You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah (NPB) merupakan nyeri,

ketegangan otot, atau kekakuan yang terlokalisir diantara batas iga bagian bawah

dan lipatan gluteus inferior, dengan atau tanpa penjalaran ke paha dan atau

tungkai.

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah (NPB) merupakan keluhan

yang sering dijumpai dan umum dalam masyarakat. Hampir setiap orang pernah

merasakan LBP dalam hidupnya. LBP termasuk salah satu gangguan

muskuloskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan penurunan produktivitas

kerja dan disabilitas (Sari, 2015). Keluhan LBP dapat menyerang siapa saja, baik

usia muda maupun lansia (Hendri, 2014). LBP merupakan salah satu keluhan

yang dapat menurunkan produktivitas manusia, 80% penduduk di negara industri

pernah mengalami LBP, persentasenya meningkat seiring dengan bertambahnya

usia. Nyeri punggung bawah jarang fatal, namun nyeri yang dirasakan dapat

menyebabkan penderita mengalami keterbatasan fungsional dan banyak

kehilangan jam kerja, sehingga menjadi alasan dalam mencari pengobatan

(Ginting, 2010).

LBP di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang nyata. LBP merupakan

penyakit nomor dua pada manusia setelah influenza (Tunjung, 2009). Data untuk

jumlah penderita LBP di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun

diperkirakan penderita LBP di Indonesia bervariasi antara 7,6% sampai 37% dari

jumlah penduduk yang ada di Indonesia (Lailani, 2013). Kira-kira 80% penduduk

seumur hidup pernah sekali merasakan LBP. Pada setiap saat, lebih dari 10%

Peluang seseorang dengan LBP untuk kembali bekerja penuh setelah mengalami sindrom ini secara bermakna berkurang seiring lamanya menderita LBP (Khumaerah. didapatkan persentase penderita LBP di Amerika Serikat mencapai 28. 2010). faktor psikologis juga turut meningkatkan resiko kronisitas NPB. Penanganan NPB akut yang tidak cepat dan adekuat akan berakibat progresifitas keluhan menjadi kronik dan rekuren. yang sebagian besar merupakan nyeri punggung akut maupun kronik. NPB terbagi menjadi akut (<6 mingggu). Di Inggris.37% dari seluruh pasien nyeri (Meliala. Secara temporal. kronik ( >12 minggu/3 bulan) dan rekuren. Kondisi kronik seperti ini harus dicegah oleh klinisi yang menangani pasien NPB. Insidensi LBP di beberapa negara berkembang lebih kurang 15-20% dari total populasi. . Di Amerika Serikat. Data dari National Health Interview Survey (NHIS) tahun 2009. Selain itu. Penelitian kelompok studi nyeri PERDOSSI pada bulan Mei 2002 menunjukkan jumlah penderita LBP sebesar 18.5%. Sebagian besar penderita NPB mengalami rekurensi. Angka ini berada pada urutan pertama tertinggi untuk kategori nyeri yang sering dialami kemudian diikuti oleh sefalgia dan migren pada urutan kedua sebanyak 16% (NCHS.5% dari seluruh angka ”sakit”. sub akut (7-12 minggu). LBP merupakan penyebab terbanyak karyawan tidak masuk kerja dan menduduki urutan kedua setelah infeksi pernapasan atas. 2004). LBP menyebabkan sekitar 12. yang sebenarnya merupakan bentuk eksaserbasi akut pada NPB kronik.penduduk menderita LBP. 2011).

