You are on page 1of 25

MATERIKULASI PRATIKUM

FISIKA DASAR II

NAMA : FAIZ AKBARSYAH M HARAHAP
NIM : 03051281722043

JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Indralaya, 21 Febuari 2018

Penulis

........................................... 18 Cara Membaca Avometer ................................. 1 KATA PENGANTAR ............................................................. 2 RESISTOR ............ DAFTAR ISI MATERIKULASI PRATIKUM FISIKA DASAR II ........................................................................................................................... 8 Cara Membaca Resistor 5 Warna ........................................................................................ 14 Pengertian Avometer .................................................... 9 Cara Membaca Resistor 6 Warna ..................................................................................................................................................... 14 Bagian – Bagian Avometer ......................................................................... 17 Cara Menggunakan Avometer ........................................................................................................................................................................................................................................................................ 12 AVOMETER ................................ 4 Pengertian Resistor .................................... 20 ............................ 4 Cara Membaca Resistor 4 Warna ...............................................................................................................

Simbol Resistor Berikut adalah simbol resistor dalam bentukgambar ynag sering digunakan dalam suatu desain rangkaian elektronika. RESISTOR Pengertian Resistor Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika.Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistorjenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistor juga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. . Resisto r dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf “R”.Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif.Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya.

resistor arang dan resistor oksida logam atau resistor metal film.Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor 5% dan resistor 1%. Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun kode huruf. Resistor Kawat (Wirewound Resistor) .Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan untuk menghindari resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut. Jenis – Jenis Resitor Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan menjadi resistor kawat.Kapasitas Daya Resistor Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut.Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor dengan fisik kemasan besar. 1. resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%). Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%). Nilai Toleransi Resistor Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik.Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar. resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%).

perangkat industri dan perangkat militer.Sehingga nilai resistansiresistor ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. 1/4 Watt. 1/8 Watt.Resistor karbon ini merupakan resistor yang banyak digunakan dan banyak diperjual belikan. 1/4 Watt. Resistor kawat atau wirewound resistor merupakan resistor yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan. 2 Watt dan 3 Watt. 2. . 1/2 Watt. Bentuk fisik resistor metal film ini mirip denganresistor kabon hanya beda warna dan jumlah cicin warna yang digunakan dalam penilaian resistor tersebut. 3.Resistor jenis ini pada umumnya dibuat dengan kapasitas daya yang besar. Resistor metal film ini dapat ditemui dengan nilai tolerasni 1% dan 2%. 1 Watt. Resistor Arang (Carbon Resistor) Resistor arang atau resistor karbon merupakan resistor yang dibuat dengan bahan utama batang arang atau karbon. 1/2 Watt. resistor metal film ini juga diproduksi dalam beberapa kapasitas daya yaitu 1/8 Watt. Sama seperti resistorkarbon. Dipasaran resistor jenis ini dapat kita jumpai dengan kapasitas daya 1/16 Watt.Resistor metal film ini banyak digunakan untuk keperluan pengukuran. Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor) Resistor oksida logam atau lebih dikenal dengan nama resistor metal film merupakan resistor yang dibuah dengan bahan utama oksida logam yang memiliki karakteristik lebih baik.

yaitu tipe resistor variabel yang nilai resistansinya akan berubah mengikuti cahaya yang diterima oleh LDR tersebut. Untuk lebih detilnya thermistor akan dibahas dalam artikel yang lain. tipe variable resistor yang dapat diatur nilai resistansinya secara langsung karena telah dilengkapi dengan tuas kontrol. Resistor tetap dapat kita temui dalam beberpa jenis. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor) Resistor tidak tetap atau variable resistor terdiridari 2 tipe yaitu :  Pontensiometer. Kemudian berdasarkan nilai resistansinya resistor dibedakan menjadi 2 jenis yaitu resistor tetap (Fixed Resistor) dan resistor tidak tetap (Variable Resistor) 1. Resistor Tetap(Fixed Resistor) Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Pada umumnya resistor jenis ini disebut dengan istilah “Trimer Potensiometer atau VR”  Thermistor. .  LDR (Light Depending Resistor). seperti :  Metal Film Resistor  Metal Oxide Resistor  Carbon Film Resistor  Ceramic Encased Wirewound  Economy Wirewound  Zero Ohm Jumper Wire  S I P Resistor Network 2. Thermistor terdiri dari 2 jenis yaitu NTC dan PTC. Potensiometer terdiri dari 2 jenis yaitu Potensiometer Linier dan Potensiometer Logaritmis  Trimer Potensiometer. yaitu tipe resistor variable yangnilairesistansinya akan berubah mengikuti suhu disekitar resistor.Resistor jenis ini biasa digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai pembatas arus dalam suatu rangkaian elektronika. yaitu tipe variable resistor yang membutuhkan alat bantu (obeng) dalam mengatur nilai resistansinya.

