You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut:
“Adakah issue etik dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan Mioma Uteri?”

C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum yang dapat di capai adalah sebagai berikut :
Secara umum tenaga kesehatan dapat menjadikan makalah ini sebagai
sumber pembelajaran mengenai asuhan keperawatan pada klien dengan Mioma Uteri .
2. Tujuan khusus yang dapat di capai adalah sebagai berikut :
a. Bagaimana definisi Mioma Uteri ?
b. Bagaimana klasifikasi Mioma Uteri?
c. Bagaimana etiologi Mioma Uteri?
d. Bagaimana manifestasi klinik Mioma Uteri?
e. Bagaimana patofisiologi Mioma Uteri?
f. Bagaimana pemeriksaan diagnostik Mioma Uteri?
g. Bagaimana penatalaksanaan medik Mioma Uteri?

D. Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah dengan melakukan studi pustaka.
Kami mencari bahan bahan tentang Mioma Uteri melalui internet, juga melalui buku buku.

E. Manfaat Penulisan

1. Sebagai bahan pembelajaran untuk pasien dengan penderita Mioma Uteri agar lebih
menjaga kesehatannya.

2. Sebagai tambahan membuat asuhan keperawatan tentang Mioma Uteri

Daftar isi 2. Bab II 1) Definisi Mioma Uteri 2) Klasifikasi Mioma Uteri 3) Etiologi Mioma Uteri 4) Manifestasi Mioma Uteri . Pembagian pembuka a. Sebagai sumber informasi bagi para pembaca tentang Mioma Uteri F. Kata pengantar c. 3. Sistematika penulisan 1. Bab I 1) Latar belakang 2) Tujuan penulisan 3) Metode penulisan 4) Manfaat penulisan 5) Sistematika penulisan b. Sampul b. Bagian tubuh a.

2005) Mioma Uteri adalah suatu tumor jinak. terbentuk dari otot polos yang imatur dan elemen jaringan penyambung fibrosa sehingga dapat disebut juga leiomioma. yang berasal dari otot polos dan jaringan ikat fibrous. . leiomioma uteri atau uterine fibroid.terutama wanita usai produktif. atau fibroid (Wiknjosastro. Biasa juga disebut fibromioma uteri. Bab III 1) Kesimpulan 2) Saran d. KONSEP DASAR MEDIK 1. 5) Patofisiologi Mioma Uteri 6) Pemeriksaan diagnostik Mioma Uteri 7) Penatalaksanaan medik Mioma Uteri 8) Pengkajian Mioma Uteri 9) Diagnosa Keperawatan Mioma Uteri 10) Intervensi Keperawatan Mioma Uteri 3. Daftar pustaka BAB II TINJAUAN TEORITIS A. berbatas tegas. Tumor jinak ini merupakan neoplasma jinak yang paling sering ditemukan pada traktus genitalia wanita. tidak berkapsul. Definisi Mioma uteri adalah neoplasma yang berasal dari otot uterus (tumor jinak uterus yang berbatas tegas) dan jaringan ikat yang menumpangnya sehingga berbentuk padat karena jaringan ikatnya dominan dan lunak serta otot rahimnya dominan. Selain itu memiliki kapsul. Bagian penutup c. fibromioma.

Pengeluaran ini disebut menstruasi (datang bulan). Pada wanita usia produktif. lapisan uterus tumbuh dan menebal setiap bulan untuk mempersiapkan kehamilan. Bila tidak terjadi pembuahan maka dinding endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang. Leher rahim atau serviks merupakan bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak di bagian bawah rahim. Walaupun tidak sering. b. 3) Myometrium Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya. 2) Endometrium Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. persalinan prematur. lapisan yang tebal. Anatomi dan Fisiologis a. Jika seorang wanita tidak menjadi hamil. 2003). disfungsi reproduksi yang dikaitkan dengan mioma mencakup infertilitas. abortus spontan. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu: 1) Perimetrium Perimetrium yaitu lapisan yang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus. dan malpresentasi (Crum. Uterus (Rahim) Bagian dari suatu sistem reproduksi seorang wanita yang berongga berbetuk buah pear. Cervix (Mulut Rahim/Serviks/Leher Rahim) Bagian bawah yang sempit dari uterus. berdarah mengalir keluar dari tubuh melalu vagina. Tugas serviks ini . 2. tempat dimana seorang bayi tumbuh.