ligamen ini menutup seluruh bagian belakang diskus.1.1. Satu dengan lainnya dihubungkan oleh sepasang artikulasi dan .1. Segmen ini meliputi korpus vertebrata dan diskus intervebralis yang diperkuat oleh ligamentum longitudinale anterior di bagian depan dan ligamentum longitudinale posterior di bagian belakang. Anatomi dan Fisiologi Tulang Belakang Tulang belakang secara medis dikenal sebagai columna vertebralis (Malcolm jayson. BAB 2 TINJUAN PUSTAKA 2. dibentuk oleh arkus. hingga pada daerah L5-S1 lebar ligamen hanya tinggal separuh asalnya. sebagian besar fungsi segmen ini adalah sebagai penyangga badan. Tulang vertebrae merupakan struktur komplek yang secara garis besar terbagi atas 2 bagian. a. Segmen anterior. Seluruhnya terdapat 33 ruas tulang. 24 buah diantaranya adalah tulang terpisah dan 9 ruas sisanya dikemudian hari menyatu menjadi sakrum 5 buah dan koksigius 4 buah. Panjang rangkaian tulang belakang pada orang dewasa mencapai 57 sampai 67 sentimeter. yaitu segmen anterior dan segmen posterior. Segmen posterior. Pearce (2006) rangkaian tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebrae atau ruas tulang belakang. prosesus transversus dan prosesus spinosus. b. Menurut Evelyn C. Mulai dari L1 ligamen ini menyempit. Diantara tiap dua ruas tulang belakang terdapat bantalan tulang rawan. seperti yang tertera di Gambar 1. Sejak dari oksiput. 2006). Tulang Belakang 2.

2006) . sedemikian rupa sehingga terbentuk rongga antar vertebra. Gambar 2. 2006). Struktur lain yang tak kalah penting adalah discus intervertebra. Rongga ini berisi nukleus pulposus. discus berfungsi pula sebagai peredam kejut. diperkuat oleh ligamen serta otot. Tepi atas dan bawah gentong melekat pada end plate vertebra.1 Ruas-Ruas Tulang Belakang (Sumber: Pearce. yaitu suatu bahan mukopolisakarida kental yang banyak mengandung air (Pearce. Di samping berfungsi sebagai penyangga beban. Diskus ini terbentuk oleh annulus fibrosus yang merupakan anyaman serat-serat fibroelastik hingga membentuk struktur mirip gentong.

Ruas tulang leher adalah yang paling kecil.1. Vertebrae Torakal Vertebra torakal terdiri dari dua belas tulang atau nama lainnya ruas tulang punggung lebih besar dari pada servikal dan disebelah bawah menjadi lebih besar.1. lengkungnya agak kecil.2. Pembagian Tulang Belakang Vertebra dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah yang ditempatinya.2. lebih panjang ke samping daripada ke depan atau ke belakang. Lengkungnya besar. taju duri panjang dan mengarah ke bawah. Taju durinya lebar dan berbentuk seperti kapak kecil. luas tulang pinggang adalah yang terbesar. 2.1. prosesus spinosus atau taju duri ujungnya dua atau bivida. Taju sayapnya panjang dan langsing. Ciri khasnya adalah badan yang berbentuk lebar lonjong dengan faset atau lekukan kecil di setiap sisi untuk menyambung iga.2.2. 2.3. Vertebrae Lumbal Vertebrae lumbal terdiri dari lima ruas tulang atau nama lainnya adalah ruas tulang pinggang. Prosesus transversus atau taju sayap berlubang-lubang karena banyak foramina untuk lewatnya arteri vertebralis. Ruas tulang leher pada umumnya mempunyai ciri badan yang kecil dan persegi panjang. Ruas kelima membentuk sendi dan sacrum pada sendi lumbo sakral. sedangkan taju sayap yang membantu mendukung iga adalah tebal dan kuat serta memuat faset persendian untuk iga.1. Vertebrae Servikal Vertebra servikal terdiri dari tujuh tulang atau ruas tulang leher. yaitu: 2.2.2. .1.

