You are on page 1of 7

Tugas Agroforestri Survey Lapangan

Oleh:
Sayifudin
145040201111064

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
MINAT SUMBERDAYA LAHAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2018

Latar Belakang Agroforestri merupakan sistem yang sudah sejak dulu dilakukan. . Banyak lahan – lahan pertanian di Indonesia yang telah menerapkan sisitem Agroforestri. Tujuan Untuk mengetahui sistem agroforestri banyak diterapkan di Indonesia berserta subsistem dan komponen – komponen didalam agroforestri itu sendiri. Dapat dilihat dari lahan yang terbentang luas dan masih memiliki tanaman tahuna sebagai tanaman peneduh dan lain sebgainya. 2. akan diketahui sistem agroforestri yang ditanam beserta subsistem serta tanaman apa saja yang ada didalam agrforestri tersebut. Perlunya penerapan dilapangan agar mengetahui apakah betul sebenarnya bahwa agroforstri itu sudah banyak diterapkan mulai dahulu. BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan adanya pengamatan dilapang secara langsung maka. Namun hal tersebut jarang disadari oleh petani di Indonesia.

Lahan Agroforestri milik Ibu Mulyati . Sebelah kiri lahan terdapat lapangan. Kondisi Umum Wilayah Survei Daerah yang telah disurvei berada di Dau. Lahan tersebut terletak sekitar 20 meter dari jalan raya. Dikanan terdapat satu rumah. Dan didepan lahan tersebut ada banyak tanaman sengon yang masih tumbuh alami. Malang. BAB II PEMBAHASAN 1. Luas lahan sebesar 1000 m2.

Waktu pembentukan Menurut Ibu Mulyati pemilik lahan pada awalnya lahan tersebut memang asli hutan yang kemudian dimanfaatkan untuk pertanian. sengon. Sub sistem Agroforestri yang diterapkan yaitu berupa tanaman semusim ditengah kemudian tanaman tahunannya sebagai pagar. bambu. sedangkan tanaman tahunannya ada pisang. Terlihat dari pohon sengon yang masih terbilang banyak. Lahan tersebut merupakan lahan warisan sehingga tidak diketahui . Sekitar 60 tahun lebih. 3. Namun tidak seluruhnya lahan tersebut dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Lahan tersebut sudah ada sejak Ibu Mulyati masih kecil. Kondisi alami hutannya masih tetap dipertahankan. Tanaman semusim yang ditanam meliputi singkong dan cabai. Dilihat dari tanaman yang ditanam sudah memenuhhi syarat dari Agroforestri. Sejak kecil ayah Ibu Mulyati sudah mengenalkan bercocok tanam. Komponen – komponen Agroforestri Pada lahan tersebut bisa dikatakan Agroforestri karena terdapat tanaman tahunan yang dipadukan dengan tanaman semusim. nangka dan jati. Lahan Agroforestri milik Ibu Mulyati 2.

Sedangkan daunnya dijual kepada orang. . 4. Pohon jati dimanfaatkan daunnya sebagai pembungkus nasi. pisang dapat dipanen buah untuk dikonsumsi langsung. Bambu dapat dimanfaatkan batangnya untuk bahan bangunan dan bambu yang masih muda dijual untuk diolah menjadi makanan. Sementara itu. Keuntungan Keuntungan disini dibagi menjadi dua yaitu secara ekonomi dan ekologi. Ada hama dan penyakit namun sedikit dan berjalan dengan siklus alam sebagaimana mestinya. Ditanah tersebut tutupan tanahnya sangat rapat. Selain itu. Begitu pula tanaman cabai dimanfaatka buahnya untuk dijual. Secara ekonomi keuntungan finansial sudah pasti ada karena ditanamnya tanaman semusim. Tanaman singkong dan cabai dengan masa panen 3-4 bulan dapat menghasilkan secara ekonomi. Singkong dipanen umbi daan daunnya. Namun memang awalnya sebelum dialihfungsikan sebagai lahan pertanian lahan tersebut adalah hutan. daunnya untuk bungkus makanan. betul umur lahan tersebut. bambu dan jati. Selain itu. Mulai dari seresah dan uput – rumputan. Lebih seimbangnya kondisi ekologi dengan tanaman tersebut menurut Ibu Mulyati menyebabkan hasil panennya stabil walaupun terkadang menurun. jantung pisangnya dapat dijadikan olahan makanan. Umbinya bisa direbus atau dijadikan lahan lainnya. Nangka dipanen buahnya untuk diolah. sedangkan daunnya dijadikan sebagai sayur (lalapan). karena sistem agroforestri menyerupai hutan. Pohon pisang dapat dipanen dan dinikmati hasilnya setelah atau pada masa tanaman semusim masih tumbuh. Begitu pula dengan nangka. lebih banyak seresah yang jatuh untuk menambah bahan organik. sengon dapat dipanen daunnya untuk pakan ternak. Keuntungan secara ekologi adalah dengan sistem Agroforestri hama pada tanaman semusim sedikit. dan lain sebagainya. Sedangkan keuntungan secara ekonomi didapatkan dari tanaman tahunan yang ditanam.

Ancaman Ancaman dari alam yang mungkin mengganggu sistem tanam tersebut yakni musim yang kurang menentu. 7. Beliau mengaku tetap mempertahankan sistem tersebut dari dulu sejak beliau masih kecil. Hanya saja ketika pengelolaan membutuhkan bantuan dari pihak luar (tenaga kerja). ancaman dari pihak manusia belum ada karena Ibu Mulyati masih tetap ingin mempertahankan lahannya tetap seperti itu. Dibiarkan karena dari sistem tanam seperti itu beliau sudah mendapatkan keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau dan keluarganya. Kendala Kendala untuk mengelola sistem tanam agroforestri yang diterapkan ibu Mulyati tidak ada. Untuk mengantisipasi hal tersebut harus dipertahankan ekologinya. Peluang pengembangan Menurut Ibu Mulyati lahan miliknya tersebut akan tetap dibiarkan seperti itu. Namun bisa saja beberapa ancaman dari manusia berupa alih fungsi lahan terjadi. Akibatnya Ibu Mulyati mengalami kerugian ketika musim tiba tiba berganti.5. . Ancaman lain seperti banjir tidak ada karena lahan Ibu Mulyati cukup tinggi dibandingkan dengan daerah dibawahnya. Selebihnya untuk modal serta pengelolaan lahan tersebut tidak begitu dipermasalahkan. Hal tersebut sering dilakukan oleh bapak pardi karena terkendala oleh musim. Namun mungkin memang ketika musimnya tidak mendukung untuk ditanami singkong dan cabai pada tanaman semusim beliau akan menggantinya dengan cabai dan sawi. 6. Sementara itu. Ketika dialihfungsikan lahan agroforestri tersebut maka kondisi tersebut akan mengganggu ekologi dari wilayah ataupun daerah tersebut.

Dengan kata lain sistem agroforestri sudah mulai banyak diterapkan diindonesia. Kesimpulan Jadi. Saran Penambahan tanaman agar lebih variasi dan ancaman dari alam seperti hama dan penyakit tidak lagi ada. Namun pemahaman tentang Agroforestri tersebut masih kurang. Akibatnya lahan yang tergolong agroforestri tidak disadari oleh sang pemilik lahan. sistem agroforestri sebenarnya sudah banyak diterapkan di Indonesia. BAB III PENUTUP 1. 2. .