You are on page 1of 7

Asuhan Keperawatan Maternitas dengan Perdarahan Uterus Abnormal Pada Ny.J.

W
di ruang Irina D Atas RSUP. Prof.Dr.R.D Kandou Manado

1. Identitas klien
Nama Klien : Ny J.W
Tempat Tgl Lahir : Talawaan,09-09-1963
Umur Klien : 54 Tahun
Jenis Kelamin : Female
Alamat: Desa Talawaan Jaga VII
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Kristen Protestan
Suku : Minahasa
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : IRT
Tanggal MRS: 28 – 01 – 2018
No. RM : 40.30.31
Tanggal Pengkajian : 31-01-2018
Sumber Informasi : Pasien
Keluarga yang dapat dihubungi : Anak
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Desa Talawaan Jaga VII

2. Keluhan klien saat masuk rumah sakit : Pasien mengatakan merasa nyeri pada daerah
perut & terasa ada massa di daerah abdomen, menstruasi yg tidak berhenti-henti.

3. Riwayat Kesehatan

Riwayat kesehatan sekarang : Pasien mengatakan nyeri pada daerah abdomen bawah,
ada pembengkakan pada daerah perut (+), menstruasi yang tidak berhenti, rasa mual(+)
dan muntah(-).
Riwayat kesehatan keluarga : Pasien mengatakan bahwa belum ada keluarganya yang
sakit seperti ini.
Riwayat kehamilan dan persalinan: G3P3A0, persalinan Normal, Keadaan baik
Riwayat menstruasi: Pasien mengatakan kadang-kadang terjadi digumenorhea dan
bahkan amenorhea. Menarche pada umur 12 tahun, lama haid biasanya 3-4 hari, siklus :
28-30 hari, jumlah 2-3 kali mengganti pembalut, warna merah kecoklatan.

Ekstremitas: Nyeri panggul saat beraktivitas. Susah BAK 5. Data Psikologis : Pasien mengatakan merasa cemas dan takut saat mau melakukan hubungan intim bersama suami oleh karena riwayat perdarahan ini. semenjak sakit yang bekerja hanya suami atau bapak sendiri. Eliminasi : Adanya konstipasi. 7. Data Sosial Ekonomi : Pasien mengatakan pendapan keluarga dari suemi yang bekerja sebagai petani. Pemeriksaan Fisik a. tidak ada kelemahan. Pola kebiasaan Sehari-hari : Pasien mengatakan sulit melakukan ADL karena nyeri perut . 6. c. juga ibu (pasien) yang juga menjual kue di pasar. teraba massa pada abdomen 2cm b. Abdomen : Nyeri tekan pada abdomen.4.

ekspresi G3 keseimbangan hormone uterus sirkulasi darah tegang. TTV. perilaku ↓ otot. ↓ Perdarahan abnormal ↓ Kehilangan banyak cairan & elektrolit DO : klien tampak Factor resiko Ansietas b/d Kurangnya cemas. DS : . B. G3 keseimbangan hormone uterus prognosis & kebutuhan ↓ pengobatan. ANALISA DATA DATA ETIOLOGI DIAGNOSA DO : Klien tampak Factor resiko Nyeri b/d kerusakan jaringan gelisah. Perdarahan abnormal ↓ Perpindahan cairan ke intrasel ↓ Penekanan ujung syaraf DO : adanya Factor resiko Resiko tinggi kekurangan perdarahan ↓ cairan tubuh b/d perdarahan pervaginam G3 keseimbangan hormone uterus pervaginam berlebihan. Perdarahan abnormal ↓ Kurangnya pajanan informasi . system saraf & gangguan berhati-hati. ↓ DS :. DS : . TTV ↑ ↓ pengetahuan tentang penyakit.