uterus mempunyai 3 lapisan jaringan yaitu lapisan terluar perimetrium. Mioma uteri juga adalah tumor pelvis yang sering terjadi . Fallopian tube/Tuba Fallopi Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. adalah membantu jalannya sperma dari vagina menuju rahim dan Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina. Sebanyak 95% mioma uteri berasal dari corpus uteri dan lagi 5% berasal dari serviks. d. Vagina Vagina adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan rahim ke bagian luar tubuh wanita. Tetapi karena tumor ini berbatas tegas maka sering dipanggil sebagai fibroid. warna putih hingga merah jambu pucat. e. Sehingga sering disebut dengan liang peranakan. bersifat jinak dan terdiri dari otot polos dengan kuantiti jaringan penghubung fibrosa yang berbeda-beda. Terdapat dua ovarium dalam sistem reproduksi wanita. Vagina Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan (keluarnya bayi). Fimbriae Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Miometrium adalah yang paling tebal dan merupakan otot polos berlapis tiga. Di dalam vagina ditemukan selaput dara. yang sebelah luar longitudinal. c. Tumor jinak yang berasal dari sel otot polos dari myometrium dipanggil leiomioma. berbatas tegas. Mioma uteri juga adalah berasingan. Ovarium berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Secara umum. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium. f. bulat. yang antara kedua lapisan ini beranyaman. lapisan tengah miometrium dan yang paling dalam adalah endometrium. Setiap bulan kedua indung telur ini bergantian menghasilkan sel telur. Ovary/Ovarium (indung telur) Indung telur atau ovarium merupakan kelenjar kelamin yang dimiliki oleh wanita. Miometrium dalam keseluruhannya dapat berkontraksi dan berelaksasi. yang sebelah dalam sirkuler. Panjang tuba fallopi pada manusia adalah antara 7 hingga 14 cm.

Mioma subserosa : merupakan mioma yang tumbuh keluar dari lapisan uterus yang paling luar. Sebagian besar tumbuh di antara lapisan uterus yang paling tebal dan paling tengah. yang disebut mioma geburt 4. Mioma uterijarang ditemukan sebelum menarche (sebelum mendapatkan haid). diterangkan bahwa hormon esterogen endogen pada wanita-wanita menopause pada level yang rendah/sedikit menemukan bahwa konsentrasi estrogen pada jaringan mioma uteri lebih tinggi dibandingkan jaringan miometrium normal terutama pada fase proliferasi dari siklus menstruasi Hasilnya terjadi peningkatan . Klasifikasi Mioma umumnya digolongkan berdasarkan lokasi dan ke arah mana mereka tumbuh.Sedangkan pada wanita menopause mioma uteri ditemukan sebesar 10%. dan diperkirakan sebanyak 10% kasus ginekologi umumnya. kemudian dilahirkan melalui saluran serviks. Dapat tumbuh bertangkai menjadi polip. yaitu serosa dan tumbuh ke arah rongga peritonium. Neoplasma jinak ini mempunyai banyak nama sehingga dalam kepustakaan dikenal juga istilah fibromioma. fibroid atau pun mioma uteri. 3. Jenis mioma ini bertangkai (pedunculated) atau memiliki dasar lebar. c. Mioma intramural : merupakan mioma yang paling banyak ditemukan. Jenis ini juga dapat bertangkai atau berdasarkan lebar. Mioma submukosa : merupakan mioma yang tumbuh dari dinding uterus paling dalam sehingga menonjol ke dalam uterus. b. Apabila terlepas dari induknya dan berjalan-jalan atau dapat menempel dalam rongga peritoneum disebut wandering/parasitic fibroid Ditemukan kedua terbanyak. Hormon endogen (Endogenous Hormonal) Mioma uteri sangat sedikit ditemukan pada spesimen yang diambil dari hasil histerektomi wanita yang telah menopause. yaitu miometrium. b. leiomioma. Klasifikasinya sebagai berikut : a. Usia penderita Mioma uteri ditemukan sekitar 20% pada wanita usia reproduksidan sekitar 40%-50% pada wanita usia di atas 40 tahun. Etiologi a.

