You are on page 1of 8

6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Batu Padas
Batu padas memiliki ciri fisik berwarna putih kecoklatan dan memiliki
tekstur yang lunak. Batu padas (paras, bahsa bali) tergolong batuan sedimen yang
merekat bersama silika, besi oksida ataupun tanah liat dengan bahan dasar 70-
95% silikon dioksida (SiO2) dan 2-10% aluminium oksida (Al2O3).
Hasil ekstraksi silika batu padas menunjukkan bahwa kandungan silika batu
padas yang berasal dari Singkup kabupaten Ketapang antara lain :

Tabel 2.1. Komposisi Kimia yang terkandung dalam batu padas Singkup
(Sukirno et al, 2017)
Unsur Logam % Komposisi Unsur
Si 67,539
Al 25,622
K 4,44
Fe 0,59
Cl 0,05

2.2. Silika
Struktur silika di alam berada dalam bentuk kristalin sedangkan sebagai
senyawa sintesis, silika berbentuk amorf. Di alam, silika terdapat sekitar 27%
pada lapisan litosfer. Sumber silika di alam berasal dari pasir, kuarsa, gelas dan
sebagainya (Sulastri dan Kristianingrum, 2010).
Silika dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang karena memiliki berbagai
keistimewaan. Silika memiliki struktur yang seragam, berpori dan gugus aktif
pada permukaannya (Vansant, et al., 1995). .
Bentuk-bentuk silika merupakan beberapa struktur kristal yang penting bukan
saja karena silika merupakan zat yang melimpah dan berguna, tetapi karena

6

Kristal Silika memiliki dua ciri utama yaitu: 1. Reaksi Asam Silika relatif tidak reaktif terhadap asam kecuali terhadap asam hidrofluorida dan asam phospat.648 gcm-3· Titik lebur : 1600-1725 °C Titik didih : 2230 °C Mineral silika mempunyai berbagai sifat kimia antara lain sebagai berikut : a. 1985:376) Dalam asam berlebih reaksinya adalah: SiO2 + 6HF H2[SiF6] (aq) + 2H2O (l) (Vogel. Setiap atom silikon berada pada pusat suatu tetrahedron yang terdiri dari empat atom oksigen. Silikon (IV) oksida Rumus molekul : SiO2 Massa molar : 60. yang dikenal sebagai silika .1985:374) Secara komersial. SiO2 (s) + 4HF (aq) SiF4 (aq) + 2H2O (l) (Vogel. Reaksi ini menghasilkan suatu dispersi pekat yang akhirnya memisahkan partikel dari silika terhidrat. Silika. Silikat oksida. 2. silika dibuat dengan mencampur larutan natrium silikat dengan suatu asam mineral. terutama dengan basa kuat. 1985:376) b.08 gmol-1 Penampilan : Kristal Transparan Kepadatan : 2. 7 strukturnya (SiO4) adalah unit yang mendasar dalam kebanyakan mineral. Setiap atom oksigen berada ditengah-ditengah antara dua atom silikon Mineral silika memiliki sifat fisika yaitu : Nama IUPAC : Silikon dioksida Nama lain : Kuarsa. Reaksi basa Silika dapat bereaksi dengan basa. seperti dengan hidroksida alkali. SiO2 (s) + 2NaOH (aq) Na2SiO3 + H2O (Vogel.

H2O (s) Silikon dioksida terbentuk melalui ikatan kovalen yang kuat.com) Silika gel merupakan silika amorf yang terdiri atas globula – globula SiO4 tetrahedral yang tersusun secara tidak teratur dan beragregasi membentuk kerangka tiga dimensi yang lebih besar. 8 hidrosol atau asam silikat yang kemudian dikeringkan pada suhu110°C agar terbentuk silika gel. . serta memiliki struktur lokal yang jelas: empat atom oksigen terikat pada posisi sudut tetrahedral di sekitar atom pusat yaitu atom silikon. Namun demikian. Rumus kimia silika gel secara umum adalah SiO2. Reaksi yang terjadi: Na2SiO3 (aq) + 2HCl (aq) H2SiO3 (l) + 2NaCl (aq) H2SiO3 (s) SiO2. Struktur satuan mineral silika pada dasarnya mengandung kation Si4+ yang terkoordinasi secara tetrahedral dengan anion O2-.1.x H2O. Berikut ini struktur lokal dari silikon dioksida: Gambar 2. susunan tetrahedral SiO4 pada silika gel tidak beraturan seperti struktur berikut (Oscik. Struktur Lokal Silikon Dioksida (WordPres. 1982 ).

