You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Psikiatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang
mempelajari segala hal yang berkaitan dengan ganguan jiwa.salah satu
gangguan jiwa tersebut adalah gangguan persepsi. Persepsi bukan hanya
sekedar fenomena visual yaitu segala sesuatu yang kita “lihat” secara fisik.
Para ahli perkembangan menganggap persepsi sebagai bagian untuk
memahami input sensori yang disambungkan ke otak oleh indera dan
dihantarkan menuju susunan saraf pusat. Segala sesuatu yang telah ada
dalam pikiran kita, semua yang kita inginkan, kehendaki, sangka, dan
butuhkan, serta pengalaman masa lalu membantu menentukan persepsi.
Bagian-bagian mental ini dapat mempengaruhi persepsi kita lebih dari
pada yang kita pikirkan.
Dewasa ini sering kita lihat banyak anak-anak yang mengalami
kemunduran dan kesulitan dalam belajar, sama halnya dengan orang
dewasa saat ini yang mengalami kemunduran dalam menjalani
kehidupannya(putus asa, malas, bosan dll ). Hal ini dapat disebabkan oleh
faktor internal dan eksternal. Motivasi merupakan satu penggerak dari
dalam hari seseorang untuk melakukan atau mencapai suatu tujuan.
Motivasi juga meripakan kekuatan yang mendorong dan mengarahkan
keberhasilan prilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu.
Dengan demikian pada makalah ini kami akan menjeklaskan mengenai
Persepsi dan Motivasi

2. Rumusan Masalah
Didalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:
- Apa pengertian Persepsi dan Motivasi?
- Apa saja jenis – jenis Persepsi dan Motivasi?
- Bagaiman proses terjadinya Persepsi?

maka makalah ini mempunyai beberapa tujuan: . . Untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi. Bagaimana teori – teori Motivasi menurut para ahli? 3. Untuk mengetahui apa itu Persepsi dan Motivasi dalam ilmu Psikologi. . Tujuan berdasarkan rumusan masalah di atas. .

Robbins [2003] mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan. Jenis – jenis persepsi Proses terhadap ransangan atau stimulus yang diperoleh indra. Persepsi auditori Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga . Pengertian Persespsi Persepsi adalah sebagai proses seseorang menyeleksi. Walgito [1993] mengengmukakanbahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan. . yaitu sebagai proses dimana individu. BAB II PERSEPSI DAN MOTIVASI PERSEPSI 1. bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman – pengalamannya. Persepsi visual Persepsi visual di dapatkan dari penglihatan yaitu indera mata. motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menangapi stimulus. . Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi. mengatur dan menginterprestasikan masukan masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti Kotler[2000]. Mangkunegara [dalam Arindita. Persepsi penciuman Persepsi penciuman didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung . mengatur dan menginterprestasikan masukan – masukan informasi dan pengalaman – pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkan untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.2002] berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna dalam lingkuangannya. 2. Menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis.individu mengorganisasikan dan memanifestasikan kasan indara mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.

. berdasarkan manipulasi sejumlah bentuk giometris yang sederhana ( Bierderman. Proses persepsi Walgito [dalam Hamka. 4. . Teori atas kebawah Teori yang berbasis pengetahuan yang sudah dimiliki yaitu persepsi seseorang didasari oleh pengetahuan yang telah dimiliki dan di dorong oleh espektaksi sebelumnya. kita lebih mencocokan ciri – ciri suatu pola dengan ciri – ciri yang tersimpan dalam memori kita. kita mengenal sebuah pola dengan cara membandingkan pola tersebut dengan seperangkat “ cetakan “ pola yang ada dipikiran kita. Teori persepsi . 1987) cara ini adalah seperangkat geon . kita mengenali suatu objek berdasarkan presentasi pola objek yang telah kita miliki. 2002] menyatakan bahwa terjadinya persepsi merupakan suatu yang terjadi ddalam tahap – tahap berikut: a. 4. Tahap pertama. Teori bawah – ke – atas yaitu teori yang berbasis kepada data (basis stimulus) persepsi seseorang didasari oleh informasi yang di berikan oleh stimulus / objek yaitu : 1. Teori deskripsi structural Mencoba temukan sejumlah cara yang memampukan kita membentuk representasi mental 3Dyang stabil mengenai objek. merupakan proses ditangkapnya stimulus oleh alat indra manusia. Teori ciri Menurut reori ini. Teori prototip Menurut teori ini. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik. Teori cetakan Menurut teori in. 3. 2. Persepsi pengecapan Teori pengecapan didapat dari indera pengecapan yaitu lidah 3.

2. merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan atau prilaku. Tahap kedua. Menurut Newcomb (dalam Arindita. baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indra manusia. 2003). Tahap penolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi. 3. yaitu: 1. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan. merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor ( alat indra ) melalui saraf – saraf sensoris. serta pengetahuan individu. Konstansi ( menetap ): dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun prilaku yang ditampilkan berbeda. merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik.b. Tahap keempat. c. Proses organisasi yang selektif: beberapa kumpulan informasi yang sama dapat disusun ke dalam pola – pola menurut cara yang berbeda – beda. Tahap perubahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman. merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor. yaitu: 1. merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis. Selektip : persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. . Tahap ketiga. Tahap penerimaan stimulus. d. ada beberapa sifat yang menyertai proses persepsi. cakrawala. yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada. 2. bahwa proses persepsi melalui tiga tahap. 3.

yang bersifat internal. 2. yakni “movere” yang berarti “mengerakkan” (Winardi. sebagai suatu perangsang dari dalam.MOTIVASI 1. Swanburg(2000) mendefenisikan motivasi sebagai konsep yang menggambarkan baik kondisi ekstrinsik yang merangsang perilaku tertentu dan respon intrinsik yang menampakkan perilaku manusia. pengakuan atau rcognition atau suatu kinerja yang telah dicapai seseorang akan merupakan perangkat kuat. Dorongan berprestasi(Achievement motivation): seseorang yang memiliki motivasi bahwa bekerja sebagai suatu kebutuhan atau needs dapat mendorongnya mencapai sasaran.1999:269) mengemukakan bahwa unsur-unsur penggerak motivasi antara lain: 1. Sedangkan menurut Moekijat (2000) dalam bukunya “ Dasar-dasar Motivasi” bahwa motivasi yaitu dorongan/mengerakkan. atau eksternal bagi individu. yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistens.dan didalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Sedangkan menurut Gray (dalam winardi. motivasi adalah perubahan energi diri sendiri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang genggerakkan manusia untuk bertingkah-laku. Pengakuan atau suatu kinerja akan memberikan . 2007) Menurut sudirman (2007). 2002)motivasi merupakan sejumlah proses. Pengertian Motivasi Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. suatu gerak hati yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Sagir (dalam Siswanto. Penghargaan (recognition): penghargaan. dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.

motivasi intrinsik datang dari hati sanubari umumnya karena kesadaran. 4. a. 6. Kesempatan (oportuniti): kesempatan untuk maju dalam bentuk jenjang karir yang terbuka merupakan perangsang yamg kuat untuk pegawai. Motivasi intrinsik Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Tanggung jawab (resposibility): adanya rasa memiliki akan turut menumbuhkan motivasi untuk turut merasa bertanggung jawab. 5. . kepuasan batin lebih tinggi dari pada penghargaan dalam bentuk materi atau hadiah. Tantangan (challenge): adanya tantangan yang dihadapi merupakan peransang kuat bagi manusia untuk mengatasinya. 3. Keterlibatan (involvement): rasa ikut terlibat dalam suatu proses pengambilan keputusan atau bentuknya. 2. Jenis – jenis motivasi Menurut Djamarah (2002) motivasi terbagi menjadi 2(dua) jenis yaitu motivasi intrisik dan motivasi ekstrinsik. Pengembangan (development): pengembangan kemampuan seseorang. faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi intrinsik yaitu: o Kebutuhan (need): seseorang melakukan aktivitas (kegiatan) karena adnya faktor-faktor kebutuhan baik biologis maupun psikologis. baik dari pengalaman kerja atau kesempatan untuk maju dapat merupakan perangsang kuat bagi pegawai untuk bekerja lebih giat atau lebih bergairah.karena dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 7. Menurut Taufik (2007). dapat pula “ kotak saran” dari pegawai yang dijadikan masukan untuk menejemen perusahaan merupakan perangsang yang kuat untuk pegawai.

2002). Motivasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intinsik. faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ekstrinsik adalah: o Doriongan keluarga : dukungan dan dorongan dari anggota keluarga semakin menguatkan motivasi untuk memberikan sesuatu yang terbaik. b. Menurut Taufik (2007). o Harapan (expectancy): seseorang dimotivasi oleh karena keberharilan dan adanya harapan keberhasilan bersifat pemuasan diri seseorang. 3. Teori Maslow Abraham Maslow memandang kebutuhan manusia berdasakan suatu hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang paling rendah hingga kebutuhan yang paling tinggi. o Lingkungan : lingkungan adalah dimana seseorang tinggal. keberhasilan dan harga diri meningkatkan dan menggerakkan seseorang ke arah pencapaian tujuan. o Imbalan : seseorang dapat termotivasi karena adanya suatu imbalan sehingga orang tersebut ingin melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang atau pengaruh dari orang lain sehingga seseorang berbuat sesuatu (Djamarah. Lingkungan dapat mempengaruhi seseorang ssehingga dapat termotivasi untuk melakukan sesuatu. Kebutuhan pokok manusia yang di identifikasi Maslow dalam urutan kadar pentingnya adalah sebagai berikut: o Kebutuhan Fisiologis (Basic Needs) o Kebutuhan akan Rasa Aman( Securily Needs) . o Minat : adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keinginan pada suatu hal tanpa ada yang menyuruh. Teori – teori motivasi a.