serat atau phytoestrogen berhubungan dengan mioma uteri (Parker. dan daging babi menigkatkan insiden mioma uteri. Rasa Nyeri dipinggang dan perut bagian bawah.2007). Mioma menyempitkan kanalis serviks b. Dilaporkan bahwa daging sapi.pada usus dan pada pembuluh darah akibat Tekanan terhadap kandung kencing ialah distorsi dengan gangguan miksi dan terhadap ureter bisa menyebabkan hidro ureter. jumlah esterogen tubuh yang mampu meningkatkan pprevalensi mioma uteri (Parker. Perubahan pada Mioma Uteri Gejala yang timbul tergantung dari lokasi Mioma Uteri cervical. Tanda-Tanda Penakanan tergantung dari besar dan lokasi mioma uteri. namun sayuran hijau menurunkan insiden mioma uteri. d. Manifestasi Klinis Faktor-Faktor yang menimbulkan gejala klinis ada 3 yaitu : 1. Lokalisasi Mioma Uteri 3. daging setengah matang (red meat). 2007) 5. Menometragia dan metroragia perdarahan yang bersifat hipermenore dan mekanisme perdarahan tidak diketahui dengan benar. Pathway . Mioma submukosum sedang dikeluarkan dari rongga Rahim 3. Tidak diketahui dengan pasti apakah vitamin.intramural. Perdarahan Abnormal Perdarahan abnormal yaitu menoragia. 6. Besarnya Mioma uteri 2. dapat terjadi jika : a.submucos dan digolongkan sebagai berikut : 1.Faktor-Faktor yang mempengaruhi yaitu telah meluasnya permukaan endometrium dan gangguan dalam kontraktibilitas myometrium. 2. 2007). Makanan Beberapa penelitian menerangkan hubungan antara makanan dengan prevalensi atau pertumbuhan mioma uteri. Tekanan biasa terjadi pada traktus urinarius. c. Kehamilan Kehamilan dapat mempengaruhi mioma uteri karena tingginya kadar esterogen dalam kehamilan dan bertambahnya vaskularisasi ke uterus kemungkinan dapat mempercepat terjadinya pembesaran mioma uteri (Manuaba.

7. Komplikasi .

Kelainan letak janin dalam rahim. e. 2. terutama pada mioma yang besar dan letak subserus. Rontgen : Untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi d. Manuaba (2007) berpendapat bahwa mioma uteri dapat berdampak pada kehamilan dan persalinan. Mengurangi kemungkinan wanita menjadi hamil. 6. Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. Mempersulit lepasnya plasenta. Pemeriksaan Diagnostik Menurut Mansjoer (2002) pemekriksaan yang dilakukan pada Mioma Uteri : a. Kemungkinan abortus bertambah 3. 4. b. Pemeriksaan Darah Lengkap :Hb turun. Albumin turun . terutama pada mioma yang letaknya di dalam dinding rahim atau apabila terdapat banyak mioma. b. c. Penanganan konservatif a. terutama pada mioma yang submukus dan intramura 8.Eritrosit turun. ECG : Untuk mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi yang mempengaruhi tindakan operasi. lokasi dan ukuran tumor Penanganan mioma uteri tergantung pada usia. Penatalaksanaan Medik Penanganan mioma menurut usia. jika tumornya serta bertangkai. terutama pada mioma yang letaknya diserviks. . yaitu: 1. paritas. Histeroskopi Dengan pemekriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa. dan terbagi atas : 1. Menghalang-halangi lahirnya bayi. Inersia uteri dan atonia uteri. tumor tersebut sekaligus dapat diangkat 9. USG :Terlihat masa pada daerah uterus c. terutama pada mioma uteri submukosum. Monitor keadaan Hb.Lekosit turun/meningkat. paritas. Pemberian zat besi. 5. lokasi dan ukuran tumor.

