You are on page 1of 5

1. Menjelaskan struktur mikroskopik system urinary ?

GINJAL :

- Kapsul ginjal
- Glomeruli
- Radius medularis
- Tubulus kontroktus proksimal
- Basis pyramids
- Ductus koligens
- Papilla renalis
- Epitel silindris
- Tubulus kontortussubkapsular
- Arteri interlobularis
- Vena interlobularis
- Arteri dan vena arquata
- Jaringan ikat dan adipose sinus renalis
- Kaliks minor dan epitel transisional
- Arteri interlobaris
- Vena interlobaris

KORTEX GINJAL DAN MEDULA BAGIAN ATAS :

- Pembuluh darah interlobularis
- Tubulus kontortus distal
- Glomerulus
- Kapsul glomerulus
- Segmen lurus
- Vena dan arteri interlobularis
- Polus vaskularis
- Korpusculum ginjal
- Stratum visceral
- Stratum parietal
- Spatium capsulare
- Arteriol glomerulus
- Tubulus kologens
- Kapiller
- Segmen tipisansa henle

KORTEKS GINJAL :

- Macula densa
- Sel justakglomerular
- Membrane basalis
- Polus urinarius
- Kapsul glomerulus (bowman)
- Spatium capsulare
- podosit

MEDULA GINJAL :

- Venula
- Interstinum gunjal
- Segmen tipis ansa henle
- Ductus papillaris
- Epitel penutup

SISTEM URINARIUS

- Jaringan adipose
- Lapisan otot polos sirkular
- Lapisan otot polos longitudinal
- Lumen ureter
- Lamina propria
- Arteriol
- Epitel transisional
- Venula
- Adventitia
- Jaringan adipose

VESICA URINARIA

- Berkas otot polos
- Jaringan ikat interstisial
- Jaringan ikat
- Mesotelium
- Pembuluh darah
- Lipatan mkosa
- Epitel transisional
- Lamina propria
- Pembuluh darah di lamina propria
- Sel superficial
- Venula

2. Mekanisme haus ?
- Peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (>280mOsm) akan merangsang osmoreseptor di
hypothalamus. Rangsangan ini akan di hantarkan ke neuron hypothalamus yang menyintesis
vasopressin . vasopressin akan di lepaskan oleh hipofisis posterior ke dalam darah dan akan
berikatan dengan reseptornya di ductus koligen memicu terbentuknya aquaporin , yaitu
kanal air I membrane bagian apexductus koligen . pembentukkan aquaporin ini
memungkinkan terjadinya rebasorbsi cairan ke vasa recta . hal ini menyebabkan urin yang
terbentuk di ductus kolien menjadi sedikit dan hiperosmotik atau pekat, sehingga cairan di
dalam tubuh tetap dapat di pertahankan . selain itu rangsangan pada osmoreseptor di
hypothalamus akibat peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel juga akan di hantarkan ke
pusat haus di hypothalamus sehingga terbentuk perilaku untuk mengatasi haus .

3. Mekanisme pembentukkan urine oleh ginjal ?
- Proses pembentukkan urine terjadi di dalam ginjal di bagian neufron . terdiri dari 3 tahap
filtrasi, rebasorbsi dan augmentasi :
 Filtrasi (penyaringan) , filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke
kapsula bowman dengan menembus membrane filtrasi. Membrane filtrasi terdiri dari 3
lapisan yaitu sel endothelium glomerulus, membrane basiler dan epitel kapsula bowman
. tahap ini ada proses pertama dalam pembentukkan urine . darah dari arteriol masuk
ke dalam glomerulus dengan kandungan urine ke penyaringan dan menuju ke tubulus .
glomerulus adalah kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsula bowman .
 Reabsorbsi (penyerapan kembali) , reabsorbsi terjadi di dalam tbulus kontortus
proksimal dan di lakukan oleh sel-sel epithel di tubuluds tersebut . fungsinya adalah
untuk menyerap kembali zat-zat di urine yang masih bermanfaat bagi tubuh seperti
asam amini , Na+,K+,Ca,2+ dan Cl- . air akan di serap kembali melalui proses osmosis di
tubulus dan lengkkung henle . zat-zat yang masih berguna itu akan masuk ke pembuluh
arah yang mengelilingi tubulus . hasil dari rabsorbsi adalah urine sekunder yang kadar
ureanya lebih tinggi dari urine primer .
 Augmentasi (pengumpulan), setelha melewati lengkung henle urine skunder akan
memasuki tahap agmentasi yang terjadi di tubulus kontortus distal . disini akan terjadi
pengeluaran zat sisa oleh darah seperti H+,K+,NH3 DAN kreatinin . ion H+ di keluarkan
untuk menjaga Ph darah. Proses augmentasi menghasilkan urine yang sesungguhnya .
urine sesungguhnya mengandung urea, ammonia , sisa-sisa pembongkaran protein , dan
zat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin , hormone serta garam mineral
.kemudian urine sesungguhnya akan menuju tubulus kolektivus untuk di bawa menuju
pelvis yang kemudian menuju vesica urinaria melalui ureter kemudian keluar dari tubuh
melalui urethra .

