You are on page 1of 4

Tahapan Fisioterapi

1. INHALASI
Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit
langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Alat terapi inhalasi bermacam-
macam. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer).
Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan
nebulizer dengan menggunakan masker.

Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau
menghancurkan lendir. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Dosis
obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum
seperti tablet atau sirup. Ya, karena dengan inhalasi obat langsung mencapai sasaran. Bila
tujuannya untuk mengencerkan lendir/sekret di paru-paru, obat itu akan langsung menuju ke
sana.

2. PENGATURAN POSISI TUBUH
Tahapan ini disebut juga dengan postural drainage, yakni pengaturan posisi tubuh untuk
membantu mengalirkan lendir yang terkumpul di suatu area ke arah cabang bronkhus utama
(saluran napas utama) sehingga lendir bisa dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Untuk itu, orang
tua mesti mengetahui di mana letak lendir berkumpul.

Caranya:

* Taruh tangan di bagian dada atau punggung penderita.

* Minta penderita menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan.
* Dekatkan telinga kita ke tubuhnya dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya lendir yang
mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.
* Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi penderita.

– Bila lendir berada di paru-paru bawah maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar
lendir mengalir ke arah bronkhus utama. Posisi anak dalam keadaan tengkurap.

– Kalau posisi lendir di paru-paru bagian atas maka kepala harus lebih tinggi agar lendir
mengalir ke cabang utama. Posisi anak dalam keadaan telentang.

LATIHAN PERNAPASAN (Breathing exercise) Pada penderita asma. LATIHAN BATUK Batuk merupakan cara efektif dan efisien untuk mengeluarkan lendir di saluran pernapasan. PEMUKULAN/PERKUSI Teknik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk pada dinding dada atau punggung. Tiup napas lebih kuat dan batukkan. * Dalam posisi tengkurap. teknik batuk pada fisioterapi di rumah biasanya ditiadakan. Menepuk bayi cukup dilakukan dengan menggunakan 3 jari. . Agar batuk jadi efektif maka perlu diberikan latihan batuk. maka posisikan anak dengan miring ke samping. Lakukan sekitar 4-5 kali. tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling. Minta ia menarik napas dalam-dalam lalu tahan dan kontraksikan otot perut. 4. tepuk-tepuk daerah punggungnya sekitar 3-5 menit. tepuk-tepuk daerah tubuh bagian sampingnya. juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan. Tujuannya melepaskan lendir atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernapasan dan memudahkannya mengalir ke tenggorok. Hal ini akan lebih mempermudah penderita mengeluarkan lendirnya. ataupun sewaktu serangan asama. Bayi biasanya mengeluarkan lendir dengan cara memuntahkannya. Setelah itu lakukan vibrasi (memberikan getaran) pada rongga dada dengan menggunakan tangan (gerakannya seperti mengguncang lembut saat membangunkan anak dari tidur). Untuk bayi. latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan. tepuk-tepuk (dengan posisi tangan melekuk) bagian dada sekitar 3-5 menit.– Kalau lendir di bagian paru-paru samping/lateral. Namun latihan ini hanya bisa dilakukan pada penderita yang sudah bisa diajak sedikit bekerja sama (kooperatif) atau mulai di usia batita. Caranya: * Lakukan postural drainage. * Dalam posisi miring. 3. Bila posisinya telentang. Adapun latihan batuk yang bisa dilakukan adalah: Anak duduk dengan agak membungkuk. 5.

maka perlu pula diajarkan cara-cara relaksasi untuk meredakan rasa sesaknya. Kekhususan di dalam latihan yakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Pada penderita asma. 6. Latihan pernapasan utama bagi penderita asma adalah latihan nafas perut atau diafragma. dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung. meskipun didalamnya terdapat latihan- latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. dengan mengkempiskan dinding perut.  Bila lendir anak banyak. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien). RELAKSASI Khusus bagi penderita asma. Tidak apa-apa. Lakukan sebanyak 4-8 kali. Sedangkan sewaktu menarik napas. Latihan ini bisa dilakukan pada anak yang kooperatif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul. Berikut caranya:  Anak dalam posisi telentang. ataupun sewaktu serangan asma. batuk berguna untuk mengeluarkan lendir. Latihan pernapasan pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan mainan semisal boneka. pelan-pelan. latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan. yang paling banyak digunakan dalam latihan ini adalah otot- otot dada bagian bawah atau diafragma. cara ini akan membuatnya terbatuk-batuk. Posisi tersebut antara lain: .  Kemudian tiupkan udara lewat mulut sehingga bonekanya bergerak turun. Latihan ini dilakukan untuk memperbaiki dan menormalkan kembali pola pernapasan serta membantu mengeluarkan lendir.(Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi. juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan. Sebetulnya. sekitar usia 3 tahun ke atas. lebih banyak secara pasif.  Taruh mainan boneka di atas perutnya Minta anak untuk menarik napas sehingga boneka tersebut bergerak naik. Sewaktu inspirasi.

taruh bantal di perutnya kemudian minta ia memeluk bantal itu dengan posisi seperti bersujud. . penderita secara spontan dapat relaksasi. 2. Yang ingin dicapai. Bila dalam posisi duduk. pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan. posisi relaksasi yang disarankan yaitu tubuh bersandar ke dinding belakang atau bertumpu ke depan dan kepala condong ke depan sehingga napasnya tidak terengah-engah dan otot diafragmanya lebih banyak berfungsi. Bila dalam keadaan berdiri. baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya. Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Adanya gaya berat ini dapat membantu pernapasannya.1.