini adalah sindroma kelelahan (Fatigue syndrome)  F48.8 Gangguan somatoformis lain Kelainan sensasi.9 Gangguan somatoformis yang tidak dijelaskan – kelainan psikosomatik NOS F48 Neurosis lainnya  F48. pernafasan. dan sering berubah selama paling kurang dua tahun. tidak dijelaskan F45 Kelainan somatoformis Bentuk utama adalah berulang-ulang menyatakan keluhan fisik bersama permintaan untuk pemeriksaan medis. dan tingkah-laku yang tidak disebabkan kelainan fisik.4 Nyeri somatoformis persisten Keluhan utama adalah nyeri persisten. dan urogenital. rasa terbakar. dan terus menerus. dan menekan perasaan.PerKes. namun berhubungan dengan konflik emosi atau masalah psikososial yang cukup besar. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Hilangnya rasa pada kulit memiliki batas yang sesuai dengan pendapat pasien mengenai fungsi tubuh.0-F44. Perhatian biasanya terfokus pada satu atau dua organ atau sistem tubuh. rasa terjepit. tidak melalui syaraf otonom.derealisasi 111 . berulang.2 Kelainan hipokondriak Bentuk utama adalah keyakinan persisten adanya kelainan fisik serius dan progresif. keringat. Sering terdapat perasaan fisik umum yang tidak menyenangkan seperti pusing. yang dikatakan oleh pasien akibat organ atau sistem tertentu. pencernaan. terbatas pada sistem atau bagian spesifik tubuh.  F45.  F44. Pertama.0 Kelainan somatisasi Gejala fisik yang banyak. tapi tidak berdasarkan kelainan fisiologis atau fisik. Kedua. Kehilangan sensasi bisa diikuti oleh keluhan paresthesi (kesemutan).  F45.1 Gangguan somatoformis tidak khas Keluhan somatoformis banyak.  F45. keluhan subjektif dan berubah-ubah mengenai sakit dan nyeri. Kalau gejala jelas dan berlangsung kurang dari dua tahun. dan takut akan kemungkinan kelainan fisik. Jarang diikuti oleh kehilangan total penglihatan atau pendengaran.  F45.  F45. kelainan fisik tidak berhubungan dengan gejala dan keyakinan pasien mengenai penyakitnya.3 Gangguan fungsi otonom somatoformis Keluhan pasien seolah-olah disebabkan penyakit sistem atau organ yang dikontrol oleh syaraf otonom. klasifikasikan pada F45. tremor.gabungan kelainan F44. panas-panas. AMd.1 Sindroma depersonalisasi .  F45. Kalau pun ada. keluhan berdasarkan tanda- tanda objektif rangsangan otonom seperti berdebar-debar. namun tidak terdapat bentuk klinis kelainan somatisasi yang jelas. walau pun hasilnya selalu negatif dan dokter mengatakan bahwa gejalanya tidak memiliki basis fisik.  F45.

Kategori ini hanya mencakup gangguan tidur yang faktor primernya adalah emosi. melahirkan.-) dan hipokhondriaka (F45. maka kode ini harus digunakan bersama diagnosa lain yang menguraikan psikopatologi dan patofisiologi yang terlibat. serta penggunaan obat penekan selera dan diuretika. tubuh.2 Bulimia nervosa Makan berlebihan dan sangat ingin mengontrol berat badan. AMd.1 Anorexia nervosa tidak khas Mirip anorexia nervosa namun gambaran klinis keseluruhan tidak sesuai.0 Anorexia nervosa Khas dengan penurunan berat badan yang disengaja. 112 . walau pun berat badannya sangat berkurang dan ia menunjukkan tingkah-laku menurunkan berat badan. Kecuali: pica pada bayi dan anak kecil (F98.  F50. merangsang muntah dan „cuci perut‟.. sehingga menyebabkan pola makan berlebihan yang disusul oleh muntah atau penggunaan pencahar.PerKes. dan lingkungan.9 Gangguan neurosis.  F50.3 Bulimia nervosa tidak khas Mirip bulimia nervosa.. kecelakaan. Nama lainnya adalah Psychogenic overeating  F50. sering pada wanita muda. Subkategori ini bisa sebagai tambahan pada O21. Nama lain keadaan ini adalah Bulimia. tubuh. Created By: Subhan.9 Kelainan makan.  F48. sehingga terasa seperti tidak nyata. dan serba otomatis di luar kontrol. Misalnya tidak terdapat gejala kunci seperti amenorrhea atau sangat takut gemuk.  F50. nama lain adalah Psychogenic loss of appetite.8 Kelainan makan lainnya Pica (keinginan makan yang bukan makanan seperti kayu atau kertas) pada dewasa.3)  F50. tapi gambaran klinis keseluruhan tidak sesuai.(muntah berlebihan waktu hamil). atau dunia nyata. Gejalanya mencakup pembatasan makanan. dsb.Neurosis NOS  F50-F59: Sindroma akibat gangguan fisiologis dan fisik F50 Kelainan makan  F50.4 Makan berlebihan akibat kekacauan psikologis lain Makan berlebihan akibat kejadian yang menyebabkan stress. atau tidak adanya kekhawatiran berlebihan akan bentuk badan dan berat badan. olahraga berlebihan. seperti ditinggal mati. bisa juga laki-laki muda. Pasien sering mengeluh tentang hilangnya emosi dan merasa terasing dari pikiran. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Pasien mengeluhkan perubahan mutu aktifitas mental. tidak dijelaskan F51 Kelainan tidur non-organik Kelainan tidur sering merupakan gejala kelainan mental atau fisik.2).5 Muntah akibat kekacauan psikologis lain Muntah berulang pada gangguan dissosiasi (F44. anak menjelang pubertas dan wanita menjelang menopause. tidak dijelaskan . Misalnya bisa terdapat makan berlebihan dan penggunaan pencahar berlebihan tanpa perubahan berat badan yang nyata. Nama lainnya adalah Psychogenic vomiting. jauh. Kalau kelainan tidur adalah salah satu keluhan utama dan diyakini pasien sebagai penyakit tersendiri. dan Hyperorexia nervosa  F50.8 Gangguan neurosis lain  F48.  F50.

sehingga menyebabkan insomnia atau hipersomnia. atau lamanya transisi dari bangun ke sadar penuh. maka keadaan ini biasanya berhubungan dengan kelainan jiwa.PerKes.3 Sleepwalking [somnambulism] Perubahan kesadaran sehingga fenomena tidur dan bangun bergabung. namun jarang meninggalkan kamar.5 Vaginismus nonorganic – kejang otot sekitar sehingga vagina tertutup  F52. tidak dijelaskan F52 Gangguan fungsi seksual tanpa kelainan atau penyakit organik Mencakup berbagai keadaan yang berhubungan dengan ketidakmampuan melakukan hubungan seksual seperti yang diinginkan. Created By: Subhan.9 Kelainan tidur nonorganik.0 Insomnia non-organik Keadaan dengan tidur yang tidak memuaskan dan telah berlangsung lama. nafsu sex hipoaktif  F52.orgasme tidak terjadi atau tercapai sangat lama  F52. yang bisa diingat dengan jelas.4 Ejakulasi prematur  F52. dengan rendahnya tingkat keawasan.5 Nightmares – mimpi buruk Mimpi yang berisi rasa cemas dan takut. biasanya pada sepertiga pertama tidur malam. atau harga diri.  F51. Respons seksual adalah proses psikosomatik. tidak dijelaskan 113 . Setelah bangun biasanya ia tidak ingat kejadian tersebut. atau bangun lebih dini.  F51. reaksi dan keterampilan otot. Pasien akan terduduk atau berdiri.1 Penghindaran sex dan kurangnya kenikmatan seksual – anhedonia (sexual)  F52.1 Hypersomnia non-organik Hipersomnia adalah keadaan dengan siang sangat mengantuk. Temanya sering mencakup ancaman nyawa. biasanya pada sepertiga pertama tidur malam.7 Nafsu seksual berlebihan – nymphomania (perempuan). namun suara atau gerak tubuh tidak jelas. Pada waktu bangun ia dengan cepat sadar dan berorientasi ke kenyataan.6 Dyspareunia nonorganik .8 Kelainan tidur nonorganik lainnya  F51. proses psikologis dan somatik biasanya terlibat. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat  F51.nyeri selama hubungan seksual  F52. Biasanya pada episode tersebut terdapat aktifitas otonom.3 Gangguan fungsi orgasme . AMd.  F51. Kalau tidak ada faktor organik yang mendasari.  F51. misalnya susah tertidur.  F51. keamanan.4 Sleep terrors [night terrors] Episode terror dan panik di waktu malam dengan suara dan gerakan yang hebat dan aktifitas otonom yang tinggi.  F51. Ingatan akan kejadian tersebut sangat terbatas (biasanya satu atau dua bayangan yang tidak utuh).9 Disfungsi seksual nonorganik.8 Disfungsi seksual nonorganik lain  F52.2 Nonorganic disorder of the sleep-wake schedule Tidak ada kesesuaian antara jadwal tidur-bangun dengan jadwal yang diinginkan pada lingkungan tertentu. susah untuk tetap tidur. dengan teriakan panik. Sering juga ia lari ke pintu seolah-olah ingin meloloskan diri.0 Kurang atau hilangnya keinginan seksual – frigiditas. serangan tidur. satyriasis (laki-laki)  F52.2 Kegagalan respons genital – gangguan ereksi atau kekeringan vagina  F52.  F52. Pada episode „tidur berjalan‟ ini pasien bangkit dari tempat tidur. Dalam kelainan ini.

0 Kelainan ringan – depresi postpartum  F53. Beberapa dari gejala ini muncul dini pada perkembangan seseorang. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F53 Kelainan jiwa dan tingkah-laku pada puerperium. Ia merasa dirinya sangat penting dan selalu membandingkan segala sesuatu dengan diri sendiri. baik karena informasi tidak cukup. merasakan. tidak bisa memaafkan hinaan. Kelainan kepribadian spesifik (F60).9 Kelainan yang tidak dijelaskan F54 Kelainan psikologis pada kelainan yang klasifikasinya di tempat lain Kategori ini digunakan untuk mencatat pengaruh psikologis yang diduga berperanan dalam timbulnya kelainan fisik yang klasifikasinya pada bab lain. not elsewhere classified Kelainan jiwa yang berhubungan dengan puerperium (muncul dalam waktu enam minggu setelah melahirkan) yang tidak bisa diklasifikasikan di tempat lain pada bab ini. bukan akibat langsung gangguan otak atau kelainan psikiatrik lain.  F60. dan terutama membandingkan dirinya dengan orang lain. mucous colitis F54 and K58. memikirkan.  F53. dan perubahan kepribadian (F62) merupakan pola tingkah-laku yang tertanam dalam. Gejala ini muncul sebagai ekspresi gaya hidup seseorang dan caranya berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. berhubungan dengan ketegangan pribadi yang berat dan kerusakan hubungan sosial. atau karena adanya gambaran klinis khusus yang menyebabkan klasifikasinya di tempat lain tidak sesuai. ulcerative colitis F54 and K51. sosial dan lainnya dan lebih menyukai khayalan. dan yang lainnya didapatkan lebih lambat.8 Kelainan lain  F53. gastric ulcer F54 and K25. aktifitas sendiri. dan muncul sebagai respons terhadap berbagai situasi. F60 Kelainan kepribadian spesifik Kekacauan berat kepribadian dan tingkah-laku. AMd. urticaria F54 and L50. dan introspeksi.-.1 Gangguan kepribadian skizoid Khas dengan menarik diri dari hubungan yang akrab. Mereka melambangkan pembelokan tajam dalam memahami.1 Kelainan berat – psikosis puerperium NOS  F53. Mereka sering berhubungan dengan distress subjektif dan masalah penampilan sosial.  F60.2 Gangguan kepribadian antisosial 114 . dan muncul sejak kanak-kanak atau remaja. curiga berlebihan.-.  F60. Biasanya melibatkan beberapa daerah kepribadian.- F55 Penyalahgunaan zat yang tidak menyebabkan ketergantungan F59 Sindroma tingkah-laku akibat faktor fisiologis dan fisik yang tidak dijelaskan F60-F69: Kelainan kepribadian dan tingkah laku dewasa Blok ini berisi berbagai keadaan dan pola-pola tingkah-laku yang nyata secara klinis dan cenderung menetap.-.PerKes.0 Gangguan kepribadian paranoid Sangat sensitif akan kemunduran. Created By: Subhan. bersikap „siap tempur‟ dan sangat menjaga hak-hak pribadi. Contoh penggunaan kategori ini adalah: asthma F54 and J45. campuran (F61). Termasuk disini faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi keadaan fisik.-. dermatitis F54 and L23- L25.

1 Perubahan kepribadian menetap setelah sakit jiwa  F62. dan respons yang lemah terhadap tuntutan kehidupan harian. psikoneurotik  F60. obsesif-kompulsif  F60. dan kaku.1 Pembakaran yang patologis [pyromania] 115 . dan perhatian. Disebut juga kepribadian amoral.7 Kepribadian tergantung Tergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan. ingin serba sempurna (perfeksionisme).6 Kepribadian hindaran atau cemas Pasien memiliki perasaan tegang dan enggan. mudah tersinggung. mudah disugesti.4 Kepribadian histrionik Alam perasaan dangkal dan labil. Perubahan kepribadian harus jelas dan tidak terdapat sebelum kejadian. psikopatik atau sosiopatik  F60. Disebut juga kepribadian histeris dan psikoinfantil  F60.5 Kepribadian anankastik Selalu ragu-ragu. pasif agresif. Selalu ingin disenangi dan diterima. patuh pada keinginan orang yang lebih tua. alam perasaan mudah berubah. ekspresi emosi berlebihan.3 Kepribadian emosi labil Bertendensi untuk bertindak tanpa memikir akibat. tidak dijelaskan F61 Kelainan kepribadian campuran dan lainnya Kategori ini adalah untuk kelainan spesifik yang sering menimbulkan gangguan tapi tidak memiliki pola spesifik dari gejala-gejala pada F60.PerKes.0 Perubahan kepribadian menetap setelah stress berat  F62.9 Perubahan kepribadian menetap. dan keluarga.  F63. mendramatisir diri sendiri. rangsangan.  F63. F62 Perubahan kepribadian menetap. tidak bisa dikontrol. immatur.0 Judi yang patologis Kelainan ini berupa episode perjudian yang mendominasi kehidupan pasien sampai merusak nilai-nilai dan kewajiban sosial. Gejala lain adalah tendensi untuk merusak diri sendiri.8 Perubahan kepribadian menetap lainnya  F62. Disebut juga kepribadian kompulsif. obsesif. anti sosial. sangat hati-hati. perhatian akan detail berlebihan. bandel. pekerjaan. Disebut juga kepribadian agresif atau eksplosif  F60. egosentris.8 Kelainan kepribadian lainnya Kepribadian eksentrik. dan umumnya merusak kepentingan pasien sendiri dan orang lain.-. bukan karena kelainan otak Gangguan kepribadian yang berkembang setelah stress berat atau penyakit jiwa yang berat. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Khas dengan tidak peduli akan kewajiban sosial dan perasaan orang lain. dan selalu mencari pujian.  F60. asosial.9 Kelainan kepribadian.  F62. emosi mudah meledak dan tidak terkontrol. narcissistic. AMd. tidak dijelaskan F63 Kelainan kebiasaan dan dorongan Khas dengan tindakan berulang tanpa motivasi yang rasional.  F60. tidak percaya diri dan rendah diri. sangat sensitif akan kritikan. dan bertendensi menghindari aktifitas rutin tertentu dengan membesar-besarkan bahaya atau resikonya. Created By: Subhan. atau bunuh diri.

3 Voyeurisme 116 . transvestisme fetish memiliki hubungan yang jelas dengan rangsangan seksual dan keinginan kuat untuk menanggalkan pakaian tersebut ketika orgasme telah dicapai. Penarikan rambut didahului oleh ketegangan yang tinggi dan diikuti oleh perasaan lega atau puas.0 Fetishisme Mengandalkan benda mati (fetish) untuk rangsangan dan kepuasan seksual.  F65. Fetish sering merupakan bagian tambahan tubuh.3 Menarik rambut yang patologis (trichotillomania) Khas dengan botak karena gagal menahan dorongan menarik rambut. diberikan kepada orang lain. rangsangan seksual pada waktu itu diikuti oleh masturbasi.2 Mencuri yang patologis [kleptomania] Kelainan dengan kegagalan menahan dorongan untuk mencuri objek yang tidak berguna untuk pribadi. ingin menjadi jenis seks yang berbeda.PerKes. AMd. tapi tidak selalu. Objek-objek fetish bisa hanya digunakan untuk meningkatkan rangsangan seksual (misalnya dengan partner yang mengenakan pakaian tertentu). dan sangat puas sesudahnya. tanpa bermaksud mengadakan kontak seksual.0 Transsexualisme Khas dengan hasrat hidup sebagai anggota seks yang berlawanan. Contoh umum lainnya khas dengan „texture‟ tertentu seperti karet.1 Transvestisme fetish Pemakaian pakaian jenis seks yang berlawanan untuk rangsangan seksual dan menciptakan penampilan jenis seks berbeda.  F64. dan pikiran tentang api dan kebakaran. Pikiran selalu pada pakaian dan aktifitas jenis seks yang berbeda dan kesal akan jenis seks sendiri. tidak dijelaskan F64 Kelainan identitas kelamin  F64. Keadaan ini bisa terjadi pada fase awal perkembangan trans-seksualisme.8 Kelainan kebiasaan dan dorongan lainnya  F63. atau dikoleksikan.  F65. Biasanya. biasanya diikuti perasaan tidak nyaman atau tidak pantas pada kelompok seksnya sendiri. Diawali peningkatan ketegangan sebelum.  F64. tidak dijelaskan F65 Kelainan nafsu seksual  F65.  F63.9 Kelainan identitas kelamin. Berbeda dari transvestisme trans-seksual. Objek ini bisa dibuang.2 Exhibitionisme Tendensi untuk memperlihatkan genitalia kepada jenis seks yang berbeda atau ke orang banyak di tempat umum.  F63.1 Transvestisme peran-ganda Memakai pakaian jenis seks lain untuk menikmati rasa menjadi anggota jenis seks tersebut. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Khas dengan usaha membakar tanpa motif yang jelas. dan berharap memperoleh pembedahan dan pengobatan supaya tubuh sesuai dengan seks yang diinginkan  F64. misalnya pakaian atau sepatu. Terdapat ketegangan sebelum tindakan. dan kepuasan dalam sesudah tindakan  F63.2 Kelainan identitas kelamin kanak-kanak Pertama muncul di masa kanak-kanak.  F65. Created By: Subhan. plastik atau kulit.9 Kelainan kebiasaan dan dorongan. tanpa hasrat pergantian seks dan tidak diikuti oleh kepuasan seksual.8 Kelainan identitas kelamin lainnya  F64.

dan malah melukai diri sendiri untuk lebih meyakinkan.1 Menciptakan gejala atau cacad fisik atau psikologis Pasien berulang-ulang menciptakan gejala tanpa alasan yang jelas.0 Gangguan pematangan seksual Pasien tidak yakin akan identitas gender atau orientasi seksualnya. bisexual.  F65. Sering pada remaja yang tidak pasti apakah ia homo-. homo-. atau bi-sexual) menyebabkan kesulitan dalam membentuk atau mempertahankan hubungan dengan pasangan seksualnya. AMd.  F65.9 Kelainan nafsu seksual.atau bi-seksual.0 Penonjolan gejala fisik untuk alasan psikologis Gejala-gejala fisik yang sudah pasti menjadi menonjol dan lama akibat keadaan psikologis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Tendensi untuk mengintip orang yang sedang berhubungan seksual atau membuka baju. dan sadomasochisme.  F65. transvestisme.5 Sadomasochisme Aktifitas seksual yang melibatkan pemberian rasa nyeri. Motivasinya kabur dan mungkin untuk mengambil peran sebagai orang sakit. menggeserkan badan pada orang lain untuk rangsangan seks di tempat ramai.6 Kelainan ganda nafsu seksual Lebih dari satu preferensi seksual abnormal dan tidak ada yang lebih menonjol. tidak dijelaskan F68 Kelainan kepribadian dan tingkah laku dewasa lainnya  F68.2 Gangguan hubungan seksual Identitas gender atau orientasi seksual (hetero-. Pasien umumnya tertekan oleh gejala ini. Disebut juga neurosis kompensasi  F68. Keinginan sebagai penerima disebut masochisme. dan mungkin mencari pengobatan untuk mengubahnya. Dilakukan tanpa setahu objek.8 Kelainan kepribadian dan tingkah laku dewasa lainnya yang dijelaskan F69 Kelainan kepribadian dan tingkah laku dewasa . tidak dijelaskan 117 .  F66. tapi ia berharap hal ini berbeda. tidak dijelaskan F66 Kelainan yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual Note: Orientasi seksual saja tidak dianggap sebagai kelainan.1 Orientasi seksual egodystonik Identitas gender atau preferensi seksual (heterosexual. dan diikuti oleh rangsangan seksual dan masturbasi.9 Kelainan perkembangan psikoseksual.8 Kelainan nafsu seksual lainnya Melakukan telpon cabul. dan penggunaan cekikan atau anoksia untuk meningkatkan rangsangan seksual. hinaan.8 Kelainan perkembangan psikoseksual lainnya  F66.  F65. atau prepubertal) tidak diragukan.  F65. mendapatkan bahwa orientasi seksualnya itu berubah. homosexual.4 Paedophilia Nafsu seks pada anak lelaki dan/atau perempuan sebelum atau awal pubertas. mayat (necrophilia).PerKes.  F66. Created By: Subhan. atau ikatan.  F66. aktifitas seksual dengan binatang (zoophilia).  F66. Disebut juga sindroma Munchhausen  F68. sebagai pemberi disebut sadisme. hetero. Kombinasi yang sering adalah fetishisme. atau pada orang dewasa yang setelah orientasi seksualnya terlihat stabil.

khas dengan kegagalan keterampilan pada masa perkembangan. Kemampuan intelektual dan adaptasi sosial bisa membaik sebagai hasil latihan dan rehabilitasi. dan arah yang tetap tanpa remisi atau relaps. Retardasi dapat terjadi dengan atau tanpa keadaan mental dan fisik lainnya. cenderung membutuhkan sokongan terus menerus. kelainan perangai. tapi umumnya bisa mengurus diri sendiri dengan komunikasi dan akademis yang memadai. gerakan. Orang akan memerlukan berbagai sokongan untuk hidup dan bekerja di masyarakat. Created By: Subhan. usia mental 6-9 tahun).9 Kerusakan tingkah laku tidak disebutkan Kalau perlu gunakan kode tambahan untuk keadaan lain yang berhubungan seperti autisma. Biasanya kerusakan berkurang ketika bertumbuh. usia mental di bawah 3 tahun). Keterampilan ini ikut menentukan level kecerdasan umum seperti daya kognitif (pengenalan).0 Kerusakan tingkah laku tidak ada atau minimal  . Derajat retardasi mental diukur dengan alat uji kecerdasan yang distandarisasi.1 Kerusakan tingkah laku nyata dan memerlukan perhatian dan pengobatan. Diagnosis harus didasarkan pada tingkat kemampuan fungsi saat pemeriksaan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F70-F79: Retardasi Mental Perkembangan pikiran terhenti atau tidak sempurna. komunikasi dan gerakan. Cenderung menyebabkan kesulitan belajar di sekolah. Fungsi yang terganggu mencakup bahasa. usia mental 3-6 tahun). Banyak dewasa dengan IQ ini masih mampu bekerja dan mempertahankan hubungan sosial yang baik dan berguna untuk masyarakat. walau pun defisit ringan sering ada pada usia dewasa. bahasa.8 Kerusakan tingkah laku lain  . epilepsi. Subdivisi berikut digunakan untuk menunjukkan luasnya kerusakan tingkah laku.  . F78 Retardasi mental lain F79 Retardasi mental tidak dijelaskan F80-F89: Kelainan perkembangan psikologis Dimulai pada masa bayi atau kanak-kanak. Menyebabkan sulit merawat diri sendiri. F73 Retardasi mental sangat berat IQ di bawah 20 (pada dewasa. Ukuran ini memberi perkiraan derajat retardasi mental. 118 . F70 Retardasi mental ringan IQ 50–69 (pada dewasa. Perkembangan terlambat di masa kanak- kanak. atau cacad fisik yang berat. dan sosial. AMd. keterampilan visuo-spatial (penglihatan ruang).  . gangguan perkembangan lain. F71 Retardasi mental sedang IQ 35–49 (pada dewasa.PerKes. dan koordinasi gerak. berhubungan dengan pematangan sistem syaraf pusat. F72 Retardasi mental berat IQ 20-34 (pada dewasa. usia mental 9–12 tahun). buang air besar dan kecil.

3 Aphasia didapat dengan epilepsy [Landau-Kleffner] Perkembangan bahasa mulanya normal.. kelainan hubungan antar-pribadi. F81.8 Kelainan perkembangan keterampilan sekolah lainnya  F81. lalu kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif menghilang.dyslexia perkembangan  F81.3 Kelainan keterampilan sekolah campuran  F81.  F80. Disebut juga dyslalia  F80. tidak dijelaskan F82 Kelainan perkembangan fungsi gerak Kelainan dengan gambaran utama kegagalan serius perkembangan koordinasi motorik yang tidak bisa hanya dijelaskan oleh retardasi intelektual umum atau kelainan neurologis baik kongenital atau didapat. F83 Kelainan perkembangan campuran Kategori sisa yang berisi campuran gangguan perkembangan spesifik bicara dan bahasa. 119 . Awalnya disertai oleh kelainan otak atau epilepsi.9 Kelainan perkembangan bicara dan bahasa.2 Gangguan bahasa reseptif Pemahaman bahasa rendah. AMd. tapi tidak ada yang lebih menonjol untuk diagnosa utama.9 Kelainan perkembangan keterampilan sekolah. dan F82. Disebut juga dysphasia atau aphasia perkembangan jenis ekspresif  F80. tapi pemahaman normal.0 Kelainan khusus membaca . Hal ini bukan karena kurangnya kesempatan belajar. tapi keterampilan bahasa normal. dan tidak akibat trauma atau penyakit pada otak. serta kelainan emosi dan tingkah laku.PerKes. Onset biasanya antara usia 3-7 tahun. Sering sulit membaca dan mengeja.1 Gangguan bahasa ekspresif Penggunaan ekspresi bahasa rendah. Created By: Subhan.8 Kelainan perkembangan bicara dan bahasa lainnya Lisping (susah mengeluarkan huruf „s‟ dan menggantinya dengan „ts‟  F80. dan fungsi motoris. tidak semata-mata akibat retardasi mental.  F81.1 Kelainan khusus mengeja  F81. keterampilan belajar. tidak dijelaskan F81 Kelainan perkembangan keterampilan sekolah Kelainan dengan gangguan keterampilan sejak tingkat awal perkembangan.2 Kelainan khusus keterampilan berhitung  F81. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F80 Kelainan perkembangan bicara dan bahasa Pola normal berbahasa terganggu sejak awal perkembangan. diikuti gangguan bahasa ekspresi dan artikulasi.  F80. Kategori ini dipakai kalau gangguan fungsi memenuhi kriteria untuk dua atau lebih dari F80. Disebut juga dysphasia. dengan inteligensia umum baik. aphasia perkembangan jenis reseptif. aphasia Wernicke. Bisa diikuti kelainan artikulasi. dan “tuli kata-kata”  F80.0 Gangguan artikulasi (membuat kata) waktu bicara Penggunaan artikulasi di bawah level yang sesuai untuk usia.

stereotype.5 Sindroma Asperger Interaksi sosial seperti autisma. biasanya dengan onset antara usia 7-24 bulan. dan berulang. khas dan berulang). di samping tingkah laku stereotype. minat dan aktifitas terbatas. suka berganti aktifitas tanpa penyelesaian. Tidak terdapat retardasi perkembangan bahasa atau kognitif. kurangnya usaha aktifitas kognitif.8 Kelainan hiperkinetik lain  F90.1 Kelainan hiperkinetik disertai kelainan perangai  F90. AMd.  F84.4 Kelainan overaktif sehubungan dengan retardasi mental dan gerakan stereotype Kategori ini melibatkan anak-anak dengan retardasi mental berat (IQ <34) dengan masalah utama pada hiperaktifitas dan perhatian. komunikasi.  F84.0 Autisma kanak-kanak Ditentukan oleh adanya perkembangan abnormal sebelum usia tiga tahun.0 Kekacauan aktifitas dan perhatian  F90. tidak dijelaskan 120 . berbentuk khas.PerKes.agnosia perkembangan F89 Gangguan perkembangan psikologis yang tidak dijelaskan F90-F98: Kelainan tingkah laku dan emosi dengan awal biasanya pada masa kanak-kanak dan remaja F90 Kelainan hiperkinetik Onset dini (biasanya balita). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F84 Kelainan perkembangan ‘pervasif’ Khas dengan kelainan interaksi sosial timbal-balik dan pola komunikasi. keterampilan gerakan dan penggunaan tangan.3 Kelainan disintegrasi kanak-kanak lainnya Periode perkembangan yang normal sebelum onset kelainan. dan berulang-ulang.  F84..  F84. bersama dengan perlambatan pertumbuhan kepala. dan tingkah laku yang terbatas.2 Sindroma Rett Pada anak perempuan.9 Kelainan perkembangan „pervasif‟. dan keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa. Kelainan ini sering berhubungan dengan gerakan yang kacau. dan aktifitas tidak teratur dan berlebihan. Created By: Subhan.  F84.9 Kelainan hiperkinetik.  F90.1 Autisma tidak khas Berbeda dari autisma kanak-kanak dalam usia onset atau tidak terpenuhinya ketiga set kriteria diagnosa.  F84.  F84. Tidak memiliki rasa sungkan pada orang dewasa. diikuti oleh hilangnya keterampilan yang telah diperoleh dalam waktu beberapa bulan saja. tidak disukai oleh anak lain dan mungkin tersisih. tidak dijelaskan F88 Gangguan perkembangan psikologis lainnya . dan ciri-ciri khas fungsi abnormal pada ketiga area psikopatologi (interaksi sosial timbal-balik.8 Kelainan perkembangan „pervasif‟ lainnya  F84. Terdapat kegagalan fungsi kognitif umum. dan oleh minat dan aktifitas yang terbatas. perkembangan awal normal lalu diikuti penurunan kemampuan bicara. Kelainan ini merupakan bentuk pervasif fungsi seseorang dalam semua situasi.

temper tantrum sangat sering dan berat. Bisa terdapat gangguan tidur atau selera makan.  F91.  F91.0 Kelainan cemas perpisahan pada anak Didiagnosa kalau takut berpisah merupakan fokus kecemasan dan kecemasan tersebut muncul pertama kali pada tahun-tahun awal masa kanak-kanak. tapi derajatnya abnormal. cemas atau gangguan emosi lain. atau bandel yang berulang dan persisten. 121 . mencuri.9 Kelainan perangai dan emosi campuran. dan putus asa. Satu saja dari tingkah laku ini.  F92.  F91.2 Kelainan perangai sosialisasi Mencakup tingkah laku dissosial atau agresif pada orang-orang yang umumnya menyatu dengan baik dengan teman sebayanya. kalau menonjol. bukan fenomena abnormal itu sendiri.0 Kelainan perangai depresif Kombinasi kelainan perangai (F91. Created By: Subhan.1 Kelainan perangai tanpa sosialisasi Khas dengan kombinasi tingkah laku dissosial atau agresif dengan pervasif yang nyata dalam hubungannya dengan anak-anak lain.-) dengan gejala emosi yang persisten dan nyata seperti cemas. menyalahkan diri.  F91. tidak dijelaskan F92 Kelainan campuran perangai dan emosi Kelompok kelainan yang khas dengan kombinasi tingkah laku agresif. obsesi atau kompulsi. dissosial atau bandel. agresif. bolos sekolah dan lari dari rumah. berlangsung lama (enam bulan atau lebih). merusak harta benda.9 Kelainan perangai.  F91.PerKes. Kesesuaian perkembangan digunakan sebagai gambaran kunci dalam perbedaan kelainan emosi ini dari kelainan neurosis (F40-F48). fobia.8 Kelainan perangai dan emosi campuran lainnya Kombinasi kelainan perangai (F91. dan tidak patuh. yang lebih berat daripada kenakalan anak-anak atau remaja. bandel dan disruptif [menghambat kegiatan]) yang hampir selalu terjadi di rumah dan dengan anggota keluarga inti atau anggota di rumah tangga. berbohong.  F92. atau hipokondria.1 Kelainan cemas fobia pada anak Ketakutan masa kanak-kanak yang menunjukkan kespesifikan fase perkembangan dan terdapat pada sebagian besar anak.  F93. dengan gejala-gejala nyata depresi.  F92.0 Kelainan perangai yang hanya di dalam keluarga Agresif (juga melawan. kasar pada orang lain atau binatang. membakar. Contohnya berkelahi atau menjajah („bullying‟) yang berlebihan.-). AMd.-) dengan depresi (F32. kehilangan minat akan aktifitas.3 Kelainan bandel oposisional Kelainan perangai khas dengan tingkah laku melawan. tidak dijelaskan F93 Kelainan emosi dengan onset pada masa kanak-kanak Terutama pemberatan terhadap trend perkembangan normal. depersonalisasi atau derealisasi. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat F91 Kelainan perangai (conduct disorders) Pola kelakuan dissosial. cukup untuk menegakkan diagnosa.  F93. tidak patuh atau disruptif tapi tidak melibatkan tindakan yang lebih ekstrim.8 Kelainan perangai lainnya  F91.

Tic vokalis umum sederhana mencakup pembersihan tenggorok.9 Kelainan perangai dan emosi campuran.2 Kelainan cemas sosial anak Disini terdapat kekhawatiran akan orang asing dan keengganan sosial. Tic motorik umum sederhana hanya melibatkan pengedipan mata. Biasanya makin berat selama remaja dan cenderung menetap di usia dewasa. mengangkat bahu.PerKes. dan mengerutkan wajah. dan menyumpah.  F94. asing.  F95.  F94. dan mendesis. Distorsi lingkungan yang serius mungkin memainkan peranan penting dalam etiologi sebagian besar kasus. AMd.2 Kelainan tambahan anak-anak bersifat disinhibisi (tanpa hambatan) Merupakan pola fungsi sosial abnormal yang muncul pada usia balita dan cenderung bertahan walau pun keadaan lingkungan telah berubah. yang tidak harus muncul bersamaan. tapi tidak melibatkan semua area fungsi sosial. dan berlangsung lebih dari satu tahun. pembersihan tenggorokan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat  F93. misalnya anak mampu berbicara pada satu situasi namun tidak bisa bicara pada situasi (tertentu) lainnya. atau cemas kalau bertemu dengan situasi yang baru. Bisa terdapat „echopraxia‟ dengan gerakan badan yang bisa saja bersifat cabul (copropraxia)  F95.3 Kelainan persaingan pada saudara Kekacauan emosi yang biasanya mengikuti kelahiran adik diperlihatkan oleh sebagian besar anak yang masih kecil.  F94. yaitu gerakan motor yang tidak berirama atau suara tiba-tiba dan tanpa tujuan. tidak dijelaskan F95 Kelainan Tic Manifestasi utama suatu bentuk „tic‟. kerutan wajah.8 Kelainan tic lainnya 122 .  F95. tidak dijelaskan F94 Kelainan fungsi sosial yang dimulai di masa kanak-kanak atau remaja Merupakan kelompok yang memiliki kelainan fungsi sosial sama yang dimulai sewaktu perkembangan. getaran leher.  F95.2 Kelainan tic motor atau vocal gabungan [de la Tourette] Suatu bentuk kelainan tic dengan satu atau lebih tic vokal.0 Mutisme elektif Keadaan „bisu elektif‟ ini khas dengan selektifnya kemampuan bicara yang ditentukan oleh emosi.  F94.8 Kelainan emosi kanak-kanak lainnya  F93. dan getaran kepala. Tic vokal sering muncul ganda dengan vokalisasi berulang yang meledak-ledak. menghardik. dan bisa dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan cabul. Disebut juga “Sibling jealousy”  F93.1 Kelainan tambahan bersifat reaktif pada anak Dimulai pada usia balita dan khas dengan kelainan persisten hubungan sosial. Misalnya kelainan hindaran masa kanak-kanak dan remaja  F93. membau-bau. biasanya berbentuk kedipan mata.8 Kelainan fungsi sosial masa kanak-kanak lainnya  F94. Created By: Subhan.1 Kelainan tic motor atau vocal kronis Berupa tic motorik atau vokal tapi tidak keduanya.9 Kelainan fungsi sosial masa kanak-kanak. yang masing-masing bisa tunggal atau ganda. atau secara sosial mengancam.0 Kelainan tic sementara Tic berlangsung kurang dari 12 bulan.

atau oleh seringnya keraguan atau penghentian yang mengganggu alur irama bicara. Beberapa dari keadaan ini mewakili sindroma yang sudah jelas.  F98. cat. AMd.  F98. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat  F95. Created By: Subhan. dengan kepadatan normal atau mendekati normal.  F98. tanpa fungsi (dan sering berirama) yang bukan bagian dari keadaan psikiatrik atau neurologis yang dikenal. dengan getaran-getaran cepat yang biasanya menunjukkan pola kalimat yang tidak benar. tapi tidak disertai pengulangan atau keraguan.  F98. tidak sesuai dengan usia mentalnya.0 Enuresis non-organik Khas dengan kencing di luar kesadaran baik siang atau malam. memutar rambut. „finger- flicking‟. tidak dijelaskan F98 Kelainan tingkah laku dan emosi lain dengan awalnya anak atau remaja Kelompok kelainan heterogen yang memiliki onset di masa kanak-kanak.9 Kelainan tic.6 Cluttering Bicara yang cepat dengan gangguan kelancaran. atau kelainan struktur saluran kencing.8 Kelainan emosi dan tingkah laku dengan onset kanak-kanak dan remaja  F98. Ini bisa merupakan bagian dari kelainan psikiatrik yang lebih luas (misalnya autisma).  F98.9 Kelainan emosi dan tingkah laku dengan onset kanak-kanak dan remaja Kelainan tingkah laku dan emosional yang tidak dijelaskan.4 Kelainan gerakan stereotypical Gerakan sadar. dan karena tidak bisa dimasukkan ke dalam sindroma lain. dan „hand-flapping‟. pada tempat yang tidak sesuai dengan setting sosiokultural. namun pada yang lain tidak lebih daripada kompleks gejala yang perlu dimasukkan karena keseringannya dan hubungannya dengan masalah psikososial.2 Feeding disorder of infancy and childhood Kelainan pemberian makanan pada masa bayi atau kanak-kanak kecil. Bicara sering salah dan tidak berirama. Gerakan yang tidak membahayakan diri sendiri antara lain „body-rocking‟. yang beratnya sampai menyebabkan pembicaraan tidak bisa dimengerti. mencabut rambut.1 Enkopresis nonorganis Berak berulang baik sadar atau tidak. serangan epilepsi.5 Stuttering [stammering] . tidak dijelaskan 123 . atau tingkah laku psikopatologis terpisah seperti pada klasifikasi ini. stereotype.  F98. dsb.) secara persisten. pecahan kayu.gagap Bicara khas dengan pengulangan atau pemanjangan suara suku kata atau kata.PerKes.  F98. berulang. dan tidak karena kurangnya kontrol „bladder‟ akibat kelainan neurologis. dengan onset biasanya di masa kanak-kanak dan remaja F99: Kelainan Mental yang Tidak dijelaskan F99 Kelainan mental.  F98.3 Pica pada bayi dan anak Memakan zat-zat bukan makanan (seperti tanah. „head rocking‟.

pachymeningitis Kecuali: bacterial:: meningoencephalitis (G04. G80-G83 Kelumpuhan otak dan sindroma kelumpuhan lainnya 11. G30-G32 Penyakit degeneratif lain sistem syaraf 5. c. G73* Kelainan myoneural junction dan otot pada penyakit c. G20-G26 Kelainan extrapyramid dan gerakan 4.e. not elsewhere classified Termasuk: bacterial: arachnoiditis. G07* Abses dan granuloma intrakranial dan intraspinal pada penyakit y c. G00-G09 Penyakit peradangan CNS 2. (c.e. c.2). G46* Sindroma otak vaskuler pada CVD (cerebrovascular diseases) G53* Kelainan syaraf otak (nervus craniales) pada penyakit c. G10-G13 Atrofi sistemik yang terutama mengganggu CNS 3.e. Blok-blok di dalam Bab ini adalah: 1.e.e. G26* Kelainan extrapyramid dan gerakan pada penyakit c. G55* Penekanan akar syaraf dan pleksus pada penyakit c. meningitis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB VI PENYAKIT SISTEM PERSYARAFAN (G00-G99) Kondisis tertentu yang bisa diklasifikasikan pada bab ini bisa disebabkan oleh efek obat atau penyebab eksternal. G59* Mononeuropati pada peny. c. G70-G73 Penyakit-penyakit myoneural junction dan otot 10. G05* Encephalitis.e. G90-G99 Kelainan lain sistem syaraf Kategori asterisk untuk Bab ini adalah sbb.PerKes.2) G00. dan pleksus 8.e. Kode dari Bab XX bisa digunakan sebagai kode tambahan.e. G50-G59 Kelainan syaraf.3 Meningitis stafilokokus 124 .2 Meningitis streptokokus G00.e.e.e.e. meningomyelitis (G04. Penyakit-penyakit peradangan sistem syaraf pusat (G00-G09) G00 Meningitis bakteri.e.e.e. G99* Kelainan sistem syaraf lainnya pada penyakit c.e. G40-G47 Kelainan bersifat episode dan paroxysmal 7. urat syaraf. yang klasifikasinya di tempat lain). Created By: Subhan.mengganggu CNS pada penyakit c.: G01* Meningitis pada penyakit bakteri c.0 Meningitis haemophilus Meningitis akibat Haemophilus influenzae G00. G35-G37 Penyakit-penyakit demielinasi CNS 6.1 Meningitis pneumokokus G00. leptomeningitis. AMd. G60-G64 Polineuropati dan kelainan lain sistem syaraf perifer 9. G32* Kelainan degeneratif lain sistem syaraf pada penyakit c. myelitis dan encephalomyelitis pada penyakit c. = classified elsewhere. G94* Kelainan otak lainnya pada penyakit c. G22* Parkinsonism pada peny. G13* Atrofi sistemik yang terutama . G63* Polyneuropati pada peny. G02* Meningitis pada penyakit infeksi dan parasit lain c.

mielitis nekrotikans subakut (G37.0†).†) G02.1- G05.1†). e.PerKes. kriptokokus (B45.0 Meningitis nonpyogenik Meningitis nonbakteri G03.1†). meningitis dan pachymeningitis.0*) G02* Meningitis pada penyakit infeksi dan parasit lain.5†). koksidioidomikosis (B38.8†).1 Paraplegia spastik tropis G04. NEC G04. gonokokus (A54.4) multiple sclerosis (G35).3).2†) Kecuali: meningoensefalitis dan meningomielitis pada penyakit bakteri c.4†) neurosifilis (A52.0†). NOS (G93.1†).e. tidak dijelaskan Arachnoiditis (spinal) NOS G04 Ensefalitis.1†).0 Ensefalitis disseminata akut Ensefalitis dan ensefalomielitis pasca-immunisasi gunakan kode eksternal Bab XX untuk identifikasi vaksin G04.3) G04. supuratif NOS G01* Meningitis pada penyakit bakteri c.1†). AMd.9 Meningitis bakteri.4†). Meningitis akibat: tripanosomiasis Afrika (B56. Klebsiella G00.0†). rubella (B06. ensefalomielitis mialgika jinak (G93.2 Meningoensefalitis dan meningomielitis bakteri.9 Meningitis.0†) sifilis: kongenital (A50.0* Meningitis pada penyakit virus c. sekunder (A51. toksik (G92). c.e. varicella [chickenpox] (B01. Meningitis (pada): demam tifus (A01.e. meningomyelitis Kecuali: ensefalopati: alkoholik (G31. akibat penyebab lain dan penyebab yang tidak dijelaskan Kecuali: meningoensefalitis (G04.8†). leptospirosis (A27. Kecuali: meningoensefalitis/meningomielitis pada penyakit infeksi dan parasit c.-†). leptomeningitis. herpesvirus [herpes simplex] (B00.0†). meningococcus (A39.1†) G02.†). penyakit Lyme (A69. meningomyelitis (G04.-). penyakit Chagas (kronis) (B57. (G05. c.4†) G03 Meningitis akibat penyebab lain dan penyebab yang tidak dijelaskan Termasuk: arachnoiditis. (G05.. tuberkulosa (A17. mononukleosis infesiosa (B27.2).4) mielitis transversa akut (G37.1 Meningitis kronis G03..4†). myelitis dan ensefalomyelitis Termasuk: myelitis asendens akut.e.-) G03.1* Meningitis pada mikosis Meningitis (pada): kandida (B37.2 Meningitis berulang jinak [Mollaret] G03. infeksi salmonella (A02. listeria (A32.3†). zoster (B02. measles (B05. Created By: Subhan. mielitis dan ensefalomielitis lainnya 125 .8 Meningitis akibat penyebab lain yang dijelaskan G03.8 Meningitis bakteri lain Meningitis akibat Escherichia koli. piogenik NOS.2*) G02.2†). tak dijelaskan Meningitis: purulenta NOS. adenovirus (A87. Meningitis (akibat): enterovirus (A87.8 Ensefalitis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G00.8* Meningitis pada penyakit infeksi dan parasit lain. basil Friedländer.1†).0†) anthrax (A22. mumps (B26.e. meningoensefalitis.

gonokokus (A54. J11.2†) Meningoensefalitis eosinophilia (B83.8†). O87. enterovirus (A85. mumps (B26.1* Ensefalitis.8†). melahirkan dan nifas (O22. TB (A17. zoster (B02. mielitis dan ensefalomielitis pada penyakit bakteri c. penyakit Chagas (kronis) (B57.6) flebitis dan thromboflebitis intraspinal nonpyogenik (G95.1) G09 Sequelae penyakit peradangan sistem syaraf pusat (SSP) Kategori ini digunakan untuk kondisi yang klasifikasi utamanya pada G00-G08 (kecuali yang memiliki asterisk [*]) sebagai penyebab dari sekuel yang bisa diklasifikasi di tempat lain. mielitis atau ensefalomielitis (pada): herpesvirus [herpes simplex] (B00. 126 . endoflebitis.-†). adenovirus (A85. G05. extradura.1†). mielitis dan ensefalomielitis.8†. Termasuk Meningoensefalitis dan meningomielitis pada penyakit c.4†).2* Ensefalitis. meningococcus (A39. Ensefalitis.1†) G06 Abses dan granuloma intrakranium dan intraspinal G06.-†) Tuberkuloma: otak (A17. otogenik Abses atau granuloma intrakranium: epidura.8†).8* Ensefalitis. atau thrombosis dengan sepsis pada sinus venosa dan vena-vena intrakranium atau intraspinal Kecuali: flebitis dan thromboflebitis intrakranium: sebagai komplikasi: abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.0†).7). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Ensefalitis dan ensefalomielitis pasca-infeksi NOS G04.0†).8†) Granuloma skistosomiasis di otak (B65. atau yang terdapat satu tahun atau lebih setelah onset kondisi penyebab. Abses otak: amoebik (A06. extradura. cytomegalovirus (B25. mielitis atau ensefalomielitis pada penyakit infeksi dan parasit lain. hamil.0 Abses dan granuloma intrakranium Abses (embolik)(dari): otak [bagian mana pun]. tidak dijelaskan Ventrikulitis (serebri) NOS G05* Ensefalitis.0†).1 Abses dan granuloma intraspinal Abses (embolik) dari medulla spinalis [bagian mana pun] Abses atau granuloma intraspinal: epidura. thromboflebitis.2 Abses ekstradura dan subdura. influenza (J10.e. Ensefalitis.3) yang asalnya nonpyogenik (I67.1†). postchickenpox (B01.1†).e. tidak dijelaskan G07* Abses dan granuloma intrakranium dan intraspinal pada penyakit c. e.2†).9 Ensefalitis. mielitis dan ensefalomielitis pada penyakit c. c.6†). toxoplasmosis (B58.2†) G05. Encephalitis pada systemic lupus erythematosus (M32. sifilis lanjut (A52. rubella (B06. Ensefalitis. AMd.1†) G05. mielitis atau ensefalomielitis pada penyakit virus c. mielitis atau ensefalomielitis pada penyakit lain c. O08. naegleriasis (B60. meninges (A17.4†). serebellum.8†). Sekuel adalah kondisi yang dinyatakan sebagai sekuel. serebrum.0†).e. subdura G06.e. mielitis atau ensefalomielitis (pada): tripanosomiasis afrika (B56.8†). measles (B05. subdura G06.PerKes.8†) G05. flebitis.e.0* Ensefalitis.e.4†). mielitis atau ensefalomielitis (pada): TB (A17. atau efek jangka panjang. Created By: Subhan. listeria (A32.2†).5. sifilis kongenital (A50.1†) G08 Phlebitis dan thrombophlebitis intrakranium dan intraspinal Embolisme.

Atrofi sistemik yang terutama mengganggu SSP (G10-G13) G10 Penyakit Huntington Khorea Huntington. penyakit. mioklonus (ataxia Hunt).1) G11.0 Atrofi otot spinalis infantil.-). misalnya B90-B94.PerKes. atau sindroma serebellum herediter G12 Atrofi otot spinalis dan sindroma terkait G12.-). Perhatikan bahwa sekuel dari kategori G01*. Kondisi utama: Epilepsi akibat abses otak Spesialisasi: Neurologi Kode: Epilepsi yang tidak dijelaskan (G40. G02*. G05* dan G07* jangan dikode pada G09.9) sebagai kondisi utama.1 Atrofi otot spinalis keturunan lainnya 127 . yang dikode adalah kondisi dasar itu sendiri.8 Ataxia herediter lain G11. Kondisi utama: Retardasi mental ringan menyusul ensefalitis pasca-immunisasi Spesialisasi: Psikiatri Kode: Retardasi mental ringan (F70. AMd. khorea herediter progresif G11 Ataxia herediter Kecuali: kelainan metabolik (E70-E90). G09 (sekuel penyakit peradangan sistem syaraf pusat) bisa digunakan sebagai kode tambahan. Created By: Subhan. B90.2 Ataxia serebellum onset-lanjut Note: onset biasanya setelah usia 20 th G11. Kalau tidak terdapat kategori sekuel untuk kondisi dasar. type I [Werdnig-Hoffman] G12.1). Ketika mengkode kondisi sisa. infantile cerebral palsy (G80. dan refleks tendon masih baik Ataxia Friedrich (autosom resesif).9) sebagai kondisi utama. G09 bisa digunakan sebagai kode tambahan. G09 bisa digunakan untuk kode tambahan.0 Ataxia nonprogresif kongenital G11.9 Ataxia herediter. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kode ini tidak digunakan untuk kondisi utama kalau sifat kondisi sisa tercatat. ataxia spinoserebellum resesif X-linked G11. tapi pada kategori yang tersedia untuk sekuel kondisi yang mendasarinya.1 Ataxia serebellum onset-dini Note: onset biasanya sebelum usia 20 th Ataxia serebellum onset-dini dengan tremor esensial.4 Paraplegia spastik herediter G11. xeroderma pigmentosum (Q82. neuropati herediter dan idiopatik (G60.3 Ataxia serebellum dengan DNA yang diperbaiki dengan tidak sempurna Ataxia telangiectasia (Louis-Bar) Kecuali: sindroma Cockayne (Q87. tidak dijelaskan Ataxia NOS. G11.0 (sekuel TB sistem syaraf pusat) bisa digunakan sebagai kode tambahan. Contoh: Kondisi utama: Tuli akibat meningitis TB Spesialisasi: Klinik bicara dan pendengaran Kode: Gangguan pendengaran yang tidak dijelaskan (H91. degenerasi.9) sebagai kondisi utama.

1†) G23 Penyakit degeneratif basal ganglia lain Kecuali: degenerasi multi-sistem (G90. paralysis agitans Parkinsonisme atau penyakit Parkinson: NOS. Created By: Subhan. E03.e. distal G12.2 Degenerasi striato-nigra G23.3) 128 . bentuk remaja type III [Kugelberg-Welander] .8* Atrofi sistemik yang terutama mengganggu SSP pada penyakit lain c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Progressive bulbar palsy kanak-kanak [Fazio-Londe] Atrofi otot spinalis: bentuk dewasa. AMd.0 Penyakit Hallervorden-Spatz Degenerasi pigmentosa korpus pallidum G23.e.9 Parkinsonisme sekunder. amyotrophic lateral sclerosis.8 Penyakit degeneratif basal ganglia lain yang dijelaskan Kalsifikasi ganglion basalis G23. Parkinsonisme sifilitika (A52.1 Parkinsonisme sekunder akibat obat lainnya G21. atrofi otot spinalis progresif G12. Kelainan ekstrapiramid dan gerakan (G20-G26) G20 Penyakit Parkinson Hemiparkinsonisme.1* Atrofi sistemik lain yang terutama mengganggu SSP pada penyakit neoplasma Ensefalopati limbik paraneoplastik (C00-D48†) G13.1†.2* Atrofi sistemik yang terutama mengganggu SSP pada myxoedema (E00.3) G23. bentuk skapuloperoneus.1 Ophthalmoplegia supranuklir progresif [Steele-Richardson-Olszewski] G23.0* Neuromiopati dan neuropati paraneoplastik Neuromiopati karsinomatosa (C00-C97†) Neuropati paraneoplastik sensoris [Denny Brown] (C00-D48†) G13. tidak dijelaskan G13* Atrofi sistemik yang terutama mengganggu SSP pada penyakit c.9 Penyakit degeneratif basal ganglia.8 Atrofi otot spinalis lain dan sindroma yang terkait G12.0 Sindroma neuroleptik berat [neuroleptik = obat antipsikosis] G21.PerKes. G13.8 Parkinsonisme sekunder lain G21.2 Parkinsonisme sekunder akibat agen eksternal lain G21.3 Parkinsonisme pasca-ensefalitis G21. primer G21 Parkinsonisme sekunder G21.2 Penyakit neuron motoris Penyakit neuron motoris familial.. tidak dijelaskan G24 Dystonia Termasuk: dyskinesia Kecuali: athetoid cerebral palsy (G80.9 Atrofi otot spinalis. bentuk kanak-kanak type II. primary lateral sclerosis Bulbar palsy progresif. idiopatik. tidak dijelaskan G22* Parkinsonisme pada penyakit c.†) G13.e.

1) G25. chorea NOS dengan keterlibatan jantung (I02.e. tic NOS (F95.6) G24.2). terautr. tidak dijelaskan Dyskinesia NOS G25 Kelainan extrapyramid dan pergerakan lainnya G25. AMd. sering pada bahu dan muka] Kecuali: sindroma de la Tourette (F95.-).4 Idiopathic orofacial dystonia Orofacial dyskinesia G24.8 Penyakit Alzheimer lainnya G30.5 Chorea Chorea NOS Kecuali: chorea Huntington (G10).-) G25.1).0 Essential tremor Familial tremor – [getaran otot berirama] Kecuali: tremor NOS (R25. facial myokymia (G51.9) G25. Penyakit degeneratif lain sistem syaraf (G30-G32) G30 Penyakit Alzheimer Termasuk: : bentuk senilis dan presenilis Kecuali: dementia NOS (F03).9 Penyakit Alzheimer.-).0 Dystonia akibat obat G24.3 Spasmodic torticollis – leher kaku dan posisi kepala tak normal Kecuali: torticollis NOS (M43. Created By: Subhan.0) chorea rheumatik (I02.6 Tic akibat obat dan tic lain dengan asal-usul organik [tic = gerakan luar sadar berulang.8 Dystonia lain G24.9 Dystonia.4 Chorea akibat obat G25.9 Kelainan extrapyramid dan pergerakan. senilitas NOS (R54) G30.1 Penyakit Alzheimer dengan onset lanjut – onset biasanya sesudah usia 65 G30. degenerasi senilis otak NEC (G31.1 Idiopathic familial dystonia Idiopathic dystonia NOS G24.2 Bentuk tremor lain yang dijelaskan Intention tremor G25.5 Blepharospasm G24.3 Myoclonus – [kontraksi sangat cepat satu atau sekelompok otot] Myoclonus akibat obat Kecuali: myoclonic epilepsy (G40.8 Kelainan extrapyramid dan pergerakan lain yang dijelaskan Restless legs syndrome.4) G25.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G24.1 Tremor akibat obat G25.0 Penyakit Alzheimer dengan onset dini – onset biasanya sebelum usia 65 G30. stiff-man syndrome G25. tidak dijelaskan G26* Kelainan extrapyramid dan pergerakan pada penyakit c. tidak dijelaskan 129 . chorea Sydenham (I02.2 Idiopathic nonfamilial dystonia G24.

NEC Kecuali: Sindroma Reye (G93.8) G36. tidak dijelaskan G32* Penyakit degeneratif lain sistem syaraf pada penyakit c.8†) G32. neuromielitis optikus [Devic] (G36.4 Mielitis nekrotikans subakut G37. penyakit Schilder Kecuali: adrenoleukodystrophy [Addison-Schilder] (E71. tidak dijelaskan Kelainan-kelainan episodik dan paroxysmal (G40-G47) 130 .e. NOS G36 Demielinasi luas akut lainnya Kecuali: Ensefalitis dan ensefalomielitis pasca-infeksi NOS (G04.8 Demielinasi luas akut lainnya yang dijelaskan G36.9 Penyakit demielinasi SSP.PerKes.e. Created By: Subhan.8 Penyakit degeneratif lain sistem syaraf yang dijelaskan Degenerasi grey-matter [Alpers].3) G37. ensefalopati alkoholik. disseminata.0 Neuromyelitis optikus [Devic] Demielinasi pada neuritis optikus Kecuali: neuritis optikus NOS (H46) G36.1 Leukoensefalitis hemoragika akut dan subakut [Hurst] G36. not elsewhere classified Kecuali: Penyakit Alzheimer (G30. generalisata.2 Degenerasi sistem syaraf akibat alkohol Ataksia atau degenerasi serebellum akibat alkohol.-).9 Demielinasi luas akut. ensefalopati nekrotikans subakut [Leigh] G31.8* Penyakit degeneratif lain sistem syaraf yang dijelaskan pada penyakit c.e. degenerasi alkoholik serebrum. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G31 Penyakit degeneratif lain sistem syaraf.0) G37.1 Demielinasi sentral pada corpus callosum G37.0* Degenerasi kombinasi subakut medulla spinalis pada penyakit c.0 Atrofi otak dengan batas tegas Penyakit Pick.3 Mielitis transversa akut pada penyakit demielinasi SSP Mielitis transversa akut NOS Kecuali: multiple sclerosis (G35). disfungsi sistem syaraf otonom akibat alkohol G31. progressive isolated aphasia G31. Degenerasi kombinasi subakut medulla spinalis pada defisiensi vitamin B12 (E53. senilitas NOS (R54) G31.5 Sklerosis konsentrik [Balό] G37. Penyakit demielinasi SSP (G35-G37) G35 Multiple sclerosis Multiple sclerosis (pada): batang otak. medulla spinalis. AMd. tidak dijelaskan G37 Penyakit-penyakit demielinasi lain pada SSP G37.7) G31. G32.8 Penyakit demielinasi lain SSP yang dijelaskan G37.1 Degenerasi senilis otak.9 Penyakit degeneratif sistem syaraf.0 Diffuse sclerosis Ensefalits periaksial.2 Mielinolisis sentral pada pons G37.

0 Migrain tanpa aura [common migraine] G43. tonik-klonik G40. perubahan hormon.6 Kejang grand mal. stress G40.8). kurang tidur.9 Epilepsy. AMd.0 Status epileptik grand mal Status epileptik tonic-clonic Kecuali: epilepsia partialis continua [Kozhevnikof] (G40.1 Epilepsi simptomatik (fokal) (parsial) yang berhubungan dengan lokalisasi dan sindroma epilepsi dengan kejang parsial sederhana Serangan epilepsi tanpa perubahan kesadaran Kejang parsial sederhana yang berkembang menjadi kejang umum sekunder G40. seizure (konvulsif) NOS (R56. kejang mioklonik-astatik Sindroma Lennox-Gastaut.8) G40. tidak dijelaskan (dengan atau tanpa petit mal) G40.4 Epilepsi umum dan sindroma epilepsi lainnya Epilepsi dengan: absen mioklonik.3). tidak dijelaskan Epileptic: convulsions NOS.8 Status epileptik lainnya G41. obat. status epilepticus (G41. fits NOS.2 Epilepsi simptomatik (fokal) (parsial) yang berhubungan dengan lokalisasi dan sindroma epilepsi dengan kejang parsial kompleks Serangan epilepsi dengan perubahan kesadaran. tonik. tidak dijelaskan.5 Sindroma epilepsi khusus Epilepsia partialis continua [Kozhevnikof] Epilepsi sehubungan dengan: alkohol.5) G41.-). sndroma West Ensefalopatimioklonik dini simptomatik G40. tanpa kejang grand mal G40.8 Epilepsi lain Epilepsi dan sindroma epilepsi yang tidak jelas apakah lokal atau umum G40.1 Status epileptik petit mal Status absen epileptik G41. paralysis Todd (G83. mioklonik.2 Status epileptik parsial kompleks G41. klonik.0 Epilepsi idiopatik (fokal) (parsial) yang berhubungan dengan lokalisasi dan sindroma epilepsi dengan kejang yang onsetnya lokal Epilepsi kanak-kanak ringan dengan spikes EEG sentro-temporalis Epilepsi kanak-kanak dengan paroksisme EEG oksipitalis G40. sering dengan otomatisme Kejang parsial kompleks yang berkembang menjadi kejang umum sekunder G40. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G40 Epilepsy Kecuali: sindroma Landau-Kleffner (F80.1 Migrain dengan aura [classical migraine] 131 .7 Petit mal.3 Epilepsi idiopatik umum dan sindroma epilepsi Epilepsi mioklonik bayi dan kejang neonatus (familial) yang ringan Epilepsi „absen‟ (pyknolepsy] kanak-kanak Epilepsi „absen‟ dan epilepsi mioklonik [petit mal impulsif] remaja Kejang epilepsi nonspesifik: atonik. serangan Salaam. seizures NOS G41 Status epilepticus G41. Created By: Subhan.9 Status epileptik.PerKes. tidak dijelaskan G43 Migraine Kecuali: sakit kepala NOS (R51) G43.

2 Sakit kepala jenis tension Sakit kepala tension kronik.3) G45. aura memanjang. cluster headache episodik G44.1†) G46. sakit kepala tension NOS G44.1 Kelainan mengantuk berlebihan [hypersomnia] 132 . migrain retina G43.6* Sindroma lakunaris sensorik murni (I60-I67†) G46. sakit kepala tension episodik. nyeri muka tak khas (G50.8 Migrain lain Migrain ophthalmoplegik.5* Sindroma lakunaris motorik murni (I60-I67†) G46.3* Sindroma stroke batang otak (I60-I67†) Sindroma: Benedikt.4* Sindroma satroke serebellum (I60-I67†) G46.0* Sindroma arteri serebralis media (I66. aura khas G43. cluster headache kronik. AMd.7* Sindroma lakunaris lainnya (I60-I67†) G46.0 Cluster syndrome – pada tempat tertentu Hemikrania paroksismal kronik. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Migrain aura tanpa sakit kepala. ekivale.9 Serangan iskemia serebri sementara. Foville. Millard-Gubler.0) G45.2†) G46.1 Sindroma arteri Carotid (hemisferik) G45.0 Kelainan memulai dan mempertahankan tidur [insomnia] G47.3 Sakit kepala kronis pasca trauma G44. sleepwalking (F51.3 Migrain dengan komplikasi G43.3). Wallenberg. Created By: Subhan.8 Sindroma sakit kepala lain yang dijelaskan G45 Transient cerebral ischaemic attacks (TIAs) dan sindroma yang terkait Kecuali: iskemia serebri neonatus (P91.8 Serangan iskemia serebri sementara dan sindroma terkait lainnya G45. iskemia serebri sementara NOS G46* Sindroma vaskuler otak pada penyakit serebrovaskuler (I60-I67†) G46.0†) G46.1* Sindroma arteri serebralis anterior (I66. tidak dijelaskan Spasme arteri serebralis.4 Amnesia global sementara Kecuali: amnesia NOS (R41.1).4). sleep terrors (F51.3 Amaurosis fugax [buta sementara pada satu mata.2 Status migrain G43. not elsewhere classified Sakit kepala vaskuler NOS G44.9 Migraine. Weber G46.1 Sakit kepala vaskuler. basilaris.0 Sindroma arteri Vertebro-basilaris G45. tidak dijelaskan G44 Sindroma sakit kepala lainnya Kecuali: neuralgia trigeminus (G50. sakit kepala NOS (R51) G44.4 Sakit kepala akibat obat.2 Sindroma arteri preserebralis ganda dan bilateral G45.2* Sindroma arteri serebralis posterior (I66.PerKes.5) G47.8* Sindroma vaskuler otak dalam penyakit serebrovaskuler lainnya (I60-I67†) G47 Kelainan-kelainan tidur Kecuali: kelainan tidur nonorganik (F51. Claude.0).-). hemiplegik familial Migrain dengan aura onset dini. akibat gangguan sirkulasi] G45. nightmares (F51. not elsewhere classified G44.

1 Kelainan n. glossofaringeus Kelainan NC IX.8 Kelainan lain n.3) G47. tidak dijelaskan Kelainan syaraf.2) G51.2 Kelainan n.0 Bell's palsy Facial palsy G51. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G47.8 Kelainan lain nervus trigeminus G50. H47.pneumogastrikus (NC X) G52.1 Nyeri muka tidak khas G50. optikus [NC II] (H46. neuralgia glossofaringeus G52.PerKes.8) G50 Kelainan nervus trigeminus (NC V) Termasuk: kelainan nervus kranialis V G50.0-H49. hypoglossal nerve – NC XII Kelainan NC XII G52. Created By: Subhan.4 Narcolepsy dan cataplexy – lumpuh sementara ketika tidur G47. tic doloreux G50. olfaktorius Kelainan NC I G52. tidak dijelaskan G51 Kelainan nervus Fasialis Termasuk: kelainan NC VII G51.2). neuralgia atau neuritis NOS (M79.3 Kelainan n.1 Ganglionitis genikulatum Kecuali: ganglionitis genikulatum pasca-herpes (B02. vagus nerve – NC X Kelainan n. pola tidur-bangun tak beraturan G47.7 Kelainan nn.0 Kelainan n. AMd.3 Sleep apnoea – apnoea waktu tidur Apnoea tidur: sentral.kraniales ganda 133 .8 Kelainan tidur lainnya Sindroma Kleine-Levin G47.0): strabismus paralytic akibat kelumpuhan syaraf (H49.9 Kelainan n.2 Melkersson's syndrome Sindroma Melkersson-Rosenthal G51. Fasialis G51.9 Kelainan nervus trigeminus. urat syaraf dan pleksus syaraf (G50-G59) Kecuali: kelainan syaraf.1).3 Spasme klonik hemifasialis G51.0 Trigeminal neuralgia Sindroma nyeri muka paroksismal. obstruktif Kecuali: sindroma pickwick (E66.2) neuritis perifer pada kehamilan (O26.2) G52.4 Myokymia fasialis [myokymia = twitching pada otot tertentu] G51. Fasialis. apnoea tidur pada bayi baru lahir (P28.9 Kelainan tidur.2 Kelainan jadwal tidur-bangun Sindroma fase tidur tertunda. tidak dijelaskan G52 Kelainan nervi kraniales lainnya Kecuali: kelainan n. akustikus [NC VIII] (H93.3) dan n. urat syaraf dan pleksus syaraf akibat trauma sekarang – lihat cedera syaraf menurut regio tubuh radiculitis NOS (M54.

PerKes.8 Kelainan n.1) radiculitis NOS. ulnaris Tardy ulnar nerve palsy G56. (A00-B99†) G53. kelainan diskus intervertebralis (M50-M51) neuralgia atau neuritis NOS (M79.8* Kelainan nn. Created By: Subhan.6 Phantom limb syndrome dengan nyeri G54.9 Kelainan urat syaraf dan pleksus syaraf. M48. kranialis.8* Kompresi urat syaraf dan pleksus syaraf pada penyakit c.2†) Ganglionitis genikulatum atau neuralgia trigeminus pasca-herpes G53.0* Neuralgia pasca-zoster (B02. lumbais.4 Kelainan urat lumbosakralis. kraniales pada penyakit infeksi dan parasit c. lumbosacral. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Polyneuritis kranialis G52.2) neuritis atau radikulitis NOS: brakhialis. e. radialis G56. medianus G56. kranialis pada penyakit yang klasifikasinya di tempat lain G53. M53-M54†) G55.9 Kelainan n.1* Kelumpuhan ganda nn. Kecuali: akibat trauma sekarang – lihat cedera syaraf menurut regio tubuh G56. neuritis gelang bahu G54. tidak dijelaskan G53* Kelainan n.8 Other mononeuropathies of upper limb Neuroma interdigitalis anggota atas 134 .3* Kompresi urat dan pleksus syaraf pada dorsopati lain (M45-M46†. e. kraniales lain pada penyakit lain yang klasifikasinya di tempat lain G54 Kelainan urat syaraf dan pleksus syaraf Kecuali: akibat trauma sekarang – lihat cedera syaraf menurut regio tubuh spondylosis (M47. not elsewhere classified G54. tidak dijelaskan G55* Kompresi urat syaraf dan pleksus syaraf pada penyakit c.0* Kompresi urat dan pleksus syaraf pada neoplasma (C00-D48†) G55. radiculopathy NOS (M54.3 Lesi n. G55.2 Kelainan urat servikalis. torakalis (M54.0 Kelainan pleksus brakhialis Thoracic outlet syndrome G54. kraniales pada penyakit neoplasma (C00-D48†) G53.2 Lesi n.8†) G53.-†) G55. AMd.0 Carpal tunnel syndrome G56.e.1 Kelainan pleksus lumbosakralis G54. not elsewhere classified G54. not elsewhere classified G54.8 Kelainan urat syaraf dan pleksus syaraf lainnya G54. kraniales pada sarcoidosis (D86. kranialis lain yang dijelaskan G52. G56 Mononeuropati anggota atas.-).7 Phantom limb syndrome tanpa nyeri Phantom limb syndrome NOS G54.-†.4 Causalgia–nyeri lengan bawah karena kerusakan syaraf di atasnya G56.2* Kelumpuhan ganda nn.3* Kelumpuhan ganda nn.1) G54.5 Amyotrophy neuralgik Sidroma Parsonage-Aldren-Turner.1* Kompresi urat dan pleksus syaraf pada kelainan diskus intervertebral (M50-M51†) G55.2* Kompresi urat dan pleksus syaraf pada spondylosis (M47.1 Lesi lain n.3 Kelainan urat torakalis.

karakter keempat . Déjerine-Sottas Sindroma Roussy-Lévy G60. atrofi muskulus Peroneus (tipe axon)(tiper hipertrofi) Penyakit: Charcot-Marie-Tooth. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G56.8 Mononeuropati lain yang dijelaskan G58.8 Mononeuropati anggota bawah lainnya Neuroma interdigitalis anggota bawah G57.3 Neuropati progresif idiopatik G60. neuritis NOS (M79.9 Mononeuropati anggota bawah. Created By: Subhan.7 Mononeuritis multiplex G58.e.1) G57. neuralgia NOS (M79.2 Neuropati yang berhubungan dengan ataxia herediter G60. tipe-tipe I-IV Neuropati hipertrofi bayi.4) G59.0 Lesi n.3) akibat kelainan diskus intervertebralis (M51.9 Mononeuropati anggota atas.2) neuritis perifer pada kehamilan (O26. AMd. cutaneous lateralis paha G57.3 Lesi.e. popliteus lateralis Kelumpuhan n.0 Neuropati interkostalis G58. tidak dijelaskan G58 Mononeuropati lainnya G58.8* Mononeuropati lain pada penyakit c.2). plantaris Metatarsalgia Morton G57.0* Mononeuropati diabetikum (E10-E14† .8) G60. tidak dijelaskan 135 . Neuropati sensoris:yang diwarisi secara dominan atau resesif G60. n. Polyneuropati dan kelainan lain sistem syaraf perifer (G60-G64) G60 Neuropati herediter dan idiopatik Kecuali: radiculitis NOS (M54. tidak dijelaskan G59* Mononeuropati pada penyakit c.1 Meralgia paraesthetica Sindroma n.PerKes. iskhiadikus Kecuali: sciatica NOS (M54. n.8 Neuropati herediter dan idiopatik lainnya Penyakit Morvan.4 Lesi. peroneus G57.9 Neuropati herediter dan idiopatik.1).5 Tarsal tunnel syndrome G57. popliteus medialis G57. tidak dijelaskan G57 Mononeuropati anggota bawah Kecuali: akibat trauma sekarang – lihat cedera syaraf menurut regio tubuh G57.1 Penyakit Refsum G60. femoralis G57.0 Neuropati motorik dan sensorik herediter Neuropati motorik dan sensorik herediter. G59.6 Lesi n.9 Mononeuropati. sindroma Nelaton.2 Lesi n.

6* Polineuropati pada kelainan muskuloskeleton lain (M00-M25†.0) G70.3) G71. Polineuropati (pada): TB (A17.0 Muscular dystrophy 136 .4* Polineuropati pada defisiensi gizi (E40-E64†) G63.e.-) arthrogryposis multiplex congenita (Q74. tidak dijelaskan G71 Kelainan primer pada otot Kecuali: metabolic Kelainan-kelainan (E70-E90). mononukleosis infeksiosa (B27. E20- E34†.8 Polineuropati peradangan lainnya G61.2 Polineuropati akibat zat toksik lainnya G62.1 Kelainan mioneural toksik G70.8†). myositis (M60.0 Polineuropati akibat obat G62.8†) G64 Kelainan lain sistem syaraf perifer Kelainan sistem syaraf perifer NOS Penyakit myoneural junction dan otot (G70-G73) G70 Myasthenia gravis dan kelainan mioneural lainnya Kecuali: botulismus (A05.PerKes.1 Neuropati serum G61. mumps (B26. M40-M96†) G63.2†). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G61 Polineuropati peradangan G61.8†). karakter keempat .-†) G63.2 Myasthenia kongenital dan masa perkembangan G70.2†) sifilis: lanjut (A52. E15-E16†.1).c.9 Polineuropati.5* Polineuropati pada kelainan jaringan ikat sistemik (M30-M35†) G63.8†).0* Polineuropati pada penyakit infeksi dan parasit.2* Polineuropati diabetikum (E10-E14† .1†).3* Polineuropati pada penyakit endokrin dan metabolik lain (E00-E07†.e.9 Polineuropati peradangan. tidak dijelaskan Neuropati NOS G63* Polineuropati pada penyakit c.-†).1* Polineuropati pada penyakit neoplastik (C00-D48†) G63. G63. lepra (A30. Created By: Subhan.4†) pscaherpes (B02. tidak dijelaskan G62 Polineuropati lainnya G62. myasthenia gravis neonatus sementara (P94. AMd.9 Kelainan mioneural.4) G63. E70-E89†) G63.0 Guillain-Barré syndrome Polineuritis (pasca-)infektif akut G61.0 Myasthenia gravis G70. penyakit Lyme (A69. kongenital (A50. difteria (A36.1 Polineuropati alkoholik G62.8 Kelainan mioneural lain yang dijelaskan G70.8* Polineuropati pada penyakit lain classified elsewhere Polineuropati uremik (N18.8 Polineuropati lain yang dijelaskan Polineuropati akibat radiasi G62.

e. oculopharyngeal.7* Miopati pada penyakit lain c. not elsewhere classified G71. hiperkalemik G72.-†) G73. ocular.e.8 Kelainan primer lainnya pada otot G71. 137 . nemaline Penyakit: central core.2) G71.-†) Thyrotoxic myopathy (E05. hipokalemik. arthrogryposis multiplex congenita (Q74.-†) G73.1* Sindroma Eaton-Lambert (C80†) – [akibat keganasan] G73. paramyotonia kongenital. skapuloperoneus.0* Sindroma miastenik pada penyakit endokrin Sindroma miastenik pada: amiotrofi diabetikum (E10-E14† .e. dengan kelainan morfologis spesifik serat otot Myopathy: myotubular (centronuclear). NOS (G71.0 Miopati akibat obat G72. autosom resesif.4) tirotoxikosis [hyperthyroidism] (E05.3* Sindroma miastenik pada penyakit lain c.6* Miopati pada penyakit metabolik Miopati pada: glycogen storage disease (E74.PerKes.-). tidak dijelaskan G73* Kelainan myoneural junction dan otot pada penyakit c. G73.3 Mitochondrial myopathy.0-E21.5* Miopati pada penyakit endokrin Miopati pada: hiperparatiroidisme (E21.2). tipe kanak-kanak. berat [Duchenne]. karakter keempat .9 Kelainan primer pada otot. G73. AMd. recessive [Becker] Neuromyotonia [Isaacs]. skapuloperoneus ringan dengan kontraktur dini [Emery-Dreifuss]. tidak dijelaskan Miopati herediter NOS G72 Miopati lainnya Kecuali: dermatopolymyositis (M33.2). lipid storage Kelainan-kelainan (E75. fasioskapulohumerus. Created By: Subhan. normokalemik.2).4* Myopathy pada penyakit infeksi dan parasit c. hipoparatioidisme (E20. limb-girdle Kecuali: muscular dystrophy kongenital: dengan kelainan morfologis spesifik serat otot (G71. simtomatik Myotonia congenita: NOS.1 Miopati alkoholik G72.3 Periodic paralysis Periodic paralysis (familial): miotonik. not elsewhere classified G72.1 Myotonic Kelainan-kelainan Dystrophia myotonica [Steinert] Myotonia: khondrodistrofik.0†). mirip Duchenne atau Becker. dominant [Thomsen].2 Miopati akibat agen toksik lain G72. akibat obat.3) G72. minicore. multicore Dsisproporsi jenis serat [Fibre-type disproportion] G71.-).2* Sindroma miastenik lain pada penyakit neoplasma (C00-D48†) G73. myositis (M60. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Muscular dystrophy: ringan [Becker].2 Miopati kongenital Muscular dystrophy kongenital: NOS.9 Miopati.e. distal.4 Miopati peradangan.3†). G73. polymyositis (M33. infark iskemik pada otot (M62. pseudomyotonia G71.-†) G73.8 Miopati lain yang dijelaskan G72.

3 (sekuel infark serebri) bisa dipakai sebagai kode tambahan G81 Hemiplegia Kategori ini digunakan untuk kode utama kalau hemiplegia dilaporkan tanpa penjelasan lebih lanjut.4) G80.8†). I69.PerKes.1 Spastic hemiplegia – [kaku] G81. G81-G83 bisa dipakai sebagai kode tambahan. kecuali kalau episode perawatan adalah untuk paralisis itu sendiri. Kategori ini juga digunakan pada pengkodean ganda untuk identifikasi jenis-jenis hemiplegia. Kode: Monoplegia anggota bawah (G83.0 Flaccid hemiplegia – [layu] G81. Kecuali: cerebral palsy kongenital dan infantil (G80.1) sebagai kondisi utama. tidak dijelaskan) bisa dipakai sebagai kode tambahan Kondisi utama: Infark serebri tiga tahun yang lalu.3 Dyskinetic cerebral palsy Athetoid cerebral palsy G80. atau dinyatakan sebagai telah lama tapi penyebab tidak dijelaskan. tidak dijelaskan Cerebral palsy NOS Catatan untuk G81-G83 Sindroma paralitik Kode-kode ini tidak digunakan untuk kondisi utama kalau penyebab kondisi sekarang diketahui. 138 .8 Infantile cerebral palsy lainnya Sindroma cerebral palsy campuran G80. atau dinyatakan sebagai telah lama tapi penyebab tidak dijelaskan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Miopati pada: rheumatoid arthritis (M05-M06†).0†) Cerebral palsy dan sindroma lumpuh lainnya (G80-G83) G80 Infantile cerebral palsy Termasuk: penyakiy Little Kecuali: paraplegia spastik herediter (G11. AMd. tidak dijelaskan G82 Paraplegia dan tetraplegia Kategori ini digunakan untuk kode utama kalau hemiplegia dilaporkan tanpa penjelasan lebih lanjut. G81. Created By: Subhan.9 (Hemiplegia. Spesialisasi: Neurologi Kode: Stroke.9 Infantile cerebral palsy.9 Hemiplegia. sicca syndrome [Sjogren] (M35. Kondisi lain: Paralisis tungkai kiri.1 Diplegia spastik G80. perdarahan atau infark tidak dijelaskan (I64) sebagai kondisi utama. systemic lupus erythematosus (M32.-) G81. Ketika mengkode penyebab.1†) scleroderma (M34. pasien memperoleh terapi fisik. Kategori ini juga digunakan pada pengkodean ganda untuk identifikasi jenis-jenis hemiplegia.4 Ataxic cerebral palsy G80.0 Serebral palsi spastik Spastic paralysis (cerebral) kongenital G80.2 Hemiplegia infantil G80. Contoh Kondisi utama: Cerebrovascular accident dengan hemiplegia.

2 Monoplegia anggota atas Paralisis anggota atas G83.3 Flaccid tetraplegia [layu] G82.4 Spastic tetraplegia [kaku] G82.0 Diplegia anggota atas Diplegia (atas) Paralisis kedua anggota atas G83.0 Idiopathic peripheral autonomic neuropathy Carotid sinus syncope [syncope – tidak sadar sebentar akibat penurunan aliran ke otak] G90.PerKes.1 Monoplegia anggota bawah Paralisis anggota bawah G83.1 Familial dysautonomia [Riley-Day] G90.8) G83. Termasuk: paralisis (komplit)(inkomplit).9 Sindroma paralitik.9 Kelainan sistem syaraf otonom.3 Multi-system degeneration Hipotensi ortostatik neurogenik [Shy-Drager] Kecuali: hipotensi ortostatik NOS (I95. tidak dijelaskan Kelainan lain pada sistem syaraf (G90-G99) G90 Kelainan sistem syaraf otonom Kecuali: disfungsi sistem syaraf otonom akibat alkohol (G31. tidak dijelaskan Quadriplegia NOS G83 Sindroma paralitik lainnya Kategori ini digunakan untuk kode utama kalau hemiplegia dilaporkan tanpa penjelasan lebih lanjut.8 Sindroma paralitik lainnya yang dijelaskan Paralisis Todd (pasca epilepsi) G83. Created By: Subhan.2 Paraplegia.1 Spastic paraplegia [kaku] G82. Kategori ini juga digunakan pada pengkodean ganda untuk identifikasi jenis-jenis hemiplegia. tidak dijelaskan G83.4 Sindroma cauda equina Neurogenic bladder akibat sindroma cauda equina Kecuali cord bladder NOS (G95.5 Tetraplegia.3 Monoplegia. AMd. tidak dijelaskan Paralysis kedua anggota bawah NOS Paraplegia (bawah) NOS G82. atau dinyatakan sebagai telah lama tapi penyebab tidak dijelaskan.0 Flaccid paraplegia [layu] G82.1) G90. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: Cerebral palsy kongenital dan infantil (G80. kecuali seperti pada G80-G82 G83.8 Kelainan lain sistem syaraf otonom G90.-) G82.2) G90. tidak dijelaskan G91 Hydrocephalus Termasuk hidrosefalus didapat 139 .2 Sindroma Horner Sindroma Bernard(-Horner) G90.