Terapi hormonal yang lainnya seperti kontrasepsi oral dan preparat progesteron akan mengurangi gejala pendarahan tetapi tidak mengurangi ukuran mioma uteri. Histerektomi dapat dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi. Sebanyak 70% mioma mengalami reduksi dari ukuran uterus telah dilaporkan terjadi dengan cara ini. Penanganan operatif Intervensi operasi atau pembedahan pada mioma uteri: a. Pemberian GnRH agonis sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi vaskularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan. baik sebahagian (subtotal) tanpa serviks uteri ataupun seluruhnya (total) berikut serviks uteri. c. hal ini akan segera didapatkan dari pemeriksaanklinis yang dilakukan. b. Tujuan pemberian GnRH agonis adalah mengurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen dari ovarium. Akibatnya. . agonis GnRH bekerja dengan menurunkan regulasi gonadotropin yang dihasilkan oleh hipofisis anterior. Miomektomi Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma tanpa pengangkatan rahim/uterus. fungsi ovarium menghilang dan diciptakan keadaan menopause yang reversibel. Miomektomi lebih sering di lakukan pada penderita mioma uteri secara umum. menyatakan kemungkinan manfaatnya pada pasien perimenopausal dengan menahan atau mengembalikan pertumbuhan mioma sampai menopause yang sesungguhnya mengambil alih. Penggunaan agonis GnRH. Terapi medisinal (hormonal) Saat ini pemakaian Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis memberikan hasil yang baik memperbaiki gejala klinis mioma uteri. Tidak terdapat resiko penggunaan agonis GnRH jangka panjang dan kemungkinan rekurensi mioma setelah terapi dihentikan tetapi. d. 2. dan pada penderita yang memiliki mioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala. Histerektomi Histerektomi adalah tindakan operatif yang dilakukan untuk mengangkat rahim. Suatu studi mendukung miomektomi dapat dilakukan pada wanita yang masih ingin bereproduksi tetapi belum ada analisa pasti tentang teori ini tetapi penatalaksanaan ini paling disarankan kepada wanita yang belum memiliki keturunan setelah penyebab lain disingkirkan.

II. 2. Pengkajian 1. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN A. Keuntungan pemberian pengobatan medikamentosa dengan GnRHa adalah: 1. 3. Mengurangi perdarahan pada saat operasi. Identitas klien meliputi: 1) Nama : 2) Umur : 3) Agama : 4) Jenis kelamin : . Biodata a. Mengurangi volume uterus dan volume mioma uteri. Mengurangi anemia akibat perdarahan.

5) Pendidikan : 6) Tanggal masuk rumah sakit : 7) Tanggal pengkajian : 8) No register : 9) Dignosa medis : b. Identitas orang tua yang terdiri dari : 1) Nama Ayah dan Ibu : 2) Agama : 3) Alamat : 4) Pekerjaan : 5) Penghasilan : 6) Umur : 7) Pendidikan terakhir : c. Identitas wali meliputi : 1) Nama : 2) Umur : 3) Jenis kelamin : 4) Pendidikan : 5) Hubungan dengan klien : .

