You are on page 1of 21

STUDI FIKIH

MACAM SHALAT SUNNAH BESERTA CARANYA
DAN TATA CARA MENGHORMATI JENAZAH

Oleh :

Muhammad Ainul Huda (211616001)

Dosen Pengampu :
M. Ilham Tanzilullah, M.HI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2016-2017

2

PENDAHULUAN

Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT. Atas limpahan rahmat
taufiq hidayah serta inayah-Nya kepada kami satu kelompok sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas pembuatan makalah dalam materi kuliah pendidikan
pancasila ini dengan lancar tidak ada halangan apapun.
Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah dan tercurahkan kepada
panutan kita baginda rasulullah SAW, keluarga, sahabat serta seluruh
pengikutnya. Karena atas jasa rasulullah kita dapat meninggalkan dari dunia yang
penuh dengan kebodohan menuju dunia dengan penuh pengetahuan dan
keimanan.
Islam adalah agama yang memiliki beragam cara untuk kita bisa dekat
dengan Allah tuhan pencipta kita semua, mulai dari cara yang sulit hingga cara
yang sangat mudah, shalat adalah salah satu cara dari berbagai cara untuk
mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam makalah ini kami akan sedikit membuat sebuah materi yang
membahas mengenai shalat sunnah dan penghormatan terhadap jenazah, kami
sadar bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata sempurna., karena kami
masih dalam tahap belajar, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan guna memperbaiki karya kami yang akan datang

Penulis

Kelompok 7

Suci dari hadats besar maupun hadats kecil. 3 Ibid. 3 PEMBAHASAN 1. Pengertian Sunnah Shalat sunnah secara bahasa dalam fiqih sering disebut Tathawwu’.4 ‫ٱغ ِسلُواْ ُو ُجو َه ُك ۡم‬ ۡ ‫ص َلو ِة َف‬ َّ ‫ََٰٓيأَيُّ َها ٱلَّذِينَ َءا َمنُ َٰٓواْ ِإذَا قُ ۡمت ُ ۡم ِإ َلى ٱل‬ ‫س ُحواْ ِب ُر ُءو ِس ُك ۡم َوأ َ ۡر ُجلَ ُك ۡم ِإلَى ۡٱل َكعۡ بَ ۡي ِن‬ َ ۡ‫ق َوٱم‬ِ ِ‫َوأ َ ۡي ِديَ ُك ۡم ِإلَى ۡٱل َم َراف‬ 1 Gus Arifin.1 Kata sunnah semakna dengan mandub. Syarat dan rukun shalat sunnah Secara fiqh. Nawafil (bentuk jama’ dari Nafilah) atau marghub fih. yang didefinisikan : mandub atau sunnah adalah apa yang menurut syara’ dekerjakan oleh mukallaf karena perintah yang tidak tegas atau suatu pekerjaan yang pelakunya terpuji dan orang yang meninggalkannya tidak tercela. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah (Jakarta: PT Alex Media Komputindo. 4 Ibid. Istilah sunnah kaitannya dengan istilah shalat sunnah adalah shalat yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa. yang berarti sunnah.2 Orang yang mengerjakan pekerjaan baik itu disebut Mutaththawi’. atau mustashab. dimana dikerjakan oleh seorang Mukallaf sebagai tambahan atas perintah yang wajib. 4. 12. Shalat Sunnah 1. Shalat sunnah secara syar’i adalah mengerjakan ketaatan – ketaatan yang tidak wajib.3 2. 3. 4-5. 1. 2011). Menurut Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam kitab fiqh alal Madzahibil Arba’ah – Bab Pembahasan mengenai Shalat Tathawwu’ : Shalat Tathawwu’ adalah shalat yang dianjurkan untuk dilakukan oleh seorang mukallaf sebagai tambahan dari shalat yang diwajibkan. . shalat (baik shalat fardlu ataupun shalat sunnah) harus memenuhi syarat dan rukunnya agar dapat dikatakan sah. 2 Ibid.

dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Allah tidak hendak menyulitkan kamu. sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.6 2. maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih).7 ١٦٢ َ‫ب ۡٱلعَلَ ِمين‬ َ ‫قُ ۡل إِ َّن‬ ُ ُ‫ص ََلتِي َون‬ َ َ‫س ِكي َو َم ۡحي‬ ِ ‫اي َو َم َماتِي ِ َّّللِ َر‬ 162. ibadatku. memenuhi ketentuan hukum syariat yang berlaku. . Mengerjakan sholat dengan sebaik – baiknya. tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat- Nya bagimu. (QS.5 [**] Artinya: menyentuh. Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. lalu kamu tidak memperoleh air. dan jika kamu junub maka mandilah. supaya kamu bersyukur. 6 Ibid. Al – An’am: 162) 3.8 5 Ibid. 7 Ibid. 4 ‫سفَ ٍر أ َ ۡو َجا َٰٓ َء‬َ ‫ض َٰٓى أ َ ۡو َعلَى‬ َ ‫ٱط َّه ُرواْ َو ِإن ُكنتُم َّم ۡر‬ َّ َ‫َو ِإن ُكنت ُ ۡم ُجنُبٗ ا ف‬ َ ِ‫ ِمن ُكم ِمنَ ۡٱلغَآَٰئِ ِط أ َ ۡو لَ َم ۡست ُ ُم ٱلن‬ٞ‫أ َ َحد‬ ْ‫سا َٰٓ َء فَلَ ۡم ت َ ِجدُواْ َما َٰٓ ٗء فَتَيَ َّم ُموا‬ ‫ٱّللُ ِل َي ۡج َع َل‬َّ ُ‫س ُحواْ ِب ُو ُجو ِه ُك ۡم َوأ َ ۡيدِي ُكم ِم ۡنهُ َما يُ ِريد‬ َ ‫ص ِعيدٗ ا‬ َ ۡ‫طيِبٗ ا فَٱم‬ َ ‫ط ِه َر ُك ۡم َو ِليُتِ َّم نِعۡ َمتَهۥُ َع َل ۡي ُك ۡم َل َعلَّ ُك ۡم‬ َ ُ‫َع َل ۡي ُكم ِم ۡن َح َر ٖج َو َل ِكن يُ ِريدُ ِلي‬ ٦ َ‫ت َ ۡش ُك ُرون‬ 6. Menurut jumhur ialah: menyentuh. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. Sedang sebagian ahli tafsir mengartikan: menyetubuhi. 12. 13. Melaksanakan shlalat semata – mata karena Allah. Hai orang-orang yang beriman. dan jika kamu sakit[*] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[**] perempuan. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Al – Maidah (5): 6) [*] maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air. Tuhan semesta alam (QS.

Suci dari hadas besar dan hadas kecil9 ‫بحو‬ ٍ ‫اك ب ِْن َح ْر‬ ِ ‫ع ْن ِس َم‬ َ َ‫س ِعي ٍد َحدَّثَنَا أَبُو َع َوانَة‬ َ ‫َحدَّثَنَا قُت َ ْي َبةُ ب ُْن‬ ‫ب ب ِْن‬ ْ ‫ع ْن ِإ ْس َرائِي َل َع ْن ِس َماكٍ َع ْن ُم‬ ِ ‫ص َع‬ َ ‫َحدَّثَنَا َهنَّاد ٌ َحدَّثَنَا َو ِكي ٌع‬ ‫سلَّ َم قَا َل ََل ت ُ ْقبَ ُل‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ‫ّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َ ِ ‫ع ْن النَّ ِبي‬ َ ‫ع َم َر‬ُ ‫س ْع ٍد َع ْن اب ِْن‬ َ ُ ‫صدَقَةٌ ِم ْن‬ ‫غلُو ٍل قَا َل َهنَّادٌ فِي َح ِديثِ ِه إِ ََّل‬ َ ‫ور َو ََل‬ ُ ‫ص ََلة ٌ بِغَي ِْر‬ ٍ ‫ط ُه‬ َ ‫ور‬ ٍ ‫ط ُه‬ ُ ‫ِب‬ Artinya : Qutaibah bin Said menceritakan kepada kami. dan (peliharalah) shalat wusthaa. Abu Isa berkata. shalat sunnah juga memiliki syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat. dan yang paling hasan. dari Ibnu Umar. dari Nabi SAW. "Tidak diterima shalat tanpa suci dan tidak diterima sedekah dari harta khianat (curian dari harta rampasan perang)" (Hannad berkata di dalam haditsnya. Abu Hurairah dan Anas. Abdul 8 Ibid. 9 Ibid .Syarat Sah Shalat Sebagaimana shalat fardlu. maka tidak sah shalatnya. Waki' menceritakan kepada kami dari Israil. beliau bersabda. Bila salah satu tidak terpenuhi. dari Simak. Hannad menceritakan kepada kami. Peliharalah semua shalat(mu). Syarat . Abu Awanah memberitahukan kepada kami dari Simak bin Harb. 5 َ ‫صلَوةِ ۡٱل ُو ۡس‬ ٢٣٨ َ‫طى َوقُو ُمواْ ِ َّّللِ قَنِتِين‬ ُ ‫َح ِف‬ َّ ‫ظواْ َعلَى ٱل‬ ِ ‫صلَ َو‬ َّ ‫ت َوٱل‬ 238. "Kecuali dengan suci"). Shahih: Ibnu Majah (272) dan Shahih Muslim. Syarat tersebut ialah : 1. dari Mush'ab bin Sa'id. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu´ 3." Dalam bab ini terdapat hadits dari Abdul Malik. "Hadits ini adalah hadits yang paling shahih dalam bab ini. dari ayahnya.