3. O89. asuhan bedah dan medis (T80-T88) G93. tidak dijelaskan G94* Kelainan lain otak pada penyakit c. Created By: Subhan.-).2 Hidrosefalus dengan tekanan normal G91. persalinan atau kelahiran (O29. kehamilan.2) .4) G93.e.e.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada otak Ensefalopati pasca-radiasi G93.PerKes.1 Anoxic brain damage. G95 Other Penyakit-penyakit spinal cord Kecuali: mielitis (G04.9 Kelainan otak.0 Kista serebri Kista arakhnoid.9 Hidrosefalus.0* Hidrosefalus pada penyakit infeksi dan parasit.9) sebagai komplikasi pada: .e.6 Edema serebri Kecuali edema serebri: akibat cedera lahir (P11.-) G95. AMd. tidak dijelaskan Kecuali: ensefalopati: alkoholik (G31.1) G93. G94.1). toxik (G92) G93.(A00-B99†) G94.5 Kompresi otak Kompresi atau herniasi (batang) otak Kecuali: kompresi traumatika otak (diffusa) (S06. akibat toxoplasmosis kongenital (P37.1 Hidrosefalus obstruktif G91.e.2).6) G93.0). O74. kista serebri kongenital (Q04.8) .0 Syringomyelia dan syringobulbia [rongga neuroglia (syrinx) di medulla spinalis (syringomyelia) atau batang otak (syringobulbia)] 140 .c.8 Hidrosefalus lain G91.3) G93.4 Ensefalopati. G94. G93 Kelainan-kelainan lain pada otak G93.2 Hipertensi intrakranium ringan Kecuali: ensefalopati hipertensif (I67.7 Sindroma Reye G93. abortus atau kehamilan ektopik atau mola (O00-O07.8* Kelainan lain otak yang dijelaskan pada penyakit c.1* Hidrosefalus pada penyakit neoplasma (C00-D48†) G94.1) G91.0 Hidrosefalus komunikans G91. tidak dijelaskan G92 Toxic encephalopathy Gunakan kode (Chapter XX) untuk identifikasi agen toksik. tidak dijelaskan G91. O08. terfokus (S06.2* Hidrosefalus pada penyakit lain c.2).3 Hidrosefalus pasca trauma. not elsewhere classified Kecualianoksia neonatus (P21.2. kista porensefalik didapat Kecuali: kista periventrikel didapat pada bayi (P91. traumatika (S06. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: hidrosefalus: kongenital (Q03.3 Sindroma kelelahan (fatigue) pasca-virus ensefalomielitis mialgika ringan G93.

tidak dijelaskan Mielopati NOS G96 Kelainan lain sistem syaraf pusat G96.-†) Neuropati otonom diabetik (E10-E14†. G99. not elsewhere classified Kelainan sistem syaraf NOS G99* Kelainan lain sistem syaraf pada penyakit c.8 Penyakit lain yang dijelaskan pada medulla spinalis Cord bladder NOS.0 Kebocoran cairan serebrospinalis akibat pungsi spinalis G97.e 141 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat G95. karakter keempat .e.2* Mielopati pada penyakit c. akibat sindroma cauda equina (G83.0 Cerebrospinal fluid leak [kebocoran cairan otak] Kecuali akibat pungsi spinalis (G97.9 Kelainan sistem syaraf pasca-prosedur.0†. selain non-piogenic (G08) G95.1 Kelainan meningen.e. spondilosis (M47.-) G95.2 Kompresi medulla spinalis. G99.e.4) G99. tidak dijelaskan G95.0* Neuropati otonom pada penyakit endokrin dan metabolik Neuropati otonom amyloid (E85. tidak dijelaskan G98 Kelainan lain pada sistem syaraf.1 Mielopati vaskuler Infark akut medulla spinalis (embolik)(nonembolik) Trombosis arteri pada medulla spinalis Haematomielia Flebitis dan tromboflebitis intraspinalis nonpiogenik Edema medulla spinalis Mielopati nekrotikan subakut Kecuali: flebitis dan tromboflebitis intraspinalis.9 Kelainan sistem syaraf pusat.4) disfungsi neuromuskuler bladder tanpa disebut lesi medulla spinalis (N31.1 Reaksi lain terhadap pungsi spinalis dan lumbalis G97.-†) kelainan diskus intervertebralis (M50.1* Kelainan lain sistem syaraf otonom pada penyakit lain c.9 Penyakit medulla spinalis.8 Kelainan sistem syaraf pasca-prosedur lain G97.0†) Mielopati pada: penyakit neoplasia (C00-D48†). NEC G97.0) G96. M51. Created By: Subhan. AMd. tidak dijelaskan G97 Kelainan sistem syaraf pasca-prosedur. mielopati akibat obat atau akibat radiasi Kecuali: neurogenic bladder: NOS (N31.2 Hipotensi intrakranium menyusul „shunting‟ ventrikel G97.PerKes.9).8* Kelainan lain sistem syaraf yang dijelaskan pada penyakit c. not elsewhere classified Adhesi meningen (serebral)(spinal) G96. Sindroma kompresi arteri spinalis anterior dan arteri vertebralis (M47.8 Kelainan lain yang dijelakan pada sistem syaraf pusat G96.0†) G99.

furuncle. Created By: Subhan.e.0 Hordeolum dan peradangan-dalam lain di kelopak Abses.e.e. sistem lakrimalis.1 Chalazion [pembesaran kelenjar meibomi akibat saluran tersumbat] 142 . H42* Glaukoma pada penyakit c.e. H58* Kelainan lain mata dan adnexa pada penyakit c. H48* Kelainan n. H28* Katarak dan kelainan lain lensa pada penyakit c.PerKes. gerakan binokuler.) H06* Kelainan sistem lakrimalis dan orbita pada penyakit c. H32* Kelainan khorioretina pada penyakit c.e.e. atau stye pada kelopak [hordeolum = infeksi bernanah kelenjar kelopak] H00. H45* Kelainan korpus vitreus dan bola mata pada penyakit c. deformasi dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) Gejala. gizi dan metabolik (E00-E90) Komplikasi hamil. not elsewhere classified (R00-R99) Cedera.e. keracunan. H13* Kelainan konjungtiva pada penyakit c. dan konsekuensi lain penyebab external (S00-T98) Bab ini mengandung blok-blok berikut: H00-H06 Kelainan kelopak. tanda. optikus dan jaras penglihatan H49-H52 Kelainan otot bola mata. H22* Kelainan iris dan korpus siliaris pada penyakit c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB VII PENYAKIT-PENYAKIT MATA DAN ADNEXA (H00-H59) Kecuali: Penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) Neoplasma (C00-D48) Penyakit endokrin. Kelainan-kelainan kelopak. kornea. akomodasi dan refraksi H53-H54 Gangguan penglihatan dan kebutaan H55-H59 Kelainan lain pada mata dan adnexa Kategori asterisk untuk chapter ini adalah sebagai berikut: H03* Kelainan kelopak pada penyakit yang klasifikasinya di tempat lain (c. H36* Kelainan retina pada penyakit c. dan orbita H10-H13 Kelainan konjunctiva H15-H22 Kelainan sklera. sistem lakrimalis. H19* Kelainan sklera dan kornea pada penyakit c. optikus dan jaras penglihatan pada penyakit c.e.e.e. AMd. iris dan korpus siliaris H25-H28 Kelainan lensa H30-H36 Kelainan khoroid dan retina H40-H42 Glaukoma H43-H45 Kelainan korpus vitreous dan bola mata H46-H48 Kelainan n. dan orbita (H00-H06) H00 Hordeolum dan chalazion H00.e. melahirkan dan nifas (O00-O99) Keadaan tertentu yang berasal dari masa perinatal (P00-P96) Malformasi.e. dan hasil klinis dan laboratorium abnormal.

1 Kelainan lain kelenjar lakrimalis Dacryops. zoster (B02. blepharophimosis. dacryopericystitis. molluscum contagiosum (B08.5) H01.2 Epiphora [air mata mengalir terus] H04.8 Peradangan lain kelopak yang dijelaskan H01. tic psychogenic (F95.7 Kelainan degeneratif lain kelopak dan daerah periokuli Chloasma [bintik coklat].0†) Infestasi parasit di kelopak pada: leishmaniasis (B55.bulu mata tumbuh ke dalam dan menggores mata] H02.0-Q10.-) H02.e.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada kelopak Hypertrichosis (rambut berlebihan) kelopak.1 Ectropion kelopak H02.3†).PerKes. lepra (A30.5†). phthiriasis (B85.3) H02.0 Entropion dan trichiasis kelopak [Entropion .e. retraksi kelopak Kecuali: blepharospasm (G24.3†) infeksi herpesvirus [herpes simplex] (B00.1†) H03.4 Ptosis kelopak [kelopak atas lumpuh/jatuh] H02.2 Lagophthalmos [penutupan kelopak tidak sempurna] H02.1* Keterlibatan kelopak pada penyakit infeksi lain c. xeroderma pada kelopak Dermatitis: allergi.9 Kelainan kelopak.4†).3†) H03.1 Dermatosis [penyakit kulit] non-infeksi kelopak Lupus erythematosus diskoid.0 Dacryoadenitis Pembesaran kronis kelenjar lakrimalis H04. kontak.e.3 Blepharochalasis [kelopak kaku] H02.-†).0†) H04 Kelainan sistem lakrimalis Kecuali: malformasi kongenital sistem lakrimalis (Q10. canaliculitis lakrimalis 143 .5). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H01 Peradangan lain pada kelopak H01.e Keterlibatan kelopak pada impetigo (L01. Created By: Subhan.8* Keterlibatan kelopak pada penyakit lain c.melipat ke dalam) [Trichiasis .-†).6). benda asing tertahan di kelopak H02. tic organic (G25. H03. eksimatosa pada kelopak H01.6 Xanthelasma kelopak [tumor sel-sel busa berisi lemak] H02. yaws (A66. AMd.3 Radang akut dan tidak dijelaskan pada saluran lakrimalis Dacryocystitis (phlegmonosa). tidak dijelaskan H03* Kelainan kelopak pada penyakit c. kista atau atrofi kelenjar lakrimalis H04.5 Kelainan lain yang mengganggu fungsi kelopak Ankyloblepharon.0 Blepharitis – radang pinggir kelopak Kecuali: blepharokonjungtivitis (H10.-†). sindroma mata kering. Keterlibatan kelopak pada: TB (A18.4-Q10. vitiligo pada kelopak H02. tidak dijelaskan H02 Kelainan lain kelopak Kecuali: malformasi kongenital malformations kelopak (Q10.6) H04.9 Peradangan kelopak. madarosis.0* Infestasi parasit di kelopak pada penyakit c. onchocerciasis (B73†) loiasis (B74. Dermatitis kelopak akibat Demodex species (B88.

myiasis orbita (B87.3 Deformitas orbita Atrofi atau eksostosis orbita H05.PerKes. atau tenositis orbita H05.8 Konjungtivitis lain H10. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat akut.5 Blepharokonjungtivitis H10.e.8 Kelainan lain sistem lakrimalis H04. eversi [bagian dalam menghadap keluar] punctum lakrimalis Stenosis pada kanalikukus. atau tak dijelaskan Kecuali: dacryocystitis neonatus (P39.3 Konjungtivitis akut. perdarahan orbita. tidak dijelaskan 144 .-†) H06. tidak dijelaskan Kecuali: ophthalmia neonatorum NOS (P39.9 Kelainan orbita. tidak dijelaskan H06* Kelainan sistem lakrimalis dan orbita pada penyakit c.8 Kelainan lain orbita Kista orbita H05.1 Konjungtivitis atopika akut H10.5 Retensi benda asing (lama) menyusul luka tembus orbita Benda asing retrobulbar H05. H06. periostitis.-†). Kelainan-kelainan konjungtiva (H10-H13) H10 Konjungtivitis Kecuali: keratokonjungtivitis (H16.1) H04.1) H10.e. atau sakkus lakrimalis H04.5 Stenosis dan insuficiensi saluran lakrimalis Dacryolith.2†) H06.9 Konjungtivitis.0 Radang akut orbita Abses.9 Kelainan sistem lakrimalis.4 Enophthalmos H05. subakut. Created By: Subhan. edema orbita H05.4 Konjungtivitis kronis H10. H06.0 Konjungtivitis mukopurulenta H10. Infeksi Echinococcus di orbita (B67.0* Kelainan sistem lakrimalis pada penyakit c. tidak dijelaskan H05 Kelainan orbita Kecuali: malformasi kongenital orbita (Q10.e.3* Kelainan lain orbita pada penyakit c.2 Kondisi-kondisi eksophthalmik Pergeseran letak bola mata NOS.e. osteomielitis.7) H05. kanalikulits lakrimalis kronis. mukokel lakrimalis kronis H04.2 Konjungtivitis akut lainnya H10.1 Kelainan peradangan kronis orbita Granuloma orbita H05.4 Radang kronis pada saluran lakrimalis Dacryocystitis kronis. sellulitis.1* Infestasi parasit di orbita pada penyakit c. duktus.2* Dysthyroid exophthalmos (E05.2) H10. AMd.6 Perubahan lain pada saluran lakrimalis Fistula lakrimalis H04.

0 Scleritis H15. meningokokus (A39.3 Keratitis interstitialis dan profunda 145 . adenovirus follikularis (akut) (B30.PerKes. zoster (B02.9 Kelainan konjungtiva. xerosis NOS di konjungtiva H11. snow blindness H16.8†). H16.1* Konjungtivitis pada penyakit infeksi dan parasit c.0* Infeksi filaria pada konjungtiva (B74. herpesvirus [herpes simplex] (B00.8†). Konjungtivitis (akibat): difteri (A36. AMd.9 Kelainan sklera. edema pada konjungtiva H11.e.e.1†) H13.5†). H13.0†). exposure. Acanthamoeba (B60. nummularis. H13.e. filamenter. Newcastle (B30.1 Keratitis superfisialis lain tanpa konjungtivitis Keratitis: areolaris.8) H11.e.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada konjungtiva Pseudopterygium H11. ektasia sklera Kecuali: myopia degeneratif (H44. tidak dijelaskan H13* Kelainan konjungtiva pada penyakit c. dengan hypopyon Ulkus Mooren H16.-†) H13. gonokokus (A54. iris dan korpus siliaris (H15-H22) H15 Kelainan sklera H15.1 Episcleritis H15. Created By: Subhan. perdarahan (akut)(epidemik) (B30. punktata superficialis Photokeratitis.2) H11.-†) H13.8 Kelainan lain sklera Staphyloma equator.3†). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H11 Kelainan lain pada konjungtiva Kecuali: keratokonjungtivitis (H16. marginal. pigmentasi.1†). concretions [pemekatan]. kornea. chlamydia (A74.3†). cincin.3 Perdarahan konjungtiva Perdarahan subkonjungtiva H11.4 Kelainan dan kista pembuluh darah konjungtiva lainnya Aneurisma.0 Ulkus kornea Ulkus kornea.2* Konjungtivitis pada penyakit lain c. NOS.2 Keratoconjunctivitis – radang kornea dan konjungtiva Keratoconjunctivitis: NOS. hiperemia.2) H15. Kelainan-kelainan sklera.3* Pemphigoid okuler (L12. ophthalmia nodosa.3†).8* Kelainan lain konjungtiva pada penyakit c.2 Parut konjungtiva Symblepharon H11. stellata.0 Pterygium Kecuali: pseudopterygium (H11. perforata. sentral. tidak dijelaskan H16 Keratitis H16.1 Degenerasi dan deposit pada konjungtiva Argyrosis [argyria]. phlyctenularis Keratitis superfisialis lain dengan konjungtivitis.8†). neurotrofika. striata.

e.3†) H19. Distrofi: kornea.7 Deformitas kornea lainnya Ekatasia kornea.2* Keratitis dan keratokonjungtivitis pada penyakit infeksi dan parasit lain c. rekurens atau subakut H20.3* Keratitis dan keratokonjungtivitis pada penyakit lain c. acanthamoebiasis (B60. siklitis. syphilis (A50.0 Adherent leukoma H17.9 Kelainan kornea. zoster (B02. lattice.3†). Episkleritis TB (A18. staophyloma kornea.8 Keratitis lain H16.3 Perubahan pada membran kornea Lipatan atau robekan pada membran Descemet H18.8* Kelainan lain sklera dan kornea pada penyakit c.8†). garis Staehli H18.1* Keratitis dan keratokonjungtivitis Herpesvirus (B00. atau erosi rekurens pada kornea H18. atau iritis.0* Skleritis dan episkleritis pada penyakit c.3-Q13.e. Keratokonus pada sindroma Down (Q90. Created By: Subhan.2 Edema kornea lainnya H18.e.1†) H19.0†) H19.6 Keratokonus H18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H16. skleritis Zoster (B02.e.1 Iridosiklitis kronis 146 . pannus (kornea) H16.5 Hereditary corneal dystrophies Distrofi Fuchs. hypaesthesia.9 Keratitis.0†) Keratitis dan keratoconjunctivitis (interstitialis) pada: TB (A18.3†).7†).5†) Keratitis dendritic dan diskiformis H19. Descemetocele Kecuali: malformasi kongenital kornea (Q13.5†).1 Keopakan kornea sentral lain H17.8 Kelainan lain kornea yang dijelaskan Anaesthesia. Keratokonjungtivitis sicca (M35.-†) H20 Iridosiklitis H20.4 Degenerasi kornea Arcus senilis.4) H18.0 Iridosiklitis akut dan subakut Uveitis anterior. H19. Keratokonjungtivitis epidemika (B30. cincin Kayser-Fleischer. band keratopathy Kecuali: ulkus Mooren (H16. granularis. epitel.0) H18.PerKes.8 Parut dan keopakan kornea lain H17.e. spindel Krukenberg. tidak dijelaskan H19 Kelainan sklera dan kornea pada penyakit c. yang akut. tidak dijelaskan H17 Corneal scars dan opacities – Parut dan keopakan kornea H17.1 Keratopati bullosa H18. measles (B05. makularis H18.0 Pigmentasi dan deposit di kornea Haematokornea.4 Neovascularisasi kornea Ghost vessels (kornea). episkleritis sifilitika (A52. AMd. tidak dijelaskan H18 Kelainan lain pada kornea H18.9 Parut dan keopakan kornea.5†).

1 Kelainan pembuluh darah lain pada iris dan korpus siliaris Neovaskularizasasi of iris atau korpus siliaris. korpus siliaris dan anterior chamber Kista iris.5†).0 Katarak senilis insipiens (incipient = sedang terjadi) Katarak senilis: koroner. anterior. zoster (B02. eksudatif. pinggir pupil.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada iris dan korpus siliaris H21.e. atrofi iris (essensial)(progresif).PerKes. sifilis (sekunder) (A51.2 Katarak senilis.3†) infeksi herpesvirus [herpes simplex] (B00. translusensi iris [iris tembus pandang] H21.e.2) [ektopia pupil] H21. implaantasi. tipe morgagni Katarak hipermatur senilis H25.3†) H22.8* Kelainan lain iris dan korpus siliaris pada penyakit c.2 Iridosiklitis akibat lensa H20. tidak dijelaskan H22* Kelainan iris dan korpus siliaris pada penyakit c.2 Degenerasi iris dan korpus siliaris Degenerasi: iris (pigment).8 Iridosiklitis lain H20. rubeosis iris H21. ankylosing spondylitis (M45†) H22. tidak dijelaskan 147 .0* Iridosiklitis pada penyakit infeksi dan parasit c.5†).1) H25. water clefts H25.5 Adhesi dan disrupsi lain pada iris dan korpus siliaris Goniosynechiae.3 Kista iris. penutupan pupil H21. posterior Kecuali: corectopia (Q13.1) H21.4 Pupillary membranes [selaput pada pupil] Iris bombé.0 Hyphaema [perdarahan rongga depan (aqueous humour)] Kecuali hyphaema traumatika (S05. miotic pupillary cyst. katarak sklerosis nuklearis H25. tidak dijelaskan H21 Kelainan lain pada iris dan korpus siliaris Kecuali uveitis simpatis (H44. iridoskisis. parasitik Kecuali miotic pupillary cyst (H21. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H20. H22.9 Kelainan pada iris dan korpus siliaris. resesi sudut chamber Synechiae (iris): NOS.8†).9 Iridosiklitis.e. Created By: Subhan. Iridosiklitis pada: TB (A18. korpus siliaris dan anterior chamber: NOS. korikalis.1) H21. Iridosiklitis pada: sarkoidosis (D86. infeksi gonokokus (A54.2) H21.9 Katarak senilis. iridodialysis.e Kelainan-kelainan lensa (H25-H28) H25 Katarak senilis Kecuali: glaukoma kapsularis dengan pseudoexfoliation lensa (H40. penyempitan pupil.8 Katarak senilis lainnya Bentuk-bentuk gabungan katarak senilis H25.4†).1* Iridosiklitis padap enyakit lain c. AMd.1 Katarak neuklearis senilis Cataracta brunescens. punktata Katarak senilis polaris subkapsularis (anterior)(posterior).

pseudophakia (Z96. retinokhoroiditis terfokus H30. nutrisi dan metabolik lainnya Katarak pada hipoparatiroidisme (E20. retinitis. Kelainan-kelainan khoroid dan retina (H30-H36) H30 Peradangan khorioretina H30.1* Katarak pada penyakit endokrin. katarak malnutrisi-dehidrasi (E40-E46†) H28.1†) H28. AMd.8* Kelainan lain lensa pada penyakit c.1 Dislokasi lensa H27.1).1 Peradangan khorioretina disseminata Khorioretinitis. retinokhoroiditis disseminata Kecuali retinopati exudatif (H35. khoroiditis.9 Peradangan khorioretina. tidak dijelaskan Khorioretinitis.PerKes.0 Aphakia [tanpa lensa] H27.0* Katarak diabetes (E10-E14†.e. retinopati solaris H31.0 Katarak infantil. retinokhoroiditis NOS H31 Kelainan-kelainan lain khoroid H31.-).3 Katarak akibat obat H26. retinitis.2 Siklitis posterior Pars planitis H30. khoroiditis.1 Katarak traumatika H26. H28. juvenile [remaja] dan presenilis H26.2) H27. Created By: Subhan.e. Katarak myotonik (G71. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H26 Katarak lain Kecualikatarak kongenital (Q12.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada lensa H27.0 Peradangan khorioretina terfokus Khorioretinitis.1 Degenerasi khoroid Atrofi atau sklerosis khoroid 148 .0) H26. retinitis. komplikasi mekanis dari lensa intraokuli (T85. karakter keempat . tidak dijelaskan H28* Katarak dan kelainan lain lensa pada penyakit c.2 Katarak komplikasi Katarak: pada iridosiklitis kronis.8 Katarak lain yang dijelaskan H26. khoroiditis.0) H30.8 Peradangan khorioretina lainnya Penyakit Harada H30. akibat kelainan mata Glaucomatous flecks (subcapsular) H26.2* Katarak pada penyakit lain c.9 Katarak.0 Parut khorioretina Parut makula di kutub posterior (pasca-radang)(pasca-trauma). cincin Soemmerring H26.4 After-cataract Katarak sekunder.-†).3) H28. tidak dijelaskan H27 Kelainan lain pada lensa Kecuali: malformasi kongenital lensa (Q12.9 Kelainan lensa.e.

2 Sumbatan a. H32. insipient.5 Pelepasan retina lainnya H34 Sumbatan pembuluh darah retina Kecuali amaurosis fugax (G45.e. Created By: Subhan. Chorioretinitis: TB (A18.7†). H33 Pelepasan dan robekan retina Kecualipelepasan epitel pigment retina (H35. retina sentralis H34. retina sementara H34.8* Kelainan lain khorio-retina pada penyakit c.PerKes.4) H31.0 Background retinopathy dan perubahan pembuluh darah retina Perubahan bentuk pembuluh darah retina 149 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: angioid streaks (H35. choroidal (central areolar)(umum)(peripapillaris) Kecuali: ornithinaemia (E72.4 Pelepasan khoroid H31.4 Pelepasan retina akibat tarikan (traksi) Vitreo-retinopati proliferatif dengan pelepasan retina H33. tidak dijelaskan H32* Kelainan-kelainan khorioretina pada penyakit c. cabang-cabang H34.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada choroid H31.7) H33.7) H33. toxoplasma (B58. sebagian.5†).0†) H32. retina pada cabang. degenerasi microkistoid retina (H35.3) H34. gyrate atrophy pada choroid Dystrophy. tidak dijelaskan H35 Kelainan lain pada retina H35.1 Sumbatan a.3) H31.4) H33.e.2 Pelepasan retina serosa Pelepasan retina: NOS.3 Perdarahan dan ruptur khoroid Perdarahan khoroid: NOS.0 Sumbatan a. sifilis lanjut (A52. AMd.3 Robekan retina tanpa pelepasan Robekan retina NOS. operkulum.1 Retinoschisis kista retina Kista ora serrata.8 Sumbatan pembuluh darah retina lainnya Sumbatan v. dengan mikroembolisme Plaque Hollenhorst H34. psudokista retina.1).8) degenerasi retina perifer tanpa robekan (H35. retina: sentralis.9 Sumbatan pembuluh darah retina. tanpa robekan retina Kecuali: khorioretinopati serosa sentralis (H35.4) H33.0 Pelepasan retina dengan robekan retina Pelepasan retina rhegmatogenosa H33. sebagian.0* Radang khorio-retina pada penyakit infeksi dan parasit c.2 Distrofi khoroid herediter Choroideremia.9 Kelainan choroid. expulsif H31. retina lainnya Sumbatan a. robek horseshoe atau round hole tanpa pelepasan Kecuali: parut khorioretina menyusul bedah pelepasan retina (H59.e. kista parasit retina NOS Kecuali: retinoskisis kongenital (Q14.

kongenital (Q15..6 Perdarahan retina H35.6 Glaukoma akibat obat-obatan H40.1 Primary open-angle glaukoma Glaukoma (primer)(residual stage): kapsularis dengan pseudoexfoliasi lensa.3) H35. retinopati aterosklerotik (I70. Created By: Subhan. neovaskularisasi.e.3 Glaukoma akibat trauma mata H40.9 Glaukoma. atau vasculitis pada retina Retinopathy: NOS.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada retina H35. penyakit Stargardt H35. perivaskulitis.8†) Distrofi retina pada kelainan penyimpanan lipid (E75.7 Pemisahan lapisan-lapisan retina Khorioretinopati serosa sentralis.8 Glaukoma lainnya H40. lattice.2 Primary angle-closure glaukoma Angle-closure glaukoma (primary)(residual stage):: akut. hipertensif H35.5 Glaukoma akibat kelainan-kelainan mata lainnya H40.0) H40. palisade. H36.e.4 Degeneration retina perifer Degeneration.8* Kelainan lain retina pada penyakit c.PerKes.2 Retinopati proliferatif lainnya Vitreo-retinopati proliferatif Kecuali: vitreo-retinopati proliferatif dengan pelepasan retina (H33. Drusen (degeneratif).5). cyst. vitreoretinal.4 Glaukoma akibat peradangan mata H40.1 Retinopathy pada prematuritas Fibroplasia retrolentis [belakang lensa] H35. background NOS. Retinopati sickle-cell proliferatif (D57. tidak dijelaskan 150 .†).†). paving stone. traumatika akibat cedera lahir (P15. exudatif. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Mikroaneurisma. makulopati toksik Degenerasi makula senilis (atrophic)(exudative) H35. tekanan rendah H40. atau puckering pada macula Degenerasi Kuhnt-Junius.5 Hereditary retinal dystrophy Dystrophy: tapetoretinal. angka keempat . retinal (albipunctate)(pigmentary)(vitelliform) Retinitis pigmentosa. reticular Kecuali: dengan robekan retina (H33. chronic simple. retina: NOS. pelepasan epitel pigment retina H35.4) H35.9 Kelainan retina. Coats. hole.0* Retinopati diabetikum (E10-E14† .3). tidak dijelaskan H36* Kelainan-kelainan pada penyakit c..0 Glaukoma suspect [tersangka glaukoma] Hipertensi okuli H40. pigment. Glaukoma (H40-H42) H40 Glaukoma Kecuali: glaukoma absolut (H44. microcystoid. intermittent H40.3 Degenerasi makula dan kutub posterior Angioid streaks. varises. AMd. kronis. vascular sheathing.3) H36.

3 Keopakan vitreous lainnya Selaput dan benang-benang vitreous H43. dinding belakang bola mata. tidak dijelaskan H44 Kelainan bola mata Termasuk kelainan-kelainan lain yang mengganggu berbagai struktur mata H44. iris.2 Myopia degeneratif H44.e. H45.5 Kondisi-kondisi degenerasi bola mata Glaukoma absolut. uveitis simpatis H44. dan metabolik Glaukoma pada: sindroma Lowe (E72.-†) H42. luxasio bola mata H44. AMd.PerKes.e. Endophthalmitis pada: 151 .1 Endophthalmitis lainnya Endophthalmitis parasit NOS.8 Kelainan-kelainan lain bola mata Haemophthalmos.0 Endophthalmitis purulenta Panophthalmitis.0†).9 Kelainan bola mata. nonmagnetik Retensi benda asing (lama) (nonmagnetik) (pada): anterior chamber.8 Kelainan-kelainan lain korpus vitreous Degenerasi atau pelepasan vitreous Kecuali: vitreo-retinopati proliferatif dengan pelepasan retina (H33.2 Deposit kristal pada korpus vitreous H43. Glaukoma in onchocerciasis (B73†) Kelainan-kelainan korpus vitreous dan bola mata (H43-H45) H43 Kelainan-kelainan korpus vitreous H43. tidak dijelaskan H45* Kelainan korpus vitreous dan bola mata pada penyakit c. lensa. korpus vitreous H44. phthisis [TB] bulbi H44. kropus siliaris. lensa. korpus vitreous H44. atrofi bola mata.4 Hipotonia mata H44.7 Retensi benda asing intraokuli.0) H43. kropus siliaris. dinding belakang bola mata. amyloidosis (E85. Created By: Subhan.1 Perdarahan vitreous H43.e. siderosis mata H44. H45.e. gizi.4) H43. iris.0* Glaukoma pada penyakit endokrin.6 Retensi benda asing (lama) intraokuli.e. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H42* Glaukoma pada penyakit c.3 Kelainan degeneratif lain bola mata Chalcosis.1* Endophthalmitis pada penyakit c.0* Perdarahan vitreous pada penyakit c.0 Prolaps vitreous Kecuali: Sindroma vitreous menyusul operasi katarak (H59.8* Glaukoma pada penyakit lain c.9 Kelainan korpus vitreous. H42. magnetik Retensi benda asing magnetik (lama) (pada): anterior chamber. abses vitreous H44.

ophthalmoplegia internal (H52. kecuali jenis ischaemic. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat cysticercosis (B69.0†) H45. optikus. not elsewhere classified Kompresi n.6 Kelainan-kelainan visual cortex H47. sindroma Kearns-Sayre H49. pseudopapilloedema H47.0 Strabismus konvergens konkomitant [serentak] Esotropia (bergantian)(monokuler).3 Kelainan-kelainan lain diskus optikus Drusen diskus optikus.0* Atrofi optik pada penyakit c.1).4 Ophthalmoplegia external progressif H49.1†) H48.0 Kelumpuhan NC III [n. H48.1†). gerak binokuler. abducent] H49.e.e Kelainan-kelainan n. AMd. onchocerciasis (B73†).e. akomodasi. trochlearis] H49. nc. Created By: Subhan. sifilis lanjut (A52. neuromyelitis optik [Devic] (G36. Kelainan otot mata.1 Papilloedema. kecuali intermittent 152 . refraksi (H49-H52) Kecualinystagmus dan gerakan irregular mata lainnya (H55) H49 Strabismus paralitik Kecuali: ophthalmoplegia: supranuklearis progresif (G23. ophthalmoplegia internuklearis (H51. multiple sclerosis (G35†) H48.1†). neuropati optik iskemik H47.2 Atrofi optik Temporal pallor [pucat sementara] pada diskus optikus H47.3 Ophthalmoplegia (external) total H49. perdarahan pada pelapis optic nerve. tidak dijelaskan H48 Kelainan lain NC II dan jaras penglihatan pada penyakit c.8* Kelainan lain NC II dan jaras penglihatan pada penyakit c.e.0) H47 Kelainan-kelainan lain n.1 Kelumpuhan NC IV [n.8†).8* Kelainan-kelainan lain korpus vitreous dan bola mata pada penyakit c. optikus dan jaras penglihatan (H46-H48) H46 Neuritis optikus Neuropati optik.PerKes. oculomotorius] H49. toxocariasis (B83.0 Kelainan-kelainan n. optikus (NC II) dan jaras penglihatan H47. tidak dijelaskan H47.2 Kelumpuhan NC VI [n.e. tidak dijelaskan H50 Strabismus lainnya H50. optikus. Atrofi optik pada sifilis lanjut (A52.5) H49.7 Kelainan jaras penglihatan.0).8 Strabismus paralitik lainnya Ophthalmoplegia external NOS.9 Strabismus paralitik.geniculatum dan radiatio opticum H47. neuritis retrobulbar NOS Kecuali: neuropati optik iskemik (H47.5 Kelainan lain jaras penglihatan Kelainan traktus optikus. papillitis optik.1* Neuritis retrobulbar pada penyakit c. Neuritis retrobulbar pada: infeksi meningokokus (A39.4 Kelainan chiasma opticum H47.2).

3 Intermittent heterotropia Intermittent esotropia atau exotropia (bergantian) (monocular) H50.9 Kelainan gerakan binokuler. sindroma monofixasi H50. kecuali intermittent H50.4 Presbyopia [hypermetropia untuk pandangan dekat] H52.2) H52. hypotropia H50.0 Kelumpuhan conjugate gaze H51.serentak Exotropia (bergantian)(monokuler).1 Myopia [titik fokus di depan retina] Kecuali myopia degeneratif (H44. exophoria H50.1 Insufisiensi dan berlebihannya konvergensi H51. cyclotropia.5 Heterophoria (phoria = strabismus laten) Hyperphoria alternans. hemeralopia [lebih mudah melihat pada cahaya yang kurang].4 Heterotropia lainnya dan yang tidak dijelaskan Strabismus konkomitant NOS.1 Strabismus divergens konkomitant strabismus . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H50.9 Strabismus. Hambatan gerak otot mata akibat trauma H50. strabismus akibat adhesi. deprivasi. esophoria.2 Astigmatism [titik fokus tidak menyatu] H52. tidak dijelaskan H52 Kelainan refraksi dan akomodasi H52.2 Ophthalmoplegia internuklearis H51. AMd. tidak dijelaskan Gangguan visus dan kebutaan (H53-H54) H53 Gangguan visus H53. microtropia.5 Kelainan-kelainan akomodasi Ophthalmoplegia internal (complete)(total) Paresis atau spasme akomodasi H52.1 Gangguan penglihatan subjektif Metamorphopsia [objek terlihat distorsi].6 Kelainan-kelainan refraksi lainnya H52.0 Amblyopia (penurunan daya penglihatan) ex anopsia Amblyopia: anisometropia. 153 . strabismik H53. Photophobia [tak menyukai cahaya]. Day blindness.PerKes.7 Kelainan refraksi.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada gerakan binokuler H51.8 Other specified strabismus Sindroma Duane H50. Scintillating scotoma [bintik buta berpindah-pindah].6 Strabismus mekanis Sindroma Brown's sheath.0 Hypermetropia [titik fokus di belakang retina] H52. tidak dijelaskan H51 Kelainan-kelainan lain gerakan binokuler (dua mata) H51. Asthenopia [kelelahan mata].2 Strabismus vertikal Hypertropia.3 Anisometropia [fokus tidak seimbang] dan aniseikonia [ukuran bayangan berbeda] H52. Created By: Subhan.

4 Buta. Protanomaly.3 Kelainan lain penglihatan binokuler Korespondensi abnormal retina. H54.4 Defek lapangan pandang Pembesaran bintik buta Penyempitan umum lapangan pandang Hemianop(s)ia (heteronymous)(homonymous) Quadrant anop(s)ia Scotoma:. satu mata Kategori gangguan visus 9 pada satu mata [visus normal pada mata lainnya]. Bjerrum. 4.5 Rabun. H53. 5 pada satu mata. kedua mata Kategori gangguan visus 3. satu mata Kategori gangguan visus 3. rabun pada mata lainnya Kategori gangguan visus 3. tidak dijelaskan H54 Blindness dan low vision – kebutaan dan penglihatan rendah Note: Untuk definisi kategori gangguan penglihatan lihat tabel di bawah Kecuali: amaurosis fugax (G45. sentral. Catatan khusus dari Volume 2 untuk kategori H54 154 .1) H53.0 Buta. sudden visual loss [visus hilang mendadak]. Created By: Subhan. protanopia [buta merah].3 Unqualified visual loss. pada kedua mata Kategori gangguan visus 9 pada kedua mata. 4. dan kategori 1 atau 2 pada mata lainnya. cincin H53. H54.6 Night blindness [rabun senja] Kecuali akibat defisiensi vitamin A (E50.8 Gangguan penglihatan lainnya H53. kedua mata Kategori gangguan visus 1 atau 2 pada kedua mata. suppresi penglihatan binokuler Fusi dengan stereopsis cacad. buta warna Deuteranomaly. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Visual halos [area kosong penglihatan]. Kecuali halusinasi visual (R44.6 Unqualified visual loss. deuteranopia [ buta hijau]. AMd. H54. persepsi visual simultan tanpa fusi. H54. defisiensi penglihatan warna didapat.1 Buta pada satu mata. 5 pada kedua mata.3) H54. H54. tritanopia [buta biru] Kecuali day blindness (H53.5 Defisiensi penglihatan warna Achromatopsia.1) H53.PerKes.5) H53.9 Gangguan penglihatan. arkuata.2 Diplopia Double vision [penglihatan kembar] H53. H54. H54.7 Visual loss yang tidak dijelaskan Kategori gangguan penglihatan 9 NOS.2 Rabun. 4. satu mata Kategori gangguan visus 1 or 2 pada satu mata [visus normal pada mata lainnya]. Tritanomaly. 5 pada satu mata [visus normal pada mata lainnya].

Created By: Subhan. AMd. Geneva.05) 1/50 (20/1200) 20/400 5/300 (20/1200) 4 1/60 (hitung jari 1 meter) Persepsi cahaya 1/50 (0. 6-10 November l972.0 Kelainan fungsi pupil H57. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kode ini tidak digunakan untuk kondisi utama kalau penyebabnya tercatat.02) 5/300 5 Tidak ada persepsi cahaya Tidak ada persepsi cahaya 9 Tidak bisa ditentukan atau tidak Tidak bisa ditentukan atau tidak dinyatakan dinyatakan Kelainan-kelainan lain pada mata dan adnexa (H55-H59) H55 Nystagmus dan gerakan irregulaer lain pada mata Nystagmus: NOS.e.1†) H58. Tabel berikut memberikan klasifikasi beratnya gangguan visus yang dianjurkan oleh WHO Study Group on the Prevention of Blindness.e. dan "unqualified visual loss" dengan kategori 9. walau pun ketajaman sentralnya tidak terganggu. kecuali kalau episode perawatan adalah untuk kebutaan itu sendiri.. H54. tidak dijelaskan H58* Kelainan-kelainan lain mata dan adnexa pada penyakit c.0* Kelainan fungsi pupil pada penyakit c.9 Kelainan mata dan adnexa. pasien dengan derajat lapangan >5 0 dan ≤100 di sekitar fiksasi sentral harus masuk kategori 3. sifilis (A52. deprivasition. Kalau luas lapangan pandang diperhitungkan.1) 20/70 20/200 2 6/60 3/60 1/10 (0. 155 .1* Gangguan penglihatan pada penyakit c.PerKes.1 Nyeri mata H57. 4 dan 5. H58.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada mata dan adnexa H57.bisa digunakan sebagai kode tambahan.e. Kategori gangguan Ketepatan penglihatan dengan Ketepatan penglihatan dengan penglihatan koreksi terbaik yang mungkin koreksi terbaik yang mungkin Maximum kurang dari Minimum sama atau lebih baik daripada 1 6/18 6/60 3/10 (0. buta (“blindness”) dengan kategori 3. latent H57 Kelainan-kelainan lain pada mata dan adnexa H57. Fenomena atau pupil Argyll Robertson.3): 1/10 (0. Sebagai penyebab.1) 1/20 (0. Istilah rabun (“low vision”) pada kategori H54 sesuai dengan kategori 1 dan 2. dan pasien dengan lapangan pandang ≤50 harus masuk kategori 4. dissosiasi. kongenital.05) 20/200 20/400 3 3/60 1/60 (hitung jari pada 1 meter) 1/20 (0.

HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H58. tidak dijelaskan 156 .2) alat prostetik.9 Kelainan mata dan adnexa pasca-prosedur.0 Sindroma vitreous menyusul operasi katarak H59. implant. lanjut (A52. dan graft mata lainnya (T85.7†) H59 Kelainan-kelainan mata dan adnexa pasca-prosedur. NEC Kecuali: komplikasi mekanis dari: lensa intraokuli (T85. kongenital lanjut (A50.4†).1) H59.PerKes.8* Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada mata dan adnexa pada penyakit c.e. Created By: Subhan.0†). Okulopati sifilitika NEC: kongenital dini (A50.3†) dini (sekunder) (A51.8 Kelainan-kelainan mata dan adnexa pasca-prosedur lainnya Parut khorioretina menyusul operasi terhadap pelepasan retina H59. AMd.3) pseudophakia (Z96.

otitis externa haemorrhagika. dan metabolik (E00-E90) komplikasi hamil.0 Abses telinga luar Vesikel. aktinik.3 Otitis externa infektif lainnya Otitis externa diffusa. PENYAKIT-PENYAKIT TELINGA DAN PROSESUS MASTOIDEUS (H60-H95) Kecuali: penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) neoplasma (C00-D48) penyakit endokrin. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB VIII. NEC (R00-R99) injury.2 Otitis externa maligna H60. Swimmer's ear H60. eksematoid.PerKes.4 Cholesteatoma telinga luar Keratosis obturans (saluran) telinga luar H60. tidak dijelaskan H61 Kelainan-kelainan lain telinga luar H61.9 Otitis externa.0 Perikhondritis telinga luar 157 . poisoning dan konsekuensi tertentu lain dari penyebab eksterna (S00-T98) Chapter ini berisi blok-blok berikut: H60-H62 Penyakit-penyakit external ear H65-H75 Penyakit-penyakit middle ear dan mastoid H80-H83 Penyakit-penyakit inner ear H90-H95 Other Kelainan-kelainan of ear Kategori asterisk untuk chapter ini adalah sebagai berikut: H62* Gangguan telinga luar pada penyakit c. Created By: Subhan.e H75* Gangguan lain telinga tengah dan mastoid pada penyakit c. noninfektif Otitis externa akut: NOS.e H67* Otitis media pada penyakit c. melahirkan.1 Sellulitis telinga luar Sellulitis: aurikula.e Penyakit-penyakit telinga luar (H60-H62) H60 Otitis externa H60. tanda. dan puerperium (O00-O99) kondisi tertentu yang berasal dari masa perinatal (P00-P96) malformasi. kontak. dan penemuan klinis dan laboratorium abnormal.5 Otitis externa akut. kimiawi. karbunkel.e H82* Sindorma vertiginosa pada penyakit c. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) gejala. AMd.e H94* Gangguan lain telinga pada penyakit c. furunkel pada aurikula atau liang telinga luar H60. nutrisi.8 Otitis externa lainnya Otitis externa kronis NOS H60. liang telinga luar H60. deformasi. reaktif H60.

8* Kelainan-kelainan lain telinga luar pada penyakit c. candidiasis (B37. zoster (B02.e Otitis externa pada infeksi herpesviral [herpes simplex] (B00. H62.9†) H62. H62. kronis: musinosa. tidak dijelaskan H62* Kelainan telinga luar pada penyakit c. pinna Kecuali: cauliflower ear (M95. Penyakit-penyakit telinga tengah dan mastoid (H65-H75) H65 Otitis media tanpa nanah (nonsuppuratif) Termasuk: with myringitis (radang membran tympani) H65.4* Otitis externa pada penyakit lainnya c. glue ear Kecuali: penyakit telinga tengah adhesif (H74.1 Kelainan daun telinga non-infektif Deformitas didapatpada: aurikula.8 Kelainan-kelainan yang dijelaskan pada telinga luar Exostosis liang telinga luar H61. Created By: Subhan.0) H65.3* Otitis externa pada penyakit infeksi dan parasit lainnya c.3 Otitis media mukoid kronis Otitis media.9). katarrhalis. akut dan subakut: allergika (mukoid)(sanguinosa)(serosa). pinna H61.e Otitis externa pada erysipelas (A46†) H62. nonsuppuratif NOS.0 Otitis media serosa akut Otitis media sekretori akut dan subakut H65. nonsuppuratif NOS.-†) H62. eksudatif.e. otitik barotrauma (T70.8†) H62. sanguinosa.2†) Otomycosis NOS (B36.2 Otitis media serosa kronis Chronic tubotympanal catarrh H65.9 Kelainan telinga luar. sekretoris. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Chondrodermatitis nodularis chronica helicis Perichondritis pada: aurikula. serosa.3 Stenosis didapat pada liang telinga luar Kollaps liang telinga luar H61.2 Impacted cerumen Lilin dalam telinga H61. transudatif. mukoid.8†). mukoid. seromusinosa H65. kronis: allergika.0* Otitis externa pada penyakit bakteri c. transudatif 158 . sekretoris. seromusinosa Kecuali: otitis media (akut) NOS (H66.e.1) H61.1 Otitis media akut nonsuppuratif lainnya Otitis media. Otitis externa pada impetigo (L01.9 Otitis media nonsuppuratif.1* Otitis externa pada penyakit virus c.e.1†).e. eksudatif. seromusinosa.4 Otitis media nonsuppuratif kronis lainnya Otitis media. tidak dijelaskan Otitis media: allergika. AMd. dengan effusi (nonpurulenta).1) H65.2* Otitis externa pada mikosis Otitis externa pada aspergillosis (B44.PerKes. dengan effusi (nonpurulenta).

tidak dijelaskan Otitis media NOS. kronik NOS H67* Otitis media pada penyakit c.0 Patulous Eustachian tube [terbuka karena regangan] H69.e Otitis media pada: TB (A18.0) H72 Perforasi membrana timpani Termasuk: perforasi gendang telinga: persisten pasca trauma. AMd. Petrosus (acute)(chronic) H70.1* Otitis media pada penyakit virus c.1 Mastoiditis kronis Karies atau fistula mastoid H70. H67.e. striktura tuba Eustachius H69 Gangguan lain Eustachian tube H69.8* Otitis media pada penyakit lain c.1 Obstruksi tuba Eustachius Kompresi.9 Kelainan tuba Eustachius.8 Mastoiditis dan kondisi terkait lainnya H70.0 Eustachian salpingitis – peradangan tuba Eustachius H68.2 Petrositis Peradangan os. influenza (J10-J11†) H67.4 Otitis media suppuratif. tidak dijelaskan Otitis media purulenta NOS H66.PerKes.0* Otitis media pada penyakit bakteri c. tidak dijelaskan H70 Mastoiditis dan kondisi terkait H70. akut NOS. stenosis.2 Otitis media suppuratif attico-antral kronis Penyakit attico-antral kronis H66.0 Otitis media suppuratif akut H66.9 Mastoiditis.9 Otitis media. scarlet fever (A38†) H67.0 Mastoiditis akut Abses atau empyem masoid H70.e H68 Eustachian salpingitis dan obstruction H68.3†).e Otitis media pada: measles (B05.6†).4) cholesteatoma rekurens pada rongga pasca-mastoidektomi (H95.3 Otitis media suppuratif kronis lainnya Otitis media suppuratif kronis NOS H66. Created By: Subhan.1 Otitis media suppuratif tubotimpani kronis Otitis media suppuratif kronis ringan Penyakit tubotimpani kronis H66. pasca peradangan 159 . tidak dijelaskan H71 Cholesteatoma telinga tengah Cholesteatoma tympani Kecuali: cholesteatoma telinga luar (H60. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H66 Otitis media suppuratif dan tidak dijelaskan Termasuk: dengan myringitis H66.8 Kelainan-kelainan yang dijelaskan pada tuba Eustachius H69.

8 Otosklerosis lainnya H80.2 Diskontinuitas dan dislokasi tulang-tulang pendengaran H74. tidak dijelaskan H75* Kelainan-kelainan lain telinga tengah dan mastoid pada penyakit c.PerKes.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada telinga tengah dan mastoid H74. tidak dijelaskan H74 Kelainan-kelainan lain telinga tengah dan mastoid H74.e. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: ruptur traumatika gendang telinga (S09.2 Otosklerosis kokhlearis Otosklerosis yangmelibatkan: kapsul otik.e.0†) H75.9 Perforasi membran tympani. tidak dijelaskan H73 Kelainan-kelainan lain membran timpani H73.4 Polyp telinga tengah H74.8 Perforasi lainnya pada membran tympani Perforasi membran tympani: ganda atau total H72.0 Tympanosclerosis H74.9 Kelainan membran timpani.0 Otosklerosis yang melibatkan foramen ovale. foramen ovale H80.3 Kelainan tulang-tulang pendengaran didapat lainnya Ankylosis atau kehilangan sebagian tulang-tulang pendengaran H74.0* Mastoiditis pada penyakit infeksi dan parasit c.3) H74.1 Penyakit telinga tengah adhesif Otitis adhesif Kecuali: glue ear (H65. miringitis bullosa Kecuali: dengan otitis media (H65-H66) H73.1 Myringitis kronis Tympanitis kronis Kecuali: dengan otitis media (H65-H66) H73.1 Otosklerosis yang melibatkan foramen ovale. nonobliteratif H80. Mastoiditis TB (A18. obliteratif H80.9 Kelainan telinga tengah dan mastoid.8* Kelainan lain telinga tengah dan mastoid yang dijelaskan pada penyakit c. AMd.9 Otosklerosis.1 Perforasi membran tympani bagian attic (atas) Perforasi pars flaccida H72.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada membran timpani H73. Created By: Subhan. H75.2 Perforasi pinggir lainnya pada membran tympani H72.0 Perforasi membran tympani bagian sentral H72.e. tidak dijelaskan 160 .0 Acute myringitis / Acute tympanitis Timpanitis akut.2) H72. Penyakit-penyakit telinga dalam (H80-H83) H80 Otosklerosis Termasuk: otospongiosis H80.

9) H90.5 Tuli sensorineural.1 Tuli konduktif unilateral.2 Disfungsi labirinth Hipersensitivitas.3). AMd. otogenik.2 Tuli konduktif. NOS (H91.0) mendadak (idiopathic) (H91. penurunan pendengaran akibat bising H83. tidak dijelaskan Tuli konduktif NOS H90. bilateral 161 .0 Penyakit Méniere Hidrops labirinth. neural. tidak dijelaskan Sindroma vertiginosa NOS H82* Sindroma vertiginosa pada penyakit c. tidak dijelaskan Kelainan-kelainan lain pada telinga (H90-H95) Catatan khusus dari Volume 2 untuk H90-H91: Hearing loss Kode-kode ini tidak digunakan sebagai kode kondisi utama kalau penyebabnya diketahui.2).3 Vertigo perifer lainnya Sindroma Lermoyez Vertigo: aura.PerKes. Created By: Subhan.3 Efek-efek bising terhadap telinga dalam Trauma akustik. perseptif. tuli kongenital NOS Tuli: sentral. ototoksik (H91.bisa digunakan sebagai kode tambahan.9) tuli: akibat bising (H83. sisi kontralateral baik H90. Untuk mengkode penyebab.e.1 Vertigo paroksismal ringan H81. hipofungsi. tidak dijelaskan Tuli sensorineural NOS. atau sensoris NOS H90.atau H91.1) H81.9 Kelainan fungsi vestibulum. H90..0 Tuli konduktif.8 Kelainan-kelainan lain fungsi vestibulum H81.4 Tuli sensorineural unilateral. sisi kontralateral baik H90.6 Tuli campur konduktif dan sensorineural. H83 Penyakit-penyakit telinga dalam lainnya H83.3). H90 Tuli konduktif dan sensorineural Termasuk: tuli kongenital Kecuali: deaf mutism [bisu-tuli] NEC (H91.0 Labyrinthitis H83.2 Neuronitis vestibularis H81.. hilangnya fungsi labirinth H83.8 Penyakit-penyakit lain yang dijelaskan pada telinga dalam H83. bilateral H90.4 Vertigo yang berasal dari sentral Nystagmus posisional sentralis H81. perifer NOS H81. kecuali kalau episode perawatan adalah untuk kehilangan pendengaran itu sendiri.9 Penyakit-penyakit telinga dalam. sindroma atau vertigo Meniere H81.3 Tuli sensorineural. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H81 Kelainan-kelainan fungsi vestibulum Kecuali: vertigo: NOS (R42).1 Fistula labirinth H83. epidemik (A88. bilateral H90. tuli NOS (H91.

sisi kontralateral baik H90.1†) H94.0 Tuli ototoksik H91.9 Kelainan telinga.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada telinga H93.8* Gangguan lain telinga yang dijelaskan pada penyakit c.-. pendengaran ganda] Hyperacusis [sangat sensitif terhadap suara] Perubahan ambang pendengaran sementara Kecuali: hallusinasi auditorius (R44. tidak dijelaskan H91 Tuli lainnya Kecuali: tuli psikogenik (F44. frekuensi rendah H92 Otalgia dan effusi telinga H92. AMd.3) tuli menurut klasifikasi pada H90.2) H91. not elsewhere classified H93.3 Kelainan-kelainan n.1) H93.2 Tuli idiopatik mendadak Tuli mendadak NOS H91. 162 . H94.6). not elsewhere classified H91. Neuritis akustikus pada sifilis (A52.3 Bisu-tuli. tidak dijelaskan H94* Kelainan-kelainan lain telinga pada penyakit c.8 Tuli lain yang dijelaskan H91.e.8 Tuli campur konduktif dan sensorineural. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H90.e.9 Tuli.1 Tinnitus H93.0) persepsi pendengaran abnormal (H93.1 Otorrhoea Kecuali: bocoran cerebrospinal fluid melalui telinga (G96.e.0 Otalgia H92. H93 Kelainan-kelainan lain telinga.0) H93.1 Presbycusis [tuli sensorineural pada penuaan] Presbyacusia H91.0 Kelainan-kelainan degeneratif dan vaskular pada telinga Tuli iskemik sementara Kecuali: presbycusis (H91. tidak dijelaskan Deafness: NOS.0) H92.2 Otorrhagia [perdarahan melalui telinga luar] Kecuali: otorrhagia traumatika. akustikus Kelainan NC VIII H93.2).7 Tuli campur konduktif dan sensorineural unilateral. Created By: Subhan. tuli iskemik sementara (H93.0* Neuritis akustikus pada penyakit infeksi dan parasit c. tuli akibat bising (H83.PerKes. frekuensi tinggi.2 Persepsi pendengaran abnormal lainnya Auditory recruitment [pendengaran berlebih dari yang ada] Diplacusis [pendengaran beda antara kedua telinga. impacted cerumen (H61.

PerKes. AMd.0 Kholesteatoma rekuren pada rongga pasca-mastoidectomi H95.9 Kelainan pasca prosedur pada telinga dan prosesus mastoideus. tidak dijelaskan 163 . granulasi. Created By: Subhan.1 Kelainan lain menyusul mastoidectomi Peradangan kronis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat H95 Kelainan pasca-prosedur telinga dan prosesus mastoideus.8 Kelainan-kelainan pasca prosedur lain pada telinga dan prosesus mastoideus H95. kista mukosa: pada rongga pasca-mastoidectomi H95. NEC H95.

I98* Kelainan sistem sirkulasi lain pada penyakit c. e. (R00-R99) cedera. I43* Kardiomiopati pada penyakit c. n. e. PENYAKIT-PENYAKIT SISTEM SIRKULASI (I00-I99) Kecuali: penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) neoplasma (C00-D48) menyakit endokrin. dan kapiler I80-I89Penyakit vena. e. keracunan dan konsekwensi lain tertentu dari penyebab luar (S00-T98) Bab ini berisi blok-blok berikut: I00-I02Demam rematik akut I05-I09Penyakit jantung rematik kronik I10-I15Penyakit hipertensi I20-I25Penyakit jantung iskemik I26-I28Penyakit jantung paru dan penyakit sirkulasi paru-paru I30-I52Bentuk-bentuk lain penyakit jantung I60-I69Penyakit serebrovaskuler I70-I79Penyakit arteri. I79* Kelainan arteri.-) kelainan jaringan penyambung sistemik (M30-M36) komplikasi kehamilan. akut atau subakut I01 Demam rematik dengan keterlibatan jantung Kecuali: penyakit-penyakit kronik yang asal-usulnya rematik (I05-I09). e. dan penemuan klinis dan laboratorium abnormal. arteriol dan kapiler pada penyakit c. nutrisi dan metabolik (E00-E90) serangan iskemik otak sementara dan sindroma yang terkait (G45.c.e. gejala. I52* Kelainan jantung lainnya pada penyakit c. I41* Miokarditis pada penyakit c. e. n. I39* Endokarditis dan kelainan katup jantung pada penyakit c. I95-I99Kelainan sistem sirkulasi lain dan tak dijelaskan Kategori asterisk untuk bab ini tersedia sebagai berikut: I32* Perikarditis pada penyakit c.e. Arthritis rematik. e. melahirkan dan nifas (O00-O99) kondisi tertentu yang dimulai pada masa perinatal (P00-P96) malformasi. arteriol. Demam rematik akut (I00-I02) I00 Demam rematik tanpa disebutkan keterlibatan jantung.c. deformasi. dan kelenjar limfe. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) tanda. pembuluh limfe. AMd. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB IX. e. kecuali kalau demam rematik terdapat pula atau kalau ada bukti munculnya kembali atau adanya aktifitas 164 . Created By: Subhan.PerKes. e. I68* Kelainan serebrovaskuler pada penyakit c.

khorea NOS (G25. Pada kasus dengan keraguan tentang aktifitas rematik pada waktu kematian. aktif atau akut I02 Khorea rematik Termasuk: khorea Sydenham Kecuali: khorea .-).0).8 Penyakit jantung rematik akut lainnya (termasuk keterlibatan ganda) Setiap kondisi pada I00 dengan jenis keterlibatan jantung lain atau ganda. anggap kondisi itu aktif kalau kondisi jantung (selain kondisi terminal dan endokarditis bakteri) yang dianggap rematik atau akibat demam rematik dinyatakan akut atau subakut. radang farings karena streptokokus (J02.9 Khorea rematik tanpa keterlibatan jantung Khorea rematik NOS 165 . „endokarditis‟.1 Endokarditis rematik akut Setiap kondisi pada I00 dengan endokarditis or valvulitis Valvulitis rematik akut I01. tak dijelaskan Setiap kondisi pada I00 dengan jenis keterlibatan jantung tak dijelaskan Karditis rematik. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat proses rematik. „Perikarditis‟ dapat dianggap akut pada usia berapa saja. rujuk aturan pengkodean mortalitas pada Volume 2. Created By: Subhan.0 Perikarditis rematik akut Setiap kondisi pada I00 dengan perikarditis Perikarditis rematik (akut) Kecuali: kalau tidak dinyatakan rematik (I30. dan tonsilitis akut (J03. akut Penyakit jantung rematik.-) adalah sangat musykil. usia kematian di bawah 15 tahun. „penyakit jantung‟. AMd.Huntington (G10) . istilah „karditis‟. Volume 2 Demam rematik (I00-I02) atau penyakit jantung rematik (I05-I09) yang dilaporkan „disebabkan oleh‟ apa pun penyakit selain demam skarlet (A38). Kalau tidak ada pernyataan bahwa proses rematik bersifat aktif pada saat kematian.2 Miokarditis rematik akut Setiap kondisi pada I00 dengan miokarditis I01. septikemia streptokokus (A40.- I02. atau kalau interval tidak disebutkan.-) I01. I01. dan „pankarditis‟ bisa dianggap akut kalau interval antara onset dan kematian <1 tahun.PerKes.0 Khorea rematik yang keterlibatan jantung Khorea NOS yang melibatkan jantung Khorea rematik dengan semua jenis keterlibatan jantung yang diklasifikasi pada I01. „miokarditis‟.9 Penyakit jantung rematik akut. Tanpa pernyataan ini. Pankarditis rematik akut I01.5) I02.

9 Penyakit katup aorta rematik.8 Penyakit katup mitral lainnya Kegagalan (katup) mitral I05.0 atau I05.-) I07.9 Penyakit katup trikuspid.2-I05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Penyakit jantung rematik kronik (I05-I09) I05 Penyakit katup mitral rematik Termasuk: kondisi yang bisa diklasifikasikan pada I05.0 Stenosis mitral Obstruksi (katup) mitral (rematik) I05.-) I05.2 Stenosis mitral dengan insufisiensi Stenosis mitral dengan inkompetensi atau regurgitasi I05.8 Penyakit katup trikuspid lainnya I07.1) 166 .2 Stenosis trikuspid dengan insufisiensi I07.8 Penyakit katup aorta rematik lainnya I06.-) I06.PerKes. baik dinyatakan rematik atau tidak Kecuali: kalau dinyatakan bukan-rematik (I34.1 Insuffisiensi mitral rematik Inkompetensi mitral rematik Regurgitasi mitral rematik I05.9 Penyakit katup mitral.0 Stenosis aorta rematik Obstruksi (katup) aorta rematik I06. katup tak dijelaskan (I09. katup tak dijelaskan(I38) penyakit rematik endokardium.0 Stenosis trikuspid Stenosis (katup) trikuspid (rematik) I07. AMd.1 Insufisiensi trikuspid Insufisiensi (katup) trikuspid (rematik) I07. tak dijelaskan Kelainan (katup) mitral (kronik) NOS I06 Penyakit katup aorta rematik Kecuali: kalau tidak dinyatakan rematik (I35. tak dijelaskan Penyakit katup trikuspid NOS I08 Penyakit katup ganda Termasuk: baik dinyatakan rematik atau tidak Kecuali: endokarditis.9.2 Stenosis aorta rematik dengan insufisiensi Stenosis aorta rematik dengan inkompetensi atau regurgitasi I06. tak dijelaskan Penyakit (katup) aorta rematik NOS I07 Penyakit katup trikuspid rematik Termasuk: baik dinyatakan rematik atau tidak Kecuali: kalau dinyatakan bukan-rematik (I36.1 Insuffisiensi aorta rematik Inkompetensi aorta rematik Regurgitasi aorta rematik I06. Created By: Subhan.

.3 Kelainan gabungan katup-katup mitral.1 Penyakit katup-katup mitral dengan trikuspid I08. aorta dan trikuspid I08. Created By: Subhan.9 Penyakit jantung hipertensif tanpa kegagalan jantung (kongestif) Penyakit jantung hipertensif NOS I12 Penyakit ginjal hipertensi Termasuk: semua keadaan pada N18.0 Miokarditis rematik Kecuali: miokarditis tidak dinyatakan sebagai rematik (I51.2 Perikarditis rematik kronik Perikardium adherent rematik Mediastinoperikarditis rematik kronik Mioperikarditis rematik kronik Kecuali: kalau tidak dinyatakan sebagai rematik (I31.9 Penyakit jantung rematik.2 Penyakit katup-katup aorta dengan trikuspid I08.0 Penyakit katup-katup mitral dan aorta Keterlibatan katup-katup mitral dengan aorta baik dinyatakan rematik atau tidak I08.4) I09.8 Penyakit jantung rematik lain yang dijelaskan Penyakit rematik pada katup pulmonalis I09.8 Penyakit katup ganda lainnya I08.9 Penyakit katup ganda.4-I51. tak dijelaskan Karditis rematik Gagal jantung rematik Kecuali: karditis rematoid (M05.atau N26.-.-. tak dijelaskan I09 Penyakit jantung rematik lainnya I09.PerKes. katup tak dijelaskan (I38) I09.0) .0 Penyakit jantung hipertensif dengan gagal jantung (kongestif) Gagal jantung hipertensif I11. N19.bersama kondisi I10 167 .2) I10 Hipertensi essensial (primer) Tekanan darah tinggi Hipertensi (arteri)(esensial)(primer)(sistemik)(ringan)(berat) Kecuali: melibatkan pembuluh darah pada: .otak (I60-I69). I51. O13-O16) hipertensi neonatus (P29. I11 Penyakit jantung hipertensif Termasuk: semua keadaan pada I50. melahirkan dan nifas (O10-O11. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I08.3) Penyakit-penyakit hipertensi (I10-I15) Kecuali: melibatkan pembuluh darah koroner (I20-I25) hipertensi pulmonalis (I27.9 akibat hipertensi I11. AMd..-) I09.1 Penyakit rematik endokardium. katup tak dijelaskan Endokarditis rematik (kronik) Valvulitis rematik (kronik) Kecuali: endokarditis.mata (H35.0) mempersulit kehamilan.

durasi yang dipakai pada katergori I21-I25 adalah interval antara onset episode iskemia dan admisi pengobatan. kalau perlu. Untuk mortalitas.0 Penyakit ginjal hipertensif dengan gagal ginjal Gagal ginjal hipertensif I12.1 Hipertensi akibat kelainan ginjal lainnya I15. Termasuk: kalau disebutkan hipertensi (I10-I15) Gunakan kode tambahan.1 Angina pektoris dengan spasme terdokumentasi Angina: .9 Penyakit jantung dan ginjal hipertensif.Prinzmetal .-) I12. preinfark I20. tak dijelaskan I15 Hipertensi sekunder Kecuali: melibatkan pembuluh darah: mata (H35.0) melibatkan pembuluh darah: otak (I60-I69) I15.. makin berat waktu bekerja Sindroma: koroner intermediate.0 Penyakit jantung dan ginjal hipertensif dengan gagal jantung (kongestif) I13.9 Angina pektoris.2 Penyakit jantung dan ginjal hipertensif dengan gagal jantung (kongestif) serta gagal ginjal I13.angiospastik .8 Hipertensi sekunder lain I15.variant I20.bersama semua kondisi pada I12.- penyakit: kardiorenal penyakit ginjal kardiovaskular I13.PerKes.9 Hipertensi sekunder.0 Unstable angina Angina: crescendo. tak dijelaskan 168 . Created By: Subhan. untuk identifikasi adanya hipertensi I20 Angina pektoris I20. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat arteriosklerosis ginjal nefritis arteriosklerotik (kronik) (intersitialis) nefropati hipertensif nefrosklerosis Kecuali: hipertensi sekunder (I15. AMd.9 Penyakit ginjal hipertensif tanpa gagal ginjal Penyakit ginjal hipertensi NOS I13 Penyakit jantung dan ginjal hipertensi Termasuk: semua kondisi pada I11. de novo effort.1 Penyakit jantung dan ginjal hipertensif dengan gagal ginjal I13.akibat spasme .0 Hipertensi renovaskuler I15.2 Hipertensi akibat kelainan endokrin I15. durasi adalah interval antara onset dan kematian. tak dijelaskan Penyakit jantung iskemia (I20-I25) Catatan: Untuk morbiditas.8 Bentuk lain angina pektoris Angina ketika bekerja Stenokardia I20.

inferolateral .9 MCI akut.8) sindroma pasca MCI (I24.anteroseptum I21.8) I22. Created By: Subhan.susulan (I22. I21. posteroseptal .-) MCI: .0 MCI transmural akut dinding anterior jantung Infark transmural (akut)(pada): . MCI non-transmural NOS I21.inferoposterior I21.1 MCI transmural akut dinding inferior jantung Infark transmural (akut)(pada): . basal-lateral.0 MCI susulan dinding jantung bagian anterior Infark susulan (akut)(pada): .1).anteroapikal .3 MCI transmural akut pada bagian jantung yang tak dijelaskan MCI transmural NOS I21.1 MCI susulan dinding jantung bagian inferior Infark susulan (akut)(pada): .dinding diafragmatika .-) .anterolateral .dinyatakan kronik atau durasi > 4 mg (28 hari) sejak onset (I25.2 MCI transmural akut pada bagian lain jantung Infark transmural (akut)(pada): .anterolateral .2) .lama (I25. apical-lateral.(dinding) depan NOS . posterobasal.(dinding) lateral NOS. atau lamanya ≤4 mg (28 hari) sejak onset.septal NOS I21.PerKes.anteroseptal I22.(dinding) inferior NOS .(dinding) anterior NOS . posterolateral. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Angona: NOS.(dinding) inferior NOS 169 .4 MCI subendokardium akut. kardiak Sindroma angina Nyeri dada iskemik I21 Infark miokardium akut – acute myocardial infarction (MCI) Termasuk: MCI yang dinyatakan akut. tak dijelaskan MCI (akut) NOS I22 MCI susulan Termasuk: MCI rekurent Kecuali: dinyatakan kronik atau durasi >4 minggu (28 hari) sejak onset (I25.posterior (sejati). Kecuali: komplikasi tertentu sekarang menyusul MCI akut (I23. lateral tinggi . AMd.anteroapikal .

0 Penyakit kardiovaskuler atherosklerotik.8 Komplikasi sekarang lainnya menyusul MCI akut I24 Penyakit jantung iskemik akut lainnya Kecuali: angina pectoris (I20.0) I23.6 Trombosis atrium.1 Penyakit jantung atherosklerotik koroner Penyakit. aterosklerosis: pada (arteri) koronaria I25.8 MCI susulan pada bagian lain Infark susulan (akut)(pada): .2 MCI lama MCI sembuh 170 .inferolateral .-.6) I25. papillaris sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23.-).4 Ruptura khordae tendineae sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23.muncul bersama MCI akut (I21-I22) . tak dijelaskan Kecuali: penyakit jantung iskemik (kronik) NOS (I25.septal NOS I22. dan ventrikel sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23. I51. posterobasal. basal-lateral. sklerosis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat . lateral tinggi .2 Ventricular septal defect (VSD) sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23.0 Hemoperikardium sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23.tidak dinyatakan sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut (I31. apendix aurikula. tromboembolisme (arteri)(vena) koronaria: yang tidak menyebabkan MCI Kecuali: dinyatakan kronik atau durasi > 4 mg (28 hari) sejak onset (I25. dinyatakan demikian I25. posteroseptal . iskemia miokadium sementara pada bayi baru lahir (P29.inferoposterior I22. apical-lateral.dinding diafragma . Created By: Subhan.0 Trombosis koroner yang tidak menyebabkan MCI Embolisme.8) I24. posterolateral.8 Bentuk lain penyakit jantung iskemik akut: Kegagalan koroner Insufisiensi koroner I24.posterior (sejati).9) I25 Penyakit jantung iskemik kronik Kecuali: penyakit kardiovaskuler NOS (I51. kalau: .(dinding) lateral NOS. oklusi.5 Ruptur m.9 Penyakit jantung iskemik akut.3 Ruptur dinding jantung tanpa hemoperikardium sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut Kecuali: dengan hemoperikardium (I23. AMd.1 Atrial septal defect (ASD) sebagai komplikasi sekarang menyusul MCI akut I23.4) I24.9 MCI susulan pada bagian yang tak dijelaskan I23 Komplikasi tertentu sekarang menyusul MCI akut Kecuali: kondisi berikut ini. ateroma.1 Sindroma Dressler Sindorma pasca MCI I24.-) I23.PerKes.

6 Iskemia miokardium tenang (silent) I25.9 Emboli pulmonalis tanpa disebutkan cor pulmonale akut Emboli pulmonalis NOS I27 Penyakit jantung-paru lainnya I27.PerKes.3 Aneurisma jantung Aneurisma: mural.8 Penyakit pembuluh pulmonalis lain yang dijelaskan: Ruptur. ventrikel I25. tak dijelaskan Penyakit jantung iskemik (kronik) NOS Penyakit jantung-paru dan penyakit sirkulasi pulmonalis (I26-I28) I26 Emboli pulmonalis Termasuk: (arteri)(vena) pulmonalis dengan: . O08. didapat Kecuali: aneurisma (arteri) koronaria kongenital (Q24. .-) I26.trombosis: Kecuali: mempersulit: .8 Penyakit jantung-paru lain yang dijelaskan I27. stenosis.2) .1 Penyakit jantung kifo-skoliotik I27.abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.0 Hipertensi pulmonalis primer Hipertensi (arteri) pulmonalis (idiopatik)(primer) I27. tapi saat ini tidak menunjukkan gejala I25.kehamilan.9 Penyakit pembuluh pulmonalis.tromboembolisme .5 Kardiomiopati iskemik I25. tak dijelaskan Penyakit kardiopulmonalis kronik Kor pulmonale (kronik) NOS I28 Penyakit pembuluh pulmonalis lain I28.5) I25. kalau perlu.9 Penyakit jantung iskemik kronik. I27. AMd.1 Aneurisma arteri pulmonalis I28.. tak dijelaskan 171 .4 Aneurisma arteri koronaria Fistula arterio-vena koronaria.8 Bentuk-bentuk lain penyakit jantung iskemik kronik Setiap kondisi pada I21-I22 dan I24.9 Penyakit jantung-paru. Created By: Subhan.0 Emboli pulmonalis dengan disebutkan cor pulmonale akut Cor pulmonale akut NOS I26. striktura: pada pembuluh pulmonalis I28. untuk identifikasi penyakit dasar ***.0 Fistula arteriovena pembuluh pulmonalis I28.infark .2 Hipertensi pulmonalis sekunder lain *** Gunakan kode tambahan. melahirkan dan nifas (O88.yang dinyatakan sebagai kronik atau dengan durasi >4 mg (28 hari) sejak onset I25. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat MCI sebelumnya didiagnosa dengan ECG atau pemeriksaan khusus lain.

streptokokus. AMd.9 Perikarditis akut.sifilis (A52. e.systemic lupus erythematosus (M32.0) I30. e.9 Penyakit perikardium. I30. I32. I32.gonokokus (A54. Perikarditis (pada ): .2 Hemoperikardium.8†) .PerKes. tak dijelaskan I31 Penyakit lain pada perikardium Kecuali: kalau dinyatakan rematik (I09.0 Perikarditis idiopatik nonspesifik akut I30. Pericarditis: . stafilokokus.3 Effusi perikardium (bukan radang) Chylopericardium I31.2) komplikasi sekarang menyusul MCI akut (I23.1 Perikarditis konstriktif kronik Concretio cordis Kalsifikasi perikardium I31. kalau perlu.1 Perikarditis infeksi Pericarditis: pneumokokus.8* Perikarditis pada penyakit lain c. I31. tak dijelaskan Cardiac tamponade Perikarditis (kronik) NOS I32* Perikarditis pada penyakit c.e.5†) .8 Penyakit lain perikardium yang dijelaskan Plaque epikardium Adhesi perikardium pada fokus tertentu I31.-) I31.0†) . untuk identifikasi agen infeksi.rematoid (M05. sindroma pasca-kardiotomi (I97.8†) 172 .meningokokus (A39.0 Perikarditis adhesif kronik Accretio cordis Perikardium adherent Mediastinoperikarditis adhesif I31.-).uremik (N18.0* Perikarditis pada penyakit bakteri c.1* Perikarditis pada penyakit infeksi atau parasit lain c.8†) I32. Created By: Subhan.0) trauma (S26.c.8 Bentuk-bentuk lain perikarditis akut I30.1†) . n. e. e.TB (A18.3†) . purulenta. virus Pioperikarditis Gunakan kode tambahan (B95-B97). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Bentuk-bentuk lain penyakit jantung (I30-I52) I30 Perikarditis akut Termasuk: effusi perikardium akut Kecuali: perikarditis rematik (akut) (I01.

0) I35.8) .PerKes.stenosis atau obstruksi mitral (I05.0) .0 Stenosis (katup) aorta I35.ulseratif . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I33 Endokarditis akut dan subakut Kecuali: endokarditis rematik akut (I01.0 Endokarditis infeksi akut dan subakut Endokarditis (akut)(subakut): .4) I34.penyakit katup aorta (I08.1 Prolapsus (katup) mitral Sindroma katup mitral lembek [floppy] Kecuali: sindroma Marfan (Q87. AMd.septik I33. selain rematik I35.bakteri .9 Kelainan katup aorta.0) I34.stenosis (I05.1) kalau sebab tak dijelaskan tapi disebutkan penyakit katup mitral (I08.9) kalau penyebab tidak jelas.-) stenosis subaorta hipertrofik (I42.malignant . Created By: Subhan.0) .kegagalan (I05. tak dijelaskan I36 Kelainan katup trikuspid non-rematik Kecuali: kalau dinyatakan rematik (I07.-) katup mitral dengan: .lenta .0 Insufisiensi (katup) mitral Inkompetensi atau regurgitasi (katup) mitral: NOS atau penyebab dijelaskan selain rematik I34.1 Insufisiensi (katup) aorta Inkompetensi atau regurgitasi (katup) aorta: NOS atau penyebab dijelaskan.8 Kelainan katup mitral non-rematik lain I34.8 Kelainan katup aorta lain I35. periendokarditis: akut atau subakut I34 Kelainan katup mitral non-rematik Kecuali: kalau dinyatakan rematik (I05.infektif NOS .1) endokarditis NOS (I38) I33.9 Endokarditis akut.2 Stenosis (katup) aorta dengan insufisiensi I35. tak dijelaskan I35 Kelainan katup aorta non-rematik Kecuali: kalau dinyatakan rematik (I06.penyakit (I05. mioendokarditis. tak dijelaskan Endokarditis.2 Stenosis (katup) mitral non-rematik I34. tapi disebutkan: .9 Kelainan lain katup mitral non-rematik.-) 173 .

insufisiensi. I39.0†) .8 Kelainan katup trikuspid non-rematik lainnya I36.-) I36.9 Kelainan katup trikuspid non-rematik.infeksi gonokokus (A54.8 Kelainan katup pulmonalis lain I37.0 Stenosis (katup) trikuspid non-rematik I36. e.2* Kelainan katup trikuspid pada penyakit c. I39. I39. .8) I37.3†). I39.penyakit Libman Sacks (M32.2 Stenosis katup pulmonalis dengan insufisiensi I37.TB (A38.1) I39* Endokarditis dan kelainan katup pada penyakit c. selain rematik I37.0 Stenosis katup pulmonalis I37.6†). e.demam tifoid (A01. tak dijelaskan I37 Kelainan katup pulmonalis Kecuali: kalau dinyatakan rematik (I09. pada peny.8†) . Termasuk: keterlibatan endokardium pada: . NOS atau penyebab dijelaskan. untuk identifikasi agen infeksi.4) kalau dinyatakan rematik (I09. regurgitasi.1 Insufisiensi (katup) trikuspid non-rematik Inkompetensi atau regurgitasi (katup) trikuspid: penyebab dijelaskan.8†) .infeksi kandida (B37. 174 .0* Kelainan katup mitral pada penyakit c.PerKes.4* Kelainan katup ganda pada penyakit c. katup tidak jelas. .0 Miokarditis infeksi Miokarditis septik Gunakan kode tambahan (B95-B97). atau stenosis katup: jenis katup tidak disebutkan NOS atau penyebab dijelaskan.3* Kelainan katup pulmonalis pada penyakit c.arthritis rematoid (M05. I39. selain rematik I36. e.8* Endokarditis. kalau perlu. katup tak dijelaskan Endokarditis (kronik) NOS Inkompetensi.9 Kelainan katup pulmonalis. e.0†) . I40 Miokarditis akut I40. c.1 Insufisiensi katup pulmonalis Inkompetensi atau regurgitasi (katup) pulmonalis: NOS atau penyebab dijelaskan.5†) . e. selain rematik Kecuali: fibroelastosis endokardium (I42. katup tidak disebutkan. e. selain rematik Valvulitis (kronik).infeksi meningokokus (A39. Created By: Subhan.1†) I39.sifilis (A52. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat kalau penyebab tak dijelaskan (I07. e. AMd.2 Stenosis (katup) trikuspid non-rematik dengan insufisiensi I36. tak dijelaskan I38 Endokarditis.1* Kelainan katup aorta pada penyakit c.

I41.3 Penyakit endomiokardium (eosinofilik) Fibrosis endomiokardium (tropik) Endokarditis Löffler I42.6 Kardiomiopati alkoholik I42.0†).4) kardiomiopati iskemik (I25.0†) .nifas (O90.0* Miokarditis pada penyakit bakteri c. AMd.8†) I41. untuk identifikasi penyebab.TB (A18.difteria (A36.2* Miokarditis pada peny.virus diidentifikasi (J10.5†) .gonokokus (A54.3†) I42 Kardiomiopati Kecuali: kardiomiopati yang mempersulit: .9 Kardiomiopati.8* Miokarditis pada penyakit lain c. Created By: Subhan.sifilis (A52. e. (kronik) (B57.8 Miokarditis akut lain I40.4 Fibroelastosis endokardium Kardiomiopati kongenital I42.meningokokus (A39. Miokarditis pada: .7 Kardiomiopati akibat drugs dan agen luar lainnya Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). Miokarditis sarkoid (D86.8†) .5) I42. tak dijelaskan 175 .8†) I41.2†) .8†) I41.8†) . kalau perlu.8†) Miokarditis rematoid (M05.5 Kardiomiopati restriktif lainnya Kardiomiopati konstriktif NOS *** I42. tak dijelaskan I41* Miokarditis pada penyakit c.kehamilan (O99. infeksi dan parasit c.2 Kardiomiopati hipertrofik lainnya Kardiomiopati hipertrofik non-obstruktif I42..0 Kardiomiopati dilatasi Kardiomiopati kongestif *** I42. e.1 Kardiomiopati hipertrofik obstruktif Stenosis subaorta hipertrofik I42.8 Kardiomiopati lain I42. I42.3) .toxoplasmosis (B58. Miokarditis: . Miokarditis influenza (akut): . e.virus tak diidentifikasi (J11. e.PerKes.penyakit Chagas: akut (B57.8†) Miocarditis mumps (B26. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I40.8†) .9 Miokarditis akut. e.1* Miokarditis pada penyakit virus c.1 Miokarditis tersendiri (isolated) I40.

3 Blok trifasikulus I45.8* Kardiomiopati pada penyakit lain c.2* Kardiomiopati pada penyakit gizi Kardiomiopati nutrisi NOS (E63. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kardiomiopati (primer) (sekunder) NOS I43* Kardiomiopati pada penyakit c.1 Blok atrioventrikel.7 Blok cabang bundel kiri.1* Kardiomiopati pada penyakit metabolik Amiloidosis jantung (E85. AMd. e.PerKes. Kardiomiopati pada difteria (A36. tipe I dan II Blok Möbitz tipe I dan II Blok Wenckebach I44.5 Blok jantung lain yang dijelaskan Blok sinoatrium Blok sinoaurikulum Kecuali: blok jantung NOS (I45. tak dijelaskan I45 Kelainan konduksi lain I45.0* Kardiomiopati pada penyakit infeksi dan parasit c.4 Blok fasikulus anterior kiri I44. I43.4 Blok intraventrikel non-spesifik Blok cabang bundel NOS I45.0 Blok atrioventrikel.3 Blok atrioventrikel lain dan tak dijelaskan Blok atrioventrikel NOS I44.0 Blok fasikulus kanan I45.tambahan . Created By: Subhan.dipercepat .-†) I43.2 Blok bifasikulus I45. Tofi gout pada jantung (M10.9†).6 Blok fasikulus lain dan tak dijelaskan Hemiblok cabang bundel kiri NOS I44.pre-eksitasi 176 . e.6 Sindroma pre-eksitasi Eksitasi atrioventrikel anomali Konduksi atrioventrikel: .e.8†) I43.2 Blok atrioventrikel komplit Blok jantung komplit NOS Blok tingkat ketiga I44.0†) I44 Blok atrioventrikel dan cabang bundel kiri I44. Penyakit jantung tirotoksikosis (E05. tingkat pertama I44.5 Blok fasikulus posterior kiri I44.9) I45. tingkat kedua Blok atrioventrikel tipe I dan II Blok tingkat kedua.1 Blok cabang bundel kanan lain dan tak dijelaskan Blok cabang bundel kanan NOS I45.9†) I43.

O08.abortus atau hamil mola atau ektopik (O00-O07.9 Kelainan konduksi. AMd.0 Fibrillasi dan flutter ventrikel I49.atrium .8) .8 Kelainan konduksi lain yang dijelaskan Disosiasi atrioventrikel Disosiasi interferensi I45.4) takikardia NOS (R00.abortus atau hamil mola atau ektopik (O00-O07.bedah dan prosedur obstetri (O75.9 Cardiac arrest.2 Takikardia ventrikel I47.bedah dan prosedur obstetri (O75. begitu dituliskan Kecuali: mati mendadak NOS (R96.0 Cardiac arrest dengan resusitasi berhasil I46.1 Sudden cardiac death.0) I47. O08.abortus atau hamil mola atau ektopik (O00-O07. tak dijelaskan I47 Takikardia paroxismal Kecuali: mempersulit: .nodus I47. Created By: Subhan.-) mati mendadak dengan:: .1 Takikardia supraventrikel Takikardia paroksismal: .4) I49.kelainan konduksi (I44-I45) I46. tak dijelaskan Sindroma Bouveret(-Hoffmann) I48 Fibrillasi dan flutter atrium I49 Aritmia jantung lainnya Kecuali: disritmia neonatus (P29.PerKes.0 Aritmia ventrikel re-entri I47.infark miokardium (I21-I22) . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Sindroma Lown-Ganong-Levine Sindroma Wolff-Parkinson-White I45.0) I46.1) bradikardia NOS (R00.junction [bundel His dan fasikulus] .atrioventrikel (AV) .8) .4) syok kardiogenik (R57.8) .1 Depolarisasi prematur atrium Denyut prematur atrium 177 . O08.bedah dan prosedur obstetri (O75.9 Takikardia paroksismal. tak dijelaskan Blok jantung NOS Sindroma Stokes-Adams I46 Cardiac arrest Kecuali: mempersulit: .1) mempersulit: .