4. Kontrol hormonal dan neural pada sistem urinaria ?
Sistem hormon terpenting dan paling terkenal yang terlibat dalam regulasi natrium adalah
sistem renin-angiostensin-aldosteron ( SRAA ). Sel granular aparatus jukstaglomelurus
mengeluarkan suatu hormon enjzimatik, renin, kedalam darah sebagai respon penurunan
NaCl/volume CES/tekanan darah. Setelah dikeluarkan kedalam darah, renin bekerja
sebagai enzim untuk mengaktifkan angiostensinogen menjadi angiostensin I.
Angiostensinogen adalah suatu protein plasma yang di sintesis oleh hati dan selalu
terdapat di plasma dalam konsentrasi tinggi. Ketika melewati paru melalui sirkulasi paru
angiostensi I diubah menjadi angiostensi II oleh angiostensi converting enzim (ACE).
Yang banyak terdapat di kapiler paru. Angiotensi II adalah perangsang utama sekresi
hormon aldosteron dari korteks adrenal. Korteks adrenal adalah kelenjar endokrin yang
menghasilkan beberapa hormon berbeda, masing-masing disekresikan sebagai respon
rangsangan yang berbeda. Fungsi SRAA, aldosteron meningkatkan reabsorsi natrium
oleh tubulus distal dan koligentes, hormon ini melakukan dengan mendorong penyisipan
saluran natrium tambahan kedalam membran luminal dan penambahan pembawa Na-k
ATPase kedalam membran basolateral sel tubulus distal dan koligentes, SRAA
mendorongretensi garam yang menyebabkan retensi air dan peningkatan tekanan darah
arteri. Selain merangsang sekresi aldosteron, angiostensi II kontriktor proten arteriol
sistemk secara langsung meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan resistensi perifer
total, angiosteron II juga merangsang rasa haus ( meningkatkan asupan cairan) dan
merangsang vasopresin ( suatu hormon yang meningkatkan retensi air oleh ginjal.
Dimana keduanya ikut berperan dalam menambah volume plasma dan meningkatkan
tekanan arteri. Ketika sekresi renin terhambat, angiostensinogen tidak diaktifkan menjadi
angiostensinogen I dan II maka sekresi aldosteron tidak terangsang, tanpa aldosteron
tidak terjadi reabsorbsi natrium yang dependen aldosteron ( jumlah kecil ).
5. Mekanisme control volume darah , volume cairan ekstraseluller, komposisi cairan tubuh ?
CIS (60% dari CES ( 40% dari
cairan total) cairan total )

24% BB, Na (
36% BB , K (kation
kation utama )
utama , P ( anion
K,Ca,Mg. anion :
utama )
cl, HCO3, albumin.

interstisium 18%
BB , intervaskular(
plasma 6% BB (
albumin )

Arteri renalis , arteria segmentalis, arteri interlobaris, arteri arcuara, arteri interlobularis,
arteri aferen, glomerulus, arteri eferen ( kapiler peritubular, vasa recta, vena
interlobularis, vena arcuata, vena interlobaris, vena renalis