You are on page 1of 7

TUGAS MANAJEMEN KEPERAWATAN

“SISTEM KLASIFIKASI PASIEN DALAM RUANG LINGKUP MANAJEMEN
KEPERAWATAN”

DISUSUN OLEH :

HASNA RAIDA RUMAISHA

6C-KEPERAWATAN

201502093

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN

2017/2018

susunan dan tujuan organisasi. C. Menurut Swanburg. pasien dikelompokkan sesuai dengan ketergantungan mereka pada pemberi perawatan dan kemampuan yang diperlukan untuk memberikan perawatan. yaitu : . Dalam banyak sistem klasifikasi. kesehatan umum. Hal ini dilakukan untuk menetapkan jumlah tenaga keperawatan sesuai dengan kategori yang dibutuhkan untuk asuhan keperawatan klien di setiap unit. Hal ini tidak sederhana karena tidak hanya segi teknis kualifikasi tetapi juga kwalitas individu harus sesuai dengan pekerjaan. Ketenagaan memerlukan koordinasi antara bagian personalia dan pelayanan keperawatan. B. Usaha rekrut tenaga jangan tergesa-gesa karena dapat mengakibatkan seleksi yang tidak memuaskan. dan perlakuan sekitar pengobatan) dipakai untuk menunjukkan karakteristik dan tingkat perawat yang dibutuhkan pasien di dalam klasifikasi tersebut. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat. Klasifikasi pasien sangat menentukan perkiraan kebutuhan tenaga. perawat perlu memantau klasifikasi klien. dukungan pengajar serta emosional. Definisi Sistem Klasifikasi Pasien Klasifikasi pasien adalah metode pengelompokkan pasien menurut jumlah dan kompleksitas persyaratan perawatan mereka. 1994). Dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat. Setiap kategori deskriptor empat perawatan (aktifitas sehari-hari. tujuan klasifikasi pasien adalah untuk menentukan jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan dan menentukan nilai produktivitas. biasanya bagian personalia mengadakan tenaga keperawatan sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh bagian keperawatan.A. Tujuan Sistem Klasifikasi Pasien Tujuan klasifikasi pasien adalah untuk mengkaji pasien dan pemberian nilai untuk mengukur jumlah usaha yang diperlukan untuk memenuhi perawatan yang dibutuhkan pasien (Gillies. Kategori Sistem Klasifikasi Pasien Kategori keperawatan klien. Langkah pertama pada rekrut tenaga adalah menstimulasi calon untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. Pada dasarnya sistem klasifikasi pasien ini mengelompokkan pasien sesuai dengan ketergantungannya dengan perawat atau waktu dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memberi asuhan keperawatan yang dibutuhkan.

Self-care Klien memerlukan bantuan minimal dalam melakukan tindak keperawatan dan pengobatan. .5 jam/24 jam.1. Perawatan minamal Perawatan ini memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam. yaitu perawatan miniaml. dan persiapan pprosedur memerlukan pengobatan. Minimal care Klien memerlukan bantuan sebagian dalam tindak keperawatan dan pengobatan tertentu. Perawatan intermediate Perawatan ini memerlukan waktu 3-4 jam/24 jam. 2. Biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1. termasuk minum.5jam/24jam. yang mengklasifikasi derajat ketergantungan pasien dalam tiga kategori. 4. dan mengatur posisi. Mothfied intensive care Klien biasanya membutuhkan waktu 7-8 jam dengan waktu rata-rata efektif7. 1. makan dan minum. Metode lain yang sering digunakan di Rumah Sakit adalah metode menurut Donglas (1984).5 jam/24 jam. 3. 5. 2. status psikologis stabil. dan ganti pakaian. Intensive care Klien biasanya membutuhkan 10-14 jam dengan waktu rata-rata efektif 12 jam/24 jam. mandi.5 jam/24 jam. perawatan intermediate. Meskipun demikian klien perlu diawasi ketika melakukan ambulasi atau gerakan. pengobatan minimal. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih perlu bantuan dalam memenuhi kebersihan diri. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri kebersihan diri. Biasanya dibutuhkan waktu 3-4 jam dengan waktu rata-rata efektif 3. Ambulasi serta perlunya observasi tanda vital setiap 4 jam. misalnya pemberian obat intravena. Klien melakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara mandiri. dan perawatan maksimal atau total. Intermediate care Klien biasanya membutuhkan waktu 5-6 jam dengan waktu rata-rata efektif 5. Ciri-ciri lain pada klien dengan klasifikasi ini adalah observasi tanda vital dilakukan setiap shift.