1. Tapi anterior dari basis sakrum membentuk promontorium sakralis. Vertebrae Kosigeus Vertebra Kosigeus nama lainnya adalah tulang tungging. Sebagian dari kerangka axial. Vertebare Sakral Vertebra sakral terdiri dari lima ruas tulang atau nama lainnya adalah tulang kelangkang. Tulang kelangkang berbentuk segitiga dan terletak pada bagian bawah kolumna vertebralis. Dua tulang koxa itu bersendi satu dengan lainnya di tempat simfisis pubis (Evelyn C.5. turut membentuk tulang ini.4. Dinding kanalis sakralis berlubang-lubang untuk dilalui saraf sakral. Fungsi dari kolumna vertebralis atau rangkaian tulang belakang adalah bekerja sebagai pendukung badan yang kokoh sekaligus juga bekerja sebagai penyangga dengan perantaraan tulang rawan cakram intervertebralis yang lengkungannya memberi fleksibilitas dan memungkinkan membungkuk tanpa patah. Kanalis sakralis terletak di bawah kanalis vertebra.2. atau tulang sakrum dan tulang koksigeus. Gelang panggul adalah penghubung antara badan dan anggota bawah.2.1. Tulang tungging terdiri dari empat atau lima vertebra yang rudimenter yang bergabung menjadi satu (Evelyn C. 2. dengan demikian otak dan susmsum belakang terlindung terhadap goncangan. . Pearce.2. terjepit diantara kedua tulang inominata. Pearce. Cakramnya juga berguna untuk menyerap goncangan yang terjadi bila menggerakan berat seperti waktu berlari dan meloncat. Dasar dari sakrum terletak di atas dan bersendi dengan vertebra lumbalis kelima dan membentuk sendi intervertebral yang khas. yang letaknya terjepit antara dua tulang koxa. 2006). Taju duri dapat dilihat pada pandangan posterior dan sakrum. 2006).

Contoh gaya menekuk adalah posisi vertebrae yang hiperekstensi pada saat pronasi. Menurut Suma’mur (2009). ligamentum diantara tulang belakang dengan diskus. depan. Sedangkan perpaduan gaya regangan dan tekanan pada saat duduk bersandar akan menekan discus intervertebralis(Nordin. low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya adalah tulang belakang daerah spinal (punggung bawah). Gaya kompresi arahnya tegak lurus dengan garis tengah discus intervertebralis. kompresi. Gaya menekuk membuat vertebrae bergerak ke arah kanan. saraf. kiri. medula spinalis. Gaya menekuk adalah gaya yang bekerja sejajar dengan discus intervertebralis. dan belakang. 2012).2. Gaya-gaya tersebut dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia apabila dilakukan secara berlebihan. otot. diskus intervertebralis. 2001). Sedangkan gaya torsi adalah gaya yang membuat vertebrae berputar pada porosnya(Rathore. Terdapat tiga macam gaya yang bekerja pada regio torakolumbal.2. dan saraf otot punggung bawah. 2014). atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. dan torsi. Posisi ini menghasilkan gaya dari ligamen-ligamen interspinosus sehingga mengakibatkan trauma pada sendi-sendi di bagian anterior. . Gaya kompresi merupakan gaya yang berbanding terbalik dengan gaya menekuk. organ internal pada pelvis dan abdomen atau kulit yang menutupi area lumbar (Medical dictionary. Nyeri Punggung Bawah 2.1. Definisi Nyeri punggung bawah atau low back pain adalah nyeri pada daerah punggung bawah yang berkaitan dengan masalah vertebra lumbar. 2. yaitu menekuk.

2. osteoporosis. Sebagian besar penderita NPB mengalami rekurensi. .2 Nyeri Punggung Bawah (Sumber: Kravitz. 2. Low Back Pain Spondilogenik Nyeri yang disebabkan karena kelainan vertebrata. Gambar 2. Klasifikasi Secara temporal. osteoma. kronik ( >12 minggu/3 bulan) dan rekuren. sub akut (7-12 minggu). Nyeri punggung bawah berdasarkan sumber : 1. Antara lain spondilosis. seperti yang terlihat pada Gambar 2. Ini adalah area tulang belakang dimana bentuk kurva lordotic. sendi. yang sebenarnya merupakan bentuk eksaserbasi akut pada NPB kronik. dan jaringan lunaknya. 2009) Sedangkan menurut Kravitz (2009) Low Back Pain mengacu pada nyeri di daerah lumbosakral tulang belakang meliputi jarak dari vertebra lumbal pertama ke tulang vertebra sacral pertama.2. Yang paling sering menyebabkan nyeri pinggang adalah di segmen lumbal 4 dan 5. dan nyeri punggung miofasial. NPB terbagi menjadi akut (<6 mingggu).