8 Aritmia jantung lainnya yang dijelaskan Gangguan irama: . didapat Cacad septum didapat (lama): . papillaris.5 Sick sinus syndrome Sindroma takikardia-bradikardia I49. I49. Created By: Subhan.1 Payah ventrikel kiri Edema paru-paru akut dengan disebutkan penyakit jantung NOS atau payah jantung Asma jantung Payah jantung kiri I50. tak dijelaskan Payah kardiak.-).dengan penyakit ginjal (I13.ventrikel I51. .0) akibat hipertensi dengan penyakit ginjal (I13. tak dijelaskan Aritmia (jantung) NOS I50 Heart failure Kecuali: akibat hipertensi (I11.ektopik.9 akibat hipertensi (I11.nodus .-) kalau dinyatakan rematik (I00-I09) komplikasi yang timbul menyusul MCI akut (I23.-). jantung atau miokardium NOS I51 Komplikasi penyakit jantung dan penyakit jantung yang deskripsinya kabur Kecuali: setiap kondisi pada I51.PerKes.2 Ruptur m.2 Depolarisasi prematur junction I49.4) kegagalan jantung neonatus (P29.4 Depolarisasi prematur lain dan tak dijelaskan: Denyut ektopik Ekstrasistole Aritmia ekstrasistolik Denyut prematur NOS Kontraksi prematur I49.-) setelah bedah jantung atau akibat adanya prostesis jantung (I97.abortus atau hamil mola atau ektopik (O00-O07.aurikuler . I51.9 Aritmia jantung.0 Payah jantung kongestif Penyakit jantung kongestif Payah ventrikel kanan (akibat payah jantung kiri) I50.bedah dan prosedur obstetri (O75.sinus koronaria .9 Payah jantung.8) .1) mempersulit: . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I49.atrium .1 Ruptur chordae tendineae.3 Depolarisasi prematur ventrikel I49. AMd.0 Cacad septum jantung.4-I51. not elsewhere classified I51.0) I50. not elsewhere classified 178 . O08.

tak dijelaskan Fibrosis miokardium Miokarditis: . Dilatasi ventrikel I51.0* Kelainan jantung lain pada penyakit bakteri c.ventrikel I51. Penyakit jantung-paru pada skhistosomiasis (B65. tak dijelaskan I52* Kelainan jantung lain pada penyakit c.9 Penyakit jantung.kronik (interstitium) I51.aurikuler . untuk identifikasi adanya hipertensi Kecuali: dementia vaskuler (F01.-†) I52. e.8* Kelainan jantung lain pada penyakit lain c. e.-) perdarahan intrakranium akibat trauma (S06.1* Kelainan jantung lain pada penyakit infeksi dan parasit lain c. begitu dituliskan (I25.8 Penyakit jantung lain yang tidak jelas Karditis (akut)(kronik) Pankarditis (akut)(kronik) I51.0) I51.4 Miokarditis.5†) I52.0) I60. (I98.0 Perdarahan subarakhnoid dari aliran dan percabangan karotid I60. e. tak dijelaskan Cardiovascular accident NOS Kecuali: penyakit kardiovaskuler aterosklerotik. Karditis rematoid (M05. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I51.atrium . Kecuali: Kelainan kardiovascular NOS pada penyakit c. Hipertrofi jantung.3†) Penyakit-penyakit serebrovaskuler (I60-I69) Termasuk: dengan disebutkan hipertensi (konditsi pada I10 dan I15.1 Perdarahan subarakhnoid dari a.NOS .apex .-) serangan iskemia otak sementara dan sindroma yang terkait (G45.6 Penyakit kardiovaskuler.3 Rhrombosis intracardiak. serebri media 179 . kalau perlu. e. Karditis meningokokus NEC (A39.-*) I52. AMd.5 Degenerasi miokardium Degenerasi lemak pada jantung atau miokardium Degenerasi senilis pada jantung atau miokardium Penyakit miokardium I51.7 Kardiomegali Dilatasi jantung. e.-) Gunakan kode tambahan.PerKes. not elsewhere classified Thrombosis (lama): .-) I60 Perdarahan subarakhnoid Termasuk: ruptur aneurisma serebri Kecuali: sequelae perdarahan subarakhnoid (I69.

9 Perdarahan intraserebri. Created By: Subhan.4 Perdarahan subarakhnoid dari a. tak dijelaskan I62 Perdarahan intrakranium non-traumatika lainnya Kecuali: sequelae perdarahan intrakranium (I69.5 Perdarahan subarakhnoid dari a. menyebabkan infark serebri Kecuali: sequelae infark serebri (I69. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I60.2 Perdarahan intraserebri di hemisfer.1) I61.PerKes.2 Perdarahan subarakhnoid dari a.3 Infark serebri akibat trombosis arteri serebralis I63. tak dijelaskan Ruptura aneurisma serebri (kongenital) NOS I61 Perdarahan intraserebri Kecuali: sequelae perdarahan intraserebri (I69.2 Infark serebri akibat oklusi atau stenosis yang tak jelas pada arteri preserebralis I63. nonpyogenic 180 . komunikans posterior I60.5 Perdarahan intraserebri.2) I62. vertebralis I60.6 Perdarahan subarakhnoid dari arteri intrakranium lain Keterlibatan ganda arteri-arteri intrakranium I60. subkorteks Perdarahan intraserebri profunda I61. tak dijelaskan I61.9 Perdarahan intrakranium (non-traumatika).1 Infark serebri akibat embolisme arteri preserebralis I63. intraventrikel I61. AMd.5 Infark serebri akibat oklusi atau stenosis yang tak jelas pada arteri serebralis I63.3 Perdarahan intraserebri di batang otak I61. tak dijelaskan Ruptura aneurisma berry (kongenital) NOS Perdarahan subarakhnoid dari: .4 Perdarahan intraserebri di serebellum I61.3) I63.3 Perdarahan subarakhnoid dari a.7 Perdarahan subarakhnoid dari arteri intrakranium.6 Perdarahan intraserebri.6 Infark serebri akibat trombosis vena serebralis. tak dijelaskan I63 Infark serebri Termasuk: oklusi dan stenosis arteri-arteri serebri dan preserebri.8 Perdarahan subarakhnoid lain Perdarahan meningen Ruptur malformasi arteriovena serebri I60.1 Perdarahan intraserebri di hemisfer.arteri serebri NOS .4 Infark serebri akibat embolism arteri serebralis I63.8 Perdarahan intraserebri lain I61.0 Perdarahan intraserebri di hemisfer. korteks Perdarahan lobus serebri Perdarahan intraserebri superfisialis I61. basilaris I60. komunikans anterior I60. lokalisasi ganda I61.1 Perdarahan extradura non-traumatika Perdarahan epidura non-traumatika I62.9 Perdarahan subarakhnoid.0 Perdarahan subdura (akut) (non-traumatika) I62.0 Infark serebri akibat trombosis arteri preserebralis I63.arteri komunikans NOS I60.

1 Oklusi dan stenosis a. penyempitan.3 Oklusi dan stenosis aa.2 Oklusi dan stenosis a.4 Ensefalopati hipertensif I67.1 Aneurisma otak.9 Oklusi dan stenosis arteri preserebralis yang tak dijelaskan Oklusi dan stenosis arteri preserebralis NOS I66 Oklusi dan stenosis arteri serebralis.4) I65 Oklusi dan stenosis arteri preserebralis. dan posterior.3 Leukoensefalopati vaskuler progresif Penyakit Binswanger Kecuali: dementia vaskuler subkorteks (F01.2 Aterosklerosis serebri Ateroma arteri serebralis I67. basilaris. serebralis media I66. didapat Kecuali: aneurisma serebri kongenital.-) ruptur aneurisma serebri (I60. serta aa. penyempitan. tidak menyebabkan infark serebri Termasuk: embolisme. pada aa.2) I67.5 Penyakit Moyamoya 181 . Created By: Subhan.7) I67.9) I67.0 Oklusi dan stenosis a.8 Infark serebri lain I63. tidak menyebabkan infark serebri Termasuk: embolisme. tidak ruptur Aneurisma otak NOS Fistula arteriovena serebri. vertebralis I65. karotid I65. karotis. tidak ruptur Kecuali: ruptur arteri-arteri serebri (I60. yang tidak menyebabkan infark serebri Kecuali: kalau menyebabkan infark serebri (I63. yang tidak menyebabkan infark serebri Kecuali: kalau menyebabkan infark serebri (I63.4 Oklusi dan stenosis arteri otak ganda dan bilateral I66.1 Oklusi dan stenosis a. pada aa.8 Oklusi dan stenosis arteri preserebralis lain I65.0 Oklusi dan stenosis a.-) I66.8) I67.9 Oklusi dan stenosis arteri otak yang tak dijelaskan I67 Penyakit-penyakit serebrovaskuler lain Kecuali: sequelae dari kondisi pada daftar berikut (I69. basilaris I65. serebralis posterior I66. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I63. tak dijelaskan I64 Stroke. serebellares. serebellares I66. tak dijelaskan sebagai perdarahan atau infark Cerebrovascular accident NOS Kecuali: sequelae stroke (I69. atau vertebralis.-) I65.0 Disseksi arteri-arteri serebri.8 Oklusi dan stenosis arteri otak lain Oklusi dan stenosis arteriae perforans I66. anterior. serebrales media. serebralis anterior I66. AMd. obstruksi (komplit)(parsial) atau trombosis.PerKes.9 Infark serebri.2 Oklusi dan stenosis a. obstruksi (komplit)(parsial) atau trombosis.3 Oklusi dan stenosis arteri-arteri preserebralis ganda dan bilateral I65. tidak ruptur (Q28.

I69. e. yang mereka sendiri diklasifikasikan di bagian lain.9 Penyakit serebrovaskuler. tak dijelaskan I68* Kelainan-kelainan serebrovaskuler pada penyakit c. vaskuler Kecuali: koronaria (I25.3 Sekuel infark serebri I69.8†) .0†) I68.-†) I68.. Arteritis serebri pada: .1* Arteritis serebri pada penyakit infeksi dan parasit c.2) mesenterika (K55.PerKes. I69 Sequelae penyakit serebrovaskuler Catatan: Kategori ini digunakan untuk menunjukkan kondisi-kondisi pada I60-I67 sebagai penyebab sekuel.8* Kelainan serebrovaskuler lain pada penyakit c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I67.8†) .2 Sekuel perdarahan intrakranium non-traumatika lain I69.8 Sekuel penyakit serebrovaskuler lain dan tak dijelaskan Penyakit-penyakit arteri.sinus vena intrakranium Kecuali: kalau meimbulkan infark (I63.4 Sekuel stroke.1) pulmonalis (I27. arteriovaskuler.0* Angiopathy amyloid otak(E85.1 Sekuel perdarahan intraserebri I69. AMd. yang tidak dinyatakan sebagai perdarahan atau infark I69. e.7 Arteritis serebri. Arteritis serebri pada systemic lupus erythematosus (M32.0 Sekuel perdarahan subarakhnoid I69.1†) I68. I68.6 Trombosis non-piogenik pada sistem vena intrakranium Trombosis non-piogenik pada: . e.2* Arteritis serebri pada penyakit lain c. arteriol dan kapiler (I70-I79) I70 Aterosklerosis Termasuk: arteriolosklerosis arteriosklerosis penyakit vaskuler arteriosklerotik ateroma endarteritis deformans atau obliterans arteritis senilis endarteritis senilis degenerasi: arteri. e. not elsewhere classified I67. Sekuel mencakup kondisi yang disebut demikian atau efek jangka panjang.6) I67.vena otak . atau terdapat satu tahun atau lebih setelah onset kondisi penyebab.TB (A18.listeria (A32.sifilis (A52. Created By: Subhan.0) serebralis (I67.1) 182 .8 Penyakit serebrovaskuler lain yang dijelaskan Insufisiensi serebrovaskuler akut NOS Iskemia serebri (kronik) I67.

9 Aneurisma aorta dengan situs tak dijelaskan. didapat (I77.3 Aneurisma aorta abdominalis.a.-) . ruptur I71.varicose (I77.serebri ruptur (I60.8 Aneurisma arteri lain yang dijelaskan I72.2 Aneurisma aorta torakalis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I70.1 Aneurisma a. ruptur I71.9 Aneurisma pada situs yang tak dijelaskan I73 Penyakit pembuluh darah perifer lainnya Kecuali: spasma arteri otak (G45. Created By: Subhan. Ruptur aorta NOS I71. .serebri (nonruptur) (I67.3 Aneurisma a.0) .0 Aterosklerosis aorta I70.PerKes.4) . tanpa disebutkan ruptur I71.jantung (I25.1 Aterosklerosis a.6 Aneurisma aorta torako-abdominals. frostbite (T33-T35) 183 .koronaria (I25.arteriovena: NOS (Q27. ruptur I71. iliaka I72. anggota atas I72.2 Aneurisma a. karotid I72.1) .8 Aterosklerosis arteri lainnya I70.3) .8 Aneurisma aorta dengan situs tak dijelaskan.5 Aneurisma aorta torako-abdominalis.aorta (I71.0 Aneurisma a.0 Disseksi aorta (semua bagian) Aneurisma dissekans aorta (ruptur)[semua bagian] I71.4 Aneurisma arteri anggota bawah I72.2 Aterosklerosis arteri anggota Gangren aterosklerosis Sklerosis (medial) Mönckeberg's I70.-) . tanpa disebutkan ruptur Aneurisma aorta Dilatasi aorta Nekrosis hialin aorta I72 Aneurisma lain Termasuk: aneurisma (cirsoid)(palsu)(ruptur) Kecuali: aneurisma (pada): . tanpa disebutkan ruptur I71.-) I70. pulmonalis (I28. ruptur. renalis I72.4 Aneurisma aorta abdominalis.0) .1). renalis Ginjal Goldblatt Kecuali: aterosklerosis arteriol ginjal (I12.9 Aterosklerosis generalisata dan tak dijelaskan I71 Aneurisma dan disseksi aorta I71. AMd. tanpa disebutkan ruptur I71.3).9).0) I72.1 Aneurisma aorta torakalis.retina (H35.

I65. melahirkan dan nifas (O88.0-I63.preserebri (I63.9).0) penyakit kolagen (vaskuler) (M30-M36) I77.0-I63.serebri (I63.koronaria (I21-I25) . . telinga karena dingin] I73.1 Thromboangiitis obliterans [Buerger] I73. sering bersama chilblain] Erythromelalgia [pelebaran nyeri pada pembuluh darah anggota] I73.0) .1) [merah.mempersulit abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.-) I74. tak dijelaskan Embolisme arteri perifer I74. I65. AMd.mempersulit hamil.pulmonalis (I26. . I65.0) .8 Penyakit pembuluh darah perifer lain yang dijelaskan Acrocyanosis Acroparaesthesia: simple [tipe Schultze].renalis (N28.5 Embolisme dan trombosis arteri iliaka I74.2) . trombotik Kecuali: embolisme dan trombosis: .1 Embolisme dan trombosis bagian aorta lain dan tak dijelaskan I74.retina (H34.0-I63. tak dijelaskan Claudicatio intermittent Spasme arteri I74 Embolisme dan trombosis arteri Termasuk: infark: embolik.-). gatal pada jari.2. Created By: Subhan.5. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat immersi tangan atau kaki (T69. I66.-) angiitis hipersensitivitas (M31.0) .2 Embolisme dan trombosis arteri anggota atas I74. O08. bengkak.9 Embolisme dan trombosis arteri yang tak dijelaskan I77 Kelainan lain arteri dan arteriol Kecuali: a.0-I63.9) .2.2) .9 Penyakit pembuluh darah perifer.basilaris (I63.0 Embolisme dan trombosis aorta abdominalis Sindroma bifurkatio aorta Sindroma Leriche I74.3-I63.8 Embolisme dan trombosis arteri lain I74.0) chilblains (T69. . didapat Varix dengan aneurisma 184 .2.3 Embolisme dan trombosis arteri anggota bawah I74.0 Sindroma Raynaud Penyakit.vertebralis (I63. trombotik oklusi: embolik.PerKes. pulmonalis (I28.mesenterika (K55. I65. vasomotor [tipe Nothnagel] Erythrocyanosis [garis-garis merah ungu di paha.4 Embolisme dan trombosis arteri anggota. atau fenomenon (sekunder): Raynaud I73.-) .karotid (I63. gangren.0 Fistula arterio-vena. hidung.2.1).

biru. lihat cedera pembuluh darah menurut regio tubuh I77.senilis (I70. tak dijelaskan I79* Kelainan arteri.0†) I79.0†) I79. tak dijelaskan I78 Penyakit-penyakit kapiler I78.2* Angiopati perifer pada penyakit c.5) .1 Naevus. Created By: Subhan. berpigmen (D22. tak dijelaskan Aortitis NOS Endarteritis NOS Kecuali: arteritis or endarteritis: .1 Striktura arteri I77.9 Kelainan arteri dan arteriol.8 Penyakit-penyakit kapiler lain I78.6) I77. arteriol dan kapiler lain pada penyakit c.-) . non-neoplastic Naevus: araneus.flammeus. melanositik. NEC (I80-I89) I80 Flebitis dan tromboflebitis Termasuk: endoflebitis 185 . fistula.0 Telangiektasi hemoragika herediter Penyakit Rendu-Osler-Weber I78.PerKes.4 Sindroma kompresi arteri seliaka [Coeliac artery] I77. AMd.1* Aortitis pada penyakit c.. pembuluh limfatik dan kelenjar limfe. Penyakit vena. I77. Aneurisma aorta sifilitika (A52. dan kapiler pada penyakit c.koroner (I25. deformans (I70. stellar Kecuali: naevus: NOS.lihat cedera pembuluh darah menurut regio tubuh.vascular NOS (Q82. obliterans (I70.-).8) . e.5-M31. e.5) I79. Aortitis sifilitika (A52.6 Arteritis.5) I78.1) aneurisma arteriovena NOS (Q27.giant cell (M31. e. e. didapat Kecuali: koronaria (I25.4) serebri (I67. berambut.7) .arkus aorta [Takayasu] (M31. Angiopati perifer diabetetika (E10-E14† dengan karakter keempat .3) traumatika .4) . verrucosa (Q82..0* Aneurisma aorta pada penyakit c.-). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Aneurisma arterio-vena.serebri NEC (I67..2 Ruptura arteri Erosi.8* Kelainan arteri. strawberry. spider.3 Displasia fibromuskuler arteri I77.8 Kelainan arteri dan arteriol lain yang dijelaskan I77. arteriol.5 Nekrosis arteri I77.9 Penyakit-penyakit kapiler.-) naevus: . I79. sanguinosa. e. ulkus: pada arteri Kecuali: ruptur trauma arteri. portwine.

6. septik atau NOS (G08) intraspinal. . tak dijelaskan Embolisme dan trombosis anggota bawah NOS I80.-).intrakranium dan intraspinal. untuk identifikasi obat. O08.0) flebitis and tromboflebitis (pada): intrakranium dan intraspinal.1 Flebitis dan tromboflebitis vena femoralis I80.6) (vena) porta (K75.-.9 Embolisme dan thrombosis pada vena.1) intrakranium.-) I82. septik atau NOS (G08). . . nonpiogenik (I67.1) I82 Embolisme dan trombosis vena lainnya Kecuali: embolisme dan trombosis vena (pada): . kalau perlu.-.anggota bawah (I80. .intrakranium.1). renalis I82.7) mempersulit hamil.1) mempersulit abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.3 Flebitis dan tromboflebitis anggota bawah.3 Embolisme dan thrombosis v. melahirkan dan nifas (O22.mesenterika (K55.mempersulit hamil.8 Flebitis dan tromboflebitis pada situs lain I80. Created By: Subhan. .1 Thromboflebitis migrans I82.8 Embolisme dan thrombosis vena lain yang dijelaskan I82. I67.mempersulit abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.0) . O08.2 Flebitis dan tromboflebitis vena profunda lain anggota bawah Deep vein thrombosis NOS I80.0 Flebitis dan tromboflebitis vena superfisialis anggota bawah I80.6) .PerKes.1) sindroma postflebitik (I87. kalau akibat obat Kecuali: tromboflebitis migrans (I82.intraspinal. . melahirkan dan nifas (O22.2 Embolisme dan thrombosis vena cava I82. O87. nonpiogenik (G95. AMd. tak dijelaskan Embolisme vena NOS Thrombosis (vena) NOS 186 .otak (I63.0 Sindroma Budd-Chiari I82. O87.7) .9 Flebitis dan tromboflebitis pada situs yang tak dijelaskansite I81 Trombosis vena porta Obstruksi (vena) porta Kecuali: flebitis vena porta (K75.-) I80.porta (I81). nonpiogenik (G95. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat periflebitis flebitis supuratif radang vena Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).-).pulmonalis (I26.koronaria (I21-I25). nonpiogenik (I67.6) .

0) .5 Haemoroid external tanpa komplikasi Haemoroid external NOS I84.prolaps .ulserasi I84. prolaps .strangulata .0 Varises vena anggota bawah dengan ulkus Setiap kondisi pada I83.9 dengan peradangan atau dinyatakan meradang Stasis dermatitis NOS I83.8) I83.9 dengan ulkus atau dinyatakan bertukak Varicose ulcer (anggota bawah.kehamilan (O22.perdarahan. tak dijelaskan internal atau external I84.perdarahan . Created By: Subhan.0 Haemoroid internal dengan trombosis I84.4) .perdarahan .7 Haemoroid dengan trombosis yang tak dijelaskan Haemoroid dengan trombosis.2 Varises vena anggota bawah dengan ulkus serta peradangan Setiap kondisi pada I83.8 Haemoroid yang tak dijelaskan dengan komplikasi lain Haemoroid yang tak dijelaskan internal atau external dengan: .prolaps 187 .melahirkan dan nifas (O87.strangulata .6 Tonjolan kulit (skin tags) sisa haemoroid Skin tags pada anus atau rektum I84.kehamilan (O22. semua bagian) I83.2) I84.9 Varises vena anggota bawah tanpa ulkus atau peradangan Flebektasia pada anggota bawah atau situs yang tak dijelaskan Varises vena pada anggota bawah atau situs yang tak dijelaskan Varix pada anggota bawah atau situs yang tak dijelaskan I84 Haemoroid Termasuk: piles varises vena anus dan rektum Kecuali: mempersulit: . AMd.ulserasi I84.3 Haemoroid external dengan trombosis I84.PerKes.nifas (O87.1 Haemoroid internal dengan komplikasi lain Haemoroid internal dengan: .4 Haemoroid external dengan komplikasi lain Haemoroid external dengan: .1 Varises vena anggota bawah dengan peradangan Setiap kondisi pada I83. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I83 Varises vena anggota bawah Kecuali: komplikasi: .9 dengan ulkus dan peradangan I83.2 Haemoroid internal tanpa komplikasi Haemoroid internal NOS I84.

9) I86.4 Varises lambung I86. tak dijelaskan I88 Limfadenitis nonspesifik Kecuali: penyakit HIV yang menyebabkan limfadenopati umum (B23.1) mempersulit melahirkan dan nifas (O87.9 Kelainan vena.0 Varises esofagus dengan perdarahan I85.9 Varises esofagus tanpa perdarahan Varises esofagus NOS I86 Varises vena pada situs lain Kecuali: varises retina (H35.1 Limfadenitis kronik.0) varises vena pada situs yang tak dijelaskan (I83.PerKes.9 Limfadenitis nonspesifik. selain mesenterika (L04. AMd.0 Limfadenitis mesenterika nonspesifik Limfadenitis mesenterika (akut)(kronik) I88.1) limfadenitis akut.1 Varices skrotum Varicocele I86.8) I86.8 Limfadenitis nonspesifik lain I88.0 Sindroma pasca-flebitis I87. Created By: Subhan.-) pembesaran nodus limfe NOS (R59.0 Varices sublingualis I86.3 Varices vulva Kecuali: mempersulit hamil (O22. pada semua nodus limfe selain mesenterika I88.strangulata .2 Varices pelvis I86. selain mesenterika Adenitis kronik pada semua nodus limfe selain mesenterika Limfadenitis kronik.8) I87.9 Haemoroid yang tak dijelaskan tanpa komplikasi Haemoroid NOS I85 Varises esofagus I85.ulserasi I84.8 Kelainan vena lain yang dijelaskan I87.8 Varises vena pada situs lain yang dijelaskan Varises vena pada septum hidung I87 Kelainan vena lain I87. tak dijelaskan Limfadenitis NOS I89 Kelainan non-infektif lain pembuluh limfatik dan nodus limfe Kecuali: chylocele: 188 .1 Kompresi vena Striktura vena Sindroma vena kava (inferior) (superior) Kecuali: pulmonalis (I28.-) I88.2 Insuffisiensi vena (kronik) (periferal) I87. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .

8 Kelainan pasca-prosedur sistem sirkulasi lain. kronik.1 Hipotensi ortostatik Hipotensi.8 Kelainan non-infektif pembuluh limfatik dan kelenjar limfe lain yang dijelaskan Chylocele (nonfilaria).9 Kelainan non-infektif pembuluh limfatik dan kelenjar limfe.filaria (B74. AMd. not elsewhere classified I97. not elsewhere classified Kecuali: syok pasca-bedah (T81.-) I89.2) limfoedema herediter (Q82.2 Sindroma limfoedema pasca-mastektomi Elefantiasis akibat mastektomi Obliterasi pembuluh limfatik akibat mastektomi I97. e.tunica vaginalis (non-filaria) NOS (N50.0) pembesaran kelenjar limfe NOS (R59. tak dijelaskan I97 Kelainan sistem sirkulasi pasca-prosedur.PerKes.-) . Created By: Subhan.NOS (A52. not elsewhere classified Limfangiektasis I89.1 Kekacauan fungsional lain menyusul operasi jantung Insufisiensi jantung menyusul bedah jantung atau akibat adanya prostesis jantung Payah jantung menyusul bedah jantung atau akibat adanya prostesis jantung I97.-) I89.5†) . tak dijelaskan I98* Kelainan lain sistem sirkulasi pada penyakit c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .8 Hipotensi lain Hipotensi kronik I95.0†) 189 .1) I97. Kecuali: kelainan yang diklasifikasikan pada kategori asterisk lain di dalam bab ini I98.3) I95. subakut Kecuali: limfangitis akut(L03. postural Kecuali: hipotensi ortostatik neurogenik [Shy-Drager] (G90.0 Limfoedema.9 Kelainan pasca-prosedur sistem sirkulasi.1) I95.0 Sindroma pasca-kardiotomi I97.9 Hipotensi.1 Limfangitis Limfangitis: NOS. retikulosis lipomelanotik I89.5) kolaps kardiovaskuler (R57.0 Hipotensi idiopatik I95.0* Sifilis kardiovaskuler Sifilis kardiovaskuler: .kongenital.2 Hipotensi akibat obat I95.8) limfoedema pasca-mastektomi (I97.9) pembacaan tekanan darah rendah non-spesifik NOS (R03. lanjut (A50. tak dijelaskan Penyakit pembuluh limfatik NOS Kelainan lain dan tak dijelaskan pada sistem sirkulasi (I95-I99) I95 Hipotensi Kecuali: sindroma hipotensi maternal (O26.

Keterlibatan kardiovaskuler pada penyakit Chagas (kronik) NEC (B57.8* Kelainan sistem sirkulasi lain yang dijelaskan pada penyakit c. K74.skistosomiasis (B65. e.2†).2†) Lesi kardiovaskuler pada pinta [carate] (A67. Created By: Subhan. I98. I99 Kelainan sistem sirkulasi lain dan tak dijelaskan 190 . AMd.2* Varises oesofagus pada penyakit c..-†). Varises oesofagus pada: .1* Kelainan kardiovaskuler pada penyakit infeksi dan parasit lain c. e.-†) I98. .PerKes. e.kelainan hati (K70-K71†. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat I98.

4). tanda. Infeksi saluran pernafasan atas akut (J00-J06) Kecuali: penyakit paru-paru obstruktif kronik dengan eksaserbasi akut NOS (J44. Created By: Subhan.: J17* Pneumonia pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain [c. keracunan dan konsekuensi lain tertentu dari penyebab eksternal (S00-T98) Bab ini berisi blok-blok berikut: J00-J06 Infeksi saluran pernafasan atas akut J10-J18 Influenza dan pneumonia J20-J22 Infeksi saluran pernafasan bawah akut lainnya J30-J39 Penyakit lain pada saluran pernafasan atas J40-J47 Penyakit saluran pernafasan bawah kronik J60-J70 Penyakit paru-paru akibat agen eksternal J80-J84 Penyakit pernafasan lain yang mengenai interstitium J85-J86 Kondisi supuratif dan nekrotik saluran pernafasan bawah J90-J94 Penyakit-penyakit lain pada pleura J95-J99 Penyakit-penyakit lain pada sistem pernafasan Kategori asterisk untuk bab ini adalah sbb. infektif Kecuali: nasofaringitis.-). J99* Kelainan saluran pernafasan pada penyakit c. e. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) Gejala. nasal kataralis akut Nasofaringitis: NOS. nutrisi dan metabolisme (E00-E90) Komplikasi kehamilan.2) 191 . Kecuali: Penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) Neoplasma (C00-D48) Penyakit endokrin. infektif NOS Rhinitis: akut. melahirkan dan puerperium (O00-O99) Keadaan tertentu yang berawal dari masa perinatal (P00-P96) Malformasi. AMd. akut (J02. e. = classified elsewhere] J91* Effusi pleura pada keadaan c. kronik (J31.-).0) sore throat: NOS (J02. ia harus diklasifikasikan pada situs anatomis yang lebih rendah (misalnya.1-J30. e. dan hasil klinis dan laboratorium abnormal. vasomotor (J30. alergika (J30.9). PENYAKIT-PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN (J00-J99) Catatan: Kalau suatu kondisi pernafasan berada pada lebih dari satu tempat dan tidak diindeks secara spesifik.0).PerKes. kronik (J31. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB X. akut (J02. kronik (J31.. trakheobronkitis menjadi bronkitis pada J40).2) rhinitis: NOS (J31.1) J00 Nasofaringitis akut [common cold] Coryza (akut). deformasi.1) faringitis: NOS (J02. kronik (J31. NEC (R00-R99) Cedera.9).0).

8 Faringitis akut karena organisme lain yang dijelaskan Kecuali: faringitis herpesvirus [herpes simplex] (B00. ulseratif J04 Laryngitis dan trakheitis akut Kecuali: laringitis obstruktif akut dan epiglottitis akut (J05. faring (J39.0 Laringitis akut.-).-) virus influenza: diidentifikasi (J10. akut (J02.1) laringofaringitis akut (J06. folikuler. Created By: Subhan.0).9 Faringitis akut.1). tak diidentifikasi (J11. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J01 Sinusitis akut Termasuk: abses.8 Sinusitis akut lain Sinusitis akut yang melibatkan lebih dari satu sinus. Laringitis (akut): NOS.0) laringitis influenza: virus diidentifikasi (J10.1) J04. tidak dijelaskan J02 Faringitis akut Termasuk: sore throat akut Kecuali: abscess: peritonsil (J36).1).0 Sinusitis maksillaris akut Antritis akut J01.0 Faringitis streptokokus Sore throat streptokokus Kecuali: scarlet fever (A38) J02. laringismus (stridulus) (J38.2) J03.0).8 Tonsillitis akut karena organisme lain yang dijelaskan Kecuali: pharyngotonsillitis herpesvirus [herpes simplex] (B00. gangrenosa. supuratif. atau suppurasi akut. infektif. gangrenosa. AMd. infektif NOS. ulseratif Kecuali: laringitis kronik (J37.2).5) akibat: mononukleosis infeksiosa (B27.1 Trakheitis akut 192 .-) J01.5) J04.2 Sinusitis ethmoidalis akut J01.2) J02.9 Tonsillitis akut. subglottis. tidak dijelaskan Tonsillitis (akut) NOS. radang.pada sinus (aksesorius)(nasalis) Kecuali: sinusitis: NOS atau kronik (J32. empyema.0 Tonsillitis streptokokus J03. infeksi. supuratif.PerKes. tak diidentifikasi (J11.9) J03. faringitis kronik (J31.-).4 Pansinusitis akut J01.3 Sinusitis sfenoidalis akut J01.9 Sinusitis akut. retrofaring (J39. .1) J02. tapi bukan pansinusitis J01.1 Sinusitis frontalis akut J01. ulseratif Sore throat (akut) NOS J03 Tonsillitis akut Kecuali: abses peritonsil (J36) sore throat: streptokokus (J02. faringitis vesikularis enterovirus (B08.0). Faringitis (akut): NOS. NOS (J02. tidak dijelaskan. edematosa.

Infeksi saluran pernafasan atas [ISPA] NOS Influenza dan pneumonia (J10-J18) J10 Influenza karena virus influenza yang diidentifikasi Kecuali: Haemophilus influenzae [H.0). influenzae]:sebagai penyebab infeksi NOS (A49. gastroenteritis.PerKes. faringitis. virus tidak diidentifikasi 193 .1) J06. trakheitis (akut) dengan laringitis (akut) Kecuali: laringotrakheitis kronik (J37.1 Epiglottitis akut Epiglottitis NOS J06 Infeksi saluran pernafasan atas akut pada situs ganda dan tidak dijelaskan Kecuali: akut respiratory infection NOS (J22) virus influenza: diidentifikasi (J10. tak diidentifikasi (J11.0 Laringofaringitis akut J06. pneumonia (J14) J11.0 Influenza dengan pneumonia.1) J05 Laringitis obstruksi akut [croup] dan epiglottitis akut J05. virus tidak diidentifikasi (Broncho)pneumonia influenza. effusi pleura karena influenza virus tidak diidentifikasi J11.0 Influenza dengan pneumonia. virus tidak diidentifikasi Ensefalopati akibat influenza Gastroenteritis. tidak dijelaskan atau virus spesifik tidak diidentifikasi J11. laringitis.9 Infeksi saluran pernafasan atas akut.2).2).1 Influenza dengan manifestasi pernafasan lain. virus spesifik tidak dinyatakan telah diidentifikasi Kecuali: Haemophilus influenzae [H.8 Influenza dengan manifestasi lainn virus influenza diidentifikasi Ensefalopati. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Trakheitis (akut) NOS. virus influenza diidentifikasi Infeksi saluran pernafasan atas. virus influenza diidentifikasi J10. kataralis Kecuali: trakheitis kronik (J42) J04.8 Infeksi saluran pernafasan atas akut lainnya pada situs ganda J06.0 Laringitis obstruktif akut [croup] Laringitis obstruktif NOS J05. Created By: Subhan. faringitis.0). virus diidentifikasi (Bronko)pneumonia influenza. virus tidak diidentifikasi Termasuk: influenza atau influenza virus. meningitis (G00.2 Laryingotrakheitis akut Laringotrakheitis NOS. dan effusi pleura dengan virus influenza diidentifikasi J10. virus tidak diidentifikasi Influenza NOS Infeksi saluran pernafasan atas akut. tidak dijelaskan Penyakit saluran pernafasan atas akut. dengan virus influenza diidentifikasi J11 Influenza.8 Influenza dengan manifestasi lain. meningitis (G00.1). pneumonia (J14) J10. laringitis. influenzae] sebagai penyebab: infeksi NOS (A49. atau myokarditis (akut) akibat influenza. AMd. miokarditis (akut) akibat influenza.1 Influenza dengan manifestasi pernafasan lain.

pneumocystosis (B59) pneumonia: NOS (J18.0* Pneumonia pada penyakit bakteri c. J17. influenzae Kecuali: pneumonia kongenital akibat H.5 Pneumonia akibat Escherichia coli J15.0). interstitium NOS (J84.8 Pneumonia virus lainnya J12. nifas (O89.1). pneumoniae (J13) J15.9 Penumonia bakteri. 194 .4) J14 Pneumonia akibat Haemophilus influenzae Bronkopneumonia akibat H.2 Pneumonia akibat stafilokokus J15. Created By: Subhan. kongenital (P23.0) pneumonia kongenital (P23.0).3) atau S. e.9).0). not elsewhere classified Termasuk: bronchopneumonia akibat virus selain virus influenza Kecuali: pneumonia pada influenza (J10. group B (J15.9) anaestesia sewaktu: persalinan dan melahirkan (O74. tidak dijelaskan J13 Pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae Bronchopneumonia akibat Streptococcus pneumoniae Kecuali: pneumonia kongenital akibat S. makanan dan minuman (J69. pneumoniae (P23.6) pneumonia akibat streptokokus lain (J15.0 Pneumonia adenovirus J12. pneumonia khlamidia (J16. not elsewhere classified Termasuk: bronchopneumonia akibat bakteri selain S.0).1 Pneumonia akibat Pseudomonas J15. pneumoniae and H.1). Kecuali: ornithosis (A70). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J12 Pneumonia virus.-).1 Pneumonia virus sinsitium pernafasan (respiratory syncytial virus) J12.7 Pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae J15. J11. pneumonitis rubella kongenital (P35. tidak dijelaskan J16 Penumonia akibat organisme menular lainnya.8 Penumonia akibat organisme menular lainnya yang dijelaskan J17* Pneumonia pada penyakit c. neonatus (P24.8 Penumonia bakteri lainnya J15. pneumonia kongenital (P23.0.2 Pneumonia virus parainfluenza J12.6) J15 Pneumonia bakteri.9 Pneumonia virus.0). e. influenzae Kecuali: penyakit Legionnaires (A48.3-J15. influenzae (P23. pneumonia: lipoid (J69. n e c.0 Pneumonia khlamidia J16.0).-) J16.4 Pneumonia akibat streptokokus lain Kecuali: pneumonia akibat: streptokokus.9) pneumonia aspirasi (akibat): NOS (J69. kehamilan (O29.3 Pneumonia akibat streptokokus. AMd.-) J15.PerKes.6 Pneumonia akibat bakteri Gram negatif lain: Pneumonia akibat Serratia marsesens J15.0) J12. group B J15.0 Pneumonia akibat Klebsiella pneumoniae J15.

organism tidak dijelaskan J18. Q fever (A78†) J18 Pneumonia.0 Bronkhopneumonia. Pneumonia pada: varisella (B01. koksidioidomikosis (B38.0-B38.0†). tidak dijelaskan J18.0†).3* Pneumonia pada penyakit parasit Pneumonia pada: toxoplasmosis (B58. rubella (B06.2†). nifas (O89. neonatus (P24. whooping cough (A37. tularaemia (A21.PerKes.1†). aspergillosis (B44. purulenta. infeksi salmonella (A02.8†). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Pneumonia (akibat)(pada): demam tifoid (A01.1†). e. skistosomiasis (B65. Pneumonia (pada): .9 Pneumonia.1 Pneumonia lobus. askariasis (B77.2* Pneumonia pada penyakit jamur (mycoses) Pneumonia pada: kandidiasis (B37. n.1) pneumonitis. due to external agents (J67-J70) kelainan interstitium paru-par akibat drugs (J70. organisme tidak dijelaskan Kecuali: abses paru-paru dengan pneumonia (J85.0†).8†).8 Pneumonia lain.-) J18.2†) histoplasmosis (B39.2†).0).9) anaesthesia sewaktu: persalinan dan melahirkan (O74.8†) J17.0†) J17.0) J20 Bronkhitis akut Termasuk: tracheobronchitis.1†) J17. makanan dan minuman (J69. .0) hamil (O29.2-J70.0). membranosa. measles (B05. c.2†).8†) J17.4) pneumonia: lipoid (J69. tidak dijelaskan Infeksi saluran pernafasan bawah akut lainnya (J20-J22) Kecuali: penyakit paru-paru obstruktif kronik dengan: .-). fibrinosa.0-B44.8* Pneumonia pada penyakit lain c. Created By: Subhan. gonorrhoea (A54.0) J18.-†).9) pneumonia aspirasi (akibat): NOS (J69. akut bronchitis: NOS. e.1* Pneumonia pada penyakit virus c. AMd.2†) anthrax (A22. (A69.9).-†).1). tidak dijelaskan J18.1) . septik. interstitium NOS (J84. dengan usia <l5 tahun akut dan subakut (dengan): bronkhospasme.3†). e. trakheitis 195 .infeksi pernafasan bawah (J44.eksaserbasi akut NOS (J44. ornithosis (A70†). penyakit cytomegalovirus (B25.-†) aktinomikosis (A42. kongenital (P23.spirokhaeta.2 Pneumonia hipostatik. tidak dijelaskan Kecuali: bronkhiolitis (J21. nokardiosis (A43.demam rematik (I00†).

tidak dijelaskan J31 Rhinitis.0).9 Bronkhiolitis akut.8 Bronchitis akut akibat organisme lain yang dijelaskan J20.8 Bronkhiolitis akut akibat organisme lain yang dijelaskan J21.1). purulenta. Created By: Subhan. AMd. hay fever.1 Nasofaringitis kronik Kecuali: nasofaringitis akut atau NOS (J00) 196 .1 Rhinitis alergi akibat pollen: alergi pollen.0 Rhinitis vasomotor J30.-) J20.1-J30. granulomatosa.7 Bronchitis akut akibat echovirus J20. NOS (J42).PerKes.0). kronik obstruktif (J44.2 Rhinitis alergi musiman lainnya J30. obstruktif.9) Penyakit lain pada saluran pernafasan atas (J30-J39) J30 Rhinits vasomotor dan alergi Termasuk: rhinorrhoea spasmodik Kecuali: rhinitis alergi dengan asma (J45.4 Bronchitis akut akibat parainfluenza virus J20.9 Bronchitis akut.1 Bronchitis akut akibat Haemophilus influenzae J20. hay fever J30. obstruktif (J44. hipertrofik.0).4) J31. kronik (J42). tidak dijelaskan J21 Bronkhiolitis akut Termasuk: dengan bronkhospasme J21. pollinosis. alergika (J30.0) kronik: simpel (J41. rhinitis NOS (J31.6 Bronchitis akut akibat rhinovirus J20. pollinosis Allergy NOS akibat pollen.0 Bronkhiolitis akut akibat respiratory syncytial virus J21. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: tracheobronchitis: NOS (J40). dan faringitis kronik J31.3 Rhinitis alergi lain Phinitis alergika perennial [berlangsung terus menerus bertahun-tahun] J30.5 Bronchitis akut akibat respiratory syncytial virus J20. ulseratif Kecuali: rhinitis: vasomotor (J30. atrofik.0 Rhinitis kronik Ozena Rhinitis (kronik): NOS.0 Bronchitis akut akibat Mycoplasma pneumoniae J20.4 Rhinitis alergi.0) J30.-) bronchitis: NOS.3 Bronchitis akut akibat coxsackievirus J20. mukopurulenta (J41. nasofaringitis. dengan usia ≥ 15 tahun (J40) alergika NOS (J45.2 Bronchitis akut akibat streptokokus J20. tidak dijelaskan Bronkhiolitis (akut) J22 Infeksi saluran pernafasan bawah akut yang tidak dijelaskan Infeksi (saluran) pernafasan (bawah) akut NOS Kecuali: infeksi pernafasan atas (akut) (J06.

2 Sinusitis ethmoidalis kronik Sinusitis ethmoidalis NOS J32.0) J33.PerKes.8) J34. AMd.-) J35. infeksi. nekrosis. atau suppurasi kronik pada sinus (aksesorius)(nasal) Kecuali: sinusitis akut (J01.-) J32. hipertrofik Kecuali: faringitis.9 Sinusitis kronik.8 Kelainan hidung dan sinus hidung lain yang dijelaskan Perforasi septum nasi NOS.1 Hipertrofi tonsil Pembesaran tonsil 197 . Created By: Subhan.3 Sinusitis sfenoidalis kronik Sinusitis sfenoidalis NOS J32. tidak dijelaskan Sinusitis (kronik) NOS J33 Polip nasi Kecuali: polip adenomatosa (D14. tidak dijelaskan J34 Kelainan lain pada hidung dan sinus hidung Kecuali: varicose ulcer pada septum nasi (I86.0 Sinusitis maksillaris kronik.0 Tonsillitis kronik Kecuali: tonsillitis: NOS (J03. granular.9).3 Hipertrofi turbin hidung [conchae nasalis] J34. sinusitis maxillaris NOS J32. empyema.8 Sinusitis kronik lainnya Sinusitis (kronik) yang melibatkan > 1 sinus tapi bukan pansinusitis J32.sindroma atau ethmoiditis Woakes Sindroma atau ethmoiditis Woakes J33.1 Kista dan mukokel pada hidung dan sinus hidung J34.0 Polip rongga hidung Polip: khoana. atau ulserasi pada hidung J34. maxillaris.8 Polip sinus lainnya Polip sinus: aksesorius.1 Degenerasi sinus polipoid .1 Sinusitis frontalis kronik Sinusitis frontalis NOS J32. rhinolith J35 Penyakit kronik tonsil dan adenoid J35.2 Deviasi septum hidung Defleksi atau deviasi septum (nasi)(didapat) J34. nasofaring J33.9 Polip nasi.9) J32 Sinusitis kronik Termasuk: abses. akut atau NOS (J02. akut (J03. furunkel dan karbunkel hidung Sellulitis.4 Sinusitis kronik Pansinusitis NOS J32.2 Faringitis kronik Sore throat kronik Faringitis (kronik): atrofik. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J31. ethmoidalis. antritis kronik Antritis (kronik).0 Abses. sfenoidalis J33.

Quinsy Kecuali: abses retrofaring (J39.5). ulkus tonsil J35.0). atas (J06.0 Paralisis pita suara dan laring Laringoplegia. ulseratif (J04. akut (J03. dengan trakheitis (kronik) Tracheitis. sellulitis. kronik (J35.-). perikondritis.0). teacher's nodes J38.0) tonsillitis: NOS (J03.9 Penyakit kronik tonsil dan adenoid.9) radang pernafasan atas akibat zat kimiawi.0) J38.2) tracheitis: NOS (J04. stridor laring kongenital (Q31.0) stenosis subglottis pascaprosedur (J95. obstruktif akut [croup] (J05. dengan laringitis Kecuali: laringotrakheitis: NOS (J04. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J35. supraglottis Kecuali: laringitis: oedematosa (J04.2 Nodul pita suara Chorditis (fibrinosa)(nodosa)(tuberosa).5 Spasme larings Laringismus (stridulus) J38. atau ulkus larings J39 Penyakit lain pada saluran pernafasan atas Kecuali: infeksi pernafasan akut: NOS (J22).2). penyakit NOS. kronik. asap dan uap (J68. akut (J04.0).0). subglottis.0 Laringitis kronik Laringitis kataralis.0) J37. kronik.2 Hipertrofi adenoid Pembesaran adenoid J35. akut (J04. Kecuali: laringitis: obstruktif (akut) (J05.4 Oedema larings: Oedema (pada): glottis. obstruktif (akut) (J05. atau leukoplakia pada pita suara J38. sicca (kering) Kecuali: laryngitis: NOS (J04.1). hipertrofik. singer's nodes. kronik (J42) J38 Penyakit pita suara dan larings. granuloma. nekrosis. sellulitis.3 Hipertrofi tonsil dengan hipertrofi adenoid J35.1) J38.2) J39.1). gas.1) J38.1 Polip pita suara dan larings Kecuali: polip adenomatosa (D14.3 Penyakit lain pita suara Abses. AMd. n.PerKes.7 Penyakit lain pada larings Abses. paralisis glottis J38. tonsillar tag. selulitis peritonsil. pakiderma.0 Abses retrofarings dan parafarings Abses perifarings 198 .1 Laringitis Laringotrakheitis kronik Laringitis.6 Stenosis larings J38.0) J37 Laringitis dan laringotrakheitis kronik J37. amigdalolith.9).4) stridor (R06. sikatriks tonsil. Created By: Subhan. akut (J04.8 Penyakit kronik lain tonsil dan adenoid Vegetasi adenoid.e. tidak dijelaskan Penyakit (kronik) tonsil dan adenoid NOS J36 Abses peritonsil Abses tonsil. leukokeratosis.c.

dengan trakeitis NOS Trakeobronkitis NOS Kecuali: Bronkitis: allergi NOS (J45.9) J43 Emfisema Kecuali: bronkitis emfisematosa (obstruktif) (J44. obstruktif (J44. situs tidak dijelaskan J39. bedah (subkutis) (T81.9).0) J41 Bronkitis kronik sederhana dan mukopurulenta Kecuali: bronkitis kronik: NOS (J42). trakeitis kronik.1 Abses lain pada farings Sellulitis farings. kimiawi (akut) (J68.-) J41. tidak dijelaskan Emfisema (lung)(pulmonary): NOS. AMd. asmatika NOS (J45.8 Bronkitis kronik campuran sederhana dan purulenta J42 Bronkitis kronik yang tidak dijelaskan Bronkitis kronik:NOS. trakeobronkitis kronik Kecuali: bronkitis kronik sederhana dan mukopurulenta (J41. Created By: Subhan.-). bronkitis emfisematosa kronik (J44.-) emfisema: dengan bronkitis (obstruktif) kronik (J44. kronik (J31. interstitium (J98.9 Penyakit saluran pernafasan atas. asap dan uap (J68.8) J43.9).2 Penyakit lain pada farings Kista dan edema pada farings atau nasofarings Kecuali: faringitis: ulseratif (J02.1 Emfisema panlobular Emfisema panasinus J43. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: abses peritonsiler (J36) J39.7).0 Sindroma MacLeod Emfisema atau transparensi paru unilateral J43. kompensasi (J98.0 Bronkitis kronik sederhana J41.2).8 Emfisema lain J43. abses nasofarings J39.1 Bronkitis kronik purulenta J41.2). kataralis.-) penyakit paru-paru obstruktif kronik NOS (J44.PerKes.-) bronkitis kronik dengan obstruksi jalan nafas (J44. bullosa.-) akibat penghirupan zat kimiawi.4) mediastinum (J98. gas. vesikuler 199 .9 Emfisema.3) interstitium pada neonatus (P25.3 Reaksi hipersensitif saluran pernafasan atas.0). tidak dijelaskan akut atau kronik Catatan: Bronkitis yang tidak dijelaskan akut atau kronik pada usia <15 tahun dianggap sebagai akut sehingga diklasifikasikan pada J20.-). tidak dijelaskan Penyakit pernafasan bawah kronik (J40-J47) Kecuali: cystic fibrosis (E84.-) J40 Bronkitis.0) subkutis traumatika (T79.2 Emfisema sentrilobularis J43. Bronkitis: NOS.8 Penyakit lain yang dijelaskan pada saluran pernafasan atas J39. bronkitis asmatika kronik (J44.2) J39.

8 PPOK lain yang dijelaskan: Bronkitis kronik: asmatika NOS. bronkitis asmatika NOS (J45.-). Created By: Subhan. asma obstruktif kronik (J44. NOS (J42) trakheitis kronik (J42).4) Penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70) Kecuali: asma yang diklasifikasikan pada J45 J60 Coalworker's pneumoconiosis Anthrakosilikosis. hay fever dengan asma J45.-) penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70). „late onset‟ asthma J46 Status asthmaticus Asma berat akut J47 Bronchiektasis Bronchiolektasis Kecuali: bronkiektasis TB (penyakit sekarang) (A15-A16) bronkiektasis kongenital (Q33.0 dan J45. Penyakit paru-paru obstruksi kronik NOS J45 Asma Kecuali: asma akut berat (J46).0 Asma dengan alergi menonjol Bronkitis alergi NOS. penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70) J44. emfisematosa NOS. obstruktif NOS J44. tidak dijelaskan J44. tidak dijelaskan Bronkitis asmatika NOS.1 J45. emfisematosa dengan: obstruksi jalan nafas. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Emphysematous bleb J44 Penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) Lainnya Termasuk: bronkitis kronik: asmatika (obstruktif). rhinitis alergi dengan asma Asma atopik.PerKes. status asthmaticus (J46) bronkitis (obstruktif) asmatika kronik (J44.0 PPOK dengan infeksi saluran pernafasan bawah akut Kecuali: dengan influenza (J10-J11) J44. anthrakosis.1 PPOK dengan eksaserbasi akut. asma (J45. asma eosinofilik (J82) J45.8 Asma campuran Kombinasi kondisi pada J45.-). emfisema asma.1 Asma non-allergi Asma idiosinkratik.-). trakheobronkhitis kronik (J42) emfisema (J43.9 PPOK yang tidak dijelaskan: Penyakit obstruksi kronik saluran udara NOS.-). paru-paru coalworker (pekerja tambang batubara) 200 .9 Asma.9) bronkhiektasis (J47). bronkitis. asma alergi ekstrinsik. atau trakeobronkitis yang obstruktif kronik Kecuali: bronkitis kronik: simple and mucopurulent (J41. AMd. asma intrinsik non-alergi J45..

0 Pneumokoniosis akibat debu talkum J62.2 Berylliosis J63. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: dengan tuberkulosis (J65) J61 Pneumokoniosis akibat asbestos dan serat mineral lainnya Asbestosis Kecuali: plak pleura: dengan asbestosis(J92. gas. bagassosis (J67.4 Siderosis J63.0 Byssinosis: [penyakit jalan nafas akibat debu kapas] J66. asap atau uap (J68.1 Bagassosis [akibat serat tebu] Penyakit atau pneumonitis bagasse J67. aktinomises atau dari sumber lain. dengan TB (J65) J62 Pneumokoniosis akibat debu yang mengandung silika Termasuk: Fibrosis (massif) silikotik paru-paru Kecuali: Pneumokoniosis dengan TB (J65) J62.1 Fibrosis bauksit (paru-paru) J63. Created By: Subhan.3) J66. penyakit mouldy hay J67.-) farmer‟s lung (J67. haymaker's lung.8 Pneumokoniosis akibat debu lain yang mengandung silika Silikosis NOS J63 Pneumokoniosis akibat debu inorganik lainnya Kecuali: dengan TB (J65) J63. AMd.PerKes.0) J67.1) sindroma disfungsi jalan nafas reaktif (J68.1 Flax-dresser's disease – [bronkokonstriksi pada pengguna benang tenun] J66. Kecuali: pneumonitis akibat menghirup zat kimia.3 Fibrosis grafit (paru-paru) J63.0).8 Penyakit jalan nafas akibat debu organik spesifik lainnya J67 Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik Termasuk: alveolitis and pneumonitis allergi akibat terhirupnya debu organik dan partikel jamur.2 Cannabinosis [bronkokonstriksi akibat serat Cannabis sp (hemp)] J66.5 Stannosis J63.8 Pneumokoniosis akibat debu inorganik lain yang dijelaskan J64 Pneumokoniosis yang tidak dijelaskan Kecuali: dengan tuberkulosis (J65) J65 Pneumokoniosis yang berhubungan dengan tuberkulosis Setiap kondisi pada J60-J64 dengan semua jenis TB yang ada pada A15-A16 J66 Penyakit jalan nafas akibat debu organik spesifik Kecuali: pneumonitis hipersensitif akibat debu organik (J67.0).3 Suberosis [akibat kulit kayu oak] Penyakit atau paru-paru corkhandler atau corkworker (pembuat sumbat botol) 201 .0 Aluminosis (paru-paru) J63.0 Farmer's lung [akibat jamur jerami] Harvester's lung.2 Bird fancier's lung [akibat kotoran burung] Penyakit atau paru-paru penggemar budgerigar atau pigeon J67.

0 Pneumonitis akibat makanan dan muntahan Pneumonia aspirasi (akibat): NOS. asap dan uap Sindroma gangguan fungsi jalan nafas reaktif J68.3 Kondisi pernafasan akut dan subakut lain akibat zat kimia.4 Kondisi pernafasan kronik akibat zat kimia.8 Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik lainnya Cheese-washer's. asap dan uap Emfisema (diffusa) (kronik). aktinomiseta termofilik dan organisme lain yang hidup pada sistem-sistem ventilasi (air-conditioning) J67.9 Kondisi pernafasan yang tidak dijelaskan akibat zat kimia. asap dan uap.5 Mushroom-worker's lung – pada pekerja cendawan J67.-) J69. fishmeal-worker's. Created By: Subhan.4 Maltworker's lung [akibat jamur ragi] Alveolitis akibat Aspergillus clavatus J67.0 Manifestasi paru-paru akut akibat radiasi Penumonitis radiasi J70. akibat inhalasi zat kimia.3 Kelainan intersititium paru-paru kronik akibat drugs 202 . asap dan uap J69 Pneumonitis akibat benda padat dan cairan Kecuali: sindroma aspirasi neonatus (P24.6 Maple-bark-stripper's lung Alveolitis akibat Cryptostroma corticale.0 Bronkitis and pneumonitis akibat zat kimia. sekresi lambung.8 Kondisi pernafasan lain akibat zat kimia.1 Edema paru-paru akut akibat zat kimia. Cryptostromosis J67. gas.1 Manifestasi paru-paru kronik dan lainnya akibat radiasi Fibrosis paru-paru setelah radiasi J70. bronkiolitis (kronik) (subakut).c.2 Radang saluran pernafasan atas akibat zat kimia. asap dan uap J68. dan furrier's lung. gas. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J67.4) J69. gas. baik akut atau kronik.7 Air-conditioner and humidifier lung Alveolitis allergi akibat jamur. asap dan uap Bronkitis kimiawi (akut) J68. coffee-worker's. n.] J68.PerKes. atau fibrosis paru-paru (kronik). muntahan Kecuali: sindroma Mendelson (J95. susu.2 Kelainan intersititium paru-paru akut akibat drugs J70. gas. makanan (regurgitasi). J68. gas.9 Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik yang tidak dijelaskan Alveolitis alergi (ekstrinsik) NOS. gas. gas.1 Pneumonitis akibat oils and essences: Pneumonia lipid J69. asap dan uap J68.e.8 Pneumonitis akibat benda padat dan cairan lainnya Pneumonitis akibat aspirasi darah J70 Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lainnya J70. asap dan uap [Keadaan ini karena paru-paru terpapar pada gas atau zat kimia lain yang mengiritasi. gas. sequoiosis J67. pneumonitis hipersensisitf NOS. asap dan uap Edema paru-paru kimiawi (akut) J68. gas. AMd. J68 Kondisi pernafasan akibat menghirup zat kimia. Penyakit yang timbul bervariasi menurut jenis paparan dan zatnya.

0 Kondisi alveolus dan parieto-alveolaris Proteinosis alveolaris. kelainan jaringan ikat sistemik (M30-M36) J84 Penyakit interstitium paru-paru lainnya Kecuali: pneumonitis limfoid interstitium akibat penyakit HIV (B22.3 Abses mediastinum J86 Pyothoraks Termasuk: abses pleura atau toraks. akibat drugs J70. tidak dijelaskan Pneumonia intersititum NOS Kondisi supuratif dan nekrotik saluran pernafasan bawah (J85-J86) J85 Abses paru-paru dan mediastinum J85. asap dan uap (J68.2-J70.2 Abses paru-paru tanpa pneumonia.4 Kelainan intersititium paru-paru yang tidak dijelaskan.2) J84.-). empyema. fibrosis diffusa paru-paru Kecuali: fibrosis (kronik) akibat menghirup zat kimia.1) penyakit paru-paru akibat benda asing (J60-J70)) kelainan insterstitium paru-paru akibat obat-obatan (J70.2) edema paru: dengan sakit jantung NOS atau gagal jantung (I50. AMd. eosinofilia (paru-paru) tropis NOS Kecuali: akibat: aspergillosis (B44.PerKes. pneumonia Löffler. mikrolithiasis alveoli paru-paru J84.2-J70.1 Abses paru-paru dengan pneumonia Kecuali: dengan pneumonia akibat organisme yang dijelaskan (J10-J16) J85. pyopneumotoraks: Kecuali: akibat tuberkulosis (A15-A16) 203 .1 Penyakit interstitium lain paru-paru dengan fibrosis Sindroma Hamman-Rich.0 Gangren dan nekrosis paru-paru J85.1) J82 Pulmonary eosinophilia.9 Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lain yang tidak dijelaskan Penyakit pernafasan lain yang mengenai interstitium (J80-J84) J80 Adult respiratory distress syndrome [ARDS] Adult hyaline membrane disease J81 Pulmonary oedema Edema akut paru-paru.4) emfisema intersitium (J98.9 Penyakit intersititum paru-paru.8 Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lain yang dijelaskan J70. Kecuali: pneumonia hipostatik (J18. gas. kongesti (pasif) paru-paru. infeksi parasit yang dijelaskan (B50-B83) drugs (J70. alveolitis fibrosa (kriptogenik) Fibrosis idiopatik paru-paru. not elsewhere classified Asma eosinophilia.4). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J70.4) fibrosis (kronik) setelah radiasi (J70.: kimiawi (akut) (J68.1) J84. Created By: Subhan. Abses paru-paru NOS J85.1) akibat zat eksternal (J60-J70).8 Penyakit lain yang dijelaskan pada intersititum paru-paru J84.

haemothorax traumatika (S27.9 Pyothoraks tanpa fistula Penyakit-penyakit lain pada pleura (J90-J94) J90 Effusi pleura.8 Pneumothoraks lain J93.2).1).8 Kondisi lain yang dijelaskan pada pleura Hydrothorax J94.0-J70.9 Plak pleura tanpa asbestos Plak pleura NOS J93 Pneumothoraks Kecuali: pyopneumothoraks (J86. traumatika (S27.0 Pyothoraks dengan fistula J86. not elsewhere classified Kecuali: manifestasi pada paru-paru akibat radiasi (J70. Chyliform effusion [effusi berisi cairan limfe] J94. AMd.0 Plak pleura dengan terdapatnya asbestos J92. kongenital atau perinatal (P25. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J86.0 Malfungsi trakheostomi Obstruksi saluran udara trakheostomi. Fistula tracheo-oesophagus menyusul trakheostomi 204 . pleurisy NOS (R09.-) pneumotoraks: TB (A15-A16).8) J95.9 Pneumothoraks. Sepsis pada stoma trakheostomi. Created By: Subhan.0).0).1).9 Kondisi pleura. Perdarahan dari stoma trakheostomi. J91* Effusi pleura pada kondisi yang diklasifikasikan di tempat lain J92 Pleural plaque Termasuk: penebalan pleura J92. tidak dijelaskan J94 Kondisi lainnya pada pleura Kecuali: Kondisi-kondisi pleura pada TB (A15-A16).0 Chylous effusion. pleurisy NOS (R09.PerKes. J93. not elsewhere classified Pleurisi dengan effusi Kecuali: pleurisy TB (A15-A16) effusi (pleura) berisi cairan limfe (J94.0 Spontaneous tension pneumothorax [pneumothoraks tekanan spontan] J93.1 Fibrothorax J94.1) J94.1 Pneumothoraks spontan lainnya J93. tidak dijelaskan Penyakit-penyakit lain pada sistem pernafasan (J95-J99) J95 Kelainan respirasi pasca-prosedur.1) emfisema (subkutis) akibat suatu prosedur (T81.1) haemopneumothorax traumatika (S27.2 Haemothorax Haemopneumothorax J94.

hernia. apnea tidur (G47.1) J98.8).0) J95.8 Kelainan pernafasan lain yang dijelaskan J98. subkutis traumatika (T79. tidak dijelaskan J98 Kelainan pernafasan lainnya Kecuali: apnea NOS (R06.0) malformasi kongenital diafragma NEC (Q79.1†) 205 .0 Kegagalan pernafasan akut J96. bronkolitiasis J98.3) J98.0).1 Kegagalan pernafasan kronik J96.2 Insuffisiensi paru-paru akut menyusul bedah non-thoras J95. kalsifikasi paru-paru. Penyakit kistik paru-paru (didapat).3).-) respiratory distress syndrome: dewasa (J80). relaksasi diafragma Kecuali: hernia diafragmatika (K44.2) J96. respiratory arrest (R09. tidak dijelaskan J96 Kegagalan pernafasan.5 Penyakit mediastinum.8). not elsewhere classified Fibrosis.0).1 Kolaps paru-paru Atelektasis. kolaps paru-paru Kecuali: atelectasis (pada): TB (sekarang) (A15-A16).PerKes. not elsewhere classified Kecuali: kegagalan pernafasan pasca prosedur (J95. penyakit paru-paru NOS J98.9 Kegagalan pernafasan.1) J98. paralisis diafragma. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J95.5 Stenosis subglottis pasca-prosedur J95.1 Insuffisiensi paru-paru akut menyusul bedah thoraks J95. newborn (P28.3).0 Penyakit-penyakit bronkus. apnea waku tidur pada neonatus (P28.-). tidak dijelaskan Penyakit pernafasan (kronik) NOS J99* Kelainan pernafasan pada penyakit c. Created By: Subhan. e.9 Kelainan pernafasan.3 Insuffisiensi paru-paru kronik menyusul pembedahan J95. not elsewhere classified Kolaps atau diskinesia trakeobronkus.4 Kelainan lain paru-paru Pulmolithiasis.0* Penyakit paru-paru rheumatoid (M05. J99. AMd.4) J98.6 Kelainan diaphragma Diafragmatitis. nifas (O89.0) pembedahan (subkutis) (T81. pada janin dan neonatus (P25.2 Emfisema interstitium Emfisema mediastinum Kecuali: emfisema: NOS (J43. bayi baru lahir (P22.0-P28.3 Emfisema kompensasi J98. persalinan dan melahirkan (O74. atau retraksi mediastinum Mediastinitis Kecuali: abses mediastinum (J85.4 Sindroma Mendelson [pneumonitis asam menyusul aspirasi asam lambung] Kecuali: komplikasi: kehamilan (O29.8 Kelainan pernafasan pasca-prosedur lainnya J95. hernia diafragmatika kongenital (Q79.9).9 Kelainan pernafasan pasca-prosedur.0) kegagalan kardio-respirasi. apnea neonatus (P28.7) J98.

0†) J99. AMd. sicca syndrome [Sjögren] (M35. syphilis (A52.8†).7†).1†) dermatomyositis (M33.0-M33. Created By: Subhan. systemic lupus erythematosus (M32.2†) systemic sclerosis (M34.1* Kelainan pernafasan pada kelainan jaringan ikat diffusa lainnya Kelainan pernafasan pada: granulomatosis Wegener (M31.0†) cryoglobulinaemia (D89.8* Kelainan pernafasan pada penyakit lain yang diklasifikasikan di tempat lain Kelainan pernafasan pada: amoebiasis (A06.5†). sporotrichosis (B42. ankylosing spondylitis (M45†) 206 .1†).3†). polymyositis (M33. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat J99.PerKes.1†).

gizi. e.. paramolar. taurodontism. lambung dan duodenum K35-K38 Penyakit appendix K40-K46 Hernia K50-K52 Enteritis dan kolitis non-infektif K55-K63 Penyakit-penyakit usus lainnya K65-K67 Penyakit-penyakit peritoneum K70-K77 Penyakit-penyakit hati K80-K87 Kelainan kandung empedu. fusi gigi. gejala. K67* Kelainan peritoneum pada penyakit infeksi c. keracunan. kelenjar saliva dan rahang (K00-K14) K00 Kelainan perkembangan dan erupsi gigi Kecuali: Gigi embedded dan impacted (K01. geminasi [kembaran] gigi Dens: evaginatus. e. e. melahirkan. K87* Kelainan kandung empedu. K93* Kelainan lain organ pencernaan pada penyakit c.PerKes. gigi tambahan K00. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XI PENYAKIT-PENYAKIT SISTEM PENCERNAAN (K00-K93) Kecuali: Penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) Neoplasma (C00-D48) Penyakit endokrin. dan metabolik (E00-E90) Komplikasi kehamilan. e. kelenjar saliva dan rahang K20-K31 Penyakit esofagus. mesiodens. gigi berbentuk runcing. dan nifas (O00-O99) Kondisi tertentu yang berasal dari masa perinatal (P00-P96) Malformasi. deformasi. makrodontia. saluran empedu. oligodontia K00. K90-K93 Penyakit lain pada sistem pencernaan Kategori asterisk untuk bab ini adalah sebagai berikut: K23* Kelainan esofagus pada penyakit c. K77* Kelainan hati pada penyakit c. NEC (R00-R99) Cedera. AMd. in dente [dalam gigi] Enamel pearls. Created By: Subhan. dan pankreas pada penyakit c.-) K00. Penyakit rongga mulut. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) Tanda.2 Kelainan ukuran dan bentuk gigi Concrescence [penebalan] gigi. dan pankreas. dan konsekuensi lain penyebab luar tertentu (S00-T98) Blok-blok di dalam bab ini adalah: K00-K14 Penyakit rongga mulut.0 Anodontia Hipodontia. saluran empedu. e. invaginatus. mikrodontia 207 . molar IV. dan penemuan klinis dan labor abnormal.1 Supernumerary teeth Distomolar.

NEC Displasia dentin Shell teeth Amelogenesis. gigi Turner Hipoplasia enamel (prenatal) (postnatal) (neonatal) Kecuali: mottled teeth (K00.2 Karies pada sementum K02. Staining [penodaan] intrinsik gigi NOS K00.3) K01.3) gigi Hutchinson dan molar mulberry pada sifilis kongenital (A50. Dilaserasi gigi.5 Kekacauan herediter struktur gigi.3 Karies gigi terhenti K02. yang dianggap variasi normal dan tidak dikode K00.9 Kelainan perkembangan gigi.4 Odontoklasia Melanodontia infantil 208 . Created By: Subhan.8 Kelainan lain perkembangan gigi Perubahan warna sewaktu pembentukan gigi. bercak enamel Keopakan enamel non-fluorida Kecuali: deposits [accretions] pada gigi (K03. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Tuberkulum paramolare Kecuali: tuberculum Carabelli. dan odontogenesis: imperfecta [penyakit autosom dominan yang menyebabkan hipoplasia berat enamel] K00.0 Karies terbatas pada enamel Lesi bintik putih (karies awal) K02. odontoplasia regional.7 Teething syndrome K00.1 Gigi impacted [gigi yang gagal erupsi karena dihalangi oleh gigi lain] K02 Dental caries K02.0 Gigi embedded [gigi yang gagal erupsi tanpa dihalangi oleh gigi lain] K01.4 Kekacauan dalam pembentukan gigi Aplasia dan hipoplasia sementum. tak dijelaskan Kelainan odontogenesis NOS K01 Gigi embedded dan impacted Kecuali: Gigi embedded dan impacted.5) [gigi Hutchinson: insisor 1/3 tengah mengecil sehingga ujungnya cekung] [molar mulberry: pengecilan dan bentuk dengan lobulus pada molar] K00. AMd.6) K00.1 Karies pada dentin K02.PerKes. tidak lepas] K00. posisinya atau gigi di dekatnya abnormal (K07.3 Mottled teeth [gigi berbercak atau berbintik] Fluorosis gigi.6 Kekacauan erupsi gigi Dentia praecox Erupsi prematur gigi Gigi (desidua) lepas prematur Natal tooth [gigi pada waktu lahir] Neonatal tooth [gigi pada neonatus] Gigi primer persisten [retained. dentinogenesis.

orange Staining gigi: NOS.9 Penyakit jaringan keras gigi.1 Nekrosis pulpa Gangren pulpa K04.6) K03. agama. penuaan.8) Karies gigi (K02. tembakau.9 Karies gigi.8) Teeth-grinding NOS (F45. tradisi Cacad baji (wedge) pada gigi K03.0 Pulpitis Abses pulpa Polip pulpa Pulpitis: akut.4 Hipersementosis Hiperplasia sementum K03. kronik (hiperplastik) (ulseratif) K04. kebiasaan pekerjaan. hitam. untuk identifikasi radiasi K03. tak dijelaskan K04 Penyakit pulpa dan jaringan periapex K04.-) K03. supragingiva] K03.0 Atrisi gigi berlebihan Kerusakan akibat pemakaian pada bagian approximal atau oklusal [gigitan] gigi [bisa akibat diet abrasif. atau bruxisme (menggesekkan gigi)] K03.2 Degenerasi pulpa Dentikel Kalsifikasi atau batu pulpa 209 .PerKes. hijau.8 Penyakit lain yang dijelaskan pada jaringan keras gigi Radiasi enamel Dentin sensitif Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). suppuratif. materia alba.6 Deposits [accretions] pada gigi Deposit pada gigi: betel (pinang).1 Abrasio gigi Abrasi gigi karena dentifrice (pasta atau bubuk pembersih gigi). diet. muntah persisten K03.8 Karies gigi lainnya K02. obat-obatan. tak dijelaskan K03 Penyakit lain pada jaringan keras gigi Kecuali: Bruxism (F45. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Melanodontoklasia K02.7 Perubahan warna pasca-erupsi pada jaringan keras gigi Kecuali: deposit gigi (K03. kalau perlu. pekerjaan Erosi gigi akibat: . idiopatik.2 Erosi gigi Erosi gigi: NOS. AMd. ekstrinsik NOS Kalkulus [karang] gigi: subgingiva.3 Resorpsi patologis gigi Resorpsi gigi (eksternal) Granuloma internal pada pulpa K03.5 Ankilosis gigi K03.

deskuamasi. kronik (K05. ulseratif K05.7) abses periapex dengan sinus (K04. sisa akar Kecuali: kista periodontium lateral (K09.0). simplex K05. NOS (K05.5 Periodontitis apex kronik Granuloma apex atau periapex Periodontitis apex NOS K04.2) K05.1 Pembesaran gingiva Fibromatosis gingiva K06. kompleks.3 Pembentukan jaringan keras abnormal di dalam pulpa Dentin sekunder atau irreguler K04.1) gingivostomatitis herpesvirus (herpes simplex) (B00.8 Kista radiks [akar gigi] Kista: apex (periodontium).0 Resesi gingiva Resesi gingiva (umum) (lokal) (pasca infeksi) (pasca bedah) K06.PerKes.1 Gingivitis kronik Gingivitis (kronik): NOS.1) K06.0 Gingivitis akut Kecuali: gingivitis ulseratif nekrotikans akut (A69.1). tak dijelaskan K06 Kelainan lain pada gingiva dan puncak alveolus tanpa gigi (edentulous) Kecuali: atrofi puncak alveolus edentulous (K08. periapex K04.4 Periodontosis Periodontosis juvenile [remaja] K05.3 Periodontitis kronik Perikoronitis kronik Periodontitis: NOS. hiperplastik.6 Abses periapex dengan sinus Abses gigi dengan sinus Abses dentoalveolaris gigi dengan sinus K04. Created By: Subhan.0) K04. simple marginal. gigi.2 Periodontitis akut Perikoronitis akut Abses parodontium Abses periodontium Kecuali: periodontitis apex akut (K04.6 Penyakit periodontium.7) abses periapex (K04.6) K05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K04.2 Lesi gingiva dan edentulous alveolar ridge akibat trauma Hiperplasia iritatif puncak edentulus (hiperplasia karena gigi palsu) Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX) untuk identifikasi penyebab 210 . periapex. AMd.9 Penyakit lain dan tak dijelaskan pada jaringan pulpa dan periapex K05 Gingivitis dan penyakit periodontium K05.7 Abses periapex tanpa sinus Abses NOS pada: .4 Periodontitis apex akut yang berasal dari pulpa Periodontitis apeks akut NOS K04.2) [gusi edentulous] gingivitis: akut (K05.5 Penyakit periodontium lain K05. dentoalveolaris.

2 Anomali hubungan arkus dentis (lengkung susunan gigi) Crossbite (anterior) (posterior) Openbite (anterior) (posterior) Overbite (berlebihan): dalam.4) K07. bernafas di mulut. pergeseran. posisi gigi tersebut atau gigi di dekatnya abnormal Kecuali: gigi embedded dan impacted tanpa posisi abnormal (K01. transposisi Gigi impacted atau embedded.0) sindroma Robin (Q87. teeth-grinding NOS (F45.0 Anomali mayor ukuran rahang Hiperplasia atau hipoplasia mandibula Hiperplasia atau hipoplasia maksilla Makrognathism (mandibula) (maxilla) [gnath = rahang] Micrognathism (mandibula) (maxilla) Kecuali: akromegali (E22. bibir atau jari Kecuali: bruxism (F45.PerKes. jarak abnormal.4) 211 .0) terkilir (S03. tak dijelaskan K07.4 Maloklusi. Created By: Subhan. AMd.5 Kelainan fungsional dentofasialis Penutupan rahang abnormal Maloklusi karena: menelan abnormal. vertikal Disto-oklusi Mesio-oklusi. horizontal.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada gingiva dan edentulous alveolar ridge Epulis fibrosa Epulis giant cells Flabby ridge [epulis = bengkak kecil pada rahang] Granuloma sel raksasa perifer Granuloma piogenik gusi K06. kebiasaan lidah. Oklusi lingualis posterior pada gigi mandibula Deviasi garis tengah arkus dentin Overjet K07. diastema.8) K07.8). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K06.8).3 Anomali posisi gigi Gigi: bertumpuk.-) K07. rotasi.9 Kelainan pada gingiva dan gusi edentulus. Prognathism (mandibula) (maxilla) Retrognathism (mandibula) (maxilla) K07.1 Anomali hubungan rahang dengan dasar tengkorak Asimetri rahang.6 Kelainan sendi temporomandibularis Kompleks atau sindroma Costen Kerusakan sendi temporo-mandibularis Snapping jaw Sindroma sendi-nyeri-disfungsi temporomandibula Kecuali: sendi temporomandibula saat ini: dislokasi (S03. tak dijelaskan K07 Anomali dentofasialis [termasuk maloklusi] Kecuali: Hiperplasia atau hipoplasia kondilus unilateral (K10. Atrofi atau hipertrofi hemifasial (Q67.0) K07.

not elsewhere classified Termasuk: lesi dengan gambaran histologis kista aneurisma dan lesi fibro-ossea lain Kecuali: kista akar gigi (K04.1 Granuloma sel raksasa.3 Alveolitis rahang 212 . sentral Granuloma sel raksasa NOS Kecuali: granuloma sel raksasa perifer (K06. tak dijelaskan K08 Kelainan lain pada gigi dan jaringan penyokongnya K08. kalau akibat radiasi.8) K10.8 Kelainan lain pada gigi dan struktur penyokong yang dijelaskan Pembesaran puncak alveolaris NOS Prosesus alveolaris irregular Sakit gigi NOS K08.0). erupsi. tak dijelaskan K09 Kista daerah mulut. primordial Keratokista K09.9 Anomali dentofasialis.2 Kondisi peradangan rahang Osteitis osteomielitis (neonatus) pada rahang (akut) (kronik) (supuratif) osteoradionekrosis pada rahang (akut) (kronik) (supuratif) periostitis pada rahang (akut) (kronik) (supuratif) Sequestrum tulang rahang Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX) untuk identifikasi.0) K09.9 Kista daerah mulut.8) K09. Created By: Subhan.0 Kelainan perkembangan rahang Kista tulang laten pada rahang Kista Stafne. gusi.1 Kista perkembangan (non-odontogenik) daerah mulut Kista: globulomaksilla. papilla palatina K09. dicabut atau penyakit periodontium lokal K08. kista Stafne (K10. aneurisma. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K07. tak dijelaskan K10 Penyakit rahang lainnya K10.2 Atrofi puncak alveolaris edentulus K08. nasopalatina.0 Kista odontegik perkembangan Kista: dentigerosa.2 Kista rahang lainnya Kista rahang: NOS. palatum median. periodontium lateralis. perdarahan.3 Akar gigi tertinggal K08.1 Kehilangan gigi akibat kecelakaan. folikuler.0 Exfoliasi gigi akibat penyebab sistemik [lapisan terkelupas] K08. AMd. K10.8 Kista lain daerah mulut. Torus mandibularis Torus palatinus K10. not elsewhere classified Kista dermoid. incisive canal. traumatika Kecuali: kista tulang laten pada rahang(K10. K09.8 Anomali dentofasialis lainnya K07.9 Kelainan pada gigi dan struktur penyokong.PerKes. atau kista limfoepitel pada mulut Kista nasoalveolaris Kista nasolabialis Epstein‟s pearl. kista epidermoid.

6 Mucocele kelenjar saliva Kista ekstravasasi mukus pada kelenjar saliva Kista retensi mukus pada kelenjar saliva Ranula K11.0) gingivostomatitis herpesvirus (herpes simplex) (B00.9 Penyakit rahang. Penyakit Mikulicz Stenosis atau striktura saluran saliva Kecuali: sindroma sicca (Sjögren) (M35.4 Fistula kelenjar saliva Kecuali: fistula kongenital kelenjar saliva (Q38.0 Atrofi kelenjar saliva K11.2 Sialoadenitis Kecuali: parotitis epidemika (B26.8) K11.0) K12.2) cheilitis (K13.3 Abses kelenjar saliva K11.8 Penyakit lain rahang yang dijelaskan Cherubismus Exostosis rahang Displasia fibrosa rahang Hiperplasia at kondilus unilateral Hipoplasia kondilus unilateral K10.4) K11.1 Hipertrofi kelenjar saliva K11. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Osteitis alveolaris Dry socket K10.-) demam uveoparotid [Heerfordt] (D86. Created By: Subhan. tak dijelaskan K11 Penyakit kelenjar saliva K11.2) K11.PerKes.0) noma (A69.0 Recurrent oral aphthae [ulkus mulut berulang] Stomatitis aphtosa (mayor) (minor) 213 .9 Penyakit kelenjar saliva.0) stomatitis gangrenosa (A69. tak dijelaskan Sialoadenopati NOS K12 Stomatitis dan lesi yang terkait Kecuali: cancrum oris (A69.8 Penyakit lain kelenjar saliva Lesi limfoepitel jinak kelenjar saliva Sialometaplasia nekrotikans Sialektasia.0) K11.5 Sialolithiasis Kalkulus atau batu pada kelenjar atau saluran saliva K11. AMd.7 Kekacauan sekresi saliva Hipoptyalism Ptyalism Xerostomia (mulut kering) Kecuali: mulut kering NOS (R68.

gigi palsu. exfoliatif.2) kelenjar saliva (K11.6 Hiperplasia iritatif mukosa mulut Kecuali: hiperplasia iritatif gusi edentulous [hiperplasia gigi palsu] (K06.2) 214 . Created By: Subhan.1 Bentuk lain stomatitis Stomatitis: NOS.-).3) K13.0). termasuk lidah Erythroplakia pada epitel mulut.5 Fibrosis submukosa mulut Fibrosis submukosa lidah K13. kista mulut (K09. termasuk lidah Leukokeratosis nikotina palati Palatum perokok (smoker's palate) Kecuali: leukoplakia berambut (K13.3). peritonsil (J36) K13 Penyakit lain bibir dan mukosa mulut Termasuk: kekacauan epitel lidah Kecuali: penyakit tertentu pada gusi dan gusi edentulus (K05-K06). ulseratif. penyakit lidah (K14. Xanthoma verrukosa mukosa mulut K13.4 Granuloma dan lesi mirip granuloma pada mukosa mulut Granuloma eosinofilia mukosa mulut Granuloma piogenik mukosa mulut. lidah (K14.7). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Aphthae Bednar Ulkus aphthosa rekurens Periadenitis mukosa nekrotikans rekurens Stomatitis herpetiformis K12.-) K13.3 Hairy leukoplakia (berambut) K13.1 Menggigit pipi dan bibir K13.PerKes.2 Leukoplakia dan kerusakan lain epitel mulut. periodontium (K05.0) perlēche akibat kandidiasis (B37. angularis.0 Penyakit bibir Cheilitis: NOS.-) stomatitis dan lesi terkait (K12.6-K04. AMd. vesikularis K12. glandularis Cheilodynia Cheilosis Perlēche NEC Kecuali: ariboflavinosis perlēche defisiensi riboflavin (E53.2 Sellulitis dan abses mulut Selulitis (lantai) mulut Abses submandibula Kecuali: abses: periapex (K04.8) cheilitis akibat kelainan radiasi (L55-L59) K13. termasuk lidah Leukoedema pada epitel mulut.

untuk identifikasi penyebab.4) K14. lambung dan duodenum (K20-K31) Kecuali: hiatus hernia (K44.3) fibrosis submukosa lidah (K13.3) K14.1) 215 .0) erosi esofagus (K22.3 Hipertrofi papilla lidah Lidah hitam berambut Lingua villosa nigra Lidah berselaput Hipertrofi papilla foliata K14. Kecuali: esofagitis reflux (K21.8 Penyakit lain lidah Lidah atrofi Lidah renasi [(pinggir denga blatan-bulatan] Lidah dengan pembesaran Lidah dengan hipertrofi K14.7 Lesi lain dan tak dijelaskan pada mukosa mulut Musinosis mulut terfokus K14 Penyakit lidah Kecuali: eritroplakia. AMd.5 Plicated tongue (lidah dengan lipatan-lipatan paralel Lidah: retak.9 Penyakit lidah. berlekuk.4 Atrofi papilla lidah Glossitis atrofika K14.-) K20 Esofagitis Abses esofagus Esofagitis: NOS.2) leukoplakia berambut (K13.5) makroglosia (kongenital) (Q38.1 Geographic tongue – lidah terkelupas Glositis migrasi jinak Glositis areata exfoliativa K14.PerKes. hiperplasia epitel terfokus: lidah (K13. kalau perlu. leukoplakia.6 Glossodinia Glossopirosis Lidah nyeri K14. peptik Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). leukoedema.2 Median rhomboid glossitis [radang lidah dengan nodul di tengah lidah] K14. berkantong Kecuali: lidah retak kongenita (Q38. Created By: Subhan. zat kimia.0 Glossitis Abses lidah Ulserasi (traumatika) pada lidah Kecuali: glositis atrofik (K14. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K13.0) dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) (K21. tak dijelaskan: Glossopati NOS Penyakit esofagus.2) K14.