'Wahai Rasulullah. " Shahih: Ibnu Majah (621) dan Muttafaq 'alaih. 2011). "Didalam bab ini terdapat hadits dari Ummu Salamah dan hadits Aisyah yang derajatnya hasan shahih. dari Aisyah. hal itu hanya darah penyakit. Apabila haid datang. mereka berkata. 'Tidak. dan tempat shalat dari najis11 َ ‫ع ْر َوة‬ ُ ‫ع ْبدَة ُ َوأَبُو ُم َعا ِويَةَ َع ْن ِهش َِام ب ِْن‬ َ ‫َحدَّثَنَا َهنَّادٌ َحدَّثَنَا َو ِكي ٌع َو‬ ‫اط َمةُ ِب ْنتُ أ َ ِبي ُحبَي ٍْش ِإلَى‬ ِ َ‫ت ف‬ ْ ‫ت َجا َء‬ ْ َ‫شةَ قَال‬ َ ِ‫ع ْن َعائ‬ َ ‫َع ْن أ َ ِبي ِه‬ ٌ ‫ّللاِ ِإنِي ْام َرأ َة‬ َّ ‫سو َل‬ ُ ‫ت َيا َر‬ ْ َ‫سلَّ َم فَقَال‬ َ ‫ّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ِ ‫النَّ ِبي‬ ‫ت‬ ْ ‫س‬ َ ‫ص ََلة َ قَا َل ََل ِإنَّ َما ذَ ِل َك ِع ْر ٌق َولَ ْي‬َّ ‫ع ال‬ ْ َ ‫اض فَ ََل أ‬ ُ َ‫ط ُه ُر أَفَأَد‬ ُ ‫أ ُ ْست َ َح‬ ‫ت فَا ْغ ِس ِلي‬ ْ ‫ص ََلة َ َوإِذَا أ َ ْدبَ َر‬ َّ ‫ضةُ فَدَ ِعي ال‬ َ ‫ت ْال َح ْي‬ َ ‫بِ ْال َح ْي‬ ْ َ‫ض ِة فَإِذَا أ َ ْقبَل‬ ‫ضئِي ِل ُك ِل‬ َّ ‫ص ِلي قَا َل أَبُو ُمعَا ِويَةَ فِي َحدِيثِ ِه َوقَا َل ت َ َو‬ َ ‫َع ْن ِك الد ََّم َو‬ ُ‫ص ََلةٍ َحتَّى يَ ِجي َء ذَ ِل َك ْال َو ْقت‬ َ Artinya : Hannad menceritakan kepada kami. maka tinggalkanlah shalat. dia berkata. dan Asy-Syafi'i juga berpendapat demikian. Lalu apakah aku meninggalkan shalat?' Beliau bersabda.10 2. maka cucilah darah darimu (mandilah) dan shalatlah!'" Abu Mua'wiyah berkata (dalam haditsnya). Suci badan. Abu Isa berkata. Malik. bukan haid. Abdah. dan Abu Muaawiyah menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah. "Fatimah binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi SAW lalu berkata. Sufyan Ats-Tsauri. Tetapi apabila haid berlalu. ia disebut (dipanggil) Zaid bin Usamah bin Umair Al Hudzali. dari ayahnya. 14." Itulah pendapat sebagian besar ulama dari kalangan sahabat Nabi SAW dan tabiin. 6 Malik bin Usamah namanya adalah Amir. '"Dan beliau bersabda. 'Wudhulah untuk setiap kali shalat hingga waktu datang'. . pakaian. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah (Jakarta: PT Alex Media 11 Komputindo. Ibnu Al Mubarak. 10 Aplikasi Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi Gus Arifin. Waki'. sesungguhnya aku seorang wanita yang keluar darah istihadhah maka aku tidak suci.