H adalah medan magnet. Secara umum rata-rata energi yang diserap persatuan volume oleh bahan adalah: dimana ε adalah konstanta dielektrik dari material. relaksasi ion. Absorpsi microwave oleh material adalah hasil dari semua proses tersebut yang untuk masing-masing material berbeda-beda. maka jumlah distribusinya per unit area bukan menjadi ukuran kemampuan adsorpsi silika gel. proses multi phonon. 2.2 Struktur tetrahedral SiO4 pada silika gel (Oscik. ω adalah kecepatan sudut. ε” adalah dielectric losses µ” adalah magnetic losses. 1982) Sifat silika gel ditentukan oleh orientasi dari ujung tempat gugus hidroksil berkombinasi. Kemampuan adsorpsi ternyata tidak sebanding dengan jumlah gugus silanol dan gugus siloksan yang ada pada permukaan silika gel. σ adalah konduksi ionik. µ0 pemeabiliti magnetik. dimana dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi termodinamik bahan. Penggunaan gelombang mikro dalam sintesis nanomaterial Beberapa mekanisme absorpsi microwave saat radiasinya diberikan pada material yaitu konduksi ionik.3. dan ε0 adalah permitivitas dari ruang hampa. 1982). tetapi tergantung pada distribusi gugus OH per unit area adsorben (Oscik. Mekanisme pemanasan oleh komponen medan E dari microwave . Oleh karena ketidak-teraturan susunan permukaan SiO4 tetrahedral. dan sebagainya. meskipun gugus silanol dan siloksan terdapat pada permukaan silika gel. 9 Gambar 2.

nukleasi kristal tunggal dan / atau pertumbuhan kristal tunggal ke produk akhir. et al. Konversi energi selama pemanasan microwave oleh medan E Pemanasan dengan cara radiasi microwave adalah proses yang sangat efisien dan menghasilkan penghematan energi yang signifikan. 2006). pada media polar menghasilkan .45 GHz telah menjadi standar frekuensi pemanasan gelombang mikro (Tompset.8 GHz pada kondisi suhu yang sama. Baru-baru ini.45 GHz.45 GHz.. 2. Gambar 2. Frekuensi. 2006). pembentukan domain struktural.45 GHz sampai 5.3.. 10 diperlihatkan pada Gambar 2. Secara independen (atau kombinasi) mempengaruhi proses molekuler yang mengarah pada langkah-langkah ini dalam pembentukan padatan nanoporous (Tompset. Dua frekuensi yang paling sering digunakan adalah 0. Medan E menyebabkan osilasi dari dipole dan ion. Hal ini terutama karena microwave memanaskan hanya sampel bukan wadahnya.2. Efek frekuensi gelombang mikro dalam sintesis nanopartikel emas dengan menggunakan gelombang mikro frekuensi yang lebih tinggi yaitu dari 2. osilasi ini diteruskan menjadi vibrasi kisi dan selanjutnya meningkatkan suhu benda akibat gerak molekul. 1999). Paparan energi gelombang mikro dapat mempengaruhi masing-masing proses sintesis. Gelombang mikro termasuk bagian spektrum elektromagnetik dengan panjang gelombang dari 1 mm sampai 1 m dengan frekuensi yang sesuai antara 300 MHz dan 300 GHz.915 dan 2. tungku microwave yang memungkinkan pemrosesan pada frekuensi variabel dari 0. Gelombang mikro dapat meningkatkan laju pembentukan gel. Frekuensi gelombang mikro khas yang digunakan di oven rumah tangga dan laboratorium adalah 2.9 sampai 18 GHz telah dikembangkan untuk pemrosesan material (Thosthenson. et al.

dan dari air hidrosiklon pada stasiun kernel. Komarneni (2002) telah melaporkan penggunaan microwave frekuensi tetap (2. Jika menggunakan decanter. Limbah Industri CPO Limbah cair pada pabrik kelapa sawit berasal dari air condensate rebusan (stasiun rebusan). irradiasi microwave memiliki keuntungan yaitu pemanasan homogen yang dapat berpengaruh secara langsung pada proses nukleasi sintesis nanopartikel perak. et al. Limbah ini masih mengandung minyak sekitar 0. 2. Jumlah limbah cair tergantung pada sistem pengolahan. juga zat-zat organik lain sisa-sisa sel minyak. dan keadaan peralatan klaifikasi. limbah cair yang dihasilkan pabrik kelapa sawit jumlahnya lebih kurang 50-60% dari kapasitas olah pabrik. Namun kalau tidak menggunakan decanter. 2011). limbah cair yang dihasilkan lebih kurang 252 ton. 2. jumlah limbah cair bisa mencapai 65-70%. Menurut Punuri. dapat mencemari lingkungan di sekitarnya terutama akan berdampak terhadap kehidupan organisme atau biota air serta akan mengganggu keseimbangan ekosistem jika berlangsung terus menerus.45 GHz) untuk mensintesis platinum dan nanopartikel perak. Mereka mengamati peningkatan partikel yang lebih positif dalam partikel sulfida yang dihasilkan pada 12 GHz dibandingkan dengan 18. Jika limbah ini tidak dikelola dengan baik. . Caponetti.4.. et al (2012). et al (2004) menyelidiki efek frekuensi gelombang mikro pada sintesis CdS.85 GHz. pasir dan lain-lain. protein.2%.45 dan 2. Jika pabrik mengolah TBS sebanyak 420 ton sehari. senyawa- senyawa anorganik. 11 nanopartikel emas dengan diameter 18±5 nm (Horikoshi. kapasitas olah.8. heavy phase dari mesin decanter/centrifuge pada stasiun klarifikasi.