Subdivisi karakter keempat berikut digunakan untuk kategori K25-K28: . didapat [kantong esofagus] Kecuali: divertikulum esofagus (kongenital) (Q39.akibat menelan: zat kimia.8 Penyakit esofagus lain yang dijelaskan: Perdarahan esofagus NOS K22.8†) K23.2 Obstruksi esofagus Kompresi esofagus Konstriksi esofagus Stenosis esofagus Striktura esofagus Kecuali: stenosis atau striktura kongenital esofagus (Q39. didapat Esophageal pouch.0 Akut dengan perdarahan . K23.6 Sindroma laserasi-perdarahan gastro-esofagus: Sindroma Mallory-Weiss K22.8* Kelainan esofagus penyakit lain c.0 Penyakit reflux gastro-esofagus dengan esofagitis: Esofagitis reflux K21.-) K22.1 Ulkus esofagus: Erosi esofagus Ulkus esofagus: NOS.3†) K23.5***) K22. tak dijelaskan K23* Kelainan esofagus pada penyakit c.6) K22.PerKes. untuk identifikasi penyebab K22. e.3 Perforasi esofagus Ruptura esofagus Kecuali: perforasi traumatika esofagus (torakalis) (S27. kalau perlu.9 Penyakit esofagus. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K21 Gastroesophageal reflux disease (GERD) K21.4 Diskinesia esofagus Esofagus „corkscrew‟ (pembuka sumbat botol) Spasme esofagus diffusa Spasme esofagus Kecuali: kardiospasme (K22. peptik Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). e. AMd. Created By: Subhan.3) K22. obat-obatan.9 Penyakit reflux gastro-esofagus tanpa esofagitis: Reflux esofagus NOS K22 Penyakit lain esofagus Kecuali: varises esofagus(I85. .1* Megaesofagus pada penyakit Chagas (B57.0 Akhalasia kardia: Akhalasia NOS [akibat peristalsis esofagus gagal.1 Akut dengan perforasi 216 . sfingter esofagus kurang relaksasi] Kardiospasme [spasme singter esofagus dekat lambung] Kecuali: kardiospasme kongenital (Q39.0) K22..8) K22.0* Esofagitis tuberkolusa (A18.5 Divertikulum esofagus. jamur.

Created By: Subhan.9 Tidak jelas akut atau kronik. postpilorika Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).-) K27 Ulkus peptikum.anastomotik . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .5 Kronik atau tak dijelaskan dengan perforasi .gastrointestinum . tanpa perdarahan atau perforasi K25 Gastric ulcer [tukak lambung] Termasuk: erosi (akut) lambung ulkus (peptikum): pilorus.3) K29 Gastritis dan duodenitis Kecuali: gastritis atau gastroenteritis eosinophilika (K52.2 Akut dengan perdarahan tambah perforasi . untuk identifikasi obat.1 Gastritis akut lain K29.2 Gastritis alkoholik K29.4) K29.stoma Kecuali: ulkus primer usus halus (K63. kalau disebabkan obat Kecuali: ulkus peptikum NOS (K27. kalau perlu. ulkus peptikum NOS Kecuali: ulkus peptikum neonatus (P78.marginal .4 Gastritis atrofika kronik Atrofi lambung 217 . lambung Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).6 Kronik atau tak dijelaskan dengan perdarahan tambah perforasi . untuk identifikasi obat.0 Gastritis hemoragika akut Gastritis akut (erosif) dengan perdarahan Kecuali: erosi (akut) lambung (K25. situs tak dijelaskan Termasuk: ulkus gastroduodenum NOS.jejunum .3 Gastritis kronik superfisialis K29.3 Akut tanpa perdarahan atau perforasi .7 Kronik tanpa perdarahan atau perforasi .gastrojejunum .-) K29. kalau disebabkan obat Kecuali: gastritis erosif hemoragika akut (K29.gastrokolika .4 Kronik atau tak dijelaskan dengan perdarahan .-) K26 Duodenal ulcer [tukak duodenum] Termasuk: erosi (akut) duodenum ulkus (peptikum): duodenum. kalau perlu.0) ulkus peptikum NOS (K27. AMd.8) K28 Ulkus gastrojejunum Termasuk: ulkus (peptikum) atau erosi: .PerKes.8) sindroma Zollinger-Ellison (E16.

5 Obstruksi duodenum Konstriksi duodenum Stenosis duodenum Striktura duodenum Ileus duodenum (kronik) Kecuali: stenosis kongenital duodenum (Q41. not elsewhere classified Kecuali: pilorospasme: . tak dijelaskan Gastritis kronik: antrum.7 Polip lambung dan duodenum Kecuali: polip adenomatosa lambung (D13.2) K31.2) K31.3) .7 Gastritis.nervosa (F45.0) K31. tak dijelaskan K30 Dyspepsia Indigestion Kecuali: dispepsia: .0-K57. Created By: Subhan.6 Fistula lambung dan duodenum Fistula gastrokolika.3) . AMd. fistula gastrojejunokolika K31.5 Gastritis kronik.psikogenik (F45.3 Pylorospasm.1) K31.0) K31.3) .0-K92.8) lambung hourglass kongenital (Q40.6 Gastritis lain Gastritis hipertrofi raksasa Gastritis granulomatosa Penyakit Ménétrier K29.4 Divertikulum lambung Kecuali: divertikulum lambung kongenital(Q40.0) K31.2 Striktura dan stenosis „hourglass‟ lambung Kecuali: kontraksi hourglass lambung (K31.8 Penyakit lambung dan duodenum lain yang dijelaskan 218 .1 Stenosis pilorus hipertrofik dewasa Stenosis pilorus NOS Kecuali: stenosis pilorus kongenital atau infantil (Q40.3) .PerKes. fundus K29.kongenital atau infantile (Q40. tak dijelaskan K29.1) perdarahan lambung (K92.neurotik (F45.0 Dilatasi akut lambung Distensi akut lambung K31. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K29.3) heartburn (R12) K31 Penyakit lain lambung dan duodenum Termasuk: kelainan fungsional lambung Kecuali: divertikulum duodenum (K57.9 Gastroduodenitis.8 Duodenitis K29.neurotik (F45.psikogenik (F45.2) K31.

peritonitis (umum) (lokal) menyusul ruptur atau perforasi *** .1 Appendicular concretions [massa padat appendiks] Faekalith appendiks Sterkolith appendiks K38.0 Hyperplasia appendiks K38.8 Penyakit-penyakit appendiks lain yang dijelaskan Intususepsi [dinding memasuki dinding lain.9 Appendisitis akut.kronik . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Achlorhydria Gastroptosis Kontraksi hourglass lambung K31.ruptura K36 Appendisitis lain Appendisitis: .perforasi . hernia skrotalis hernia inguinalis: NOS. indirect.2 Divertikulum appendiks K38.perforasi .0 Hernia inguinalis bilateral.PerKes.3 Fistula appendiks K38. direct. tak dijelaskan Hernia (K40-K46) Note: Hernia dengan gangren tambah obstruksi diklasifikasikan pada hernia dengan gangren.9 Penyakit appendiks.0 Appendisitis akut dengan peritonitis umum Appendisitis (akut) dengan: . oblique K40. tak dijelaskan Penyakit appendiks (K35-K38) K35 Appendisitis akut K35. Created By: Subhan. dengan obstruksi. AMd. seperti teleskop] appendix K38. rekurens hernia kongenital (kecuali hernia diafragma atau hiatus) K40 Hernia inguinalis Termasuk: bubonokel.1 Appendisitis akut dengan abses peritoneum Abses appendiks K35. Termasuk: hernia: didapat. lokal atau NOS *** Appendisitis akut tanpa: . tanpa gangren 219 .9 Penyakit lambung dan duodenum.ruptura K35. tak dijelaskan Appendisitis akut dengan peritonitis. double.peritonitis umum *** .abses peritoneum .rekurens (berulang) K37 Appendisitis yang tak dijelaskan K38 Penyakit-penyakit appendiks lain K38.

insisional [di tempat sayatan] K43. tanpa gangren K41.2 Hernia inguinalis bilateral. dengan obstruksi. tanpa obstruksi atau gangren Hernia femoralis bilateral NOS K41.1 Hernia inguinalis bilateral.menyebabkan obstruksi . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K40.strangulasi K40.irreducible .strangulasi K42.2) K42.0 Hernia umbilikalis dengan obstruksi. tanpa gangren Hernia ventralis tanpa gangren: .1 Hernia femoralis bilateral. dengan obstruksi.9 Hernia umbilikalis tanpa obstruksi atau gangren Hernia umbilikalis NOS K43 Hernia ventralis Termasuk: hernia: epigastrika.inkarserata .4 Hernia femoralis unilateral atau tidak jelas.0 Hernia femoralis bilateral. tanpa obstruksi atau gangren Hernia femoralis (unilateral) NOS K42 Hernia umbilikalis Termasuk: hernia paraumbilikalis Kecuali: omphalocele (Q79. dengan gangren K41. dengan gangren K40. AMd.irreducible .4 Hernia inguinalis unilateral atau tidak jelas.1 Hernia umbilikalis dengan gangren Hernia umbilikalis gangrenosa K42. Created By: Subhan.inkarserata .inkarserata .0 Hernia ventralis dengan obstruksi.menyebabkan obstruksi .3 Hernia femoralis unilateral or tidak jelas. dengan obstruksi.2 Hernia femoralis bilateral. tanpa gangren Hernia inguinalis (unilateral) tanpa gangren: .9 Hernia inguinalis unilateral atau tidak jelas.9 Hernia femoralis unilateral atau tidak jelas.strangulasi K41. tanpa gangren Hernia umbilikalis tanpa gangren: .PerKes. tanpa obstruksi atau gangren Hernia inguinalis (unilateral) NOS K41 Hernia femoralis K41.3 Hernia inguinalis unilateral atau tidak jelas.irreducible 220 . tanpa gangren Hernia femoralis (unilateral) tanpa gangren: .menyebabkan obstruksi . tanpa obstruksi atau gangren Hernia inguinalis bilateral NOS K40.irreducible .inkarserata . dengan gangren Hernia inguinalis NOS dengan gangren K40. dengan gangren K41.

menyebabkan obstruksi .9 Hernia diafragmatika tanpa obstruksi atau gangren Hernia diafragmatika NOS K45 Hernia abdominalis lainnya Termasuk: Hernia: .9 Hernia ventralis tanpa obstruksi atau gangren Hernia ventralis NOS K44 Hernia diafragmatika Termasuk: hiatus hernia (esofagus)(sliding) hernia paraesofagus Kecuali: hernia kongenital: . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .menyebabkan obstruksi . tanpa gangren: .siatika K45.pudendum .8 Hernia abdominalis lain yang dijelaskan tanpa obstruksi atau gangren K46 Hernia abdominalis yang tak dijelaskan Termasuk: enterokel epiplokel hernia: NOS.abdominalis dengan situs dijelaskan NEC .menyebabkan obstruksi . intestinum.diaphragmatika: (Q79.strangulasi K43.1) .1 Hernia ventralis dengan gangren Hernia ventralis gangrenosa K43. tanpa gangren Hernia diafragmatika.obturatorius . AMd. Created By: Subhan.1 Hernia diafragmatika dengan gangren Hernia diafragmatika gangrenosa K44.0 Hernia abdominalis yang tidak jelas dengan obstruksi. tanpa gangren. tanpa gangren Kondisi pada K46.irreducible .1 Hernia abdominalis lain yang dijelaskan dengan gangren Kondisi pada K45 yang dinyatakan gangrenosa K45.inkarserata .5) K46.0 Hernia abdominalis lain yang dijelaskan dengan obstruksi.retroperitoneum .inkarserata .0) K44.0 Hernia diafragmatika dengan obstruksi.strangulasi K45. intraabdomen Kecuali: enterokel vaginalis (N81. tanpa gangren: 221 .strangulasi K44.hiatus (Q40.PerKes.lumbalis . Kondisi pada K45. tanpa gangren: .irreducible . interstitialis.

8) K50.9 Hernia abdominalis yang tidak jelas.1 Penyakit Crohn usus besar Kolitis: .5 Proktokolitis mukosa K51.rektum Kecuali: kalau disertai penyakit Crohn usus halus (K50.strangulasi K46.3) K50 Penyakit Crohn [regional enteritis] Termasuk: enteritis granulomatosa Kecuali: kolitis ulseratif (K51. tanpa obstruksi atau gangren Hernia abdominalis NOS Enteritis dan kolitis non-infektif (K50-K52) Termasuk: inflammatory bowel disease [penyakit radang usus] non-infektif Kecuali: irritable bowel syndrome (K58.0 Penyakit Crohn usus halus: Penyakit Crohn [regional enteritis] pada: .irreducible . Created By: Subhan.ileum .regionalis .-) K50.PerKes.3 Rektosigmoiditis ulseratif (kronik) K51.inkarserata .menyebabkan obstruksi .usus besar .8) K50. AMd.1 Ileokolitis ulseratif (kronik) K51.9 Penyakit Crohn.-) megakolon (K59.8 Penyakit Crohn lainnya Penyakit Crohn usus halus dengan usus besar K50.0 Enterokolitis ulseratif (kronik) K51.regionalis Penyakit Crohn [enteritis regionalis] pada: .kolon . tak dijelaskan Regional enteritis NOS K51 Kolitis ulseratif K51.terminalis Kecuali: kalau disertai penyakit Crohn usus besar (K50.1 Hernia abdominalis yang tidak jelas. dengan gangrene Kondisi pada K46 yang dinyatakan gangrenosa K46.4 Pseudopolyposis colon K51. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .8 Kolitis ulseratif lain 222 .duodenum .granulomatosa .2 Proktitis ulseratif (kronik) K51.jejunum Ileitis: .

1 Kelainan vaskular kronik pada usus Kolitis iskemik kronik Enteritis iskemik kronik Enterokolitis iskemik kronik Striktura iskemik usus Aterosklerosis mesenterika Insuffisiensi vaskuler mesenterika K55.NOS di negara tempat asal usul kondisi ini bisa dianggap non-infeksi. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K51.9 Gastroenteritis dan kolitis non-infektif.1) diare neonatus (non-infektif) (P78.3) Penyakit-penyakit usus lain (K55-K63) K55 Kelainan vaskular usus Kecuali: enterokolitis nekrotikans pada fetus atau neonatus (P77) K55. jejunitis.PerKes.infeksiosa (A09) . AMd. untuk identifikasi agen toksik K52. kalau perlu. diare: .tak dijelaskan.2 Angiodisplasia kolon K55. Kecuali: gastroenteritis.dinyatakan tidak menular.2 Gastroenteritis dan kolitis alergik dan dietetik Gastrokolitis atau kolitis akibat hipersensitifitas makanan K52. atau .9 Kelainan vaskular usus. ileitis.9 Kolitis ulseratif. enteritis.8 Kelainan vaskular usus lain K55. kolitis atau.0 Gastroenteritis dan kolitis akibat radiasi K52.8 Gastroenteritis dan kolitis non-infektif lain yang dijelaskan Gastritis atau gastroenteritis eosinofilik K52. tak dijelaskan Enteritis ulseratif NOS K52 Gastroenteritis dan kolitis non-infektif lain K52. Created By: Subhan. tak dijelaskan Enteritis. sigmoiditis. diare: .1 Gastroenteritis dan kolitis toksik Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). tak dijelaskan Kolitis iskemik NOS Enteritis iskemik NOS Enterokolitis iskemik NOS 223 .0 Kelainan vaskular akut pada usus Kolitis iskemik fulminant akut Infark usus akut Iskemi usus halus akut Emboli (arteri)(vena) mesenterika Infark (arteri)(vena) mesenterika Thrombosis (arteri)(vena) mesenterika Kolitis iskemik subakut K55.3) diare fungsional (K59. di negara kondisi ini bisa dianggap infeksi (A09) diare psikogenik (F45.

2 Volvulus Strangulasi (cekikan) usus atau kolon Torsio (bengkok) usus atau kolon Twist (terpuntir) usus atau kolon K56.8) K56.4 Sumbatan [impaction] usus lain: Enterolith.3) ileus obstruktif NOS (K56.8) K57. kolon Kecuali: ileus batu empedu (K56. kolon.- K56.7) K56.5 Adhesi usus [bands] dengan obstruksi Adhesi [bands] peritoneum dengan obstruksi usus K56.PerKes. rektum Kecuali: intususepsi appendix (K38.3 Ileus batu empedu [gallstone] Obstruksi usus oleh batu empedu K56. intestinum. Created By: Subhan.4) obstruksi usus pascabedah (K91.0 Ileus paralitika Paralisis: usus. hambatan feses.1 Intussusception Intususepsi atau invaginasi: usus.0 Penyakit divertikulum usus halus dengan perforasi dan abses Penyakit divertikulum usus halus dengan peritonitis 224 . hambatan pada kolon K56.2) divertikulum Meckel (Q43. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K56 Ileus paralitika dan obstruksi usus tanpa hernia Kecuali: ileus mekonium (E84.3) striktura atau stenosis kongenital usus (Q41-Q42) obstruksi usus neonatus yang bisa diklasifikasikan pada P76.7 Ileus.6) ileus NOS (K56.5) dengan hernia (K40-K46) striktura iskemik usus (K55. intestinum.6 Obstruksi usus lain dan tak dijelaskan Enterostenosis Ileus obstruksi NOS Oklusi usus atau kolon Stenosis usus atau kolon Striktura usus atau kolon K56.0) divertikulum kongenital usus (Q43. tak dijelaskan K57 Penyakit divertikulum usus Termasuk: divertikulitis usus (halus) (besar) divertikulosis usus (halus) (besar) divertikulum usus (halus) (besar) Kecuali: divertikulum: appendix (K38.1) stenosis anus atau rektum (K62.1) obstruksi duodenum (K31. AMd.

9 Penyakit divertikulum usus. megakolon toksik Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).-) K60.PerKes.0 Konstipasi K59.9 Kelainan fungsional usus. megakolon pada penyakit Hirschsprung (Q43.2 Penyakit divertikulum usus besar dengan perforasi dan abses Penyakit divertikulum kolon dengan peritonitis Kecuali: penyakit divertikulum usus halus dgn kolon dengan perforasi dan abses (57. tak dijelaskan K60 Fissura dan fistula daerah anus dan rektum Kecuali: dengan abses atau selulitis (K61.4 Penyakit divertikulum usus halus dengan kolon dengan perforasi dan abses Penyakit divertikulum usus halus dengan kolon dengan peritonitis K57.1) K59.1) megakolon kongenital (aganglionik) (Q43. dengan perforasi dan abses Penyakit divertikulum usus NOS dengan peritonitis K57.5) K57. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: penyakit divertikulum usus halus dgn kolon dengan perforasi dan abses (57.0 Fissura anus akut K60.1 Diare fungsional K59.0 Irritable bowel syndrome dengan diare K58. not elsewhere classified Dilatasi kolon.8 Kelainan fungsional usus lainnya yang dijelaskan Atonia kolon K59. tanpa perforasi atau abses Penyakit divertikulum usus NOS K58 Irritable bowel syndrome [sindroma usus irritabel] Termasuk: irritable colon K58.3 Megakolon.-) malabsorbsi usus (K90.1 Fissura anus kronik 225 . untuk identifikasi agen toksik Kecuali: megakolon pada penyakit Chagas (B57. not elsewhere classified K59.8 Penyakit divertikulum usus.1 Penyakit divertikulum usus halus tanpa perforasi atau abses Penyakit divertikulum usus halus NOS Kecuali: penyakit divertikulum usus halus dgn kolon tanpa perforasi atau abses (57.3).3) kelainan fungsional lambung (K31. Created By: Subhan.4 Spasme anus Proktalgia fugax K59.-) perubahan kebiasaan usus NOS (R19.3 Penyakit divertikulum usus besar tanpa perforasi atau abses Penyakit divertikulum kolon NOS Kecuali: penyakit divertikulum usus halus dgn kolon tanpa perforasi atau abses (57. kalau perlu.5) K57. bagiannya tidak jelas.5 Penyakit divertikulum usus halus dengan kolon tanpa perforasi atau abses Penyakit divertikulum usus halus dengan kolon NOS K57.4) K59.9 Irritable bowel syndrome tanpa diare Irritable bowel syndrome NOS K59 Kelainan fungsional usus lainnya Kecuali: kelainan usus psikogenik (F45.4) K57. AMd.4) K57.2 Usus neurogenik [gangguan fungsi syaraf usus]. bagiannya tidak jelas.

4 Abses intrasfingter K62 Penyakit anus dan rektum lain Termasuk: anal canal Kecuali: hemoroid (I84.1 Abses rektum Abses perirektum Kecuali: abses iskiorektum (K61.5 Perdarahan anus dan rektum Kecuali: perdarahan rektum neonatus (P54.2 Fissura anus.2 Prolapsus ani Prolapsus anal canal K62.3).0 Polip anus K62.8 Penyakit anus dan rektum lain yang dijelaskan Perforasi rektum (non-traumatika) 226 .-) fissura dan fistula anus dan rektum (K60.-) K62.1) fistula rektovaginalis (N82.0 Abses anus Abses perianus Kecuali: abses intrasfingter (K61.1 Polip rektum Kecuali: polip adenomatosa (D12.7 Proktitis radiasi K62.3) K61.8) K62.4 Fistula rektum Fistula rektum ke kulit Kecuali: fistula vesikorektum (N32.3 Prolapsus rekti Prolapsus mukosa rektum K62.2) K62.3 Fistula anus K60. AMd.4 Stenosis anus dan rektum Striktura (sfingter) anus K62. malfungsi kolostomi dan enterostomi (K91. K60.4) inkontinensia feses (R15) K62. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K60.-) proktitis ulseratif (K51.PerKes. tak dijelaskan K60. Created By: Subhan.4) K61.2 Abses anorektum K61.2).6 Ulkus anus dan rektum Ulkus soliter Ulkus sterkoralis Kecuali: pada kolitis ulseratif (K51.5 Fistula anorektum K61 Abses daerah anus dan rektum Termasuk: abses daerah anus dan rektum dengan atau tanpa fistula selulitis daerah anus dan rektum dengan atau tanpa fistula K61.3 Abses iskiorektum Abses fossa iskiorektum K61.

aseptik (T81.5 Polip kolon Kecuali: polip kolon adenomatosa (D12. gastrojejunum (K28.6) .2 Fistula usus Kecuali: fistula.appendiks (K35.PerKes.0) .0-P78.1 Perforasi usus (non-traumatika) Kecuali: perforasi (non-traumatika) pada: .1) .6).6) kolitis ulseratif (K51.duodenum (K26. O08. tak dijelaskan Penyakit peritoneum (K65-K67) K65 Peritonitis Kecuali: Peritonitis: .-).6).-) ulkus anus dan rektum (K62.1) fistula usus-genital perempuan (N82.-) ulkus gastrointestinum (K28.0 Peritonitis akut Abses: 227 .-) . AMd.nifas (O85) .2-N82.0) dengan penyakit divertikulum (K57. akibat talkum atau zat asing lain (T81.0). jejunum (K28.-) dengan penyakit divertikulum (K57.pelvis wanita (N73.9 Penyakit anus dan rektum.neonatus (P78.3 Ulkus usus Ulkus primer usus halus Kecuali: ulkus duodenum (K26.0) K65.duodenum (K31.4 Enteroptosis K63.-) abortus atau hamil ektopik atau hamil mola (O00-O07.8 Penyakit usus lain yang dijelaskan K63. periodic familial (E85.5) .6) K63. situs tak disebutkan (K27.-) K63. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Proktitis NOS K62.3) fistula daerah anus dan rektum (K60. tak dijelaskan K63 Penyakit-penyakit usus lain K63.6) fistula appendiks (K38.-) fistula vesiko-intestinum (N32.6) poliposis kolon (D12. kimiawi (T81.1) abses daerah anus dan rektum (K61.3-N73.-) K63.-) K63.-) ulkus peptikum.-).paroksismal ringan (E85.-) penyakit divetikulum usus (K57.0 Abses usus Kecuali: abses appendiks (K35.dengan atau menyusul: appendisitis (K35.4) K63.9 Penyakit usus.

subfrenika .8 Kelainan peritoneum lain yang dijelaskan K66. tak dijelaskan K67* Kelainan peritoneum pada penyakit infeksi c.5) [bands] adhesi pada pelvis wanita (N73.retroperitoneum . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .subhepatika .3* Peritonitis tuberkulosa (A18.usus .(dinding) perut .diafragma .0* Peritonitis khlamidia (A74.retrokaekum .subfrenika .1* Peritonitis gonokokus (A54.lambung .0 Adhesi peritoneum Adhesi: .6) K66.8 Peritonitis lain Peritonitis proliferatif kronik.omentum .8†) K67.PerKes.suppuratif K65. K67.subdiaphragmatika .9 Peritonitis.8* Kelainan peritoneum lain pada penyakit infeksi c.pelvis laki-laki . tak dijelaskan K66 Kelainan lain pada peritoneum Kecuali: asites (R18) K66. Nekrosis lemak mesenterium Saponifikasi mesenterium Peritonitis akibat empedu Peritonitis akibat urine K65.abdominopelvis Peritonitis (akut): .omentum . e.2* Peritonitis sifilitika (A52.8†) K67.mesenterium .peritoneum . e.mesenterium .3†) K67.1 Haemoperitoneum Kecuali: haemoperitoneum traumatika (S36.8) K66.generalisata .pelvis pria Adhesive bands Kecuali: [bands] adhesi dengan obstruksi usus (K56.9 Kelainan peritoneum.7†) K67. AMd. Created By: Subhan. 228 .

0) haemochromatosis (E83.0 Hati berlemak alkoholik [alcoholic fatty liver] K70. Created By: Subhan. kalau perlu.peliosis hepatis .granuloma hepatika.dengan atau tanpa koma hepatika K70.kronik .1) sindroma Reye (G93.2 Penyakit hati toksik dengan hepatitis akut K71.3 Sirosis hepatis alkoholik [alcoholic cirrhosis of liver] Sirosis alkoholik NOS [alcoholic cirrhosis NOS] K70.9 Penyakit hati toksik.penyakit hati veno-oklusif.5 Penyakit hati toksik dengan hepatitis aktif kronik Penyakit hati toksik dengan hepatitis lupoid K71.subakut .2 Fibrosis dan sklerosis alkoholik hati K70.4 Gagal hati alkoholik [alcoholic hepatic failure] Gagal hati alkoholik: . tak dijelaskan K71 Toxic liver disease [penyakit hati toksik] Termasuk: penyakit hati idosinkratik (tak terduga) akibat obat penyakit hati toksik (bisa diduga) akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).1 Penyakit hati toksik dengan nekrosis hati Gagal hati (akut)(kronik) akibat obat-obatan K71. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Penyakit-penyakit hati (K70-K77) Kecuali: hepatitis virus (B15-B19) penyakit Wilson (E83. not elsewhere classified K71.6 Penyakit hati toksik dengan hepatitis.PerKes. untuk identifikasi agen toksik Kecuali: penyakit hati alkoholik (K70.7) jaundice NOS (R17) K70 Penyakit hati alkoholik [alcoholic liver disease] K70.hiperplasia nodul terfokus .9 Penyakit hati alkoholik.-) sindroma Budd-Chiari (I82.NOS .0 Penyakit hati toksik dengan kholestasis Kholestasis dengan cedera hepatosit Kholestasis „murni‟.7 Penyakit hati toksik dengan fibrosis dan sirrhosis hati K71.3 Penyakit hati toksik dengan hepatitis kronik persisten K71. K71.4 Penyakit hati toksik dengan hepatitis lobularis kronik K71.1 Hepatitis alkoholik [alcoholic hepatitis] K70.0) [sumbatan vena hepatika] K71. tak dijelaskan 229 . .akut .8 Penyakit hati toksik dengan kelainan hati lain Penyakit hati toksik dengan: . K71. AMd.

nekrosis (sel) hati dengan kegagalan hati atrofi atau distrofi hati kuning (yellow liver atrophy or dystrophy) hepatitis dengan kegagalan hati: akut.6 Sirosis hati lain dan tak dijelaskan Sirrhosis (hati): .1) ikterus pada janin dan bayi (P55-P59).2 Hepatitis aktif kronik. gagal hati yang mempersulit: .8) K74.9 Gagal hati.0 Gagal hati akut dan subakut K72. not elsewhere classified Hepatitis lupoid NEC K73.NOS .5 Sirosis biliaris.-). tak dijelaskan K74 Fibrosis dan sirosis hati Kecuali: fibrosis hati alkoholik (K70.8) .3) sirosis (hati) kongenital (P78.reaktif nonspesifik (K75. Created By: Subhan.1 Hepatitis lobularis kronik. hamil ektopik atau hamil mola (O00-O07. . not elsewhere classified Kecuali: hepatitis (kronik): .4 Sirosis biliaris sekunder K74.1 Sklerosis hati K74.PerKes.virus (B15-B19) . tak dijelaskan K74.7) sklerosis hati kardiaka (K76.0 Fibrosis hati K74. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K72 Hepatic failure.4) dengan penyakit hati toksik (K71. AMd.alkoholik (K70.2 Fibrosis hati dengan sklerosis hati K74.2) dengan penyakit hati toksik (K71. tak dijelaskan K73 Hepatitis kronik. not elsewhere classified K73. O08.3) K73.3 Sirosis biliaris primer Kholangitis destruktif non-suppuratif kronik K74. melahirkan dan nifas (O26.1) .9 Hepatitis kronik. not elsewhere classified K73. fulminant.2) .granulomatosa NEC (K75. not elsewhere classified Termasuk: koma hepatika NOS ensefalopati hepatika NOS.1) sirosis (hati) alkoholik (K70. ganas Kecuali: hepatitis virus (B15-B19) gagal hati alkoholik (K70.6) K72.0 Hepatitis persisten kronik.makronoduler 230 .hamil.8 Hepatitis kronik lain.akibat obat (K71.1 Gagal hati kronik K72.abortus. not elsewhere classified K73.

AMd.jenis campuran .portal .-) hepatitis kronik NEC (K73.NOS .4 Hepatitis autoimmun K75.0) K75.-).-) K76.8 Penyakit radang hati lain yang dijelaskan K75.0 Abses hati Abses hati: . tak dijelaskan Hepatitis NOS K76 Penyakit-penyakit hati lainnya Kecuali: degenerasi amiloid hati (E85.0).3 Infark hepatis K76. trombosis vena porta (I81).mikronoduler .PerKes.0 Hati (berubah menjadi) berlemak.1) kholangitis tanpa abses hati (K83.1 Flebitis vena porta Pileflebitis Kecuali: abses hati pileflebitis (K75.0) K75. Created By: Subhan.9 Penyakit radang hati.2 Nekrosis hemoragik sentral hati Kecuali: nekrosis hepatis dengan kegagalan hati (K72.0) K75.6) hepatomegali NOS (R16.0) penyakit hati alkoholik (K70.virus (B15-B19) . not elsewhere classified K75.4 Peliosis hepatis Angiomatosis hepatis 231 .2 Hepatitis reaktif non-spesifik K75.3 Hepatitis granulomatosa.-) hepatitis: .kriptogenik .akut atau subakut (K72.limfogenik .1 Bendungan pasif kronik hati Sirosis hepatis (begitu disebutkan) kardiaka Sklerosis hepatis kardiaka K76. not elsewhere classified K76.hematogenik . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .pileflebitik Kecuali: abses hati amubika (A06.4) pileflebitis tanpa abses hati (K75. trombosis vena hepatika (I82.-) penyakit kista hati (kongenital) (Q44.-) penyakit hati toksik (K71. K76.kholangitika .postnekrotik K75 Penyakit radang hati lainnya Kecuali: penyakit hati toksik (K71.

hepatoptosis K76. K77.berylliosis (J63.8†) .5 dengan kholesistitis (dengan kholangitis) K80.sarcoidosis (D86. AMd.7 Sindroma hepatorenal Kecuali: menyusul persalinan dan melahirkan (O90.duktus hepatikus } tak dijelaskan.2†) Kelainan gallbladder.0) K76.PerKes.6 Hipertensi portal K76. tanpa kholangitis.. Granuloma hepatika pada: .0* Kelainan hati pada penyakit infeksi dan parasit c.kantong empedu } Kholelitiasis } tak dijelaskan atau tanpa kholesistitis Kholesistolitiasis } Kolik (rekuren) gallbladder } K80.5 Penyakit oklusi vena hepatika Kecuali: sindroma Budd-Chiari (I82.duktus biliaris NOS } . tak dijelaskan K77* Kelainan hati pada penyakit c.8* Kelainan hati pada penyakit lain c.1†) Skistosomiasis hepatosplenik (B65..1 Batu kantong empedu dengan kholesistitis lain Setiap kondisi pada K80.†) K77. 232 .herpesvirus [herpes simplex] (B00.8†) . e.cytomegalovirus (B25. Penyakit hati sifilitika (A52.2 Batu kantong empedu tanpa kholesistitis Batu empedu (tertahan) di: } . e.4) K76. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat K76.2 dengan kholesistitis (kronik) Kholesistitis dengan kholelithiasis NOS K80.duktus komunis } .5 Batu duktus biliaris tanpa kholangitis or kholesistitis Batu empedu (tertahan) di: } .3 Batu duktus biliaris dengan kholangitis Setiap kondisi pada K80.7†) Hepatitis: .1†) .9 Penyakit hati. saluran empedu dan pankreas (K80-K87) K80 Kholelithiasis K80.2 dengan kholesistitis akut K80. e. Created By: Subhan.8 Penyakit hati lain yang dijelaskan Hiperplasia nodul hati terfokus.4 Batu duktus biliaris dengan kholesistitis Setiap kondisi pada K80.toxoplasma (B58.0 Batu kantong empedu dengan kholesistitis akut Setiap kondisi pada K80.5 dengan kholangitis K80.†) Hipertensi portal pada skistosomiasis (B65.duktus sistikus } .

0 Obstruksi kantong empedu Oklusi } Stenosis } pada ductus sisticus atau kantong empedu tanpa kalkulus Striktura } Kecuali: dengan kholelithiasis (K80. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kholedokholitiasis } tanpa kholesistitis Kholelitiasis hepatika } Kolik (rekuren) hepatika } K80.5) nonvisualisasi kantong empedu (R93.PerKes.2) K82.9 Kholesistitis. kholesistoduodenalis K82. AMd.4 Kholesterolosis kantong empedu Kantong empedu strawberri K82. tak dijelaskan K82 Penyakit lain kantong empedu Kecuali: sindroma pasca-kholesistektomi (K91. Created By: Subhan.3 Fistula kantong empedu Fistula: kholesistokolika.9 Penyakit kantong empedu.8 Kholesistitis lain K81.-) K82.0 Kholesistitis akut Abses kantong empedu } Angiokholesistitis } Empyema kantong empedu } Gangren kantong empedu: } tanpa kalkulus Kholesistitis: emfisematosa (akut) } Kholesistitis: gangrenosa } Kholesistitis: supuratif } K81.1 Kholesistitis kronik K81.2 Perforasi kantong empedu Ruptura duktus sistikus atau kantong empedu K82.1 Hidrops kantong empedu Mukokel kantong empedu K82.8 Kholelitiasis lain K81 Kholesistitis Kecuali: dengan kholelitiasis (K80.8 Penyakit kantong empedu lainnya yang dijelaskan Adhesi } Atrofi } Kista } pada duktus sistikus atau kantong empedu Diskinesia } Hipertrofi } Tak berfungsi } Ulkus } K82. tak dijelaskan K83 Penyakit-penyakit lain saluran empedu Kecuali: kondisi berikut yang melibatkan: 233 .-) K81.

duktus sistikus (K81-K82) .5) K83.NOS .9 Penyakit saluran empedu.subakut . tak dijelaskan K85 Pankreatitis akut Abses pankreas Nekrosis pankreas: .rekuren .3-K80.4) K83.PerKes.0 Cholangitis Cholangitis: .suppuratif Kecuali: kholangitis destruktif nonsuppuratif kronik (K74.3) abses hati kholangitik (K75. Created By: Subhan.2 Perforasi saluran empedu Ruptura saluran empedu K83.7) 234 .membentuk sklerosis . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .infektif Pankreatitis: .akut .akut (rekuren) .-) K83.4 Spasme sfingter Oddi K83.kantong empedu (K81-K82) sindroma pasca-kholesistektomi (K91.0) kholangitis dengan kholedokholitiasis (K80.5 Kista biliaris K83.haemoragika . AMd.suppuratif K86 Penyakit lain pankreas Kecuali: tumor sel islet (pankreas) (D13.8 Penyakit saluran empedu lain yang dijelaskan Adhesi } Atrofi } saluran empedu Hipertrofi } Ulkus } K83.primer .membentuk stenosis .asendens .NOS .sekunder .1 Obstruksi saluran empedu Oklusi } Stenosis } pada saluran empedu tanpa kalkulus Striktura } Kecuali: dengan kholelithiasis (K80.3 Fistula saluran empedu Fistula kholedokhoduodenalis K83.

-) gluten-sensitive enteropathy (K90.2 Blind loop syndrome.2 Kista pancreas K86.relapsing K86.infeksiosa . e.0 Coeliac disease Gluten-sensitive enteropathy Steatorea idiopatik Sprue nontropis K90. protein.3 Pseudokista pancreas K86. lemak.PerKes.1 Pankreatitis kronik lain Pankreatitis kronik: .0 Pankreatitis kronik akibat alkohol K86. aseptik.3) K86.rekuren .pascabedah (K91. not elsewhere classified Blind loop syndrome NOS Kecuali: blind loop syndrome: .9 Penyakit pankreas. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat penyakit fibrokistik pankreas (E84. AMd. lemak K86. e. Created By: Subhan.2†) Pankreatitis mumps (B26.8 Malabsorpsi usus lainnya 235 . tak dijelaskan K87* Kelainan kantong empedu.8) K90.8 Penyakit pankreas lainnya yang dijelaskan Atrofi } Batu } pankreas Sirosis } Fibrosis }: Infantilisme pankreatika Nekrosis pankreas: NOS. saluran empedu dan pankreas pada penyakit c.0* Kelainan kantong empedu dan saluran empedu pada penyakit c.4 Malabsorpsi akibat intoleransi.1* Kelainan pankreas pada penyakit c.1 Sprue tropis Sprue NOS Steatorrhoea tropis K90. K87.3 Steatorea pankreatika K90. starch Kecuali: intoleransi laktosa (E73.3†) Penyakit-penyakit lain sistem pencernaan (K90-K93) K90 Malabsorpsi usus Kecuali: menyusul bedah gastrointestinum (K91.kongenital (Q43.0) K90.NOS .-) steatorea pankreatika (K90. Pankreatitis sitomegalovirus (B25. e.2) . not elsewhere classified Malabsorpsi akibat intoleransi: karbohidrat.2) K90. K87.

pasca-gastrektomi .1* Megakolon pada penyakit Chagas (B57.3*) K93.5 Sindroma pasca-kholesistektomi K91. not elsewhere classified Kecuali: ulkus gastrojejunum (K28. tak dijelaskan K93* Kelainan organ pencernaan lain pada penyakit c.1 Melaena K92.3 Obstruksi usus pasca-bedah K91.3†) Kecuali: peritonitis tuberkulosa (K67. pada penyakit c. usus NOS Kecuali: dengan ulkus peptikum (K25-K28) gastritis hemoragika akut (K29.0 Haematemesis K92.0) proktitis radiasi (K62. not elsewhere classified Blind loop syndrome pasca-bedah Kecuali: osteoporosis malabsorbsi pascabedah (M81. e.9 Malabsorpsi usus.3†) K93.8* Kelainan organ pencernaan lain yang dijelaskan.PerKes. K91. 236 .3) K92.dumping . e. tak dijelaskan K91 Kelainan sistem pencernaan pasca-prosedur.2 Malabsorbsi pascabedah. e.4 Malfungsi kolostomi dan enterostomi K91. tak dijelaskan Perdarahan: lambung NOS.3) osteomalasia malabsorbsi dewasa (M83.9 Kelainan sistem pencernaan pasca-prosedur.0) gastroenteritis radiasi (K52. Created By: Subhan.9 Penyakit sistem pencernaan.8*) K90.1 Sindroma pasca-bedah lambung Sindroma: . c. K93. AMd.5) K92. peritoneum dan kelenjar mesenterika (A18.2) K91.7) K91.pasca-vagotomi K91.8 Penyakit sistem pencernaan lain yang dijelaskan K92.2 Perdarahan gastrointestinum.0-P54.0) perdarahan anus dan rectum (K62.0 Muntah menyusul bedah gastrointestinum K91.8 Kelainan sistem pencernaan pasca-prosedur lainnya.-) kolitis radiasi (K52. tak dijelaskan K92 Penyakit-penyakit lain sistem pencernaan Kecuali: pPerdarahan gastrointestinum neonatus (P54. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Penyakit Whipple† (M14.0* Kelainan tuberkulosis usus. n.

e L99* Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain pada penyakit c.PerKes.e [c. dan kelainan kromosom kongenital ( Q00-Q99 ) tanda. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XII PENYAKIT KULIT DAN JARINGAN SUBKUTIS (L00 – L99) Bab ini berisi kode untuk infeksi. dan metabolik ( E00-E90 ) retikulosis lipomelanotik ( I89. radang lain seperti dermatitis. NEC ( R00-R99 ) cedera. melahirkan. gizi.e L62* Kelainan kuku pada penyakit c. Kecuali: penyakit infeksi dan parasit tertentu ( A00-B99 ) neoplasma ( C00-D48 ) penyakit endokrin. dermis (jaringan ikat fibrosa padat berisi pembuluh darah dan syaraf).e L86* Keratoderma pada penyakit c.e L54* Erythema pada penyakit c. yang diklasifikasikan di bagian lain] Infeksi kulit dan jaringan subkutis (L00-L08) Infeksi sistemik dan organisme infeksi dikode pada Bab I (Penyakit infeksi dan parasit tertentu).8 ) kelainan jaringan ikat sistemik ( M30-M36 ) komplikasi kehamilan. tapi di awal blok ini terdapat catatan yang menyatakan bahwa kode dari Bab I dapat ditambahkan untuk 237 . Pada Bab XII ini infeksi yang dikode adalah yang khususnya terdapat pada kulit. dan penemuan klinis dan labor abnormal. dan organ-organ pelengkap kulit (rambut.e. gejala. e. AMd. dan subkutis (jaringan tebal mengandung lemak). L45* Kelainan papulosquamosa pada penyakit c. dan nifas ( O00-O99 ) kondisi tertentu yang berasal dari masa perinatal ( P00-P96 ) malformasi. dan konsekuensi lain penyebab luar tertentu ( S00-T98 ) Blok-blok di dalam bab ini adalah: L00-L08 Infeksi kulit dan jaringan subkutis L10-L14 Kelainan bullosa L20-L30 Dermatitis dan eczema L40-L45 Kelainan papulosquamosa L50-L54 Urtikaria and eritema L55-L59 Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi L60-L75 Kelainan pelengkap kulit (skin appendages) L80-L99 Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain Kategori asterisk untuk bab ini adalah sebagai berikut: L14* Kelainan bullosa pada penyakit c. Kulit dan organ pelengkap disebut sistem integumen. jaringan subkutis. dan kondisi lain pada kulit. dan kelenjar-kelenjar sebasea dan keringat). deformasi. = classified elsewhere. keracunan. kuku. Lapisan kulit terdiri dari epidermis (pelidung tipis yang memiliki zat tanduk). Created By: Subhan.

-) organ genital (eksternal) pria (N48. nyeri] (A46) infeksi herpesvirus [herpes simplex] anogenital (A60.PerKes.-) infeksi herpesvirus [herpes simplex] (B00.-) organ genital (eksternal) wanita (N76. kelenjar lakrimalis (H04. AMd. kalau perlu. muka merah.-) viral warts (B07) molluskum kontagiosum (B08.-) erysipelas [infeksi Streptococcus pyogenes.3).-) defisiensi riboflavin (E53. N49.3) granuloma piogenik (L98.0).-) hordeolum [infeksi kelenjar di dasar bulu mata] (H00.0) dermatitis infektif (L30.2) L01 Impetigo Kecuali: pemphigus neonatorum (L00) impetigo herpetiformis (L40. Created By: Subhan. akariasis dan infestasi lain (B85-B89) zoster (B02.4) L02.0) panniculitis [radang lemak subkutis] (pada): lupus (L93.2. leher dan punggung (M54. Perhatikan pula bahwa daftar kecuali disini cukup panjang. Kecuali: infeksi lokal pada kulit yang diklasifikasikan pada Bab I: erysipeloid [infeksi kulit.2) relapsing [Weber-Christian] (M35. karena menyentuh daging atau ikan] (A26.1 Impetiginisasi pada dermatosis lain L02 Abses.6). Gunakan kode tambahan (B95-B97).0 Abses. Ini hendaknya selalu dilakukan kalau organismenya dikenal. furunkulosis Kecuali: daerah anus dan rektum (K61. perlèche [retak pada kulit kering di sudut mulut] (akibat): kandidiasis (B37. untuk identifikasi agen infeksi.0 Impetigo [any organism] [any site] Impetigo Bockhart L01. panas.1) mikosis (B35-B49) pedikulosis. merah.0) NOS (M79.1) L01. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat identifikasi organisme infeksi.0) 238 . furunkel dan karbunkel kulit Termasuk: boil. furunkel dan karbunkel kulit muka Kecuali: kelopak (H00.0) NOS (K13.0) L00 Sindroma kulit melepuh akibat staphylococcus Pemphigus neonatorum Penyakit Ritter Kecuali: toxic epidermal necrolysis [Lyell] (L51.

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

saluran lakrimalis (H04.3)
orbita (H05.0)
telinga, external (H60.0)
hidung (J34.0)
mulut (K12.2)
submandibula (K12.2)
kepala [semua bagian, kecuali muka] (L02.8)
L02.1 Abses, furunkel dan karbunkel kulit leher

L02.2 Abses, furunkel dan karbunkel kulit badan
Dinding abdomen
Punggung [semua bagian, selain panggul]
Dinding thoraks
Groin [lipat paha dengan perut bawah, inguinal]
Perineum [daerah antara urethra dan anus]
Umbilikus
Kecuali: panggul (L02.4)
mammae (N61)
omphalitis pada neonatus (P38)
L02.3 Abses, furunkel dan karbunkel kulit bokong
Regio gluteus
Kecuali: kista pilonida dengan abses (L05.0)
L02.4 Abses, furunkel dan karbunkel kulit anggota
Axilla, panggul, bahu
L02.8 Abses, furunkel dan karbunkel kulit di tempat lain
Kepala [semua bagian selain muka]
Kulit kepala [scalp]
L02.9 Abses, furunkel dan karbunkel kulit, tak dijelaskan
Furunkulosis NOS
L03 Sellulitis
Termasuk: limfangitis akut
Kecuali: sellulitis pada:
- kelopak (H00.0)
- apparatus lakrimalis (H04.3),
- liang telinga luar (H60.1)
- hidung (J34.0)
- mulut (K12.2),
- anus dan rektum (K61.-)
- organ genital eksternal pria (N48.2, N49.-)
- organ genital eksternal wanita (N76.4)
limfangitis (kronik)(subakut) (I89.1)
dermatosis neutrofilik febrilis [Sweet] (L98.2)
selulitis eosinofilik [Wells] (L98.3)
L03.0 Sellulitis jari tangan dan kaki
Infeksi kuku, onikhia, paronikhia, perionikhia
L03.1 Sellulitis bagian lain anggota
Axilla, panggul, bahu

239

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L03.2 Sellulitis muka
L03.3 Sellulitis badan
Dinding abdomen
Punggung [semua bagian, selain panggul]
Dinding thoraks
Groin [lipat paha, inguinal]
Perineum [daerah antara urethra dan anus]
Umbilikus
Kecuali: omphalitis neonatus (P38)
L03.8 Sellulitis tempat lain
Kepala [semua bagian selain muka]
Kulit kepala [scalp]
L03.9 Cellulitis, tak dijelaskan
L04 Limfadenitis akut
Termasuk: abses (akut) } pada kelenjar limfe apa saja, selain mesenterika
limfadenitis akut }
Kecuali: penyakit HIVyang menyebabkan limfadenopati umum (B23.1)
pembesaran kelenjar limfe (R59.-)
limfadenitis:
- mesenterika, nonspesifik (I88.0)
- kronik or subakut, selain mesenterika (I88.1)
- NOS (I88.9)
L04.0 Limfadenitis akut muka, kepala dan leher
L04.1 Limfadenitis akut badan
L04.2 Limfadenitis akut anggota atas
Axilla, bahu
L04.3 Limfadenitis akut anggota bawah
Panggul
L04.8 Limfadenitis akut di tempat lain
L04.9 Limfadenitis akut, tak dijelaskan
L05 Kista pilonida
Termasuk: fistula } koksigis atau pilonida
sinus }
L05.0 Kista pilonida dengan abses
L05.9 Kista pilonida tanpa abses
Kista pilonida NOS
L08 Infeksi lokal lain pada kulit dan jaringan subkutis
L08.0 Pyoderma
Dermatitis: purulenta, septik, suppuratif
Kecuali: pioderma gangrenosum (L88)
L08.1 Erythrasma [kondisi radang kronis bakteri di lipatan kulit]
L08.8 Infeksi lokal lain yang dijelaskan pada kulit dan jaringan subkutis
L08.9 Infeksi lokal pada kulit dan jaringan subkutis, tak dijelaskan

Kelainan-kelainan bullosa (L10-L14)
Kecuali: sindroma kulit melepuh akibat stafilokokus (L00)
240

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

nekrolisis epidermis toksik [Lyell] (L51.2)
pemfigus familial jinak [Hailey-Hailey] (Q82.8)
L10 Pemfigus
Kecuali: pemfigus neonatorum (L00)
L10.0 Pemfigus vulgaris
L10.1 Pemfigus vegetans
L10.2 Pemfigus foliaseus
L10.3 Pemfigus Brazil [fogo selvagem]
L10.4 Pemfigus erythematosus
Senear-Usher syndrome
L10.5 Pemfigus akibat obat
Gunakan kode tambahan (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L10.8 Pemfigus lain
L10.9 Pemfigus, tak dijelaskan
L11 Kelainan acantholytic (jaringan tanduk) lainnya
L11.0 Keratosis follikularis yang didapat
Kecuali: keratosis follikularis (kongenital) [Darier-White] (Q82.8)
L11.1 Dermatosis akantolitik sementara [Grover]
L11.8 Kelainan akantolitik lain yang dijelaskan
L11.9 Kelainan akantolitik, tak dijelaskan
L12 Pemfigoid
Kecuali: impetigo herpetiformis (L40.1)
herpes gestationis (O26.4)
L12.0 Pemfigoid bullosa
L12.1 Pemfigoid sikatriks
Pemfigoid jinak membran mukosa
L12.2 Penyakit bulla kronis kanak-kanak
Dermatitis herpetiformis remaja
L12.3 Epidermolisis bullosa didapat
Kecuali: epidermolisis bullosa (kongenital) (Q81.-)
L12.8 Pemfigoid lain
L12.9 Pemfigoid, tak dijelaskan
L13 Kelainan bullosa lainnya
L13.0 Dermatitis herpetiformis
Penyakit Duhring
L13.1 Dermatitis pustularis subkornea
Penyakit Sneddon-Wilkinson
L13.8 Kelainan bullosa lain yang dijelaskan
L13.9 Kelainan bullosa, tak dijelaskan
L14* Kelainan bullosa pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain

Dermatitis dan eczema (L20-L30)
Catatan: Pada blok ini istilah dermatitis dan eczema digunakan dengan arti yang sama.
Kecuali: Penyakit granulomatosa kronik (kanak-kanak) (D71)
Dermatitis:
241

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

- stasis (I83.1-I83.2)
- herpetiformis (L13.0)
- perioral (L71.0)
- kulit kering (L85.3)
- gangrenosa (L88)
- faktisia (L98.1)
Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi (L55-L59)
L20 Dermatitis atopik
Kecuali: neurodermatitis berbatas tegas [sirkumskripta] (L28.0)
L20.0 Prurigo Besnier
L20.8 Dermatitis atopik lainnya
Eczema: flexural NEC, infantil (akut)(kronik), intrinsik (allergik)
Neurodermatitis: atopik, diffus
L20.9 Dermatitis atopik, tak dijelaskan
L21 Dermatitis seborrhoeika
Kecuali: dermatitis infektif (L30.3)

L21.0 Seborrhoea capitis
Cradle cap
L21.1 Dermatitis seborrhoeik infantil
L21.8 Dermatitis seborrhoeika lainnya
L21.9 Dermatitis seborrhoeika, tak dijelaskan
L22 Dermatitis diaper [popok]
Eritema atau rash akibat diaper
Rash popok psoriasiformis
L23 Dermatitis kontak allergi
Termasuk: eksim kontak allergika
Kecuali: eksim telinga luar (H60.5)
dermatitis (pada):
- kelopak mata (H01.1)
- diaper [napkin] (L22)
- kontak irritan (L24.-)
- kontak NOS (L25.9)
- akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan (L27.-)
- NOS (L30.9)
- perioral (L71.0)
kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi (L55-L59)
alergi NOS (T78.4)
L23.0 Dermatitis kontak alergi akibat logam
Khrom, nikel
L23.1 Dermatitis kontak alergi akibat zat adhesif
L23.2 Dermatitis kontak alergi akibat kosmetika
L23.3 Dermatitis kontak alergi akibat obat yang berkontak dengan kulit
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
Kecuali: reaksi alergi NOS akibat obat (T88.7),

242

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

dermatitis akibat obat-obatan yang ditelan (L27.0-L27.1)
L23.4 Dermatitis kontak alergi akibat zat pewarna
L23.5 Dermatitis kontak alergi akibat produk kimia lainnya
Semen, insektisida, plastik, karet
L23.6 Dermatitis kontak alergi akibat kontak makanan dengan kulit
Kecuali: dermatitis akibat makanan yang ditelan (L27.2)
L23.7 Dermatitis kontak alergi akibat tanaman, selain makanan
L23.8 Dermatitis kontak alergi akibat agen lain
L23.9 Dermatitis kontak alergi, penyebab tak dijelaskan
Eksim kontak alergi NOS
L24 Dermatitis kontak irritan
Termasuk: eksim kontak irritan
Kecuali: eksim telinga luar (H60.5)
dermatitis (pada):
- kelopak (H01.1)
- diaper [popok] (L22)
- kontak alergi (L23.-)
- contact NOS (L25.9)
- akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan (L27.-)
- NOS (L30.9)
- perioral (L71.0)
kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi (L55-L59)
alergi NOS (T78.4),
L24.0 Dermatitis kontak irritan akibat detergents
L24.1 Dermatitis kontak irritan akibat minyak dan gemuk [greases]
L24.2 Dermatitis kontak irritan akibat pelarut
Pelarut: chlorocompound, siklohexane, ester, glikol, hydrocarbon, keton
L24.3 Dermatitis kontak irritan akibat kosmetika
L24.4 Dermatitis kontak irritan akibat obat yang berkontak dengan kulit
Kecuali: reaksi alergi NOS akibat obat (T88.7)
dermatitis akibat obat yang ditelan (L27.0-L27.1)
L24.5 Dermatitis kontak irritan akibat produk kimia lainnya
Semen, insektisida
L24.6 Dermatitis kontak irritan akibat makanan yang berkontak dengan kulit
Kecuali: dermatitis akibat makanan yang ditelan (L27.2)
L24.7 Dermatitis kontak irritan akibat tanaman selain makanan
L24.8 Dermatitis kontak irritan akibat agen lain
Zat pewarna
L24.9 Dermatitis kontak irritan, penyebab tak dijelaskan
Eksim kontak irritan NOS
L25 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan
Termasuk: eksim kontak yang tak dijelaskan
Kecuali eksim telinga luar (H60.5)
alergi NOS (T78.4)
dermatitis (pada):
- kelopak (H01.1)

243

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

- kontak alergi (L23.-)
- kontak irritan (L24.-)
- akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan (L27.-)
- NOS (L30.9)
- perioral (L71.0)
kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi (L55-L59)
L25.0 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat kosmetika
L25.1 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat obat yangberkontak dengan kulit
Kecuali: reaksi alergi NOS akibat obat (T88.7)
dermatitis akibat obat yang ditelan (L27.0-L27.1)
L25.2 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat zat pewarna
L25.3 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat produk kimia lainnya
Semen, insektisida
L25.4 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat makanan yang berkontak dengan kulit
Kecuali: dermatitis akibat makanan yang ditelan (L27.2)
L25.5 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat tanaman selain makanan
L25.8 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan akibat agen lain
L25.9 Dermatitis kontak yang tak dijelaskan, penyebab tak dijelaskan
Dermatitis kontak (pekerjaan) NOS
Eksim kontak (pekerjaan) NOS
L26 Dermatitis eksfoliativa
Pityriasis Hebra
Kecuali: penyakit Ritter (L00)
L27 Dermatitis akibat zat yang dimasukkan ke dalam badan
Kecuali: contact dermatitis (L23-L25)
urticaria (L50.-)
respons fototoksik dari obat (L56.0)
respons fotoalergi dari obat (L56.1)
reaksi makanan yang tidak diinginkan, selain dermatitis (T78.0-T78.1)
allergy NOS (T78.4)
efek yang tidak diinginkan NOS dari obat (T88.7),
L27.0 Erupsi umum kulit akibat obat-obatan
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L27.1 Erupsi lokal kulit akibat obat-obatan
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L27.2 Dermatitis akibat makanan yang dimakan
Kecuali: akibat kontak makanan dengan kulit (L23.6, L24.6, L25.4)
L27.8 Dermatitis akibat zat lain yang dimasukkan ke dalam badan
L27.9 Dermatitis akibat zat yang tak dijelaskan yang dimasukkan ke dalam badan
L28 Lichen simplex kronis dan prurigo
L28.0 Lichen simplex kronik [lesi kecil-kecil pada kulit yang menebal]
Neurodermatitis berbatas tegas, lichen NOS
L28.1 Prurigo nodularis
L28.2 Prurigo lain
Prurigo: NOS, Hebra, mitis
Urtikaria papulosa
244

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L29 Pruritus
Kecuali: exkoriasi neurotik (L98.1), pruritus psikogenik (F45.8)
L29.0 Pruritus ani
L29.1 Pruritus scroti
L29.2 Pruritus vulvae
L29.3 Pruritus anogenitalis, tak dijelaskan
L29.8 Pruritus lain
L29.9 Pruritus, tak dijelaskan
Gatal NOS
L30 Dermatitis lain
Kecuali: dermatitis:
- kontak (L23-L25)
- kulit kering (L85.3)
parapsoriasis plak kecil (L41.3)
stasis dermatitis (I83.1-I83.2)
L30.0 Dermatitis nummularis
L30.1 Dyshidrosis [pompholyx]
L30.2 Autosensitisasi kulit
Kandidid [levurid], dermatofitid, eksimatid
L30.3 Dermatitis infektif
Dermatitis eksimatoid infeksiosa
L30.4 Eritema intertrigo
L30.5 Pityriasis alba
L30.8 Dermatitis lain yang dijelaskan
L30.9 Dermatitis, tak dijelaskan
Eksim NOS

Kelainan-kelainan papuloskuamosa (L40-L45)
L40 Psoriasis [patch merah dilapisi sisik keputihan]
L40.0 Psoriasis vulgaris
Psoriasis nummularis, plak psoriasis
L40.1 Psoriasis pustularis generalisata
Impetigo herpetiformis, penyakit Von Zumbusch
L40.2 Acrodermatitis kontinua
L40.3 Pustulosis palmaris et plantaris
L40.4 Psoriasis guttata
L40.5† Psoriasis arthropatik (M07.0-M07.3*, M09.0*)
L40.8 Psoriasis lain
Psoriasis flexura
L40.9 Psoriasis, tak dijelaskan
L41 Parapsoriasis
Kecuali: poikiloderma vasculare atrophicans (L94.5)
L41.0 Pityriasis lichenoides et varioliformis acuta
Penyakit Mucha-Habermann
L41.1 Pityriasis lichenoides kronik

245

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L41.2 Limfomatoid papulosis
L41.3 Parapsoriasis plak kecil
L41.4 Parapsoriasis plak besar
L41.5 Parapsoriasis retiformis
L41.8 Parapsoriasis lain
L41.9 Parapsoriasis, tak dijelaskan
L42 Pityriasis rosea [radang ringan kulit dengan lesi bersisik, idiopatik]
L43 Liken planus [papul dengan plak keunguan poligonal]
Kecuali: liken planopilaris (L66.1)
L43.0 Liken planus hipertrofik
L43.1 Liken planus bullosa
L43.2 Reaksi obat likenoid
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L43.3 Liken planus subakut (aktif)
Liken planus tropikus
L43.8 Liken planus lainnya
L43.9 Liken planus, tak dijelaskan
L44 Kelainan papulosquamosa lainnya
L44.0 Pityriasis rubra pilaris
L44.1 Liken nitidus
L44.2 Liken striatus
L44.3 Liken ruber moniliformis
L44.4 Akrodermatitis papularis infantil [Giannotti-Crosti]
L44.8 Kelainan papulosquamosa lain yang dijelaskan
L44.9 Kelainan papulosquamosa, tak dijelaskan
L45* Kelainan papulosquamosa pada penyakit c.e.

Urtikaria dan eritema (L50-L54)
Kecuali: penyakit Lyme (A69.2),
rosasea (L71.-)
L50 Urtikaria
Kecuali: angio-edema herediter (E84.1)
dermatitis kontak allergika (L23.-)
urtikaria:
- papulosa (L28.2)
- solaris (L56.3)
- neonatorum (P83.8),
- pigmentosa (Q82.2)
- giant (T78.3)
- serum (T80.6)
edema angioneurotik (T78.3)
edema Quincke (T78.3)
L50.0 Urtikaria allergika
L50.1 Urtikaria idiopatik
L50.2 Urtikaria akibat dingin dan panas

246

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L50.3 Urtikaria dermatografik
L50.4 Urtikaria getaran [vibratory]
L50.5 Urtikaria kolinergik
L50.6 Urtikaria kontak
L50.8 Urtikaria lain
Urtikaria:
- kronik
- periodik rekuren
L50.9 Urtikaria, tak dijelaskan
L51 Eritema multiforme [erupsi radang dengan eritem, edema, dan bulla simetris]
L51.0 Eritema multiforme non-bullosa
L51.1 Eritema multiforme bullosa
Sindroma Stevens-Johnson
L51.2 Nekrolisis epidermis toksik [Lyell]
L51.8 Eritema multiforme lainnya
L51.9 Eritema multiforme, tak dijelaskan
L52 Erythema nodosum
L53 Kondisi eritematosa lain
Kecuali: erythema:
- ab igne (L59.0),
- akibat kontak kulit dengan agen eksternal (L23-L25)
- intertrigo (L30.4)
L53.0 Eritema toksik
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi agen eksternal
Kecuali: eritema toksik neonatus (P83.1)
L53.1 Eritema annulare centrifugum
L53.2 Eritema marginatum
L53.3 Eritema figuratum kronis lain
L53.8 Kondisi eritema lain yang dijelaskan
L53.9 Kondisi eritema, tak dijelaskan
Eritema NOS
Eritroderma NOS
L54* Eritema pada penyakit c.e.
L54.0* Eritema marginatum pada demam rematik akut (I00†)
L54.8* Eritema pada penyakit lain c.e.

Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi (L55-L59)
L55 Sunburn
L55.0 Sunburn tingkat satu
L55.1 Sunburn tingkat dua
L55.2 Sunburn tingkat tiga
L55.8 Sunburn lainnya
L55.9 Sunburn, tak dijelaskan

247

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L56 Perubahan akut lain pada kulit akibat radiasi ultraviolet
L56.0 Respons fototoksik obat
Gunakan kode penyebab eksternal (Chapter XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L56.1 Respons photoallergik obat
Gunakan kode penyebab eksternal (Chapter XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat
L56.2 Dermatitis fotokontak [berloque dermatitis]
L56.3 Urtikaria solaris
L56.4 Erupsi polimorfik akibat cahaya
L56.8 Perubahan akut kulit lain yang dijelaskan akibat radiasi ultraviolet
L56.9 Perubahan akut kulit akibat radiasi ultraviolet, tak dijelaskan
L57 Perubahan kulit akibat terpapar radiasi non-ionisasi kronis
L57.0 Keratosis aktinik
Keratosis: NOS, senile, solar
L57.1 Retikuloid aktinik
L57.2 Nuchae rhomboidalis kulit
L57.3 Poikiloderma Civatte
L57.4 Cutis laxa senilis
Elastosis senilis
L57.5 Granuloma aktinik
L57.8 Perubahan lain kulit akibat terdedah radiasi non-ionisasi kronis
Kulit petani
Kulit pelaut
Dermatitis solaris
L57.9 Perubahan kulit akibat terdedah radiasi non-ionisasi kronis, tak dijelaskan
L58 Radiodermatitis
L58.0 Radiodermatitis akut
L58.1 Radiodermatitis kronis
L58.9 Radiodermatitis, tak dijelaskan
L59 Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain akibat radiasi
L59.0 Eritema ab igne [dermatitis ab igne]
L59.8 Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain yang dijelaskan akibat radiasi
L59.9 Kelainan kulit dan jaringan subkutis akibat radiasi, tak dijelaskan

Kelainan-kelainan pelengkap kulit (skin appendages) (L60-L75)
Kecuali: malformasi integumen kongenital (Q84.-)
L60 Kelainan kuku
Kecuali: onychia and paronychia (L03.0)
clubbing of nails (R68.3)
L60.0 Ingrowing nail [ kuku tumbuh ke dalam]
L60.1 Onycholysis [kuku terpisah dari dasar, tapi tidak lepas]
L60.2 Onychogryphosis [kuku mengikuti bengkokan ujung jari]
L60.3 Nail dystrophy
L60.4 Beau's lines
L60.5 Yellow nail syndrome
L60.8 Kelainan kuku lainnya

248

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

L60.9 Kelainan kuku, tak dijelaskan
L62* Kelainan kuku pada penyakit c.e.
L62.0* Pachydermoperiostosis dengan „clubbed nail‟ (M89.4†)
L62.8* Kelainan kuku pada penyakit lain c.e.
L63 Alopesia areata
L63.0 Alopesia (capitis) totalis [rambut lepas, tanpa penyakit kulit atau sistemik]
L63.1 Alopesia universalis [rambut lepas dari seluruh tubuh]
L63.2 Ophiasis
L63.8 Alopesia areata lainnya
L63.9 Alopesia areata, tak dijelaskan
L64 Alopesia androgenik
Termasuk: botak pada pria
L64.0 Alopesia androgenik akibat obat
Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX), kalau perlu, untuk identifikasi obat.
L64.8 Alopesia androgenik lainnya
L64.9 Alopesia androgenik, tak dijelaskan
L65 Rambut lepas tanpa-parut lainnya
Kecuali: trikhotillomania (F63.3)
L65.0 Telogen effluvium
L65.1 Anagen effluvium
L65.2 Alopesia musinosa
L65.8 Rambut lepas tanpa parut lain
L65.9 Rambut lepas tanpa parut, tak dijelaskan
Alopecia NOS
L66 Alopesia sikatriks [rambut hilang dengan parut]
L66.0 Pseudopelade
L66.1 Liken planopilaris
Liken planus follikularis
L66.2 Follikulitis decalvans
L66.3 Perifollikulitis kapitis abscedens
L66.4 Follikulitis uleritematosa retikulata
L66.8 Alopesia sikatriks lainnya
L66.9 Alopesia sikatriks, tak dijelaskan
L67 Kelainan warna rambut dan batang rambut
Kecuali: telogen effluvium (L65.0)
monilethrix (Q84.1)
pili annulati (Q84.1)
L67.0 Trichorrhexis nodosa
L67.1 Variasi warna rambut
Ubanan (premature);
Canities [pigmen hilang sehingga jadi putih]
Heterokhromia rambut [warna rambut berbeda-beda]
Poliosis:
- NOS
249

5 Acnè excorièe des jeunes filles L70. kalau perlu. kalau perlu.9 Hipertrikosis.0 Dermatitis perioral Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). tak dijelaskan L73 Kelainan folikel lainnya L73.circumscripta didapat L67.0 Kista epidermis L72.3 Akne tropika L70.0 Akne keloid L73. L68. untuk identifikasi obat.0 Hirsutism Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).4 Infantile akne L70.2 Akne varioliformis Akne nekrotika miliaris L70.1 Kista trikilemma Kista pilar.1 Rhinophyma L71.0) L70. tak dijelaskan L70 Akne [radang kelenjar sebasea.8 Hipertrikosis lain L68. kista sebasea L72.9 Rosacea. kalau perlu.1 Pseudofollikulitis barbae L73. tak dijelaskan L68 Hipertrikosis Termasuk: rambut berlebihan Kecuali: hipertrikosis kongenital (Q84.PerKes.1 Hipertrikosis lanuginosa didapat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). L68.2 Steatokistoma multiplex L72. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .8 Kelainan lain warna rambut dan batang rambut Fragilitas crinium [retak rambut di batas dahi] L67. untuk identifikasi obat.8 Kista folikel lain pada kulit dan jaringan subkutis L72. untuk identifikasi obat.9 Kista folikel kulit dan jaringan subkutis. jerawat Kecuali: akne keloid (L73. Created By: Subhan. tak dijelaskan L71 Rosasea L71.9 Akne.0 Akne vulgaris L70.8 Rosacea lainnya L71.2) lanugo persistent (Q84.2) L68.2 Hidradenitis suppurativa 250 . tak dijelaskan L72 Kista folikel kulit dan jaringan subkutis L72.2 Hipertrikosis lokal L68.8 Akne lainnya L70. L71.3 Politrikia L68.9 Kelainan warna rambut dan batang rambut. AMd.1 Akne konglobata L70.

8 Kelainan keringat apokrin lainnya L75.8 Kelainan pigmentasi lain yang dijelaskan Pigmentasi besi Pigmentasi tattoo L81.2) L75. tak dijelaskan L74 Kelainan keringat ekrin Kecuali: hiperhidrosis (R61.3 Cafè au lait spots [coklat muda. spserti freckle] L81.0 Hiperpigmentasi pasca peradangan L81.1 Chloasma [bintik-bintik coklat gelap di kulit] L81.5 Leukoderma.2 Apocrine miliaria Penyakit Fox-Fordyce L75.7 Dermatosis purpurik berpigmen Angioma serpiginosum L81.1 Chromhidrosis L75.1 Miliaria crystallina L74. not elsewhere classified L81.2 Miliaria profunda Miliaria tropikalis L74.8 Kelainan keringat eccrine lainnya L74.9 Kelainan keringat apokrin. hidradenitis suppurativa (L73. tak dijelaskan 251 . tak dijelaskan Kelainan kelenjar keringat NOS L75 Kelainan keringat apokrin Kecuali: dyshidrosis [pompholyx] (L30.4 Anhidrosis Hipohidrosis L74.9 Kelainan folikel. AMd. tak dijelaskan L74.8 Kelainan folikel lain yang dijelaskan Sycosis barbae L73.lihat Vol. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat L73.9 Kelainan pigmentasi.3 Miliaria.0 Miliaria rubra L74.8). naevus .PerKes.4 Hiperpigmentasi melanin lainnya Lentigo L81.0 Bromhidrosis L75.9 Kelainan keringat ekrin.6 Kelainan pengurangan pembentukan melanin lainnya L81.2 Freckles [spot coklat] L81.5) sindroma Peutz-Jeghers (Q85.3. L81.-) L74. Created By: Subhan. tak dijelaskan Kelainan lain pada kulit dan jaringan subkutis (L80-L99) L80 Vitiligo L81 Kelainan pigmentasi lainnya Kecuali: birthmark NOS (Q82.1).

0 Lichen sclerosus et atrophicus Kecuali: lichen sclerosis pada organ genitalia eksterna:*** .1 Kolagenosis reaktif perforans L87.0 Keratosis follikularis et parafollikularis in cutem penetrans [Kyrle] Hiperkeratosis follikularis penetrans L87. xeroderma: akibat defisiensi vitamin A (E50.8) L85.8 Kelainan dengan eliminasi transepidermis lain L87. tak dijelaskan L88 Pyoderma gangrenosum Dermatitis gangrenosa Phagedenic pyoderma L89 Ulkus dekubitus Bedsore Plaster ulcer Pressure ulcer Kecuali: ulkus dekubitus (trofik) servix (uteri) (N86) L90 Kelainan atrofik kulit L90. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat L82 Keratosis seborrhoeika Dermatosis papulosa nigra Penyakit Leser-Trèlat L83 Akantosis nigrikans Papillomatosis yang menyatu dan membentuk jaring-jaring L84 Corns and callosities Callus [penebalan karena tekanan beban] Clavus [penebalan karena tekanan sepatu yang tidak pas] L85 Penebalan epidermis lainnya Kecuali: kelainan hipertrofik kulit (L91.pria (N48.0) 252 .PerKes.8†) L87 Kelainan dengan eliminasi transepidermis Kecuali: granuloma annulare (perforans) (L92.-) L85.1 Keratosis didapat [keratoderma] palmaris et plantaris Kecuali: keratosis palmaris et plantaris yang diwarisi (Q82.0) L87.2 Elastosis perforans serpiginosa L87.8 Penebalan epidermis lain yang dijelaskan Cutaneous horn [„mata ikan‟] L85. AMd.-) L85.0 Ikhtiosis didapat Kecuali: ikhtiosis kongenital (Q80.9 Penebalan epidermis.2 Keratosis punktata (palmaris et plantaris) L85. tak dijelaskan L86* Keratoderma pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain Keratosis follikularis.9 Kelainan dengan eliminasi transepidermis. Created By: Subhan.3 Xerosis kutis Dermatitis kulit kering L85.

6 Striae atrophicae L90.5 Kondisi parut dan fibrosis kulit Adherent scar [parut lengket] (kulit) Cicatrix Kerusakan bentuk akibat parut Scar NOS Kecuali: parut hipertrofik (L91.eritematosus profundus 253 .1 Neckrobiosis lipoidika. AMd.0) scar NOS (L90.wanita (90. not elsewhere classified Kecuali: disebabkan diabetes mellitus (E10-E14) L92. Kecuali: lupus: .0 Parut keloid Parut hipertrofik Keloid Kecuali: keloid acne (L73.0 Granuloma annulare granuloma annulare perforans L92.8 Kelainan atrofik lain pada kulit L90. tak dijelaskan L91 Kelainan hipertrofik kulit L91.9 Kelainan granulomatosa pada kulit dan jaringan subkutis.0) parut keloid (L91.8 Kelainan granulomatosa lain padakulit dan jaringan subkutis L92.3 Atrophoderma Pasini and Pierini L90.exedens (A18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .-) skleroderma (M34.5) L91.0 Lupus eritematosus diskoid Lupus eritematosus NOS L93.-) L93.2 Lupus eritematosus lokal lainnya Lupus: .2 Anetoderma of Jadassohn-Pellizzari L90.9 Kelainan atrofik kulit.4) . kalau perlu.4) systemic lupus erythematosus (M32.5) L92.9 Kelainan hipertrofik pada kulit.1 Lupus eritematosus kulit subakut L93.4) L90.8 Kelainan hipertrofik lain pada kulit L91.vulgaris (A18.PerKes.0) L90. Created By: Subhan.2 Granuloma fasiale [granuloma eosinofilik kulit] L92.3 Granuloma benda asing pada kulit dan jaringan subkutis L92.1 Anetoderma Schweninger-Buzzi L90.4 Acrodermatitis chronica atrophicans L90. tak dijelaskan L93 Lupus eritematosus Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). untuk identifikasi obat. tak dijelaskan L92 Kelainan granulomatosa kulit dan jaringan bwah kulit Kecuali: granuloma aktinik (L57.

panniculitis L94 Kelainan jaringan penyambung lokal lainnya Kecuali: kelainan jaringan ikat sistemik (M30-M36) L94.0) granulomatosis Wegener (M31.2) skin infections (L00-L08). angioma serpiginosum (L81.0).1 Dermatitis faktisia Exkoriasi neurotik L98. tak dijelaskan L97 Ulkus anggota bawah. not elsewhere classified Kecuali: infeksi spesifik yang diklasifikasikan pada A00-B99 varicose ulcer (I83. serum sickness (T80.2 Kalsinosis kutis L94.7) vaskulitis rematoid (M05.3) pannikulitis (pada): .0 Skleroderma lokal [morphea] – Circumscribed scleroderma [berbatas tegas] L94.0 Livedoid vasculitis Atrophie blanche (en plaque) L95.1 Erythema elevatum diutinum L95. decubitus ulcer (L89) gangrene (R02) L98 Kelainan lain kulit dan jaringan subkutis.lupus (L93. not elsewhere classified Kecuali: purpura Henoch(-Schönlein) (D69.0) urtikaria (L50.2) polyarteritis nodosa (M30.6) L95.3).9 Vaskulitis kulit.NOS (M79. Created By: Subhan. AMd. not elsewhere classified L98. I83.3 Sellulitis eosinofilik [Wells] 254 .0 Granuloma piogenik L98.9 Kelainan jaringan ikat lokal.3 Sklerodaktyly L94.6 Ainhum L94. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat . .2 Dermatosis neutrofilik febrilis [Sweet] L98.-).6).8 Kelainan jaringan ikat lokal lain yang dijelaskan L94. tak dijelaskan L95 Vaskulitis yang terbatas pada kulit.2) .PerKes.1 Linear scleroderma En coup de sabre lesion L94.relapsing [Weber-Christian] (M35.5 Poikiloderma vasculare atrophicans L94.neck and back (M54.8 Vaskulitis kulit lainnya L95.4 Papula Gottron L94.0) . angiitis hipersensitif (M31.0.

e. not elsewhere classified Ulkus kulit NOS Ulkus kronis kulit NOS Ulkus tropis NOS Kecuali: infeksi spesifik yang diklasifikasikan pada A00-B99 varicose ulcer (I83.5 Musinosis kulit Musinosis terfokus Lichen myxoedematosus Kecuali: musinosis terfokus pada oral (K13.8) L98.7) myxoedema (E03. A52.2) infeksi kulit (L00-L08) ulkus dekubitus (L89) ulkus anggota bawah NEC (L97) gangrene (R02) L98.9) L98.7†) 255 .0* Amyloidosis kulit (E85. AMd.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada kulit dan jaringan subkutis L98.3†. I83.0.6 Kelainan infiltratif lain pada kulit dan jaringan subkutis Kecuali: hyalinosis cutis et mucosae (E78. Alopecia sifilitika (A51.9 Kelainan kulit dan jaringan subkutis.3†) Lukoderma sifilitika (A51.8* Kelainan kulit dan jaringan subkutis lain yang dijelaskan pada penyakit c.PerKes. lain L99.-†) Lichen amiloidosis Macular amiloid L99. tak dijelaskan L99* Kelainan lain pada kulit dan jaringan subkutis pada penyakit c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat L98. Created By: Subhan.e.4 Ulkus kronis kulit.

Dorsopati (penyakit pada vertebra) M40-M43. Spondilopati M50-M54. Kelainan lain pada sistem musculoskeletal dan jaringan ikat Kategori asterisk pada bab ini adalah sebagai berikut: M01* Infeksi langsung terhadap sendi pada penyakit infeksi dan parasit c. M49* Spondilopati pada penyakit c.e. Osteopati lain M91-M94.e.6) Blok-blok di dalam bab ini adalah: M00-M25.e. Penyakit sendi lain M30-M36. Poliarthropati radang M15-M19.e. AMd. Kelainan jaringan ikat sistemik (penyakit autoimmun dan kolagen) M40-M54. dan akibat lain penyebab eksternal (S00-T98) sindroma kompartemen (T79. melahirkan dan nifas (O00-O99) kondisi tertentu yang berawal dari masa perinatal (P00-P96) malformasi. deformasi.e. M36* Kelainan sistemik jaringan ikat pada penyakit c. Dorsopati lain M60-M79. Kelainan jaringan lunak lain M80-M94. keracunan. M68* Kelainan sinovium dan tendon pada penyakit c. Dorsopati yang merusak bentuk M45-M49. Kelainan kepadatan dan struktur tulang M86-M90. Arthrosis M20-M25. Arthropati infeksi M05-M14. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XIII PENYAKIT-PENYAKIT MUSKULOSKELETON DAN JARINGAN PENYAMBUNG (M00 – M99) Kecuali: penyakit infeksi dan parasit trertentu (A00-B99) neoplasma (C00-D48) penyakit endokrin.PerKes. Kondropati M95-M99. 256 . Arthropati (penyakit-penyakit sendi anggota) M00-M03. M63* Kelainan otot pada penyakit c.e. Kelainan otot M65-M68. Kelainan sinovium dan tendon M70-M79. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) gejala. M07* Arthropati psoriatik dan enteropatik M09* Arthritis remaja pada penyakit c. M14* Arthropati pada penyakit lain c. Osteopati dan kondropati (penyakit tulang dan rawan) M80-M85.e. synovium dan tendon) M60-M63. tanda. Created By: Subhan.e. M03* Arthropati pasca infeksi dan reaktif pada penyakit c. dan penemuan abnormal klinis dan laboratoris NEC (R00-R99) cedera. Kelainan jaringan lunak (penyakit otot. gizi dan metabolik (E00-E90) komplikasi kehamilan.

Tumit dan kaki: tarsus. Tangan: karpus. Karena jumlah karakter yang digunakan ekstensi lokal atau adaptasi spesialisasi bisa bervariasi. 0. disarankan agar tambahan subklasifikasi situs ini diletakkan pada posisi terpisah yang bisa diidentifikasi (misal box tambahan. M90* Osteopathies pada penyakit c. Pelvik dan paha: bokong pelvis femur (sendi) panggul sendi sakroiliaka 6.PerKes. metatarsus jari kaki sendi tumit sendi-sendi lain di kaki 8. fibula sendi lutut 7.e. Tungkai bawah: tibia. sebelum M40. Tempat keterlibatan muskuloskeleton Subklasifikasi penunjuk situs keterlibatan berikut disediakan untuk penggunaan pilihan pada kategori yang sesuai pada bab XIII. ulna sendi pergelangan 4. [1]). Situs ganda 1. Created By: Subhan. masing-masing disediakan pada M23. Daerah bahu: klavikula skapula sendi akromio-klavikularis sendi gleno-humerus sendi sterno-klavikularis 2. dan pada M99. AMd. dorsopati. Lengan bawah radius. Subklasifikasi lain untuk kerusakan lutut. M82* Osteoporosis pada penyakit c. dan lesi biomekanis yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M73* Kelainan jaringan lunak pada penyakit c.e. metakarpus jari tangan sendi-sendi di antara tulang-tulang ini 5. Lain-lain: kepala tengkorak leher batang tubuh 257 .e. Lengan atas: humerus sendi siku 3.

[Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: arthropati pada sarkoidosis (M14.0†) Kecuali: pada vertebra (M49. M00.1 Arthritis dan poliarthritis pneumokokus M00.0*) M01.9 Arthritis piogenik.-†).e.2*Arthritis pada penyakit Lyme (A69. . Perbedaan yang dibuat antara jenis-jenis hubungan etiologis berikut adalah: .2†) M01. Arthritis gonokokus (A54. dengan terdapatnya organisme yang menyerang jaringan synovium dan antigen mikroba di dalam sendi .-†).e.3*Arthritis pada penyakit bakteri lain c. tapi organisme atau antigennya tidak terdapat di dalam sendi b. dengan terdapatnya antigen mikroba tapi penemuan organisme tidak konstan dan tidak ada bukti perbanyakan lokal.infeksi lokal salmonella (A02. Arthropati infeksi (M00-M03) Catatan: : Blok ini berisi arthropati akibat agen mikrobiologis. Arthritis pada: . Situs tak dijelaskan Arthropathy (M00-M25) Kelainan yang terutama mengganggu sendi-sendi perifer (anggota).0*) M01.4*Arthritis rubella (B06. 258 . kalau perlu.1* Arthritis TB (A18.lepra [penyakit Hansen] (A30. arthropati reaktif.8†) Kecuali: arthritis postmeningokokus (M03.e.5*Arthritis pada penyakit virus lain c.Infeksi tidak langsung terbagi atas a.-*) M01.8*) arthropati pascainfeksi dan reaktif (M03. arthropati pascainfeksi.8†) M01.0*Arthritis meningokokus (A39.Infeksi langsung pada sendi.4†) M01.2†) .2 Arthritis dan poliarthritis streptokokus lain M00. tak dijelaskan Arthritis infektif NOS M01* Infeksi sendi langsung pada penyakit infeksi dan parasit c.demam tifoid atau paratifoid (A01. M00 Arthritis piogenik [Lihat kode situs pada awal bab ini] M00. untuk identifikasi agen bakteri.PerKes. Created By: Subhan.0 Arthritis dan poliarthritis stafilokokus M00. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat iga kolom vertebra 9.8 Arthritis dan poliarthritis akibat bakteri lain yang dijelaskan Gunakan kode tambahan (B95-B96). dengan terbukti adanya infeksi mikroba di dalam tubuh. AMd.

6*Arthropati reaktif pada penyakit lain c.6†) .2 Arthropati pascaimunisasi M02.3 Penyakit Reiter M02.0*) M03. AMd. tak dijelaskan M03* Arthropati pascainfeksi dan reaktif pada penyakit c. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat arthritis pada: . Created By: Subhan.6*) M03. (M01. arthritis rematoid (pada): .8†) Kecuali: arhritis meningokokus (M01.e.hepatitis virus (B15-B19†) Kecuali: arthropati virus (M01.8*Arthritis pada penyakit infeksi dan parasit lain c.5*) M03.1 Arthropati pascadisenteri M02.8†) .0†) Poliarthropati inflamasi (M05-M14) M05 Rematoid arthritis seropositif [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: demam rematik (I00).e. Arthropati pada endokarditis infektif (I33. Arthropati pascainfeksi pada: .2 Vaskulitis rematoid M05.e.PerKes.5†) Kecuali: arthropati Charcot atau tabetik (M14.8 Arthropati reaktif lainnya M02.-*) M03.2*Arthropati pascainfeksi lain pada penyakit c.1†) M01.demam O'nyong-nyong (A92. [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali:: infeksi langsung sendi dari penyakit infeksi dan parasit c.4-M01.1†Penyakit paru-paru rematoid (J99.-) .8*) 259 .7*) Pericarditis rematoid (I32.0*) M05.9 Arthropati reaktif.0 Arthropati menyusul operasi bypass usus M02.enteritis akibat Yersinia enterocolitica (A04.mumps (B26.e.e.remaja (M08.6*Arthritis pada mikosis (B35-B49†) M01.0*Arthritis postmeningokokus (A39.0 Sindroma Felty Arthritis rematoid dengan splenoadenomegali dan leukopenia M05.2) M02.spina (M45) M05.3†Arthritis rematoid dengan keterlibatan organ dan sistem lain Polineuropati rematoid (G63.1*Arthropati pascainfeksi pada sifilis Sendi Clutton (A50.6*) Miopati rematoid (G73. M02 Arthropati reaktif [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: demam rematik (I00) penyakit Behçet (M35.

5†) M07. AMd.9 Arthritis rematoid seropositif.1 Penyakit Still yang muncul pada usia dewasa Kecuali: penyakit Still NOS (M08.3 Poliarthritis remaja (seronegatif) Poliarthritis remaja kronis M08.3 Nodul rematoid M06.0) dermatomyositis remaja (M33.3*Arthropati psoriatik lain(L40.2*Spondilitis psoriatik (L40.8*) Karditis rematoid (I52.6*Arthropati entropati lain M08 Arthritis remaja [juvenile arthritis] [Lihat kode situs pada awal bab ini] Termasuk: arthritis anak. [Lihat kode situs pada awal bab ini] 260 . tak dijelaskan M09* Arthritis remaja pada penyakit c.2 Bursitis rematoid M06.4*Arthropati pada penyakit Crohn [regional enteritis] (K50.8 Arthritis remaja lainnya M08.4 Arthritis remaja pauciarticularis M08.8 Arthritis rematoid seropositif lain M05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Endokarditis rematoid (I39.2) M06.0) M06.4 Poliarthropati radang Kecuali: poliarthritis NOS (M13.-*) Miokarditis rematoid (I41. Created By: Subhan.1*Arthritis mutilans (L40. tak dijelaskan M07* Arthropati psoriatik dan enteropatik [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: arthropati psoriatik dan enteropatik remaja (M09.0*Arthropati psoriatik interphalanx distal (L40.9 Arthritis rematoid.PerKes. berlangsung lebih dari 3 bulan Kecuali: sindroma Felty (M05.-*) M07.0) M08.5†) M07.e.-†) M07.5*Arthropati pada kolitis ulseratif (K51.-†) M07.1 Ankylosing spondylitis pada remaja Kecuali: ankylosing spondylitis pada dewasa (M45) M08.1) M08.8 Arthritis rematoid lain yang dijelaskan M06. tak dijelaskan M06 Rematoid arthritis lain [Lihat kode situs pada awal bab ini] M06.0 Arthritis rematoid seronegatif M06.8*) M05.2 Arthritis remaja dengan yang onsetnya sistemik Penyakit Still NOS Kecuali: penyakit Still yang dimulai pada dewasa (M06.0 Arthritis rematoid remaja Arthritis rematoid dengan atau tanpa faktor rheumatoid M08.5†) M07.9 Arthritis remaja. dimulai pada usia <16 tahun.5†) M07.

Created By: Subhan.PerKes.0 Penyakit deposisi hydroxyapatite M11. tak dijelaskan M11 Arthropati kristal lainnya [Lihat kode situs pada awal bab ini] M11.1 Chondrocalcinosis keturunan M11.2 Sinovitis villonodular (berpigment) M12.panggul (M16.9) arthrosis (M15-M19) arthropati cricoarytenoid (J38.0 Gout idiopatik Bursitis gout Gout primer Tophus garam urat pada jantung† (I43.e.5†) M09. .5) .1 Penyakit Kaschin-Beck M12.4 Intermittent hydrarthrosis M12.8 Arthropati spesifik lainnya.3). AMd.8*Arthritis remaja pada penyakit lain c.4 Gout sekunder lainnya M10.lutut (M17.8 Arthropati kristal lain yang dijelaskan M11.sendi tunggal lain (M19.7) M12. .2*Arthritis remaja pada kolitis ulseratif (K51.sendi carpometacarpal pertama (M18. not elsewhere classified Arthropati transient (sementara) 261 .2 Gout akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).4-M16.2 Chondrocalcinosis lainnya Chondrocalcinosis NOS M11.1) M12.2-M17. kalau perlu.8*) M10.1*Arthritis remaja pada penyakit Crohn [enteritis regionalis] (K50.9 Arthropati kristal.8*) M09.-†) M09.1 Gout akibat timah hitam (Pb. M10 Gout [Lihat kode situs pada awal bab ini] M10.0*Arthritis remaja pada psoriasis (L40.3). lead) M10. tak dijelaskan M12 Arthropati spesifik lainnya [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: arthropati NOS (M13.-†) M09. .3 Gout akibat kerusakan fungsi ginjal M10.1).2-M18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: arthropati pada penyakit Whipple (M14. M10.9 Gout.0 Arthropati kronis pasca-rematik [Jaccoud] M12. untuk identifikasi obat.3 Palindromic rheumatism M12.NOS (M19.5 Arthropati traumatika Kecuali: arthrosis post-traumatika (dari): .

sindroma Lesch-Nyhan (E79.0†) .penyakit Whipple (K90.reaksi hipersensitif (M36.kelainan darah (M36. Kecuali: arthropati pada: . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M13 Arthritis lain [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: arthrosis (M15-M19) M13.sarkoidosis (D86.6) Kecuali: arthropati neuropatik diabetik (M14.4*).1†). Created By: Subhan. tak dijelaskan Arthropati NOS M14* Arthropati pada penyakit lain c.8†) M14. M14.e.kelainan sickle-cell (D57.6*Arthropati neuropatik Arthropati Charcot atau tabetik (A52. not elsewhere classified M13.1*). Arthropati pada: .3*Dermatoarthritis lipoid (E78.9 Arthritis.-†) .8†) .-*) M14.4*) arthropati psoriatik dan enteropatik (M07.-*) arthropati psoriatik dan enteropatik remaja (M09. .2-M36.-†) M14. gizi dan metabolik Arthropati pada: .e.8†) 262 . spondilopati neuropatik (M49.eritema nodosum (L52†) .6) M14.tirotoksikosis [hipertiroid] (E05.PerKes.hipotiroid (E00-E03†) . AMd.1 Monoarthritis.5*Arthropati pada kelainan lain endokrin.-†).0*Arthropati gout akibat cacad enzim dan kelainan keturunan lainnya Arthropati gout pada: .akromegali dan gigantisme pituitary (E22.3*) .4*Arthropati pada amiloidosis (E85. .-†) M14.6*) M14.2*Arthropati diabetik (E10-E14† dengan karakter keempat .penyakit neoplasma (M36. tak dijelaskan M13.8 Arthritis lain yang dijelaskan Arthritis alergika M13.eritema: multiforme (L51.0 Poliarthritis.1* Crystal arthropati in other metabolic disorders Arthropati kristal pada hiperparatiroidisme (E21. .hemokromatosis (E83.1†).-†) M14.1†) Arthropati neuropatik diabetis (E10-E14† dengan karakter keempat .8*Arthropati pada penyakit yang dijelaskan yang c.

4 (Osteo)arthrosis erosif M15. tak dijelaskan M18 Arthrosis sendi carpometacarpal I M18. bilateral M16.0 Gonarthrosis primer.2 Nodus Bouchard (dengan arthropati) M15.7 Koksarthrosis sekunder lainnya: Koksarthrosis sekunder: NOS.1 Koksarthrosis primer lainnya Koksarthrosis primer: NOS. bilateral M16. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Arthrosis (M15-M19) Catatan: Pada blok ini istilah osteoarthritis digunakan sebagai sinonim arthrosis atau osteoarthrosis.4 Koksarthrosis pasca-trauma. tak dijelaskan M17 Gonarthrosis [arthrosis lutut] M17.1 Gonarthrosis primer lainnya Gonarthrosis primer: NOS.6 Koksarthrosis sekunder lainnya.3 Gonarthrosis pasca-trauma lainnya Gonarthrosis pasca-trauma: NOS. bilateral M18.5 Koksarthrosis pasca-trauma lainnya Koksarthrosis pasca-trauma: NOS. AMd.PerKes. unilateral M16. bilateral M17.0 Arthrosis primer sendi carpometacarpal I. unilateral M16. unilateral M16.3 Koksarthrosis displasia lainnya Koksarthrosis displasia: NOS.1 Arthrosis primer sendi carpometacarpal I lainnya 263 . bilateral M17. bilateral M17. Created By: Subhan. tak dijelaskan Osteoarthritis generalisata NOS M16 Koksarthrosis [arthrosis panggul] M16.3 Arthrosis multipel sekunder Poliarthrosis pasca-trauma M15.9 Poliarthrosis.-) M15 Poliarthrosis Termasuk: arthrosis dengan disebutkan lebih dari satu situs Kecuali: keterlibatan sendi tunggal yang bilateral (M16-M19) M15.2 Koksarthrosis akibat displasia.4 Gonarthrosis sekunder lainnya.5 Gonarthrosis sekunder lainnya Gonarthrosis sekunder: NOS.1 Nodus Heberden (dengan arthropati) M15. unilateral M17. unilateral M16. Istilah primer digunakan sesuai dengan arti klinis yaitu tidak ditemukan kondisi dasar yang menyebabkan timbulnya penyakit ini Kecuali: osteoarthritis vertebra (M47.0 Koksarthrosis primer.9 Koksarthrosis.9 Gonarthrosis. bilateral M16. unilateral M17.0 (Osteo)arthrosis generalisata primer M15. bilateral M16.8 Poliarthrosis lain M15.2 Gonarthrosis pasca-trauma. unilateral M17.

tak dijelaskan Kelainan sendi lainnya (M20-M25) Kecuali: sendi-sendi vertebra (M40-M54) M20 Deformitas didapat pada jari tangan dan kaki Kecuali: absen kongenital pada jari tangan dan kaki (Q71.5 Arthrosis sekunder sendi carpometacarpal I lainnya Arthrosis sekunder sendi carpometacarpal I: NOS. Created By: Subhan.0 Arthrosis primer sendi lain Arthrosis primer NOS M19.2) polyarthrosis (M15.1 Hallux valgus (didapat): Bunion M20.-) absen didapat pada jari tangan dan kaki (Z89.3 Deformitas lain hallux (didapat): Hallux varus M20. Q68-Q70.3) M20.-) hallux rigidus (M20.4 Jari kaki gada [hammertoes] lainnya (didapat) M20. AMd. Q74. tak dijelaskan M21 Deformitas didapat lainnya pada anggota [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: deformitas didapat jari tangan atau kaki (M20.5 Deformitas lain jari kaki (didapat) M20.3) fibromatosis fasia palmaris [Dupuytren] (M72. NOS M19.2 Arthrosis pasca-trauma sendi carpometacarpal I.8 Arthrosis lain yang dijelaskan M19.3. unilateral M18.-) coxa plana (M91.-) M19.3) deformitas dan malformasi kongenital jari tangan dan kaki (Q66.1 Arthrosis pasca-trauma sendi lain Arthrosis pasca-trauma. bilateral M18. bilateral M18. NOS M19.0 Deformitas jari tangan Deformitas Boutonniêre dan swan-neck (“leher angsa”) Kecuali: trigger finger (M65.-. Q68-Q74) 264 .9 Arthrosis.-).PerKes.6 Deformitas didapat jari kaki.4 Arthrosis sekunder sendi carpometacarpal I lainnya.2) deformitas dan malformasi kongenital angota (Q65-Q66.3 Arthrosis pasca-trauma sendi carpometacarpal I lainnya Arthrosis pasca-trauma sendi carpometacarpal I: NOS. tak dijelaskan M19 Arthrosis lainnya [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: arthrosis spina (M47.2 Hallux rigidus M20.9 Arthrosis sendi carpometacarpal I. clubbing of fingers (R68. unilateral M18. unilateral M18.0).2 Arthrosis sekunder lain Arthrosis sekunder. M20. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Arthrosis primer sendi carpometacarpal I: NOS. Q72.

clawfoot dan clubfoot didapat Kecuali: clubfoot. Banyak tempat 1.1-M20.0 Deformitas valgus.1) dislokasi atau subluksasi rekurens (M24.4 Flat foot [pes planus] (didapat) Kecuali: congenital pes planus (Q66.2 Deformitas flexi M21.9 Deformitas didapat pada anggota.PerKes. lihat juga note pada awal bab ini.6 Deformitas didapat lain pada tumit dan kaki Kecuali: deformitas jari kaki (didapat) (M20. Ligamen collateral lateral atau Cornu anterior meniskus lateralis.-) dislokasi atau subluksasi rekurens patella (M22.5) M21. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat absen kongenital anggota (Q71-Q73) abses didapat anggota (Z89. 5. Ligamen collateral medial atau Meniskus medialis yang lain atau tak dijelaskan 4.8 Kelainan lain pada patella M22. Cornu posterior meniskus lateralis.4) metatarsus valgus (Q66. Meniskus lateralis yang lain atau tak dijelaskan 7. tak dijelaskan M22 Kelainan patella Kecuali: dislokasi patella (S83.0) M22. clubhand.1 Subluksasio rekuren pada patella M22. not elsewhere classified Kecuali: talipes calcaneovalgus (Q66. Ligamen cruciata posterior atau Cornu posterior meniskus medialis.8 Deformitas didapat lain yang dijelaskan pada anggota M21.-. 2. 0. not elsewhere classified Kecuali: tibia vara (M92. AMd.5) metatarsus varus (Q66.4 Kondromalacia patellae M22. 6. 3. tak dijelaskan M23 Kerusakan internal lutut Subklasifikasi tambahan untuk tempat keterlibatan berikut disediakan untuk pemakaian tambahan pada subkategori yang sesuai pada M23.2 Kelainan patellofemoralis M22.6) M21.-) M21. Ligamen cruciata anterior atau Cornu anterior meniskus medialis.0-M22.-) kelainan patella (M22.6) 265 .4) ankylosis (M24.2) M21.8) M21.3 Kelainan bentuk lain pada patella M22.6) M21. Created By: Subhan. Ligamen kapsularis 9.5 Claw hand. tidak dinyatakan sebagai didapat (Q66.9 Kelainan patella.3 Wrist or foot drop (didapat) – [pergelangan atau kaki jatuh] M21. Ligamen tak dijelaskan atau Meniskus yang tak dijelaskan Kecuali: deformitas lutut (M21.7 Panjang anggota tidak sama (didapat) M21.0 Dislokasi rekuren pada patella M22.1 Deformitas varus.

lihat cedera sendi menurut bagian tubuh kelainan sendi temporomandibularis (K07.0) 266 .6) snapping knee (M23.3 Dislokasi dan subluksasi patologis sendi.8) M24.4 Benda-benda lepas [loose body] di lutut M23.2 Kelainan ligamen Ketidakstabilan akibat cedera lama pada ligamen Kelonggaran [laxity] ligamen NOS Kecuali: kelonggaran ligamen keturunan (M35.1-M11.6 Kerusakan spontan lain pada ligamen lutut M23.5) M24.8) ganglion (M67.2) cedera saat ini .1 Meniskus diskoid (congenital) M23. not elsewhere classified Kecuali: rekuren (M24.2) kerusakan internal lutut (M23.lihat cedera lutut dan tungkai bawah (S80-S89) M23.-) M24.4) M24.2 Kerusakan meniskus akibat robek atau cedera lama Robekan lama pada „bucket-handle‟ M23.0-M22.2) kalsifikasi metastatik (E83.lihat cedera sendi dan ligamen menurut regio tubuh M24.9 Kerusakan internal lutut.lihat malformasi dan deformasi kongenital sistem muskuloskeleton (Q65-Q79) dislokasi atau pergeseran sendi pada cedera sekarang .3 Kerusakan lain pada meniskus Degenerasi } Detachment [lepas] } meniskus Retensi [tertahan] } M23.5-M23.1) kontraktur Dupuytren (M72.8 Kerusakan internal lain pada lutut Kelonggaran [laxity] ligamen lutut Snapping knee [retak.1) subluksasi vertebral (M43. pecah] M23.0 Benda-benda lepas pada sendi Kecuali: benda-benda lepas di lutut (M23.PerKes.5) chondrocalcinosis (M11.3-M43.4 Dislokasi dan subluksasi rekurens sendi Kecuali: patella (M22.1 Kelainan rawan sendi lainnya Kecuali: ochronosis (E70.4) M24. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat osteochondritis dissecans (M93. tak dijelaskan M24 Kerusakan sendi spesifik lainnya Kecuali: cedera saat ini . AMd.0 Meniskus sistikus M23.4) dislokasi atau pergeseran sendi kongenital .5 Kontraktur sendi Kecuali: deformitas didapat pada anggota (M20-M21) kontraktur (pelapis) tendon tanpa kontraktur sendi (M67.7) lutut (M23.5 Ketidakstabilan lutut kronis M23.

pengangkatan prosthesis sendi (M96.2) .-) kesulitan berjalan (R26.8 Kerusakan sendi spesifik lain.NOS .9 Kelainan sendi. jenis organ tunggal atau sel tunggal (kode ke kategori kondisi yang relevant) M30 Poliarteritis nodosa dan kondisi yang berhubungan M30.0 Poliarteritis nodosa M30.1 Poliarteritis dengan keterlibatan paru-paru [Churg-Strauss] Angiitis granulomatosa allergika M30.2) M25.2 Juvenile polyarteritis 267 .bursa (M71. tak dijelaskan M25 Kelainan lain pada sendi.5 Nyeri pada sendi M25.lihat cedera sendi menurut regio tubuh M25. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M24.cedera lama ligamen (M24.NOS .1 Fistula sendi M25.PerKes.3 Ketidakstabilan lain sendi Kecuali: ketidakstabilan sendi akibat: .6 Ankylosis sendi Kecuali: kekakuan sendi tanpa ankylosis (M25.8 Kelainan lain sendi yang dijelaskan M25. Created By: Subhan. not elsewhere classified Irritable hip M24.tendon (M65.3) .7 Protrusio acetabuli M24.4 Effusi sendi Kecuali: hydrarthrosis rahang (A66.2) M24.6) ankylosis spina (M43.0 Haemarthrosis Kecuali: cedera sekarang . kalsifikasi: .(sendi) bahu (M75. tak dijelaskan Kelainan jaringan ikat sistemik (M30-M36) Termasuk: penyakit autoimmun: . not elsewhere classified M25.sistemik Kecuali: penyakit autoimmun. not elsewhere classified [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: deformitas yang diklasifikasikan pada M20-M21.9 Kerusakan sendi.2 Flail joint – sendi tidak stabil M25.8) M25.6 Kekakuan sendi.7 Osteophyte – [pertumbuhan tulang] M25.4) .6) M25.sistemik penyakit kolagen (vaskuler): . AMd.2) kelainan lenggang [gait] dan mobilitas (R26.

keterlibatan paru-paru (J99. disfungsi esofagus. tak dijelaskan M32 Systemic lupus erythematosus [SLE] Kecuali: lupus eritematosus (diskoid) (NOS) (L93.0) skleroderma neonatus (P83.2 Sklerosis sistemik akibat obat dan zat kimia Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).9 Systemic lupus erythematosus. telangiectasia.0 Dermatomyositis remaja M33. N16.9 Dermatopolimiositis.0 Systemic lupus erythematosus akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).9 Vaskulopati nekrotikans.0 Sklerosis sistemik progresif M34.0) M32.5 Giant cell arteritis dengan polymyalgia rheumatica M31.0 Angiitis hipersensitivitas Sindroma Goodpasture M31. untuk identifikasi penyebab M34. untuk identifikasi obat M32.PerKes.4 Sindroma arkus aorta [Takayasu] M31.8 Vaskulopati nekrotikans lain yang dijelaskan Vaskulitis hipokomplementemia M31.8 Bentuk lain systemic lupus erythematosus M32.2 Polimiositis M33. . AMd.8*) Systemic lupus erythematosus dengan: . kalau perlu. sklerodaktili. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M30. tak dijelaskan M34 Sklerosis sistemik Termasuk: skleroderma Kecuali: skleroderma sirkumskripta (L94.1 Mikroangiopati trombotik Thrombotic thrombocytopenic purpura M31.3 Granulomatosis Wegener Necrotizing respiratory granulomatosis M31.8 Kondisi lain yang berhubungan dengan poliarteritis nodosa Sindroma poliangiitis overlap M31 Vaskulopati nekrotikans lain M31.2 Lethal midline granuloma M31. kalau perlu. Created By: Subhan. M34.3 Sindroma kelenjar limfe mukokutan [Kawasaki] M30.1 Sindroma CR(E)ST Kombinasi calcinosis.8) M34.1*) M32.4*).1 Dermatomiositis lainnya M33.-*) Perikarditis lupus (I32.keterlibatan ginjal (N08. fenomena Raynaud.1†Systemic lupus erythematosus dengan keterlibatan organ atau sistem Penyakit Libman-Sacks (I39.8 Bentuk lain sklerosis sistemik 268 .5*.6 Giant cell arteritis lainnya M31. tak dijelaskan M33 Dermatopolimiositis M33.

2) sindroma Ehlers-Danlos (Q79.7*) . tak dijelaskan Penyakit autoimmun (sistemik) NOS Penyakit kolagen (vaskular) NOS M36* Kelainan jaringan ikat sistemik pada penyakit c.kelainan tubulo-interstitial ginjal† (N16.8*Kelainan sistemik jaringan ikat pada penyakit lain c.keratokonjungtivitis† (H19.e.histiositosis maligna (C96.5) M35. NOS (M79. Kelainan sistemik jaringan ikat pada: .3*Arthropati pada kelainan darah lain (D50-D76†) Kecuali: arthropati pada purpura Henoch(-Schönlein) (M36.3*).-†) 269 . AMd. .4*Arthropati pada reaksi hipersensitif c.2). Created By: Subhan.3) M35. M36.6) M35.0†) M36.multiple myeloma (C90.4 Fasiitis diffusa (eosinophilic) M35.7*) .5 Fibrosklerosis multifokus M35.-*) M36.1*) .1*) M34.2* Arthropati hemofilik (D66-D68†) M36.1 Sindorma overlap lain Penyakit jaringan ikat campuran Kecuali: polyangiitis overlap syndrome (M30.melibatkan paru-paru† (J99.miopati† (G73. tak dijelaskan M35 Ketelibatan jaringan ikat sistemik lainnya Kecuali: kolagenosis perforata reaktif (L87.PerKes.7 Sindroma hipermobilitas Familial ligamentous laxity [kelonggaran ligamen keturunan] Kecuali: kelonggaran ligamen NOS (M24.9 Sklerosis sistemik. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Sklerosis sistemik dengan: . Arthropati pada purpura Henoch(-Schönlein) (D69.e.0 Sindroma Sicca [Sjögren] Sindroma Sjögren dengan: .1) M35.hypogammaglobulinaemia (D80.9 Ketelibatan jaringan ikat sistemik lain.4*) M36.0†) .1*Arthropati pada penyakit neoplastik (C00-D48†) Arthropati pada: .3 Polimialgia rematika Kecuali: polimialgia reumatika dengan giant cell arteritis (M31.6 Relapsing panniculitis [Weber-Christian] Kecuali: panniculitis: lupus (L93.8 Ketelibatan jaringan ikat sistemik lain yang dijelaskan M35.myopati† (G73.leukaemia (C91-C95†) .0*Dermato(poli)miositis in penyakit neoplastik (C00-D48†) M36.8) M35.e.keterlibatan paru-paru† (J99.2 Penyakit Behçet M35. Kecuali: arthropati pada penyakit c. (M14.1†).e.4*) M35.

postural (Q67.0 Skoliosis idiopatik infantil M41.didapat .-) M40.-) M41. kecuali M50 dan M51.1 Kiposis sekunder lain M40. Created By: Subhan.-) M40.ochronosis (E70. AMd.5 Lordosis. .5).5).4) .-) kiposis dan lordosis: .NOS (Q67.akibat malformasi tulang (Q76.kongenital (Q76.2†) Dorsopati (M40-M54) Subklasifikasi tambahan untuk menunjukkan situs penyakit berikut ini disediakan untuk pilihan pemakaian pada kategori yang sesuai di dalam blok dorsopati. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .1 Skoliosis idiopatik remaja Skoliosis remaja 270 .pasca-prosedur (M96.4 Lordosis lain Lordosis: .postural M40.PerKes. . tak dijelaskan M41 Scoliosis [Lihat kode situs sebelum M40] Termasuk: kiposkoliosis Kecuali: skoliosis kongenital: . Lihat juga catatan di awal bab ini 0 Situs ganda pada vertebra 1 Regio oksipito-atlanto-axial 2 Regio servikalis 3 Regio servikotoraks 4 Regio toraks 5 Regio torakolumbalis 6 Regio lumbalis 7 Regio lumbosakrum 8 Regio sakrum dan sakrokoksigis 9 Situs tak dijelaskan Dorsopati deformans (M40-M43) M40 Kiposis dan lordosis [Lihat kode situs sebelum M40] Kecuali: kiposkoliosis (M41.1) pasca-prosedur (M96.3 Flatback syndrome [sindroma punggung datar] M40.2 Kiposis lain dan tak dijelaskan M40.0 Kiposis postural Kecuali: osteokondrosis vertebra (M42.3) penyakit jantung kiposkoliosis (I27.

cedera sekarang – lihat cedera vertebra menurut regio tubuh . sternocleidomastoideus] Kecuali: tortikollis: .4) kurvatura spina pada: .2) hemivertebra (Q76.0) M42.PerKes.3) .0) status arthrodesis (Z98. .1 Spondilolistesis M43.8 Bentuk-bentuk lain skoliosis M41.0) M42. Created By: Subhan.akibat cedera lahir (P15.2 Fusi lain pada spina. tak dijelaskan M43 Dorsopati deformans lainnya [Lihat kode situs sebelum M40] Kecuali: spina bifida occulta (Q76.9 Skoliosis.3-Q76.5 Skoliosis sekunder lain M41.4 Skoliosis neuromuskuler Skoliosis akibat cerebral palsy.8 Dorsopati deformans lain yang dijelaskan 271 .osteoporosis (M80-M81).0 Osteokondrosis vertebra remaja: Penyakit Calvē Penyakit Scheuermann Kecuali: kiposis postural (M40.0) M43.1 Osteokondrosis vertebra dewasa M42. ataxia Friedreich.1) M43.-) M43.-) M43.9 Osteokondrosis vertebra. poliomyelitis.psikogenik (F45.2) . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M41.1) spondilolisis dan spondilolistesis kongenital (Q76.4) platispondilisis (Q76.0) sindroma Klippel-Feil (Q76.4 Subluksasio atlantoaxial rekuren lain M43.6 Tortikollis [leher tertarik ke satu sisi oleh m.4) lumbarisasi dan sakralisasi (Q76.3 Subluksasio atlantoaxial rekuren dengan myelopati M43. M41.8) .0 Spondilolisis M43.3 Skoliosis torakogenik M41. AMd.5 Subluksasio vertebra rekuren lain Kecuali: lesi biomekanik NEC (M99.penyakit Paget tulang [osteitis deformans] (M88.kongenital (sternomastoid) (Q68. dan kelainan neuromuskuler lain.2 Skoliosis idiopatik lain M41.spasmodik (G24. ankilosis sendi spina Kecuali: ankylosing spondylitis (M45) pseudoarthrosis setelah fusi atau arthrodesis (M96. tak dijelaskan M42 Osteokondrosis vertebra [Lihat kode situs sebelum M40] Kecuali: kiposis postural (M40.

2 Spondylosis lain dengan radiculopati M47. kalau perlu.3) spondylitis (ankylosing) remaja (M08. dengan osteoarthritis (sering pada orang tua)] Termasuk: arthrosis atau osteoarthritis spina degenerasi pertemuan sendi M47.9 Spondilopati radang. tak dijelaskan M46.2) M46 Spondylopati radang lain [Lihat kode situs sebelum M40] M46.9 Spondylosis.8 Spondylosis lain Spondylosis servikal } Spondylosis lumbosakral } tanpa myelopati atau radikulopati Spondylosis thorakal } M47. AMd.0†Sindroma kompresi arteri spinalis anterior dan arteri vertebralis (G99.2*) Kecuali: subluksasio vertebralis (M43.1 Spondylosis lain dengan myelopati Kompresi spondilogenik medulla spinalis† (G99.0 Entesopati spina Kelainan perlekatan ligamen atau otot ke vertebra M46. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: kyphosis dan lordosis (M40. tak dijelaskan M47 Spondylosis [Lihat kode situs sebelum M40] [Kaku spina dan degenerasi diskus intevertebra.5) M47. not elsewhere classified M46.2*) M47.8 Spondilopati radang lain yang dijelaskan M46.5 Spondilopati infektif lainnya M46. tak dijelaskan Kurvature spina NOS Spondilopathi (M45-M49) M45 Ankylosing spondylitis [Lihat kode situs sebelum M40] Arthritis rheumatoid vertebra Kecuali: arthropati pada penyakit Reiter (M02.3-M43. Created By: Subhan.4 Diskitis.3 Infeksi diskus intervertebralis (pyogenic) Gunakan kode tambahan (B95-B97). untuk identifikasi agen infeksi M46.-) skoliosis (M41.PerKes.2 Osteomielitis vertebra M46.9 Dorsopati deformans.1) penyakit Behçet (M35.1 Sakroiliitis. tak dijelaskan 272 .-) M43.

HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M48 Spondilopati lainnya [Lihat kode situs sebelum M40] M48. NEC.1 Hiperostosis ankilosis [Forestier] Diffuse idiopathic skeletal hyperostosis [DISH] M48.5†) M49.0†).4*) M49. [[Lihat kode situs sebelum M40] Kecuali: arthropati psoriatik dan enteropatik (M07. M09.0†) Kurvatura Pott M49. Kecuali: spondilopati neuropatik pada tabes dorsalis (M49.1†) M49.-†) M49.0†Kelainan diskus servikalis dengan myelopati (G99. AMd.9 Spondilopati. .1) M50. tak dijelaskan M49* Spondilopati pada penyakit c.2 Kissing spine M48.8 Spondilopati lain yang dijelaskan Osifikasi ligamen longitudinalis posterior M48.2*Spondilitis enterobakterium (A01-A04†) M49.1 Kelainan diskus servikalis dengan radiculopati Kecuali: radikulitis brachialis NOS (M54.e.PerKes.2*) M50. Created By: Subhan.e.2 Pergeseran letak lain diskus servikalis 273 .-*) M49.spondylopati pada tabes dorsalis (A52.8*Spondilopati pada penyakit lainc.4 Fatigue fracture of vertebra Fraktur stress pada vertebra M48.-) cedera sekarang – lihat cedera vertebra menurut regio tubuh M48.5 Kolaps vertebra.0 Spinal stenosis Stenosis kaudalis M48.5*Kolaps vertebra pada penyakit c.syringomyelia dan syringobulbia (G95.3*Spondilopati pada penyakit infeksi dan parasit c.0*Tuberkulosis spina (A18. Dorsopati lain (M50-M54) Kecuali: cedera sekarang – lihat cedera menurut regio tubuh diskitis NOS (M46.4*Spondilopati neuropatik Spondylopati neuropatik pada: .e. Kolaps vertebra NOS Vertebra membentuk baji NOS Kecuali: kolaps vertebra pada osteoporosis (M80.e.3 Spondilopati traumatika M48. Fraktur metastatik vertebra (C79. kelainan diskus servikotorakalis M50.4) M50 Kelainan diskus servikalis Termasuk: kelainan diskus servikalis dengan servikalgia.-*.1*Spondilitis brusella (A23.

lumbalis NOS . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M50.3 Kelainan sakrokoksigeus.8 Dorsopati lain yang dijelaskan M53. torakolumbalis dan lumbosakralis M51.3) M54.1 Kelainan diskus lumbalis dan intervetebralis lain dengan radikulopati Sciatica akibat kelainan diskus intervertebralis Kecuali: radikulitis lumbalis NOS (M54.2 Spinal instabilities [ketidakstabilan vertebra] M53.6) NOS (M79.4 Nodus Schmorl M51. tak dijelaskan M51 Kelainan diskus intervertebralis lain Termasuk: kelainan diskus torakalis. not elsewhere classified M53.1 Radikulopati Neuritis atau radiculitis: . tak dijelaskan M54 Dorsalgia Kecuali: dorsalgia psikogenik (F45.2) relapsing (M35.1 Sindroma servikobrakhialis Kecuali: kelainan diskus servikalis (M50.brakialis NOS . AMd.PerKes.0 Panniculitis yang mengganggu regio leher dan punggung Kecuali: panniculitis: lupus (L93.0 Sindroma servikokranialis.0†Kelainan diskus lumbalis dan intervetebralis lain dengan myelopati (G99.torakalis NOS Radikulitis NOS Kecuali: neuralgia dan neuritis NOS (M79.2 Servikalgia 274 .8 Kelainan diskus intervertebralis lain yang dijelaskan M51.2) .lumbosakralis NOS .9 Kelainan diskus servikalis.0) M53. tak dijelaskan M53 Dorsopati lain.2*) M51.kelainan diskus lumbalis dan intervertebralis lain (M51.2) radikulopati dengan: .4) M54.spondylosis (M47. Created By: Subhan.8 Kelainan diskus servikalis lainnya M50. not elsewhere classified.-) thoracic outlet syndrome (G54.1) M54.2 Pergeseran letak [displacement] diskus intervertebralis lain yang dijelaskan Lumbago akibat pergeseran letak diskus intervertebralis M51. Sindroma simpatis servikalis posterior M53. Coccygodynia M53.3 Degenerasi lain diskus servikalis M50.9 Kelainan diskus intervertebralis.1) M51.9 Dorsopati.kelainan diskus servikalis (M50.3 Degenerasi diskus intervertebralis lain yang dijelaskan M51.1) .

-).-). untuk identifikasi agen infeksi M60.3 Sciatica Kecuali: lesi sciatic nerve (G57.systemic lupus erythematosus (M32.0) M60 Miositis [Lihat kode situs pada awal bab ini] M60.1 Miositis interstitialis M60.9 Dorsalgia. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: servikalgia akibat kelainan diskus servikalis intervertebralis (M50.1) sciatica dengan lumbago (M54. .1) M54. AMd.3) .scleroderma (M34. kalau perlu.8 Miositis lain M60. tak dijelaskan Backache [sakit punggung] NOS Kelainan Jaringan Junak (M60-M79) Kelainan otot (M60-M63) Kecuali: distrofi otot dan miopati (G71-G72) dermatopolimiositis (M33.2 Granuloma benda asing jaringan lunak.PerKes.-) M54. not elsewhere classified Kecuali: granuloma benda asing di kulit dan jaringan subkutis (L92. .4) M54.-) M54.-) .8 Dorsalgia lainnya M54. tak dijelaskan M61 Kalsifikasi dan ossifikasi otot [Lihat kode situs pada awal bab ini] M61.4 Lumbago dengan sciatica Kecuali: akibat kelainan diskus intervertebralis (M51.0) .polyarteritis nodosa (M30. lumbago dengan sciatica (M54.0 Miositis ossifikans akibat trauma M61.2). Created By: Subhan.6 Nyeri vertebra torakalis Kecuali: nyeri akibat kelainan diskus intervetebralis (M51.9 Miositis.arthritis rheumatoid (M05.4) M54.1 Miositis ossifikans progresif Fibrodisplasia ossifikans progressif 275 .sindroma Sjögren's (M35.5 Low back pain Loin pain Low back strain Lumbago NOS Kecuali: lumbago akibat pergeseran diskus intervetebralis (M51.-) miopati pada: .0 Miositis infektif Piomiositis tropis Gunakan kode tambahan (B95-B97).3) M60.0) sciatica akibat kelainan diskus intervertebralis (M51.amyloidosis (E85.

4†. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M61.9 Kalsifikasi dan ossifikasi pada otot.6) iskemia traumatika otot (T79.7†) M63. tak dijelaskan M62 Kelainan lain otot [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: sindroma stiff-man [orang kaku] (G25.2 Kalsifikasi dan ossifikasi otot akibat paralisis Miositis ossifikans akibat quadriplegia atau paraplegia M61.toxoplasmosis (B58.syphilis (A51.5 Ossifikasi lain pada otot M61.5) M62.6*) M63.0) mialgia (M79.3 Kalsifikasi dan ossifikasi otot akibat luka bakar Miositis ossifikans akibat luka bakar M61.6) M62.2 Infark iskemik otot Kecuali: sindroma kompartemen (T79.schistosomiasis (B65.0*Miositis pada penyakit bakteri c.e.e.lihat cedera otot menurut regio tubuh M62.4 Kalsifikasi lainnya pada otot Kecuali: calcific tendinitis (M65.8) miopati alkoholik (G72.-†).6) kontraktur iskemik Volkmann (T79.penyakit metabolik (G73.0 Diastasis otot [pemisahan otot atas bagian-bagiannya] M62. tak dijelaskan M63* Kelainan otot pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain [c.2) M62.8 Kelainan otot lainnya yang dijelaskan Hernia (pembungkus [sheath]) otot M62.4 Kontraktur otot Kecuali: kontraktur sendi (M24.penyakit endokrin (G73. 276 . Created By: Subhan. ] Kecuali: miopati pada: .5 Penipisan (wasting) dan atrofi otot.5*) .2) calcific tendinitis pada bahu (M75.8†) . AMd.-†) .-) ruptur otot karena trauma .3) M61.1) kramp dan spasme (R25.1 Ruptura lain pada otot (nontraumatika) Kecuali: ruptur tendon (M66.e. Miositis pada: .6 Muscle strain Kecuali: cedera sekarang .lihat cedera otot menurut regio tubuh M62.3 Sindroma immobilitas (paraplegia) M62.1*Miositis pada infeksi protozoa dan parasit c.leprosy [penyakit Hansen] (A30. Miositis pada: . not elsewhere classified Disuse atrophy NEC M62.9 Kelainan otot.PerKes.1) miopati akibat obat (G72. A52.

8*Kelainan lain otot pada penyakit c.1 (Teno)sinovitis infektif lain M65.8 Sinovitis dan tenosinovitis lain M65.0 Tendon Achilles pendek (didapat) 277 .3 Ruptur spontan tendon flexor M66.0 Ruptur kista poplitea M66.1 Ruptur sinovium Ruptur kista synovium Kecuali: ruptur kista poplitea (M66.8†) .0) kelainan jaringan lunak akibat penggunaan. radialis [de Quervain] M65. Kelainan synovium dan tendon (M65-M68) M65 Sinovitis dan tenosinovitis [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: sinovitis krepitan kronik pada tangan dan pergelangan (M70.e.5 Ruptur spontan tendon yang tak dijelaskan Ruptur pada pertemuan musculotendinosa. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .lihat cedera ligamen atau tendon menurut regio tubuh M65.0) M66.0) tendinitis NOS (M77.e.PerKes.trichinellosis (B75†) M63.4 Tenosinovitis stiloideus os. Created By: Subhan.8†) M63.-) cedera sekarang . nontraumatika M67 Kelainan synovium dan tendon lain Kecuali: fibromatosis fasia palmaris [Dupuytren] (M72.2 Ruptur spontan tendon extensor M66. kalau perlu.3*Miositis pada sarkoidosis (D86.cysticercosis (B69.2*Miositis pada penyakit infeksi lain c.2) M67. Miositis pada mikosis (B35-B49†) M63.4 Ruptur spontan tendon lainnya M66.0 Abses pembungkus tendon Gunakan kode tambahan (B95-B96).3) tendinitis yang dijelaskan (M75-M77) M65.9) xanthomatosis lokal pada tendon (E78. untuk identifikasi agen bakteri M65. penggunaan berlebihan dan tekanan (M70. tak dijelaskan M66 Ruptur spontan sinovium dan tendon [Lihat kode situs pada awal bab ini] Termasuk: ruptur yang terjadi ketika tekanan normal diberikan pada jaringan yang kekuatannya dianggap di bawah normal Kecuali: rotator cuff syndrome (M75.2 Tendinitis kalsifik Kecuali: pada bahu (M75. AMd.1) ruptur di tempat tekanan normal diberikan pada jaringan normal – lihat cedera tendon menurut regio tubuh M66..9 Sinovitis dan tenosinovitis.3 Trigger finger Penyakit tendinosa nodularis M65.

PerKes. synovitis toxik Kecuali: rheumatisme palindromik [berulang] (M12.3 Bursitis lain pada siku M70. AMd.0†) . ganglion sendi atau (pembungkus) tendon Kecuali: kista: . Synovitis dan tenosynovitis pada: . Created By: Subhan.8 Kelainan lain synovium dan tendon yang dijelaskan M67.e.3 Synovitis sementara.2 Hipertrofi sinovium.8*Kelainan lain sinovium dan tendon pada penyakit c.e.0 Abses bursa M71.3) ganglion pada yaws (A66.8 Kelainan jaringan lunak lain akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan M70.2 Kista sinovium rongga poplitea [Baker] 278 .1 Kontraktur (pembungkus) tendon lain Kecuali: dengan kontractur sendi (M24.3) M67.bursa (M71.2 Bursitis olekranon M70.7 Bursitis lain pada panggul.1 Bursitis tangan M70.2-M71.2-M71. not elsewhere classified Kecuali: sinovitis villonodularis (berpigment) (M12.1 Bursitis infektif lain M71.6) M67.7†) .1) bursitis akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan (M70.5 Bursitis lain pada lutut M70.9). M68.9 Kelainan jaringan lunak akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan. tak dijelaskan M71 Bursopati lain [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: bunion (M20.5).3) .syphilis (A52. tak dijelaskan M68* Kelainan synovium dan tendon pada penyakit c. Bursitis iskium M70.0 Sinovitis krepitan kronik pada tangan dan pergelangan M70. bahu (M75. entesopati (M76-M77) M70.6 Bursitis trokanter Tendinitis trokanterik M70.5) M67.4 Bursitis prepatella M70.4 Ganglion.gonorrhoea (A54.e.4†) M68.2) M67.synovium (M71.0*Synovitis dan tenosynovitis pada penyakit bakteri c.9 Kelainan synovium dan tendon. Kelainan lain jaringan lunak (M70-M79) M70 Kelainan jaringan lunak akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan [Lihat kode situs pada awal bab ini] Termasuk: kelainan jaringan lunak akibat pekerjaan Kecuali: bursitis (pada): NOS (M71.-) enthesopathies (M76-M77) M71.tuberculosis (A18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M67.

8*Kelainan jaringan lunak lain pada penyakit c.diffusa (eosinofilik) (M35.perirenal: } *** . untuk identifikasi agen infeksi M72. Created By: Subhan.1) M71.0*Bursitis gonococcus (A54.3 Fasiitis nodularis M72.4 Penumpukan kalsium di bursa Kecuali: pada bahu (M75.8 Kelainan fibroblastik lain Abses fasia } *** Kecuali: fasiitis: } .1 Knuckle pads [tonjolan pada sendi tinju] M72.4) } .6 Fasiitis nekrotikans Gunakan kode tambahan.nodularis (M72.NOS (M71. kalau perlu. tak dijelaskan Fasiitis NOS *** Fibromatosis NOS *** M73* Kelainan jaringan lunak pada penyakit c.3) M72.PerKes.3 Kista lain pada bursa Kista sinovium NOS Kecuali: kista sinovium dengan ruptur (M66.6) } . nodularis (M72.2).3) M71. .4) M71.9 Bursopati yang tak dijelaskan Bursitis NOS M72 Kelainan-kelainan fibroblastik [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: fibromatosis retroperitoneum (D48.4†) M73.5) } . not elsewhere classified Kecuali: fasciitis: diffusa (eosinofilik) (M35. 279 .bahu (M75.0) M71.e.7†) M73.8 Bursopati lain yang dijelaskan M71.plantaris (M72.5 Bursitis lain. AMd.4) } .e.2 Fibromatosis fasia plantaris Fasiitis plantaris M72.9). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: dengan ruptur (M66.NOS (N13.kolateral tibia [Pellegrini-Stieda] (M76.dengan infeksi (N13.3) M72.nekrotikans (M72.4 Fibromatosis pseudosarkomatosa M72.5) .5 Fasiitis.9 Kelainan fibroblastik.4).6) } .0 Fibromatosis fasia palmaris [Dupuytren] M72. plantaris (M72. not elsewhere classified Kecuali: bursitis (pada): .2) } M72. [Lihat kode situs pada awal bab ini] M73.1*Bursitis sifilitika (A52.

3 Sindroma band iliotibialis M76. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M75 Lesi bahu Kecuali: shoulder-hand syndrome (M89.4 Bursitis kolateral tibia [Pellegrini-Stieda] M76.8 Enthesopati lain anggota bawah.8 Lesi lain pada bahu M75.2 Tendinitis biseps M75.1 Tendinitis psoas M76.1 Rotator cuff syndrome Robek atau ruptur (komplit)(inkomplit) rotator cuff atau supraspinatus.6 Tendinitis Achilles Bursitis Achilles M76.-) .9 Lesi bahu.0 Epikondilitis medialis M77. hampir semua keadaan ini telah digabungkan sebagai enthesopati yang merupakan istilah umum untuk lesi di tempat-tempat ini.NOS (M71.1 Epikondilitis lateralis Tennis elbow 280 . tak dijelaskan M77 Enthesopati lain [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: bursitis: . Kecuali: bursitis akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan (M70.4 Impingement syndrome of shoulder M75.0 Kapsulitis adhesif bahu Frozen shoulder Periarthritis bahu M75.9 Enthesopati anggota bawah.5 Bursitis bahu M75.-) M76. enthesopati spinal (M46.PerKes.0) M75.7). tak dijelaskan M76 Enthesopati anggota bawah.9). kecuali kaki [Lihat kode situs pada awal bab ini] Note: Istilah yang kelihatannya spesifik seperti bursitis. tidak dinyatakan akibat trauma Sindroma supraspinatus M75.2 Spur krista iliaka M76. kecuali kaki Sindroma tibialis anterior Tensinitis tibialis posterior M76. osteophyte (M25.7 Tendinitis peroneus M76.0 Tendinitis gluteus M76.0) M77. kapsulitis dan tendinitis cenderung digunakan seenaknya pada berbagai kelainan ligamen atau perlekatan otot perifer. Created By: Subhan.5 Tendinitis patella M76.akibat penggunaan (berlebihan) dan tekanan (M70. AMd.3 Tendinitis kalsifik bahu Kalsifikasi bursa bahu M75.

3 Pannikulitis.4) M79. Created By: Subhan.kulit dan subkutis (L92.9 Kelainan jaringan lunak.0 Rheumatism.2) .4) M79.8 Enthesopati lain. not elsewhere classified M77. tak dijelaskan Kecuali: panniculitis: .2 Periarthritis pergelangan M77.NOS } . tak dijelaskan Osteopati dan Khondropati (M80-M94) Kelainan kepadatan dan struktur tulang (M80-M85) M80 Osteoporosis dengan fraktur patologis [Lihat kode situs pada awal bab ini] 281 . tak dijelaskan Spur tulang NOS Kapsulitis NOS Periarthritis NOS Tendinitis NOS M79 Kelainan jaringan lunak lain.6 Nyeri di anggota M79. tak dijelaskan Fibromialgia Fibrositis Kecuali: palindromic rheumatism (M12.9 Enthesopati.1 Mialgia Kecuali: miositis (M60.lupus (L93.jaringan lunak (M60.relapsing [Weber-Christian] (M35.PerKes.5 Sisa benda asing di jaringan lunak Kecuali: granuloma benda asing di: .6) M77. not elsewhere classified [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: nyeri jaringan lunak.2) M79.lumbosakralis } mononeuropathies (G56-G58) sciatica (M54.8 Kelainan lain jaringan lunak yang dijelaskan M79.4 Hipertrofi fat pad (infrapatella) M79.6) M79.3) .brakialis NOS } NOS (M54.3-M54. psikogenik (F45.3 Spur kalkaneus M77.leher dan punggung (M54. tak dijelaskan Kecuali: radikulitis: } . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M77.5 Enthesopati lain pada kaki M77.-) M79.4 Metatarsalgia Kecuali: metatarsalgia Morton (G57.3) M79.1) .2 Neuralgia dan neuritis. AMd.0) .

vitamin-D-resistant (E83.2 Osteoporosis disuse (tak digunakan) Kecuali: atrofi Sudeck (M89.9 Osteoporosis dengan fraktur patologis.0†) M82.0 Osteoporosis post-menopause dengan fraktur patologis M80.vitamin-D-resistant (E83.0) M81.2 Osteomalasia dewasa akibat malabsorpsi 282 .5 Osteoporosis idiopathic dengan fraktur patologis M80. [Lihat kode situs pada awal bab ini] M82.e.4).4 Osteoporosis akibat obat dengan fraktur patologis Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).0 Osteomalasia nifas M83.1 Osteoporosis post-oophorectomy dengan fraktur patologis M80. kalau perlu.0) M81.0 Osteoporosis postmenopause M81.3 Osteoporosis malabsorpsi pascabedah M81.6 Osteoporosis terlokalisir [Lequesne] Kecuali: atrofi Sudeck (M89.3) .8 Osteoporosis lain dengan fraktur patologis M80.8*Osteoporosis pada penyakit lain c.1*Osteoporosis pada kelainan endokrin (E00-E34†) M82.0) .PerKes. M80.3) osteodistrofi ginjal (N25.2 Osteoporosis disuse (tak digunakan) dengan fraktur patologis M80.1 Osteomalasia senilis M83. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: kolaps dan pembentukan baji pada vertebra osteoporosis Kecuali: kolaps vertebra NOS (M48.1 Osteoporosis postoophorectomy M81. AMd.3 Osteoporosis malabsorpsi pascabedah dengan fraktur patologis M80. untuk identifikasi obat M81. tak dijelaskan M81 Osteoporosis tanpa fraktur patologis [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: osteoporosis dengan fraktur patologis (M80. M83 Osteomalasia dewasa [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: osteomalasia: . Created By: Subhan.0*Osteoporosis pada multiple myelomatosis (C90.bayi dan remaja (E55.4 Osteoporosis akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). untuk identifikasi obat M80. kalau perlu.5) pembentukan baji vertebra NOS (M48. tak dijelaskan M82* Osteoporosis in penyakit c.e.5) fraktur patologis NOS (M84.0) M83.0) .8 Osteoporosis lain Osteoporosis senilis M81.-) M81.9 Osteoporosis.3) rickets (active) (E55.sequel (E64.5 Osteoporosis idiopatik M81.

3 Fraktur stress.3 Osteitis kondensans M85.9 Kelainan kontinuitas tulang.9 Osteomalasia dewasa.-) M84.1) M85.2) M85.2 Delayed union of fracture [penyatuan fraktur terlambat] M84. untuk identifikasi obat M83.PerKes.9 Kelainan kepadatan dan struktur tulang.0) M84.2 Hiperostosis tengkorak M85.8 Kelainan lain kepadatan dan struktur tulang yang dijelaskan Hiperostosis tulang.1) osteopetrosis (Q78. AMd. Created By: Subhan.1 Nonunion of fracture [pseudarthrosis] [penyatuan fraktur tidak terjadi] Kecuali: pseudarthrosis setelah fusi atau arthrodesis (M96.8 Kelainan lain kontinuitas tulang M84.6 Kista lain pada tulang Kecuali: kista rahang NEC (K09.3 Osteomalasia dewasa akibat malnutrisi M83.4 Penyakit tulang akibat aluminium M83. selain tengkorak Kecuali: diffuse idiopathic skeletal hyperostosis [DISH] (M48.8) M85. not elsewhere classified.0 Displasia fibrosa (monostotik) Kecuali: displasia fibrosa pada rahang (K10. tak dijelaskan 283 .8 Osteomalasia dewasa lainnya M83.4 Kista soliter tulang Kecuali: kista soliter rahang (K09.2) osteopoikilosis (Q78.2) osteitis fibrosa kistika generalisata [penyakit tulang von Recklinghausen] (E21.8) M85.0 Malunion of fracture [penyatuan fraktur tidak benar] M84. tak dijelaskan M85 Kelainan kepadatan dan struktur tulang [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: osteogenesis imperfecta (Q78. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Osteomalasia malabsorpsi pascabedah pada dewasa M83.5 Kista aneurisma tulang Kecuali: kista aneurisma rahang (K09.1-K09.2) M85.0) M85.5) fraktur patologis pada osteoporosis (M80.4 Fraktur patologis.4) M84. not elsewhere classified Fraktur stress NOS Kecuali: fraktur stress pada vertebra (M48. Fraktur patologis NOS Kecuali: kolaps vertebra NEC (M48.1 Fluorosis tulang M85.5 Osteomalasia lain akibat obat pada dewasa Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX). tak dijelaskan M84 Kelainan kontinuitas tulang [Lihat kode situs pada awal bab ini] M84.0) polyostotic fibrous dysplasia (Q78.1-K09. kalau perlu.

1 Osteomielitis akut lainnya M86.0 Osteomielitis hematogen akut M86. Created By: Subhan.1 Epiphyseal arrest [pertumbuhan tulang di epifisis terhenti] M89.PerKes.-) M86 Osteomielitis [Lihat kode situs pada awal bab ini] Kecuali: osteomielitis (pada): .2) M86. tak dijelaskan M89 Kelainan tulang lain [Lihat kode situs pada awal bab ini] M89.2 Osteomielitis subakut M86.rahang (K10. tak dijelaskan Infeksi tulang NOS Periostitis tanpa disebutkan osteomyelitis M87 Osteonekrosis [Lihat kode situs pada awal bab ini] Termasuk: nekrosis avaskuler tulang Kecuali: osteokondropati (M91-M93) M87.9 Osteomielitis.2 Osteonekrosis akibat trauma sebelumnya M87. AMd.8 Osteonekrosis lain M87.9 Penyakit Paget tulang.2) .6 Osteomielitis kronik lainnya M86.1 Osteonekrosis akibat obat Gunakan kode penyebab eksternal (Bab XX).vertebra (M46.akibat salmonella (A01-A02) .3 Osteomielitis multifokus kronik M86.0 Nekrosis aseptik idiopatik tulang M87.3 Hipertrofi tulang 284 .5 Osteomielitis hematogen kronik lainnya M86.8 Osteomielitis lain Abses Brodie M86. tak dijelaskan M88 Penyakit Paget pada tulang [osteitis deformans] [Lihat kode situs pada awal bab ini] M88. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Osteopati lain (M86-M90) Kecuali: osteopati pascaprosedur (M96.0 Algoneurodystrophy Shoulder-hand syndrome Atrofi Sudeck Distrofi reflex simpatis M89. untuk identifikasi obat M87.0 Penyakit Paget tengkorak M88.2 Kelainan perkembangan dan pertumbuhan tulang lain M89.9 Osteonekrosis.8 Penyakit Paget tulang lain M88.4 Osteomielitis kronik dengan draining sinus M86. kalau perlu.3 Osteonekrosis sekunder lain M87.

tak dijelaskan M90* Osteopathies in penyakit c.3 Pseudokoxalgia M91.7*Fraktur tulang pada penyakit neoplasma (C00-D48†) Kecuali: kolaps vertebra pada penyakit neoplasma (M49.4*Osteonekrosis akibat haemoglobinopati (D50-D64†) M90.-) M91 Osteokondrosis panggul dan pelvis remaja Kecuali: Epifisis femoralis atas bergeser (nontrauma) (M93. AMd.e.0) M91.-Perthes] M91.krista iliaka [Buchanan] .8 Osteokondrosis panggul dan pelvis remaja lain 285 .sinkondrosis iskiopubika [van Neck] .e.1*Periostitis pada penyakit infeksi lain c.5*) M90. Created By: Subhan.3 †) M90.6 Osteopati setelah poliomielitis M89. Periostitis sifilitika sekunder (A51.2 Koxa plana Deformitas panggul akibat osteokondrosis remaja sebelumnya M91. M90.0*) M90.9 Kelainan tulang.5 Osteolisis M89.6*Osteitis deformans pada penyakit neoplasma (C00-D48†) Osteitis deformans pada neoplasma ganas tulang (C40-C41†) M90.5†.ekhinokokus (B67. Osteopati pada osteodystrophy ginjal (N25.PerKes.8*Osteopati padapenyakit lain c. Osteomielitis: .2*Osteopati pada penyakt infeksi lain c.5*Osteonekrosis pada penyakit lain c.2†) Osteopati atau osteokondropati sifilitika (A50.1 Osteokondrosis kaput femoris remaja [Legg-Calv.2†) . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M89.gonokokus (A54.0 Osteokondrosis pelvis remaja Osteokondrosis (remaja) pada: .4 Osteoarthropati hipertrofik lainnya Penyakit Marie-Bamberger Pachydermoperiostosis M89.e.8 Kelainan tulang lain yang dijelaskan Hiperostosis korteks infantil Ossifikasi subperiosteum pascatrauma M89.3*Osteonekrosis pada penyakit caisson (T70.7†) M90.0†) Kondropati (M91-M94) Kecuali: Kondropati pasca-prosedur (M96.acetabulum .salmonella (A02.e.4†) .e.4†) M90.0†) Kecuali: tuberkulosis vertebra (M49. A52.0*Tuberkulosis tulang (A18. [Lihat kode situs pada awal bab ini] M90.simfisis pubis [Pierson] M91.

9 Osteokondrosis panggul dan pelvis remaja.2 Osteokondrosis remaja pada tangan Osteokondrosis (remaja) pada: .tibia proximal [Blount] .9 Osteokondrosis remaja.kaput radii [Brailsford] M92. tak dijelaskan M92 Osteokondrosis remaja lain M92.kalkaneus [Sever] .tibia vara M92.tuberkulum tibiae [Osgood-Schlatter] . AMd.kapitulum humeri [Panner] .1 Penyakit Kienböck dewasa 286 .3 Osteokondrosis remaja lain pada anggota atas M92.talus [Diaz] .kaput humeri[Haas] M92.0 Osteokondrosis remaja pada humerus Osteokondrosis (remaja) pada: .6 Osteokondrosis remaja pada tarsus Osteokondrosis (remaja) pada: .1 Osteokondrosis remaja pada radius dan ulna Osteokondrosis (remaja) pada: .metatarsus II [Freiberg] .metatarsus V [Iselin] M92.0 Pergeseran epifisis femoralis atas (nontraumatika) M93.kaput metakarpal [Mauclaire] M92.4 Osteokondrosis remaja pada patella Osteokondrosis (remaja) pada: . Osteokondritis } situs tak dijelaskan Osteokondrosis } M93 Osteokondropati lainnya Kecuali: osteokondrosis vertebra (M42.5 Osteokondrosis remaja pada tibia dan fibula Osteokondrosis (remaja) pada: .os tibia externa [Haglund] .ulna bawah [Burns] .8 Osteokondrosis remaja lain yang dijelaskan Apofisitis kalkaneus M92. tak dijelaskan Apofisitis } Epifisitis } dinyatakan remaja.pusat primer patella [Köhler] .-) M93. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Osteokondrosis remaja setelah reduksi terhadap dislokasi kongenital panggul M91. Created By: Subhan.PerKes.pusat sekunder patella [Sinding-Larsen] M92.lunatum karpal [Kienböck] .navikularis tarsus [Köhler] M92.7 Osteokondrosis remaja pada metatarsus Osteokondrosis (remaja) pada: .

not elsewhere classified Kecuali: arthropati setelah bypass usus (M02. didapat (Z89-Z90) M95.3 Kondrolisis M94.-) deformitas anggota.1 Cauliflower ear Kecuali: deformitas telinga didapat lain (H61.2 Kifosis pasca-radiation M96.9 Osteokondropati.5 Deformitas pelvis didapat Kecuali: asuhan ibu untuk disproporsi yang diketahui atau dicurigai (O33.2) M95.3 Deformitas leher didapat M95.PerKes.1 Relapsing polychondritis M94. didapat (M20-M21) dorsopati deformans (M40-M43) kelainan muskuloskeleton pascaprosedur (M96.0 Chondrocostal junction syndrome [Tietze] M94.0 Pseudarthrosis setelah fusi atau arthrodesis M96. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Osteokondrosis lunatum karpal dewasa M93.3 Kifosis pasca-laminektomi M96.1) M95. AMd.-) malformasi dan deformasi kongenital sistem musculoskeleton (Q65-Q79) absen anggota dan organ. tak dijelaskan Apofisitis } Epifisitis } tidak dinyatakan dewasa atau remaja. Created By: Subhan.5 Skoliosis pasca-radiasi 287 .4) M94.2 Deformitas kepala didapat lain M95.4 Lordosis pasca-bedah M96.2 Osteokondritis dissekans M93. tak dijelaskan M96 Kelainan muskuloskeleton pascaprosedur.-) M95.0) kelainan akibat osteoporosis (M80-M81) kehadiran implant fungsional dan peralatan lain (Z95-Z97) M96.4 Deformitas dada dan rusuk didapat M95. tak dijelaskan Kelainan muskuloskeleton dan jaringan ikat lain (M95-M99) M95 Deformitas didapat sistem muskuloskeleton system dan jaringan ikat lain Kecuali: kelainan dentofasialis [termasuk maloklusi] (K07.1 Sindroma pasca-laminectomi.8 Osteokondropati lain yang dijelaskan M93. Osteokondritis } situs tak dijelaskan Osteokondrosis } M94 Kelainan tulang rawan lain M94. not elsewhere classified M96.0 Deformitas hidung didapat Kecuali: deviasi septum hidung (J34.8 Kelainan tulang rawan lain yang dijelaskan M94.9 Deformitas sistem muskuloskeleton didapat.9 Kelainan tulang rawan.8 Deformitas sistem muskuloskeleton didapat lain yang dijelaskan M95.2 Kondromalasia Kecuali: kondromalasia patellae (M22.

5 Stenosis diskus intervertebralis pada neural canal M99.-) M96.6 Fraktur tulang setelah pemasangan implant ortopedi.4 Stenosis jaringan ikat pada neural canal M99. atau graft ortopedik internal (T84. kostovertebralis. not elsewhere classified Note: Kategori ini jangan dipakai kalau kondisi dapat diklasifikasikan di tempat lain. sakroiliaka 5 Daerah pelvik panggul. tak dijelaskan 288 .0 Disfungsi segmen dan somatik M99.6 Stenosis osseosa dan subluksasio pada foramina intervertebralis M99. tak dijelaskan M99 Lesi biomekanis.7 Stenosis jaringan ikat dan diskus pada foramina intervertebralis M99. sternoklavikularis 8 Dada kostokondralis.9 Lesi biomekanis.8 Kelainan muskuloskeleton pasca-prosedur lainnya Ketidakstabilan sendi akibat pembuangan prosthesis sendi M96.atau plat tulang Kecuali: komplikasi peralatan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat M96. sternokondralis 9 Abdomen dan lainnya M99. 0 Daerah kepala oksipitoservikalis 1 Daerah leher servikotorakalis 2 Daerah toraks torakolumbalis 3 Daerah lumbalis lumbosakralis 4 Daerah sakrum sakrokoksigis.2 Stenosis subluksasio pada neural canal M99.9 Kelainan muskuloskeleton pasca-prosedur. Created By: Subhan.-. prosethesis sendi.1 Kompleks subluksasio (vertebra) M99. lihat juga catatan pada awal bab ini. AMd. Subklasifikasi tambahan yang menunjukkan situs lesi berikut disediakan untuk penggunaan pilihan dengan subkategori yang sesuai pada M99. implant.3 Stenosis osseosa pada neural canal M99.8 Lesi biomekanis lain M99. pubis 6 Anggota bawah 7 Anggota atas acromioklavikularis.PerKes.

N16* Kelainan-kelainan tubulo-interstitium ginjal pada penyakit-penyakit c. melahirkan. N22* Batu saluran kemih pada penyakit-penyakit c.e. dan metabolik (E00-E90) komplikasi kehamilan. nec (R00-R99) cedera.e.e. AMd. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XIV. tanda.e.e. dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99) gejala. N74* Kelainan-kelainan peradangan organ panggul wanita pada penyakit-penyakit c. PENYAKIT-PENYAKIT SISTEM GENITOURINARIUS (N00-N99) Kecuali: penyakit-penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99) neoplasma (C00-D48) penyakit endokrin.e. deformasi. 289 . gizi. keracunan dan akibat lain penyebab eksternal injury (S00-T98) Blok-blok pada Bab ini: N00-N08 Penyakit-penyakit glomerulus N10-N16 Penyakit-penyakit tubulo-interstitial ginjal N17-N19 Kegagalan ginjal N20-N23 Urolithiasis N25-N29 Kelainan-kelainan lain pada ginjal dan ureter N30-N39 Kelainan-kelainan lain sistem perkemihan N40-N51 Penyakit-penyakit organ-organ genital pria N60-N64 Kelainan-kelainan mammae N70-N77 Penyakit-penyakit peradangan organ panggul wanita N80-N98 Kelainan-kelainan bukan-radang pada organ panggul wanita N99 Kelainan-kelainan lain saluran genitourinarius Kategori asterisk pada bab ini: N08* Kelainan-kelainan glomerulus pada penyakit-penyakit c.e. N29* Kelainan-kelainan lain pada ginjal dan ureter pada penyakit c. N37* Kelainan-kelainan uretra pada penyakit-penyakit c.PerKes. Created By: Subhan. N77* Ulkus dan peradangan vulvovagin pada penyakit-penyakit c. temuan klinis dan laboratoris abnormal.e. N33* Kelainan-kelainan bladder pada penyakit-penyakit c.e. dan nifas (O00-O99) kondisi tertentu yang berawal pada masa perinatal (P00-P96) malformasi. N51* Kelainan-kelainan organ genital pria pada penyakit-penyakit c.

nefritis tubulo-interstitialis kronis (N11.0-. Kategori tiga karakter itu sendiri berhubungan dengan sindroma klinis.6 Penyakit deposit padat – dense deposit disease Glomerulonefritis membranoproliferatif. penyakit ginjal NOS: akut Kecuali nefritis tubulo-interstitial infeksiosa akut (N10) sindroma nephritic NOS (N05. glomerulonefritis.7 Glomerulonefritis crescent diffusa Glomerulonefritis ekstrakapiler . glomerulonefritis. atau NOS . nefritis: yang berkembang cepat Kecuali sindroma nefritik NOS (N05. type 2 . glomerulonefritis.9 Tidak dijelaskan N00 Sindroma nefritik akut Termasuk: penyakit glomerulus. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Penyakit-penyakit glomerulus (N00-N08) Gunakan kode tambahan untuk penyebab luar (Bab XX) atau adanya kegagalan ginjal (N17-N19).-) Subdivisi karakter keempat berikut mengklasifikasikan perubahan morfologis dan digunakan pada kategori N00-N07.4 Glomerulonefritis proliferatif endokapiler diffusa . nefritis.3 Glomerulonefritis proliferatif mesangium diffusa . .2 Glomerulonefritis membranosa diffusa . Kecuali: penyakit ginjal hipertensi (I12.8 Lainnya Glomerulonefritis proliferatif NOS .8 Kecuali haematuria NOS (R31) N03 Sindroma nefritik kronik Termasuk penyakit glomerulus.-). N04 Sindroma nefrotik Termasuk sindroma nefrotik kongenital. sclerosis . Created By: Subhan.1 Lesi glomerulus pada fokus dan segmen Focal glomerulonefritis Focal dan segmental: hyalinosis. nefritis. type 1 dan 3.0-. dengan lasi morfologis menurut . nefrosis lipoid 290 .5 Glomerulonefritis mesangiokapiler diffusa Glomerulonefritis membranoproliferatif.0 Kelainan glomerular minor Lesi dengan perubahan minimal .-) N01 Sindroma nefritik progresif cepat Termasuk penyakit glomerulus. penyakit ginjal NOS: kronis Kecuali sindroma nefritik NOS (N05.-) N02 Hematuria rekurens dan persisten Termasuk haematuria: benign (familial)(kanak-kanak).8 biasanya tidak digunakan kecuali kalau diidentifikasi secara spesifik (misalnya dengan biopsi atau autopsi ginjal).-) glomerulonefritis sklerosa diffusa(N18. AMd. Subdivisi .PerKes.-).

2†). sindroma Alport (Q87.8) N08* Kelainan-kelainan glomerulus pada penyakit c. cryoglobulinaemia (D89.9) penyakit ginjal NOS tanpa disebutkan lesi morfologis (N28.e. AMd. isolated NOS (R80).e.4* Kelainan glomerulus pada penyakit endokrin.1).†).-*) N08. Created By: Subhan. multiple myeloma (C90. not elsewhere classified Kecuali: nefropati amiloid herediter (E85.1). glomerulonefritis. sindroma nail patella (Q87.2).0†). mumps (B26.0†) N08.-†) N08. Kelainan glomerulus pada endokarditis bakteri subakut (I33. sifilis (A52. sindroma haemolytic-uraemic (D59.3†).1* Kelainan glomerulus pada penyakit-penyakit neoplasma Kelainan-kelainan glomerulus pada: makroglobulinaemia Waldenström (C88. systemic lupus erythematosus (M32.8 Kecuali nefropati NOS tanpa disebutkan lesi morfologis (N28. persistent NOS (N39.2). schistosomiasis [bilharziasis] (B65.2* Kelainan glomerulus pada penyakit darah dan kelainan yang melibatkan imun Kelainan glomerulus pada: kelainan sickle-cell (D57. atau pielonefritis: akut 291 .-†).PerKes.1†). strongyloidiasis (B78. nefritis: NOS nefropati NOS dan penyakit ginjal NOS dengan lesi morfologis.0* Kelainan glomerulus pada penyakit infeksi dan parasit c. pielitis.e. gestasi (O12. purpura Henoch(-Schönlein) (D69. disseminated intravascular coagulation [sindroma defibrinasi] (D65†) N08. sindroma Goodpasture (M31. granulomatosis Wegener (M31. N07 Nefropati herediter. ortostatik NOS (N39.0). Bence Jones (R80).8†). Kelainan glomerulus pada: septikemia (A40-A41†). amyloidosis (E85. (N16.0†) Penyakit-penyakit tubulo-interstitium ginjal (N10-N16) Termasuk pielonefritis Kecuali pieloureteritis cystica (N28.e. amiloidosis heredofamilial non-neuropatik (E85.5* Kelainan glomerulus pada kelainan jaringan ikat sistemik Kelainan glomerulus pada: polyarteritis nodosa (M30.0).0†). nutrisi dan metabolik lainnya Kelainan glomerulus pada: penyakit Fabry(-Anderson) (E75. malaria Plasmodium malariae (B52..0-.1†) N08.7†). Kecuali kelainan tubulo-interstitial ginjal pada penyakit c.0†).0†).1†).0-.2) N08.-†).0†).9) nefritis tubulo-interstitialis NOS (N12) N06 Proteinuria tersendiri [isolated] dengan lesi morfologis dijelaskan Termasuk proteinuria (tersendiri)(ortostatik)(persistent) dengan lesi morfologis . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N05 Sindroma nefritik yang tidak dijelaskan Termasuk penyakit glomerulus. purpura trombotik trombositopenia (M31.3* Kelainan glomerulus pada diabetes mellitus (E10-E14† dengan karakter keempat .8 Kecuali: proteinuria: NOS (R80).3†).8) N10 Nefritis tubulo-interstitialis akut Termasuk: Nefritis interstitialis infeksiosa.e. defisiensi lecithin-cholesterol acyltransferase (E78.6†) N08.8* Kelainan glomerulus pada penyakit-penyakit lain c. Termasuk nefropati pada penyakit c.

pielonefritis NOS Kecuali pielonefritis kalkulus (N20.0 Hidronefrosis dengan obstruksi ureteropelvic junction Kecuali dengan infeksi (N13. pielitis.9 Nefritis tubulo-interstitium kronis. AMd.3) N13. tidak dijelaskan akut atau kronis Termasuk: Nefritis interstitialis NOS. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N11 Chronic tubulo-interstitial nefritis Termasuk: Nefritis interstitialis infeksiosa.PerKes.6 Pionefrosis Kondisi pada N13.2 Hidronefrosis dengan obstruksi batu ginjal dan ureter Kecuali dengan infeksi (N13.8 Nefritis tubulo-interstitium kronis lain Pielonefritis kronis non-obstruktif NOS N11.3 Hidronefrosis lain dan tidak dijelaskan Kecuali dengan infeksi (N13.0 Pielonefritis kronis akibat refluks non-obstruktif Pielonefritis (kronis) akibat reflux (vesikoureter) Kecuali reflux vesikoureter NOS (N13.5 Patahan dan striktura ureter tanpa hidronefrosis Kecuali dengan infeksi (N13.6) N13.3 Nefropati akibat logam berat 292 . atau pielonefritis: kronis N11. atau pielonefritis NOS: kronis N12 Nefritis tubulo-interstitium.6) N13.6) N13. tidak dijelaskan Nefritis interstitialis NOS. atau striktura pada: pyeloureteric junction. Created By: Subhan.5 dengan infeksi. pielitis NOS.6) N13.0-N13.7 Uropati akibat reflux vesiko-ureter Vesicoureteral reflux: NOS.8 Uropati obstruktif dan reflux lain N13. ureter. pielonefritis kalkulus (N20.-).6) N13.6) N13. batu ginjal dan ureter tanpa hidronefrosis (N20.9 Uropati obstruktif dan reflux.1 Pielonefritis obstruktif kronis Pielonefritis (kronis) akibat anomali. tidak dijelaskan Obstruksi saluran kemih NOS N14 Kondisi tubulo-interstitium dan tubulus akibat obat dan logam berat N14. not elsewhere classified Kecuali dengan infeksi (N13.0 Nefropati analgesik N14.0) N13. obstruksi.2 Nefropati akibat obat atau zat biologis yang tidak dijelaskan N14. patahan (kinking).7) N11. pielitis NOS.-) cacad obstruksi kongenital pelvis ginjal dan ureter (Q62.1 Hidronefrosis dengan striktura ureter. uropati obstruktif dengan infeksi N13.1). atau pelviureteric junction Kecuali uropati obstruktif (N13.9) N11.0-Q62.1 Nefropati akibat obat atau zat biologis lain N14. dengan parut (scarring) Kecuali: pielonefritis akibat reflux (N11.4 Hidroureter Kecuali dengan infeksi (N13.9) N13 Uropati obstruktif dan reflux Kecualipielonefritis obstruktif (N11.

.0) N16* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit c.e.PerKes.†).1†) N16.0†).0 Gagal ginjal akut dengan nekrosis tubuli Nekrosis tubuli: NOS. pascaprosedur (N99.8†).0†).8* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit-penyakit lain c. akut.4) kondisi tubulo-intersitium dan tubulus akibat obat dan logam berat (N14.9 Penyakit tubulo-interstitium ginjal. AMd.4* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada kelainan sistemik jaringan ikat Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada: sindroma sicca [Sjögren] (M35.0 Nefropati Balkan Balkan endemic nefropathy N15.0†). septikemia (A40-A41†).0†) N16. multiple myeloma (C90.9 Gagal ginjal akut..0) uraemia extrarenal (R39. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N14. renal N17. penyakit Wilson (E83. penyakit glycogen storage (E74.3).†) N16.4 Nefropati toksik.2 Gagal ginjal akut dengan nekrosis medulla Nekrosis medulla [papilla]: NOS.8†) N16.†).1* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit-penyakit neoplasma Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada: limfoma (C81-C85†.4).4) setelah persalinan dan melahirkan (O90. Created By: Subhan. akut. bruselosis (A23.2) N17 Gagal ginjal akut N17. N16.1 Gagal ginjal akut dengan nekrosis korteks Nekrosis korteks: NOS.-) komplikasi abortus atau hamil mola dan ektopik (O00-O07.. not elsewhere classified N15 Penyakit tubulo-interstitium ginjal lainnya N15.0) sindroma hepatorenal (K76.2* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit darah dan kelainan mekanisme imun Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada: sarkoidosis (D86. renal N17. C96.. mixed cryoglobulinaemia (D89.0†). akut.2†).8 Penyakit ginjal dan tubulo-interstitium ginjal yang dijelaskan N15. systemic lupus erythematosus (M32.e. tidak dijelaskan 293 .†). tidak dijelaskan Infeksi ginjal NOS Kecuali infeksi saluran kemih NOS (N39. sindroma hepatorenal postpartum (O90.2).3* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit-penyakit metabolik Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada: cystinosis (E72.8 Gagal ginjal akut lainnya N17. O08. Kelainan tubulo-intersititium ginjal (akibat)(pada): infeksi salmonella (A02.0* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penyakit infeksi dan parasit c. gagal ginjal kongenital (P96. leukaemia (C91-C95†) N16.5* Kelainan tubulo-intersititium ginjal pada penolakan transplant (T86. Gagal ginjal (N17-N19) Kecuali sindroma haemolytic-uraemic (D59.1 Abses ginjal dan perinephrik N15.e.. toxoplasmosis (B58.1†) N16. uraemia prerenal (R39. renal N17.7). difteria (A36.

8 Kelainan-kelainan lain akibat kerusakan fungsi tubuli ginjal Sindroma Lightwood-Albright. N23 Kolik ginjal yang tidak dijelaskan Kelainan-kelainan lain pada ginjal dan ureter (N25-N29) Kecuali dengan urolithiasis (N20-N23) N25 Kelainan-kelainan akibat kerusakan fungsi tubuli ginjal Kecuali kelainan metabolic yang bisa diklasifikasikan pada E70-E90 N25.1 Kalkulus ureter N20.0 End-stage renal disease – penyakit ginjal stadium akhir N18.8 Gagal ginjal kronis lainnya Neuropati uremik † (G63.-†) N22.9 Gagal ginjal kronis. tidak dijelaskan Uraemia NOS Kecuali Gagal ginjal dengan hipertensi (I12.0 Kalkulus ginjal Nefrolithiasis NOS. kelainan tubuli yang melepaskan fosfat ke urin Rickets ginjal. pendek akibat ginjal N25.0).8*).0 Kalkulus kandung kemih Kalkulus pada divertikulum bladder. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N18 Gagal ginjal kronis Termasuk uraemia kronis. batu kandung kemih Kecuali staghorn calculus (N20. tidak dijelaskan Pielonefritis kalkulus N21 Kalkulus saluran urin bawah Termasuk dengan cystitis dan urethritis N21. tidak dijelaskan N19 Gagal ginjal.e. batu dalam ginjal N20.1 Diabetes insipidus nefrogenik N25. glomerulonefritis diffusa sclerosis Kecuali gagal ginjal kronis dengan hipertensi (I12.0* Kalkulus urin pada schistosomiasis [bilharziasis] (B65.9 Kalkulus urin.1 Kalkulus di uretra N21.8 Kalkulus saluran urin bawah lainnya N21. uraemia bayi baru lahir (P96.2 Kalkulus ginjal dengan kalkulus ureter N20. N22.PerKes.0) N21. kalkulus staghorn.0) Urolitiasis (N20-N23) N20 Kalkulus ginjal dan ureter Kecuali dengan hidronefrosis (N13.8* Kalkulus saluran urin pada penyakit lain c. asidosis tubuli ginjal NOS Hiperparatiroidisme sekunder akibat ginjal 294 . perikarditis uremik † (I32.0 Renal osteodystrophy Osteodystrophy azotemik.2) N20. tidak dijelaskan N22* Kalkulus saluran kemih pada penyakit c.0) N18. AMd.e. kalkulus atau batu ginjal.9 Kalkulus saluran urin bawah. Created By: Subhan.8*) N18.

abortus atau kehamilan ektopik atau mola (O00-O07.-) N28. dengan lesi morfologis. not elsewhere classified Kecuali penyakit ginjal: akut NOS (N00.PerKes.-) ginjal kecil dengan penyebab yang tidak diketahui (N27.8* Kelainan lain ginjal dan ureter pada penyakit lain c. oklusi.0 Ginjal kecil. O86.e.8 pada blok penyakit glomerulus (N05.-) N27 Ginjal kecil dengan penyebab yang tidak diketahui N27.1) atau stenosis kongenital (Q27.1).9)) hidroureter (N13.e. kronis NOS (N03. tidak dijelaskan N28 Kelainan lain ginjal dan ureter. Kelainan ginjal dan ureter pada: TB (A18.8) hamil.-†) N29.3) 295 .e. schistosomiasis [bilharziasis] (B65. didapat Kista ginjal (multipel)(soliter). obstruksi.0 Iskemia dan infark ginjal Embolisme. O08.1* Kelainan lain ginjal dan ureter pada penyakit infeksi dan parasit c. sklerosis ginjal NOS Kecuali pengerutan ginjal dengan hipertensi (I12. Created By: Subhan.9). tidak dijelaskan N26 Pengerutan ginjal [contracted kidney] yang tidak dijelaskan Atrofi ginjal (terminal). unilateral N27. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N25. atau trombosis pada arteri renalis Infark ginjal Kecuali ginjal Goldblatt (I70.-) N29* Kelainan-kelainan lain ginjal dan ureter pada penyakit-penyakit c.7†) N29.1) pada a. megaloureter.1 Kista ginjal.-) nefrosklerosis (arteriolar) (arteriosclerotic) hipertensif (I12.1 Ginjal kecil. O75. AMd. Penyakit-penyakit lain sistem perkemihan (N30-N39) Kecuali: infeksi perkemihan (sebagai komplikasi): dengan urolithiasis (N20-N23).9 Ginjal kecil.3.-) glomerulonefritis sklerosa diffusa (N18.2) N30 Cystitis Kecuali: prostatocystitis (N41. bilateral N27.0-.1) atherosclerosis (I70.-.8 Kelainan-kelainan lain ginjal dan ureter yang dijelaskan Hipertrofi ginjal. nefroptosis. penyakit ginjal NOS Kecuali nefropati NOS dan penyakit ginjal NOS.9 Kelainan ginjal dan ureter. N29. renalis (di bagian luar ginjal): N28. tanpa hidronefrosis (N13.4 patahan dan striktura ureter: dengan hidronefrosis (N13. ureterokel Pielitis. pieloureteritis. tidak dijelaskan Nefropati NOS. melahirkan dan nifas (O23.0* Sifilis lanjut pada ginjal (A52. atau ureteritis yang berkista N28.1†).9 Kelainan akibat kerusakan fungsi tubuli ginjal. didapat Kecuali: penyakit kistik ginjal (kongenital) (Q61.5) N28.

cord bladder NOS (G95.3). wanita (N81.1 Cystitis interstitialis (kronis) N30.2 Cystitis kronis lainnya N30.0) cystocele (N81.0* Cystitis TB (A18.1).8 Kelainan-kelainan lain bladder yang dijelaskan Kalsifikasi bladder.PerKes.8).0 Bladder neuropatik tanpa inhibisi. pengerutan [kontraksi.3 Trigonitis Uretrotrigonitis N30.1 Bladder neuropatik reflex.e.9 Kelainan bladder. cystitis radiasi (N30. yang dijelaskan (N39. nontraumatika N32.3). N33.1 Fistula vesiko-intestinum Fistula vesiko-rectum fistula N32.4 Ruptura bladder.8 Cystitis lain Abses kandung kemih N30.2 Fistula vesika.8) inkontinensia urin: NOS (R32).8 Gangguan fungsi neuromuskuler bladder lainnya N31. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N30. Created By: Subhan. hernia atau prolapsus bladder.9 Gangguan fungsi neuromuskuler bladder. autonom.2 Bladder neuropatik flaccid. uretrotrigonitis (N30.-†) N34 Sindroma uretritis dan uretra Kecuali: uretritis pada penyakit yang transmisi utamanya secara seksual (A50-A64) penyakit Reiter (M02. tidak dijelaskan Gangguan fungsi neurogenik bladder NOS N32 Kelainan-kelainan lain kandung kemih [bladder] Kecuali: kalkulus di dalam bladder (N21.4 Cystitis radiasi N30.1) N32.3 Divertikulum bladder Divertikulitis bladder Kecuali calculus dalam divertikulum of bladder (N21. not elsewhere classified Kecuali fistula antara bladder dan saluran genital wanita (N82.4) N31.4) akibat lesi medulla spinalis (G95.4) N30. not elsewhere classified Kecuali neurogenic bladder akibat sindroma cauda equina (G83.e.9 Cystitis. pengecilan] bladder N32.1) N32. tidak dijelaskan N31 Gangguan fungsi neuromuskuler bladder. Kelainan bladder pada schistosomiasis [bilharziasis] (B65.3) 296 .0) N32. nonreflex N31.0 Cystitis akut Kecuali trigonitis (N30. not elsewhere classified N31. not elsewhere classified N31. tidak dijelaskan N33* Kelainan-kelainan bladder pada penyakit-penyakit c.3-N39.8* Kelainan bladder pada penyakit lain c.0 Obstruksi leher bladder Stenosis leher bladder (didapat) N32.0-N82. not elsewhere classified Bladder neuropatik: atonik (motorik)(sensorik). AMd.1†) N33.