Untuk pita keempat menunjukkan toleransi resistor tersebut.secara otomatis akan dengan sangat mudah membaca nilai resistor tersebut tanpa berfikir lagi. Kedua pita warna pertama dan kedua pada resistor 4 warna menunjukkan nilai resistansinya. Cara membaca resistor 4 warna sangat mudah. dengan menghafal kode warna yang ada. sedangkan pada pita ketiga menunjukkan factor pengali atau jumlah nol. maka ketika sering membaca nilai resistor nantinya.Untuk tabel kode resistor empat warna ada diatas. .Cara Membaca Resistor 4 Warna Resistor dengan empat warna adalah jenis resistor yang paling banyak digunakan.

. nilai resistor adalah 56Ω dengan toleransi ±5%. sebagai berikut Pita ke-1 = hijau = 5 Pita ke-2 = biru = 6 Pita ke-3 = hitam = 100 Pita ke-4 = emas = 5% Jadi.Contoh : Terdapat sebuah resistor diatas sesuai kan warna dengan table diatas. dan pita kelima atau terakhir menunjukkan toleransinya seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut ini. Resistor dengan 5 warna biasanya memiliki nilai resistansi yang lebih spesifik dan memiliki nilai toleransi yang yang lebih kecil seperti pada resistor jenis film metal yang rata-rata menggunakan resistor 5 warna. Pada resistor dengan pita 5 warna. ketiga warna pertama menunjukkan nilai resistansinya. Cara Membaca Resistor 5 Warna Cara membaca resistor 5 warna tidak jauh beda dengan resistor 4 warna. sedangkan pita keempat menunjukkan factor pengali atau jumlah nol.

Pita ke-1 : kuning : 4 Pita ke-2 : ungu : 7 Pita ke 3: hijau : 5 . ungu. hijau.Berarti nilai resistor tersebut adalah. ] Sebagai contoh sebuah resistor terdapat warna kuning. hitam. dan coklat.

Pita ke-4: hitam : 100 Pita ke-5 : coklat : 1% Jadi. nilai resistor tersebut adalah 475Ω dengan toleransi ±1%. .

Cara Membaca Resistor 6 Warna Membaca resistor 6 warna hamper sama dengan cara membaca resistor 5 warna. Contoh . Adapun tabel kode warna resistor 6 warna sebagai berikut. hanya saja ada penambahan 1 pita warna lagi. yakni pita ke enam yang menunjukkan koefisien suhu dari resistor itu.ketiga pita warna pada resistor 6 warna menunjukan nilai resistansinya. Sama seperti resistor 5 warna. dan pita keenam menunjukan koefisien suhu. pita kelima menunjukan toleransinya. sedangkan pita ke empat menunjukan factor pengali atau jumlah nol.

Berarti nilai resistor tersebut adalah. Pita ke-1 : kuning : 4 Pita ke-2: ungu : 7 Pita ke-3 : hijau : 5 Pita ke-4 : merah : 102 Pita ke-5 : coklat : 1% Pita ke-6: merah : 100 ppm Jadi. dan merah. merah. nilai resistor 6 warna adalah 47500Ω dengan toleransi ±1% dan koefisien suhu 100 ppm/℃. coklat. ungu.Sebuah resistor terdapat warna kuning. hijau. .

AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat. hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka- angka (digit). AVO meter analog lebih umumdigunakan karena harganya lebih murah dari pada jenis AVO meter digital. ‘A’ artinya ampere. yaitu meter atau satuan dari ukuran. harus dibaca berdasarkan range atau divisi. para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pemakaiannya dan akan menyebabkan rusaknya AVO meter tersebut. Berdasarkan prinsip kerjanya. AVOMETER Pengertian Avometer Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”.‘O’ artinya ohm. baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik. . Tetapi sebelum mempergunakannya. Pada AVO meter digital.Secara umum.Misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa baterai DC dan probe / kabel penyidik warna merah dan hitam. untuk mengukur arus listrik. tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya. pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus. yaitu AVO meter analog (menggunakan jarum putar / moving coil) dan AVO meter digital (menggunakan display digital). untuk mengukur ohm atau hambatan. ‘V’ artinya voltase.Terakhir. ada dua jenis AVO meter. Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya. untuk mengukur voltase atau tegangan. Sehingga untuk memperoleh hasilukur. sedangkan AVO meter analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukkan skala. tegangan.