osteomyelitis vertebra. kelainan ginekologik. misalnya kelainan ginjal. Nyeri akut yang berpangkal pada otot dan atau syaraf.nyeri radikuler tanpa kelainan spinal. dan tumor retroperitoneal. Lama keluhan tidak mempunyai pola yang jelas. Low Back Pain Psikogenik Nyeri yang disebabkan karena gangguan psikis seperti neurosis. misal: proses degeneratif pada spina dan atau diskus. Nyeri Nosiseptif somatis. hernia nucleus pulposus. LBP kronik a.2. Low Back Pain Viserogenik Nyeri yang disebabkan karena kelainan pada organ dalam. Low Back Pain Vaskulogenik Nyeri yang disebabkan karena kelainan pembuluh darah. 4. ansietas. Nyeri ini superficial tetapi dapat juga dirasakan pada bagian dalam secara nyata atau tidak nyata. Nyeri ini tidak menghasilkazn definisi yang jelas. 2. fraktur. dan gangguan peredaran darah. juga tidak menimbulkan gangguan anatomi dari akar saraf atau saraf tepi. yaitu: metastasis vertebra. misalnya anerisma. spondilolisthesis. LBP akut Nyeri akut yang berpangkal pada tulang. radikuler maupun non radikuler. osteoporosis. dapat dirasakan sebentar ataupun bertahun- tahun. yaitu: sindroma nyeri miofasial. 3. sindroma nyeri miofasial . dan depresi. berat atau ringan. (PERDOSSI) Nyeri punggung bawah berdasarkan waktu: 1.

Spondilitis purulen . Etiologi Penyakit Trauma .Nyeri punggung bawah yang berkaitan dengan fraktur ( fraktur akibat trauma.Osteoporosis .Spondilitis Tuberkulosis . Nyeri yang disebabkan oleh sebab organik yang berkaitan dengan kesan nyeri yang abnormal (Ehrlich.Degenerasi diskus intervetebralis .Mieloma multipel . kelenjar pankreas. fraktur akibat osteoporosis) Infeksi/inflamasi . Non cancer chronic back syndrome h.Ankylosing spondylitis Tumor .Facet arthrosis .Hernia diskus intervetebralis lumbal . bukan penyakit. rongga retroperitoneal.Ankylosing spinal hyperostosis . misal: histeris.Spondylosis deformans . 2003) 2. neoplasma d. NPB memiliki beberapa etiologi yang mendasari kondisi patologisnya yang harus ditentukan untuk tatalaksana dan prognosisnya.Nyeri punggung bawah muskular/fasia .Spondilolistesis non spondilolitik lumbalis . Failed Low Back Syndrome f. c. misal: nyeri rujukan dari organ pelvis.3.Tumor medula spinalis Degeneratif . Nyeri berkepanjangan pasca terapi.2.kandung empedu.Metastasis spinal . secara khusus diartikan sebagai nyeri berkepanjangan pasca bedah atau komplikasi pembedahan g. karena sebenarnya NPB adalah suatu gejala.b. Etiologi Pasien yang datang dengan NPB harus dieksplorasi etiologinya. Nyeri neuropatik. Nyeri Nosiseptif viseral. Nyeri Psikogenik. misal: spinal stenosis.Stenosis kanalis spinalis lumbalis . depresi e.Nyeri punggung bawah artikular intervetebralis .