9 Kelainan uretra.-).0 Striktura uretra pasca-trauma Striktura uretra sebagai sekuel dari: melahirkan. situs tidak dijelaskan N39.8* Kelainan-kelainan lain uretra pada penyakit-penyakit c. wanita (N81.8). tidak dijelaskan Kecuali sebagai komplikasi hamil.1 Divertikulum uretra N36.1 Proteinuria persisten.3 Inkontinensia stress N39.0 Fistula uretra Saluran uretra palsu.e.PerKes.0) N36.8 Striktura uretra lainnya N35.1 Striktura uretra pasca-infeksi. N39 Kelainan-kelainan lain sistem perkemihan Kecualihaematuria: rekuren dan persisten (N02. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N34.1) N35.0 Infeksi saluran kemih.3 Prolapsus mukosa uretra Prolapsus uretra.-) N39. urge [mendesak] Kecuali enuresis NOS (R32) 297 . non-venereal N34. melahirkan dan nifas (O11-O15) dengan lesi morfologis yang dijelaskan (N06.2) N34.e. reflex.2 Uretritis lain Meatitis uretra. kelenjar Littrē. uretrorektum.2 Proteinuria orthostatik.-). cedera N35.4 Inkontinensia urin lain yang dijelaskan Inkontinensia: overflow [kelebihan kapasitas].4†) N37. periuretra. fistula uretro-vaginalis (N82. uretrokel.e.3 Sindroma uretra. pria Kecuali: uretrokel.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada uretra N36. not elsewhere classified N35.0* Uretritis pada penyakit-penyakit c.-) N39. urinarius NOS Kecuali: fistula uretro-skrotalis (N50. tidak dijelaskan Kecuali dengan lesi morfologis yang dijelaskan (N06.1) N36.9 Striktura uretra. Created By: Subhan. tidak dijelaskan Pinhole meatus NOS [lobang sebesar jarum] N36 Kelainan-kelainan lain uretra N36. ulkus uretra (meatus) Uretritis: NOS. tidak dijelaskan N37* Kelainan-kelainan uretra pada penyakit-penyakit c. tidak dijelaskan N35 Striktura uretra Kecuali: striktura uretra pascaprosedur (N99. AMd. NOS (R31) N39. N37. Uretritis kandida (B37. pascamenopause N34.2 Karunkulus uretra N36. proteinuria NOS (R80) dengan lesi morfologis yang dijelaskan (N02.0 Abses uretra Abses (dari): kelenjar Cowper. fistula: uretroperineum.1 Uretritis nonspecifik Uretritis: non-gonokokus. (kelenjar) uretra Kecuali: karunkulus uretra (N36.

0 Kalkulus prostat Batu prostat N42.8 Penyakit-penyakit peradangan prostat lainnya N41.1 Bendungan dan perdarahan prostat N42.1) N41 Penyakit-penyakit peradangan prostat N41.0 Hidrokel berkista N43.0 Prostatitis akut N41.9 Kelainan sistem perkemihan.1 Hidrokel terinfeksi N43. hipertrofi (jinak). Created By: Subhan. testis atau tunica vaginalis Kecuali hidrokel kongenital (P83. fibroma.PerKes. penyebab nonorganik (F98. epididymitis dan epididymo-orchitis tanpa abses Epididymitis NOS.5) N43. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat inkontinensia urin: NOS (R32). mioma Median bar (prostate).9 Kelainan prostat. spermatic cord.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada prostat N42. AMd.0 Orchitis.2 Hidrokel lain N43.4 Spermatokel N44 Torsio testis Torsio epididymis. tidak dijelaskan N43. epididymitis dan epididymo-orchitis dengan abses Abses epididimis atau testis N45.2 Atrofi prostat N42. hipertrofi adenofibromatosa. tidak dijelaskan Prostatitis NOS N42 Kelainan-kelainan lain pada prostat N42. obstruksi prostat NOS Kecuali neoplasma jinak selain adenoma.3 Hidrokel.1 Prostatitis kronis N41. testis N45 Orchitis dan epididymitis N45.3 Prostatocystitis N41.2 Abses prostat N41. adenoma (jinak). fibroma dan myoma prostate (D29.8 Kelainan-kelainan lain sistem perkemihan yang dijelaskan N39. tidak dijelaskan Penyakit-penyakit organ-organ genital pria (N40-N51) N40 Hiperplasia prostat Prostat:: pembesaran (jinak). tidak dijelaskan N43 Hydrocele dan spermatocele Termasuk hidrokel spermatic cord.9 Penyakit peradangan prostat.0) N39.9 Orchitis. orchitis NOS N46 Iinfertility pria Azoospermia NOS. oligospermia NOS 298 . fibroadenoma.

tunica vaginalis.3 Priapismus Ereksi menyakitkan N48. tunica vaginalis dan vas deferens Vasitis N49. dan ulkus pada: skrotum. karbunkel. dan vas deferens Hipertrofi.4) N48.8 Kelainan lain yang dijelaskan pada organ genital pria Atrofi. edema. edema.0 Atrofi testis N50. hipertrofi.5 Ulkus penis N48.6 Balanitis xerotica obliterans Iindurasi [penebalan patologis] penis N48. atau trombosis: pada organ genital pria N50.8 Kelainan peradangan lain yang dijelaskan pada organ genital pria Radang pada situs ganda di organ genital pria N49.1 Balanoposthitis Balanitis N48.1-N48. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N47 Preputium berlebih.9 Kelainan peradangan organ genital pria yang tidak dijelaskan Abses.2) N48. vesikula seminalis. atau trombosis: pada korpus kavernosum dan penis N48. tunica vaginalis. karbunkel.0 Leukoplakia penis Kraurosis [kulit/mukosa menyusut dan kering] penis Kecuali karsinoma in situ penis (D07. tidak dijelaskan N49 Kelainan-kelainan radang organ genital pria.e. hipertrofi. ulkus: pada testes Chylocele pada tunica vaginalis (nonfilarial) NOS Fistula uretro-scrotum Striktura pada: spermatic cord. phimosis dan paraphimosis Preputium melengket.0 Kelainan peradangan vesikula seminalis Vesiculitis NOS N49.c.8 Kelainan-kelainan lain yang dijelaskan pada penis Atrofi. Kecuali: orchitis dan epididymitis (N45.PerKes. vas deferens 299 . atau selulitis: pada korpus kavernosum dan penis kavernitis (penis) N48. selulitis: pada organ genital pria yang tidak dijelaskan N50 Kelainan-kelainan lain pada organ genital pria Kecualitorsio testis (N44) N50. vesikel.2) N49. vesikel. kulit depan kaku N48 Kelainan-kelainan lain penis N48. Created By: Subhan.2 Kelainan peradangan skrotum N49. spermatic cord. AMd.1 Kelainan-kelainan vaskuler organ genital pria Hematokel NOS. radang penis (N48.9 Kelainan penis.-).2 Kelainan-kelainan peradangan lain penis abses. perdarahan.1 Kelainan peradangan spermatic cord.4 Impoten dengan penyebab organik Kecuali: impoten psikogenik (F52. n.

3) N60.1†).1 Mastopati kistik diffusa mammae Mammae kistik Kecuali: dengan proliferasi epitel (N60.1†). masif pada pubertas N63 Benjolan yang tidak dijelaskan pada mammae Nodule(s) pada mammae NOS 300 . testis (A18.0†) 51.e.4 Ektasia saluran mammae N60. orchitis (A56.e. gonokokus (A54.0†) Chylocele filaria.8* Kelainan-kelainan lain organ genital pria pada penyakit-penyakit c.PerKes.9 Displasia jinak mammae. tidak dijelaskan N61 Kelainan-kelainan peradangan pada mammae Abses (akut)(kronis)(nonpuerperal) pada: areola.2†).0 Kista soliter mammae Kista mammae N60.8†). N Gonococcal: epididymitis (A54. Balanitis: amoeba (A06.-†) Kelainan-kelainan mammae (N60-N64) Kecuali: kelainan-kelainan mammae yang berhubungan dengan melahirkan (O91-O92) N60 Displasia jinak mammae Termasuk mastopati fibrokistik N60. trikhomonas (A59.2 Fibroadenosis mammae Kecuali: fibroadenoma mammae (D24) N60.8 Displasia jinak lainnya pada mammae N60..2* Balanitis pada penyakit c. kandida (B37.2†) Tuberkulosis pada: epididymis (A18.1* Kelainan-kelainan testis dan epididymis pada penyakit c. orchitis (A54. tidak dijelaskan N51* Kelainan-kelainan organ genital pria pada penyakit c.0†) N51. AMd.2†).1†) Infeksi herpesvirus [herpes simplex] saluran genital pria (A60.e. infektif Kecualimastitis infektif neonatus (P39.1†) Chlamydial: epididymitis (A56.0) N62 Hipertrofi mammae Ginekomastia Hipertrofi mammae: NOS.1†).9 Kelainan organ genital pria. Prostatitis: TB (A18.0* Kelainan-kelainan prostat pada penyakit c.e. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N50. Created By: Subhan. N51.3 Fibrosclerosis mammae Mastopati kistik dengan proliferasi epitel N60. tunica vaginalis (B74. TB vesikula seminalis (A18.1†) Mumps: orchitis (B26.4†) N51.e. mammae Karbunkulus mammae Mastitis (akut)(subakut)(nonpuerperal): NOS.

abses parametrium. selulitis pelvis wanita: yang tidak dijelaskan apakah akut atau kronis 301 . penyakit radang tubo-ovarium N70. salpingo-oophoritis.9 Salpingitis dan oophoritis. pyometra.-) N70 Salpingitis dan oophoritis Termasuk Abses (dari): tuba fallopia. ovarium. tidak dijelaskan Abses ligamentum latum.8 Kelainan-kelainan lain mammae yang dijelaskan Galaktokel.1 Parametritis dan selulitis pelvis kronis Abses ligamentum latum. tidak dijelaskan N71 Penyakit radang uterus.1 Salpingitis dan oophoritis kronis Hidrosalpinx N70.0) Hamil.5 Tanda dan gejala lain pada mammae Indurasi [penebalan jaringan] mammae. myometritis. abses parametrium. subinvolusi mammae (pasca-laktasi) N64. abses uterus N71. discharge puting. endocervicitis. Created By: Subhan.9 Kelainan mammae.3 Galaktorrhoea yang tidak berhubungan dengan melahirkan N64. retraksi puting N64. O08.0 Penyakit radang akut uterus N71.-.1 Penyakit radang kronis uterus N71. selain cervix Termasuk: endo(myo)metritis. O75.4 Mastodynia N64. metritis.2 Atrofi mammae N64.3.2 Parametritis dan selulitis pelvis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N64 Kelainan-kelainan lain pada mammae N64. tidak dijelaskan Penyakit-penyakit radang organ pelvis wanita (N70-N77) Kecuali: sebagai komplikasi dari Abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07. melahirkan dan nifas (O23. exocervicitis: dengan atau tanpa: erosi atau ektropion serviks Kecuali: erosi dan ektropion serviks tanpa cervicitis (N86) N73 Penyakit peradangan lain pelvis wanita N73.0 Fissura dan fistula pada nipple N64.1 Nekrosis lemak pada mammae Nekrosis lemak (segmental) pada mammae N64.9 Penyakit radang uterus. tubo-ovarium Pyosalpinx.0 Parametritis dan selulitis pelvis akut Abses ligamentum latum. O86. abses parametrium. tidak dijelaskan N72 Penyakit radang cervix uteri Cervicitis. selulitis pelvis wanita: yang dinyatakan akut N73. AMd.PerKes. O85. selulitis pelvis wanita: yang dinyatakan kronis N73.0 Salpingitis dan oophoritis akut N70.

1†). akut N76.4 Peritonitis pelvis kronis wanita N73.5 Ulkus vagina N76.1†) N74.2†) N74.4* Penyakit radang khlamidia pelvis wanita (A56.9 Penyakit peradangan pelvis wanita.0†) N77.4†.4 Abses vulva Furunkel vulva N76. Ulserasi vulva pada penyakit Behçet (M35.1* Vaginitis.2 Vulvitis akut Vulvitis NOS N76.8* Kelainan-kelainan radang pelvis wanita pada penyakit lain c. Created By: Subhan.8 Penyakit peradangan lain yang dijelaskan pada pelvis wanita N73. vulvovaginitis: NOS.0 Kista kelenjar Bartholini N75. vulvitis dan vulvovaginitis pada: kandidiasis (B37. tidak dijelaskan akut atau kronis N73.1* Penyakit radang TB pelvis wanita (A18.5 Peritonitis pelvis wanita.1 Vaginitis subakut dan kronis Vulvovaginitis: kronis.3 Peritonitis pelvis akut wanita N73.9 Penyakit kelenjar Bartholini.PerKes. 302 .1†) Endometritis TB N74.2) N76. vulvitis dan vulvovaginitis pada penyakit infeksi dan parasitik c.8 Penyakit-penyakit lain kelenjar Bartholini Bartholinitis N75.e.6 Adhesi peritoneum pelvis wanita Kecuali: adhesi peritoneum pelvis pasca-prosedur (N99. tidak dijelaskan Infeksi atau radang pelvis wanita NOS N74* Kelainan peradangan pelvis wanita pada penyakit c. N74. Vaginitis.1†) N74.3* Penyakit radang gonokokus pelvis wanita (A54. infeksi herpesvirus [herpes simplex] (A60.0 Vaginitis akut Vaginitis NOS. infeksi herpesvirus [herpes simplex] (A60.6 Ulkus vulva N76. infeksi pinworm (B80†). Ulkus vulva pada: TB (A18.0†) N77.0* Ulserasi vulva pada penyakit infeksi dan parasitik c.3 Vulvitis subakut dan kronis N76. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N73.2* Penyakit radang sifilis pelvis wanita (A51.e. subakut N76.7†) N74.1 Abses kelenjar Bartholini N75. N75 Penyakit-penyakit kelenjar Bartholini N75.2†).8* Ulserasi dan peradangan vulvovagina pada penyakit lain c.e.8 Peradangan lain yang dijelaskan pada vagina dan vulva N77* Ulserasi dan peradangan vulvovagina pada penyakit c.e.0* Infeksi TB servikss uteri (A18.4) N73. e. tidak dijelaskan N76 Peradangan lain pada vagina dan vulva Kecualivaginitis (atrofi) senilis (N95.e.3†). AMd. N77. A52.

2-N81.1). Created By: Subhan. uterovesikalis N82.3 Prolaps uterovaginalis komplit Procidentia (uteri) NOS [uterus turun ke bawah melewati vagina] Prolaps uterus tingkat tiga N81.4 Fistula usus-genital lain pada wanita 303 .3 Fistula vagina ke usus besar Fistula rektovaginalis N82. laserasi lama otot dasar panggul N81.4) N81.1 Endometriosis ovarium N80.2 Prolaps uterovaginalis inkomplit Prolaps serviks NOS.5 Enterokel vaginalis Kecuali enterokel dengan prolaps uterus (N81. prolaps uterus: tingkat satu atau tingkat dua N81.5 Endometriosis usus N80. uretrovaginalis.1 Cystokel Cystokel dengan uretrokel.PerKes. uteroureterika.4) N81.2-N81.4 Prolaps uterovaginalis. tidak dijelaskan N82 Fistulae yang melibatkan saluran genital wanita Kecuali: fistulae vesiko-intestinalis (N32.0 Endometriosis uterus Adenomyosis N80. AMd.3).1) N82.9 Prolaps genital wanita.4) N81.3) N81. tidak dijelaskan N81 Prolaps genital wanita Kecuali prolaps genital pada komplikasi hamil atau melahirkan (O34.4) prolaps atap vagina setelah hysterectomy (N99. prolaps uterus (N81. tidak dijelaskan Prolaps uterus NOS N81.6 Rektokel Prolapsus dinding posterior vagina Kecuali prolapsus rektum (K62.1 Fistula lain saluran uro-genital wanita Fistula: servikovesikalis.3 Endometriosis peritoneum pelvis N80.4 Endometriosis septum rektovagina dan vagina N80.4) N81.0 Uretrokel wanita Kecuali: uretrokel dengan: cystocele (N81.0 Fistula vesico-vaginalis N82.2 Endometriosis tuba fallopii N80. rektokel dengan prolaps uterus (N81. ureterovaginalis.5) prolaps dan hernia pada ovarium dan tuba fallopii (N83. Prolapse (dinding) vaginal (anterior) NOS Kecuali cystocele dengan prolaps uterus (N81.2-N81.2 Fistula vagina ke usus halus N82. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kelainan bukan radang pada saluran genital wanita (N80-N98) N80 Endometriosis N80.8 Endometriosis lain N80.9 Endometriosis.2-N81.8 Prolaps lain genital wanita Perineum defisien.6 Endometriosis pada jaringan parut kulit N80.

7 Haematoma ligamentum latum N83.9 Polyp saluran genital wanita. kista haemoragika follikel (ovarium) N83.8 Kelainan bukan radang lainnya pada ovarium.-) polyp korpus uteri (N84.0) N84. prolaps uterus (N81.1 Kista korpus luteum Kista haemoragika korpus luteum N83. endometriosis (N80.0 Polyp korpus uteri Polyp: endometrium.1) polycystic ovarian syndrome (E28.2 Polyp vagina N84.5 Fistula saluran genital wanita ke kulit Fistula: uterus ke dinding abdomen. glandular-kistik. polypoid N85. kistik. tuba fallopii dan ligamentum latum Kecuali hydrosalpinx (N70. tidak dijelaskan N84 Polyp saluran genital wanita Kecuali: polyp adenomatosa (D28.8 Fistula lain saluran genital wanita N82. hydatid of Morgagni N83.7) N83.8 Polyp pada bagian lain saluran genital wanita N84.9 Kelainan bukan pada radang ovarium. polyp plasenta (O90. Created By: Subhan.-).0 Hiperplasia kelenjar endometrium Hiperplasia endometrium: NOS.0 Kista follikularis ovarium Kista folikel graaf. uterus NOS Kecuali hyperplasia polypoid endometrium (N85.9 Fistula saluran genital wanita. vagino-perineum N82. tuba fallopii dan ligamentum latum Sindroma laserasi ligamentum latum [Allen-Masters] N83. tidak dijelaskan N83 Kelainan bukan radang pada ovarium. AMd.-).5 Torsi ovarium.8) N84.1 Polyp cervix uteri Polyp mukosa serviks N84. kelainan bukan radang pada cervix (N86-N88) N85.2 Kista lain dan yang tidak dijelaskan pada ovarium Kista retensi atau kista simplex: ovarium Kecuali kista ovarium: neoplastik (D27).PerKes.-). developmental (Q50.3 Atrofi didapat pada ovarium dan tuba fallopii N83.2 Hipertrofi uterus Pembesaran uterus 304 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Fistula intestino-uterus N82. pedikulus ovarium dan tuba fallopii Torsi: tuba aksesorius. atypical (adenomatosa) N85.0). tidak dijelaskan N85 Kelainan-kelainan bukan radang lain pada uterus selain cervix Kecuali: penyakit radang uterus (N71.4 Prolaps dan hernia pada ovarium dan tuba fallopii N83. tuba dan broad ligament.1 Hiperplasia adenomatosa endometrium hiperplasia endometrium.7) atau haematocolpos (N89.2) N83.1) N83.6 Haematosalpinx Kecuali: haematosalpinx dengan: haematometra (N85.3 Polyp vulva Polyp labia N84.

6 Synechiae perlengketan-perlengketan] intrauterus N85. tidak dijelaskan N88 Kelainan non-radang lainnya pada serviks uteri Kecuali penyakit radang serviks (N72).8) N85.5.PerKes. Created By: Subhan.3 Inkompetensi serviks uteri Pemeriksaan dan penanganan (dugaan) inkompetensi serviks pada wanita tidak hamil Kecuali: komplikasi kehamilan (O34.8 Kelainan-kelainan bukan radang lain yang dijelaskan pada serviks uteri Kecuali: trauma obstetrik sekarang (O71. O65. fibrosis uterus NOS N85. mempengaruhi janin atau bayi (P01.3 Subinvolusi uterus Kecuali subinvolusi uterus sewaktu nifas (O90. polip serviks (N84.9 Displasia serviks uteri.5 Inversi uterus Kecuali trauma obstetri sekarang (O71.8 Kelainan-kelainan bukan radang lain yang dijelaskan pada uterus Atrofi uterus yang didapat. eversi cervix [bagian dalam berada di luar] Kecuali dengan cervicitis (N72) N87 Displasia serviks uteri Kecuali: karsinoma in situ serviks (D06.0 Leukoplakia serviks uteri N88. not elsewhere classified Displasia serviks berat NOS Kecuali CIN III. tidak dijelaskan 305 .-) N87. grade II N87.8) N85. grade I N87. persalinan atau melahirkan (O34.3) N88.5) N85.2) N85.-) N87.1 Laserasi serviks uteri Adhesi cervix Kecuali: trauma obstetrik sekarang (O71. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali hipertrofi uterus sewaktu nifas (O90.2).4 Malposisi uterus Anteversi.1 Displasia serviks sedang Cervical intraepithelial neoplasia [CIN].1) N88.7 Haematometra Haematosalpinx dengan haematometra Kecuali: haematometra dengan haematokolpos (N89.5) N88.9 Kelainan bukan radang uterus.7) N85.3). dengan atau tanpa disebut dysplasia berat (D06.3) N88. tidak dijelaskan Kelainan uterus NOS N86 Erosi dan ectropion serviks uteri Ulkus dekubitus (trophic) serviks. AMd. inversi uterus postpartum (O71.9 Kelainan bukan radang serviks uteri.2 Displasia serviks berat.4 Pemanjangan hipertrofi serviks uteri N88.0) N88.2 Striktura dan stenosis serviks uteri Kecuali: komplikasi melahirkan (O65. retroversi uterus Kecuali komplikasi hamil. retroflexi.0 Displasia serviks ringan Cervical intraepithelial neoplasia [CIN].

8 Kelainan-kelainan bukan radang lain yang dijelaskan pada vagina Leukorrhoea NOS.2) N89. O71.2 Displasia vagina berat.5 Striktura dan atresia vagina Adhesi atau stenosis vagina Kecuali adhesi vagina pasca-bedah (N99.0 Displasia vagina ringan Vaginal intraepithelial neoplasia [VAIN]. not elsewhere classified Displasia vulva berat NOS Kecuali VIN III dengan atau tanpa disebutkan displasia berat (D07.6 Hipertrofi vulva Hipertrofi labia N90.1 Displasia vagina sedang Vaginal intraepithelial neoplasia [VAIN] grade II N89. tidak dijelaskan N90 Kelainan-kelainan bukan radang lainnya pada vulva dan perineum Kecuali karsinoma in situ vulva (D07.3) N89. not elsewhere classified Displasia vagina berat NOS Kecuali VAIN III.9 Kelainan bukan radang pada vulva dan perineum.0). AMd. laserasi lama vagina. O71. trauma obstetrik sekarang (O70. O71.1 Displasia vulva sedang Vulvar intraepithelial neoplasia [VIN].-).1).9 Kelainan bukan radang pada vagina. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N89 Kelainan-kelainan bukan radang lainnya pada vagina Kecuali: leukorrhoea trichomonas (A59.8) N89.3 Displasia vulva. peradangan vulva (N76.0 Displasia vulva ringan Vulvar intraepithelial neoplasia [VIN]. introitus ketat Kecuali: hymen imperforata (Q52.6 Cincin hymen ketat Hymen kaku.8) laserasi lama yang melibatkan otot dasar panggul (N81.5 Atrofi vulva Stenosis of vulva N90. tidak dijelaskan N90. karsinoma in situ vagina (D07. hipertrofi clitoris N90. atau pencegah prolaps uterus] Kecuali trauma obstetrik sekarang (O70. tidak dijelaskan 306 .7-O71.7 Kista vulva N90.7 Haematokolpos Haematokolpos dengan haematometra atau haematosalpinx N89. grade II N90.-. tidak dijelaskan N89.2) N89.4 Leukoplakia vagina N89.1) N90.-). dengan atau tanpa disebutkan displasia berat (D07.4.PerKes.4 Leukoplakia vulva Distrofi atau kraurosis [kering] vulva N90.2 Dyisplasia vulva berat. grade I N90.8) N90.2) N89.8 Kelainan bukan radang lain yang dijelaskan pada vulva dan perineum Adhesi vulva.7-O71.-. vaginitis (atrophic) senilis (N95. grade I N89.2) peradangan vagina (N76.3 Displasia vagina. Ulkus pessary vagina [alat di vagina: untuk KB. obat.

menopausal. periode tak teratur NOS Kecuali menstruasi tidak teratur dengan: .0) N92.6 Menstruasi tidak teratur. N91.0 Perdarahan pasca-coitus dan kontak N93. AMd. perdarahan pubertas N92. tidak dijelaskan N94 Nyeri dan kondisi lain pada organ genital wanita dan siklus menstruasi N94. polymenorrhoea N92. interval memanjang atau perdarahan sedikit (N91.3 Oligomenorrhoea primer Menstruasi yang sejak awal mulainya sedikit atau jarang.3-N91.8 Perdarahan abnormal lain yang dijelaskan pada uterus dan vagina Perdarahan disfungsional atau fungsional pada uterus dan vagina NOS N93.6) N93. tidak dijelaskan Perdarahan tak teratur NOS. N91.1 Amenorrhoea sekunder Menstruasi absen pada wanita yang sebelumnya pernah menstruasi. interval memendek atau perdarahan berlebihan (N92. dan jarang Kecuali: disfungsi ovarium (E28.2 Amenorrhoea.PerKes. tidak dijelaskan Hipomenorrhoea NOS N92 Menstruation berlebihan. sering. menorrhagia NOS. preclimacteric. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat N91 Menstruasi absen.6).4 Oligomenorrhoea sekunder Menstruasi yang sedikit atau jarang pada wanita yang sebelumnya menstruasi normal. N91.5) .-) N91.1) N93 Perdarahan abnormal lain pada uterus dan vagina Kecualiperdarahan vagina neonatus (P54. pseudomenstruasi (P54.1 Dyspareunia [hubungan seksual menyakitkan atau sulit pada wanita] 307 .5 Menstruasi tidak teratur lain yang dijelaskan N92. tidak dijelaskan Menstruasi absen NOS N91.1 Menstruation berlebihan dan sering dengan siklus tidak teratur Perdarahan inter-menstruasi tidak teratur Interval singkat dan tidak teratur antara perdarahan menstruasi Menometrorrhagia.9 Perdarahan abnormal pada uterus dan vagina. Created By: Subhan. sedikit.5 Oligomenorrhoea. metrorrhagia N92. premenopausal N92.3 Perdarahan ovulasi Perdarahan inter-menstruasi yang teratur N92. dan tidak teratur Kecuali perdarahan pasca-menopause (N95.4 Perdarahan berlebihan pada periode pre-menopause Menorrhagia atau metrorrhagia: climacteric. N91.2 Menstruation berlebihan ketika pubertas Perdarahan berlebihan yang berhubungan dengan dimulainya periode menstruasi Penorrhagia pubertas.0 Menstruation berlebihan dan sering dengan siklus teratur Mens berat NOS.0 Mittelschmerz [nyeri abdomen bawah ketika ovulasi] N94.0 Amenorrhoea primer Kegagalan mulainya menstruasi pada pubertas.

1 Infertilitas wanita dengan penyebab pada tuba Akibat kelainan kongenital tuba Blok.3).9 Kelainan-kelainan menopause dan perimenopause.4) N95. sterilitas wanita NOS Kecuali infertilitas relatif (N96) N97. Created By: Subhan. menyulitkan hubungan seksual] Kecuali vaginismus psikogenik (F52.3) N95. tidak dijelaskan N94.3) N95.5) N94.2 Vaginismus [kontraksi vagina menyakitkan. susah tidur.4 Dismenorrhoea primer N94. sakit kepala. oklusi.1 Hiperstimulasi ovarium 308 . AMd.3 Premenstrual tension syndrome [sindroma ketegangan menjelang menstruasi] N94.0 Infeksi akibat inseminasi buatan N98. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali dispareunia psikogenik (F52.2): osteoporosis pasca-menopause (M81. tidak dijelaskan N96 Habitual aborter Pemeriksaan atau perawatan wanita tidak hamil Infertilitas relatif Kecuali: dengan abortus saat ini (O03-O06). atau stenosis pada tuba N97.3 Infertilitas wanita dengan penyebab pada serviks N97.8 Kelainan lainnya yang dijelaskan pada menopause dan perimenopause N95. dengan fraktur patologis (M80.0 Infertilitas wanita akibat anovulasi N97.PerKes.4 Infertilitas wanita akibat faktor pria N97.3) N95. sedang hamil (O26.2) N97 Infertilitas wanita Termasuk: tidak mampu mencapai kehamilan. kurang konsentrasi Kecuali yang terkait dengan menopause buatan (N95.0 Perdarahan pasca-menopause Kecuali: yang terkait dengan menopause buatan (N95.6) N94.2 Vaginitis atrofik pasca-menopause Vaginitis (atrophic) senilis Kecuali: yang terkait dengan menopause buatan (N95.6 Dismenorrhoea.2 Infertilitas wanita dengan penyebab pada uterus Akibat kelainan kongenital uterus.8 Infertilitas wanita dengan penyebab lain N97.3 Keadaan yang terkait dengan menopause buatan Sindroma pascamenopause buatan N95. tidak dijelaskan N98 Komplikasi fertilisasi buatan N98.9 Infertilitas wanita. monimplantasi ovum N97.0).1 Keadaan menopause dan klimakterik wanita Gejala terkait menopause: flushing.0) perdarahan berlebihan pada periode menopause (N92. urethritis pasca-menopause (N34.8 Kondisi lain yang dijelaskan pada organ genital wanita dan siklus menstruasi N94.9 Kondisi yang tidak dijelaskan pada organ genital wanita dan siklus menstruasi N95 Kelainan menopause dan perimenopause lainnya Kecuali: menopause prematur NOS (E28.5 Dismenorrhoea sekunder N94.

Created By: Subhan.2 Komplikasi usaha memasukkan telur setelah fertilisasi in vitro N98.8 Komplikasi lain fertilisasi buatan Komplikasi inseminasi buatan dari: donor atau suami N98.1).9 Kelainan sistem genitourinarius pasca-prosedur.c.1) cystitis irradiasi (N30. keadaan yang terkait dengan menopause buatan (N95.2 Adhesi vagina pasca-bedah N99. tidak dijelaskan Kelainan lain sistem genitourinarius (N99) N99 Kelainan sistem genitourinarius pasca-prosedur. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Hiperstimulasi ovarium: NOS.0 Gagal ginjal pasca-prosedur N99.3 Prolaps atap vagina setelah histerectomi N99. n. tidak dijelaskan 309 . AMd. Kecuali: osteoporosis pasca-oophorectomy (M81. dengan fraktur patologis (M80.PerKes.4 Adhesi peritoneum pelvis pasca-prosedur N99.e.3 Komplikasi usaha memasukkan embryo pada embryo transfer N98.3) N99.8 Kelainan pasca-prosedur lain pada sistem genitourinarius Residual ovary syndrome N99. akibat ovulasi yang diinduksi N98.5 Malfungsi stoma external saluran kemih N99.1 Striktura uretra pasca-prosedur Striktura uretra pasca-kateterisasi N99.4).9 Komplikasi fertilisasi buatan.

untuk identifikasi komplikasi. dan postnatal. kalau perlu. proteinuria dan hipertensi pada hamil.0) supervisi: kehamilan resiko tinggi (Z35.PerKes.0) osteomalasia nifas (M83.-.-). delivery (kelahiran).-) Bab ini berisi blok-blok berikut: O00-O08 Edema. kelahiran. DAN NIFAS (O00-O99) Bab ini berisi kode yang menjelaskan semua kondisi obstetrik. Cara lain untuk mengingat urutan adalah menurut pembagian periode antenatal. yaitu sejak pembentukan awal janin sampai melahirkan dan selanjutnya masa nifas.7) 310 . dan puerperal (nifas).1) O00. not elsewhere classified Kehamilan yang berakhir dengan abortus (O00-O08) Kecuali: penerusan hamil gestasi ganda yang satu janin atau lebih telah abortus (O31. Kecuali: penyakit human immunodeficiency virus [HIV] (B20-B24) cedera. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XV. melahirkan dan nifas O20-O29 Kelainan maternal lain yang umumnya berhubungan dengan kehamilan O30-O48 Asuhan ibu yang berhubungan dengan fetus dan cairan amnion. O00. Blok-blok kode tersusun menurut kemajuan kehamilan. Term terbaik yang dipakai untuk mulai adalah abortion (terdapat Tabel untuk membantu menentukan kode komplikasi). labour (usaha melahirkan).3) asuhan ibu untuk janin hidup pada hamil abdomen (O36.-) tetanus obstetris (A34) nekrosis kelenjar pituitary postpartum (E23. pregnancy (terutama pada „complicated by‟ dan „management affected by‟). AMd. MELAHIRKAN. kehamilan normal (Z34. KEHAMILAN. Masa obstetrik adalah dari konsepsi sampai dengan 42 hari (6 minggu) setelah melahirkan. Pencarian entri beberapa kondisi obstetrik pada volume 3 (Indeks Alfabet) tidak selalu menuju sasaran secara langsung. keracunan dan akibat lain tertentu dari penyebab luar (S00-T98) kelainan jiwa dan tingkah laku yang berhubungan dengan nifas (F53.0 Kehamilan abdomen Kecuali: lahir hidup pada kehamilan abdomen (O83. dan kemungkinan timbulnya masalah melahirkan O60-O75 Komplikasi labour dan delivery O80-O84 Delivery O85-O92 Komplikasi yang terutama berhubungan dengan nifas O95-O99 Kondisi obstetrik lain. Ectopic pregnancy Termasuk: ruptured ectopic pregnancy – kehamilan ektopik terganggu (KET) Gunakan kode tambahan dari O08.

0) mola: hydatidiformis (O01. Inkomplit.1.9 Produk abnormal pembuahan.0) O02.2. O00.0. mural (dinding). Ovum patologis O02.0) O02. Inkomplit. Inkomplit.0 .PerKes.-.1 Kehamilan tuba Kehamilan Fallopii. untuk identifikasi komplikasi.0 Blighted ovum dan mola non-hydatidiformis Mole: carneous. dengan komplikasi infeksi saluran genital dan pelvik dengan kondisi pada O08.9 Kehamilan ektopik. Created By: Subhan. Komplit atau tidak jelas.2 .0) mola: hydatidiformis (O01. komplikasi perdarahan terlambat dan berlebihan 311 . kalau perlu.2 Kehamilan ovarium O00.8 Kehamilan ektopik lain Kehamilan pada servix. Komplit atau tidak jelas. non-hydatidiformis (O02. dengan komplikasi perdarahan terlambat dan berlebihan dengan kondisi pada O08.1 .0 Hydatidiform mole klasik Hhydatidiform mole komplit O01. intrauterine NOS.5. dengan komplikasi lain dan tidak dijelaskan dengan kondisi pada O08. Inkomplit. tidak dijelaskan O01 Hydatidiform mole Gunakan kode tambahan dari O08. dengan komplikasi infeksi saluran genital dan pelvik dengan kondisi pada O08.3 – O08.9 .-).8 Produk abnormal lain pembuahan yang disebutkan Kecuali: dengan: blighted ovum (O02. interligamen. fleshy. Inkomplit. untuk identifikasi komplikasi.-.0 . AMd. tanpa komplikasi .-).9 Hydatidiform mole. Kecuali: malignant hydatidiform mole (D39. non-hydatidiformis (O02. tidak dijelaskan Penyakit trofoblast NOS.1 Missed abortion Kematian janin dini dengan retensi janin mati Kecuali: missed abortion dengan: blighted ovum (O02. dengan komplikasi embolisme dengan kondisi pada O08. mola vesicularis NOS O02 Produk abnormal lain dari pembuahan Gunakan kode tambahan dari O08. ruptur tuba akibat hamil.6.1 Hydatidiform mole tidak komplit dan parsial O01. kalau perlu. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O00.0) O02.2) O01. kornu (instersititalis).3. abortus tuba O00.4. Kecuali: Papyraceous fetus (O31. tidak dijelaskan Subdivisi karakter keempat berikut digunakan pada kategori O03-O06: Note: Abortus inkomplit melibatkan hasil konsepsi yang tertinggal setelah abortus .

8 Usaha abortus gagal lain dan tidak jelas. dengan komplikasi lain dan tidak jelas dengan kondisi pada O08. Usaha abortus yang gagal NOS O08 Komplikasi abortus dan hamil ektopik atau mola Catatan: Kode ini disediakan terutama untuk pengkodean morbiditas O08.7 Usaha abortus gagal lain dan tidak jelas. dengan komplikasi embolisme dengan kondisi pada O08. soap. salpingitis.1 .2 Abortus medis gagal.2) infeksi saluran kemih (O08. mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 312 .9 . udara.8. septicaemia.PerKes. Komplit atau tidak jelas. komplikasi lain dan tidak dijelaskan O07. komplikasi infeksi saluran genital dan pelvis. mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 Kecuali: embolisme septik atau septikopyemik (O08. tanpa komplikasi.0 Infeksi saluran genital dan pelvik setelah abortus. tanpa komplikasi O03 Abortus spontan Termasuk: keguguran: O04 Abortus medis Termasuk: pengakhiran kehamilan secara legal atau untuk terapi: O05 Abortus lain O06 Abortus yang tidak dijelaskan Termasuk: abortus induksi NOS O07 Usaha abortus yang gagal Termasuk: usaha induksi abortus yang gagal Kecuali: abortus inkomplit (O03-O06) O07.1 Perdarahan terlambat atau berlebihan setelah abortus. mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 O08. Created By: Subhan. NOS O07. komplikasi embolisme O07.3 – O08. komplikasi perdarahan terlambat atau berlebihan O07.5 Usaha abortus gagal lain dan tidak jelas. oophoritis. Endometritis. komplikasi embolism O07. Embolism: NOS. bekuan darah.0 Abortus medis gagal. defibrination syndrome. amniotic fluid. pulmonary. intravascular coagulation.8) O08. komplikasi perdarahan terlambat atau berlebihan O07. komplikasi infeksi saluran genital dan pelvis O07. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat dengan kondisi pada O08. Pelvic peritonitis.2 . pyaemic.9.2 Embolisme setelah abortus.9 Usaha abortus gagal lain dan tidak jelas.4 Abortus medis gagal. Komplit atau tidak jelas. sepsis. septic or septicopyaemic.7.1 Abortus medis gagal. Afibrinogenaemia. Komplit atau tidak jelas. O07. AMd. hamil ektopik dan mola. salpingo-oophoritis. komplikasi tidak jelas O07.6 Usaha abortus gagal lain dan tidak jelas. hamil ektopik dan mola. septic shock. tanpa komplikasi. parametritis.3 Abortus medis gagal. kehamilan ektopik dan mola.

3 Shock setelah abortus. tidak dijelaskan Komplikasi tidak dijelaskan yang mengikuti kondisi pada O00-O07 O08 Komplikasi setelah abortus.0) O08. Sebagai kode tambahan dipilih O08.3 (syok setelah abortus. kehamilan ektopik dan mola Gangguan keseimbangan elektrolit mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 O08. mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07) O08.5 Kelainan metabolik setelah abortus. ) mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 Kecuali: septic shock (O08. Spesialisasi: Ginekologi. uraemia. bowel. Kode : Perdarahan terlambat dan berlebihan setelah abortus dan kehamilan ektopik dan mola (O08.7 Komplikasi lain vena setelah abortus. misalnya komplikasi abortus sebelumnya.PerKes. Kode lain tidak perlu karena abortus dilakukan pada episode perawatan yang berbeda.1) sebagai „KU‟. shock (postoperative). broad ligament.6 (kerusakan organ dan jaringan pelvis setelah abortus. Ia bisa digunakan sebagai kode tambahan pada kategori O00-O02 untuk identifikasi komplikasi. tear atau kerusakan kimiawi pada bladder. atau O03-O07 untuk memberikan detil komplikasi yang lebih jelas. kehamilan ektopik dan mola Kode-kode ini tidak digunakan untuk „KU‟. renal tubulkar necrosis. Kode : Kehamilan tuba yang ruptur (O00. periurethral tissue. Spesialisasi : Ginekologi. Kecuali kalau episode perawatan adalah untuk mengatasi komplikasi. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O08. kehamilan ektopik dan mola Circulatory collapse. Untuk kode tambahan bisa dipakai O08. kehamilan ektopik dan mola).8 Komplikasi lain setelah abortus.1) sebagai „KU‟. Created By: Subhan. cervix. renal shutdown. kehamilan ektopik dan mola Cardiac arrest (serangan jantung). AMd. Kode : Abortus tidak komplit dengan komplikasi lain atau tidak dijelaskan (O06.6 Kerusakan pada organ dan jaringan pelvik yang mengikuti kondisi pada O00-O07 Lacserasi. KU : Abortus inkomplit dengan rahim tembus. Gagal ginjal (akut). perforasi. infeksi saluran kemih. yang mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 O08. yang mengikuti kondisi yang diklasifikasikan pada O00-O07 O08. kehamilan ektopik dan mola. KU : Disseminated intravascular coagulation setelah abortus di tempat lain.9 Komplikasi setelah abortus. kehamilan ektopik dan mola Oliguria. Contoh Kondisi utama : Ruptura kehamilan tuba dengan syok.3) sebagai „KU‟.4 Gagal ginjal setelah abortus. Spesialisasi : Ginekologi. kehamilan ektopik dan mola). kehamilan ektopik dan mola O08. uterus. 313 .

atau albuminuria. atau nyeri perut memiliki preeklampsia berat. edema yang nyata. Pre-eklampsia ringan O14 Hipertensi akibat kehamilan dengan proteinuria yang nyata Kecuali: pre-eklampsia yang timbul pada masalah lain (superimposed pre-eclampsia) (O11) O14.sebagai alasan asuhan obstetrik selama KMN O10.2 Edema akibat kehamilan dengan proteinuria O13 Hipertensi akibat kehamilan tanpa proteinuria yang nyata Hipertensi akibat kehamilan (gestational hypertension) NOS..sebagai alasan asuhan obstetrik selama KMN O10. Wanita hamil dengan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.PerKes. atau tekanan darahnya naik 30 mmHg (sistolik) atau 15 mmHg (diastolik) walau pun tidak melebihi 140/90 mmHg harus dianggap preeklampsia. tidak dijelaskan 314 .sebagai alasan asuhan obstetrik selama KMN O10. proteinuria dan kelainan hipertensi pada kehamilan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Edema.9 Pre-eklampsia. Eklampsia adalah kejang atau koma tanpa penyebab lain yang terjadi pada periode waktu yang sama..yang dipersulit oleh peningkatan proteinuria Pre-eclampsia yang timbul pada masalah lain (superimposed pre-eclampsia) O12 Edema dan proteinuria akibat kehamilan [gestational] tanpa hipertensi O12.4 Hipertensi sekunder yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Setiap kondisi pada I15. albuminuria >3+.1 Pre-eklampsia berat O14.sebagai alasan asuhan obstetrik selama KMN O10.2 Penyakit ginjal hipertensif yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Setiap kondisi pada I12.. edema muka atau tangan.0 Pre-eklampsia sedang O14.1 Penyakit jantung hipertensif yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Setiap kondisi pada I11. O10 Hipertensi yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Termasuk: kondisi berikut dengan proteinuria yang telah ada sebelumnya Kecuali: yang terjadi dengan proteinuria yang meningkat atau yang timbul kemudian (O11) O10. edema yang tidak responsif. AMd. gangguan penglihatan. Pasien dengan tekanan darah 150/110 mmHg. melahirkan dan nifas (“KMN”) (O10-O16) Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi dengan albuminuria atau edema antara kehamilan 20 minggu dan akhir minggu pertama pascalahir. Preeklampsia ringan muncul sebagai hipertensi perbatasan.0 Hipertensi esensial yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Setiap kondisi pada I10 sebagai alasan asuhan obstetrik selama KMN O10.1 Proteinuria akibat kehamilan (gestational proteinuria) O12. albuminuria >1+.0 Edema akibat kehamilan (gestational oedema) O12.9 Hipertensi yang tidak jelas yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN O11 Kelainan hipertensi yang sebelumnya telah ada diperberat oleh proteinuria Kondisi pada O10...3 Penyakit jantung dan ginjal hipertensif yang sebelumnya telah ada mempersulit KMN Setiap kondisi pada I13. Created By: Subhan.

dengan kekacauan metabolik seperti: kehabisan karbohidrat. dan mungkin melahirkan (O30-O48) Penyakit ibu yang bisa diklasifikasikan di tempat lain. atau gangguan keseimbangan elektrolit O21. ringan atau tidak dijelaskan.9 Muntah pada kehamilan. Created By: Subhan.2 Eklampsia pada nifas O15. tapi mempersulit KMN (O98- O99) O20 Perdarahan pada kehamilan dini Kecuali: hamil yang berakhir dengan abortus (O00-O08) O20. dehidrasi dan asidosis/ketosis. tidak dijelaskan 315 . tapi berat badan terus bertambah dan tanpa dehidrasi. amnion.PerKes. dimulai sebelum akhir minggu ke-22 kehamilan.0 Hyperemesis gravidarum ringan Hyperemesis gravidarum.8 Perdarahan lain pada kehamilan dini O20. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O15 Eklampsia Termasuk: kejang yang terjadi setelah timbulnya kondisi O10-O14 dan O16 O15. tidak dijelaskan O21 Muntah berlebihan pada kehamilan Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah selama hamil yang menyebabkan berat badan berkurang.. O21..dan O25 melibatkan kondisi berikut walau pun terjadinya bisa pada waktu melahirkan atau nifas. kalau diinginkan. Kecuali: Asuhan ibu untuk masalah janin.e. dimulai sebelum akhir minggu ke-22 kehamilan O21.1 Eklampsia pada waktu melahirkan O15. abortus imminens) Perdarahan yang dinyatakan sebagai akibat ancaman abortus O20.9 Perdarahan pada kehamilan dini. untuk identifikasi penyebab O21..0 Threatened abortion (ancaman abortus:.9 Eklampsia: tidak dijelaskan waktunya.0 Eklampsia pada kehamilan O15.2 Late vomiting of pregnancy Muntah berlebihan yang dimulai setelah 22 minggu kehamilan O21. NOS O16 Hipertensi maternal yang tidak dijelaskan Hipertensi sementara pada kehamilan Kelainan maternal lain pada kehamilan (O20-O29) Catatan: Kategori-kategori O24. Keadaan ini berbeda dari „morning sickness‟ dengan mual dan muntah. AMd. dehidrasi.1 Hyperemesis gravidarum dengan kekacauan metabolik Hyperemesis gravidarum. ringan atau tidak dijelaskan. mempersulit kehamilan Gunakan kode tambahan.8 Muntah lain yang mempersulit kehamilan Muntah akibat penyakit c.

9 Komplikasi vena pada kehamilan. sebagai komplikasi dari: abortus.0 Infeksi ginjal pada kehamilan O23.-) O22. Created By: Subhan. thrombosis NOS O23 Infeksi saluran genitourinarius pada kehamilan O23.0 Peningkatan berat badan berlebihan pada kehamilan Kecuali: gestational oedema (edema akibat kehamilan) (O12.9 Infeksi saluran genitourinarius lain dan tidak dijelaskan pada kehamilan Infeksi saluran genitourinarius pada kehamilan NOS O24 Diabetes mellitus pada kehamilan Termasuk: pada kelahiran dan nifas O24.2 Thrombophlebitis superfisial pada kehamilan Thrombophlebitis tungkai pada kehamilan O22.2 Infeksi urethra pada kehamilan O23.0 Pelebaran vena (varicose vein) anggota bawah pada kehamilan Pelebaran vena NOS pada kehamilan O22.2) 316 . O12.1 Infeksi kandung kemih pada kehamilan O23.-). insulin-dependent O24.9 Diabetes mellitus pada kehamilan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O22 Komplikasi vena pada kehamilan Kecuali: embolisme pulmonalis pada obstetri (O88. phlebopati NOS.4 Haemorrhoids pada kehamilan O22. O08.1 Varises genitalia pada kehamilan Varises perineum.7). non-insulin-dependent O24.3 Diabetes mellitus yang tidak dijelaskan yang sebelumnya telah ada O24.2 Diabetes mellitus akibat malnutrisi yang sebelumnya telah ada O24. tidak dijelaskan Gestational: phlebitis NOS. melahirkan dan nifas (O87.5 Infeksi saluran genital pada kehamilan O23.3 Phlebothrombosis profunda pada kehamilan Thrombosis vena profundus.4 Infeksi saluran urinarius yang tidak dijelaskan pada kehamilan O23.4 Diabetes mellitus yang muncul sewaktu hamil Gestational diabetes mellitus (diabetes mellitus akibat kehamilan) NOS O24. atau vulva pada kehamilan O22.5 Thrombosis vena serebrealis pada kehamilan Thrombosis sinus serebro-venosa pada kehamilan O22. vagina. hamil ektopik atau mola (O00-O07.3 Infeksi bagian lain saluran urinarius pada kehamilan O23. tidak dijelaskan O25 Malnutrisi pada kehamilan Malnutrisi pada kelahiran dan nifas O26 Asuhan ibu untuk kondisi lain yang banyak berhubungan dengan kehamilan O26.PerKes.0 Diabetes mellitus yang sebelumnya telah ada. AMd.0.1 Diabetes mellitus yang sebelumnya telah ada. antepartum O22.8 Komplikasi vena lainnya pada kehamilan O22.

4) O26. O29.9 Kondisi akibat kehamilan.3 Reaksi toksik terhadap anestesia lokal selama kehamilan O29.1 Komplikasi anestesia pada jantung selama kehamilan Gagal jantung.4 Herpes gestationis – herpes akibat kehamilan O26.2 Penemuan sitologis abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28.6) O26.4 Penemuan radiologis abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28.2 Perawatan kehamilan untuk abortus habitualis Kecuali: orang dengan abortus habitualis: yang sekarang abortus (O03-O06). cardiac arrest atau failure akibat anestesia selama kehamilan O29.4 Sakit kepala akibat anestesia spinal dan epidural selama kehamilan 317 .1 Peningkatan berat badan kurang pada kehamilan O26.5 Penemuan kromosom dan genetik abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28. neuritis perifer. AMd.1 Penemuan biokimiawi abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28.0 Penemuan hematologis abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28.e.5 Sindroma hipotensi ibu Sindroma hipotensi pada posisi telentang O26. yang sekarang tidak hamil (N96) O26. amnion atau melahirkan (O30-O48) O28. – see Alphabetical Index perawatan ibu untuk masalah janin.8 Penemuan abnormal lain pada pemeriksaan antenatal ibu O28.3 Penemuan ultrasonik abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu O28. Created By: Subhan. tidak dijelaskan O28 Penemuan abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu Kecuali: penemuan diagnostik c. atau penyakit ginjal akibat kehamilan O26.2 Komplikasi anestesia pada sistem syaraf pusat selama kehamilan Anoksia serebri akibat anestesia selama kehamilan O29. sindroma Mendelson (pneumonitis setelah aspirasi asam lambung). kehamilan ektopik atau mola (O00-O08). Kecuali: komplikasi anestesia sewaktu: abortus.3 Intrauterine contraceptive device (IUD – „spiral‟) tertahan pada kehamilan O26. inhalasi isi atau sekresi lambung NOS.-) nifas (O89.-) O29.8 Kondisi lain yang dijelaskan akibat kehamilan Lemah dan lelah.6 Kelainan hati pada KMN Kecuali: sindroma hepatorenal setelah melahirkan (O90.7 Subluxasio symphysis (pubis) in KMN Kecuali: pemisahan traumatika symphysis (pubis) waktu melahirkan (O71.9 Penemuan abnormal lain pada pemeriksaan antenatal ibu.0 Komplikasi anestesia pada paru-paru selama kehamilan Akibat anestesia selama kehamilan pneumonitis aspirasi. tidak dijelaskan O29 Komplikasi anaesthesia selama kehamilan Termasuk: komplikasi ibu akibat pemberian anestetik umum atau lokal. melahirkan (O74. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O26.PerKes. atau kolaps paru-paru akibat tekanan. analgesik atau penenang lain selama kehamilan.

dan bokong („breech‟) atau sungsang. Created By: Subhan.7). (O63. kelainan dan masalah janin. antenatal care. yaitu ubun-ubun kecil di anterior ibu. AMd.8 Komplikasi lain anestesia selama kehamilan O29. kelainan presentasi (letak dan bagian terdepan) janin. Kehamilan ganda NOS O31 Komplikasi yang khusus pada kehamilan ganda Kecuali: malpresentasi dari satu atau lebih janin (O32.-) O32.1 Triplet pregnancy – hamil kembar tiga O30.8 Komplikasi lain khusus untuk kehamilan ganda O32 Asuhan ibu untuk malpresentasi fetus yang diketahui atau dicurigai. perawatan.2). Kecuali: kondisi berikut dengan obstruksi persalinan (O64. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O29. kelainan plasenta.9 Kehamilan ganda. disproporsi (kesenjangan perbandingan ibu dan janin). persalinan palsu. muka. dahi.8 Kehamilan ganda lainnya O30.5 Komplikasi lain akibat anestesia spinal dan epidural selama kehamilan O29. kelahiran tertunda kembaran kedua dari kehamilan ganda. kelainan cairan dan selaput amnion. dan intervensi prosedur sewaktu melahirkan. Presentasi normal adalah ‘occiput anterior’. tidak dijelaskan Asuhan ibu sehubungan dengan masalah janin.6 Intubasi (pemasukan tabung/selang) yang gagal atau sulit selama kehamilan O29. Fetus compressus O31. Kondisi tersebut adalah kehamilan ganda.2 Penerusan kehamilan setelah kematian intrarahim satu janin atau lebih O31. O30 Multiple gestation (kehamilan ganda) Kecuali: komplikasi yang khusus pada kehamilan ganda (O31.0 Asuhan ibu untuk letak (lie) anak yang tidak stabil 318 . Kode ini bisa dipakai untuk menjelaskan alasan asuhan saat admisi untuk pengakhiran kehamilan.0 Twin pregnancy – hamil kembar dua O30. seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai. kelainan organ pelvik.-) O30.9 Komplikasi anestesia selama kehamilan.5). dan kehamilan memanjang (lebih dari 42 minggu). Presentasi lain bisa „occiput posterior‟. Presentasi bahu bisa terjadi ketika janin melintang (oblique or transverse) terhadap ibu. kembar siam penyebab disproporsi (O33. induksi persalinan.2 Quadruplet pregnancy – hamil kembar empat O30. atau asuhan obstetri lain. dengan obstructed labour – kelahiran terhalang (O64-O66) O31. Termasuk: kondisi berikut sebagai alasan untuk: observasi. amnion dan mungkin melahirkan (O30-O48) Blok ini cukup besar dan mencakup berbagai kondisi yang digunakan untuk kode alasan asuhan untuk ibu. O31.PerKes.0 Papyraceous fetus.1 Penerusan kehamilan setelah satu janin atau lebih abortus. tidak dijelaskan.

1 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan panggul secara umum Penyempitan pelvis NOS menyebabkan disproporsi O33.4 Asuhan ibu untuk kepala yang masih tinggi di saat term (cukup bulan) Kegagalan kepala janin memasuki pelvic brim (pinggir atas panggul) O32.5 Asuhan ibu untuk hamil ganda dengan malpresentasi 1 janin atau lebih O32.1 Asuhan ibu untuk tumor korpus uteri Asuhan ibu untuk: polip korpus uteri. perawatan.8 Asuhan ibu untuk disproporsi dengan penyebab lain O33.PerKes.3 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan outlet panggul Penyempitan rongga tengah panggul menyebabkan disproporsi Penyempitan pintu bawah panggul (outlet) menyebabkan disproporsi O33.2 Asuhan ibu untuk letak transversa dan oblique („lintang‟) Presentasi: transversa. seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai.5 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat janin yang besar dari biasanya Disproporsi akibat janin dengan janin yang terbentuk normal. hidrops.6 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat janin hydrocephalus O33. meningomyelocele.0 Asuhan ibu untuk malformasi kongenital uterus Asuhan ibu untuk: double uterus. fetopelvik NOS O34 Asuhan ibu untuk known or suspected abnormality of pelvic organs Termasuk: kondisi berikut sebagai alasan untuk: observasi.9 Asuhan ibu untuk malpresentasi janin yang tidak dijelaskan O33 Asuhan ibu untuk disproporsi yang diketahui atau dicurigai Termasuk: kondisi berikut sebagai alasan untuk: observasi.1 Asuhan ibu untuk presentasi sungsang O32. Created By: Subhan.9 Asuhan ibu untuk disproporsi. Kecuali: kondisi berikut dengan dengan obstruksi persalinan (O65-O66) O33.3 Asuhan ibu untuk presentasi muka. fibroid uterus Kecuali: asuhan ibu untuk tumor servix (O34. perawatan. teratoma sakrum.7 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat deformitas janin lainnya Disproporsi akibat: kembar siam janin dengan: asites.8 Asuhan ibu untuk malpresentasi lain janin O32.5) O34.6 Asuhan ibu untuk presentasi campuran („compound‟) O32. dahi. tidak dijelaskan Disproporsi: sefalopelvik NOS. atau asuhan obstetri lain. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O32. seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai. dan dagu O32.0 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat deformasi tulang pelvik ibu Deformitas pelvik menyebabkan disproporsi NOS O33. AMd. disproporsi janin NOS O33.2 Asuhan ibu untuk disproporsi akibat penyempitan inlet panggul Penyempitan pintu atas (inlet) panggul menyebabkan disproporsi O33.4) O34. oblique O32. tumor O33. atau asuhan obstetri lain. uterus bicornis O34.4 Asuhan ibu untuk disproporsi campuran yang berasal dari ibu dan janin O33. Kecuali: kondisi berikut dengan dengan obstruksi persalinan (O65.2 Asuhan ibu akibat jaringan parut dari pembedahan sebelumnya Asuhan ibu untuk jaringan parut seksio sesar sebelumnya 319 .

lantai pelvik kaku. tumor.9 Asuhan ibu untuk kelainan organ pelvik yang tidak dijelaskan O35 Asuhan ibu untuk kelainan dan kerusakan janin yang diketahui atau dicurigai Termasuk: kondisi berikut pada janin sebagai alasan untuk: observasi.1 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kelainan kromosom pada janin O35. pemeriksaan darah.8 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kelainan dan kerusakan lain pada janin Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat listeriosis atau toxoplasmosis ibu O35.-) O35.8 Asuhan ibu untuk kelainan lain pada organ pelvik Asuhan ibu untuk: cystocele.1) O35. tumor. perineum kaku. Kecuali: asuhan ibu untuk disproporsi yang diketahui atau dicurigai (O33.1) O34. operasi sebelumnya pada perineum atau vulva. biopsi.5 Asuhan ibu untuk kelainan lain pada uterus hamil Asuhan ibu untuk: inkarserasi (terjepit). perawatan.4 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat alkohol O35.7 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat prosedur medis lain Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat: amniocentesis. atau retroversi uterus hamil O34.5 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat obat-obatan Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat addiksi obat Kecuali: fetal distress ketika melahirkan akibat pemberian obat (O68. seksio cesar sebelum persalinan (kala I) dimulai. atau asuhan obstetri lain. rectocele. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: kelahiran per vaginam setelah seksio sesar sebelumnya NOS (O75. operasi sebelumnya.PerKes.2 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) penyakit herediter pada janin Kecuali: kelainan kromosom pada janin (O35. Kecuali: asuhan untuk varises vagina pada kehamilan (O22.7) O34.3 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat penyakit virus ibu Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat infeksi cytomegalovirus atau rubella pada ibu O35.4 Asuhan ibu untuk kelainan lain servix Asuhan ibu untuk: polyp.3 Asuhan ibu untuk inkompetensi servix Asuhan ibu untuk cerclage (penjahitan servix) atau sutura Shirodkar dengan or tanpa disebutkan inkompetensi servix O34. AMd. perbaikan lantai pelvik (sebelumnya).9 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kelainan dan kerusakan janin yang tidak dijelaskan O36 Asuhan ibu untuk masalah lain yang diketahui atau dicurigai pada janin 320 . IUD. septate vagina (berseptum) striktura.7 Asuhan ibu untuk kelainan vulva dan perineum Asuhan ibu untuk: fibrosis perineum.-) O35. striktura atau stenosis servix O34.0 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) malformasi sistem syaraf pusat pada janin Asuhan ibu untuk (kecurigaan) fetal: anencephaly. tumor vulva. pendulous abdomen (berayun) O34. spina bifida Kecuali: kelainan kromosom pada janin (O35. operasi intra-uterus O35. operasi sebelumnya pada vagina. Kecuali: asuhan untuk varises perineum dan vulva pada kehamilan (O22.6 Asuhan ibu untuk (kecurigaan) kerusakan janin akibat radiasi O35.1) O34.6 Asuhan ibu untuk kelainan vagina Asuhan ibu untuk: stenosis vagina (didapat)(kongenital). prolaps.1) O35. Created By: Subhan.

0 Oligohydramnios Oligohydramnios tanpa disebutkan ketuban pecah O41.5). persalinan diperlambat oleh terapi O42.1) O36. placenta praevia (O44.1 Premature rupture of membranes. perawatan atau asuhan obstetri lain. pemisahan prematur plasenta [abruptio placentae] (O45.-) O41.PerKes.0 Asuhan ibu untuk isoimunisasi rhesus Antibodi Anti-D [Rh].6 Asuhan ibu untuk pertumbuhan janin berlebihan Asuhan ibu untuk janin large-for-dates yang diketahui atau dicurigai O36.-) sindroma transfusi plasenta (O43. maternofetal. persalinan dimulai setelah 24 jam Kecuali: dengan persalinan diperlambat oleh terapi (O42.0) O36.0 Premature rupture of membranes. yang diketahui atau dicurigai O36.5 Asuhan ibu untuk pertumbuhan janin yang lambat Asuhan ibu untuk berat badan rendah (light-for-dates). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: kondisi berikut pada janin sebagai alasan untuk: observasi. placentitis O41.ketuban pecah dini O42. ukuran badan kecil (small-for- dates).8 Kelainan lain cairan dan selaput ketuban yang dijelaskan O41.-).8 Asuhan ibu untuk masalah lain janin yang diketahui O36.0 Placental transfusion syndromes Transfusi: fetomaternal. AMd. atau insufisiensi plasenta.9 Premature rupture of membranes.1 Asuhan ibu untuk other isoimunisasi Isoimunisasi ABO. Created By: Subhan. inkompatibilitas Rh (dengan hydrops fetalis) O36.2) O42. tidak berhubungan dengan isoimunisasi O36. tidak dijelaskan O43 Kelainan plasenta Kecuali: asuhan ibu untuk pertumbuhan janin yang lambat akibat insufisiensi plasenta (O36. membranitis. Kecuali: kelahiran yang dipersulit oleh stress [distress] janin (O68.2 Premature rupture of membranes. atau untuk pengakhiran kehamilan. persalinan dimulai dalam 24 jam O42.-) O43.3 Asuhan ibu untuk tanda-tanda hipoksia janin O36. isoimunisasi NOS (dengan hydrops fetalis) O36.7 Asuhan ibu untuk janin hidup pada kehamilan abdomen O36. chorioamnionitis.1 Infeksi kantong dan selaput ketuban (amnion) Amnionitis.2 Asuhan ibu untuk hydrops fetalis Hydrops fetalis: NOS.9 Asuhan ibu untuk masalah janin yang tidak dijelaskan O40 Polyhydramnios Hydramnios O41 Kelainan lain pada cairan dan selaput ketuban Kecuali: ketuban pecah dini – premature rupture of membranes (O42.4 Asuhan ibu untuk kematian intrauterus Kecuali: missed abortion (O02.9 Kelainan cairan dan selaput ketuban yang tidak dijelaskan O42 Premature rupture of membranes . twin-to-twin 321 .

DIC. AMd. DIC. hyperfibrinolysis. pemisahan prematur [abruptio] plasenta (O45. infark plasenta O43.0 Kegagalan induksi persalinan medis Kegagalan induksi (persalinan) medis dengan: oxytocin.4) O45 Pemisahan prematur plasenta [abruptio placentae] O45.0 Pemisahan prematur plasenta dengan cacad koagulasi Abruptio placentae dengan perdarahan (berlebihan) akibat: afibrinogenaemia. hypofibrinogenaemia O45. perdarahan intrapartum NEC (O67. hypofibrinogenaemia O46. not elsewhere classified Kecuali: perdarahan pada kehamilan dini (O20. NOS atau dengan perdarahan.PerKes. hyperfibrinolysis. tidak dijelaskan O47 False labour – persalinan palsu O47.1 False labour pada atau setelah 37 minggu kehamilan O47.-) O46. Placenta praevia: marginal.9 Perdarahan antepartum.-). Kegagalan induksi persalinan O61. partial atau total. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O43.0 False labour sebelum 37 minggu kehamilan O47.9 Kelainan plasenta. tidak dijelaskan O48 Prolonged pregnancy Post-dates.1 Placenta praevia dengan perdarahan Implantasi rendah plasenta. post-term Komplikasi persalinan dan kelahiran (O60-O75) O60.8 Kelainan lain plasenta: disfungsi plasenta. Created By: Subhan.9 False labour.8 Perdarahan antepartum lainnya O46. NOS atau dengan perdarahan Kecuali: persalinan yang dipersulit oleh perdarahan dari vasa praevia (O69. prostaglandins O61.1 Malformasi plasenta Plasenta abnormal NOS. plasenta circumvallata O43.-) placenta praevia (O44.8 Pemisahan prematur lainnya pada plasenta O45. Kelahiran preterm Awal persalinan (spontan) sebelum lengkap 37 minggu kehamilan O61. tidak dijelaskan Abruptio placentae NOS O46 Perdarahan antepartum.-).0 Placenta praevia yang dinyatakan tanpa perdarahan Implantasi rendah plasenta yang dinyatakan tanpa perdarahan O44. tidak dijelaskan O44 Placenta praevia O44.0 Perdarahan antepartum dengan cacad koagulasi Perdarahan antepartum (berlebihan) akibat: afibrinogenaemia.9 Pemisahan prematur plasenta.1 Kegagalan induksi persalinan dengan instrumen 322 .

oksipito-sakrum.0 Kontraksi inadekuat primer Kegagalan dilatasi servix Disfungsi hipotonik primer uterus O62. oksipito-transversa O64. Created By: Subhan.9 Kelainan tenaga persalinan. distosia cincin kontraksi [distosia = susah melalui jalan lahir] Kontraksi tetanik. AMd. NOS [Partus lama sering berarti “partus terlantar” yang kodenya bukan disini] O64. kontraksi hour-glass uterus. bedah O61.2 Inersi lain uterus Atonia uterus.2 Kelahiran bayi kedua. tidak dijelaskan O62.5 Persalinan terhambat akibat presentasi campuran O64. Kelainan tenaga persalinan O62. disfungsi hipertonik uterus Partus tidak teratur.1 Persalinan terhambat akibat presentasi sungsang O64.9 Kegagalan induksi persalinan.3 Precipitate labour – persalinan yang cepat [partus presipitatus] O62. persalinan desultory (kontraksi tak teratur) kontraksi lemah. inersia uterus NOS. persalinan irreguler.9 Persalinan terhambat akibat malposisi dan malpresentasi yang tidak dijelaskan O65.2 Persalinan terhambat akibat presentasi muka Persalinan terhambat akibat presentasi dagu O64.4 Persalinan terhambat akibat presentasi bahu Prolapsed arm (lengan „menumbung‟) Kecuali: bahu terhambat atau distosia bahu (O66.3 Persalinan terhambat akibat presentasi dahi O64.PerKes.0 Persalinan terhambat akibat rotasi kepala janin tidak sempurna Deep transverse arrest Persalinan terhambat akibat (posisi) persisten: oksipito-iliaka.9 Partus memanjang (long labour): tidak dijelaskan. disfungsi hipotonik uterus NOS O62.4 Kontraksi hipertonik uterus. dst. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kegagalan induksi (persalinan) medis secara: mekanis. tertunda O63.8 Kegagalan induksi persalinan lainnya. Long labour – partus memanjang O63.0) O64. tidak dijelaskan O63.8 Persalinan terhambat akibat malposisi dan malpresentasi lain O64. Persalinan terhambat (obstructed labour) akibat malposisi dan malpresentasi fetus O64. O61. triplet. oksipito-posterior. Persalinan terhambat akibat kelainan pelvik ibu 323 .9) O62.1 Inersia uterus sekunder Fase aktif persalinan terhenti Disfungsi hipotonik sekunder uterus O62. kerja uterus tak teratur Kecuali: distosia (janin)(maternal) NOS (O66.pada twin.1 Kala II (persalinan) memanjang – sejak pembukaan lengkap sampai lahir O63. tidak teratur dan waktunya memanjang Distosia uterus NOS.0 Kala I (persalinan) memanjang – sejak kontraksi dimulai O63.8 Kelainan lain tenaga persalinan O62.

fetal NOS.4 Kegagalan percobaan persalinan.-). tidak dijelaskan O68.8 Persalinan terhambat lain yang dijelaskan O66.8 Perdarahan intrapartum lainnya - Perdarahan intrapartum berlebihan O67. meningomyelocele. tachycardia.9 Perdarahan intrapartum. hyperfibrinolysis O67. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O65.2 Persalinan terhambat akibat penyempitan pintu atas panggul O65. Kecuali: placenta praevia (O44.5 Kegagalan penggunaan ekstraksi vakum dan forseps. afibrinogenaemia. tidak dijelaskan Dystocia: NOS.0 Persalinan terhambat akibat distosia bahu Impacted shoulders O66.PerKes. abruptio placentae (O45. AMd. sacral teratoma. hypofibrinogenaemia.1 Persalinan terhambat akibat locked twins – si kembar saling mengunci O66. atau kegagalan ekstraksi forceps disusul dengan seksio sesar O66.-).2 Persalinan terhambat akibat janin sangat besar O66.3) O65.9 Persalinan terhambat akibat kelainan pelvik ibu yang tidak dijelaskan O66.- O65. tidak dijelaskan Kegagalan ekstraksi vakum disusul dengan penggunaan forseps. tidak dijelaskan Kecuali: distosia akibat kelainan janin (O66.2 Persalinan dan kelahiran dipersulit kelainan FHR dengan meconium di cairan amnion O68.0 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh kelainan fetal heart rate (FHR) Fetal: bradycardia. asites.5 Persalinan terhambat akibat kelainan organ pelvik ibu Persalinan terhambat akibat kondisi yang tercantum pada O34.2) O68.3 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh bukti biokimiawi fetal stress Asidemia atau gangguan keseimbangan asam basa pada janin 324 . atau tumor pada janin O66. perdarahan antepartum NEC (O46.e.8 Persalinan terhambat akibat kelainan lain pelvik ibu O65. Persalinan terhambat lainnya O66. perdarahan postpartum (O72.-). janin hidrosefalus.2-O66. n. Persalinan dipersulit oleh fetal stress [distress] Termasuk: “fetal distress” pada persalinan dan kelahiran akibat pemberian obat O68.3 Persalinan terhambat akibat kelainan lain pada janin Distosia akibat: kembar siam.c.1 Persalinan terhambat akibat panggul secara umum sempit O65. Created By: Subhan.3 Persalinan terhambat akibat penyempitan pintu bawah dan rongga panggul O65. irama jantung tidak teratur Kecuali: dengan meconium di dalam cairan amnion (O68. tidak dijelaskan Kegagalan percobaan persalinan dengan kelahiran kemudian secara seksio sesar O66. hydrops. maternal NOS O67.0 Perdarahan intrapartum dengan cacad koagulasi Perdarahan (berlebihan) intrapartum akibat: DIC.0 Persalinan terhambat akibat deformasi pelvis O65.9 Persalinan terhambat. Persalinan dipersulit oleh perdarahan intrapartum.-) O67.2) O68.1 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh meconium di dalam cairan amnion Kecuali: dengan kelainan FHR (O68.4 Persalinan terhambat akibat disproporsi feto-pelvik.

1. USG O68. Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi tali pusat O69. Trauma obstetrik lainnya Termasuk: kerusakan oleh instrumen O71.8 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh bukti lain fetal stress Bukti fetal distress pada: EKG. tidak dijelaskan O69. tidak dijelaskan O70. sphincter NOS.2.0 Luka perineum tingkat satu sewaktu melahirkan Luka. yang melibatkan: lantai pelvik.9 Luka perineum sewaktu melahirkan.5 Cedera obstetrik lain pada organ pelvik 325 . labia.3 Luka obstetrik pada serviks Annular detachment of cervix .3 Luka perineum tingkat empat sewaktu melahirkan Luka. Kecuali: yang melibatkan mukosa anus atau rektum (O70.2 Luka perineum tingkat tiga sewaktu melahirkan Luka.-) O71.0.9 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh fetal stress.2 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus tersangkut lainnya Umbilikus tersangkut kusut pada kembar dengan kantong amnion tunggal Simpul pada umbilikus O69. otot vagina Kecuali: melibatkan sphincter anus (O70. yang melibatkan: septum rektovaginalis.0 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh prolaps umbilikus O69. tidak dijelaskan O71. kulit O70.3 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus pendek O69. dengan penekanan O69.1 Ruptur uterus selama persalinan Ruptur uterus yang tidak dinyatakan terjadi sebelum awal persalinan O71.1 Luka perineum tingkat dua sewaktu melahirkan Luka. atau robekan ketika melahirkan seperti O70. ruptur.0 Ruptur uterus sebelum awal persalinan O71. thrombosis pembuluh darah umbilikus O69.2) O70.4 Persalinan dan kelahiran dipersulit vasa praevia [perdarahan dari vasa praevia] O69. AMd.2 Inversi uterus postpartum O71. ruptur. O70. ruptur.4) O70. atau robek ketika melahirkan (melibatkan) fourchette (lipatan kulit di balik vulva). atau robek ketika melahirkan seperti O70. sphincter anus.9 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi umbilikus. vulva.4 Luka obstetrik tinggi tersendiri di vagina Luka dinding vagina tanpa disebutkan luka perineum Kecuali: dengan luka perineum (O70. Laserasi perineum sewaktu melahirkan Termasuk: episiotomy yang diperlebar oleh laserasi Kecuali: laserasi obstetrik tinggi tersendiri di vagina (O71.lepasnya serviks seperti cincin O71.5 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh lesi pembuluh darah umbilikus Lecet atau haematoma umbilikus.1 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh umbilikus melilit leher. otot perineum.8 Persalinan dan kelahiran dipersulit oleh komplikasi umbilikus lainnya O69. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O68. vagina. Created By: Subhan. atau robekan ketika melahirkan seperti O70.PerKes.3) O70. yang melibatkan: mukosa anus atau mukosa rektum. ruptur.

Komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran Termasuk: komplikasi maternal akibat pemberian anestetik umum atau lokal.5 Sakit kepala akibat anestesia spinal dan epidural selama persalinan dan kelahiran O74.2 Komplikasi anestesia terhadap jantung selama persalinan dan kelahiran Gagal jantung akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran O74. tidak dijelaskan O72.0 Plasenta terahan tanpa perdarahan Placenta accreta (melekat erat) tanpa perdarahan O73.9 Komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran. tanpa perdarahan Produk konsepsi tertahan setelah kelahiran. setelah kelahiran O72.3 Cacad koagulasi postpartum Afibrinogenaemia atau fibrinolysis postpartum: O73.PerKes. Tertahannya plasenta dan selaput ketuban. vagina. Postpartum haemorrhage Termasuk: perdarahan setelah kelahiran janin atau bayi O72. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Cedera obstetrik pada bladder atau urethra O71. terperangkap.4 Reaksi toksik terhadap anestesia lokal selama persalinan dan kelahiran O74. AMd.1 Kompilasi paru-paru lainnya selama persalinan dan kelahiran Kolaps tekanan pada paru-paru akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran O74.7 Intubasi gagal atau sulit selama persalinan dan kelahiran O74. atau melekat Plasenta tertinggal [retained placenta] NOS O72.1 Bagian plasenta dan membran tertahan.1 Perdarahan postpartum segera lainnya Perdarahan setelah kelahiran plasenta. tanpa perdarahan O74.0 Perdarahan kala III Perdarahan akibat plasenta tertinggal.3 Komplikasi anestesia terhadap sistem syaraf pusat selama persalinan dan kelahiran Anoksia otak akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran O74.8 Komplikasi lain anestesia selama persalinan dan kelahiran O74. tanpa perdrahan O73. Created By: Subhan. perdarahan postpartum (atonik) NOS O72. analgesia atau sedasi lain sewaktu persalinan dan melahirkan O74.6 Kerusakan obstetrik terhadap sendi dan ligamen pelvik Avulsi (lepas) obstetrik rawan bagian dalam simfisis.2 Perdarahan postpartum terlambat dan sekunder Perdarahan akibat tertahannya bagian plasenta atau membran Tertahannya produk konsepsi NOS. vulva O71.8 Trauma obstetrik lain yang dijelaskan O71.0 Pneumonitis aspirasi akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran Inhalasi isi atau sekresi lambung NOS selama persalinan dan kelahiran Sindroma Mendelson akibat anestesia selama persalinan dan kelahiran O74.6 Komplikasi lain anestesia spinal dan epidural selama persalinan dan kelahiran O74. kerusakan obstetrik koksigis O71. tidak dijelaskan 326 .7 Haematoma obstetrik pada pelvis Haematoma obstetrik: pada perineum. Pemisahan traumatika obstetrik simfisis (pubis).9 Trauma obstetrik.

Kode- kode O80-O84 bisa dipakai sebagai kode tambahan untuk menunjukkan cara atau jenis kelahiran.9 Komplikasi persalinan. infeksi nifas (O86. Komplikasi lain persalinan dan kelahiran. Untuk penggunaan kategori ini rujukan hendaknya diarahkan pada aturan dan pedomen pengkodean morbiditas pada Volume 2.-) O75. not elsewhere classified Kecuali: sepsis nifas(O85). Kondisi lain :- 327 . Seksio Sesar yang tidak dijelaskan (O82.5 Kelahiran terlambat setelah membran dipecahkan secara artifisial O75.2 Pyrexia selama persalinan dan kelahiran. not elsewhere classified O75.0) sebagai „KU‟. Kode-kode dari blok ini digunakan untuk pengkodean morbiditas primer hanya kalau tidak tercatat adanya kondisi lain yang bisa diklasifikasikan pada Chapter XV.9).4 Komplikasi lain dari operasi dan prosedur obstetrik Gagal jantung atau anoksia serebri setelah operasi sesar atau operasi dan prosedur obstetrik lainnya. tidak dijelaskan Kelahiran (O80-O84) Note: Kode O80-O84 disediakan untuk tujuan pengkodean morbiditas. AMd.7 Kelahiran per vaginam setelah seksio sesar sebelumnya O75. disrupsi (O90. kalau tidak ada data atau klasifikasi prosedur lain yang digunakan untuk tujuan ini. hematoma (O90. Contoh 1 Kondisi utama : Kehamilan. Termasuk kelahiran NOS Kecuali: komplikasi anestesia selama persalinan dan kelahiran (O74.-) pada luka (bedah) obstetri dengan: infeksi (O86. Contoh 2 Kondisi utama : Melahirkan Kondisi lain : Kegagalan percobaan persalinan Prosedur : Seksio sesar Kode : Kegagalan percobaan persalinan (O66.0). Jadi penggunaan kode-kode ini untuk „Kondisi Utama‟ terbatas untuk kasus-kasus yang hanya memiliki catatan informasi berupa pernyataan tentang kelahiran atau cara kelahiran.6 Kelahiran terlambat setelah membran pecah spontan atau tidak dijelaskan Kecuali: ketuban pecah dini spontan (O42.0 Maternal distress selama persalinan dan kelahiran O75. karena informasi lain tidak tersedia.4) sebagai „KU‟.1 Shock selama atau sesudah persalinan dan kelahiran Obstetric shock O75.1).8 Komplikasi lain persalinan yang dijelaskan O75.2) O75.0-O90.3 Infeksi lain selama persalinan Septikemia selama persalinan O75.-) O75. Created By: Subhan.PerKes. dipakai sebagai kode tambahan Contoh 3 Kondisi utama : Melahirkan anak kembar. Kondisi lain :- Prosedur : Kelahiran dengan forseps rendah Kode : Kelahiran dengan forseps rendah (O81. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O75.