maka hendaklah ia mandi dan berwudhu setiap kali shalat. Bagi orang yang tinggal diarab tidak sah shalatnya jika tidak menghadap ka’bah atau lurus ka’bah. 16."12 3. 2011). 7 "Jika wanita yang istihadhah melampaui hari-hari haidnya. Ibadah jenis ini ada karena perintah Allah dan rasul-Nya dan juga telah ditentukan tata cara. serta batasan yang nengaturnya. pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid (QS. yaitu penghambaan yang murni. Shalat merupakan ibadah yang ditentukan waktunya. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah (Jakarta: PT Alex Media Komputindo. Bagi yang tinggal di madinah wajib menghadap mihrab masjid nabawi karena mihrab tersebut lurus dengan ka’bah di mekkah. 12 Aplikasi Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi 13 Gus Arifin. maka dapat dibagi :  Dikerjakan waktu malam. Menutup aurat13 ‫ي َءادَ َم ُخذُواْ ِزينَت َ ُك ۡم ِعندَ ُك ِل َم ۡس ِج ٖد‬ َٰٓ ‫۞ َي َب ِن‬ Hai anak Adam.14 5.  Dikerjakan pagi atau siang hari. Harus memenuhi rukun shalat 4. dimana hubungan antara hamba dengan tuhannya dilakukan secara langsung. 17-18. Menghadap kiblat Yaitu menghadap ke arah jurusan dimana ka’bah(kiblat) berada di mekkah. syarat.15 Shalat sunnah termasuk ibadah yang mempunyai waktu pelaksanaan bermacam – macam. . Al – A’raf:31) 4. tarawih dan tahajud. Waktu shalat sunnah Shalat merupakan ibadah mahdhah. seperti dhuha dan sholat dua hari raya. 14 Gus Arifin. 15 Ibid. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah (Jakarta: PT Alex Media Komputindo. dan rukunnya. 2011). 16. seperti shalat witir. bila ditinjau kapan shalat dilaksanakan.

Zaid bin Tsabit. Ketika matahari mulai menguning menjelang terbenam. dan Mu'adz bin Afra' Ash-Shunabihi. Ibnu Umar. seperti sholat taubat. Uqbah bin Amir. 5. Samurah bin Jundub. 8  Dikerjakan siang atau malam. 4. 'Aku mendengar tidak hanya dari seorang sahabat Nabi SAW. Salamah bin Al Akwa'.16 Sabda rasulullah ‫ور َوهُ َو اب ُْن زَ اذَانَ َع ْن‬ ٌ ‫ص‬ُ ‫ش ْي ٌم أ َ ْخبَ َرنَا َم ْن‬َ ُ‫َحدَّثَنَا أ َ ْح َمدُ ب ُْن َمنِيعٍ َحدَّثَنَا ه‬ ‫اح ٍد ِم ْن‬ ِ ‫س ِم ْعتُ َغي َْر َو‬ َ ‫اس قَال‬ ٍ َّ‫عب‬ َ ‫قَتَادَة َ قَا َل أ َ ْخبَ َرنَا أَبُو ْال َعا ِليَ ِة َع ْن اب ِْن‬ ‫ب َو َكانَ ِم ْن‬ ِ ‫َطا‬ َّ ‫ع َم ُر ب ُْن ْالخ‬ ُ ‫سلَّ َم ِم ْن ُه ْم‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ‫ّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َ ِ ‫ب النَّ ِبي‬ ِ ‫ص َحا‬ ْ َ‫أ‬ ‫ص ََلةِ َب ْعدَ ْالفَ ْج ِر‬َّ ‫سلَّ َم نَ َهى َع ْن ال‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ‫ّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ‫سو َل‬ َ ِ‫ّللا‬ ُ ‫ي أ َ َّن َر‬ َّ َ‫أ َ َح ِب ِه ْم ِإل‬ ‫س‬ ُ ‫ش ْم‬َّ ‫ب ال‬ َ ‫ص ِر َحتَّى ت َ ْغ ُر‬ْ ‫ص ََل ِة َب ْعدَ ْال َع‬ َّ ‫ع ْن ال‬َ ‫س َو‬ُ ‫ش ْم‬َّ ‫طلُ َع ال‬ْ َ ‫َحتَّى ت‬ Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami. 21. Husyaim menceritakan kepada kami. shalat hajad dan sunah mutlaq. . 2. Ketika matahari berada dipuncak (tepat tengah hari) hingga bergeser kearah barat. Ibnu Mas'ud. Ka'b bin 16 Ibid. dia adalah orang yang paling kucintai: Rasulullah SAW melarang shalat setelah shalat Subuh hingga terbit matahari dan dari shalat setelah Ashar sehingga terbenam matahari'. Waktu tahrim atau waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunnah : 1. Sesudah shalat ashar hingga ghurub (terbenam) matahari. ia berkata. hingga terbenam. Ketika matahari terbit hingga naik setinggi ujung tombak (kurang lebih 4-5 meter) menurut penglihatan mata. "Abu Al Aliyah menceritakan kepada kami dari Ibnu Abbas. "Didalam bab ini terdapat hadits dari Ali. Sesudah shalat subuh hingga syuruq (terbitnya) matahari. 3. Abu Hurairah. Abdullah bin Amr. Aisyah. " Shahih: Ibnu Majah (1250) dan Muttafaq 'alaih Ia berkata. Manshur menceritakan kepada kami -dia adalah Ibnu Zadzan-dari Qatadah. namun tidak mendengar dari Nabi SAW. mereka antara lain: Umar bin Al Khaththab. ia berkata.