  Kriteria Hasil :  Bantu pasien mengatur posisi senyaman mungkin (posisi fowler atau  Klienmenyatakan posisi datar atau miring kesalah satu nyeri berkurang (skala sisi) 3-5)   Kaji tanda vital : tachicardi.    Ajarkan pasien penggunaan  TTV normal : Suhu : 36-37 0C. DO : Sekresi eritropoitis turun Intoleransi Aktivitas ↓  Pasien tampak Produksi Hb turun lemah ↓  Konjungtiva Oksihemoglobin turun ↓ pucat Suplai O2 turun  Eritrosit ↓ ↓  Hemoglobin ↓ Intoleransi aktivitas  DS :  Klien mengatakan ketika beraktivitas cepat merasa lemas dan letih  C. dilakukan.hipertensi. mis : lokasi nyeri. N : 80. keterampilan manajemen nyeri mis : . setelah dilakukan tindakan frekuensi. eksprei wajah rileks.  Klien tampak tenang. durasi dan intensitas (kala keperawatan selama 1 x 0-10) dan tindakan pengurangan yang 24 jam. INTERVENSI KEPERAWATAN DIAGNOSA TUJUAN & KH INTERVENSI Nyeri Tujuan : Nyeri berkurang  Kaji riwayat nyeri. pernafasan cepat.

pemeriksaan cairan.   Observasi efek analgetik (narkotik )  Kolaborasi : anjurkan dilakukannya pembedahan   Motivasi klien untuk mobilisasi dini setelah pembedahan bila sudah diperbolehkan. 100 x/m.  kekurangan volume cairan  Observasi pendarahan tubuh.   Laksanakan pengobatan sesuai indikasi seperti analgesik intravena.  Anjurkan klien untuk minum + 1500- 2000 . TD : Sistole mendengarkan musik dan sentuhan : 100-130 mmHg. Evaluasi 24 jam tidak terjadi nadi perifer. RR : 16. 24x/m. tertawa. kulit kurang. Diastole : 70-80  Evaluasi/ kontrol pengurangan nyeri  Ciptakan suasana lingkungan tenang mmHg dan nyaman.l/hari Kriteria Hasil :   Kolaborasi untuk pemberian cairan  Tidak ditemukan parenteral dan kalau perlu transfusi tanda-tanda kekuranga sesuai indikasi.   Kolaborasi untuk pemberian analgetik sesuai indikasi. leko. trombo.  Pantau masukan dan haluaran/ kekurangan cairan dilakukan tindakan monitor balance cairan tiap 24 jam. keluaran urine 1 cc/kg BB/jam.   TTV normal : Suhu : . dengan teknik relaksasi. tubuh keperawatan selama 2 x   Monitor tanda-tanda vital. Hb. terapeutik.  Resiko tinggi Tujuan : Setelah  Kaji tanda-tanda kekurangan cairan. Seperti turgor laboratorium. demam.  Pendarahan berhenti. membran ureum. kreatinin. mukosa kering.

 Tingkatkan kemandirian dalam ketidakseimbangan perawatan diri. radioterapi. pembedahan   Informasikan tentang dukungan sosial/ kelompok bagi klien. N : 80-100 x/m.. aktivitas  berhubungan mandiri tanpa keluhan  Pantau kondisi umum dan ukur TTV pasien secara berkala dengan setelah diberikan askep  3x24 jam.  dengan perubahan diberikan askep selama 3  Dorong dan dukung klien untuk gambaran tubuh X 24 jam menyadari dan berusaha menerima Kriteria Hasil : diagnosa   Klien tampak tenang  Diskusikan tanda dan gejala depresi. dan suplai oksigen  Anjurkan aktivitas alternatif sambil merasa lemas dan letih istirahat saat melakukan   Anjurkan untuk beristirahat setelah aktivitas  dialisis  Eritrositdan  hemoglobindalam . RR : 16-24x/m. seperti kemoterapi. misalnya perkumpulan penyandang kanker mammae  Intoleransi Tujuan : Pasien dapat  Observasi faktor yang menimbulkan melakukan aktivitas keletihan.  dalam program terapi  Beri informasi tentang hasil-hasil lab dan perkembangan penyakit klien. TD : Sistole : 100- 130 mmHg. Kriteria Hasil :  antara kebutuhan  Pasien tidak cepat  Latih pasien melakukan ROM aktif. 36-37 0C. serta treatment yang mungkin.   Diskusikan kemungkinan untuk bedah  Mau berpartisipasi rekonstruksi atau pemakaian prostetik. Diastole : 70-80 mmHg Ansietas Tujuan : Kecemasan  Dorong klien untuk mengekspresikan berhubungan dapat berkurang setelah perasaannya.

5 – 5.5 10e6/ul  Hemoglobin : 13. batas normal : eritrosit : 4.0 gr/dl   Konjungtiva merah muda   IMPLEMENTASI EVALUASI .0 – 16.