O80.1 Kelahiran forseps rongga tengah O81. Created By: Subhan.0 Kelahiran forseps rendah O81. Kelahiran tunggal dengan seksio sesar O82.3 Kelahiran janin hidup pada kehamilan abdomen O83. tidak dijelaskan O83.0 Kelahiran dengan seksio sesar elektif Seksio sesar berulang NOS O82.4 Kelahiran dengan ekstraksi vakum Ventouse delivery O81. embryotomy untuk memudahkan kelahiran O83.PerKes.3 Kelahiran forseps lain dan tidak dijelaskan O81.5 Kelahiran dengan kombinasi forseps dan ekstraktor vakum Forceps and ventouse delivery O82.1 Kelahiran sungsang lain yang dibantu Kelahiran sungsang NOS O83. Kelahiran tunggal lain yang terbantu O83. dengan or tanpa episiotomy kelahiran pada kasus yang sama sekali normal O80.8 Kelahiran tunggal lainnya dengan seksio sesar O82. Kelahiran spontan tunggal Termasuk: kasus dengan bantuan tidak ada atau minimal.0 Ekstraksi sungsang O83.4) karena penyebab spesifik kematian janin tidak bisa ditentukan.0) sebagai „KU‟.4 Operasi destruktif untuk kelahiran Cleidotomy. melahirkan janin mati 2800 g. Kehamilan ganda.9 Kelahiran dengan seksio sesar.5) O81.0 Kelahiran verteks spontan O80. Kondisi lain :- Prosedur : Kelahiran spontan Kode : Perawatan ibu dengan kematian dalam rahim (O36.1 Kelahiran sungsang spontan O80.9).2 Kelahiran yang dibantu oleh manipulasi lainnya Version dengan extraction O83. AMd.2 Forseps rongga tengah dengan rotasi O81. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Prosedur : Kelahiran spontan Kode : Kehamilan kembar (O30.2 Kelahiran dengan histerektomi sesar O82.8 Kelahiran spontan tunggal lainnya O80. semua spontan (O82. craniotomy.1 Kelahiran dengan seksio sesar darurat O82. tidak dijelaskan Lahir spontan NOS O81.9 Kelahiran spontan tunggal.8 Kelahiran tunggal terbantu lain yang dijelaskan 328 . dipakai sebagai kode tambahan Contoh 4 Kondisi utama : Hamil cukup bulan. Kelahiran tunggal dengan forsep dan ekstraktor vakum Kecuali: kegagalan penggunaan ekstraktor vakum atau forseps (O66.

3) O86. Created By: Subhan.PerKes.. kalau perlu.2 Haemorrhoids pada waktu nifas 329 . AMd. untuk menunjukkan cara kelahiran masing-masing janin atau bayi.0 Thrombophlebitis superfisialis pada waktu nifas O87.-.0 Kelahiran ganda. semua dengan seksio sesar O84.. O84. untuk identifikasi agen menular. emboli obstetrik bersifat pyaemik dan septik (O88.melibatkan kondisi yang tercantum walau pun kalau ini terjadi di waktu hamil dan melahirkan. kalau perlu.and O92.1 Phlebothrombosis profunda pada waktu nifas Thrombosis vena dalam. N39. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O83.8 Kelahiran ganda lainnya Kelahiran ganda dengan kombinasi metode O84. embolisme obstetrik (O88.0 Infeksi luka bedah obstetrik Infeksi setelah kelahiran pada: luka seksio sesar.2).-) O87. peritonitis. Puerperal sepsis Endometritis.0 setelah kelahiran O86.2 Kelahiran ganda.9 Kelahiran tunggal terbantu. N34. tidak dijelaskan Kelahiran terbantu NOS O84 Kelahiran ganda Gunakan kode tambahan (O80-O83).3). demam nifas (O85) O86. N30.9 Kelahiran ganda.3) O86.8 Infeksi nifas lain yang dijelaskan O87.1 Kelahiran ganda. atau septikemia pada masa nifas Gunakan kode tambahan dari (B95-B97). semua dengan forseps dan ekstraktor vakum O84. melahirkan dan nifas Kecuali: komplikasi vena pada kehamilan (O22. postpartum O87. tidak dijelaskan Komplikasi yang berhubungan dengan nifas (O85-O92) Note: Kategori O88.0) O85. .-. Komplikasi vena di saat nifas Termasuk: pada saat persalinan. semua spontan O84. perbaikan perineum O86. osteomalasia nifas (M83.3 Infeksi genitourinarius setelah setelah kelahiran Infeksi genitourinarius nifas NOS O86. Kecuali: septikaemia selama persalinan (O75.4 Pyrexia setelah kelahiran dengan penyebab tidak diketahui Infeksi atau pireksia nifas: Kecuali: pyrexia selama persalinan (O75. Kecuali: kelainan jiwa dan tingkah-laku yang berhubungan dengan nifas (F53.1 Infeksi lain saluran genital setelah kelahiran Servisitis atau vaginitis setelah kelahiran O86. tetanus obstetri (A34). postpartum.-).-.2 Infeksi saluran kemih setelah kelahiran Kondisi pada N10-N12. Thrombophlebitis pelvik. N15.-).-. Infeksi nifas lainnya Kecuali: infeksi selama persalinan (O75. O91. demam..

analgesik atau sedasi lain yang diberikan pada waktu nifas 089. kehamilan ektopik atau mola (O00-O07. nifas NOS O88.2 Komplikasi anestesia pada sistem syaraf pusat pada waktu nifas Anoksia otak akibat anestesia pada waktu nifas O89. Created By: Subhan.2) O88. tidak dijelaskan Phlebitis nifas NOS. AMd.0 Embolisme udara obstetrik O88.1 Embolisme cairan amnion O88.5 Komplikasi lain anestesia spinal dan epidura pada waktu nifas O89.4 Gagal ginjal akut postpartum Sindroma hepatorenal setelah persalinan dan melahirkan O90.9 Komplikasi anestesia pada waktu nifas.- O90. laserasi perineum. melahirkan dan nifas Kecuali: embolisme pada abortus.1 Disrupsi luka obstetrik pada perineum Disrupsi luka: episiotomi. phlebopati nifas NOS.4 Sakit kepala akibat anestesia spinal dan epidura pada waktu nifas O89.8 Komplikasi lain pada vena pada waktu nifas Varises genitalia pada waktu nifas O87. not elsewhere classified Polip plasenta 330 .0 Komplikasi anestesia pada paru-paru pada waktu nifas Akibat anestesia pada waktu nifas: sindroma Mendelson.3 Kardiomiopati dalam nifas Kondisi pada I42.kolaps tekanan pada paru-paru O89. inhalasi isi atau sekresi lambung NOS.2 Embolisme bekuan darah obstetrik Embolisme (pulmonalis): obstetrik NOS. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O87.6 Intubasi sulit atau gagal pada waktu nifas O89. tidak dijelaskan O90 Komplikasi nifas.1 Komplikasi anestesia pada jantung pada waktu nifas Gagal jantung akibat anestesia pada waktu nifas O89.3 Thrombosis vena cerebralis pada waktu nifas Thrombosis sinus cerebrovenosa pada waktu nifas O87. thrombosis nifas NOS O88 Obstetric embolism Termasuk: emboli paru-paru pada kehamilan. pneumonitis aspirasi.9 Komplikasi vena pada waktu nifas.8 Embolisme obstetrik lain Embolisme lemak obstetrik O89 Komplikasi anestesia pada waktu nifas Termasuk: Komplikasi maternal akibat anestetik umum atau lokal.5 Tiroiditis postpartum O90.PerKes. O08.8 Komplikasi lain dari anestesia pada waktu nifas O89.2 Haematoma luka obstetrik O90.0 Disrupsi luka seksio sesar O90.8 Komplikasi lain nifas. not elsewhere classified O90. Robekan sekunder perineum O90.3 Reaksi toksik anestesia lokal pada waktu nifas O89.3 Embolisme pyaemik and septik obstetrik O88.

kalau dinyatakan mempersulit kehamilan.3) O92. nifas. atau merupakan alasan perawatan obstetri. tidak dijelaskan) digunakan untuk kode tambahan O95 Kematian obstetrik yang penyebabnya tidak dijelaskan Kematian ibu akibat penyebab yang tidak dijelaskan sewaktu KMN O96 Kematian akibat obstetri yang terjadi >42 hari tapi <1 tahun setelah melahirkan Gunakan kode tambahan bila perlu untuk identifikasi penyebab kematian obstetrik.1 Abses mammae sehubungan dengan melahirkan Aabses mammae.0 Infeksi papilla mammae sehubungan dengan melahirkan Abses papilla mammae pada: hamil. mastitis purulenta. tapi mempersulit KMN) harus diutamakan untuk „KU‟.PerKes.6 Galactorrhoea – produksi ASI berlebihan Kecuali: galactorrhoea yang tidak berhubungan dengan melahirkan (N64. AMd. B58. atau laktasi O91. dibandingkan dengan kategori di luar Bab XV.5 Suppressed lactation – [penekanan laktasi] Agalactia: elektif.9 Komplikasi nifas.7 Kelainan laktasi lainnya dan tidak dijelaskan Galactocele nifas – tumor mammae berisi ASI Kondisi obstetrik lain.2 Mastitis nonpurulenta sehubungan dengan melahirkan Limfangitis mammae pada hamil atau nifas Mastitis: NOS. nifas O91. Created By: Subhan. 331 .1 Retak papilla mammae sehubungan dengan melahirkan Fissura papilla mammae pada hamil atau nifas O92. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O90. Kondisi utama : Toxoplasmosis. atau laktasi O92.3 Agalactia – [tidak mampu memproduksi ASI] Agalactia primer O92. interstitialis. tidak dijelaskan O91 Infeksi mammae sehubungan dengan melahirkan Termasuk: kondisi berikut ini sewaktu kehamilan. abses subareola: akibat hamil atau nifas O91. Kode yang relevan dari bab lain bisa digunakan sebagai kode tambahan untuk memperjelas kondisi.9 (toxoplasmosis. nifas.0 Retraksi papilla mammae sehubungan dengan melahirkan O92. Subkategori yang ada pada O98-O99 (Penyakit ibu yang bisa diklasifikasikan di tempat lain. sekunder. atau parenkimatosa pada hamil atau nifas O92 Kelainan lain mammae dan laktasi sehubungan dengan melahirkan Termasuk: kondisi yang tercantum selama kehamilan.6) sebagai „KU‟. rujukan perlu dibuat pada Volume 2. terapeutika O92.2 Kelainan lain dan tidak dijelaskan pada mammae sehubungan dengan melahirkan O92. diperberat oleh kehamilan.4 Hypogalactia – [produksi ASI kurang] O92. not elsewhere classified (O95-O99) Note: Untuk penggunaan kategori O95-O97. Kondisi lain : Hamil Spesialisasi : Klinik perawatan antenatal beresiko tinggi Kode : Penyakit protozoa yang mempersulit KMN (O98.

atau menjadi alasan utama asuhan obstetri.0 Anemia yang mempersulit KMN Kondisi pada D50-D64 O99. Created By: Subhan.2 Penyakit endokrin. bukti laboratorium HIV (R75). Gunakan kode tambahan.0.1 Penyakit lain pada darah dan organ pembentuk darah serta kelainan tertentu yang melibatkan mekanisme imun yang mempersulit KMN Kondisi pada D65-D89 Kecuali: perdarahan dengan cacad koagulasi (O46. O72. O98 Penyakit infeksi dan parasit ibu c.5 Penyakit virus lain yang mempersulit KMN Kondisi pada A80-B09.0 Tuberkulosis yang mempersulit KMN Kondisi pada A15-A19 O98. diperberat oleh kehamilan. atau menjadi alasan untuk asuhan obstetrik. O67.2 Gonorrhoea yang mempersulit KMN Kondisi pada A54.PerKes.4 Hepatitis virus yang mempersulit KMN Kondisi pada B15-B19 O98.0. Kecuali: tetanus obstetrik (A34). kalau alasan perawatan ibu adalah bahwa penyakit diketahui atau dicurigai telah mengganggu janin (O35-O36) penyakit HIV (B20-B24). dipersulit oleh kehamilan. Gunakan kode tambahan bila perlu (Chapter I). gizi dan metabolik yang mempersulit KMN Kondisi pada E00-E90 332 . tapi mempersulit KMN Note: Kategori ini mencakup kondisi yang mempersulit kehamilan.8 Penyakit infeksi dan parasit lain yang mempersulit KMN O98.e. status infeksi asymptomatic HIV (Z21). tapi mempersulit KMN Termasuk: kondisi berikut kalau mempersulit kehamilan.-) O98.e.6 Penyakit protozoa yang mempersulit KMN Kondisi pada B50-B64 O98. O99.- O98. infeksi nifas (O86. cedera. B25-B34 O98. AMd. untuk identifikasi kondisi spesifik. sepsis nifas (O85). Kecuali: penyakit infeksi dan parasit (O98.3 Infeksi lain dengan transmisi utama secara seksual yang mempersulit KMN Kondisi pada A55-A64 O98. keracunan dan konsekwensi tertentu lain dari penyebab luar (S00-T98) kalau alasan asuhan ibu adalah kondisi ini diketahui atau dicurigai telah mengganggu janin (O35-O36).-). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat O97 Kematian akibat sekuel dari penyebab obstetrik langsung Kematian akibat obstetrik langsung yang terjadi 1 tahun atau lebih setelah melahirkan.9 Penyakit infeksi dan parasit ibu yang tidak dijelaskan yang mempersulit KMN O99 Penyakit maternal lainnya c.1 Sifilis yang mempersulit KMN Kondisi pada A50-A53 O98. kalau diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi spesifik. namun Indeks Alfabet tidak menunjuk rubrik spesifik di Chapter XV.3) O99.

O99.6) O99.4) 333 .7 Kondisi pada C00-D48.8). gagal ginjal akut postpartum (O90.3). N00-N99. psikosis nifas (F53.4 Penyakit sistem sirkulasi yang mempersulit KMN Kondisi pada I00-I99 Kecuali: kelainan hipertensif (O10-O16).1) neuritis perifer akibat kehamilan (O26. komplikasi vena dan trombosis sinus serebrovenosa pada: kehamilan (O22.5 Penyakit sistem pernafasan yang mempersulit KMN Kondisi pada J00-J99 O99. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: diabetes mellitus (O24.8 Penyakit dan kondisi lain yang dijelaskan yang mempersulit KMN Kombinasi dari kondisi yang bisa diklasifikasikan pada O99.4) O99. asuhan ibu untuk kelainan organ pelvis yang diketahui atau dicurigai (O34. O99.-).-).PerKes.0-O86. AMd.3). kelahiran dan nifas (O87.-).3 Kelainan jiwa dan penyakit sistem syaraf yang mempersulit KMN Kondisi pada F00-F99 and G00-G99 Kecuali: depresi postnatal (F53.7 Penyakit kulit dan jaringan subkutis yang mempersulit KMN Kondisi pada L00-L99 Kecuali: herpes gestationis (O26. Created By: Subhan.-). embolisme obstetrik (O88.5) O99. persalinan. kardiomyopati pada nifas (O90. dan Q00-Q99 Kecuali: infeksi genitourinarius pada kehamilan (O23.0). tiroiditis postpartum (O90.-). M00-M99. H00-H95. malnutrisi (O25).-). infeksi genitourinarius setelah melahirkan (O86.0-O99.6 Penyakit sistem pencernaan yang mempersulit KMN Kondisi pada K00-K93 Kecuali: kelainan hati pada KMN (O26.

dan lanjut setelah 7 hari tapi belum lengkap 28 hari kehidupan. Untuk mencegah kesalahpahaman. Usia kematian pada hari pertama kehidupan (hari 0) harus dicatat dalam menit atau jam lengkap kehidupan. Usia kehamilan Lama kehamilan diukur dari hari pertama „last normal menstrual period‟ atau hari pertama haid terakhir (HPHT). kematian ditunjukkan oleh fakta bahwa setelah pemisahan tersebut janin tidak bernafas atau menunjukkan bukti lain kehidupan. Kematian janin (janin lahir mati) Kematian janin adalah kematian sebelum pengeluaran atau penarikan lengkap hasil konsepsi dari ibunya. Untuk lahir hidup. denyut tali pusat. jadi hari 0-6 adalah „minggu 0‟. Masa perinatal dimulai dari 22 minggu lengkap (154 hari) kehamilan (saat berat lahir biasanya 500 g). yang setelah pemisahan tersebut bernafas atau menunjukkan bukti lain kehidupan. Untuk menghitung usia kehamilan dari tanggal HPHT dan hari lahir. Created By: Subhan. Pre-term : <37 minggu lengkap (kurang dari 259 hari) kehamilan. AMd. sehingga tumpang-tindih. berapa pun lama kehamilan. hari 7-13 adalah „minggu 1‟. Definisi berat lahir “rendah”. Usia kehamilan dinyatakan dalam hari penuh atau minggu penuh (misalnya 280-286 hari penuh setelah HPHT dianggap 40 minggu kehamilan). Kalau tanggal HPHT tidak diketahui. Masa neonatal dimulai sejak lahir sampai 28 hari lengkap. Berat lahir rendah: <2500 g Berat lahir sangat rendah: <1500 g Berat lahir sangat rendah sekali: <1000 g. pencatatan jangan menurut pengelompokan tersebut. Post-term : 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih) kehamilan. baik tali pusat telah dipotong atau pun plasenta masih melekat. Term : 37 minggu lengkap sampai <42 minggu (259-293 hari) kehamilan. usia pada waktu meninggal harus dicatat dalam satuan hari.PerKes. Misalnya “rendah” juga berarti “sangat rendah” dan “sangat rendah sekali”. denyut tali pusat. ketiga (hari 2) dan selama 27 hari lengkap kehidupan. Kematian neonatus dini terjadi dalam 7 hari pertama kehidupan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Definisi-definisi Kelahiran hidup: Kelahiran hidup adalah pengeluaran hasil konsepsi dari ibunya. dan minggu ke-40 adalah „minggu 39‟. 334 . Di bawah batas setiap kelompok tercakup kelompok di bawahnya. misalnya denyut jantung. “sangat rendah”. misalnya denyut jantung. Walau pun tabulasi statistik membuat pengelompokan 500-an gram untuk berat lahir. atau gerakan nyata otot rangka. berat lahir hendaknya ditimbang pada jam pertama kehidupan sebelum terjadi penurunan nyata berat badan pasca kelahiran. sampai 7 hari lengkap setelah lahir. Berat sesungguhnya harus dicatat menurut hasil penimbangan. atau gerakan nyata otot rangka. Berat lahir Berat lahir adalah berat janin atau bayi yang didapatkan setelah lahir. dan “sangat rendah sekali” tidak membentuk kategori eksklusif. berapa pun usia kehamilan. tabulasi hendaknya berisi minggu dan hari. Untuk hari kedua (hari 1). usia kehamilan harus didasarkan pada perkiraan klinis terbaik. harus diingat bahwa hari pertama adalah hari „0‟ dan bukan hari „1‟. dan “sangat rendah” juga mencakup “sangat rendah sekali”.

-). P80-P83 Kondisi yang melibatkan integumen dan pengaturan suhu janin dan neonatus. pengaruh merusak yang dikirimkan melalui plasenta atau ASI (P04. Created By: Subhan.2 Janin dan neonatus terganggu oleh penyakit infeksi dan parasit maternal.-). P05-P08 Kelainan yang berhubungan dengan lama kehamilan dan pertumbuhan janin. P75-P78 Kelainan sistem pencernaan janin dan neonatus. penyakit endokrin. persalinan dan kelahiran (P00-P04) Termasuk: kondisi maternal berikut kalau dinyatakan sebagai penyebab kematian atau kesakitan pada janin atau neonatus. Kategori asterisk untuk chapter ini adalah sebagai berikut: P75* Meconium ileus Janin dan neonatus terganggu oleh faktor maternal dan komplikasi kehamilan. O13-O16 maternal P00. Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi N00-N39 maternal P00. P70-P74 Kelainan endokrin dan metabolik sementara khusus pada janin dan neonatus. keracunan dan konsekuensi tertentu lain penyebab eksternal (S00-T98) Blok-blok pada Bab ini adalah sebagai berikut: P00-P04 Janin dan neonatus terganggu oleh faktor-faktor maternal dan komplikasi kehamilan. P20-P29 Kelainan pernafasan dan kardiovaskuler khusus pada masa perinatal. malformasi. Kecuali: tetanus neonatorum (A33). kelainan endokrin dan metabolik ibu (P70-P74) P00. AMd. gizi dan metabolik (E00-E90). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XVI KONDISI TERTENTU YANG DIMULAI PADA PERIODE PERINATAL (P00-P96) Termasuk: kondisi yang awalnya pada masa perinatal dan morbiditas terjadi kemudian.1 Janin dan neonatus terganggu oleh penyakit ginjal dan saluran kemih maternal. P90-P96 Kelainan lain yang berawal pada masa perinatal. P00. neoplasma (C00-D48). P35-P39 Infeksi yang khusus pada masa perinatal.0 Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan hipertensif maternal Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi O10-O11. 335 . P10-P15 Trauma lahir. Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi maternal yang mungkin tidak berhubungan dengan kehamilan sekarang. deformasi dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99). cedera. Kecuali: Janin dan neonatus terganggu oleh: komplikasi maternal kehamilan (P01.PerKes. persalinan dan kelahiran. P50-P61 Kelainan perdarahan dan hematologis pada janin dan neonatus.

P00. systemic lupus erythematosus ibu infeksi saluran genital ibu dan infeksi lokal lainnya . dan membran 336 . Kecuali: kelainan endokrin dan metabolik neonatus sementara (P70-P74) P00. presentasi sungsang. versi eksternal P01.7 Janin dan neonatus terganggu oleh malpresentasi sebelum persalinan Janin dan neonatus terganggu sebelum lahir oleh: presentasi muka.2 P00.9 Janin dan neonatus terganggu komplikasi kehamilan pada ibu.8) pengakhiran kehamilan. letak lintang. Janin dan neonatus terganggu oleh pemeriksaan radiologis maternal Kecuali: kerusakan plasenta akibat amniocentesis. AMd. letak tak stabil.1).8 Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi maternal lain Janin dan neonatus terganggu oleh: kondisi pada T80-T88.5 Janin dan neonatus terganggu oleh cedera maternal Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi S00-T79 maternal P00.-) P00.3 Janin dan neonatus terganggu oleh polyhydramnios Janin dan neonatus terganggu oleh hydramnios P01. seksio atau induksi bedah (P02. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Janin dan neonatus terganggu oleh penyakit infeksi A00-B99 and J10-J11 maternal Kecuali: infeksi yang khusus pada masa perinatal (P35-P39) infeksi saluran genital dan infeksi lokal lain pada ibu (P00.1) seksio sesar untuk kelahiran sekarang (P03.PerKes.8 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi kehamilan lain pada ibu Janin dan neonatus terganggu oleh abortus spontan P01.5 Janin dan neonatus terganggu oleh kehamilan ganda Janin dan neonatus terganggu oleh: triplet (kehamilan) triplet.1 Janin dan neonatus terganggu oleh ketuban pecah dini P01.7 Janin dan neonatus terganggu oleh prosedur medis maternal lain.9 Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi maternal yang tidak dijelaskan P01 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi kehamilan maternal P01.4) P00.0 Janin dan neonatus terganggu oleh serviks inkompeten P01.6 Janin dan neonatus terganggu oleh kematian ibu P01.1) P01.0.4 Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan gizi ibu Janin dan neonatus terganggu oleh: kelainan E40-E64 maternal. seksio atau induksi bedah (P02.4) bedah sebelumnya pada uterus atau organ pelvis (P03. janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi lain persalinan (P03. (kehamilan) kembar dua P01. janin (P96.2 Janin dan neonatus terganggu oleh oligohydramnios Kecuali: kalau disebabkan oleh ketuban pecah dini (P01. tidak dijelaskan P02 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi plasenta. Q20-Q34 maternal dan tidak Termasuk dalam P00. J00-J99.c. manutrisi maternal NOS P00.4 Janin dan neonatus terganggu oleh kehamilan ektopik Janin dan neonatus terganggu oleh kehamilan abdomen P01. umbilikus.6 Janin dan neonatus terganggu oleh prosedur bedah maternal Kecuali: kerusakan plasenta akibat amniocentesis.3 Janin dan neonatus terganggu oleh penyakit sirkulasi dan respirasi maternal lain. Created By: Subhan. n.8) P00. Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi I00-I99.e.

inersia uterus. pemisahan prematur plasenta perdarahan tak sengaja.0-P03.0) P02. oksipito-posterior persisten. Created By: Subhan.and P03.3 P03.8 Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan lain pada membran P02.2 Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan bentuk dan fungsi lain dan yang tidak dijelaskan pada plasenta Janin dan neonatus terganggu oleh: gangguan fungsi.8 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi lain melahirkan yang dijelaskan Janin dan neonatus terganggu oleh: kelainan jaringan lunak ibu.1 Janin dan neonatus terganggu oleh malpresentasi.6 P03. P02.9 Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan membran yang tidak dijelaskan P03 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi lain persalinan dan kelahiran P03.1 Janin dan neonatus terganggu oleh pemisahan dan perdarahan lain plasenta Janin dan neonatus terganggu oleh: abruptio placentae.3 Janin dan neonatus terganggu kelahiran dengan ekstraksi vakum [ventouse] P03.9 Janin dan neonatus terganggu oleh komplikasi partus yang tidak dijelaskan P04 Janin dan neonatus terganggu oleh pengaruh buruk yang masuk melalui plasenta atau ASI Termasuk: efek non-teratogenik dari zat-zat yang dikirim melalui plasenta Kecuali: malformasi kongenital (Q00-Q99). kusut.PerKes.7 Janin dan neonatus terganggu oleh chorioamnionitis Janin dan neonatus terganggu oleh amnionitis. vasa previa Kecuali: arteri umbilikalis tunggal (Q27. membranitis.. neonatal jaundice pada hemolisis berlebihan lain akibat obat atau toksin yang dikirimkan dari ibu (P58. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P02.0 Janin dan neonatus terganggu oleh plasenta praevia P02. insuffisiensi. bersimpul P02.4 Janin dan neonatus terganggu oleh kelahiran sesar P03.selain O62. kondisi pada O60-O75 prosedur partus yang tidak tercakup oleh P02. pelvis sempit.6 Janin dan neonatus terganggu oleh kondisi umbilikus lain dan tidak dijelaskan Janin dan neonatus terganggu oleh: umbilikus pendek. malposisi dan disproporsi lain selama persalinan dan kelahiran Janin atau neonatus terganggu oleh : kondisi pada O64-O66. kondisi pada O62. induksi persalinan operasi destruktif untuk memudahkan kelahiran. AMd. atau infark plasenta P02.5 Janin dan neonatus terganggu oleh penekanan lain umbilikus Janin dan neonatus terganggu oleh umbilikus: (melilit ketat) di leher. plasentitis P02.3 Janin dan neonatus terganggu oleh sindroma transfusi plasenta Janin dan neonatus terganggu oleh kelainan plasenta dan umbilikus yang menyebabkan transfusi twin-to-twin atau transplasenta lainnya Gunakan kode tambahan untuk kondisi akibatnya pada janin atau neonatus.4 Janin dan neonatus terganggu oleh umbilikus yang turun (prolapsed cord) P02. kehilangan darah ibu kerusakan plasenta akibat amniosentesis.4) 337 .2 Janin dan neonatus terganggu oleh kelahiran forseps P03. letak lintang P03.6 Janin dan neonatus terganggu oleh kontraksi abnormal rahim Janin atau neonatus terganggu oleh: persalinan hipertonik.5 Janin dan neonatus terganggu oleh kelahiran presipitatus Janin dan neonatus terganggu oleh kala II yang berlangsung cepat P03.. seksio sesar atau induksi bedah P02.0 Janin dan neonatus terganggu oleh kelahiran dan ekstraksi sungsang P03. haemorrhagia antepartum.

P07. sindroma hidantoin janin (Q86.0 Light for gestational age Biasanya berat <10 persentil. obat-obat sitotoksik Kecuali: penggunaan obat-obatan addiksi oleh ibu (P04. n.1) P04.0 Janin dan neonatus terganggu oleh anestesia dan analgesia ibu pada hamil dan partus Janin dan neonatus terganggu oleh reaksi dan intoksikasi opiat dan penenang maternal yang diberikan sewaktu partus P04. Small-for-dates. tapi panjang >10 persentil untuk usia kehamilan. Light-for-dates – ringan untuk usia kehamilan P05. AMd.c.-) P07. untuk usia kehamilan tidak ringan atau kecil. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P04.1 Small for gestational age Biasanya berat dan panjang <10 persentil untuk usia kehamilan. mengelupas. sebagai penyebab kematian.1 Berat lahir rendah lainnya Berat lahir antara 1000-2499 g.PerKes. Pertumbuhan janin lambat dan malnutrisi janin P05. tapi dengan tanda-tanda malnutrisi seperti kulit kering.4 Janin dan neonatus terganggu oleh penggunaan obat-obatan addiksi oleh ibu Kecuali: anestesia dan analgesia maternal (P04.0) P04.5 Janin dan neonatus terganggu oleh penggunaan zat-zat kimia nutrisi oleh ibu P04. tidak dijelaskan Retardasi pertumbuhan janin NOS P07. dan hilangnya jaringan subkutis.9 Janin dan neonatus terganggu pengaruh merusak terhadap ibu. Termasuk: kondisi berikut.6 Janin dan neonatus terganggu oleh pendedahan ibu pada zat-zat kimiawi lingkungan P04. P05. prioritas harus pada berat lahir.4). dismorfisme akibat warfarin (Q86. tidak dijelaskan Kelainan yang berhubungan dengan lama kehamilan dan pertumbuhan janin (P05-P08) P05. atau asuhan tambahan pada neonatus.2 Immaturitas ekstrim Kehamilan kurang dari 28 minggu lengkap (<196 hari lengkap) P07.1 Janin dan neonatus terganggu oleh obat-obatan maternal lain Janin dan neonatus terganggu oleh kemoterapi kanker.0 Berat lahir sangat rendah Berat lahir 999 gram atau kurang P07. Kecuali: berat lahir rendah akibat pertumbuhan lambat janin dan malnutrisi janin(P05.9 Pertumbuhan lambat janin.2) P04. gejala putus obat akibat penggunaan obat-obat addiksi oleh ibu (P96. kesakitan. small-and-light-for-dates – kecil untuk usia kehamilan P05. Kelainan yang berhubungan dengan kehamilan singkat dan berat lahir rendah. tanpa spesifikasi lebih lanjut. Created By: Subhan.0).2 Janin dan neonatus terganggu oleh penggunaan tembakau oleh ibu P04.3 Neonatus preterm lainnya Kehamilan 28 sampai <37 minggu lengkap (196 sampai <259 hari lengkap).3 Janin dan neonatus terganggu oleh penggunaan alkohol oleh ibu Kecuali: fetal alcohol syndrome (Q86.8 Janin dan neonatus terganggu oleh pengaruh merusak lain terhadap ibu P04. 338 .e.2 Malnutrisi janin tanpa disebutkan ringan atau kecil untuk usia kehamilan Neonatus.1). Note: Kalau berat lahir dan usia kehamilan keduanya ada.

1 Kerusakan lain yang dijelaskan pada otak akibat trauma lahir P11. Termasuk: kondisi berikut.4) P10. tidak dijelaskan P12 Cedera lahir terhadap kepala P12. Luka dan perdarahan intrakranium akibat cedera lahir Kecuali: perdarahan intrakranial janin atau neonatus: NOS (P52. craniales lainnya P11.2 Perdarahan sub-aponeurosis epikranium akibat trauma lahir 339 .1 Chignon akibat trauma lahir P12. facialis Facial palsy (kelumpuhan otot muka) akibat trauma lahir P11. sebagai penyebab kematian. Cedera lahir lainnya terhadap sistem syaraf pusat P11.1).0 Edema serebri akibat trauma lahir P11.9 Luka dan perdarahan intrakranium yang tidak dijelaskan akibat trauma lahir P11. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Prematuritas NOS P08. tanpa spesifikasi lebih lanjut.0 Perdarahan subdura akibat trauma lahir Haematoma subdura (terlokalisir) akibat trauma lahir Kecuali: perdarahan subdura yang menyertai robekan tentorium (P10.2 Bayi post-term. prioritas harus pada berat lahir. P08.3 Cedera lahir terhadap n. AMd.2 Kerusakan yang tidak dijelaskan pada otak akibat trauma lahir P11. akibat anoxia atau hypoxia (P52.1 Perdarahan otak akibat trauma lahir P10.4 Robekan tentorium akibat trauma lahir [tentorium: bagian subdura yang memisahkan serebellum dari hemisfer serebri] P10. bayi dari ibu diabetes gestasi (P70. Postmaturitas NOS Trauma lahir (P10-P15) P10.5 Cedera lahir terhadap vertebra dan medulla spinalis Fraktur vertebra akibat trauma lahir P11.0) P08.4 Cedera lahir terhadap n.9 Cedera lahir terhadap sistem syaraf pusat. kesakitan. Created By: Subhan.3 Perdarahan subarakhnoid akibat trauma lahir P10.-) P10. Kelainan yang berhubungan dengan kehamilan lama dan berat lahir tinggi Note: Kalau berat lahir dan usia kehamilan keduanya ada.9).1 Bayi berat untuk usia kehamilan lainnya Janin atau bayi berat atau besar lainnya tanpa memperhatikan usia kehamilannya.PerKes.0 Bayi sangat besar Biasanya berarti berat lahir 4500 g atau lebih Kecuali: sindroma: bayi dari ibu diabetes (P70. tapi tidak berat untuk usia kehamilannya Janin atau bayi dengan kehamilan 42 minggu lengkap atau lebih (294 hari atau lebih).8 Luka dan perdarahan intrakranium lain akibat trauma lahir P10. tidak berat atau besar untuk usia kehamilan.2 Perdarahan intraventrikel akibat trauma lahir P10.0 Cephalhaematoma akibat trauma lahir P12. atau asuhan tambahan pada janin atau neonatus. P08.

glaukoma traumatika P15.2 Cedera lahir terhadap femur P13. Created By: Subhan.2 Cedera sternomastoid akibat cedera lahir P15. tidak dijelaskan P15.PerKes. phrenicus akibat cedera lahir P14.3 Lecet pada kepala akibat trauma lahir P12. hypoxia: pada janin atau intrauterus pengeluaran mekonium (feses pertama hijau gelap pada neonatus) Kecuali: perdarahan intrakranium akibat anoxia atau hypoxia (P52. meconium dalam liquor (amnion) asidosis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P12.8 Cedera lahir terhadap skeleton lain P13.2 Paralysis n.4 Cedera pengamatan pada kepala neonatus Insisi untuk pengambilan sampel. tidak dijelaskan Kelainan pernafasan dan kardiovaskuler khusus perinatal (P20-P29) P20.-) 340 . asphyxia.6 Nekrosis lemak subkutis akibat cedera lahir P15.5 Cedera lahir terhadap genitalia externa P15. Cedera lahir lainnya P15.9 Cedera lahir.9 Cedera lahir terhadap sistem syaraf perifer. tidak dijelaskan P13 Cedera lahir terhadap skeleton Kecuali: cedera lahir terhadap vertebra (P11.9 Cedera lahir terhadap skeleton.9 Cedera lahir terhadap kepala.0 Fraktur tengkorak akibat trauma lahir P13. distress.8 Cedera lahir lain yang dijelaskan P15.0) P13.8 Cedera lahir lainnya terhadap kepala P12. cedera klip (elektroda) pada kepala P12.3 Cedera lahir terhadap tulang panjang lainnya P13.4 Fraktur klavikula akibat trauma lahir P13.1 Paralysis Klumpke akibat cedera lahir – [paralisis lengan bawah dan tangan] P14.1 Cedera lahir terhadap limpa Ruptur limpa akibat cedera lahir P15.3 Cedera lahir terhadap mata Cedera lahir menyebabkan: perdarahan subkonjungtiva. Hipoksia intrauterus Termasuk: bunyi jantung anak (BJA) abnormal. AMd. tidak dijelaskan P14 Cedera lahir terhadap sistem syaraf tepi P14.0 Cedera lahir terhadap hati Ruptur hati akibat cedera lahir P15.4 Cedera lahir terhadap muka Kongesti muka (sembab karena aliran darah terhambat) akibat trauma lahir P15. anoxia.0 Paralysis Erb akibat cedera lahir – [paralisis lengan pleksus brakhialis] P14.8 Cedera lahir terhadap bagian sistem syaraf perifer P14.3 Cedera lahir lain terhadap pleksus brakhialis P14.5) P13.1 Cedera lahir lain terhadap tengkorak Kecuali: cephalhaematoma (P12.

Mycoplasma Streptococcus. warna kulit pucat. tidak dijelaskan P21. terdapat beberapa tonus otot. asphyxia. tapi nadi 100/>. Klebsiella pneumoniae. tidak dijelaskan 341 . Asphyxia dengan nilai Apgar 1-menit 0-3. tidak dijelaskan P23.6 Pneumonia kongenital akibat agen bakteri lainnya Pneumonia kongenital akibat: Haemophilus influenzae. Kecuali group B P23. AMd.9 Distress pernafasan pada neonatus.0) P23.0 Pneumonia kongenital akibat virus Kecuali: pneumonitis rubella kongenital (P35.9 Asphyxia lahir.0 Respiratory distress syndrome [RDS] pada neonatus Hyaline membrane disease [HMD] P22. Kecuali: hypoxia atau asphyxia intrauterus (P20. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P20. tidak dijelaskan Anoxia. dan beberapa respons terhadap rangsangan.-) P23.4 Pneumonia kongenital akibat Escherichia coli P23.8 Pneumonia kongenital akibat organisme lain P23. Asphyxia dengan nilai Apgar 1-menit 4-7.9 Pneumonia kongenital.0 Hipoksia intrauterus pertama diketahui sebelum awal persalinan P20.2 Pneumonia kongenital akibat staphylococcus P23. Created By: Subhan. Asphyxia biru P21. tonus tidak ada. hypoxia: NOS P22.5) P22. Asphyxia lahir Note: Kategori ini jangan digunakan pada nilai Apgar rendah yang tidak menyebutkan asphyxia atau masalah pernafasan lain.-) P21. Pneumonia kongenital Termasuk: pneumonia infektif yang didapatkan dalam rahim atau sewaktu lahir Kecuali: pneumonia neonatus akibat aspirasi (P24.0 Asphyxia lahir berat Nadi <100/menit ketika lahir dan menurun atau tetap.1 Transient tachypnoea pada neonatus P22.1 Asphyxia lahir ringan dan sedang Pernafasan normal tidak muncul dalam 1 menit. pernafasan tidak ada atau megap- megap.PerKes.1 Hipoksia intrauterus pertama diketahui sewaktu persalinan dan kelahiran P20. group B P23.3 Pneumonia kongenital akibat streptococcus.8 Distress pernafasan lain pada neonatus P22.9 Hipoksia intrauterus.1 Pneumonia kongenital akibat Chlamydia P23.5 Pneumonia kongenital akibat Pseudomonas P23. Respiratory distress of newborn – kesulitan bernafas neonatus Kecuali: kegagalan pernafasan neonatus (P28. Asphyxia putih P21.

0 Sindroma Wilson-Mikity Dismaturitas paru-paru P27.0 Atelektasis primer neonatus Kegagalan primer melebarkan unit-unit terminal pernafasan Hipoplasia paru-paru yang berhubungan dengan kehamilan singkat Immaturitas paru-paru NOS P28.1 Displasia bronkhopulmonalis yang dimulai pada masa perinatal P27.9 Sindroma aspirasi oleh neonatus.3-P28.8 Penyakit pernafasan kronis lain yang dimulai pada masa perinatal Fibrosis kongenital paru-paru.2 Serangan sianotik pada neonatus Kecuali: apnoea neonatus (P28. Created By: Subhan. Penyakit pernafasan kronis yang dimulai pada masa perinatal P27. tidak dijelaskan. tidak dijelaskan. tidak dijelaskan Pneumonia aspirasi pada neonatus NOS P25.0 Perdarahan trakheobronkhialis yang dimulai pada masa perinatal P26.9 Penyakit pernafasan kronis. paru-paru ventilator pada neonatus P27.8 Sindroma aspirasi oleh neonatus lainnya P24. sekunder Atelektasis resorpsi tanpa respiratory distress syndrome [RDS] P28.8 Perdarahan paru-paru lainnya yang dimulai pada masa perinatal P26.9 Perdarahan paru-paru. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P24.2 Aspirasi darah oleh neonatus P24. Emfisema interstitialis dan kondisi terkait yang dimulai pada masa perinatal P25.4 Apnoea lain pada neonatus P28. partial. AMd.0 Emfisema interstitialis yang dimulai pada masa perinatal P25.1 Pneumothorax yang dimulai pada masa perinatal P25.3 Aspirasi susu dan makanan yang dimuntahkan oleh neonatus P24. Perdarahan paru-paru yang dimulai pada masa perinatal P26.3 Pneumoperikardium yang dimulai pada masa perinatal P25.2 Pneumomediastinum yang dimulai pada masa perinatal P25. Kondisi pernafasan lain yang dimulai pada masa perinatal Kecuali: malformasi kongenital sistem pernafasan (Q30-Q34) P28. Sindroma aspirasi neonatus Termasuk: pneumonia neonatus akibat aspirasi P24.1 Aspirasi cairan amnion dan mukus oleh neonatus Aspirasi liquor (ketuban) P24.4) P28.8 Kondisi lain yang terkait emfisema interstitialis yang dimulai pada masa perinatal P26.5 Kegagalan pernafasan pada neonatus 342 .1 Atelektasis neonatus lainnya dan yang tidak dijelaskan Atelektasis: NOS. yang dimulai pada masa perinatal P28.PerKes. yang dimulai pada masa perinatal P27.3 Apnoea tidur primer pada neonatus Apnoea tidur pada neonatus NOS P28.1 Perdarahan paru-paru masif yang dimulai pada masa perinatal P26.0 Aspirasi mekonium oleh neonatus P24.

-).1 Sepsis neonatus akibat streptokoki lain dan tidak dijelaskan P36. group B P36. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P28. Penyakit viral kongenital P35. AMd.0 Sepsis neonatus akibat streptokokus.9 Sepsis bakteri pada neonatus. Kelainan kardiovaskuler yang dimulai pada masa perinatal Kecuali: malformasi kongenital sistem sirkulasi (Q20-Q28) P29.2 Sepsis neonatus akibat Staphylococcus aureus P36.8 Kelainan kardiovaskuler lain yang dimulai pada masa perinatal P29.3 Sirkulasi janin persisten Penutupan duktus arteriosus terlambat P29.9 Kelainan kardiovaskuler yang dimulai pada masa perinatal. tetanus neonatorum (A33). tidak dijelaskan 343 .4 Iskemia miokardium sementara pada neonatus P29.9 Penyakit virus kongenital.8 Sepsis bakteri lain pada neonatus P36.3 Sepsis neonatus akibat stafilokoki lain dan tidak dijelaskan P36.9 Kondisi pernafasan pada neonatus.5 Sepsis neonatus akibat kuman anaerob P36.2 Hipertensi neonatus P29.0 Gagal jantung neonatus P29. J10-J11) penyakit menular ibu sebagai penyebab kematian atau kesakitan janin atau neonatus yang tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut (P00.8 Penyakit virus kongenital lainnya Varicella [chickenpox] kongenital P35. pneumonia (P23.3 Hepatitis virus kongenital P35.2 Infeksi herpesvirus [herpes simplex] kongenital P35.PerKes. Created By: Subhan. bukti laboratorium HIV (R75). tidak dijelaskan Infeksi yang khusus pada masa perinatal (P35-P39) Termasuk: infeksi yang diperoleh dalam rahim atau sewaktu lahir Kecuali: sifilis (A50. penyakit menular yang diperoleh setelah lahir (A00-B99. tidak dijelaskan P29. status infeksi HIV asymptomatik (Z21) P35. Sepsis bakteri pada neonatus Termasuk: septikemia kongenital P36.2) penyakit HIV (B20-B24).0 Sindroma rubella kongenital Pneumonitis rubella kongenital P35. tidak dijelaskan P36.1 Infeksi cytomegalovirus kongenital P35. infeksi gonokokus (A54.8 Kondisi pernafasan lain yang dijelaskan pada neonatus Snuffles pada neonatus (nafas ribut melalui hidung penuh mukus) Kecuali: rhinitis sifilis kongenital dini (A50.-): kongenital penyakit menular usus (A00-A09).0) P28.4 Sepsis neonatus akibat Escherichia coli P36.1 Disritmia jantung neonatus P29.-).

8 Infeksi lain yang khusus pada masa perinatal.4 Infeksi kulit neonatus Pioderma neonatus Kecuali: pemphigus neonatorum (L00). HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P37.5) – defisiensi glukoronil transferase sindroma Dubin-Johnson (E80.8 Penyakit infeksi dan parasit kongenital lain yang dijelaskan P37. ophthalmia neonatorum akibat gonokokus (A54. enterokolitis nekrotikans janin dan neonatus (P77) diare neonatus: menular (A00-A09).2 Listeriosis neonatus (disseminata) P37.-).0 Tuberkulosis kongenital P37.4 Malaria kongenital lainnya P37. ophthalmia neonatorum NOS Kecuali: konjungtivitis gonokokus (A54. tidak menular (P78.0 Mastitis infektif neonatus Kecuali: pembesaran saluran mammae neonatus.4 Perdarahan ke dalam sirkulasi ibu P50. tidak dijelaskan 344 . Omphalitis neonatus dengan atau tanpa perdarahan ringan P39.3) P50.3) P37.3) tetanus neonatorum (A33). mastitis noninfektif neonatus (P83.3) P39.4) – gangguan penangkapan bilirubin plasma oleh hati sindroma Crigler-Najjar (E80. not elsewhere classified P39.2 Kehilangan darah janin dari plasenta P50.3) P50.9 Kehilangan darah janin dari.1 Toxoplasmosis kongenital Hydrocephalus akibat toxoplasmosis kongenital P37. Kehilangan darah janin – fetal blood loss Kecuali: anemia kongenital akibat kehilangan darah janin (P61.6) – gangguan ekskresi bilirubin stenosis dan striktura kongenital saluran empedu (Q44.5 Kehilangan darah janin dari ujung terpotong umbilikus saudara kembarnya P50.3 Malaria falsiparum kongenital P37.0 Kehilangan darah janin dari vasa praevia P50.1 Kehilangan darah janin dari ruptur umbilikus P50.1 Konjungtivitis and dakriosistitis neonatus Konjungtivitis chlamydia neonatus. tidak dijelaskan Kelainan perdarahan dan hematologis janin dan neonatus (P50-P61) Kecuali: anemia hemolitika herediter (D55-D58) sindroma Gilbert's (E80.5 Kandidiasis neonatus P37.3 Infeksi saluran kemih neonatus P39. AMd.4) P39.2 Infeksi janin intra-amnion. tidak dijelaskan P38. Created By: Subhan.9 Infeksi lain yang khusus pada masa perinatal. sindroma kulit melepuh stafilokokus (L00) P39. yang dijelaskan P39.9 Penyakit infeksi dan parasit kongenital.3 Perdarahan ke dalam saudara kembar P50.PerKes. Penyakit infeksi dan parasit kongenital lainnya Kecuali: sifilis kongenital (A50. Infeksi lain yang khusus pada masa perinatal P39.8 Kehilangan darah janin lainnya P50.

tidak dijelaskan P55. Penyakit perdarahan janin dan neonatus Defisiensi vitamin K neonatus P54.4 Perdarahan intraserebri (nontraumatika) janin dan neonatus P52.2 Perdarahan rektum neonatus P54. Created By: Subhan. lain (S06.8 Perdarahan neonatus lain yang dijelaskan P54.1 Perdarahan intraventrikel (nontraumatika). janin dan neonatus Perdarahan subependyma (tanpa perluasan ke intraventrikel) [ependima: selaput pelapis ventrikel otak dan kanalis sentralis medulla spinalis] P52.-).0).8 Perdarahan intrakranium (nontraumatika) lain janin dan neonatus P52.0 Perdarahan massif dari umbilikus neonatus P51. Penyakit haemolitika janin dan neonatus 345 .0 Perdarahan intraventrikel (nontraumatika).PerKes.5 Perdarahan subarakhnoid (nontraumatika) janin dan neonatus P52. Perdarahan non-traumatika intrakranium janin dan neonatus Termasuk: Perdarahan intrakranium akibat anoxia atau hypoxia Kecuali: Perdarahan intrakranium akibat cedera: lahir (P10.-) P52. AMd. janin dan neonatus Perdarahan subependyma dengan perluasan ke intraventrikel P52.6 Perdarahan vagina neonatus Pseudomenses P54.2 Perdarahan intraventrikel (nontraumatika).5 Perdarahan kulit neonatus Lecet. tidak dijelaskan P52.3 Perdarahan gastrointestinal neonatus lainnya P54.-).3 Perdarahan intraventrikel (nontraumatika) janin dan neonatus. petechiae. tingkat 1. ecchymoses.4 Perdarahan adrenal neonatus P54.6 Perdarahan serebellum (nontraumatika) dan fossa posterior janin dan neonatus P52.9 Perdarahan intrakranium (nontraumatika) janin dan neonatus. Perdarahan dari umbilikus neonatus Kecuali: omphalitis dengan perdarahan ringan (P38) P51.2) P54.3): akibat cedera lahir P54. perdarahan paru yang dimulai pada perinatal (P26. tingkat 2. tidak dijelaskan P52.0 Haematemesis neonatus Kecuali: disebabkan darah ibu yang tertelan (P78. janin dan neonatus Perdarahan subependyma dengan perluasan ke intraventrikel dan intraserebri P52.5). Perdarahan neonatus lainnya Kecuali: kehilangan darah janin (P50. tidak dijelaskan P53.-) P54. hematomata superfisial: janin dan neonatus Kecuali: cephalhematoma (P12.1 Melaena neonatus Kecuali: disebabkan darah ibu yang tertelan (P78.8 Perdarahan dari umbilikus neonatus lainnya Kebocoran ligatur (pengikat) umbilikus NOS P51. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Perdarahan janin NOS P51.2) P54. lecet pada kepala(P12. maternal (P00.9 Perdarahan neonatus.9 Perdarahan dari umbilikus neonatus. tingkat 3.

tidak dijelaskan P59.2) P56. Jaundice neonatus akibat penyebab lain dan tidak dijelaskan Kecuali: akibat kesalahan metabolisme sejak lahir (E70-E90). Hidrops fetalis akibat penyakit hemolitika Kecuali: hidrops fetalis: NOS (P83. tidak dijelaskan P56. kernikterus (P57.0 Jaundice neonatus akibat lecet P58.3 Jaundice neonatus akibat polisitemia P58.2 Jaundice neonatus akibat infeksi P58.1 Jaundice neonatus akibat perdarahan P58.9 Penyakit hemolitika janin dan neonatus. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P55. Kernikterus [pigmentasi kuning ganglion basalis dan sel syaraf lain di otak dan medulla spinalis] P57. bukan kaibat penyakit hemolitika (P83.0 Isoimmunisasi Rh janin dan neonatus P55. Jaundice neonatus akibat hemolisis berlebihan lainnya Kecuali: jaundice akibat isoimunisasi (P55-P57) P58.9 Hidrops fetalis akibat penyakit hemolitika lain dan tidak dijelaskan P57.3) P59.5) P57.-) P59.5 Jaundice neonatus akibat darah maternal P58.3 Jaundice neonatus akibat inhibitor ASI P59.8 Kernikterus lain yang dijelaskan Kecuali: Crigler-Najjar syndrome (E80. Kelainan hematologis perinatal lain Kecuali: hipogammaglobulinaemia sementara bayi (D80.8 Penyakit hemolitika lain janin dan neonatus P55.0 Jaundice neonatus yang terkait dengan kelahiran preterm Hiperbilirubinaemia pada prematuritas Jaundice akibat konjugasi terlambat yang terkait dengan kelahiran preterm P59.1 Isoimmunisasi ABO janin dan neonatus P55.0 Hidrops fetalis akibat isoimmunization P56.9 Kernikterus. Disseminated intravascular coagulation [DIC] pada janin dan neonatus Sindroma defibrinasi janin dan neonatus P61.2).PerKes. AMd. tidak dijelaskan Jaundice fisiologis (berat)(berlangsung lama) NOS P60.9 Jaundice neonatus akibat hemolisis berlebihan.8 Jaundice neonatus akibat penyebab lain yang dijelaskan P59.8 Jaundice neonatus akibat hemolisis berlebihan lain yang dijelaskan P58.9 Jaundice neonatus.2 Jaundice neonatus akibat kerusakan lain dan tidak dijelaskan pada sel-sel hati Kecuali: hepatitis virus kongenital (P35.1 Inspissated bile syndrome – [sindroma pemekatan empedu] P59.4 Jaundice neonatus akibat obat atau toksin dari ibu atau yang diberi pada neonatus Gunakan kode tambahan untuk penyebab luar (Chapter XX) atau obat P58. Created By: Subhan.0 Kernikterus akibat isoimunisasi P57. tidak dijelaskan P58.7) 346 .

Created By: Subhan.2 Diabetes mellitus neonatus P70.1 Sindroma bayi dari ibu dengan diabetes Diabetes mellitus maternal (ada sebelumnya) mengganggu janin atau neonatus (dengan hipoglikemia) P70. sindroma Pendred (E07.8 Kelainan sementara metabolisme karbohidrat janin dan neonatus lainnya P70.2 Anaemia pada prematuritas P61.0 Sindroma bayi dari ibu dengan diabetes gestasional P70. atau penyesuaiannya pada kehidupan luar rahim.0 Hipokalsemia susu sapi pada neonatus P71.0 Goiter neonatus.9 Kelainan metabolisme Ca dan Mg sementara pada neonatus.PerKes.0 Trombositopenia neonatus sementara Trombositopenia neonatus akibat: idiopathic maternal thrombocytopenia isoimmunisasi.4 Hipoglikemia neonatus lainnya Hipoglikemia neonatus sementara P70.1 Polycythaemia neonatorum P61.1) dyshormogenetic goitre (E07.4) P71. tidak dijelaskan P71 Kelainan sementara metabolisme kalsium dan magnesium pada neonatus P71.8 Kelainan hematologis perinatal lain yang dijelaskan P61. not elsewhere classified Goiter kongenital sementara dengan fungsi normal 347 .3 Anemia kongenital akibat kehilangan darah janin P61.1).6 Kelainan koagulasi neonatus sementara lainnya P61. not elsewhere classified Anemia kongenital NOS P61.9 Kelainan hematologis perinatal.9 Kelainan sementara metabolisme karbohidrat janin dan neonatus.2 Hipomagnesaemia neonatus P71. P70 Kelainan sementara metabolisme karbohidrat khusus pada janin dan neonatus P70.1) P72.3 Hipoglikemia neonatus iatrogenik P70. tidak dijelaskan P72 Kelainan sementara endokrin neonatus lainnya Kecuali: hipotiroidisme kongenital dengan atau tanpa goitre (E03. tidak dijelaskan Kelainan endokrin dan metabolik sementara khusus pada janin dan neonatus (P70-P74) Termasuk: kekacauan endokrin dan metabolik sementara akibat respons bayi terhadap faktor endokrin dan metabolik ibu.8 Kelainan metabolisme Ca dan Mg neonatus sementara lainnya P71.1 Hipokalsemia neonatus lainnya Kecuali: hipoparatiroidisme neonatus (P71. AMd.4 Hipoparatiroidism neonatus sementara P71.0-E03.4 Anemia kongenital lain.3 Tetani neonatus tanpa defisiensi kalsium atau magnesium Tetani neonatus NOS P71. exchange transfusion – [penukaran darah] P61.5 Neutropenia neonatus sementara P61. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P61.

Created By: Subhan.2 Kelainan fungsi tiroid neonatus sementara lainnya .0-P54.PerKes.9 Kekacauan metabolik neonatus sementara. Enterokolitis nekrotikans janin dan neonatus P78.9 Obstruksi usus neonatus.1 Dehidrasi neonatus P74.2 Kekacauan keseimbangan sodium neonatus P74. tidak dijelaskan Kelainan sistem pencernaan janin dan neonatus (P75-P78) P75* Ileus mekonium (E84.2 Obstruksi usus akibat susu yang merembes P76. ulkus peptikum neonatus P78. tidak dijelaskan P74 Kekacauan sementara elektrolit dan metabolik neonatus lainnya P74. tidak dijelaskan Kondisi yang melibatkan integumen dan pengaturan suhu janin dan neonatus (P80-P83) 348 .9 Kelainan sistem pencernaan perinatal. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P72.5 Tirosinaemia neonatus sementara P74.0 Asidosis metabolik terlambat pada neonatus P74.1 Peritonitis neonatus lainnya Peritonitis neonatus NOS P78. Obstruksi usus lain pada neonatus Kecuali: obstruksi usus yang bisa diklasifikasikan pada K56. AMd. not elsewhere classified Hipotiroidism neonatus sementara P72. Kelainan sistem pencernaan perinatal lainnya Kecuali: perdarahan gastrointestinum neonatus (P54.8 Kekacauan metabolik neonatus sementara lainnya P74.8 Kelainan sistem pencernaan perinatal lain yang dijelaskan Sirosis (hepatis) kongenital.- P76.1) P76.3 Kekacauan keseimbangan potassium neonatus P74. tidak dijelaskan P77.1†) P76.0 Meconium plug syndrome – [sindroma sumbatan mekonium] P76.1 Hyperthyroidisme neonatus sementara Tirotoksikosis neonatus P72.9 Kelainan endokrin pada neonatus neonatus.4 Kekacauan elektrolit neonatus sementara lainnya P74.3) P78.8 Kelainan endokrin neonatus sementara lainnya yang dijelaskan P72.1 Ileus neonatus sementara Kecuali: penyakit Hirschsprung (Q43.8 Obstruksi usus neonatus lain yang dijelaskan P76.2 Hematemesis dan melena neonatus akibat darah ibu tertelan P78.0 Perforasi usus perinatal Peritonitis mekonium P78.3 Diare neonatus non-infektif Diare neonatus NOS Kecuali: di negara tempat kondisi ini dianggap menular (A09) P78.

PerKes.5 Koma neonatus P91. dengan kulit pink (pink flushed appearance).3) P91.2 Hidrops fetalis yang bukan akibat penyakit hemolitika Hidrops fetalis NOS P83.9 Kondisi integumen yang khusus pada janin dan neonatus. Kecuali: hipotermia ringan neonatus (P80.benign neonatal convulsions (familial) (G40.8 Hipotermia neonatus lainnya Hipotermia ringan neonatus P80.4 Breast engorgement of newborn – pembesaran mammae neonatus Mastitis noninfektif neonatus P83.4).9 Hipotermia neonatus.8 Kekacauan pengaturan suhu neonatus lainnya yang dijelaskan P81.9 Kekacauan pengaturan suhu neonatus. infeksi kulit neonatus (P39.5 Hidrokel kongenital P83. skleroderma neonatus.4 Depresi serebri neonatus P91.2 Leukomalasia serebri neonatus P91. tidak dijelaskan Demam neonatus NOS P83.8 Kekacauan status serebri lain yang dijelaskan pada neonatus 349 . tidak dijelaskan P81.3 Irritabilitas serebri neonatus P91.6 Polip umbilikus neonatus P83.3 Edema lain dan tidak dijelaskan khusus pada janin dan neonatus P83. urtikaria neonatorum P83. tidak dijelaskan Kelainan lain yang berawal pada masa perinatal (P90-P96) P90. Konvulsi neonatus Kecuali: konvulsi ringan neonatus .0 Hipertermia lingkungan pada neonatus P81. akibat seborrhoea dermatitis diaper [napkin] (L22).8) P80. edema. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P80. Hipotermia neonatus P80.0 Cold injury syndrome – sindroma cedera dingin Hipotermia berat dan biasanya kronis. Kekacauan pengaturan suhu neonatus lainnya P81.8 Kondisi integumen lain yang dijelaskan yang khusus pada janin dan neonatus Bronze baby syndrome.0 Iskemia serebri neonatus P91.1 Kista periventrikel neonatus yang didapat P91. Kekacauan status serebri lain pada neonatus P91. serta kelainan neurologis dan biokimiawi. Created By: Subhan.1 Erythema toxicum neonatorum P83.-) malformasi kongenital kulit dan integumen (Q80-Q84) P83. hidrops fetalis akibat penyakit hemolitika (P56. Kondisi integumen lain yang khusus pada janin dan neonatus Kecuali: sindroma kulit melepuh (scalded skin) akibat staphylococcus (L00) cradle cap (L21. AMd.0) – deposit kuning pada scalp bayi.0 Sclerema neonatorum P83.

Reaksi dan intoksikasi akibat obat yang diberikan kepada janin dan neonatus Grey syndrome akibat pemberian chloramphenicol kepada neonatus Kecuali: gejala putus obat dari penggunaan obat terapi pada neonatus (P96.9 Kekacauan status serebri lain neonatus.8 Kelainan lain tonus otot neonatus P94.2 Pemberian makanan lambat pada neonatus P92.1.2 Hipotonia kongenital Nonspecific floppy baby syndrome P94. tidak dijelaskan P93.3 Sutura kranialis lebar pada neonatus Kraniotabes neonatus P96.4 Pemberian makanan berlebihan pada neonatus P92. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat P91.9 Kelainan tonus otot neonatus.0 Kegagalan ginjal kongenital Uremia neonatus P96.0 Myasthenia gravis neonatus sementara Kecuali: myasthenia gravis (G70. P04. janin dan neonatus Kecuali: pengakhiran kehamilan (ibu) (O04. Masalah pemberian makanan neonatus .-) P96. dan pengobatan lain pada ibu (P04.9 Masalah pemberian makanan neonatus.4) reaksi dan intoksikasi akibat opiat. tidak dijelaskan P95.Feeding problems of newborn P92.5 Kesulitan pemberian ASI pada neonatus P92. tidak dijelaskan Debilitas kongenital NOS 350 .0 Muntah pada neonatus P92.1 Regurgitasi dan ruminasi pada neonatus P92. Kondisi lain yang berawal dari masa perinatal P96.9 Kondisi yang dimulai pada masa perinatal.2 Gejala putus obat dari penggunaan obat untuk terapi neonatus P96.5 Komplikasi prosedur intrauterus.0- P04. penenang.1 Hipertonia kongenital P94. Kematian janin dengan penyebab yang tidak dijelaskan Deadborn fetus NOS.2) jaundice akibat obat atau toksin dari ibu atau diberikan kepada neonatus (P58.8 Masalah pemberian makanan neonatus lainnya P92.4) P94.8 Kondisi lain yang dijelaskan yang dimulai pada masa perinatal P96.0) P94.PerKes. Created By: Subhan. stillbirth NOS P96.1 Gejala putus obat neonatus akibat penggunaan obat addiksi oleh ibu Sindroma putus obat pada janin dari ibu yang tergantung obat tersebut Kecuali: reaksi dan intoksikasi akibat opiat dan penenang waktu melahirkan (P04. Kelainan tonus otot neonatus P94. tidak dijelaskan P92. not elsewhere classified P96.4 Pengakhiran kehamilan. AMd.3 Pemberian makanan sedikit pada neonatus P92.0) P96.

AMd. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat 351 .PerKes.Created By: Subhan.

HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XVII MALFORMASI. Microcephaly Hidromikrosefali. hemicephaly. AMd.0 Ensefalokel frontalis Q01. hidroensefalokel. DEFORMASI DAN KELAINAN KROMOSOM KONGENITAL (Q00-Q99) Kecuali: kesalahan metabolisme sejah lahir (E70-E90) Blok-blok pada bab ini adalah sebagai berikut: Q00-Q07 Malformasi kongenital sistem syaraf Q10-Q18 Malformasi kongenital mata. Created By: Subhan.2 Iniensefali – (pembesaran foramen magnum. Hidrosefalus kongenital 352 . Ensefalokel Termasuk: meningokel serebri. hemianencephaly. telinga.1 Ensefalokel nasofrontalis Q01. otak dan medulla spinalis menyatu) Q01.8 Ensefalokel pada situs lain Q01.0 Anensefali Acephaly.2 Ensefalokel oksipitalis Q01. ensefalomielokel. acrania Q00.PerKes. not elsewhere classified Malformasi kongenital sistem syaraf (Q00-Q07) Q00.9 Ensefalokel. amyelencephaly. Kecuali: sindroma Meckel-Gruber (Q61.9) Q03. hidromeningokel kranialis meningoensefalokel.1 Kraniorakhiskhisis – (kepala terbuka penuh. muka dan leher Q20-Q28 Malformasi kongenital sistem sirkulasi Q30-Q34 Malformasi kongenital sistem pernafasan Q35-Q37 Cleft lip dan cleft palate Q38-Q45 Malformasi kongenital sistem pencernaan lain Q50-Q56 Malformasi kongenital organ-organ genital Q60-Q64 Malformasi kongenital sistem perkemihan Q65-Q79 Malformasi dan deformasi kongenital sistem muskuloskeleton Q80-Q89 Malformasi kongenital lainnya Q90-Q99 Kelainan kromosom. mikrensefalon Kecuali: sindroma Meckel-Gruber (Q61. Anencephaly dan malformasi yang mirip dengannya Q00.9) Q01. cacad penutupan kepala) Q00. tidak dijelaskan Q02.

HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Termasuk: hidrosefalus neonatus Kecuali: sindroma Arnold-Chiari (Q07.9 Malformasi kongenital otak. spina bifida occulta (Q76. AMd. deformasi.0 Spina bifida servikalis dengan hidrosefalus Q05.0). agenesis.2 Holoprosensefali – kegagalan forebrain membelah dengan benar Q04.0) Q04. anomali ganda. meningokel (spinal) mielokel. mielomeningokel. aplasia.2 Spina bifida lumbalis dengan hidrosefalus Spina bifida lumbosakralis dengan hidrosefalus Q05. dengan spina bifida (Q05.4 Septo-optic displasia Q04. makrosefali (Q75.9 Hidrosefalus kongenital. obstruksi kongenital. pachygyria Hidranensefali.3 Spina bifida sakralis dengan hidrosefalus Q05.6 Spina bifida torakalis tanpa hidrosefalus 353 . Malformasi otak kongenital lainnya Kecuali: siklopia (Q87.0 Malformasi aquaeduktus Sylvii Anomali. hipoplasia Agyria. hidrosefalus: didapat (G91.1 Arhinensefali Q04.0). stenosis: aqueductus Sylvii Q03. mikrogyria.5 Spina bifida servikalis tanpa hidrosefalus Q05.4) Q03. siringomielokel rachischisis.3) Q04.0) Q05.0-Q05. penyakit atau lesi: kongenital otak NOS Q05 Spina bifida Termasuk: hidromeningokel (spinal). skizensefali Kecuali: acquired porencephalic cyst (G93.8 Hidrosefalus kongenital lainnya Q03.0).0) Q04. meningomielokel.PerKes.5 Megalensefali Q04. akibat toxoplasmosis kongenital (P37.1 Spina bifida torakalis dengan hidrosefalus Spina bifida dorsalis atau torakolumbalis dengan hidrosefalus Q05. Kecuali: malformasi kongenital korpus kallosum (Q04.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan pada otak Makrogyria Q04.3 Deformitas reduksi lain pada otak Suatu bagian otak: absen. Created By: Subhan. spina bifida (aperta)(cystica) Kecuali: sindroma Arnold-Chiari (Q07.0 Malformasi kongenital korpus kallosum Agenesis korpus kallosum Q04.6 Kista serebri kongenital Porensefali.4 Spina bifida tidak dijelaskan dengan hidrosefalus Q05. lissensefali.1). tidak dijelaskan Q04.-). tidak dijelaskan Anomali.1 Atresia foramen Magendie dan foramen Luschka Sindroma Dandy-Walker Q03.

2) vertebra servikalis (Q05.1 Ektropion kongenital Q10. aparatus lakrimalis.5. koloboma kelopak mata Malformasi kongenital kelopak mata NOS 354 .9 Malformasi medulla spinalis kongenital.-).0) Q10 Malformasi kongenital pada kelopak.8 Malformasi sistem syaraf kongenital lain yang dijelaskan Agenesis syaraf. tidak dijelaskan Q06 Malformasi medulla spinalis kongenital lainnya Q06. dan orbita Kecuali: cryptophthalmos: NOS (Q11. blepharophimosis kongenital.PerKes. deformitas.9 Spina bifida.1) neurofibromatosis (nonmalignant) (Q85. Created By: Subhan.4) hidung (Q30. syndrome (Q87. lip NEC (Q38.3 Malformasi kauda equina kongenital lainnya Q06. thyroid gland (Q89. tidak dijelaskan Sistem syaraf dengan: anomali. tidak dijelaskan Medulla spinalis atau meningen: anomali.4 Hydromyelia Hydrorachis Q06. penyakit atau lesi kongenital: NOS Q07 Malformasi sistem syaraf kongenital lainnya Kecuali: familial dysautonomia [Riley-Day] (G90. myelatelia.0.0) [crypto. Q05. deformitas.0-Q76.8 Malformasi medulla spinalis kongenital lain yang dijelaskan Q06.5. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Spina bifida: dorsalis NOS. myelodysplasia medulla spinalis Q06.-). larynx (Q31. Q67. telinga.7 Spina bifida lumbalis tanpa hidrosefalus Spina bifida lumbosakralis NOS Q05.0 Sindroma Arnold-Chiari– [malformasi basis tengkorak sehingga bagian serebellum masuk ke kanalis spinalis] Q07. sindroma Marcus Gunn Q07.2).2 Diastematomyelia Q06.9 Malformasi sistem syaraf kongenital. Q76. penyakit atau lesi: kongenital NOS Malformasi kongenital mata.0 Ptosis kongenital Q10.2).= tersembunyi] Q10. kelopak mata Kelopak mata atau otot mata tambahan (accessory) Ablepharon. AMd. torakolumbalis NOS Q05. pergeseran posisi pleksus brakhialis Sindroma jaw-winking.8 Spina bifida sakralis tanpa hidrosefalus Q05.0 Amyelia Q06. muka dan leher (Q10-Q18) Kecuali: cleft lip dan cleft palate (Q35-Q37) malformasi kongenital pada: parathyroid gland (Q89.0) Q07.3 Malformasi kongenital lain pada kelopak mata Absen atau agenesis: cilia (bulu mata).1 Hypoplasia and dysplasia of spinal cord Atelomyelia.2 Entropion kongenital Q10.

8 Malformasi kongenital lensa lainnya Q12.9 Malformasi kongenital segmen anterior mata.9 Malformasi kongenital lensa. hipoplasia: mata Cryptophthalmos NOS.5 Stenosis dan striktur kongenital duktus lakrimalis Q10.0) Q11.5 Blue sclera Q13.2 Koloboma (fissura) lensa Q12.2 Malformasi kongenital lain pada iris Anisokoria kongenital. tidak dijelaskan Q14 Malformasi kongenital segmen posterior mata Q14.6 Malformasi kongenital lain apparatus lakrimalis Malformasi kongenital apparatus lakrimalis NOS Q10.3 Macrophthalmos Kecuali: macrophthalmos pada glaukoma kongenital (Q15.7 Malformasi kongenital orbita Q11 Anophthalmos. tidak dijelaskan Q13 Malformasi kongenital segmen anterior mata Q13.4 Malformasi kongenital lain pada kornea Malformasi kongenital kornea NOS. atresia pupil.2 Microphthalmos Dysplasia.0 Katarak kongenital Q12.3 Congenital corneal opacity Q13.0 Koloboma iris Koloboma NOS Q13.4 Spherophakia Q12. microphthalmos dan macrophthalmos Q11. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q10.PerKes. Created By: Subhan.0 Malformasi kongenital vitreous humour Vitreous opak kongenital Q14. AMd.0) Q12 Malformasi kongenital lensa Q12.1 Absen iris . mata rudimenter Kecuali: Sindroma cryptophthalmos (Q87.1 Anophthalmos lain: agenesis atau aplasia mata Q11.0 Cystic eyeball Q11.1 Displasia lensa kongenital Q12.1 Malformasi kongenital retina Aneurysma retina kongenital Q14.2 Malformasi kongenital optic disc 355 .8 Malformasi kongenital lain pada segmen anterior mata Anomali Rieger Q13. microcornea. corectopia (ektopia pupil) Malformasi kongenital of iris NOS Q13.3 Aphakia kongenital Q12.4 Absen dan agenesis apparatus lakrimalis Absen punctum lacrimale Q10.aniridia Q13. anomali Peter Q13.

Created By: Subhan.0 Glaukoma kongenital Buphthalmos.3). organ Corti Q16. megalokornea Q15.5 Prominent ear [telinga menonjol.8 Malformasi kongenital lain pada telinga yang dijelaskan Absen kongenital lobus telinga Q17. tidak dijelaskan Q15 Malformasi kongenital lain pada mata Kecuali: ocular albinism (E70.3 Other misshapen ear: Pointed ear (telinga runcing) Q17.1 Absen kongenital.2 Mikrotia Q17.8 Malformasi kongenital lain segmen posterior mata Koloboma fundus Q14. tidak dijelaskan Anomali atau deformitas kongenital pada mata: Q16 Malformasi kongenital telinga sehingga mengganggu pendengaran Kecuali: congenital deafness (H90.9 Malformasi kongenital segmen posterior mata.4 Malformasi kongenital lain telinga tengah Malformasi kongenital telinga tengah NOS Q16. AMd. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Koloboma diskus optikus Q14. Preauricular appendage or tag.1) Q17. telinga atau lobulus berjumlah banyak Q17. nystagmus kongenital (H55).9 Malformasi kongenital mata.-) Q16. hydrophthalmos.2 Absen tuba eustachia Q16.5) Q15.5 Malformasi kongenital telinga dalam Anomaly: labirinth membranosa.2) Q17.3 Malformasi kongenital tulang-tulang pendengaran Fusi tulang-tulang pendengaran Q16. glaukoma neonatus Macrophthalmos pada glaukoma kongenital Keratoglobus kongenital.9 Malformasi kongenital telinga yang mengganggu pendengaran.8 Malformasi kongenital lain pada mata yang dijelaskan Q15.PerKes. retinitis pigmentosa (H35. tidak dijelaskan 356 . atresia dan striktura kanalis auditorius (external) Atresia atau striktura osseous meatus (saluran tulang) Q16.4 Misplaced ear [telinga salah letak] Low-set ears Kecuali: cervical auricle (Q18. Bat ear Q17.0 Accessory auricle [daun telingan berlebih] Tragus (rawan di depan liang telinga luar) tambahan.1 Makrotia Q17. polyotia.9 Malformasi kongenital telinga.0 Absen kongenital aurikula (telinga) Q16.3 Malformasi kongenital khoroid Q14. tidak dijelaskan Absen telinga kongenital NOS Q17 Malformasi kongenital lain ear Kecuali: sinus preauricular (Q18.

kondisi pada Q67. ventrikel tunggal Q20. malformasi kongenital tengkorak dan tulang muka (Q75. tidak dijelaskan Kelainan kongenital NOS pada muka dan leher Malformasi kongenital sistem sirkulasi (Q20-Q28) Q20 Malformasi kongenital rongga dan koneksi jantung Kecuali: dextrocardia dengan situs inversus (Q89. Created By: Subhan.3 Discordant ventriculoarterial connection Dextrotransposisi aorta.8 Malformasi kongenital lain pada muka dan leher.2 Malformasi lain branchial cleft Malformasi branchial cleft NOS.8 Malformasi kongenital lain rongga jantung dan konneksinya 357 .0) duktus tiroglosus persisten (Q89.6 Isomerisme pada atrial appendages Isomerisme pada atrial appendages dengan asplenia atau polysplenia Q20. otocephaly Q18. inversi ventrikel Q20.1 Preauricular sinus and cyst Fistula (pada): aurikula (kongenital).-) cyclopia (Q87.7 Microcheilia Q18.9 Malformasi kongenital lain pada muka dan leher.0 Common arterial trunk Truncus arteriosus persistent Q20.2 Double outlet left ventricle [lobang keluar kembar pada ventrikel kiri] Q20.5 Microstomia Q18. cervicoaura Q18. sindroma malformasi yang mengganggu tampilan muka (Q87.6 Macrocheilia [hipertrofi bibir kongenital] Q18.5 Koneksi atrioventricular tidak semestinya Transposisi terkoreksi.4. fistula atau sinus mdialis pada muka dan leher: Q18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Congenital anomaly of ear NOS Q18 Malformasi kongenital lain pada muka dan leher Kecuali: kelainan dentofasial [Termasuk maloklusi] (K07.PerKes.4 Double inlet ventricle [lobang masuk kembar pada ventrikel] Common ventricle.3 Webbing of neck – Pterygium colli Q18.3) Q20.3) mirror-image atrial arrangement dengan situs inversus (Q89. cervical auricle. fistula dan kista pada branchial cleft Branchial vestige Q18.1 Double outlet right ventricle [ lobang keluar kembar pada ventrikel kanan] Sindroma Taussig-Bing Q20. dijelaskan Kista.2) Q18.0). laevotransposition. cor triloculare biatriatum. transposisi pembuluh besar (komplit) Q20. AMd.0 Sinus.4 Macrostomia Q18.0-Q67.-) cleft lip and cleft palate (Q35-Q37).

4 Aortopulmonary septal defect – cacad batas aorta dan a.6 Sindroma jantung kanan hipoplastik Q22.4) Q23.0 Stenosis kongenital katup aorta Atresia atau stenosis kongenital katup aorta: Kecuali: stenosis kongenital subaorta (Q24. tidak dijelaskan Septal (heart) defect NOS Q22 Malformasi kongenital katup pulmonalis dan trikuspid Q22.PerKes.3 Malformasi kongenital lain katup pulmonalis Malformasi kongenital katup pulmonalis NOS Q22. dextroposisi aorta dan hipertrofi ventrikel kanan.1 Atrial septal defect – cacad septum atrium Cacad sinus koronarius.4) pada hypoplastic left heart syndrome (Q23.8 Malformasi kongenital lain katup trikuspid Q22.0 Ventricular septal defect – cacad septum ventrikel Q21. tidak dijelaskan Q23 Malformasi kongenital katup aorta and mitral Q23.2 Insufisiensi kongenital katup pulmonalis Regurgitasi kongenital katup pulmonalis Q22.2 Stenosis kongenital katup mitral 358 .8 Malformasi septum jantung kongenital lain Eisenmenger's syndrome Pentalogy of Fallot Q21. AMd.9 Malformasi kongenital katup trikuspid.5 Anomaly Ebstein Q22. cacad sinus venosus Foramen ovale patent atau persisten Ostium secundum defect (type II) patent atau persisten Q21.9 Malformasi kongenital rongga jantung dan koneksinya. Pulmonalis Aortic septal defect Aortopulmonary window Q21.9 Malformasi kongenital septum jantung.3 Tetralogy Fallot Cacad septum ventrikel dengan stenosis atau atresia pulmonalis. tidak dijelaskan Q21 Malformasi kongenital septum jantung Kecuali: Cacad katup jantung didapat (I51. Created By: Subhan.0) Q21.2 Atrioventricular septal defect – cacad septum AV Common atrioventricular canal – ventrikel menyatu Endocardial cushion defect – cacad lapisan endokardium Ostium primum atrial septal defect (type I) Q21.0 Atresia katup pulmonalis Q22.1 Stenosis kongenital katup pulmonalis Q22. Q21.4 Stenosis kongenital trikuspid Atresia trikuspid Q22. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q20.1 Insufisiensi kongenital katup aorta Katup aorta bikuspid Insufisiensi kongenital aorta Q23.

2 Atresia aorta Q25. Created By: Subhan.3 Insufisiensi kongenital katup mitral Q23.5 Malformasi pembuluh koroner Aneurisma kongenital (arteri) koronaria Q24.8 Malformasi kongenital lain katup aorta and mitral Q23.4 Stenosis kongenital subaorta Q24.9 Malformasi kongenital jantung.4 Sindroma jantung kiri hipoplastik Atresia atau hipoplasia nyata pada lobang atau katup aorta. penyakit Uhl Q24. dengan hipoplasia aorta asendens dan cacad perkembangan ventrikel kiri (dengan stenosis atau atresia katup mitral).4) Q25.6) dextrocardia dengan situs inversus (Q89.2 Cor triatriatum – jantung dengan tiga atrium Q24.6 Congenital heart block Q24.0) Q25. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Atresia kongenital katup mitral Q23.1 Coarctatio aorta – penyempitan aorta Coarctatio aorta (preductal)(postductal) – sebelum/sesudah duktus arterosus Q25.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan pada jantung Diverticulum kongenital ventrikel kiri Malformasi kongenital: miokardium. tidak dijelaskan Q24 Malformasi kongenital lain pada jantung Kecuali: endocardial fibroelastosis (I42.4) Q24. AMd. perikardium Malposisi jantung.9 Malformasi kongenital katup aorta and mitral. tidak dijelaskan Anomali atau penyakit kongenital NOS pada jantung Q25 Malformasi kongenital arteri besar Q25.PerKes.3 Stenosis aorta Supravalvular aortic stenosis Kecuali: stenosis kongenital aorta (Q23.4 Malformasi kongenital lain aorta Aorta: absen.6 Stenosis arteri pulmonalis 359 . dilatasi kongenital Hipoplasia aorta Konvolusi arkus aorta atau arkus aorta kanan yang menetap (persistent) Double aortic arch [cincin vaskuler aorta] Aneurisma sinus Valsalva (mengalami ruptur) Kecuali: hipoplasia aorta pada hypoplastic left heart syndrome (Q23.3 Stenosis infundibularis pulmonalis Q24. Q23.5 Atresia arteri pulmonalis Q25. aplasia.3) susunan mirror-image atrium dengan situs inversus (Q89.1 Laevocardia Q24.3) Q24.0 Dextrocardia Kecuali: isomerisme pada atrial appendages (Q20.0 Patent duktus arteriosus Patent ductus Botallo Persistent ductus arteriosus Q25. aneurisma kongenital.

8 Malformasi kongenital lain arteri besar Q25.3 Malformasi arteriovena perifer Aneurisma arteriovena Kecuali: aneurisma arteriovena didapat (I77. Sindroma scimitar (seperti golok) Q26.PerKes. tidak dijelaskan Q26. anomali av coronaria (Q24.7) anomali av cerebralis dan precerebralis (Q28.5 Anomali koneksi vena porta Q26. cava (inferior)(superior). atresia arteri atau vena NEC Striktura arteri kongenital Aneurisma (perifer) kongenital Varix kongenital: Q27. aneurisma.6 Fistula vena porta – arteri hepatika Q26.1). umbilikalis tunggal Q27.7 Malformasi kongenital lain arteri pulmonalis Arteri pulmonalis: agenesis. hipoplasia Arteri pulmonalis aberrant (salah letak).2 Anomali total koneksi vena pulmonalis Q26. tidak dijelaskan Anomali arteri atau vena NOS 360 .1 Stenosis kongenital arteri renalis Q27. AMd. subclavia aberrant. Vena kardinalis sinistro-posterior persistent. anomali.5-Q25.0) Q27.2 Malformasi kongenital lain arteri renalis Malformasi kongenital arteri renalis NOS.9 Malformasi kongenital sistem vaskuler perifer. Aneurisma arteriovena pulmonalis Q25. Penerusan vena cava inferior ke v.9 Malformasi kongenital vena besar.0 Absen dan hipoplasia kongenital arteri umbilikalis Single umbilical artery – a.0 Stenosis kongenital vena cava Stenosis kongenital vena cava (inferior)(superior) Q26.0-Q28.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan pada sistem vaskuler perifer A.4 Phlebektasia kongenital Q27.-) Q27.4 Anomali koneksi vena pulmonalis. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q25.3 Anomali partial koneksi vena pulmonalis Q26. Azygos. anomali arteri pulmonalis (Q25. tidak dijelaskan Anomali vena cava (inferior)(superior) NOS Q27 Malformasi kongenital lain sistem pembuluh darah perifer Kecuali: aneurisma retina kongenital (Q14.1 Superior vena cava kiri menetap (persistent) Q26. tidak dijelaskan Q26 Malformasi kongenital vena besar Q26. Absen arteri atau vena NEC.3) haemangioma dan lymphangioma (D18.5). Arteri renalis ganda Q27.9 Malformasi kongenital arteri besar.8 Malformasi kongenital lain vena besar Absen v. Created By: Subhan.