2. Tinggi badan berkaitan dengan panjangnya sumbu tubuh sebagai lengan beban anterior maupun lengan posterior untuk mengangkat beban tubuh. 2.2. karena pada wanita keluhan ini lebih sering terjadi misalnya pada saat mengalami siklus menstruasi. Namun demikian keluhan ini jarang dijumpai pada kelompok umur 0-10 tahun.3. Biasanya nyeri ini mulai dirasakan pada mereka yang berumur dekade kedua dan insiden tertinggi dijumpai pada dekade kelima. Faktor Risiko 2. selain itu proses menopause juga dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang akibat penurunan hormon estrogen sehingga memungkinkan terjadinya nyeri pinggang. karena beban pada sendi penumpu berat badan akan meningkat.2. .3.3.4.4.4. Secara teori.3. sehingga dapat memungkinkan terjadinya nyeri pinggang.1. namun pada kenyataannya jenis kelamin seseorang dapat memengaruhi timbulnya keluhan nyeri pinggang. 2. Jenis Kelamin Laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama terhadap keluhan nyeri pinggang sampai umur 60 tahun.4. pada umur berapa saja.Bahkan keluhan nyeri pinggang ini semakin lama semakin meningkat hingga umur sekitar 55 tahun. Umur Nyeri pinggang merupakan keluhan yang berkaitan erat dengan umur. nyeri pinggang atau nyeri punggung bawah dapat dialami oleh siapa saja. Indeks Masa Tubuh (IMT) Pada orang yang memiliki berat badan yang berlebih risiko timbulnya nyeri pinggang lebih besar. hal ini mungkin berhubungan dengan beberapa faktor etiologik tertentu yag lebih sering dijumpai pada umur yang lebih tua.

Pada pekerjaan tertentu. 2. Posisi mengangkat beban dari posisi berdiri langsung membungkuk mengambil beban merupakan posisi yang salah. Kasur yang diletakkan di atas lantai lebih baik daripada tempat tidur yang bagian tengahnya lentur. Posisi tidur yang salah seperti tidur pada kasur yang tidak menopang spinal. sehingga riwayat pekerjaan sangat diperlukan dalam penelusuran penyebab serta penanggulangan keluhan ini. seharusnya beban tersebut diangkat setelah jongkok terlebih dahulu. Selain sikap tubuh yang salah yang seringkali menjadi kebiasaan. Pekerjaan Keluhan nyeri ini juga berkaitan erat dengan aktivitas mengangkat beban berat. atau seorang mahasiswa yang seringkali membungkukkan punggungnya pada waktu menulis. pada pekerja kantoran yang terbiasa duduk dengan posisi punggung yang tidak tertopang pada kursi. Terutama sikap tubuh yang menjadi kebiasaan. misalnya. Mengangkat beban berat lebih dari 25 kilogram sehari akan memperbesar risiko timbulnya keluhan nyeri pinggang.4.3. Kebiasaan seseorang. tidur. Aktivitas dan Olahraga Sikap tubuh yang salah merupakan penyebab nyeri pinggang yang sering tidak disadari oleh penderitanya. mengangkat beban pada posisi yang salah dapat menimbulkan nyeri pinggang.4. Posisi berdiri yang salah yaitu berdiri dengan membungkuk atau menekuk ke muka.4. seperti duduk. melakukan aktivitas dengan posisi duduk yang monoton lebih dari 2 .2. berdiri.3.5. beberapa aktivitas berat seperti melakukan aktivitas dengan posisi berdiri lebih dari 1 jam dalam sehari. misalnya seorang kuli pasar yang biasa memikul beban di pundaknya setiap hari.

4. Posisi Tubuh Posisi lumbal yang berisiko menyebabkan terjadinya nyeri punggung bawah ialah fleksi ke depan. Patofisiologi Seperti nyeri pada umumnya. kerusakan dapat pula mengenai tulang vertebrae. Peregangan (stretching). terdapat proses patologis yang disebut sensitisasi sentral. anulus fibrosus otot dan ligamentum. 2007) 2. Akan tetapi.jam dalam sehari. Beban aksial yang lebih lama akan memberi tekanan pada fibrosis annular dan meningkatkan tekanan pada lempeng ujung. berjalan lebih dari 3. gerakan memutar tulang belakang dan whisplash injury. kapsul sendi apofisial. Patofisiologi yang mendasari NPB berkaitan dengan mekanisme nyeri nosiseptif dan nyeri neuropatik sebagai akibat kerusakan jaringan. 1. Nyeri Nosiseptif dan Neuropatik . maka beban dapat ditahan. dan mengangkat beban yang berat dengan tangan yang terbentang.6.5. atau kontusio jaringan-jaringan tersebut dapat terjadi akibat aktivitas seperti mengangkat beban berat. rotasi.Rizma. 2015) 2.3.2 km dalam sehari dapat pula meningkatkan risiko timbulnya nyeri pinggang. Disamping saraf. NBP dapat terjadi akibat adanya kerusakan jaringan saraf dan atau non saraf pada punggung bawah. robekan (tearing).2. naik turun anak tangga lebih dari 10 anak tangga dalam sehari. daya kompresi dari otot dan beban muatan dapat meingkatkan tekanan intradiskus yang melebihi kekuatan annulus. Jika annulus dan lempeng ujung utuh. Beban aksial pada jangka pendek ditahan oleh serat kolagen annular di diskus. (Adelia. sehingga menyebabkan robeknya annulus dan gangguan diskus (Nurfaizin. Pada NPB yang kronik dan rekuren.