dan Mu'awiyah. Adapun yang mempunyai sebab seperti shalat tawaf hukumnya makruh. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah (Jakarta: PT Alex Media Komputindo." Abu Isa berkata. beliau bersabda. shlata istiwa’ atau shalat tengah hari juga dilarang kecuali hari jumat.18 Tidak batal shalat yang tanpa sebab dikerjakan diwaktu tersebut." Itu pendapat sebagian besar ahli fikih dari sahabat Nabi SAW dan orang-orang sesudah mereka. sedangkan melakukan shalat fardhu atau meng-qadha shalat fardhu tidak dilarang dalam waktu tersebut. tapi dihukumi makruh tahrim atau makhruh tanzih. Namun tidak apa-apa meng-qadha shalat-shalat yang terlewat setelah shalat Ashar dan Subuh. "Yahya bin Sa'id berkata. Namun imam hanafi mengatakan bahwa semua shalat yang dikerjakan dalam waktu tersebut hukumnya tidak akan sah. Sebelum dan setelah shalat id dimasjid 17 Aplikasi Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi 18 Gus Arifin. 'Syu'bah berkata. Amr bin Abasah. Abu Umamah.)17 Jumhur ulama (maliki. 2011). dan setelah shalat Subuh sehingga terbit matahari. "Hadits Ibnu Abbas dari Umar adalah hadits hasan shahih.19 Waktu yang makruh untuk mengerjakan shalat sunnah : 1. 23-24. Ketika khatib telah mulai khotbah 4. " Hadits Ibnu Abbas dari Nabi SAW. dan setelah shalat Ashar sehingga matahari terbenam. . "Qatadah tidak mendengar dari Abu Al Aliyah kecuali tiga hal. yaitu hadits Umar: Nabi SAW melarang shalat setelah shalat Ashar sehingga terbenam matahari. Setelah shalat subuh 2. Setelah shalat ashar 3. "Tidak seyogyanya seseorang berkata. bahwa mereka memakruhkan shalat setelah shalat Subuh sehingga matahari terbit. syafi’i dan hanbali) mengatakan bahwa yang dilarang adalah shalat sunnah mutlaq. Ya'la bin Umayah. 24. " Hadits Ali (Hakim itu ada tiga macam. Ali bin Al Madini berkata. 9 Murrah. 19 Ibid. Ketika sedang iqamah untuk shalat berjamaah 5. 'Aku lebih baik daripada Yunus bin Matta'.

Waktu tersebut karena berdekatan dengan waktu – waktu yang dilarang shalat. Shalat yang mengikuti shalat fardu (Rawatib) 20 Ibid 21 Ibid. . Macam – macam shalat sunnah dan tata caranya Shalat yang akan dibahas adalah shalat yang dibahas didalam kitab fiqih 4 madzhab (hanafi. maka macam shalat sunnah ada 70 macam shalat. namun boleh hukumnya sebelum shalat maghrib. maliki.20 5. boleh sholat setiap waktu dan tidak makruh. 69. jika pembahasan juga menggunakan kitab madzhab ja’fari. kecuali dibaitullah masjidil haram mekkah.21 1. 10 Waktu makruh tersebut berlaku dimanapun termasuk madinah dan jeddah. syafi’i dan hanbali).

Sujud 13. shalat witir shalat witir adalah shalat ganjil yang dijadikan sebagai penutup shalat malam. Berdiri rakaat kedua. Duduk 6. 79-87. surah al – kafirun. salam22 2. Sujud 5. I’tidal 4. takbiratul ihram. Ruku’ 9. 2. 11 Shalat muakkad Shalat ghairu muakkad 2 rakaatb shalat fajar (‫)سنة الفجر‬ 2 rakaat sebelum dhuhur / jumat 2 rakaat sebelum shalat dhuhur / 2 rakaat setelah dhuhur atau jumat jumat 2 rakaat setelah dhuhur atau 4 rakaat sebelum ashar (dua salam) jumat 2 rakaat setelah isya’ 2 rakaat sebelum maghrib 1 rakaat witir 2 rakaat sebelum isya’ Caranya yaitu : 1. membaca al ashr. al – fatihah. Sujud 7. I’tidal 10. sehingga dianjurkan untuk mengerjakannya saat diakhir 22 Ibid. Ruku’ 3. Duduk 12. 8. Niat (disesuaikan dengan shalatnya. doa iftitah. sunah dalam sholat fajar rakaat pertama membaca surah al – baqarah ayat 136. . Sujud 11. membaca alfatihah. sunah saat sholat fajar rakaat kedua membaca surah ali imran ayat 64. Duduk tasyahud 14.

