You are on page 1of 2

Hal ini mungkin disebabkan asam oksalat yang dihasilkan saat fermentasi lebih tinggi

daripada asam sitrat karena jumlah asam organic dan pH yang kurang sesuai. Hal ini
berpengaruh pada penurunan hasil asam sitrat sebagai produk akhir yang diinginkan. Menurut
Papagianni (1995), garam-garam organik dan pH sangat berpengaruh terhadap proporsi asam
sitrat dan oksalat yang dihasilkan. Oleh karena itu, pH dan garam harus sedemikian rupa hingga
produksi asam sitrat tinggi dan sebaliknya asam oksalat ditekan serendah mungkin

Pada proses fermentasi yang menghasilkan produk asam sitrat ini, sel Aspergillus niger
juga ikut mengalami pertumbuhan atau penggandaan diri sehingga biomassa juga mengalami
peningkatan jumlah. Pertumbuhan biomassa mengikuti pertumbuhan sel, yaitu didasarkan pada
tahapan yang dilalui sel untuk kelangsungan hidupnya. Tahapan ini terdiri dari empat fase yaitu
fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Semakin banyak jumlah sel yang
terbentuk maka jumlah biomassa yang dihasilkan juga akan semakin meningkat (Papagianni
1995). Menurut Kurbicek dan Rohr (1989), pertumbuhan sel tercepat yaitu ketika berada pada
fase eksponensial, selanjutnya akan menurun pada fase stasioner dan fase kematian. Berdasarkan
hasil praktikum, diperoleh data untuk biomassa selama fermentasi adalah sebagai berikut.
Jumlah biomassa dihari pertama adalah 0,716 mg/ml. Hari kedua diperoleh 2,317 mg/ml. hari
ketiga diperoleh 3,830. Hari keempat 5,675 mg/ml. Data tersebut menunjukan terjadinya fase
pertumbuhan, dari fase lag hingga fase stasioner karena pembentukan biomassa terus meningkat

dan optimum pada hari keempat.039 mg/ml. . penurunan biomassa terjadi karena substrat yang dikonsumsi mikroba untuk menghasilkan produk semakin menipis dan atau adanya zat toksik sehingga mikroba menghentikan fase eksponensialnya. Sedangkan hari kelima merupakan fase kematian. Pertumbuhan mikrobia dalam sistem tertutup menyebabkan fase eksponensial mikrobia sangat terbatas. karena terjadi penurunan biomassa yang dihasilkan menjadi 1.