You are on page 1of 2

1.

Struktur teks cerpen “Sulaiman pergi ke Tanjung Cina”

1) Abstrak : Kemilau emas memancar saat Zhu membentangkan bentang emas
disudut kain pelepai …………s/d………..Itulah Zhu dan aku bicara
padamu!” (paragraf 1 – 6, halaman 28 29)
2) Orientasi : Setiap puncak Krakatau menyembul saat gelombang laut surut dipagi
hari, maka akan terlihat ribuan walet terbang berputar-putar mencari
kehangatan perpaduan kepundan dan matahari—yang kehangatan
udaranya mungkin tidak akan pernah diketemukan dibenua
manapun………s/d………”Selamat sejahtera, pada bisnis Nona Zhu yang
semakin maju.” (paragraf 7 – 14, halaman 29 30)
3) Komplikasi : Akulah lelaki yang menantang angin di malam ketika serentetan
tembakan menggema sepanjang malam………s/d………Terpaksa hanya
bisa melihat. Dengan hati perih. (paragraf 15 – 35, halaman 31 33)
4) Evaluasi : Siapa nyana, bahwa delapan belas helai kain tapis buatan tangan
Nyiwar, telah membuat batin Zhu tercabik parah dan gila, begitu
teramat menderita………s/d………Kau tahu, Nona, ia melihat dengan
kepala sendiri, saat ayahnya ditembak mati.” (paragraf 36 – 53,
halaman 33 35)
5) Resolusi : Adakah yang gentar menolak takdir ? Saat cahaya langit
terus berganti, maka cahaya hati juga bisa berganti………s/d………
Sulaiman digelandang paksa meninggalkan ceceran darah, dan tatapan
penuh cinta. (paragraf 54 – 62, halaman 35)
6) Koda : Kegembiraan separuh umur, dan kesedihan pada ujung hidupnya,
menciptakan runcing jari-jari Zhu pandai menari………s/d………Itulah
Zhu, dan aku bicara padamu!” (paragraf 63 – 65, halaman 36)

2. Tokoh dan Penokohan

1) Sulaiman : Berani, pantang menyerah, sigap, rela berkorban, gigih, pekerja keras,
baik, sopan, rendah hati, tegas, bernaluri besar, peduli terhadap
sesama, simpatik, berwawasan luas, hebat, tegar, dan sholeh.
2) Zhu Ni Xia : Setia, pandai menyulam, cerdas, ulet, cantik, memiliki bakat
cemerlang, rajin, penurut, gigih, penolong, rendah hati, terkenal,
peduli sesama, terburu-buru dalam mengambil keputusan, dan
pendengar yang baik.
3) Nyiwar : Penyabar, tegar, pandai menyulam, memiliki jiwa yang halus, pekerja
keras, setia, penyayang, baik dan lemah lembut.
4) Made Sukari : Berani dan baik
5) Zhu Miau Jung : Baik, pekerja keras, tegas,dan berani

dibagi menjadi 4 yaitu : 1) Plausibilitas (kemasukakalan) Plausibilitas artinya cerita memiliki kelogisan. Balai kampung. 4) Alat : Kain pelepai (tapis). ladang kopi. Alur sebuah cerpen dikatakan memberikan kejutan jika sesuatu yang dikisahkan / ditampilkan menyimpang dengan harapan kita sebagai pembaca. Bandar Lampung. gembira. 3) Surprise (kejutan) Surprise artinya peristiwa yang berisi kejutan dalam cerita. bagian surprise terletak di paragraf 36 yang menunjukkan bahwa Zhu akhirnya memutuskan untuk menyuruh Sulaiman dan ibunya kembali dan tinggal dirumahnya. Nusantara Timur.3. Cerpen “Sulaiman pergi ke Tanjung Cina” dapat dikatakan Unity karena seluruh aspek ceritanya berhubungan satu sama lain membentuk satu kesatuan yang utuh dan padu. truk pengangkut karet. 2) Suspense (rasa ingin tahu) Suspense artinya perasaan kurang pasti terhadap peristiwa yang terjadi. kapal barang. benang emas. Keberadaan suspense ini akan mendorong. rumah Zhu. 4) Unity (kepaduan) Unity artinya seluruh aspek cerita berhubungan membentuk satu kesatuan yang utuh dan padu. Cerpen “Sulaiman pergi ke Tanjung Cina” bersifat plausibilitas karena tokoh-tokoh cerita dan dunianya dapat diimajinasikan. Danau Menjukut. penulis telah menunjukkan penerapan kaidah alur ‘suspense’ yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu pembaca. jarum. gudang dan halaman. haru. Caranya dengan menampilkan peristiwa di awal cerita (paragraf 1 – 6). dan memotivasi pembaca untuk setia mengikuti cerita dan mencari jawaban terhadap kelanjutan cerita. . bukit. Dalam cerpen “Sulaiman pergi ke Tanjung Cina”. Kualakambas. ramai. sore. pelabuhan. pagi. gamelan bambu cetik. menggelitik. kotak beton (jebakan walet). 3) Suasana : Sedih. Alur : Maju mundur (Campuran) Kaidah alur. kapal perang 4. petang. menjelang Maghrib. bandar. Latar 1) Tempat : Pantai Tanjung Cina. Dengan adanya kejutan. kebun. Dalam cerpen “Sulaiman pergi ke Tanjung Cina” . dan subuh. Sebuah cerita dikatakan memiliki sifat plausibilitas jika tokoh-tokoh cerita dan dunianya dapat diimajinasikan (imajinable). Sehingga keberadaan antar unsurnya menetukan keberadaan unsur lain. hutan. sebuah cerpen menjadi tidak membosankan. siang. Kalimantan Timur. gawat dan tegang. 2) Waktu : Malam.