Dilanjutkan seperti cara shalat rawatib 9. 4. Boleh mengerjakan witir langsung 3 rakaat. dengan urutan surat seperti diatas. Salam. 26. 116-132. 24 Ibid. membaca surah alqur’an al – a’la pada rakaat pertama. Hukumnya shalat tahajud jamaah menurut jumhur ulama makruh.23 3. dan rakaat kedua shalat ali imran ayat 18. Hukumnya sunnah muakkad.24 4. Membaca surah yang sama dengan rakaat kedua tadi 8. Waktunya yaitu setelah shalat isya’. Shalat dhuha 23 Ibid. Tata caranya yaitu: 1. membaca iftitah atau langsung al fatihah 3. Dilanjutkan seperti shalat rawatib 5. Hukum shalat ini menurut jumhur ulama sunnah muakkad. jumlah rakaatnya minim satu rakaat dan maksimal 11 rakaat. 27. al-falaq dan an-nas. Berdiri lagi dan niat shalat witir satu rakaat 6. 93-115. Rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal tidak dibatasi. Cara pengerjaannya seperti shalat rawatib. afdal dikerjakan jamaah saat ramadhan. Dan boleh ditambahi doa qunut. rakaat pertama surat al – baqarah ayat 284-286. niat 2 rakaat 2. Shalat tahajud Shalat tahajud merupakan shalat malam yang dikerjakan setelah tidur sejenak. . waktu paling baik yaitu sepertiga malam terakhir (jam 1 malam hingga masuknya waktu subuh). rakaat kedua membaca surah al – ikhlas. namun ada yang mengatakan 10 rakaat atau 12 rakaat atau 8 rakaat dan ditutup 3 witir. hanya beda niat dan suratnya saja. waktunya yaitu setelah shalat isya’ dengan syarat sudah tidur. 12 shalat malam. Membaca al-fatihah 7.

Shalat tahiyatul masjid Yaitu shalat yang dilaksanakan ketika masuk masjid/mushala dan dilaksanakan sebelum duduk.25 5. al – kafirun dan al – ikhlas. Jumlah rakaatnya 2-8. dan wajid menurut madzhab dzahiri. Ada yang berpendapat shalat dhuha tidak ada batasan rakaatnya. shalat thawaf sunnah dan shalat tahiyat masjid. . Caranya sama dengan shalat rawatib hanya beda niat dan suratnya. Cara pengerjaannya sama dengan shalat rawatib. 143-146. Hukumnya sunnah muakad. Waktu utamanya adalah ketika matahari makin menyengat.(madzhab syafi’i)  Apabila khatib sudah naik.26 6. maka tidak perlu shalat tahiyat masjid. waktunya setelah wudhu dan boleh dikerjakan dalam waktu 25 Ibid. boleh baca surat yang mudah baginya. hanya beda niat. Juga dianjurkan surat al – waqi’ah. dan tidak mendapat pahala jamaah walau dikerjakan jamaah. Berikut ketentuannya :  Keadaan suci  Jika masuk masjid sudah keadaan iqamat. maka tidak perlu shalat(madzhab syafi’i)  Bila masuk masjidil haram. rakaat pertama surat asy-syams dan rakaat kedua surat ad-dhuha. selebihnya dihitung shalat mutlak. maka sunnah shalat tahiyat masjid dengan syarat naiknya imam waktunya tidak lebih lama dari waktu pelaksanaan shalat tahiyatul masjid  Bila masuk masjid sengaja hanya untuk duduk. Shalat sunnah wudhu atau thuhur Yaitu shalat sunnah ba’da wudhu. 133-143. Lebih baik dilaksanakan sendiri. al-quraisy. dilaksanakan setelah tahiyatul masjid. 13 Shalat yang dilakukan mulai terbitnya dari ¼ jam setelah matahari terbit sampai ¼ jam sebelum dhuhur. Waktunya yaitu kapan saja kecuali waktu yang dilarang. 26 Ibid.

168. pertanyaan dan kebimbangan kita dalam hal memilih dan lainnya. 30 Ibid. . 197-198. rakaatnya menurut madzhab syafi’i adalah 20 rakaat. 14 terlarang karena ada sebab. rakaat kedua surat al- ikhlas. Baiknya dikerjakan berjamaah. Setelah salam membaca istighfar 100x. 28 Ibid. 166. 29 Ibid. 204-217. 135-157. Caranya sama dengan shalat rawatib hanya beda niat. dengan cara yang sama dengan shalat rawatib.32 27 Ibid.29 9. 172-174. 31 Ibid. Shalat tarawih Shalat yang dikerjakan setelah shalat isya’ sampai tengah malam pada bulan ramadhan. Caranya sama dengan shalat rawatib hanya beda niat27 7. membaca surat juz 30 atau 29. waktu utamanya dikerjakan malam hari 1/3 malam terakhir sebanyak 2 rakaat. Shalat hajat Shalat hajat atau shalat qadhail hajat yaitu shalat untuk memohon agar hajat kita segera dicukupi oleh Allah. hukumnya sunnah muakkad. rakaat kedua al – ihlas). harus didalam hati/tidak boleh dilafadzkan. Caranya sama dengan shalat rawatib bedanya pada niat. rakaat pertama surat al-kafirun.30 10. Shalat istikharah Shalat untuk meminta petunjuk kepada Allah atas segala kebingungan.31 11. Sholat taubat Shalat yang dilakukan untuk memohon ampun kepada Allah. dan pada sujud terakhir setelah membaca tasbih berdoa meminta hajat kita.28 8. Shalat sunnah muthlaq Shalat yang dikerjakan pada waktu kapanpun kecuali waktu tahrim. Hukumnya sunnah muakkad. surat (rakaat pertama ayat kursi. 32 Ibid.