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Q28 Malformasi kongenital lain sistem sirkulasi
Kecuali: aneurisma kongenital:
NOS (Q27.8), perifer (Q27.8)
retina (Q14.1), koroner (Q24.5), pulmonalis (Q25.7),
ruptur pada:
malformasi arteriovena serebralis (I60.8)
malformasi pembuluh preserebralis (I72.-)
Q28.0 Malformasi arteriovena pembuluh preserebralis
Aneurisma arteriovena preserebralis kongenital (nonruptured)
Q28.1 Malformasi lain pembuluh preserebralis
Malformasi kongenital av. preserebralis NOS
Aneurisma kongenital preserebralis (nonruptured)
Q28.2 Malformasi arteriovena pembuluh cerebralis
Malformasi arteriovena otak NOS,
Aneurisma kongenital av serebralis (nonruptured)
Q28.3 Malformasi lain pembuluh serebralis
Malformasi kongenital av serebralis NOS
Aneurisma serebralis kongenital (nonruptured)
Q28.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan pada sistem sirkulasi
Aneurisma kongenital, situs dijelaskan NEC
Q28.9 Malformasi kongenital sistem sirkulasi, tidak dijelaskan

Malformasi kongenital sistem pernafasan (Q30-Q34)
Q30 Malformasi kongenital hidung
Kecuali: deviasi kongenital septum hidung(Q67.4)
Q30.0 Atresia choanae
Atresia nares (anterior)(posterior)
Stenosis kongenital nares (anterior)(posterior)
Q30.1 Hidung agenesis dan kurang berkembang
Absen kongenital hidung
Q30.2 Hidung retak, cekung dan belah
Q30.3 Perforasi kongenital septum nasalis
Q30.8 Malformasi kongenital lain hidung
Accessory nose – hidung tambahan
Anomali kongenital dinding sinus hidung
Q30.9 Malformasi kongenital hidung, tidak dijelaskan

Q31 Malformasi kongenital larynx
Q31.0 Web pada larynx
Web pada: larynx: NOS, glottis, subglottis
Q31.1 Stenosis kongenital subglottis

361

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Q31.2 Hipoplasia larynx
Q31.3 Laryngokel
Q31.4 Stridor larynx kongenital
Stridor kongenital (larynx) NOS
Q31.8 Malformasi kongenital lain pada larynx
rawan cricoid, thyroid, epiglottis, glottis, larynx::
absen, agenesis, atau atresia
cleft thyroid cartilage – rawan tiroid belah
posterior cleft of cricoid cartilage – rawan cricoid belah di belakang
fissura epiglottis
stenosis kongenital larynx NEC,
Q31.9 Malformasi kongenital larynx, tidak dijelaskan

Q32 Malformasi kongenital trachea dan bronchus
Kecuali: bronkhiektasis kongenital (Q33.4)
Q32.0 Tracheomalasia kongenital
Q32.1 Malformasi kongenital lain pada trachea
Anomali rawan trakhea
Atresia trakhea
Trakheokel kongenital
Trakhea dengan dilatasi, malformasi, dan stenosis kongenital
Q32.2 Bronchomalasia kongenital
Q32.3 Stenosis kongenital bronkhus
Q32.4 Malformasi kongenital lain bronkhus
Bronkhus: absen, agenesis, atresia, divertikulum, malformasi kongenital NOS

Q33 Malformasi kongenital paru-paru
Q33.0 Congenital cystic lung - paru-paru berisi kista kongential
Congenital honeycomb lung
Congenital cystic atau polycystic lung disease
Kecuali: cystic lung disease, didapat atau tidak dijelaskan (J98.4)
Q33.1 Accessory lobe pada paru-paru – lobus tambahan
Q33.2 Sequestrasi paru-paru - pemisahan
Q33.3 Agenesis paru-paru
Absen (lobus) paru-paru
Q33.4 Bronkhiektasia kongenital
Q33.5 Jaringan ektopik dalam paru-paru
Q33.6 Hipoplasia dan displasia paru-paru
Kecuali: hipoplasia paru-paru yang terkait dengan kehamilan singkat (P28.0)
Q33.8 Malformasi kongenital lain pada paru-paru
Q33.9 Malformasi kongenital paru-paru, tidak dijelaskan

Q34 Malformasi kongenital lain pada sistem pernafasan
Q34.0 Anomali pleura
Q34.1 Kista kongenital mediastinum
Q34.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan pada sistem pernafasan
Atresia nasopharynx
Q34.9 Malformasi kongenital sistem pernafasan, tidak dijelaskan
362

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Absen kongenital organ pernafasan
Anomali kongenital NOS organ pernafasan

Cleft lip dan cleft palate (Q35-Q37)
Kecuali: Sindroma Robin (Q87.0)
Q35 Cleft palate
Termasuk: fissura palatum, palatoskhisis
Kecuali: cleft palate dengan cleft lip (Q37.-)
Q35.0 Cleft hard palate, bilateral
Q35.1 Cleft hard palate, unilateral, NOS
Q35.2 Cleft soft palate, bilateral
Q35.3 Cleft soft palate, unilateral, NOS
Q35.4 Cleft hard palate dengan cleft soft palate, bilateral
Q35.5 Cleft hard palate dengan cleft soft palate, unilateral; NOS
Q35.6 Cleft palate, medial
Q35.7 Cleft uvula
Q35.8 Cleft palate, tidak dijelaskan, bilateral
Q35.9 Cleft palate, tidak dijelaskan, unilateral, NOS

Q36 Cleft lip
Termasuk: cheiloschisis, labioskhisis, fissura kongenital bibir, harelip, labium leporinum
Kecuali: cleft lip dengan cleft palate (Q37.-)
Q36.0 Cleft lip, bilateral
Q36.1 Cleft lip, medial
Q36.9 Cleft lip, unilateral, NOS

Q37 Cleft palate dengan cleft lip
Q37.0 Cleft hard palate dengan cleft lip, bilateral
Q37.1 Cleft hard palate dengan cleft lip, unilateral, NOS
Q37.2 Cleft soft palate dengan cleft lip, bilateral
Q37.3 Cleft soft palate dengan cleft lip, unilateral, NOS
Q37.4 Cleft hard and soft palate dengan cleft lip, bilateral
Q37.5 Cleft hard and soft palate dengan cleft lip, unilateral, NOS
Q37.8 Cleft palate yang tidak dijelaskan dengan cleft lip, bilateral
Q37.9 Cleft palate yang tidak dijelaskan dengan cleft lip, unilateral, NOS

Malformasi kongenital sistem pencernaan lain (Q38-Q45)
Q38 Malformasi kongenital lain tongue, mouth and pharynx
Kecuali: macrostomia (Q18.4), microstomia (Q18.5)
Q38.0 Malformasi kongenital bibir, not elsewhere classified
Fistula kongenital bibir, malformasi kongenital bibir NOS
Sindroma Van der Woude
Kecuali: cleft lip (Q36.-), cleft lip dengan cleft palate (Q37.-)
363

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

macrocheilia (Q18.6), microcheilia (Q18.7)
Q38.1 Ankiloglossia
Tongue tie [lidah kaku, seperti dasi]
Q38.2 Makroglossia
Q38.3 Malformasi kongenital lidah lainnya
Aglossia, hipoglossia, mikroglossia
Hipoplasia lidah, lidah bifida [belah seperti bercabang]
Adhesi kongenital lidah, fissura kongenital lidah
Malformasi kongenital lidah NOS
Q38.4 Malformasi kongenital kelenjar dan saluran saliva
Kelenjar atau saluran saliva: absen, atresia, tambahan
Fistula kongenital kelenjar saliva
Q38.5 Malformasi palatum kongenital, n.e.c.
Absen uvula, high arched palate [palatum melengkung tinggi]
Malformasi kongenital palatum NOS,
Kecuali: cleft palate (Q35.-), cleft palate dengan cleft lip (Q37.-)
Q38.6 Malformasi kongenital mulut lainnya
Malformasi kongenital mulut NOS
Q38.7 Pharyngeal pouch
Divertikulum pharynx
Kecuali: pharyngeal pouch syndrome (D82.1)
Q38.8 Malformasi kongenital pharynx lainnya, NOS

Q39 Malformasi kongenital oesophagus
Q39.0 Atresia esophagus tanpa fistula
Atresia esophagus NOS
Q39.1 Atresia esophagus dengan fistula trakheo-esophagus
Atresia esophagus dengan fistula bronkho-oesophagus
Q39.2 Fistula kongenital trakheo-oesophagus tanpa atresia
Fistula kongenital trakheo-oesophagus NOS
Q39.3 Stenosis dan striktura kongenital esophagus
Q39.4 Web esophagus
Q39.5 Dilatasi kongenital esophagus
Q39.6 Divertikulum esophagus
Esophageal pouch

Q39.8 Malformasi kongenital oesophagus lainnya
Esophagus: absen, tergeser secara kongenital, atau duplikasi
Q39.9 Malformasi kongenital esophagus, tidak dijelaskan

Q40 Malformasi kongenital lain saluran pencernaan atas
Q40.0 Stenosis pilorus hipertrofika kongenital
Pilorus dengan kelainan kongenital atau infantil beurpa:
hipertrofi, stenosis, konstriksi, spasme, atau striktura
Q40.1 Hiatus hernia kongenital
Masuknya cardia [bagian lambung] melalui hiatus esophagus
Kecuali: hernia diaphragma kongenital (Q79.0)
Q40.2 Malformasi kongenital laimbung lainnya
364

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Duplikasi lambung
Megalogastria, mikrogastria
Kardiospasme kongenital lambung
Mentuk „hourglass‟ kongenital lambung
Pergeseran atau divertikulum kongenital lambung
Q40.3 Malformasi kongenital lambung, tidak dijelaskan
Q40.8 Malformasi kongenital lain saluran pencernaan atas
Q40.9 Malformasi kongenital saluran pencernaan atas, tidak dijelaskan
anomali atau deformitas kongenital saluran pencernaan atas NOS

Q41 Absen, atresia and stenosis kongenital usus halus
Termasuk: obstruksi, oklusi dan striktura kongenital pada usus halus atau usus NOS
Kecuali: ileus mekonium (E84.1)
Q41.0 Absen, atresia dan stenosis kongenital duodenum
Q41.1 Absen, atresia dan stenosis kongenital jejunum
Jejunum imperforata, apple peel syndrome,
Q41.2 Absen, atresia dan stenosis kongenital ileum
Q41.8 Absen, atresia dan stenosis kongenital bagian lain usus halus
Q41.9 Absen, atresia dan stenosis kongenital usus halus, tidak dijelaskan, NOS

Q42 Absen, atresia and stenosis kongenital usus besar
Termasuk: obstruksi, oklusi dan striktura kongenital usus besar
Q42.0 Absen, atresia dan stenosis kongenital rektum dengan fistula
Q42.1 Absen, atresia dan stenosis kongenital rektum tanpa fistula,
Rektum imperforata
Q42.2 Absen, atresia dan stenosis kongenital anus dengan fistula
Q42.3 Absen, atresia dan stenosis kongenital anus tanpa fistula,
Anus imperforata
Q42.8 Absen, atresia dan stenosis kongenital bagian lain usus besar
Q42.9 Absen, atresia dan stenosis kongenital usus besar, tidak dijelaskan

Q43 Malformasi kongenital lain usus
Q43.0 Diverticulum Meckel
Duktus omphalomesenterika atau duktus vitelline persisten
Q43.1 Penyakit Hirschsprung
Aganglionosis
Megakolon (aganglionik) kongenital
Q43.2 Kelainan fungsional kongenital lain kolon
Dilatasi kongenital kolon
Q43.3 Malformasi kongenital fiksasi usus
Adhesi [band] kongenital: anomali omentum, peritoneum
Membran Jackson, malrotasi kolon, mesenterium universal
Rotasi caecum dan kolon yang gagal, inkomplit, tidak memadai
Q43.4 Duplikasi usus
Q43.5 Anus ektopik
Q43.6 Fistula kongenital rektum dan anus
Kecuali: fistula kongenital: rectovagina (Q52.2), urethrorektum (Q64.7)
fistula atau sinus pilonida (L05.-)
365

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

disertai oleh absen, atresia dan stenosis (Q42.0, Q42.2)
Q43.7 Kloaka persisten
Kloaka NOS
Q43.8 Malformasi kongenital lain usus
Dolichocolon [kolon panjang], microcolon, megaloappendix, megaloduodenum
Transposisi: appendix, usus halus, kolon
Blind loop syndrome kongenital
Divertikulitis kongenital kolon, divertikulum kongenital usus:
Q43.9 Malformasi kongenital usus, tidak dijelaskan

Q44 Malformasi kongenital kantong empedu, saluran empedu dan hati
Q44.0 Agenesis, aplasia dan hypoplasia kantong empedu
Absen kongenital kantong empedu
Q44.1 Malformasi kongenital lain kantong empedu
Malformasi kongenital kantong empedu NOS
Kantong empedu intrahepatik
Q44.2 Atresia saluran empedu
Q44.3 Stenosis dan striktura kongenital saluran empedu
Q44.4 Choledochal cyst [kista saluran empedu]
Q44.5 Malformasi kongenital lain saluran empedu
Duktus hepatikus tambahan
Duplikasi duktus biliaris atau duktus kistikus
Malformasi kongenital saluran empedu NOS
Q44.6 Penyakit kista hati
Penyakit fibrokista hati
Q44.7 Malformasi kongenital lain hati
Hati tambahan
Sindroma Alagille
Absen kongenital hati, hepatomegali kongenital
Malformasi kongenital hati NOS

Q45 Malformasi kongenital lain sistem pencernaan
Kecuali: hernia diafragmatika kongenital (Q79.0), hiatus hernia kongenital (Q40.1)
Q45.0 Agenesis, aplasia dan hypoplasia pankreas
Absen kongenital pankreas
Q45.1 Pankreas annularis[pankreas seperti cincin]
Q45.2 Kista kongenital pankreas
Q45.3 Malformasi kongenital lain pankreas and duktus pankreatikus
Pankreas tambahan
Malformasi kongenital pankreas atau duktus pankreatikus NOS
Kecuali: diabetes mellitus kongenital (E10.-) atau neonatus (P70.2)
penyakit fibrokista pankreas (E84.-)
Q45.8 Malformasi kongenital sistem pencernaan lainnya
Absen (komplit)(parsial) saluran pencernaan NOS
Duplikasi atau malposisi kongenital organ pencernaan NOS
Q45.9 Malformasi kongenital sistem pencernaan, tidak dijelaskan
Anomali atau deformitas kongenital sistem pencernaan NOS

366

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Malformasi kongenital organ-organ genital (Q50-Q56)
Kecuali: sindroma resistensi androgen (E34.5); sindroma femininasi testis (E34.5)
sindroma yang terkait dengan anomali jumlah dan bentuk kromosom (Q90-Q99)
Q50 Malformasi kongenital ovarium, tuba fallopii dan ligamentum latum
Q50.0 Absen kongenital ovarium
Kecuali: sindroma Turner (Q96.-)
Q50.1 Developmental ovarian cyst [ kista ovarium masa perkembangan]
Q50.2 Torsi kongenital ovarium
Q50.3 Malformasi kongenital lain ovarium
Ovarium tambahan, ovarian streak (berbentuk khas),
Malformasi kongenital ovarium NOS
Q50.4 Kista embronik tuba fallopii
Kista fimbria
Q50.5 Kista embronik ligamentum latum
Kista epoophoron, kista parovarium, kista saluran Gartner
Q50.6 Malformasi kongenital lain tuba fallopii dan ligamentum latum
Absen, atresia atautambahan tuba fallopii dan ligamentum latum
Malformasi kongenital tuba fallopii dan ligamentum latum NOS

Q51 Malformasi kongenital uterus dan cervix
Q51.0 Agenesis dan aplasia uterus
Absen kongenital uterus
Q51.1 Uterus kembar dengan cervix dan vagina kembar
Q51.2 Uterus kembar lainnya
Uterus kembar NOS
Q51.3 Bicornate uterus – bercabang dua
Q51.4 Unicornate uterus – seperti bertanduk satu
Q51.5 Agenesis dan aplasia cervix
Absen kongenital cervix
Q51.6 Kista embrionik cervix
Q51.7 Fistula kongenital antara uterus dengan saluran pencernaan dan saluran urin
Q51.8 Malformasi kongenital lain uterus dan cervix:
Hipoplasia uterus dan cervix
Q51.9 Malformasi kongenital uterus dan cervix, tidak dijelaskan

Q52 Malformasi kongenital lain genitalia wanita
Q52.0 Absen kongenital vagina
Q52.1 Vagina kembar
Septate vagina [vagina berseptum]
Kecuali: vagina kembar dengan uterus dan cervix kembar (Q51.1)
Q52.2 Fistula rektovaginalis kongenital
Kecuali: kloaka (Q43.7)
Q52.3 Hymen imperforata
Q52.4 Malformasi kongenital vagina lainnya
Malformasi kongenital vagina NOS

367

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Kista kongenital kanalis Nucki atau kista vagina embrionik
Q52.5 Fusi labia
Q52.6 Malformasi kongenital clitoris
Q52.7 Malformasi kongenital vulva lainnya
Absen kongenital, kista kongenital, atau malformasi kongenital NOS pada vulva
Q52.8 Malformasi kongenital genitalia wanita lainnya
Q52.9 Malformasi kongenital genitalia wanita, tidak dijelaskan

Q53 Undescended testicle
Q53.0 Testis ektopik
Testes ektopik unilateral atau bilateral
Q53.1 Undescended testicle, unilateral
Q53.2 Undescended testicle, bilateral
Q53.9 Undescended testicle, tidak dijelaskan
Cryptorchism NOS

Q54 Hypospadias [muara uretra di permukaan bawah penis]
Kecuali: epispadias (Q64.0) [muara uretra di permukaan atas penis]
Q54.0 Hipospadias, balanic [muara di glans penis bagian bawah]
Hipospadias: koronalis, glandularis
Q54.1 Hipospadias, penis
Q54.2 Hipospadias, penoskrotum[muara di bawah di dekat skrotum]
Q54.3 Hipospadias, perineum [muara di bawah di dekat perineum]
Q54.4 Congenital chordee [penis ereksi membengkok dan nyeri]
Q54.8 Hipospadias lain
Q54.9 Hipospadias, tidak dijelaskan

Q55 Malformasi kongenital lain organ genitalia pria
Kecuali: hidrokel kongenital (P83.5); hipospadias (Q54.-)
Q55.0 Absen dan aplasia testis
Monorkhism
Q55.1 Hipoplasia testis dan skrotum
Fusi testes
Q55.2 Malformasi kongenital testis dan skrotum lainnya
Malformasi kongenital testis atau skrotum NOS
Poliorkhismus, testis retraktil, testis migrans
Q55.3 Atresia vas deferens
Q55.4 Malformasi kongenital lain vas deferens, epididimis, vesikula seminalis, dan prostat
Malformasi kongenital NOS vas deferens, epididimis, vesikula seminalis, dan prostat
Absen atau aplasia prostat atau spermatic cord
Q55.5 Absen and aplasia kongenital penis
Q55.6 Malformasi kongenital penis lainnya
Malformasi kongenital penis NOS
Kurvatura penis (lateral), hipoplasia penis
Q55.8 Malformasi kongenital organ genitalia pria lainnya
Q55.9 Malformasi kongenital organ genitalia pria, tidak dijelaskan
Anomali atau deformitas kongenital NOS organ genitalia pria

368

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Q56 Indeterminate sex dan pseudohermafroditism
Kecuali: pseudohermafroditism dengan anomali kromosom yang dijelaskan (Q96-Q99)
pseudohermafroditism wanita, dengan kelainan korteks adrenal (E25.-)
pseudohermafroditism pria, dengan resistensi androgen (E34.5)
Q56.0 Hermafroditism, n.e.c [memiliki ciri-ciri pria dan wanita]
Ovotestis
Q56.1 Pseudohermafhroditism pria, n.e.c
Pseudohermafroditism pria NOS
Q56.2 Pseudohermafroditism wanita, n.e.c
Pseudohermafroditism wanita NOS
Q56.3 Pseudohermafroditism, tidak dijelaskan
Q56.4 Indeterminate sex, tidak dijelaskan
Ambiguous genitalia

Malformasi kongenital sistem perkemihan (Q60-Q64)
Q60 Agenesis ginjal dan defek reduksi ginjal lainnya
Termasuk: atrofi kongenital atau infantil ginjal
absen kongenital ginjal
Q60.0 Agenesis ginjal, unilateral
Q60.1 Agenesis ginjal, bilateral
Q60.2 Agenesis ginjal, tidak dijelaskan
Q60.3 Hipoplasia ginjal, unilateral
Q60.4 Hipoplasia ginjal, bilateral
Q60.5 Hipoplasia ginjal, tidak dijelaskan
Q60.6 Potter's syndrome [kedua ginjal absen]

Q61 Cystic kidney disease
Kecuali: kista ginjal didapat (N28.1), sindroma Potter (Q60.6)
Q61.0 Kista tunggal kongenital ginjal
Kista ginjal (kongenital) (tunggal)
Q61.1 Ginjal polikista, jenis infantil
Q61.2 Ginjal polikista, jenis dewasa
Q61.3 Ginjal polikista, tidak dijelaskan
Q61.4 Displasia ginjal
Q61.5 Medullary cystic kidney [kista medulla ginjal]
Sponge kidney NOS
Q61.8 Penyakit kista ginjal lainnya
Ginjal fibrokista, degenerasi atau penyakit ginjal fibrokista
Q61.9 Penyakit kista ginjal, tidak dijelaskan
Sindroma Meckel-Gruber

Q62 Cacad obstruktif kongenital pelvis ginjal dan malformasi kongenital ureter
Q62.0 Hidronefrosis kongenital
Q62.1 Atresia dan stenosis ureter
Oklusi kongenital ureter, ureteropelvic junction dan muara ureterovesikalis

369

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Impervious ureter [ureter tak bisa dilalui cairan]
Q62.2 Megaloureter kongenital
Dilatasi kongenital ureter
Q62.3 Cacad obstruktif pelvis ginjal dan ureter lainnya
Ureterokel kongenital
Q62.4 Agenesis ureter
Ureter absen
Q62.5 Ureter kembar
Ureter tambahan atau kembar
Q62.6 Malposisi ureter
Ureter atau muara ureter deviasi, bergeser, ektopik, kelainan implantasi
Q62.7 Reflux kongenital vesiko-uretero-renal
Q62.8 Malformasi kongenital ureter lainnya
Anomali ureter NOS

Q63 Malformasi kongenital lain ginjal
Kecuali: sindroma nefrotik kongenital (N04.-)
Q63.0 Accessory kidney [ginjal tambahan]
Q63.1 Lobulated, fused and horseshoe kidney – [berlobus, menyatu, „sepatu kuda‟]
Q63.2 Ectopic kidney
Ginjal salah letak kongenital, malrotasi ginjal
Q63.3 Ginjal hyperplastik dan raksasa
Q63.8 Malformasi kongenital ginjal lainnya
Batu ginjal kongenital
Q63.9 Malformasi kongenital ginjal, tidak dijelaskan

Q64 Malformasi kongenital lain sistem perkemihan
Q64.0 Epispadias [muara uretra di permukaan atas penis]
Kecuali: hypospadias (Q54.-)
Q64.1 Exstrophy kandung kemih
Ektopia vesikae; extroversi kandung kemih
Q64.2 Congenital posterior urethral valves [katup uretra posterior kongenital]
Q64.3 Atresia dan stenosis urethra dan leher bladder lainnya
Obstruksi kongenital leher bladder
Striktura kongenital urethra, meatus urinarius, dan orifisium vesikourethrae
Impervious urethra [urethra tak bisa dilewati cairan]
Q64.4 Malformasi urachus
Kista urachus, urachus paten, prolaps urachus
Q64.5 Absen kongenital bladder dan urethra
Q64.6 Divertikulum kongenital bladder
Q64.7 Malformasi kongenital lain bladder dan urethra
Bladder dan urethra tambahan
Urethra atau meatus urinarius kembar
Hernia kongenital bladder
Malformasi kongenital bladder atau urethra NOS
Prolaps kongenital bladder (mukosa), urethra, dan meatus urinarius
Fistula kongenital urethrorektum
Q64.8 Malformasi kongenital sistem perkemihan lainnya
370

Created By: Subhan, AMd.PerKes, HP:085298808861 / 085299300689
RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat

Q64.9 Malformasi kongenital sistem perkemihan, tidak dijelaskan
Anomali atau deformitas kongenital sistem perkemihan NOS

Malformasi dan deformasi kongenital muskuloskeleton (Q65-Q79)
Q65 Deformitas kongenital panggul
Kecuali: clicking hip (R29.4)
Q65.0 Dislokasi kongenital panggul, unilateral
Q65.1 Dislokasi kongenital panggul, bilateral
Q65.2 Dislokasi kongenital panggul, tidak dijelaskan
Q65.3 Subluksasio kongenital panggul, unilateral
Q65.4 Subluksasio kongenital panggul, bilateral
Q65.5 Subluksasio kongenital panggul, tidak dijelaskan
Q65.6 Unstable hip
Dislocatable or subluxatable hip [mudah dislokasi atau subluksasi]
Q65.8 Deformitas kongenital panggul lainnya
Anteversi leher femur, displasia kongenital acetabulum
Koxa valga kongenital [koksa saling mendekat, kaki jadi menjauhi sumbu tubuh]
Koxa vara kongenital [koksa saling menjauh, kaki jadi mendekati sumbu tubuh]
Q65.9 Deformitas kongenital panggul, tidak dijelaskan

Q66 Congenital deformities of feet
Kecuali: cacad reduksi kaki (Q72.-), deformitas (didapat) valgus (M21.0) atau varus (M21.1)
Q66.0 Talipes equinovarus [berjalan di jari, kaki bengkok permanen ke depan]
Q66.1 Talipes calcaneovarus [berjalan pada tumit, kaki bengkok ke atas]
Q66.2 Metatarsus varus [kaki menghadap ke dalam]
Q66.3 Deformitas varus kongenital kaki lainnya
Hallux varus, kongenital [ibu jari kaki membengkok ke garis tengah]
Q66.4 Talipes calcaneovalgus [kaki menghadap ke luar, berjalan pada tumit]
Q66.5 Pes planus kongenital [kaki datar]
Flat foot kongenital, rigid, atau spastic (eversi)
Q66.6 Deformitas valgus kongenital kaki lainnya
Metatarsus valgus [kaki menghadap ke luar]
Q66.7 Pes cavus – [kaki sangat cekung, (claw foot)]
Q66.8 Deformitas kongenital kaki lainnya
Talipes NOS, talipes asimetris (talipes = tak bisa berjalan pada telapak kaki):
Clubfoot NOS, hammer toe kongenital [jari seperti palu]
Koalisi tarsus, talus vertikal
Q66.9 Deformitas kongenital kaki, tidak dijelaskan

Q67 Deformitas muskuloskeleton kongenital pada kepala, muka, spina dan dada
Kecuali: sindroma malformasi kongenital yang diklasifikasi pada Q87.-
Potter's syndrome (Q60.6) – bilateral renal agenesis
Q67.0 Facial asymmetry [muka tidak simetris]
Q67.1 Compression facies [muka seperti terjepit]
Q67.2 Dolichocephaly [kepala lebih lonjong daripada normal]

371

8 Deformaitas kongenital dada lainnya Deformitas kongenital dinding dada NOS Q68 Deformitas kongenital muskuloskeleton lainnya Kecuali: cacad reduksi anggota (Q71-Q73) Q68. siku.5) Q67.9 Polidaktili. Created By: Subhan. muka dan rahang lainnya Depresi [cekungan] pada tengkorak Deviasi kongenital septum nasalis.7 Pectus carinatum Congenital pigeon chest (dada seperti merpati) Q67.1 Deformitas kongenital tangan Congenital clubfinger – jari seperti gada Spade-like hand (congenital) – tangan seperti „spade‟ Q68.5 Deformitas kongenital tulang punggung Skoliosis kongenital: postural atau NOS Kecuali: skoliosis idopatik infantil (M41.6 Pectus excavatum Congenital funnel chest (dada seperti cerocok) Q67.4 Congenital bowing pada tibia dan fibula Q68. sternocleidomastoideus Torticollis (sternomastoid) kongenital –kepala tertarik ke satu sisi Kontraktur (m.8 Deformitas kongenital muskuloskeleton lainnya Deformitas kongenital klavikula.4 Deformitas kongenital tengkorak.3 Congenital bowing pada femur [femur seperti busur] Kecuali: anteversi (leher) femur (Q65.0 ) skoliosis akibat malformasi kongenital tulang (Q76.-) syphilitic saddle nose (A50. lengan bawah. dan skapula Dislokasi kongenital siku dan bahu Q69 Polidaktili Q69.5 Bengkok kongenital tulang panjang tungkai.0 Accessory finger(s) – jari tangan tambahan Q69.0 Fused fingers [jari bersatu] Sindaktili kompleks jari tangan dengan sinostosis 372 . tumor (kongenital) sternomastoid Q68. Squash or bent nose.2 Deformitas kongenital lutut Dislokasi kongenital lutut. tidak dijelaskan Supernumerary digit(s) NOS [jari banyak] Q70 Sindactili Q70. AMd. tidak dijelaskan Q68. genu recurvatum kongenital: Q68.) sternocleidomastoid.3 Plagiocephaly [bentuk kepala kacau („distorted‟)] Q67.2 Accessory toe(s) [jari kaki tambahan] Accessory hallux [ibu jari kaki tambahan] Q69.1 Accessory thumb(s) – ibu jari tangan tambahan Q69.0 Deformitas kongenital m.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q67.3) Q67.8) Q68. congenital [hidung tergencet atau bengkok kongenital] Atrofi atau hipertrofi hemifasial (separo muka) Kecuali: dentofasial anomalies [Termasuk maloklusi] (K07.

distal normal] Q73.5 Cacad reduksi longitudinal ulna Q71.8 Cacad reduksi lain pada anggota (-anggota) yang tidak dijelaskan Cacad reduksi longitudinal pada anggota yang tidak dijelaskan Ectromelia anggota NOS (absen satu anggota atau lebih) Hemimelia anggota NOS (lengan dan tungkai sangat pendek) 373 .4 Cacad reduksi longitudinal radius Clubhand (congenital).3 Webbed toes [jari kaki seperti jaring] Sindaktili simpleks jari kaki tanpa sinostosis Q70.9 Cacad reduksi lain anggota atas.1 Absen kongenital lengan atas dan bawah.3 Absen kongenital kaki dan jari (-jari) kaki Q72. atau anggota sangat pendek] Q73.2 Absen kongenital lengan bawah dan tangan keduanya Q71.6 Lobster-claw hand Q71.1 Absen kongenital paha dan tungkai bawah. tidak dijelaskan Symphalangy NOS Q71 Cacad reduksi anggota atas Q71.0 Absen kongenital komplit anggota (-anggota) atas Q71. tangan atau kaki melekat ke badan.6 Cacad reduksi longitudinal fibula Q72. kaki ada Q72.4 Cacad reduksi longitudinal femur Defisiensi fokal femur proksimal Q72. tidak dijelaskan Q72 Cacad reduksi anggota bawah Q72. tidak dijelaskan Q73 Cacad reduksi pada anggota yang tidak dijelaskan Q73.0 Absen kongenital komplit anggota (-anggota) bawah Q72.8 Cacad reduksi lain anggota (-anggota) bawah Pemendekan kongenital anggota (-anggota) bawah Q72.8 Cacad reduksi lain anggota (-anggota) atas Pemendekan kongenital anggota (-anggota) atas Q71.5 Cacad reduksi longitudinal tibia Q72.0 Absen kongenital anggota (-anggota) yang tidak dijelaskan Amelia NOS [absen kongenital anggota. tangan ada [INGAT: DAN = DAN/ATAU] Q71. radial clubhand Q71.PerKes. anggota tidak dijelaskan limb(s) Phocomelia NOS [anggota proksimal tidak berkembang.9 Cacad reduksi lain anggota bawah.2 Absen kongenital tungkai bawah dan kaki keduanya Q72.4 Polisindaktili Q70.9 Sindaktili.3 Absen kongenital tangan dan jari (-jari) Q71. AMd. proksimal absen atau kurang berkembang.2 Fused toes [jari kaki bersatu] Sindaktili kompleks jari kaki dengan sinostosis Q70. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q70.1 Phocomelia.7 Split foot [kaki belah] Q72.1 Webbed fingers [jari seperti jaring] Sindakctili simpleks jari tangan tanpa sinostosis Q70.

Termasuk lingkaran panggul Fusi kongenital sendi sacroiliaca Malformasi kongenital (sendi) tumit dan sakroiliaka Kecuali: anteversi (leher) femur (Q65. Created By: Subhan.4) sindroma malformasi kongenital yang diklasifikasi pada Q87.-) deformitas muskuloskeleton kepala dan muka (Q67. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Cacad reduksi anggota NOS Q74 Malformasi kongenital anggota lainnya Kecuali: polidaktili (Q69.2).8 Malformasi kongenital anggota lainnya Q74. triphalangeal thumb [ibu jari dengan tiga phalanks] Deformitas Madelung.PerKes. pseudarthrosis kongenital klavikula Sinostosis radioulnaris.-) malformasi kongenital muka NOS (Q18.2) nail patella syndrome (Q87.-) cacad tengkorak yang terkait dengan anomali kongenital otak seperti anensefali (Q00.8 Malformasi kongenital tengkorak dan tulang muka lainnya Absen kongenital tulang tengkorak Deformitas kongenital dahi.- Q75. patella rudimenter Dislokasi kongenital patella Genu valgum kongenital. cacad reduksi anggota (Q71-Q73) Q74.9 Malformasi kongenital anggota. Termasuk gelang bahu Disostosis kleidocranialis. akibat pertumbuhan berlebihan] Q75. ensefalokel (Q01. deformitas Sprengel Q74.3 Makrosefali Q75. AMd. sindaktili (Q70.1 Disostosis kraniofasialis Penyakit Crouzon Q75.2 Malformasi kongenital anggota bawah lainnya).4 Disostosis mandibulofasialis Q75. Q75.-). tulang tengkorak NOS Q76 Malformasi kongenital spina dan tulang rongga dada 374 .2) Q74. hidrosefalus (Q03. oxysefali.0-Q67. genu recurvatum kongenital (Q68. genu varum kongenital Kecuali: dislokasi kongenital lutut (Q68.8) Q74.5 Disostosis okulomandibularis Q75.1 Malformasi kongenital lutut Absen kongenital patella.0).0 Kraniosinostosis Fusi tidak sempurna tengkorak Akrosefali. tidak dijelaskan Anomali kongenital: tulang muka NOS.-).3 Arthrogryposis multiplex congenita [sendi terfiksir dalam fleksi (kontraktur)] Q74.-).0 Malformasi kongenital anggota atas lainnya.2 Hypertelorism [jarak orbita jauh. mikrosefali (Q02).9 Malformasi kongenital tengkorak dan tulang muka. platybasia [lesi basis meningen oksipitalis] Q75. tidak dijelaskan Anomali kongenital anggota NOS Q75 Malformasi kongenital tengkorak dan tulang muka lainnya Kecuali: anomali dentofasialis [Termasuk maloklusi] (K07. tulang karpal tambahan Makrodaktilia (fingers). trigonosefali.

7 Spondyloepiphyseal dysplasia – kyphoskoliosis. absen kongenital iga.3 Khondrodisplasia punktata [pemendekan anggota proksimal] Q77.2 Short rib syndrome Asphyxiating thoracic dysplasia [Jeune] [toraks atas sangat sempit] Q77.8 Malformasi kongenital lain tulang rongga dada Q76. spina bifida (aperta)(cystica) (Q05. fusi kongenital spina kyphosis kongenital. lordosis lumbal.4 Achondroplasia [dahi menonjol.2) Q76.0 Osteogenesis imperfecta [pembentukan tulang tidak sempurna] 375 .5 Diastrophic dysplasia [cebol.0-E76.3) Q77. lordosis kongenital malformasi kongenital (sendi) (regio) lumbosakral hemivertebra. malformasi vertebra. supernumerary vertebra Q76.9 Malformasi kongenital tulang rongga dada.-) Q76. sternum bifidum Q76. spondilolisthesis (acquired) (M43. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: deformitas kongenital muskuloskeleton spina dan dada (Q67.-). platispondylisis. myopia Q77.8 Osteokhondrodisplasia lain dengan cacad pertumbuhan tulang panjang dan vertebra Q77.7 Malformasi kongenital sternum Absen kongenital sternum.1 Thanatophoric short stature [vertebra seperti H. Created By: Subhan. fusi kongenital iga Malformasi kongenital iga NOS Kecuali: short rib syndrome (Q77.5-Q67.3 Skoliosis kongenital akibat malformasi kongenital tulang Fusi hemivertebra atau kegagalan segmentasi dengan skoliosis Q76.8) Q76.2 Spondilolisthesis kongenital Spondilolisis kongenital Kecuali: spondilolisis (acquired) (M43.1) Q76.6 Malformasi kongenital iga lainnya Iga tambahan.4 Malformasi kongenital spina lainnya. ibu jari pendek.0). muka datar. tidak dijelaskan Q78 Osteokhondrodisplasia lainnya Q78.5 Cervical rib Iga berlebih pada regio cervicalis Q76.6 Displasi khondroektodermal Ellis-van Creveld syndrome [pemendekan anggota distal] Q77.0 Akhondrogenesis [anggota sangat pendek] Hipokhondrogenesis [ossifikasi vertebra dan pelvis terlambat] Q77. femur seperti telepon] Q77. tidak dijelaskan Q77 Osteochondrodysplasia dengan cacad pertumbuhan tulang panjang dan vertebra Kecuali: mucopolysaccharidosis (E76. AMd.0 Spina bifida occulta – [tersembunyi] Kecuali: meningokel (spinal) (Q05. saddle nose.1 Klippel-Feil syndrome Sindroma fusi vertebra servikalis Q76. tidak terkait dengan skoliosis Kelainan yang tidak dijelaskan atau tidak terrkait dengan skoliosis pada: absen kongenital vertebra. talipes equinovarus terfiksir] Q77. bowlegs] Hipokhondroplasia [agak ringan] Q77.9 Osteokhondrodisplasia dengan cacad pertumbuhan tulang panjang dan vertebra.PerKes.

1 Malformasi kongenital diafragma lainnya Absen diafragma.5 Malformasi kongenital dinding abdomen lainnya Kecuali: hernia umbilikalis (K42. tidak dijelaskan Khondrodistrofi NOS. AMd.3 Gastroskhisis [lambung belah] Q79. osteopsathyrosis Q78.1) Q79. Sindroma Poland [kelainan ukuran dan bentuk tangan kongenital] Q79. Malformasi kongenital diafragma NOS Q79.6 Sindrome Ehlers-Danlos [kelainan jaringan ikat.6 Multiple congenital exostoses Diaphyseal aclasis Q78. tidak dijelaskan Anomali atau deformitas NOS sistem muskuloskeleton kongenital Malformasi kongenital lainnya (Q80-Q89) Q80 Congenital ichthyosis 376 . band konstriksi kongenital Otot tambahan (aksesoris).0) Q79. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Fragilitas ossium.9 Osteokhondrodisplasia. Created By: Subhan.2 Osteopetrosis Sindroma Albers-Schönberg Q78.5 Metaphyseal dysplasia Sindroma Pyle Q78.4 Prune belly syndrome [lapisan otot abdomen absen] Q79. osteodistrofi NOS Q79 Malformasi kongenital sistem muskuloskeleton.1 Displasia fibrosa poliostotik Sindroma Albright(-McCune)(-Sternberg) Q78.3 Progressive diaphyseal dysplasia [displasia diafisis progresif] Sindroma Camurati-Engelmann Q78.-) Q79.8 Osteokhondrodisplasia lainnya Osteopoikilosis Q78.4 Enkhondromatosis Sindroma Maffucci. penyakit Ollier Q78.8 Malformasi kongenital lain sistem muskuloskeleton Absen otot atau tendon. semua jaringan melemah] Q79.2 Exomphalos Omphalocele Kecuali: hernia umbilikalis (K42. not elsewhere classified Kecuali: tortikollis (sternomastoid) kongenital (Q68.-) Q79. eventrasi diafragma.0 Hernia diafragmatika kongenital Kecuali: hiatus hernia kongenital (Q40. amyotrophia congenita Pemendekan tendon kongenital.PerKes.9 Malformasi kongenital sistem muskuloskeleton.

3).2 Mastocytosis Urticaria pigmentosa Kecuali: malignant mastocytosis (C96. verrukosa Naevus vascular NOS Kecuali: café au lait spots (L81.9 Ichthyosis kongenital.9 Malformasi kongenital kulit. AMd. sanguinosa.8) Q82.1) Q81.1) Q82. spider (I78.2 Lamellar ichthyosis Collodion baby Q80.-).4 Harlequin fetus [Harlequin ichthyosis] Q80.6) Q82.8 Malformasi kongenital kulit lainnya Garis tangan abnormal. lentigo (L81.0 Epidermolysis bullosa simplex Kecuali: Cockayne's syndrome (Q87.1 X-linked ichthyosis Q80.1 Xeroderma pigmentosum Q82. tidak dijelaskan Q81 Epidermolysis bullosa Q81.2 Epidermolysis bullosa dystrophica Q81.-) naevus: araneus (I78.0 Hereditary lymphoedema Q82.5 Naevus non-neoplastik kongenital Birthmark NOS [tanda lahir] Naevus: flammeus. portwine. melanocytic (D22.1).2) pilonidal cyst or sinus (L05. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat [ichthyosis: kulit kering bersisik] Kecuali: penyakit Refsum (G60.0 Ichthyosis vulgaris Q80.1) Q80.4 Ectodermal dysplasia (anhidrotic) Kecuali: Ellis-van Creveld syndrome (Q77.2) Q82.-). tonjolan aksesoris kulit.3 Incontinentia pigmenti [pigment tidak merata] Q82.9 Epidermolysis bullosa.PerKes.4) naevus: NOS (D22.1). tidak dijelaskan Q82 Malformasi kongenital kulit lainnya Kecuali: congenital erythropoietic porphyria (E80. stellar (I78.0) acrodermatitis enteropathica (E83. pigmented (D22. anomali dermatografia Keratosis palmaris et plantaris yang diwariskan.6) Q82.8 Ichthyosis kongenital lainnya Q80.3 Congenital bullous ichthyosiform erythroderma Q80. Created By: Subhan. tidak dijelaskan 377 . strawberry.8 Epidermolysis bullosa lainnya Q81. cutis laxa (hyperelastica) Benign familial pemphigus [Hailey-Hailey] Keratosis follicularis [Darier-White] Kecuali: sindroma Ehlers-Danlos (Q79.1 Epidermolysis bullosa letalis Sindroma Herlitz Q81.-) Sturge-Weber(-Dimitri) syndrome (Q85.

c.9 Phakomatosis. pakhionikhia Q84.6 Malformasi kongenital kuku lainnya Clubnail. lanugo persisten Malformasi kongenital rambut NOS Q84. not elsewhere classified – bercak-bercak kulit Kecuali: ataxia telangiectasia [Louis-Bar] (G11. dengan poliposis GI tract Sturge-Weber(-Dimitri) – lesi merah. n.c.0) Q84. tidak dijelaskan.1) Q85. 378 . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q83 Malformasi kongenital mammae Kecuali: absen m.2 Absent papilla mammae Q83. Malformasi kongenital kuku NOS Q84.PerKes. AMd.2 Malformasi kongenital lain rambut Hipertrichosis kongenital.9 Malformasi kongenital mammae.1 Mammae tambahan Supernumerary breast Q83.4 Leukonikhia kongenital – kuku putih Q84.e.0 Neurofibromatosis (nonmalignant) Penyakit Von Recklinghausen [neurofibroma dengan bintik coklat pucat] Q85. epiloia Q85.9 Malformasi kongenital integumen. tidak dijelaskan Anomaly atau deformitas kongenital integumen NOS Q85 Phakomatoses.0 Absen kongenital mammae dengan absen papilla mammae Q83. Rambut berbutir (beaded hair). tidak dijelaskan Q84 Malformasi kongenital lain integumen Q84. monilethrix.3) familial dysautonomia [Riley-Day] (G90. Sindroma: Peutz-Jeghers – bintik melanin hitam kecoklatan.8 Malformasi kongenital integumen lain yang dijelaskan Aplasia kutis kongenita Q84. n.1 Tuberous sclerosis Penyakit Bourneville.8 Phakomatoses lainnya.8) Q83. pectoralis (Q79.9) Q85. Created By: Subhan.1 Kekacauan morfologis rambut kongenital.3 Anonikhia – kuku absen Kecuali: nail patella syndrome (Q87.2) Q84. pili annulati Kecuali: Menkes' kinky hair syndrome (E83.3 Papilla mammae tambahan Supernumerary nipple Q83. pink atau ungu di daerah trigeminus von Hippel-Lindau – kista berupa tumor jinak yang isinya organ apa saja Kecuali: Meckel-Gruber syndrome (Q61. koilonychia (retak dan cekung).0 Alopesia kongenital Atrikhosis kongenital Q84.e.5 Enlarged and hypertrophic nails – kuku besar dan hipertrofi Onikhauxis kongenital.8 Malformasi kongenital mammae lainnya Hipoplasia mammae Q83.

De Lange.c.c. Dubowitz. Sindroma: Alport. Laurence-Moon(-Bardet)-Biedl.4 Sindroma Marfan Q87.1 Fetal hydantoin syndrome Meadow's syndrome Q86. Noonan.8 Sindroma malformasi kongenital lain yang dijelaskan. akroefalosindaktili [Apert] Sindroma kriptoftalmos. Smith-Lemli-Opitz Kecuali: sindroma Ellis-van Creveld (Q77. n.e. n. Q89. Splenomegaly kongenital Kecuali: isomerisme atrial appendages (dengan asplenia atau polysplenia) (Q20. fistula TrakheoEsophagus. sirenomelia Sindroma: Holt-Oram.5 Sindroma malformasi kongenital dengan perubahan lain pada tulang lainnya Q87. Russell-Silver. kista thyroglossus Q89.e. Prader-Willi.3 Sindroma malformasi kongenital yang mencakup pertumbuhan awal berlebihan Sindroma: Beckwith-Wiedemann.6) Q89.0) Q89. Kecuali: hipotiroidism yang terkait dengan defisiensi iodin (E00-E02) efek nonteratogenik zat yang masuk melalui plasenta atau ASI (P04.e. n.0 Malformasi kongenital limpa Asplenia (kongenital). Anus imperforata. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Hamartosis NOS Q86 Sindroma malformasi kongenital akibat penyebab luar yang diketahui.2 Dismorfisme akibat warfarin Q86. whistling face [wajah bersiul] Sindroma: oro-facial-digital.8 Sindroma malformasi kongenital akibat penyebab luar yang diketahui lainnya Q87 Sindroma malformasi kongenital lain yang mengganggu berbagai sistem Q87. Sindroma: Robinow-Silverman-Smith.1 Malformasi kongenital kelenjar adrenal Kecuali: hiperplasia kongenital adrenal (E25. Zellweger Q89 Malformasi kongenital lain.1 Sindroma malformasi kongenital yang terutama berhubungan dengan tubuh pendek Sindroma: Aarskog.0 Sindroma malformasi kongenital yang terutama mengganggu bentuk muka Akroefalopolisindaktili. Seckel.2 Sindroma malformasi kongenital yangterutama mengenai anggota Sindroma: nail patella. Treacher Collins Q87. Moebius. Robin. Cockayne. Weaver Q87. thoracis 379 . Sindroma: Goldenhar. Sotos.2 Malformasi kongenital kelenjar endokrin lain Malformasi kongenital kelenjar parathyroid atau thyroid Duktus thyroglossus persisten. cyclopia.PerKes.6) Q87. Rubinstein-Taybi Sindroma: Trombositopenia dengan Absent Radius [TAR] Sindroma VATER (cacad Vertebra. Klippel-Trénaunay-Weber.3 Situs inversus Dextrocardia dengan situs inversus Mirror-image atrial arrangement dengan situs inversus Situs inversus: abdominalis.c.-) Q86. dan displasia Radius and Renal) Q87. AMd. Created By: Subhan.0 Fetal alcohol syndrome (dysmorphic) Q86.

translokasi Q91.9 c Down.1 Trisomi 21. not elsewhere classified Termasuk: translokasi dan insersi yang tidak berimbang Kecuali: trisomi kromosom 13. not elsewhere classified (Q90-Q99) Q90 Sindroma Down Q90. mosaicism (nondisjunction mitosis) Q92.7 Triploidi dan poliploidi [sel atau organ dengan kromosom 3N atau lebih] Q92.e. mosaicism (nondisjunction mitosis) Q91. thoracis Transposisi visera: abdomen. 18. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Situs transversus: abdominalis.0 Trisomi 21.PerKes.5 Trisomi 13.4 Duplikasi hanya terlihat pada prometafase Q92.-) Q89. bukan sepasang] Q91 Sindroma Edwards and Sindroma Patau Q91.3 Sindroma Edwards.9 Malformasi kongenital. nondisjunction meiosis Q91.3 Trisomi parsial minor Duplikasi kurang dari whole arm Q92. tidak dijelaskan Trisomi 21 NOS [pada posisi 21 terdapat 3 kromosom. disefali.9 Trisomi dan trisomi parsial pada autosom. translokasi Q90. tidak dijelaskan Anomali kongenital NOS.0 Trisomi whole chromosome.8 Trisomi dan trisomi parsial lain pada autosome yang dijelaskan Q92.7 Sindroma Patau.4 Conjoined twins – kembar siam Kraniopagus.2 Trisomi parsial mayor Duplikasi whole arm atau lebih.c. n.2 Trisomi 18. AMd. torakopagus Q89.0 Trisomi 18. Monster NOS Anomali atau deformitas kongenital ganda NOS Kecuali: sindroma malformasi kongenital yang mengganggu banyak sistem (Q87. thoraks Kecuali: dextrocardia NOS (Q24. Q92.5 Duplikasi dengan complex rearrangements lainnya Q92. nondisjunction meiosis Q92.0) Q89.4 Trisomi 13. nondisjunction meiosis Q91.1 Trisomi whole chromosome. pigopagus. nondisjunction meiosis Q90.8 Malformasi kongenital lain yang dijelaskan Q89. mosaicism (nondisjunction mitosis) Q90.1 Trisomi 18. mosaicism (nondisjunction mitosis) Q91. deformitas kongenital NOS Kelainan kromosom. translokasi Q91.6 Trisomi 13. tidak dijelaskan Q92 Trisomi dand trisomi parsial pada autosome.7 Malformasi kongenital ganda. Created By: Subhan.6 Kromosom extra marker Q92.2 Trisomi 21. tidak dijelaskan 380 . 21 (Q90-Q91) Q92. double monster. tidak dijelaskan Q91.

6 Penghapusan hanya terlihat pada prometafase Q93.5 Individu dengan autosomal fragile site Q95.0 Monosomi whole chromosome.-) Q97. fenotipe wanita.e.XX or XY Q96. Q93. 45. tidak dijelaskan Q96 Turner's syndrome [Perkembangan seksual wanita terhalang. fenotipe pria.e.1 Karyotype 46.c. mosaicism (nondisjunction mitosis) Q93. tidak dijelaskan Q98 Kelainan kromosom sex lainnya.1) Q96.0 Karyotype 45. Kecuali iso (Xq) Q96.8 Penghapusan dari autosom lainnya Q93.9 Penghapusan dari autosom. Termasuk: Translokasi dan insersi timbal balik berimbang dan Robertson Q95.7 Penghapusan dengan complex rearrangements lainnya Q93. tidak dijelaskan Q95 Balanced rearrangements dan structural markers. steril. Created By: Subhan.e. nondisjunction meiosis Q93.c.5 Penghapusan lain dari bagian chromosome Q93. fenotipe wanita. n.0 Karyotype 47. [Sindroma Klinefelter: pria dengan kromosom X ektra.X/46.3 Female dengan karitipe 46.8 Varian lain sindroma Turner Q96.8 Balanced rearrangements dan structural markers lainnya Q95.9 Kelainan kromosom sex.X iso (Xq) Q96.8 Kelainan kromosom sex lainnya yang dijelaskan.c. n.X/baris sel lain dengan kromoom sex abnormal Q96. Kecuali: Sindroma Turner (Q96.2 Balanced autosomal rearrangement pada individu abnormal Q95. barisan dengan berbagai jumlah chromosomes X Q97. tidak dijelaskan Q97 Kelainan kromosom sex lainnya.1 Female dengan lebih dari 3 chromosomes X Q97.2 Karyotype 46.9 Sindroma Turner. n.X Q96. berciri wanita] 381 .PerKes.0 Translokasi dan insersi berimbang pada individu normal Q95.3 Mosaicism.9 Balanced rearrangement dan structural marker.XY Q97.2 Mosaicism.1 Monosomi whole chromosome. ovarium tidak berkembang] Kecuali: sindroma Noonan (Q87. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q93 Monosomi dan penghapusan dari autosom.2 Kromosome diganti dengan ring or disentrik Q93. n. fenotipe wanita.4 Penghapusan of short arm of chromosome 5 Cri-du-chat syndrome Q93.XXX Q97.3 Penghapusan short arm of chromosome 4 Sindroma Wolff-Hirschorn Q93.e.X dengan kromosom sex abnormal.4 Individu dengan marker heterokromatin Q95. AMd.1 Inversi kromosom pada individu normal Q95. Q97.c. 45.3 Balanced sex/autosomal rearrangement pada individu abnormal Q95.4 Mosaicism.

AMd. tidak dijelaskan Q99 Kelainan kromosom lain.0 Chimera 46.XXY Q98.4 Sindroma Klinefelter.8 Kelainan kromosom sex lain yang dijelaskan.9 Kelainan kromosom sex.XX Q98. Q99.2 Fragile X chromosome Sindroma fragilitas X Q99.2 Sindroma Klinefelter. tidak dijelaskan Q98.3 Pria dengan kariotipe 46.XY Chimera 46.7 Pria dengan mosaicism kromosom sex Q98.1 46.XX/46.6 Pria dengan kromosom sex berstruktur abnormal Q98.1 Sindroma Klinefelter.5 Kariotipe 47.XY true hermaphrodite Q99.c. pria dengan kariotipe 46. pria dengan lebih dari 2 kromosom X Q98.PerKes. male phenotype Q98.XYY Q98.XX/46.XX dengan streak gonads 46. Created By: Subhan.XX lainnya Q98. n.0 Sindroma Klinefelter kariotipe 47. male phenotype.9 Kelainan kromosom.e.8 Kelainan kromosom lain yang dijelaskan Q99.XY dengan streak gonads Disgenesis gonad murni Q99. tidak dijelaskan 382 .XX true hermaphrodite 46. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Q98.

-) kondisi tertentu yang berasal dari masa perinatal (P00-P96) Blok-blok dalam bab ini adalah sebagai berikut: R00-R09 Tanda dan gejala pada sistem sirkulasi dan pernafasan R10-R19 Tanda dan gejala pada sistem pencernaan dan abdomen R20-R23 Tanda dan gejala pada kulit dan jaringan subkutis R25-R29 Tanda dan gejala pada sistem syaraf dan muskuloskeleton R30-R39 Tanda dan gejala pada sistem perkemihan R40-R46 Tanda dan gejala pada kognisi. Subkategori sisa. d. b. kasus yang karena suatu alasan tidak bisa diberi diagnosis yang lebih tepat. kasus yang tidak bisa diberi diagnosis yang lebih spesifik setelah semua fakta yang berhubungan dengan kasus ini diperiksa. Hampir semua kategori dalam bab ini bisa dianggap “NOS”. kasus yang dirujuk ke tempat lain untuk penyelidikan atau pengobatan sebelum diagnosis berdiri. Created By: Subhan. f. AMd. dan kondisi tidak jelas tanpa diagnosis yang bisa diklasifikasi di bagian lain. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat BAB XVIII GEJALA. Kecuali: penemuan abnormal pada pemeriksaan antenatal ibu (O28. Kondisi dan tanda atau gejala yang termasuk dalam kategori R00-R99 terdiri dari: a. tanpa diagnosis R83-R89 Hasil abnormal pada pemeriksaan cairan tubuh. tanda atau gejala yang ditemukan pada pemeriksaan awal ternyata bersifat sementara dan penyebabnya tidak bisa ditentukan. hasil pemeriksaan yang abnormal dari prosedur klinis dan penyelidikan lain. ”. TANDA. NOT ELSEWHERE CLASSIFIED (R00-R99) Bab ini berisi gejala. DAN HASIL ABNORMAL KLINIS DAN LABORATORIUM. Secara umum. umumnya disediakan untuk gejala relevan lain yang tidak bisa diklasifikasi di tempat lain. yang merupakan masalah penting tersendiri dalam asuhan medis. emosi dan tingkah laku R47-R49 Tanda dan gejala pada bicara dan suara R50-R69 Tanda dan gejala umum R70-R79 Hasil abnormal pada pemeriksaan darah. tanda. diagnosis sementara pada pasien yang tidak kembali untuk pemeriksaan atau asuhan lebih lanjut. gejala tertentu. “etiologi tak diketahui” atau “sementara”. c.8”. Tanda dan gejala yang memberi diagnosis diletakkan pada suatu kategori pada bab lain. Indeks Alfabet harus dirujuk untuk menentukan gejala dan tanda yang akan dialokasikan pada bab ini atau bab lain. sehingga tanpa pemeriksaan lebih lanjut kasus ini mungkin memiliki diagnosis yang seimbang pada dua atau lebih penyakit atau sistem tubuh. e. zat dan jaringan lain. yang memiliki informasi tambahan. tanpa diagnosis R90-R94 Hasil abnormal pada citra diagnostik dan pemeriksaan fungsi.PerKes. kategori pada bab ini mencakup kondisi dan gejala yang kabur. persepsi. tanpa diagnosis R95-R99 Penyebab kematian yang kabur dan tidak diketahui 383 . tanpa diagnosis R80-R82 Hasil abnormal pada pemeriksaan urin.

5) . tidak dijelaskan Cardiac bruit NOS R01. Friksi prekordial R02 Gangrene.vagus Gunakan kode tambahan (Bab XX) untuk identifikasi obat.2) .1) arrhythmias yang dijelaskan (I47-I49) R00.0 Takikardia.sinoaurikuler NOS . tidak dijelaskan Denyut jantung cepat Takikardia: .0) pyoderma gangrenosum (L88) gangrene pada: . meningkat atau menurun.2 Palpitasi Sadar akan denyut jantungt R00.2 Suara jantung lainnya Cardiac dullness [pekak jantung]. tanpa diagnosis hipertensi 384 . kalau disebabkan obat R00.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Tanda dan gejala pada sistem sirkulasi dan pernafasan (R00-R09) R00 Kelainan denyut jantung Kecuali: kelainan yang dimulai pada masa perinatal (P29. AMd.-) gangrene pada situs tertentu yang dijelaskan .1 Bradikardia.penyakit pembuluh darah perifer lain (I73.atherosclerosis (I70. not elsewhere classified Kecuali: gas gangrene (A48.lihat Index Alfabet R03 Pembacaan tekanan darah abnormal.1 Cardiac murmur.8) R01. tidak dijelaskan Denyut jantung lambat Bradikardia: .8 Kelainan denyut jantung lain dan tidak dijelaskan R01 Cardiac murmurs [bising jantung] dan suara jantung lainnya Kecuali: yang dimulai pada masa perinatal (P29.sinus NOS R00.0 Cardiac murmurs ringan dan tidak berbahaya Cardiac murmurs fungsional R01.sinus .diabetes mellitus (E10-E14 dengan karakter keempat .0 Tekanan darah terbaca meningkat. Created By: Subhan.sinoatrial . tanpa diagnosis R03.

atau sebagai penemuan insidentil terpisah.5) stridor larynx kongenital (P28.3) sindroma hipotensi maternal (O26.-) R04.1 Perdarahan dari tenggorokan Kecuali: haemoptysis (R04.8) R06.-) hipotensi neurogenik orthostatik (G90. AMd.3) batuk dengan perdarahan (R04.5) R04 Perdarahan dari saluran pernafasan R04.-) .PerKes.2) .1 Tekanan darah terbaca rendah yang tidak spesifik Kecuali: hipotensi (I95.3) 385 .1) R06.distress (syndrome)(of): .8 Perdarahan dari situs lain pada saluran pernafasan Perdarahan paru-paru NOS Kecuali: perdarahan paru-paru perinatal (P26.newborn (P22. R03.arrest (R09. Created By: Subhan.9 Perdarahan dari saluran pernafasan.2) R04.5) R06.2 Haemoptysis Sputum bercampur darah Batuk dengan perdarahan R04.0 Epistaxis Perdarahan dari hidung Mimisan R04.1 Stridor [nafas berbunyi seperti air menggelegak] Kecuali: laryngismus (stridulus) (J38. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Note: kategori ini digunakan untuk mencatatat episode peningkatan tekanan darah pada pasien yang tidak mendapatkan diagnosa hipertensi. tidak dijelaskan R05 Batuk Kecuali: batuk psikogenik (F45.adult (J80) .failure (J96.of newborn (P28.-) .0 Dyspnoea Orthopnoea Shortness of breath [sesak nafas] Kecuali: sesak nafas sementara pada bayi neonatus (P22.2) R06 Kelainan pernafasan Kecuali: respiratory: .2 Wheezing [nafas menciok] R06.3 Periodic breathing [nafas periodik] Pernafasan Cheyne-Stokes R06.4 Hyperventilasi [nafas dalam] Kecuali: hiperventilasi psikogenik (F45.

newborn (P22.-) .1 Nyeri rongga dada ketika bernafas Painful respiration R07. AMd.of newborn (P28.3) .mammae (N64.PerKes.2) R06.5) R09.tidur (G47.6 Hiccough [‘sadu?’] Kecuali: hiccough psikogenik (F45.neonatus (primer) (P28.9) nyeri pada: .-) .4 Nyeri rongga dada.leher (M54.adult (J80) .-) .intrauterus (P20.1 Pleurisy [pleuritis] 386 .5 Mouth breathing Snoring [bunyi mendengkur.asphyxia lahir (P21.8 Kelainan bernafas lain dan tidak dijelaskan Apnoea NOS [nafas berhenti] Breath-holding (spells) [menahan nafas] Choking sensation [rasa tercekik] Sighing [nafas bunyi mengeluh] Kecuali: apnoea (pada): .0 Asphyxia [tercekik] Kecuali: asphyxia (akibat): .trauma (T71) . tidak dijelaskan R09 Tanda dan gejala lain yang melibatkan sistem sirkulasi dan pernafasan Kecuali: respiratory .3 Nyeri rongga dada lainnya Nyeri dinding depan rongga dada NOS R07.-) . R07 Nyeri tenggorokan dan rongga dada Kecuali: mialgia epidemik (B33. Created By: Subhan.2 Nyeri precordial R07.0) sore throat (akut) NOS (J02.distress (syndrome)(of): .3) R06.4) disfagia (R13) R07. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat R06.3) . nafas melalui mulut] Kecuali: mulut kering NOS (R68.2) .neonatus (P28.4).benda asing do saluran pernafasan (T17.7 Sneezing [bersin] R06.-) .0 Nyeri tenggorokan R07.respiratory: failure (J96.karbon monoxida (T58) R09.

0-P54.-) tanda dan gejala yang melibatkan sistem perkemihan (R30-R39) R10 Nyeri abdomen dan pelvis Kecuali: dorsalgia (M54. AMd.timpani Tanda dan gejala pada sistem pencernaan dan abdomen (R10-R19) Kecuali: pylorospasme (K31.NOS .8 Tanda dan gejala lain yang dijelaskan pada sistem sirkulasi dan pernafasan Bruit (arterial) Rales [rhonchi] Weak pulse [nadi lemah] Rongga dada dengan: .-) kolik ginjal (N23) kembung dan kondisi terkait (R14) R10.0 Acute abdomen Nyeri hebat abdomen (umum)(lokal)(dengan kejang abdomen) R10.wanita (N94.2) .1 Nyeri lokal di abdomen atas Nyeri epigastrium R10. Created By: Subhan.PerKes.-).kongenital atau infantil (Q40. bau Sputum berlebihan Kecuali: sputum campur darah (R04.suara perkusi abnormal .bayi (P76. 387 .2 Nyeri pelvis dan perineum R10.2 Respiratory arrest Cardiorespiratory failure [kegagalan kardiorespirasi] R09.pria (N48-N50) .3 Nyeri lokal di bagian lain abdomen bawah R10.0).4 Nyeri abdomen lain dan tidak dijelaskan Abdominal tenderness [nyeri tekan] NOS Kolik: .3).suara friksi (bunyi gesekan) .0-K92.pada bayi (P54.kolik infantil R11 Mual dan muntah Kecuali: haematemesis (K92. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: pleurisy dengan effusi (J90) R09.2) R09. gejala yang dapat dirujuk ke organ genital: .-) perdarahan gastrointestinum (K92.0) obstruksi usus (K56.3 Sputum abnormal Kelainan: jumlah. .3) . warna.

2 Hepatomegaly dengan splenomegaly.1 Splenomegaly.setelah operasi gastrointestinum (K91.3) R15 Faecal incontinence Encopresis NOS Kecuali: yang penyebabnya nonorganik (F98.pelvik NOS .umbilikus Kecuali: distensi abdomen (gas) (R14) 388 .intra-abdomen NOS .0 Hepatomegaly.0 Sembab.muntah pada bayi (P92.muntah berlebihan: pada kehamilan (O21.0) R12 Heartburn Kecuali: dyspepsia (K30) R13 Dysphagia Sulit menelan R14 Flatulence [kembung] dan kondisi terkait Distensi perut (berisi gas) Bloating Eructation Gas pain Tympanites (perut)(usus) Kecuali: aerophagy psikogenik (F45. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .-) .5).0) . P57-P59) R18 Ascites Cairan dalam rongga peritoneum R19 Tanda dan gejala lain pada sistem pencernaan dan abdomen Kecuali: acute abdomen (R10.psikogenik (F50. AMd. not elsewhere classified Hepatosplenomegaly NOS R17 Jaundice yang tidak dijelaskan Kecuali: Jaundice neonatus (P55.PerKes. massa atau bengkak intraabdomen dan pelvik Sembab atau bengkak difus atau umum: . not elsewhere classified Splenomegaly NOS R16.1) R16 Hepatomegali dan splenomegali.0) muntah (pada): . not elsewhere classified R16.haematemesis neonatus (P54. . not elsewhere classified Hepatomegaly NOS R16.0) R19.

0) diare fungsional (K59. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat ascites (R18) R19.3 Hyperaesthesia R20.1) R19.8 Tanda dan gejala lain yang dijelaskan pada sistem pencernaan dan abdomen Tanda dan gejala gejala pada kulit dan jaringan subkutis (R20-R23) R20 Kekacauan sensasi kulit Kecuali: anestesia dan kehilangan sensasi disosiatif (F44.5 Kelainan feses lainnya Warna feses abnormal. AMd.1) R19.8) R20.4 Change in bowel habit [perubahan kebiasaan usus] Kecuali: konstipasi (K59.-) massa dan bengkak pada: .intra-abdomen atau pelvik (R19.1 Hypoaesthesia kulit R20. Created By: Subhan.0) sembab (pada): .6 Halitosis [bau nafas tidak menyenangkan] R19.1 Abnormal bowel sounds [bising usus abnormal] Bisng usus absen Bising usus hiperaktif R19.2 Paraesthesia kulit kesemutan] Formikasi Pins and needles’ Tingling skin Kecuali: acroparaesthesia (I73.0 Anaesthesia kulit R20.2 Visible peristalsis [peristalsis terlihat] Hiperperistalsis R19.-) oedema (R60.1) .pada neonatus (P54.8) R20.6) kekacauan psikogenik (F45. massa dan benjol lokal pada kulit dan jaringan subkutis Termasuk: nodul subkutis (lokal)(superficial) Kecuali: adipositas lokal (E65) pembesaran kelenjar limfe (R59.3 Abdominal rigidity [kejang abdomen] Kecuali: yang disertai nyeri hebat abdomen (R10.breast (N63) .4) 389 .8 Kekacauan sensasi kulit lain dan tidak dijelaskan R21 Rash dan erupsi kulit nonspesifik lain R22 Sembab.PerKes.0) R19. feses banyak sekali.joint (M25. mukus pada feses Kecuali: melaena (K92.

2 Sembab. massa dan benjol lokal pada kepala R22. Created By: Subhan.8) serangan sianosis pada neonatus (P28.1) R23.2) R23. massa dan benjol lokal pada anggota bawah R22. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat .0 Pergerakan abnormal kepala R25.0) .2 Flushing [kemerahan menjalar] Blushing berlebihan Kecuali: pada keadaan menopause dan klimakterik wanita (N95.1 Tremor.4 Sembab.4) . ecchymoses pada janin dan bayi (P54.essential (G25.-).4) 390 . AMd. kelainan pergerakan stereotype (F98. massa dan benjol lokal.0) spasme infantil (G40. tidak dijelaskan R23 Perubahan kulit lainnya R23.9) R23.4 Perubahan texture kulit Desquamasi [epitel epidermis lepas] Indurasi [pengerasan] Scaling [sisik] Kecuali: penebalan epidermis NOS (L85.intention (G25.1 Sembab. R23.2 Cramp and spasm Kecuali: spasme karpopedal (R29.9 Sembab.4) kelainan pergerakan spesifik (G20-G26) R25.-).PerKes. massa dan benjol lokal pada leher R22. tidak dijelaskan Kecuali: chorea NOS (G25.3 Ecchymoses spontan Petechiae Kecuali: purpura (D69.0) hasil abnormal pada citra diagnostik (R90-R93).hysterical (F44. massa dan benjol lokal pada situs ganda R22.2) R25. R22.7 Sembab.3 Sembab.8 Perubahan kulit lainnya dan tidak dijelaskan Tanda dan gejala pada sistem syaraf dan muskuloskeleton (R25-R29) R25 Pergerakan bawah sadar abnormal Kecuali: kelainan tic (F95.0 Cyanosis Kecuali: acrocyanosis (I73.0 Sembab.intra-abdomen atau pelvik (R19.5) tremor: . massa dan benjol lokal pada anggota atas R22. massa dan benjol lokal pada badan R22.5).1 Pallor [pucat] Clammy skin R23.

.4 Clicking hip Kecuali: deformitas kongenital panggul (Q65.9). R29.post-thyroidectomy (E89. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat R25. not elsewhere classified Tendensi jatuh karena usia tua atau masalah kesehatan lain yang tidak jelas.3).3 Postur abnormal R29.-) ataxic gait (R26. Created By: Subhan.3) R26. Kecuali: kecelakaan NOS (X59) sulit berjalan (R26.6 Tendency to fall. not elsewhere classified R26.5).0) vertigo NOS (R42) R27.2) reaksi vasovagus atau syncope (R55) R29.2 Kesulitan berjalan.8 Kelainan gait dan mobilitas lain dan tidak dijelaskan Unsteadiness on feet NOS R27 Kehilangan koordinasi lainnya Kecuali: hereditary ataxia (G11.0 Tetany Spasme karpopedal Kecuali: tetani: .lokomotor (sifilitika) (A52. .1) .2) 391 .1 Paralytic gait [lenggang lumpuh] Spastic gait R26.0) sindroma immobilitas (paraplegia) (M62.-) .8 Kehilangan koordinasi lainnya dan tidak dijelaskan R29 Tanda dan gejala pada sistem syaraf dan muskuloskeletal lainnya R29.herediter (G11. tidak dijelaskan R27.3 Fasciculation Twitching NOS R25.PerKes. reflex gag [„muntah‟] hiperaktif (J39.0 Ataxic gait [lenggang ataksia] Staggering gait R26. AMd.2) .1 Meningismus R29.parathyroid (E20.-) R29.2 Reflex abnormal Kecuali: reflex pupil abnormal (H57.NOS (R27.neonatus (P71.histeria (F44.0 Ataxia.8 Pergerakan bawah sadar abnormal lain dan yang tidak dijelaskan R26 Kelainan gait dan mobilitas Kecuali: ataxia: .0).

9 Nyeri berkemih. O08. O90.4) R33 Retentio urin [urin tidak bisa keluar] R34 Anuria dan oliguria [produksi urin tidak ada atau sedikit] Kecuali: yang merupakan komplikasi: abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.3) R36 Urethral discharge [keluar cairan dari uretra] Penile discharge Urethrorrhoea R39 Tanda dan gejala lain pada sistem perkemihan R39.-) R32 Inkontinensia urin yang tidak dijelaskan Enuresis NOS Kecuali: enuresis nonorganik (F98. melahirkan dan nifas (O26. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat dizziness and giddiness (R42) [pusing dan merasa kepala ringan] jatuh yang menyebabkan cedera (W00-W19) jatuh akibat penyakit yang diklasifikasi di tempat lain syncope and collapse (R55) [pingsan] R29.1 Kesulitan berkemih lainnya Enggan berkemih Aliran kemih lambat Aliran kemih bercabang 392 .4) R35 Polyuria [produksi urin berlebihan] Sering berkemih Nocturia [berkemih malam] Kecuali: polyuria psikogenik(F45.3) R30.0 Extravasation of urine [lewat di luar pembuluhnya] R39.PerKes.1 Vesical tenesmus [nyeri vesika urinaria] R30.4) hamil. Created By: Subhan.3-N39. tidak dijelaskan Painful urination NOS R31 Haematuria yang tidak dijelaskan Kecuali: haematuria rekurent atau persistent (N02.8.8 Tanda dan gejala lain dan tidak dijelaskan pada sistem syaraf dan muskuloskeletal Tanda dan gejala pada sistem perkemihan (R30-R39) R30 Nyeri yang berhubungan dengan berkemih Kecuali: nyeri psikogenik (F45. AMd.0) inkontinensia stress dan inkontinensia urin lain yang dijelaskan (N39.0 Dysuria Strangury R30.

0 Somnolens [mengantuk] Drowsiness R40.-) .4).-) R41.1 Amnesia anterograde R41. persepsi.diabetik (E10-E14.8 Tanda dan gejala lain tidak dijelaskan pada sistem perkemihan Tanda dan gejala pada kognisi.-) 393 .PerKes.0 Disorientasi.manik (F30.2) . keadaan emosi.8 Tanda dan gejala lain dan tidak dijelaskan pada fungsi kognitif dan kesadaran R42 Dizziness and giddiness Light-headedness Vertigo NOS Kecuali: sindroma vertiginosa (H81. stupor dan koma Kecuali: koma: .2 Uraemia extrarenal Uraemia prerenal R39.uraemik (N19) .depresi (F31-F33) .2 Koma. dan tingkah laku (R40-R46) Kecuali: yang merupakan bagian dari pola kelainan jiwa (F00-F99) R40 Somnolens.disosiatif (F44. AMd.organik (F04) .2) R40. sindroma amnesia: .3 Amnesia lain Amnesia NOS Kecuali: transient global amnesia (G45.1 Stupor Semicoma Kecuali: stupor: . tidak dijelaskan Tidak sadar NOS [pingsan] R41 Tanda dan gejala lain pada fungsi kognitif dan kewaspadaan Kecuali: kelainan disosiatif [konversi] (F44. karakter keempat . karakter keempat . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat R39.neonatus (P91.8) R41.akibat zat psikoaktif (F10-F19.2) .hepatik (K72. Created By: Subhan. tidak dijelaskan Confusion NOS [kebingungan] Kecuali: disorientasi psikogenik (F44.hipoglikemik (nondiabetik) (E15) .katatonik (F20.0) .5) R40.2 Amnesia retrograde R41.6) R41.

8 Kekacauan bau dan pengecapan lain dan tidak dijelaskan Kekacauan campuran bau dan pengecapan R44 Tanda dan gejala lain pada sensasi dan persepsi umum Kecuali: kekacauan sensasi kulit (R20.1) R46.0 Kebersihan pribadi sangat rendah R46.8 Tanda dan gejala lain pada penampilan dan tingkah laku 394 .3 Halusinasi.0 Nervousness Nervous tension [tegang] R45.6 Physical violence [kekerasan fisik] R45.4 Irritability and anger [tegang dan marah] R45.2 Unhappiness Worries NOS [khawatir] R45.8 Tanda dan gejala lain yang melibatkan keadaan emosi Suicidal ideation (tendencies) [ingin bunuh diri] Kecuali: suicidal ideation yang merupakan bagian kelainan jiwa (F00-F99) R46 Tanda dan gejala pada penampilan dan tingkah laku R46.-) R44.2 Parageusia [kelainan sensasi pengecapan] R43.0 Halusinasi auditorius R44.2 Halusinasi lain R44.PerKes.3 Demoralisasi dan apati [kehilangan semangat dan tidak pedulian] R45. Created By: Subhan. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat R43 Kekacauan bau dan pengecapan R43.1 Restlessness and agitation – [gelisah dan ingin ribut] R45.5 Curiga dan sangat menghindar R46. tidak dijelaskan R44.7 Terlalu banyak bicara dan detil terkait mengaburkan alasan kontak R46.7 Keadaan syok dan stress emosi.6 Keprihatinan dan memikirkan event penyebab stress secara berlebihan R46.1 Parosmia R43. tidak dijelaskan R45.1 Penampilan pribadi sangat aneh R46.8 Tanda dan gejala lain dan tidak dijelaskan pada sensasi dan persepsi umum R45 Tanda dan gejala pada keadan emosi R45.1 Halusinasi visual R44.3 Overaktifitas R46.2 Tingkah laku ganjil dan tak bisa dijelaskan] R46.5 Hostility [sikap bermusuhan] R45. AMd.4 Lamban dan kurang respons Kecuali: stupor (R40.0 Anosmia R43.

1 Dysarthria dan anarthria [susah menyusun suku kata] R47.8 Kekacauan bicara lainnya dan tidak dijelaskan R48 Dyslexia dan gangguan fungsi simbolik lain.2 Hypernasality and hyponasality R49. tidak dijelaskan 395 .1 Aphonia Loss of voice [suara hilang] R49.persalinan (O75. not elsewhere classified Kecuali: kelainan perkembangan spesifik keterampilan sekolah (F81.8 Kekacauan suara lainnya dan tidak dijelaskan Perubahan suara NOS Tanda dan gejala umum (R50-R69) R50 Demam dengan asal-usul lain dan tidak diketahui Kecuali: demam dengan asal-usul tidak diketahui (sewaktu)(pada): .newborn (P81.PerKes. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Tanda dan gejala pada bicara dan suara (R47-R49) R47 Kekacauan bicara.2 Demam akibat obat Gunakan kode tambahan (Bab XX) untuk identifikasi obat. atau bau yang pernah dikenal] R48.1 Agnosia [tak kenal tempat.0) R47. AMd. person.9 Demam. kalau disebabkan obat R50.4) R50.1) stuttering [stammering] (F98.6) R47. rasa.0 Dysphasia and aphasia Kecuali: progressive isolated aphasia (G31. not elsewhere classified Kecuali: gangguan perkembangan spesifik pada bicara dan bahasa (F80.-) R48.2 Apraxia [tak bisa membuat gerakan yang biasa] R48.8 Demam lain yang dijelaskan Demam dengan menggigil Demam dengan kaku Demam persisten R50.0 Dysphonia Hoarseness [suara kasar] R49.2) .0-F84.0 Dyslexia [huruf terbalik-balik] dan alexia [tak mengerti kata yang tertulis] R48.-) autisma (F84.4) R49. Created By: Subhan.8 Gangguan fungsi simbolik lain dan tidak dijelaskan Acalculia [tak bisa berhitung] Agraphia [tak bisa menulis] R49 Kekacauan suara Kecuali: kekacauan suara psikogenik (F44.9) puerperal pyrexia NOS (O86.5) cluttering (F98.

2) R52.tenggorokan (R07.nervosa 396 .0) R52 Nyeri.sendi (M25.pinggang (M54.4) .6) .anggota (M79.4) .3) R51 Headache Nyeri muka NOS Kecuali: nyeri muka tidak khas (G50.punggung (M54.psikogenik (F45.8) .PerKes.mata (H57. kolik ginjal (N23).rongga dada (R07.9 Nyeri.kronis .bahu (M75.NOS . AMd.2 Nyeri kronis lain R52.6) .1 Nyeri kronis ‘intractable’ – [tak bisa hilang] R52.5) .tulang punggung (M54. Created By: Subhan.5) . Pyrexia NOS Kecuali: hyperthermia maligna akibat anaesthesia (T88.abdomen (R10.telinga (H92.-) . sakit kepala (R51) nyeri (pada): .9) .lidah (K14.4) . tidak dijelaskan Nyeri umum NOS R53 Malaise and fatigue Asthenia NOS Lethargy Tiredness Penurunan fisik umum Debilitas: .0) .0 Nyeri akut R52.8) .mammae (N64.-) .1) . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Hyperpyrexia NOS. not elsewhere classified Termasuk: nyeri yang tidak bisa dirujuk pada organ atau regio tubuh mana pun Kecuali: chronic pain personality syndrome (F62.8).pelvik and perineum (R10.0) .1-R07.1) migraine dan sindroma sakit kepala lainnya (G43-G44) neuralgia trigeminus (G50.gigi (K08.

0). AMd.3) syok: .9). .2). .kardiogenik (R57.0) . sebentar.8 Konvulsi lain dan tidak dijelaskan 397 .-) fatigue syndrome (F48.1) Stokes-Adams attack (I45.panas (T67.bayi baru lahir(P90) R56.. HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Kecuali: debilitas: .PerKes.8).psikogenik (F48.kehamilan (O26. O08. . . .olahraga berlebihan (T73.9) – [akibat asistole atau fibrillasi jantung] syncope: . Created By: Subhan.kongenital (P96. .senilis (R54) exhaustion and fatigue (akibat)(pada): .2) R56 Konvulsi.0 Konvulsi demam R56.sinus karotid (G90.1) .0).NOS (R57.pertempuran (F43. tanpa disebutkan psikosis Usia senja.fatigue syndrome pascavirus (G93. .persalinan dan melahirkan (O75.abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.1) .8).mempersulit atau menyertai: .neurasthenia (F48.5) .3) .1) pingsan NOS (R40.disosiatif (F44.3). not elsewhere classified Kecuali: konvulsi [kontraksi dan relaksasi cepat berulang] dan kejang (pada): .3) hipotensi ortostatik (I95.exposure (T73. .pascabedah (T81.3) R54 Senilitas Tua. .epilepsi (G40-G41) .panas (T67. tanpa disebutkan psikosis Asthenia senilis Debilitas senilis Kecuali: psikosis senilis (F03) R55 Syncope and collapse Blackout [penglihatan tiba-tiba menghitam] Fainting [tidak sadar tiba-tiba.9). karena penurunan aliran darah ke otak] Kecuali: astenia neurosirkulasi (F45.0).0). .. .neurogenik (G90.asthenia senilis(R54).

NOS (T78.1) . HP:085298808861 / 085299300689 RSU Regional Provinsi Sulawesi Barat Fit NOS Seizure (convulsive) NOS R57 Shock.1 Syok hipovolemik R57. .NOS (I88. not elsewhere classified Kecuali: hydrothorax (J94.0).0 Pembesaran kelenjar limfe lokal R59.8) hydrops fetalis NOS (P83.9 Syok..0) . Created By: Subhan. tidak dijelaskan Kegagalan sirkulasi perifer NOS R58 Haemorrhage.septik (A41.psikis (F43..2) .5) R57.PerKes.akut (L04.0 Syok kardiogenik R57. AMd. not elsewhere classified Perdarahan NOS R59 Pembesaran kelenjar limfe Termasuk: pembesaran kelenjar Kecuali: lymphadenitis: .kronic (I88. tidak dijelaskan R60 Oedema.4) .-) R59.traumatika (T79.mesenterika (akut)(kronik) (I88.8 Syok lain Syok endotoxik R57.anaesthesia (T88.9) .3) .1 Pembesaran kelenjar limfe umum Lymphadenopathy NOS Kecuali: penyakit HIV yang menyebabkan limfadenopati umum (persistent) (B23.9 Pembesaran kelenjar limfe.pascabedah (T81.4) .reaksi makanan (T78.2) .3) shock (akibat): . O08.1) .2) ascites (R18) oedema (pada): 398 .0) . not elsewhere classified Kecuali: toxic shock syndrome (A48..anaphylactik (akibat): .9) .komplikasi atau setelah abortus atau hamil ektopik atau mola (O00-O07.serum (T80.petir (T75.1) .0) .1) R59.listrik (T75.obstetrik (O75.

malnutrisi (E40-E46) .9 Hiperhidrosis.bertumbuh Infantilisme NOS Pertumbuhan tidak ada Retardasi fisik Kecuali: penyakit HIV yang menyebabkan gagal bertumbuh (B22.paru-paru (J81) .4) .PerKes. AMd.-) bulimia NOS (F50.8 Perkembangan fisiologis tidak seperti diharapkan lainnya Kegagalan: .