Tanda : menyangkal. Riwayat Kesehatan Sekarang b.(Doenges : hal 997. Integritas ego Gejala : faktor stress ( keuangan. Sirkulasi Gejala : palpitasi. Keluhan Utama Keluhan utama yang klien rasakan adalah 3. nyeri dada pada pengaruh kerja. 3. latiahan. minum alkohol. ( doenges : hal 998) 5. Riwayat kesehatan keluarga Menurut klien tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama dengan klien.nyeri atau rasa terbakar pada saat berkemih.perasaan tidak berdaya. tingakat stres tinggi. berkeringat malam. Aktivitas/ istirahat Gejala : kelemahan atau keletihan.2.998) 4.putus asa. Tanda:perubahan pada bising usus. pekerjaan perubahan peran) dan cara mengatasi stress ( misal merokok. 2.menarik diri..kehilangan kontrol. menunda mencari pengobatan. Menyangkal diagnosis. Perubahan eliminasi urinarius mis.nyeri pada defekasi. Eliminasi Gejala:perubahan pada pola defekasi mis.depresi. Kebiasaan : perubahan pada tekanan darah. keyakinan religius/ spritual). perubahan pola istirahat dan jam kebiasaan tidur pada malam hari.distensi abdomen.darah pada feses.rasa bersalah. ansietas.. adanya faktor – faktor yang mempengaruhi tidur misal nya nyeri. 4. Pekerjaan atau profesi dengan karsinogen lingkungan.tidak mampu.marah. Makanan/Cairan : . Riwayat Kesehatan a.sering berkemih. Riwayat Kesehatan Dahulu c. Pemeriksaan Fisik 11 Pola Gordon 1. Keterbatasan partisipasi dalam hobi.tidak bermakna.hematuria.

Nyeri / kenyamanan Gejala : tidak ada nyeri.tinggi lemak. Riwayat perkawinan ( berkenaan dengan kepuasan di rumah. Tanda : perubahan pada kelembapan/ tiurgor kulit. Neurosensorik Gejala : pusing. Anoreksia. Perubahan pada berat badan. Interaksi Sosial Gejala : ketidakadekuatan/ kelemahan sistem pendukung.rendah serat. edema 6. perubahan pada tingkat kepuasaan.aditifbahan pengawet). Diagnosa Keperawatan C.Intoleransi makanan. penurunan berat badan hebat. 9.). Masalah tentang fungsi / tanggung jawab peran B. mariyuanandan hidup dengan seseorang perokok. Keamanan Gejala : pemajanan pada kimia toksik. Ruam kulit.mual/muntah. pemajananan asbes. atau derajat bervariasi misal ketidak nyamanan ringan sampai nyeri berat ( di hubingkan dengan proses penyakit). Gejala : Kebiasaan diet buruk(mis. karsinogen. 10. Multigravida. dukungan. berkurangnya massa otot . Nuligravida lebih besar dari usia 30 tahun. ulserasi. pasangan seks multipel. Tanda : demam. sinkope 7. Intervensi Keperawatan No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional 1 2 3 . atau bantuan). Herpes genital 11. kakaksia. 8. Pemajanan matahari lama/ berlebihan. Pernafasan Gejala : merokok ( tembakau. Seksualitas Gejala : masalah seksual misal dampak pada hubungan.. aktivitas seksual dini.

agar dapat menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien. . Saran Para mahasiswa/mahasiswi hendaknya mengerti dan memahami asuhan keperawatan pada klien dengan Mioma Uteri. Kesimpulan B. BAB III PENUTUP A.

Baziad A. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetric dan Ginekologi. Dalam: Endokrinologi ginekologi edisi kedua. DAFTAR PUSTAKA Manuaba IBG. . 2005. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. Edisi 2. Boston : Blackwell Publishing. Benign Disorders of the Upper Genital Tract in Blueprints Obstetrics & Gynecology. Pengobatan medikamentosa mioma uteri dengan analog GnRH. Tamara L. 2003. Jakarta : EGC Callahan MD MPP. 2003.

. ed. Pa: Saunders Elsevier. Philadelphia.Callen PW. 5th ed. Ultrasonography in Obstetrics and Gynecology. 2007.