2013). memandikan jenazah hukum memandikan jenazah menurut jumhur ulama adalah fardu kifayah. Membaca takbir 4. bacaan antara takbir(subhanallah. 34 Fitrah. membaca ta’awud sebelum al-fatihah. yaitu memandikan. Tidak ada adzan dan iqamah. sunnah diserukan “Assolatu jami’ah” 2. . 50. Wanita boleh mengikuti shalat id menurut madzhab syafi’i dengan syarat tidak memakai wewangian serta tidak glamour. Dilanjutkan khatbah. Sunnah saat shalat idul fitri makan dahulu sebelum shalat. Rakaat pertama takbir sebanyak 7 kali. hukumnya sunnah muakkad. Syarat orang yang memandikan adalah :  muslim  berakal  balig 33 Ibid. 15 12. menghormati Jenazah kewajiban muslimin terhadap jenazah terdiri atas 4 macam. Fiqih Untuk SMA/MA Semester 1(Surakarta: Putra Nugraha. Sah dikerjakan sendirian. 1. Boleh dilakukan dimasjid atau dilapangan. walailaha illallah wallahu akbar). Berniat dan takbiratul ihram 3. dan sunnah saat shalat idul adha untuk tidak makan sebelum shalat. Tata caranya yaitu. surah qamar no 54 6. baca antara takbir(sama dengan rakaat pertama). surat qaf ayat 50(rakaat 1) 5. menyalatkan dan menguburkan.34 1. mengafani. Shalat dua hari raya Shalat saat hari raya dengan waktu setengah jam setelah matahari terbit sampai sebelum masuk waktu dhuhur(ketika dhuha) dan makruh dikerjakan saat terbit matahari. Rakaat kedua membaca al-fatihah. Salam 7. takbir 5x. 218-235.33 2. walhamdulillah.

16  wajib berniat memandikan jenazah  jujur dan dapat dipercaya (dalam merahasiakan kondisi mayat)35 sedangkan syarat jenazahnya adalah :  orang islam  tidak mati syahid(mati dalam perang membela islam)36 orang yang memandikan jenazah  jenazah laki – laki adalah orang yang diberi wasiat.  Orang yang akan memandikan37 Cara memandikan  Lepas pakaian dan ganti dengan kain  Dimandikan pada tempat tertutup  Pakai sarung tangan dan bersihkan jenazah  Ganti sarung tangan yang baru. gosok giginya dan bersihkan hidungnya.  Jenazah perempuan adalah ibu. bapak. dan hanya ada laki yang hidup. mahram pihak laki-laki dan boleh istri. 50-51. nenek. . keluarga dekat. atau terdekat dari pihak wanita serta suami. 37 Ibid. maka jenazah ditayamumkan dengan memakai lapis sarung tangan.38 35 Ibid. 36 Ibid. terjaga dari pandangan orang yang lalu lalang. kemudian wudhukan seperti wudhunya orang shalat.  Jika perempuan semua mati.  Tinggikan kepala jenazah agar air tidak mengalir ke kepala  Masukkan jari yang sudah dibalut dengan kain ke mulut jenazah. bersihkan badannya dan tekan perutnya pelan – pelan jika jenazah tidak hamil. boleh perempuan memandikan.  Jika jenazah anak laki – laki. Persiapan memandikan jenazah  Tempat yang layak. kakek.  Siapkan alatnya dan wewangian atau daun bidara. jika anak perempuan boleh laki – laki memandikannya.