(Koontz. Teori Morivasi Ekspektansi Teori motivasi ini diungkapkan oleh Vroom. d. Growth) adalah teori motivasi yang dikemukakan oleh Clayton P. kehidupan pribadi. kondisi kerja. Relatedness. o Growth Needs (kebutuhan Pertumbuhan) adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk memiliki pengaruh yang kreatif dan produktif terhadap diri sendiri atau lingkungan. Teori Dua Faktor Herzberg Herzberg mengklaim telah menemukan penjelasan dua faktor motivasi yaitu: o Hygiene factors. pengakuan. o Motivasi factors. yang meliputi gaji. kebijaksanaan dan administrasi perusahaan. Teori Aldelfer menemukan ada 3 kebutuhan pokok manusia: o Existence Needs Kebutuha Keadaan) adalah sustu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman serta hygienefactoris dan Herzberg o Reletedness Needs (kebutuhan berhubungan). Teori Kebutuhan ERG Alderfer Teori ERG Alderfer (Existence. hubungan antar pribadi.mencakup kebutuhan untuk berinterasi dengan orang lain. kualitas supervi.1990:123) c. Vroom mengemukakan bahwa orang-orang akan termotivasi untuk melakukan hal-hal tertentu untuk mencapai tujuan apabila mereka yakin bahwa .Actualization) b. o Kebutuhan Afiliasi atau Akseptansi (Social Needs) o Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs) o Kebutuhan Perwujutan Diri (Self. yang dikaitkan dengan isi pekerjaan mencakup keberhasilan.pekerjaan yang menantang. peningkatan dan pertumbuhan dalam pekeraan. Aldelfer. jaminan kerja.

1990:123). memotivasi diri sendiri.(Griffin. e. 1998:260). Konsep ini menyatakan bahwa seseorang akan menurun semangat kerjanya bila upah yang diterima dirasa terlalu sedikit atau tidak sebanding dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Ia membedakan 2 tipe pekerjaan yaitu X dan Y. o Teori Y. (Griffin. berorientasi kepada perkembangan. menyatakan bahwa orang-orang sesungguhnya malas dan tidak mau bekerja sama.1998:259) f. Teori Klasik Teori motivasi ini diungkapkan oleh Frederick Taylor yang mengatakan bahwa pekerjaan hanya termotivasisemata-mata karena uang. . dan tertarik untuk menjadi produktif. o Teori X. menyatakan bahwa orang-orang sesungguhnya energik. (Koontz. Teori X dan Y Teori ini dikemukakan oleh Douglas Mc Gregor. tindakan mereka akan mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

dan sebagainya.sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya. Dari banyaknya pandangan yang berbeda menenai motivasi yang mungkin dikarenakan oleh penggunaan metode observasi yang berbeda-beda. studi tentang berbagai kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.yang di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: alat indera dan perhatian. Motif tidak dapat dilihat begitu saja dari perilaku seseorang karena motif tidak selalu seperti yang tampak bahkan kadang-kadang berlawanan dengan yang tampak. Kesimpulan Motivasi adalah keadaan individu yang terangsang terjadi jika suatu motif telah dihubungkan dengan suatu penghargaan yang sesuai. . Sedangkan motif adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Persepsi adalah pandangan individu saat menerima rangsangan.sampai rangsangan itu disadari dan di mengerti oleh individu.

2013.Interasi Dan Motivasi Belajar Mengajar.Psi. Jakarta Grafindo. 2006.S.M.Pd..S. Blokspot.com . A. Ahmad Roihan. S. Adi Murtiadi. Perepsi Dalam Psikologi. Graha Ilmu . Sardiman. .Ikom. Dwi Prasetia Danarjati. Yogyakarta.Pd. 2013. Pengantar Psikologi Umum. DAFTAR PUSTAKA . Ari Ratna Ekawati.M.

DISUSUN OLEH: KELOMPOK III ANGGOTA : 1.067 AKPER PPNI KENDARI 2015 .075 3. SARINAH 15. MAKALAH PSIKOLOGI PERSEPSI DAN MOTIVASI .053 2. YOSEFA 15. FRANSISKA WIJOYO 15.