Keakuratan hasil pengukuran dari AVO Meter analog ini dibatasi oleh lebar dari skala pointer. keakuratan pencetakan gandar. kalibrasi nol.Hambatan sebenarnya multimeter analog tergantung pada kisaran yang dipilih serta sensitivitas. getaran dari pointer. Dalam multimeter analog. defleksi berkelanjutan dari pointer pada skala menunjukkan nilai kuantitas yang diukur. maka harus dibaca berdasarkan range atau divisi. jumlah rentang skala.Pengukuran ditampilkan oleh ADC (pengubah .Hal ini juga digunakan untuk mengukur resistensi. Avometer Digital Pada avometer digital adalah multimeter elektronika dengan tampilan decimal digital contohnya pada tampilan LCDnya. Untuk memperoleh hasil pengukuran. Hal ini digunakan untuk mengukur arus AC dan DC serta tegangan. kesalahan pengukuran dapat terjadi akibat kesalahan dalam pengamatan (paralax).Multimeter yang dapat digunakan untuk mengukur kapasitor dan transistor.Dalam pengukuran menggunakan AVO Meter Analog. Avometer Analog AVO Meter analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. pengukuran yang menggerakkan coil meter dengan resistor internal yang sesuai akan dibawa ke sirkuit berdasarkan seleksi saklar jangkauan. Pada multimeter analog.

 Frekuensi tertinggi pada multimeter analog menggunakan rectifier pada kisaran AC adalah sekitar 2KHz. led dan dioda zener 9. Mengecek dioda. Mengukur suhu (type tertentu) . Mengukur kuat arus DC 4. Fungsi Multimeter : 1. Berikut ini adalah gambaran mendasar dari perbedaan antara multimeter digital dan multimeter analog:  Masukan resistansi pada multimeter digital dapat berjalan konstan untuk setiap range yang diukur. akan diperkuat sebelum ditampilkan. Unutk pengukuran yang tegangan besarnya kurang. Multimeter analog rentan terhadap kesalahan karena salah membaca berdasarkan pada pointer. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor 5. Mengecek transistor 7. Mengukur tegangan AC 3.analog ke digital). Untuk multimeter elektronik digital kisaran ini lebih tinggi dari jenis analog. Mengecek hubung-singkat / koneksi 6. sirkuit latch digunakan unuk menyimpan sampel sesaat sebelum sampel terakhir diukur dan ditampilkan.  Pengukuran pada multimeter digital dinilai lebih baik dibandingkan dengan multimeter analog. Mengecek kapasitor elektrolit 8. tidak seperti multimeter analog. Mengukur tegangan DC 2. Mengukur HFE transistor (type tertentu) 11. Untuk pengukuran tegangan yna bervariasi. Mengecek inductor 10.

Pointer / Jarum meter => Jarum meter ini berfungsi sebagai petunjuk dalam pengukuran yang dilakukan . Skala Maksimum pengukuran arus. Mirror / Cermin => Cermin ini berfungsi sebagai acuan dalam melaukan pengukuran yang ditunjukkan oleh jarum meter. Skala Maksimum mengukur resistansi. tegangan AC ataupun DC.Bagian – Bagian Avometer 1. sehingga pada saat melakukan pengukuran posisi jarum meter tidak memiliki bayangan pada cermin. yang menandakan pengukuran tepat pada petunjuk yang diperoleh. Scale (Skala Maksimum / SM) => Skala Maksimum (SM) merupakan batas nilai tertinggi pada panel. nilainya dari kanan ke kiri b. nilainya dari kiri ke kanan 2. Skala AVO meter a. => Dalam pengukuran posisi mata pengamat harus tegak lurus dengan AVO meter. 3.