telinga dan lain-lain. 51-52. cukup disobek tanpa dijahit (untuk perempuan) 38 Ibid. sebaiknya menggunakan kapur barus40 2. 2013). 87. Nashirudin Al. sebaiknya yang paling bawah lebih besar dan luas dari yang atas. 39 M. mengafani jenazah mengafani jenazah bukan mati syahid hukumnya adalah fardu kifayah Cara mengafani jenazah  bentangkan kain kafan sehelai demi sehelai. jika keluar najis dikafan. 40 Fitrah. cukup dihilangkan najisnya  Keringkan dengan handuk setelah dimandikan  Berilah wewangian sebelum dikafani.Albani. . 2005). Panduan Praktis Hukum Jenazah (Jakarta: Darus Sunnah Press. 17  menjadikan rambutnya menjadi 3 ikatan bagi wanita dan diketakkan dibelakang kepala39  Siram tubuh yang kanan dahulu selanjutnya yang kiri  Mandikan dengan air sabun dan terakhir dicampur dengan wangian  Perlakukan jenazah dengan lembut ketika membalik dan menggosok tubuhnya  Wajib memandikan satu kali jika dapat membasuh keseluruh tubuh. maka wajid dimandikan kembali. dan sunah mengulanginya  Jika keluar najis dari badannya setelah dimandikan dan mengenai tubuhnya.  Tutuplah kain pembungkus pada kedua pahanya (untuk perempuan)  Pakaikan sarung. cukup disobek tanpa dijahit (untuk perempuan)  Pakaikan baju kurungnnya. Fiqih Untuk SMA/MA Semester 1(Surakarta: Putra Nugraha. sebaaiknya masing – masing helai diberi kapur barus  angkat jenazah dalam keadaan tertutup letakkan diatas kafan tadi  tutuplah lubang yang memungkinkan kelurnya kotoran dengan kapas seperti hidung.

53. dan menutup seluruh tubuh. Lakukan selembar demi selembar dengan lembut  Ikatlah dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya dibawah kain kafan tiga atau lima ikatan. bersih. tutupilah auratnya. 42 Ibid.  Syarat orang yang menshalati sama dengan syarat shalat wajib  Jenazah sudah dimandikan 41 Ibid. 52. 43 Ibid.  Hendaknya berwarna putih  Bagi laki – laki tiga dan perempuan 5 lapis  Diberi wangian  Tidak berlebihan42 Kain kafan perempuan terdiri dari lima lembar yang terdiri atas :  Lembar paling bawah untuk menutupi seluruh badannya  Lembar kedua kerudung kepala  Lembar ketiga baju kurung  Lembar keempat untuk menutup pinggang hingga kaki  Lembar kelima untuk menutup pinggul dan pahanya43 3. persiapan sebelum shalat jenazah yaitu :  Imam berdiri didekat kepala bagi laki – laki. Menyalatkan jenazah Hukumnya adalah fardu kifayah. lalu sebelah kiri.41 Ketentuan kain kafan  Bagus. dan berdiri ditengah badan bagi perempuan. . lepaskan ikatan setelah dibaringkan diliang lahat  Jika kain kafan tidak mencukupi menutup badannya. 18  Rapikan rambut menjadi tiga ikatan dan dijulurkan kebelakang (untuk perempuan)  Selimutkan kain kafan sebelah kanan yang paling atas.

berilah dia rahmat dan kesejahteraan. 54.46 44 Ibid. maafkanlah dia o Takbir keempat membaca : ya allah janganlah engkau rugikan kami dari mendapatkan pahalanya dan janganlah engkau beri fitnah sepeninggalannya. 46 Ibid. serta ampunilah kami dan dia o Doa disesuaikan untuk perempuan dan laki – laki dalam kaidah bahasa arab o Mengucapkan salam45 Menguburkan jenazah Hukum menguburkan jenazah adalah fardu kifayah  Membuat liang kubur dengan kedalaman 2 meter  Jenazah dimiringkan kearah kiblat  Melepas tali pengikat. . kaki dibuka agar menyentuh tanah langsung  Lubang tanah ditutup dengan kayu agar jenazah tidak terkena tanah  Mendoakan dan memohon ampun bagi jenazah. 45 Ibid. 19  Letak jenazah didepan orang yang menshalatkan. kecuali shalat gaib44 Rukun shalat jenazah  Niat  Berdiri bagi yang mampu  Takbir empat kali o Takbir pertama membaca al fatihah o Takbir kedua membaca shalawat nabi muhammad o Takbir ketiga mendoakan jenazah dengan membaca : ya allah ampunilah dia.

karena shalat merupakan pembeda bagi orang muslim dengan orang non – muslim. 20 PENUTUP Shalat merupakan ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. . yaitu mencari ridha Allah dan bekal kita mati kelak. shalat sunnah merupakan salah satu cara agar kita dapat lebih dekat dengan Allah sebagai pencipta segalanya didunia ini. dan kita sebagai orang muslim berkewajiban untuk mengurus setiap saudara muslim kita yang meninggal dunia. mati merupakan suatu kodrat bagi seluruh manusia. Shalat sunnah memiliki berbagai macam bentuk akan tetapi mempunyai satu tujuan.

Surakarta: Putra Nugraha. Nashirudin Al. Jakarta: Darus Sunnah Press. Meraih Cinta Allah Melalui Shalat – Shalat Sunnah. 2013. . Fiqih Untuk SMA/MA Semester 1. Panduan Praktis Hukum Jenazah. 2011.Albani. 2005. 21 DAFTAR PUSTAKA Aplikasi Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi Fitrah. M. Gus Arifin. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.