You are on page 1of 8

2.

ANALISA DATA

Analisa Data Dan Perumusan Diagnosis Keperawatan

No Data Subyektif Data Obyektif Masalah Kesehatan
.
1 - - Lantai panti terbuat dari Resiko Jatuh
keramik
- Panti belum dilengkapi
dengan pegangan
- Lantai kamar mandi tidak
dilengkapi anti selip
2

3. PRIORITAS MASALAH

Skoring Prioritas Masalah

Kriteria Bobot (B) Masalah Skala (S) Rasional Peringkat
(1-10) (1-10) Masalah
(BxS)
1. Kesadaran
masyarakat
(lansia) di
lingkungannya
2. Motivasi
masyarakat
(lansia) untuk
memecahkan
masalah
3. Kemampuan
perawat untuk
menyelesaikan
masalah
keperawatan

Adanya hambatan- hambatan dalam menyelesaikan masalah 6. DIAGNOSIS KEPERAWATAN a. Keberadaan ahli dalam menyelesaikan masalah 5. Defisit Perawatan Diri : Mandi 5.4. Nyeri akut b. Waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah Total *Skor minimal: 600 4. Resiko Jatuh d. PERENCANAAN KEPERAWATAN Contoh Perencanaan Keperawatan Diagnosis NOC NIC DATA Keperawatan Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi Data 0013 Nyeri Akut 1605 Kontrol nyeri 2210 Pemberian pendukung 2 2102 Tingkat nyeri analgesic .

menciptakan lingkungan O : Lantai yang aman bagi pasien kamar mandi 2.masalah 1400 Manajemen nyeri kesehatan individu : Rheumatoid Arthritis  Nyeri  Rasa kaku  Kemeraha  Bengkak Data 0015 Resiko Jatuh 1934 Keamanan 6480 Manajemen pendukung 5 Lingkungan Lingkungan masalah Perawatan kesehatan Kesehatan 6490 Pencegahan Jatuh individu : Mengalami kebutaan Data 0010 Defisit 0301 Perawatan 1801 Bantuan pendukung 8 Perawatan Diri: Mandi Perawatan Diri: masalah Diri : Mandi 0305 Perawatan Mandi/Kebersiha kesehatan Diri: n individu : Kebersihan Lansia tidak dapat mandi sendiri 6.PELAKSANAAN No Diagnosis Tgl Implementasi Evaluasi 1 Resiko Jatuh 1 Maret Manajemen Lingkungan S:- 2018 1. menyingkirkan benda- sudah benda berbahaya dari dilengkapi .

Meletakkan benda yang selip dan panti sering digunakan dalam dilengkapi jangkauan pasien dengan 4. Menyediakan alat bantu 6. Monitor gaya berjalan (terutama kecepatan). keseimbangan dan tingkat kelelahan pada ambulasi 4. Mengidentifikasi karakteristik dari lingkungan yang mungkin meningkatkan potensi jatuh 3. Menyediakan Teratasi keluarga/orang terdekat P : intervensi dengan informasi dihentikan mengenai membuat lingkungan rumah yang aman bagi pasien Pencegahan jatuh 1. Menggunakan pegangan . Membantu ambulasi individu yang memiliki ketidakseimbangan 5. Mengidentifikasi prilaku dan faktor yang mempengaruhi risiko jatuh 2. Menyediakan tempat tidur pegangan dan lingkungan yang A : Masalah bersih dan nyaman 5. lingkungan dengan anti 3. Meletakkan benda-benda dalam jangkauan yang mudah 7.

kualitas. Mengecek riwayat alergi terlihat segar 4. Menyediakan permukaan lantai yang tidak licin dan anti selip 10. Menyediakan pencahayaan yang cukup dalam rangka peningkatan pandangan 9. Melakukan pengkajian dihentikan nyeri secara komprehensif . dosis. Menyediakan alas kaki yang tidak licin untuk memfasilitasi kemudahan menjangkau 2 Nyeri Akut 1 Maret Analgesic administration S : Pasien 1. Menentukan lokasi. dan derajat nyeri pada nyeri sebelum pemberian obat kaki nya 2. tangan yang panjang dan tinggi yang tepat untuk mencegah jatuh dari tempat tidur sesuai kebutihan 8. Memonitor vital sign sebelum dan dapat dan sesudah pemberian analgesik beraktivitas pertama kali A : Masalah teratasi Manajemen Nyeri P : Intervensi 1. 2018 mengatakan karakteristik. dan O : Pasien frekuensi 3. Mengecek instruksi dokter berkurang tentang jenis obat.

2. Mencatat dalam rekam medis pasien jika terdapat perubahan pada tingkat ketidaknyamanan. khususnya pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif. aktivitas. Mengobservasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. onset/durasi. frekuensi. kualitas. informasikan kepada petugas kesehatan lain yang terlibat dalam perawatan pasien. Mengkaji akibat nyeri pada kualitas hidup pasien (misalnya pada nafsu makan. 4. meliputi lokasi. . dan peran pasien). karakteristik. tidur. 5. 3. intensitas atau derajat nyeri. dan faktor presipitasi nyeri. pekerjaan. Mengkaji faktor-faktor yang dapat meningkatkan/memperbera t nyeri.

Mempertimbangkan usia sudah bisa pasien saat melakukan mempromosikan aktivitas perawatan diri perawatan diri : mandi 2. 8. akupresur. Meletakkan handuk. deodorant. Mengontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan respon ketidaknyamanan pasien (seperti temperatur ruangan dan kebisingan). terapi musik. sikat . dan asesoris lain dan rapi yang diperlukan di sisi A : Masalah tempat tidur atau kamar teratasi mandi P : Intervensi 3. 7. 3 Defisit Perawatan 1 Maret Bantuan Perawatan Diri : S : Pasien Diri: Mandi 2018 Mandi/Kebersihan mengatakan 1. 6. Mengajarkan kepada pasien penggunaan teknik nonfarmakologi (misalnya relaksasi. dan massage) untuk mengurangi nyeri. Mengajarkan pasien mengenai prinsip manajemen nyeri. alat terlihat bersih bercukur. Menyediakan barang dihentikan pribadi yang diinginkan (misalnya deodorant. distraksi. O : Pasien sabun.

Memfasilitasi pasien untuk mandi sendiri. Menjaga ritual kebersihan 8. Memonitor kebersihan kuku. sampo. Memfasilitasi pasien untuk menggosok gigi dengan tepat 5. dan produk aromaterapi) 4. sesuai dengan kemampuan merawat diri pasien 7. gigi. dengan tepat 6. Memberikan bantuan sampai pasien benar-benar mampu merawat diri secara mandiri . lotion. sabun mandi.