000 – 70.8 Minyak dan Lemak 25 0. 12 Tabel 2.000 3 Suspended Solid mg/liter 15. Baku Mutu Limbah Cair Untuk Industri Minyak Sawit (Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Karakteristik Limbah Cair CPO di Cooling Pond (Pardamean.18 Amonia Total 50 0. nitrogen dan pH.000 – 7. 4–5 Limbah cair yang akan dibuang ke badan penerima/alam harus memenuhi persyaratan baku mutu limbah yang berlaku yaitu yang diatur melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2014 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri minyak kelapa sawit.000 5 Minyak dan lemak mg/liter 5.3.000 6 NH3 – N mg/liter 30 – 40 7 Total N mg/liter 500 – 800 8 Suhu o C 90 – 140 9 pH .2.000 – 40.000 2 COD mg/liter 40. COD.0 TSS 250 1.0 - . 5 tahun 2014) Kadar Maksimum Beban Pencemaran Parameter (mg/liter) Maksimum (kg/ton) BOD5 100 1.0 – 9.000 – 60. 2017) No Parameter Satuan Kisaran 1 BOD mg/liter 20. Ada enam parameter yang diuji guna menentukan tingkat baku mutu limbah yaitu BOD5. minyak dan lemak. TSS.12 (Sebagai NH3-N) pH 6. Tabel 2.000 – 30.000 4 Total Solid mg/liter 30.5 COD 350 3.

. TOC menggunakan pendekatan karbon. nilai TOC biasanya berkisar antara 1 – 30 mg/liter.5. Apabila kadar TOC pada air limbah tinggi. Metode pengukuran ini cepat dan dapat diulang. sedangkan pada air tanah nilai TOC biasanya lebih kecil. Nilai TOC sangat berkorelasi dengan uji BOD5 standar dan COD bila limbah relatif seragam. 2009). memberikan perkiraan kadar karbon organik pada suatu limbah dengan lebih cepat. Nilai TOC tidak menunjukkan laju degradasi senyawa karbon. Senyawa-senyawa yang dianalisis dalam uji TOC seperti selulosa. TOC diukur dengan konversi karbon organik di dalam air limbah secara okidasi katalitik pada suhu 900oC menjadi karbon dioksida. Pengukuran kadar TOC dilakukan dengan konversi senyawa organik yang dioksidasi secara sempurna menghasilkan CO2 dan H2O. khususnya pada limbah industri. baik domestik maupun industri. maka dapat meningkatkan karbon dioksida dan metana sehingga dapat mengurangi jumlah oksigen terlarut (Amalia. Nilai TOC akan berubah apabila limbah diberi penangan dengan berbagai metode (Jenie. TOC mengukur semua bahan yang bersifat organik. atau perairan pada daerah berawa-rawa (swamp) dapat lebih dari 10 -100 mg/liter. TOC merupakan suatu cara analisis adanya senyawa organik dalam suatu materi. Pada perairan alami. 13 2. Penentuan TOC dengan menggunakan ANATOC (Analyzer Total Organic Carbon) secara langsung hasilnya dapat diketahui apakah pada air limbah tersebut mengandung senyawa karbon organik. Total Organic Carbon (TOC) Total Organik Carbon (TOC) didefinisikan sebagai jumlah karbon yang terikat di dalam senyawa organik yang terkandung di dalam air. 1993) Prinsip analisis Total Organic Carbon /TOC adalah bagaimana mengetahui jumlah atau kadar karbon yang terkandung di dalam suatu bahan. Nilai TOC perairan yang telah menerima limbah. hanya memecah secara lambat dalam lingkungan alamiah. yaitu ± 2mg/liter.