Disamping itu klien dalam klasifikasi ini memerlukan pengobatan lebih dan sekali. mengatur posisi waktu makan. Pasien memerlukan bantuan pendidikan kesehatan untuk mendukung emosi 5 – 10 menit/shift. pemakaian alat penghisap (suction). memberi dorongan agar mau makan. b. Tindakan dan pengobatan 20 – 30 menit/shift atau 30 – 60 menit/shift dengan mengobservasi efek samping obat atau reaksi alergi. makan memerlukan selang NGT (Naso Gastrik Tube). 3. Kateter Foley atau asupan haluarannya dicatat. b. tidak ada reaksi emosional. penampilan secara umum baik. Penerapan sistem klasifikasi pasien dengan tiga kategori di atas adalah sebagai berikut : a. pasien memerlukan orientasi waktu. observasi tanda vital setiap 2 jam. Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien harus dibantu tentang segala sesuatunya. Perawatan maksimal atau total Perawatan ini memerlukan waktu 5-6jam/24 jam. . Penerapan Sistem Klasifikasi Pasien Dalam Tatanan Pelayanan Kesehatan Pasien diklasifikasikan berdasarkan sistem klasifikasi yang dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat ketergantungan klien : a. status emosional. tindakan pengobatan biasanya ringan dan sederhana. fungsi fisiologis. kelancaran drainase atau infus ]. eliminasi dan kebutuhan diri juga dibantu atau menyiapkan alat untuk ke kamar mandi. Kategori II : Perawatan sedang/partial/intermediate care Kegiatan sehari-hari untuk makan dibantu. tempat dan pergantian shift. Tindakan perawatan pada pasien ini monitor tanda-tanda vital. Perawatan Mandiri: klien memerlukan 2 jam perawatan langsung per 24 jam. Penampilan pasien sakit sedang. periksa urin reduksi. menggunakan terapi intravena. c. Perawatan Parsial : klien memerlukan 4 jam perawatan langsung per 24 jam. Perawatan Total: klien memerlukan 7 jam perawatan langsung per 24 jam. Kategori I : Perawatan mandiri/self care Kegiatan sehari-hari dapat dilakukan sendiri. Dan klien dengan pemasangan infus serta persiapan pengobatan memerlukan prosedur. D. Posisi yang diatur. dan kadang klien dalam kondisi gelisah/disorientasi.

semua dibantu oleh perawat. c. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien bisa makan sendiri. Pasien memerlukan observasi terus menerus. Ketergantungan Minimal (Minimal Care) 3. Klasifikasi Tingkat Ketergantungan Pasien: 1. Posisi pasien semi fowler. Ketergantungan Total (Total Care) 5. penampilan sakit berat. tampak memegang dadanya. Ketergantungan Sebagian (Partial Care) 4. Kategori III : Perawatan total/intensive care Kebutuhan sehari-hari tidak bisa dilakukan sendiri. Mandiri (Self Care) 2. Pasien mengatakan napasnya sesak. Intensif (Intensif Care) Contoh Kasus 1. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di ruang Ayub 2 dengan diagnosa medis TB paru. .

Pasien tampak berbaring. Pasien mengatakan masih lemas. Pasien mengatakan periniumnya masih sakit dan takut bergerak.  Minimal Care 4. balance cairan diukur setiap shift. Aktivitas harian dibantu oleh keluarga. jika tidak sedang sesak biasanya ke kamar mandi sendiri. Pasien terpasang EKG monitor. diukur TTV setiap shift. tidak mampu memakai pakaian sendiri. pasien membutuhkan bantuan keluarganya jika mau berubah posisi. mandi dibantu oleh keluarga karena takut terjatuh di kamar mandi. terpasang infus di tangan kanan. Pasien bisa minum sendiri. Pasien mengatakan tidak bisa menggerakkan tubuhnya bagian kiri. terpasang infus di tangan kanan. mampu BAK dan BAB sendiri. hemiparese sinistra.  Minimal Care 2. pasien BAK/BAB di tempat tidur.  Partial Care 5. kesadaran composmentis. Seorang perempuan berusia 31 tahun dirawat di ruang Ayub 1 dengan diagnosa medis post sectio caesarea hari I. gosok gigi sendiri. terpasang NGT. Seorang laki-laki berusia 59 tahun dirawat di ruang Ayub 3 dengan diagnosa medis stroke haemorhagie. Pasien tampak berbaring. kaki terasa baal. Seorang pasien dirawat dengan dengan diagnosa medis Diabetes Mellitus. Pasien tidak sadar. TTV diukur setiap jam.  Total Care 3. Seorang perempuan berusia 28 tahun dirawat di ruang Ayub 1 dengan diagnosa medis post partum hari I. tampak mencoba berjalan sambil berpegangan pada tempat tidur pasien.  Intensif Care . TTV diukur setiap 3 jam.

Yogyakarta : Nuha Medika Nursalam. Agus. (2007) .Daftar Pustaka Kuntoro. Jakarta: Salemba Medika . Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional Edisi 4. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. 2010.