) => Meansuring Terminal atau yang biasa disebut probe ini merupakan kontektor yang menghubungkan AVO meter dengan apa yang mau diukur. pada AVO meter. Zero Correction / Pengenolan Jarum => Zero Correction ini berfungsi sebagai mengenolkan jarum pada posisi kiri dalam mengukur arus dan tegangan. 4. Bawah kanan tertulis satuan Ohm untuk mengukur resistansi. tegangan maupun hambatan yang akan diukur. Kiri bawah tertulis DC mA yang digunakan untuk mengukur Arus DC. Ohm Adjusment => Ohm Adjusment ini berfungsi sebagai mengenolkan jarum pada posisi kanan dalam mengukur hambatan. => Probe ini terdiri dari probe positif yang berwarna merah untuk kutub positif dan probe negatif yang berwarna hitam untuk kutub negatif. 8. Paling kiri atas merupakan blok selektor DC Volt. d. 6. Measuring Terminal / Probe ( + / . Batas Ukur (BU) => Batas Ukur merupakan Nilai maksimal yang bisa diukur oleh multimeter Batas Ukur AVO meter a. Paling kiri atas merupakan blok selektor AC Volt c. b. 5. 7. Cara Menggunakan Avometer cara mengukur arus / ampere menggunakan AVO meter . Range Selektor => Range selector berfungsi untuk memilih/range batasan arus.

keenam Lihat hasil pada layar bagian skala ukur hasil yang diperoleh. Ketiga Arahkan Zero Adjusment (alat untuk mengatur jarum penunjuk nilai pada layar agar bernilai ZERO atau NOL).25A.Pertama Sebelum mengukur arus DC. Kedua Arahkan selektor switch atau saklar pemilih yang berfungsi untuk memilih jenis apa yang akan diukur. namun yang berbeda dari pengukuran Tegangan adalah jika pada . sehingga menunjuk ke arah DcmA baik itu di 2. Kelima Arahkan jarum – dan + sebagai penghubung ke terminal seperti ditunjukan oleh gambar diatas (tepatnya garis warna merah).Seperti yang ditunjukan oleh gambar diatas.5 atau di 25 atau di 0. harus memutuskan salah satu jalur hubungan antara beban dan sumber tegangan sebagai tempat untuk melakukan pengukuran. Cara mengukur Tegangan (VOLT) pada rangkaian menggunakan Avo meter Untuk melakukan pengukuran terhadap tegangan sebenarnya hampir sama dengan mengukur arus. Keempat Lakukan kalibrasi Avometer yaitu dengan menyatukan jarum penunjuk – dan + (probe) sehingga jarum penunjuk nilai pada layar bergerak penuh.

dilakukan dengan pemasangan jarum pengukur (probe) secara parallel Arahkan selektor switch ke arah DCV atau ACV sesuai dengan tegangan yang diukur Lakukan pengukuran seperti ditunjukan oleh gambar dibawah ini : Cara mengukur tahanan atau Ohm dengan Avo meter atau multitester Pertama Matikan sumber arus atau tegangan. Cara Membaca Avometer Mengukur Arus Listrik (I) . ketika akan mengukur tahanan (ohm) Kedua Arahkan selektor switch (sklar pemilih) sehingga mengarah ke ohm meter x1. Keempat Lihat jarum penunjuk menunjuk ke skala ukur yang bernilai berapa dan itulah hasilnya.pengukuran arus dilakukan dengan dihubungkan seri. maka untuk mengukur tegangan. bisa juga x10 atau x100 namun perlu rumus perhitungan Ω agar dapat mengetahui nilainya Ketiga Arahkan jarum terminal kearah yang dicontohkan pada gambar.

2. multimeter. 3.kira lebih tinggi dari yang akan diukur. jika jarum penunjuk tidak menunjuk pada jarum di angka 0 maka putar sedikit degan obeng (-). 4. 5. Jika digunakan untuk mengukur arus DC maka putar selector ke ampermeter DC pada batas ukur yang kira. Menghubungkan secara seri antara sember.Langkah langkah menggunakan multimeter untuk mengukur arus listrik : 1. Memasang kabel pemeriksa (probe) merah dan hitam pada multimeter. Melakukan pembacaan nilai arus listrik pada alat ukur. Memeriksa jarum penunjuk menunjukkan pada angka 0. Rangkaian pengukuran arus listrik pada suatu beban berupa lampu dengan sumber AC Rangkaian pengukuran arus listrik suatu beban berupa lampu dengan sumber DC 6. dan beban yang akan diukur. Jika digunakan untuk mengukur arus AC maka putar selector ke ampermeter AC pada batas ukur yang kira-kira lebih tinggi dari arus listrik yang akan diukur. .