Terdapat berbagai jenis nyeri punggung: a. Hal ini membuat TNF- berperan menjadi salah satu alur patofisiologi yang mungkin bagi LBP. Di lain pihak.6. 2009). terjadi di area tertentu di punggung bagian bawah. Nyeri nosiseptif timbul akibat kerusakan pada jaringan non neural dan aktivasi nosiseptor. Pada penelitian lain juga ditemukan kemungkinan alur patofisiologi lain.2. Nyeri juga dapat bersifat dangkal atau dalam. mekanik atau termal yang berbahaya. 2008). Hal ini bergantung pada penyebab dan jenis nyeri. yaitu keluarnya growth factor saraf dari nukleus pulposus yang mengalami degenerasi sehingga menyebabkan transimi rasa nyeri (Yamauchi. ditemukan kadar Tumour Necrosis Factor (TNF-) yang positif dengan kadar lebih tinggi daripada orang yang tidak menderita LBP (Wang. nyeri jenis ini paling sering terjadi. Secara klinis. Nyeri ini menyertai aktivasi peripheral receptive terminals dari neuron aferen primer sebagai respon terhadap stimulus kimiawi. Gejala Klinis Gejala klinis yang utama pada LBP adalah nyeri. istilah nyeri nosiseptif berarti nyeri yang timbul sebanding dengan input nosiseptif. Nyeri lokal. 2.Nyeri biasanya menetap.atau terkadang hilang timbul. LBP dapat bersifat sementara atau menetap dan lokal atau menjalar. nyeri neuropatik didefinisikan sebagai nyeri yang disebabkan karena lesi primer sistem saraf somatosensorik. berbeda dengan yang terjadi pada nyeri neuropatik.Nyeri . Penyebabnya biasa karena terkilir atau keseleo atau cedera lainnya. 2. Sensitisasi sentral Pada orang-orang yang menderita LBP.

Misalnya. bersin. Pergerakan tidak memperberat nyeri tersebut. atau stenosis tulang belakang. atau jika korda spinalis tertekan. Nyeri yang menjalar. b. pada pasien dengan serangan jantung. Jika terdapat penekanan berat pada pangkal saraf. misalnya karena HNP. biasanya hanya mengenai satu sisi tungkai daripada seluruh tungkai. nyeri dirasakan pada lengan kiri. lokal dapat berkurang atau bertambah dengan perubahan posisi. Nyeri dapat diikuti dengan nyeri tajam. nyeri bersifat tumpul dan terasa menjalar daripunggung bawah ke tungkai. Referred pain. dapat terjadi spasme otot. Nyeri dapat terasa sampai ke kaki atau hanya sampai lutut. atau bahkan mati rasa dan hilangnya fungsi pengendalian berkemih dan pencernaan (inkontinensia). Batuk. d. c. maka akan timbul rasa seperti ditusuk jarum.2013) . Nyeri jenis ini pada punggung bawah cenderung bersifat sakit dan dalam. Punggung bawah dapat sakit saat dipegang. osteoartritis. nyeri dirasakan pada lokasi berbeda dari lokasi penyebab nyeri sebenarnya. (Cianflocco. Nyeri yang menjalar biasanya menandakan adanya penekanan pangkal saraf. mengedan atau membungkuk sambil menjaga kaki agar tetap lurus dapat memicu munculnya nyeri. dan sulit untuk menentukan lokasi asal nyeri.