. jika jarum penunjuk tidak menunjuk pada angka 0 maka putar sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk hingga jarum penunjuk menunjukkan pada angka 0. selain digunakan untuk mengukur arus sekala tersebut juga digunakan untuk membaca tegangan DC. Contoh pembacaan arus listrik pada multimeter : Berapakah nilai Arus listrik yang terbaca pada multimeter jika selector menunjukan pada DC 10A? Jawab : Maka sekala yang dibaca adalah 0 . sehingga masing-masing sekala tersebut diwakili oleh selector. Jika akan digunakan untuk mengukur tegangan DC. sehingga arus yang terbaca adalah 2A I = 2A Mengukur Tegangan Listrik (V) Langkah-langkah menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan listrik : 1. putar selector ke voltmeter AC pada batas ukur yang kira-kira lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. sehingga tidak diperlukan menghitung atau mengalikan kembali nilai yang terbaca pada alat ukur. Memeriksa jarum penunjuk menunjukan pada angka 0.Cara membaca multimeter ketika digunakan untuk mengukur arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian : I (Arus listrik) = Nilai yang terbaca pada alat ukur Untuk membaca nilai arus listrik DC pada multi meter sekala yang dibaca pada alat ukur adalah sekala yang berada di posisi tengah ( DCV. Biasanya sekala yang digunakan untuk mengukur arus dan tegangan DC terdapat lebih dari satu.10A. Memasang kabel pemeriksa (probe) merah dan hitam pada multi meter 3. Jika akan digunakan untuk mengukur tegangan AC.A). 2. 4. putar selector ke voltmeter DC pada batas ukur yang kira-kira lebih tinggi dari tegangan listrik yang akan diukur. Mengatur sakelar pemilih jangkauan alat ukur (selector).

oleh karena itu dibagi pada selector (seperti pada sekala pengukuran DC Vdan DCA). Rangkaian pengukuran tegangan suatu lampu dengan sumber tegangan AC. 5. Rangkaian pengukuran tegangan suatu lampu dengan sumber tegangan DC.250V sehingga nilai tegangan yang terukur pada multimeter adalah 210V. Menghubungkan secara paralel dengan beban dengan sumber tegangan. Melakukan pembacaan tegangan listrik pada alat ukur. 6. biasanya memiliki nilai lebih dari satu nilai sekala. V = 210V Mengukur Hambatan Listrik atau Resistansi (R) Langkah-langkah menggunakan multimeter untuk mengukur nilai hambatan (resistansi): . Cara membaca multimeter ketika digunakan untuk nilai tegangan listrik yang terukur : V = Nilai tegangan yang terbaca pada multimeter Sekala yang dibaca untuk tegangan AC adalah sekala yang letaknya berada bagian paling bawah. Contoh pembacaan : Berapakah nilai tegangan yang terbaca pada multimeter jika selector menunjukan pada AC 250V? Jawab : Maka sekala yang dibaca adalah 0 .

Memeriksa jarum penunjuk menunjukan pada angka 0. Rangkaian pengukuran hambatan suatu lampu dengan menggunakan multimeter. Menghubungkan beban yang akan diukur dengan ohmmeter pastikan telah melepas sumber tegangan atau pun arus sebelum mengukur hambatan. Cara membaca multimeter ketika digunakan untuk mengukur hambatan : R (nilai hambatan) = nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur × nilai yang pada selector Sekala yang dibaca jika mengukur hambatan adalah sekala yang berada di bagian paling atas (Ω). jarum penunjuk akan mengarah ke titik 0. Lakukan pembacaan nilai hambatan (resitansi) pada alat ukur. Memasang kabel pemeriksa (probe) merah dan hitam pada multi meter 3. 1. 6. 2. nilai terkecil dimulai dari kanan. jika jarum petunjuk tidak menunjukan pada angka 0 maka putar sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk hingga menunjukan angka 0. Contoh pembacaan : . Melakukan pengkalibrasi alat ukur Ohmmeter dengan cara menghubungkan ujung kabel pemeriksa (probe) merah dan hitam. Mengatur selector untuk mengukur hambatan maka memutar selector ke ohm meter kemudian pilih batas ukur yang kira kira lebih dari nilai hambatan yang akan diukur. jika belum menunjuk ke titik 0 maka putar knop pengatur hingga jarum penunjuk menunjukan pada angka 0. 5. 4.

Berapakah nilai hambatan jika selector menunjukan X 10 Ω ? Jawab : R = 70 × 10 Ω = 700 Ω Nilai hambatan yang terbaca pada alat ukur adalah 700 Ω .